P. 1
Dasar-Dasar Hidrolik (Basic Hydralics)

Dasar-Dasar Hidrolik (Basic Hydralics)

|Views: 7,290|Likes:
Dipublikasikan oleh Zulkarnain Arifin

More info:

Published by: Zulkarnain Arifin on Apr 02, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

text

original

AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) VOCATIONAL TRAINING COURSE

DASAR-DASAR HIDROLIK (BASIC HYDRAULICS)

, I I I

LL.J

DIGUNAKAN UNTUK KALANGAN SENDIRI JUNE 2003,

PENYUSUN

- -. ~',. :~,~,~~

6. AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

1. PENDAHULUAN

1.1.Umum

Belajar hidrolik (hydraulics) berarti mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan penggunaan dan karakteristik / sifat-sifat cairan (liquid). Sejak jaman dahulu manusia memanfaatkan cairan untuk mengurangi beban mereka seperti penggunaan rakit sebagai media transportasi.

Pada dekade terakhir abad ke 17 yang diawali dengan penemuan hukum Pascal, pemanfaatan cairan sebagai penerus tenaga (transmitting power), melipatgandakan tenaga (multiplying force) dan merubah gerakan (modifying motions) mulai dilakukan pada berbagai industri khususnya industri berat. Pada jaman industri modem saat ini penggunaan sistem dan alat-alat hidrolik sangat luas seperti:

• Machine tools ( mesin industri)

• Heavy equipment (alat-alat berat seperti kren, truck dll.)

• Motor Vehicles

• Alat penggerak pabrik dll.

Beberapa keuntungan menggunakan tenaga hidrolik adalah dapat memindahkan tenaga yang besar dengan menggunakan komponen relatif kecil, dapat dikontrol dan diatur dengan lebih mudah, variable speed, reversible dan overload protection. Selain tersebut di atas komponenkomponen hidrolik juga dapat melumasi sendiri (self-lubricating) sehingga memiliki usia pakai yang lebih panjang,

Selain keuntungan, memanfaatkan tenaga hidrolik juga disertai dengan lelemahan-kelemahan seperti kasus kecelakaan yang dapat terjadi akibat tekanan tinggi (high pressure) dari fluida. Memastikan bahwa semua sambungan (connections) terpasang dengan baik dan tidak terdapat kebocoran merupakan salah satu perhatian yang harus diutamakan untuk menghindari kecelakaan pada sistem hidrolik.

Salah satu bentuk pemindahan energi (transfer of energy) secara skematis pada peralatan hidrolik adalah sebagai berikut:

Electric { Hydraulic Hydraulic devices Hydraulic f[[J=
.. for controlling and "'-" .. tool
motor pump regulating .. motor electrical energy

hydraulic energy

hydraulic energy

mechanical energy

11. s. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

5

A AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

1.2. Massa, Gaya dan Tekanan (Mass, Force and Pressure)

Pada sistem hidrolik, gaya dan tekanan sang at penting. Berdasarkan definisi masing-masing memiliki hubungan yang sangat erat sebagai berikut:

Gaya (Force)

Sesuatu yang merubah keeepatan (dari no!) atau merubah keadaan benda. Satuan gaya : Newton, Pound gaya (lbf).

Berdasarkan hukum Newton persamaan gaya adalah sebagai berikut:

Force = mass x acceleration

F=m x a

Contoh:

Sebuah massa 1 kg digantung pada sebuag tali (massa tali diabaikan), maka gaya berat benda tersebut adalah:

F

= m- g (g= pereepatan gravitasi bumi = 9,806 m/s'')

F

m = 1 kg·9 81~

, 2

s

F

m = 981~

, SZ

= 9,81 N

Jika besar gaya tersebut di atas konversikan dari Newton ke kg[ (kilogram force}, maka:

9,81 N = 1 kgf

=>

10 N ~ 1 kgf

Tekanan (Pressure)

Kita ketahui dari kenyataan bahwa setiap benda terletak pada suatu tempat dengan gaya tersendiri (yang diketahui beratnya) dan gaya ini terbagi seeara merata pada temp at yang mendukungnya. Gaya yang bekerja seeara tegak lurus pada bidang dibagi dengan area tempat gaya tersebut bekerja disebut tekanan.

