Anda di halaman 1dari 2

TUGAS TEOLOGI KONTEKSTUAL ALKITABIAH III

NAMA : BOYKE GUSTI SAUNUNU

NIRM : 12120502080010

SEMESTER : VI (Genap)
IMAMAT 26 : 3-13 :

Kata syalom di sini menunjuk pada kata aman dan tentram, di mana hasil hasil yang berlimpah
dicurahkan ketika manusia hidup menuru ketetapan Allah. Dalam ayat-ayat ini hasil-hasil itu berupa
hasil-hasil alam, seperti curah hujan, panen buah, musim-musim yang baik, dan lainnya. Hasil-hasil
tersebut ada karena ada bentuk positif dari hubungan Allah dengan manusia. Juga dalam ayat 6, syalom
dipakai sebagai damai sejahtera di dalam negeri, yaitu hidup di tengah keadaan yang tenang dan tiada
ancaman. Damai sejahtera itu diberikan akan Allah saat kita mempunyai hubungan baik dengan-Nya.
Jadi,Syalom dalam Imamat 26 ini menitikberatkan kepada hubungan Manusia dengan Allah.

MAZMUR 72 :

Di sini, kata syalom terdapat pada ayat 1, yang menunjuk kepada keadilan. Keadilan ini ditujukan kepada
umat, yang dimiliki oleh raja, yang diberikan/berasal dari Tuhan. Bentuk syalom ini lebih menunjuk
kepada hubungan manusia dengan sesamanya, di mana orang-orang yang tertindas, miskin dan yang
diperas akan dipatahkan oleh sang raja yang mempunyai keadilan tersebut.

KEJADIAN 1 :

Dalam Kejadian 1, terlihat hubungan antara Allah dan alam ciptaan-Nya. Kata baik yang sama artinya
dengan syalom, adalah suatu pemikiran/pandangan Allah, setelah Ia menciptakan segala sesuatu. Seperti
pada ayat yang ke-4, ketika ia baru menciptakan terang, ayat 12, ketika ia selesai menumbuhkan tumbuh-
tumbuhan, ada juga pada ayat 18, setelah penciptaan benda-benda penerang, dan pada ayat 21, ketika Ia
selesai menciptakan binatang-binatang di udara dan di laut, juga setelah penciptaan ternak dan binatang
melata. Selanjutnya Ia menciptakan manusia sebagai penguasa/pemelihara alam. Oleh karena itu, ada
gambaran hubungan antara Allah dan Alam ciptaan, juga manusia dan alam ciptaan. Ketika hubungan
ini benar-benar terwujud dengan indah, maka syalom yang sungguh, atau “sungguh amat baik” menjadi
ada.
KEJADIAN 2

Dalam Kejadian 2, kata syalom ditunjuk untuk kata baik, atau lawannya jahat. Seperti yang dituliskan di
dalam ayat 17, pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat diciptakan dan disediakan Tuhan, namun
menjadi pantangan kepada ke-2 manusia awal di situ. Halini menunjuk kepada pengendalian diri da
penguasaan hasrat dari manusia itu sendiri. Oleh karena itu, hubungan yang terlihat adalah tentang
hubungan antara manusia dan dirinya sendiri.