Anda di halaman 1dari 74

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 1

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 2


ESENSI KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN LINGKUNGAN
STRATEJIK dan PERGESERAN PARADIGMA

PERUBAHAN
YG SANGAT CEPAT

KOMPLEKSITAS KETIDAK PASTIAN


YG SANGAT DINAMIS YG SANGAT BESAR

TERJADILAH PERGESERAN PARADIGMA


4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 3
Peter Drucker
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 4
Albert Einstein
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 5
PERGESERAN PARADIGMA
KEPEMIMPINAN:

MENGAKIBATKAN PERGESERAN
DASAR DARI CARA KITA
MEMANDANG KEPEMIMPINAN YG
MENCAKUP: PERSEPSI, PEMIKIRAN,
PEMAHAMAN, PENILAIAN DAN
PENGINTERPRETASIAN KITA TENTANG
REALITAS KEPEMIMPINAN.
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 6
AKIBAT DARI KARAKTERISTIK LINGSTRA YG
BERUBAH CEPAT, KOMPLEKS, DINAMIS DAN
PENUH KETIDAK PASTIAN.

ADMINISTRASI PUBLIK / KEPEMIMPINAN


DAN PERMASALAHANNYA MENJADI
SEMAKIN KOMPLEKS, DINAMIS DAN PENUH
KETIDAK PASTIAN.

MENUNTUT KEMAMPUAN BERFIKIR SERBA


SISTEM (SYSTEMS THINKING) DAN
KEMAMPUAN BELAJAR CEPAT.

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 7


Linier Sistem
Reaktif Antisipatif Kreatif
Statik / Sesaat Dinamik
Parsial Menyeluruh
Pohon Hutan

Aku (Kami) Kita


(Sistem
Kepemimpinan
Dia (Mereka) Nasional, Bangsa
Indonesia)
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 8
Peter R. Scholtes

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 9


4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 10
Cara berfikir dan suatu bahasa untuk memahami
dan mengembangkan kekuatan-kekuatan serta
keterkaitan variabel-variabel yang membentuk
perilaku sistem-sistem.

Suatu kerangka konseptual, suatu


tatanan pengetahuan dan alat-alat yg
dikembangkan untuk membuat pola
keseluruhan menjadi jelas, dan
membantu kita bagaimana
merubahnya secara efektif.
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan Peter Senge 11
PROFIL KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN DARI EMPAT
TINGKATAN HIRARHI ORGANISASI

PIMPINAN PIMPINAN TKT. PIMPINAN TKT. PIMPINAN


KARAKTERISTIK TKT. BAWAH MENENGAH MENENGAH
BAWAH ATAS TKT.
KEPEMIMPINAN PUNCAK
STABILISATOR SISTEM, 50 % 55 % 46,8 % 61,5 %
TRADITIONALIST, CONSOLIDATOR (SJ) 76,5 % 82,5 % 71,5 %
NEGOSIATOR , 27 % 10 % 7% 4,6 %
TROUBLESHOOTER, DIPLOMAT
8,2 % 5% 12,1 %
(SP)

KATALISATOR, HUMANIZER 13 % 6% 3,6 % 2,1 %


(NF) 1,8 % 2,1 % 3,9 %

PEMBANGUN SISTEM, 9% 29 % 42,6 % 31,8 %


VISIONARY, ARCHITECT OF CHANGE
13,4 % 9% 12,6 %
(NT)
100 % 100 % 100 % 100 %
SEPADYA SESPA SEPATI
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 12
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 13
Peta Kausal Presiden Korea Selatan Kim Dae Jung

+
collusive tie between import +

+ Politicians and
- -

business foreign currency


+
-national surplus in foreign+
export reserve
government competitiveness
+ currencies - -
lack of + -
+
Interruption in financial + financial crisis
democracy+ transparency and speculative
-
activity
advanced technology investment
+ corruption + - national
- +
complain
- credibility
+ +
market + of labor
+
+ foreign +
- + +
competition industrial
job investment value of
+
+ +
flexibility in labor
pain sharing between+
restructuring currency
growth first policy
-
markets +
Employer and employee
+ +
+ unemployment
-
level of economic
activity + + + restructuring of
+ BIS ratio
- +
money flow loan financial institution
+ - +
- -
bankruptcy investment - interest rate-
+

