Anda di halaman 1dari 166

PENDAHULUAN

----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 1}

LOGIKA/SOSIOLOGI/STILISTKA/KEARIFAN

BERBAHASA/KONTRUKSI/GRADASI/DIALEKTIKA

BAHASA PENDIDIKAN (ANAK) DALAM QUR’AN

MUTIARA HIKMAH LUQMAN HAKIM

(PESAN-PESAN PENDIDIKAN ANAK)

Bahasa pendidikan anak

BAB I: PENDAHULUAN

1.Latar belakang masalah

2.Rumusan masalah

3.Tujuan dan kegunaan penelitian

4.Metodologi penelitian

5.Pembatasan masalah

6.Sistematika pembahasan

BAB II: KAJIAN TEORITIS TENTANG

PENDIDIKAN ANAK

1. Pendidikan dan permasalahannya

a. Arti pendidikan

1.a.1. Tinjauan bahasa


1.a.2. Tinjauan istilah

1.a.3. Ta’rif pendidikan Islam

b. Tujuan pendidikan

c. Guru

d. Murid

e. Alat pendidikan

f. Lingkungan pendidikan

2. Urgensi pendidikan anak

a. Fase pendidikan anak

b. Jiwa keagamaan anak

c. Kebutuhana anak pada pendidikan

d. Pendidikan anak Islami

BAB III: PESAN-PESAN PENDIDIKAN ANAK


(Studi tentang mutiara hikmah Luqmanul Hakim)

1. Seputar Luqmanul Hakim

1.a. Pendapat Mufassirin tentang Luqmanul Hakim

1.b. Kajian bahasa

1.c. Kajian istilah

1.d. Pekerjaannya
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 3}

1.e. Sifat-sifatnya

1.f. Status kenabianya

1.g. Masa hidupnya

1.h. Makamnya

1.i. Nama anaknya

2. Diberi Hikmah

2.a. Makna hikmah

2.a. 1. Pengertian etimologi

2.a. 2. Pengertian istilah

2.b. Macamnya

2.b. 1. Hikmah teoritis dan praktis [dari sisi

obyek]

2.b. 2.Hikmah mauhibah dan iktisabiyah [dari

sisi pencapaian]

2.b. 3. Tanda-tandanya

2.b. 4. Hikmah Luqmanul Hakim

2.c. Faktor-faktornya

2.c. 1.faktor pendukung

2.c. 2.Faktor penghambat

2.d. Kata-kata mutiara hikmah Luqmanul Hakim

BAB IV: PEMBAHASAN MUTIARA HIKMAH

LUQMANUL HAKIM

1. Paparan kata-kata mutiara hikmah Lukmanul hakim

2. Analisa data

2.1. Cakupan isi/pesan pendidikan


2.2. Metode Pendidikan Luqmanul Hakim

2.3. Sifat pendidik

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

LITERATUR

LAMPIRAN

SEMINAR PROPOSAL

LEMBAR KONSULTASI

BIODATA PENULIS
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 5}

PESAN-PESAN PENDIDIKAN/ LUQMANULHAKIM

PROFIL PENDIDIK SEJATI

BAB I PENDAHULUAN

BAB II ALQUR’AN

BAB III: HISTORISITAS LUQMAN HAKIM

1. Seputar Luqmanul Hakim

1.a. Pendapat Mufassirin tentang Luqmanul Hakim

1.b. Kajian bahasa

1.c. Kajian istilah

1.d. Pekerjaannya

1.e. Sifat-sifatnya

1.f. Status kenabianya

1.g. Masa hidupnya

1.h. Makamnya

1.i. Nama anaknya

BAB IV KOMPETENSI HIKMAH

2. Diberi Hikmah

2.a. Makna hikmah

2.a. 1. Pengertian etimologi

2.a. 2. Pengertian istilah

2.b. Macamnya

2.b. 1. Hikmah teoritis dan praktis [dari sisi


obyek]

2.b. 2.Hikmah mauhibah dan iktisabiyah [dari

sisi pencapaian]

2.b. 3. Tanda-tandanya

2.b. 4. Hikmah Luqmanul Hakim

2.c. Faktor-faktornya

2.c. 1.faktor pendukung

2.c. 2.Faktor penghambat

BAB V: MUTIARA HIKMAH LUQMANUL HAKIM

3. Paparan kata-kata mutiara hikmah Lukmanul hakim

BAB VI PERSPEKTIF PENDIDIKAN

2. Cakupan isi/pesan pendidikan

a. Tujuan pendidikan

b. Materi pendidikan

c. Metode Pendidikan Luqmanul Hakim

d. Sifat pendidik

e. Etika anak didik


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 7}

BAB I

PESAN-PESAN PENDIDIKAN ANAK

(Studi tentang mutiara hikmah Luqmanul Hakim)

1. Latar belakang masalah

Menyambut datangnya abat milenium baru, pada umumnya

setiap orang juga memiliki harapan-harapan baru yang

ingin dicapai. Disinilah kesempatan terbuka lebar

untuk mengembangkan kemampuan, minat dan bakat dalam

aspek apapun, terutama bidang Ilmu Pengetahuan

Teknologi dan Komunikasi (IPTEK). Suasana awal abat

21 ini akan menjadikan hidup semakin kompetitip,

sehingga kreatifitas dan profesionalisme akan

menghantarkan seseorang untuk dapat memperoleh

peluang hidup yang membahagiakan.

Melihat besarnya peluang untuk mengembangkan segala

potensi tersebut, terutama bidang IPTEK, maka

pendidikan Islam sudah saatnya untuk dikembangkan

dengan cara menggali, dan memeperbaharui konsep-


konsep yang telah ada. Hal ini dilakukan dalam

rangka mengikuti tuntutan perubahan zaman, agar

pendidikan lebih solid ditengah gencarnya arus

perubahan.

Memang kebenaran dogma agama Islam tidak bisa

disangkal yang mengatakan bahwa selama manusia masih

bernafas, maka disitu pulalah dituntut untuk terus

tholabul‘ilmi. Pernyataan ini dapat dipahami sebagai

modal dasar untuk mengembangkan diri, dengan prinsip

menjadikan masa lalu sebagai wacana sejarah yang

tidak boleh dilupakan, masa sekarang sebagai

kenyataan, dan masa yang akan datang sebagai

harapan.

Realitas seperti diatas inilah yang ikut mendorong

penulis untuk ingin mencermati lebih dalam tentang

obyek tholabul ilmu pada aspek pendidikan anak.

Kenapa harus mengambil tema pendidikan anak? Karena


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 9}

diyakini sepenuhnya bahwa keberhasilan pendidikan

anak merupakan landasan dasar bagi kemajuan suatu

bangsa. Tidak ada yang lebih mempercepat suatu

kemajuan bangsa tanpa diimbangi kesuksesan dalam

menciptakan generasi penerus bangsa itu sendiri,

melalui pendidikan kader-kader bangsanya. Sehingga

sisisi lain dapat dikatakan pula bahwa tidak ada

hambatan yang lebih besar dalam membangun bangsa

melebihi kegagalan dalam pendidikan anak. Jadi anak

merupakan generasi, modal dasar dan sekaligus aset

bangsa yang patut diperhitungkan masa depannya.

Perhatian yang diberikan menyangkut pendidikan dan

sekaligus kesolehan akhlaknya. Hal ini seperti

tertera dalam sebuah syair Syauky Beek sebagaimana

1
dinukil Athiyah Al-Abrosy ini:

‫وإنا المم الخلق ما بقيت فإن هوا ذهبت أخلقهم ذهبوا‬

Atas alasan tersebut, maka pendidikan anak dipandang

penting untuk diperhatikan. Permasalahan yang ingin

1 Muhammad Athiyah Al-Abrosyi, Attarbiyah Al-islamiyah, Darulqaum, 1964, halaman 95


dimunculkan dalam tesis ini adalah terletak pada

suatu pertanyaan mendasar, yaitu bagaimana mendidik

anak secara ideal dan Islami tanpa mematikan daya

kreatifitas dan potensi dasar mereka. Pada akhirnya

dikandung maksud untuk mencapai keseimbangan pola

fikir dan tingkah laku anak. Karena menurut teori

pendidikan yang dikemukakan oleh Bloom, pada

dasarnya pendidikan adalah perubahan tiga kemampuan

pokok yang harus terjadi pada diri siswa, yaitu

kemempuan kognitif (pengetahuan), afektif

(keterampilan), dan psikomotor (sikap ).

Kalau kita cermati, taksonomi yang dikemukakan oleh

Bloom ini tidak memuat aspek akhlak. Padahal

keberadaan akhlak sangatlah penting dalam pergaulan

hidup manusia diabat milinium ini. Karena disadari,

kemajuan suatu bangsa tanpa diimbangi oleh budi

pekerti yang luhur ( akhlakul karimah ), suatu saat

akan menjadi bumerang bagi kehancuran bangsa itu


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 11}

sendiri.

Disatu sisi kemajuan informasi dan teknologi dalam

dunia global ini memiliki ekses terhadap cara

berfikir anak didik semakin kritis, rasional, bebas

dan dinamis. Hal ini bisa terjadi karena mereka

banyak tahu tentang pengetahuan yang diperoleh

melalui segala informasi, baik cetak maupun

elektronik. Pada saat itu pula, anak didik memiliki

kecenderungan untuk mengaitkan fenomena - yang ada

dalam suatu mata pelajaran misalnya dengan rasio.

Maka generalisasinya, agama akan lebih dapat

diterima anak didik jika bersifat rasional,

realistis dan aplikatip. Sementara itu, konsep-konep

agama banyak yang bersifat dogma-dogma tanpa bukti

realistis.

Bertolak dari uraian diatas, maka penulis ingin

menelusuri lebih jauh filosofis pendidikan anak yang

ideal dan islami , dengan pembahasan utama tentang


pesan pesan pendidikan anak menurut Luqmanul Hakim.

Sebagai apersepsi awal, konsep pendidikan yang

diterapkan oleh Luqmanul Hakim pada anaknya meliputi

empat hal.

Pertama : pendidikan keimanan. Pendidikan inilah

yang pertamakali dilakukannya terhadap anaknya (ayat

13 ). Hal ini bisa difahami bahwa Islam memandang

pengetahuan ( kognitif dalam istilah Bloom) tentang

ketuhanan sebagai dasar prilaku anak sebelum ia

belajar disiplin ilmu lain. Aplikasinya, dalam

bidang pendidikan akidah ini Luqman menanamkan

pengetahuan bahwa Alloh sebagai Dzat Yang Maha Esa

yang harus disembah oleh seluruh alam.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka tema sentral

pendidikan keimanan meliputi rukun iman yang enam.

Secara berurutan meliputi beriman kepada Alloh,

malikat, kitab suci, rosul, hari akhir, qodo’ dan

qodar.
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 13}

Bidang keimanan memiliki cakupan tujuan yang

penting. Misalnya ketika anak didik sudah dewasa,

lalu menjadi pegawai atau bekerja pada suatu

instansi, atau dalam bidang apapun, maka aspek

keimanan dan ketakwaan akan mengendalikan setiap

aktifitasnya. Dengan demikian ia akan dapat

menjalankan amanat pekerjaannya dengan baik, jujur,

dan bertanggung jawab, sehingga terhindar dari

perbuatan dlolim dan praktek-praktek perbuatan

kotor lainnya seperti korupsi dan sejenisnya.

Kedua : pendidikan syari’ah ( baca : ibadah ). Ruang

lingkup syari’ah meliputi interaksi vertikal seorang

hamba dengan Alloh yang direalisasikan melalui

ibadah, dan interaksi horizontal yang dilakukan

dengan sesama manusia (muamalah). Kenapa pendidikan

ibadah baru dilakukan setelah pendidikan akidah?

Karena secara filosofis, setelah anak dikenalkan

keimanan dan sudah mengkristal menjadi karakternya,


maka dia dituntut untuk membuktikan keimanannya itu

dalam bentuk amaliyah kongkrit melalui ibadah. Jadi

dengan iman yang kuat diharapkan anak mengerti bahwa

kesempurnaan iman itu perlu dibuktikan dengan

tindakan nyata yang berupa pengabdian melalui

tatacara ibadah. Dalam hal ibadah ini Luqman

mengajarakan sholat kepada anaknya. Kenapa mesti

diajari sholat, tentunya karena sholat adalah tiang

agama. Dan setelah rajin melakukan sholat, alalu

diperintahkan untuk membiasakan dikap baik terhadap

keluarga terdekat, yang dalam hal ini ayah dan ibu

yang dijelaskan lebih lanjut dalam pendidikan

akhlak.

Ketiga : pendidikan akhlak. Betapapun kuatnya iman

dan dan takwa anak didik dalam arti rajin

mengerjakan ibadah dilandasi dengan iman yang kuat,

jika tidak diikuti dengan akhlak yang biak, maka

pengabdiannya itu akan sia-sia belaka (kurang


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 15}

semprna ). Maka dalam bidang akhlak ini, pendidikan

yang mula-mula dilakukan Luqman kepada anaknya

adalah dengan memperkenalkan etika baik terhadap

kedua orang tua.Prinsip berbakti ini dengan cara

mel;akukan segala yang diperintahnya, dan menjauhi

segala larangannya selama dalam batas kebaikan dan

tidak melanggar syari’at islam. Juga dengan

perkataan yang baik dan menjawab dengan arif /

bijaksana jika perintahnya bertentangan dengan

agama.

Keempat : Pendidikan sosial. Pendidikan sosial

adalah tahapan akhir yang dilakukan Luqman terhadap

anaknya. Setelah anak dikenalkan konsep akhlak

kepada tuhannya melalui jalan ibadah, dan kepada

kedua orang tuanya maka berikutnya diajarkan padanya

akhlak dalam kontek kemasyarakatan. Pendidikan

sosial ini mencakup etika pergaulan (bertemu),

berbicara, berjalan dan lainnya. Ajaran inilah yang


sebenarnya dalam konsep islam dikenal dengan Ikhsan.

Jadi ide pokok pendidikan Luqmanul Hakim kepada

anaknya meliputi empat konsep tersebut, dimana dalam

istlah lain secara filosofis telah memenuhi target

untuk membentuk insan kamil yang terdiri dari

kesempurnaan aqidah, syariah dan akhlak dan akhlak

(Iman, Islam dan Ihsan ).

2. Rumusan masalah

Cerita Luqmanul Hakim yang ada dalam surat Luqman

mungkin dapat dikaji dari berbagai sudut pandang.

Namun disini penulis akan membahas kata mutiara

hikmahnya dari sudut pandang pendidikan dengan

rumusan masalah sebagai berikut:

1.Bagaimana syarat guru yang ideal, menurut

pengajaran Luqmanul Hakim?

2.Bagaimana cakupan materi pesan-pesan pendidikan

anak yang dilakukan oleh Luqmanul hakim?

3.Bagaimana metode pendidikan anak yang diterapkan


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 17}

Luqmanul Hakim?

3. Tujuan dan kegunaan penelitian

Penulisan tesis ini sesuai dengan rumusan masalah

diatas, maka bertujuan untuk:

1. Mendiskripsikan mutiara hikmah pendidikan anak

yang dilakukan oleh Luqmanul Hakim terhadap

anaknya, lalu dianalisa cakupan meterinya.

2. Mendiskripsikan metode pendidikan yang efektif,

yang disimpulkan dari mutiara hikmah Luqmanul

hakim.

3. Mendiskripsikan sifat guru yang ideal yang

disarikan dari kata mutiara hikmah Luqmanul

hakim.

Sedangkan kegunaan penulisan tesis ini secara

teoritis diharapkan dapat menambahkan sumbangan

berfikir dalam khazanah pengetahuan yang sudah ada

dalam bidang pendidikan, sehingga secara praktis

pada akhirnya dapat dijadikan suatu rujukan yang


patut diperhatikan.

4. Metodologi penelitian

Penelitian ini termasuk penelitian diskriptif-

kwalitatip. Maka penulis menggunakan metodologi

pembahasan sebagi berikut:

a. Studi pustaka

Maksudnya adalah studi tentang fenomena realistis

yang diperoleh melalui studi buku, penelitian,

2
penerbitan dan dokumentasi lainnya.

b. Metode Deskripsi ( descriptical method )

Yang dimaksud dengan metode ini adalah

mendiskripsikan data realistis secara mendetail

dan sesuai dengan kenyataannya secara kwalitatip

3
ataupun kwantitatip.

c. Metode deduksi ( deductive methode )

Metode deduksi berangkat dari pengetahuan yang

2 Arif Furchan, Pengantar penelitian dalam pendidikan, Usaha Nasional, Surabaya, 1982,
halalaman 79
3 Muhammad Isa, Manahijul bahs al-ilmi, Darul fikr aroby, 1981, halaman 173
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 19}

sifatnya umum, dan bertitik tolak pada pengetahuan

yang umum itu digunakan untuk menilai kejadian

4
yang khusus. Pengertian serupa dijelaskan oleh

5
Muhammad Athiyah Al-abrosi.

d. Metode Induksi ( inductive method )

Ialah berfikir dari fakta-fakta yang khusus,

peristiwa-peristiwa yang kongkrit, kemudian dari

fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang khusus

kongkrit itu ditarik generalisasi-generalisasi

6
yang mempunyai sifat umum.

e. Metode komparasi ( comparative method )

Yaitu mencari hubungan dengan menggabungkan

beberapa fakta sejenis dengan berdasarkan pada

7
indikasi-indikasi yang sama ataupun berbeda.

Adapun literatur pokok yang akan diteliti adalah

4 Sutrisno Hadi, Metodologi Research I , UGM, 1983, halaman 42


5 Muhammad Athiyah Al-Abrosyi, Ruuhutttarbiyah watta’liim, Daruihya’I alkutub al’arobiyah,
halaman 277
6 Sutrisno Hadi, Ibid
7 Winarno Surahmat, Pengantar penelitian ilmiah dasar metode dan teknik, Tarsito, Bandung,
Halaman 143
kitab-kitab tafsir yang memuat kata-kata mutiara

hikmah Lukamanul hakim.

5. Pembatasan masalah

Tesis ini berjudul PESAN-PESAN PENDIDIKAN ANAK

(Studi tentang mutiara hikmah Luqmanul Hakim]. Untuk

memperjelas judul dimaksud, maka penulis perlu

membatasi masalah dengan mengacu pada definisi

operasional seperti dikehendaki dibawah ini:

Pendidikan :proses mengubah sikap dan tatalaku

seorang atau kelompok orang dalam usaha

mendewasakan manusia melalui upaya

pengajaran dan pelatihan; juga berarti

8
proses, perbuatan dan cara mendidik.

Anak :manusia yang masih kecil [sekitar umur

9
enam tahun ].

8 Kamus besar bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pustaka,
Perum penerbitan dan percetakan BP, cetakan ketujuh, halaman 232
9 Ibid, halaman 35
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 21}

Luqman nama kongkrit [isim ma’rifah] yang

berasal dari kata laqoma dengan

tambahan alif dan nun seperti kata

usman, dimana Luqman ini bisa berasal

dari kata arab murrni ataupun non arab

10
[ajam]. Atau sebuah nama yang ada

dalam alquran QS. Luqman 12.

Jadi yang dikehendaki dengan judul tesis ini adalah

pembahasan tentang pesan-pesan pendikan anak yang

dilakukan oleh Luqmanul Hakim kepada anaknya, yang

tertuang dalam kata-kata mutiara hikmahnya [bukan

yang ada dalam alquran dalam surat Luqman 12-19.

6. Sistematika pembahasan

Organisasi penulisan

BAB I: PENDAHULUAN

7.Latar belakang masalah

8.Rumusan masalah

10 Al-Baidlowi,Anwaruttanziil waasrorutta’wiil, halaman 226


9.Tujuan dan kegunaan penelitian

10.Metodologi penelitian

11.Pembatasan masalah

12.Sistematika pembahasan

BAB II: KAJIAN TEORITIS TENTANG

PENDIDIKAN ANAK

1. Pendidikan dan permasalahannya

g. Arti pendidikan

1.a.1. Tinjauan bahasa

1.a.2. Tinjauan istilah

1.a.3. Ta’rif pendidikan Islam

h. Tujuan pendidikan

i. Guru

j. Murid

k. Alat pendidikan

l. Lingkungan pendidikan

3. Urgensi pendidikan anak


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 23}

e. Fase pendidikan anak

f. Jiwa keagamaan anak

g. Kebutuhana anak pada pendidikan

h. Pendidikan anak Islami

BAB III: PESAN-PESAN PENDIDIKAN ANAK

(Studi tentang mutiara hikmah Luqmanul Hakim)

4. Seputar Luqmanul Hakim

1.a. Pendapat Mufassirin tentang Luqmanul Hakim

1.b. Kajian bahasa

1.c. Kajian istilah

1.d. Pekerjaannya

1.e. Sifat-sifatnya

1.f. Status kenabianya

1.g. Masa hidupnya

1.h. Makamnya

1.i. Nama anaknya

5. Diberi Hikmah
2.a. Makna hikmah

2.a. 1. Pengertian etimologi

2.a. 2. Pengertian istilah

2.b. Macamnya

2.b. 1. Hikmah teoritis dan praktis [dari sisi

obyek]

2.b. 2.Hikmah mauhibah dan iktisabiyah [dari

sisi pencapaian]

2.b. 3. Tanda-tandanya

2.b. 4. Hikmah Luqmanul Hakim

2.c. Faktor-faktornya

2.c. 1.faktor pendukung

2.c. 2.Faktor penghambat

2.d. Kata-kata mutiara hikmah Luqmanul Hakim

BAB IV: PEMBAHASAN MUTIARA HIKMAH

LUQMANUL HAKIM

6. Paparan kata-kata mutiara hikmah Lukmanul hakim

7. Analisa data
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 25}

2.1. Cakupan isi/pesan pendidikan

a. Metode Pendidikan Luqmanul Hakim

b. Sifat pendidik

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

LITERATUR

LAMPIRAN

SEMINAR PROPOSAL

LEMBAR KONSULTASI

BIODATA PENULIS
BAB II
KAJIAN TEORITIS TENTANG PENDIDIKAN

1. Pendidikan dan permasalahannya


Untuk membahas teori yang mendukung sempurnanya pembahasan tesis
ini, maka dikemukakan pendalaman teori pendidikan meliputi pengertian
dan faktor pendukung pendidikan yang mencakup tujuan, landasan, guru,
murid dan alat/ lingkungan pendidikan.
1. a .Arti pendidikan
1.a.1 Tinjauan bahasa
Kata pendidikan [tarbiyah] menurut Abdurrohman Annahlawi
memiliki tiga kata dasar, yaitu:

Pertama berasal dari ‫رباـ يربوـ رباءـ وربوا أى زاد‬


‫ونما‬ yang berarti tambah dan berkembang. Penggunaan kata

ini seperti dalam pengertian ayat berikut:


‫"ومفا أوتيتفم مفن ربفا ليربفو ففى أموال الناس فل‬
)39 :‫(الروم‬ "‫يربو عند الله‬
Kedua berasal dari ‫ربىف يربى على وزن خفى ف يخفى‬

‫بمعنى نشأ وترعرع‬ yang berarti tumbuh dan berkembang.

Adapun arti kata ‫ربفى فف يربفى تربيفة وتربفى الولد أى‬


‫غذاه وجعله يربفو وهذبفه‬ mendidik anak artinya memberi
makanan, mengembangkan dan mendidiknya tingkah

lakunya.Ketiga berasal dari kata -‫مد‬ ‫رب ف يرب على وزن‬


‫يمد بمعنى أصلحه وتولى أمره وساسه وقام عليه‬
‫ورعاه‬ berarti memperbaikinya, mengurusi dan membina. 11

Kata tarbiyah menurut Miqdad Yaljan juga berarti bertambah,


memberi makan, memelihara, menjaga dan tumbuh. Juga

Abdurrohman Annahlawi, Ushuluttarbiyah alislamiyah waasaalibiha filbait walmujtama’ , 11


Darul Fikr, halaman 12
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 27}

digunakan secara majazi dengan arti mendidik tingkah laku dan


meninggikan pangkat. Makna lainnya yang senada adalah
berkembang, memberi makan, meninggikan dan mengangkat

posisi. Pengambilan kata tarbiyah ini juga dari kata ‫رب‬ dan

bukan dari ‫ربفا‬sehigga bisa dikatakan pula“ mendidik anak


artinya memperhatikannya dengan baik, mengajari sampai bisa
dan akhirnya menyapihnya. 12

‫وجاءت كلمفففة التربيفففة بمعنفففى الزيادة التغذيفففة‬

‫والرعايففة والمحافظففة والنشأة وتسففتعمل مجازا‬

‫ وأيضفففا بمعنفففى‬.‫بمعنفففى التهذيفففب وعلو المنزلة‬

‫ وجاء‬.‫النشأة والتغذيففففففففة وعلو الشأن والرتفاع‬

‫إشتقاق هذه الكلمففة مففن رب وليسففت مففن ربففا‬

‫فيقال "رب ولده والصفبى يربفه أى أحسفن القيام‬

‫ وساسه حتى أدرك وفارق الطفولة‬،‫عليه‬.

Menurut Imam Alqurthubi, kata ‫ الرب‬bermakna tuan/


penguasa, diantara penggunaan makna ini seperti pada ayat “
ingatkan kami pada tuanmu” QS. Yusuf 42. Dan dalam sebuah

hadist “tuan mengendalikan umatnya “ …sedangkan ‫الرب‬


adalah semakna dengan pembuat ketentraman, pengatur, pemaksa
kehendak, penguasa, juga dikatakan bagi orang yang menekuni

banyak buku. Kata ‫الرب‬ Juga nama sebagai nama agung bagi
Alloh yang mengisyaratkan adanya hubungan yang erat, saling
mengasihi, menyayangi dan ketergantungan antara penguasa dan

yang dikuasai. Dan asal pengambilan kata ‫ الرب‬tersebut masih

Miqdad Yaljan, Jawanib attarbiyah alislamiyah alasasiyah, cetakan kedua, halaman 11 12


dipertentangkan oleh ulama, dikatakan pula diambil dari kata
tarbiyah, jadi artinya Alloh sebagai pengatur dan pendidik
makhluk. 13

‫ ومنه قوله‬،‫وقال القرطبى أن الرب بمعنى السيد‬

‫ وفففى‬،)42 :‫تعالى" أذكرنففى عنففد ربففك (يوسففف‬

‫والرب‬......‫الحديفث " أقلد المفة ربتهفا أى سفيدتها‬

‫المصففلح والمدبر والجابر والقائم ويقال لمففن قام‬

‫ لما يشعر‬،‫ والرب إسم الله العظم‬.‫منهم بالكتب‬

‫به هذا الوصف من الصلة بين الرب والمربوب مع‬

‫ما يتضمنه من العطف والرحمة والفتقار فى كل‬

‫ واختلف ففى اشتقاقفه فقيفل أنفه مشتقفا مفن‬.‫حال‬

‫التربيفففففة فالله سفففففبحانه وتعالى مدبر لخلقفففففه‬

‫ومربيهم‬.

Menurut Naquib Al-Atas, jika penggunaan kata ‫رب‬ sama

dalam bentuk madli [seperti pada ayat al-Isra 34 "‫ربيانى‬ ‫كما‬

‫"صغيرا‬ ]dan mudlorinya [seprti pada ayat Assuara’ 18 "‫ألم‬

‫] "نربك فينا وليدا‬, maka ini bermakna pendidikan, tanggung


jawab, memberi makan, perkembangan dan pertumbuhan. 14

Oleh sebab itu maka untuk mengungkapkan pendidikan ada

Alqurthubi Ibnu Ahmad Al-Anshori, Tafsir Aljamiul Ahkam, Darusya’b, Kairo, Juz 1, halaman 13
11
Menurut Naquib Al-Atas, Konsep pendidikan islam, Mizan, 1996, halaman 66 14
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 29}

beberapa kata yang sesuai diantaranya ‫كلمففة الرشاد‬

‫والتهذيفب والسفياسة والتأديفب‬ akan tetapi kebanyakan

kata yang digunakan adalah kata ta’lim .‫التعليم‬ 15

1.a.2 Tinjauan istilah

Setelah memahami kata tarbiyah dari sisi bahasa, maka penulis

menggali pengertian tarbiyah dari rumusan para ulama.

Ddiantaranya yang dikemukakan oleh Al-Qodli Baidlowi yang

dinulil oleh Miqdad yaljan sebagai berikut: 16

"‫"التربية هى تبليغ الشئ الىكماله شيئا فشيئا‬


“ Pendidikan adalah usaha perlahan-lahan untuk

mengembangakan sesuatu menuju kesempurnaannya”. Jadi kalau

kita perhatikan ta’rif tersebut, maka pengertian pendidikan

berlaku sangat umum.

Pengertian berikutnya diberikan oleh Ibnu Sina

"‫التربيففة هففى العبادة وأعنففى بالعبادة هففى فعففل‬

‫الشيفففء الواحفففد مرارا كثيرا وزمانفففا طويل ففففى‬

‫أوقات متقاربة‬."

“ Pendidikan adalah ibadah, maksudnya adalah mengerjakan satu

hal secara terus menerus dalam waktu yang terencana dan

berdekatan”.

Definisi berikutnya dikemukakan oleh Muhammad Sayyid

Ibid., Halaman 21 15
Ibid., Halaman 21 16
Sulthon, yaitu:

‫أن التربيففة هففى تنميففة حسففنة وعقليففة ووجدانيففة‬


‫وروحيفة تقوم على أصفول وقواعفد علميفة لتحقيفق‬
.‫أقصى نمو للفرد نمكنه منه قدراته واستعدادته‬
“ Upaya pengembangan secara baik aspek akal, emosi, dan

kejiwaan yang didasarkan atas asas-asas ilmiyah untuk mencapai

perkembangan kemampuan individu secara maksimal. 17

1.a.3 Ta’rif Pendidikan Islam

Setelah penulis membahas tentang arti pendidikan secara bahasa


dan istilah, maka berikutnya penulis ingin menjelaskan
pengertian pendidikan islam, karena hal ini dipandang perlu
untuk membedakan pendidikan islam dan atau non-islam, atau
pendidikan agama dan atau umum.
Pengertian pendidikan islam diantaranya dirumuskan oleh
Miqdad Yaljan sebagaimana berikut: 18

‫وجاء تعريففف التربيففة السففلمية هففى "مجموعففة‬


‫التصفريفات العمليفة والقوليفة المأخوذ مفن نصفوص‬
‫القرآن الكريفففم والسفففنة النبويفففة أوالجتهاد ففففى‬
‫ضوئهففا والتففى يمارسففها إنسففان بإرادتففه وتوجيففه‬
‫قدراتففه وتنظيففم طاقتففه ليتمكففن مففن ممارسففة‬
.‫النشطات وتحقيق الغايات التى يحددها السلم‬

Pendidikan islam yaitu sekumpulan usaha secara teoritis ataupun


praktis yang diambil dari Alqur’an dan Alhadist dan ijtihad untuk
mengembangkan kemampuan manusia menuju kesempurnaan

Muhammad Sayyid Sulthon, Mafahim Tarbiyah Filislam, Darul Maarif, halaman 132 17
Miqdad Yaljan, op. Cit., halaman 25 18
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 31}

seperti yang dikehendaki oleh islam itu sendri. 19

Lebih lanjut Miqdad menjelaskan tujuan pendidikan islam


tersebut sebagaimana berikut: mengembangkan dan membentuk
manusia muslim yang sempurna dari segala aspeknya, baik dari
sisi emosional, rasional, kepercayaan, spiritual, akhlak, kemauan
yang dilandasi dengan nilai-nilai islam dengan cara pendidikan
yang islami. Dengan kata lain yaitu mempersiapkan insan kamil
dari berbagai aspek perkembangannya untuk mencapai
kebahagiaan di dunia dan akherat, dengan didasarkan pada nilai-
nilai dan cara pendidikan yang islami. 20

Menurut Alghozali, ia menyeruupakan pendidikan seperti


bercocok tanam, maka menurutnya pendidik seperti layaknya
petani yang mengelola sawahnya. Maka ketika petani melihat
batu atau tanaman yang membahayakan tanamannya, maka ia
harus mencabutnya atau membuangnya. Petani juga harus
mengairi tanamannya berkali-kali agar tumbuhannya berkembang
dengan baik. 21

Jadi pendidikan pada prinsipnya adalah menanamkan akhlak


yang luhur pada jiwa anak didik, memberinya petunjuk,
bimbingan sehingga menjadi karakter kejiwaannya, maka dari
jiwa inilah akan memberikan kemanfaatan bagi masyarakatnya. 22

Ibid, halaman 25 19
Ibid, halaman 26 20
‫وقال مقداد يالن أن التربية السلمية هى تنشئة وتكوين إنسان مسلم متكامل من جيع نواحيه الختلفة‬
‫من الناحية الحية والعقلية والعتقادية والروحية والخلقية والرادية والبداعية ف جيع مراحل نوه ف‬
‫ أو بتعريف منحتصر هى‬.‫ضؤ البادئ والقيم الت أتى با السلم وف ضؤ أساليب وطرق التربية الت بينها‬
‫إعداد ال سلم إعدادا كامل من ج يع النوا حى ف ج يع مرا حل نوه للحياة الدن يا والخرة ف ضؤ البادئ‬
‫والقيم وف ضؤ أساليب وطرق التربية الت جاءبا السلم‬
Alghozli, khulashotuttashonif, Petuk , Kediri, halaman 10 21
Musthofa Algholayaiini, ‘Idhotunnasyi’iin, Halaman 189 22
‫فإذا الترب ية هى غرس الخلق الفاضلة ف نفوس الناشئ ي و سقياه ياء الرشاد والن صيحة ح ت ت صبح‬
.‫ملكة من ملكات النفس ث تكون ثراتا الفضيلة والي وحب العمل لنفع الوطن‬
1. b .Tujuan pendidikan
Berangkat dari pemahaman makna pendidikan yang diperoleh dari
penjelasan diatas, maka pendidikan islam memiliki tujuan yang sangat
universal dan mendalam. Karena pendidikan merupakan suatu proses,
maka sudah selayaknya harus memiliki misi dan visi yang jelas.
Adapun tujuan pendidikan islam menurut Sayyid Sulthon sebagaimana
berikut: 23

1. Tujuan intelektual atau keilmuan .


Pendidikan islam diantaranya bertujuan untuk mengembangkan
kemampuan intelektual dan memiliki daya nalar dan sikap kritis
yang tinggi. Maka obyek berfikir ini meliputi alam raya dan
menusia itu sendiri. Juga mampu menangkap fenomena ajaran
alqur’an sampai pada tahap transendental serta mampu mencari
sebab akibat fenomena yang ada dialam raya ini dengan
berdasarkan pada pandangan agama.
Perkembangan intelektual agar dapat memahami kehidupan alam
raya, manusia dalam hubungannya dengan penciptanya ini
merupakan tujuan utama dalam pendidikan islam. Oleh sebab itu,
maka ajaran islam selalu menganjurkan untuk berfikir, bahkan
mewajibkan menggunakan fikiran untuk mencari ilmu. Tidak ada
permasalahan yang ada ini tanpa melibatkan peranan fikiran dalam
menyelesaikannya. Maka pemahaman yang didapat oleh proses
berfikir itu merupakan tolak ukur untuk pertimbangan dalam
mengambil atau menentukan hukum.
2. Tujuan moral.
Pendidikan islam dalam bidang etika bertujuan untuk menciptkan
manusia yang memiliki akhlak yang luhur, akhirnya terciptalah
masyarakat yang menjunjung nilai-nilai luhur kemanusiaan seperti
yang diajarkan oleh islam, sehingga tercermin dalam prilaku yang
adil, memahami persamaan sosial dan hak individu, menghargai
kebebasan berpolitik, ekonomi, dan pemikiran atau keilmuan.

Muhammad Sayyid Sulthon, Mafahim Tarbiyah fil Islam, cetakan ke 2, Darul Ma’arif, hal. 90 23
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 33}

Dalam hal akhlak ini, rosul merupakan teladan yang luhur, dimana
kesholehan akhlaknya sangat sempurna sebagaimana penjelasan
alqur’an:
"‫"وإنك لعلى خلق عظيم‬
Dan sesungguhnya kamu [Muhammad] memiliki akhlak yang
agung.

Juga diterangkan oleh nabi sendiri, bahwa misinya adalah untuk


menyempurnakan akhlak.
"‫"إنما بعثت لتمم مكارم الخلق‬
Sesungguhnya aku [Muhammad] diutus untuk menyempurnakan
akhlak yang mulia.

Sahabat Abu Bakar mengakui sendiri akan keagungan akhlak rosul.

‫وقال أبوبكفر رضفى الله عنفه للرسفول الله عليفه‬


‫ وسففمعت‬،‫الصففلة والسففلم لقففد طفففت العرب‬
.‫ ومفا سفمعت مثلك أحدا‬،‫فمفا رأيفت‬،‫قصفهحاءهم‬
.‫فمن أدبك؟ قال أدبنى ربى فاحسن تأديبى‬

Abu Bakar berkata kepada rosul, sungguh aku telah malang


melintang mengelilingi arab dan saya dengar sendiri
kehebatannya, sejauh itu pula saya belum pernah melihat dan
mendengarkan seorangpun yang seperti tuan, siapakah yang
mengajari tuan akhlak yang luhur ini? Rosul menjawab; saya
dididik akhlak langsung oleh tuhanku, maka aku menjadi sholeh.

3. Tujuan agamis.
Secara agamis, maka pendidikan islam memuat misi
penegakan agama untuk mempersiapkan kader-kader muslim
untuk siap mempertahankan dan sekaligus menyiarkan agama.
Maka mereka juga dibekali kemampuan untuk menyerang musuh
yang mengancam keberadaan agamanya. Dengan usaha inilah
kelestarian agama islam akan tetap jaya.
Banyak sekali ayat alqur’an yang memotifasi umat untuk siap
dalam menghadapi musuh. Misalnya ayat berikut:

‫ ومففن رباط‬،‫"واعدوالهففم مففا اسففتطعتم مففن قوة‬


"‫الخيل ترهبون به عدوا الله وعدوكم‬
) 60 : ‫( النفال‬
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja
yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk
berperang [yang dengan persiapan itu] kamu menggetarkan
musuh alloh.

