Anda di halaman 1dari 14

PENGEMBANGAN METODE INDUKSI MATEMATIKA DAN

PENERAPANNYA DALAM RUANG LINGKUP


MATEMATIKA DISKRIT
Dimas Yusuf Danurwenda – NIM : 13505002
Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung
E-mail : if15002@students.if.itb.ac.id

Abstrak

Proposisi dalam matematika hadir dalam dua bentuk: proposisi umum, yang menyatakan bahwa suatu pernyataan
adalah benar untuk semua nilai x dalam suatu himpunan yang ditentukan, dan proposisi eksistensi, yang menyatakan
bahwa ada suatu nilai x dalam suatu himpunan yang ditentukan, sehingga suatu pernyataan benar untuk nilai x
tersebut. Dalam makalah ini kita akan meninjau suatu teknik yang sangat penting berkaitan dengan bentuk proposisi
umum, yaitu prinsip induksi matematika.

Induksi matematika adalah suatu hal yang sederhana namun sangat ampuh untuk menyelesaikan masalah-masalah
dalam banyak ruang lingkup, seperti aritmatik, aljabar, dan geometri. Kebanyakan buku teks untuk pelajaran sekolah
yang membahas induksi matematika terbatas hanya pada proposisi-proposisi yang berkaitan dengan teori bilangan,
semisal rumus untuk jumlah suatu deret. Di sisi lain, buku-buku teks untuk perkuliahan yang membahas induksi
matematika biasanya hanya terbatas sebagai menggunakan prinsip induksi sebagai aksioma untuk menunjukkan
kebenaran dari beberapa sifat bilangan bulat. Sebenarnya prinsip ini dapat digunakan dalam ruang lingkup yang
sangat luas, bergantung dari seberapa lihai kita melihat celah untuk penggunaan induksi matematika.

Metode dalam menggunakan induksi matematika sangat bervariasi dan tidak kaku. Tiap-tiap metode memiliki tipe
penerapan tersendiri. Makalah ini akan membahas beberapa pengembangan metode untuk induksi matematika dan
tidak lupa menyertakan contoh penggunaan metode-metode tersebut dalam menyelesaikan masalah pada ruang
lingkup matematika diskrit dan ruang lingkup lainnya.
Kata kunci: Induksi Matematika, Prinsip Aturan Rapi, proposisi.

1. Pendahuluan Pada awalnya Prinsip Induksi Matematika hanya


mengambil pada ruang lingkup proposisi-proposisi
Banyak proposisi-proposisi dalam matematika
yang benar-benar berkaitan pada bilangan bulat,
memiliki bentuk proposisi umum, yaitu tingkat
seperti jumlah dari suatu deret sepanjang n suku.
kebenarannya dijamin untuk semua elemen dari
Dengan berkembangnya metode dalam induksi
sebuah himpunan. Untuk membuktikan kebenaran
matematika ini, induksi menjadi salah satu metode
dari proposisi tersebut, tentunya diperlukan suatu
yang ampuh dalam menyelesaikan masalah-masalah
metode yang efektif dan tidak cenderung untuk
yang tidak hanya berkaitan dengan bilangan bulat.
mengecek kebenaran proposisi pada setiap elemen
Contohnya induksi matematika dapat digunakan
himpunan tersebut. Hal ini masih mungkin dilakukan
untuk membuktikan identitas-identitas dalam peluang
jika himpunan ruang lingkup proposisi tersebut
(kombinatorial), graf, bahkan geometri.
memiliki banyak elemen berhingga, namun
bagaimana dengan himpunan yang memiliki tak
Prinsip Induksi Matematika sendiri berdiri sebagai
hingga banyaknya elemen, seperti himpunan seluruh
sebuah aksioma, artinya kita menerima kebenaran
bilangan asli atau himpunan seluruh graf planar?
dari prinsip tersebut tanpa meminta buktinya, dan
Untuk membuktikan proposisi-proposisi dalam ruang
memang pada kenyataannya, Prinsip Induksi
lingkup himpunan sedemikian, muncullah suatu
Matematika dianggap sebagai salah satu dasar
metode pembuktian yang dinamakan Prinsip Induksi
aksioma dalam beberapa teori matematika yang
Matematika.
melibatkan bilangan asli. [2]
2. Varian-varian Prinsip Induksi Matematika Sekarang kita menggunakan PMI Dasar lagi untuk
Dalam makalah ini, Prinsip Induksi Matematika kita membuktikan bahwa
kembangkan menjadi tujuh varian, yaitu:
1. Prinsip Induksi Matematika (PIM) Dasar 1
2. PIM yang Dirampatkan 1 2
4
3. PIM Berjeda Tak-satu
4. Prinsip Aturan Rapi (PAR) untuk semua . Untuk 1, kita punya
5. PIM Kuat
1 benar. Sekarang asumsikan untuk suatu
6. PIM Bekerja Mundur
7. PIM Bentuk Umum ,
Tiap-tiap varian akan dijelaskan beserta contoh- 1
1 2 ,
contoh penerapannya dalam menyelesaikan masalah. 4
maka
2.1 PIM Dasar 1 2 1
1
Perhatikan sebuah barisan tak-hingga dari 1
proposisi-proposisi matematika 4
1 4 4
1 , 2 , 3 ,…
4
1 2
Jika ,
1. 1 benar (dapat dibuktikan), dan 4
sehingga berdasarkan PMI Dasar, klaim kita terbukti.
2.
Untuk setiap , 1
(kita dapat membuktikan 1 dengan
Menggabungkan dua klaim kita, kita dapatkan
asumsi benar)
Maka semua proposisi dalam barisan tersebut 1 2 1 2 .□
adalah benar, dengan kata lain, benar untuk
semua . Terkadang pemilihan tidak tampak secara
eksplisit dari permasalahan yang diberikan [3]. Hal
PIM Dasar ini diterima sebagai sebuah aksioma, dan ini menuntut kita untuk berpikir kreatif dalam
digunakan untuk membuktikan kebenaran dari menentukan . Untuk lebih jelasnya perhatikan
varian-varian lain induksi matematika. Sekarang contoh berikut.
marilah kita melihat beberapa contoh penggunaan
PIM Dasar dalam menyelesaikan masalah. Contoh 2.1.2 [Kasus khusus dari Pertidaksaman
Bernoulli] Tunjukkan bahwa jika suatu bilangan
Contoh 2.1.1 Tunjukkan bahwa real positif, maka 1 untuk semua
1 2 1 2 .
untuk semua .
SOLUSI. Yang mungkin langsung terbersit dalam
SOLUSI. Pertama-tama, kita gunakan PMI Dasar pikiran kita adalah menetapkan sebagai
untuk membuktikan bahwa proposisi “ 1 ”. Marilah kita lihat
1 bagaimana pemilihan ini tidak bekerja
1 2
2 sebagaimana mestinya.
untuk setiap . Untuk 1, kita punya
1 benar. Sekarang asumsikan untuk suatu 1 benar karena 1 . Sekarang asumsikan
, untuk suatu , benar. Maka
1 1 1 1 1 .
1 2 ,  Tapi kita tidak dapat langsung menyimpulkan (untuk
2
maka  membuktikan 1 benar) bahwa 1
1 1 (sebagai contoh, 1 dan 0.5). Jadi
1 2 1 1   pengerjaan kita terhenti sampai di sini.
2
1 2
, Kita jangan langsung menyimpulkan bahwa PIM
2
sehingga berdasarkan PMI Dasar, klaim awal kita tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah
telah terbukti. ini. Sebenarnya PIM bisa digunakan asalkan kita
melakukan pemilihan yang tepat. Memang
terkadang pemilihan sedemikian kurang jelas
terlihat dari permasalahan, namun hal ini akan
1
menunjukkan betapa PIM sangat mumpuni dalam
menyelesaikan masalah.
1
Marilah kita tentukan sebagai pernyataan
“ 1 1”. 1 benar karena 1
1. Sekarang asumsikan untuk suatu , yang merupakan bentuk teorema binomial untuk
benar. Maka 1. Berdasarkan PIM Dasar, teorema ini benar
1 1 1 untuk semua .□
1 1
1 1 Aplikasi 2.1.2 Diberikan sebuah graf sederhana
1 1, dengan 2 simpul dan 1 sisi. Tunjukkan bahwa
yang berarti 1 benar. Berdasarkan PMI terdapat 3 simpul sedemikian sehingga ketiga simpul
Dasar, benar untuk semua . Untuk tersebut saling terhubung.
melengkapi penyelesaian masalah, perhatikan bahwa
1 1 1 untuk semua . Jadi SOLUSI. Pertama-tama kita nyatakan “segitiga”
permasalahan pada soal telah selesai.□ sebagai himpunan 3 simpul sedemikian sehingga
ketiga simpul tersebut saling terhubung. Kita akan
Sekarang akan diberikan dua contoh penggunaan membuktikan kontraposisi dari pernyataan pada soal.
PIM Dasar dalam ruang lingkup pokok bahasan Nyatakan sebagai pernyataan “sebuah graf
Matematika Diskrit. Kali ini kita mengambil topik sederhana dengan 2 titik dan tidak mengandung
Kombinatorial dan Graf. segitiga memiliki paling banyak sisi”.

