Anda di halaman 1dari 17

.

1 Struktur dan Anatomi Telinga


Telinga manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan
telinga bagian dalam.

Gambar 3.1 Anatomi telinga manusia


copied and modified from HERE
(http://www.britannica.com/EBchecked/topic-art/175622/530/Structure-of-the-human-ear)

a. Telinga luar (outer ear)

Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga dan saluran telinga. Rangka daun
telinga ini terdiri dari tulang rawan elastis yang berfungsi untuk mengumpulkan
getaran suara menuju saluran telinga luar. Panjang saluran telinga luar ini ±2,5
cm. Saluran ini memiliki sejenis kelenjar sebaceae (sejenis minyak) yang
menghasilkan kotoran teling (cerumen). Cerumen dan rambut telinga ini dapat
mencegah masuknya benda asing ke dalam telinga.
b. Telinga tengah (middle ear)

Telinga bagian tengah ini dibatasi dan dimulai dari membran timpani (gendang
telinga) yang didalamnya terdapat rongga kecil berisi udara yang terdiri atas
tulang-tulang pendengaran yang terdiri atas maleus (martil), inkus (landasan)
dan stapes (sanggurdi). Pada bagian telinga tengah ini juga terdapat saluran
eustacius yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan faring. Antara
telinga bagian dalam dan telinga bagian tengah dibatasi oleh tingkap oval
(fenestra ovalis) dan tingkap bulat (venestra rotundra).

c. Telinga dalam (inner ear)

Bagian dalam telinga ini terdapat organ pendengaran yang terdiri atas koklea
(rumah siput) dan organ keseimbangan yang terdiri atas kanalis semi sirkularis,
sakulus dan ultrikulus.Koklea ini terdiri atas dua ruangan atau saluran, canal
vestibulat bagian atas dan canal timpanik pada bagian bawah. Kedua ruangan
tersebut berisikan cairan perilimfe dan dibatasi oleh duktus koklea. Sedangkan
duktus koklea berisikan cairan endolimfe. Pada bagain dasar duktus koklea ini
lah terdapat reseptor pendengaran yang disebut dengan organ corti.

Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk
keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga
luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan
getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam
akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk
diolah.

1. Susunan Telinga

Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga
dalam.
Gbr. Struktur telinga pada manusia

a. Telinga luar

Telinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang
telinga). Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini
kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara.
Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada
anjing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga.
Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut
halus yang menjaga agar benda asing tidak masuk, dan kelenjar lilin yang menjaga
agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.

b. Telinga tengah

Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar
seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga
tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar
melalui membran timpani. Hubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam
melalui jendela oval dan jendela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran
yang transparan.

Selain itu terdapat pula tiga tulang pendengaran yang tersusun seperti rantai yang
menghubungkan gendang telinga dengan jendela oval. Ketiga tulang tersebut adalah
tulang martil (maleus) menempel pada gendang telinga dan tulang landasan (inkus).
Kedua tulang ini terikat erat oleh ligamentum sehingga mereka bergerak sebagai
satu tulang. Tulang yang ketiga adalah tulang sanggurdi (stapes) yang berhubungan
dengan jendela oval. Antara tulang landasan dan tulang sanggurdi terdapat sendi
yang memungkinkan gerakan bebas.

Fungsi rangkaian tulang dengar adalah untuk mengirimkan getaran suara dari
gendang telinga (membran timpani) menyeberangi rongga telinga tengah ke jendela
oval.

c. Telinga dalam
Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin
membran.

Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut.

1. Tiga saluran setengah lingkaran


2. Ampula
3. Utrikulus
4. Sakulus
5. Koklea atau rumah siput

Sakulus berhubungan dengan utrikulus melalui saluran sempit. Tiga saluran


setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus merupakan organ keseimbangan,
dan keempatnya terdapat di dalam rongga vestibulum dari labirin tulang.

