Anda di halaman 1dari 2

SUKU BUNGA BANK TEORI dan PENGERTIAN

Posted On 28/02/2011 20:58:26 by maysakh

Pengertian Teori, Suku Bunga


Pengendalian jumlah uang yang beredar dapat dilakukan oleh pemerintah melalui peningkatan atau
penurunan tingkat bunga. Hal ini adalah yang disebut kebijaksanaan moneter dalam arti sempit. Bila
jumlah uang yang beredar dalam masyarakat terlalu banyak maka pemerintah melalui Bank Sentral akan
meningkatkan suku bunga umum, demikian pula sebaliknya.
Dalam dunia perbankan, dewasa ini banyak orang menggunakan jasa perbankan, baik untuk tujuan-
tujuan penyimpanan maupun peminjaman uang. Orang menyimpan uang dalam bentuk yang dapat
memberikan hasil yang lebih besar seperti salah satu bentuk tabungan deposito berjangka sebagai bentuk
kekayaan yang aman.
Akan telapi banyak juga kekayaan yang disimpan dalam bentuk harta lainnya, yaitu yang rnenyerupai
uang (near money) seperti tabungan, saham, obligasi, dan sebagainya. Jadi bentuk-bentuk simpanan diatas
adalah sebenarnya uang yang untuk sementara kehilangan sifatnya sebagai uang, misalnya deposito
berjangka yang tidak dapat ditarik sebelum jatuh waktu.
Adanya perbedaan jangka waktu deposito berjangka membawa akibat pada perbedaan suku bunga
yang diberikan, semakin lama jangka waktu deposito, maka akan semakin besar suku bunga yang
diberikan. Bearnya suku bunga deposito yang pernah berlaku di Indonesia selalu didasarkan pada keadaan
perekonomian pada umumnya.
Hubungan tingkat bunga dan deposito berjangka adalah para deposan yang telah menyisihkan sebagian
dananya untuk dimasukkan kedalam deposito berjangka, berarti telah mengorbankan pemakaian dana untuk
keperluan lain. Karena adanya pengorbanan ini maka bank pelaksana akan memberikan balas jasa berupa
bunga.
Jadi pengertian suku bunga adalah suatu penerimaan yang diperoleh dari sejumlah uang yang
dipinjamkan kepada pihak lain atas dasar perhitungan waktu dan nilai ekonomis.

Suku Bunga
Beberapa pengertian tentang suku bunga, diantaranya adalah:
© Menurut Djaslim Saladin, Konsep Dasar Ekonomi Dan Lembaga, menguraikan
pendapat David Ricardo yang berpendapat bunga adalah jika memang banyak yang
dapat dilakukan dengan mengunakannya, banyak pula yang diberikan dengan
mengunakannya. Sedangkan Bohm Bawaer mengangap bahwa bunga itu timbul
karena orang lebih menyukai barang di masa datang, dan menganggap bunga
adalah diskonto yang harus dibayarkan. Bunga ditentukan oleh penyediaan dan
permintaan akan dana yang dipinjam.
© Menurut Manuharawati dan Rudianto Artiono dalam Matematika Keuangan, bunga
adalah suatu jasa yang berbentuk uang yang diberikan oleh seorang peminjam atau
pembeli terhadap orang yang meminjamkan modal atau penjual atas persetujuan
bersama.
© Menurut M. Farid M dalam tesisnya menguraikan bahwa dalam literatur ekonomi,
yang dimaksud dengan suku bunga adalah ‘harga’ yang terjadi dipasar uang dan modal. Harga disini
adalah harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu yang
ditentukan bersama.
© Menurut Nopirin dalam bukunya pengantar ilmu ekonomi makro-mikro
menguraikan bahwa dalam pengertian sempit, kaum klasik berpendapat bahwa suku
bunga merupakan hasil interaksi antara tabungan dan investasi. Definisi kaum
klasik tersebut hanya mencakup aktivitas fiskal. Berbeda dengan pengertian suku
bunga yang dikemukakan oleh John Maynard Keynes, bahwa suku bunga
ditentukan oleh penawaran dan permintaan terhadap uang.

Faktor-faktor utama yang mempengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga


adalah:
• Kebutuhan dana, apabila bank kekurangan dana sementara permohonan pinjaman meningkat, maka
yang dilakukan oleh bank agar kebutuhan dana tersebut cepat terpenuhi dengan meningkatkan suku bunga
simpanan.

• Persaingan, dalam memperebutkan daa simpanan, maka disamping faktor promosi, yang paling utama
pihak perbankan harus memperhatikan pesaing.

• Kebijakan pemerintah, dalam arti baik untuk bunga simpanan maupun bunga pinjaman kita, tidak boleh
melebihi bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

• Jangka waktu, semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka akan semakin tinggi tinggi bunganya, hal
ini disebabkan besarnya kemungkinan resiko di masa mendatang. Serta faktor-faktor yang lain.