Kim, Dong Wha & Rai, V>K

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 14


LINGKARAN SETAN KORUPSI DI KOREA (KIM D J)

Industrial
O competitiveness
Collusive ties
Lack of S between politics and O
democracy business R

Government
S controlled
financing
Kim Dong-Hwa & Rai V.K

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 15


FEEDBACK LOOPS FOR THE EFFECTS OF FINANCIAL CRISIS

Fore ign curre n cy re se rv e s O


O S
S Fore ign e xchange crisis

Export
Import R
S
S
S
Inte re st rate
Industrial compe titiv e ne ss
O
Economic activ ity
RB
S
Inv e stme nt O
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 16
SOLUSI KRISIS MONETER DI KOREA (KIM D Y )

Foreign currency
S reserves
S O
Foreign
Export investment Foreign
B1 B2 exchange crisis
S S
Credit rate
S
Industrial S Perceived
R S necessity of
competitiveness
S Business reform reform
S
financial reform

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 17


KESIMPULAN STUDI KEPUSTAKAAN

1. Kepemimpinan walaupun sebagian merupakan


kekuatan yg dimiliki individu tetapi lebih banyak
merupakan kekuatan sistemik dari kualitas kerjasama
manusia yg dipengaruhi oleh komposisi berbagai
dimensi gaya dan karakteristik kepemimpinan dalam
berinteraksi dg dinamika kompleksitas situasi aktual
lingkungan dlm rangka mewujudkan VISI BERSAMA.
2. Tidak ada satupun gaya atau karakteristik
kepemimpinan yg dapat efektif untuk setiap situasi,
sehingga setiap situasi cenderung menuntut sejumlah
komposisi dari berbagai gaya dan karakteristik yg
secara sistemik memenuhi tuntutan dinamika
kompleksitas situasi aktual lingkungannya.
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 18
PERSPEKTIF SISTEMIK TENTANG SESUATU YG KOMPLEKS DAN
DINAMIS

Daya Ungkit Rendah

K
REAKTIF KEJADIAN

PP
ANTISIPATIF POLA PERILAKU

SS
KREATIF STRUKTUR SISTEMIK

MM
REFLEKTIF MODEL MENTAL

V GENERATIF
VISI
Daya Ungkit Tinggi KONSEP GUNUNG ES
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan Daniel H. Kim 19
Peter Drucker

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 20


Purnaman N.K
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 21
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 22
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 23
S
VISI

R1 S
Peningkatan
S KEPEMIM Komp. Inst.
PINAN
R2
S S
Kekuatan S
Generatif
S Kompetensi
B2
Institusi
S S
Perbedaan antara S Respons S
Visi dan realitas saat
Stratejik
ini
O
B1 S
Efektifitas
Respons Strat.

Realitas saat
ini S
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 24
Vision: The Key
to Leadership
Tiada mesin yg lebih dahsyat yg dapat
menggerakkan organisasi menuju kehebatan dan
keberhasilan jangka panjang selain vlsi masa
depan yg memikat, berguna dan bisa dicapai
serta dimiliki secara luas.
There is no more powerful engine driving an organization toward excellence
and long-range success than an attractive, worthwhile, and achievable
vision of the future, widely shared ( P. Senge ).
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan Peter Senge 25
KETERKAITAN SISTEMIK VISI

VISI NEGARA
(Sepanjang masa / UUD-45)

R1 S
S
VISI PEMERINTAH NEGARA
(Sepanjang masa / UUD-45)

R2 S
S

VISI PEMERINTAH PRESIDEN


TERPILIH
R3 S
S

VISI KEMENTRIAN

4/8/2010
4/9/2007
Teori dan Konsep Kepemimpinan 26 42
Purnaman NK ; "Paradigma
Kepemimpinan Aparatur"
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 27
PEMBUKAAN UUD-45: Sumber Nilai-nilai “Jati Diri dan Visi Bangsa &
Tensi Kreatif “ Kepemimpinan Visioner dlm Manajemen Pemerintahan
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu,
maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dg
peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu
gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan
luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat indonesia dengan ini
menyatakan kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial,
maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu undang-undang
dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang
Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, serta
dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 28
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 29
17 NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN APARATUR NEGARA .