Aplikasi 2.1.1 Gunakan induksi matematika untuk 1 jelas benar. Sekarang asumsikan untuk suatu
membuktikan teorema binomial: , benar. Akan ditunjukkan bahwa
1 juga benar.
,
Misalkan G adalah sebuah graf dengan 2 2
dimana . simpul dan tidak mengandung segitiga. Ambil dua
simpul terhubung A, B dari G. Abaikan A, B dan
SOLUSI. Mudah untuk melihat bahwa teorema semua garis yang terhubung dengan A atau B. Yang
tersebut benar untuk 1. Sekarang asumsikan tersisa adalah sebuah graf G’ dimana G’ memiliki
teorema tersebut benar untuk suatu . 2 simpul dan tidak mengandung segitiga.
Mengalikan kedua sisi dengan menghasilkan Berdasarkan asumsi bahwa benar, maka G’
memiliki paling banyak sisi.

Sekarang kita menghitung berapa banyak sisi yang


mungkin dimiliki oleh G. Perhatikan bahwa tidak ada
. simpul C pada G sehingga A dan B terhubung ke C.
Jadi jika A terhubung ke simpul di G’, maka B
Pada notasi sigma yang pertama, gunakan variabel terhubung ke paling banyak 2 simpul di G’.
pengganti 1, sehingga menghasilkan Jadi (dengan tidak melupakan sisi AB) G paling
banyak memiliki 2 1 1
1 sisi. Berdasarkan PMI Dasar, benar untuk
semua . Karena nilai kebenaran sebuah
kontraposisi dari sebuah proposisi sama dengan nilai
1 kebenaran dari proposisi tersebut, maka masalah
dalam soal telah kita selesaikan.□

2.2 PIM yang Dirampatkan

Perhatikan sebuah barisan tak-hingga dari


1 proposisi-proposisi matematika
1 , 2 , 3 ,…
Misalkan . Jika SOLUSI. Jika 4, maka ketaksamaan jelas benar
1. benar (dapat dibuktikan), dan karena 81 64. Sekarang asumsikan untuk suatu
2. Untuk setiap ,  , 4, 3 . Maka
1 (kita dapat membuktikan 3 3 3 3
1 dengan asumsi benar) 3 3 1
Maka benar untuk semua ,  . 1 ^3,
karena 3 dan 3 1, sehingga
BUKTI. Untuk setiap , nyatakan 3 dan 3 1. Berdasarkan PIM
1 . Dapat dilihat bahwa yang Dirampatkan, 3 untuk semua , 
1 , 2 , 3 , … memenuhi kondisi PMI Dasar, 4. □
maka kita simpulkan benar untuk semua ,
yang mengakibatkan benar untuk semua Sekarang kita akan melihat contoh penggunaan PIM
.□ yang Dirampatkan ini pada salah satu pokok bahasan
Matematika Diskrit, kali ini kita mengambil topik
Contoh 2.2.1 Tunjukkan bahwa setiap segitiga tidak Teori Bilangan.
sama sisi dapat dibagi menjadi   4 segitiga
samakaki. Aplikasi 2.2.1 [Bulgaria 1996 Mathematical
National Contest] Tunjukkan bahwa terdapat
SOLUSI. Kita tunjukkan dengan menggunakan bilangan-bilangan ganjil dan sehingga 2
induksi. Nyatakan sebagai “setiap segitiga tidak 7 untuk semua ,  3.
sama sisi dapat dibagi menjadi n  n 4 segitiga
samakaki”. SOLUSI. Sebelum menetapkan , marilah kita
mencari pola dan untuk beberapa nilai yang
Jika    4, maka kita cukup menarik garis tinggi kecil. Untuk lebih mudahnya, perhatikan Tabel 1,
dari salah satu sudut sehingga garis tinggi tersebut dimana nilai-nilai dan dalam tabel tersebut
berpotongan dengan sisi di hadapan sudut tersebut diperoleh hanya dengan menduga-duga tanpa rumus
bukan pada perpanjangannya, sehingga kita membagi tertentu.
segitiga tersebut menjadi dua segitiga siku-siku,
sedangkan setiap segitiga siku-siku itu dapat kita bagi Tabel 1. Nilai-nilai , untuk
menjadi dua buah segitiga samakaki, sehingga pada n 3 4 5 6 7 8 9 10
akhirnya kita membagi segitiga tersebut menjadi x 1 1 1 3 1 5 7 3
empat segitiga samakaki. Jadi 4 benar. y 1 3 5 1 11 9 13 31

