Republik Islam Afghanistan

Geviana Veronica Bajra Kirana Valerie Tanoto Livia Lestari Nadia Alfiani

Etimologi

Afghanistan
Orang Pashtun Tempat

Afghanistan mempunyai arti ´Tanah atau tempat orang Afghanµ

Berbentuk ´Republik´ dan ´Republik Islam Afghanistanµ

memiliki

nama

Merdeka pada tanggal 19 Agustus 1919 Ibu Kota Afghanistan: Kabul Mata uang: Afghani (US$ 1= 45 Afghani) Kota-kota besar: Kabul, Kandahar, Herat, Mazar-e Sharif dan Jalalabad Zona waktu: GMT + 4.30

Arti Bendera
‡ Hitam: Masa gelap dibawah penjajahan Inggris ‡ Merah: Perjuangan melawan penjajah ‡ Hijau: KEMERDEKAAN

‡ Lambang lingkaran gandum melambangkan kemakmuran ‡ Lambang Mesjid dan dua kalimat syahadat melambangkan bangsa Afghanistan yang Religius Islami

Geografi
Terletak di Asia tengah Luas wilayah: 652.225 Km2 Negara terbesar ke-41 di dunia Negara yang tidak memiliki pantai dan hanya memiliki gununggunung batu dan padang pasir. Iklim kering dimana ada perbedaan yang sangat tinggi antara musim dingin yang dingin (-15rC) dan musim panas yang sangat panas (35rC). Sering menjadi pusat gempa bumi

Wilayah Afghanistan telah menjadi titik fokus kuno dari Jalan Sutra dan migrasi manusia Terletak di lokasi geostrategis yang penting yang menghubungkan Timur Tengah dengan Asia Tengah dan subkontinen India, yang telah menjadi rumah bagi berbagai macam orang dari zaman dulu Sumber daya alam Di Tenggara: Emas, perak, tembaga, seng, dan bijih besi Di Timur Laut: Batu mulia (seperti zamrud) Di Utara: Minyak dan cadangan gas alam

Demografi
Tahun 2010, jumlah penduduk Afghanistan mencapai 28,395,716 jiwa Antara 600,000 sampai 2 juta warga Afghanistan terbunuh dalam berbagai perang, mayoritas selama perang Soviet pada tahun 1980an Sekitar 5 juta penduduk Afghanistan melarikan diri ke Pakistan dan Iran Kota terpadat di Afghanista adalah Kabul, ibukotanya

Language
Bahasa resmi yang digunakan : Pashtun dan Persian Persian merupakan prestige language di Afghanistan dan digunakan sebagai sarana komunikasi utama antar suku. Persian adalah native language dari berbagai kelompok etnis Afghanistan termasuk Tajik, Hazara, Aimak dan Kizilbash. Pashto adalah native language dari Pashtun, kelompok etno-linguistik terbesar di Afghanistan.

Ethnic Group
Pashtun Tajik Hazara Uzbek Others 42% 27% 9% 9% 13%

(Aimak, Turkmen, Baloch)

Pashtun
Kelompok etnis dominan di Afghanistan Tersebar di seluruh bagian di Afghanistan Secara fisik: Berkulit putih, Bola mata besar, Hidung mancung, garis wajah kuat dan tinggi Penganut Muslim Sunni Menyebut diri mereka Afghan (suku bangsa dari Afghanistan) Pengikut setia standar hidup suku mereka (pashtunwali)

Poin utama dari pedoman hidup: melmastia (Keramahtamahan)

Tajik
Kelompok etnis terbesar kedua di Afghanistan Tinggal di lembah-lembah utara Kabul dan Badakhshan Kebanyakan adalah petani, pengrajin, dan pedagang Secara fisik memiliki kemiripan dengan kelompok etnis Pashtun

Hazara
Etnis minoritas di Afghanistan Nenek moyang berasal dari daerah Xinjiang, Barat Laut Cina Memiliki raut wajah seperti orang Mongol Penganut Islam Syi·ah Telah didiskriminasi untuk waktu yang lama

Konflik Ethnic di Afghanistan

Religion
Lebih dari 99% penduduk Afghanistan Muslim: 80 % Muslim Sunni 19% Muslim Syi·ah 1% lainnya Sampai tahun 1890-an, wilayah sekitar Nuristan dikenal sebagai Kafiristan (Negeri kafir) karena penduduknya yang Nuristani, penduduk yang mempraktekan animisme, politeisme dan perdukunan. Terdapat komunitas kecil Yahudi di Afghanistan, tetapi pada akhirnya beremigrasi ke Israel dan Amerika Serikat pada akhir abad lalu.

Sistem Politik dan Pemerintahan
Bentuk Negara adalah ´ Republik ´ dan sistem politik yang dianut adalah ´ Multi Partai ´. Sistem Pemerintahan terdiri dari ; Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Pemerintahan daerah terdiri dari 34 Provinsi.

Continue..
Eksekutif : Presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala Negara. Legislatif : Parlemen (Loya Jirga) menganut sistem dua kamar ´ Bicameral ´ yang terdiri dari DPR (Wolesi Jirga) 249 Kursi dan DPD (Meshrano Jirga) 102 Kursi. Yudikatif : bersifat ´Independentµ MA diangkat oleh Presiden atas persetujuan DPR.

