Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dunia Hewan dibedakan menjadi dua yaitu Kelompok hewan tidak
bertulang belakang (invertebrata) dan Kelompok hewan bertulang belakang
(vertebrata).
Kelompok hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) merupakan
kelompok hewan yang paling banyak di muka bumi, hampir 2 juta jenis yang
telah dikenali saat ini. Hidup pada lingkungan yang beragam, dari lingkungan
hutan, gua, sampai lumpur dasar laut.
Ada sekitar 50.000 jenis hewan bertulang belakang (vertebrata) yang
diketahui sampai saat ini. Mereka hidup pada semua lingkungan biologi baik
di daratan, air laut, air tawar, maupun udara. Walaupun bentuk dan ukuran
tubuhnya beragam tetapi mempunyai struktur dasar tubuh yang sama. Hewan
bertulang belakang umumnya terdiri dari kepala dan tubuh. Tubuh terdiri dari
rongga dada dan abdomen. Hewan bertulang belakang yang hidup di darat
biasanya mempunyai leher.
Dari pengelompokan hewan tersebut nantinya terdapat klasifikasi
klasifikasi tersebdiri dengan rincian antomi masing masing hewan.
B. Rumusan Masalah
1. Anatomi Hewan bertulang belakang ( Vertebrata )
2. Anatomi Hewan tidak bertulang belakang ( Invertebrata )
C. Tujuan Penulisan
Penulisan arya Tulis bertujuan untuk :
1.
2.
D. Manfaat Penulisan
1.
2.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka
Anatomi (berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari
ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong) Anatomi sendiri berarti
cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari
makhluk hidup.
Anatomi hewan berarti penjelasan tentang struktur dan organisasi dari
hewan. Anatomi hewan disebut juga Zootomi sedangkan anatomi tumbuhan
disebut Fitotomi.
Sedangkan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Anatomi dapat
diartikan sebagai ilmu yg melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian
tubuh manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan; atau uraian yg mendalam
tentang sesuatu: --revolusi; atau secara deskriftif diartikan sebagai ilmu
mengenai struktur organ tubuh normal; -- perbandingan ilmu yg
membandingkan struktur pd berbagai spesies yg berbeda.

B. Pemecahan Masalah

Hewan tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi 7 bagian


yaitu :
1. hewan bersel satu
2. hewan berpori
3. hewan berongga
4. cacing
5. hewan lunak
6. hewan berkulit duri dan
7. hewan berkaki beruas-ruas.

2
1. Kelompok hewan bersel satu (Protozoa)

Berukuran sangat kecil sehingga tidak


tampak dilihat dengan mata biasa. Hewan
bersel satu umumnya hidup di tempat basah,
misalnya di laut atau air tawar bahkan di dalam
darah. Makanannya berupa tumbuhan dan
organisme bersel satu lainnya. Hewan bersel satu berkembang biak
dengan cara membelah diri. Contoh hewan bersel satu diantaranya
paramecium, mempunyai ukuran sekitar 0,3 mm.

2. Kelompok hewan berpori (Porifera)

seluruh tubuhnya berlubang-lubang


halus, rangkanya tersusun dari zat kapur,
kersik, atau zat tanduk. Hidup di laut yang
dangkal dan berair jernih, karena hidup
menempel maka tidak bisa bergerak bebas.
Contoh hewan berpori adalah spon karang (bunga karang). Spon
karang tidak mempunyai syarat atau organ sensor. Makanan dan air
didapatkannya melalui lubang pori-pori dan diproses oleh sel khusus
yang disebut “sel pengembara”. Sel pengembara ini yang
mendistribusikan makanan ke seluruh tubuh spon karang.

3. Kelompok hewan berongga (Coelenterata)


Kelompok ini mempunyai bentuk tubuh seperti tabung. Bentuk
tubuhnya bisa beragam tetapi mempunyai rongga dengan mulut yang
dikelilingi oleh alat peraba yang disebut tentakel. Dalam keadaan
berenang, mulutnya menghadap ke dasar laut. Tubuh hewan berongga
terdiri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan dalam (endoderm) dan
sistem otot yang membujur dan menyilang. Contoh hewan berongga
antara lain ubur-ubur, hidra, dan anemon laut.