Sekarang asumsikan untuk suatu ,  4 Kita akan mencari bagaimana pola untuk ,
benar. Akan ditunjukkan bahwa 1 untuk suatu 1 dihasilkan oleh nilai-nilai ,
juga benar. Misalkan segitiga yang akan dibagi untuk nilai . Mari kita mulai dengan mencari pola
adalah segitiga ABC dan panjang sisi-sisi segitiga untuk . Untuk 4, dapat kita peroleh dengan
tersebut adalah , , , di mana . Karena menarik rataan aritmatik dari dan . Untuk 5,
segitiga ABC tidak samasisi maka kita bisa memilih kita peroleh rataan aritmatik dari 1,3 adalah 2,
dua sisi yang tidak sama panjang, misalkan sisi-sisi bukan suatu bilangan ganjil. Mari kita coba dengan
tersebut adalah dan . Sekarang kita bagi segitiga | |
ABC menjadi segitiga samakaki DCB dan segitiga , kali ini pemilihan pola kita berhasil. Dengan
DCA, dimana D terletak pada sisi AB, dan BC = BD. meninjau untuk nilai-nilai selanjutnya, kita dapat
Sekarang berdasarkan asumsi induksi, segitiga DCA menyimpulkan bahwa jika ganjil, jika
dapat dibagi menjadi buah segitiga samakaki | |
(karena DCA bukan segitiga samasisi). Sehingga kita tidak maka ambil .
dapat menarik kesimpulan bahwa segitiga ABC dapat
dibagi menjadi 1 buah segitiga samakaki. Jadi Setelah menemukan pola untuk , mari sekarang kita
1 juga benar. Berdasarkan PMI yang mencari pola untuk . Jelas bahwa pola untuk tidak
Dirampatkan, maka benar untuk semua berlaku di sini. Mengingat pada soal terdapat angka 7
,  4.□ sebagai koefisien , kita coba pola yang mirip
dengan pola untuk , namun kita tambahkan
Contoh 2.2.2 Tunjukkan bahwa 3 untuk koefisien 7 pada . Jadi kita mencoba pola
semua ,  4. | |
jika ganjil, jika tidak maka ambil .
Dengan meninjau nilai-nilai pada tabel, terlihat pola dengan asumsi
untuk ini memang memenuhi. 1 benar)
Maka 1 benar untuk semua .
Untuk lebih meyakinkan kita akan bekerjanya pola
| |
ini, perhatikan bahwa tepat satu dari  atau  BUKTI. Untuk setiap , nyatakan
| | 1 . Dapat dilihat bahwa
ganjil karena max , . Begitu pula 1 , 2 , 3 , … memenuhi kondisi PMI Dasar,
| |
tepat satu dari atau ganjil karena maka kita simpulkan benar untuk semua ,
| | yang mengakibatkan 1 benar untuk
max 7 , . Selanjutnya, perhatikan bahwa semua .□
berbentuk rataan aritmatik jika dan hanya jika
berbentuk nilai mutlak. Jika ganjil, maka Salah satu contoh kegunaan PIM Berjeda Tak-satu ini
| | adalah untuk membuktikan proposisi yang berlaku
4 yang pasti ganjil, sedangkan jika untuk semua bilangan genap, yaitu dengan
| |
ganjil, maka 4 yang juga pasti menyulihkan 2 dan 2.
ganjil.
Contoh 2.3.1 [UTS Matematika Diskrit Semester
Ganjil 2006/2007] Buktikan dengan induksi
Jadi sekarang kita memiliki transformasi-
matematika bahwa semua bilangan berbentuk
transformasi berikut untuk membangkitkan pasangan
11 … 1 ( adalah jumlah pengulangan angka 1,
bilangan , :
|7 | misalnya 4 maka 1111)pasti kongruen
: , , , dan dengan 0 mod 11 atau 1 mod 11 (misalnya
2 2 111 1 mod 11 dan 111111 0 mod 11 ).
| | 7
: , , .
2 2 SOLUSI. Kita akan menggunakan PIM Berjeda Tak-
Sekarang barulah kita menggunakan PIM yang satu sebanyak 2 kali secara terpisah namun dengan
dirampatkan untuk menyelesaikan soal ini. Nyatakan yang sama. Nyatakan sebagai “bilangan
sebagai proposisi “terdapat bilangan-bilangan 11 … 1 kongruen dengan 0 mod 11 atau
ganjil dan sehingga 2 7 untuk semua 1 mod 11.”. Disini kita akan membuktikan 2 klaim:
,  3”. Dengan melihat tabel, kita dapatkan i. Jika bilangan ganjil positif, maka
3 benar. Sekarang asumsikan untuk suatu , 11 … 1 1 mod 11 .
benar. Akan ditunjukkan bahwa 1 ii. Jika bilangan genap positif, maka
juga benar. Dengan menggunakan transformasi S, 11 … 1 0 mod 11 .
kita punya
7 1 benar karena 1 1 mod 11 . Jadi kita
7 14 2 memiliki basis untuk klaim (i). 2 juga benar
2 2
2 7              2 2 karena 11 0 mod 11 , jadi kita memiliki basis
2 . untuk klaim (ii). Sekarang asumsikan bahwa untuk
Cara yang sama dapat kita lakukan terhadap suatu , 2 1 benar. Akan
transformasi T. Kedua transformasi membangkitkan ditunjukkan bahwa 2 juga benar.
solusi yang benar, sehingga berdasarkan PMI yang Perhatikan bahwa
Dirampatkan, benar untuk semua ,  3. 11 … 1 100 11 … 1 11
□ 11 … 1 mod 11 ,
karena 100 1 mod 11 dan 11 0 mod 11 .
2.3 PIM Berjeda Tak-satu Jadi jika 11 … 1 0 mod 11 , maka
11 … 1 0 mod 11 . Begitupula jika
Perhatikan sebuah barisan tak-hingga dari 11 … 1 1 mod 11 , maka 11 … 1
proposisi-proposisi matematika 1 mod 11 . Jadi terbukti jika 2 1
1 , 2 , 3 ,… benar, maka 2 juga benar.
Misalkan , . Jika Dengan menyulihkan 1, maka berdasarkan PIM
1. benar (dapat dibuktikan), dan Berjeda Tak-satu, klaim (i) kita terbukti, dan dengan
2. Untuk setiap , 1 menyulihkan 2, maka berdasarkan PIM Berjeda
(kita dapat membuktikan Tak-satu, klaim (ii) kita terbukti. Karena kita telah
membuktikan untuk semua bilangan ganjil dan semua
bilangan genap benar, maka kita simpulkan
benar untuk semua .□ seluruhnya adalah belah ketupat, sehingga
parpoligon dengan titik sudut-titik sudut
Contoh 2.3.2 [International Mathematical Olympiad ,…,
1979] Sebuah poligon konveks dengan jumlah sisi dapat diiris menjadi belah ketupat-belah ketupat.
genap, semua sisi memiliki panjang yang sama, dan Berdasarkan PMI Berjeda Tak-satu, benar
setiap sisi paralel dengan sisi di hadapannya kita untuk semua bilangan genap positif.□
namakan parpoligon. Tunjukkan bahwa sebarang
parpoligon dapat diiris-iris sehingga setiap Sekarang mari kita tinjau satu contoh penggunaan
potongannya berbentuk belah ketupat. PIM Berjeda Tak-satu dalam ruang lingkup Graf.