Sehingga persamaan tekanan adalah:

F

p

A

IN pasea =_.

mz

Jadi, 1 pascal (pa) = 1 N/m2

Jl. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

6

...... , • '<:~;. ,.-.w

6 AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

Selain satuan tersebut di atas, pada bidang industri dikenal pula satuan-satuan seperti: • Bar

• Psi (poundforce per-square inche)

• Kgf/cnr' (kilogram gaya per-centimeter kuadrat) Hubungan antara satuan tekanan tersebut di atas adalah:

= 100.000 ~

m

1 bar = 100.000 Pa = 100 kPa

1 bar ::::J 14,5 Psi

1 bar ::::J 1 kgficm2 Contoh:

Tekanan 50 bar bekerja pada sebuah bidang datar 1 cm2. Hitung besar gaya yang digunakan? F

A

p

F

= Ai p

F

= 1 cm2 x 50 bar

2 N

= 0,0001 m x 50 x 100.000 -2

m

= SOON

Konversi Satuan

Konversi dari

ke

dikalikan dengan

Unit Symbol Unit Symbol Factor
Inche in centimeter cm 2,54
Feet ft inches in 12
Feet ft meter m 0,3048
Gallons, US US gal liter 1 3,78531
Feet of water ftH20 bar bar 0,02989
Pound (mass) lb kilo~~am -. kg 0,4536
Pressure, Bar bar N ewtonl square- meter N/m2 10'
Pressure, Bar bar Pound force/square inch, Psi lbflin.l 14,5053
Pressure, Bar bar Kilopascals KPa 100
Pressure, Bar bar Kilogram force/square centimeter kgf/cm" 1,0197
Horsepower hp watts W 745,7 Sumber: VIckers Industrial Hydraulics Manual, 1991

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

7

.• '

--tt """ ..

e AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

2. TEORI DASAR FLUIDA 2.1. Fluida Statis (hydrostaics)

Kata hydrostatic tetjadi dari perubahan dua kata Yunani, hydor = air dan statos = tetap atau stationary) sehingga pengertian hydrostatics adalah:

Apabila kita anggap sifat fluida dalam keadaan statis, atau bergerak relatif lambat, rnaka kita katakan sebagai hirostatis.

2.1.1. Tekanan hidrostatis

Tekanan fluida pada dasar bejana sebanding dengan tinggi perrnukaan fluida, seperti garnbar berikut ini:

Penjelasan dari bejana disampaing, Gbr. 1:

Gaya pada dasar FB ::::: A· h- y Tekanan statis pada dasar adalah:

FB A·hoy

p=-= =h·y

A A

h

y = berat jenis fluida

. N

:::::::> air = 10--

dm3

:::::::> rninyak = 9 N3 dm

A = luas penarnpang (horisontal)

Dari kedua bejana pada Gbr. 2, tekanan

di dasar bejana adalah sarna karen a rnerniliki tinggi h yang sama.

A

:::::::::: Y:::::::::::::

GbL 1

----------------------_._---_., ,------------------------

---

, , ---------------_-_--_------------_-----_---_-_- __ - __ -

IF
PIston area A

-, , ! /"
I I
.~
"
/' I I l ! -,
r: f , , Gbr_ 3
8 2.1.2. Prinsip Pascal:

Jika sebuah gaya Fbekerja seperti Gbr, 3, rnaka

fluida akan terdesak di dalarn bejana secara rnerata ke segala arah dan tegak lurus perrnukaan bejana. Persarnaan tekanan akibat gaya tersebut adalah:

F

p=~'

A

Gbr.2

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

a AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

2.1.3. Aplikasi Prinsip Pascal

Jika pada Gbr. 4 piston I diberikan gaya F 1 maka gaya tesebut akan diteruskan ke F2 yang besamya tergantung perbandingan antara luas penampang masing-masing Al dan A2,

piston area AI piston area A?

selama tekanan fluida bejana sarna, maka persamaan menjadi:

Contoh:

Jika gambar seperti Gbr. 4 di atas adalah sebuah tangki hidrolik. Jika gaya F I = 400 N, Al = 10 crn2, A2 = 100 ern', maka hitunglah:

a. Tekanan yang terjadi di dalarn cylinder hidrolik tersebut

b. Gaya angkat F2

Diketahui:

Al = 10 cmz

F 1 = 400 N, maka:

R F

a, p=_l =_2

~ ~

400N =:::::;. p =----=- 10em2

2 =:::::;. p= .. , .. ""N/cm

=:::::;. p = .. " .. ,', N/mz = , Bar = ., Psi

F; . ~ 400N· IOOem2

b. F; =--= 2 = N

Al I Oem

Tugas dan latihan:

1. Berasal dari Gbr.4 di atas.

Jika dibutuhkan gaya F2 dapat rnengangkat 10 ton, gaya F 1 maksimum = 500 N, rnaka perbandingan antara diameter piston 1 dan pistom 2 adalah ?

