Anda di halaman 1dari 20

KULIAH 3

AKUNTANSI DALAM KONDISI IDEAL

Sumber Utama (Scott, Bab 1 dan Bab 2).

Outline Kuliah:
1. Lingkungan Akuntansi
2. Peran Riset Akuntansi
3. Asimetri Informasi
4. Masalah Fundamental Akuntansi
5. Kondisi Ideal dengan Kepastian
6. Kondisi Ideal dengan Ketidakpastian

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 1


Lingkungan Akuntansi

• Lingkungan akuntansi dan pelaporan keuangan


sangat kompleks karena produk akuntansi
adalah informasi, komoditas yang berpengaruh
dan penting. Kompleksitas tersebut dipengaruhi
oleh dua hal:

– (1) Tidak semua orang memiliki reaksi yang sama


terhadap informasi. Ada investor yang bereaksi positif
terhadap informasi karena informasi dianggap
membantu dalam memprediksi kinerja perusahaan.
Ada investor yang bereaksi kurang positif terhadap
informasi karena informasi tidak bisa diandalkan atau
karena informasi tersebut bersifat historis.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 2


Lingkungan Akuntansi

• Lingkungan akuntansi dan pelaporan keuangan


sangat kompleks karena produk akuntansi
adalah informasi, komoditas yang berpengaruh
dan penting. Kompleksitas tersebut dipengaruhi
oleh dua hal:

– (2) Informasi keuangan tidak hanya mempengaruhi


keputusan individual, melainkan juga mempengaruhi
operasi pasar, seperti pasar sekuritas dan pasar
tenaga kerja. Operasi pasar yang tepat perlu untuk
efisiensi ekonomi.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 3


Peran Riset Akuntansi

• Apa peranan riset akuntansi? Ada dua peran teori


akuntansi, yaitu mendeskripsikan (describe) akuntansi
agar bisa dipahami dan memprediksi (predict) apa yang
akan dilakukan oleh pasar. Peranan riset ini dapat dilihat
dari dua hal:
– (1) Riset akuntansi meningkatkan praktik akuntansi.
Misalnya, peningkatan disklosur dalam 25 tahun
terakhir tidak datang begitu saja, melainkan karena
hasil riset tentang pengambilan keputusan investor
dan teori pasar modal. Hasil riset ini membantu
akuntan untuk menentukan informasi apa yang harus
disediakan bagi investor.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 4


Peran Riset Akuntansi

• Apa peranan riset akuntansi? Ada dua peran teori


akuntansi, yaitu mendeskripsikan (describe) akuntansi
agar bisa dipahami dan memprediksi (predict) apa yang
akan dilakukan oleh pasar. Peranan riset ini dapat dilihat
dari dua hal:
– (2) Riset akuntansi untuk memperbaiki pemahaman
kita tentang lingkungan akuntansi. Misalnya, hasil
riset tentang agency theory dapat meningkatkan
pemahaman tentang kepentingan manajer terhadap
pelaporan keuangan dan peran compensantion plan
dalam memotivasi manajemen. Hasil riset membuat
kita memahami mengapa ada manajer berkeinginan
memanipulasi laporan.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 5


Asimetri Informasi

• Apa yang dimaksud dengan asimetri informasi?


 
• Asimetri informasi adalah ketidakseimbangan
informasi yang terjadi karena ada pihak yang
dapat memperoleh dan memanfaatkan
informasi untuk kepentingannya sedangkan
pihak lain tidak dapat memperoleh informasi
yang sama.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 6


Asimetri Informasi

• Ada dua jenis asimetri informasi, yaitu:

– (1) Adverse selection, yaitu jenis asimetri informasi di


mana ada pihak yang terkait dengan transaksi
perusahaan yang memiliki manfaat informasi
sedangkan pihak lain tidak memiliki manfaat informasi
yang sama. Hal ini dapat dilakukan oleh manajer atau
orang dalam perusahaan dengan mengendalikan
penyerahan informasi kepada investor sesuai dengan
kepentingannya. Untuk mengatasi permasalahan
adverse selection, manajer harus menyebarkan
informasi dalam kepada pihak lain secara bersamaan
dan merata.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 7


Asimetri Informasi

• Ada dua jenis asimetri informasi, yaitu:


– (2) Moral hazard, yaitu jenis asimetri informasi di mana ada
pihak yang terkait dengan transaksi perusahaan yang dapat
mengamati secara langsung berjalannya transaksi tersebut,
sedangkan pihak lain tidak dapat melakukan yang sama. Hal
ini dapat terjadi karena adanya pemisahan kepemilikan dan
pengendalian terhadap perusahaan. Pemilik dan kreditor tidak
mungkin dapat secara langsung mengamati berjalannya
transaksi perusahaan. Ada dua cara untuk mengendalikan
masalah moral hazard. Pertama, laba bersih dapat dijadikan
sebagai dasar penentuan kompensasi manajer. Kedua, laba
bersih dapat menggambarkan kondisi pasar sekuritas dan
pasar tenaga kerja perusahaan, sehingga manajer yang lalai
akan mengakibatkan laba bersih perusahaan menurun,
reputasi manajer yang jelek, dan nilai pasar sekuritasnya
menurun.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 8


Masalah Fundamental Akuntansi

• Apa masalah fundamental teori akuntansi keuangan?