SOLUSI. Nyatakan sebagai “sebuah parpoligon Aplikasi 2.3.1 Tunjukkan bahwa graf sederhana
bersisi dapat diiris-iris sehingga setiap potongannya dengan simpul, sisi, dan tidak mengandung
berbentuk belah ketupat”. Kita akan menggunakan memenuhi ketaksamaan .
PIM Berjeda Tak-satu dengan 4 dan 2.
4 benar karena sebuah parpoligon dengan 4 sisi
itu sendiri pastilah sebuah belah ketupat. Sekarang SOLUSI. Nyatakan sebagai pernyataan “graf
asumsikan untuk suatu , 2 2 benar. sederhana dengan simpul, sisi, dan tidak
mengandung memenuhi ketaksamaan ”.
Perhatikan sebuah parpoligon dengan 2 4 sisi Sebagai basis induksi, akan kita tunjukkan bahwa
dan titik sudut-titik sudut , ,…, . 1 , 2 , dan 3 benar. Kemudian sebagai tahap
Konstruksi titik-titik , ,…, pada induksi, kita gunakan PIM Berjeda Tak-satu dengan
bagian dalam parpoligon sehingga sisi-sisi 3.
, ,…,
saling paralel satu sama lain dan memiliki panjang
yang sama. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 1 1 jelas benar karena 0 . 2 benar
untuk contoh kasus 3. karena 1 . 3 juga benar karena

A4 A3 3 . Sekarang asumsikan untuk suatu


, 3 1 benar.
A2
A5 Perhatikan sebuah graf G dengan 3 simpul.
Jika pada G tidak terdapat lintasan segitiga, maka kita
bisa menambahkan sisi-sisi secukupnya sehingga
terdapat segitiga pada G namun tetap tidak terdapat
A1 . Ambil tiga simpul dari G yang membentuk
B6
A6
segitiga, namakan simpul-simpul A, B, dan C.
Abaikan A, B, C, dan semua sisi yang terhubung
dengan mereka. Yang tersisa adalah graf G’ dengan
B8
B7 3 1 simpul dan tidak mengandung .
A10 Berdasar asumsi induksi, banyaknya sisi pada G’ tak
A7
lebih dari .
A8 A9
Sekarang kita menghitung berapa banyak sisi yang
Gambar 1. Parpoligon dengan 10 sisi mungkin dimiliki oleh G. Perhatikan bahwa agar
tidak terdapat pada G, sebuah simpul pada G’
Sekarang mudah untuk melihat bahwa paling banyak hanya terhubung ke 2 dari 3 simpul
… … , , . Jadi total banyaknya sisi di luar G’ yang
membentuk sebuah parpoligon dengan 2 2 sisi, mungkin adalah 3 2 3 1 .
dan dengan asumsi induksi, dapat dibagi menjadi Menjumlahkan ini dengan jumlah sisi maksimal yang
belah ketupat-belah ketupat. Perhatikan pula bahwa mungkin di G’, kita dapatkan jumlah sisi maksimal
segiempat-segiempat yang mungkin di G adalah
,
,
,
3 1 dimana , ,…, adalah bilangan bulat positif
3 2 3 1 (tidak harus berbeda) sehingga
3 1 1 1
3 1.
.
3 Diketahui bahwa seluruh bilangan bulat dari 33
Jadi 3 juga benar. Berdasarkan PIM hingga 73 adalah baik, tunjukkan bahwa setiap
Berjeda Tak-satu, 3 1 benar untuk bilangan bulat lebih besar dari 32 adalah baik.
semua . Dengan menyulihkan 1,2,3, kita
simpulkan benar untuk semua .□ SOLUSI. Sebuah bilangan bulat kita katakan buruk
jika tidak baik. Apa yang ingin kita buktikan adalah
2.4 Prinsip Aturan Rapi tidak ada bilangan buruk yang lebih besar dari 32.
Untuk membentuk kontradiksi, andaikan himpunan
Misalkan adalah suatu himpunan bilangan asli dengan elemen bilangan-bilangan buruk lebih besar
tidak kosong. Maka memiliki elemen terkecil: dari 32 adalah tidak kosong. Berdasarkan PAR,
terdapat sehingga untuk setiap , . himpunan ini memiliki elemen terkecil, katakanlah
. Dengan informasi yang diberikan, kita ketahui
BUKTI. Misalkan adalah himpunan bilangan asli bahwa 74.
sedemikian sehingga tidak terdapat elemen terkecil.
Akan ditunjukkan bahwa adalah himpunan kosong. Sekarang andaikan genap. Misalkan . Kita
Nyatakan sebagai “jika bilangan asli sehingga punya 33, dan karena adalah elemen terkecil
, maka ”. Sekarang perhatikan bahwa di , dan , maka adalah bilangan baik. Jadi
1 benar, karena jika 1 , maka 1 akan menjadi terdapat , , , sehingga  
elemen terkecil mengingat setiap bilangan asli adalah ,
lebih besar atau sama dengan 1. Sekarang asumsikan dan  
benar untuk suatu . Untuk membentuk 1 1 1
kontradiksi, asumsikan 1 salah. Karena 1.
benar dan 1 salah, maka 1 .
Perhatikan bahwa
Lalu, berdasarkan asumsi, tidak memiliki elemen
4 4 2 2 2 ,
terkecil, berarti ada sehingga 1. Tapi dan 
jika demikian, , kontradiksi dengan asumsi 1 1 1 1 1
kita bahwa benar. Jadi 1 juga pasti 1,
4 4 2 2 2
benar. Berdasarkan PMI Dasar, benar untuk
yang berarti adalah bilangan baik, kontradiksi
semua , mengakibatkan haruslah sebuah
dengan asumsi semula.
himpunan kosong.□
Dengan cara serupa, kita bisa mencapai kontradiksi
Salah satu contoh penggunaan PAR yang paling
yang sama jika ganjil. Kali ini dengan mengambil
umum adalah suatu metode yang disebut “method of
infinite descent”. Misalkan kita memiliki barisan , menggunakan fakta bahwa serta
proposisi 3 6 2 2 2 .
1 , 2 , 3 ,…
yang ingin kita tunjukkan kebenarannya. Jika kita Jadi kedua kasus membawa kita pada kontradiksi,
dapat menunjukkan bahwa “untuk setiap sehingga kita simpulkan adalah himpunan kosong,
sehingga salah, terdapat sehingga yang berarti semua bilangan bulat lebih besar
salah dan ”. Maka kita dapat menyimpulkan daripada 32 adalah baik.□
dengan PAR bahwa benar untuk semua .
Sebab jika tidak demikian, maka himpunan Contoh 2.4.2 Beberapa koin serupa diletakkan di
sehingga salah tidak kosong, yang dengan atas meja sehingga ada koin-koin yang saling
pernyataan di atas, tidak memiliki elemen terkecil, menyentuh namun tidak bertindihan. Buktikan bahwa
berlawanan dengan PAR. Berikut disajikan beberapa koin-koin ini dapat diwarnai hanya dengan 4 warna
contoh penggunaan metode ini. sehingga tidak ada pasangan koin yang bersentuhan
memiliki warna yang sama.
Contoh 2.4.1 [USA Mathematical Olymiad, 1978]
Sebuah bilangan bulat dikatakan baik jika kita SOLUSI. Kasus ini sebenarnya hanyalah sebuah
dapat menuliskan sebagai representasi kasus khusus dari pewarnaan graf planar.
, Kita gunakan PAR untuk membuktikannya.
Untuk membangun kontradiksi, kita andaikan jadi haruslah himpunan kosong. Berdasarkan PAR,
terdapat pengaturan koin-koin sehingga pernyataan pada soal telah selesai kita buktikan.□
membutuhkan lebih dari 4 warna. Misalkan adalah
himpunan bilangan asli sehingga terdapat Sekarang kita akan mencoba menggunakan PAR
pengaturan koin yang membutuhkan lebih dari 4 untuk membuktikan salah satu contoh soal dalam (3).
warna. Berdasarkan PAR, himpunan memiliki
elemen terkecil, katakanlah elemen ini . Perhatikan Aplikasi 2.4.1 Buktikan pernyataan “Untuk
bahwa 4. Sekarang perhatikan sebuah membayar biaya pos sebesar   8 selalu dapat
pengaturan koin yang membutuhkan pewarnaan digunakan hanya perangko 3 sen dan perangko 5
lebih dari 4 warna. Perhatikan titik pusat dari koin- sen”.
koin itu, dan seluruh garis yang menghubungkan
antar titik pusat ini. SOLUSI. Nyatakan sebagai himpunan bilangan asli
8 dimana kita tidak dapat melakukan
Perhatikan bahwa pasti terdapat suatu subset dari pembayaran sebanyak sen hanya dengan satuan 3
garis-garis ini yang membentuk poligon yang sen dan 5 sen. Akan ditunjukkan bahwa adalah
memuat seluruh garis lainnya (istilah poligon ini suatu himpunan kosong. Andaikan tidak kosong,
dalam matematika adalah convex hull). Setidaknya maka berdasarkan PAR, memiliki elemen terkecil,
terdapat satu titik sudut pada poligon ini yang katakanlah elemen ini . Tapi karena 8=3+5,
memiliki besar sudut kurang dari 180°. Sebutlah titik 9=3+3+3, dan 10=5+5, berarti 11, yang
ini titik . Sekarang jika koin dengan titik pusat ekuivalen dengan 3 8. Sekarang andaikan kita
bersentuhan dengan 2 koin lainnya yang berpusat di bisa melakukan pembayaran sebanyak 3 sen,
dan , maka karena dan , kita dengan menambahkan sebuah koin 3 sen kita bisa
dapatkan 60° (gambar 2). Sekarang melakukan pembayaran sebanyak sen.
perhatikan bahwa koin dengan pusat hanya dapat Bertentangan dengan asumsi semula bahwa kita tidak
bersentuhan dengan paling banyak satu koin lainnya, bisa melakukan pembayaran sebanyak sen. Berarti
sehingga total banyaknya koin yang mungkin haruslah 3 , tapi hal ini kontradiksi dengan
bersentuhan dengan adalah 3 buah, sebab jika koin pemilihan sebagai elemen terkecil. Jadi haruslah
bersentuhan dengan sedikitnya 4 koin, sudut sebuah himpunan kosong, dan kesimpulan
poligon pada akan tidak kurang dari 180°. mengikuti.□