Jika dz = 30 em, hitunglah tekanan rnaksimum di dalam tangki hidrolik.

Jl, S. Brojonegoro No. I Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

9

.6 AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

2. Konstruksi press hidrolik

Pada Gbr.5, Diketahui:

Fr = 100 N; At = 2 cm2 A2 = 200 cm2

Ditanyakan:

Tekanan kerj a (P) dan ga ya press F2

Jawab:

Gbr. 5

3. Hydraulic cylinder:

Dua piston dengan ukuran yang berbeda dihubungkan dengan piston rod (Gbr. 6 )

Jika PI menekan area AJ sehingga menghasilkan gaya FJ yang bekerja pada piston besar dan diteruskan ke piston lebih kecil sehingga mendorong area piston A2. Jika gaya gesek diabaikan maka persamaan kasus tersebut:

F. =F =>p' LI =p . LI =>l!.!..= Az

I 2 1""1 2 "'"'2 A

P2 I

Jika tekanan PI = 6 bar,

Al = 100 cnr', A2 = 10 cm2, maka tekanan pz dalah:

A,

A;

Gbr.6

------ .... ~-- .. -.------.--.- ..... - ....•.... _ .. "._ .. _ ..

Jl. S. Brojonegoro No. I Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

10

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

2.2.

Hydrodynamics (Fluids in motion)

Kata hydrodynamcs terjadi dari perubahan dua kata Yunani, hydor = air dan dynamos = bergerak, sehingga kesimpulan pengertian hydrodynamic adalah:

Bila kita menganggap bahwa sifatlkarakter fluida dalam keadaan bergera cepat, berarti kajian ini adalah hydrodynamic.

2.2.1. Kecepatan Aliran dan Luas Penampang (Flow Rate)

Volume fluida yang lewat setiap penampang untuk satuan waktu yang sama adalah sama banyaknya, Gbr 7.

Q=V

t

A·s

Q=-

t

Q=A·v

Gbr.7

dimana:

v

Q = debit fluida

[~]

rrun

t = waktu [min]

V = volume fluida

-0----

;v = kecepatan alir [mlmin]

;A = luas penampang pipe [m2]

A

"'-. -0---

Gbr. 8

JI. S. Brojonegoro No. I Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

11

A AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

Fluida rnengalir pada dua ukuran pipa yang berbeda Al dan A; dan tetap akan rnerniliki debit yang sarna QI = Q2 sehingga kecepatan alir akan berbeda seperti persarnaan berikut, Gbc 9:

QI ::o:Q2

QI ::0: AI-vI Q2::o: ~ -v2

maka: ~ - VI ::0: ~ - v2

Gbr. 9

Contoh:

A fluid flows through a pipe with cross-section of 10 cm2 at a velocity of20 em/sec. What is the velocity if the cross-section is reduced to 2 cm2.

Jawab:

Al ::0: lOcml Az = 2cm2

VI = 20cm/ s

maka:

~ -VI = Az -Vl V = ~ -VI

2 ~

lOcm2 • 20cm / s

Vz :::;:;

V2 :::;:; lOOcm/ s

Jl. s. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

12

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

2.2.2. Hydraulic Energy

Fluida memiliki energi mekanikal tertentu. Jika fluida bergerak, total energi fluida bergerak tersebut dihasilkan dari tiga jenis energi, yaitu:

• The potential energy (gravitational energy) => Ws

Energi ini ada sangat tergantung dari ketinggian kolom fluida

• The pressure energy (hydrostatic energy)

=> Wst

Energi ini ada sangat tergantung dari tekanan / pressure

• The kinetic energy (hydrodynamic energy)

Energi ini ada sangat tergantung dari kecepatan alir fluida, Persamaan total energy hidrolik adalah:

Ilustrasi aliran fluida seperti Gbr. 10 menunjukan bahwa tekanan sarna pada setiap posisi dan hanya terjadi sedikit penurunan akibar gesekan (internal and externalfriction)

I

r-

--

--

~ -: __ "' ...... - __ - ... _ -'_.;.:. __ .. -- "",_-.JI

~ -- ~'" -""' .. , .,~

Gbr.l0

Dari hubungan ketiga energi tersebut di atas dapat dibuktikan bahwa kecepatan alir dan selanjutnya energi kinetik W d akan bertambah pada bagian penampang yang lebih kecil dari sebuah pipa seperti Gbr. 1 L Jika Wd lebih besar, energy potensial atau energi tekanan atau keduanya harus menjadi lebih kecil. Tetapi karena perubahan energy potensial pada daerah sempait tersebut hampir tidak mungkin dapat diukur maka energi akibat pressure harus diturunkan untuk menj aga agar energi tetap konstan,.

Pada daerah normal, tekanan

akan konstan kembali. Untuk tekanan oli hidrolik yang

dihasilkan dengan pompa
(pressure energy) energi
potensial dan kinetik
diabaikan. H L

-----------------~~-----------------

Jl. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

13

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

2.2.3. Gesekan Fluida (Friction offluid)

Energi Hidrolik yang dipindahkan melewati pipa / hose pasti ada yang hilang akibat gesekan (friction) antara fluida dan dinding pipa dan antara fluida dan fluida. Timbulnya panas (producing heat) juga akan menyerap energy hydraulic. Kehilangan energi hidrolik juga berarti berkurangnya tekanan fluida yang dihasilkan.

Pada kecepatan alir tertentu fluida bergerak sejajar (layers) dengan

I' , ................. _, ..

kecepatan rata-rata setengan dad -

kecepatan maksimum di tengahtengah pipa seperti Gbr. 12 (laminar flow).

V max

Gbr.12

Jika kecepatan menjadi lebih besar dari harga tertentu (critical velocity) aliran akan bergelora (turbulentflow) seperti Gbr. 13

"""'"

.'1':"''''·''''

-o-,

,-" .. :"'

Gbr. 13

Jl. s. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

14

.6 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

2.3. Fluida Hidrolik (hydraulic fluid)

Pemililihan yang tepat dan perhatian yang baik terhadap fluida hidrolik sangat penting bagi efisiensi kerja mesin dan usia pakai (life time) komponen-komponen hidrolik.

Fluida hidrolik mempunyai empat macam fungsi utama, yaitu:

• Memindahkan energi hidrolik (power transmission)

Dengan oli hidrolik bertekanan sebuah mesin dapat dikontruksi sebagai pendorong, pengangkat, penekan dan sebagainya sesuai kebutuhan pada industri maupun kebutuhan umum (Gambar 14).

MECHANICAL FORCE (F)

LOAD

Gambar 14. Ilustrasi proses pemindahan energi hidrolik

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

15

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

• Melumasi (lubrication), seperti ilustrasi pada gambar 15 berikut ini:

2. Inside the valve body" ....

3. on a thin film of hydraulic fluid (shown greatly exaggerated)

1. A typical sliding valve spool moves back and forth .. , .. ,

4. if this passage is under pressure, the fluid film seals it from adjacent passages", '"

Gambar 15 Fluid lubricates working parts

• Sebagai perantara (Sealing), seperti ilustrasi pada gambar 16 berikut ini:

X 100

1. Microscopic imperfections of the mating parts are

separated _

2. by a film of fluid ...

3. where clearance between the parts is caused by dynamic forces and fluid viscosity.

Gambar 16 Full film lubrication prevents metal to metal contact

JI. S, Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

16

6 AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

• Pendingin (cooling), seperti ilustrasi pada gambar 17 berikut ini:

TO HYDRAULIC SYSTEM

FROM HYDRAULIC SYSTEM

3. heat generated in the system is given off into the atmosphere

1. As the hydraulic. fluid circulates through lines ...

2. and the reservoir

17

Gambar 17. Circulation cools the system

Temperatur yang sesuai untuk suatu operasi pompa / sistem hidrolik dapat dilihat pada tabel lampiran-4.

Selain keempat fungsi tersebut di atas masih terdapat fungsi-fungsi lain yaitu mencegah terjadinya korosi bagian dalam komponen dan mengeluarkan kotoran dan material yang dapat merusak komponen hidrolik.

