Anda di halaman 1dari 4

Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana


memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola aset sesuai dengan tujuan
perusahaan secara menyeluruh.

A. TEORI KEUANGAN
( Building Block Theory of Finance  (12 Teori) 

1. Perfect Capital Market


Pasar modal sempurna memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
a. tidak ada biaya transaksi
b. tidak ada pajak
c. ada cukup banyak pembeli dan penjual
d. ada kemampuan akses yang sama ke pasar
e. tidak ada biaya informasi
f. setiap orang memiliki harapan yang sama
g. tidak ada biaya yang berhubungan dengan hal kesulitan keuangan.

2. Discounted Cash Flow (John Burr Williams dan Myron J. Gordon)


Konsep dasar dari teori ini adalah pada nilai waktu uang.

 Pemahaman konsep nilai waktu uang diperlukan oleh manajer keuangan dalam
mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan
pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang
akan dipilih.

 Suatu jumlah uang tertentu yang diterima waktu yang akan datang jika dinilai
sekarang maka jumlah uang tersebut harus didiskon dengan tingkat bunga
tertentu (discount factor).

 Suatu jumlah uang tertentu saat ini dinilai untuk waktu yang akan datang maka
jumlah uang tersebut harus digandakan dengan tingkat bunga tertentu
(Compound factor)

3. Capital Structur Theory (Franco Modiglani dan Merton Miller,1958)

Teori ini sering dinamakan teori MM. Teori yang dikembangkan bahwa nilai suatu
perusahaan tergantung pada arus penghasilan dimasa depan (future earning streams)
dan oleh karena itu tidak tergantung pada struktur modal. Teori MM yang pertama ini
mengasumsikan pada pasar modal sempurna dan tidak ada pajak, sehingga sering
disebut model MM-Tanpa Pajak.

4. Tax Saving-Financial Cost Trade Off Theory

1
Sekitar tahun 1963 teori MM disempurnakan dengan model MM-Dengan Pajak. Dalam
penelitiannya bahwa penggunaan hutang memang akan meningkatkan nilai perusahaan,
tetapi pada suatu titik tertentu yaitu struktur modal optimum, nilai perusahaan akan
menurun dengan semakin besarnya proporsi hutang dalam struktur modalnya.

Dengan adanya pajak penghasilan, hutang dapat menghemat pajak yang dibayar. Tetapi
teori ini lupa bahwa hutang yang besar dapat menimbulkan financial distress. Karena
ada kelemahan ini kemudian model ini diperbaiki yang sering disebut tax saving-
financial cost trade off theory.

5. Pecking Order Theory (Myers dan Majluf, 1984)


Didasarkan pada gagasan asimetris informasi antara manajer dan investor. Manajer tahu
lebih banyak mengenai keadaan sebenarnya nilai perusahaan dan investorluar lebih
menanggung risiko karena kurangnya informasi. Untuk menghindari kurangnya investasi,
manajer akan berusaha untuk membiayai proyek baru menggunakan keamanan yang
tidak dihargai pasar, seperti dana internal atau utang tanpa risiko. Teori ini
mengutamakan modal (uang) perusahaan sendiri untuk melakukan pembiayaan yang
diperlukan untuk mengembangkan perusahaan. Teori pecking order dapat menjelaskan
mengapa perusahaan cenderung untuk bergantung pada sumber dana internal dan lebih
suka hutang terhadap ekuitas apabila diperlukan pembiayaan eksternal.

6. Dividend Theory (Modiglani dan Miller)


Teori ini mengatakan bahwa kebijakan dividen tidak mempengaruhi nilai perusahaan,
karena setiap rupiah pembayaran dividen akan mengurangi laba ditahan yang digunakan
untuk membeli aktiva baru.

7. Teori Portfolio (Harry Markowitz, 1990)


Pelajaran utama dari teori ini adalah bahwa risiko dapat dikurangi dengan cara
mengkombinasikan beberapa jenis aktiva berisiko daripada hanya memegang salah satu
jenis aktiva saja.

8. Capital Asset Pricing Model (Sharpe, John Litner dan Jan Moissin)
Teori yang berkaitan dengan teori portfolio adalah Capital Asset Pricing Model yang
secara terpisah menunjukkan bahwa tingkat keuntungan yang disyaratkan pada suatu
aktiva berisiko merupakan fungsi dari tiga faktor:
a. tingkat keuntungan bebas risiko,
b. tingkat keuntungan yang disyaratkan pada portfolio dengan risiko rata-rata dan
c. volatilitas tingkat keuntungan aktiva berisiko tersebut.

9. Option Pricing Theory (Fisher Black dan Myron Scholes)


Option adalah hak untuk membeli atau menjual suatu aktiva pada harga yang telah
ditentukan pada waktu yang telah ditentukan pula. Teori ini Black-Scholes Option
Pricing Model.

