Anda di halaman 1dari 10

Tugas mata kuliah Kewirausahaan

Profil para pengusaha sukses

Oleh :

Rakhmad Hidayat ( 0906527124 )

Ilmu Administrasi Niaga

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Potilik

Universitas Indonesia

Depok, 2011
Daftar indikator pertanyaan :

1. Mengapa anda memilih berwirausaha?


2. Apa saja usaha anda sekarang?
3. Kenapa anda memilih usaha ini?
4. Bagaimana anda mengembangkan usaha anda sampai sebesar ini?
5. Bagaimana anda memposisikan produk anda bagi masyarakat?
6. Sudah seberapa besar usaha anda sekarang?
7. Kalau boleh tahu, berapa omzet perusahaan anda saat ini?
8. Berapa lama waktu yang anda butuhkan dari pertama kali memulai bisnis ini hingga
sampai seperti saat sekarang ini?
9. Kapan anda pertama kali memulai berwirausaha?
10. Apakah anda mempunyai latar belakang sebagai anak seorang wirausahawan?
11. Apakah anda mempunyai latar belakang pendidikan dalam bidang kewirausahaan?
12. Menurut anda, apakah memulai wirausaha itu membutuhkan modal?
13. Bagi diri anda, kewirausahaan itu apakah sulit dijalankan?
14. Siapakah orang yang paling menginspirasi anda dalam hidup dan juga berwirausaha?
15. Bagaimana perasaan anda ketika kemajuan bisnis anda sudah mulai terlihat?
16. Bagaimana respon keluarga anda ketika anda memulai usaha anda?
17. Ketika suatu usaha anda nanti mengalami keterpurukan, apakah yang anda lakukan?
18. Berapa modal pertama untuk memulai usaha anda?
19. Berapa kali anda gagal sebelum anda berhasil seperti sekarang?
20. Apakah anda sudah puas dengan apa yang anda dapatkan saat sekarang ini?
21. Apa impian anda setelah ini?
22. Menurut anda apa arti wirausaha itu?
23. Menurut anda apa yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi wirausahawan?
24. Bagaimana anda menciptakan hubungan yang baik dengan karyawan anda?
25. Apa saran anda untuk orang yang ingin memulai berwirausaha?
26. Menurut anda apa yang menjadi kekuatan anda sebagai seorang wirausahawan?
27. Dari pengalaman usaha yang anda alami, faktor apakah yang paling sulit dalam
mengembangkan usaha anda?
28. Bagaimana anda menyikapi persaingan bisnis yang semakin sengit sekarang ini?
29. Menurut anda, apakah semua bisnis itu tujuannya profit oriented?
30. Bagaimana cara anda menumbuhkan sikap inovasi dalam diri anda dan perusahaan anda?

Profil entrepreneur 1 : Wahyu Aditya

Wahyu Aditya adalah seorang lulusan Advance Diploma of Interactive Multimedia-KvB


Institute of Tech, Sydney, Australia. Dia adalah seorang animator handal yang telah mendapat
berbagai penghargaan tingkat nasional maupun tingkat internasional. Salah satu yang paling
berharga adalah penghargaan International Young Screen Entrepreneur of the year 2007 karna
dinilai mampu mengawinkan kreatifitas, idealisme dan bisnis pada usia yang sangat muda, 27
tahun. Pada saat itu Aditya sukses menjalankan bisnisnya di bidang sekolah film dan animasi,
HelloMotion Academy- School of Animation and Creativity dan juga memprakarsai festival film
animasi pertama di Indonesia, HelloFest.

Berawal dari hobi menggambar semasa kecil, Adit, begitu ia biasa dipanggil, melanjutkan
studinya di bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Selepas menyelesaikan studinya di
Sydney, Adit sempat bekerja malang melintang mulai dari broadcast designer, creative designer
di Trans TV, sutradara, produser dan freelancer. Sebagai best student dari almamaternya di KvB
Intsitude of Tech, sebenarnya bisa saja Adit melanjutkan bekerja di negri kangguru tersebut,
namun itu tidak dilakukannya, “saya tidak betah hidup di Australia,” katanya. Namun ternyata
tawaran untuk bekerja pada orang lain dengan tawaran gaji tinggi tidak membuat Adit tertarik.
Dengan berbekal kepercayaan pada kemampuan sendiri, Adit memutuskan untuk memulai
berwirausaha dengan tujuh orang temannya. Sayang, usaha pertamanya ini gagal, namun hal itu
tidak mematahkan semangatnya.