Ayat tersebut mengajarkan agar umat islam memiliki kisiapan


yang mantap untuk membela tegaknya agama dari serangan
musuh.
Ayat lain misalnya:

‫كنتفم خيفر أمفة أخرجفت للناس تأمرون بالمعروف‬


‫وتنهون عن المنكر وتؤمون بالله‬
) 110 : ‫( ال عمران‬
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk menusia,
menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar,
dan beriman kepada alloh.

Ayat ini menegaskan bahwa kemulyaan umat islam antara lain


pada kinerja dakwah yang memerintahkan kebaikan dan mencegah
kemungkaran. Maka dalam upaya dakwah itu tetunya menuntuk
prinsip bijaksana. Hal ini seperti penjelasan ayat berikut:
"‫أدع إلى ســـبيل ربـــك بالحكمـــة والموعظـــة الحســـنة‬

‫"وجادلهم بالتى هى أحسن‬

) 125 :‫( النحل‬


Serulah [manusia] kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang
baik.

Maka kewajiban berdakwah dan berjihad untuk menegakkan


agama itu menjadi barometer kesungguhan iman dan islam
seseorang. Sehingga orang yang mati dan tidak pernah memiliki
kepedulian berjuang untuk menegakkan isalam, maka masih
belum sempurna imannya.
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 35}

‫"مفن مات ولم يغفز ففى سفبيل الله ولم ينمفو الجهاد‬
)‫مات ميتة جاهلية" (الحديث الشريف‬
Barang siapa mati belum berjung dijalan alloh, maka mati dalam
keadaan jahiliyah.

Melihat berbagai penjelasan tersebut, maka pendidikan islam juga


memiliki kepentingan untuk menyiapkan generasi mudanya untuk
membela agamanya dan mendakwahkan.
4. Tujuan spiritual.
Mengembangkan karakter kejiwaan yang islami juga
merupakan tujuan yang diidamkan oleh pendidikan islam. Karakter
kejiwaan yang dimaksudkan misalnya memiliki sikap dan
perhatian yang besar terhadap nasib agama. Juga mengutamakan
kepentingan agama dari pada kepentingan individu. Hal seperti ini
adalah refleksi dari ayat berikut:

) 9:‫"ويؤثرون على أنفسهم ولو كان بهم خصاصة"( الحشر‬


dan mereka mengutamakan [orang muhajirin] atas diri mereka
sendiri, sekalipun mereka dalam kesulitan.

Sikap sukarela dalam berkorban demi kepentingan agama inilah


yang harus ditanamkan melalui proses pendidikan islam.

‫"ويطعمون الطعام على حبه مسكينا ويتيما وأسيرا‬


‫إنمففا نطعمكففم لوجففه الله لنريففد منكففم جزاء ول‬
) 9-8 :‫شكورا" (النسان‬
Dan mereka memebrikan makanan yang disukainya kepada orang
miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami
memberi makan kepadamu hanyalah untuk mengharap keridhoan
alloh, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula
ucapan terima kasih.

Jadi secara ringkas tujuan spiritual atau intrinsik


pendidikan islam adalah untuk menanamkan kepedulian jiwa
terhadap agama islam, jiwa berkorban untuk agama, jihad terhadap
nafsu jahat yang menguasai dirinya, dan lain-lain.
5. Tujuan jasmaniyah.
Secara jasmaniyah pendidian juga memperhatikan
kesehatan lahiriyah. Tidak bisa dipungkiri bahwa jasmani manusia
memiliki hak-hak manusiawi yang mendasar. Hal ini sebagaiman
sabda nabi berikut:

‫"إن لبدنك عليك حقا" والمؤمن القوى خير من المؤمن‬


"‫الضعيف وفى كل خير‬
“sesungguhnya badanmu memiliki hak” dan orang mu’min yang
kuat lebih baik daripada orang mukmin yan lemah, dan pada
segala sesuatu ada kebaikan”.

Untuk membina manusia yang sehat lahiriyah ini perlu dibentuk


melalui pendidikan, misalnya melalui pendidikan kesehatan
jasmani. Hal ini dikandung maksud agar perkembangan
jasmaniyah mendapat perhatian yang semestinya. Dalam hal ini
nabi menjelaskan:

‫ فإن لمحالة‬،‫"ما ملء إبن أدم وعاء شرا من بطنه‬


."‫ وثلث لشرابه وثلث لهوائه‬،‫فاعل فثلث لطعامه‬
Artinya: tidaklah patut bagi anak Adam melebihi daya tampung
kemampuan perutnya, maka jika ia ingin memberlakukan perut
dengan adil hendaklah mengisinya sepertiga bagian untuk
makanan, sepertiganya lagi untuk minuman dan sepertiga sisanya
untuk udara.

Sedangkan menurut Alghozali, tujuan penganjaran islam itu tidak lain


adalah untuk menghidupkan syari’at /ajaran nabi Muhammad saw,
mendidik akhlak mulia, dan menaklukkan nafsu amarah. 24

Pada kitab yang sama Al-Ghozali juga memberikan pesan-pesan


kepada anak didik agar menyeimbangkan antara keilmuan dan
perbuatan sehingga terciptalah ilmu praktis dan amal yang logis.
Maka ia berkata;

‫"أيهففا الولد العلم بل عمففل جنون والعمففل بغيففر علم‬


‫ليكون واعلم أن العلم الذى ليبعدك اليوم عفففففففففن‬
‫المعاصفى ول يحملك على الطاعفة لن يبعدك غذا عفن‬

Al-Ghozali, Ayuhal walad, Petuk Kediri, halaman 6 24


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 37}

."‫نارجهنم‬
wahai para siswa, sesungguhnya ilmu tanpa amal itu bagaikan gila,
dan amal tanpa ilmu itu tidak berguna, maka ketahuilah bahwa ilmu
yang sekarang tidak dapat menjauhkanmu dari perbuatan maksiyat
dan tidak mendorongmu untuk taat kepada alloh, maka tidak akan
menyelamatkanmu dari api neraka besok dihari akhir.

Maka dari sini menurut analisa Zainuddin tujuan pokok pendidikan


islam dalam setiap zaman menurut Al-Ghozali esensinya adalah
kesempmurnaan akhlak dan kesetabilan jiwa. 25

Pendapat Al-Ghozali tersebut juga didukung oleh Muhammad


Athiyah Al-Abrosyi, yakni tujuan pendidikan isalam adalah untuk
mencapai kesempurnaan akhlak mulia dan inilah merupakan inti
tujuan pendidikan islam yang tertinggi. 26

Dari sini jelaslah bahwa tujuan pendidikan yang dikehendaki oleh


Ghozali mengacu pada pembentukan akhlak yang baik, jiwa yang
bersih dan memiliki kepedulian yang tinggi untuk menegakkan
agama islam.
Abdul Ghoni Abud juga menegaskan bahwa tujuan pendidikan islam
adalah pertama; mempersiapkan kehidupan akherat. Kedua
membekali individu dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan
sehingga tercapailah kebahagiaan hidup di dunia. Sedangkan menurut
Muhammad Quthub; pendidikakn tidak lain untuk mempersiapkan
manusia yang sholeh. 27

Mahmud Sayyid Sulthon melihat pendidikan sebagai upaya untuk


menegakkan masyarakat islamli dengan akidah yang kuat,
menjalankan syari’at islam dan berakhlak mulia. Dari sini maka
terciptanya tatanan masyarakat yang islami merupakan tujuan utama
pendidikan, sehingga upaya tersebut pada dasarnya membutuhkan
penegakan syari’at islam dalam wujut kongkrit sehingga tercipta
tatanan masyarakat yang berbudi luhur penuh kedamaian dalam
naungan islam. 28

Zainuddin dkk, Seluk Beluk Pendidikan dari Al-Ghazali, Bumi Aksara. 1991. hal. 44 25
Abdul Ghoni Abud, Alfikruttarbawi Indal Ghozali, Darul Fikr Arobi, 1982, cetakan I, hal. 144 26
Abdul Ghoni Abud, op. Cit., halaman 144 27
Mahmud Sayyid Sulthon, op. Cit., halaman 42 28
Warna dan corak pendidikan sangat ditentukan oleh landasan dasar
yang menjadi pijakan sebuah pendidikan. Maka pendidikan islam
dengan karakteristiknya agama menjadikan dasar-dasar agama juga
sebagai landasan / dasar pendidikannya.
Menurut Zakiyah Darojat bahwa pendidikan islam berlandaskan pada
tiga hal berikut: Alqur’an, Assunah dan Ijtihad. 29

Abdurrohman An-nahlawi sependapat bahwa alqur’an dan assunah

sebagai asas pokok pendidikan islam. 30


Karena nyata sekali bahwa

dimasa rosul dan sahabat pendidikan sangat tergantung dengan ajaran

alqur’an. Terlebih ketika Aisyah menegaskan, sesungguhnya akhlak

rosul itu adalah alqur’an. Hal ini seperti penjelasan ayat berikut:
‫وقال الذين كفروا لول نزل عليه القرآن جملة واحدة‬

: )32 : ‫كذلك لنثبت فيه فؤادك ورتلنه ترتيل (الفرقان‬

)3 : ‫وما ينطق عن الهوى إن هو إلوحى يوحى (النجم‬

Berkatalah orang-orang yang kafir:” Mengapa Alqur’an itu tidak


diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami
perkuat hatimu dengannya dan kami membacakannya kelompok
demi kelompok. [QS. Al-Furqon 32] dan tiadalah yang diyucapkan
itu [Alqur’an] menurut kemauan hawa nafsunya.

Demikian pula, assunah juga sebagai asas pendidikan islam, karena ia

menjelaskan alqur’an. Penjelasan ini diantaranya terdapat pada ayat

berikut:

‫هو الذى بعث فى الميين رسول منهم يتلوا عليهم أيته‬


.)2 : ‫ويزكيهم ويعلمهم الكتاب والحكمة (الجمعة‬
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rosul
diantara mereka , yang membacakan ayat-ayat-Nya jeoada mereka,
Zakiyah Darojat, Filsafat pendidikan Islam, halaman 17-21 29
Abdurrahman Annahlawi, op. Cit., halaman 28 30
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 39}

mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitan dan


hikmah.

Dalam hal ini, Imam syafi’I menjelaskan bahwa assunah memiliki

kedudukan yang tingi dalam melengkpi ajaran-ajaran alqur’an. Maka


sekiranya rosul sendiri menegaskan: ‫ال وإنفى أوتيفت الكتاب‬
‫ومثله معه‬

Miqdad Yaljan dalam nukilan Djumransayah menyatakan bahwa asas

pendidikan islam terdiri dari alqur’an dan sunnah yang diperluas

dengan ijma, qiyas, masholihul mursalah, syadduddar’ah, urf dan

istihsan. 31
Hal ini sejalan dengan pendapat Sa’id Ismail bahwa asas

pendidikan islam meliputi Alqur’an, sunnah, qaul sahabat,

masholihul mursalah, uruf, dan pemikiran islam. 32

Mahmud Sayyid Sulthon menambahkan, jika demikian maka pendidikan islam ini sebenarnya ingin
membentuk pemikiran seseorang secara islami. Pemikiran yang dibentuk ini meliputi bidang aqidah
[kepercayaan] tentang alam dunia nyata dan alam akherat, tentang konsep manusia, beserta hubungan
vertikalnya dengan tuhan dan hubungan horizontalnya dengan sesama manusia. Juga ingin menanamkan
pemikiran islami tentang nilai-nilai sosial yang luhur, tentang politik, ekonomi, koperasi, dan lain-lain.
Jadi pendidikan islam ingin membentuk manusia yang memiliki perkembangan optimal dalam aspek
pemikiran, spiritual, jasmaniyah, kejiwaan, dan inilah diantara asas untuk membentuk masyarakat yang
.baik
Lebih lanjut menurut Mahmud untuk membentuk masyarakat seperti digambarkan di atas dilakukan
:upaya-upaya yang berasaskan pada konsep berikut

1. Kontrol pribadi dan sosial


Pendidikan Islam berprisip untuk menciptakan kebaikan dimulai dari kemampuan mengkontrol diri
sendiri dulu. Lalu dengan demikian akan tercipta kontrol sosial. Islam berusaha membentuk pribadi
muslim yang memiliki kesadaran untuk mengendalikan diri, sehingga mampu bertindak dengan
benar cerminan akhlak yang mulia, dimana akhlak ini sendiri tentunya sejalan dengan kebenaran
.kata hati, perasaan dan akal

2. Keseimbangan material dan spiritual


Tidak mungkin kebahagiaan didunia ini hanya didominasi oleh salah satu aspek materi atau agama
saja. Oleh sebab itu membangun manusia yang seimbang material dan spiritualnya, dengan
memiliki kemampuan nalar yang tinggi , berketrampilan, sehat jasmani roohani dan emosional yag
.stabil adalah tujuan yang harus diwujudkan

3. Kemerdekaan, persaudaraan, persamaan dan keadilan


Dalam islam banyak nilai-nilai sosial yang harus perhatikan seperti hak dan kewajiban individu
dalam memperoleh kemerdekaan, persaudaraan, persamaan, keadilan dan lain-lain. Inilah prinsip-
.prinsip yang harus disadari bersama

Djumbransyah Indar.,Filsafat Pendidikan Islam, hal. 4031


Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam, 1980. hal. 189-235 32
4. Teoritis dan praktis
Syariat islam sebenarnya mencakup aspek teoritis dan praktis, dengan pandangan yang
komprehensip terhadap manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya. Maka islam memandang
manusia memiliki kemampuan dasar berfikir secara fitroh. Atas dasar ini, maka manusia harus
mengembangkan daya fikirnya melalui belajar, merenung dan memperhatikan alam raya dengan
33
.cermat, bahkan dirinya sendiri
Athiyah Al-Abrosyi juga memberikan beberapa alternatip asas-asas pendidikan yang mungkin bisa
:diterapkan, diantaranya adalah

1. Kemerdekaan [demkrasi] pendidikan.

2. Pendidikan etika merupakan sasaran utama.

3. Mempertimbangkan kemampuan dasar siswa.

4. Menggunakan metode pengajaran yang fariatip.

5. Memperhitungkan tabiat dan cita-cita siswa.

6. Lemah lembut dalam mendidik.

7. Menunjukkan beberapap referensi untuk memotifasi siswa


belajar.34

1. c. Guru
Para pemikir islam telah banyak menulis tentang guru dan murid, baik menyangkut hak, kewajiban, etika
ataupun sifat. Diantaranya adalah Annamri Al-Qurthubi dalam kitabnya Jami’ bayanil ‘ilmi wa fadlihi,
.dan Al-Ghozali dalam fatihatul ‘ulum dan ihya’ ulumuddin
Maka disini penulis ingin memulai dengan membahas sifat-sifa pendidik dengan menukil pendapat Al-
35
:Abrosyi sebagai berikut

1. Zuhud dan mengajar karena Alloh.


Guru memiliki derajat yang tinggi dan terhormat, oleh sebab itu memiliki kewajiban yang setara
dengan derajat tersebut. Guru yang zuhud, dalam mengajar tidak mengaharapkan upah duniawi,
melainkan dalam menyebarkan ilmu hanya mengharapkan ridlo dan karena Alloh semata. Kondisi
seperti ini telah berjalan lama dalam tradisi pendidikan islam khususnya di pesantren. Mereka para
pengajar tidak menerima gaji. Akan tetapi sejalan dengan perubhan zaman, lembaga pendidikan
memberikan gaji. Sebagian ulama zuhud ada yang memberikan reaksi dan kritik. Akan tetapi
menurut kita, guru yang mengambil gaji tersebut sebenarnya tidak bertentangan dengan upaya
mencari ridli Alloh dan mengkaburkan makna zuhudnya, karena sesungguhnya pengajar –meskipun
ia zuhud dan berbudi luhur- masih memerlukan harata duniawi untuk mencukupi kebutuhan
.hidupnya

2. Kesucian guru.
Hendaklah guru suci lahiriyah dan batiniyah dengan menjauhi dosa-dosa dan sifat tercela yang
:melanggar syariat agama. Dalaml hal ini nabi mengingatkan

‫ وخيفر‬،‫وعابفد جاهفل‬،‫"هلك امتفى رجلن عالم فاجفر‬


."‫الخيار خيار العلماء وشرالشرار الجهل‬
Artinya: bahwa rusaknnya umatku disebabkan oleh dua orang, yaitu orang alim yang fajir
[pengecut] dan ahli ibadah yang jahil [bodoh], dan sebaik golongan adalah golongan ulama’,
.dan sejelek-jeleknya adalah kelompok jahil

Mahmud Sayyid Sulthon, op. Cit., halaman 47-49 33


M. Athiyah All-Abrosyi, Attarbiyah Al-Islamiyah wa falasifatuha, Halaman 26-29 34
Ibid, Halaman 140-14135
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 41}

3. Ikhlas.
Ikhlas secara dasar hendaknya berbuat sesuai dengan komitmennya, dan berkata sesuai dengan
perbuatan, dan tidak segan mengatakan tidak tahu jika memang benar tidak tahu. Guru yang sejati
seharusnya selalu merasa perlu untuk menambah wawasan keilmuaannya, sehingga tidak malu
menempatkan dirinya pada posisi menjadi siswa pada saat tertentu ketika ingin mencari kebenaran
[belajar]. Guru menghargai waktu siswa, bersikap lemah lembut, dan bertanggung jawab terhadap
.prilaku dan perkataan guru itu sendiri

4. Bijaksana

5. Berpenampilan tenang
.Hendaklah tenang, menghindari perilaku rendah, tidak berlebihan, sopan dan tidak sombong

6. Dewasa
Hendaknya dapat memberlakukan siswanya seperti anaknya sendiri. Maka seyogyanya untuk
melakukan ini guru harus sudah menikah. Bahakan dianjurkan mendudukkan anak didik diatas
.anaknya sendiri, sehingga dengan demikian tercapailah keharmonisan belajar mengajar

7. Memahami kejiwaan anak, cita-cita, dan pemikirannya.

8. Menguasai materi pelajaran.


Fahad Abdurrohman menjelaskan karakteristik guru yang perlu dicontoh dari nabi adalah empat sifar
.berikut

1. Ikhlas.
.Iklas dalam beramal merupakan dasar pokok

2. Sidiq [jujur].

3. Amanah.
Kedua sifat ini adalah wajib ada pada guru, karena seandainya guru pernah berdusta pada siswanya
.meskipun hanaya sekali, akan meruntuhkan kepercayaan siswa pada guru yang bersangkutan

4. Kasih sayang.
Kasih sayang salah satu unsur untuk menarik kedekatan siswa. Maka ketika merasa dikasihani, siswa
merasa aman, sehingga siswa akan memperhatikan keterangan guru dengan baik. Dan sebaliknya
jika kondisi seperti ini tidak tercipta, maka seakan murid merasa takut, dan enggan. Jadi kasih
sayang dapat mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusip, tidak cepat marah dan
36
.menghukum terhadap kesalahan siswa, dan sebagainya
:Alghozali menjelaskan adab-adab yang harus dilakukan guru sebagai berikut

1. Sabar dalam mengahadapi siswa.

2. Bijaksana.

Fahad Bin Abdurrohman bin Sulaiman, Qissoh Aqidah, Maktabah Taubah, cetakan pertama, 36
1994, halaman 12
3. Duduk dengan tenag.

4. Meninggalkan sobong.

5. Tawadlu.

6. Tidak bergurau.

7. Kasih sayang.

8. Sabar membimbing yang bodoh.

9. Tidak mengusir siswa yang bodoh.

10. Menghindarkan perkataan “saya tidak tahu”/

11. Memperhatikan siswa yang bertanya.

12. Menerima alasan dari siswa.

13. Berpgangan pada kebenaran.

14. Melarang siswa dari ilmu yang membahayakan.

15. Melarang siswa tidak ihlas dalam berlajar.

16. Melarang siswa menutut ilmu fardlu kifayah sebelum ilmu


fardlu ain.

17. Membekali diri guru dengan takwa agar diikuti oleh siswanya.37
:Muhtar Yahya dalam kitabnya Fannuttarbiyah menjelaskan sifat-sifat guru sebagai berikut

:Pertama: sifat aqliyah meliputi

a. kesiapan profesi.

b. Kesiapan seni.

c. Sehat akal.

d. Banyak akal.

e. Membuat
kesiapan
mengajar.

f. Banyak
membuat
perumpamaan.

Al-Ghozali, Bidayatul Hidayah, halaman 88 37


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 43}

g. Dapat
memotifasi.
Kedua: Sifat Jasmaniyah

a. Sehat jasmani.

b. Bersih.

c. Suaranya merdu.
Ketiga: sifaf Khuluqiyah

a. Ramah.

b. Sabar.

c. Berkemauan
keras.

d. Cekatan.

e. Pemberi
motifasi.,

f. Menjaga harga
diri.38
:Al-Ghozali menjelaskan kewajiban-kewajiban guru sebagai berikut

1. Kasih sayang terhadap anak didik dan memberlakukannya

sebagai anaknya sendiri. Hal ini seperti sabda nabi: " ‫إنمفا‬
‫"أنا لكم مثل الوالد لولده‬

2. Tujuan mengajar bukan untuk mengejar gaji dan sanjungan,


melainkan ikhlas karena alloh.

3. Selalu menasehati dan menunjuki siswa.

4. Menjauhi akhak tercela.

5. Menyadari perbedaan siswa.

6. Tidak menanamkan fanatisme ilmu.

7. Memimbing siswa yang bodoh dengan sabar.

8. Guru mengamalkan ilmunya.39

Muhtar Yahya, Fannuttarbiyah, halaman 56-58 38


Al-Ghozali, Ihya’ ulumuddin, juz 1, halaman 69 39
Atas tugas dan kewajibannya yang mulia ini, maka guru memiliki martabat yang tinggi disisi alloh dan
:dimata manusia. Alloh menjelaskan martabat ini dalam firmannya

‫"يرفع الله الذين أمنوا منكم والذين أوتوا العلم‬


Hasan Abdul Ali dalam kitabnya juga menguraikan 11) : ‫درجات" (المجادلة‬
:kewajiban-kewajinan guru seperti berikut
40

1. Guru hendaknya memiliki rasa belas kasihan terhadap siswa, dan


tidak boleh berlaku kasar. Penampilan guru yang kasar
menyebabkan kebencian siswa. Guru menempatkan siswa
seperti anaknya sendiri sehingga siswa juga menganggapnya
sebagaimana ayahnya sendiri. Dengan hubungan seperti ini
menguatkan ikatan kasih sayang.

2. Mengingatkan siswa jika melanggar norma agama, misalnya


melakukkan akhlak yang tercela. Hal ini dilakukan demi
kebaikan siswa semata.

3. Tidak merendahkan ilmu lain dihadapan sisiwa, khususnya ilmu-


ilmu yang belum mereka pelajari, atau bahkan melarangnya
untuk mempelajarinya. Tetapi sebaliknya memberikan dorongan
untuk mempelajarinya dan menjelaskan kegunaannya.

4. Mengajar sesuai dengan kemampuan daya fikir siswa. Tidak


memberikan penjelasan sekaligus dengan detail, tetapi secara
bertahap dan melihat pemahaman sisiwa.

5. Memperhatikan perbedaan kemepuan dan kesiapan siswa.


Sisiwa yang lemah harus lebih diperhatikan. Siswa yang pandai
boleh diberikan penjelasan sampai rinci, bahkan sampai pada
masalah syubhat-khilafiyah.

6. Guru harus bisa dicontoh siswa, sehingga ia harus mengamalkan


ilmunya dulu. Ilmu harus disertai amal, jika tidak ilmu akan
tidak bermanfaat. Maka guru tidak boleh berkata bohong, sekali
bohong manusia tidak akan mempercayainya. Dalam hal ini
maka alloh menegaskan:

‫"أتأمرون الناس بالبر وتنسون أنفسكم وانتم تتلون الكتاب‬


)44 :‫افل تعقلون" (البقرة‬
Mengapa kamu suruh orang lain [mengerjakan] kebaikan,
sedangkan kamu melupakan dirumu sendiri, padahal kamu
Hasan Abdul Ali, Op. Cit., halaman 172 40
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 45}

membaca alkirab [taurat]? Maka tidakkah kamu berpikir.


7. Bersikap adil dalam menghadapi semua siswa, tidak
membedakan antara siswa kaya dan miskin. Adil dalam
memberikan pelayanan dan pengajaran.

8. Mengajar dengan sungguh-sungguh, dengan mencurahkan


segala kemampuannya untuk memberikan pemahaman kepada
siswa.
Penjelasan Hasan Abdul Ali ini mendukung dan bahkan hampir sama dengan pendapat Imam Al-Ghozali
seperti uraian sebelumnya. Hal ini menunjukkan pentingnya guru bersikap seperti uraian diatas, agar
.mempercepat proses pemahaman siswa dan menjadikan ilmu yang bermanfaat

Disisi lain menurut Hasan Abdul Ali istilah “guru” dalam sejarahnya memiliki ragam penggunaan yang
:berbeda, khususny pada abad keempat hijriyah. Penyebutan tersebut sebagaimana berikut

1. Pengajar Kuttab, mereka ini adalah sebutan untuk pengajar di kuttab yang
mengajarkan ilmu-ilmu ushul kepada anak didik seusia SD.

2. Muaddib, ialah sebutan pengajar untuk mendidik akhlak dan mereka


lebih baik dari pada pengajar kuttab.

3. Ulama, mereka mendapat penghargaan yang tinggi dihadapan manusia


dan lebih terhormat. Hasan Abdul Ali41
Pada kitab yang sama Hasan Abdul Ali juga menjelaskan tentang gelar-gelar atau laqob guru berdasarkan
:disiplin ilmunya , adalah sebagai berikut

1. Muallim, adalah sebutan untuk guru secara umum yang sedikit lebih
rendah derajat ilmiyahnya dan tidak menguasai banyak disipli ilmu atau
sastra, tidak terlalu memiliki jabatan sosial.

2. Muaddib, adalah pengajar khusus yang pergi kerumah-rumah tertentu


memberikan privat, dan sebutan ini lebih terhormat daripada Muallim.

3. Syaikh, menurut qolaqsyandi gelar syaikh ini adalah salah satu gelar
kehormatan para ulama dan orang sholeh dimana asal terminologinya
bermakna orang tua,penggunaan istlah tersebut masyhur pada abad 4H.

4. Mudarris, istilah ini muncul pada akhir abad IV H setelah banyak berdiri
madarasah dan ini berarti istilah ini digunakan sesudah istilah syaikh
tersebut.

5. Faqir, digunakan untuk gelar mujtahid dan bisa jadi untuk gelar fuqoha.

6. Ustadz, pada mulanya bahasa parsi ini digunakan utuk sebutan pekerja
pabrik lalu digunakan secara khusus untuk menyebut orang yang
memiliki profesi dalam bidang pengajaran.

Ibid, halaman 174 41


7. Arrihlah, sebutan untuk Ulama besar yang terkenal ilmu dan
pengajarannya sehingga para siswa dari berbagai penjuru berdatangan
kepadanya. Menurut qolaqsyandi istilah rihlah merupakan gelar ulama
besar dan ahli hadist, sedangkan secara bahasa berarti sesuatu yang dituju
untuk diambil.

8. Al-imam, laqob untuk menutupi kemasyhuran profesi keilmuan yang


dimiliki, misalnya Imam Muhammad bin Sannan seorang ahli hadis,
Imam Qodli Abi Saib Alhamdi.

9. Al-khibroh, laqob pembesar ulama.

10. Al-Muhaqqiq, laqob ulama yang tajam penglihatan mata batin dan peka
perasaannya.

11. All-mufiid, gelar ulama yang berarti memperoleh manfaat dari sesuatau
yang belum ia miliki.

12. Al-qori, gelar guru alqur’an.

13. Al-mu’id, gelar dibawah mudarris [asisten] yaitu bertugas mengulang


pelajaran mudaris kepada sisiwa setelah mudarris selesai
menyampaikannya.

14. Al-mustamli, yaitu jika siswa dalam jumlah besar, lalu suaranya tidak
terdengar, maka butuh seseorang yang mengulangi suara guru agar
didengar [pendikte].42
Semua istilah dan sebutan nama-nama tersebut telah berlaku sejak abad IV H sampai saat sekarang. Dan
sejalan perkembangan zaman istilah tersebut sepertinya masih mengalami perkembangan. Namun
betapapun diakui bahwa pada abad IV H memiliki banyak kelebihan dimana ilmu pengetahuan dan
peradaban islam mengalami kejayaan yang pesat. Atas dasar ini, maka istilah nama-nama tersebut muncul
dengan pesat pula. Sedangkan penyebutan nama nama itu dilakukan oleh siswa-siswa sendiri dengan
kesadarannnya tanpa ada permintaan khusus dari guru yang bersangkutan untuk melakukannya. Jadi
.istilah itu sangat dilandasi dengan fakta budaya dan kesadaran siswa untuk melakukannya

:Menurut Dalton yang dikutip oleh Athiyah Al-abrosyi guru memiliki sejumlah kewajiban sebagai berikut

1) Menciptakan kondisi belaljar yang kondusif, sehinga terhindar dari


ganguan belajar.

2) Memperhatikan kedatangan dan kepergian siswa serta keaktifannya


dalam setiap aktifitas.

3) Menjaga ketertiban media pengajaran seperti kitab dan lain-lain pada


tempat yang semestinya.

4) Memotifasi siswa untuk gemar meminjam buku dan membacanya, serta


tertip dalam menaruhnya setelah membaca.

Ibid, halaman 14442


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 47}

5) Memberikan laporan kepada wali murid tentang keaktifan siswa.43

1. d .Murid

Murid adalah komponen penting dalam pendidikan dimana ia adalah


sebagaia sasaran pendidikan yang ingin diubah tingkah laku dan cara
berfikirnya. Maka sebagai obyek didik yang ingin mencapai cita-cita
luhur pendidikan hendaklah melakukan cara-cara yang
memungkinkan untuk mempercepat dan mendukung tercapainya cita-
cita tersebut.
Banyak sekali ayat maupun hadist yang menyeru menjadi salah satu
kelompok yang mau mencari ilmu. Diantara ayat tersebut adalah
sebagai berikut:

‫ومفا كان المؤمنون لينفروا كاففة فلول نففر مفن كفل‬


‫فرقففة منهففم طائفففة ليتفقهوا فففي الديففن ولينذروا‬
‫ (سففورة‬.‫قومهففم اذا رجعوا اليهففم لعلهففم يرجعون‬
‫)ومففا أرسففانا قبلك الرجال نوحففى اليهففم‬122 :‫التوبففة‬
:‫ (سورة النيياء‬.‫فسئلوا اهل الذكران كنتم لتعلمون‬
)114 :‫ (سورة طه‬.‫) وقل رب زدنى علما‬7
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuaya
[ke medan perang]. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan
diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan
mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada
kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu
dapat menjaga dirinya. Kami tiada mengutus rosul-rosul sebelum
kamu [Muhammad], melainkan beberapa orang laki-laki yang kami
beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-
orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.QS. [Al-Anbiya’: 7].
Dan katakanlah” wahai tuhan kami, tambahkanlah ilmu kepada
kami”. [QS. Thoha: 114].

Adapun hadis nabi diantaranya sebagaimana berikut.

‫ مفن يرد الله بفه خيرا يفقهفه ففي الديفن وانمفا العلم‬.‫ا‬
)‫بالتعليم (رواه البخارى‬
Barang siapa dikehendaki alloh baik, maka dipahamkan agama, dan

Muhammad Athiyah Al-Abrosyi, Al-ittijahad alhadistan fittarbiyah, halaman 223 43


ilmu itu hanya diperoleh melalui pengajaran [HR. Bukhori].
‫ مففن سففلك طريقففا يطلب بففه علم سففهل الله له‬.‫ب‬
)‫طريقا الى الجنة (رواه البخارى‬
Barang siapa berjalan mencari ilmu, maka alloh memudahkan
baginya jalan kesorga. [HR. Bukhori] 44

‫ الدنيفا ملعونفة ملعون مفا فيهفا الذكفر الله وماواله‬.‫د‬


)‫وعالما ومتعلما ( رواه الترمذى‬
Dunia terlaknat, kecuali dzikrulloh, orang alim, dan orang belajar.
[HR. Turmudzi]. 45

Para sahabat memberi pernyataan secara pribadi tentang


kekagumannya terhadap pencari ilmu dan urgensi ilmu. Misalnya
pernyataan-pernyataan berikut:

‫وامففا الثار فمنهففا مففا قال ابففن المبارك عجبففت لمففن‬


‫ وقال ابو‬،‫يطلب العلم كيف تدعوه نفسه الى مكرمة‬
،‫الدرداء لن اتعلم مسففئلة احففب الى مففن قيام ليلة‬
‫والعلم والمتعلم شريكان فففى الخيففر وسففائر الناس‬
‫ وقال الشافعفى طلب العلم أفضفل‬.‫همفج لخيفر فيهفم‬
.‫من النافلة‬
Ibnu Mubarak berkata; saya heran terhadap orang yang mencari
ilmu, bagaimana bisa ia menundukkan nafsunya menuju kemuliaan.
Abu Darda’ berkata; saya lebih suka belajar walaupun hanya satu
masalah saja daripada sholat sunah malam, ilmu dan yang belajar
[siswa] bersatu dalam kebaikan, manusia selainnya tidak ada
kebaikan padanya. Imam Syafii berkata; belajar ilmu lebih utama
daripada sholat sunat. 46

Melihat beberapa dalil diatas, maka posisi menjadi murid dan guru
adalah sangat diperintahkan. Karena mecari ilmu adalah sulit, maka
mengenai pembahasan tentang murid ini, penulis ingin menjelaskan,
adab, sifat dan kewajibannya agar lebih membantu tercapaiya cita-cita
dalam belajar.

Muhamaad bin Ali Syafii Ashnwani, Muhtashor Ibnu Abi Jamroh lilbuhkori, Alhidayah, hal. 44
30
Muhsin Mathor, Attarghib watarhib, Maktabah Hidayah, halaman 3 45
Muhammad Asymuni Al-Jaruni, Op. Cit., halaman 8 46
‫‪PENDAHULUAN‬‬
‫‪----------------------------------------------‬‬
‫}‪TESIS PASCASARJANA UNISMA { 49‬‬

‫‪Menurut Al-Ghozali dalam kitabnya Ihya’, adab yang harus dilakukan‬‬


‫‪murid adalah seperti berikut:‬‬ ‫‪47‬‬

‫)‪1‬‬ ‫‪Memulai dengan membersihkan jiwa dari segala‬‬


‫‪aklaq‬‬ ‫‪madzmumah,‬‬ ‫‪karena‬‬ ‫‪mencari‬‬ ‫‪ilmu‬‬
‫‪merupakan ibadah, maka perlu pembersihan hati‬‬
‫‪dan‬‬ ‫‪mendekatkannya‬‬ ‫‪kepada‬‬ ‫‪alloh.‬‬ ‫‪Akhlaq‬‬
‫‪madzmumah ini misalnya takabur, hasud, marah,‬‬
‫‪bangga diri dan lain-lain.‬‬
‫)‪2‬‬ ‫‪Menghindarkan‬‬ ‫‪diri‬‬ ‫‪dari‬‬ ‫‪kesibukan‬‬ ‫‪duniawi,‬‬
‫‪menjauh dari negara dan keluarganya agar tidak‬‬
‫‪mengganggu.‬‬
‫)‪3‬‬ ‫‪Tidak sombong dengan ilmunya, tidak memerintah‬‬
‫‪guru, tetapi mematuhi segala perintahnya.‬‬
‫)‪4‬‬ ‫‪Murid pemula diharapkan tidak mempelajari dulu‬‬
‫‪tentang perbedaan-perbedaan pendapat baik dalam‬‬
‫‪Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Juz I, halaman 62. Pendapat ini juga diualas oleh Athiyah 47‬‬
‫‪Al-Abrosyi dalam kitabnya Al-Ittijahat Alhadistah, halaman 151‬‬
‫الوظيفة الول‪ :‬تفدي طهارة النفس عن رذائل الخلق ومذموم الوصاف أذالعلم عبادة القلب وصلة السرو‬
‫قر بة البا طن إل اللهالوظي فة الثان ية‪ :‬أن يقلل عل ئ قه من الشتغال بالدن يا ويب عد عن ال هل والو طن فإن فان‬
‫العلئق شاغلة و صارفة‪.‬والوظي فة الثال ثة‪ :‬أن ل يت كب على العلم ول يأ مر على العلم بل يل قى إل يه زمام أمره‬
‫بالكلية ف كل تفصيل‪.‬الوظيفة الرابعة‪ :‬أن يترز الائض ف العلم ف مبدأ المر عن إصغاء إل اختلف الناس‪،‬‬
‫سواء كان ماخاض ف يه من علوم الدن يا أو من علوم الخرة‪.‬الوظي فة الام سة‪ :‬أن ل يدع طالب العلم ف نا من‬
‫العلوم الحمودة ول نوعا من أنواعه إل وينظر فيه نظرا يطلع به على مقصده وغايته ث إن ساعده العمر طلب‬
‫التجر فيه وال اشتغل بالهم منه واستوفاه وتطرف من البقية‪.‬الوظيفة السادسة‪ :‬أن ل يوض ف فن من فنون‬
‫العلم دفعه بل يراعى الترتيب ويبتدئ بالهم‪.‬لوظيفة السابعة‪ :‬أن ليوض ف فن حت يستوف الفن الذى قبله‪،‬‬
‫فان العلوم مرتيبا وبعضها طريق ال بعض‪.‬الوظيغة الثامنة ‪ :‬ان يعرف السبب الذى به يدرك أشر العلوم‪ .‬وهو‬
‫نوعان ‪ :‬احدها شرف الثمرة والثمرة والثان وثاقة الدليل وقوته‪.‬الوظيفة التاسعة ‪ :‬ان يكون قصد التعلم قى‬
‫الال تلية باطنه وتميله بالفضيلة‪ ،‬وف الأل القرب من ال سبانه والترقى ال جوار امل العلى من اللئكة‬
‫والقربي ول يقصدبه الرئاسة والال والاه وماراة السفهاء ومباهاة القران وان كان هذا مقصده طلب لمالة‬
‫ال قرب ال مق صوده و هو علم الخرة‪.‬الوظي فة العاشرة ‪:‬ان يعلم ن سبة العلوم ال الق صد كي ما يؤ ثر الرف يع‬
‫القريب على البعيد والهم على غيه‪.‬‬
ilmu agama maupun umum.
5) Tidak meninggalkan mempelajari ilmu apapun yang
baik, tetapi melihat berdasarkan kebutuhan dan
manfaatnya [memprioritaskan yang penting].
6) Tidak mempelajari ilmu secara sekaligus, tetapi
mengikuti pola secara runtut dan dimulai dari ilmu
yang penting.
7) Mempelajari ilmu secara sistematis, karena ilmu itu
saling berkesinanbungan sehingga satu pemahaman
mendasari pemahaman lainnya.
8) Memahami faktor-faktor keberhasilan ilmu.
9) Maksud mempelajari ilmu hendaklah dalam jangka
pendek untuk tujuan memperbaiki batiniyah, dan
jangka panjang untuk taqarrub kepada alloh,
meningkatkan derajat setingkat dengan malaikat.
Dalam mancari ilmu tidak bermaksud untuk
menjadi pemimpin, mencari harta dan pangkat,
terlebih lagi untuk membodohi orang lain atau
menyaingi temannya.

