P. 1
deskriptif statistik 2

deskriptif statistik 2

|Views: 49|Likes:
Dipublikasikan oleh Muliyati Bt Mat Alim

More info:

Published by: Muliyati Bt Mat Alim on Mar 29, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2011

pdf

text

original

Bab 2 Statistik Deskriptif

Bab 2 STATISTIK DESKRIPTIF

Statistik Deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan dan peringkasan data, serta penyajian hasil peringkasan tersebut. Data-data statistik –yang dapat diperoleh dari hasil sensus, survei, atau pengamatan lainnya- umumnya masih acak, ‘mentah’ dan tidak terorganisir dengan baik (raw data). Data-data tersebut harus diringkas dengan baik dan teratur, baik dalam bentuk tabel atau presentasi grafis, sebagai dasar untuk berbagai pengambilan keputusan (Statistik Inferensi).

Dalam bab ini akan dibahas menu dari SPSS yang berhubungan dengan Statistik Deskriptif, yaitu SUMMARIZE. Menu ini mempunyai beberapa submenu: A. FREQUENCIES Frequencies membahas beberapa penjabaran ukuran statistik deskripsi seperti Mean, Median, Kuartil, Persentil, Standar Deviasi dan lainnya. B. DESCRIPTIVES Descriptives berfungsi untuk mengetahui skor z dari suatu distribusi data dan menguji apakah data berdistribusi normal ataukah tidak. C. EXPLORE Explore berfungsi untuk memeriksa lebih teliti sekelompok data. Alat utama yang dibahas adalah box-Plot dan Steam and Leaf Plot, selain beberapa uji tambahan untuk menguji apakah data berasal dari distribusi normal. D. CROSSTABS Crosstabs digunakan untuk menyajikan deskripsi data dalam bentuk tabel silang (crosstab), yang terdiri atas baris dan kolom. Selain itu, menu ini juga dilengkapi dengan analisis hubungan di antara baris dan kolom, seperti independensi di antara mereka, besar hubungannya dan lainnya. E. CASE SUMMARIES

Andino Maseleno

dapat dibuat subgrup untuk Pria berusia Remaja dan Dewasa. seperti grup Pria dan Wanita.7 159.5 159.Bab 2 Statistik Deskriptif Case Summaries digunakan untuk melihat lebih jauh isi statistik deskriptif yang meliputi subgrup dari sebuah kasus.5 Gender Pria Pria Pria Wanita Wanita Pria Wanita Pria Wanita Wanita Pria Pria Wanita Pria Wanita Wanita Misal angka 188.8 168.8 155.1 Frequencies Kasus: Berikut adalah tinggi badan 16 responden yang diambil secara acak (angka dalam cm). Andino Maseleno .9 170.5 158.6 155.9 165. serta dibagi lagi pada Remaja yang tinggal di kota dan seterusnya.7 155.4 154.2 178. 2.7 157.5 centimeter. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Tinggi 188.5 dan keterangan ‘pria’ pada baris 1 berarti Tinggi badan seorang responden Pria adalah 188.8 152.7 167.7 156. Demikian seterusnya untuk data yang lain.

A.Bab 2 Statistik Deskriptif 2. Berikut adalah hasil data profil konsumen yang meliputi pekerjaan. di antaranya yang popular adalah dengan Boxplots (atau Blox and Whisker displays) dan diagram Stem and Leaf. 18 konsumen yang pernah mencicipi minuman suplemen Joss diminta untuk mengisi identitas mereka dan sikap mereka terhadap produk tersebut. 2. statistik deskriptif dapat pula diperolah dengan menggunakan submenu SUMMARIZE dan pilihan DESCRIPTIVES. Selain itu. dan gender. pengujian normal tidaknya distribusi data akan digunakan uji Shapiro Wilks dan Lilliefor. berbagai deskripsi data dapat dieksplorasi dengan lebih mendalam. ingin mengetahui bagaimana sikap konsumen terhadap produk perusahaan.2 DESCRIPTIVE Selain dengan submenu DESCRIPTIVE STATISTICS dan pilihan FREQUENCIES. pendidikan. serta bagaimana profil mereka. Bagian pertama untuk contoh Crosstab adalah penyajian data profil konsumen.3 EXPLORE Selain dengan FREQUENCIES dan penyajian Histogram atau nilai z. CROSSTAB UNTUK TEST OF INDEPENDENCE (UJI KETERGANTUNGAN) Kasus: Manajer Pemasaran yang memproduksi minuman suplemen merek Joss. 2. Andino Maseleno . Untuk itu.2 Crosstab Crosstab (tabel silang) biasa digunakan untuk data berskala nominal (kategori).

sehingga di sini ada tiga variabel saja.Bab 2 Statistik Deskriptif No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 • kerja karyawan wiraswasta buruh karyawan karyawan karyawan wiraswasta buruh wiraswasta buruh karyawan karyawan karyawan wiraswasta buruh karyawan wiraswasta buruh didik sarjana Sma Sma sarjana sarjana sarjana Sma Sma akademi Sma sma sarjana sarjana sma sarjana sarjana akademi sarjana gender Wanita Pria Pria Wanita Pria Pria Pria Wanita Pria Pria Wanita Pria Wanita Wanita Pria Wanita Pria Pria Baris pertama menunjukkan konsumen pertama mempunyai pekerjaan karyawan dan ia seorang wanita berpendidikan sarjana. Demikian untuk data yang lainnya. • Dalam SPSS. Penyelesaian: Andino Maseleno . otomatis nomor urut konsumen (1 sampai 18) sudah ada.