2.3.1. Sifat-Sifat Fluida (fluid properties)

Ada beberapa sifat fluida hidrolik yang sangat berpengaruh terhadap fungsi utama fluida dan menunjukkan syarat kualitasnya, yaitu:

• Viscosity, yaitu kekentalan fluida hidrolik,

• Pour Point, yaitu temperatur terendah dimana fluida hidrolik masih dapat mengalir

• Lubricating Ability, yaitu kemampuan fluida melumasi dua permukaan yang bergesekan

• Oxidation resistance, yaitu ketahanan fluida dalam mencegah terbentuk oksidasi.

• Rust and Corrosion Protection, yaitu mencegah terjadinya proses karat dan korosi.

• Demulsibility, yaitu kemampuan fluida hidrolik untuk memisahkan diri dari air

JI. s. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

6 AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

2.3.2. Jenis flnida

Secara ekstrim pompa hidrolik dapat beroperasi menggunakan ali dengan viscositas antara 750 sid 7 cSt atau ISOVG 7 sid ISO VG.750. Tetapi secara umum ali hidrolik yang direkomendasikan untuk penggunaan industri adalah:

Viscosity Temperature

= 40 sid 20 cSt (40 VG sid 20 VG, ISO), pada temperatur kerja 40°C = Minimum -20°C dan maksimum 120°C

Untuk keterangan lebih detail dapat dilihat pada technical data setiap alat.

Data tersebut di atas dikutip dari technical data hydraulic pump model G5 produksi Vickers (catalogue GB-C-2005A).

Untuk penggunaan industri secara umum, viscositas ali hidrolik adalah sekitar 150 SSU (ISO VG 32 cST) pada temperatur 40°C. Jika temperatur kerja secara esktrim bervariasi, maka bisa menggunakan multiviscocity grade fluids seperti: SAE 5W - 30 ; 15W - 40 (stadard engine oils) atau oli hidrolik multi-grade.

Sebagai informasi, ATS menggunakan ali hidrolik ISO VG 32 untuk penggunaan mesin-mesin Bending, Grinding dan Radial Bar. (lihat lampiran-3)

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

18

6. AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

3. SIMBOL-SIMBOL PADA SISTEM HYDRAULIC

3.1. Saluran hydraulic (Lines)

Saluran kerja utama (memindahkan energi) atau ali ran balik, ( working line)

Saluran pengontrol (untuk mengendalikan hydraulic equipment), (pilot line)

Saluran keluar atau pembuang (saluran untuk pengeluaran fluida), (drain line)

5. A pilot line operates

a valve or other control.

4. A drain line returns leakage oil to the reservoir.

3. The pressure line is a working line.

~ ~

OIL FLOW r---~.

I

,....._ __ a........ RELIEF VALVE

1" The pump inlet line is a working line.

2. Return lines are working lines.

Gbr. 18. Tiga klasifikasi garis

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

19

e

AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

3.2. Katup (Valve)

1. Envelope is basic symbol.

4 .. Arrow Indicates adjustable.

IN

OUT

3. Arrow shows flow path and direction of flow.

A. RELIEF VALVE (INFINITE POSITIONING)

2. Port connections are drawn to canter or

1. Three envelopes mean neutral P98ition.

the "alve has three positions.

3. Arrows show flow paths and direction of flow.

Simbol-simbollainnya dapat dilihat pada Lampiran-l

B. DIRECTIONAL VALVE (FINITE POSITIONING)

Horizontal be Indicate Inflnl positioning al

C. DIRECTIONAL VALVE (INFINITE POSITIONING)

Gbr. 19 Simbol Dasar Valve

Jl. s. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

20

A. AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

3.3. Actuators

• Cylinder

1. Denotes a pistOn rod.

_--- 2. Denotes a Piston.----=:::t. __ !- __

3. Port connections.

DOUBLE-ACTING CYLINDER

SINGLE-ACTING CYL.INDER

Gbr. 20 Simbol Cylinder single acting dan double acting

• Hydraulic Pump or Motor

1. The energy triangle points out, showing the pump as a 8OU1'Ce.

3. The triangle points in.

The motor recelw. energy.

PUMP

MOTOR (UN I-DIRECTIONAL)

2. lINo triangles Indicate that the pump can operate In reverse.