3
4. Kelompok cacing (Vermes) bertubuh lunak
Cacing tidak mempunyai kaki dan rangka.
Hidup di tanah dan di air tawar maupun air laut.
Ada pula yang hidup sebagai parasit pada
manusia dan hewan.
Tubuh cacing dibedakan dibedakan
menjadi tiga, yaitu: cacing beruas-ruas, contohnya cacing tanah, lintah,
dan pacet.
- cacing pipih, contohnya cacing pita, cacing hati, dan planaria.
- cacing gilik, contohnya cacing perut, cacing tambang, dan cacing
kremi.
5. Kelompok hewan lunak (Mollusca)

Kelompok Hewan Lunak Mempunyai


tubuh yang lunak, tidak mempunyai tulang
ataupun rangka dan dilindungi oleh cangkang
keras yang terbuat dari zat kapur. Tubuh hewan
lunak mempunyai kelenjar yang menghasilkan
lendir. Ada sekitar 100.000 jenis dalam kelompok hewan lunak, dibagi
menjadi tiga kelompok, yaitu kupang, sotong, dan keong.

6. Kelompok hewan berkulit duri ( Echinodermata) s

Seluruh tubuhnya tertutup oleh duri, tidak


berkepala, dan mempunyai rangka yang tersusun
dari zat kapur di luar tubuhnya (eksoskeleton).
Hewan berkulit duri mempunyai mulut yang
dikelilingi oleh kaki berbentuk tabung yang
mempunyai alat pengisap di bagian ujungnya. Mempunyai pencernaan
yang baik, tetapi sistem saraf dan sistem peredaran darahnya masih
sederhana. Contoh hewan berkulit duri adalah bintang laut, bulu babi,
teripang, dan landak laut.

4
7. Kelompok hewan berkaki beruas-ruas (Arthropoda)
Memiliki tubuh yang dilapisi oleh kulit luar yang tersusun dari
zat kitin, protein dan zat kapur, membentuk rangka luar. Beberapa
jenis tertentu seperti lalat dan ngengat hanya mempunyai kulit luar
yang lunak, sedangkan yang lain seperti ketam dan udang laut
mempunyai kulit luar yang keras.
Tubuh hewan Arthropoda terdiri dari beberapa bagian dan
masing-masing bagian mempunyai kaki sendiri-sendiri. Kakinya
beruas-ruas dan digunakan untuk berenang atau berjalan. Pada
beberapa jenis tertentu juga berfungsi untuk penghisap bahan makanan
bahkan untuk pertahanan. Hewan arthropoda dibedakan menjadi empat
kelompok, yaitu lipan, labah-labah, udang-udangan, dan serangga.
Kelompok lipan hanya mempunyai
kepala dan tubuh yang beruas-ruas dan dilapisi
oleh kulit luar yang tersusun oleh zat kitin.
Pada kepalanya terdapat sepasang antena yang
berfungsi sebagai alat peraba dan mata
sederhana untuk melihat. Pada tiap-tiap bagian tubuh lipan terdapat
dua pasang kaki. Tubuh lipan bisa mempunyai 9 sampai 100 bagian
tergantung pada jenisnya, dengan demikian kaki lipan sangat banyak
akibatnya lipan berjalan pelan dengan gerakan kaki seperti gelombang
pada sepanjang badannya.
Kelompok labah-labah mempunyai dua
bagian utama tubuh, abdomen dan
cephalothorax, yaitu kepala dan rongga dada
bekerja sama. Labah-labah mempunyai empat
pasang kaki tetapi tidak mempunyai antena
peraba. Anggota kelompok labah-labah yang terkenal adalah
kalajengking. Panjang kalajengking sekitar 2,5 – 8 cm.Tubuhnya kecil,
mempunyai delapan kaki, dua sumpit besar, dan satu ekor beruas-ruas.
Pada ekornya terdapat alat penyengat berbisa yang disediakan oleh