1. Ketuhanan Yg Maha Esa 10. Kecerdasan Hidup


2. Kemanusiaan. 11. Ketertiban Dunia
3. Keadilan 12. Perdamaian Abadi
4. Peradaban 13. Kerakyatan.
5. Perjuangan 14. Kebijaksanaan
Permusyawaratan
6. Kemerdekaan (Kehidupan
Kebangsaan yg Bebas) 15. Transparansi
7. Persatuan Indonesia 16. Partisipasi
8. Kedaulatan Rakyat 17. Akuntabilitas
9. Kemakmuran /
Kesejahteraan Umum
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 30
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 31
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 32
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 33
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 34
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 35
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 36
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 37
PERGESERAN
ORGANISASI
PARADIGMA ORGANISASI PEMBELAJARAN
 TRANSFORMASI PETER SENGE

ORGANISASI 2000

ORGANISASI
BERBASIS
KINERJA
PETER DRUCKER
1950

ORGANISASI
BIROKRASI
MAX WEBER
1900
Bill Hitt
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 38
ORGANISASI PEMBELAJARAN
Organisasi yang:
Manusia-manusianya terus-menerus
meningkatkan kapasitasnya untuk menciptakan
hasil-hasil yg sungguh-sungguh mereka
inginkan,
Terus-menerus mengembangkan dan
memelihara pola-pola pikir baru yg sistemik,
Membebaskan aspirasi-aspirasi kolektif
berkembang,
Terus-menerus belajar bagaimana belajar
bersama secara sinerjik
peter senge
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 39
(“The rate at which organizations learn may become the only sustainable
source of competitive advantage”)
Sloan Management Review, MIT.

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 40


4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 41
SISTEM DIKLAT / PEMBELAJARAN
TRANSFORMASI

DIKLAT di DIKLAT di
SISTEM SISTEM
TEMPORER PERMANEN

Kompetensi Kompetensi
Individual Institusional

X Transformasi Institusional Y

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 42


TRANSFORMASI ORGANISASI MELALUI SISTEM PEMBELAJARAN

T Kompetensi
R PEMBELAJARAN ORGANISASI
A Organisasi
N ( ANTAR TIM )
S (Kompetensi
F
O sistemik
R antar Tim)
M
A
S
I
PEMBELAJARAN Kompetensi
TIM Tim
I
N
S
T
I
T Kompetensi
U Individu
S
I PEMBELAJARAN INDIVIDU
O
N
A
L DIKLAT
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 43
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 44
81/2 th. Transformasi Institusional ( Model Scientific Method Inc. )

PHASE 5 & 6
IMPLEMENTATION/
CONSOLIDATION
PHASE 4: IDEAL STRATEGIC P
MODEL R
O
PHASE 3: INTERGROUP F
DEVELOPMENT I
T
G
PHASE 2: TEAM BUILDING R
O
W
PHASE 1 : GRID SEMINAR T
H

BASE PERIOD
1961-1963

BASE
PROFIT

PREDEVELOPMENT

1961 ’62 ’63 ’64 ’65 ’66 ’67 ’68 ’69 ’70 ’71 ’72 ’73 1974

4/8/2010 Perusahaan A Teori dan Konsep Kepemimpinan 45


Perusahaan B tidak melakukan
melakukan transformasi transformasi
VISI Pemerintahan
Negara Transformasi
Inst. Pem.
R1 S
S S S
S VISI Presiden
R3 Kompetensi
Terpilih R2
Institusi.Pem.
KEPEMIMPINAN
S Presiden Terpilih

