P. 1
ORDE LAMA-ORDE BARU

ORDE LAMA-ORDE BARU

|Views: 2,109|Likes:
Dipublikasikan oleh muhammad_harahap_13

More info:

Published by: muhammad_harahap_13 on Mar 30, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2013

pdf

text

original

Ode Lama-Orde Baru

Kelompok 4: Faza Haris Hasmat Setyadi Muhammad Cakrasada Harahap Muhammad Iqbal Ardhana Putra Musyaffa Rifqi Harimardika

Negara Indonesia Timur. Sejak 17 Agustus 1950. Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959. dan Negara Sumatera Timur dihasilkan perjanjian pembentukan Negara Kesatuan pada tanggal 17 Agustus 1950. Konstituante Konstituante diserahi tugas membuat undang-undang dasar yang baru sesuai amanat UUDS 1950.Kabinet Natsir 1951-1952 .Kabinet Burhanuddin Harahap 1956-1957 . Latar Belakang Sebelum Republik Indonesia Serikat dinyatakan bubar. Tercatat ada 7 kabinet pada masa ini.Kabinet Ali Sastroamidjojo II 1957-1959 . Negara Indonesia diperintah dengan menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 yang menganut sistem kabinet parlementer. pada saat itu terjadi demo besar-besaran menuntut pembuatan suatu Negara Kesatuan.Kabinet Sukiman-Suwirjo 1952-1953 . y y y y y y y 1950-1951 . Negara Republik Indonesia.Kabinet Wilopo 1953-1955 .Kabinet Ali Sastroamidjojo I 1955-1956 . Kabinet-kabinet Pada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet diakibatkan situasi politik yang tidak stabil. yang membubarkan Konstituante. Periode ini berlangsung mulai dari 17 Agustus 1950 sampai 6 Juli 1959.Orde Lama Era 1950-1959 adalah era di mana presiden Soekarno memerintah menggunakan konstitusi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950.Kabinet Djuanda . Maka Presiden Soekarno menyampaikan konsepsi tentang Demokrasi Terpimpin pada DPR hasil pemilu yang berisi ide untuk kembali pada UUD 1945. Namun sampai tahun 1959 badan ini belum juga bisa membuat konstitusi baru. Akhirnya. Maka melalui perjanjian antara tiga negara bagian.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ialah dekrit yang mengakhiri masa parlementer dan digunakan kembalinya UUD 1945. Masa sesudah ini lazim disebut masa Demokrasi Terpimpin Isinya ialah: 1. Kembali berlakunya UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 1950 2. Pembubaran Konstituante 3. Pembentukan MPRS dan DPAS .

dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama. Instrumen penelitian khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut dalam gerbong Orde Baru. Soeharto menarik garis yang sangat tegas.di Eropa Timur sering disebut lustrasi . Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Anggotanya bahkan seringkali dipilih dari kalangan militer. Politik Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. Sanksi kriminal dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai pemberontak. Selain itu. 1983. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasihat dari ahli ekonomi didikan Barat. ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini.Orde Baru Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. khususnya mereka yang dekat . Dalam jangka waktu tersebut. Orde Lama atau Orde Baru. DPR dan MPR tidak berfungsi secara efektif. dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973. Pada tahap awal. 1978. Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik melalui pembuatan aturan administratif. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB". Pengucilan politik . 1988. 1993. KTP ditandai ET (eks tapol). Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. Masa Jabatan Presiden Suharto Pada 1968. dan 1998. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966.

Setiap hari media massa seperti radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan kesatuan bangsa". Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. kebijakan-kebijakan ini. Soeharto merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan. Pembagian PAD juga kurang adil karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor kepada Jakarta. Agama tradisional Tionghoa dilarang. yang tentu bertolak belakang dengan apa yang diajarkan oleh komunisme. Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis dalam bahasa Indonesia. dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional. Warga Tionghoa Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. Contohnya. Akibatnya agama Konghucu kehilangan pengakuan pemerintah. Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis. Sejak tahun 1967.dengan Cendana. Eksploitasi sumber daya Selama masa pemerintahannya. Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena khawatir akan keselamatan dirinya. Dengan ditopang kekuatan Golkar. perayaan hari raya Imlek. yang sangat mengharamkan perdagangan dilakukan[rujukan?]. Mereka pergi hingga ke Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan menggulingkan pemerintahan Indonesia. dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat kestabilan politik yang tinggi. Padahal. bisa tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan ekonomi di pihak lain. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. Bali dan Madura . Kesenian barongsai secara terbuka. dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang. TNI. warga keturunan dianggap sebagai warga negara asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga pribumi. Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Konflik Perpecahan Pasca Orde Baru Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan persatuan bangsa Indonesia. sehingga melebarkan jurang pembangunan antara pusat dan daerah. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering kurang didengar oleh pusat. Harian ini dikelola dan diawasi oleh militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak asasi mereka. kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah yang padat penduduknya seperti Jawa.

Sulawesi. Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik Madura-Dayak di Kalimantan. Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru y y y y y y y y y y y Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.[1] Sementara itu gejolak di Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya. sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi sama dengan jawanisasi yang sentimen anti-Jawa di berbagai daerah. terutama ke Kalimantan.000 Sukses transmigrasi Sukses KB Sukses memerangi buta huruf Sukses swasembada pangan Pengangguran minimum Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) Sukses Gerakan Wajib Belajar Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh Sukses keamanan dalam negeri Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru y y y y y y y y Semaraknya korupsi. nepotisme Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah. juga diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran. Timor Timur. kolusi.ke luar Jawa. terutama di Aceh dan Papua Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin) Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa) Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan Kebebasan pers sangat terbatas. Namun dampak negatif yang tidak diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan pemerintah. diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel . meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa. dan Irian Jaya.

Habibie. Krisis finansial Asia Pada pertengahan 1997. J. hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur. Meski diliputi oleh kerusuhan etnis dan lepasnya Timor Timur. Rupiah jatuh. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak. tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Menurunnya kualitas tentara karena level elit terlalu sibuk berpolitik sehingga kurang memperhatikan kesejahteraan anak buah.y y y y Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan. gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia). Para demonstran. transformasi dari Orde Baru ke Era Reformasi berjalan relatif lancar dibandingkan negara lain seperti Uni Soviet dan Yugoslavia. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. dan perpindahan modal dipercepat. Hal ini tak lepas dari peran Habibie yang berhasil meletakkan pondasi baru yang terbukti lebih kokoh dan kuat menghadapi perubahan jaman. meminta pengunduran diri Soeharto. untuk kemudian digantikan "Era Reformasi". yang awalnya dipimpin para mahasiswa. Pasca-Orde Baru Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru. untuk menjadi presiden ketiga Indonesia. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas. antara lain dengan program "Penembakan Misterius" Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya) Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden. . Masih adanya tokoh-tokoh penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. inflasi meningkat tajam. Oleh karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut sebagai "Era Pasca Orde Baru". B.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->