Anda di halaman 1dari 2

Kita Berharga di Mata Allah

Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara.
Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan
isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan
mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai
dia. (Ul 32:10-12)

Perikop di Ulangan 32 ini dimulai dengan perihal Musa memberikan satu peringatan yang keras kepada bangsa
Israel, yang dikatakan sebagai bangsa yang bebal dan tidak berbijaksana karena demikianlah cara mereka
memperlakukan Tuhan. Sungguh menarik ketika Musa menyampaikan pengajarannya, dia memulai dengan
memberikan penghormatan yang besar kepada Tuhan yang merupakan pengakuan akan kebesaran dan kebenaran
Tuhan. Karakter Tuhan digambarkan Musa sebagai Tuhan yang menjadi Gunung Batu yang kokoh, pekerjaan-Nya
sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.
Lalu, pertanyaan di Ulangan 32:6 benar-benar menyentak, dikatakan oleh Patrick, seperti sebuah doa yang mana
kata-katanya dikirim dari surga kepada mereka yang kiranya masuk ke hati mereka dan melunakkan mereka, seperti
hujan yang membasahi bumi, dan membuat mereka berbuah di dalam ketaatan. “Demikianlah engkau mengadakan
pembalasan terhadap TUHAN, hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana?” Musa mengingatkan bangsa Israel,
demikiankah cara mereka membalas Tuhan yang menjadi Bapa mereka, yang mencipta, menjadikan, dan
menegakkan mereka.
Bukti-buktinya pun sudah dipampang di depan mereka, dengan sebuah pernyataan: Ingatlah kepada zaman dahulu
kala, tanyakan pada ayahmu/tua-tuamu, maka mereka memberitahukannya padamu. Desain tanah Kanaan sebagai
milik pusaka bangsa Israel merupakan tipe dan figur dari warisan kita di surga, yang sudah dipersiapkanNya sejak
kekekalan. Terlebih lagi, untuk menggambarkan kebesaran kebaikan Tuhan, dikatakan bahwa bagian Tuhan adalah
umatNya. Seluruh dunia adalah milikNya. Dia yang berdaulat penuh atas surga dan bumi namun gerejaNya adalah
milikNya dalam cara yang khusus.
Israel adalah umat pilihan yang mana Tuhan mengikat kovenan atas mereka. Dari Ul 32:10, kita akan mengerti
bagaimana Tuhan berusaha keras dalam melindungi milikNya. Ini seharusnya yang menjadi dasar sukacita kita
sebagai anak Tuhan. Ada beberapa hal yang dikerjakan oleh Tuhan:
1. Tuhan mendapati umatNya
Tidak sulit menjelaskan bahwa kata “mendapati” memiliki kaitan dengan kata “mencari”. Di sini kita memiliki
demonstrasi menakjubkan tentang Allah yang mencari. Dosa telah merusak hubungan antara ciptaan dan Pencipta
dan hanya mengakibatkan keterasingan dan keterpisahan hubungan. Manusia yang berdosa dikatakan telah melawan
Allah, dan sebagai konsekuensinya, tidak seorang pun mencari Allah; dan Allah, dalam anugerahNyadan
perendahan diri yang luar biasa justru yang menjadi Pencari manusia.
Di mana Tuhan mendapati umatNya? Di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman
padang belantara. Kondisi Israel sangat tidak berpengharapan. Mesir adalah padang gurun mereka, tempat mereka
jadi budak turun temurun, tempat mereka merasa tertekan dan kehilangan sukacita. Natur mereka juga sangat tidak
menjanjikan. Mereka tidak menghiraukan perkara Ilahi, suka bersungut-sungut, bertengkar, masih terikat pada
berhala Mesir yang mereka temukan di tanah yang tandus.
Sehingga, bila kita mengaitkan hal tersebut dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari objek yang dicari, manusia
yang berada dalam keterpurukan dosa, kerusakan karakter, dan ketidaklayakan untuk dicari; kata mencari juga
berbicara tentang kasih Sang Pencari. Allah menetapkan hatiNya kepada manusia yang telah Dia jadikan sebagai
penerima kemurahan hatiNya. Seperti yang dikatakan dalam Roma 10:20, "Aku telah berkenan ditemukan mereka
yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."
2. Tuhan memimpin dan mengajar umatNya (dikelilingiNya dia dan diawasiNya)
Tindakan mendapati bukanlah akhir, melainkan awal dalam relasi Tuhan dengan milikNya. Setelah menemukan
milikNya, Dia tidak pernah meninggalkannya lagi. Dia mengajari anakNya yang berjalan tersesat dan dipimpinNya
menuju jalan kebenaran demi namaNya.
Tentu saja, Tuhan tidak langsung membawa Israel ke Kanaan, tapi membuat mereka melalui jalan yang panjang dan
