Anda di halaman 1dari 8

Prosa Puisi dan Drama

A. Prosa

a. Definisi

Prosa ialah karya sastra dalam bentuk bahasa yang terurai tidak terikat oleh rima,
ritma, jumlah baris dan sebagainya.

b. Bentuk

1. Prosa Lama

Prosa lama adalah karya sastra daerah yang belum mendapat pengaruh dari sastra
atau kebudayaan barat.

2. Prosa Baru

Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra
atau budaya Barat.

c. Isi

1. Prosa Lama

1. Mite adalah dongeng yang banyak mengandung unsur-unsur ajaib dan


ditokohi oleh dewa, roh halus, atau peri. Contoh Nyi Roro Kidul

2. Legenda adalah dongeng yang dihubungkan dengan terjadinya suatu tempat.


Contoh: Sangkuriang, SI Malin Kundang.

3. Fabel adalah dongeng yang pelaku utamanya adalah binatang. Contoh: Kancil.
4. Hikayat adalah suatu bentuk prosa lama yang ceritanya berisi kehidupan raja-
raja dan sekitarnya serta kehidupan para dewa. Contoh: Hikayat Hang Tuah.
5. Dongeng adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Contoh: Cerita Pak
Belalang.
6. Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi yang
dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Contoh: Seribu Satu Malam.

2. Prosa Baru

1. Roman adalah cerita yang mengisahkan pelaku utama dari kecil sampai mati,
mengungkap adat/aspek kehidupan suatu masyarakat secara
mendetail/menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan).
Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku
dalam cerita tersebut. Contoh: karangan Sutan Takdir Alisjahbana: Kalah dan
Manang, Grota Azzura, Layar Terkembang, dan Dian yang Tak Kunjung
Padam.
2. Riwayat adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman
hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang
sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh:
Soeharto Anak Desa atau Prof. Dr. B.I Habibie atau Ki hajar Dewantara.
3. Otobiografi adalah karya yang berisi daftar riwayat diri sendiri.
4. Antologi adalah buku yang berisi kumpulan karya terplih beberapa orang.
Contoh Laut Biru Langit Biru karya Ayip Rosyidi.
5. Kisah adalah riwayat perjalanan seseorang yang berarti cerita rentetan
kejadian kemudian mendapat perluasan makna sehingga dapat juga berarti
cerita. Contoh: Melawat ke Jabar – Adinegoro, Catatan di Sumatera – M.
Rajab.
6. Cerpen adalah suatu karangan prosa yang berisi sebuah peristiwa kehidupan
manusia, pelaku, tokoh dalam cerita tersebut. Contoh: Tamasya dengan
Perahu Bugis karangan Usman. Corat-coret di Bawah Tanah karangan Idrus.
7. Novel adalah suatu karangan prosa yang bersifat cerita yang menceritakan
suatu kejadian yang luar biasa dan kehidupan orang-orang. Contoh:
Roromendut karangan YB. Mangunwijaya.
8. Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil
karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria
tertentu yangs ifatnya objektif dan menghakimi.
9. Resensi adalah pembicaraan/pertimbangan/ulasan suatu karya (buku, film,
drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya
tersebut dari ebrbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering
juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut
dibaca atau dinikmati.
10. Esei adalah ulasan/kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan
pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan,
renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik,
pementasan drama, film, dll. menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat
sangat subjektif atau sangat pribadi.

d. Unsur
1. Intrinsik
- Tema
- Tokoh/penokohan
- Plot
- Setting
- Sudut pandang
- Gaya bahasa
- Amanat

2. Ekstrinsik
- Sosial ekonomi
- sosial budaya, politik, agama
- Tata nilai yang dianut masyarakat
B. Puisi
a. Definisi
Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris
serta ditandai oleh bahasa yang padat.

b. Bentuk
1. Puisi Lama
Ciri-ciri puisi lama:
- Merupakan puisi rakyat yang tidak dikenal pengarangnya.
- Disampaikan dari mulut ke mulut. jadi merupakan sastra lisan.
- Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah barus tiap bait, jumlah suku
kata maupun rima.

2. Puisi baru
Ciri-ciri puisi baru yaitu bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama baik dalam
segi jumlah baris, suku kata maupun rima.

c. Isi
1. Puisi Lama
1. Mantra, ialah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
2. Pantun, ialah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap
baris terdiri dari 8-12 suku kata 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris
berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun
anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
3. Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
4. Seloka adlah pantun berkait.
5. Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a,
berisi nasihat.
6. Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris,
bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
7. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.

2. Puisi Baru
1. Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
2. Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
3. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
4. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.
5. Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
6. Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
7. Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.

d. Unsur
1. Intrinsik
- Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah
hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap
kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
- Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang
terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan
latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang
pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat,
usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman
pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak
bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa,
dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan,
pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang
sosiologis dan psikologisnya.
- Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga
berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema
dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk
memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca,
dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
- Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang
mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum
penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.

2. Ekstrinsik
- Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak
dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi
yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.
Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
- Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya.
Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat
mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat
mungkin.
- Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan
pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.
- Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang
memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan
atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta,
kehampaan hidup, dll.
- Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat
menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu.
Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan
banyak makna atau kaya akan makna. Bahasa figuratif disebut juga majas.
- Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah
persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Ritma
merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma
sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

C. Drama
a. Definisi
Drama merupakan karya yang terdiri atas aspek sastra dan aspek pementasan yang
terdiri dari dialog.

b. Bentuk
Berdasarkan bentuk sastra cakapnnya drama dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Drama puisi
Drama puisi adalah drama yang sebagian besarcakapannya disusun dalam bentuk
puisi atau manggunakan unsur-unsur puisi.
2. Drama prosa
Drama prosa adalah drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa.

c. Isi
Berdasarkan isi sajiannya, drama dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Tragedi (drama duka), yaitu drama yang menampilkan tokoh yang sedih atau
muram yang terlibat dalam situasi gawat karena sesuatu yng tidak
menguntungkan. Biasanya berakhir dengan malapetaka atau kesedihan.
2. Komedi (drama ria), yaitu drama ringan yang bersifat menghibur walaupun dapat
bersifat menyindir dan yang berakhir dengan bahagia.
3. Tragikomedi (drama dukaria), yaitu drama yang sebenarnya menggunkan alur
dikacita tetapi berakhir dengan kebahagiaan.
4. Melodrama, yaitu bersifat sentimental dan melankolis. Ceritanya cenderung
terkesan mendayu-dayu dan mendramatisir kesedihan. Emosi penonton dipancing
untuk merasa iba pada tokoh protagonis. Konflik harus tetap runtun dan padat.
Justru dengan konflik yang bertubi-tubi pada si tokoh akan semakin membuat
penonton merasa kasihan dan bersimpati pada penderitanya.

d. Unsur
a. Intrinsik
- Tema
- Tokoh/penokohan
- Alur/plot/jalan cerita
- Setting/latar panggung
- Amanat
- Dialog
- Petunjuk teknis

b. Ekstrinsik
- Sosial ekonomi
- Sosial budaya, politik, agama