Adit lalu memulai langkah yang terbilang nekat. Berbekal pinjaman dari bank sebesar Rp
400 juta, ia membangun lembaga kursus animasi, HelloMotion Academy. “Biar orang Indonesia
bisa sekolah animasi di Indonesia, tidak perlu keluar negri lagi”, begitu alasannya. Langkah awal
yang dilakukan Adit adalah dengan keikutsertaannya pada ajanga pameran pendidikan di
Semanggi Expo, Jakarta Selatan. Pada saat itu, Adit menemukan 41 orang murid pertamanya.
Sejak awal berdirinya sekolah animasi ini, Adit sudah menyimpan cita-cita untuk dapat
memperluas bisnisnya sampai keluar negeri. Dari awal berdirinya, lembaga pendidikan yang
didirikan Adit ini melalui jalan yang terjal. Karena permintaan yang terbilang masih sepi, pada
tahun-tahun awal berdirinya, Adit menanggung kerugian sekitar 11% pada tahun pertama, lalu
pada tahun kedua sekitar 6%. Namun dengan ketekunannya dan keyakinannya menjalankan
bisnis ini, sekarang Adit bisa meraup keuntungan 18%-20% pertahun. Selain sekolah animasi,
Adit juga mempunyai semacam distro online yang setiap harinya bisa dikunjungi hingga 1000
orang.

Pada awal berdiri, Adit sempat kewalahan dalam melakukan promosi. Dengan pola
marketing buzz marketing yang dilakukannya, Adit jorjoran melakukan iklan di berbagai media.
Namun kini, setelah merasakan bahwa citra dari sekolahnya sudah baik dimata masyarakat, ia
mulai mengubah pola marketingnya, salah satunya dengan mengandalkan website. Persaingan di
dunia animasi Indonesia yang semakin ramai tidak membuat Adit takut, karna ia tak henti
melakukan inovasi.

Profil entrepreneur 2 : Jerry Aurum Wirianta

Jerri Aurum adalah pengusaha muda yang hidup dari hobinya, yaitu memotret. Baginya
tak ada hal yang lebih menyenangkan dari pada melakukan hobinya dan mendapat bayaran dari
orang lain atas hobinya tersebut. Pemilik Jerry Aurum Design and Photography ini merupakan
lulusan cumlaude dari jurusan Design Komunikasi Visual ITB, Bandung. Dengan hanya
bermodal predikat cumlaude itulah ia memberanikan diri memulai usaha fotografi ini. sekarang
Jerry merupakan fotografer papan atas di Indonesia dan juga telah dikenal sampai ke
mancanegara.

Sebelum memulai usahanya sendiri sebenarnya Jerry sempat bekerja pada perusahaan
orang lain dan sempat berpindah-pindah. Setelah lulus kuliah di Bandung, Jerry mencoba
peruntungannya di Jakarta dengan bekerja sebagai perancang grafis pada beberapa perusahaan
design dengan gaji hanya sekitar 1,5 juta rupiah perbulan. Berbekal keyakinan yang tinggi dan
ijazah cumlaudenya, Jerry kemudian memutuskan memulai membuka usahanya, Jerry Aurum
Design and Photography dari sebuah rumah kecil berukuran 2,5 X 2, 5 m di daerah pinggiran
Jakarta pada usia 24 tahun.