Muhammad Athiyah al-Abrosyi menjelaskan kewajiban-kewajiban


murid sebagaimana berikut:
1) Membersihkan diri dari sifat-sifat tercela, karena
kegiatan belajar mengajar adalah termasuk
ibadah, maka tidak sah tanpa kesucian jiwa,
akhlakul karimah, dan menjauhi akhlak
mazdmumah.
2) Niat mencari ilmu untuk memperbaiki tingkat
spiritual,l mendekatkan kepada alloh, bukan
untuk takabur, pamer dan memburu pangkat.
3) Tahan uji [sabar ] dalam mencari ilmu, bahkan
sampai negeri seberang.
4) Tidak sering berganti guru tanpa seizinnya.
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 51}

5) Menghormati guru, beramal atas yang


diridloinya.
6) Tidak menyibukkan guru dengan berbagai
pertanyaan sehingga sulit dalam menjawabnya,
tidak berjalan didepannya, tidak menduduki
tempat duduknya, tidak berbicara dihadapannya
kecuali atas izinnya.
7) Tidak menggunjing kekurangan gurunya,
menerima permintaan maaf guru, jika berbuat
khilaf.
8) Sungguh-sungguh dalam belajar siang dan
malam.
9) Menumbuhkan rasa persaudaraan diantara
sesama teman belajar, sehingga merasa seperti
satu keluarga.
10) Bila bertemu guru mendahului dengan ucapan
salam, tidak banyak berbicara dihadapannya,
tidak mengajukan pendapat guru lain yang
bertentangan dengan pendapatnya, tidak
bergurau ketika pelajaran.
11) Mengulangai pelajaran diwaktu sore sampai
malam, karena waktu antara isya dan sahur
adalah waktu yang berbarakah.
12) Mencari ilmu sepanjang hayat, tidak
meremehkan sebagian ilmu. 48

Menurut Hasan Abdul Ali ada beberapa laqob penyebutan murid yang
pernah terjadi dalam sejarah. Laqob-laqob yang dimaksudkan adalah
1] Ghulam, ialah pencari ilmu terkadang disebut dengan istilah ini. 2]
Mutaddib atau muatallim. 3] Tilmidz, istilah ini banyak dijumpai. 4]
Faqih atau Mutafaqqih. 5] Tholib, istilah ini banyak digunakan. 49

M. Athiyah Al-Abrosyi, Op. Cit., halaman 147-148 48


Hasan Abdul Ali, Op. Cit., halaman 128 49
Sedangkan Alghozali -dalam kitabnya Almunqid minadholal-
memiliki keistimewaan sendiri dalam menyatakan seorang yang
mencari ilmu. Ia menyebut orang yang mencari ilmu dengan empat
istialah berikut:
1) ‫ المتكلمون‬ialah mereka yang belajar ilmu
logika.
2) ‫ الباطنيــة‬ialah mereka yang belajar ilmu
takhosus [kebatinan] dari seorang guru imam yang
maksum.
3) ‫ الصــوفية‬ialah mereka yang belajar ilmu
tasawwuf untuk mencapai kehadiran, musyahadah
dan mukasyafah kepada alloh.
4) ‫ الفلسـفة‬ialah mereka yang mempelajari ilmu
logika [mantik] dan silogisme. 50

Alghozali dalam kitabnya Bidayatul Hidayah juga menjelaskan adab


murid terhadap gurunya. Adab tersebut sebagaimana berikut:
1) Jika bertemu memualai dengan memberikan
penghormatan ucapan salam.
2) Tidak banyak bicara dihadapannya.
3) Tidak berbicara kecualai apa yang ditanyakan
gurunya.
4) Tidak mengajukan pertanyaan kecualai atas izinnya.
5) Tidak mengajukan pendapat orang lain yang
berbeda dengannya, ketika guru sedang
menjelaskan pelajaran.
6) Tidaklah patut murid menonjolkan pemikirannya

Alghozali, Almunqid minadholal, halaman 15 50


‫ وهم يدعون أنم أهل الرأى والنظر‬:‫ـ التكلمون‬1 .
:‫ ـ الصوفية‬3.‫ وهم يزعمون أنم أصحاب التعليم والصوصون بالقتباس من المام العصوم‬:‫ ـ الباطنية‬2
‫ وهم يزعمون أنم أهل النطق‬:‫ ـ الفلسفة‬4.‫وهم يدعون أنم خواص الضرة وأهل الشاهدة والكاشفة‬
.‫والبهان‬
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 53}

yang berbeda dengan gurunya, sehingga terkesan


murid menggurui [lebih tahu] dari gurunya
7) Tidak bergurau dengan teman sebangkunya.
8) Ketika pelajaran tidak boleh menoleh kekanan dan
kekiri, tetapi harus duduk dengan tenang dan
khusuk bagaikan sholat.
9) Tidak mengajukan pertanyaan pada guru ketika
dalam keadaan bosan [sibuk].
10) Jika guru berdiri, maka siswa juga ikut berdiri
untuk menghormatinya.
11) Tidak menirukan gaya guru dalam bertanya ataupun
menjawab.
12) Tidak mengajukan pertanyaan dalam perjalanan
guru, sehingga sampai dirumah.
13) Tidak berprasangka buruk terhadapa perbuatan guru
yang kelihatannya tidak difahami oleh siswa,
karena pada hakekatnya guru lebih tahu dengan
rahasia apa yang ia lakukan. 51

Melihat beberapa uraian tentang adab mencari ilmu tersebut, maka


sepertinya faktor etika siswa lebih dominan untuk menopang
keberhasilah belajar siswa. Terlebih lagi jika murid mau melaksanakan
semua adab, etika dan kewajiban seperti yang digariskann diatas,
maka hal ini akan lebih menjamin untuk memperoleh ilmu yang
bermanfaat dan berbarakah. Dan kondisi seperti ini banyak dijumpai
dikalangan pondok pesantren yang masih menggunakan sistem
tradisional, dan sebaiknya sudah mulai meluntur dalam sistem
pengajaran moderen ataupun perguruan tinggi.
Dalam hal etika belajar dan mengajar, nabi Muhammada saw banyak
memberikan pesan-pesan berharga yang harus diupayakan oleh
masing-masing pihak baik guru atau murid. Penulis mengambil pesan-
pesan tersebut dari kitab Al-Jami’ Ashoghir diantaranya sebagai

Alghozali, Bidayatul Hidayah, halaman 77 51


berikut:

‫ ف ليس من امتى من لم يجل كبيرنا ويرحم صغيرنا‬1


‫ويعرف لعالمنفففا حقفففه (رواه احمفففد والطفففبرانى‬
)‫والحاكم عن عبادة بن الهامت‬
Bukanlah golongan umatku orang yang tidak menghormati yang lebih
tua, tidak mengasihi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak-hak
guru. [ HR. Ahmad, Thobaroni, Hakim dari Ubadah bin Hamit]
‫فف تعلموا العلم وتعلموا للعلم السفكينة والوقار وتفو‬2
‫اضعوا لمفن تعلموا منفه (رواه الطفبرانى انفى عفن‬
)‫ابى هريرة‬
belajarlah, dan mengajarlah untuk menciptakan kedamaian dan
ketentraman,serta bertawadlu’lah terhadap guru [ HR.. Thobaroni
dari Abi Huraoiroh].
‫ ف اللهم ليدركنى زمان ليتبع فيه العليم وليستحيا‬3
‫فيه من الحليفم قلوبهم قلوب العاجم والسنتهم‬
‫السفنة العرب (رواه المام احمفد عفن سفهل بفن‬
)‫سعد الساعدى‬
Ya alloh, janganlah kami dipertemukan masa dimana orang alim tiak
lagi diikuti, dan orang bijak tidak lagi memiliki rasa malu, hatinya
berkebangsaan Ajam tetapi lesannya berbahasa arab. [HR. Ahmad
dari Sahal bin Sa’ad Assaidi] 52

Dari beberapa hadist tersebut menurut Abdulloh Nashih Ulawan dapat


disimpulkan hal berikut:
1) Murid seyogyanya bersikap tawadlu terhadap
guru, tidak boleh berseberangan pendapat, tetapi
seperti pasien dengan dokter yang selalu
mendengarkan nasehatnya, maka perlu
dikembangkan sikap musyawarah untuk
mencapai kemajuan bersama. Telah banyak
perkataan ulama untuk mendorong sikap tawadlu
murid terhadap guru. Diantaranya adalah
pernyataan Imam Syafii:

Assayuthi Abdurrohman bin Kamal Jalaluddin ,Al-Jami’ Ashoghir, halaman 141, 6152
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 55}

saya menghinakan nafsu saya, padahal mereka memanjakannya,


padahal nafsu itu tidak akan mengajak kepada kemulyaan kecuali
mampu menaklukkannya.

Pernyataan Ibnu Abbas kepada Zaid bin Tsabit Al Ansori:

"‫"هكذا امرنا ان نفعل بعلمائنا‬


Beginilah ulama kita memerintah untuk berbuat.

Pernyataan Ahmad bin Hambal kepada Kholaf bin Ahsar


"‫"لاقعد البين يديك أمرنا ان نتواضع لمن تتعلم منه‬
Saya tidak akan duduk dihadapanmu kecuali ada perintah untuk
berbuat tawadlu.dari guru.

Pernyataan Alghozali:

"
"
Tidak akan diperoleh ilmu kecuali dengan tawadlu dan sungguh-
sungguh
2) Murid hendaklah mengagungkan dan mengakui
kompetensi Guru sehinga hal ini dapat
memantapkan siswa untuk memperoleh ilmu yang
manfaat.
3) Murid hendaklah memahami hak-hak guru, dan
tidak lupa akan kelasnya.
4) Murid sabar atas prilaku kurang baik guru dalam
menghukum siswa dan tidak meninggalkannya.
Sebaknya siswa harus meminta maaf atas
kesalahannya.
5) Murid duduk dengan tenang dihadapan guru.
6) Murid tidak memasuki rumah, kelas atau tempat
khususnya kecualai atas seizinnya, baik guru
dalam keadaan sendirian maupun dengan orang
lain.
7) Jika guru menjelaskan sesuatu dalil, syiir atau
cerita dimana murid sudah mengetahuinya, maka
murid hendaklah mendengarkan dengan baik. 53

1. e .Alat /Lingkungan pendidikan

Alat/ media dan lingkungan pedidikan merupakan salah satu faktor


yang memperngaruhi proses pendidikan, karena tidaklah dapat
diingkari bahwa manusia banyak dipengaruhi dan sekaligus dibentuk
oleh lingkungannya, baik lingkungan material ataupun spiritual.
Alat atau yang lebih dikenal dengan media pendidikan dalam
pendidikan moderen ini sangatlah membantu pencapaian tujuan
pendidikan yang telah dicanagkan. Lebih lanjut mengenai penejelasan
media, kata ini berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak
dari kata medium yang secara harfiyah berarti perantara atau
pengantar. Bahwasannya media itu merupakan wahana penyalur pesan
atau informasi belajar. Maka media merupakan wadah dari pesan yang
oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran atau
penerima pesan tersebut yang dalam hal ini adalah anak didik. Perlu
diingat pula bahwa materi yang ingin disampaikan adalah pesan
pembelajara, dan bahwa tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya
proses pembelajaran.Bila karena satu dan lain hal media tersebut
diatas tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai penyalur pesan yang
diharapkan, maka ia tidak efektif dalam arti tidak mampu
mengkomunikasikan isi pesan yang ingin disampaikan oleh sumber
kepada sasaran yang ingin dicapainya. 54

Oleh sebab itu -menurut Umar Suwito- dalam mendesain pesan untuk
suatu media, harus diperhatikan ciri-ciri atau karakteristik dari sasaran
atau penerima pesan [umur, latar belakang sosial budaya, pendidikan,
cacat jasmaniyah dan sebagainya] serta kondisi belajar, yaitu yang
menyangkut faktor-faktor yang dapat merangsang/ yang dapat
Abdulloh Nashih Ulwan, op.cit, halaman 409-415 53
Umar Suwito, Teknologi Komunikasi Pendidikan, Yogyakarta. Bamedik. Hal 48 54
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 57}

mempengaruahi timbulnya kegiatan belajar mengajar. 55

Sedangakn pengertian lingkungan pendidikan adalah mencakup segala


sesuatu yang melingkupi manusia berupa lingkungan kongkrit seperti
manusia, orang tua, rumah, teman, buku, sekolah dll, dan juga
lingkungan maknawiyah [abstrak] seperti emosional, cita-cita,
masalah, dll. 56

Sutari Imam Barnadib mendefinisikan dengan segala sesuatu yang


melingkupi anak didik jauh maupun dekat. 57

Sujono mendefinisikannya dengan segala sesuatu yang mempengaruhi


perkembangan anak, dan membagai lingkungan ini dalam dua bagian
berikut:
1) Lingkungan manusiawi, terdiri dari keluarga
dapergaulan sosial. Dirumah orang kedua orang
tua bertanggung jawab atas pendidikan anak-
anaknya. Lingkungan sosial terdiri dari teman-
teman yang menjadi obyek langsung dalam
interaksi sosial.
2) Lingkungan meterial, misalnya buku-buku
pelajaran dan lain-lain. 58

Kemungkinan terpengaruhnya manusia ini dimulai sejak dalam


kandungan ibunya. Bayi dalam kandungan sangat peka dengan
pengaruh kondisi kesehatan ibunya. Jika ibunya sehat selalu dalam
masa mengandung, maka hampir bisa dipastikan anaknya kelak akan
lahir dengan sehat dan normal. Untuk pengaruh kesehatan ibu hamil
terhadap anaknya ini lebih lanjut akan dibahas dalam bab pendidikan
anak secara islami.
Tentang pengaruh lingkungan pendidikan terhadap kesuksesan dan
kegagalan pendidikan itu sendiri juga ditegaskan oleh Zuharini.

Ibid, halaman 48 55
.F. Patty. MA. dkk., Pengantar Psikologi Umum, Usaha Nasional. Let. Ke. IV. 1982. hal. 52 56
Sutari Imam Barnadib, Penganatar Ilmu Pendidikan Sistematis, Andi Ofset. 1989. hal. 40 57
Ag. Sujono, Pengantar Ilmu Pendidikan Umum, CV. Ilmu. Cet. II. 1980. hal. 88 58
Menurutnya lingkungan memiliki pengaruh posirtip dan negatip
terhadap perkembangan anak didik dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh ini dialaimi baik dilingkungan keluarga ataupun di
sekolah. Kedua lingkungan inilah yang akhirnya membentuk
karakter kejiwaan anak dan agama anak didik. 59

Jadi kesimpulannya bahwa lingkungan pendidikan dapat


memberikan pengaruh positip dan negatip terhadap anak didik.
Pengaruh tersebut positip jika memang lingkungan dapat membantu
kemudahan dan kesuksesan dalam belajar, dan sebaliknya dapat
berdampak negatip jika memang lingkungan itu menghambat,
bahkan menghalangi pencapaian tujuan pendidikan. Lingkungan ini
sendiri mencakup segala sesuatu yang dapat mempengaruhi cara
berfikir dan tingkah laku siswa. Maka dari itu, diperlukan sekali
kehadiran media pengajaran yang sesuai untuk menciptakan
lingkungan pendidikan yang kondusip dan merangsang imajinasi dan
kreatifitas anak didik, sehingga memudahkan dalam pencapaian
pendidikan secara efektip dan efisien.

2. Urgensi pendidikan anak


Berangkat dari judul “ Pesan-pesan pendidikan anak [studi tentang mutiara
hikmah Luqmanul Hakim”, maka setelah membahas tentang permasalahan
pendidikan, penulis akan lebih memfokuskan pembahasan teori yang
berkaitan dengan pendidikan anak. Pembahasan pada sub bab ini meliputi:
Fase pendidikan anak, Jiwa keagamaan anak, Kebutuhana anak pada
pendidikan, dan Pendidikan anak Islami.

2. a. Fase pendidikan anak


2 Berbicara mengenai fase perkembangan pendidikan anak,
maka mudahlah difahami bahwa pendidikan anak ini menurut
kajian ilmu jiwa perkembangan islam dapat dimulai sejak
dalam kandungan. Dengan alasan mendasar karena pada

Zuhairini dkk, Metodologi Pendidikan Agama, Romadoni. Surabaya. Cet. I. 1993. hal. 40 59
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 59}

hakekatnya penbentukan manusia itu dimulai sejak dari janin


dan ditiupkan padanya ruh [nyawa]. Hal inilah yang secara
psikologis dapat diamati perekembangannya, meskipun
secara hakiki baru sebagiannya saja yang dapat diketahui.

‫حيفث قال تعالى "ويسفئلونك عفن الروح قفل الروح مفن‬


‫ السراء‬:‫أمر ربى وما أو تيتم من العلم القليل (سورة‬
)85
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “roh itu
termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan
melainkan sedikit”.

Kata “anak” dalam ungkapan alquran disebutkan dengan istilah

‫الطفال‬ dengan pengertian anak mulai lahir sampai usia baligh.


Hal ini seperti tertera dalam ayat berikut:

‫واذا بلغ الطفال منكفم الحلم فليسفتاذنوا كمفا السفتمأذن الذيفن‬


)59 :‫من قبلكم( سورة النور‬
dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah
mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka
meminta izin.

Meskipun anak dalam kandungan masih abstrak, namun pendidikan itu


sudah bisa dimulai dengan memiliki keterkaiatan pada ibu yang
mengandungnya [pendidikan pre natal]. Sedangkan secara nyata,
pendidikan islam tentang anak banyak diarahkan pada pendidikan post
natal [setelah kelahiran]. Tepatnya dimuali sejak penamaan anak,
dimana hal ini berdasarkan pada penjelasan hadis nabi:

‫ قال‬: ‫روى اصفففحاب السفففنن عفففن سفففمية قال‬


‫رسفول الله صفلعم "كفل غلم رهيفن بعقيقتفه تذبفج‬
"‫عنه يوم سابعة ويسمى فيه ويحلق رأسه‬
Diriwayatkan oleh pemilik kitab sunan dari Sumayyah, ia berkata;
nabi bersabda, setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, sehingga
disembelih untuknya aqiqah pada hari ketuju, diberi nama dan dicukur
rambutnya.
‫وفى صحيح مسلم من حديث سليمان بن المغيرة عن‬
‫ قال رسفول الله‬:‫ثابفت عفن أنفس رضفى الله عنفه قال‬

‫صلعم "ولدلى الليلة غلم فسميته بإسم أبى إبراهيم‬."

Dijelaskan dalam shohih muslim, hadis dari salman bin Mughiroh dari
Tsabit, dari Anas ra berkata, nabi bersabda: pada suatu malam
dilahirkan seorang bayi, lalu aku beri nama Abi Ibrohim.

Berdas pada penjelasan hadist tersebut, maka penamaan anak dapat


dilakukan langsung setelah lahir sampai dengan tuju hari berikutnya.
Untuk melihat preodisasi pendidikan anak secara lebih jelas, maka
penulis akan memaparkan pendapat psikolog -yang dinukil oleh Abu
Bakar Ahmadi- meninjau preodisisasi tersebut melalui tiga pendekatan,
yaitu pendekatan Biologis, Didaktis dan Psikologis. 60

Preodisasi biologis
Menurut Aristoteles preodisasi perkembangan anak dari tinjauan
biologis ini dibedakan dengan tiga fase, yaitu:
Pertama ; dimualai dari lahir sampai umur 7 tahun.
Fase ini biasanya untuk bermain.
Kedua; dimulai dari 7 tahun sampai 14 tahun.
Preode ini dikenal dengan masa pubertas, yaitu
masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa, dan fungsi
gender muali berperan..
Ketiga; dimulai dari 14 sampai 20. Masa ini disebut dengan masa
remaja.

Preodisasi didaktis
Menurut Comenius, bahwa preodisasi perkembangan anak sesuai
dengan jenjang pendidikan, yaitu didasarkan pada tiga fase:
Pertama; preode Scola Materna [mulai lahir, sampai usia 6 tahun]. Pada
preode ini anak hidup dilingkungan rumah tangga, ia sudah
mulai belajar berbicara, mengenali nama-nama dan

.Abu Bakar Ahmadi, Psikologi Perkembangan, Rineka Cipta, 1991, hal. 36 - 43 60


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 61}

berinteraksi dengan lingkungannya. Preode ini juga deikenal


dengan istilah madrosatul umm [berguru pada sang ibu].
Kedua ; preode Scola Vernacula [mulai umur 6 sampai 12 tahun].
Preode ini juga dikenal dengan Lughotul umm [anak belajar
disekolah dengan menggunakan bantuan bahasa ibu]
Ketiga; preode Scola Latina [mulia umur 12 sampai 18 tahun]. Usia ini
mulai memasuki universitas atau akademik.

Preodisasi psikologis
Secara psikologis, menurut Kohstam dapat digolongkan sebagaimana
berikut.
Pertama;preode vital [mulai lahir sampai umur 2 tahun].
Kedua;preode Esthetic [mulai umur 2 sampai 7.
Ketiga; preode Intelectual [mulai umur 7 sampai 13/14 tahun].
Keempat;preode Social [ mulai umur 13/14 sampai 20/21 tahun]
Kelima; preode maturasi [mulai usia 20/21 tahun sampai usia
dewasa].

Pembagian versi lain menurut Elizabeth R. Hurlock yang dinukil oleh


Soesilo Windradini sebagaimana berikut:
a) Sebelum lahir [Pre Natal], yaitu mulai
hamilan sampai lahir.
b) 2 minggu setelah lahir [ Neo Natus].
c) Masa bayi [mulai 2 minggu pertama sampai
usia 2 tahun].
d) Masa TK nol kecil [ antara usia 2-6 tahun].
e) Masa TK nol besar / SD [antara usia 6-12
tahun].
f) Usia pubertas [ antara usia 10/12 – 13/14
tahun]
g) Remaja awal [usia 14 – 17 tahun].
h) Remaja akhir [usia 17 – 21 tahun].
i) Pemuda awal [usia 21 – 40 tahun].
j) Pemuda pertengahan [usia 40 – 60 tahun].
k) Tua [usia 60 – meninggal]. 61

Preodesasi anak atau manusia secara umum adalah seperti yang


dikemukakan oleh Muhammad Musthofa Zaidan, diman ia
mengklasifikasikannya berdasarkan tinjauan kejiwaan dan
pendidikan. Klasifikasi tersebut seperti berikut: 62

a) Preode sebelum lahir ‫[ قبفل الميلد‬mualai


mengandung sampai lahir].

b) Preode ayunan ‫مرحلة المهففد‬ [setelah


lahir sampai 2 minggu pertama dan
ditambah usia menyusui sampai akhir 2
tahun].
c) Preode kanak-kanak awal [usia 3 – 5 tahun]
atau usia pra sekolah.
d) Preode kanak-kanak pertengahan [usia 6 – 8
tahun].
e) Preode kanak-kanak akhir [usia 9 – 12
tahun].
Selanjutnya ringkasan Preode ini dapat dilihat pada tabel berikut.

‫الطفولة‬ ‫الطفولة‬ ‫دور سنى المهد‬


‫المبكرة‬
‫الوسطى‬

68 ‫ف‬ 5 ‫ف‬ 3 2 ‫ف‬ 1 ‫سنة‬

‫الصفوف الولى‬ ‫دار‬ ‫تعليفف بالمنزل‬


‫من المدرسة‬
‫الحضانة‬ ‫م‬
‫البتدائية‬

‫المراه قة المراهقـــــة‬ ‫الطفولة‬


Soesilo Windradini, Dra. MA, Psikologi Perkembangan (masa remaja), Usaha Nasional, hal. 61
21
Muhammad Musthofa Zaidan, Marohilinnumu, Darul Alsyuruuq, halaman 101 62
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 63}

‫المتأخرة‬ ‫المبكرة‬ ‫المتأخرة‬

17 21 ‫ف‬ ‫ف‬
16 13 12 ‫ف‬ 9 ‫سنة‬

‫تعليفف الصفففففففففوف المدرسةال المدرسففففففففة‬


‫الثانوية‬ ‫الخيرةمففففففن عدادية‬ ‫م‬
‫او العالية‬ ‫المدرسففففففففة او الثانوية‬
‫البتدائية‬
‫الشيوخة‬ ‫الرجولة‬ ‫دور الشباب‬
‫والمومة‬
65 70 ‫ف‬ 64 ‫ف‬ 25 24 ‫ف‬ 18 ‫سنة‬
‫المجتمع‬ ‫المجتمع‬ ‫تعليفف الجامعة‬
‫م‬
2.b.Jiwa keagamaan anak

Diantara keistimewaan manusia yaitu firoh beragama yang hanya


dikhususkan oleh alloh kepadanya. Fitroh beragama ini telah
dibawanya sejak lahir kedunia. Hal ini berdasarkan penjelasan hadis
berikut:

‫ مفففا مفففن مولود اليولد على‬: ‫قال الرسفففول صفففلعم‬


‫الفطرة فأبواه يهودانفه او ينصفرانه او يمجسفانه (رواه‬
)‫مسلم‬
Nabi bersabda: Tidaklah setiap bayi yang lahir kecuali dalam
keadaan fitoh [suci], maka kedua orang tuanyalah yang dapat
menyebabkan ia beragama yahudi, nasroni, atau majusi. [HR.
Muslim]. 63

Menurut Zakiyah Darojat kondisi keagamaan anak berkembang


sejalan dengan perkembangan kejiwaannya. Jiwa keagamaan ini
semakin berkembang pesat dengan bertambahnya pengetahuan
tentang agama. Pada usia empat sampai lima tahun misalnya, anak
64

Muslim, Shohih Muslim, Darul Fikr, Beirut, Juz 2, halaman 458 63


Zakiyah Darojat, Ilmu Jiwa Agama, Bulan Bintang.1976. hal 4 64
dengan kemampuan bahasanya telah memulai bertanya tentang surga,
neraka, bagiamana cara menuju kesana, dan juga tentang tuhan. Anak
akan menerima semua jawaban yang diberikan tanpa membantahnya.
Baru nanti ketika menginjak usia baligh ia mulai kritis, mencari
jawaban secara rasional. 65

Lalu bagaimana mengembangkan jiwa keagamaan anak tersebut?


Menurut Ahmad Tafsir saran-saran berikut dapat membantunya:
a) Kondisikan kehidupan dirumah tangga kita
dengan kehidupan muslim, dalam segala hal.
Contohnya ialah kehidupan yang sederhana,
tidak iri kepada orang lain, jujur dan lainnya.
Alkukan semua perintah alloh yang wajib
dan sunah, yakni solat, puasa, dzikir, doa
akan makan, sesudah makan, akan tidur,
berpakaian, akan pergi, akan masuk rumah
dan sebagainya. Usahakan agar anak-anak
kita mengetahui hal itu dan usahakan agar ia
juga melakukannya sekalipun belum
memahami mengapa begitu.
b) Sejak kecil anak-anak sering dibawa kemasji,
ikut salat, ikut mengaji, sekalipun ia belum
menjalankannya dengan benar. Suasana ini
akan mempengarui jiwanya, masuk kedalam
jiwa tanpa melalui proses berfikir.
c) Adakan pepujian di dalam rumah, musholla
atau masjid. Pepujian atas berbagai jenis
ucapan, ada sholawan, doa dan ada yang
berupa ayat alqur’an.l
d) Pada saat libur sekolah anak kita masukkan
kedalam pesantren kilatl. Pesantren kilat
yang baik adalah yang diselenggarakan

Ibid, halaman 46 65
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 65}

dengan model asli pesantren.


e) Libatkan anak-anak dalam setiap acara
keagamaan dikampung, sepeprti ramadlon,
panitia zakat fitrah, panitia idul fitri dan idul
qurban, dan sebagainya. 66

Jadi anak dimungkinkan dapat mengenal islam pada mulanya melalui


tanda/ media keislaman seperti masjid dan lainnya. Terkadang anak
juga mempertanyakan kepada orang tuanya tentang ketuhanan,
sehingga anak berikutnya membiasakan diri untuk mengikuti orang
tuanya dalam beribadah. Menurut Zakiyah, Rasa keagamaan seperti
ini sudah mulail tumbuh disaat anak berumur enam tahun. 67

Tentang jiwa keagamaan anak ini –seperti kutipan zuhairini- menurut


psikolog Sigmun Freud bahwa anak pada usia tiga tahun pertama
sudah merasa akan adanya tuhan, sehingga dalam bentuk miniatur
anak menganggap kedua orang tuanya sebagai tuhan. Anak
beranggapan kedua orang tua adalah sumber keadilan, kasih sayang,
kekuasaan dan pertolongan, bahkan pemberi segala kebutuhan. Tetapi
setelah ia dewasa,dengan sendirinya ia mengetahui kekurangan orang
tuanya, sehingga berubahlah orientasi ketuhanannya. Pada saat seperti
itulah orang tua memiliki peran penting untuk membimbing dan
memberikan pengetahuan tetang ketuhanan secara porposional. Yakni
memahamkan bahwa tuhan yang sebenarnya adalah Alloh yang telah
menciptakan semua manusia dan bukan orang tuanya seperti yang ia
rasakan sebelumnya. Demikian juga pendapat Dorothy Wilson bahwa
anak secara tabiat mengakui adanya tuhan, yaitu ketika ia bermain
boneka,lalu ia rusak, maka ia akan berdoa pada tuhan. Rumke
menegaskan bahwa anak membenarkan adanya tuhan dan hal ini akan
berkembang pesat ketika ia sampai usia akan baligh. 68

Perkembangan jiwa anak pada usia empat atau lima tahun ketika

Ahmad Tafsir, Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam, Rosdakarya, Bandung, cet. Ke II, 1984, 66
hal188
Zakiyah Darojat, op.cit. halaman 4 67
Zuhairini dkk., Metodologi Pendidikan Agama, hal.33-46 68
menginjak usia taman kanak-kanak, ia mulai gemar menghafal do’a-
do’a pendek yang diajarkan oleh gurunya disekolahan atau
keluarganya di rumah. 69

Anak pada usia enam sampai sembilan tahun –menurut Arifin- sudah
dapat mengerti sesungguhnya Alloh adalah tuhan pencipta alam raya,
manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain. Pemahaman agama anak
pada usia ini telah mulai menguat. Terbukti gemar melakukan ibadah
meskipun atas perintah orang tuanya. Ia suka berdoa, beramal sesuai
70

dengan kehendak alloh dan orang tuanya, rajin pergi ketempat-


tempat pendidikan [sekolahl] dengan teman-temannya. Suka
menyanyi, khususnya nyanyian religi. Sedangkan pemahamannya
tentang kematian juga mulai tumbuh,terlebih ketika ditinggal mati
oleh keluarganya. Anak mulai terbangun kepercayaan tentang adanya
71

balasan amal, sehingga ia gemar beramal baik.

‫فمفن يعمففل مثقال ذرة خيرا يراه ومفن يعمففل مثقال‬


)8-7:‫ذرة شرا يره( الزلزلة‬
Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrohpun,
niscaya dia akan melihat [balasannya]. Dan baranga siapa yang
mengerjakan kejahatan seberat zarrohpun, niscaya dia akan melihat
[balasan]nya pula.

Demikianlah pemahaman keagamaan anak terus berkembang, sampai


dewasa.

2.c.Kebutuhan anak pada pendidikan

Usaha Pendidikan dilakukan atau diusahakan manusia


berdasarkan keyakinan tertentu. Keyakinan ini didasarkan
atas suatu pandangan, baik filosofis maupun teoritis
[ilmiah]. Asas demikian merupakan titik tolak yang wajar.
Artinya tiap orang akan melaksanakan suatu pekerjaan jika

Arifin, HM., Psikologi Dan Beberapa Aspek Kehidupan Rohaniyah Manusia, Bulan Bintang. 69
1981. hal. 59
Ibid, halaman 60 70
HM. Arifin, Pokok-pokok Pikiran Tentang BP Agama di Sekolah dan Luar Sekolah, CV. Bulan 71
Bintang. 1981. hal. 57
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 67}

tujuan dan hasil pekerjaan itu mereka yakini dapat dicapai.

Keyakinan ini desebut para ahli sebagai hukum-hukum dasar atau


teori-terI pendidikan. Dapat juga kita nyatakan sebagai teori klasik
dalam pendidikan. Maka relevasnsinya dengan kebutuhan anak akan
pendidikan ini dapat diketahui urgensinya dari uraian tentang teori-
teori filsafat pendidikkan tentang terjadinya proses pendidikan.
Teori ini dapat dikelompokkan dedalam tiga macam, yaitu:
1. Teori empirisme.
Ajaran filsafat yang dipelopori oleh John Locke [1632-
1704] ini mengajarkan bahwa perkembangan pribadi ditentukan
oleh faktor-faktor lingkungan, terutama pendiidikan. Ia
berkesimpulan bahwa setiap individu lahir bagaikan kertas putih,
dan lingkngan pendidikan itulah yang menulisi. Teori ini akhirnya
terkenal dengan teori tabularasa dan teori empirisme. Bagi John
Loke pengalaman yang berasal dari lingkungan itulah yang
menentukan pribadi seseorang. Karena lingkungan itu relatip dapat
diatur dan dikuasai manusia, maka teori ini bersifat optimis dengan
tiap-tiap perkembangan pribadi anak.
2. Teori Natifisme.
Ajaran filsafat Natifisme yang dapat digolongkan dalam filsafat Idealisme ini berkesimpulan bahwa
pekembangan anak hanya ditentukan oleh faktor hereditas atau faktor dalam keturunan yang bersifat
kodrati. Tokoh aliran ini Arthur Schopenhauer (1788- 1860) menganggap faktor pembawaan yang
bersifat kodrati dari kelahiran, yang tidak dapat diubah oleh pengaruh alam sekitar atau pendidikan
itulah sebenarnya hakekat manusia. Potensi-potensi itulah yang menjadi ciri khas pribadi anak,
bukan hasil pendidikan. Tanpa potensi-potensi heriditas yang baik, seseorang tidak mungkin
mencapai taraf yang dikehendaki, meskipun dididik secara maksimal. Seorang anak yang potensi
hereditasnya rendah, tidak mugnkin mencapai taraf pendidikan yang tinggi, meskipun dididik secara
maksimal. Maka tergasnya pendidikan tidak dapat merubah manusia, karena potensi itu bersfat
kodrati, sehingga aliran ini dianggap pesimistis,karena menerima kepribadian anak sebagaimana
adanya, tanpa kepercayaan adanya nilai-nilai pendidikan yang dapat ditanamkan untuk merubah
.kepribadiannya

3. Teori Konvergensi
Bagaimanapun kuatnya alasan kedua aliran pandangan diatas,
namun kediuanya kurang realistis. Suatu kenyataan, bahwa potensi
hereditas yang baik saja, tanpa pengaruh lingkungan pendidikan
yang positif tidak akan membina kepribadian yang ideal.
Sebaliknya, meskipun lingkungan pendidikan yang positif dan
maksimal, tidak akan menghasilkan kepribadian yang ideal, tanpa
potensi hereditas yang baik. Oleh karena itu, perkembangan
pribadi sesungguhnya adalah hasil proses kerja sama antara kedua
faktor, baik internal [potensi-hereditas] maupun faktor eksternal
[lingkungan-pendidikan]. Tiap pribadi adalah hasil konvergensi
faktor-faktor internal dan eksternal. Teori ini dikemukakan oleh
William Stern [1871-1938] dan akhirnya dikenal sebagai tokoh
aliran konvergensi.72

Dari uraian tersebut, maka jelaslah bahwa manusia walupun


dilahirkan diumpamakan seperti kertas yang putih bersih atau lahir
dengan pembawaan yaanag dapat berkembang sendiri, tapi perkemba-
ngan itu tidak akan maju kalau tidak melalui proses tertentu, yaitu
proses pendidikan.
Dalam sejarah tercatat sejumlah kisah anak-anak yang tidak
memperoleh pendidikan. Contohnya: anak liar, Victor namanya yang
tertangkap di distrik Averon, Perancis Selatan pada tahun 1799 dan
Peter, ditemukan dekat Hanover pada tahun 1723. Serta dua gadis
cilik Amala dan Kampala ditemukan di Kidnapur India pada tahun
1920 oleh Mr. Singh. Kedua anak tersebut diasuh oleh srigala,
sehingga akibatnya segala gerak gerik dan tingkah lakunya
menyerupai srigala. Dan dongengan Ibnu Thufail tentang Hay bin
Yaqdzan yang hidup disebuah pulau dengan seekor rusa.73
Dari berbagai contoh diatas, sangat medukung kebenaran faktual ayat
alquran tentang pendidikan yang merupakan lembaga utuk
memanusiakan manusia. Tanpa pendidikan manusia hanya setingkat
lebih tinggi dari hewan. Anak yang tidak memperole pendidikan sama
sekali, tidak akan mungkin dapat hidup bermasyakat dengan baik.
Maka pendidikan sebenarnya mengangkat derajat manusia ketaraf
insaniyah yang sebenarnya, dan atas dasar inilah setiap anak perlu
pendidikan.

