Anda di halaman 1dari 5

Dilatasi

A. Deskripsi dilatasi
1. Definisi dilatasi
Sebelum kita membahas definisi dilatasi ada baiknya kita melihat definisi
transformasi terlebih dahulu. Transformasi adalah aturan secara geometris yang dapat
menunjukkan bagaimana suatu titik atau bangun dapat berubah kedudukan dan
ukurannya berdasarkan rumus tertentu. Dilatasi pada umumnya merupakan
transformasi yang dapat mengubah ukuran suatu bangun.
Secara lengkapnya dilatasi adalah suatu transformasi yang mengubah ukuran
(memperbesar atau memperkecil) suatu bangun tetapi tidak mengubah bentuk
bangunnya. Pada dilatasi juga dikenal faktor skala dan titik pusat yang akan di bahas
secara lebih rinci pada pembahasan di bawah ini.

2. Contoh dilatasi dalam kehidupan sehari – hari


Penerapan dilatasi banyak dijumpai dalam kehidupan sehari – hari .
dalam makalah ini kami menyajikan beberapa contoh penerapan dilatasi dalam
kehidupan sehari – hari yaitu :
 Penerapan pertama adalah pada mikroskop atau alat pembesar. Gambar
di bawah menunjukkan alat pembesar yang merupakan alat penting di
laboratorium foto. Alat ini digunakan untuk memperbesar foto dari
negatifnya (klisenya). Dengan menggerakkan film di depan lensa,
memungkinkan untuk mengubah ukuran foto yang dihasilkan.

 Skala pada peta. Pada umumnya skala peta bertuliskan 1 : 1000000 cm


yang artinya jika skala pada peta 1 cm maka pada kenyataannya
berjarak 1000000 cm
B. Tafsiran geometri dari dilatasi
1. Dilatasi terhadap titik pusat O(0,0)
Bayangan akibat dilatasi ditentukan oleh titik pusat dan faktor skala (faktor
perkalian). Dilatasi dengan pusat O(0,0) dan faktor skala k (k ≠0) , dirumuskan
dengan [O,k].
Jika titik P(x,y) didilatasi terhadap pusat O(0,0) dan faktor skala k didapat
bayangan P’(x’,y’) maka
x’ = kx dan
y’ = ky.
Contoh – contoh soalnya sebagai berikut :
Garis 2x – 3y = 6 memotong sumbu X di A dan memotong sumbu Y di B.
Karena dilatasi [O,-2], titik A menjadi A’ dan titik B menjadi B’.
Hitunglah luas segitiga OA’B’
Pembahasan
garis 2x – 3y = 6 memotong sumbu X di A(3,0) memotong sumbu Y di
B(0,2) karena dilatasi [O,-2] maka:
A’(kx,ky)→ A’(-6,0) dan
B’(kx,ky) → B’(0,-4)
Titik A’(-6,0), B’(0,-4) dan titik O(0,0) membentuk segitiga seperti pada
gambar:
Sehingga luasnya = ½ x OA’ x OB’
= ½ x 6 x 4 = 12
6A OX
B4
Y

Pada dilatasi ini bangun yang didilatasikan adalah segi-4 ABCD dengan
pusat dilatasi E(0,0), faktor dilatasi 2, dan bayangan atau hasil dilatasi
segi-4 A’B’C’D’. Hal ini dapat juga dikatakan bahwa segi-4 A’B’C’D’
didilatasikan dengan pusat E, faktor dilatasi ½, menghasilkan segi-4
ABCD.
dilatasi ini
menggambarkan suatu dilatasi dapat memperbesar atau memperkecil
bangun,

Bayangan di P(−6,3) oleh dilatasi terhadap titik pusat O (0,0) dengan

−1
faktor skala adalah:
2
−1
0

( )( ) ( ) (
' 3

)
'
x k 0 x ⇔ x = 2 x '
( ) ( )( ) ( )
y ' =
0 k y y' 0
−6
−1 3

y'
= −3
2
2
' ' −3
Dengan demikian, x =3 dan y =
2
jadi, bayangan titik P(-6,3) oleh dilatasi terhadap titik pusat O (0,0) dengan

−1 3
faktor skala
2 (
adalah P ' 3 ,−
2 )
2. Matriks yang bersesuaian dengan terhadap titik pusat O(0,0)
Dilatasi pada umumnya berhubungan dengan matriks, ada matriks yang bisa
digunakan untuk menyelesaikan masalah – masalah dalam dilatasi. Kali ini akan
dibahas matriks yang bersesuaian dengan dilatasi pada titik pusat O(0,0).
Dilatasi pada titik pusat O(0,0) dan faktor skala k mempunyai hitungan
maktriks sebagai berikut :

[ xy ]=[ k0 0k ][ xy ] atau
x'
[] []
y ' =k
x
y

Dilatasi terhadap titik pusat P(a,b)


Jika P(x,y) didilatasikan terhadap titik pusat A(a,b) dengan faktor skala k,
maka bayangannya adalah P`(x`,y`) dengan
x ' −a=k ( x−a ) dan y ' −b=k ( y−b)
dengan persamaan matriks, hubungan di atas dapat ditulis:
x' k 0 x−a + a
( ) ( )( ) ( )
y ' =
0 k y−b b
Contoh:
Bayangan titik P (2,-1) oleh dilatasi terhadap titik pusat A(3,4) dengan
faktor skala -3 adalah:
Pembahasan:

x' '
k 0 x−a + a ⇔ x = −3 0 2−3 + 3
( ) ( )( ) ( ) ( ) (
y ' =
0 k y−b b y '
0 −3 −1−4 4 )( )()
x' 0 3 x' 3 x'
+ ⇔ ' = 6
3
()(
⇔ ' =
y
−3 −1
0 −3 −5 4 )( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
+ ⇔ ' =
y 15 4 y 19

Dengan demikian x ' =6 dan y ' =19.


Jadi, bayangan titik P(2,-1) oleh dilatasi terhadap titik pusat A(3,4) adalah
P`(6,19).

3. Matriks yang bersesuaian dengan terhadap titik pusat P(a,b)


Seperti yang telah dibahas sebelumnya matriks yang bersesuaian dengan
dilatasi pada pusat P(a,b) dan faktor skala k menghasilkan titik A’(x’,y’) maka
diperoleh hubungan :
x ' −a x ' −a
[ ] [ ][ ] [ ]
'
y −b
= k 0
'
0 k y −b
=k x−a
y −b

x ' = k . ( x−a )+ a
[ ][
y' ]
k . ( y−b ) +b

Contoh perhitungan:
Diketahui titik A(5,9). Tentukan banyangannya karena dilatasi [P,3]
dengan titik pusat P[2,1].
Pembahasan :
Dilatasi [P,3]

x ' −2
[ ] [ ]
'
y −1
=3 . 5−2
9−1

= [ 33.3+ 2 = 11
.8+ 1 ] [25 ]
Jadi A’=(11,25)
Bayangan titk A(3,-4) oleh suatu transformasi yang bersesuaian dengan

matriks [ 12 35] adalah…


' '
3 (−4 ) ⇔ x ' = 3−12
( xy )=( 12 35)(−43 )⇔ ( xy )=(1.3+
'
2.3+5 (−5 ) ) ( y ' ) (6−20)
'

⇔ ( xy '' )=(−14
−9
)
c. contoh masalah dalam transformasi

Anda mungkin juga menyukai