Anda di halaman 1dari 39
AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) VOCATIONAL TRAINING COURSE. DASAR-DASAR HIDROLIK (BASIC HYDRAULICS) DIGUNAKAN UNTUK KALANGAN SENDIRE JUNE 2003, PENYUSUN AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 1, PENDAHULUAN 1.1.Umum Belajar hidrolik (ydraulics) berarti mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan penggunaan dan karakteristik / sifat-sifat cairan (liquid). Sejak jaman dahulu manusia memanfaatkan cairan untuk mengurangi beban mereka seperti penggunaan rakit sebagai media transportasi Pada dekade terakhir abad ke 17 yang diawali dengan penemuan hukum Pascal, pemanfaatan cairan sebagai penerus tenaga (transmitting power), melipatgandakan tenaga (multiplying force) dan merubah gerakan (modifying motions) mulai dilakukan pada berbagai industri khususnya industri berat. Pada jaman industri modem saat ini penggunaan sistem dan alat-alat hidrolik sangat luas seperti: © Machine tools ( mesin industri) © Heavy equipment (alat-alat berat seperti kren, truck dll.) © Motor Vehicles ‘+ Alat penggerak pabrik dil. Beberapa keuntungan menggunakan tenaga hidrolik adalah dapat memindahkan tenaga yang besar dengan menggunakan komponen relatif kecil, dapat dikontrol dan diatur dengan lebih mudah, variable speed, reversible dan overload protection, Selain tersebut di atas komponen- Komponen hidrolik juga dapat melumasi sendiri (self-lvbricating) sehingga memiliki usia pakai yang lebih panjang Selain keuntungan, memanfaatkan tenaga hidrolik juga disertai dengan lelemahan-kelemahan seperti kasus kecelakaan yang dapat terjadi akibat tekanan tinggi (high pressure) dari fluida. Memastikan bahwa semua sambungan (connections) terpasang dengan baik dan tidak terdapat kebocoran merupakan salah satu perhatian yang harus diutamakan untuk menghindari kecelakaan pada sistem hidrolik. Salah satu bentuk pemindahan energi (transfer of energy) secara skematis pada peralatan hidrolik adalah sebagai berikut: 7 Hydraulic devices - Electric | 771] Hydraulic | Hydraulic eat H fe |p} for controlling and [a _| MYT tool regulating electrical hydrautie Iydraulic mechanical energy energy energy energy ILS. Brojonegoro No. 1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984 —— 3 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 1.2, Massa, Gaya dan Tekanan (Mass, Force and Pressure) Pada sistem hidrolik, gaya dan tekanan sangat penting. Berdasarkan definisi masing-masing memiliki hubungan yang sangat erat sebagai berikut Gaya (Force) Sesuatu yang merubah kecepatan (dari nol) atau merubah keadaan benda, Satuan gaya : Newton, Pound gaya (Ibf) Berdasarkan hukum Newton persamaan gaya adalah sebagai berikut Force = mass x acceleration Femxa Coitoh: Sebuah massa 1 kg digantung pada sebuag tali (massa tali diabaikan), maka gaya berat benda tersebut adalah: F =m-g (g>=percepatan gravitasi bumi = 9,806 m/s?) Fo = 1 kg 91% s =9,81N Jika besar gaya tersebut di atas konversikan dari Newton ke kgf (kilogram force), maka: 9,81 N= 1 ket => 10N © Ikef Tekanan (Pressure) Kita ketahui dari kenyataan bahwa setiap benda terletak pada suatu tempat dengan gaya tersendiri (yang diketahui beratnya) dan gaya ini terbagi secara merata pada tempat yang mendukungnya Gaya yang bekerja secara tegak lurus pada bidang dibagi dengan area tempat gaya tersebut bekerja disebut tekanan. Sehingga persamaan tekanan adalah a uy A N pascal = m, Jadi, 1 pascal (pa) = 1 N/m? ILS. Bojonsgoro No.1 Sorowako, Sulwes Selatan 92984 6 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM Selain satuan tersebut di atas, pada bidang industri dikenal pula satuan-satuan seperti © Bar © Psi (pound force per-square inche) © Kgffcm? (kilogram gaya per-centimeter kuadrat) ‘Hubungan antara satuan tekanan tersebut di atas adalah: Lbar = 100,000 Pa =100kPa = 100.000 =10 4 mm mm Lbar 14,5 Psi Lbar = 1 kgffem™ Contoh: ‘Tekanan 50 bar bekerja pada sebuah bidang datar 1 cm?. Hitung besar gaya yang digunakan? F pa a =A-p F =1em?x 50 bar — = 0,0001 m? x 50x 100.000 ns =500N mi Konversi Satuan Konversi dari ~~» ke §=9-—_______» dikalikan dengan Unit Symbol Unit Symbol | Factor Inche in centimeter 2,54 | Feet ft inches in 12 Feet t meter m 03088 | Gallons, US US gal liter 1 [3.78531 Feet of water REO | bar bar 0,02989 Pound (mass) 1b Kilogram = atte 0,4536 Pressure, Bar bar ‘Newton/square-meter Nit 16 Pressure, Bar bar ‘Pound force/square inch, Psi Tbfin® 14,5053 Pressure, Bar bar Kilopascals KPa 100 Pressure, Bar | bar Kilogram force/square centimeter | kgffem™ — | 1,0197 Horsepower hp ‘watts Ww 745,7 ‘Sobor Vickers Tada! Hyrolica Manual, 1991 IL. Brojanegore No. | Sorowako, Sulawesi Seisan 92984 7 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 2. TEORI DASAR FLUIDA. 2.1. Fluida Statis (hydrostaics) Kata hydrostatic terjadi dari perubahan dua kata Yunani, hydor ~ air dan statos = tetap atau stationary) sehingga pengertian hydrostatics adalah: Apabila kita anggap sifat fluida dalam keadaan statis, atau bergerak relatif lambat, maka kita katakan sebagai hirostatis. 2.1.1, Tekanan hidrostatis Penjelasan dari bejana disampaing, Gor. 1 Gaya pada dasar FB = A-h-y ‘Tekanan statis pada dasar adalah: BAY, A A 5 ‘ N y = berat jenis fluida = air= 10-2, an ee dir A =luas penampang (horisontal) Tekanan fluida pada dasar bejana sebanding dengan tinggi permukaan fluida, seperti gambar berikut ini Dari kedua bejana pada Gbr. 2, tekanan di dasar bejana adalah sama karena memiliki tinggi k yang sama Ge. 2 2.1.2, Prinsip Pascal: Jika sebuah gaya F bekerja seperti Gbr. 3, maka fluida akan terdesak di dalam bejana secara merata ke a : iston ares segala arah dan tegak lurus permukaan bejana Persamaan tekanan akibat gaya tersebut adalah: NOE t} =a) ed a ,o 4 pra Ze tt SS ars JS. Brojonogeo No. | Sovowako, Sulawesi Selatan 92984 8 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 2.1.3. Aplikasi Prinsip Pascal Jika pada Gbr. 4 piston 1 diberikan gaya Fy maka gaya tesebut akan diteruskan ke F: yang | , ee t besarnya tergantung perbandingan antara luas piston area Ay penampang masing-masing A; dan Az pat ee Ay me selama tekanan fluida bejana sama, maka m persamaan menjadi = 44 ~ RA A Contoh: Jika gambar seperti Gbr. 4 di atas adalah sebuah tangki hidrolik. Jika gaya F, = 400 N, Ay = 10 om?, Az = 100 cm’, maka hitunglah: a. Tekanan yang terjadi di dalam cylinder hidrolik tersebut b. Gaya angkat F, Diketahui Ai= 100m? ; A2=100em* —-;_F, = 400 N, maka: A 400: ed => p= ys > pe o.....Nlem* A A 10cm’ => p= Nim =... Bar =. Psi A0ON -100cm" _ N 10cm* Tugas dan latihan: 1, Berasal dari Gbr.4 di atas. Jika dibutubkan gaya F; dapat mengangkat 10 ton, gaya F, maksimum = 500 N, maka perbandingan antara diameter piston 1 dan pistom 2 adalah ? Jika d; = 30 cm, hitunglah tekanan maksimum di dalam tangki hidrolik JL. Brajonegoro No I Sorowako, Sulawesi Salitan 92986 9 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 2. Konstruksi press hidrolik Pada Gor.5, Diketahui: F,=100N; A; =2 cm* Ao =200 cm? Ditanyakan: ‘Tekanan kerja (p) dan gaya press Fz working (main) Jawab: non-return alve rs Gbr. 5 3. Hydraulic cylinder: Dua piston dengan ukuran yang berbeda dihubungkan dengan piston rod (Gor. 6 ) Jika pr menekan area A; schingga menghasilkan gaya F; yang bekerja pada piston besar