Tim Dosen FIP- IKIP Malang, Dasar-dasar Kependidikan, Usaha Nasional, Surabaya, cet. 72
III, 1988, halaman 8-9
Djummberansjah Indar, Ilmu Pendidikan Islam, IAIN Sunan Ampel Malang, 1990, halaman 35 73
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 69}

Ide pendidikan, baik teori nativisme, empirisme dan konvergensi


tidaklah bertentangan dengan ajaran islam. Dalam islam sendiri sudah
ditegaskan dasar-dasar terebut. Diantaranya ayat berikut:

‫"فاقففم وجهففك للديففن حنيفففا فطرة الله التففى فطففر‬


‫الناس عليهفففا لتبديفففل لخلق الله ذلك الديفففن القيفففم‬
)30 ‫ولكن أكثر الناس ليعلمون (الروم‬
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama [alloh];
[tetaplah atas] fitroh alloh yang telah menciptakan manusia menurut
firtoh itu. Tidak ada perubahan pada fitroh alloh. [itulah]agama
yang lurus ; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Hadist nabi:

‫كفل مولود يولدعلىالفطرةوانماابواه يهودانفه اوينصفرانه‬


) ‫اويمجسانه (رواه مسلم‬
74

Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan firtoh [ suci ], dan hanya


kedua orang tuanyalah yang menyebabkan yahudi, nasroni, atau
majusi [HR. Muslim]
Dari dua dasar ini mengandung pengertian, bahwa islam memiliki
konsep pendidikan yang luhur dan universal. Yaitu setiap manusia

dilahirkan dengan memiliki firtoh [kesucian/kemurnian] ‫يولدعلىال‬


‫فطرة‬, [yang dalam istilah John Lokce dikenal dengan
“tabularasa”], dan akan dipengaruhi oleh lingkungan pendidikannya

‫وانماابواه يهودانه‬.. [yang dalam Arthur Schopenhauer disebut


Nativisme], sehingga keterpaduan dasar dan ajar inilah yang diyakini
dapat dikembangakn melalui dunia pendidikan.

2.d. Pendidikan anak Islami


Berbicara tentang pendidikan islam, maka tidak bisa terlepas dengan
konsep-konsep yang dikemukakan oleh qur’an dan Hadis sebagai titik
tolak pembahasan, ditambah dengan penjelasan para ahli pendidikan
terlebih dari kalangan muslim. Dan sebagaimana dikatakan oleh syair,

Muslim, Shohih Muslim, Darul Fikr, Beirut, Juz 2, halaman 458 74


bahwa anak merupakan titipan alloh. Maka relevansinya harus
dipelihara dengan baik, karena pada suatu saat akan diminta kembali
oleh alloh.

‫ ولبد يوما أن ترد‬# ‫ وما المال والهلون الودائع‬:‫قال الشاعر‬


‫الودائع‬
Berkata seorang penyair; tidaklah harta benda dan keluarga itu
berharga, kecuali bagaikan hanya sebuah titipan, dan suatu saat
pasti akan dikembalikan pada pemiliknya.

Melihat pada ayat-ayat qur’an berkaitan dengan pendidikan anak ini,


maka ada dua macam pernyataan qur’an untuk mengistilahkan anak,

yaitu: istilah ‫ الولد‬dan ‫ البنون‬.


Pertama ; istilah Al-aulaad, biasanya dikaitkan dengan konotasi
makna yang pesimistis, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam
penjagaan, perhatian dan pendidikan. Ayat-ayat ini misalnya seperrti
berikut:

‫فل تعجبففك أموالهففم ول أولدهففم إنمففا يريففد الله أن‬.1


‫يعدبهفم بهفا ففى الحياة الدنيفا وتزهفق أنفسفهم وهفم‬
)55 : ‫كافرون (التوبة‬
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu.
Sesungguhnya Alloh menghendaki dengan[memberi] harta benda
dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka daam kehidupan didunia
dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam
keadaan kafir.
‫واعلموا أنمفا أموالكفم وأولدكفم فتنفة وأن الله عنده‬.2
)28 :‫أجرعظيم (النفال‬
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakku itu hanyalah
sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi alloh-lah plahala yang
besar.
‫وما أموالكم ولأولدكم بالتى تقربكم عندنا زلفى ال‬.3
‫من أمن وعمل صالحا فالنك لهم جزاء الضعف بما‬
)37 :‫عملوا وهم فى الغرفات أمنون (السباء‬
Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukanlah anak-anak kamu yang
mendekatkan kamu kepada kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itulah yang
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 71}

memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabakan apa yang


telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa ditemmpat tempat
yang tinggi [dalam syurga].
‫ إعلموا أنمفا الحيوة الدنيفا لعفب ولهفو وزينفة وتفاخفر‬.3
‫بينكم وتكاثر فى الموال والولد كمثل غيث أعجب‬
‫الكفار نباتفه ثفم يهيفج فتراه مصففرا ثفم يكون خطامفا‬
)20 :‫(الحديد‬....‫وفى الخرة عذاب شديد‬
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-
megah antar kamu seta bergangga-banggaan tentang banyaknya
harta dan anak, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para
petani; kemudian tanamn itu menjadi kering dan kamu lihat
warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akherat [nanti] ada azab
yang keras …………

Ayat-ayat tersebut sebagai titik tolak untuk mencurahkan tenaga dan

fikiran dalam rangka memperbaiki anak melalui pendidikan, sehingga

mereka dapat menjadi wasilah untuk memperdekat kepada alloh,

bukan sebaliknya menjadi firnah [merepotkan ] khususnya bagi orang

tua, dan umumnya bagi masyarakat.

Kedua; ayat-ayat dengan ungkapan Banuun yang mengandung arti /

pemahaman optimis, sehingga, terkadang menimbulkan kebanggaan

dan keterntraman khusus dalam hati. Diantaranya ialah ayat-ayat

berikut ini:
‫المال والبنون زينففة الحياة الدنيففا والبقيففت الصففلحت‬
)46 : ‫خير عند ربك ثوابا وخير امل (الكهف‬
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi
amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di
sisi tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

‫والذيفن يقولون ربنفا هفب لنفا مفن ازواجنفا وذريتنفا‬


)74 : ‫قرة اعين واجعلنا للمتقين اماما (الفرقان‬
Dan orang-orang yang berkata:” Ya Tuhab kami, anugerahkanlah
kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang
hati [kami], dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang
tertakwa.
Jadi anak dapat menjadi impian yang menye- nangkan, manakala

dididik dengan baik, dan sebaliknya akan menjadi mala petaka

[fitnah] jika tidak didik. Inilah kemungkinan yang ditimbulkan, yaitu

rasa optimis atau pesimistis. Hal ini juga membawa pada pemahaman,

apalah artinya memelihara anak, jika tidak didik, anak didik berbuat

jahat adalah kesalahan pendidik, dan jika anak-anak tidak mau

belajar, hanya akan menyusahkan orang tua, nusa dan bangsa.

Jelasnya anak, harus didik, karena pada hakekatnya manusia

dilahirkan dengan firtoh dapat didik, dapat mendidik dan sekaligus


dapat mendidik dan didik.
Adapun penjelasan hadis nabi mengenai pendidikan anak ini
sangatlah banyak. Diantaranya adalah sebagai berikut:

‫كفل مولود يولد على الفطرة وانمفا ابواه يهودانفه‬.1


) ‫او ينصرانه او يمجسانه (رواه مسلم‬
75

Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan firtoh [ suci ], dan hanya


kedua orang tuanyalah yang menyebabkan yahudi, nasroni,
atau majusi [HR. Muslim]
‫ كففل مولود يولد على الفطرة حتففى يعرب عنففه‬.2
‫لسففانه فابواه يهودانففه أو ينصففرانه او يمجسففانه‬
)‫(رواه طبرانى‬ 76

Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan firtoh [ suci ], sehingga


ia fasih berbicara, dan hanya kedua orang tuanyalah yang
menyebabkan yahudi, nasroni, atau majusi [HR. Muslim]
‫ علموا الصفيى الصفلة ابفن سفبع سفنين واضربوه‬.3
‫عليها ابن عشر (رواه احمد والترمذى والطبرانى‬
)‫والحاكمى عن سمرة‬
77

Ajarilah anak sholat ketika umur 7 tahun, dan pukulah jika


meninggalkannya dalam umur 10 tahun. [HR. Ahmad,
Turmudzi, Thobaroni, dan Hakim dari Stamiroh]
‫ علموا أبناءكففم السففباحة والرمففى والمرأة المغزل (رواه‬.4
Muslim, Shohih Muslim, Darul Fikr, Beirut, Juz 2, halaman 458 75
Jalaluddin Abdurrohman bin Abi Bakr Assyuyuthi, Al-Jami’ Ashoghir, Juz I , halaman 94 76
Hadist no. 3-6, Ibid, Juz II, halaman 61-62 77
‫‪PENDAHULUAN‬‬
‫‪----------------------------------------------‬‬
‫}‪TESIS PASCASARJANA UNISMA { 73‬‬

‫البيهقى عن ابن عمر)‬


‫‪Ajarilah anak-anakmu berenang, memanah… [HR.Bukhori dari‬‬
‫]‪Ibnu Umar‬‬
‫‪.5‬علموا أبناءكفففم السفففباحة والرمايفففة ونعفففم لهفففو‬
‫المؤمنفة فى بيتها المغزل واذا دعاك فاجفب امك‬
‫(رواه الديلمفى عفن بكفر بفن عبفد الله بفن الربيفع‬
‫النصارى)‬
‫‪Ajarilah anak-anakmu berenang, memanah… [HR.Addaikami‬‬
‫]‪dari Bakar bin Abdulloh bin Ronbi al-Anshori‬‬
‫‪ .6‬علموا بنيكففم الرمففى فانففه نكايففة العدو (رواه‬
‫الديلمى عن جابر)‬
‫‪ .7‬مروا اولدكففم بالصففلة وهففم ابناء سففبع سففنين‬
‫واضربوهفم عليهفا وهفم ابناء عشفر سفنين وفرقوا‬
‫بينهم فى المضاجع واذا زوج أحدكم خادمه عبده‬
‫او أجيره فل ينظرالىمادون السفففففففففففففرةوفوق‬
‫الركبفة(رواه احمفد وابفى داود والحاكفم عفن ابفن‬
‫عمر)‬ ‫‪78‬‬

‫‪ .8‬حق الولد على الوالدان يعلمه الكتابة والسباحة‬


‫والرمايفة وأن ليرزقفه الطيبفا (رواه البيهقفى عفن‬
‫ابى رافع)‬ ‫‪79‬‬

‫‪ .9‬حفق الولد على والده ان يحسفن اسفمه ويزوجفه‬


‫اذا ادرك ويعلمفه ال طيبفا (رواه الديلمى عن ابفى‬
‫رافع)‬
‫‪ .10‬حفق الولد على الوالدأن يحسفن اسفمه ويحسفن‬
‫ادبه (رواه البيهقى عن ابن عباس)‬
‫‪ .11‬حفق الولد على والده ان يحسفن اسفمه ويحسفن‬
‫موضعفففه ويحسفففن أدبفففه (زواه البيهقفففي عفففن‬

‫‪Ibid, Juz II, halaman 155 78‬‬


‫‪Hadist no. 8-11, Ibid, Juz I, halaman 149 79‬‬
)‫عائشة‬

Alghozali juga memberi penjelasan tentang posisi anak bagi orang

tuanya, serta karakteristik kejiwaannya.


‫فقال الغزالى إن الصفبى أمانفة عنفد والديفه وقلبفه‬
‫طاهرة جوهرة نفيسفة سفاذجة خاليفة عفن كفل نقفش‬
‫ومائل الىمفا يمال بفه اليفه فان عود الخيفر نشاء عليفه‬
‫وسففعد فففى الدنيففا والخرة وشاركففه فففى ثوابففه ابواه‬
‫وكفل معلم له ومؤدب واذا عود الشفر واهمال البهائم‬
‫وشقى وهلك وكان الوزر فى رقبة القيم عليه واوالى‬
.‫له‬
Alghozali berkata; bahwa anak bagi kedua orang tuanya bagaikan

titipan [amanat], anak tersebut hatinya suci bagaikan intan permata

yang berharga, murni tidak ada lukisan apapun, dan memiliki

ketergantangan terhadap apa yang diberlakukan padanya. Maka jika

anak dibiasakan melakukan kebaikan, ia akan terbiasa dengan hal itu,

sehingga memperoleh kebahagiaan didunia dan akherat, serta kedua

orang tua dan gurunya juga memperoleh pahala atas prilaku baik anak

tersebut. sebaliknya, jika anak diajari/ dibiasakan berbuat kejelekan,

maka iapun akan terbiasa dengan hal itu, sehingga ia hidup sengsara

dan celaka, maka dosanyapun juga ditanggung oleh orang tuanya. 80

Pernyataan Al-Gozali tersebut sesuai dengan aliran filsafat penidikan

empirisme yang dikemukakan oleh John Lock dan dikenal dengan

teori tabularasa. Ia mengajarkan bahwa perkembangan pribadi

ditentukan oleh faktor linlgkungan, terutama pendidikan. Ia

berkesimpulan bahwa tiap individu lahi sebagai kertas putih, dan

lingkunganlah yang menyuli kertas putih itu. Pengalaman dari

lingklungan itulah yang menentukan pribadi seseorang. Karena


Al-Ghozali, Ihya’ Ulumuddin, Juz II, halaman 29 80
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 75}

lingkungan itu relatif dapat diatur dan dikuasai manusia, maka teori

ini bersifar optimis dengan tiap-tiap perkembangan pribadi. Disinilah 81

pentingnya lingkungan pendidikan, dimana akan mewarnai

karakteristik anak didik. Pengaruh ini lebih terfokus pada lingkungan

keluarga dan orang terdekat dengan anak.Pendidikan yang

diutamakan bagi anak, pada mulanya adalah pendidikan tauhid. Hal

ini sesuai dengan firtrah semua manusia yang dilahirkan dalam

pengakuan monotheisme [beriman kepada alloh].


‫واذ أخذربففك مففن بنففى ادم مففن ظهورهففم ذريتهففم‬
‫وأشهدهفففم على أنفسفففهم السفففت بربكفففم قالوا بلى‬
‫شهدناأن تقولوا يوم القيامففففففففففففة إناكناعففففففففففففن‬
)172 ‫هذاغفلين(العراف‬
Dan [ingatlah], ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak
adam dari sulbi mereka dan alloh mengambil kesaksian terhadap
jiwa mereka [seraya berfirman]: “ Bukankah Aku ini Tuhanmu/”
Mereka menjawab:” Betul [Engkau Tuhan Kami], Kami menjadi
saksi”. [Kami melakukan yang demikian itu] agar dihari kiamat
kamu tidak mengatakan:” sesungguhnya kami [bani adam] adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini [keesaan Tuhan].

Menurut Al-Ghazali, cara untuk menanamkan keiman kedalam anak


didik ialah dengan metode pengajaran yang dilakkukan secara sabar,

dan kasih sayang, sehingga mencapai hasil iman yang kuat. 82

Abdulloh Nashih Ulwan menjelaskan pendidikan anak dimulai

setelah lahir didunia, yaitu secara berurutan seperti berikut:

a. Memberikan ucapan selamat.

Disunahkan bagi orang muslim untuk ikut bergembira dan

mengucapkan selamat atas saudaranya yang melahirkan anak.

Tersebut. Ucapan selamat itu seperti contoh berikut:


‫" بورك لك ففي الموهوب وشكرت الواهفب ورزقفت بره‬

Tim Dosen FIP- IKIP Malang, Ibid , halaman 8 81


Fathiyah Hasan Sulaiman, Ibid, halaman 42 82
." ‫وبلغ اشد‬
b. Diadzani ditelingan kanan dan iqomah ditelinga kiri.

Hal ini berdasarkan hadist berikut:


‫روى البيهقى وابن السنى عن الحسن بن على عن‬
‫ مفن ولد له مولود فإن ففى إذنفه‬:‫النفبى صفلعم قال‬
‫اليمنفففى وإقام ففففى إذنفففه اليسفففرى لم تضره أم‬
‫الصبيان‬
Diriwayatkan oleh Albaihaki dan Ibnu Sini, dari Hasan bin Ali,
dari nabi Muhammada Saw, beliau bersabda: barang siapa
dilahirkan baginya anak, maka hendaklah diadzani ditelingan
kanan dan diiqomahi ditelinga kiri, maka dengan demikian tidak
akan terkena gangguan syetan [ummu syibyan].

Rahasia dari adzan dan iqomah ini menurut Ibnul Qoyyim yaitu

supaya kalimat yang pertama didengarkan anak adalah kalimat

yang baik mengajak kepada keimanan, mengakui keagungan

tuhannya, dan syahadat. Ajaran memiliki pengaruh psikologis

yang besar kepada jiwa anak ketika menjadi dewasa, meskipun

pada saat itu dia belum merasakannya.

Manfaat lainnya, dapat menjauhkan dari gangguan syetan,

sementara mengajak kepada jalan alloh yang merupakan firtoh

manusia. 83

c. Menyuapi dengan makan

Menyuapi ini bisa dilakukan dengan meletakkan makan ditangan,

lalu memasukkan kemulut bayi, lalu menggerak-gerakkan

kekanan kekiri agar membasahi seluruh mulutnya. Hal ini

sebaiknya dilakukan dengan kurma, dan jika tidak ada bisa

digunakan makanan lunak yang manis. Hal ini dilakukan

berdasarkan hadis nabi:

Abdulloh Nashih Ulwan, Tarbiyatul aulad fiilislam, halaman 71 83


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 77}

:‫عن أبى بردة عن أبى موسى رضى الله عنه قال‬


‫ولدلى غلم فأتيفت بفه النفبى صفلعم فسفماه إبراهيفم‬
.‫وحنكه بتمرة ودعاله بالبركة ودفعه إلى‬
Diceritakan dari Abi Burdah, dari Abi Musa ra berkata;
dilahirkan anak bagiku, lalu saya bawa kepada nabi, kemudian
beliau memberi nama Ibrohim, setelah itu menyuapi dengan
kurma dan mendoakan dengan kebaikan, dan akhirnya
memberikan lagi padaku.

d. Disunhkan mencukur rambut.

Mencukur rambut dapat dilakukan pada hari ketuju disertai

pengeluaran sedekah perak seberat tambut yang dicukur tersebut


yang dibagikan kepada fakir miskin.

Kaifiyah cukur rambut yang dilarang adalah mencukur secara

“qoza’” sebagaimana dijelaskan oleh hadis.


‫وجاء النهفى عنفه صفريحا ففى الحديفث الذى أخرجفه‬
‫البخارى ومسلم عن عبد‬
‫ نهى رسول‬:‫الله بن عمر رضى الله عنهما أنه قال‬
"‫الله صلعم عن القزع‬
84

Pengertian Qoza’ adalah pertama; berarti cukur kuncung.

Kedua;mencukur bagian yang tengah saja. Ketiga; mencukur

yang pinggir dan meninggalkan yang tengah. Keempat; mencukur

bagian depan dan meninggalkan bagian belakang.

Hikmahnya memotong rambut ini diantaranya adalah; menurut

tinjauan kesehatan dapat menguatkan daya fikir, daya dengar dan

daya penciuman. Secara sosial dapat membantu memperingan

‫ أن‬: ‫ الثان‬.‫ أن يلق من رأسه مواضع من هنا وههنا‬: ‫أحدها‬: ‫والقزع الذى يشمله النهى أربعة أنواع‬ 84

‫ أن يلق مقدمه ويترك مؤخره‬: ‫الرابع‬.‫ أن يلق جوانبه ويترك وسطه‬: ‫الثالث‬.‫يلق وسطه ويترك جوانبه‬
78-71 :‫ ص‬.‫ تربية الولد ف السلم‬.‫عبد ال علوان‬
nafkah fakir miskin, yaitu dengan mengeluarkan sedekah

kepadanya.

Masih menurut penjelasan Nashih Ulwan, pendidikan anak yang


85

harus dilakukan setelah ia lahir adalah:

1. Membuka perkataan pertama pada

pendengaran anak dengan ucapan tauhid.

Hal ini berdasarkan pada hadis riwayat

Hakim dari Ibnu Abas ra, dari nabi beliau

bersabda: “perdengarkalah pertama kali


pada anakmu dengan bacaan tauhid [‫بل‬

‫] إله إل الله‬.
‫روى الحاكم عن ابن عباس رضى الله عنهما عنى‬
‫النبى صلعم أنه قال "إفتحو على صبيانكم أول‬
،"‫كلمة بل إله إل الله‬

2. Mengenalkan dengan hukum halal dan

haram, berdasarkan hadis Ibnu Jarir dan

Ibnu Mundzir, dari Ibnu Abbas ra,

sesungguhnya nabi bersada;”


‫أخرج ابن جرير وابن المنذر من حديث ابن عباس‬
‫رضففى الله عنهمففا أنففه قال "إغسففلوا بطاعففة الله‬
‫واتقوا معاصفى الله ومروا أولدكفم بأمتثال الوامفر‬
‫واجتناب النواهففى فذلك وقايففة لهففم ولكففم مففن‬
."‫النار‬
Diceritakan dari Ibnu Jarir dan Ibnu Mundzir, dari Ibnu Abbas ia
berkata, sesungguhnya nabi bersabda “mandikanlah [anakmu]
dengan ketaatan, dan takutlah untuk berbuat ma’siyat, dan
perintahlah anakmu untuk mentaati perntah alloh dan menjauhi
larangannya, itulah penjagaanmu dan anak-anakmu dari neraka.

3. Memerintah untuk menjalankan ibadah


Abdulloh Nashih Ulwan, Op.cit, 157 85
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 79}

mulai umur tuju tahun, dan memukulnya

jika ia meninggalkannya pada usia sepuluh

tahun. Hal ini berdasarkan pada hadis:


‫روى الحاكفم وأبفو داود عفن ابفن عمرو بفن العاص‬
‫وضفى الله عنهمفا عفن رسفول الله صفلعم أنفه قال‬
‫"مروا أولدكففم بالصففلة وهففم أبناء سففبع سففنين‬
‫واضربوهم عليها وهم ابناء عشر وفرقو بينهم فى‬
"‫الضاجع‬
Hakim dan Abu Daud meriwayatkan, dari Ibnu Umar Bin Ash ra,
nabi bersabda “ perintahlah anakmu melakukan sholat pada
umur tuju tahun, dan pukullah jika meninggalkannya pada umur
sepuluh tahun”.

4. Mengajarkan pada anak untuk mencintai

nabi, ahlul baitnya dan cinta membaca

alqur’an.hal ini berdasar pada hadis;


‫روى الطرانفى عفن على كرم الله وجهفه أن النفبى‬
‫ حفب‬:‫ أدبوا أولدكفم على ثلث خصفال‬:‫صفلعم قال‬
‫نفففبيكم وحفففب ال ليتفففه وتلوة القرآن فإن حملة‬
‫القرآن ففى ظفل عرش الله يوم لظفل إل ظله مفع‬
.‫أنبيائه وأصفيائه‬
Atthobaroni meriwayatkan dari Ali karomallohu wajhah,
sesungguhnya nabi bersabda” didiklah anakmu atas tiga
perkara: mencintai nabi, ahlul bait, dan membaca alqur’an,
karena orang yang hafal qur’an nanti akan mendapat
perlindungan dari alloh dihari tidak ada perlindungan kecuali
hanya perlindungan-Nya.
BAB III
PESAN-PESAN PENDIDIKAN ANAK
(Studi tentang mutiara hikmah Luqmanul Hakim)

1. Seputar Luqmanul Hakim

1. a. Pendapat Mufasirin tentang Luqmanul Hakim


Nama Luqman disebut dalam Alquran hanya sekali dan sekaligus
terabadikan dalam Alqur’an karena menjadi nama surat yang
menjelaskan tentang pendidikan yang ia lakukan kepada ankknya.
Cerita tersebut tepatnya berada dalam QS. Luqman juz 21 ayat

‫ولقد اتينا لقان الحكمة ان اشكر لله ومن يشكر فانما‬


‫يشكفر لنفسفه ومفن كففر فان الله غنفي حميفد (سفورة‬
)12 :‫لقمان‬
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu:
“ Bersyukurlah kepada Alloh. Dan barng siapa yang bersyukur
[kepada Alloh], maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya
sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya
Alloh Maha Kaya Lagi Maha Terpuji”. [QS. Luqman: 12].

1. b. Kajian bahasa:
Surat Luqman ini termasuk surat makiyah, terdiri dari 34 ayat.
Sedangakan nama Luqman yang tertera dalam alqur’an, secara kajian
bahasa menurut Makki bin Tholib Alqoisi adalah nama kongkrit [isim
ma’rifah] yang berasal dari kata “ laqoma” dengan ditambah alif dan
nun seperti kata “ustman”, dimana luqman ini bisa jadi berasal dari
kata arab murni ataupun non-arab [‘ajam].86 Sedangkan menurut
Annuhas bahwa kata Luqman ini tdak dapat menerima tanwin [lam
yanshorif] karena sudah ma’rifah [tertentu], karena kata Luqman
pindahan kedua dengan dua tambahan, dan dapat menerima tanwin
pada bentuk nakirohnya pada satu pindahan nama pertama.87

Makki bin Tholib Alqoisi, Musykilat I’robilqur’an, juz II, halaman 18386
Alqurthubi, Aljami’ al-ahkaam, juz 13, halaan 59 87
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 81}

Lalu dipertanyakan pula apakah nama luqman itu arab atau non arab?
Maka ulama yang berpendapat bahwa ia adalah nama non arab maka
tidak menerima ta’rif. Sedangkan yang mengatakan nama arab maka
tidak dapat dima’rifatkan dan tidak dapat ditambah alif dan nun.88
Adapun menurut Ibnu Baauro’ yang dinukil oleh Al-alusi dalam kitab
tafsirnya; adalah ia nama ‘ajam bukan arab yang diambil dari kata
Allaqom.89

1. c . Kajian Istilah:
Yang perlu dikaji lebih lanjut adalah siapa sebenarnya Luqman yang
diceritakan dalam Alqur’an ini, sehingga diistimewakan Alloh sebagai
nama surat. Tentang hal ini para ulama telah berbeda penafsiran tentang
siapa yang dikehendaki dengan Luqman pada ayat tersebut. Pendapat
mereka ini sebagaimana berikut:
1. Luqman bin baauro’ bin Nahur bin Tarih, yaitu Azar
bapak nabi Ibrohim.
2. Luqman bin Anqoo’ bin Sarwan dari bangsa Naubi
penduduk Iliih [pendapat Imam Suhaili].
3. Luqman bin Ukhtu Ayyub [pendapat Imam wahab].
4. Luqman bin Kholatu Ayyub [pendapat Imam
Muqootil].
5. Luqman bin Bauroo’ bin Ukhtu Ayyub atau bin Ibu
Kholatuh [pendapat Azzamakhsyari].
6. Luqman salah satu anak dari Azar ayng hidup
seribu tahun dan menemui nabi Daud AS dan
berguru kepadanya.90

1. d. Pekerjaannya
Adapun tentang pekerjaannya adalah sebagai berikut:
1. Luqman adalah seorang penjahit baju[ pendapat Said bin

Assaukani, Fathul Qoodiir, juz IV, halaman 237 88


Al-allusi, Ruuhul ma’aani, juz 19, halaman 82 89
Azzamskhsyari, Alkasyaaf, juz 3, halaman 231. Albaghowi, Maalimuttanzil, juz 4, halaman 90
409. Abi Suud, Irsyadul aqlissalim ila mazzaaya quranil kariim, juz 4, halaman 376
Musayyab].
2. Luqman adalah seorang penggembala [pendapat Ibnu zaid].
3. Luqman adalah tukang kayu [ pendapat Kholid Al-Robii’].
4. Luqman adalah seorang hakim dizaman bani Isroil [ pendapat
Alwakidi].
5. Luqman adalah hamba sahaya dari negeri habsyi dan sebagai
tukang kayu [ menurut penjelasan Abi syaibah dalam kitab
Azzuhud, Ahmad dan Ibnu Abi Dunya dalam kitab
Almamlukiin, diceritakan dari Ibnu Mundzir dan Ibnu Abi
Dunya dari Ibnu Abbas ra].91

1. e. Sifat-sifatnya
Mengenai sifatnya, ada beberapa penjelasan sebagaimana berikut:
1. Luqman adalah seorang budak habsi [pendapat Ibnu
Abbas].
2. Luqman adalah seorang hamba habsyi, bibirnya
tebal , tebal telapak kakinya, hakim dimasa bani
isroil [pendapat Mujahid],
3. Luqman adalah seorang berkulit hitam dari sudan,
atau dalam satu riwayat lainnya ia adalah berkulit
hitam dari nergeri Naubi….92

1. f. Status Kenabiannya
Lalu apakah dia seorang nabi atau bukan? Ada beberapa pendapat
ulama diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Luqman adalah seorang nabi [pendapat Assa’di
Ikrimah dan Saadi].
2. Luqman adalah seorang hakim bukan nabi [menurut
Said bin Musayyab, Mujahid dan Qotadah].93
3. Luqman adalah seorang wali dan bukan nabi

Aljauzi, zaadul masiir fi ilmi tafsiir, juz 6, halaman 161, Assuyuthi, addurrul mansuur 91
fitafsiiril ma’sur, juz 7, halaman 331, Ibnul Arobi, Akhkaul qur’an. Juz 3, halaman1473
Attobari, jamiul bayan fitafsiril qur’an, juz 8, halaman 67 92
Aljauzi, ibid, halaman 161, Azzamakhsyari, ibid, halaman 231 93
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 83}

[jumhur ahli ta’wiil].94


4. Luqman adalah seorang yang setingkat lebih tinggi
dari derajat rodiyallohu anhu dan bukan seorang
nabi [ pendapat Annawawi].95
Dan banyak penjelasan hadit tentang Luqmanul hakim, diantaranya
adalah:
‫وقد جاء حديث عن ابن عمر قال سمعت رسول الله يقول " لم يكن‬

‫لقمان نبيا ولكن كان عبدا كثيرالتفكر حسن اليقين احب الي الله تعالي‬

96
..‫فاحبه فمن عليه بالحكمة وخيره في ان يجعله خليفة يحكم بالحق‬

Artinya: ada sebuah hadist menyatakan, diriwayatkan dari Ibnu Umar,


Ia berkata: saya mendengar nabi bersabda: sesungguhnya Luqman
bukan seorang nabi, tetapi hanya seorang hamba yang banyak
berfikir, kuat pendidirian, mencintai Alloh dan Alloh mencintainya,
Alloh memberinya hikmah, memilihnya sebagai kholifah yang
menghukumi dengan kebenaran…

‫وحدثنا ابن المثني وحدثنا محمد بن جعفر قال‬


‫ كان‬: ‫حدثنففا شعبففة عففن الحكففم عففن مجاهففد انففه قال‬
‫لقمان رجل صالحا ولم يكن نبيا‬
Kita diberitahu oleh Ibnu Mutsanna, kita diberitahu oleh Muhammad bin ja’far,
kita diberitahu oleh Syu’bah dari Hakim dari Mujahid, sesungguhnya ia berkata:
Luqman seorang laki-laki sholeh dan bukan nabi

‫وحدثنفا بشفر قال ثنفي يزيفد قال ثنفا سفعيد عفن‬


‫قتادة قوله " ةلقفد اتينفا لقمان الحكمفة" اي الفقفه ففي‬
.)13( ‫السلم ولم يكن نبيا ولم يوح اليه‬
97

Kita diberitahu oleh Basyar, ia berkata saya diberitahu oleh Yazid, ia


berkata saya diberitahu oleh Sa’id dari qotadah: firman Alloh” dan
sungguh kami telah beri Luqman Hikmah” maksudnya adalah
pemahaman tentang islam dan bukan seorang nabi, juga tidak diberi
wahyu.

Melihat berbagai pendapat diatas, maka menurut pendapat yang


masyhur Luqman adalah seorang hakim [orang yang arif] dan bukan

Alqurthubi, Op. Cit., halaman 5994


Muhyiddin zakariya bin syaraaf annawawi, Al -adzkar, halaman 109 95
Alqurthubi, Ibid, halaman 59 96
Attobari, Op. Cit., juz 8, halaman 6797
nabi.98
Adapun yang mengatakan Luqman seorang nabi karena mereka
menafsiri kata” Hikmah” pada ayat QS. Luqman 12 dengan “kenabian”,
99
dan pendapat ini lemah. Sedangkan yang jelas ia seorang laki-laki
sholeh, perasa, jujur, banyak kebaikannya.100 Ulama yang berpendapat
ia seorang nabi ini berpegang pada riwayat yang dikeluarkan oleh 1]
Ibnu Abi Hatim dari Ikrimah ra, ia berkata: Hikmahnya luqman adalah
kenabian, 2] Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Ikrimah ra berkata:
Luqman seorang Nabi, 3] Ibnu Faryabi dan Ahmad dalam kitab Zuhud ,
Ibnu Jarir, Ibnu Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dari mujahid ra
menafsirkan kata “ Hikmah” dengan akal, pemahaman agama dan
kenabian. 101

1. g. Masa hidupnya

Adapun masa hidupnya menurut ulama berkisar seperti berikut:

1. Ia hidup diantara masa nabi Isa dan nabi

Muhammad.

2. Ia anak Kuisy bin Syam binNuh dilahirkan 20 tahun

dizaman kerajaan Dawud, dan ia hidup sampai

zaman nabi Yunus. 102

Menurut tarikh tentang umat-umat dan agamanya, maka bani Isroil

mengakui bahwa Luqman termasuk dari golongannya. Ia hidup dimasa

nabi Daud as dan memilih diberi hikmah daripada kenabian. Sedangkan

orang Yunani mengaku ia dari golongannya dan memanggilnya Isyub

dari desa Amartum yang dilahirkan sesudah berdirinya kota Roma

selang 200 tahun.103


Asshobuni, shofwatuttafasiir, juz 2, halaman 491, Annasafi, madarikuttanzil wa 98
haqoiqutta’wil, juz 3, halaman 280
Assaukani, Op. Cit., halaman237 99
Abdul Jalil Isa, Almushaf Almuyassar, halaman 540 100
Assayuthi, Op. Cit., halaman 125 101
Al-Mawardi, Op. Cit., halaman 332 102
Tonthowi jauhari, Op. Cit., halaman 125. Lihat pula penjelasan ahli sejarah dalam Ibnul Arobi. 103
Halaman 1484
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 85}

Adapun daerah asalnya menurut hadist yang mu’tamad berasal dari

Sudan. Hadist tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam kirab

Dhu’afa, dan Ibnu ‘asakir dari Ibnu Aababas ra berkata: nabi bersabda:
‫قال رسففول الله اتخذوا السففودان مففن ثلثففة منهففم‬
‫ لقمان الحكيفم والنجاشفى وبلل‬. ‫سفادات اهفل الجنفة‬
.‫المؤذن‬
Ambillah dari sudan tiga hal diantara mereka adalah ahli sorga yaitu
Luqman Hakim, Najasyi dan Bilal [muadzin].
‫ومفا اخرج ابفن عسفاكر عفن عبفد الرحمفن بفن يزيفد عفن‬
‫قال رسفول الله صفل‬: ‫جفبير رضفي الله تعالي عنفه قال‬
‫الله عيفففه وسفففلم " سفففادات السفففودان اربعفففة لقمان‬
104
‫الحبشى والنجاشى وبلل ومهججع‬
Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Abdurrahman bin Yazid dari
Jabir ra berkata: nabi bersabda: pembesar sudan ada empat orang
yaitu Luqman Alhabsyi, Raja Najasyi, Bilal dan Muhajaja’.

1. h. Makamnya

Mengenai makam Luqman menurut satu pendapat mengatakan berada

di tanah Ramalah yaitu nama tempat antara masjid roamalah dan

pasarnya, dimana disana ada makam tuju puluh nabi yang mati

kelaparan setelah luqman, dimana pada suatu hari diusir oleh bani Isroil

dari Kudus, lalu mereka menuju Ramalah lalu mereka terkepung disana

sampai mati. dan dikatakan dalam kitab Farhurrohman bahwa kuburan

Luqman berada di daerah Shorfandi, yaitu daerah diluar kota Palestina

yang terletak diantara Syam dan Mesir. 105

1. i. Nama anaknya

Sebagaimana diketahui Luqman memiliki anak yang ia didik.

Mengenai nama anaknya tersebut para ulama berbeda penafsiran seperti

berikut:

Assayuthi, Op. Cit., halaman 509 104


Ibid, halaman 509 105
0

1. Masykam [pendapat Alkalbi].

2. An’am [pendapat Annaqosy].

3. Baban.106

4. Asykam.107

1. Salam.108

2. Syaran.109

3. Asykar atau Syakir.110


4. Syaran.111

5. Masyan.112

Melihat pendapat diatas, maka sebenarnya Luqman memiliki anak yang

ia didik dengan baik. Pada satu riwayat dijelaskan bahwa ia menikah,

lalu memiliki beberapa anak dan mereka mati, tetapi Luqman tidak

menangisinya.113 Menurut Imam Qusyairi, Luqman memiliki istri dan

anak yang keduanya kafir, lalu ia selalu menasehatinya sehingga

mereka masuk islam.114 Pendapat yang mengatakan bahwa ia nabi tidak

benar karena nabi dipilih dari kelompok yang terbaik dari kaumnya,

padahal disebutkan Luqman berasal dari sudan yang berkulit hitam.