Kekuatan S S
generatif
S B3
S
B2
Respons
S Stratejik S
S
Perbedaan antara Visi
.P.T. dan realitas saat
ini
S
B1
O Effektifitas
Realitas Respons Stratejik
kehidupan saat ini
S

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 46


PARADIGMA BARU KEPEMIMPINAN
DLM BIROKRASI PEMERINTAH
(Peran Baru Kepemimpinan)

1. PEMBANGUN VISI BERSAMA


2. PEMRAKARSA TRANSFORMASI.
3. DESIGNER (Perancang-bangun
Transformasi untuk merealisasikan Visi
Bersama)
4. TEACHER (Fasilitator Transformasi)
5. STEWARDS (Pelayan Transformasi).
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 47
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 48
Visionary Leadership , Systems Thinking, Strategic
Management System, Manajemen Kebijakan .

The Highest Leverage; Action Plan, YANMAS .

Pro-active & Creative Action.

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 49


4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 50
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 51
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 52
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 53
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 54
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 55
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 56
“Bersama Kita Bisa !”
SBY
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 57
MARILAH KITA BERDO’A !
TUHAN YG MAHA
PENGASIH DAN MAHA
PENYAYANG BERILAH KAMI

1. KEIHLASAN UNTUK MENERIMA FLEKSIBILITAS


SESUATU YG TIDAK BISA DIUBAH GAYA

2. KEBERANIAN UNTUK MENGUBAH MANAJEMEN


SESUATU YG HARUS DIUBAH SITUASIONAL

3. KEBIJAKSANAAN YANG MAMPU


MEMBEDAKAN YG TIDAK BISA DIUBAH KEPEKAAN
DARI YG HARUS DIUBAH SITUASIONAL
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 58
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 59
DAFTAR PUSTAKA:

Abramson R., 1978. An Integrated Approach to Organization Development and Performance Improvement Planning.
Ackhoff R.L. and F.E. Emery 1972. On Purpose Systems.
Argyris, C. 1962. Executive Leadership An Appraisal of a Manager in Action.
Argyris, C. 1964. Integrating the Individual and the Organization.
Argyris, C. 1970. Intervention Theory and Method.
Argyris, C and D>A> Schon, 1978. Organizational Learning: A Theory of Action Perspective.
Bales, R>F> , 1950. Intervention Process Analysis: A Method for the Study of Small Groups.
Baumgartel,H., 1957 . Leadership Style as a Variable in Research Administration.
Beckhard,R., 1969. Organization Development: Strategies and Models.
Benne, K.D. and P.Sheat. 1948. Functional Roles of Group Members.
Bennis, W>G>, 1969. Organization Development: Its Nature, Origin and Prospects.
Bennis, W>G>, 1989. On Becoming a Leader.
Berne, E>. 1963. The Structure and Dinamycs of Organizations and Groups.
Blake,R.R. and J>S> Mouton. 1969. Building a Dynamic Corporation through Grid Organization Development.
Bolton, R., 1982. Peple Skill: How to Assert Yourself, Listen to Others and Resolve Conflicts.
Briggs, I. and P>B> Myers, 1986. Gift Differing.
Burke, R., Approaches to Understanding Leadership.
Cartwright, D and A. Sanders. Group Dinamics.
Compbell, D>T>, 1956. Leadership and it”s Effect upon the Group.
Davis, L>E., 1979. Optimazing Organization Plant Desighn: A Complementary Structure for Technical And Social System
Dinamycs.
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 60
Drucker, P>F>, 1964. Managing for Result.
Drucker, P.F.., 1970. Technology , Management and Society.
Etzoni, A., 1964. Modern Organization.
Fiedler, F.E., 1974. Leadership and Effective Management.
Fiedler, F.E. M. Schemers & L. Maker., 1976. Improving Leadership Effectiveness.
Finch, F.E. & J. Literer., 1976. Managing Organizational Effectiveness: An Experimental Approach.
Frenc, W.L. & C>H. Bell Jr. 1978. Organization Development: Behavioral Science Interventiomn for Organizatin
Improvement.
French, W.L. & C.H.Bell Jr., & R.A. Zawacki. 1978. Organization Develeopment: Theory, Practice and Research.
Frochman, M.A..,M. Shaskin, and M. Kavanagh., 1970. The Practice of Organization Development: A Selected Riview.
Frochman, M.A., M. Shaskin, and Kavanach., 1976. Action Research as Applied to Organization Development.
Galbraith, J., 1973. Designing Complex Organization.
Gardner, N., 1974. Developing State and Local Leadership in a Changing Society.
Gardner, N., 1974. Group Leadership.
Gardner, N., 1976. The Iron Hierarchical Organization of the Future: Theory and Reality.
Greiner, L.E.., 1977. Trends in Organization Development.
Harvey, C.F., 1976. An Experiential Approach to Organization Development.
Hemphill, J., 1949. Situational Factor in Leadership.
Hersey, P. & K.H. Blanchaerd., 1972. Management of Organizational Behavior: Utilizing Human Resources.
Jenkins, W.O.., 1947. A review of Leadership Studies with Particular Reference to Military Problems.
Jones, J.E. &J.W. Pfeiffer,., 1972-1978. Planned Organization Change.
Kast, F.E., 1970. Organization and Management A System Approach.