Berbeda dengan kebanyakan orang yang baru menggeluti dunia bisnis dan bermodal
terbatas yang biasanya bermain di pasar menengah kebawah, Jerry malah memilih segmen pasar
premium. Bagi kebanyakan orang ini memang merupakan hal yang gila, namun tidak bagi Jerry.
Pada awal berdirinya usaha Jerry ini, ia memproduksi kalender-kalender eksklusif. Setengahnya
dijual dan setengahnya lagi dibagikan secara gratis kepada teman-teman dan beberapa
perusahaan. Jerry memiliki keyakinan bahwa akan ada orang yang tertarik untuk menggunakan
jasanya dengan melihar hasil fotonya di kalender. Kekuatan keyakinan inilah yang menjadi
kekuatan Jerry, beberapa minggu setelah kalender eksklusif tersebut disebar, ia mendapat tawran
pemotretan kilang minyak di pedalaman Palembang oleh PT Connoco Philips dengan nilai fee
mencapai Rp 45 juta.

Dengan bermodal fee awal sebesar 45 juta dan keyakinan yang semakin kuat itu, Jerry
Aurum Design and Phography berkembang semakin besar hingga merambah pasar internasional.
Beberapa perusahaan multinasional di Indonesia dan perusahaan asing di luar negri sekarang
memakai jasanya. Sekarang selain sebagai fotografer, Jerry juga sering diundang untuk menjadi
juri atau menjadi pembicara di berbagai kegiatan, menulis buku dan mengadakan berbagai
pameran. Menjadi berhasil seperti saat sekarang ini tidak membuat Jerry sombong, justru dengan
kerendahan hatinya, ia melakukan berbagai kegiatan sosial diantaranya membiayai proyek-
proyek non profit, memberikan seminar gratis hingga mengonsep produk-produk usaha kecil
menengah yang tentu tidak cukup uang untuk membayarnya. “Selalu ada keuntungan yang kita
dapatkan dari membagi isi kepala kita kepada lingkungan”,begitu katanya. Menurut Jerry, untuk
mamp bertahan di bisnis ini senjatanya adalah kreatif, mencoba hal-hal baru. Selain itu ia juga
memberikan kiat untuk sukses, yaitu pandai membaca situasi dan dapat bereksplorasi dengan
berbagai eksperimen baru.

Profil entrepreneur 3 : Yoris Sebastian

“Banyak yang bertanya pada saya, ‘kamu event organizer ya?’. Saya selalu menjawab
bahwa saya adalah event consultant dengan focus pada business innovation concept,” begitu
Yoris menjelaskan apa pekerjaannya. Profesi Yoris memang terbilang unik dan baru di
Indonesia, seorang konsultan event yang kreatif, seorang konseptor, bukan event organizer.,
yang dijual Yoris adalah ide-ide kreatifnya. Melalui perusahaannya Oh My Goodness ( OMG )
creative consulting, Yoris memulai bisnis kreatifnya ini dengan usaha yang cukup keras kira-kira
5 tahun yang lalu. Pria yang lahir 29 tahun silam ini pernah mengenyam pendidikan tinggu di
Universitas Atmajaya Jurusan Ekonomi Akuntansi, namun kemudian memilih keluar karna
melihat peluang kerja yang menjanjikan. Yoris sebelumnya pernah bekerja menjadi General
Manager Hard Rock Café Jakarta, lalu kemudian menjadi General Manager Hard Rock Café
Indonesia.

Pemenang British Counsil’s International Young Creative Entrepreneur tahun 2006 ini
sudah melakukan banyak hal yang out of the box dalam karirnya. Sebut saja Djarum Black
Inovation Award, Class Music Heroes Award, kemudian yang paling menarik adalah Indonesian
Youth Creative Entrepreneur yang diadakan oleh British Counsil, yang pernah ia menangkan
tahun 2006. Yoris juga pernah dinobatkan sebagai Most Promising Entrepreneur dalam ajang
Asia Pasific Entrepreneur Award Winner pada tahun 2008. Apa yang dilakukan Yoris memang
sering mengundang decak kagum dari banyak orang. Hal inilah yang melatarbelakangi nama
perusahaan jasa konsultasi yang didirikannya, Oh My Goodness.