Maka jumhur ulama memperdebatkan bahwa ia bukan nabi, dan hanya

Ikrimah yang menyatakan ia seorang nabi, itupun kalau sanad Ikrimah

ini benar.115

Almawardi, Op. Cit., halaman 333, Azzamakhsyari, Op. Cit., 231, alkozin, Op. Cit., halaman 106
440
Al-Alusi, Op. Cit., halaman 840 107
Ibnu Abbas, Op. Cit., halaman 255 108
Asshowi, Op. Cit., halaman 211 109
Ibnu Hayyan, ibid, halaman 413 110
Alqurthubi, Op. Cit., halaman 62 111
Al-baidlowi, Op. Cit., halaman 228 112
Alqurtubi, Op. Cit., halaman 26 113
Ibid, halamlan 26, Ibnu Hayyan, ibid , halaman 413, Asshowi, ibid, halalman 211 114
Alqosimi, Mahaasinutta’wiil, halaman 4794 115
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 87}

Perbedaan ulama tentang siapa sebenarnya Luqman ini menurut

Thonthowi Jauhari menunjukkan kepada kita bahwa Hikmah itu

ternyata tidak memihak tempat pada seseorang tertentu. Alloh

memerintahkan kepada kita untuk mengambil hikmah dari mana saja

mendapatkannya, baik dari seorang budak ataupun merdeka, jelas

nasabnya ataupun tidak, dahulu atau sekarang.116

Jadi kesimpulannya adalah bahwa Luqman adalah seorang yang sholeh,

bijaksana, selalu menasehati anaknya yang kafir dengan mendidikkan

materi akidah, syari’ah dan akhlak sehingga ia beriman.117

1. Diberi Hikmah
Jika kita cermati realitas kehidupan ini, maka kita akan sampai pada satu
kesimpulan bahwa Alloh dengan karunianya telah melebihkan satu hamba
diatas yang lain. Alloh menjamin untuk mengangkat orang yang berilmu dan
beramal sholeh beberapa derajat disisinya.

‫يرفففع الله الذيففن امنوا منكففم والذيففن اوتوا العلم درجات‬


)11:‫(الممجادلة‬
Artinya: Alloh akan mengangkat orang yang beriman dan beramal sholeh
diantara kamu semua beberapa derajat. [QS. Almujadalah 11].

Perbedaan setatus sosial inilah yang membuat kehidupan menjadi dinamis.


Ada kaya miskin, sehingga yang kaya dapat membantu yang miskin ataupun
yang miskin dapat bekerja pada yang kaya. Pandai bodoh, menjadikan yang
pandai mengajarkan ilmunya kepada si bodoh, sehingga sibodoh mau
belajar,dan seterusnya. Demikian halnya yang diberikan oleh Alloh kepada
Luqman yang berupa hikmah, menjadikan umat manusia diharapkan mau
mempelajari kata-kata mutiara hikmahnya. Karena barang siapa diberi
hikmah dari Alloh, sungguh telah mendapatkan kebaikan yang banyak.

‫ومفن يؤت الحكمفة فقفد أوتفى خيرا كثيفر ومفا يذكفر إل أولو‬

Thonthowi Jauhari, Op. Cit., halaman 128 116


Alqosimi, ibid, halaman 4794 117
)269 ‫اللباب ( البقرة‬
Artinya: dan barang siapa diberi hikmah, maka sungguh telah diberi
kebaikan yang banyak, dan tidaklah ingan kepada Alloh kecualai orang yang
memiliki akal [Labaqorah:269]

Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang hikmah apa yang diberikan
oleh Alloh seperti yang dikehendaki dalam firmannya QS. Luqman 12, maka
penulis akan menjelaskan makna hikmah dalam Alquran secara menyeluruh,
lalu mengkhusus pada ayat tersebut. Pembahasan selanjutnya tentang macam
hikmah, faktor pendorong dan penghambat hikmah, dan kata-kata mutiara
hikmah Luqmanul Hakim.

2. a. Makna hikmah

Kata hikmah "‫ " الحكمفة‬tertera dalam Alqur’an sebanyak 20 kali


dalam 19 ayat yang termuat dalam 12 surat, diantaranya yaitu QS.
Albaqarah 129,151, 231, 269, QS. Ali Imran: 48, 81, 164, QS. Annisa’
54, 113, QS. Almaidah:11, QS. Annahl: 125, QS. Al-Isra’: 39 QS.
Luqman 12, QS. Al-Ahzab:34, 20, QS. Azzuhruf:63, QS. Alqomar:5, QS.
118
Aljumuah:2.
2. a. 1. Pengertian etimologi

Kata hikmah "‫" الحكمة‬adalah bentuk masdar dari ‫يحكم‬ ‫حكم‬


‫ حكمفة‬menurut Ibnu Mandlur bahwa ‫ الحكيفم‬adalah orang yang
memiliki hikmah, sedangakan hikmah itu sendiri merupakan
pengetahuan terdetail [terbaik] tentang sesuatu, dan dikatakan juga

dengan istilah ‫ الحكيفم‬bagi orang yang mengetahui secara detail


tentang ciptaan dan diyakininnya.119
‫هى مصدر من حكم يحكم حكمة قال ابن منظور ان الحكيم ذو الحكمة والحكمة عبارة عن معرفة أفضل‬
. ‫الشياء بافضل العلوم ويقال لمن يحسن دقائق الصناعات ويتقنها حكيم‬

Menurut Muhibbuddin dalam Tajul ‘arusy Alhikmah semakna dengan

adil dalam menghukumi sesuatu. Juga bermakna mengetahui secara

yakin atas hakekat sesuatu, dan menjalankanny.


Nashir bin Sulaiman umar, Alhikmah, Maktabah Hidayah, halaman 20 118
Ibnu Mandlur Jamaluddin Muhammad bin Mukrim, Lisanul ‘arab, juz 15, Darul Misr, 119
halaman 30
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 89}

Maka hikmah dengan demikian terbagi dua yaitu teoritis dan praktis.

Dikatakan juga Hikmah adalah kondisi kekuatan akan dalam bidang

keilmuan. Juga merupakan kesatuan kebenaran antara perkataan dan

perbuatan, Maka hikmah dari Alloh itu adalah mengetahui sesuatu dan

mewujudkannya dalam realitas perbuatan [hukum], sehingga

dimungkinkan manusia mengetahui hal ini dan mau melakukannya.

Hikmah juga bermakna bijaksana yaitu kontrol jiwa terhadap

penguasaan emosional. Dan juga bermakna taat kepada Alloh,

pemahaman terhadap agama, menjalankan agama, takut, perwira,


benar, berfikir tetang perintah Alloh dan menjalankan perintahnya.
‫وقال محفب الديفن الحكمفة بمعنفى العدل ففى القضاء‬
‫ وكذلك بمعنفى العلم بحقائق الشياء على مفا‬.‫كالحكفم‬
‫هى عليه والعمل بمقتضاها ولهذا إنقسمت إلى علمية‬
‫ وقيفل‬،‫وعمليفة ويقال هفى هيئة القوة العقليفة العلميفة‬
‫الحكمة إصابة الحق بالعلم والعمل فالحكمة من الله‬
‫معرففففة الشياء وإيجادهفففا على غايفففة الخكام ومفففن‬
‫ وقفد وردت الحكمفة‬.‫النسفان معرفتفه وفعفل الخيرات‬
‫بمعنفى الحلم وهفو ضبفط النففس والطبفع عفن هيجان‬
‫وتطلق الحكمفة أيضفا على طاعفة الله والفقفه‬.‫الغضفب‬
‫فففى الديففن والعمففل بففه والفهففم والخشيففة والورع‬
.‫والصابة والتفكر فى أمر الله واتباعه‬
120

Menurut Almuqri alhikmah bermakna kendali hewan, dinamakan

demikian karena pengendalinya dapat mengendalikannya dari keliaran

dan sejenisnya, dan kata “pemilik hikmah” artinya hikmah itu

mencegah pemiliknya dari akhlak jelek.

‫وقال المقرى الحكمفففة بمعنفففى وزان قصفففبة للدابفففة‬

,Muhibbuddin Abi Faidl Assayyid Muhammad Murtadlo, Tajul ‘arusy min jawahirul qamus 120
‫سفميت بذلك لنهفا تذلل لراكبهفا حتفى تمنعهفا الجماح‬
‫ وصففاحب الحكمففة بمعنففى تمنففع صففاحبها مففن‬،‫ونحوه‬
.‫أخلق الرذل‬ 121

Melihat beberapa pengertian diatas, maka sebenarnya makna hikmah


dari sisi bahasa memiliki kedekatan arti yaitu bedasar pada makna
mengekang, maka karenanya orang yang memiiki hikmah mengekang
dirinya dari perbuatan-perbuatan tercela sehingga denan demikian
menjadi kekasih Tuhan.

2. a. 2.Pengertian Istilah
Secara istilah tentang makna hikmah para ulama memiliki beberapa
penafsiran yang berbeda. Diantaranya pengertian hikmah yang
diberikan oleh Al Muqotil, secara umum hikmah yang tertera dalam
Alqur’an bermakna:
1. Nasehat-nasehat Alqur’an

: ‫"ومفا أنزل عليكفم مفن الكتاب والحكمفة يعظكفم بفه" البقرة‬


231
Dan ingatlah ni’mat alloh padamu, dan apa yang telah
diturunkan alloh kepadamu,yaitu alkitab dan alhikmah. Alloh
memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya
itu.

2. Pemahaman dan pengetahuan

12 : ‫الية "ولقد أتينا لقمان الحكمة" لقمان‬


Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman,

3. Kenabian

54 : ‫"فقد أتينا ال إبراهيم الكتاب والحكمة"النساء‬


Sesungguhnya Kami telahmemberikan kitab dan Hikmah kepada
keluarga Ibrohim.

4. Rahasia-rahasia Alqur’an

125 : ‫"أدع إلى سبيل ربك بالحكمة"النحل‬


Ahmad bin Muhammad Almuqri Alfayumi, Almishbah almunir, juz I, halaman 145 121
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 91}

Serulah [manusia] kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah.

Pengertian diatas semuanya tercakup pada makna pertama yaitu


pemahaman dan pengetahuan.122
Adapun makna “hikmah” yang terkandung dalam QS. Luqman 12
menurut para mufassir adalah sebagai berikut:

‫ــ الفقـه والعقـل والصـابة فـى القول مـن غيـر‬1


)‫نبوة (قال مجاهد‬
Pemahaman, akal, benar dalam perkataan dari bukan nabi [menurut

Mujahid].123
.‫ـ العقل والعلم والعمل به والصابة فى المور‬2
Akal, pengetahuan dan aplikasinya, dan benar dalam perbuatan. 124
.‫ قاله الكثرون وقيل بالنبوة‬،‫ـ الفهم والعقل‬3
Pemahaman, dan akal, [menurut pendapat banyak ulama, dan juga

bermakna kenabian].125
.‫ـ الصابة فى القول والعمل‬4
Benar dalam perkatataan dan perbuatan.126
‫ وقيل شيئ يجعله‬،‫ ـ المعرفة والصابة فى المور‬5
‫الله فـــى القلب ينوره كمـــا ينور البصـــر فيدرك‬
.‫المبصر‬
Pengetahuan, dan benar dalam perkara, dikatakan juga:Alloh

menjadikan sesuatu dalam hati menusia, lalu Alloh menyinarinya

sebagaimana menyinari penglihatan, maka ia dapat melihat yang

memmberikan penglihatan. 127


‫ ـ المنطق الذى يتعظ به ويتنبه به ويتناقله الناس‬6
.‫لذلك‬
Alfakhrurazi, Attafsir Alkabir, juz 7, Darul fikr, halaman 73 122
Atthobari, Op. Cit., halaman 43 123
Albaghowi, Op. Cit., halaman 409 124
AlJauzi, Op. Cit., halaman 161 125
Annasafi, Op. Cit., halaman 28 126
Alkhozin, Op. Cit., halaman 440 127
Perkataan yang dijadikan nasehat, diingdt-ingat dan difikirkan

oleh manusia. 128


.‫ـ الفهم والعلم والتعبير‬7
Pemahaman, pengetahuan dan pengungkapan.129
‫ـــ إســتكمال النفــس النســانية باقتباس العلوم‬8
‫النظريـة واكتسـاب الملكـه التامـة على الفعال‬
.‫ عرفها العلماء‬،‫الفاضلة على قدرطاقتها‬
Kesempurnaan jiwa manusia dengan mengambil ilmu teoritis

sebagai landasan gerak menuju kesempurnaan perbuatan sesuai


dengan kemampuannya [menurut definisi ulama].130
.‫ـ العقل والفهم والفطانة من غير نبوة‬9
Akal, pemahaman dan kecerdasan tanpa kenabian.131
‫ــ إصــابة الحــق باللســان وأصــابة الفكــر بالجنان‬10
‫وأصابة الحركة بالركانإن تكلم بحكمة وإن تفكر‬
‫بحكمـــــــــة وأن تحرك تحرك بحكمةولذلك قال‬
‫الراغب الحكمة إصابة الحق بالعلم والفعل‬
Kesatuan kebenaran dalam lisan, pikiran dan perbuatan.Jika berkata

dengan bijak, berfikir dengan bijak dan bertindak dengan bijak ,

oleh sebab itu, maka Arraghib berkata: hikmah adalah kebenaran

dalam pengetahuan dan perbuatan.132


‫ــ معرفـة حقائق الشماء على ماهـى عليـه بقدر‬11
.‫ فسرها الحكماء‬,‫الطاقة البشرية‬
Upaya mengetahui hakekat sesuatu dengan benar, [penafsiran

ulama].133

Abi Hayyan, Op. Cit., halaman 312 128


Ibnu Katsir, Op. Cit., halaman 444 129
Albaidlowi, Op. Cit., halaman 1228, Abi Su’ud, Op. Cit., halaman 376 130
Assayuthi, Op. Cit., halaman 51, Allalusi, Op. Cit., halaman 83 131
Ismail Haki Brusi, Op. Cit., halaman 73 132
Al-Alusi, Op. Cit., halaman 83 133
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 93}

.‫ ـ حصول العمل على العمل على وفق المعلوم‬12


.‫فسرها اللوسى‬
Beramal sesuai dengan pengetahuan, menurut Al-Alusi.134
‫ــ مجموعـة مـن الفضائل تجعـل صـاحبها يضـع‬13
.‫كل شيئ فى محله‬
kumpulan keutamaan yang menjadikan pemiliknya

menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.135


‫ـ المعرفة والمانة وقيل نور فى القلب يدرك‬14
.‫به الشياء كما تدرك بالبصر‬
Pengetahuan, amanat, juga bermakna cahaya dalam hati yang

dapat melihat seperti mata. 136


.‫ـ العلم والفهم وأصابة القول والفعل‬15
pengetahuan, pemahaman dan benar dalam perkataan dan

prilkau.137
‫ـــ الصــابة فــى القول والســداد فــى الرأى‬16
.‫والنطق يما يوافق الحق‬
Benar dalam perkataan, pemikiran dan perbuatan.138
.‫ـ العمل بالعلم‬17
Amal didasarkan pada ilmu.139

Inilah beberapa pengertian Hikah menurut para ulama. Bahkan

definisi tersebut mencapai 29 pengertian, atau mungkin lebih.140

Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan,

pengertian Hikmah mencakup benar pada pengetahuan,

pemahaman, perkataan, perbuatan sehingga menjadikan


Ibid, halaman 83 134
Abdul Jalil Isa, Op. Cit., halaman 540 135
Asshowi, Op. Cit., halaman 211 136
,Alfairuzzabadi, Op. Cit., halaman 255 137
Ali Asshobuni, Op. Cit., halaman 491 138
Ibnul ‘arobi, Op. Cit., halaman1484 139
Ali bin Hasan Al Atas, Hikmah-hikmah Luqmanul Hakim, halaman 12 140
seseorang dapat mengendalaikan dirinya dari perbuatan jahat,

seraya menempatkan sesuatu pada tempatnya, dan hikmah tidak

bermakna kenabian –sebagaimana ditafsirkan oleh sebagian

ulama- sehingg Luqman bukan seorang nabi, namun hanyalah

seorang yang sholeh dan bijaksana yang diberi hikmah oleh

Alloh.

2.b. Macamnya
Untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang Hikmah
apa yang diberikan oleh Alloh kepada Luqmanul hakim , maka disini
penulis perlu mengkaji hikmah dilihat dari segi obyek [macamnya].
Hal ini penulis anggap perlu karena melihat definisi hikmah yang
beragam dari para ulama, seperti pembahasan diatas.

2.b. 1. Hikmah teoritis dan praktis [dari sisi obyek]


Dari penjelasan tentang makna hikmah tersebut, sejalan dengan
penjelasan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah- dapat dipahami bahwa
hikmah itu mencakup teoritis [nadhoriyah] dan praktis
[‘amaliyah].
Pertama: hikmah teoritis [ilmiyah atau nadhoriyah].
‫يرادبهفا الطلع على‬.‫ الحكمففة العلميففة أو النظريففة‬: ‫الولى‬
‫بواطففن الشياء ومعرفففة إرتباط السففباب بمسففيتها خلقففا‬
‫وأمرا قدرا وشرعا‬.
Maksudnya adalah mengetahui hakekat sesuatu beserta

hubungannya dengan sebab-sebab penciptaannya, dari sisi kadar

dan syare’at.

Kedua: Hikmah praktis [‘amaliyah].

‫ الحكمففة العمليةيراد بهففا وضففع الشيففئ فففى‬: ‫الثانيففة‬


‫ وهففى على ثلث درجات‬.‫ قاله صففاحب المنازل‬،‫موضعففه‬
‫ إن تعطفى كفل شيفئ حقفه ولتعديفه‬: ‫وهفى على الترتيفب‬
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 95}

‫ وكانفت الحكمفة‬.‫ ولتؤخره عنفه‬،‫ ولتعجله عفن وقتفه‬،‫حده‬


.‫مراعاة هذه الجهات الثلثة‬
Maksudnya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya

[pendapat Shohibul manazil], dimana bagian ini memiliki tiga

tingkatan yaitu: memberikan sesuatu sesuai kebutuhannya dan

tidak melampaui batas, tidak mendahului dan tidak mengakhirkan

dari waktunya, jadi hikmah itu menjaga tiga hal diatas dari segala

aspeknya.141
.‫ونضرب مثل موجزا شرحفففا لتلك المعنييفففن السفففابقين‬
"‫حكى عن إبراهيم قوله فى القرآن "رب هب لى حكما‬
83 : ‫وهو الحكمة النظرية "والحقنى بالصالحين"الشعراء‬
‫ ونادى موسفى عليفه السفلم فقال‬،‫وهفى الحكمفة العمليفة‬
‫الله "إننفى أنفا الله لإله إلأنفا" وهفو الحكمفة النظريفة ثفم‬
‫ وقال‬،‫ فهفو الحكمفة العمليفة‬14 : ‫ طفه‬42 "‫قال"فاعبدنفى‬
‫عيسففى عليففه السففلم "إنففى عبففد الله" وهففى الحكمففة‬
"‫النظرية ثم قال "وأوصانى بالصلة والزكاة مادمت حيا‬
‫ وقال ففى حفق محمفد‬،‫ وهفو الحكمفة العمليفة‬31 : ‫مريفم‬
‫صففلى الله عليففه وسففلم "فاعلم أنففه لإله إل الله" وهففو‬
‫وهو‬19 : ‫الحكمة النظرية ثم قال واستغفر لذنبك "محمد‬
.‫الحكمة العملية‬
Sebagai contoh penerapan kedua teori tersebut misalnya pada berita nabi Ibrahim ketika berdo’a
“wahai tuhan kami berilah kami hukum”, inilah yang dimaksud dengan hikmah teoritis, sedangkan
perkataan selanjutnya “ dan temukanlah kami dengan orang-orang sholeh”, adalah bentuk hikmah
praktis [QS.Syuaraa’: 83]. Dan ketika Musa memanggil Alloh, lalu Alloh menjawab “ Aku
sesungguhnya adalah Alloh tuhanmu, tidak ada tuhan selain aku” ini merupakan hikmah teoritis, lalu
firman Alloh “sembahlah Aku” merupakan hikmah praktis [QS. Thoha: 42]. Isa berkata “ saya
adalah hamba Alloh” merupakan hikmah teoritis, lalu perkataannya “dan Alloh memerihntahku
sholat dan zakat selama saya hidup” adalah hikmah praktis [QS. Maryam: 31]. Juga tentang kisah
nabi Muhammad, Alloh berfirman: “meka ketahuilah bahwasanya tidak ada tuhan selain Alloh”
142
.[[hikmah teoritis], lalu firman Alloh” maka mintalah ampun atas dosamu’ [hikmah praktis
Berdasarkan contoh diatas, maka sesungguhnya makna hikmah mencakup dua objek pengertian
pokok, yaitu aspek teoritis dan praktis.Dua hal inilah yang dapat membentuk manusia sempurna lahir
dan batin, karenanya ia memiki landasan teoritis yang benar, lalu bertindak dengan landasan teori
tersebut dengan benar. Kebenaran tindakan yang didasarkan atas kebenaran teori inilah cermlinan
.dari hikmah yang sebenarnya

[b. 2. Hikmah mauhibah dan iktisab [dari sisi pencapaian .2


Hikmah yang terjadi pada diri luqman seperti dalam QS. Luqman 12 merupakan pemberian adari
Alloh, karena dengan tegas Alloh memberikan hal tersebut kepadanya. Jadi mafhum mukholafahnya
.ada hikmah yang dapat diusahakan sendiri
Jadi hikmah itu ada dua macam; yaitu hikmah yang datangnya dari Alloh yang diberikan kepada
hambanya, dan hikmah yang datang dan diusahakan oleh manusia sendiri. Hikmah dari Alloh ini
dalam bentuk mengetahui segala sesuatu, eksistensinya dan mangfaatnya, sedangkan hikmah dari
Alloh adalah mengetahui segala yang ada dengan sebenarnya dan melakukan kebaikan, dan inilah

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Op. Cit., halaman 479 141


Al-Fakhrurrozi, Op. Cit., 73 142
yang terjadi pada diri Luqmanul hakim. Dalam penjelasan hikmah ini, maka Al-Ghozali menjelaskan;
sesungguhnya orang yang mengetahui banyak hal, tetapi tidak mengenal Alloh [ma’’rifat billah],
maka tidak dinamakan hakiim [bijak], karena ia tidak mengetahui sabab musabab segala sesuatau itu,
akibatnya tidak mengetahui mana yang baik dan buruk. Jadi hikmah adalah ilmu yang terbaik, dan
kadar keutamaan ilmu ditentukan dengan karakteristik ilmu itu sendiri, dan keutamaan ini tidak ada
yang melebihi dari pengertahuan tentang Alloh, barang siapa mengetahui Alloh, maka dinamakan
bijak [hakiim], meskipun ia lemah dalam beberapa ilmu yang lain, tidak fasih berbicara, lambat
143
.berfikir …dan lain-lain

‫وأمفا الحكمفة مفن حيفث ورودهفا امفا مفن الله وإمفا‬


‫ فأمفا الحكمفة مفن الله هفى معرففة الشياء‬.‫مفن النسفان‬
‫ ومفففن النسفففان معرففففة‬،‫وإيجادهفففا على غايفففة الحكام‬
‫ وهذا الذى‬،‫الموجودات على مفا هفى عليفه وفعفل الخيرات‬
‫ وففى هذا المجال قال الغزالى‬.‫وصفف بفه لقمان الحكيفم‬
‫رحمففه الله مففن عرف جميففع الشياء ولم يعرف الله لم‬
‫يسففتحق أن يسففمى حكيمففا لنففه لم يعرف أجففل الشياء‬
‫ والحكمففة أجففل العلوم وجللة العلم بقدر جللة‬،‫وأفضلهففا‬
‫ ومن عرف الله فهو حكيم وإن‬،‫المعلوم ول أجل من الله‬
‫كان ضعيففف المنففة فففى سففائر العلوم الرسففمية طليففل‬
...‫اللسان قاصر البيان فيها‬
Menurut satu kajian, hikmah juga terbagi kepada tiga hal; yaitu

hikmah qur’an yang tertera dalam kebenaran-kebenaran


ajarannya, hikmah iman yaitu pencapaian ma’rifat billah, dan

hikmah burhan yaitu mendapati rahasia-rahasia kebenaran dalam


144
perbuatan. Peggolongan seperti ini mungkin dilihat dari sisi

tujuan dari hikmah itu sendiri.

Maka ketika hikmah itu terbagi dalam teoritis dan praktis, untuk

mencapainya –menurut pendapat Muhammad Abduh- akal

sebagai alatnya, karena akal dapat menimbang secara jujur

terhadap fenomena yang tampak, sehingga dapat membedakan

mana yang benar dan salah , maka ketika cakupan kebenaran

muncul dengan jelas, hilanglah keragu-raguan. Jadi makna hikmah

Ismail Haki Brusi, Op. Cit., halaman 74 143


Ibid, halaman 74144
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 97}

yang dikehendakinya adalah pengetahuan yang benar, yang

terpatri dalam jiwa, sehingga menguasai kehendak hati untuk

bertindak dengan benar, dan jika perbuatan itu keluar dari

pengetahuan yang benar, maka itulah amal sholeh yang

bermanfaat dan membawa kebahagiaan.145

Memperhatikan uraian M. Abduh tersebut, maka hikmah ada

dalam obyek perkataan dan perbuatan. Jika manusia dengan

akalnya dapat mencapai hikmah, maka artinya hikmah itu dapat

diusahakan, dan bukan hanya pemberian dari Alloh saja.


Lebih lanjut Abduh menjelaskan bahwa hikmah itu dalam kategori

maqom yang dapat diusahakan hamba, karena sesungguhnya Alloh

menjadikan kebaikan yang banyak dialam raya ini beserta

hikmahnya, maka hikmah dan kebaikan itu tidak dapat

terpisaphkan sebagaimana tidak terpisahkannya antara akibat dan

sebab. Maka hikmah itu adalah sangat ditunjang dengan akal yang

sehat yang mandiri dalam menetapkan permasalahan keilmuan,

dimana akal ini mendasarkan pada dalil [indikasi logis]. Maka

ketika akal menghukumi, lalu dimantapkan dalam hati, jadilah

pengetahuan yang eksis [bertahan],dan setiap yang bijaksana pasti

alim dan sealalu memancarkan kebaikan bagi sekelilingnya.146

Muhammad Abduh, Tafsir Almanar, juz III, halaman 75 145


‫ولا كانت الكمة تتضمن على نظرية وعملية فللوصول إليها ـ كما قال ممد عبده ـ كان العقل‬
،‫ألتها لنه اليزان القسط الذى توزن به الواطر والدركات وييزبه بي أنواع التصورات والت صديقات‬
‫ وم ت كان‬,‫فم ت رج حت ف يد ك فة القائق طا شت ك فة الوهام و سهل التمييزب ي الو سوسة واللام‬
.‫العمل صادرا عن العلم الصحيح كان هو العمل الصال النافع الؤدى إل السعادة‬
Ibid, halaman75 146
‫ إن ال جعل الي الكثي مع الكمة ف قرن فهما ليفرقان كما‬: ‫ولذا قال ممد عبده إيضاحا للمقام‬
‫ فالكمة هى العقل السليم الستقل بالكم ف مسائل العلم فهو ليكم‬.‫ليفترق العلول عن علته التامة‬
.‫إل بالدليل فمت حكم جزم فامضى وابرم فكل حكيم عليم مصدر للخي الكثي‬
Pendapat Abduh mengenai hikmah dapat diperoleh dengan usaha

hamba karena digolongkan kepada maqoom ini berbeda dengan

pandangan sebagian ulamla sufi.Adapun menurut sebagian ulama

sufi memandang hikmah sebagai suatu haal/maqool [keadaan

permanen] yang diberikan oleh Alloh pada hambanya tanpa

melalui usaha. Maka hikmah –menurutnya- pemberian dari Alloh

kepada para wali, seperti halnya wahyu hanya diberikan kepada

nabi. Juga derajat kenabian tidak dapat diusahakan melainkan

pemberian keutamaan dari Alloh yang diberikan kepada hambanya


yang dipilihnya. Demikian halnya hikmah tidak bisa diusahakan

oleh manusia.147
Adapun firman Alloh "‫"ولقــد أتينــا لقمان الحكمــة‬

menetapkan bahwa hikmah adalah pemberian Alloh tanpa ada

usaha dari manusia, karenanya hikmah ini termasuk jenis Aqwaal

dan bukan maqoomaat. Maka tegasnya hikmah merupakan

keutamaan dari Alloh yang diberikan kepada siapa yang

dikehendaki, dan bukan hasil jerih payah fikiran manusia.148


2.b .3.Tanda-tandanya

Menurut Syekh Suja’ hikmah pada seseorang dapat diketahui dari

indikasi-indikasi berikut: yaitu mendudukkan posisi dirinya secara

tepat dihadapan manusia, dan sebaliknya menempatkan orang lain

secara tepat pada dirinya, berusaha menasehatinya dengan sekuat


Ismail Haki Brusi, Op. Cit., halaman 74 147
‫ فالكمة موهبة‬.‫والكمة تكون حال أومقال ـ عند الصوفية ـ فهى موهبة من ال دون كسب العبد‬
.‫ وكما أن النبوة ليست كسبية بل هى فضل ال يؤتيه من يشاء‬.‫للولياء كما أن الوحى موهبة للنبياء‬
.‫فكذلك الكمة ليست كسبية تصل بجر كسب العبد‬
Ismail Haki Brusi, Op. Cit., halaman 74 148

‫ وف‬.‫وأما قوله تعال "ولقد أتينا لقمان الكمة" فثبت أن الكمة من الواهب لمن الكاسب لنا من القوال لمن القامات‬

.‫هذا العن كانت الكمة من فضل ال يؤتيه من يشاء وليست من نتائج الفكر اكتسبها النسان‬
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 99}

tenaganya untuk memperoleh manfaat dimasa yang akan datang.149


‫وهى إنزال النفس من الناس منزلتها وإنزال الناس‬
‫مففن النفففس منزلتهففم ووعظهففم على قدرعقولهففم‬
.‫فيقوم بنفع حاضر‬

b .4. “ Hikmah” Luqmanul Hakim.2

Setelah penjelasan tentang makna hikmah dari berbagai aspeknya,

maka penulis berusaha untuk memfokuskan pembahasan pada

makna hikmah yang diberikan alloh kepada Luqmanul Hakim.

Hikmah apa yang menjadikannya memiliki kelebihan

dibandingkan dengan makhluk lainnya. Maka pada bab ini tidak

dapat dipisahkan dari firman Alloh berikut ini:

Bentuk hikmah yang diberikan Alloh kepada Luqman berupa


rangkaian pengertian yang ada dalam kata ‫ أن اشكر لله‬, karena

kata ini merupakan tafsiriyah terhadap kata hikmah maka

pengertian hikmahnya berupa rasa sukur yang tinggi kepada alloh.

Sebab bersyukur itulah, maka ia mendapatkan hikmah dari

Alloh.150 Adapun wujud syukurnya itu berupa ungkapan terima

kasih kepada Alloh atas nikmat-nikmatnya, dan taat atas segala

perintahnya.151 Syukur juga merupakan kata kunci untuk

memperoleh kebahagiaan di dunia dan akherat, karena hamba

Ibnu Hayyan, Op. Cit., halaman 412, Azzamakhsyari, Op. Cit., halaman 231 149
Al-alusi, Op. Cit., halaman 84, Abi Hayyan, Op. Cit., halaman413 150
‫ وجعل‬،‫وما بعدها تفسي ليتاءالكمة وفيه معن القول دون حروفه سواء كان بالام أووحى أو تعليم‬
‫الزجاج (أن م صدرية بتقد ير اللم التعليل ية وليفوت مع ن ال مر ك ما مر تقي قه وجوزكون ا م صدرية‬
.‫بلتقدير على أن الصدر بدل إشتمال من الكمة وهو بعيد‬
Assyaukani, Op. Cit., halaman 238 151
mempergunakan semua nikmat alloh itu untuk mengabdi

kepadanya.152

Atas dasar uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa

keutamaan hikmah luqman ada pada sikap bersyukur kepada alloh


[jika ‫ أن‬dimaknakan dengan tafsiriyah]. Dan dapat dikatakan pula

bahwa sikap syukurnya itulah keutamaan hikmah nya. Maka

syukur itu menjadi wajib dilakukan setelah mendapatkan hikmah.

Jadi makna syukur dalam ayat tersebut adalah berarti

“bersyukurlah kepada alloh atas nikmat dan keutamaan hikmah


yang diberikan kepadamu, sehingga kamu mengucapkan

dengannya.153

Sejalan dengan keterangan itu, Ibnu Katsir menegaskan, alloh

memerkintahkan kepada Luqman untuk bersyukur kepadanya atas

pemberian allloh yang agung, dan hanya khusus diberikan

kepadanya dizamannya, bahkan tidak kepada nabi yang lain.154

Semakna dengan ini bahwa syukur itu diperintahkan kepadanya

karena hikmah yang telah dianugerahkan khusus pada dirinya.155

Tentang hikmah Luqman ini apakah hanya berupa sikap bersyukur

saja, atau mungkin dalam bentuk yang lain, maka Thonthowi

Jauhari dalam tafsirnya menjelaskan: tidaklah sikap bersyukut

Luqman itu satu-satunya indikasi dia memiliki hikman. Tetapi

disana masih banyak hikmah-hikmahnya yang lain, yaitu

merupakan uppaya dalam rangka syukur terhadap nikmat hikmah


Alqosimi, Op. Cit., halaman 4796 152
Asshobuni, Op. Cit., halaman 491 153
‫ ويكـن أن يقال أن شكره هـى‬.‫أن مـن حكمـة لقمان هـى شكره ل تعال إن كان أن بعنـ تفسـيية‬
"‫ و من ث "أن اش كر ل‬.‫ وبا نب ذلك تعرف أن الش كر من واجبات بعد ايتاء نع مة أو حك مة‬.‫حك مه‬
‫بعن أشكر ل على إنعامه وإفضاله عليك حيث خصك بالكمة وجعلك على لسانك‬
Ibnu Katsir, Op. Cit., halaman 444 154
Al-Jauzi, Op. Cit., halaman 161 155
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 101}

yang diberikan Alloh kepadanya , sebagai realisasi hikmah

tersebut, maka ia bersyukur secara lisan dengan menasehati

anak.156 Wasiat-wasiat kata mutiara hikmah Luqman inilah yang

nantinya pada tesis ini memjadi pokok pembahasan utama, dan

akan dibahas secara khusu pada bab IV.

Mengenai syukur ini memiliki empat aplikasi; yaitu pertama

memuji/ mengucapkan syukur atas nikmat tersebut. Kedua tidak

mendurhakai nikmat. Ketiga mengakui nikmat pada hakekatnya

datang dari alloh. Keempat taat atas perintah.157

Maka tegasnya syukurnya hati adalah


jika ia mampu mencapai ma’rifag,
syukurnya lisan dengan berterima kasih,
syukurnya anggota badan dengan taat
atas perintah, menyadari atas
keterbatasan diri berarti telah ma’rifah
terhadap diri sendiri.158 Hal ini dikuatkan
oleh pendapt Al –Maroghi, dimana ia
menegaskan bahwa syukur adalah
memuji alloh, benar dalam bertindak,
cinta kebaikan, mengarahkan semua
anggota badan dan menggunakan
159
.nikmat untuk kemanfaatan

Untuk penjelasan tentang hikmah ini secara rinci, maka dapat

dilihat pada ringkasan skema pada halaman berikut:

Thonthowi Jauhari, Op. Cit., halaman 156


Almawardi, Op. Cit., halaman 332 157
Annasafi, Op. Cit., halaman 28 158
Al-Marhoghi, Op. Cit., halaman 79 159
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 103}
2.c. Faktor-faktornya

Setelah kita mengetahui hikmah apa yang diberikan kepada


Luqmanul Hakim, maka pembahasan yang terkait dengan ini
adalah bagaimana upaya untuk mencapai hikmah-hikmah
tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa hikmah itu dapat
dicapai oleh seseorang dan bukan hanya datang atau
pemberian dari alloh. Pendapat bahwa hikmah ini dapat
diusahakan karena termasuk dalam katagori maqom dan
bukan termasuk haal, maka upaya pencapaiannya dapat
dikondisikan.
Atas dasar ini maka ada beberapa hal yang berkaitan dengan
upaya pendorong untuk memperolehnya. Pembahasan
selanjutnya akan mencermati dalam faktor pendukung atau
faktor penghambatnya.