10. Efficient Market Hyphothesis (Eugene F. Fama)

2
Terminologi efisien dalam teori ini pada efisien secara informasi. Teori ini mengatakan
jika pasar efisien maka harga merefleksikan seluruh informasi yang ada.
Empat kondisi yg diperhatikan agar suatu pasar efisien secara informasional, yaitu :
a. Tidak ada biaya untuk informasi dan informasi tersedia untuk semua peserta pasar
pada waktu yang sama
b. Tidak ada biaya transaksi, pajak dan kendala perdagangan lainnya
c. Seorang pemodal atau institusi tidak dapat mempengaruhi harga
d. Semua peserta pasar adalah rasional
Keempat kondisi ini tidak terdapat pada dunia nyata. Oleh sebab itu perlu dibedakan
antara pasar yang
(1) perfectly informationally efficient
Pasar yang perfectly efficient, yakni yang memenuhi keempat kondisi diatas, harga
selalu merefleksikan semua informasi yg diketahui, harga akan menyesuaikan diri
dengan informasi baru secara cepat. Dan excess return hanya bisa diperoleh karena
keberuntungan.

(2) economically informationally efficient


Dalam pasar yang economically efficient, harga tidak menyesuaikan diri dengan
informasi baru secara cepat namun excess profit tetap tidak dapat diperoleh setelah
keuntungan dikurangi dengan biaya informasi

Menurut teori ini pasar efisien dibagi menjadi tiga:


1. Pasar efisien bentuk lemah: jika harga sekuritas mengekspresikan seluruh informasi
harga di masa lalu, sehingga upaya investeor untuk memperoleh excess return
dengan memanfaatkan data harga di masa lalu adalah sia-sia (harga adalah random
walk)
2. Efisiensi bentuk setengah kuat : jika harga mencerminkan informasi harga historis
plus informasi yang tersedia bagi publik.
3. Efisiensi bentuk kuat: jika harga sekuritas mengekspresikan seluruh informasi yang
ada, baik harga sekuritas masa lalu, informasi yang tersedia bagi publik, maupun
informasi yang bersifat privat.

11. Agency Theory (Michael C Jensen dan William H. Meckling)


Teori ini muncul karena adanya keterpisahan antara pemilik dan manajemen. Agency
relationship muncul ketika individu (majikan/principal) membayar individu lain (agent)
untuk bertindak atas namanya, mendelegasikan kekuasaan untuk membuat keputusan
kepada agen atau karyawannya.

12. Asymetric Information Theory


Informasi asimetri adalah kondisi dimana satu pihak memiliki informasi lebih banyak dari
pada pihak lain. Tingkat asymmetric information ini bervariasi dari sangat tinggi ke
sangat rendah.
 Apa impilikasi asymmetric information dan signaling terhadap manajemen
keuangan? Manajer pada umumnya termotivasi untuk menyampaikan informasi
yangg baik mengenai perusahaannya ke publik secepat mungkin. Namun pihak di
luar perusahaan tidak tahu kebenaran dari informasi yg disampaikan tersebut.

3
Karena adanya kondisi asymmetric information, pemberian sinyal kepada investor atau
publik melalui keputusan-keputusan manajemen menjadi sangat penting.

A. AKSIOMA SEBAGAI DASAR MANAJEMEN KEUANGAN


1. Keseimbangan Risiko dan Pengembalian ( The Risk – Return Tradeoff
Jangan menambah risiko kecuali mendapatkan kompensasi tambahan pendapatan
(pengembalian investasi).

2. Nilai Waktu Uang ( Time Value of Money )


Uang yang diterima sekarang lebih berharga dari uang yang diterima kemudian

3. Uang Kas ( Bukan Besarnya Laba) adalah yang utama

4. Tambahan Arus Kas ( Incremental Cash Flow )- Satu – satunya Pertambahan Nilai yang
Dihitung

5. Kondisi Persaingan Pasar


Merupakan alasan mengapa sangat sulit mendapatkan proyek dengan laba yang luar biasa

6. Pasar Modal yang Efisien


Merupakan pasar yang bergerak cepat dan harga yang tepat

7. Masalah Keagenan
Manajer tidak akan bekerja bagi pemilik perusahaan jika tidak selaras dengan kepentingan
mereka

8. Perpajakan yang Berdampak pada Keputusan Bisnis

9. Tidak Semua Risiko Sama – Ada Sebagian Risiko yang dapat Didiversifikasi
Mengembangkan prinsip “Jangan letakkan seluruh telur dalam satu keranjang”

10. Melakukan Sesuatu yang Benar Adalah Perilaku yang Etis, dan Banyak Dilema Etika dalam
Manajemen Keuangan.

Anda mungkin juga menyukai