Anda di halaman 1dari 5

Nama : Redita Septiani

Nim : G.311.09.0042
Makul : Dasar-dasar filsafat dan Logika
Dosen : Saefur Rohman, SS, M.Hum

PERBANDINGAN 2 FILSOF DAN BERDASARKAN 3 ASPEK :

1. Metafisika
2. Epistemologi
3. Aksiologi

A. Ringkasan 2 Pemikiran filsof Mengenai Manusia

Dalam beberapa pernyataan mengenai manusia yang dapat digolongkan sebagai bernilai
filsafati, seperti :

• Aristoteles

Aristoteles berasal dari Stagyra di daerah Thrace, Yunani Utara. Dia menganggap
“manusia adalah animal rationale”, karena, menurutnya, ada tahap perkembangan :

Benda mati -> tumbuhan -> binatang -> manusia

Tumbuhan = benda mati + hidup ----> tumbuhan memiliki jiwa hidup

Binatang = benda mati + hidup + perasaan ----> binatang memiliki jiwa perasaan

Manusia = benda mati + hidup + akal ----> manusia memiliki jiwa rasional

Gambar 1. Perkembangan Manusia

Disamping itu, Aristoteles juga menyatakan bahwa “manusia adalah zoon poolitikon
atau makhluk social dan makhluk hylemorfik”, terdiri atas materi dan bentuk-bentuk.
• Ernest Cassirer

Berpendapat bahwa “manusia adalah animal simbolikum”, yaitu ialah binatang yang
mengenal simbol, misalnya adat-istiadat, kepercayaan, bahasa. Inilah kelebihan manusia
jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Itulah sebabnya manusia dapat
mengembangkan dirinya jauh lebih hebat daripada binatang yang hanya mengenal tanda
dan bukan simbol.

B. Masalah Tentang 2 Pemikiran Filosof

1. Aristoteles

Masalah yang ada pada konsep pemikiran Aristoteles adalah manusisa


bukan berasal dari benda mati yang kemudian tumbuh menjadi binatang dan
menjadi manusia. Manusia berasal dari hewan yang kemudian berkembang
menjadi manusia yang mempunyai perasaan yang semakin lama semakin jelas
kehidupannya. Disini sifat binatang adalah tidak mempunyai jiwa perasaan, jiwa
rasional dan akal.

2. Ernest Cassirer

Masalah yang ada pada pemikiran Ernest Cassirer adalah bahwa manusia
tidak bisa disamakan dengan binatang yang hanya mengenali simbol dengan
indranya. Dari dulu manusia memiliki sifat adat-istiadat, kepercayaan, dan bahasa
yang menyebabkan manusia dapat mengembangkan dirinya jauh lebih hebat
daripada binatang yang hanya mengenal tanda dan bukan simbol.
C. Teori Tentang Unsur Filsafat

berdasarkan 3 Aspek :

• Aristoteles

1. Metafisika Diadik

Pada pemikiran Aristoteles Manusia adalah benda mati, hidup, dan memiliki akal,
jiwa rasional dan memiliki rasa sosial. Pemikiran ini hanya bertujuan untuk
menjelaskan keberagaman fakta tentang perkembangan manusia yang saling
melengkapi

2. Epistemologi Indera (empirisme)

Pada pemikiran Aristoteles ia mengandalkan pengamatan inderawi sebagai basis


untuk mencapai pengetahuan yang sempurna

3. Aksiologi

Pemikiran yang dinyatakan oleh Aristoteles ada nilai kebenaran tentang rasa
sosial dan manusia terdiri atas materi dan bentuk-bentuk..

3. Ernest Cassirer

1. Metafisika Dialektika

Berpendapat bahwa manusia adalah animal simbolikum, yaitu ialah binatang yang
mengenal simbol, misalnya adat-istiadat, kepercayaan, bahasa. Yang masalahnya
tidak perlu memiliki titik temu dan terlalu ideal

2. Epistemologi Intuisi

Ernest Cassirer melihat, mengukur dan menyakini bahwa manusia adalah animal
simbolikum, karena manusia mempunyai kelebihan dari pada mahluk lain, ini terbukti
dari perasaan yang dimiliki Ernest dalam mengandalkan perasaan yang ia miliki.
3. Aksiologi

Pemikiran ini mengandung kebenaran / baik karena manusia mempunyai


kelebihan untuk berkembang jauh lebih hebat dari hewan.

D. Analisis Terhadap 2 Pemikiran

Analisis saya terhadap dua pemikiran tersebut ialah :

Pemikiran tersebut saling melengkapi dalam menjawab pertanyaan yang


selalu ada, bagaimana perkembangan manusia. Pemikiran yang disampaikan
Aristoteles dipandang dari masa purba, yang menjelaskan manusia dari benda
mati yang kemudian hidup menjadi hewan yang di beri jiwa perasaan dan akal
untuk bertahan hidup, dan Aristoteles hanya mengandalkan inderanya. Tapi pada
pemikiran Ernest bahwa manusia adalah binatang yang mengenal symbol, dan
mempunyai adat istiadat, dan bahasa yang jelas di bandingkan binatang lain yang
hanya menggunakan perasaan mereka dalam bertahan hidup.Dan Ernest juga
mengandalkan intuisinya.

E. Ringkasan Berbentuk Tabel

Filsof / Sistem Aristoteles Ernest Cassirer


Metafisika Diadik Dialektika
Epistemologi Indera Intuisi
Aksiologi Yang bernilai benar dalam rasa rasional Yang bernilai benar karena manusia
dalam jiwa manusia dapat mengembangkan diri jauh
lebih hebat.

F. Kesimpulan dan Saran


Dari pembahasan singkat mengenai pemikiran Aristoteles dan Ernest Cassier diatas,
dapat kita simpulkan adanaya perbedaan yang cukup mendasar antara keduanya tentang
“Perkembangan Manusia“. Aristoteles berpendapat lebih dari penalaran inderanya yang
manusia adalah benda mati yang akhirnya berkembang menjadi manusia yang memiliki
jiwa perasaan, jiwa rasional dan akal. Namun menurut Ernest manusia adalah Animal
Simbol dan kelebihan manusia jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Itulah
sebabnya manusia dapat mengembangkan dirinya jauh lebih hebat daripada binatang
yang hanya mengenal tanda dan bukan simbol.

Daftar Pustaka

Aadip, Drs.H. Muhammad, MA, Filsafat Ilmu : Antologi, Epistemologi, Aksiologi dan
Logika Ilmu Pengetahuan, Pustaka Pelajar Celeban Timur UH III/548 Yogjakarta

Hadiwijaya, Dr. Harun, Sari Filsafat Barat 1. Kanisius :Yogyakarta, 2005.

http://www.mail-archive.com/sahabatinteraktif@yahoogroups.com/msg44583.html.
Diakses : 3Juni 2010.

http://www.wikipedia.com, Aristoteles : Philosopher and Philosopies. Diakses : 3 Juni


2010.