Untuk keseragaman. serta jenis data yang dimasukkan adalah nominal (kategori). Abaikan bagian ini. Dari menu utama File. lalu klik ganda sel tersebut. klik tab sheet Variable View yang ada di bagian kiri bawah.Bab 2 Statistik Deskriptif Oleh karena akan melihat profil dan analisis hubungan antara variabel. maka ketik 0. maka dipakai Crosstab. pilih menu New. Label. ketik 1. atau tekan CTRL+T. • Menamai Variabel yang diperlukan. Klik kotak kecil di kanan sel. Tipe data untuk ‘kerja’ adalah numerik. 1. Tampak di layar: Andino Maseleno . Untuk itu. label data dan sebagainya). Lalu klik Data. Tampilan Variable View ini dapat juga dilakukan dengan dua cara yang lain: dari menu View lalu submenu VARIABLE. Sesuai kasus. Width. Values. Oleh karena tipe data adalah numeric dengan kode. letakkan pointer di bawah kolom Name. karena pada variabel tersebut akan dilakukan proses kategorisasi. yang berarti tidak ada desimal. dalam hal ini ada tiga variabel Pengisian Variabel kerja Oleh karena ini variabel pertama. Pemasukan data ke SPSS Langkah-langkah: • Buka lembar kerja baru. • • • • • • Name. dan ketik kerja. Pilihan ini untuk proses pembentukan kode. Type. Sekarang SPSS siap membuat variabel baru yang diperlukan • Menampilkan tampilan VARIABLE VIEW untuk mempersiapkan pemasukan nama dan properti variabel (seperti jenis data. Decimals. tempatkan pointer pada baris 1.

Pengisian lanjutan: • • Value. letakkan pointer di bawah kolom Name.Bab 2 Statistik Deskriptif Pengisian: • • Value. Tipe data untuk ‘didik’ adalah numerik. ketik karyawan. otomatis keterangan 2= “wiraswasta” tampak sebagai kodifikasi jenis pekerjaan kedua. Sesuai kasus. otomatis keterangan 1= “karyawan” tampak sebagai kodifikasi jenis pekerjaan pertama. Untuk keseragaman. ketik 3. tempatkan pointer pada baris 2. Klik tombol tersebut. Klik tombol tersebut. Type. Otomatis tombol Add aktif. Value Label. ketik 1. Pengisian lanjutan: • • Value. Otomatis tombol Add aktif. Variabel didik Oleh karena ini variabel kedua. Klik tombol tersebut. Untuk keseragaman. Value Label. Untuk keseragaman. lalu klik ganda sel tersebut. ketik buruh. Sesuai kasus yang merinci pekerjaan. dan ketik didik. otomatis keterangan 3= “buruh” tampak sebagai kodifikasi jenis pekerjaan ketiga. ketik wiraswasta. Value Label atau keterangan untuk angka 1 tersebut. Andino Maseleno . karena pada variabel tersebut akan dilakukan proses kategorisasi. • • Name. Otomatis tombol Add aktif. ketik 2.

Otomatis tombol Add aktif. ketik 1. ketik 2. ketik sarjana. Klik tombol tersebut. Untuk keseragaman. otomatis keterangan 2= “akademi” tampak sebagai kodifikasi pendidikan kedua. Sesuai kasus yang merinci pekerjaan. Values. otomatis keterangan 3= “sarjana” tampak sebagai kodifikasi pendidikan ketiga. Value Label. Pengisian lanjutan: • • Value. Variabel gender Oleh karena ini variabel ketiga.Bab 2 Statistik Deskriptif • • • • Width. Value Label. Otomatis tombol Add aktif. Klik tombol tersebut. Label. • • • Name. otomatis keterangan 1= “sma” tampak sebagai kodifikasi pendidikan pertama. tempatkan pointer pada baris 3. ketik sma. ketik akademi. dan ketik gender. Klik ganda sel tersebut. ketik 3. ketik 1. Otomatis tombol Add aktif. Tipe data untuk gender adalah numerik. Untuk keseragaman. Type. Untuk keseragaman. Klik kotak kecil di kanan sel. Pengisian: • • Value. Value Label atau keterangan untuk angka 1 tersebut. Andino Maseleno . Decimals. yang berarti tidak ada desimal. maka ketik 0. Untuk keseragaman. Width. Abaikan bagian ini. Oleh karena tipe data adalah numeric dengan kode. Untuk keseragaman. Pilihan ini untuk proses pembentukan kode. Klik tombol tersebut. Pengisian lanjutan: • • Value. karena akan dilakukan proses kategorisasi (coding). ketik 1. Hal ini berarti gender hanya dapat dimasukkan sebanyak satu digit saja.

