Anda di halaman 1dari 2

Bahan-bahan yang digunakan adalah: air kelapa, nanas, gula pasir, asam asetat glasial.

Sedangkan peralatan yang digunakan cukup sederhana, antara lain wadah (baskom/ember),
toples, kain, kertas karton, pisau pemotong dan plastik untuk kemasan.

Pembuatan Bibit
Ada dua tahap yang harus dilalui dalam pembuatan nata de coco, yakni pembuatan bibit (starter)
dan pembuatan nata de coco itu sendiri. Bibit dibuat dari bubur nanas yang dicampur gula pasir.

• Mula-mula pilihlah nanas yang sudah tua, lalu dikupas kulitnya, bersihkan dan lumat
hingga menjadi bubur. Bubur nanas disaring, sehingga terpisah antara ampas dan airnya.
Ampas kemudian dicampur dengan air mendidih. Campuran ini disebut cairan B, yang
harus lebih encer dari air nanas hasil saringan (cairan A).
• Kedua cairan tadi dicampur menjadi satu, dan tambahkan gula pasir secukupnya sampai
terasa manis. Penambahan gula pasir ini dimaksudkan untuk menumbuhkan
mikroorganisme, yang sangat berguna dalam pembuatan nata de coco.
• Masukkan campuran tersebut ke dalam wadah, lalu ditutup dengan kain atau kertas
karton.
• Wadah tersebut disimpan dalam ruangan selama 2 minggu, dengan suhu penyimpanan
28℃. Setelah 2 minggu, akan terbentuk lapisan berupa jeli pada campuran tersebut.
Lapisan jeli inilah yang akan digunakan sebagai bibit dalam pembuatannata de coco

Pembuatan Nata.

• Untuk mengawali pembuatan nata de coco, ambillah air kelapa dari kelapa yang sudah
cukup masak. Tambahkan gula pasir sebanyak 7,5 % dari volume air kelapa. Tambahkan
pula asam asetat glasial, yang bisa dibeli di apotik atau toko bahan kimia.
• Masukkan bibit (lapisan jeli) dalam campuran air kelapa, gula pasir dan asam asetat
glasial, dengan jumlah 1-2 % dari volume campuran tiga bahan tadi. Aduk larutan ini
hingga benar-benar merata, kemudian masukkan ke dalam toples dan tutup dengankain.
• Sama dengan proses pertama, maka simpanlah larutan itu selama 2 minggu dalam
ruangan dengan suhu 28℃. Setelah 2 minggu, terbentuk lapisan tebal dipermukaan
larutan. Angkat lapisan ini, lalu cuci sampai bersih.
• Untuk menghilangkan rasa asamnya, lapisan ini direbus selama 30-60 menit. Dari hasil
rebusan ini dinamakan nata de coco, yang dapat dibentuk menjadi potongan kecil-kecil.
Nata de coco yang sudah jadi ini termasuk bahan makanan yang tahan lama, lebih baik
lagi jika disimpan dalam lemari es. Kita dapat mengkonsumsinya langsung, tetapi lebih
lezat jika dicampur dalam minuman ringan atau sirup.

Apabila mau dipasarkan bungkuslah nata de coco yang sudah dipotong kecil-kecil ini ke dalam
plastik kemasan. Selamat Mencoba !
ABON LELE

Ingin membuat lauk kering yang bisa tahan beberapa bulan, juga rendah kolesterol?
Mungkin abon lele ini bisa jadi ide yang menarik

Bahan :
Lele 10 kg
Gula Merah 3 kg
Gula Pasir 1 kg
Lengkuas 250 gram
Sereh 10 batang
Daun Salam 10 lembar
Ketumbar 50 gram
Bawang Putih 250 gram
Bawang Merah 250 gram
Jahe 100 gram
Asam Jawa 100 gram, direbus dengan 200 cc air, saring, ambil airnya.
Garam secukupnya
Minyak goreng 2 kg

Cara Membuat:
1.Siapkan lele segar yang sudah dimatikan.
2.Pisahkan kulit dan daging dengan bantuan pisau.
3.Potong bagian kepalanya
4.Bersihkan isi perutnya.
5.Lepaskan daging dari tulang, sisihkan
6.Kukus daging hingga matang, dinginkan.
7.Suwir-suwir dengan garpu hingga halus.
8.Siapkan bumbu-bumbu, haluskan ketumbar, bawang putih, bawang merah, jahe,
lengkuas,
9.Tumis bumbu halus dengan minyak goreng hingga harum, tambahkan sereh dan
daun salam. Tambahkan air asam jawa+garam+gula pasir+gula merah.
10.MAsukkan daging lele yang sudah dihaluskan.
11.MAsak dan aduk hingga bumbu meresap.
12.PAnaskan minyak goreng dalam wajan, goreng daging lele sedikit demi sedikit
hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan.
13.Masukkan dalam alat pengepres minyak.
14.Abon lele siap disajikan dan bisa disimpan dalam toples.