• Masalah fundamental teori akuntansi keuangan


adalah bagaimana melakukan rekonsiliasi perbedaan
relevansi dan reliabilitas informasi akuntansi.
Informasi yang relevan adalah informasi yang
memampukan investor untuk menilai prospek
ekonomi masa depan perusahaan. Sedangkan
informasi yang reliabel adalah informasi yang bebas
dari bias atau manipulasi manajemen. Kedua hal
tersebut, relevansi dan reliabilitas, harus dapat
direkonsiliasi.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 9


Masalah Fundamental Akuntansi

• Mengapa masalah fundamental akuntansi


terjadi? 

• Hal ini bisa terjadi karena masalah


measurement belum selesai. Misalnya, dengan
historical cost laba akan cerderung lebih besar
karena biaya jaman dulu dibandingkan dengan
pendapatan sekarang. Tetapi kalau diganti
dengan replacement cost, maka hal ini di luar
kendali manajemen dan reliabilitas laporan
keuangan dipertanyakan.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 10


Masalah Fundamental Akuntansi

• Bagaimana reaksi badan penyusun standar


terhadap masalah fundamental teori akuntansi
keuangan? Ada dua reaksi terhadap
permasalahan fundamental akuntansi
keuangan, yaitu:

– (1) Biarlah kekuatan pasar yang menentukan apa dan


berapa banyak informasi yang dibutuhkan. Kita dapat
menganggap investor sebagai pihak yang meminta
dan manajer sebagai pemasok informasi, seperti
halnya dalam permintaan dan penawaran pasar mobil.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 11


Masalah Fundamental Akuntansi

• Bagaimana reaksi badan penyusun standar


terhadap masalah fundamental teori akuntansi
keuangan? Ada dua reaksi terhadap
permasalahan fundamental akuntansi keuangan,
yaitu:

– (2) Pembuatan regulasi untuk melindungi investor.


Kompleks dan pentingnya komoditas informasi tidak
mampu dikendalikan oleh kekuatan pasar sendiri dalam
rangka mengatasi permasalahan adverse selection dan
moral hazard. Tidak ada akuntansi di suatu negara
yang unregulated, semua negara meregulasi akuntansi.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 12


Kondisi Ideal dengan Kepastian

• Apakah yang dimaksud dengan kondisi ideal


dengan kepastian? Mungkinkah kondisi ideal
terjadi? Apakah laporan rugi laba masih
diperlukan dalam kondisi ideal?

• Karakteristik kondisi ideal dalam kepastian


(certainty) adalah arus kas masa depan dan
tingkat bunga bebas risiko dipublikasi dan pasti.
Apabila kedua hal ini terjadi maka disebut
kondisi ideal.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 13


Kondisi Ideal dengan Kepastian

Dalam kondisi ideal:


1. Laporan keuangan dapat menghasilkan informasi yang
relevan sekaligus reliabel. Relevan karena neraca merupakan
gambaran dari prospek perusahaan. Reliabel karena (a)
precision, yaitu bebas dari error atau noise (noise bisa
muncul dari kesalahan dalam sistem akuntansi estimasi),
serta (b) hardness, yaitu bebas dari bias dan manupulasi.
2. Laba bersih dapat dihitung dari perkalian tingkat bunga
dengan nilai tunai awal aktiva yang disebut juga accretion of
discount. Laba ini juga disebut ex ante net income (atau
expected net income) karena diprediksi di tahun 0 atau awal
tahun. Karena kondisi ideal, maka laba bersih ini akan
sebesar laba yang terealisir yang disebut ex post net income
(atau realized net income).