Koklea mengandung organ Korti untuk pendengaran. Koklea terdiri dari tiga saluran
yang sejajar, yaitu: saluran vestibulum yang berhubungan dengan jendela oval,
saluran tengah dan saluran timpani yang berhubungan dengan jendela bundar, dan
saluran (kanal) yang dipisahkan satu dengan lainnya oleh membran. Di antara
saluran vestibulum dengan saluran tengah terdapat membran Reissner, sedangkan
di antara saluran tengah dengan saluran timpani terdapat membran basiler. Dalam
saluran tengah terdapat suatu tonjolan yang dikenal sebagai membran tektorial yang
paralel dengan membran basiler dan ada di sepanjang koklea. Sel sensori untuk
mendengar tersebar di permukaan membran basiler dan ujungnya berhadapan
dengan membran tektorial. Dasar dari sel pendengar terletak pada membran basiler
dan berhubungan dengan serabut saraf yang bergabung membentuk saraf
pendengar. Bagian yang peka terhadap rangsang bunyi ini disebut organ Korti.

Cara kerja indra pendengaran

Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga.
Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Getaran
Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam
saluran vestibulum. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan
menggetarkan cairan
limfa dalam saluran tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran
tengah menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan
cairan dalam saluran timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran
pada jendela bundar. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan
selaput-selaput
basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Ketika
rambut-rambut sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls).
Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada
organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat
pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran.

2. Susunan dan Cara Kerja Alat Keseimbangan

Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah
lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan
yang ada di dalam utrikulus clan sakulus.
Ujung dari setup saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula yang
berisi reseptor, sedangkan pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang menuju
ke sakulus. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan. Alat
keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori yang
mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah. Alat ini disebut
kupula. Saluran semisirkular (saluran setengah lingkaran) peka terhadap gerakan
kepala.

Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf
yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu butiran
natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang
menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.

Gbr. Alat-alat keseimbangan pada telinga


ndra pendengar dan keseimbangan terdapat di dalam telinga. Telinga manusia terdiri
atas tiga bagian, yaitu

1. Telinga luar, yang menerima gelombang suara.

2. Telinga tengah, dimana gelombang suara dipindahkan dari udara ke tulang dan oleh
tulang ke telinga dalam.

3. Telinga dalam, dimana getaran ini diubah menjadi impuls saraf spesifik yang berjalan
melalui nervus akustikus ke susunan saraf pusat. Telinga dalam juga mengandung
organ vestibuler yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan.

Telinga luar

Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna, aurikula), saluran telinga luar (meatus
akustikus eksternus) dan selaput gendang (membrane tympani), bagian telinga ini
berfungsi untuk menerima dan menyalurkan getaran suara atau gelombang bunyi
sehingga menyebabkan bergetarnya membran tympani. Meatus akustikus eksternus
terbentang dari telinga luar sampai membrane tympani. Meatus akustikus eksternus
tampak sebagai saluran yang sedikit sempit dengan dinding yang kaku. Satu per tiga luas
meatus disokong oleh tulang rawan elastis dan sisanya dibentuk oleh tulang rawan
temporal. Meatus dibatasi oleh kulit dengan sejumlah rambut, kelenjar Sebasea, dan
sejenis kelenjar keringat yang telah mengalami modifikasi menjadi kelenjar seruminosa,
yaitu kelenjar apokrin tubuler yang berkelok-kelok yang mennnghasilkan zat lemak
setengah padat berwarna kecoklat-coklatan yang dinamakan serumen ( minyak telinga ).
Serumen berfungsi menangkap debu dan mencegah infeksi.