dan diteruskan ke piston lebih kecil schingga mendorong area piston Az. Jika gaya gesek diabaikan maka persamaan kasus tersebut: F=K> 7-4-7 ha % A Jika tekanan p,= 6 bar, Ai = 100 em’, Az = 10 om’, maka tekanan p, dalah: ILS. Beojonsporo No.1 Sorwako, Sulawed Selatan 92984 10 © 2.2. AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM Hydrodynamics (Fluids in motion) Kata hydrodynames terjadi dari perubahan dua kata Yunani, hydor = air dan dynamos = bergerak, sehingga kesimpulan pengertian hydrodynamic adalah Bila kita menganggap bahwa sifavkarakter fluida dalam keadaan bergera cepat, berarti kajian ini adalah hydrodynamic. Volume fluida yang lewat setiap penampang untuk satuan waktu yang sama adalah sama banyaknya, Gbr 7. vo 7 2.2.1, Kecepatan Aliran dan Luas Penampang (Flow Rate) “s t o-45 Q=Ay dimana: Q= W, Energi ini ada sangat tergantung dari ketinggian kolom fluida © The pressure energy (hydrostatic energy) > Wa Energi ini ada sangat tergantung dari tekanan / pressure © The kinetic energy (hydrodynamic energy) => Wa Energi ini ada sangat tergantung dari kecepatan alir fluida Persamaan total energy hidrolik adalatr W, +W,, +W, = constant Ilustrasi aliran fluida seperti Gbr. 10 menunjukan bahwa tekanan sama pada setiap posisi dan hanya terjadi sedikit penurunan akibar gesekan (internal and external friction) Gbr.10 Dari hubungan ketiga energi tersebut di atas dapat dibuktikan bahwa kecepatan alir dan selanjutnya energi kinetik Wg akan bertambah pada bagian penampang yang lebih kecil dari sebuah pipa seperti Gbr. 11. Jika Wa lebih besar, energy potensial atau energi tekanan atau Keduanya harus menjadi lebih kecil. Tetapi karena perubahan energy potensial pada daerah sempait tersebut hampir tidak mungkin dapat diukur maka energi akibat pressure harus diturunkan untuk menjaga agar energi tetap konstan, Pada daerah normal, tekanan akan konstan kembali. Untuk tekanan oli hidrolik yang dihasilkan dengan pompa (pressure energy) energi potensial dan —_kinetik diabaikan, Gbr_i ILS. Bagjonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984 B ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM 2.2.3. Gesekan Fluida (Friction of fluid) : Energi Hidrolik yang dipindahkan melewati pipa / hose pasti ada yang hilang akibat gesekan (friction) antara fluida dan dinding pipa dan antara fluida dan fluide, Timbulnya panas (producing heat) juga akan menyerap energy hydraulic. Kehilangan energi hidrolik juga berarti berkurangnya tekanan fluida yang dihasilkan Pada kecepatan alir tertentu fluida bergerak sejajar (layers) dengan kecepatan rata-rata setengan dari kecepatan maksimum di tengah- tengah pipa seperti Gbr. 12 (laminar flow) Gbr. 12 Jika kecepatan menjadi lebih besar dari harga tertentu (critical velocity) aliran akan bergelora (turbulent flow) seperti Gbr. 13 Gor. 13 ILS, Brajonegoro No.1 Soowako, Slawesi Stan 92984 4 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 2.3, Fluida Hidrolik (hydraulic fluid) Pemi han yang tepat dan perhatian yang baik terhadap fluids hidrolik sangat penting bagi efisiensi kerja mesin dan usia pakai (life time) komponen-komponen hidrolik Fluida hidrolik mempunyai empat macam fungsi utama, yaitu + Memindahkan energi hidrolik (power transmission) Dengan oli hidrolik bertekanan sebuah mesin dapat dikontruksi sebagai pendorong, pengangkat, penekan dan sebagainya sesuai kebutuhan pada industri maupun kebutuhan umum (Gambar 14), MECHANICAL FORCE @ HYDRAULIC FLUID Gambar 14, Ilustrasi proses pemindahan energi hidrolik JS, Brjonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Seta 92988 15 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM = Melumasi (lubrication), seperti ilustrasi pada gambar 15 berikut ini 3, onan im fei Aid (shown grey | eraneratcd 2. Inside the valve body... 1. A typical sliding valve spool moves back and forth 4. if this passage is under pressure, the fluid film seals it from adjacent passages. Gambar 15 Fluid lubricates working parts = Sebagai perantara (Sealing), seperti ilustrasi pada gambar 16 berikut ini: x 100 1. Microscopie impertactions ‘of the mating parts are separated 2. by a fim of fd. where claarance between the parts caused by dynamic forces and tui viscosity Gambar 16 Full film lubrication prevents metal to metal contact JL. Brojonagaro No, | Srowako, Sulawesi Sean 2988 16 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM + Pendingin (cooling), seperti itustrasi pada gambar 17 berikut ini TO HYDRAULIC SYSTEM FROM HYDRAULIC SYSTEM 3. heat generated inthe system is given of into the atmosphere 1. As the hydraulic tid 2. and the resevor Circulates through lines. Gambar 17. Circulation cools the system ‘Temperatur yang sesuai untuk suatu operasi pompa / sistem hidrolik dapat dilihat pada tabel lampiran-4, Selain keempat fungsi tersebut di atas masih terdapat fungsi-fungsi Iain yaitu mencegah terjadinya korosi bagian dalam komponen dan mengeluarkan kotoran dan material yang dapat merusak komponen hidrolik. 23.1. Sifat-Sifat Fluida (fluid properties) ‘Ada beberapa sifat fluida hidrolik yang sangat berpengaruh tethadap fungsi utama fluida dan menunjukkan syarat kualitasnya, yaitu: + Fiscosity, yaitu kekentalan fluida hidrolik * Pour Point, yaitu temperatur terendah dimana fluida hidrotik masin dapat mengalir * Lubricating Ability, ya kemampuan fluida melumasi dua permukaan yang bergesekan * Oxidation resistance, yaitu ketahanan fluida dalam mencegah terbentuk oksidasi * Rust and Corrosion Protection, yaitu mencegah tetjadinya proses karat dan korosi = Demulsibility, yaitu kemampuan fluida hidrolik untuk memisahkan diti dari air JL, Brojanegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 72984 7 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 2.3.2. Jenis fluida Secara ekstrim pompa hidrolik dapat beroperasi menggunakan oli dengan viscositas antara 750 sid 7 St atau ISOVG 7 sid ISO VG.750. Tetapi secara umum oli hidrolik yang direkomendasikan untuk penggunaan industri adalah: = Viscosity = 40 s/d 20 oSt (40 VG s/d 20 VG, ISO), pada temperatur kerja 40 °C - Temperature = =Minimum -20°C dan maksimum 120°C Untuk keterangan lebih detail dapat dilihat pada technical data setiap alat, Data tersebut di atas dikutip dari technical data hydraulic pump model GS produksi Vickers (catalogue GB-C-2005A). Untuk penggunaan industri secara umum, viscositas oli hidrolik adalah sekitar 150 SSU (ISO VG 32 cST) pada temperatur 40°C. Jika temperatur kerja secara esktrim bervariasi, maka bisa menggunakan multiviscocity grade fluids seperti: SAE SW — 30 ; 1SW — 40 (stadard engine oils) atau oli hidrolik multi-grade. Sebagai informasi, ATS menggunakan oli hidrolik ISO VG 32 untuk penggunaan mesin-mesin Bending, Grinding dan Radial Bor. (lihat lampiran-3) ILS. Beojonegoro No. Sorowako,Sunwesi Selatan 92984 18 ‘TRADE TRAINING PROGRAM 3. SIMBOL-SIMBOL PADA SISTEM HYDRAULIC & AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) 3.1. Saluran hydraulic (Lines) Saluran kerja utama (memindahkan energi) atau aliran balik, (working line) —— —— — — —— Saluran pengontrol (untuk mengendalikan hydraulic equipment), (pilot line) ----------- Saluran keluar atau pembuang (saluran untuk pengeluaran fluida), (drain line) 5A plat line operates 4. A rane reurrs oskae 2 val or other