5
sepasang kelenjar racun. Ekornya biasanya dibengkokkan menaik dan
maju di atas pungungnya.
Kelompok udang-udangan mempunyai
tubuh yang tersusun dari tiga bagian, yaitu
kepala, rongga dada, dan abdomen. Pada
beberapa jenis, kepala dan rongga dada jadi
satu membentuk cephalothorax. Kulit
luarnya keras tersusun dari zat chitin dan zat
kapur. Kelompok udang-udangan mempunyai lima pasang antena, dua
pasang di atas kepala, dua pasang di rahang bawah, dua pasang di
rahang atas dan satu di badan yang berfungsi bila bernapas, berenang,
berjalan dan lain-lain. Contoh kelompok udang-udangan adalah udang,
kepiting, dan kutu air.
Kelompok serangga mempunyai tubuh
yang tersusun dari tiga bagian, yaitu kepala,
rongga dada, dan abdomen. Hampir semua
serangga mempunyai sayap, sehingga
menjadikan serangga satu-satunya hewan tidak
bertulang belakang yang bisa terbang. Bentuk
tubuhnya beragam, ada yang panjang, pipih, dan bulat. Ukurannyapun
beragam mulai dari 0,2 mm – 35 cm. Pada bagian depan kepalanya,
serangga mempunyai dua antena yang berfungsi sebagai alat peraba.
Serangga mempunyai mata campuran yang terdiri dari ribuan “mata
tunggal”. Pada beberapa jenis serangga seperti lebah, kupu-kupu, dan
lalat, alat perabanya terletak di kaki. Contoh serangga adalah lebah,
kupu-kupu, lalat, capung, dan nyamuk.

6
Hewan bertulang belakang umumnya terdiri dari kepala dan tubuh. Tubuh
terdiri dari rongga dada dan abdomen. Hewan bertulang belakang yang hidup di
darat biasanya mempunyai leher.
1. Kelompok ikan
Adalah binatang bertulang belakang yang hidup
di air, bernapas dengan insang. Ikan mempunyai
sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang
ramping untuk memudahkan bergerak di dalam air
Secara umum ikan dibedakan berdasarkan penyusun
rangka tubuhnya menjadi dua, yaitu ikan berkerangka tulang rawan dan
ikan berkerangka tulang sejati.
Kelompok ikan berkerangka tulang rawan kerangkanya tersusun dari
tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000 jenis meliputi hiu, ikan
pari, ikan cucut.
Kelompok ikan berkerangka tulang sejati
mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta
ruas-ruas tulang belakang. Ikan bergerak dengan
bantuan sirip yang diperkuat oleh tulang rusuk. Sirip
ikan dibedakan atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang,
dan sirip ekor.
2. Kelompok hewan amfibi
Amfibi adalah binatang bertulang belakang
berkulit lembab tanpa bulu yang hidup di dua alam.
Kebanyakan hewan amfibi pada waktu berupa berudu
hidup di air dan bernapas dengan insang. Selanjutnya
setelah dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru dan kulit.
Hewan amfibi termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan
yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.
3. Kelompok hewan melata (reptil)
Kelompok ini merupakan binatang bertulang belakang berkulit
berkulit kering, bersisik, dan bernapas dengan paru-paru. Hewan melata