Pada ujung dalam meatus akustikus eksternus terbentang membrane tympani. Dia
diliputi oleh lapisan luar epidermis yang tipis dan pada permukaan dalamnya diliputi oleh
epitel selapis kubus. Antara dua epitel yang melapisi terdapat jaringan ikat kuat yang
terdiri atas serabut-serabut kolagen dan elastin serta fibroblast. Pada kuadran depan atas
membran atas tympani tidak mengandung serabut dan lemas, membentuk membran
shrapnell.
Telinga Tengah (kavum tympanikus)

Telinga tengah merupakan suatu rongga kecil dalam tulang pelipis (tulang
temporalis) yang berisi tiga tulang pendengaran (osikula), yaitu maleus (tulang martil),
inkus (tulang landasan), dan stapes (tulang sanggurdi). Ketiganya saling berhubungan
melalui persendian . Tangkai maleus melekat pada permukaan dalam membran tympani,
sedangkan bagian kepalanya berhubungan dengan inkus. Selanjutnya, inkus bersendian
dengan stapes. Stapes berhubungan dengan membran pemisah antara telinga tengah dan
telinga dalam, yang disebut fenestra ovalis (tingkap jorong/ fenestra vestibule). Di bawah
fenesta ovalis terdapat tingkap bundar atau fenesta kokhlea, yang tertutup oleh membran
yang disebut membran tympani sekunder.

Telinga tengah dibatasi oleh epitel selapis gepeng yang terletak pada lamina propria
yang tipis yang melekat erat pada periosteum yang berdekatan. Dalam telinga tengah
terdapat dua otot kecil yang melekat pada maleus dan stapes yang mempunyai fungsi
konduksi suara . maleus, inkus, dan stapes diliputi oleh epitel selapis gepeng.

Telinga tengah berhubungan dengan rongga faring melalui saluran eustachius (tuba
auditiva), yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan antara kedua sisi
membrane tympani. Tuba auditiva akan membuka ketika mulut menganga atau ketika
menelan makanan. Ketika terjadi suara yang sangat keras, membuka mulut merupakan
usaha yang baik untuk mencegah pecahnya membran tympani. Karena ketika mulut
terbuka, tuba auditiva membuka dan udara akan masuk melalui tuba auditiva ke telinga
tengah, sehingga menghasilkan tekanan yang sama antara permukaan dalam dan
permukaan luar membran tympani.

Telinga Dalam (labirin)

Telinga dalam merupakan struktur yang kompleks, terdiri dari serangkaian rongga-
rongga tulang dan saluran membranosa yang berisi cairan. Saluran-saluran membranosa
membentuk labirin membranosa dan berisi cairan endolimfe, sedangkan rongga-rongga
tulang yang di dalamnya berada labirin membranosa disebut labirin tulang (labirin
osseosa). Labirin tulang berisi cairan perilimfe. Rongga yang terisi perilimfe ini
merupakan terusan dari rongga subarachnoid selaput otak, sehingga susunanz peri limfe
mirip dengan cairan serebrospinal. Labirin membranosa dilekatkan pada periosteum oleh
lembaran-lembaran jaringan ikat tipis yang mengandung pembuluh darah. Labirin
membranosa sendiri tersusun terutama oleh selapis epitel gepeng dikelilingi oleh
jaringan-jaringan ikat.

Labirin terdiri atas tiga saluran yang kompleks, yaitu vestibula, kokhlea (rumah
siput) dan 3 buah kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran).

Vestibula merupakan rongga di tengah labirin, terletak di belakang kokhlea dan di


depan kanalis semisirkularis. Vestibula berhubungan dengan telinga tengah melalui
fenesta ovalis (fenestra vestibule). Vestibule bagian membran terdiri dari dua kantung
kecil, yaitu sakulus dan utikulus. Pada sakulus dan utikulus terdapat dua struktur khusus
yang disebut makula akustika, sebagai indra keseimbangan statis (orientasi tubuh
terhadap tarikan gravitasi). Sel-sel reseptor dalam organ tersebut berupa sel-sel rambut,
yang didampingi oleh sel-sel penunjang. Bagian atas sel tersebut tertutup oleh membran
yang mengandung butir-butiran kecil kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolit.
Perubahan posisi kepala yang menimbulkan tarikan gravitasi, menyebabkan akan
menyampaikan impuls saraf ke cabang vestibular dari saraf vestibulokokhlear yang
terdapat pada bagian dasar sel-sel tersebut, yang akan meneruskan impuls saraf tersebut
ke pusat keseimbangan di otak.

