Anda di halaman 1dari 7

DINAMIKA KEGUGURAN BUNGA DAN BUAH

DENGAN STATUS N JARINGAN DAN PEMBERIAN


ZAT PENGATUR TUMBUH CPPU PADA TANAMAN
LOMBOK (Capsicum annuum L.)
The Dynamic of Flower and Fruit Fall by N Tissue Status and CPPU Plant
Growth Regulator Application on Pepper (Capsicum annuum L.)

Sugijono 1) , S.M. Sitompul 2), Soewarno notodimejo 2)

ABSTRAK

Keguguran bunga dan buah pada tanaman lombok sangat tinggi. Untuk mencegah
keguguran bunga dan buah, kombinasi pemupukan dan cytokinin dapat digunakan pada tanaman.
Suatu penelitian dirancang dengan tujuan mempelajari pengaruh pemberian unsur hara N, P, K
dan Cytokinin-CPPU terhadap pertumbuhan dan hubungannya dengan keguguran bunga dan
buah dari tanaman lombok. Penelitian dilakukan dengan percobaan lapangan di Desa jumantono,
Karang-anyar (7030’ LS), pada ketinggian tempat 180 meter dpl dan berlangsung dari bulan April
sampai Agustus 1998. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan petak utama zat
pengatur tumbuh Cytokinin-CPPU (0 ppm dan 10 ppm) dan sebagai anak petak dosis pemupukan
N, P, K (tanpa pemupukan; pemupukan 0 kg/ha N, 125 kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O; 100 kg/ha
N, 125 kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O; 200 kg/ha N, 125 kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O dan 300
kg/ha N, 125 kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O). Pemupukan N, P, K dapat memperbaiki
pertumbuhan tanaman dan status unsur hara dapat menekan keguguran bunga dan buah.
Cytokinin dapat meningkatkan N daun dan menekan keguguran bunga dan buah. Pemberian 10
ppm cytokinin meningkatkan N daun muda dan tua sebesar 7,46% dan 8,6%. Dinamika
keguguran bunga dan buah pada tanaman lombok berhubungan dengan kondisi pertumbuhan
tanaman serta keseimbangan hormon tumbuh dan status hara terutama nitrogen. Kadar N daun
rendah, keguguran bunga dan buah sangat tinnggi dan sebaliknya kadar N daun meningkat
keguguran bunga dan buah semakin rendah.

ABSTRACT

The fall of flower and fruit on pepper plant is high. For prevent the fall of flower and fruit,
combination of fertilizer and cytokinin can be applicated to the plant. For that reason the study was
designed with the aim for investigating inference of N, P, K fertilizer and cytokinin-CPPU to the plant
growth correlated with the fall of flower and fruit on pepper. The research was conducted by field
experiment at Jumantono village, Karanganyar (7030’ SL) with the altitude of 180 m above sea
level from April to August 1998. The experiment design is split-plot by two factors treatment
there are Cytokinin-CPPU (0 ppm and 10 ppm) as main plot factor and N, P, K fertilizer dose
(no fertilizer; 0 kg/ha N, 125 kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O; 100 kg/ha N, 125 kg/ha P2O5, 175
kg/ha K2O; 200 kg/ha N, 125 kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O and 300 kg/ha N, 125 kg/ha P2O5,
175 kg/ha K2O) as sub plot factor. N, P, K fertilizer was increased plant growth and nutrient status
was decreased the fall of flower and fruit. Cytokinin was increased leaf N content and repressed the
fall of flower and fruit. Ten ppm cytokinin was increased young and old leaf N content 7.46% and
8.6% respectively. The dynamic of the fall of flower and fruit correlated with growth condition and
balance between growth hormon and nutrient status especially nitrogen. Low leaf N content, the fall
of flower and fruit high vice versa.

1) Fakultas Pertanian UNS Surakarta


2) Fakultas Pertanian Unibraw Malang
2

PENDAHULUAN

Produksi lombok sering gagal akibat persentase keguguran bunga dan buah yang cukup parah.
Keguguran bunga dan buah dapat disebabkan karena status hormon, tidak terjadinya penyerbukan,
gagalnya pembuahan, pasangan zat makanan, serangan hama dan penyakit, kekurangan air dan curah
hujan yang tinggi.
Selain dengan cara pemupukan NPK dalam upaya mencegah, keguguran bunga dan buah
adalah dengan pemberian zat pengatur tumbuh. Cytokinin dengan kadar rendah dapat digunakan
untuk menghambat kegugur-an bunga dan buah sehingga menambah buah yang jadi (Kusumo, 1990).
Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh pemberian unsur hara N, P, K dan
Cytokinin-CPPU terhadap pertumbuhan dan status hara jaringan terutama kadar N daun serta
hubungannya dengan keguguran bunga dan buah dari tanaman lombok.

BAHAN DAN METODE

Penelitian dilakukan dengan percoba-an lapangan di Desa Jumantono, Karang-anyar (7030’


LS), pada ketinggian tempat 180 meter dpl dan berlangsung dari bulan April sampai Agustus
1998. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan petak utama zat pengatur
tumbuh Cytokinin-CPPU (0 ppm dan 10 ppm) dan sebagai anak petak dosis pemupukan N, P, K
(tanpa pemupukan; pemupukan 0 kg/ha N, 125 kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O; 100 kg/ha N, 125
kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O; 200 kg/ha N, 125 kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O dan 300 kg/ha N,
125 kg/ha P2O5, 175 kg/ha K2O).
Cultivar yang digunakan adalah lom-bok besar (Capsicum annnum, L) var. Hot Beauty.

Pengamatan
Pengamatan dilakukan secara nondes-truktif dan destruktif pada umur 63 hst, 84 hst dan saat
panen. Untuk non destruktif untuk setiap pengamatan dilakukan pada sembilan contoh tanaman
sedang secara destruktif setiap pengamatan 3 contoh tanam-an yang dipanen dari tempat pengambilan
sampel yang telah dtentukan secara acak. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter
batang, luas daun yang diamati 1 minggu setelah perlakuan cytokinin (CPPU). Luas daun tanaman
diukur dengan mempergunakan metode Punch LD =

a + b
x c x d,
a
dimana:

LD = Luas daun (cm2)


a = bobot kering bulatan daun (g)
b = bobot kering daun per tanaman (g)
c = jumlah bulatan daun
d = luas satu bulatan daun (cm2) yangdiukur dengan rumus πr2
r = jari-jari alat pelubang Cork borer

Jumlah bunga per pohon, jumlah buah per pohon, persentase bunga jadi buah [(Σ buah setiap
pohon/Σ bunga setiap pohon) x 100%], persentase keguguran buah [(Σ buah gugur saat
pengamatan/Σ buah semula) x 100%] jumlah buah saat panen per pohon, berat buah saat panen per
pohon. Kandungan N daun diamati secara destruktif pada tanaman umur 70 hst terhadap daun ke 4
dari pucuk untuk daun muda dan daun terbawah pada cabang ke 3 untuk daun tua dengan metode
Kjeldahl.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil

1.1 Tinggi Tanaman dan Diameter Batang

2
Pertumbuhan tanaman dalam tinggi tanaman meningkat dengan pemupukan N, P, K dan
pemberian cytokinin. Pengaruh yang nyata dari masing-masing pupuk N, P, K dan Zat Pengatur
Tumbuh Cytokinin diamati pada umur 63 hst (hari setelah tanam) dan 105 hst (saat panen). Interaksi
diantara faktor pupuk NPK dan cytokinin pada tinggi tanaman terjadi pada umur 84 hst (Tabel 1).

Tabel 1. Tinggi tanaman (cm) lombok var. Hot Beauty

Tinggi Tanaman (cm)


Umur (hst)
Dosis Pupuk 63 84 105
Cytokinin (ppm) Cytokinin (ppm) Cytokinin (ppm)
C0 C10 Rerata C0 C10 Rerata C0 C10 Rerata
N0P0K0 44,1 47,2 45,6a 49,7a 52,7b 51,2 53,5 55,1 54,3a
N0P125K175 49,0 49,4 49.2a 53,1bc 55,9c 54,5 53,7 59,3 56,5a
N100P125K175 51,8 55,9 53,9b 62,1de 60,1d 61,1 64,0 62,9 63,4b
N200P125K175 57,8 61,1 59,5c 65,1f 67,3fg 66,2 71,3 72,8 71,9c
N300P125K175 61,2 65,8 63,5c 64,9ef 68,9g 66,7 66,7 70,8 68,5c
Rerata 52,7a 55,8b 59,0 60,9 61,7a 64,2b
Anova sn sn
Catatan :
1. Uji Duncan 5%, angka yang diikuti huruf sama pada setiap kolom menunjukkan tidak berbeda
nyata.
2. Anova 5%; sn : sangat nyata.

Diameter batang juga menunjukkan pe-ningkatan dengan pemupukan N, P, K dan pemberian


cytokinin. Pengaruh yang nyata dari masing-masing pupuk N, P, K dan cytokinin diamati pada saat
panen. Interaksi antara dosis pupuk dan cytokinin terhadap diameter batang sangat nyata pada umur
63 hst dan 84 hst (Tabel 2).

Tabel 2. Diameter batang (cm) lombok var. Hot Beauty

Diameter batang (cm)


Umur (hst)
Dosis Pupuk 63 84 105
Cytokinin (ppm) Cytokinin (ppm) Cytokinin (ppm)
C0 C10 Rerata C0 C10 Rerata C0 C10 Rerata
N0P0K0 0,49a 0,54b 0,52 0,61a 0,68b 0,65 0,67 0,72 0,69a
N0P125K175 0,60c 0,63c 0,62 0,72c 0,75c 0,74 0,78 0,79 0,78b
N100P125K175 0,63c 0,73d 0,68 0,82cd 0,81d 0,82 0,85 0,88 0,86c
N200P125K175 0,71d 0,80e 0,76 0,87fg 0,90gh 0,88 0,90 0,94 0,92cd
N300P125K175 0,75d 0,86f 0,81 0,85ef 0,91h 0,88 0,92 1,03 0,98b
Rerata 0,64 0,71 0,77 0,81 0,82a 0,87b
Anova sn
Catatan :
1. Uji Duncan 5%, angka yang diikuti huruf sama pada setiap kolom menunjukkan tidak berbeda nyata.
2. Anova 5%; sn : sangat nyata.

1.2 Berat Kering Tanaman


Produksi biomasa tanaman, yang di-amati pada umur 63, 84 dan 105 hst dipenga-ruhi oleh
masing-masing pemupukan N, P, K dan pemberian cytokinin. Berat kering tanam-an pada semua
umur pengamatan meningkat dengan pemberian cytokinin dan pemupukan N, P, K (Tabel 3).

Tabel 3. Berat kering tanaman lombok var. Hot Beauty (g/tanaman)


4

Berat kering tanaman (g/tan)


Perlakuan Umur tanaman (hst)
63 84 105
Cytokinin (ppm)
C0 7,90 a 11,78 a 11,26 a
C10 9,80 b 12,05 a 14,23 b
sn tn sn
Dosis pupuk
N0P0K0 4,92 a 6,92 a 5,80 a
N0P125K175 5,84 ab 9,87 ab 10,50 b
N100P125K175 7,76 b 14,04 b 13,13 b
N200P125K175 11,52 c 14,11 b 16,25 c
N300P125K175 14,36 c 14,64 b 18,02 c
Catatan:
1. Uji Duncan 5%. Angka yang diikuti huruf sama pada setiap kolom menunjukkan tidak berbeda nyata.
2. Anova 5%; sn = berbeda sangat nyata ; tn = berbeda tidak nyata

1.3 Luas Daun


Cytokinin tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun, sedangkan pemupukan NPK
berpengaruh nyata terhadap luas daun pada setiap umur pengamatan. Peningkatan luas daun terjadi
dengan peningkatan dosis pemupukan pada setiap umur pengamatan. Tanaman tanpa pemupukan
dibandingkan dengan tanaman yang dipupuk 300 kg N/ha pada umur 63 hst luas daunnya meningkat
dari sebesar 81,96 cm2/tanaman menjadi 251,19 cm2/tanaman (Tabel 4).

Tabel 4. Luas daun lombok var. Hot Beauty pada setiap umur pengamatan

Luas daun (cm2)


Perlakuan Umur tanaman ( hst )
63 84 105
Cytokinin (ppm)
C0 146.57 a 130.12 a 91.49 a
C10 188.36 a 146.27 a 142.45 a
tn tn tn
Dosis pupuk
N0P0K0 81.96 a 63.78 a 50.67 a
N0P125K175 126.73 122.08 135.48 b
N100P125K175 ab ab 102.72
N200P125K175 159.24 142.07 b ab
N300P125K175 bc 163.90 b 142.06 b
218.21 199.13 b 153.94 b
bc
251.19 c

Catatan:
1. Uji Duncan 5%. Angka yang diikuti huruf sama pada setiap kolom menunjukkan tidak berbeda nyata.
2. Anova 5%; sn : berbeda sangat nyata; tn : tidak berbeda nyata

1.4 Kadar N Daun

Interaksi antara pemupukan dan cytoki-nin tidak nyata pada kadar N daun baik yang muda
maupun yang tua. Pemberian cytokinin meningkatkan kadar N daun muda maupun daun tua berturut-
turut sebesar 7,46% dan 8,6% (Tabel 5).

Tabel 5. Kadar N daun muda dan daun tua pada umur 70 hst (%)

Perlakuan N daun N daun Rerata

4
muda tua
Cytokinin (ppm)
C0 5,36 a 4,30 a 4,83
C10 5,76 b 4,67 b 5,21
sn sn
Dosis pupuk
N0P0K0 4,76 a 4,13 a 4,44
N0P125K175 5,11 ab 4,25 a 4,68
N100P125K175 5,54 bc 4,51 ab 5,02
N200P125K175 5,98 cd 4,83 c 5,40
N300P125K175 6,41 d 4,72 bc 5,56
Catatan:
1. Duncan 5%. Angka yang diikuti huruf yang sama pada setiap kolom menunjukkan tidak berbeda nyata.
2. Anova 5%; sn : berbeda sangat nyata

1.5 Pengamatan Reproduksi

Interaksi antara perlakuan cytokinin dan dosis pupuk NPK terjadi pada jumlah bunga total,
jumlah bunga jadi buah dan persentase keguguran buah (Tabel 6).
Jumlah bunga gugur, persentase bunga jadi buah, jumlah buah dan berat buah kering interaksi
antara cytokinin dan pemupukan NPK tidak nyata (Tabel 7 dan 8).

Tabel 6. Jumlah bunga total, jumlah bunga jadi buah, dan persentase keguguran buah

Perlakuan Jumlah bunga total Jumlah bunga jadi buah Persentase keguguran buah
Cytokinin (ppm) Cytokinin (ppm) Cytokinin (ppm)
C0 C10 Rerata C0 C10 Rerata C0 C10 Rerata
Dosis pupuk
N0P0K0 69,80ab 68,02a 68,91 54,36 a 62,43 b 58,40 23,8 e 6,31 a 14,80
N0P125K175 76,72 b 75,43ab 76,08 64,17 b 69,40 b 66,79 22,12 e 8,45 abc 15,29
N100P125K175 106,10c 109,99c 108,05 88,59 c 102,66 d 95,62 18,32 7,36 ab 12,84
N200P125K175 123,80d 138,14e 130,97 108,51 d 130,18 e 119,34 ed 5,87 a 9,18
N300P125K175 125,13d 136,81e 130,97 106,80 d 129,22 e 118,01 12,48 c 6,27 a 9,76
13,24
cd
Rerata 100,31 105,68 84,49 98,78 17,89 6,85
Catatan :
1. Uji Duncan 5%. Angka yang diikuti huruf yang sama pada setiap kolom menunjukkan tidak berbeda nyata.
2. Anova 5%; sn: berbeda sangat nyata