4. Two triangles denote reversibility.

REVERSIBLE PUMP

REVERSIBLE MOTOR

Gbr. 21 Simbol pompa dan motor

Jl. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

21

a AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

4. POWER SUPPLY

Power supply atau unit tenaga berfungsi menghasilkan fluida hidrolik dengan tekanan tertentu sesuai kebutuhan pada sistem.

LECTRIC MOTOR

RETURN LINE FILTER WITH INDICATOR

CONTROL VALVES

Gambar 22. Power Supply

Secara skematis gambar power supply adalah sebagai berikut:

#15

rrrr ..._- ...... _.~p;..._------4,__ ........... ----M

• I I I - IT

I ! !-l------~----- D~

t.....:::::. . I

#7 I

I I I I I I

#11

Gambar 23. Power 3up!,l.y (simbol)

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

22

6. AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

4.1.Reservoir

Tangki penampung oli hidrolik Menyaring udara dan fluida hidrolik Mengurangi / menghilangkan panas

Fungsi lain seperti landasan pompa dan penyangga peralatan kontrol.

backf/ow pump
-, \ t

5



t , \ \

I streiner cage \

10 suction chamber

Gambar . 24 Reservoir

6. Air filter

7. Backflow connection

8. Removable cover plate

9. Filter cup with dip stick and strainer cage 10. Suction pipe

Simbol:

1. Fluid outlet screw

2. Fluid indicator (max. level)

3. Fluid indicator (min. level)

4. Backflow pipe

5. Baffie plate

Jl. s. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

23

6 AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

4.2.Hydraulic Pump

Pompa hidrolik digunakan untuk mengubah tenagaienergi mekanik dari sumber luar menjadi tenagaienergi fluida.

Simbol:

24

Ada dua tipe dasar pompa yaitu:

• Nonpositive displacement pump

Umumnya digunakan pada pompa air dan dishwasher pada kendaraan dan sangat jarang digunakan sebagai pompa pada sistem hidrolik.

Contoh;:Centrifugal pump

EYE

Impeller imparts centrifugal force to cause pumping action.

Axial flow created by rotating propeller.

CENTRIFUGAL (IMPELLER) TYPES

~.;."

AXIAL~PROPELLER) TYPE

Gambar 25. Nonpositive displacement pump

Jl. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

• Positive displacement pump

Pompa hdrolik pada industri umumnya menggunakan jenis pompa ini. Contoh: Gear pumps, vane pumps

DRIVE GEAR

4. Outlet pressure against teeth causes heavy sideloading on shafts as indicated by arrows.

and forced out

of pressure port as teeth go back into mesh.

2. on is carried around housing in chambers formed between teeth, housing and side plates ...

1. Vacuum is created here as teeth unmesh. Oil enters from reservoir.

Gambar 26. Gear pump

CAM RING SURFACE

2. is carried around

ring in pumping chambers ....

PUMPING CHAMBERS

ECCENTRICITY

A side load is exerted on bearings bscause of pressure unbalance.

o~~

SHAFT

1. Oil enters as space between ring and rotor increases ...

VANES

Gambar 27. Van pump

Jl. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

25

6. AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

4.3.Manometer (pressure gauge)

Manometer pada sistem hidrolik digunakan untuk membantu mengukur tekanan kerja.

1. Body 2
/
2, Spring tube (bourdon tube)
3, Lever .i
4, Rack and pinion segment
5, Gear wheel /4
-:
6. Pointer
Scale 6
7,
8. Connection with throttle Simbol:

Gambar 28. Manometer

Jl, S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

.. ---- ... ,----------~

26

.6. AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

5. PRESSURE DAN FLOW CONTROL VALVES

5.1.Pressure Relief Valve

Pressure Relief Valve atau katup pembebas tekanan berfungsi untuk:

Mengembalikan dan mempertahankan tekanan kerja pada tekanan yang sudah ditentukan

Membatasi tekanan maksimum dalam sistem hidrolik

Mengamankan sistem dari beban yang disebabkan oleh tekanan yang terlalu tinggi.

Terdapat tiga jenis operasi relief valve, yaitu:

Direct operated (direct acting) Pilot operated

Solenoid operated

4, and can be adjusted.