Kanalis semisiskularis merupakan 3 saluran bertulang yang terletak di atas belakang


vestibula. Salah satu ujung dari masing-masing saluran tersebut menggembung, disebut
ampula. Masing-masing ampula berhubungan dengan utrikulus. Pada ampula terdapat
Krista akustika, sehingga organ indra keseimbangan dinamis (untuk mempertahankan
posisi tubuh dalam melakukan respon terhadap gerakan). Seperti pada vestibula sel-sel
reseptor dalam krista akustika juga berupa sel-sel rambut yang didampingi oleh sel-sel
penunjang, tetapi di sini tidak terdapat otolit. Sel-sel reseptor disini distimulasi oleh
gerakan endolimfe. Ketika kepala bergerak akibat terjadinya perputaran tubuh, endolimfe
akan mengalir di atas sel-sel rambut. Sel-sel rambut menerima ransangan tersebut dan
mengubahnya menjadi impuls saraf. Sebagai responnya, otot-otot berkonsraksi untuk
mempertahankan keseimbangan tubuh pada posisi yang baru.

Kokhlea membentuk bagian anterior labirin, terletak di depan vestibula. Berbentuk


seperti rumah siput, berupa saluran berbentuk spiral yang terdiri dari 2 ¾ lilitan,
mengelilingi bentukan kerucut yang disebut mediolus. Penampang melintang kokhlea
menunjukkan bahwa kokhlea terdiri dari tiga saluran yang berisi cairan. Tiga saluran
tersebut adalah:

Saluran vestibular (skala vestibular): di sebelah atas mengandung perilimfe, berakhir


pada tingkap jorong.

Saluran tympani (skala tympani): di sebelah bawah mengandung perilimfe berakhir


pada tingkap bulat.

Saluran kokhlear (skala media): terletak di antara skala vestibular dan skala tympani,
mengandung endolimfe.

Skala media dipisahkan dengan skala vestibular oleh membran vestibularis (membran
reissner), dan dipisahkan dangan skala tympani oleh membran basilaris.

Pada membran basilaris inilah terdapat indra pendengar, yaitu organ corti. Sel
reseptor bunyi pada organ ini berupa sel rambut yang didimpingi oleh sel penunjang.
Akson-akson dari sel-sel rambut menyusun diri membentuk cabang kokhlear dari saraf
vestibulokokhlear (saraf kranial ke VIII) yang menghantarkan impuls saraf ke pusat
pendengaran/ keseimbangan di otak.

Getaran suara dapat sampai pada organ corti melalui lintasan sebagai berikut:
Getaran suara memasuki liang telinga → Menekan membran tympani → melintas melalui
tulang-tulang pendengaran → Menekan tingkap jorong → Menimbulkan gelombang pada
jaringan perilimfe → Menekan membran vestibularis dan skala basilaris → merangsang
sel-sel rambut pada organ corti. Di sinilah mulai terjadi pembentukan impuls saraf.
gambar kuncup pengecap
(sumber: www.bebas.vlsm.org)
Hubungan Bilateral Indonesia - India
Kunjungan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid ke India pada tanggal 8-9 Pebruari 2000
merupakan tonggak bersejarah dalam usaha memperteguh kerjasama politik, ekonomi,
dan kebudayaan kedua negara. Presiden Abdurrahman Wahid menilai bahwa hubungan
RI – India amat penting dan menduduki tempat tersendiri, mengingat banyak terdapat
persamaan yang dimiliki kedua negara, baik dalam bidang kebudayaan, ekonomi,
maupun politik. Hasil yang dicapai selama kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid
ialah penandatanganan kesepakatan bersama diberbagai bidang yaitu :

1. MoU kerjasama di bidang pariwisata antara Pemerintah RI dan Pemerintah


Republik India.
2. MoU antara KADIN dan MMTC (Metal and Mineral Trading Corporation)
berbentuk imbal dagang yang meliputi kelapa sawit (crude palm oil),
petrochemical products, natural gas products, kayu, semen, clinker dan bahan
bangunan lainnya, fertiliser serta batu bara.
3. MoU kerjasama pembangunan jalan kereta api di Sumatera Selatan antara Mitra
Jaya dan IRCON (Indian Railway Construction Company)
Kunjungan PM India Atal Bihari Vajpayee ke Indonesia yang berlangsung pada tanggal
10-14 Januari 2001 merupakan bukti semakin kuatnya keinginan kedua negara untuk
memperteguh dan mempererat kerjasama di segala bidang, khususnya ekonomi.

