Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PERCOBAAN

Transistor Sebagai Saklar

Nama : Yulius Radian Galih Hastanto


NIM : 10 / 29776 / TK / 36357
Mata Kuliah : Pengantar Teknik Elektronika

Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi


Fakultas Teknik UGM
2011
Laporan Percobaan
Transistor sebagai Saklar
Pengantar Teknik Elektronika

Tujuan Percobaan

1. Mahasiswa mampu menerapkan teori yang telah diberikan dosen dalam mata kuliah
Pengantar Teknologi Elektronika
2. Mahasiswa mampu merancang rangkaian yang dengan tujuan membuktikan bahwa
Transistor dapat sebagai saklar
3. Mahasiswa mampu menyusun rangkaian dan membuktikan bahwa transistor sebagai saklar

Dasar Teori

Definisi Komponen

1. Transistor

Transistor merupakan bahan semikonduktor yang biasa digunakan sebagai penguat,


sebagai saklar/switching (pemutus dan penyambung), stabilisasi tegangan, modulasi
sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik,
dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET),
memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

2. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus
listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu. Kemampuan resistor dalam
menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan resistansi resistor
tersebut. Resistorpun memiliki banyak jenis, yaitu resistor tetap dan resistor
variable. Percobaan kali ini digunakan resistor tetap dan resistor variable yang faktor
pengubah daya resistannya adalah cahaya. Resistor variable tersebut biasa disebut
LDR (Light Dependending Resistor).

3. LED (Light Emitting Dioda)


Diode yang memancarkan cahaya apabila dialiri oleh aliran listrik. Segment ini dapat
dipakai sebagai dasar untuk membuat display, warna yang dihasilkan oleh LED ini
biasanya adalah warna merah, hijau dan kuning. Namun, sekarang kita juga dapat
mejumpai LED dengan warna biru, putih dan lain-lain. LED biasanya digunakan untuk
lampu indikator (seperti power on / off lampu) pada perangkat elektronik.
Transistor sebagai Saklar

Transistor sebagai saklar berarti dapat switching memutus atau menyambung aliran arus
listrik. Oleh karena itu terdapat dua istilah, yaitu transistor on dan transistor off.

a. Transistor ON
• Transistor on dapat pula dikatakan jenuh apabila:
1) IB sangat besar
2) IC sangat besar
3) VCE < 0,2 V; idealnya 0,00 V
4) VBE sekitar 0,6V
5) Tidak berlaku persamaan 𝐼𝐼𝐶𝐶 = 𝛽𝛽𝐼𝐼𝐵𝐵 .
b. Transistor OFF
1) IB sangat sangat kecil, mendekati nol
2) IC nol
3) VCE = VCC

Sebagai penanda awal bahwa transistor on atau off biasanya digunakanlah LED.
Lampu LED menyala berarti on dan apabila lampu LED mati berarti off.

Namun, untuk dapat memahami apakah transistor tersebut on (jenuh) atau off
dapat pula menggunakan pengukuran dan perhitungan secara matematis.

Rc LED

Vcc Transistor NPN Gnd

R1 R2 (LDR)

Dari skema tersebut kemudian kita dapat mengaplikasikan hukum kirchof:

Vcc = Vce + Vled + Vc


Vcc = Vce + Vled + (Ic . Rc)
Vcc – Vce – Vled = Ic . Rc
Rc = (Vcc – Vce – Vled)/Ic
Selain itu juga terdapat Rth dan juga Vth.

Vcc Rc LED

Transistor NPN

Rth Gnd

Vth

Dari skema diatas, besar nilai Rth dapat dihitung dengan cara:

Rth = (R1 . R2) / (R1 + R2)

Dimana R2 merupakan nilai hambatan LDR.

Dengan demikian Vth-pun dapat dihitung dengan cara:

Vth = {R2 / (R1 +R2)} . Vcc

Melalui skema yang sama juga akan ditemukan besar nilai Ib, yaitu:

Vth = Ib . Rth + Vbe

Ib = (Vth – Vbe) / Rth

Jika Ib telah diketahui, maka kitapun dapat mengetahui besar dari Ic, yaitu:

Ic = β . Ib
Analisa Hasil Percobaan

Perhitungan

Nilai hambatan yang telihat pada LDR pada multimeter adalah:


• Saat Gelap: 50000 ohm
• Saat Terang: 450 ohm

Dengan demikian maka kita dapat mencari Rc dan juga R1 untuk membuat sebuah
transistor yang berfungsi sebagai saklar dengan perhitungan matematis.