Value Label atau keterangan untuk angka 1 tersebut. otomatis keterangan 2= “wanita” tampak sebagai kodifikasi gender kedua Oleh karena hanya ada dua gender yang dimasukkan. Values. Pengolahan data dengan SPSS Di sini akan dibahas dua hubungan: a. maka ketik 0.Bab 2 Statistik Deskriptif • • • Decimals. 2. yang berarti tidak ada desimal. Sesuai kasus yang merinci gender. ketik pria. Klik kotak kecil di kanan sel. Oleh karena tipe data adalah numerik dengan kode. Label. ketik 2. Pengisian lanjutan: • • Value. Untuk keseragaman. Otomatis tombol Add aktif. ketik 1. Untuk keseragaman. Klik tombol tersebut. Pilihan ini untuk proses pembentukan kode. Pengisian: • • Value atau nilai berupa angka yang dimasukkan. Hubungan antara Pekerjaan Konsumen dengan Gender konsumen Andino Maseleno . Abaikan bagian ini. ketik wanita. pengisian dianggap selesai dan klik OK untuk kembali ke kotak dialog utama. Value Label. Otomatis tombol Add aktif. otomatis keterangan 1= “pria” tampak sebagai kodifikasi gender pertama. Klik tombol tersebut.

Output Bagian Kedua (Crosstab antara Gender dengan Pekerjaan) Terlihat tabel silang yang memuat hubungan di antara kedua variabel. juga dilengkapi dengan beberapa alat uji yang sama tujuannya.Bab 2 Statistik Deskriptif Analisis: Output Bagian Pertama (Case Processing Summary) Ada 18 data yang semuanya diproses (tidak ada data yang missing atau hilang). Di dalam SPSS. Misal pada baris 1 kolom 1. selain alat uji Chi-Square. Hal ini berarti ada 3 orang pria (variabel gender 1) yang mempunyai pekerjaan karyawan (variabel Karyawan kode 1) Output bagian ketiga (Uji Chi-Square) Uji Chi-Square untuk mengamati ada tidaknya hubungan antara dua variabel (baris dan kolom). terdapat angka 3. sehingga tingkat kevalidannya 100%. Hipotesis: Hipotesis untuk kasus ini: Andino Maseleno .

Berdasarkan perbandingan Chi-Square Uji dan tabel Jika Chi-Square Hitung < Chi-Square Tabel. Dari kedua analisis di atas dapat diambil kesimpulan yang sama. atau antara pekerjaan konsumen dengan gender konsumen tersebut.9915. Derajat kebebasan (df) = 2 [dari output SPSS. atau tidak ada hubungan antara pekerjaan seorang konsumen dengan gender konsumen. maka Ho diterima Jika probabiltas < 0.05. Andino Maseleno . maka Ho ditolak Keputusan: Terlihat bahwa pada kolom Asymp. Sedang Chi – Square tabel dapat dihitung pada tabel Chi – Square. maka Ho diterima. didapat Chi-Square tabel adalah 5. Hi : Ada hubungan antara baris dan kolom. yaitu Ho diterima.021. atau dari rumus: (jumlah baris – 1) x (jumlah kolom – 1). atau (2 – 1) x (3 – 1) = 2] Dari tabel. Maka Ho diterima. maka Ho diterima. Jika Chi-Square Hitung > Chi-Square Tabel.05). Sig adalah 0. b. atau antara pekerjaan konsumen dengan gender konsumen tesebut.9915). Tingkat signifikansi ( ) = 5%. • • Chi-Square Hitung – lihat pada ouput SPSS. atau probabilitas di atas 0.Bab 2 Statistik Deskriptif Ho : Tidak ada hubungan antara baris dan kolom.702 < 5.05 (0. adalah 3. Berdasarkan Probabilitas • • • Jika probabilitas > 0.185 > 0. maka Ho ditolak.378.05. Oleh karena Chi-Square hitung < Chi-Square tabel (3. Pengambilan Keputusan Dasar Pengambilan Keputusan: a.

maka ada kemungkinan terjadi gangguan pada perhitungan dan penafsiran angka Chi-square. b. Namun untuk kasus di atas. Jika ada sel dengan isian di bawah 5. Hubungan antara Pekerjaan Konsumen dengan Tingkat Pendidikan konsumen Andino Maseleno . terdapat tanda ‘a’ dan keterangan di bawah bahwa ada sel yang mengandung angka di bawah 5. dapat dianggap input sel di bawah 5 tidak berpengaruh pada perhitungan.Bab 2 Statistik Deskriptif Keterangan: Jika diperhatikan pada output SPSS pada bagian Chi-Square.

Bab 2 Statistik Deskriptif Andino Maseleno .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->