Anda di halaman 1dari 7

1.

KLASIFIKASI

Divisio : Chlorophyta

Klas : Chlorophyceae

Ordo : Zygnematales

Famili : Zygnemataceae

Genus : Spirogyra

Spesies : Spirogyra sp.

2. HABITAT

Habitat di air tawar, kloroplas seperti pita spiral dan sebuah inti.
Ditemukan di kolam air tawar yang jernih dalam massa yang sangat besar,
biasanya hidup melayang di permukaan air (planktofit). Talus pada Spirogyra
merupakan filamen tidak bercabang.

3. CIRI-CIRI

1. Koloni Spirogyra berbentuk benang.


2. Panjang sel sampai beberapa kali lebarnya.
3. Dinding lateral sel terdiri dari tiga lapis. Lapisan terluar dari pektose, dan dua
lapisan dalam dari selulose. Pada beberapa spesies, lapisan pektose tipis, tapi
kebanyakan tebal, yaitu antara 10-15 mikron.
4. Dinding transversal tersusun dari 3 lapis: yang tengah merupakan lamela dari
pektose, dan dua lapisan di kiri dan kanan lamela tersusun dari selulose.
5. Setiap sel Spirogyra mengandung sebutir kloroplas yang umumnya berukuran
besar dan terikat dalam sitoplasma tepat di dalam dinding
sel. Plastid ini memiliki bentuk menyerupai pita, berpilin dari pangkal sampai
ke ujung sel (spiral)
4. CARA PERKEMBANGBIAKAN

Spirogyra dapat bereproduksi baik secara aseksual dan seksual.


Perkembangbiakan aseksual dengan fragmentasi membentuk aplanospora,
akinet dan partenospora. Perkembangbiakan seksual secara konjugasi lateral
dan konjugasi skalar.
Reproduksi seksual adalah dua jenis:
1. Konjugasi Scalariform membutuhkan asosiasi dari dua filamen yang
berbeda berbaris berdampingan baik sebagian atau seluruh panjangnya.
Salah satu setiap sel dari filamen berbaris berlawanan memancarkan
tonjolan tabung dikenal sebagai tabung konjugasi, yang memanjang dan
sekering, untuk membuat bagian yang disebut saluran konjugasi. Sitoplasma
sel yang bertindak sebagai pejantan perjalanan melalui tabung dan sekering
dengan sitoplasma betina, dan sekring gamet untuk membentuk sebuah
zygospore.
2. Dalam konjugasi lateral, gamet terbentuk dalam filamen tunggal. Dua sel
yang bersebelahan di dekat dinding melintang umum memberikan tonjolan
yang dikenal sebagai tabung konjugasi, yang selanjutnya membentuk
saluran konjugasi pada kontak. Sitoplasma pejantan bermigrasi melalui
saluran konjugasi, menggabungkan dengan betina. Sisanya proses
penggunaan dana hasil dalam konjugasi scalariform.
Perbedaan penting adalah bahwa scalariform konjugasi terjadi antara dua
filamen dan lateral konjugasi terjadi antara dua sel yang bersebelahan pada
filamen yang sama.

5. MANFAAT

1. Spirogyra merupakan fitoplankton yang berfungsi sebagai makanan ikan.


Daerah yang kaya plankton merupakan daerah perairan yang kaya ikan.
2. Spirogyra merupakan produser primer, yaitu sebagai penyedia bahan organic
dan oksigen bagi hewan-hewan air, seperti ikan, udang, dan serangga air.
Keberadaan produser mengundang kehadiran konsumen, predator, dan
organisme lain yang membentuk ekosistem perairan
Literatur : http://anugrahjuni.wordpress.com/biologi-in/spirogyra/
http://www.olympusbioscapes.com/gallery/2009/3.html
1. KLASIFIKASI

Devisi : Chrysophyta
Clasis : Bacillariphyceae
Ordo : Pennales
Familia : Fragilariaceae
Genus : Fragilaria
Spesies : Fragilaria Sp

2. HABITAT

Habitat Fragilaria biasanya terdapat ditempat-tempat yang basah, air laut, air
tawar dan di tanah yang lembab

3. CIRI-CIRI

Ciri-ciri Fragilaria Sp.:


Mempunyai pigmen yang terletak dalam kromatofora: hijau kekuningan sampai
coklat keemasan. Hal ini disebabkan oleh karoten dan xantofil yang
predominan. Susunan tubuh uniseluler dengan bentuk dasar bilateral simitris.