2.c.1.Faktor pendukung
Diantara faktor pendukungnya menurut Nashir bin
Sulaiman adalah sebagai berikut: 160
1. Lega,
ikhlas dan
taqwa.
2. Petunjuk
dan ilham.
3. Ilmu

Nashir bin Sulaiman, Al –Hikmah, halamalan 79-101 160


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 105}

syari’at.
4. Percobaan
dan
pengalama
n.
5. Musyawar
ah.
6. Berpanda
ngan jauh
dan
bercita-
cita
tinggi.
7. Memahami
ketetapan /
sunatulloh.
Uraian diatas membantu seseorang untuk memperoleh
hikmah, tentunya menuntut kesungguhan dan istiqomah
dalam bermujahadah. Tentang hikmah dapat dicapai ini juga
dikemukakan oleh Ibnu Qoyyim aljauziyah mengatakan;
bahwa hikmah diberikan oleh alloh kepada anak adam dan
keturunannya, maka laki-laki yang sempurna adalah
manakala ia mewarisi kemampuan ayahnya , dan setengah
laki-laki [tidak sempurna] adalah yang mewarisi
kemampuan ayahnya namun hanya separo, disinilah ia sama
dengan perempuan. Perbedaan ini diberikan oleh alloh
kepada hambanya, dan paling sempurnanya makhluk adalah
para rusul, dari rosul-rosoul itu yang paling sempurna
adalah para ulul a’zmi, yang mulia dari ulul ‘azmi adalah
nabi Muhammad. Oleh karena ini maka alloh memberikan
hikmah kepada Muhammad dan umatnya.161

Ibnu Qoyyim Aljauziyah, Madarikussalikin, halaman 480 161


2.c.2. Faktor penghambat
Adapun faktor-faktor yang menghalangi datangnya hikmah
adalah sebagaimana berikut ini:
1. Nafsu dan kelengahan.
Alloh berfirman: dan janganlah kamu mengikuti hawa
nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan
Alloh [ Qs. Shaad: 26]. Pada ayat lain juga disebutkan:
Bahwa sesungguhnya mereka menuruti hawa nafsu
mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang
yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat
petunjuk dari Alloh sedikitpun. [QS. Al qashas: 50]. Dan
masih banyak lagi ayat-ayat yang lain yang mencela
menuruti hawa nafsu, kesemuanya menunjukkan tidak
mungkinnya dipersatukannya hikmah dengan hawa nafsu
[tidak mungkin ada hikmah jika hawa nafsu masih
dituruti].
2. Kebodohan.
Kebodohan adalah lawannya ilmu, dan tidak ada yang
akan diperoleh oleh kebodohan dari sesuatu
kecualikeburukannya, dan tidak ada yang dapat dibuang
oleh kebodohan dari sesuatu kecuali kebaikannya.
3. Hanya berpedoman kepada
pemahaman tekstual dari
nash-nash dan tidak
membandingkan antara
dalil-dalil yang ada.
Hal seperti ini misalnya seperti pandangan ulama
Dzahiriyah yang hanya berdalih dengan pemahaman
tekstual. Karena itu mereka jarang tepat pada sejumlah
permasalahan. Tetapi apakah hikmah itu hanya terbatas
pada tepatnya ucapan dan perbuatan seperti yang telah
lalu? Tidak membandingkan antara dalil-dalil yang lain.
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 107}

Sikap seperti inilah yang kan melahirkan situasi jauh dari


hikmah, sementara itu mereka mengira bahwa mereka
melakukan sikap yang benar, sehingga memperoleh
sesuatu tetapi tidak disadari bahwa ada juga hal yang
hilang darinya.
4. Menggunakan dalil bukan
pada tempatnya.
Misalnya; sering kita dengar sanggahan orang ketika
diminta untuk ber-amar ma’ruf dan nahyi mungkar,
seraya ia menjawab: mengapa saya dan mengapa pula
orang lain, lalu mengapa saya yang ditugaskan, padahal
alloh telah berfirman; jagalah dirimu, tiadalah orang
yang yang sesat itu akan memberimu madhorat
kepadamu apabila kamu mendapatkan petunjuk. [ QS.
Al-Maidah: 105].
5. Tidak memahami dalil.
Hal ini jika dalilnya sudah benar dan penggunaannya
sudah benar, akan tetapi pemahamannya yang tidak
benar, sehingga dengan pemahaman yang tidak benar itu
merupakan bagian dari kebodohan. Sikap seperti ini
tentunya bertentangan dengan hikmah.
6. Sedikitnya pengalaman.
Karena itu sering kita dapatkan sebagian dikap para
pemuda bertentangan dengan hikmah. Hal itu karena
sedikitnya pengalaman mereka disamping keterbatasan
dan kelemahannya.
7. Individualisme.
Ini termasuk penghambat hikmah yang nyata, karena itu
dalam sebuah hadisnya, rosul bersabda; “ sesungguhnya
srigala itu akan mamangsa domba yang terpisah dari
kelompoknya”.
8. Tidak menentukan tujuan.
9. Pandangan yang dangkal.
10. Kelambanan berfikir dan
kerangka kerja, serta
keterbelengguan.
Ketiga hal ini mempunyai pengertian yang berdekatan,
walaupun sebenarnya masing-masing mempunyai
pengertian tersendiri. Tidak menentukan tujuan [targert]
dan tidak menggambarkannya dengandetail akan
menyebabkan kelambanan berfikir dan kekakuan
kerangka kerja, inilah kerebelengguan. Hal yang seperti
sering kali terjadi karena dangkalnya pandangan
terhadap permasalahan, hanya memandang pada relaitas
peristiwa tanpa melihat sebab-sebabnya, hubungan-
hubungannya, dan kaibat-akibatnya, padahal berangkat
dari pandangan itu adalah untuk mengambil suatu
keputusan. Karena dalam mengambil keputusan tidak
memperhatikan hal-hal yang bekaitan dengan peristiwa,
maka akibatnya terjauhkan dari hikmah, sebab hikmah
adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.
11. Mendahulukan bagian
daripada kese-luruhan.
Sikap seperti ini timbul dari kedangkalan ilmu
pengetahuan dan keterbatasan pandangan. Banyak kita
dapatkan hal ini dizaman sekarang, bahkan pada
beberapa negara dunia islam. Musuh-musuh islam telah
mengetahahui celah ini, sehingga mereka berusaha
mendirikan begian-bagian syi’ar islam sambil berusaha
menghancurkan pondsi-pondasi dan rukun-rukunnya.
12. Tergesa-gesa dan tidak
tenang.
Tergesa-gesa adalah salah satu watak yang berasal dari
setan. Jika seseorang menusaia terkena sifat yang tercela
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 109}

ini, maka hal itu akan menyeretnya kepada kebinasaan.


Diantara ciri-cirinya adalah tidak adanya ketenangan
pada jiwa disaat-saat membutuhkan ketenangan.
13. Mencampur adukkan
paham-paham.
Seseorang yang bijaksana haruslah bertolak dari paham-
paham yang benar dan kaidah-kaidah yang tetap dan
berdasarkan kepada alqur’an dan assunah. Jika paham-
paham dicampur adukkan pada diri seseorang dan
akibatnya permasalahan menjadi kabur, maka ia tidak
akan sampai pada cita-citanya, bahakan ia akan jatuh
dalam perjalanannya.
14. Tidak melaksanakan kaidah
kemaslahatan dan tidak
menghindari kaedah
kerusakan.
Seorang yang bijaksana bukanlah yang mengetahui
kebaikan dan keburukan, akan tetapi orang yang paling
bijak adalah yang mengetahui kebaikan yang paling baik
dan keburukan yang paling buruk.
15. Lalai akan tipu daya musuh-
musuh.
16. Keras, kasar, dan
serampangan / tidak hati-
hati.162
Inilah beberapa aspek pendukung dan penghalang
datangnya hikmah pada seseorang hamba.

2.d. Kata-kata mutiara hikmah Luqmanul Hakim


Tidak diragukan lagi bahwa Luqman memiliki kata-
kata mutiara hikmah sebagai perwujudan dari keistemewaan
hikmahnya. Hal ini membuktikan bahwa Luqman adalah
Nashir bin Sulaiman, Op. Cit., halaman 61-78 162
profil pendidik yang sukses sehingga membuahkan
dokumen sejarah tersendiri yang terealisasikan dalam kata-
kata mutiaranya.
Adapun pembahasan lebih lanjut tentang kata mutiara
hikmah ini akan dibahas dalam bab V sebagaimana berikut.

PEMBAHASAN MUTIARA HIKMAH


LUQMANUL HAKIM

8. Paparan kata-kata mutiara hikmah

Bab IV ini merupakan obyek inti penelitian. Penulis berusaha


mengumpulkan kata-kata mutiara Hikmah Luqmanul hakim yang memiliki
nilai pendidikan luhur bagi anak ini dari berbagai kitab tafsir klasik maupun
:moderen sebagaimana berikut

1.Al-Thobari, Jami’ul Bayan ‘an Ta’wil ayillquran, Juz 8,Darul Fikr,


halaman 44
2.Al-Mawardi, An-Nukat Wal ‘uyun, Juz 4, Darul Kutub Ilmiyah, Libanon,
halaman 331
3.At-Thusi, At-Thibyan fitafsirilqu’ran, jilid 3, Daru ihyaituros ‘arobi,
halaman 44
4.Az-Zamakhsyari, Al-Kasyaf an Haqoiquttanzil wa uyunil aqawil fi
wujuhittawil, juz 3, Darul Fikr, Libanon, halaman 231
5.Al-Baghowi, Maalimuttanzil fi Tafsir,watta’wil, juz, 7 Darul Fikr,
Libanon, halaman 409
6.Al-Jauzi, Zadul Masir fi ilmittafsir, juz 6, halaman 161
7.An-Nasafi, Madarikuttanzil Wahaqoiquttawil, juz 3, Darul Fikr, Libanon,
halaman 280
8.Ar-Rozi, Mafatihul Ghoib, Juz 7, halaman 71
9.Al-Khozin, Lubabuttawil fi Ma’anittanzil, juz 3, Darul Fikr, Libanon,
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 111}

halaman 440
10.Abi Hayyan, Bahrul Muhid fittafsir, juz 8,halaman 412
11.Al-Baidlowi, Anwaruttanzil Waasrorittawil, juz 2, halaman 228
12.Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Juz 3, halaman 444
13.Abi Suud, Irsyadul aqlissalim ila Mazayalkitab Al-Karim, juz4, halaman
376
14.As-Satuthi, A-Durulmantsur fitafsirilmatsur, juz 7, Darul Fikr, Libanon,
halaman 512
15.Ismail Hakqi Brusi, Ruhul Bayan, Jilid, 7, Darul Fikir, Libanon,
halaman74
16.Al-Alusi, Ruhul Ma’ani fitafsirilquranil adzim wa Sabul Matsani, juz
17, Darul Fikr, Libanon, hal. 83
17.Alqosimi, Mahasinutta’wil, Juz 13, halaman 4795
18.Muhammad Abduh. Tafsir Al-Manar, juz 3 Maktabah Qohiroh, halaman
75
19.Al-Farid, Tafsir Al-farid, juz 3, halaman 473
20.As-Showi, Tafsir Asshowi, juz 3, Darul Ihyailkutub, Libanon, halaman
211
21.Sayyid Quthub, Attafsir Fi Dzilalilquran, juz 18, Daruihyaitturos,
halaman 2450
22.Al-Maroghi, Tafsir Al-Maroghi, juz 19, halaman 80
23.As-Shobuni, Shofwatuttafasir, Jilid 2, Darul Fikr, Libanon, halaman 490
24.Al-Fairuzzabadi, Tanwirulmiqbas Min Tafsiri Ibni Abbas, Darul Fikr,
Libanon, halaman 255
25.Said Hawa, Al-Asas fittafsir, jilid 8, Darussalam, halaman4331
26.As-Syaukani, Fathulqodir, juz 7, Darul Fikr, Libanon, halaman 237
27.Ibnul Arobi, Ahkamulquran, jilid 3, halaman 1483
28.Thonthowi Jauhari, Al-Jawahir fitafsiril quranil Karim, juz 15, Darul
Fikr, Libanon, halaman 124
29.Al-Qoisi, Muskilat Irobilquran, juz 2, halaman 226
30.Alqurthubi, Aljami Al-Ahkam, Juz 13, halaman 61
Dalam pemaparan data kata-kata mutiara hikmah Luqmanul Hakim ini jika
ada perowinya penulis menunjukkan di catatan kaki, lalu menerjemahkan
kata-kata mutiara tersebut, menganalisa dan akhirnya menyimpulkan materi
pesan pendidikannya kedalam tiga katagori; yaitu pendidikan aqidah [iman],
.[syari’ah [islam] atau akhlak [ihsan

‫قال رسففول الله صففلى الله عليففه وسففلم "إن لقمان‬ 1


‫ يابنفى عليفك بمجالس العلماء‬:‫عليفه السفلم قال لبنفه‬ .
‫واسفففتمع كلم الحكماء فإن الله يحفففى القلب الميفففت‬
‫بنور الحكمة كما يحي الرض الميتة بوابل المطر‬
163

Nabi bersabda: sesungguhnya Luqman pernah berkata kepada anaknya,

wahai anakku, setialah pada ulama’ dan dengarlah fatwa para ahli

hikmah, sebab Alloh menghidupkan hati dengan hikmah, seperti

menghidupkan tanah yang tandus dengan siraman air hujan

Pendidikan akhlak

‫وضفع لقمان عليفه السفلم جرابفا مفن خردل إلى جنبفه‬ 2


‫وجعفل يعفظ ابنفه موعظفة ويخرج خردلة فنففذ الخردل‬ .
‫ يابنففى لقففد وعظتففك موعظففة لووعظتهففا جبل‬: ‫فقال‬
.‫لتفطر فتفطر إبنه‬164

Luqman meletakkan biji sawi pada sebuah kantong yang ditaruh

dilambungnya, lalu dengannya ia menasehati anaknya kemudian

luqman berkata, wahai anakku: aku sungguh telah menasehatimu

dengan sebuah nasehat yang seandainya saya berikan kepada gunung

niscaya akan hancur, lalu mendengar ucapan tersebut anaknya

.langsung tidak sadarkan diri

‫أخرجه الطبن والرامهرمزى ف المثال بسند ضعيف عن أب أمامة رضى ال تعال عنه‬.163
512 :‫ ص‬. ‫أنظر السيوطى‬

.‫ أخرجه ابن أب الدنيا عن حفص بن عمر الكندى‬164


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 113}

Pendidikan akhlak

: ‫قال رسفول الله صفلعم "قال لقمان لبنفه وهفو يعظفه‬ 3


."‫يابنى إياك والتقنع فإنها مخوفة بالليل ومذلة بالنهار‬ .
165

Nabi bersabda: sesungguhnya Luqman pernah berkata kepada anaknya


seraya menasehatinya,wahai anakku, jauhilah sikap berharap yang
berlebihan [tanpa diimbangi bekerja], karena sifat itu membawa

.‫ أخرجه ابن أب حات والاكم عن أب موسى الشعرى‬165


Wahai anakku datangilah upacara kematian dan jangan mendatangi
pesta pengantin, karena jenazah mengingatkan akan akherat,
sedangkan pengantin membiusmu untuk menyenangi dunia

Pendidikan akhlak

‫يابنى لتكن حلوا فتبلع ولمرا فتلفظ‬.


7
Wahai anakku, janganlah yang manis langsung kamu telan, dan
.
.janganlah yang pahit langsung kamu muntahkan

Pendidikan akhlak

‫ يابنفففى حملت الحجارة‬: ‫بلغنفففى أن لقمان قال لبنفففه‬ 8


‫والحديدة والحمففل الثقيففل فلم أحمففل شيئا أثقففل مففن‬ .
‫ يابنفى إنفى قفد ذقفت المركله فلم اذق شيئا‬،‫جار السفؤ‬
.‫أمر م الفقر‬168

Datang kepadaku sebuah khabar, bahwasanya Luqma berkata kepada

anaknya: saya pernah membawa batu dan besi yang berat, bahkan

sesuatu yang lebih berat dari itu semua, namun saya belum pernah

merasakan yang lebih berat daripada memiliki tetangga yang jelek budi

pekertinya. Wahai anakku, saya telah rasakan semua makanan yang

.paihit dan tidak ada yang melebihi daripada fakir

Pendidikan akhlak

‫ يابنفففى أن العمفففل ليسفففتطاع ال‬: ‫قال لقمان لبنفففه‬ 9


‫ يابنففى اذا‬.‫باليقيففن ومففن يضعففف يقينففه يضعففف عمله‬ .
‫جاءك الشيطان من قبل الشك والريبة فاغلبه باليقين‬
‫والنصيحة وإذا جاءك من قبل الكسل والسآمة فاغلبه‬
‫بذكففر القففبر والقيامففة وإذا جاءك مففن قبففل الرغبففة‬
.‫والرهبة فاخبره أن الدنيا مفارقة متروكة‬
169

.‫ أخرجه البيهقى والصابون ف الأتي عن عمران بن سليم‬168


.‫ أخرجه ابن أب الدنيا ف اليقي عن السن‬169
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 115}

Luqman berkata kepada anaknya: wahai anakku, sesungguhnya amal

itu tidak bermakna tanpa dilandasi dengan keyakinan, dan barang siapa

lemah keyakinannya, maka lemah pula amalnya. Wahai anakku, jika

syetan datang padamu dengan membawa keraguan, maka kalahkanlah

dengan keyakinan dan nasehat, dan jika datang membawa kemalasan

dan putus asa, maka kalahkanlah dengan ingat kubur dan hari kiamat,

dan jika datang dengan membiusmu untuk mencintai dunia, maka

.kalahkanlah dengan satu keyakinan bahwa dunia ini akan ditinggalkan

Pendidikan aqidah

‫ يابنفى إتخفذ بتقوى الله تجارة يأتفك‬: ‫قال لقمان لبنفه‬ 1


.‫الربح من غير بضاعة‬
170
0

Luqman berkata kepada anaknya: wahai anakku jadikanlah takwa .

sebagai harta perdanganmu, niscaya kamu akan beruntung dalam

.daganganmu tanpa modal

Pendidikan aqidah

‫ يابنفى إن الناس ثلثفة أثلث ثلث لله‬: ‫قال لقمفا لبنفه‬ 1


‫ فأمففا مففا هففو لله فروحففه‬،‫وثلث لنفسففه وثلث للدود‬ 1
‫وأماما هو لنفسه فعمله وأماما هو للدود فجسمه‬
171
.

Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, sesungguhnya

manusia dubagi tiga, sepertiga untuk Alloh, sepertiga untuk dirinya

sendiri, dan sepertiga untuk ulat. Adapun yang untuk Alloh adalah

ruhnya, untuk manusia adalah amalanya, dan untuk ulat adalah

.jasadnya

Pendidikan aqidah

.‫ أخرجه ابن أب الدنيا ف كتاب التقوى عن وهب‬170


15 :‫ ص‬.‫ نفس الرجع‬171
‫ "إنها إن تك مثقال حبة‬: ‫أنه لما وعظ لقمان إبنه قال‬ 1
‫ أخففذ حبففة مففن خردل فأتىبهففا إلى‬,‫اليففة‬...‫مففن خردل‬ 2
‫ ثفم مكفث ماشاء الله ثفم‬،‫اليرموك فالقاهفا ففى عرضفه‬ .
‫ذكرهفا وبسفط يده فأقبفل بهفا ذباب حتفى وضعهفا ففى‬
.‫راحته‬ 172

Sesungguhnya ketika Lukman menaseharti anakknya, ia berkata:

sesungguhnya jika ada sebuah amal hanya sebesar biji sawipun….lalu

Luqman mengambil sebutir biji sawi dan membawanya kenegeri

yarmuk lalu membuangnya, kemudian selang beberapa waktu ia ingat


akan perbuatannya tersebut, lalu ia membentangkan tangannya dan

ketika itu pula datangalah seekorlalat hinggap di tangannya dengan

.membawa biji sawi tersebut

Pendidikan aqidah

‫ ليس غنى كصحة ولنعيم‬: ‫بلغنى أن لقمان قال لب نه‬ 1


.‫كطيب النفس‬ 173
3

Datang kepadaku sebuah kabar, bahwa Lukman berkata kepada anakknya: kesehatan itu tidak seperti .

.kekayaan, dan kenikmatan itu tidak seperti ketenangan

Pendidikan aqidah

‫ مفن كذب ذهفب ماء وجهفه ومفن سفأ‬: ‫قال لقمان لبنفه‬ 1
‫خلقفه كثفر غمفه ونقفل الصفخور مواضعهفا أيسفر مفن‬ 4
.‫إفهام من ليفهم‬ 174
.
Luqman berkata kepada anaknya, barang siapa berkata dusta maka ia
kehilangan muka dan barang siapa yang jelek budi pekertinya maka
banyak susahnya. Mengangkat batu besar dari tempatnya itu lebih

.‫ أخرجه ابن أب حات عن على بن رباح اللخمى‬172


‫ أخرجه البيهقى ف شعب اليان عن مالك‬173
.‫ أخره البيهقى ف شعب اليان عن وهب بن منبه‬174
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 117}

.mudah daripada mengajar orang yang tidak mau diberi pengertian

Pendidikan akhlak

‫ يابنففى حملت الجندل والحديففد وكففل‬: ‫أن لقمان لبنففه‬ 1


‫ وذقت‬،‫شيئ ثقيل فلم أحمل شيئا أثقل من جار السؤ‬ 5
‫ يابنفى لترسفل‬.‫المفر فلم أذق شيئا هفو أمفر مفن الفقفر‬ .
.‫رسولك جاهل فإن لم تجد حكيما فكن رسول نفسك‬
‫يابنفى إياك والكذب فإنفه شهفى كلحفم العصففور عمفا‬
‫ يابنففى أحضففر الجنائز ولتحضففر‬.‫قليففل يقلى صففاحبه‬
‫العرس فإن الجنائز تذكففففر الخرة والعرس تشهيففففك‬
‫ يابنففى لتأكففل شبعففا على شبففع فإنففك أن تلقففه‬.‫الدنيففا‬
‫ يابنفففى لتكفففن حلوا فتبلع‬.‫للكلب خيفففر مفففن أن تأكله‬
.‫ولمرا فتلفظ‬ 175

Sesungguhnya Luqman berkata kepada anaknya: wahai anakku aku


pernah membawa kayu dan besi yang berat dan barang apapun yang
paling berat, namun tidak melebihi beratnya memiliki tetangga yang
jahat, saya juga pernah merasakan semua kepahitan, namun tidak ada
yang melebihi fakir. Wahai anakku jika kamu tidak menemukan
pesuruh yang bijak, maka janganlah kamu mengutus seseorang yang

.bodoh, bahkan lebih baik kamu berangkat sendiri mengutus dirimu

Pendidikan akhlak

‫ يابنففى لتكونففن اعجففز مففن هذا‬: ‫ان لقمان قال لبنففه‬ 1


‫الديفففك الذى يصفففوت بالسفففحار وانفففت نفففا ئم على‬ 6
.‫فراشك‬ 176
.
Sesungguhnya Luqman pernah berkata kepada anaknya, wahai anakku janganlah ayam itu menjadi lebih
.arif daripadamu, ia bangun berkokok diwaktu sahur, sedangkan engkau masih tidur mendengkur

Pendidikan akhlak

.‫ أخرجه ابن اب شيبة وأحد ف الزهد والبيهقى عن السن‬175


‫ أخرجه البيهقى عن السن‬176 4
‫ يففا بنففى لتأخففر التوبففة فإن الموت‬: ‫قال لقمان لبنففه‬ 1
.‫يأتى بغتة‬ 177
7
Luqman pernah berkata kepada anaknya, wahai anakku janganlah
.
.kamu menunda-nunda taubat, sebab mati itu datangnya mendadak

Pendidikan aqidah

‫ يا بنى لترغب فى ود الجاهل فيرى‬: ‫قال لقمان لبنه‬ 1


‫أنففك ترضففى عمله ول تهاون بمقففت الحكيففم فيزهففد‬ 8
.‫فيك‬ 178
.

Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku janganlah kamu

menyenangi orang bodoh, sebab ia berpendapat bahwa engkau senang

terhadap perbuatannya, dan janganlah engkau meremehkan peringatan

.orang bijak, sebab ia dapat membencimu

Pendidikan akhlak

‫ يفا بنفى اتفق الله ولتفر الناس‬: ‫كان لقمان يقول لبنفه‬ 1
.‫انك تخشى الله ليكرموك وقلبك فاجر‬
179
9
Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, bertaqwalah kepada
.
Alloh dan janganlah memamerkan diri [riya’] dihadapan orang lain
bahwa engkau takut kepada Alloh agar mereka memulyakan engkau,
.padahal hatimu jahat

Pendidikan aqidah

‫ يفا بنفى ماندمفت على الصفمت قفط‬: ‫قال لقمان لبنفه‬ 2


.‫وان كان الكلم من فضة كان السكوت من ذهب‬
180
0
Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, tidaklah engkau akan
.
menyesal selama engkau diam, sebab perkataan itu bagaikan perak,
.sedangkan diam itu bagaikan emas

.‫ أخرجه عبد ال ف زوائد هوالبيهقى عن عثمان بن زائدة‬177


‫ أخرجه احد ف الزهد عن اب عثمان العدى رجل من اهل بصرة‬178
‫ أخرجه ابن اب شيبة واحد ف الزهد عن ممد بن واسعز‬179
‫ أخرجه عبد ال عن سفبان‬180
‫‪PENDAHULUAN‬‬
‫‪----------------------------------------------‬‬
‫}‪TESIS PASCASARJANA UNISMA { 119‬‬

‫‪Pendidikan akhlak‬‬

‫قال لقمان لبنفه ‪ :‬يفا بنفى اعتزل الشفر كيمفا يعتفز لك‬ ‫‪2‬‬
‫فان الشر للشر خلق‪.‬‬ ‫‪181‬‬
‫‪1‬‬
‫‪Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, hindarilah keburukan‬‬
‫‪.‬‬
‫‪sebagaimana keburukan itu menghindari engkau, sebab keburukan itu‬‬
‫‪.bagi orang lain dapat beranak pinak‬‬

‫‪Pendidikan akhlak‬‬

‫مكتوب ففى الحكفم ‪ -‬يعنفى حكفم لقمان ‪ -‬يفا بنفى اياك‬ ‫‪2‬‬
‫والرغفب والرغفب كفل الرغفب فإن الرغفب كفل الرغفب‬ ‫‪2‬‬
‫ينفففد القرب مففن القرب ويترك الحلم مثففل الرطففب‬ ‫‪.‬‬
‫يابنففى اياك وشدة الغضففب فإن فؤاد الغضففب ممحقففة‬
‫لفؤاد الحكيم‪.‬‬ ‫‪182‬‬

‫‪Tertulis dalam hikmah Luqman, wahai anakku jauhilah olehmu sifat benci, karena kebencian itu akan‬‬

‫‪menjauhkan kedekatan seseorang kepadamu dan menghilangkan sikap bijaksana bagaikan kekeringan.‬‬

‫‪Wahai anakku, jauhilah olehmu sifat pemarah, karena akan menjadikanmu bodoh dan kehilangan sikap‬‬

‫‪.bijak‬‬

‫‪Pendidikan akhlak‬‬

‫قال لقمان لبنفه وهفو يعظفه ‪ :‬يفا بنفى إختفر المجالس‬ ‫‪2‬‬
‫على عينيففك فإذا رأيففت المجلس يذكففر الله عففز وجففل‬ ‫‪3‬‬
‫فيفه فإجلس معهفم فإنفك ان تفك عالمفا ينفعفك علمفك‬ ‫‪.‬‬
‫وان تففك غبيففا يعلموك وان يطلع الله عففز وجففل اليهففم‬
‫برحمففة يصففبك معهففم ويابنففى ل يغيطنففك امرؤ رحففب‬
‫الذراعيفن يسففك دمفأ المؤمنيفن فإن له عنفد الله قاتل‬
‫ليموت‪.‬‬ ‫‪183‬‬

‫‪ 181‬أخرجه احد عن قتادة‬


‫‪ 182‬أخرجه هشام بت عروة عن ايه‬
‫‪ 183‬أخرجه ابن اب شيبة واحد عن عبيد بن عمي‬
Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, pilihlah pertemuan-
pertemuan yang baik, apabila kamu melihat mereka yang berada dalam
pertemuan itu menyebut asama Alloh, maka duduklah engkau
bersamanya, sebab jika kamu seorang yang berilmu, maka ilmumu itu
bermanfaat kepadamu, dan jika kamu seorang yang bodoh niscaya
mereka mengajarmu serta apabila Alloh menganugerahkan rahmat
kepada Alloh menganugerahkan rahmat kepada mereka niscaya engkau
.akan mendapatkan bersama mereka

Pendidikan akhlak

‫ يففا بنففى ان الدنيففا بحففر عميففق‬: ‫ان لقمان قال لبنففه‬ 2


‫وقدغرق فيهففا ناس كثيففر فاجعففل سفففينتك فيهففا تقوى‬ 4
‫الله وحشوها ال يمان وشراعها التوكل على الله لعلك‬ .
.‫ان تنجو ول اراك ناجيا‬
184

Sesungguhnya Luqman berkata kepada anaknya; wahai anakku, dunia

ini ibarat sebuah lautan yang dalam, telah banyak orang yang hanyut

kedalamnya, maka jadikanlah iman sebagai kapalmu didunia ini, taqwa

sebagai isinya, dan tawakkal sebagai layarnya. Mudah-mudahan

dengan demikian engkau selamat dan saya khawatir engakau tidak

selamat.

Pendidikan aqidah

‫ يفا بنفى إنزل نفسفك منزلة مفن ل‬: ‫ان لقمان قال لبنفه‬ 2
‫حاجة له بك ول بد لك منه‬ 5
‫يا بنى كن كمن ليبتغى محمدة الناس ويكسب ذمهم‬ .
.‫فنفسه منه فى عناء والناس منه فى الراحة‬
185

Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, jadilah engkau seperti


orang yang tidak mengharap-harap bantuan orang lain meskipun kamu

‫ أخرجه احد عن سفيان عن اخره‬184


‫ أخرجه احد عن عبد ال بن دينال‬185
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 121}

membutuhkannya, wahai anakku, janganlah kamu mencari pujian


orang dan mencari-cari cercaan mereka, dengan demikian kamu akan
.merasa tentram

Pendidikan akhlak

‫ من كان له من نفسه واعظا كان‬: ‫قرأت فى الحكمة‬ 2


‫له من الله حافظفا و من انصفف الناس من نفسفه زاده‬ 6
‫الله بذلك عزاه والذل فى طاعة الله أقرب من التعزز‬ .
.‫با المعصية‬ 186

saya baca dalam hikmah: barang siapa memiliki penasehat dari dirinya

sendiri maka ia mempunyai penjaga dari Alloh , dan barang siapa yang

berlaku adil terhadap orang lain yang menyangkut dirinya sendiri

maka Alloh menambah kemuliaannya karena keadilannya itu.

Merendahkan diri dalam rangka taat kekpada Alloh itu lebih hak

daripada berbanga-bangga dengan kemaksiatan.

Pendidikan aqidah

‫ يفففا بنفففى ان الحكمفففة اجلسفففت‬: ‫قال لقمان لبنفففه‬ 2


.‫المساكين مجالس الملوك‬
187
7
Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, sesungguhnya hikmah
.
.itu mendudukkan orang –orang miskin ditempat para raja

Pendidikan akhlak

‫ يفا بنفى جالس الصفالحين مفن عباد‬: ‫قال لقمان لبنفه‬ 2


‫الله فإنك تصيب بمجالستهم خيرا ولعله ان يكون أخر‬ 8
‫ذلك تنزل عليهففم الرحمففة فتصففيبك معهففم يففا بنففى‬ .
‫لتجالس ال شرار فإنفك ليصفيبك مفن مجالسفتهم خيرا‬

‫ أخرجه احد عن اب اللد‬186


‫ أخرجه احد عن ابن ابىيحى‬187
‫ أخرجه احد عن معاوية بن قرة‬17
‫ولعله أن يكون فففى أخففر ذلك ان تنزل عليهففم عقوبففة‬
.‫فتصيبك معهم‬188

Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, bergaulah dengan

para orang sholeh sehingga kamu akan mendapat barokah dan rohmat

bersamanya, wahai anakku, janganlah kamu bergaul dengan orang

yang jahat, karena dikhawatirkan kamu akan tertimpa bencana bersama

.dengan mereka

Pendidikan akhlak

‫ يففا بنففى اذا نتهيففت الى نادى قوم‬: ‫قال لقمان لبنففه‬ 2
‫فارمهفم بسفهم ال سفلم ثفم اجلس ففى ناحيتهفم فان‬ 9
‫افاضوا فففى ذكففر الله فاجلس معهففم وان افاضوا فففى‬ .
.‫غير ذلك فتحول عنهم‬
189

Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, jika kamu

menghendaki untuk duduk bersama dengan kaum, maka berkanlah

salam sebelumnua, dan jika mereka ternyata dalam majlis tersbut

disebut nama Alloh, maka duduklah bersamanya, dan jika tidakm maka
.tinggalkanlah majlis tersebut

Pendidikan akhlak

‫ يابنفى لتتعلم مالم تعلم حتفى تعمفل‬: ‫قال لقمان لبنفه‬ 3


.‫بما تعلم‬ 190
0
Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, janganlah engkau
.
belajar apa yang engkau belum ketahui, sebelum engkau mengamalkan
.apa yang engkau ketahui

Pendidikan akhlak

188
‫ أخرجه احد عن عوف‬189
‫ أخرجه احد عن ممد بن واسع‬190
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 123}

‫اذا ارادت ان تواخففى رجل فففا غضضففه قبففل ذلك فإن‬ 3


.‫انصفك عند غضبه فإل فاحذره‬
191
1
Apabila engkau bermaksud menjadikan seseorang menjadi saudara,
.
maka buatlah ia marah. Apabila ia berlaku adil kepadamu ketika ia

marah, maka jadikanlah ia saudara, dan apabila tidak demikian maka

.jauhilah

Pendidikan akhlak

‫ يا بنى إنك منذ نزلت الى‬: ‫بلغنى ان لقمان قال لبنه‬ 3


‫الدنيففا اسففتدبرتها واسففتقبلت الخرى فدار انففت اليهففا‬ 2
.‫تسير أقرب من دار انت عنها تباعد‬
192
.
Telah datang kepadaku bahwasannya Luqman berkata kepada anaknya,
wahai anakku sesungguhnya sejak emgkau dilahirkan didunia berarti
engkau telah membelakanginya dan engkau telah menghadapi akherat,
sebab ditempat yang engkau tuju dalam perjalananmu itu lebih dekat
.daripada tempat yang engkau tinggalkan

Pendidikan aqidah

‫ يففا بنففى اياك والديففن فإنففه ذل‬: ‫قال لقمان لبنففه‬.29 1


.‫النهار هم الليل‬
193
.

Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, jauhilah olehmu

.hutang, karena akan menyengsarakanmu disiang dan malam hari

Pendidikan akhlak

‫ يفا بنفى ارج الله رجاء ل يجرئك على‬: ‫قال لقمان لبنفه‬ 2
.‫ وخوف الله خوفا ليؤيسك من رحمته‬،‫معصية‬
194
.

‫ أخرجه الوكيع ف الغرر عن النظلى‬191


‫ اخرجه الدارقطن عن مالك بن أنس‬192
‫ اخرجه الطيب عن السن‬193
.‫ اخرحه ابن اب الدنيا والبيهقى ف الشعيب اليان عن وهب بن منبة‬194
Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, berharaplah kamu

kepada Alloh dengan pengharapan yang benar, sehingga kamu tidak

berani untuk berbuat maksiyat kekpadanya, dan takutlah kamu kepada

Alloh dengan takut yang sesungguhnya sehingga tidak membuatmu

.putus asa

Pendidikan aqidah

‫ السفت‬: ‫مفر رجفل بلقمان الحكيفم والناس عنده فقال‬ 3


‫ بلى قال السففت الذى كنففت‬: ‫عبففد بنففى فلن ؟ قال‬ .
‫ بلى قال فمفا الذى‬: ‫ترعفى عنفد جبفل كذا وكذا ؟ قال‬
‫بلغ بففك ماارى؟ قال تقوى الله وصففدق الحديففث واداء‬
.‫ال مانة وطول السكوت عما ل يعنى‬
195

Bertemulah seseorang dengan Luqman dihadapan orang banyak, lalu

orang tersebut berkata kepadanya: wahai luqman, bukankah kamu

adalah hamba fulan? Ia menjawab, betul. Bukabkah kamu

penggembala kambing di bukit ini? Tanyanya lagi. Betul, jawabnya.

Lalu orang tersebut bertanya: apa yang menyebabkanmu memiliki


derajat luhur seperti hang saya lihat sekarang ini? Ia menjawab: yaitu

Takwa kepada Alloh, jujur, dapat dipercaya dan tidak berbicara

.kecualai yang bermanfaat

Pendidikan akhlak

‫ان لقمان الحكيفففم كان يقول إن الله اذاسفففتودع شيئا‬ 4


.‫حفظه‬ 196
.

Sesungguhnya Luqman berkata, jika Alloh menitipkan sesuatu, maka

.Ia akan menjaganya sendiri

‫ اخرحه ابن اب الدنيا ف كتاب الصمت وابن جرير عن عمر بن قيش‬195


‫ أخرجه احد والكيم الترمذى والاكم ف الكن والبيهقى عن ابن عمر‬196
‫‪PENDAHULUAN‬‬
‫‪----------------------------------------------‬‬
‫}‪TESIS PASCASARJANA UNISMA { 125‬‬

‫‪Pendidikan aqidah‬‬

‫ان لقمان كان عبدا لداود هو يسرد الدرع فجعل يفتله‬ ‫‪5‬‬
‫هكذا طكذ ابيده فجعل لقمان يتعجب ويريد ان يسئله‬ ‫‪.‬‬
‫وتمنعفه حكمتفه ان يسفئله فلم فرغ صفبها على نفسفه‬
‫وقال نعم درع الحرب هذه فقال لقمان ‪ :‬ال صمت من‬
‫الحكمفة وقليفل فاعله كنفت اردت ان اسفئلك فسفكت‬
‫حتى كفيتنى‪.‬‬ ‫‪197‬‬

‫‪Diberitakan orang bahwa Luqman bergaul dengan nabi Daud as selama satu tahun, pada saat itu Daud‬‬
‫‪membuat pakaian perang dan Luqman tiak tahu apa yang ia lakukan dan juga tidak mau menanyakannya.‬‬
‫‪Setelah sampai satu tahun Daud memakai pakaian perang itu dan berkata :” baju perang yang kokoh untuk‬‬
‫‪masa peperangan dan sebaiknya kamu memiliki alat peperangan”. Lalu Luqman menjawab:” Diam itu‬‬
‫‪hikmah, tetapi sedikit orang yang melakukannya, saya sebenarnya ingin bertanya kepadamu, tetapi kamu‬‬
‫‪.“telah menjawabnya sendiri‬‬

‫‪Pendidikan akhlak‬‬

‫قيففل للقمان ‪ :‬مففا حكمتففك ؟ قال ‪ :‬ل أسففئل عمففا قففد‬ ‫‪6‬‬
‫كفيت ول اتكلف مال يعنينى‪.‬‬
‫‪198‬‬
‫‪.‬‬

‫‪Ditanyakan kepada Luqman, apa pesan hikamahmu? Ia berkata, aku‬‬

‫‪tidak bertanya sesuatu yang sudah jelas, dan tidak berbuat kecuali yang‬‬

‫‪.bermanfaat padaku‬‬

‫‪Pendidikan akhlak‬‬

‫كان لقمان عبدا حبشيا نجارا فقال له سيده ‪ :‬اذبح لى‬ ‫‪7‬‬
‫شاة فذبففح له شاة فقال له ‪ :‬أتنففى باطيففب مضغتيففن‬ ‫‪.‬‬
‫فيهففا فاتاه بففا للسففان والقلب فقال ‪ :‬امففا كان شيففئ‬
‫أطيب من هذين ؟ قال فسكت عنه ما سكت ثم قال‬
‫له اذ بففح لى شاة فذبففح له شاة فقال له ‪ :‬الق احبثهففا‬
‫مضغتين فرمى باللسان والقلب فقال امرتك بان تأتى‬
‫باطيبها مضغتين فأتيتنى با للسان والقلب وامرتك ان‬
‫تلقفى اخبثهفا مضغتيفن فالقيفت اللسفان والقلب فقال ‪:‬‬
‫أخرجه العسكرى ف المثال والاكم والبيهقى ف الشعب اليان عن انس‬ ‫‪197‬‬

‫اخرجه ابن اب شيبة واحد والبيهقى عن سيارى بن الكم‪.‬‬ ‫‪198‬‬


‫انه ليس شيئ باطيب منهما اذا طابا ول باخبث منهما‬
.‫اذا خبثا‬ 199

Kholid Arrubai’I berkata " luqman itu adalah seorang hamba sahaya
dari negeri habsyi yang pekerjaannya sebagai tukang kayu, lalu
tuannya menyerahkan kepadanya seekor kambing dan berkata, "
sembelihlah kambing ini dan berikanlah untukku dua potong daging
yang paling baik! Lalu Luqman memberikan kepada tuannya itu
daging lidah dan daging hati. Kemudian tuannya itu menyerahkan lagi
seekor kambing lain dan menyuruh memnyembelihnya dan
memberikan kepadanya dua potong daging yang paling buruk. Lalu
Luqman memberikan kepadanya daging lidah dan daging hati. Lalu
tuannya bertanya kepadanya tentang rahasia lidah dan hati itu, seraya
dijawab, " tidak ada sesuatu yang lebih baik daripada keduanya apabila
keduanya baik dan tidak ada yang lebih buruk melebihi keduanya
apabila keduanya buruk.