2.5 PIM Kuat


O
Perhatikan sebuah barisan tak-hingga dari
proposisi-proposisi matematika
1 , 2 , 3 ,…

Jika
P
Q
1. 1 benar (dapat dibuktikan), dan
2.
Untuk setiap ,
1 2 … 1
(kita dapat membuktikan 1 dengan
asumsi 1 , 2 ,…, seluruhnya
Gambar 2. Koin O sebagai titik sudut convex hull benar)
Maka semua proposisi dalam barisan tersebut
Sekarang kita ambil koin dengan pusat tersebut. adalah benar, dengan kata lain, benar untuk
Berdasarkan asumsi, susunan yang sekarang dapat semua .
diwarnai hanya dengan 4 warna, karena jumlah koin
kurang dari . Tapi jika susunan yang sekarang ini BUKTI. Nyatakan 1 sebagai pernyataan 1 ,
dapat diwarnai hanya dengan 4 warna, tentunya
2 sebagai “ 1 2 ”, 3 sebagai “ 1
susunan awal juga dapat diwarnai dengan 4 warna,
2 3 ” dan seterusnya. Dapat dilihat bahwa
yaitu dengan mewarnai koin yang berpusat di
barisan 1 , 2 , 3 , … memenuhi kondisi untuk
dengan sebarang warna yang tidak digunakan oleh
PIM Dasar, sehingga benar untuk semua .
koin-koin yang bersentuhan dengannya. Karena
Selanjutnya hal ini mengakibatkan benar untuk
paling banyak ada 3 koin tetangga, maka pasti ada
semua , karena untuk semua ,
warna yang belum dipakai oleh koin-koin itu. Tapi
.□
fakta ini bertentangan dengan asumsi bahwa ,
PIM Kuat menuntut kita untuk menjamin kebenaran Sekarang mari kita tinjau sebuah identitas pada
dari proposisi-proposisi untuk semua nilai yang lebih barisan Fibonacci ini menggunakan PIM Kuat.
kecil dari nilai yang akan kita tunjukkan
kebenarannya. PIM varian ini disebut PIM Kuat Contoh 2.5.2 Buktikan untuk , , 1
karena argumen yang digunakan dalam tahap induksi berlaku identitas
lebih kuat, mencakup semua kebenaran pada .
proposisi untuk nilai yang lebih kecil.
SOLUSI. Kita gunakan PIM Kuat dengan parameter
Contoh 2.5.1 [Asian Pacific Mathematical Olympiad . Untuk 1,
1999] Misalkan , , … sebuah barisan bilangan
real yang memenuhi untuk semua adalah benar untuk sebarang nilai . Sedangkan
, 1,2, …. Buktikan bahwa untuk 2,
2
2 3 juga benar untuk sebarang nilai . Sekarang
untuk setiap bilangan bulat positif . asumsikan identitas berlaku untuk semua ,
untuk suatu , 1. Maka
SOLUSI. Untuk kasus 1, ketaksamaan jelas
berlaku karena . Sekarang asumsikan
ketaksamaan berlaku untuk 1,2, … , . Maka kita
punya barisan ketaksamaan berikut:
,
yang berarti identitas juga berlaku untuk 1.
2 Berdasarkan PIM Kuat, identitas berlaku untuk
sebarang nilai , , 1.□
2 3
,
Perhatikan bahwa dalam persoalan yang baru saja
. kita selesaikan, terdapat suatu hal yang menarik
2 3
Menjumlahkan buah ketaksamaan tersebut dimana terdapat lebih dari satu parameter dalam
menghasilkan proposisi. Hal ini mungkin cukup membingungkan
kita dalam memilih parameter yang akan digunakan
1 , sebagai parameter induksi. Tapi perhatikan bahwa
2 dalam identitas tersebut, kedua parameter dan
yang ekuivalen dengan muncul secara simetri, yang berarti kita bebas
_ memilih salah satu dari keduanya untuk dijadikan
1 2 . parameter induksi.