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 61


James Martin, 1995.
“The Great Transition: Using the Seven Disciplines of Enterprise Engineering to Allign People, Technology
and Strategy.
Michael E Milakovich, 1995 “Improving Service Quality, Achieving High Performance in the Public and Private
Sector”,.
Steven Cohen and Ronalld Brand, 1995. Total Quality Management in Government: A Practical Guide for the
Real EWorld”,
John R. Halbrooks Ed. 1996., “How to Really Deliver Customer Service”
Betsy Sanders, “Fable Service: Ordinary Acts, Extraordinary Outcomes”, 1997.
Gifford & Elizabeth Pinchot, 1993. “The End of Bureaucracy and the Rise of The Inteligent Organization”,.
Bill Clinton and Al Gore, 1995 “Putting Customers First ’95: Standards for Serving the American People”,.
Kambiz E. Maami & Robert Y. Cavana, 2000. “Systems Thinking and Modelling: Understanding Change and
Complexity”
Peter Senge, 1990 The Fifth Discipline: The Art and Practice of the Learning Organization”,.
Peter Senge , 2002 “Buku Pegangan Disiplin Kelima: Strategi dan Alat untuk membangun Organisasi
Pembelajaran”.
Peter Senge, 1999 “The Dance of Change: The Challeges to Sustaining Momentum in Learning Organization”,
Peter Senge 2000. “Schoolsthat Learn”.
Peter R. Scholtes, 1995. “The Team Handbook: How to Use Team to Improve Quality”.
Daniel R. Tobin, 1996“Transformational Learning: Renewing Your Company through Knowledge and Skills”,.
Vincent Gaspersz, 2001 “Total Quality Management”,.
Edward M. Marshall, 1995 “Transforming the Way We Work: The Power of the CollaborativeWorkplace”..
Igor Ansoff & Edward McDonnell, 1990 Implanting Strategic Management”,.
Peter S. Pande, 2002 “The Six Sigma Way Fieldbook: An Implementation Guide for Process Management
Improvement Teams”,.
Linda Ellinor & Glenna Gerard, 1998“Dialoue : Rediscover the Transforming Power of Conversation,.
Stephen G. Haines, 2000. The Systems Thinking Approach to Stategic Planning and Management”.
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 62
POLA GAYA menurut TEORI SIKLUS KEPEMIMPINAN dan TAHAPAN
PERUBAHAN dari KURT LEWIN