Kunjungan yang disertai delegasi bisnis yang diorganisir FCCI telah menghasilkan
berbagai kerjasama konkrit perdagangan, investasi, pariwisata, serta ilmu pengetahuan
dan teknologi.

Dalam kunjungan ini telah ditandatangani MoU : (1) Pembentukan Komisi Bersama; (2)
Kerjasama dalam Aktivitas-aktivitas Pertahanan; (3) Kerjasama Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi; (4) Kerjasama Pertanian, serta (5) Program Pertukaran Kebudayaan.

Pada tanggal 6 Pebruari 2002, Delegasi Parlemen India yang dipimpin oleh H.E. Mr.
Mohammad Anwarul Haque, mengadakan kunjungan kehormatan kepada Ketua MPR
RI, Bapak Amien Rais dan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Ketua DPR RI, Bapak
Akbar Tandjung serta Ketua/Anggota Komisi I DPR dalam rangka membahas upaya
peningkatan hubungan bilateral kedua negara serta menjelaskan posisi Pemerintah India
dalam menghadapi ancaman teroris serta posisi negaranya terhadap persengketaan
dengan Pakistan. Sementara itu atas undangan Parlemen India, delegasi DPR RI telah
melakukan kunjunga ke India untuk menghadiri Golden Jubilee Parlemen India tanggal
21 – 26 Januari 2003.

Presiden RI Megawati Soekarno Putri melakukan kunjungan kenegaraan ke India


tanggal 1-5 April 2002 dalam rangka memenuhi undangan PM India Atal Bihari
Vajpayee. Kunjungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerjasama politik,
ekonomi, khususnya perdagangan, investasi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi kedua
negara. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kedekatan
hubungan bilateral di berbagai bidang, politik, ekonomi dan perdagangan serta bidang-
bidang lain yang menjadi kepentingan kedua negara. Selain itu telah ditandatangani pula
3 MoU antara pemerintah Indonesia dan India yaitu : (1) MoU Pembebasan Visa bagi
Pemegang Paspor Diplomatik dan Paspor Dinas; (2) MoU Peningkatan Kerjasama antara
LAPAN dan Indian Space Research Organization (ISRO); dan (3) MoU Pendirian
“Vocational Training Centre” mengenai konstruksi di Jakarta oleh India di bawah
kerangka India’s ITEC Programme, serta 9 MoU antara pihak swasta Indonesia dan India
yaitu :

1. MoU mengenai Pembangunan Jalan KA dan Pelabuhan Terminal di Sumatera


Selatan (Sumsel) senilai US$ 260 juta yang akan dibayar dengan komoditi
Indonesia seperti batubara, kayu dan minyak mentah antara Departemen
Perhubungan, Pemda Sumsel dan PT Bukit Asam dengan Metal and Minerals
Trading Corporation (MMTC)I Indian Railway Construction Co. (IRCON);
2. MoU mengenai Pengembangan Industri Kelapa Sawit di Indonesia antara
Gabungan Asosiasi Produsen Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan MMTA;
3. MoU mengenai kerjasama Sektor Farmasi antara Indofarma dan Lupin Ltd.
4. MoU mengenai kerjasama bidang Teknologi Komunikasi Informasi PT. Ekakarya
Teknik Cikara (ETC) dan Midas Communication Technologies Pvt. Ltd.;
5. MoU mengenai proyek-proyek perangkat lunak (software) dalam teknologi
informasi antara Kopitime. Com.Tbk dan Elmaq Software Private Ltd.;
6. MoU dalam pengembangan Program Sumber Daya Manusia Sektor Perhotelan
dan Restoran antara Indonesia Hotel and Restouran Association (IHRA) dan
Federation of Hotel and Restourant Association of India (FHRAI).
7. Mau dalam program R&D Pengembangan Kayu Jati antara PT. Kaltimex Jaya
dan National Research Development Cooperation (NRDC);
8. MoU peningkatan Kerjasama bidang Ekonomi antara KADIN dan Confederation
of Indian Industry (CII);
9. MoU Peningkatan Berbagai Usaha Ekonomi dan Perdagangan antara KADIN dan
Federasi Kamar Dagang dan Industri India (FICCI).