Hamid Karzai

Ekonomi
Afghanistan merupakan negara yang relatif miskin Disebabkan oleh bertahun-tahun perang dan ketidakstabilan politik Sangat bergantung pada pertanian dan peternakan sebagai sumber pendapatan Afghanistan menciptakan surplus melalui ekspor Pada saat itu peternakan domba sangat berharga Di Afghanistan, industri didasarkan pada pertanian dan bahan baku pastoral Sejak akhir tahun 2001, ekonomi Afghanistan sudah kuat dan telah menghasilkan mata pencaharian yang lebih baik Kaya akan sumber daya alam

Kesehatan
Pada tahun 1978, sebelum perang, Afghanistan memiliki sistem kesehatan yang baik. Sistem perawatan kesehatan yang semi-modern di kota Kabul. Pada tahun 1979 konflik militer menghancurkan sistem kesehatan Afghanistan Pada tahun 1980 sampai 1990an profesional medis meninggalkan Afghanistan dan semua program pelatihan medis berhenti Penyakit-penyakit yang tersebar di Afghanistan antara lain TBC, HIV, Polio, Leprosy. Afghanistan adalah salah satu negara yang memiliki jumlah tertinggi penyandang cacat di dunia. Pada tahun 2009, Afghanistan merupakan tempat paling berbahaya di dunia untuk anak yang dilahirkan

Pendidikan
Pendidikan di Afghanistan membaik di bawah pemerintahan Raja Zahir Shah (1933-1973) Pada tahun 1988, pendidikan sudah mulai mengalami kemajuan, terutama bagi para wanita Invasi Soviet di Afghanistan pada tahun 1979, perang berturutturut hampir menghancurkan sistem pendidikan Di tengah tahun 1990-an, sekitar 650 sekolah berfungsi lagi Pada tahun 1996 Taliban melarang pendidikan bagi perempuan Pada tahun 2001, menerima bantuan besar internasional untuk mengembalikan sistem pendidikan Pada tahun 2001, akhir era Taliban, agama sudah masuk menjadi kurikulum sekolah umum Pada tahun 2003 sekitar 7.000 sekolah beroperasi di 20 provinsi

Kabul Medical University

Culture
Orang Afghanistan menampilkan kebanggaan melalui agama, negara, keturunan, dan kemandirian mereka. Afghanistan memiliki sejarah yang kompleks yang telah bertahan, baik dalam budayanya yang sekarang maupun dalam bentuk berbagai bahasa dan monumen. Wilayah terkenal di Afghanistan : Kandahar, Herat, Ghazni dan Balkh. Minaret of Jam Mosque of the Cloak of the Prophet Mohammed di kota Kandahar. Buzkashi adalah olahraga nasional di Afghanistan.

Continue..
Puisi lama Persia memegang peran penting dalam pendidikan di Afghanistan. Budaya Persia memberikan pengaruh yang besar terhadap budaya Afghanistan. Acara kompetisi puisi "musha'eraµ Ibn Sina (Abu Ali Hussein Ibn Sina) Sebelum Taliban mendapatkan kekuasaan, kota Kabul merupakan tempat tinggal banyak musisi.

Continue..
Sistem suku menjadi cara terbaik untuk mengorganisir kelompok besar orang di negara yang secara geografis sulit, dan dalam masyarakat yang, dari sudut pandang materialistik, memiliki gaya hidup tidak rumit. Populasi perantau di Afghanistan mencapai sekitar 2-3 juta. diperkirakan

Pengembara memegang kontribusi penting bagi perekonomian nasional dalam hal daging, kulit dan wol Hari libur yang paling penting: Idul Fitri dan Nowruz (Hari Tahun Baru) yang dirayakan pada hari pertama musim semi.

Patung Buddha Bamiyan
Salah satu dari dua patung Buddha Bamiyan yang terkenal di Provinsi Bamiyan, Afghanistan Tengah. Memiliki ketinggian 55 dan 37 m. Contoh-contoh terbesar patung Buddha yang dipahat di dunia. Dibangun pada abad ke 4 dan 5 Masehi Merupakan landmark budaya dan masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO

Cara Berpakaian
Celana panjang berbahan katun adalah bagian dari kostum warga Afghanistan Pria: Kemeja panjang bahan katun, yang menggantung diatas celana mereka, dan ikatpinggang lebar sekitar pinggang mereka, kopiah dan dilapisi dengan sorban, yang mereka lepas ketika bekerja di ladang Wanita: Baju longgar atau High-bodice dress dengan rok yang berputar diatas celana mereka, syal lebar yang mengelilingi kepala mereka. Banyak wanita yang mengenakan perhiasan yang diperoleh sebagai bentuk kekayaan keluarga

Traditional Clothes

Anak-anak perempuan di Kabul menggunakan baju tradisional mereka dan bernyanyi dalam perayaan hari wanita internasional