Berdasarkan informasi yang diberikan, kita punya Bagaimanapun, ada kasus-kasus dimana parameter
untuk semua , 1,2, …. Jadi yang terlibat cukup banyak dan induksi yang kita
lakukan adalah tidak valid jika kita hanya
2 . memperhatikan salah satu parameter. Kasus-kasus
seperti ini akan kita bahas lebih lanjut dalam sub-bab
Menggabungkan kedua ketaksamaan yang kita 2.7.
punya, kita dapatkan
Sekarang marilah kita meninjau suatu aplikasi PIM
1 2 , Kuat dalam ruang lingkup Himpunan.
yang ekuivalen dengan Aplikasi 2.5.1 [Tournament of Towns,1979]
. Perhatikan semua subset dari himpunan 1,2, … ,
2 3 1
Jadi ketaksamaan juga berlaku untuk 1. yang tidak mengandung bilangan-bilangan yang
Berdasarkan PIM Kuat, ketaksamaan berlaku untuk berurutan. Untuk setiap subset sedimikan,
semua bilangan bulat positif .□ kuadratkan hasilkali dari elemen-elemennya.
Buktikan bahwa jumlah dari kuadrat-kuadrat ini
Kita tentunya telah mengenal barisan Fibonacci yang adalah 1 ! 1. (Contoh: 3. Maka 1
didefinisikan secara rekursif sebagai 2 3 1·3 23 4! 1.)
1, 1, 2, 3, … , .
SOLUSI. Untuk memudahkan, kita nyatakan , 1 ,…, 1 , , 1 ,…
sebagai jumlah dari kuadrat dari elemen-elemen …, 1 , ,…
subset dari 1,2, … , yang tidak mengandung
bilangan-bilangan yang berurutan. Untuk 1, Sekarang misalkan 1 , 2 1
satu-satunya subset yang memenuhi adalah 1 itu dan seterusnya. Secara umum, adalah proposisi
sendiri, dan kita punya 1 1 2! 1. Sekarang ke- pada barisan di atas. Dapat dilihat bahwa
asumsikan pernyataan dalam soal benar untuk barisan 1 , 2 , 3 , … memenuhi kondisi untuk
1,2, … , . Akan ditunjukkan bahwa pernyataan PIM Dasar, sehingga benar untuk semua ,
juga benar untuk 1. yang mengakibatkan benar untuk semua
.□
Dari semua subset yang memenuhi dari 1,2, … ,
1 , kita bagi subset-subset tersebut menjadi 2 Pada umumnya, PIM Bekerja Mundur digunakan
kelompok: satu yang mengandung 1 dan satu sebagai berikut: Gunakan varian-varian PIM lainnya
yang tidak mengandung 1. Berdasarkan asumsi untuk menunjukkan bahwa proposisi berlaku untuk
induksi, kelompok subset yang tidak mengandung suatu himpunan (biasanya ini berisi kelipatan
1 akan memiliki jumlah dari kuadrat-kuadrat atau pangkat dari sebuah bilangan bulat), lalu untuk
sebesar . Sekarang kita perhatikan kelompok membuktikan 1 kita tunjukkan
subset yang mengandung 1. Dalam kelompok secara langsung.
ini terdapat elemen 1 , yang berarti ada
sumbangan jumlah kuadrat sebesar 1 . Lalu Contoh 2.6.1 [Ketaksamaan Rataan Aritmatik-
perhatikan subset-subset yang mengandung elemen Rataan Geometrik] Tunjukkan bahwa
lain selain 1 . Subset-subset ini akan …
menyumbang jumlah kuadrat sebesar 1 .
Dengan menjumlahkan semua nilai-nilai ini, kita untuk semua , dimana , ,…, adalah
simpulkan bahwa bilangan-bilangan real positif.

1 1 SOLUSI. Nyatakan sebagai proposisi


1 ! 1 1 1! 1 “ … ”. Pertama-tama kita
1 ! 1 1 ! 1 akan menggunakan PIM Dasar untuk menunjukkan
2 1 ! 1 bahwa benar untuk semua 1,2,4,8,16, … ,
2 ! 1. yang tak lain adalah himpunan pangkat dari 2.
Jadi pernyataan juga benar untuk 1. Dan
berdasarkan PIM Kuat, pernyataan benar untuk
semua .□ 1 jelas benar karena . Bahkan kesamaan
selalu tercapai. 2 benar karena √
2.6 PIM Bekerja Mundur ekuivalen dengan 0, yang pasti benar
berdasarkan prinsip bahwa tidak ada bilangan kuadrat
Perhatikan sebuah barisan tak-hingga dari dari sebuah bilangan real adalah negatif.
proposisi-proposisi matematika
1 , 2 , 3 ,… Sekarang asumsikan 2 benar untuk suatu
. Maka
Jika
1. Untuk suatu subset tak-hingga dari ,
2
benar untuk semua , dan 1
2. Untuk setiap , 1 2 2 2
(kita dapat membuktikan dengan
asumsi 1 benar)
Maka semua proposisi dalam barisan tersebut 2 2
adalah benar, dengan kata lain, benar untuk
semua . … …

BUKTI. Misalkan , , … , , … , dan tanpa … .