Dalam rangka menghadiri KTT Asia Afrika Kedua dan Peringatan 50 tahun KAA, PM
India Manmohan Singh berkunjung ke Indonesia dan mengadakan pembicaraan dengan
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 April 2005. Dalam pertemuan
tersebut Presiden RI mengharapkan agar kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan,
investasi, energi, kebudayaan teknologi dan pertahanan dapat ditindaklanjuti dan
ditingkatkan. Presiden RI juga mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemerintah India
pada bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Pulau Nias. Bantuan tersebut telah
meringankan beban masyarakat di wilayah yang terkena bencana. Mengenai kemitraan
strategis India-Cina, Indonesia mengharapkan hal tersebut dapat memberikan dampak
positif bagi kawasan. Sementara itu PM India menyampaikan bahwa dalam KAA 1955,
India merupakan salah satu Founding Fathers serta menyatakan kepuasannya atas
hubungan kedua negara yang semakin erat dan dinamis. Pada kesempatan tersebut PM
India mengundang Presiden RI untuk berkunjung ke India yang disambut baik oleh
Presiden Yudhoyono.

Pada tanggal 21-24 November 2005, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono telah
mengadakan kunjungan kenegaraan ke India atas undangan PM Manmohan Singh.
Dalam kunjungan tersebut, kedua kepala Negara telah menandatangani Pernyataan
Bersama yang dikenal dengan nama Joint Declaration between the Republic of Indonesia
and The Republic of India. Pernyataan bersama tersebut memuat kesepakatan kedua
negara untuk membangun New Strategic Partnership yang didasarkan pada kesamaan
nilai-nilai, komitmen terhadap pluralisme demokrasi, supremasi hukum dan
multilateralisme dalam hubungan internasional yang diharapkan dapat memperkuat
dimensi hubungan bilaterial di sektor ekonomi, sosial dan politik sehingga dapat
melayani kepentingan rakyat kedua negara khususnya serta membantu meningkatkan
kerjasama keamanan dan stabilitas regional. Selain pernyataan Bersama tersebut, telah
ditandatangani juga 3 (tiga) buah MoU antara Pemerintah RI dengan Pemerintah India
yaitu : MoU between the Ministry of Marine Affairs and Fisheries of the Republic of
Indonesia and the Ministry of Agriculture of the Republic of India on Marine and
Fisheries Cooperation; MoU between the Departement of Foreign Affairs of the
Republic of Indonesia and the Ministry of External Affairs of the Republic of India on
Training Cooperation; dan Joint Study Group dalam kerangka Comprehensive
Economic cooperation Agreement (CECA) between the Government of the Republic of
Indonesia and the Government of the Republic of India.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla telah mengadakan kunjungan ke New Delhi, India pada
tanggal 28-31 Januari 2007. Selain Wapres menghadiri Konferensi “Peace, nonviolence
and Empowerment; Gandhian Philosophy in the 21st Century” atas undangan Presiden
Partai Kongres India Mrs, Sonia Gandhi, Wapres juga melaksanakan Courtesy Call
kepada PM India Manmohan Singh dan Wapres India Byron Singh Sekhawat. Dalam
kesempatan itu dibicarakan banyaknya bidang kerjasama yang perlu ditingkatkan dalam
kerangka New Strategic Partnership seperti kerjasama anti terorisme, energi, kelistrikan,
penanganan benaca alam, kualitas pemerintahan, pertambangan, dan transportasi. Di
samping itu, Wapres juga melakukan pertemuan dengan Conferederation of Indian
Industry (CII) dan Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry (FICCI)
serta beberapa pengusaha besar India seperti Mittal Group, Tata Group, Essar Group,
VideoCon, Reliance dan Bank of India.