TAHAP PERUBAHAN SELLING

COCREATING

TAHAP
PENCAIRAN

PENDELEGASIAN

TELLING

TAHAP
PEMBEKUAN PERILAKU TUGAS
RENDAH TINGGI

DEWASA DIATAS DIBAWAH TIDAK


RATA-RATA RATA-RATA RATA-RATA DEWASA
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 63
TEORI PERTUMBUHAN KEDEWASAAN ( Chris Argyris )

Tujuh Tahahapan Pertumbuhan Kedewasaan:


1. Serba Ketergantungan  Berdiri Sendiri.
2. Pasif  Aktif.
3. Berbuat Sedikit Variasi  Menguasai Banyak Variasi
Kerja. Kerja
4. Pemikiran/Perhatian Dangkal  Mendalam, sungguh-sungguh
5. Perspektif Jangka pendek  Jangka Panjang.
6. Posisi lebih Rendah/kurang  Sama / lebih.
7. Kurang menguasai /  Mampu menguasai /
mengendalikan diri . mengendalikan diri dg
penuh tanggungjawab

Lingkungan kerja sejak semula dan seterusnya telah menempatkan


karyawan pd posisi yg tidk dewasa.

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 64


4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 65
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 66
Peter Senge

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 67


SEBAGAI PEMIMPIN DLM APARATUR PEMERINTAH:
APAKAH KESAN ANDA BILA SETIAP TAHUN TERJADI HAL-
HAL SEBAGAI BERIKUT?

Ikan, pasir dan kayu yg dicuri…..………..Rp. 90 Tr.


Pajak yg dibayar oleh pembayar
pajak tetapi tidak masuk
ke kas negara ……………...........................Rp. 240 Tr.
Subsidi kpd perbankan yg tidak
pernah akan sehat minimal ….……….…..Rp. 40 Tr.
Kebocoran dlm APBN sebesar
20 % dari Rp. 370 Tr. ………..............…...Rp. 74 Tr.
Jumlah…………………………………..…... Rp. 444 Tr.
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 68
Kwik Kian Gie
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 69
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 70
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 71
Peningkatan Komp.
VISI Pemerintahan Inst. Pem.
Negara
S
S S
R1
S
S VISI Presiden Kompetensi Instusi
Pemerintahan
Terpilih R2
R3
KEPEMIMPINAN S
S Presiden Terpilih

Kekuatan S
generatif
S B3
S
B2 S
Respons
S Stratejik
S
Perbedaan antara Visi
.P.T. dan realitas saat
ini
S
B1
O Effektifitas
Respons Stratejik
Realitas
kehidupan saat ini
S

4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 72


PROFIL GAYA SINTISIS KEPEMIMPINAN
APARATUR

SEPA- SESPA SESPA SESKO


DYA BUMN

TO 36.00 38.50 48.26 52.00


%
RO 67.30 68.00 72.00 71.25
%
E 59.75 61.00 63.50 67.50
%
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 73
TINDAK LANJUT DIKLAT PIM II
I. Jangka Pendek:
Para Alumni Diklatpim II sebagai Pemimpin di Instansinya masing-
masing:
I.1. Menjadi Model Pemimpin (Role Model Paradigma Baru Pemimpin).
I.2. Sebagai perancang Kebijakan dan Transformasi Sistem
Kepemimpinan Aparatur.
I.3. Sebagai fasilitator dalam menyebarkan, mendalami dan
mempertajam kompetensi sistem & disiplin-disiplin pembelajaran yg
telah dimiliki dari hasil Diklat Pim. II di unit-nya masing2.
I.4. Sebagai pemberi layanan yg diperlukan bagi menciptakan situasi
yg kondusif untuk proses pembelajaran / transformasi di instansinya,
terutama menghilangkan 7 sumber ketidak mampuan belajar .
II. Jangka Panjang:
Menyusun dan melaksanakan Kebijakan dan Program
TRANSFORMASI SISTEM KEPEMIMPINAN APARATUR yg akan dimulai
tahun 200..(?).
4/8/2010 Teori dan Konsep Kepemimpinan 74