3. Spring tension determines setting ...

5. when valve setting is reached, pump flow Is directed to tank

2. When pressure here is less than valve setting. valve remains closed.

Gambar 29. Direct acting relief valve

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

27

e

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

POPPET

PILar STAGE

BALANCED PISTON

Gambar 30. Pilot operated relief valve

Simbol:

r·_·_·_·_·1

11- 1

L

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

28

a AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

S.2.Sequence Valve

Sequence valve (katup berurutan) digunakan untuk mengontrol urutan kerja cylinder dan alat lain dengan tekanan sirkuit tertentu sesuai kebutuhan sistem

Simbol:

Contoh circuit:

I

I L!.J

P T

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984 29

a AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

S.3.Pressure Reducing Valve

Pressure reducing valves (valve pengurang tekanan) digunakan untuk mengurangi tekanan dalam sirkuit (circuit) sehingga lebih rendah daripada set pressure relief valve.

Simbol:

Contoh circuit:

I

-----,-T",--

P T

n. s. Brojonegoro No_ 1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984 30

6. AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

5.4.Counterbalance valves

Counterbalance valves (valve pengimbang) digunakan untuk mempertahankan beban dengan fluida hidrolik, terutama untuk memberikan back pressure (tekanan balik) pada silinder untuk mencegah agar tidak jatuh mendadak / turun karena gravitasi. Check valve digunakan untuk melewatkan fluid a hidrolik secara bebas ketika silinder uplnaik. Untuk speed control digunakan flow control valve untuk up maupun down.

Simbol: Contoh circuit:

1

_._._._. __ ._._._._._._.1

P T

JI. s. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984 31

a AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

5.5.Pressure Switches

Pressure switches digunakan untuk membuka dan menutup circuit listrik sesuai tekanan circuit fluida hydraulic. Salah satu fungsi valve ini adalah ON atau OFF motor pada tekanan tertentu.

Simbol:

5.6.Flow Control Valve

Pada dasamya semua jenis valve pengatur aliran (katup hambat) digunakan untuk menghambat aliran fluid a primer (in) menjadi aliran sekunder (out) denganjumlah tertentu. Salah satu contoh adalahjlow control with check valve seperti simbol dan gambar.

Simbol:

I-'-'-'-'-'-'-'-'-'-'-'~

I I

I

~.-.-.-.-.-.-.~.~-~.-.~

Contoh circuit:

CHECK VALVE FOR REVERSE FLOW

THROTTLE ADJUSTMENT

11. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

32

e AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM .

6. DIRECTIONAL VALVES

Directional control valves (katup kontrol arah) dirancang untuk menghidupkan Iforward, mematikan/return, kontrol arab, cylinder dan motor hidrolik,

6.1.Two-way Valve

2/2-way valve: number of ports = 2

number of positions = 2

digunakan untuk mengontrol saluran aliran fluida dengan menutup atau mernbuka.

Cara kerja (lihat simbol): Pada kondisi normallnetral saluran P menuju A tertutup. Jika tombol ditekan dari sebelah kiri maka saluran P akan terhubung dengan A.

Simbol:

6.2. Three-way Valve

3/2-way valve: number of ports = 3

number of positions = 2

digunakan untuk mengontrol saluran aliran fluida pada silinder kerja tunggal (single acting cylinder).

Cara kerja:

Simbol:

11. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

33

6. AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

6.3.Four-way Valve

Valve dengan empat saluran umumnya digunakan untuk mengatur I mengontrol aliran fluida ke silinder aksi ganda (double acting cylinder) dan ke hydraulic motor.

Contoh valve: 4/3-way valves:

number of ports = 4 number of positions = 3

Simbol:

Contoh circuit:

p

T

Jl. s. Brojonegoro No. I Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

34

a AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

6.4.Check Valve

Check valve biasa disebut juga sebagai valve satu arah digunakan untuk mendapkan aliran fluida hanya searah saja. Aliran dari arah berlawanan ditutup.

Contoh valve: One-way valve

Simbol: Contoh circuit:

BALL (OR POPPET)

c

IN

FREE FLOW ALLOWED AS BALL UNSEATS

FLOW BLOCKED AS VALVE SEATS

Jl. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

35

6. AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

6.5.Sistem pengoperasian valve

Untuk mengoperasikan valve tipe spool/slide valve maupun ripe putar, terdapat lima kategori pengoperasian, yaitu:

• Manual operated

Pengoperasian dengan cara manual biasanya menggunakan tuas untuk menghubungkan spool dengan handle. Terdapat pula valve dengan pengoperasian pedal kaki (footoperated).tetapi relatif kurang aman untuk penggunaan saat ini. Simbol manual operated lihat gambar simbol valve 4/3-way valve di bawah.

