Anda di halaman 1dari 8

TUGAS AKUNTANSI LANJUTAN II

“ISU-ISU LAIN DALAM PELAPORAN KONSOLIDASI”

Fakultas Ekonomi

Universitas Trisakti

2010
BAB 10

ISU-ISU LAIN DALAM PELAPORAN KEUANGAN

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI

Perusahaan harus menyajikan laporan arus kas pada saat


mengeluarkan laporan keuangan lengkap. Laporan keuangan konsolidasi
sama dengan laporan arus kas yang disusun untuk entitas konsolidasi
danpada dasarnya disusun dengan cara yang sama.

 Penyusunan Laporan Arus Kas Konsolidasi

Laporan konsolidasi umumnya harus disusun setelah laporan laba


rugi , laporan laba ditahan dan neraca konsolidasi. Laporan arus kas
tidak dimasukan kedalam kertas kerja konsolidasi tiga bagian tapi
disusun dari informasi dari ketiga laporan yang lain. Penyusunan
laporan arus kas konsolidasi memerlukan beberapa penyesuaian
seperti penyusutan amortisasi dari penghapusan differensial
pembelian.

Semua transaksi afiliasi harus dieliminasi dalam penyusunan laporan


arus kas konsolidasi. Jika terdapat kepemilikan minoritas, laba yang
dialokasikan ke pemegang minoritas diperlakukan sebagai penyesuaian
untuk memperoleh jumlah yang dihasilkan dari aktifitas operasi. Laba
yang dialokasikan kepemilikan minoritas dikurangi dalam penghitungan
laba bersih konsolidasi tetapi tidak mencerminkan arus kas keluar.
Penerimaan dari dan pembayaran ke pemegang saham minoritas
umumnya dimasukkan kedalam laporan arus kas konsolidasi sebagai
arus kas dari sumber pendanaan.

 Terdapat Dua Item Yang Unik Dalam Laporan Konsolidasi

1. Laba yang dialokasikan kepemilikan minoritas ditambahkan kembali


ke kas yangdihasilkan dari aktifitas operasi karena dalam
perhitungan laba bersih konsolidasi item tersebut dikurangi tetapi
tidak mencerminkan kas yang dihasilkan keaktifitas operasi.

2. Dividen yang dibayarkan kepemegang saham minoritas


menyebabkan arus kas keluar walaupun dalam pemasukan dividen
dicantumkan sebagai laba ditahan konsolidas i .

 Laporan Arus Kas Konsolidasi – Metode Langsung

Hampir semua perusahaan besar menggunakan metode tidak


langsung dalam penyajian laporan arus kas. Lembaga yang berwenang
umumnya menyatakan preferrensinya untuk metode langsung
walaupun tidak mengharuskan penggunaannya. Dalam pendekatan
tidak langsung bagian operasi dimulai dari laba bersih konsolidasi dan
untuk mendapatkan yang dihasilkan dari aktifitas operasi,
menyesuaikan item yang berpengaruh berbeda terhadap kas dan laba
bersih.

KONSOLIDASI SETELAH AKUISISI INTERIM

Penggabungan usaha umumnya terjadi selama periode akuntansi,


bukan pada awal atau akhir periode akuntansi. Prosedur konsolidasi
setelah akuisisi interim memastikan bahwa laba anak perusahaan setelah
penggabungan usaha dimasukkan dalam penghitungan laba.

 Konsolidasi Setelah Pembelian Interim

Pada saat perusahaan membeli saham buasa perusahan lain, anak


perusahaan dianggap merupakan bagian dari entitas konsolidasi sejak
saham tersebut diakuisisi.Oleh karena itu, pada saat anak perusahaan
dibeli selama periode fiskal bukan pada awal atau akhir periode, hasil
operasi anak perusahaan yang dimasukkan dalam laporan keuangan
konsolidasi hanya bagian dari tahun dimana saham anak perusahaan
dimiliki oleh induk perusahaan.
Hasil Operasi anak perusahaan yang dibeli selama periode fiskal dapat
dimasukkan dalam lapoaran laba rugi konsolidasi dengan salah satu
dari dua cara berikut ini :

1. Pendapatan dan beban dari anak perusahaan dimasukkan dalam


laporan laba rugi konsolidasi seakan-akan anak perusahaan sudah
diakuisisi sejak awal periode fiskal, dan mengurangi bagian induk
perusahaan atas laba sebelum akuisis anak perusahaan dibagian
paling bawah dari laporan laba rugi konolidasi

2. Hanya bagian pendapatan dan beban yang diperoleh anak


peusahaan setelah tanggal penggabunngan usaha yang dimasukkan
dalam laporan keuangan konsolidasi.