Walaupun mengaku kreatif, namun Yoris selalu berusaha menyesuaikan kreatifitasnya


dengan karakter kliennya. “Jika klien saya biasa memakai baju biru, maka saya tidak akan
menyuruhnya untuk memakai baju oranye. Saya mempetahankan baju biru itu, dengan
menambahkan berbagai tambahan aksesoris,” begitu katanya menjelaskan konsep kreatifnya.
Ada satu hal yang diyakini Yoris sebagai modal untuk memajukan Indonesia, yaitu anak muda.
Jika anak muda diberikan kesempatan lebih banyak, Yoris yakin Indonesia akan mampu
berbicara lebih banyak. “Saya bisa berkembang seperti saat sekarang ini karna ketika muda saya
memperoleh banyak penghargaan, nah sekarang saya give it back lagi ke angkatan berikutnya
yang lebih muda, dangan membuat banayak awards,” ujarnya.

Yoris punya saran bagi orang-orang yang ingin berfikir kreatif, yaitu melawan rutinitas.
Menurut Yoris, rutinitas hanya akan membuat kita terjebak dan tidak dapat berfikir kreatif.
Dengan melakukan hal-hal diluar rutinitas kita akan dihadapkan dengan hal-hal baru yang
mendorong kita berfikir kreatif. Selain itu dai juga menyarankan untuk tidak takut
mengemukakan ide karna alasan usia yang masih muda. “ Yang penting kita memiliki
reasonable reason,” begitu katanya. Manuver-manuver yang dilakukannya dalam pekerjaannya
diyakini Yoris sebagai buah kegemarannya bermain video game semasa kecil. Yoris juga selalu
memberikan kiat untuk mulai dari hal-hal yang kecil dulu, jangan berharap langsung besar.
Profil entrepreneur 4 : Andrew Darwis

Siapa yang tak kenal kaskus, situs komunitas terbesar di Indonesia saat ini. Hampir
semua orang yang melek internet tau mengenai kaskus. Situs ini mulanya didirikan oleh Andrew
Darwis pada tahun 1999 sebagai bahan tugasnya ketika berkuliah di Seattle, Amerika serikat.
Tidak ada niat untuk mengkomersilkan situs ini mulanya, namun seiring berkembangnya situs
ini, Andrew melihat ada peluang bisnis yang besar disini. Andrew membangun situs ini dengan
modal US$ 10,- bersama dua orang temannya. Tahun awal berdirinya kaskus, perkembangannya
sangat lambat, dalam seminggu hanya dua atau tiga orang saja yang bergabung menjadi
membernya. Frustasi dengan perkembangannya yang begitu lambat, dua orang teman Andrew
memutuskan keluar dari kaskus, tapi Andrew memiliki keyakinan bahwa situs ini akan
berkembang dan memutuskan bertahan.

Pada mulanya, kaskus diformat sebagai semacam situs portal berita. Namun, karena
melihat respon yang tidak begitu baik dari para pengguna internet, Andrew merubah formatnya
menjadi situs komunitas online. Hal ini ternyata mendapat respon yang baik dari pengguna
internet, terbukti jumlah usernya bertambah cukup signifikan. Setelah ditinggal dua orang
temannya, Andrew membasarkan kaskus sendirian, termasuk membeli beberapa server untuk
meningkatkan kinerja situsnya. Pada tahun 2008, Andrew kembali ke Indonesia dan memboyong
7 server yang telah dimilikinya. Sesampainya di Indonesia, Andrew mendirikan PT Darta Media
Indonesia yang membawahi kaskus secara professional. Pada awal kepindahannya ke Indonesia,
kaskus menemui masalah karna terbentur dengan UU anti pornografi dan pornoaksi. Kaskus
dituduh sebagai situs porno karna mengandung konten dewasa. Namun dengan manajemen yang
baik, Andrew membenahi kaskus sehingga dapat diterima di Indonesia. Pada tahun yang sama
juga, kaskus mendapat penghargaan dari Microsoft sebagai Indonesia Inovative Top Web Site.