kehilangan keumuman kita asumsikan . Jadi 2 juga benar, dan berdasarkan PIM
Kita dapat mengatur barisan pernyataan sebagai Dasar, benar untuk semua 1,2,4,8,16, … .
berikut:
Sekarang kita akan menggunakan PIM Bekerja
Mundur. Misalkan untuk suatu , 1
benar. Diberikan bilangan-bilangan real positif
2 3 4… √ 1.
, , … , , nyatakan variabel baru sebagai
. Karena adalah rataan aritmatik
Disini terlihat bahwa pemilihan sebagai parameter
dari , , … , , maka
induksi tidak membawa hasil yang diharapkan.
,
1
Sehingga Alih-alih membuktikan ketaksamaan di atas, kita
akan membuktikan ketaksamaan yang lebih umum.
1 Terkadang membuktikan hal yang lebih umum bisa
menjadi lebih mudah daripada membuktikan suatu
…  karena  1 kasus. Kita akan membuktikan ketaksamaan
… .
Membagi kedua ruas ketaksamaan dengan
menghasilkan 1 2 … 1 √ 1
… ,
yang ekuivalen dengan berlaku untuk 2 dengan PIM Bekerja Terbalik.
Kali ini kita akan membuktikan bahwa ketaksamaan
… ,
berlaku untuk lalu mundur hingga ke 2.
sehingga
… . Untuk , ketaksamaan jelas berlaku karena
Jadi benar, dan berdasarkan PIM Berkerja √ 1. Sekarang asumsikan untuk suatu ,
Mundur, benar untuk semua .□ , ketaksamaan berlaku untuk 1, yaitu

Berikut diberikan suatu contoh penggunaan induksi


matematika pada suatu permasalahan dengan satu 1 2 …√ 2,
parameter, namun dalam proses induksi tidak
menggunakan parameter tersebut sebagai parameter maka
induksi. Hal ini sekali lagi menuntut kejelian kita
dalam menentukan parameter induksi dari sebuah
permasalahan. 1 …√ 2 1.

Contoh 2.6.2 [Tournament of Towns, 1987] Untuk Jadi ketaksamaan juga berlaku untuk .
semua , tunjukkan ketaksamaan berikut selalu Berdasarkan PIM Bekerja Mundur, kita simpulkan
berlaku: ketaksamaan berlaku untuk semua , 2.
Ketaksamaan pada soal adalah kasus khusus dimana
2.□
2 3 4… 1 √ 3.
Sebagai contoh aplikasi PIM Bekerja Mundur pada
ruang lingkup Matematika Diskrit, kita akan
membuktikan generalisasi dari Aplikasi 2.4.1.
SOLUSI. Mungkin kita akan langsung terpikirkan
untuk menggunakan PIM Dasar dan menggunakan Aplikasi 2.6.1 [Genaralisasi dari Aplikasi 2.4.1]
parameter induksi dalam menyelesaikan soal ini. Buktikan sebarang nilai sen dapat kita bayar hanya
Tapi kalaupun kita telah mengetahui bahwa dengan uang satuan sen dan sen, jika
, 1 dan adalah bilangan bulat lebih
besar dari .
2 3 4… 1 √ 3,
SOLUSI. Nyatakan sebagai pernyataan “Kita
dapat membayar sebesar sen hanya dengan uang
kita tidak dapat menyimpulkan apa-apa tentang satuan sen dan sen”. Akan kita tunjukkan bahwa
benar untuk semua . Pertama-
tama perhatikan bahwa benar untuk semua
, 2 , 3 , … . Sekarang asumsikan untuk suatu Perhatikan sebuah himpunan dan barisan dari
, , kita punya 1 proposisi-proposisi matematika
benar, yang berarti terdapat bilangan-bilangan bulat , , ,…
tak-negatif , sehingga 1. dimana , , … .
Sekarang kita punya 1 2, yang
berarti 1 1. Karena Jika
, 1, maka terdapat bilangan-bilangan asli 1. terurut dengan baik oleh “ ”,
, sehingga 1 [4]. Jadi 2. benar, dimana adalah elemen
1, yang mengakibatkan terkecil di , dan
1 1 1 3. Untuk semua , , jika
1 1. benar untuk semua , maka benar
Jadi pasti terdapat bilangan bulat sehingga Maka semua proposisi dalam barisan tersebut
1 1 adalah benar, dengan kata lain, benar untuk
.
semua .
Perhatikan bahwa ketaksamaan di atas
mengakibatkan 0 dan 0. Contoh 2.7.1 Tinjau runtunan nilai yang
Padahal didefinisikan sebagai berikut:
, 5,
dan untuk semua asang bilangan bulat positif , ,
1 1 kecuali 1,1 didefinisikan
. , 2, jika  1
Jadi kita simpulkan juga benar. Berdasarkan ,
, 2, jika  1
PIM Bekerja Mundur, kita simpulkan bahwa Buktikan dengan induksi matematika bahwa untuk
benar untuk semua .□ semua pasangan bilangan bulat positif , ,
, 2 1
2.7 PIM Bentuk Umum
SOLUSI. Nyatakan , sebagai pernyataan
Hingga saat ini kita selalu menerapkan metode “untuk suatu pasangan bilangan bulat positif , ,
induksi hanya untuk permasalahan dengan parameter 2 1”. Sebagai basis induksi, kita
,
induksi berupa bilangan bulat positif yang tentu saja
punya 1,1 adalah elemen terkecil dalam himpunan
sifat-sifat keterurutannya dapat kita telusuri dengan
pasangan bilangan bulat positif, dan kita punya
mudah. Sebenarnya PIM dapat digunakan dalam
5 , 2 1 1 1. Jadi 1,1 benar.
himpunan obyek yang lebih umum, hanya saja kita
harus menjamin bahwa himpunan obyek tersebut
Sekarang asumsikan untuk semua , , ,
memiliki sifat keterurutan dan memiliki elemen
terkecil. [4] , benar. Akan ditunjukkan bahwa ,
juga benar. Kita bagi ke dalam 2 kasus:
Definisi 2.7.1 Relasi biner “ ” pada himpunan 1. Jika 1, maka sesuai definisi kita punya
dikatakan terurut dengan baik bila memiliki properti , , 2. Karena 1,
berikut: , , maka , 2 1 1. Jadi
i. Diberikan , , , jika dan , , 2 1 1 2 1.
maka . Dalam kasus ini, , terbukti benar.
ii. Diberikan , . Salah satu dari 2. Jika 1, maka sesuai definisi kita punya
kemungkinan ini benar: , , atau , , 2. Karena , 1
. , , maka , 2 1 1. Jadi
iii. Jika adalah himpunan bagian tak kosong , 2 1 1 2 1.
dari , terdapat elemen sedemikian Dalam kasus ini, , juga terbukti benar.
sehingga untuk semua . Dengan
kata lain, setiap himpunan bagian tidak Dalam kedua kasus, telah kita tunjukkan bahwa
kosong dari memiliki “elemen terkecil”. , benar, yang berarti , benar untuk
semua pasangan bilangan bulat positif , .
Sekarang kita siap untuk memberi penjabaran
mengenai PIM General Set Terkadang beberapa permasalahan yang melibatkan
lebih dari satu parameter dapat kita selesaikan dengan
induksi menggunakan hanya satu parameter.
Parameter induksi ini dapat berupa jumlah atau hasil Untuk menunjukkan bahwa 0, perhatikan
kali dari parameter-parameter persoalan. Untuk lebih bahwa
jelasnya perhatikan contoh berikut.
.
1
Contoh 2.7.2 [International Mathematical Olympiad, Karena dan keduanya lebih besar
1988]Misalkan , adalah bilangan-bilangan bulat daripada nol, maka kita simpulkan 1
positif sehingga 1 membagi . Tunjukkan
0 0.
bahwa