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 14


Kondisi Ideal dengan Kepastian

Dalam kondisi ideal:


3. Walaupun laba dapat dihitung dengan sempurna, informasi laba
bersih dalam laporan rugi laba tidak memiliki peran karena laba
bersih sudah dapat ditentukan dari necara.
4. Nilai pasar aktiva akan sama dengan nilai tunai aktiva tersebut.
Dalam kondisi ideal akan selalu terjadi harga ekuilibrium antara nilai
pasar dan nilai tunai, karena itu proses arbitrage tidak bisa terjadi.
Arbitrage juga bermaksud bahwa ada dua cara untuk menentukan
nilai wajar aktiva, yaitu (a) dengan mendiskontokan nilai tunai arus
kas masa depan (pendekatan ini disebut pendekatan langsung), dan
(b) dengan menggunakan nilai pasar (pendekatan ini disebut
pendekatan tidak langsung).
5. Kebijakan dividen tidak relevan (dividend irrelevancy) karena apabila
investor menerima dividen dan menginvestasikannya dengan tingkat
bunga yang sama, maka hasilnya akan sama dengan apabila dividen
tersebut tidak diambil. Nilai tunai bagi investor akan sama saja.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 15


Kondisi Ideal dengan Kepastian

• Dalam kondisi ideal juga dikenal first best. First


best adalah tidak ada asimetri informasi.
Berikutnya ada istilah second best, yaitu ada
asimetri informasi, jadi lebih realistik.

• Kondisi ideal tidak mungkin terjadi. Karena itu,


kondisi ideal hanya berfungsi sebagai
benchmark. Dalam kondisi ideal, capital
maintenance (laba merupakan perbedaan dua
neraca berurutan) cocok digunakan.
 

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 16


Kondisi Ideal dengan Kepastian

• Dalam kondisi ideal, neraca mengandung semua


informasi yang relevan, sehingga laporan rugi laba
tidak diperlukan. Dalam kondisi ideal, laba bersih
dapat dihitung dari perkalian tingkat bunga dengan
nilai tunai awal aktiva yang disebut juga accretion of
discount. Laba ini juga disebut ex ante net income
(atau expected net income) karena diprediksi di
tahun 0 atau awal tahun. Karena kondisi ideal,
maka laba bersih ini akan sebesar laba yang
terealisir yang disebut ex post net income (atau
realized net income). Dalam kondisi ideal, laporan
rugi laba hanya merupakan selisih antara dua
neraca berurutan.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 17


Kondisi Ideal dengan Ketidakpastian

• Apakah yang dimaksud dengan kondisi ideal


dengan ketidakpastian? Apa perbedaan pokok
antara kondisi ideal dengan kepastian dengan
kondisi ideal dengan ketidakpastian?

• Kondisi ideal dengan ketidakpastian


(uncertainty) memiliki karakteristik:
– Tingkat suku bunga diketahui.
– Kondisi ekonomi (state) dipublikasi dan lengkap.
– Probabilitas terjadinya kondisi ekonomi diketahui.
– Realisasi kondisi ekonomi dapat diobservasi

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 18


Kondisi Ideal dengan Ketidakpastian

• Dalam kondisi ideal dengan ketidakpastian:


– Laporan keuangan dapat menghasilkan informasi yang relevan
sekaligus reliabel.
– Expected net income tidak sama dengan realized net income.
– Informasi laba bersih dalam laporan rugi laba tidak memiliki peran
karena laba bersih sudah dapat ditentukan dari necara.
– Nilai pasar aktiva dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu (a)
dengan mendiskontokan nilai tunai arus kas masa depan, dan (b)
dengan menggunakan nilai pasar.
– Kebijakan dividen tidak relevan (dividend irrelevancy) karena nilai
tunai bagi investor akan sama saja
• Perbedaan pokok antara kondisi ideal dalam kepastian dan
kondisi ideal dalam ketidakpastian terletak pada expected net
income dan realized net income. Dalam kondisi kepastian,
expected net income sama dengan realized net income.
Sedangkan dalam kondisi ketidakpastian keduanya tidak sama.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 19


Kondisi Ideal dengan Ketidakpastian

• Dalam kondisi ideal, tidak ada kebutuhan untuk melakukan


estimasi untuk perhitungan nilai tunai diharapkan (expected
present value) karena dalam kondisi ideal arus kas dan tingkat
bunga bebas risiko sudah diketahui dengan pasti. Dalam kondisi
ideal, nilai pasar aktiva sama dengan diskonto arus kas masa
depan aktiva tersebut, sehingga estimasi tidak diperlukan.

• Selain itu, dalam kondisi ideal laporan keuangan mengandung


relevansi sekaligus reliabilitas. Relevan karena neraca disusun
berdasarkan arus kas masa depan diharapkan. Reliabel karena
kondisi ideal memberi keyakinan bahwa perhitungan nilai tunai
sudah tepat (precise) dan tidak bias, sehingga tidak
memungkinkan adanya kesalahan atau manipulasi manajemen.
Seluruh kondisi mendatang yang relevan telah diantisipasi dan
secara objektif dimasukkan dalam perhitungan nilai tunai
diharapkan.

Dr. Baldric Siregar, MBA., Ak. 20