Merasa sudah tidak sanggup untuk membiayai situsnya dengan kantong pribadi, Andrew
kemudian mengkomersilkan kaskus dengan menerima pemasukan dari iklan. Awalnya memang
untungnya tidak seberapa, namun sekarang untuk memasang iklan selama satu bulan di kaskus
akan dikenakan tarif Rp 20 juta- Rp 180 juta. Namun Andrew menekankan bahwa pengiklan
bukanlah prioritas utamanya, ia lebih menekankan untuk mempertahankan kenyamanan user
agar kaskus tetap ramai dan tidak dtinggalkan oleh usernya. Sekarang ini, kaskus telah memiliki
2,5 juta user aktif dan di akses oleh puluhan ribu orang setiap harinya. Sekarang Andrew
menjalankan kaskus bersama sepupunya, Ken Dean Lawadinata dengan mempekerjakan 24
orang secara professional dan telah memiliki 26 server. Jika ditanya mengenai pendapatannya, ia
enggan menjawab, namun perusahaan-perusahaan yang ingin mengiklankan produknya telah
banyak yang masuk dalam daftar anrtian. Andrew yakin bahwa kaskus akan semakin
berkembang seiring dengan perkembangan internet di Indonesia. Apalagi pemerintah juga
berkomitmen untuk meningkatkan layanan internet hingga mencapai ke desa-desa.

Hal-hal yang dapat dijadikan pedoman dari 4 tokoh di atas adalah :

1. Keempat orang diatas adalah anak-anak muda yang mandiri, yang memiliki semangat
untuk mampu memberikan manfaat bagi orang banyak. Keempat orang di atas seolah
menyampaikan pesan bahwa yang muda juga bisa berkarya, yang muda juga harus
diperhitungkan. Mereka memulai berwirausaha pada usia 20-an dam mampu belajar dari
pengalaman. Pada usia yang belum mencapai kepala empat, mereka sudah mampu hidup
mapan, punya perusahaan sendiri, dan menghidupi karyawan-karyawannya.
2. Empat orang diatas ternyata tidak satupun yang pernah mengenyam pendidikan formal
di bidang bisnis. Mereka belajar bisnis secara otodidak dari pengalaman. Walaupun
dengan usia yang muda, mereka mampu mengendalikan emosi mereka dan mau belajar
sedikit demi sedikit. Mereka mengalami proses yang dinamakan learning by doing.
3. Mereka adalah orang-orang yang kreatif dan inovatif. Mereka selalu berusaha
melakukan hal-hal baru yang tidak biasa.Dengan kreatifitas mereka, mereka mampu
melakukan teobosan-terobosan dalam bidang mereka, terbukti mereka menjadi pioneer
dalam masing-masing bidang mereka. Mereka tidak mudah puas dengan apa yang telah
mereka raih selama ini, hal inilah yang membuat mereka berkembang dan terus
berkembang. Dengan selalu memperbaharui diri mereka, mereka mampu bertahan dalam
bisnis mereka dan tidak takut dengan adanya pesaing-pesaing lain.
4. Bagi mereka ternyata keuntungan bukan berarti uang. Dibalik bisnis yang dijalaninya
mereka memiliki tujuan-tujuan lain yang ingin mereka capai. Adit dan Yoris misalnya
yang mendambakan anak-anak muda Indonesia yang kreatif, mampu berkarya dan
mampu bicara di tingkat dunia. Jerry yang mempunyai prinsip bahwa dengan membagi
isi kepalanya kepada lingkungan, akan ada keuntungan yang akan didapat bersama. Jerry
sering memberikan seminar cuma-cuma atau membantu design produk usaha kecil.
Sedangkan Andrew sangat menjunjung tinggi kenyamanan usernya dibandingkan dengan
tawaran iklan yang mengorbankan user. Bagi mereka keuntungan bukan semata berbicara
masalah uang, tapi lebih kepada investasi jangka panjang, keuntungan bersama,
kemajuan Indonesia, dan kepercayaan.
5. Selain Adit, tiga orang lainnya memulai bisnis mereka dari bawah dangan modal yang
kecil. Artinya untuk memulai berwirausaha, uang bukan merupakan modal utama.
Meraka memulai dengan modal apa adanya. Hanya Adit yang memulai bisnisnya dengan
modal mencapai ratusan juta, itupun berupa pinjaman dari bank. Yang lain memulai
bisnis dengan uang mereka sendiri apa adanya.
6. Modal mereka berempat adalah percaya diri dan pantang menyerah. Bermodal
kemauan keras, mereka membangun bisnis mereka dengan susah payah hingga
membuahkan hasil. Keyakinan akan diri sendiri membuat mereka mampu bertahan dalam
menghadapi berbagai rintangan dalam membangun usaha mereka.
7. Pilihan mereka untuk memulai berwirausaha adalaha karena ingin melakukan sesuatu
hal yang lebih banyak ketimbang mereka hanya menjadi pegawai. Seperti yang
dikatakan oleh Yoris, rutinitas di kantor membuat kebanyakan orang menjadi tidak
kreatif.
8. Mereka bekerja sesuai dengan hobi dan kesenangan masing-masing. Tidak ada hal yang
lebih menyenangkan dari pada ketika kita melakukan apa yang kita senangi dan orang
lain membayar kita untuk hal itu. Dengan melakukan pekerjaan yang ssuai dengan hobi
mereka, mereka menikati pekerjaannya dan bekerja dengan penuh semangat. “Lakukan
apa yang kamu cintai dan cintai apa yang kamu lakukakan.”