Makanan Afghanistan
Jenis makanan yang disajikan di masakan Afghanistan cukup unik Selera masakan dan bumbu makanan Afghanistan merupakan campuran dari selera daerah-daerah yang mengelilingi Afghanistan Rempah-rempah yang digunakan di masakan Afghanistan, tidak terlalu panas atau pedas Makanan Afghanistan rasanya tidak hambar Makanan Afghanistan perpaduan sempurna antara rasa yang lezat dan eksotis Makanan Afghanistan kebanyakan terdiri dari roti datar yang tidak beragi yang disebut Nan, sup, sejenis yogurt yang disebut Mast, sayuran, buah, dan kadang-kadang nasi dan daging Teh adalah minuman favorit

Roti Nan

Kehidupan Masyarakat Afghanistan Umum
Cara hidup penduduk Afghanistan pada umumnya sama Keluarga adalah andalan masyarakat Afghanistan Terdapat ikatan yang sangat kuat diantara keluarga Keluarga dipimpin oleh pria yang tertua(kepala keluarga) dan kata-katanya adalah hukum yang harus ditaati bagi seluruh anggota keluarga Kehormatan keluarga, harga diri, dan rasa hormat terhadap anggota keluarga lain adalah nilai yang dijunjung tinggi

Gender Roles
Masyarakat Afghanistan menggambarkan perempuan sebagai kehormatan dari keluarga,masyarakat dan bangsa Ada standar yang ditetapkan untuk perilaku perempuan yang diterima Jika tidak sesuai dengan standard yang ditentukan, ada penghukuman moral dan pengucilan sosial Peran pria dikhususkan dalam menjaga kesejahteraan ekonomi keluarga, politik, dan hubungan dengan pihak luar Dalam keluarga mereka diharapkan menjadi tolak ukur kedisiplinan Perempuan ditekankan perannya sebagai seorang ibu, bersosialisasi dengan anak dan mengasuh keluarga

Kehidupan Masyarakat Kota Kabul Sebelum Invasi Uni Soviet 1979
Kota Kabul adalah kota yang ramai dan hidup Pemuda pemudi berpakaian casual termasuk jeans Kalangan menengah atas tidak kaku memakai jas dan dasi Kendaraan cukup ramai di jalanan Tidak banyak patroli bersenjata seperti yang terlihat di masa kini Wanita-wanita Afghanistan dimasa itu sangat modern dan berpendidikan Iringan musik tradisional dimainkan dalam pesta-pesta Setiap orang bebas berekspresi Ditunjang penampilan alamiah wanita Afghanistan yang cantik-cantik

Konflik Negara Afghanistan
Sejak tahun 1970-an, Afghanistan telah mengalami suatu keadaan perang yang berkesinambungan 1979, Serangan militer oleh Uni Soviet dan awal perang Afghanistan-Soviet yang berlanjut selama 10 tahun Intervensi militer Pakistan mendukung Taliban di akhir 1990-an Oktober 2001, serangan pimpinan menumbangkan pemerintahan Taliban Amerika yang

Desember 2001, Dewan Keamanan PBB mensahkan terciptanya Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) untuk membantu menjaga keamanan masyarakat Afghanistan dan membantu pemerintahan Karzai

Serangan bom dari Amerika serikat di Tarok Kolache, Kandahar dalam usahanya untuk menumbangkan pemerintahan Taliban

Kehidupan Masyarakat Kota Kabul Setelah Invasi Uni Soviet 1979
Serbuan Uni Soviet memporakporandakan kehidupan masyarakat Afghanistan Sepeninggalan Uni Soviet, Afghanistan diatur ketat oleh kelompok Taliban Penderitaan rakyat Afghanistan akibat peperangan terus berkecamuk Roket-roket berjatuhan di kota Kabul Penduduk sipil meregang nyawa dengan tubuh yang tercerai berai Gerak kaum perempuan dibatasi ² Tidak boleh sekolah dan bekerja Para wanita umumnya menggunakan burqa Laki-laki diwajibkan memelihara janggut dan memakai sorban Apresiasi seni dan kebudayaan diharamkan

Burqa

Nasib Wanita Afghan
Setiap 30 menit, ada seorang wanita Afghan yang meninggal dalam proses melahirkan 87% wanita Afghan buta huruf 30 gadis% memiliki akses terhadap pendidikan di Afghanistan 1 dari setiap 3 perempuan Afghanistan mengalami kekerasan fisik, psikologis atau seksual 44 tahun adalah tingkat harapan hidup rata-rata bagi perempuan di Afghanistan 70 - 80% wanita menghadapi pernikahan paksa di Afghanistan 45% wanita menikah di Afghanistan di bawah usia 18 tahun, persentase ini bahkan lebih besar bagi mereka di bawah 16 tahun

References
https://www.cia.gov http://www.afghan-web.com http://www.wikipedia.org/
Runion, M. L. (2007). The History of Afghanistan. Indiana: Greenwood Press Emadi. H (2002). Repression, resistance, and women in

Afghanistan. Westport: Praeger Publisher Barfield, T. (2010). Afghanistan: A Cultural and Political History. New Jersey: Princeton University Press

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful