Anda di halaman 1dari 1

PEMANFAATAN LIMBAH KAYU MENJADI ALTERNATIF DESAIN ANEKA

PRODUK DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN


JEPARA

AGUS SALIM – NIM. 27105303

ABSTRAK

Salah satu industri yang lebih banyak mengeksploitasi kayu adalah industri mebel kayu.
Masyarakat sekarang ini terutama dalam industri kerajinan yang bergerak di bidang industri kayu
mebel, real estate, souvenir, kurang menyadari bahwa eksploitasi ini dapat mengakibatkan
ekosistem hutan menjadi terganggu serta dapat mengakibatkan kelangkaan kayu. Di Jawa Tengah
terdapat industri meubel yang terkenal di seluruh dunia secara turun-temurun merupakan daerah
penghasil industri mebel, souvenir, ialah Kabupaten Jepara. Industri mebel dan ukir ini
menggunakan material kayu sebagai bahan utama, sehingga kegiatan industri ini dapat
menghasilkan limbah kayu seperti: limbah akar pohon, ranting kayu (cabang), hasil potongan
penggergajian, serbuk gergaji, dan kulit kayu. Sisa-sisa kayu oleh masyarakat setempat biasanya
dibiarkan dimakan rayap, sering digunakan untuk bahan kayu bakar, bahan bakar industri batu
bata, dan keramik. Padahal apabila dilakukan pemanfaatan limbah kayu ini atau material
kerajinan seni maka dapat memperoleh nilai tambah dan nilai ekonomis. Dengan memanfaatkan
disiplin ilmu desain, maka bahan kayu limbah tadi dapat dibuat menjadi alternatif desain aneka
produk. Misalnya: produk dalam bentuk souvenir, pewadahan, dan bentuk karya seni lainnya
seperti patung, mainan anak-anak, alat olah raga, alat terapi kesehatan dan sebagainya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimentatif dengan
membuat berbagai alternatif aneka produk dengan menggunakan bahan limbah kayu dengan
pertimbangan pada aspek-aspek dalam desain, misalnya bentuk, ukuran, fungsi, tekstur, finishing,
dll. Pendekatan penelitian dilakukan dengan pendekatan lingkungan dan sejarah. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui hubungan sejarah sosial masyarakat terhadap kegiatan industri
mebel dan ukir di Jepara. Analisis data digunakan format analisis kusioner dari beberapa
pertanyaan baik wawancara, observasi, rekaman visual, maupun penyebaran angket. Analisa data
yang lain digunakan adalah teknik perencanaan strategi SWOT dengan pertimbangan kekuatan
(strenght), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat). Apabila terdapat
data yang masih kurang dicarikan tambahan data untuk melengkapi baik dalam bentuk naratif,
tabel gambar, serta rekaman visual, selanjutnya diinterprestasikan dalam penarikan kesimpulan.
Pada hasil penelitian ini dapat diungkapkan bahwa limbah kayu yang selama ini
dibiarkan oleh masyarakat di Jepara dapat mempunyai nilai ekonomis apabila dibuat dalam
alternatif desain aneka produk, misalnya: pewadahan, dudukan lampu, mainan anak-anak, alat
olah raga, alat terapi kesehatan, dll. Pemberdayaan masyarakat melaui pendidikan dan pelatihan
adalah merupakan strategi yang tepat dalam memanfaatkan limbah kayu ini menjadi aneka
produk sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, menciptakan lapangan
kerja dan turut mengurangi pengangguran.

Kata kunci, Limbah kayu, desain, produk, pemberdayaan.