Anda di halaman 1dari 9

m 6 


6
66
m Menurut Bittner
m Definisi komunikasi massa yang paling sederhana
dikemukakan oleh Bittner Rakhmat,seperti yang
disitir Komala, dalam karnilh, dkk.1999), yakni:
• •  
 
• ••     

         
          
       

 
m Definisi komunikasi massa yang lebih rinci
dikemukakan oleh ahli komunikasi yang lain, yaitu
Gebner. Menurut Gerbner (1967) ³
         
   
     
              
          •
 
 •   
 •  •       

 •    
  • 
  •    (rakhmat, seperti yang
dikutip Komala, dalam Karnilah, dkk.1999).
m Menurut Definisi komunikasi massa dari Meletzke berikut
ini memperlihatkan massa yang satu arah dan tidak
langsung sebagai akibat dari penggunaan media massa,
juga sifat pesannya yang terbuka untuk semua orang.
Dalam definisi Meletzke, komunikasi massa diartikan
    
 • • •    
•

     •    
 
 •   •     

•
    (Rakhmat seperti yang dikutip dalam
Komala, dalam Karlinah. 1999). Istilah tersebar
menunjukkan bahwa komunikan sebagai
 •
 

 •      
  
    
    

m Definisi komunikasi massa menurut Freidson
 •    • •     
 •     • • 
• •
  

 
   •  
•  •    
  
      • 

.
Komunikasi massa juga mempunyai anggapan tersirat
akan adanya alat-alat khusus untuk menyampaikan
komuniaksi agar komunikasi itu dapat mencapai pada
saat yang sama semua orang yang mewakili berbagai
lapisan masyarakat. (Rakhmat seperti yang dikutip
dalam Komala, dalam Karlinah. 1999).
m ëright mengemukakan definisinya sebagai berikut: ³G   
           
     
                
              
  
           
              
         
     
 
          
 ½ (Rakhmat
seperti yang dikutip dalam Komala, dalam Karlinah. 1999).
Menurut ëright, bentuk baru komunikasi dapat dibedakan dari
corak-corak yang lama karena memiliki karakteristik utama
sebagai berikut:  •
 •  •     
     
 
•    •
  • 
  
 •  • •  •  
  •    • (khusus untuk media elektronik,
seperti siaran radio siaran dan televisi).
m G      
 •
m Geori peluru ini merupakan konsep awal ¯ ¯    ¯
   

   
 ¯ ¯¯ ¯
¯  ¯   
 ¯ Geori ini
mengasumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat perkasa, dan komunikan dianggap
pasif atau tidak tahu apa-apa. Geori ini mengasumsikan bahwa ¯     
¯¯ ¯    ¯   ¯  
    ¯    
Pengaruh media sebagai hypodermic injunction (jarum suntik) didukung oleh munculnya
kekuatan propaganda Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945).
m Geori Divusi Inovasi
m Gokohnya Everett M. Rogers mendefinisikan difusi sebagai proses dimana suatu inovasi
dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertenti di antara para anggota
suatu sistem social. P   
     
   



 
 
 
 
   • • •  •   
 
     
   
        
   


   
 

  
. Di dalam pesan terdapat
ketermasaan(newness) yang memberikan cirri khusus kepada difusi yang menyangkut
ketakpastian (uncertainty). Derajat ketidakpastian seseorang akan dapat dikurangi dengan jalan
memperoleh informasi (lihat Effendy. 1993; Severin dan Gankard. 1988; mcQuail dan
ëindahl.1993, Liliweri.1991).
3. Geori Pembelajaran Sosial
Geori ini diaplikasikan pada perilaku konsumen, kendati pada awalnya menjadi
bidang penelitian komunikasi massa yang bertujuan untuk memahami efek
terpaan media massa. Berdasarkan hasil penelitian Albert Bandura, teori ini
menjelaskan bahwa
   
    •      
  
       
  

 . Klapper menganggap bahwa ³ganjaran½ dari karakter G


diterima mereka sebagai perilaku antisocial, termasuk menjadi toleran terhadap
perilaku perampokan dan kriminalitas, menggandrungi kehidupan glamour
seperti di televisi.
m  
  
•
m Membahas perbandingan iklan µ0¯ ¶ (bir yang eksis tahun µ50an) dan bir pada era
sekarang. Dalam iklan ini terdapat gambaran kehidupan sebuah keluarga pribumi. Sang
ayah duduk santai (mungkin sedang menikmati leisure time) di beranda rumah yang teduh
dan nyaman mengenakan jas dan kopiah membaca surat kabar, sementara sang
(perempuan) istri dengan pakaian kebaya (Jawa) datang menyuguhkan segelas bir. Dua
anak laki-laki dan perempuan berdiri bermain boneka di dekat mereka. Di samping gambar
tersebut terdapat gambar orang minum bir dengan kalimat;½rang tegap dan koeat
minoem Java Bier½. Di bawah gambar terdapat teks dengan judul ³Satoe Bapa Jang
Gagah½, diikuti uraian;½Sehat dan koeat, oelet bekerdja, telah membikin ia dapat mentjapai
kedoedoekan jang baik, hingga dia poenja kaloewarga boleh bangga atas ini bapa jang
gagah. rang-orang jang begitoe koeat dan dikagoemi minoem selamanja: Java Bier½. Ini
mencitrakan sebuah paradigma yang bersahaja dalam sebuah iklan bir. Sebuah
³kejantanan½ tidak ditampolkan secara eksplisit. Hal ini tentu saja berbeda jika
dibandingkan dengan iklan bir jaman sekarang yang mengeksploitasi ³keseksian½ dan
³kejantanan½ sebagai pusat pencitraan yang berkonotasi seksualitas.