Kita asumsikan tegangan pada LED sebasar 2 Volt agar dapat menyala secara terang. Kemudian kita
juga mengansumsikan arus LED sebesar 15 mili ampere. Arus LED sama besarnya dengan arus pada
resistor C. Sedangkan tegangan CC (Vcc) yang tersedia dari adaptor sebesar 6,9 Volt (diukur dengan
Volt meter. Dengan demikian kita tinggal memasukkan pada rumus matematisnya untuk mencari
besar Rc dan juga R1.

𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 = 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 + 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 + 𝑉𝑉𝑉𝑉


6,9 = 0,2 + 2 + (𝐼𝐼𝐼𝐼 . 𝑅𝑅𝑅𝑅)
6,9 = 2,2 + (15 𝑅𝑅𝑅𝑅 10−3 )
6,9 − 2,2
= 𝑅𝑅𝑅𝑅
0,015
4,7
𝑅𝑅𝑅𝑅 =
0,015
𝑅𝑅𝑅𝑅 = 313,33 𝑜𝑜ℎ𝑚𝑚

Dikarenan Rc sebesar 313,33 ohm, maka saya memutuskan untuk membeli resitor dengan ukuran
300 ohm dengan toleransi sebesar 5%.

Setelah menentukan Rc, maka sekarang menentukan R1 dengan perhitungan matematis.

𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ = 𝐼𝐼𝐼𝐼 . 𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ + 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉


𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ − 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ
𝑅𝑅2
𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 + 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝐼𝐼𝐼𝐼 = 𝑅𝑅1 + 𝑅𝑅2
𝑅𝑅1 . 𝑅𝑅2
𝑅𝑅1 + 𝑅𝑅2
50000
6,9 + 0,7
0,0001 = 𝑅𝑅1 + 50000
𝑅𝑅1 . 50000
𝑅𝑅1 + 50000
Kemudian untuk mencari R1, saya menggunakan exel dengan memasukkan nilai R1 antara 30000
ohm hingga 50000 ohm.

R1 R2 Vbe Vcc Vth Rth Ib


30000 50000 0,72 6,9 4,3125 18750 0,000192
32000 50000 0,72 6,9 4,207317 19512,2 0,000179
34000 50000 0,72 6,9 4,107143 20238,1 0,000167
36000 50000 0,72 6,9 4,011628 20930,23 0,000157
38000 50000 0,72 6,9 3,920455 21590,91 0,000148
40000 50000 0,72 6,9 3,833333 22222,22 0,00014
42000 50000 0,72 6,9 3,75 22826,09 0,000133
44000 50000 0,72 6,9 3,670213 23404,26 0,000126
46000 50000 0,72 6,9 3,59375 23958,33 0,00012
48000 50000 0,72 6,9 3,520408 24489,8 0,000114
50000 50000 0,72 6,9 3,45 25000 0,000109

Disini didapat nilai yang mendekati adalah 50000 ohm akan tetapi ketika beli di toko elektronika
saya hanya menemukan nilai R1 sebesar 39000 ohm. Sehingga saya memakai Resitor tersebut.

Setelah didapat R1 sebesar 39000 ohm, maka dihitung titik kerja transistor saat:

• Saat Transistor On – Kondisi LDR gelap


Pada saat LDR gelap didapat nilai LDR sebesar 50000 ohm, hasil didapat dari pengukuran
multimeter dengan menutupi LDR dengan jari telunjuk.

a) Perhitungan Rth:
𝑅𝑅1 . 𝑅𝑅2
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ =
𝑅𝑅1 + 𝑅𝑅2
39000 . 50000
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ =
39000 + 50000
1950000000
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ =
89000
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ = 21910,11

Maka besar nilai Rth adalah 21910,11 ohm.

b) Perhitungan Vth:
𝑅𝑅2
𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ = 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝑅𝑅1 + 𝑅𝑅2
50000
𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ = . 6,9
89000
𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ = 3,8764044

Maka besar nilai Vth adalah 3,8764044 volt.


c) Perhitungan Ib:
𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ − 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ
3,8764044 − 0,7
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
21910,11
𝐼𝐼𝐼𝐼 = 0,000144

Maka besar nilai Ib adalah 0,000144 Ampere.

d) Perhitungan Ic:
𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 − 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 − 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
𝑅𝑅𝑅𝑅
6,9 − 0,2 − 2
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
300
4,7
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
300
𝐼𝐼𝐼𝐼 = 0,0156667

Maka besar nilai Ic adalah 0,0156667 Ampere.