7
termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya
hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk
mengatur suhu tubuhnya.
Kura-kura dan penyu mempunyai tubuh yang lebar dan dibungkus
oleh kulit cangkang yang tersusun dari zat tanduk yang keras dan kasar.
Kulit bagian atas berbentuk cembung dan bundar disebut karapaks dan
kulit bagian bawah datar disebut plastron yang berfungsi menyokong dan
melindungi tubuh kura-kura.
Kadal mempunyai tubuh panjang dan langsing yang
meruncing ke belakang dan berakhir berupa ekor. Leher
kadal panjang, pada badannya terdapat empat kaki dengan
lima jari pada masing-masing kaki. Kadal adalah hewan
yang sangat tangkas, dapat lari dan merayap dengan cepat. Ekor kadal
yang panjang bisa membantu pergerakannya. Beberapa jenis memutuskan
ekornya bila dalam keadaan bahaya. Ekornya yang diputus akan bergerak-
gerak dan menarik perhatian musuh sehingga kadal dapat lari dan selamat
dari bahaya.
Ular mempunyai tubuh yang panjang tanpa
kaki, seluruh tubuhnya ditutupi sisik yang tumpang
tindih, berfungsi untuk meluncur di atas tanah. Ular
mempunyai lidah bercabang dua yang sering
dijulurkan ke luar mulutnya, lidah ini berfungsi
sebagai alat pembau yang membantu organ perasa yang terletak di dalam
mulutnya. Mata ular selalu terbuka karena tidak mempunyai kelopak tetapi
ditutupi oleh suatu lapisan bening.
Buaya mempunyai tubuh yang panjang,
berkulit tebal, berkaki pendek, dan ekor panjang yang
kuat, biasanya lebih panjang dibanding badannya.
Buaya mempunyai moncong yang panjang dilengkapi
gigi yang kuat dan tajam untuk menangkap mangsa.
Gigi buaya berjumlah 30 – 40 buah pada setiap rahang dan akan tampak

8
tersambung ketika mulutnya tertutup. Dan gigi keempat pada kedua
rahangnya tampak menonjol ketika mulutnya tertutup.
Tuatara adalah satu-satunya sisa keturunan hewan melata purba
yang hidup lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Pertumbuhan dan
perkembangan tuatara sangat lambat. Panjang tubuhnya berkisar 46 – 24
cm. Pertumbuhannya berlangsung sampai umur 25 – 35 tahun, sedangkan
usianya bisa mencapai 100 tahun. Tuatara hanya bisa ditemukan di
beberapa kepulauan di panatai Selandia Baru. Pada malam hari tuatara
mencari serangga, burung-burung, atau kadal, sedangkan pada siang hari
tidur.
4. Burung
Burung hewan berbulu yang mempunyai sayap
sehingga bisa terbang. Kecepatan burung terbang bisa
mencapai 160 km/jam. Namun tidak semua jenis burung
bisa terbang, misalnya penguin dan burung unta. Penguin
berenang dan burung unta berjalan dengan kakinya, sedangkan sayapnya
digunakan untuk menjaga keseimbangan.
5. Hewan menyusui (mamalia)
Mempunyai tubuh yang tertutup oleh rambut dan memiliki alat
gerak yang berupa dua pasang tungkai, sepasang tungkai belakang dan
sepasang tangan, atau sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip, atau
alat gerak yang menyerupai sayap. Hewan menyusui berkembang biak
dengan melahirkan anak, tetapi ada juga yang bertelur. Hewan betina
memiliki kelenjar susu yang berfungsi untuk memberi makanan kepada
anaknya pada awal pertumbuhan.
Hewan menyusui (mamalia) mempunyai sistem peredaran darah
yang efisien dan tertutup, mempunyai satu jantung dengan dua bilik
jantung. Hewan menyusui bernapas dengan paru-paru dan mempunyai
sistem saraf. Tengkoraknya terpisah dari tulang belakang dan dihubungkan
oleh tulang leher. Hewan menyusui (mamalia) merupakan bagian dari
hewan bertulang belakang. Berdasarkan ciri-ciri dasarnya hewan menyusui