di sanalah Dia mengajar mereka. Tuhan mengambil waktu untuk mengajar dan memberi mereka perintah agar
mereka dapat belajar untuk menerima dan taat. Hal ini tentu tidak bisa dilakukan dengan segera, butuh waktu untuk
belajar. Tuhan juga menguji iman, kesabaran, dan kebergantungan mereka kepada Tuhan melalui kerasnya padang
belantara, Setiap tahap mempunyai hal di dalamnya untuk membangun mereka mengerti jalan Tuhan. Tuhan
memberi mereka hukum, perintah, dan juga Roh untuk memimpin mereka. Kita bisa membayangkan apa jadinya
kalau mereka sampai di Kanaan tanpa melewati disipin yang panjang melalui padang belantara.
3. Allah menjaga umatNya sebagai biji mataNya
Betapa berharga umat pilihan Tuhan sampai dijaga betul seperti biji mata Tuhan sendiri, terlindung dari udara
terbuka dan debu yang bisa mengiritasinya. Agama yang bergantung pada kondisi, kemungkinan, dan ketidakpastian
pasti bukanlah Kekristenan. Kekristenan berkaitan dengan kepastian yang bersumber pada tujuan dan kasih Allah
yang tidak berubah, Allah yang jika memulai suatu pekerjaan yang baik, selalu menyelesaikan pekerjaan tanganNya
itu.
Betapa menggembirakannya hal ini! Apakah Tuhan meninggalkan Abraham saat ia berbohong pada Abimelekh?
Tidak. Apakah Tuhan meningalkan Musa saat ia memukulkan tongkat pada batu dalam kemarahannya? Tidak. Apa
Tuhan meninggalkan Daud saat dia berbuat zinah? Tidak juga bahkan Dia memimpin Daud pada pertobatan,
membuatnya mengakui segala kejahatannya, dan mengutus hambaNya untuk berkata, “Tuhan telah menjauhkan
dosamu itu.”
Tak ada keadaan yang mampu menjauhkan orang percaya pada pemeliharaan Allah. Tak ada perubahan yang dapat
mempengaruhi kepastian Allah. Kekayaan dapat menjerat, kemiskinan dapat membuat orang tidak memiliki apa-
apa, Iblis dapat mencobai, tetapi tak satupun yang dapat menghancurkan satupun domba milik Kristus. Bahkan
semua ini untuk menampilkan terlebih mulia tangan Tuhan kita yang senantiasa melindungi.
Dia melakukannya kepada umatNya seperti yang dilakukan seekor rajawali pada anaknya. Rajawali itu mempunyai
perhatian yang dalam untuk anaknya dan dia menunjukkannya bukan hanya sebagai makhluk yang memberikan
proteksi dan terus menjagai mereka, melainkan dengan mendidik dan mengajar mereka untuk terbang. Dengan
tujuan ini, rajawali itu menggoyangbangkitkan isi sarang tempat anak-anaknya berada, melayang-layang di atas
anak-anaknya dan mengembangkan sayapnya untuk menunjukkan bagaimana mereka haus menggunakan sayapnya,
menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya sampai mereka dapat terbang sendiri. Dengan cara inilah,
sebagai contoh bagaimana orangtua mengajar anak-anaknya untuk hidup dan tidak dengan membiarkan anaknya
hidup dalam kemudahan. Tuhan melakukannya kepada Israel; saat mereka masih mencintai perbudakan mereka dan
tidak mau meninggalkannya, Tuhan, melalui Musa, mengingatkan mereka untuk terbebas dan tidak kembali ke
tanah perbudakan. Tuhan membawa Israel keluar dari Mesir, memimpin mereka ke padang gurun, dan dalam waktu
yang panjang memimpin mereka melaluinya.
Tuhan sendiri yang menuntun Israel, Dia tidak membutuhkan bantuan siapapun atau memiliki rekan kerja untuk
mencapai tujuannya, yang menjadi alasan yang baik mengapa mereka harus melayani Tuhan saja dan bukan allah
yang lain, yang tidak bisa dibandingkan denganNya. Tidak ada allah asing lain yang berperan dalam membawa
Israel menuju keselamatan,dan seharusnya tidak ada objek lain yang layak dipuja dan dimuliakan oleh Israel.

Kita dipelihara dalam kekuatan Allah karena iman; sementara kita menantikan keselamatan yang telah tersedia
untuk dinyatakan pada jaman akhir. Kemarahan pemimpin yang tidak mengenal Tuhan, baik dengan perapian yang
menyala-nyala, maupun dengan gua singa, mungkin saja dipakai untuk menguji iman orang-orang pilihan Allah, tapi
itu semua tidak dapat menghancurkan dan mencelakakan mereka. Saudara-saudara dalam Kristus, sungguh kita
memiliki alasan yang kuat untuk memuja dan mengagungkan Tuhan yang telah mendapati, memimpin, mengajar,
dan melindungi kita! (jw)

Daftar Pustaka
E-sword
Pink, AW. 2005. Penghiburan Bagi Orang Percaya. Surabaya: Momentum