• Saat Transisor OFF – Kondisi LDR terang


Pada saat LDR terang didapat nilai LDR sebesar 450 ohm, hasil didapat dari pengukuran
multimeter dengan pancaran sinar blitz HP Nokia E63.

a) Perhitungan Rth:
𝑅𝑅1 . 𝑅𝑅2
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ =
𝑅𝑅1 + 𝑅𝑅2
39000 . 450
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ =
39000 + 450
17550000
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ =
39450
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ = 444,866920

Maka besar nilai Rth adalah 444,866920 ohm.

b) Perhitungan Vth:
𝑅𝑅2
𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ = 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝑅𝑅1 + 𝑅𝑅2
450
𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ = . 6,9
39450
𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ = 0,0787072

Maka besar nilai Vth adalah 0,0787072 Volt.

c) Perhitungan Ib:
𝑉𝑉𝑡𝑡ℎ − 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ
0,0787072 − 0,7
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
444,866920
𝐼𝐼𝐼𝐼 = −0,00139658

Oleh karena Ib bernilai negatif berarti disini Vth tidak akan cukup kuat untuk
menyalakan transistor, sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada
kondisi terang tersebut transistor dalam keadaan off.
Maka berdasarkan dari perhitungan data diatas, dapat dibuat sebuah rangkaian yang
mampu membuktikan bahwa transistor berfungsi sebagai saklar.

Percobaan
Komponen yang di gunakan:
a) Transistor NPN C9014 dengan β (beta) sebesar 300
b) LDR
c) Resistor 300 ohm toleransi 5%
d) Resistor 39000 ohm toleransi 5%
e) Kabel tembaga tunggal
f) PCB transistor berlubang

Susunan rangkaian:

R1

Rc LDR

Transistor

LED

Keterangan gambar:

Transistor = C9014
R1 = 39000 ohm
Rc = 300 ohm
LED biasa warna hijau
Data hasil percobaan dengan rangkaian yang telah dibuat:

R1 R2 (ldr) Rc Vcc β Vbe Vce Vldr Vled Vc Vr1 Vth Rth Ib Ic (mA)
Kondisi: GELAP (LDR ditutup dengan jari telunjuk)
39000 50000 300 6,9 300 0,72 0,19 0,73 2,15 4,54 6,18 3,876404 21910,11 0,00014406 15,2
Kondisi: TERANG (LDR disinari dengan blitz HP Nokia E63)
39000 450 300 6,9 300 0,72 5,93 0,05 0 0 7,4 0,078717 444,8669 -0,00139656 3,233333

Pengukuran dilakukan untuk besaran: R1, R2, Rc, β, Vbe, Vce, Vldr, Vled, Vc dan Vr1. Sedangkan untuk Vth, Rth, Ib, dan juga Ic digunakan
perhitungan sesuai dengan rumus yang sudah ada.

Rumus yang digunakan dalam perhitungan:


a) Rumus Vth:
𝑅𝑅2
𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ = 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝑅𝑅1 + 𝑅𝑅2
b) Rumus Rth:
𝑅𝑅1 . 𝑅𝑅2
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ =
𝑅𝑅1 + 𝑅𝑅2
c) Rumus Ib:
𝑉𝑉𝑉𝑉ℎ − 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
𝑅𝑅𝑅𝑅ℎ
d) Rumus Ic:
𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 − 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 − 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉
𝐼𝐼𝐼𝐼 =
𝑅𝑅𝑅𝑅
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan dan juga percobaan yang telah dibuat. Maka dapatlah di tarik kesimpulan:

a) Transistor dapat berfungsi sebagai saklar, dan hal itu dapat dibuktikan
b) Untuk menjadi sebuah saklar, transistor harus dikondisikan dalam keadaan jenuh (on)
dengan Vce sebesar 0,2 Volt dan juga dapat dikondisikan dalam keadaan off dengan Vce
mendekati Vcc
c) Untuk dapat membuat transistor yang berfungsi sebagai saklar, dapat disusun menjadi
rangkaian dengan komponen:
1) Transistor NPN C9014
2) R1 = 39000 ohm
3) Rc = 300 ohm
4) LDR
5) LED
d) Rangkaian seperti ini dapat digunakan sebagai lampu emergency, lampu tidur, lampu taman,
dan berbagai lampu yang diharapkan menyala secara otomatis ketika keadaan sekitar gelap.