Ciri-ciri umum Fragilaria :

1.Dinding sel sebagian besar tersusun dari silikat.


2. Sel terdiri dari 2 bagian, tutup (epitheca) dan wadah (hypotheca), yang
pinggir dari tutupnya agak melebihi ukuran pinggiran wadahnya.
3. Pigmen-pigmen terdiri dari chlorophil a, c, b carotene, xanthofil
(vialoxanthin, diatixanthin, diadinoxanthin) yang warnanya agak kuning
keemasan sehingga sering disebut alga keemasan.
4. Macam-macam makanan cadangan hampir sama terdiri dari leukosin
(karbohidrat) dan minyak (lemak) yang agak kuning warnanya.

4. CARA PERKEMBANGBIAKAN

Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan sel dan pembentukan


auxuspora.
Secara umum perkembangbiakan pada Fragilaria terjadi secara generatif dan
vegetatif. Dengan membelah secara longitudinal dan fragmentasi terjadi
menjadi 2 macam yaitu:
1). Koloni memisah menjadi 2 atau lebih (sel tunggal melepaskan diri dari
koloni kemudian membentuk koloni yang baru).
2). Sporik dengan membentuk 2 oospora (untuk sel yang tidak berflogel) dan
statospora (tipe spora yang unik yang ditemukan pada Chrysophyta,
dengan
bentuk speris dan bulat, dinding spora bersilla, tersusun atas 2 bagian yang
saling tumpang tindih, mempunyai lubang atau pore ditutupi oleh sumbat
yang mengandung gelatin).

5. MANFAAT

1. sebagai plankton dan merupakan produsen utama di laut.


2. Sebagai bahan hidroponik, pengganti tanah atau campurannya.
3. Diatom sebagai plankton mempunyai peranan penting untuk perikanan
karena fitoplankton di laut terdiri atas diatom.

Literatur :
http://www.scribd.com/doc/29312398/PLANKTONOLOGI-Autosaved
http://www.google.co.id/imgres comenius.susqu.edu/.../Fragilaria
uottawa.jpg
1. KLASIFIKSI

Kelas : mastigopora (flagellata)


Philum : Protozoa
Sub Philum : Sarcomastigophora
Kelas : Phitomastigophora
Family : Euglenoidae
Genus : Euglena
Species : Euglena viridis

2. HABITAT
Euglena banyak dijumpai di kolam-kolam dan sering memberikan warna hijau
pada air kolam. Hal in disebabkan hewan tersebut memiliki kloroplas didalam
tubuhnya (Kastawi, dkk. 2003 hal. 25).

3. CIRI-CIRI

Euglena viridis mempunyai ciri-ciri :


1. Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron
2. Ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk
3. Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan
untuk membedakan gelap dan terang.
4. Memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis
5. Memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat
inilah makanan yang berupa hewan – hewan kecil dicerna
4. CARA PERKEMBANGBIAKAN

Cara Euglena Bereproduksi


Reproduksi Euglena dilakukan dengan membelah diri. Dari pembelahan ini
akan dihasilkan dua sel anak. Setiap sel anak mempunyai inti sel, membran sel,
dan sitoplasma.
Pada ganggang bersel tunggal seperti euglena, hal ini terjadi secara pembelahan
biner, yaitu suatu pembelahan sederhana sebuah organisme utuh menjadi dua
bagian yang sama yang kemudian tumbuh dan membentuk individu baru.
Pembelahan sel dapat terjadi juga ketika sel bergerak, yang merupakan
pembelahan longitudinal dan dimulai pada ujung anterior. Pembelahan pada
saat sel tidak bergerak, sel dikelilingi selubung yang gelatinous. Seringkali sel
anak membelah lagi untuk membentuk koloni palmela (bila sang anak gagal
keluar dari sel induk, sel-sel anak akan terus membelah sampai mencapai
ratusan sel anak dan diselubungi matriks yang gelatinous) yang temporal
selama mitosis.

5. MANFAAT
1. Sebagai indikator air bersih
2. Sebagai plankton mempunyai peranan penting untuk perikanan

Literatur : http://iqbalali.com/2009/05/09/sekilas-tentang-euglena/
http// classification_of_euglena_viridis. jpg