Jadi terbukti bahwa 0 , sehingga


1
adalah bilangan kuadrat sempurna. berdasarkan asumsi induksi, klaim kita benar untuk
semua elemen .□
SOLUSI. Karena dan muncul secara simetri,
maka tanpa kehilangan keumuman kita bisa Sekarang kita akan menggunakan PIM Bentuk
Umum ini untuk membuktikan salah satu identitas
berasumsi . Nyatakan dan sebagai dalam Graf, yaitu Rumus Euler pada graf bidang.
himpunan semua pasangan bilangan bulat tak-
negatif , sehingga bulat (karena bilangan Aplikasi 2.7.1 Buktikan jumlah wilayah ( ) pada
bulat tak-negatif mencakup bilangan asli, maka graf bidang adalah 2, dimana menyatakan
pengerjaan kita tetap valid). Perhatikan bahwa jika jumlah sisi dan menyatakan jumlah simpul.
, , maka , (fakta ini dapat
diperoleh dengan menetapkan nilai lalu SOLUSI. Ide utama dalam pembuktian ini adalah
menganggap persamaan untuk adalah suatu menyadari bahwa setiap graf bidang terhubung dapat
persamaan kuadrat dalam ). Lebih lanjut, nilai dibangun dari simpul tunggal, kemudian melakukan
yang kita dapatkan dari pasangan , sama suatu barisan dari konstruksi-konstruksi berikut,
dengan nilai yang didapat dari pasangan , . dimana setiap konstruksi membuat graf tetap
Mendapatkan fakta ini, kita terdorong untuk mencari terhubung:
besaran-besaran apa yang sama dari pasangan i. Menambahkan simpul pada sisi yang sudah
bilangan , dan , . Setelah mencoba- ada.
coba pada beberapa nilai, kita dapatkan , ii. Menambahkan sisi dari satu simpul ke
, . Dari sini kita membuat suatu klaim simpul itu lagi (membentuk gelang).
bahwa , . Induksi yang akan kita iii. Menambahkan sisi dari satu simpul ke
lakukan adalah induksi dengan memanfaatkan sifat simpul lain.
keterurutan pada . Dalam permasalahan ini , iv. Menarik sebuah sisi dari suatu simpul dan
, jika . menambahkan simpul baru di ujung sisi
tersebut.
Sebagai basis, kita ambil elemen yang memenuhi
0. Dalam kasus ini, klaim jelas terbukti. Kita akan melakukan induksi dengan parameter graf
Sekarang asumsikan 0 dan klaim kita benar bidang. Sebagai basis kita ambil graf yang hanya
untuk semua pasangan , dimana . terdiri dari satu simpul tanpa sisi. Untuk graf ini,
Kita lihat kembali pasangan , . Kita sudah 0, 1, dan memang banyaknya wilayah yang
dapatkan sebelumnya fakta-fakta bahwa jika , kita miliki adalah 1 0 1 2.
, maka , serta ,
, . Jadi tinggal kita buktikan bahwa Sekarang kita akan buat sistem keterurutan dalam
0 , sehingga dengan demikian kita himpunan graf bidang . Misalkan , . Kita
punya , , , yang dengan asumsi nyatakan jika kita dapat memperoleh dari
hipotesis, klaim kita benar untuk , . dengan melakukan suatu runtunan konstruksi.
Misalkan kita memiliki sebuah graf bidang dan kita
Perhatikan bahwa asumsikan (sebagai hipotesis induksi) bahwa untuk
semua , dimana berlaku Rumus Euler.
, Perhatikan tabel 2 untuk melihat perubahan dari
1
yang mengakibatkan banyaknya wilayah, sisi dan simpul.

2 . Karena dalam setiap operasi, perubahan banyaknya


wilayah selalu sama dengan perubahan dari
, maka kita simpulkan apapun operasi yang
kita lakukan untuk membangun dari , Rumus DAFTAR PUSTAKA
Euler tetap berlaku, dan berdasarkan PIM Bentuk
Umum, Rumus Euler berlaku untuk semua elemen . [1]. Engel, Arthur. Problem-Solving Strategies. Ann
Arbor : Springer-Verlag, 1998.
Tabel 2. Perbandingan perubahan , dan
dalam setiap operasi konstruksi [2]. Jacobs, David. Mathematical Induction for the
Operasi ∆ ∆ ∆ ∆ Olympiade Enthusiast. Cape Town : Department of
i 0 1 1 0 Mathematics and Applied Mathematics, University of
ii 1 1 0 1 Cape Town, 1996.
iii 1 1 0 1
iv 0 1 1 0 [3]. Larson, Loren C. Problem-Solving Through
Problems. Ann Arbor : Springer-Verlag, 1983.
3. Kesimpulan
[4]. Munir, Rinaldi. Diktat Kuliah Matematika
Dari segala yang telah dipaparkan sebelumnya, ada Diskrit. Bandung : Departemen Teknik Informatika,
beberapa kesimpulan yang dapat ditarik tentang Institut Teknologi Bandung, 2005.
metode induksi dan penerapannya:
1. Prinsip Induksi Matematika merupakan
metode yang handal dalam menyelesaikan
masalah-masalah dalam matematika,
mencakup namun tidak terbatas pada bidang
teori bilangan, aljabar, kombinatorik dan
geometri.
2. PIM dapat diterapkan secara bervariasi dan
tidak kaku. Sejauh apa kita dapat
menggunakan PIM bergantung pada
kreativitas kita dan kebutuhan dari
permasalahan yang akan dipecahkan.
3. Dalam beberapa persoalan, tidak semua
parameter yang terlibat dapat dijadikan
parameter induksi. Kita harus memilih
parameter yang dapat mempermudah kita
dalam menyelesaikan masalah.
4. PIM dapat digunakan dalam himpunan
obyek yang lebih umum, hanya saja kita
harus menjamin bahwa himpunan obyek
tersebut memiliki sifat keterurutan dan
memiliki elemen terkecil.