Pendidikan akhlak

‫ لتنكففح امففة غيرك فتورث بنيففك حزنففا‬: ‫أن لقمان قال‬ 8


.‫طويل‬ 200
.

Sesungguhnya Luqman berkata, janganlah kamu menikahi wanita

budak yang bukan milikmu, agar keturunanmu tidak mewarisi

.kesusahan yang berkepanjangan

Pendidikan akhlak

‫ لتكففن‬- ‫ يعنففى حكمففة لقمان‬- ‫مكتوب فففى الحكمففة‬ 9


‫كلمتففك طيبففة وليكففن وهجففك بسففيطا تكففن احففب الى‬ .
‫ مكتوب فى التوراة‬: ‫الناس ممن يعطيهم العطأ وقال‬
‫ مكتوب فى الحكمة كما تزرعون‬: ‫كما ترحمون وقال‬
‫ أحففب خليلك‬: ‫ مكتوب فففى الحكمففة‬: ‫تحصففدون وقال‬
.‫ اخرجه ابن اب شيبة واحد وابن جرير عن خالد الربعى‬199
.‫ أخرجه عبد الرزاق ف الصنف عن عكرمة‬.200
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 127}

201
.‫وخليل أبيك‬
Sahabat Urwah bin Zubair berkata: Tertulis dalam sebuah kitab –
hikmah Luqman- berbunyi: wahai anakku jadikanlah ucapanmu itu
ucapan yang baik dan jadikanlah wajahmu itu wajah yang cerah,
niscaya engkau lebih dicintai orang daripada engkau memberinya
dengan sebuah pemberian. Sahabat Urwah bin Zubair berkata: tertulis
dalam kitab taurat; sebagaimana kamu menyayangi kamuakan
disayangi. Sahabat Urwah bin Zubair berkata:sebagaimana kamu
menanam, kamu akan menuai. Dan katanya lagi; cintailah saudaramu
.dan saudara orang tuamu

Pendidikan akhlak

‫ صفبر لمعفه أذى‬: ‫قيفل للقمان اى الناس اصفبر ؟ قال‬ 1


‫ مففن ازداد مففن علم‬:‫ فاى الناس أعلم ؟ قال‬: ‫قليففل‬ 0
‫ الغنفى‬: ‫ قيفل فاى الناس خيفر؟ قال‬.‫الناس الى علمفه‬ .
‫ لولكن الغنى اذا التمس‬: ‫قيل الغنى من المال ؟ قال‬
.‫عنده خير وجد وال أغنى نفسه عن الناس‬
202

Ditanyakan kepada Luqman, mana manusia yang paling sabar? Ia

berkata, yaitu sabar yang tidak disertai dengan penganiayaan.

Ditanyakan kepada Luqman pula, mana manusia yang paling pandai?

Yaitu orang yang mau belajar kekurangannya dari orang lain,

jawabnya. Ditanyakan kepada Luqman pula, mana manusia yang

paling baik? Yaitu orang kaya, jawabnya. Ditanyakan lagi, orang kaya

harta? Ia menjawab ,bukan, tetapi orang kaya yang dimaksud adalah

orang yang dapat berpijak pada kebenaran dan menegakkannya, dan

jika tidak mampu melakukan hal ini, maka ia tidak meminta-minta

.kepada orang lain

.‫أخرجه احد عن هشام بن عروة عن ابيه‬ 201

.‫أخرجه احد عن اب قلبه‬ 202


Pendidikan akhlak

‫وجدت ففففى بعفففض الحكمفففة يفففبرد الله عظام الذيفففن‬ 1


‫ لخير لك‬: ‫يتكلمون باهواء الناس ووجدت فى الحكمة‬ 1
،‫ففى أن تتعلم مفا لم تعلم اذا لم تعمفل بمفا قفد علمفت‬ .
‫فإن مثفل ذلك مثفل رجفل إحتطفب حطبفا فحمفل حزمفة‬
.‫فذهب يحملها فعجز عنها فضم اليها أخرى‬
203

Saya dapati sebagian hikmah, bahwa Alloh tidak suka terhadap orang yang membicarakan kejelekan orang

lain. Dan saya dapati pula hikmah: tidak patut bagimu untuk mempelajari sesuatu yang tidak kamu

lakukan, perumpamaannya seperti orang yang mencari kayu bakar yang tidak mampu membawanya,

.namun ia malah berusaha menambahnya

Pendidikan akhlak

‫ أقصففر مففن اللجاجففة ولأنطففق فيمففا‬: ‫إن لقمان قال‬ 1


‫ليعنيني ول أكون مضحكا من غير عجب ول مشاء إلى‬ 2
‫غير أرب‬ 204
.
Luqman pernah berkata: saya membatasi bergurau, saya
tidak berkata yang tidak berguna, saya tidak tertawa tanpa
sebab, dan tidak berjalan tanpa tujuan.
Pendidikan akhlak

‫من كان له من نفسه واعظا كان له‬: ‫قرأت فىالحكمة‬ 1


‫من الله حافظا ومن أنصف الناس من نفسه زاده الله‬ 3
‫بذالك عزا والذل فففى طاعففة الله أقرب مففن التعزز‬ .
.‫بالمعصية‬ 205

Saya baca pada sebuah hikmah: barang siapa yang mampu menasehati dirinya sendiri, maka Alloh akan

menjaganya, dan barang siapa berlaku adil terhadap orang lain, maka Alloh akan menambahkan

‫أخرجه احد عن مالك بن دينار‬ 203

‫أخرجه احد عن شر حبيل بن مسلم‬ 204

‫أخرجه احد عن اب اللد‬ 205


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 129}

kemulyaan padanya, dan menjadi hina akibat mempertahankan ketaatan itu lebih mulia daripada

.berbangga-bengga dengan kemaksiatan

Pendidikan aqidah

: ‫الصمت حكم وقليل فاعله فقال طاوس‬: ‫قال لقمان‬ 1


‫أي أبففا نجيففح مففن قال وإتقففى الله خيففر ممففن صففمت‬ 4
.‫وإتقى الله‬ 206
.

Luqman berkata, diam itu sebagian daripada hikmah dan sedikit orang

yang melakukannya, sedangkan Thowus [yakni Aba Najih]

berkata:barang siapa mengaku bertaqwa itu lebih baik daripada diam

.dan juga bertaqwa

Pendidikan akhlak

‫ ثلثففة ليعرفون إل فففى ثلثففة‬: ‫بلغنففى أن لقمان يقول‬ 1


‫ الحليففم عنففد الغضففب والشجاع عنففد الحرب‬, ‫مواطففن‬ 5
.‫وأخوك عند حاجة إليه‬ 207
.
Datang kepadaku kabar bahwa Luqman berkata kepada anakknya ,”

tiga orang hendaknya engkau jadikan teman, 1] orang yang dapat

mengendalikan diri ketika marah, 2] orang yang berani ketika

.berperang, 3] dan saudara yang dibutuhkan bantuannya

Pendidikan akhlak

‫ ل يأكل طعامك الال تقيأ وشاور فى‬: ‫قال قمان لبنه‬ 1


.‫امرك العلماء‬ 208
6
Luqman berkata kepada anaknya, jangan sampai makan makananmu
.
kecuali orang-orang yang bertaqwa , dan bermusayawarahlah kamu
.dalam segala urusan dengan para ahli ilmu
‫أخرجه احد عن ابن ابة نيح‬ 206

‫أخرجه القال ف امالية عن العتب‬ 207

‫أخرجه عبد ال ف زوائده عن اب سعيد‬ 208


Pendidikan akhlak

‫ يأتى على الناس زمان لتقر‬: ‫قال لقمان عليه السلم‬ 1


.‫فيه عين حكيم‬ 209
7
Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, akan tiba suatu masa
.
menimpa umat manusia yang tidak membuat tenang hati orang yang
.bijaksana

Pendidikan akhlak

‫قال لقمان خدمفففت أربعفففة الف نفففبى واخترت مفففن‬ 1


‫كلمهففم ثمانففى كمات إن كنففت فففى الصففلة فاحفففظ‬ 8
‫قلبفك وإن كنفت ففى الطعام فاحففظ حلقفك وإن كنفت‬ .
‫ففى بيفت الغيفر فاحففظ عينيفك وإن كنفت بيفن الناس‬
‫فاحففظ لسفانك وأذكفر إثنيفن وانفس إثنيفن أمفا اللذان‬
‫تذكرهمفا فالله والموت وأمفا اللذان تنسفاهما إحسفانك‬
‫فى حق الغير وأساءة الغير فى حقك‬
210

Luqman pernah berkata: saya mengabdi pada empat ribu


nabi dan saya pilih delapan pelajaran darinya, yaitu 1]
apabila kamu sedang melakukan sholat, peliharalah hatimu,
2] apabila kamu sedang berada ditengah-tengah pesta
makan, maka peliharalah orang-orang yang ada disekitarmu,
3] apabila kamu sedang berada dalam rumah orang lain,
maka peliharalah matamu, 4] jika kamu berada ditengah
orang banyak, maka peliharalah mulutmu, 5] ingatlah dua
hal dan lupakan dua hal. Yang harus kamu ingat adalah 1]
Alloh 2] mati, dan yang harus kamu lupakan adalah 1]
kebaikanmu kepada orang lain, dan 2] kejelekan orang lain
kepadamu.

Pendidikan akhlak

‫ يابنفى إن الناس قدتطاول عليهفم مفا‬: ‫قال لقمان لبنفه‬ 1


‫يوعدون وهففم إلى الخرة سففراعا يذهبون وإنففك قففد‬ 9
‫إسفتدبرت الدنيفا منفذ كنفت واسفتقبلك الخرة وإن دارا‬ .

521‫ـ‬512 :‫ ص‬.‫ أنظر السيوطى‬.‫ أخرجه أحد عن ممد بن جحادة‬209


83 :‫ ص‬.‫ إساعيل حقى البوسى‬210
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 131}

211
.‫تسير إليها أقرب إليك من دار تخرج عنها‬
Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, sesungguhnya

manusia telah panjang angan-angannya, padahal mereka bergerak

menuju akherat dengan cepat, kamu setelah lahir didunia sebenarnya

telah mulai membelakanginya dan akan berjalan menuju akheraat, dan

alam yang kamu tuju itu lebih dekat darimu daripada alam yang kamu

.sekarang sedang berada

Pendidikan aqidah

‫ يابنى جالس العلماء ومشاهم عسى‬: ‫قال لقمان إبنه‬ 2


‫ وقال يابنففى‬،‫أن تنزل عليهففم رحمففة فتصففيبك معهففم‬ 0
‫لتجالس الفجار ول تماشهفففم إتفففق أن ينزل عليهفففم‬ .
.‫عذاب من السماء فيصيبك معهم‬
212

Luqman berkata kepada anakknya: wahai anakku temanilah ulama dan

setialah padanya, jika mereka mendapat rahmat semoga kamu

merasakannya, ia juga berkata: janganlah kamu bergaul dengan orang

jahat, dan jangan berjalan dengan mereka, karena jika mereka


mendapat siksa dari langit dikawatirkan kamu akan tertimpa

.bersamanya

Pendidikan akhlak

‫يابنففى جالس العلماء وزاحمهففم بركبتيففك ولتجادلهففم‬ 2


‫فيمنعوك وخفذ مفن الدنيفا بلغفا ولترفضهفا فتكون عيال‬ 1
‫على الناس ولتدخففل فيهففا دخول يضففر بأخرتففك وصففم‬ .
‫صوما يقطع شهوتك ولتصم صياما يمنعك من الصلة‬
.‫فإن الصلة أحب إلى الله من الصيام‬
213

Wahai anakku, bergaul dan taatlah kepada ulama’ dan jangan


1483 :‫ ص‬.‫ الرجع السابق‬.‫ إبن العرب‬211
‫ نفس الرجع‬212
229 :‫ ص‬.‫ الطباطبائ الرجع السابق‬213
membantahnya. Ambillah dunia menurut kebutuhanmu dan jangan

kamu menolak dunia dengan sepenuhnya, sebab akan menjadikanmu

menjadi beban dan tanggungan orang lain, dan jangan pula kamu

terlalu masuk dengan urusan duniawi yang hanya akan membahayakan

akheratmu. Berpuasalah dengan puasa yang dapat mencegah syahwat

dan janganlah berpuasa dengan puasa itu mencegahmu dari sholat,

sebab sholat itu lebih utama disisi Alloh dari pada puasa.

Pendidikan syariah

‫يابنفى إن تأدبفت صفغيرا إنتيفعفت بفه كفبيرا ومفن عنفى‬ 2


‫بالدب إهتفم بفه ومفن إهتفم بفه تكلف علمفه ومفن تكلف‬ 2
‫علمه إشتد له طلبه ومن إشتد له طلبه أدرك منفعته‬ .
‫فاتخده عادة فإنفك تخلف ففى سفلفك وينتففع بفه مفن‬
‫خلففك ويفر تجيفك فيفه راغفب ويخشفى صفولتك راهفب‬
‫وإياك والكسفففل عنفففه بالطلب لغيره فإن غلبفففت على‬
‫الدنيا فل تغلبن على الخرة وإذا فاتك طلب العلم فى‬
‫مظانففة فقففد غلبففت على الخرة واجعففل فففى أيامففك‬
‫وليالك وسفاعتك نصفيبا ففى طلب العلم فإنفك لن تجفد‬
‫له تضييعففا أشففد مففن تركففه ولتماريففن فيففه لجوحففا‬
‫ولتجادلن فقيهفا ولتعاديفن سفلطان ولتماشيفن ظلومفا‬
‫ول تصادقنه ولتؤاخين فاسقا ولتصاخبن متهما واخزن‬
.‫علمك كما تخزن ورقك‬
214

Wahai anakku jika kamu membiasakan bertatakrama sejak kecil, maka

kamu akan mendapatkan manfaatnya diwaktu dewasa. Dan barang

siapa memperhatikan adap sejak kecil, maka akan tumbuh dengan

akhlak tersebut, dan ia akan mencari pengetahuan tentangnya, dan

‫ نفس الرجع‬214
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 133}

barang siapa ingin mengetahuinya, maka ia akan giat mencarinya,

dengn demikian ia akan mendapatkan manfaatnya, maka jadikanlah

akhlak itu sebagai kebiasaanmu, karena kamu akan menjadikan

pengganti generasi tuamu dan kamu akan dianut oleh generasi

berikutnya, kamu menjadi tumpuannya, dan akan ditakuti oleh rahib

[pastur]. Jauhilah olehmu sifat malas, jika kamu terbius oleh dunia,

maka jangan sampai mengalahkan akherat, dan jika kamu terlambat

menggapai sebuah pengetahuan, maka kamu akan merugi diakherat,

maka jadikanlah hari, malam dan setiap saatmu untuk mencari ilmu,
karena kamu tidak akan mendapatkan bagian berharga melebihi

bagian ilmu, oleh sebab itu janganlah kamu melawan seorang fakih,

jangan memberontak penguasa, dan jangan menebar kedoliman,

jangan mengambil teman orang yang fasik, jangan menemani orang

yang berburuk sangka, dan simpanlah ilmumu seperti kamu

.menyimpan uangmu

Pendidikan akhlak

‫ خفف الله عفز وجفل خوففا لوأتيفت‬: ‫قال لقمان يابنفى‬ 2


.‫القيامة ببر الثقلين رجوت أن يغفر الله لك‬
215
3

Luqman berkata kepada anaknya, takutlah kamu kepada Alloh dengan .

sebenarnya, sehingga jika kamu mendatangi kiamat dengan membawa

dua gunung kebaikan niscaya kamu akan meminta ampun lagi kepada

.Alloh

Pendidikan aqidah

‫فقال له إبنففه ياأبففت كيففف أطيففق هذا وإنمففا لى قلب‬ 2


‫واحففد ؟ فقال له لقمان يابنففى لو اسففتخرج قلب المففؤ‬ 4
‫مفن يوجفد فيفه نوران نور للخوف ونور للرجاء لو وزنفا‬
‫ نفس الرجع‬215
‫لمفا رجفح أحدهمفا على الخفر بمثقال ذرة فمفن يؤمفن‬
‫بالله يصفدق مفا قال الله عزوجفل ومفن يصفدق ماقال‬
‫الله يفعفل مفا أمفر الله ومفن لم يفعفل مفا أمفر الله لم‬
‫يصففدق مففا قال الله فإن هذه الخلق يشهففد بعضهففا‬
‫ فمن يؤمن بالله إيمانا صادقا يعمل لله خالصا‬.‫لبعض‬
‫ناصفحا ومفن يعمفل لله خالصفانا ناصفحا فقفد أمفن بالله‬
‫صادقا ومن إطاع الله خافه ومن خافه فقد أحبه ومن‬
‫أحبفه فقفد إتبفع أمره ومفن إتبفع أمره اسفتوجب جنتفه‬
‫ومرضاتففه ومففن لم يتبففع رضوان الله فقففد هان عليففه‬
.‫سخطه نعوذ بالله من سخط الله‬
216

Anaknya bertanya wahai bapakku, bagaimana saya dapat melakukan hal itu [takut dan berharap pada

waktu yang bersamaan], maka luqman menjawab: wahai anakku, ketahuilah,sesungguhnya jika hati orang

mukmin dikeluarkan, niscaya terdapat dua cahaya, satu cahaya ketakutan dan satu lagi pengharapan, dan

jika keduanya ditimbang niscaya ada yang lebih unggul salah satunya walaupun hanya selisih sebiji sawi,

maka barang siapa iman kepada alloh, ia membenarkan firman-Nya, jika ia membenarkannya, lalu ia

menjalankan perintahnya. Barang siapa tidak mau menjalankan perintah-Nya, maka pastilah ia tidak

membenarkan firman-Nya, maka ketahuilah bahwa iman dan amal ini saling berkaitan. Barang siapa iman

kepada alloh dengan benar, maka ia beramal juga dengan ikhlas, maka hanya orang yang beramal dengan

ikhlas inilah orang yang imannya sejati, barang siapa taat kepada alloh, maka ia takut kepadanya

dimanapun berada, barang siapa takut seperti ini, niscaya alloh mencintainya. Barang siapa disukainya

maka ia menuti perintah-Nya. Barang siapa taat pada-Nya maka ia berhak memasuki sorgan atas seizin-

Nya. Barang siapa yang tidak mendapatkan restu izin-Nya, maka ia berarti dibenci-Nya, semoga kita

.dijauhkan dari amarah dan benci Alloh

Pendidikan aqidah

‫قال لقمان يابنى لتركن إلى الدنيا ولتشتغل قلبك بها‬ 2


‫فما خلق الله خلقا هو أهون عليه منها إل أنه لم يجعل‬
‫ نفس الرجع‬216
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 135}

‫نعيمهفففا ثواب المطيعيفففن ولم يجعفففل بلءهفففا عقوبفففة‬


.‫للعاصين‬ 217

Luqman berkata kepada anaknya, janganlah kemau condong kepada

dunia sehingga hatimu terperdaya olehnya, karena Alloh tidak

menciptakan makhluk yang lebih hina daripada dunia, dan Alloh tidak

menjadikan kenikmatan dunia itu sebagai pahala bagi orang yang taat,

dan tidak menjadikan bala’ [malapetaka] di dunia itu sebagai siksaan

.bagi orang yang durhaka

Pendidikan akhlak

‫ يابنفى إن تفك‬:‫كان فيمفا وعفظ بفه لقمان إبنفه أن قال‬ 2


‫فففى شففك مففن الموت فارفففع عففن نفسففك النوم ولن‬ 6
‫تستطيع ذلك وإن كنت فى شك من البعث فارفع عن‬ .
‫نفسفك النتباه ولن تسفتطيع ذلك فإنفك إذا فكرت ففى‬
‫هذا علمففت أن نفسففك بيففد غيرك وإنمففا النوم بمنزلة‬
‫الموت وإنمففا اليقظففة بعففد النوم بمنزلة البعففث بعففد‬
‫الموت‬
Diantara nasehat yang diberikan Luqman kepada anaknya adalah,

waha anakku: jikalau kamu ragu dari kematian maka bangunlah kamu

dari tidur dan kamu tidak akan dapat melakukannya. Dan jika kamu

ragu terhadap hari dibangkitkan dari kubur, maka angkatlah dirimu dari

terjaga dan kamu tidak akan dapat melakukannya, maka jika kamu

berfikir tentang kejadian ini maka senenarnya kekuatanmu itu ada

ditangan kekuasaan tuhan, tidur merupakan latihan mati dan bangun

.[dari tidur bagaikan bangkit dari kubur setelah mati [ba’ats

‫ نفس الرجع‬217
. Pendidikan aqidah .
‫ يابنفففى لتقترب فيكون أبعفففد لك‬: ‫قال لقمان لبنفففه‬
‫ولتبعفد فتهان كفل دابفة تحفب مثلهفا وابفن أدم ليحفب‬
‫مثله لتنشر بزك إل عند باغيه وكما ليس بين الكبش‬
‫والذئب خلة كذلك ليففس بيففن البار والفاجففر خلة مففن‬
‫يقترب مفن الزففت تعلق بفه بعضفه كذلك مفن يشارك‬
‫الفاجفر يتعلم مفن طرففة مفن يحفب المرء يشتفم ومفن‬
‫يدخل السؤ يهتم ومن يقارن قرين السؤ ليسلم ومن‬
.‫ليملك لسانه يندم‬
218

Luqman berkata kepada anaknya: wahi ankku, janganlah kamu terlalu

mendekat pada seseorang, sehingga ia malah menjauh darimu, dan

jangan terlalu menjauh, karena kamu akan ditinggalkannya, setiap

makhluk menghendaki kedekatan sesamanya, janganlah kemu

melepaskan tembakan senjatamu, jika kamu tidak membutuhkannya,

sesungguhnya seperti halnya tidak ada persaudaraan antara kambing

dan harimau, demikian halnya tidak ada persaudaraan antara orang

baik dan orang jahat, barang siapa mendekati minyak aspal, maka ia

akan berbau minyak. Barang siapa bergaul dengan orang jahar, maka ia

akan terpengaruh prilakunya. Barang siapa mencintai seseorang maka

ia tidak mencacinya. Barang siapa jatuh pada kejahatan maka menjadi

perhatian banyak orang. Barang siapa bergaul denga orang jahat tidak

akan selamat. Barang siapa tidak dapat mengendalikan lisannya, maka

.ia akan menyesal

Pendidikan akhlak

‫يابنفى صفاحب مائة ولتعاد واحدا يابنفى إنمفا هفو خلقفك‬ 2


‫وخلقفك فخلقفك دينفك وخلقفك بينفك وبيفن الناس فل‬ 7

230 :‫ ص‬.‫ نفس الرجع‬.‫ أخرجه جابر عن أب جعفر‬218


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 137}

219
.‫تبغضن اليهم وتعلم محاسن الخلق‬
wahai anakku: ambilah seratus sahabat dan jangan mencari musuh

walau hanya satu, wahai anakku:sesungguhnya temanmu itu adalah

sesama makhluk tuhan , dan tema pergaulanmu itu menunjukkan

kwalitas agamamu, maka janganlah kamu membencinya dan

.pelajarilah tata pergaulan yang baik

Pendidikan akhlak

‫يابنففى كففن عبدا للخيار ولتكففن ولدا للشرار يابنففى أد‬ 2


‫المانة تسلم دنياك وأخرتك وكن أمينا فإن الله ليحب‬ 8
‫الخائنيففن يابنففى لتففر الناس أنففك تخشففى الله وقلبففك‬ .
.‫فأجر‬ 220

wahai anakku: jadilah kamu seorang hamba yang baik , dan jangan

menjadi anak yang jahat. wahai anakku: tuanaikan amanat, nicaya

kamu akan selamat didunia dan akherat, dan jadilah orang yang

amanah karena sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang yang

berkhiyanat, wahai anakku: janganlah kamu merasa riya’ dihadapan


manusia dengan mengaku takut terhadap Alloh, sedangkan hatimu

.jahat

Pendidikan akhlak

‫كان فيمففا وعففظ بففه لقمان لبنففه يابنففى أن الناس قففد‬ 2


‫جمعوا قلبك لولدهفم فلم يبق ما جمعوا ولم يبق من‬ 9
‫جمعواله وإنمفففا أنفففت عبفففد مسفففتأجر فأمرت بعمفففل‬ .
‫ووعدت عليفففففه أجرا فأوف عملك واسفففففتوف أجرك‬
‫ولتكففن فففى هذه الدنيففا بمنزلة شاة وقعففت فففى زرع‬
‫أخضفر فأكلت حتفى سفمنت فكان حتفهفا عنفد سفمنها‬

‫ نفس الرجع‬219
220
‫ولكن إجعل الدنيا بمنزلة قنطرة على نهر جرت عليها‬
‫فتركتهفا ولم ترجفع إليهفا أخفر الدهفر أخفر بهفا ولتعمرهفا‬
‫واعلم أنففك سففتسأل غدا إذا‬.‫فإنففك لم تؤمففر بعمارتهففا‬
‫ شبابفك فيمفا‬:‫وقففت بيفن يدى الله عفز وجفل عفن أربفع‬
‫أبليتفه وعمرك فيمفا أفنيتفه ومالك ممفا إكتسفبته وفيمفا‬
‫أنفقتفففه فتأهفففب لذلك واعفففد له جوابفففا ولتأس على‬
‫مافاتفك مفن الدنيفا فإن قليفل الدنيفا ليدوم بقاؤه وكثيفر‬
‫هفا ليؤمفن بلءه فخفذ حذرك وجفد ففى أمرك وكشفف‬
‫الغطاء عفن وجهفك وتعرص لمعروف ربفك وجدد التوبفة‬
‫ففى قلبفك واكمفش ففى فراقفك قبفل أن يقصفد قصفدك‬
.‫ويقضى قضاؤك ويحال بينك وبين ماتريد‬
221

Diantara wasiyat Luqman hakim kepada anaknya, wahai anakku: sesungguhnya manusia itu telah
menghimpun pendapatmu untuk anak-anaknya, sesungguhnya kamu hanya seorang hamba yang
disewakan, kamu diperintah untuk bekerja, dan akan diberi upah, maka lakukan pekerjaanmu, dan kamu
akan berhak mendapatkan upah, dan didunia ini kamu jangan sampai seperti kambing yang digembala
pada padang rumput yang hijau lalu memakannya sehingga gemuk, maka nilainya ketika ia gemuk,
tetapi jadikanlah dunia bagaikan jembatan diatas sungai yang kamu lalui kemudian kamu tinggalkan
selamanya, maka jangan kamu membangun jembatan itu karena kamu tidak diperintah untuknya. Dan
ketahuilah sesungguhnya kamu akan ditanya besok dihadapan tuhan tentang empat hal: masa mudamu
untuk apa kamu gunakan, umurmu untuk apa kamu habiskan, hartamu darimana kamu perolehnya dan
untuk apa kamu belanjakan, maka ingatlah akan hal ini dan persiapkanlah jawabannya, dan janganlah
putus asa atas sesuatu dunia yang kamu terlepas menggapainya, karena dunia yang sedikit ini tidak dapat
membuat orang kekal ,dan banyaknya dunia tidak menjamin datangnya bencana, maka ingatlah! Dan
bersungguh sungguhlah dalam beramal, jadikan wajahmu ceria, berambisilah untuk mengetahui tuhanmu,
perbaharuilah taubatmu dengan sepenuh hati, bersiplah untuk perpisahan abadi sebelum tiba, maka
.turutilah kebutuhanmu sekedarnya sebelum mati tiba

Pendidikan akhlak

‫ يابنففى إياك والضجففر وسففؤ الخلق‬: ‫قال لقمان لبنففه‬ 3


‫وقلة الصففبر فل يسففتقيم على هذه الخصففال صففاحب‬ 0
‫والزم نفسففك التؤدة فففى أمورك واصففبر على مؤنات‬ .
‫ يابنفى‬.‫الخوان نفسفك وحسفن مفع جميفع الناس خلقفك‬
‫إن عدمك مااتصل به قرابتك وتنفصل به على إخوانك‬
‫فل يعففد منففك حسففن الخلق وبسففط البشففر فإن مففن‬
‫أحسفن خلقفه أحبفه الخيار وجانبفه الفجار واقنفع بقسفم‬
‫الله ليصفففو عيشففك فإن أردت أن تجمففع عففن الدنيففا‬

.‫ نفس الرجع‬.‫ أخرجه يي بن عقبة الزدى عن اب عبد ال‬221


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 139}

‫فاقطفع طمعفك ممفا ففى أيدى الناس فإنمفا بلغ النفبياء‬


.‫والصديقون ما بلغوا بقطع طمعهم‬
222

Luqman berkata pada anaknya: wahai anakku, jauhilah olehmu sifat

bosan dan perbuatan jelek, karena tidak akan membuatmu tenang.

Berkeyakinanlah dalam setiap perbuatanmu. Bersabarlah atas hutang

saudaramu, bergaulah dengan baik kepada siapa saja. Wahai anakku,

sesungguhnya keberadaanmu akhlakm dan keceriaanmu sangat berarti

bagi saudaramu, karena orang yang baik akhlaknya disuka banyak

orang, berqona’ahlah [terimalah] atas pembagian rizki dari alloh seraya


hidupmu tentram. Jika kamu ingin menperbanyak dunia, maka

putuslah rasa rakusmu [toma’] terhadap dunia yang berada ditangan

orang lain, karena sesungguhnya nabi dan para orang jujur

memperoleh derajat yang agung [disisi Alloh] sebab mereka dapat

.memutus sifar toma’ terhadap milik orang lain

Pendidikan akhlak

‫يابنفى لتكفن كلمتفك طيبفة وليكفن وجهفك بسفطا تكفن‬ 3


‫ يابنففى إنزل‬،‫أحففب إلى الناس ممففن يعطيهففم العطاء‬ 1
‫نفسك من صاحبك منزلة من ل حاجة له بك ولبد لك‬ .
‫ يابنفى كفن كمفن ليبتغفى محمدة الناس وليكسفب‬،‫منفه‬
،‫ذمهفم فنفسفه منفه ففى عناء والناس منفه ففى راحفة‬
‫يابنفى إمتنفع بمفا يخرج مفن فيفك فإنفك ماسفكت سفالم‬
.‫وإنما ينبغى لك من القول ما ينفعك‬
223

Wahai anakku; hendaknya perkataanmu manis, dan mukamu cerah sehingga dengan demmikian kamu

akan disukai manusia daripada kamu memberinya dengan pemberian, wahai anakku jadilah kamu orang

yang tidak butuh pujian orang lain, dan janganlah kamu mencari hinaan mereka, karenanya manusia dalam

‫ نفس الرجع‬222
84 :‫ ص‬.‫ الرجع السابق‬.‫ اللوسى‬223
bahagia. Wahai anakku tahanlah perkatataan yang keluar dari mulutmu, karena kamu selama diam akan

.selamat, maka berkatalah yang bermanfaat saja

Pendidikan akhlak

‫ الحكمففة تزيففد الشريففف شرفففا وترفففع‬: ‫قال لقمان‬ 3


‫المملوك حتى تجلسه مجالس الملوك‬
224
2

Luqman berkata: hikmah itu menjadikan orang yang mulia bertambah .

.mulia dan menjadikan hamba pada posisi raja

Pendidikan akhlak

‫ يابنففى إن الحكمففة أن تعمففل عشففر‬: ‫قال لقمان لبنففه‬ 3


‫خصفال تحفى القلب الميفت وتجالس المسفاكين وتتقفى‬ 3
‫مجالس الملوك وتشرف الوضيفع وتحرر العبيفد وتؤوى‬ .
‫الغريففب وتعيففن الفقيففر وتزيففد لهففل الشريففف شرفففا‬
.‫وللسيد سؤددا‬ 225

Luqman berkata kepada anaknya, wahai anakku, hikmah itu tercapai

manakala kamu melakukan sepuluh hal, yaitu jika kamu

menghidupkan hati yang mati, menolong orang miskin, menghormati

penguasa, memulyakan orang yang tawadlu’, membebaskan hamba,

menunjuki orang yang tersesat, menolong orang fakir, dan

.menghormati orang yang mulia

Pendidikan akhlak

‫ يابنفففى لينزلن بفففك أمفففر رضيتفففه‬: ‫قال لقمان لبنفففه‬ 3


.‫أوكرهتفه ال جعلت ففى الضميفر منفك إن ذلك خيرلك‬ 4
‫قال أهذه فل أقدر أعطيكها دون أن أعلم ما قلت كما‬ .
‫ يابنفى فإن الله قفد بعفث نبيفا هلم حتفى تأتيفه‬:‫قلت قال‬

19 :‫ ص‬.‫ دار حياء الكتب العربية‬.‫ الدعوة التامة‬.‫ عبد ال بن علوى الداد‬224
25 :‫ ص‬.‫ الداية‬.‫ نصائح العباد‬.‫ شهاب الدين أحد ابن حجر العسقلن‬225
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 141}

‫ فخرج علىحمار وابنه على‬.‫ إذهب ياأبت‬:‫ قال‬.‫فصدقه‬


‫ وتزودا ثم سارا أياما وليالى حتى تلقتهما مفازة‬،‫حمار‬
‫ فسففارا ماشاء الله حتففى‬،‫فأخذا أهبتهمففا لهففا فدخلهففا‬
‫ واشتد الحر ونفد الماء والزاد‬،‫ظهرا وقد تعالى النهار‬
‫ فتففففر لفجعل يشتدان على‬،‫واسففففتبطا آحماريهمففففا‬
‫ فبينمففا همففا كذلك إذ نظففر لقمان أمامففه‬،‫سففوقهما‬
‫ السففواد‬:‫ فقال فففى نفسففه‬،‫فإذاهففم بسففواد ودخان‬
....‫ العمران والناس‬:‫ والدخان‬،‫الشجر‬
226

Luqma berkata kepada anaknya: wahai anakku, janganlah kamu


melakukan satu pekerjaan yang kamu suka maupun tidak kecuali kamu

berkeyakinan akan manfaatnya, lalu anaknya bertanya; kalau saya

tidak dapat melakukannya karena tidak saya pahami perkataanmu?

Maka ayahnya menjawab: wahai anakku, sesungguhnya alloh telah

mengutus nabi, maka datangilah dan benarkan ajarannya, lalu ia

menjawab; mari pergi wahai bapak. Lalu keduanya keluar dengan

membawa keledai, dan anaknya menaikinya. Dengan bekal yang cukup

akhirnya mereka berangkat dengan perjalanan beberapa hari dan

malam, sehingga mereka mendapatkan tempat beristirahat kemudian

memasukinya. Selanjutnya mereka mengadakan perjalanan lagi

ditengah teriknya siang dan dinginnya malam. Lalu mereka kehabisan

air dan perbekalannya yang lain sehingga khimarnyapun menjadi

lemah dalam berjalan. Lalu tiba-tiba dihadapannya ada fatamorgana

hitam dan kabut. Lalu Luqman begumam: fatamorgana itu semoga

.…pepohonan dan kabut itu adalah bangunan dan manusia

Pendidikan aqidah 3

.‫ أخرجه ابن أب الدنيا ف الرضا عن سعيد بن السيب بت ملخصة‬226


2.a. Analisa data
Sesuai dengan rumusan masalah, pada tesis ini ingin menjawab
permasalahan pokok berupa Bagaimana cakupan materi pesan-pesan
pendidikan anak yang dilakukan oleh Luqmanul hakim? Disampimg itu
secara tidak langsung juga ingin menjawab pertanyaan metode pendidikan
apa yang digunakan oleh Luqmanul Hakim kepada anaknya dan bagaimana
sifat guru yang baik.
Maka untuk menjawab ketiga pertanyaan diatas, penulis mendasarkan pada
fakta atau data yang berhasil dikumpulkan seperti pada pembahasan
pemaparan data [pada bab III dan IV], didukung denga kajian teoritis pada
bab II.
Dari kajian penulis tentang maqolah tarbawiyah Luqmanul Hakim, maka
yang berhasil dikumpulkan dari berbagai kitab tafsir adalah sejumlah 67
buah, dimana maqolah-maqolah itu diucapkakn pada kesempatan yang
berbeda-beda. Kemudian penulis berusaha menterjemahkannya, dan pada
akhirnya menyimpulkan isi pesan pendidikannya kedalam tiga kelompok
yang mencakup isi/pesan pendidikan aqidah, syariah dan akhlak.

