Anda di halaman 1dari 3

SIFAT KHUSUS PRODUK PERTANIAN DAN CARA

MENANGGULANGINYA

Produksi bersifat musiman.


Karena bersifat musiman, maka hasil produksi akan diperoleh pada waktu-
waktu tertentu, sesuai dengan umur tanaman yang bersangkutan. Kita tidak bisa
memaksakan tanaman padi berbuah pada umur satu bulan, karena kebetulan pada
saat itu persediaan beras telah habis atau harga beras terlalu tinggi karena terlalu
banyak permintaan. Sifat produksi yang demikian inilah sering menimbulkan
kesulitan dalam proses pengimbangan. Begitu pula di saat-saat panen sering
dijumpai beberapa kesulitan dalam hal penyimpanan dan pengangkutan. Pada saat
ini biaya-biaya penyimpanan dan pengangkutan biasanya meningkat. Pedagang-
pedagang pengumpul harus menyediakan modal yang cukup besar untuk membeli
hasil-hasil pertanian itu, untuk menyewa gudang dan ongkos transpor.
Salah satu cara untuk mengatasi sifat pertanian yang musiman ini adalah
Teknologi rumah kaca. Hal ini merupakan salah satu teknologi untuk menghilangkan ketergantungan
musim dalam meproduksinya. Sedangkan dari sisi pasca panennya, teknologi penyimpanan dengan
CA (controlled atmosfir) misalnya dapat dijadikan alternatif untuk memperpanjang masa simpan
produk segar hasil pertanian, sehingga pasokan pasar bisa dilakukan sepanjang tahun, tanpa
tergantung pada musim panen.

Mudah rusak / perishable.


Produk pertanian dikenal tidak tahan lama dan mudah rusak, dikarenakan
beberapa faktor antara lain; proses pengolahan pasca panennya masih rendah,
kandungan air dari produk pertanian relatif banyak sehingga memudahkan
perkembangbiakan bakteri pembusuk. Faktor lain yaitu biologis dan fisiologis produk
pertanian tersebut.
Salah satu cara penanggulangan sifat yang mudah rusak ini dapat dilihat pada
petani sayuran seperti sayur kol, sawi, kentang, dll. Mereka memanen sayur mereka
pada sore hari dan keesokan harinya, tepatnya pada waktu subuh, mereka
membawa sayuran mereka tersebut di pasar. Atau apabila jarak tempat
pemasaran mereka sangat jauh (di luar kota), mereka akan melakukan
pengangkutan pada malam hari, setelah pemanen di sore harinya. Hal ini mereka
lakukan agar sayuran mereka tetap sejuk, tidak terkena terik matahari. Selain itu,
misalnya bagi tanaman serealia, seperti padi, kedelai, jagung dan sebagainya yang
bisa dilakukan adalah menurunkan kadar air panen produk pertanian. Caranya
dengan melakukan penjemuran hingga dicapai kadar air tertentu, lalu dikemas dan
dapat disimpan agar tahan lama sehingga resiko kerusakan produk dapat
diminimalisir.

Nilai tukarnya rendah


Harga produk pertanian relatif murah. Hal ini dikarenakan produsen hanya
sebagai price taker sehingga fluktuasi hargapun relatif tajam. Salah satu cara untuk
menanggulanginya adalah resi gudang. Resi gudang tujuannya untuk memperkecil
fluktuasi harga, dimana petani tidak perlu menjual barangnya segera setelah panen
yang biasanya harganya sangat rendah (penjualan terpaksa). Dengan menahan
barangnya beberapa waktu diharapkan harga menjadi lebih baik.. Sistim resi
gudang ini dapat memperkuat daya tawar-menawar petani serta menciptakan
efisiensi di dunia agribisnis, dimana petani bisa menunda penjualan komoditi setelah
panen, sambil menunggu harga membaik kembali, dengan menyimpan hasil panen
mereka di gudang-gudang tertentu yang memenuhi persyaratan. Dan apabila si
petani ingin melanjutkan kegiatan bercocok tanamnya, maka kebutuhan modal
petani bisa dicukupi dengan adanya mekanisme pembiayaan dari sistem resi
gudang ini, sehingga saat harga komoditi di pasaran sudah mulai membaik, petani
bisa menjual hasil panen itu.

Berat atau besar (volumnious) serta berat (bulky).


Kebanyakan hasil-hasil pertanian timbangannya adalah berat dan memerlukan
banyak tempat. Hal ini berarti nilai per satuan berat dan per satuan volume adalah
lebih kecil dibandingkan nilai barang-barang industri. Sifat produk pertanian yang
demikian inilah yang membutuhkan sistem pengangkutan yang lancar, baik sarana
maupun prasarananya.
TUGAS INDIVIDU
STUDI KELAYAKAN BISNIS

SIFAT KHUSUS PRODUK PERTANIAN

OLEH:

AUDIYAH ISLAMIATI (G211 09 004)

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2011

Anda mungkin juga menyukai