ISU PAJAK PENGHASILAN KONSOLIDASI

Induk perusahaan dan anak perusahaannya dapat mengisi SPT laba


konsolidasi (consolidated income tax return ) atau mereka dapat mengisi
SPT masing-masing. Agar anak perusahaan dapat memenuhi syarat untuk
dimasukkan dalam SPT konsolidasi, maka paling tidak 80 % dari saham
anak perusahaan tersebut harus dimiliki oleh induk perusahaan atau
perusahaan lain yang dimasukkan dalam SPT konsolidasi.

Keuntungan utama dari memasukkan SPT konsolidasi adalah


kemampuan untuk saling menghapuskan kerugian di satu perusahaan
dengan keuntungan di perusahaan lain. Selain itu, dividen dan transfer lain
antara perusahaan dengan keuntungan di perusahaan lain. Selain itu
dividen lain dari perusahaan afiliasi tidak dikenakan pajak. Oleh karena itu,
pembayaran pajak atas keuntungan transfer antarperusahaan dapat
ditunda sampai keuntungan antarperusahaan tersebut direalisasi melalui
transaksi dengan non afiliasi. Jika memasukkan SPT terpisah, perusahaan
penjual diharuskan membayar pajak atas keuntungan antar perusahaan
yang diakuinya, yang dari sudut pandang konsolidasi sudah maupun
belum direalisasi. Memasukkan SPT konsolidasi juga memungkinkan untuk
menghindari batas penggunaan item tertentu seperti kredit pajak luar
negeri dan sumbangan.

Pilihan untuk memasukkan SPT pajak penghasilan konsolidasi


mempunyai beberapa keterbatasan. Jika sudah diputuskan untuk
memasukkan anak perusahaan dalam SPT konsolidasi, perusahaan tidak
dapat memasukkan SPT terpisah di masa yang akan datang, kecuali telah
mendapat persetujuan dari Dinas Pajak. Tahun perpajakan anak
perusahaan juga harus disamakan dengan tahun perpajakan induk
perusahaan. Selain itu, penyusunan SPT konsolidasi dapat menjadi sangat
sulit jika melibatkan banyak perusahaan dan terdapat struktur
kepemilikan yang kompleks antarperusahaan.

Aspek pajak penghasilan terkait dengan pelaporan metode ekuitas


untuk investee yang tidak dikonsolidasi. Dua pertimbangan pajak yang
terkait dengan konsolidasi:

1. Alokasi jumlah pajak penghasilan dari SPT konsolidasi ke masing-


masing perusahaan.

2. Pengaruh pajak dari eliminasi keuntungan antarperusahaan.

 Alokasi Beban Pajak Jika Mengisi SPT Konsolidasi

SPT konsolidasi menggambarkan perusahaan-perusahaan


yang dimasukkan dalam SPT tersebut seakan-akan merupakan
entitas legal tunggal. Seluruh transfer barang dan jasa
antarperusahaan serta dividen antarperusahaan dieliminasi dan
satu angka pajak penghasilan dihitung pada saat pengisisan SPT
konsolidasi. Perusahaan-perusahaan yang dikonsolidasi kadang kala
perlu untuk menyusun laporan keuangan terpisah untuk pemegang
saham minoritas dan kreditor. Karena hanya satu jumlah pajak
penghasilan yang dihitung dari entitas konsolidasi pada saat
pengisian SPT konsolidasi, beban pajak penghasilan harus
dialokasikan di antara masing-masing perusahaan yang dimasukkan
dalam SPT tersebut.

Cara pengalokasian jumlah pajak konsolidasi kemasing-


masing perusahaan dapat mempengaruhi jumlah yang dilaporkan
dalam laporan laba rugi untuk perusahaan terpisah dan untuk kedua
perusahaan. Jika anak perusahaan tidak dimiliki 100 % oleh induk
perusahaan, beban pajak penghasilan yang dialokasikan ke anak
perusahaan berkutrang secara proporsional dengan laba yang
dialokasikan ke induk perusahaan dan ke kepemilikan minoritas.
Dan karena itu semakin besar bagian dari beban pajak yang
dialokasikan keanak perusahaan tersebut, maka pendapatan
kepemilikan minoritas menjadi lebih kecil dan laba konsolidasi lebih
besar.