2.a.Cakupan isi/pesan pendidikan


Seperti telah diuraikan diatas, cakupan isi/ pesan pendidikan yang
dapat disimpulkan dari maqolah tarbawiyah Luqmanul Hakim
terhadap anaknya meliputi tiga obyek pokok, yaitu pendidikan
Aqidah, pendidikan syari’ah dan pendidikan Akhlak. Maka Untuk
pembahasan lebih lanjut dapat dilihat pada tabel beserta penjelasannya
seperti berikut:

TABEL I:JUMLAH MAQOLAH DAN CAKUPAN ISI PESAN


PENDIDIKANNYA
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 143}

SAMPEL
MAQOLA ISI / PESAN PENDIDIKAN KETERANGAN
H
*Sampel maqo-
67 buah Aqidah Syari’ah Akhlak lah dikumpul- kan
dari+ 20
kitab tafsir
a) a)

Penjelasan Tabel I.

a( SAMPEL MAQOLAH.
Sampel maqolah meliputi semua perkataan Luqmanul Hakim
yang berhasil ditemukan penulis dalam berbagai literatur kitab
tafsir. Penomeran maqolah didasarkan pada awal perkataan yang
dimulai dengan kata-kata ‫ يابنـى‬dan memuat satu isi pesan
pendidikan secara sepurna, atau terkadang merupakan kalimat
berita langsung diucapkan oleh Luqman tanpa menkhitobi
[menasehati] anaknya, dan bisajadi hanya seperti cerita biasa.
Panjang pendek maqolah ini sangat berfariasi, dimana yang
terpendek ada yang hanya terdiri dari lima kata saja [berisi
nasehat], dan ada pula yang sangat panjang, [berupa cerita].

b( ISI / PESAN PENDIDIKAN.


Isi pesan pendidikan ini penulis kelompokkan menjadi tiga aspek,
yaitu pendidikan Aqidah, syari’ah dan akhlak. Pengelompokan
ini didasarkan atas esensi ajaran agama islam yang secara global
terbagi dalam iman [aqidah], islam [syariah] dan ihsan [akhlak].

TABEL II: ISI PESAN PENDIDIKAN DAN JUMLAH


MAQOLAHNYA
ISI / PESAN
PENDIDIKAN JUMLAH KETERANG
MAQOLAH AN
AQIDAH 19 Maqolah
SYARI’AH 2 Maqolah
AKHLAK 46 Maqolah
Jumlah 67 Maqolah
a) a)

Penjelasan Tabel II.

a( ISI / PESAN PENDIDIKAN.


Menurut analisa penulis, jumlah maqolah yang berisi pendidikan
aqidah sejumlah 19 buah, pendidikan syari’ah 2 buah, dan
pendidikan akhlak 46 buah.
b) Dari jumlah total 67 maqolah ini, maka secara
prioritas pendidikan akhlak menduduki tingkat
pertama, pendidikan akidah peringakt kedua dan
pendidikan syari’ah pada peringkat ketiga. Hal
ini bisa dipahami bahwa kesolehan sosial
adalalah tujuan tertinggi dalam setiap
pendidikan islam yang dibangun atas dasar
aqidah dan ibadah yang kokoh.

TABEL III:ISI PESAN PENDIDIKAN DALAM JUMLAH


PROSENTASE

ISI / PESAN JUMLAH DALAM PROSEN KET.


PENDIDIKAN
responden Sampel* Prosen

AQIDAH 19 67 28 %

SYARI’AH 2 67 3%

AKHLAK 46 67 69 %
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 145}

a) a)

Penjelasan Tabel III.

a) Isi/pesan pendidikan aqidah, syari’ah dan


akhlak dilihat dari jumlah maqolah yang
dihasilkan dari semua sampel maqolah,
kemudian diprosentase.
b) Maqolah yang berkatagori Pendidikan
akidah sebanyak 19 dari jumlah total 67.
Hal ini berarti jika dilihat secara
prosentase =Jumlah seluruh responden x
100 :sampel [19x67:100=28%].
Prosentase Maqolah katagori pendidikan
syari’ah= 2x100:67= 3%, dan katagori
pendidikan akhlak =67:46X100=69%.
Atas dasar prosentase ini, maka dapatlah
dikatakan bahwa secara skala prioritas
pendidikan akidah menempati urutan
pertama [69% dari seluruh
maqolah].urutan kedua pendidikan aqidah
dengan prosentase 28% dari total maqolah
67. Pendidikan ibadah pada urutan ketiga
dengan prosentase 3%.

TABEL IV:ISI PESAN PENDIDIKAN DAN NOMOR


MAQOLAH

ISI / PESAN NOMOR MAQOLAH KET.


PENDIDIKAN
AQIDAH 4,9,10,11,12,13,17,19,24,26, * Maqolah ini
32,34,36,45,51,55,56,67 secara urut
dapat dilihat
pa-
da bab IV:
paparan
Kata-kata mu
tiara hikmah
Luqmanul
Hakim

SYARI’AH 5, 53

1,2,3,6,7,8,14,15,16,18,20,21
AKHLAK ,22,23,25,27,28,29,30,31,33,
35,37,38,39,40,41,42,43,44,4
6,47,48,49,50,52,53,54,57,58
,59,60,61,62,63,64,65,66,
a) a)

Penjelasan Tabel IV.

0
a) Tiga obyek Isi/ pesan maqolah yang
bernilai pendidikan anak dengan masing-
masing data/ nomor maqolahnya.
b) Maqolah-maqolah ini secara urut dapat
dilihat pada bab IV: paparan kata mutiara
hikmah Luqmanul Hakim.

2.b.Metode pendidikan Luqmanul Hakim


Yang dimaksud dengan metode pendidikan Luqmanul Hakim adalah
cara penyampaian pesan/ isi/ materi pendidikan kepada anaknya
melalui maqolah tarbawiyah [kata-kata mutiara hikmahnya]. Hal ini
dibedakan dengan metode pendidikan terhadap anaknya melalui
alqur’an, dimana ia menggunaan metode “Mauidhoh”.
Metode pendidikan dalam alqur’an dengan cara mauidloh tersebut
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 147}

memiliki kesamaan dengan metode pendidikannya dalam maqolah


tarbawiyahnya, yaitu menggunakan kata uslub “‫“ يابنـى‬. Kata “
‫“ يابنـى‬didalam alqur’an hanya terdapat pada QS. Luqman Juz 21

terletak pada tiga ayat, yaitu ayat 13 “‫“ …يابنىلتشرك بالله‬ayat

16 “‫“ …يابنى انها ان تك مثقال حبة‬dan ayat 17 “‫يابنى اقم‬

‫“ …الصلوة‬.
Hanya saja Metode pendidikannya dalam maqolah tarbawiyah ada
nuansa lain, yaitu dengan cara tanya jawab, dan cerita [qissoh].
Namun metode mauidloh masih mendominasi dari pada metode
lainnya. Indikasi metode mauidloh ini dimulai dengan ungkapan “
‫“ يابنـــى‬dimana menurut Al-Qurtubi ungkapan tersebut
sesungguhnya meskipun mengunakan shighot [pola] tasghir, namun
bukanlah menunjukkan pada hakekat arti mengecilkan/ meremehkan
yang sebenarnya, tetapi sebaliknya menunjukkan makna tarfiiq,
yaitu makna kasih sayang, sebagaimana sering dikatakan pada

seseorang laki-laki dengan kata "‫ "يااخـي‬dan pada anak "

‫"يابنــى‬yang berarti ‘’hebat”. Pernyataan Al-Qurthubi


selengkapnya sebagai berikut:

‫قوله "يابنى" ليس هو حقيقة التصغير وإن كان‬


‫ كمفا‬،‫ وإنمفا هفو على وجفه الترقيفق‬،‫على لفظفه‬
‫ هففو‬، "‫ وللصففبى "يابنففى‬،‫يقال للرجففل ياأخففى‬
.‫كويس‬ 227

Adapaun penjelasan Secara lebih rinci tentang metode pendidikan


anak yang dilakukan Luqmanul Hakim melalui kata-kata mutiara
hikmahnya dapat dilihat pada tabel berikut:

TABEL V: JENIS METODE DAN NOMOR MAQOLAH

Al-Qurthubi, op. Cit, Halaman 63, Al-Mawardi, op.cit, halaman 234 227
No METODE NOMOR MAQOLAH KETERAN
GAN

1 MAUIDLO 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,
H 17,18,19,20,21,22,23,24,25,26,27,28,2
9,30,31,32,33,34,36,37,40,41,43,44,45,
46,47,48,49,50,51,53,54,55,56,57,58,5
9,60,61,62,63,64,65,66,67
2 TANYA 35,38,39,42,56
JAWAB
a) a)

Penjelasan Tabel V.

a) Dua jenis metode pendidikan yang digunakan


oleh Luqmanul Hakim dalam menyampaikan
maqolahnya yang bernilai pendidikan pada
anak nya, dengan masing-masing data/
nomor maqolahnya.
b) Maqolah-maqolah ini secara urut dapat
dilihat pada bab IV: paparan kata mutiara
hikmah Luqmanul Hakim.

TABEL VI: JUMLAH MAQOLAH DAN PROSENTASE


METODE JUMLAH DALAM PROSEN KET.
PENDIDIKA
N
responden Sampel* Prosen
MAUIDLOH 61 67 91 %
TANYA 5 67 4,5%
JAWAB
a) a)

Penjelasan Tabel VI.

a) Dua macam metode pendidikan anak


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 149}

dengan masing-masing data dalam bentuk


prosentase. Dari data prosentase tersebut
terlihat metode yang sering digunakan
yaitu metode mauidloh [91%]. Sedangkan
dua metode lainnya [tanya jawab dan
qishoh] masing-masing menurut
pengelompokan penulis hanya sejumlah
4,5% dengan 3 responden dari 67 sampel.
b) Dua macam metode pendidikan anak
tersebut memiliki spesifikasi
[kelebihan]sendiri-sendiri.
i) Metode mauidloh.
Menurut Abdurrohman Annahlawi, metode pengajaran
dengan mauidloh memiliki spesifikasi berikut:
1. Memberi nasehat [
‫]النصــــــح‬ dengan
kebenaran dan kebaikan,
seraya menghindari keje-
lekan yang membaha-
yakan kebahagiaan
hidup.
2. Memperingatkan [
‫ ]التذكير‬untuk bersegera
menjalankan kebaikan,
dengan memberikan
sentuhan pada ruhani
atau emosional. Misalnya
memperingatkan akan
adanya kematian, sakit,
dan hisab [perhitungan
amal]. 228

Abdurrohman Annahlawi, op.cit, halaman 253 228


Sedangkan fungsi educatip metode mauidloh ini secara
kejiwaan menurut Abdurrohman berpengaruh terhadap:
a. Membangkitkan semangat spiritual untuk beribadah
kepada alloh dengan khusuk, membangkitkan rasa
takut terhadap siksa dan tertarik untuk masuk surga.
b. Membangkitkan kemampuan berfikir untuk mengambil
ibarat [pelajaran] tentang kehidupan dunia dan akherat.
c. Menyadarkan seseorang untuk membersihkan jiwa dari
perbuatan mungkar dan jahat.

i) Tanya jawab
Dari 67 kata-kata mutiara Luqman tersebut diatas, terdapat
lima macam maqolah yang menggunakan diskripsi tanya
jawab, yaitu pada nomor 35,38, 39, 42 dan 52.
Maqolah nomor 35;
Bertemulah seseorang dengan Luqman dihadapan orang
banyak, lalu orang tersebut berkata kepadanya: wahai
luqman, bukankah kamu adalah hamba fulan? Ia
menjawab, betul. Bukabkah kamu penggembala kambing
di bukit ini? Tanyanya lagi. Betul, jawabnya. Lalu orang
tersebut bertanya: apa yang menyebabkanmu memiliki
derajat luhur seperti hang saya lihat sekarang ini? Ia
menjawab: yaitu Takwa kepada Alloh, jujur, dapat
dipercaya dan tidak berbicara kecualai yang bermanfaat.

Hikmah nomor 38;


Ditanyakan kepada Luqman, apa pesan hikmahmu? Ia

.‫ بقصد أن ننب النصوح الضرر وندله على ما يقق سعادته وفائد ته‬.‫ النصح و هو بيان ال ق وال صلحة‬. 1
‫ ولذلك و جب على الر ب‬.‫ودل يل الن صح ال صادق أل يتوا خى النا صح م صلحة شخ صية دنيو ية ماد ية لننف سه‬
‫النا صح أن يتنه أثناء أداء واج به التربوى عن كل رباء و عن كل ما يو حى للخر ين بأن له ف فعله م صلحة‬
‫ وهو أن يعيد‬: ‫ التذكي‬.2.‫خاصة لئل يشوب إخلصه وسعته فيفقد هيبته التربوية وتأثييه ف نفوس طلبه‬
‫ تد فع للمبادرة إل الع مل‬،‫ ت ستيقظ مع ها مشاعرو وجدانات وإنفعالت‬،‫الوا عظ إل الذاكرة معا ن وذكريات‬
‫ وهذا يقتضـى أن يكون فـ ذكريات الوعوظ ووجدانـه‬،‫ والسـارعة إل كاعـة ال وتنغيذا أو امره‬،‫الصـال‬
‫ التذكي‬:‫ وللتذكي وسائل أهها‬.‫ ورغبة ف الثواب‬،‫مايعتمد عليه الواعظ من إيان بال وخوف من الساب‬
.‫بالوت التذكي بالرض والتذكي بيوم الساب‬
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 151}

berkata, aku tidak bertanya sesuatu yang sudah jelas, dan


tidak berbuat kecuali yang bermanfaat padaku.

Maqolah nomor 39;


Kholid Arrubai’I berkata " luqman itu adalah seorang
hamba sahaya dari negeri habsyi yang pekerjaannya
sebagai tukang kayu, lalu tuannya menyerahkan
kepadanya seekor kambing dan berkata, " sembelihlah
kambing ini dan berikanlah untukku dua potong daging
yang paling baik! Lalu Luqman memberikan kepada
tuannya itu daging lidah dan daging hati. Kemudian
tuannya itu menyerahkan lagi seekor kambing lain dan
menyuruh memnyembelihnya dan memberikan kepadanya
dua potong daging yang paling buruk. Lalu Luqman n
memberikan kepadanya daging lidah dan daging hati.
Lalu tuannya bertanya kepadanya tentang rahasia lidah
dan hati itu, seraya dijawab, " tidak ada sesuatu yang
lebih baik daripada keduanya apabila keduanya baik dan
tidak ada yang lebih buruk melebihi keduanya apabila
keduanya buruk.

Hikmah nomor 52;


Ditanyakan kepada Luqman, mana manusia yang paling
sabar? Ia berkata, yaitu sabar yang tidak disertai dengan
penganiayaan. Ditanyakan kepada Luqman pula, mana
manusia yang paling pandai? Yaitu orang yang mau
belajar kekurangannya dari orang lain, jawabnya.
Ditanyakan kepada Luqman pula, mana manusia yang
paling baik? Yaitu orang kaya, jawabnya. Ditanyakan
lagi, orang kaya harta? Ia menjawab ,bukan, tetapi orang
kaya yang dimaksud adalah orang yang dapat berpijak
pada kebenaran dan menegakkannya, dan jika tidak
mampu melakukan hal ini, maka ia tidak meminta-minta
kepada orang lain.

Maqolah nomor 56;


Anaknya bertanya wahai bapakku, bagaimana saya dapat
melakukan hal itu [takut dan berharap pada waktu yang
bersamaan], maka luqman menjawab: wahai anakku,
ketahuilah,sesungguhnya jika hati orang mukmin
dikeluarkan, niscaya terdapat dua cahaya, satu cahaya
ketakutan dan satu lagi pengharapan, dan jika keduanya
ditimbang niscaya ada yang lebih unggul salah satunya
walaupun hanya selisih sebiji sawi, maka barang siapa
iman kepada alloh, ia membenarkan firman-Nya, jika ia
membenarkannya, lalu ia menjalankan perintahnya.
Barang siapa tidak mau menjalankan perintah-Nya, maka
pastilah ia tidak membenarkan firman-Nya, maka
ketahuilah bahwa iman dan amal ini saling berkaitan.
Barang siapa iman kepada alloh dengan benar, maka ia
beramal juga dengan ikhlas, maka hanya orang yang
beramal dengan ikhlas inilah orang yang imannya sejati,
barang siapa taat kepada alloh, maka ia takut kepadanya
dimanapun berada, barang siapa takut seperti ini, niscaya
alloh mencintainya. Barang siapa disukainya maka ia
menuti perintah-Nya. Barang siapa taat pada-Nya maka
ia berhak memasuki sorgan atas seizin-Nya. Barang siapa
yang tidak mendapatkan restu izin-Nya, maka ia berarti
dibenci-Nya, semoga kita dijauhkan dari amarah dan
benci Alloh.
Jadi terjadinya perkataan Luqman didahului oleh
pertanyaan.

2.c.Sifat pendidik menurut pendidikan Luqmanul Hakim


Yang dimaksud dengan sifat pendidik menurut pendidikan Luqmanul
Hakim ini adalah sifat yang dapat disimpulkan menurut cara
pendidikan terse- but dilakukan oleh pendidiknya. Sifat yang
dimaksudkan adalah bijaksana dan penuh kasih sayang.
Kebijaksanaan Luqman ini dapat disimpulkan dari cara pengajaran
melalui maqolah tarbawiyahnya yang menekankan ungsur
kebijakan, karena Ia telah diberi hikmah [kebijakan] oleh Alloh
sebagaimana firmannya.

)12: ‫(سورة لقمان‬.

sedangkan sifat kasih sayang dari contoh pendidikan Luqmanu


Hakim ini dapat dilihat dari cara memanggil anaknya dengan

menggunakan ungkapan "‫"يابنى‬.Ungkapan “‫“ يابنى‬ini seperti


penjelasan diatas, menurut Al-Qurtubi sesungguhnya meskipun
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 153}

mengunakan shighot [pola] tasghir, namun bukanlah menunjukkan


pada hakekat arti mengecilkan/ meremehkan yang sebenarnya, tetapi
sebaliknya menunjukkan makna tarfiiq, yaitu makna kasih sayang,
sebagaimana sering dikatakan pada seseorang laki-laki dengan kata

"‫ "يااخي‬dan pada anak "‫"يابنى‬yang berarti ‘’hebat”.229

Berdasar pada semua teori, data dan analisa data tersebut diatas,
maka kesimpulan pokok dari pendidikan yang dilakukan oleh
Luqmanul Hakim terhadap anaknya, melalui studi tentang maqolah
tarbawiyahnya adalah sebagai berikut:

Pertama: materi pendidikannya mencakup pendidikan Aqidah,


pendidikan Syari’ah dan pendidikan Akhlak.
Kedua : metode pengajarannya dengan
mauidloh dan tanya jawab.
Ketiga : sifat pendidik mencakup bijaksana dan kasih sayang
terhadap anak didik.

‫قائمة المراجع‬
1
. .‫إبراهيففم هيففم أنيففس وإخوانففه‬
.
.‫الجزء الول‬
.‫ أبففففى بكرالله محمدبففففن عبدالله‬،‫إبففففن العربففففى‬
.‫ القسم الثالث‬.
.‫إبفففففففففففففن قيفففففففففففففم الجوزيفففففففففففففة‬

.
Al-Qurthubi, op. Cit, Halaman 63, Al-Mawardi, op.cit, halaman 234 229
‫الجزء الثانى‪.‬‬
‫‪.‬‬ ‫إبفن كثيفر‪ ،‬أبفى الفدأ اسفماعيل‪.‬‬
‫الجزء الثالث‪.‬‬
‫أبففففففى السففففففعودبن محمففففففد العمادى الحنفففففففى‪.‬‬

‫‪ .‬الجزء الرابع‪.‬‬
‫أبففى منظور جمال الديففن محمدبففن مكرم التصففارى‪.‬‬
‫لســـان العرب‪ .‬الجزء الخامففففس عشففففر‬
‫والتاسع عشر‪.‬‬
‫أحمدبففففففففن محمففففففففد على المقرى الفيومففففففففى‪.‬‬
‫‪ .‬الجزء الول‪.‬‬
‫‪.‬‬ ‫إسففماعيل حقففى البروسففى‪.‬‬
‫المجلد السابع‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫اللوسففى‪ ،‬أبففى الفضففل شهاب الديففن اليففد‬
‫محمود‪.‬‬

‫‪ .‬الجزء‬
‫التاسع عشر‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫البغوى‪ ،‬أبى محمد الحسن بن مسعود الفرأ‪.‬‬

‫‪ .‬الجزء‬
‫الرابع‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫البيضاوى‪ ،‬ناصفر الديفن أبفى الخيفر عبفد الله بفن عمفر‪.‬‬
‫‪.‬‬
‫الجزء الثانى‪ .‬مكتبة مصطفى‪.‬‬
‫الخازن‪ ،‬علء الديفففففن علىبفففففن ابراهيفففففم البغدادى‪.‬‬
‫‪PENDAHULUAN‬‬
‫‪----------------------------------------------‬‬
‫}‪TESIS PASCASARJANA UNISMA { 155‬‬

‫‪.‬‬
‫الجزء الثالث‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫الرازى‪ ،‬محمففد فخرالديففن ابففن العلمففة ضباء الديففن‪.‬‬
‫‪.‬‬
‫الجزء السابع‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫الزمخشرى‪ ،‬أبففى القاسففم جارالله محمود بففن عمففر‬
‫الخوارزمفففففففففففففى‪.‬‬

‫‪.‬‬
‫الجزء الثالث‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫السففيوطى‪ ،‬عبففد الرحمففن بففن الكمال جلل الديففن‪.‬‬

‫‪ .‬الجزء السادس‪ .‬دار‬


‫الفكر‪.‬‬
‫______‪.‬‬
‫‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫‪.‬‬ ‫الشوكانفى‪ ،‬محمدبفن على بفن محمفد‪.‬‬
‫الجزء الرابع‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫‪ .‬الجلد‬ ‫الصففابونى‪ ،‬محمففد على‪.‬‬
‫الثانى‪.‬دارالفكر‪.‬‬
‫الجزء‬ ‫الصفففاوى‪ .‬أحمفففد‬
‫الثالث‪.‬دار احياء الكتب‪.‬‬
‫الطباطبائى‪ ،‬محمفففففففففففد حسفففففففففففين‪.‬‬
‫‪ .‬الجزء السفففادس‬
‫عشر‪.‬‬
‫الطفبرى‪ ،‬أبفى جعففر محمفد بفن جريفر‪ .‬جامـع البيان‬
‫عـــن تأويـــل أى القرآن‪ .‬الجزء التاسفففع‬
‫عشر‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫الطوسفففففى‪ ،‬أبفففففى جعففففففر محمدبفففففن الحسفففففن‪.‬‬
‫‪ .‬المجلد‬
‫الثامن‪ .‬داراحياء التراث العربى‪.‬‬
‫الغزالى‪ ،‬أبفففى حامفففد محمفففد بفففن محمفففد ‪.‬‬
‫‪ .‬المجلد الول والثالث‪ .‬دار‬
‫الفكر‬
‫‪ .‬فطؤ كديرى‪.‬‬ ‫______‪.‬‬
‫______التربيـــــة الســـــلمية‪.‬الدار القوميففففففة‬
‫للطباعةوالنشر ‪1964‬م‬

‫‪1994‬‬‫‪ .‬حقيقة كتابفى‪.‬‬ ‫______‪.‬‬


‫‪ .‬توكوكتاب الهداية‪.‬‬ ‫______‪.‬‬
‫______‪ .‬خلصة التصانيف‪ .‬فطؤ كديرى‪.‬‬
‫‪.‬‬ ‫القاسفمى‪ ،‬محمفد جمال الديفن‪.‬‬
‫الجزء الثالث عشر‪.‬‬
‫القرطفففبى‪ ،‬أبفففى عبدالله محمدبفففن أحمفففد‬
‫التصففففففففففارى‪.‬‬
‫‪ .‬الجزء الثالث عشر‪.‬‬
‫الماوردى‪ ،‬أى الحسفففن على بفففن محمدبفففن حفففبيب‪.‬‬
‫‪ .‬الجزء الرابفع‪ .‬دار الكتفب‬ ‫ا‬
‫العلمية‪ .‬لبنان‪.‬‬
‫‪ .‬الجزء‬ ‫المراغفففى‪ .‬مصفففطفى‪.‬‬
‫التاسع عشر‪.‬‬
‫النسففى‪ ،‬أبفى البركات عبفد الله بفن أحمدبفن‬
‫محمود‪.‬‬
‫‪.‬‬
‫‪PENDAHULUAN‬‬
‫‪----------------------------------------------‬‬
‫}‪TESIS PASCASARJANA UNISMA { 157‬‬

‫الجزء الثالث‪ .‬دار الفكر‪.‬‬


‫حسففففففففففففن عبففففففففففففد العال‪.‬‬

‫‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫‪ .‬مكتبة الهداية‪.‬‬ ‫حسين مطر‪.‬‬
‫‪ .‬المجلد الثامن‪.‬‬ ‫سعيد حوى‪.‬‬
‫دار السلم‪.‬‬
‫‪.‬الجزء‬ ‫سففيدقطب‪.‬‬
‫الثامن عشر‪ .‬دار احيء التراث‪.‬‬
‫شهاب الديففن أحمففد ابففن حجففر العسففقلن‪ .‬نصــائح‬
‫العباد‪ .‬الهداية‪.‬‬
‫طنطوىجوهرى‪.‬‬

‫‪.‬الجزءالخامفففس عشفففر‪.‬دار‬
‫الفكر‬
‫عبد الله ناصح علوان‪.‬‬
‫‪.‬الجزء الول‪.‬الطبعة الثالثة‪.‬‬
‫‪ .‬دار‬ ‫عبــد الجليــل عيــس‪.‬‬
‫الشروق‪.‬‬
‫عبفففففففففففففد الغنفففففففففففففى عبود‪.‬‬
‫‪ .‬دار الفكففففر‪.‬‬
‫‪.1982‬م‪.‬‬
‫عبفد الله بفن علوى الحداد‪ .‬الدعوة التامـة‪ .‬دار حياء‬
‫الكتب العربية‪.‬‬
‫عبد الله بن على الحدار‪.‬‬
‫‪ .‬دار احياء الكتب‪.‬‬
‫‪.‬‬ ‫فهدبن عبد الرحمن بن سلمان الرومى‪.‬‬
‫مكتبة التوبة‪ .‬الطبعة الولى‪.1994 .‬م‪.‬‬
‫محب الدين أبى فيض السيد محمد متضى الحسينى‪.‬‬
‫‪ .‬مــــن جواهــــر القاموس‪ .‬الجزء‬
‫الثامن‪ .‬دار الفكر‪.‬‬
‫محمد عطية البراشي‪ .‬روح التربية والتعليم‪ .‬دار‬
‫احياء الكتب العريبة‪.‬‬
‫‪.‬‬ ‫ففففففف‪.‬‬
‫دارحباء الكتب العربية‪.‬‬
‫‪ .‬دار‬ ‫ففففف‪.‬‬
‫المعارف‪.‬‬
‫محمدبفففففففففن على الشافعفففففففففى الشنوانفففففففففى‪.‬‬
‫‪ .‬هداية‪.‬‬
‫‪ .‬الجزء الثالث‪ .‬مكتبففة‬ ‫محمدعبده‪.‬‬
‫القاهرة‪.‬‬
‫محمود السيد سلطان‪.‬‬
‫‪ .‬دار المعارف‪.‬‬
‫‪ .‬فداع فانجاع‪.1941 .‬‬ ‫مختار يحى‪.‬‬
‫‪ .‬الطبعفففة‬ ‫مصفففطفى الغليينفففى‪.‬‬
‫السادسة‪.1949 .‬‬
‫مقداد يالجن‪.‬‬
‫‪ .‬الطبعة الولى‪.‬‬
‫مكففففففى بففففففن أبففففففى طالب القيففففففس‪.‬‬
‫‪ .‬الجزء الثانى‪.‬‬
‫‪1 Ali Bin Hasan Al-Athas. Nasehat Luqmanul Hakim Untuk‬‬ ‫‪Generasi Muda.‬‬

‫‪. (tarjamah), Titian Ilahi Pres. 1993.‬‬


‫‪1 Arif Furchan, Pengantar penelitian dalam pendidikan, Usaha Nasional,‬‬
‫‪. Surabaya, 1982‬‬
‫‪2 Djumransyah Indar, Filsafat Pendidikan Islam, IAIN Malang, 1990‬‬
‫‪.‬‬
‫‪3 Hasan langgulung, Beberapa Pemikiran Pendidikan Islam. Almaa'rif. 1980.‬‬
‫‪.‬‬
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 159}

4 Kamus besar bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan


. Balai Pustaka, Perum penerbitan dan percetakan BP, cetakan ketujuh
5 Nashir bin Salman Alumar, Al Hikmah. (tarjamah) Pustaka Hidayah. 1995.
.
6 Sutrisno Hadi, Metodologi Research I , UGM, 1983
.
7 Winarno Surahmat, Pengantar penelitian ilmiah dasar metode dan teknik,
. Tarsito, Bandung
8 Zainuddin, Seluk Beluk Pendidikan Dari Al Ghazali. Bumi Aksara. 1991.
.
9 Zakiyah Darojat, Filsafat Pendidikan Islam,
.
1 Zuhairini dkk., Metodologi Pendidikan Agama,.
0
.
1 Ahmad Tafsir, Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam, Rosdakarya,
1 Bandung, cet. Ke II, 1984
.
1 Arifin, HM., Psikologi Dan Beberapa Aspek Kehidupan Rohaniyah
2 Manusia, Bulan Bintang. 1981.
.

Pelaksanaan seminar proposal Tesis

Sabtu, 12 februari 2000

Judul : Konsep pendidikan anak menurut luqmanul Hakim dalam Al-qur’an

[telaah filosofis atas kurikulum, materi dan metode pendidikan ]


Diajukan oleh: Miftahul huda

98111030

Pelaksanaan seminar.

Seminar proposal yang dihadiri oleh sekitar 25 mahasiswa dan 3 pembimbing

tersebut dilaksanakan pada hari sabtu, 11 februari 2000, merupakan putaran

keempat bagi mahasiswa pascasarjana UNISMA angkatan 1998, dimana pada

putaran sebelumnya telah ditampilkan setidaknya 10 proposal penelitian, baik dari

jurusan syari’ah maupun tarbiyah. Bersamaan dengan penulis, tampil dua orang

mahasiswa yang mempresentasikan proposalnya terlebih dulu. Mereka berdua

adalah saudara Isfironi konsentrasi syari’ah dan Lutfi Hakim konsentrasi tarbiyah.

Giliran bagi penulis untuk mempresentasikan proposalnya, diawali dengan

menjelaskan proposal tersebut sekitar setengah jam. Setelah itu dilanjutkan

dengan diskusi, tanggapan, dan saran. Pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan

peserta seminar diantaranya seperti berikut:

1. Saudara Fathoni; menanyakan tentang judul penelitian.


Dia mempermasalahkan, sebaiknya judul penelitiaannya tidak menonjolkan

nama perorangan, karena dapat membuat rancu dengan nama-nama luqman

yang lain diluar alqur’an. Ia mengusulkan agar memfokuskan misalnya pada

kajian surat luqman ayat 12-19 dari sisi pendidikan.

Jawaban penulis:

Seperti dikehendaki oleh penulis dalam judul di atas, penyebutan kata

Luqmanul hakim dianggap perlu karena nama luqman itu hanya disebutkan
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 161}

satu kali dalam alquran dan sekaligus dijadikan nama surat. Jadi kalau

dikatakan pendidikan menurut luqmanul hakim dalam alqur’an [tanpa

menyebut ayat dan surat ], maka pemahamannya sudah menuju dalam surat

luqman ayat 12-19.

2. Saudara Munif
Pertama, ia menyanggah dari pertanyaan saudara Fathoni, dan sekaligus

mendukung jawaban penulis, karena dianggap perlu mengintrodusir nama

Luqman agar lebih dikenal. Kedua, menanyakan; apakah isi pendidikan pada

QS. Luqman tersebut hanya mencakup pendidikan akhlak saja, dan apakah

tidak sepatutnya kajian penelitian ini dikomparasikan dengan ayat-ayat

pendidikan lainnya [tidak hanya dalam surat Luqman].

Jawaban penulis:

Isi pendidikan dalam QS. Luqman ayar 12-19 menurut asumsi sementara dari

penulis meliputi pendidikan Aqidah [iman kepada alloh], syari’ah [islam;

sholat] dan akhlak [ihsan; berbuat baik kepada orang tua dan masyarakat].

Menegnai usul penyandiangan ayat-ayat pendidikan yang sejenis seplerti

diusulkan tersebut, maka penulis menegaskan karena penelitian ini hanya ingin

mencermati QS. Luqman 12-19 sebagai obyek pokok [kajian tematik dan

bukan kajian komparatip].

3. Saudara khoirusholeh
Menyarankan judul “ konsep pendidikan menurut luqmanul hakim” diganti

dengan “pendidikan anak menurut islam, studi tentang QS.Luqman “, karena

menurutnya dapat menimbulkan interpretasi bahwa pendidikan islam itu sangat

indifidualistis, tidak ada konsep universalnya.

Jawaban penulis
Kalau penelitian diganti dengan pendidikan anak menurut islam , maka

pembahasannya akan sangat luas, mencakup konsep pendidikan prenatal

[sebelum lahir], post natal [setelah lahir], pendidikan kanak-kanak, remaja, dan

lain-lain yang harus digali dari Qur’an dan hadist. Sementara yang kikehendaki

penulis hanya pada pendidikan anak-anak saja yang digali dari QS. Luqman.

Juga keuniversalan islam itu diantaranya ada pada konsep pendidikan pada QS.

Luqman tersebut.

4. Saudara Nurul Huda


Mempertanyakan apakah judul seperti ini sudah ada yang pernah membahas.

Lalu nilai kelebihan judul proposal ini pada aspek apa.

Jawaban penulis

Sudah ada peneliti pada obeyek yang sama, namun masih bersifat pendahuluan,

dan masih sangat mungkin untuk ditindak lanjuti dan dikembangkan lagi

obyek-obyek yang lainnya.

5. Bapak Munir [pendamping]


Menyarankan judul agar diubah dengan “ Konsep pendidikan anak” setudi

tentang QS. Luqman ayat 12-19

6. Bapak Endri Julianto [pendamping]


Menyarankan agar metode penulisan tidak menggunakan studi sejarah, karena

sulit dilakukan, juga menyarankan agar penulis memperhatikan penulisan

daftar rujukan.

7. Bapak Rulam Ahmadi [pendamping]


Menyaranakan agar obyek penelitian ini diubah, karena penelitian QS. Luqman

tersebut sudah ada yang membahasnya, yaitu Mahasiswa Pascasarjana

UNISMA angkatan 1997, namun sampai saat ini, ia belum berhasil


PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 163}

menyelesaikan tesisnya. Pak Rulam menegaskan kalau terpaksa tetap harus

membahas pendidikan Luqman diharapkan mencari inti obyek pembahasan

yang lain.

Kesimpulan

Berdasarkan semua masukan diantaranya dari 4 peserta seminar dan 3

pendamping tersebut, maka penulis dengan cermat mempertimbangkan atas

sarannya, sehingga berketetapan untuk mengubah obyek /judul penelitian ini

dengan judul sebagai berikut:

PESAN-PESAN PENDIDIKAN ANAK


(Studi tentang mutiara hikmah Luqmanul Hakim)
Judul ini memfokuskan pembahasan pada kata-kata mutiara hikmah yang

diberikan oleh Luqmanul hakim kepada anaknya, bukan lagi studi tentang

QS.Luqman ayat12-19.
LEMBAR KONSULTASI

NO HARI/TGL OBYEK KONSULTASI T.TANGAN


1 Jum’at, 4 -2-2000 ACC Proposal Tesis
.
2 Sabtu, 12-2-2000 Seminar Proposal Tesis
.
3 Jum’at, 12-5-2000 Bab II, III, IV dan analisa data
.
4
.
PENDAHULUAN
----------------------------------------------
TESIS PASCASARJANA UNISMA { 165}

5
.
6
.
7
.
8
.
9
.
1
0
.

BIODATA PENULIS

Nama : Miftahul Huda


Tempat /tgl lahir : Blitar, 2 0ktober 1973
Alamat : Jl. Gading pesantren 38 Malang telp. (0341 ) 582174
Kantor : Jl. Gajayana 50 kampus STAIN Malang [kantor PKPBA]

Telp. [0341] 551354

Pekerjaan : Dosen STAIN Malang

Pendidikan Formal
1. MI Ma’arif Banggle II Kanigoro Blitar 1980-1986
2. MTsN Kodia Blitar 1986-1989
3. PGAN Kediri 1989-1992
4. IAIN Malang fakultas Tarbiyah jurusan Bahasa arab 1992-1996
5. LIPIA Jakarta program D-1 pengajaran bahasa arab bagi non arab 1996-1997
6. UNISMA Program Pascasarjana konsentrsi Tarbiyah Masuk 1998

Pendidikan Non-formal
1. Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bandar Kidul - Kediri 1988-1992
2. Pondok Pesantren “ Miftahul Huda” Gading - Malang 1992-sekarang

Karya tulis: Sering menulis tentang topik keagamaan, kemasyarakatan, dan

kependidikan pada buletin Jum’at “ Al-Huda” dan Majalah “ Mifda”

terbitan LP3MH [ Lembaga Penerbitan Pondok Pesantren Miftahul

Huda Malang ].