Hal yang belum ada dalam diri saya dan bagaimana saya mengembangkannya.

Berdasarkan tulisan saya diatas mengenai karakter para wirausahawan yang sukses,
menurut saya ada beberapa hal yang mungkin masih kurang dalam diri saya. Yang pertama
adalah modal kepercayaan diri dan semangat yang pantang menyerah. Saya, rasa percaya diri
dan semangat pantang menyerah dalam diri saya harus semakin di asah dan ditingkatkan lagi.
Semua manusia memiliki potensi masing-masing, dan setiap orang mampu melakukan apa yang
orang lain lakukan. Dengan memupuk rasa percaya diri dalam diri saya, maka dengan sendirinya
semangat patang menyerah akan tumbuh mengiringi. Rasa percaya diri dapat dipupuk dengan
membiasakan diri menghargai pemikiran sendiri dan memberanikan diri untuk mengutarakan
pendapat sesuai dengan argument yang kita punya. Kemudian memberanikan diri melakukan
sesuatu hal yang sesuai dengan pemikiran kita, mulai dengan hal-hal kecil.

Hal kedua yang masih kurang dalam diri saya yaitu kreatifitas dan inovasi. Dua hal ini
menjadi kunci sukses orang-orang yang mampu bertahan dalam persaingan bisnis mereka.
Kreatifitas dan inovasi yang ada dalam diri saya harus lebih ditingkatkan lagi agar bisa
menghasilkan sesuatu yang menghasilkan sesuatu yang bernilai. Berdasarkan apa yang dikatakan
oleh Yoris, orang-orang yang terjebak rutinitas akan kehilangan kesempatan mereka untuk bisa
berfikir kreatif. Sedangkan tampa kreatifitas, orang-orang tidak akan mampu menghasilkan
inovasi. Maka untuk mengasah kreatifitas tersebut, saya harus melakukan sesuatu diluar rutinitas,
mencoba hal-hal baru dan mencoba berfikir melawan arus, tanpa harus melanggar aturan
tentunya.

Hal terakhir yang masih belum ada dalam diri kita adalah melakukan apa yang saya cintai
dan mencintai apa yang saya lakukan. Bekerja bagi kebanyakan orang merupakan satu rutinitas
yang kadang memberatkan dan membuat bosan. Memang tidak banyak orang yang mempunyai
kesempatan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang disukainya, oleh karena itu akan
susah untuk mencintai apa yang kita kerjakan. Untuk itu hal pertama yang harus saya lakukan
adalah membuat diri saya senyaman mungkin dengan aktifitas yang saya lakukan sekarang,
dengan merasa nyaman, tentunya kita akan mencintai apa yang kita kerjakan.