Anda di halaman 1dari 4

1.

Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

Dilihat dari struktur kata – katanya, kalimat diatas mempunyai dua pengertian
dari kata manajemen dan sumber daya manusia, meskipun sumber daya manusia
memiliki 3 kata tetapi dapat dijadikan suatu kesatuan. Untuk itu, agar dapat dipahami
akan diketengahkan dahulu pengertian manajemen dan pengertian sumber daya
manusia.

1.1 Pengertian Manajemen

Menurut George R. Terry, manajemen adalah pencapaian tujuan (organisasi)


yang sudah ditentukan sebelumnya dengan mempergunakan bantuan orang lain. Dari
pengertian manajemen tersebut dapat ditarik kesimpulan yang berhubungan dengan
sumber daya manusia yaitu “bantuan orang lain”. Oleh karena itu, untuk mencapai
organisasi terdapat sejumlah manusia (SDM) yang ikut berperan dan harus
diperankan.
“Manajemen sendiri merupakan proses pendayagunaan bahan baku
dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.” (Henry
Simamora, 2004 : 4)
Dari pengertian – pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa suatu proses dalam
organisasi untuk mencapai tujuan membutuhkan bantuan orang lain / sumber daya
manusia.

1.2 Pengertian Sumber Daya Manusia

Berikut ini ada tiga pengertian tentang sumber daya manusia, yaitu :
a. Sumber Daya Manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu
organisasi ( disebut juga personil, tenaga kerja, pekerja atau karyawan).
Pengertiannya adalah unsur manusia yang dilihat dari potensinya disebut
sumber daya, berbeda dengan sumber daya material. Manusia sebagai sumber
daya bersifat poensial/abstrak, tidak dapat diukur dari jumlahnya. Potensi
tersebut diantaranya adalah kemampuan untuk mencipta, mengkhayal,
kemampuan berpikir yang menghasilkan gagasan, kreativitas, inisiatif,
kemampuan memecahkan masalah, memprediksi, wawasan ke masa depan,
ketrampilan, dll. Oleh karena itu jumlah sumber daya manusia yang banyak
tidak akan berarti jika sumber daya manusianya bukan yang potensial dan
berkualitas.
b. Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak
organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
Pengertiannya adalah manusia merupakan sumber daya yang harus disediakan
pembiayaannya untuk imbalan atas pekerjaan dan jasa – jasanya kepada
organisasi / perusahaan agar organasasi dapat terus bereksistensi. SDM di
lingkungan perusahaan ditempatkan juga sebagai modal (non material / non
finansial), yang harus diperhitungkan dalam pembiayaan (cost), agar
tujuannya untuk meraih keuntungan dapat diwujudkan.
c. Sumber Daya Manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi
sebagai modal (non material / non finansial) di dalam organisasi bisnis, yang
dapat diwujudkan dalam potensi nyata secara fisik maupun non fisik dalam
mewujudkan eksistensi organisasi.
Pengertiannya adalah dapat dilihat dari dua pengertian diatas bahwa SDM
sangat penting untuk mwujudkannya satu tujuan dalam suatu manajemen
(organisasi). Dalam usaha memaksimalkan pencapaian tujuan tersebut, di
penghujung abad XX dan memasuki abad XXI dalam bekerja diperlukan
kecepatan dan ketepatan menghimpun, mengolah dan memanfaatkan informasi.
Hasilya harus diwujudkan berupa kecepatan dan ketepatan memberikan
respon.
1.3 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Berdasarkan dua pengertian tentang manajemen dan sumber daya manusia
dapat disimpulkan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia adalah proses
mendayagunakan manusia sebagai tenaga kerja secara manusiawi, agar potensi fisik
dan psikis yang dimilikinya berfungsi maksimal bagi pencapaian tujuan organisasi
(perusahaan).
Ada juga menurut beberapa buku diantaranya adalah :
Menurut Hj. Ike Kusdiyah Rachmawati, manajemen sumber daya manusia
adalah konsep luas tentang filosofi, kebijakan, prosedur, dan praktik yang digunakan
untuk mengelola individu atau manusia melalui organisasi.
Menurut Hani Handoko, manajemen sumber daya manusia merupakan suatu
proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan –
kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian,
pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan
individu, organisasi dan masyarakat.
Menurut Karen Legge, tema umum definisi manajemen sumber daya manusia
yang khas adalah kebijakan sumber daya manusia harus terintegrasi dalam
perencanaan bisnis stratejik dan digunakan untuk mendorong budaya organisasi yang
layak (mengubah yang tidak layak).
Menurut Heny Simamora, manajemen sumber daya manusia adalah
pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan
individu anggota organisasi atau kelompok karyawan.
Menurut Prof. Dr. Hj. Sedarmayanti, M.Pd., APU, manajemen sumber daya
manusia adalah kebijakan dan praktek menentukan aspek manusia atau sumber daya
manusia dalam posisi manajemen, termasuk merekrut, menyaring, melatih, memberi
penghargaan dan penilaian.
Menurut I Gusti Ngurah Gorda, manajemen sumber daya manusia adalah
manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan perilaku manusia dalam
organisasi.
Menurut Dr. Ir. Tb. Sjafri Mangkuprawira, manajemen sumber daya manusia
adalah penerapan pendekatan sumber daya manusia di mana secara bersama-sama
memiliki 2 tujuan yang ingi dicapai, yaitu tujuan untuk perusahaan dan tujuan untuk
karyawan.
Menurut Dr. Mutiara S. Panggabean, M.E, manajemen sumber daya manusia
adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan
dan pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan,
evaluasi pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi dan pemutusan
hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut A.F. Stoner, manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur
yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan
dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat
pada saat organisasi memerlukannya.