 Pengaruh Pajak terhadap Eiminasi keuntungan antar


perusahaan belum direalisasi

Pengaruh pajak penghasilan dari eliminasi keuntungan antar


perusahaan belum direalisasi tergantung apakah perusahan-
perusahaan dalam entitas konsolidasi mengisi SPT Konsolidasi atau
SPT Terpisah.

1. Keuntungan belum direalisai jika mengisi SPT Konsolidasi

Transfer antar perusahaan dieliminasi dalam perhitungan laba


bersih konsolidasi dan laba kena pajak jika mengisi SPT
Konsolidasi. Hanya penjualan keluar entitas konsolidasi yang
diakui baik untuk tujuan pajak maupun laporan keuangan.
Karena keuntungan dikenai pajak pada periode yang sama
dengan pengakuan untuk tujuan pelaporan keuangan maka
tidak timbul perbedaan temporer dan tidak ada akru pajak
yang diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasi.
2. Keuntungan belum direalisasi jika mengisi SPT Terpisah

Jika masing –masing perusahaan dalam entitas


konsolidasi mengisi SPT Terpisah maka tiap perusahaan akan
dikenakan pajak atas keuntungan dari penjualan antar
perusahaan. Berfokus pada transaksi perusahaan yang
terpisah dan tidak mempertimbangkan apakah keuntungan
antar perusahaan tersebut sudah direalisasi dari sudut
pandang konsolidasi.

Dan oleh karena itu keuntungan penjualan antar


perusahaan dikenai pajak pada saat ditransfer antar
perusahaan terjadi tanpa menunggu penjualan non afilasi
tetapi untuk tujuan laporan keuangan non afilasi. Tetapi untuk
tujuan pelaporan keuangan konsoliasi keuntungan antar
perusahaan belum direalisasi dan eliminasi.

3. Realisasi keuntungan diperiode berikutnya jika mengisi SPT Terpisah

Pada saat keuntungan antar perusahan belum


direalisasi pada akhir suatu periode kemudian diakui pada
periode berikutnya pengaruh pajak dari perbedaan temporer
tersebut harus diperhitungkan kembali.

LABA PER SAHAM KONSOLIDASI

Secara umum, laba per saham konsolidasi dihitung dengan cara


yang sama dengan laba per saham untuk perusahaan tunggal. Presentasi
kepemilikan yang dimiliki didalam etitas konsolidasi dan juga total laba
anak perusahaan yang tersedia untuk pemegang saham biasa dapat
berbeda.

Dalam perhitungan LPS, presentas kepemilikan induk perusahaan


seringkali berubah jika obligasi dapat dikonversi dan saham preferen yang
dapat dikonversi dari anak perusahaan diperlakukan sebagai saham biasa
dan opsi serta waran anak perusahaan diperlakukan seakan-akan telah
dilaksanakan. Selain itu, laba anak perusahaan anak yang tersedia untuk
memegang saham biasa dapat berubah jika obligasi dan saham preferen
diperlakukan sebagai saham biasa untuk tujuan perhitungan LPS.

Beban bunga atau dividen preferren, jika telah mengurangi harus


ditambahka kembali dalam perhitungan laba anak perusahaan yang
tersedia untuk pemegang saham biasa jika efek (surat berharga) tersebut
dianggap sebagai saham biasa.

 Perhitungan Laba per Saham Dilusian Konsolidasi

Secara umum, surat berharga dari induk perusahaan yang dapat


dikonversi atau ditukar menjadi saham biasa induk perusahaan
harus dimasukkan sebagai saham yang beredar jika bersifat dilusi.
Terapat dua penyesuaian dalam pembilang terkait dengan jumlah
laba antarperusahaan yang dimasukkan kedalam perhitungan LPS
dilusian konsolidasi.

1. Bagian induk perusahaan atas laba anak perusahaan yang


tersedia untuk pemegang saham biasa dikurangi sehngga dapat
disubstitsi dengan angka laba yang disesuaikan. LPS dilusian
konsoliasi dihitung dengan mengalikan jumlah lembar saham anak
perusahaan yang dimiliki induk perusahaan dan afiliasi lain
dengan LPS dilusian yang dihitung untuk anak perusahaan

2. Obligasi atau saham preferren anak perusahaan yang dapat


dikonversi menjadi saham biasa induk perusahaan diperlakukan
dengan cara yang sedikit berbeda. Bagian induk perusahaan atas
peningkatan surat berharga yang telah dikonversi dimasukkan
kedalam perhitungan LPS dilusian konolidasi melalui komponen
LPS anak perusahaan.