'IT" (TANK) PASSAGE

"S" PASSAGE

"P" (PRESSURE) PASSAGE

"A" GAUGE PORT

Gambar 31. Manual operated

Simbol:

AI IIZ~

JI. S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

36

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

Mechanical operated

Mechanical operated umurnnya menggunakan roller / wheel. Valve akan bekerja jika roller digerakkan oleh silinder atau cam sehingga menggeser spool valve, Umumnya digunakan sebagai pembatas gerakan maksimum atau minimum.

P A
"8'"
T B

'.liT':' Gambar 33 .. Mechanical operated

• Pilot operated

Pneumatic operated: Pengoperasian valve dengan menggunakan udara bertekanan.

Hydraulic operated: Pengiperasian valve dengan menggunakan aliran oli (pilot flow) untuk menggerakka spool.

JI. S. Brojonegoro No. I Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

37

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

• Electrical operated

Pengoperasian dengan listrik umumnya disebut solenoid.

1. When coil is energized ...

2. Armature is pulled against solenoid pin.

3. Solenoid pin moves spool.

ARMATURE

FRAME

Simbol:

Gambar 33. Solenoid

6 AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) V TRADE TRAINING PROGRAM

7. ACTUATORS

Actuators adalah alat untuk mengubah energi hidrolik menj adi energi mekanik. T erdapat dua jenis actuator yaitu cylinder dan motor.

7.1. Cylinder

Cylinder hidrolik bekerja dengan lurus (linier) dan merupakan actuator yang paling banyak digunakan dalam industri. Secara umum terdapat dua jenis cylinder hidrolik yaitu SingleActing Cylinder dan double-acting cylinder.

Single-acting cylinder:

PRESSURE

TANK

Operation: Fluida hidrolik bertekanan mendorong piston untuk maju, dan pegas akan mendorong baliklmundur piston dan oli kembali ke tank.

Simbol:

Gambar 34. Spring return, Single-acting cylinder

'K?MI

I

Jl. s. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

39

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

Double-acting cylinder:

FROM PUMP

~ EXHAUST ,) TO TANK

RETRACT CYLINDER

'-1 FROM PUMP

EXTEND CYLINDER

Gambar 35, Basic double-acting cylinder

Operation: Fluida hidrolik bertekanan dibutuhkan untuk mendorong pada saat maju atau mundur (extending or rectractingy.

Simbol:

II t--- ---+--1

r I

Konstruksi cylinder:

ROD END HEAD

CUSHION COLLAR

PISTON SEALS

OPTIONAL AIR VENTS (FOR BLEEDING AIR FROM CYLINDER)

CAP END HEAD

BODY

STATIC SEAL

Gambar 36 .. Typical cylinder contruction

40

Jl, S, Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

e

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

7.2. Hydraulic Motor

Motor hidrolik merupakan actuators yang merubah energi hidrolik menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran akibat torsi (rotary hydraulic actuators). Konstruksinya motor hidrolik sejenis dengan pompa hidrolik seperti gambar di bawah ini ..

The resulting force

on the vane creates torque on the motor shaft.

1. Pressure on this vane means a force.

SYSTEM PRESSURE

A. BASIC OPERATION

1. This vane is subject to high pressure at the inlet side and low pressure opposite.

OUTLET

INLET

2. The resulting force on the vane creates torque on the rotor shaft.

3. The inlet connects to two opposing pressure passages

to balance side loads on the rotor.

B. BALANCED DESIGN

Gambar 37. Torque development in a balanced vane motor

Jt S. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

41

e

AKADEMI TEKNIK SOROAKO CATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM

Konstruksi motor hidrolik:

ROTOR

VANE

CHECK VALVE

RING

BEARINGS

Gambar 38. Construction of van hydraulic motor

Simbol:

3. The triangle points in.

The motor receives energy.

4. Two triangles denote reversibility.

MOTOR (UNI-OIRECTIONAL)

REVERSIBLE MOTOR

JI. S. Brojonegoro No, I Sorowako, Sulawesi Selatan 92984

42

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->