Hambatan-hambatan yang masih dirasakan oleh pengusaha Indonesia adalah ;

1. Masih banyak barang-barang Indonesia yang masuk ke India terkena kebijakan


anti dumping duties, sebagai upaya pemerintah India melindungi industri dalam
negeri dari masuknya produk sejenis dari negara lain (termasuk Indonesia).
Sementara itu sejak tahun 1978 sampai Desember 2003 ada 3 (tiga) komoditi
ekspor Indonesia yang telah terkena tindakan safeguard, yaitu carbon black,
phenil dan vegetable oil.
2. Masih kurang serius dan keengganan eksportir Indonesia, mengingat masih
tingginya tarif bea masuk yang harus ditanggung oleh beberapa komoditi ekspor
utama Indonesia terutama produk pertanian dan produk kendaraan bermotor.
3. Tingginya biaya transportasi karena tidak adanya jalur transportasi langsung antar
kedua negara.
4. Dukungan Sektor keuangan/perbankan yang kurang memadai.
5. Tingkat penyelundupan ke India yang masih sangat tinggi.
6. Pembentukan blok kerjasama regional di kedua negara (SAARC dan AFTA) yang
membuat prioritas perdagangan dikosentrasikan kepada negara-negara
anggotanya.
7. Masih terdapatnya keengganan di kalangan pengusaha Indonesia untuk
mengadakan kontak/investasi dengan pengusaha India antara lain karena
pengalaman buruk melakukan hubungan bisnis dengan India. Disamping itu,
terdapat citra yang kurang baik mengenai pengusaha India di kalangan birokrasi,
akademisi dan dunia bisnis.

Di bidang batubara, HC Gupta, Sekretaris (batubara) India, menyebutkan bahwa


Pemerintah India telah mendaftar 4 negara yang akan dipertimbangkan untuk melakukan
investasi dengan mempunyai konsesi pertambangan batubara. Keempat negara tersebut
ialah Mozambique, Zimbabwe, Indonesia, dan Bangladesh. India memerlukan impor
sebanyak 35 juta ton batubara hingga akhir tahun fiskal 31 Maret 2007.

Menteri kebudayaan dan Pariwisata RI telah mengadakan kunjungan kerja ke India pada
tanggal 24 – 28 Juli 2005 dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang pariwisata
dan kebudayaan, khususnya di bidang industri perfilman antara kedua negara. Kunjungan
tersebut merupakan implementasi kerjasama pariwisata dan perfilman yang dicapai
dalam Pertemuan Pertama Expert Working Group antara Indonesia dan India di New
Delhi pada tanggal 24 Februari – 1 Maret 2005. Dalam kesempatan kunjungan di India,
Menbudpar telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pariwisata India dan Menteri
Informasi Broadcasting India.

Dibidang pertahanan Republik Indonesia dan Republik India telah melakukan


penandatanganan nota kesepahaman tentang kerjasama dibidang pertahanan dan kedua
Negara telah meratifikasi perjanjian tersebut.

Hubungan kerjasama pertahanan kedua Negara selama ini berjalan cukup baik, menurut
catatan 2 kapal perang dan sebuah kapal Logistik Angkatan Laut Republik India telah
datang pada saat peringatan Hari TNI pada tanggal 5 Oktober 2000. para awak kapal ke
tiga kapal perang tersebut telah bertemu dengan mitranya dari TNI AL serta melakukan
latihan bersama dilautan India. Sedangkan dalam acara International Fleet Review di
Mumbai, India, pada bulan Februari 2001, Indonesia telah mengirim beberapa
pejabat/perwira Militer sebagai pengamat.