9
dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: mamalia monotrema, mamalia
marsupialia, dan mamalia plasenta.
Mamalia monotrema adalah hewan menyusui
yang mengerami telurnya. Merupakan kelompok
hewan menyusui yang jumlahnya paling sedikit, hanya
dua jenis yang masih hidup saat ini, yaitu platipus dan
echidna. Cara berkembang biak platipus dengan bertelur. Telurnya dibuahi
di dalam saluran telur, ketika telurnya terus berkembang, maka kelenjar
akan mengeluarkan cairan untuk menambah putih telur dan cangkang.
Mamalia marsupialia adalah hewan menyusui
yang berkantong. Kelompok hewan ini melahirkan
anaknya yang masih lemah, kemudian dibesarkan di
dalam kantongnya. Terdapat sekitar 266 anggota
kelompok ini diantaranya kanguru, koala, dan oposum.
Mamalia plasenta adalah hewan menyusui yang mengandung dan
melahirkan anaknya. Mempunyai bentuk dan ukuran tubuh beragam. Ciri
kelompok hewan ini adalah memiliki rambut di seluruh tubuhnya . Selain
itu betinanya memiliki kelenjar susu. Kelompok hewan menyusui banyak
ragamnya, diantaranya:
Kelinci mempunyai telinga yang panjang dengan
ekor yang pendek. Tubuhnya ditutupi oleh bulu yang
tebal. Kaki belakangnya lebih panjang dan lebih kuat
dibandingkan dengan kaki depan. Kelinci tidak berjalan tetapi meloncat.
Simpanse bisa mencapai tinggi 1,75 m dan mempunyai tubuh
pendek gemuk dan kuat. Lengannya lebih panjang
dibandingkan dengan kakinya dan mempunyai ibu jari.
Warna bulunya coklat ke hitam-hitaman, wajahnya lebih
terang dengan bibir yang tebal. Simpanse menghabiskan
waktunya dengan berjalan atau merangkak. Walau demikian simpanse
juga pemanjat yang baik untuk mencari buah-buahan dan daun-daunan
sebagai makanannya.

10
Lumba-lumba termasuk dari sub ordo ikan
paus, terdiri dari 32 jenis. Merupakan hewan
menyusui yang hidup di air dan bernapas dengan
paru-paru. Lumba-lumba bisa berenang dengan
sangat cepat untuk mencari makanannya berupa ikan kecil yang ada di
permukaan air.

11
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Dari Uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa :
a. Klasifikasi hewan dapat dikelompokan menjadi dua bagian yaitu ……..
A. Saran
1.
2.
3.
4.

12
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2001) Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.


Soeharto. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya : Indah.
http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php
http://id.wikipedia.org/wiki/
http://sarwoedi.wordpress.com/sebar-ide/anatomi-tubuh-hewan/

13
“ ANATOMI HEWAN “

MAKALAH

Disusun Oleh :
Novi Sri Mulyanti
NPM. 092154104

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PRODI BIOLOGI
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2010

14
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah


SWT atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis ini
dengan judul Anami Hewan.
Shalawat serta salam tercurahkan kepada paduka alam Habibana
Wanabiyana Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat serta umatnya dan
senantiasa setia hingga akhir zaman.
Makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat mengikuti Pembelajaran
Mata Kuliah Komputer Di Prodi Biologi Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan
Universitas Siliwangi Tasikmalaya Tahun Akademik 2009/2010.
Pada kesempatan ini penulis penulis ingin menyampaikan terima kasih
yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang sudah berusaha keras
memberikan bimbingan dan bantuan baik moril maupun materil serta do’a dalam
penyusunan Karya Tulis ini.
Penulis menyadari Karya Tulis ini sangat jauh dari kesempurnaan baik
isi maupun bentuk penulisannya, karena keterbatasan pengetahuan yang penulis
miliki. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik demi
kesempurnaan skripsi ini. dengan segala kerendahan hati skripsi ini dapat
bermanfaat bagi yang memerlukannya.

Tasikmalaya, 21 Juni 2010


Penulis

i
15
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………… i


DAFTAR ISI …………………………………………………………………... ii
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………. 1
A Latar Belakang Masalah ……………………………………… 1
B Rumusan Masalah …… ……………………………………… 1
C Tujuan Penulisan ……………………………………………... 1
D Manfaat Penulisan Makalah ………………………………….. 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORITIS ………………………….. 2
A Tinjauan Pustaka ……………….. …………………………... 2
B Pemecahan Masalah …………… ……………………………. 2
BAB IV SIMPULAN ……..…………. ……………………………………… 12
A Simpulan ……… ……………….. …………………………... 12
B Saran ………………………………………………………….. 12
DAFTAR PUSTAKA

ii

16