Tabel 7. Jumlah bunga gugur, jumlah buah gugur

Jumlah bunga gugur Persentase bunga jadi buah


Perlakuan Cytokinin (ppm) Cytokinin (ppm)
C0 C10 Rerata C0 C10 Rerata
Dosis pupuk
N0P0K0 15.44 5.59 10.51 77.48 91.77 84.63a
N0P125K175 12.55 6.03 9.29 83.26 92.02 87.64ab
N100P125K175 17.51 7.33 12.42 83.48 93.34 88.41ab
N200P125K175 15.29 7.96 11.63 87.64 94.19 90.92b
N300P125K175 18.33 7.59 12.96 85.33 94.38 89.85b
Rerata 15.82 a 6.90 b 83.44 a 93.14 b
sn sn
Catatan :
1. Uji Duncan 5%. Angka yang diikuti huruf yang sama pada setiap kolom menunjukkan tidak berbeda nyata.
6

2. Anova 5%; sn: berbeda sangat nyata

Tabel 8. Jumlah buah dan berat buah kering (g)

Jumlah buah Berat buah kering (g)


Perlakuan Cytokinin (ppm) Cytokinin (ppm)
C0 C10 Rerata C0 C10 Rerata
Dosis pupuk
N0P0K0 41.96 58.47 50.22a 15.16 17.67 16.42a
N0P125K175 50.81 63.59 57.20a 16.75 19.46 18.11a
N100P125K175 72.63 95.14 83.89b 30.63 35.96 33.30b
N200P125K175 95.00 122.66 108.83c 40.22 46.38 43.30c
N300P125K175 92.74 121.26 107.00c 39.72 46.10 42.91c
Rerata 70.63 a 92.22 b 28.50 a 33.11 b
sn sn
Catatan :
1. Uji Duncan 5%. Angka yang diikuti huruf yang sama pada setiap kolom menunjukkan tidak berbeda nyata.
2. Anova 5%; sn: berbeda sangat nyata

1.6 Dinamika Keguguran Bunga dan Buah

Tingkat keguguran bunga dan buah menunjukkan dinamika yang berfluktuasi dengan
perkembangan umur tanaman (Gam-bar 1 dan 2). Pada tanaman yang tidak di-pupuk dan tidak diberi
hormon tumbuh, tingkat keguguran bunga pada awal peng-amatan (63 hst) lebih dari 30% dari jumlah
bunga yang tidak gugur, kemudian berkurang sekitar 20% atau lebih rendah pada umur 70 - 84 hst,
meningkat pada umur selanjutnya, dan akhirnya berkurang dibawah 20% pada umur 105 hst (Gambar
1). Pemberian unsur hara N, P, K dapat menekan tingkat keguguran bunga khususnya pada bagian
akhir masa pertumbuh an. Tingkat penekanan keguguran bunga di-amati pada tanaman yang diberi
unsur hara dengan dosis tinggi (N300P125K175).
Pada tanaman yang diberi cytokinin di-namika keguguran bunga berfluktuasi lebih rendah dan
lebih halus dibawah 20% bahkan setelah umur 70 hst menunjukkan dinamika yang berfkultuasi
dibawah 10%. Dengan pemberian pupuk N, P, K dosis tinggi (N200P125K175) terjadi penekanan
keguguran bunga lebih lanjut sampai dibawah 7%.
Tingkat keguguran buah yang diamati bersamaan dengan keguguran bunga menun-jukkan
dinamika yang agak berbeda. Pada umur 63 hst keguguran buah lebih rendah daripada keguguran
bunga (berkisar 26 sam-pai 12%). Tanaman yang tidak diberi cytoki-nin dan tidak dipupuk tingkat
keguguran buah menunjukkan dinamikanya berfluktuasi tajam dan terjadi peningkatan dari 20% men-
jadi 37% dari umur 84 sampai 98 hst (Gambar 2).

6
35
Jumlah bunga gugur (%) 30
25
20
15
10
5
0
60 70 80 90 100 110
Umur tanaman (hst)

C0N0P0PK0 C0N0P125K175 C0N100P125K175 C0N200P125K175 C0N300P125K175

+ Cytokinin

20
Jumlah bunga gugur (%)

16

12

0
60 70 80 90 100 110
Umur (hst)
C1N0P0K0 C1N0P125K175 C1N100P125K175 C1N200P125K175 C1N300P125K175

Gambar 1. Pengaruh pupuk NPK terhadap dinamika keguguran bunga tanaman lombok yang tidak
(atas) dan yang diberi (bawah) zat pengatur tumbuh Cytokinin