conto, reser 3. The pressure tine is a working line. MOTOR RESERVOIR 1. The pump inlet fine is a ‘working tine. 2. Return lines are working lines. Gbr. 18. Tiga klasifikasi garis ILS, Brojoncgoro No. { Sovwako, Sulawesi Selatan 92984 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 3.2. Katup (Valve) 1. Envelope is 2. Pilot line denotes basic symbol 1" ‘operation by preasure hae 3. Arrow shows flow path 4. Arrow Indicates. land direction of flow. ‘adlustable. A ae VALVE (INFINITE POSITIONING) 2. Poet connections are rewn to center or 1. Three envelopes mean ‘neutral position. . Arrows show flow paths the valve haa three positions. land direction of flow. Ta B. DIRECTIONAL VALVE (FINITE POSITIONING) Hortzontal be Indicate tnfint positioning al © DIRECTIONAL VALVE (INFINITE POSITIONING) Gbr. 19 Simbol Dasar Valve Simbol-simbol lainnya dapat dilihat pada Lampiran-1 1. Brajoncgoro No.1 Sorowako, Sulawesi Sela 92986 20 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 3.3. Actuators ° Cylinder 4. Denotes a piston rod. 2. Denatee a pieton. 3. Port | SINGLE-ACTING ee DOUBLE-ACTING GraNDER SrUNOER Gbr. 20 Simbol Cylinder single acting dan double acting © Hydraulic Pump or Motor 41. The energy triangle points out, showing The triangle points in, the pump as a source, ‘The motor receives energy. O © MOTOR (UNI-DIRECTIONAL) 2. Two triangles indicate 4, Two triangles denote that the pump can reversibiity. operate In reverse, / REVERSIBLE PUMP REVERSIBLE MOTOR Gbr. 21 Simbol pompa dan motor ILS. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Satan 92984 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 4. POWER SUPPLY Power supply atau unit tenaga berfungsi menghasilkan fluida hidrolik dengan tekanan tertentu sesuai kebutuhan pada sistem. iecrric “HYDRAULIC ‘CONTROL, VALVES Gambar 22. Power Supply Secara skematis gambar power supply adalah sebagai berikut: Gambar 23. Power Supsly (simbol) ILS. Beajonegiro No, | Sorowako, Sulawesi Selatan 92984 2 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 4.1.Reservoir * Tangki penampung oli hidrolik * Menyaring udara dan fluida hidrolik © Mengurangi / menghilangkan panas = Fungsi lain seperti landasan pompa dan penyangga peralatan kontrol. backflow ae 5 faaee swarer cove backflow chamber 10 suction chamber Gambar . 24 Reservoir 6. Air filter 1. Fluid outlet screw 7. Backflow connection 2. Fluid indicator (max. level) 8. Removable cover plate 3. Fluid indicator (min, level) 9. Filter cup with dip stick and strainer cage 4. Backflow pipe 10. Suction pipe 5. Baffle plate Simbol: JL 8. Brojonegoro No, 1 Sorowako, Sulawesi Selstan 92984 ~ 23 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 4.2.Aydraulic Pump Pompa hidrolik digunakan untuk mengubah tenaga/energi mekanik dari sumber luar menjadi tenaga/energi fluida. Simbol: Ada dua tipe dasar pompa yaitu + Nonpositive displacement pump Umumnya digunakan pada pompa air dan dishwasher pada kendaraan dan sangat jarang digunakan sebagai pompa pada sistem hidrolik. Contoh;:Centrifugal pump EYE INLET OUTLET Impeller imparts centrifugal force to cause pumping IMPELLER, action. BLADES DIFFUSER Axial flow created by rotating propeller, IMPELLER CENTRIFUGAL (IMPELLER) TYPES _ AXIALYPROPELLER) TYPE Gambar 25. Nonpositive displacement pump IIS, Brjonegoro No.1 Sovowako, Suawati Selatan 92988 2 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM «Positive displacement pump Pompa hdrolik pada industri umumnya menggunakan jenis pompa ini Contoh: Gear pumps, vane pumps twoth causes heavy side and forced out loading on shatts as Pressure port as ourLer, tscth go back into ingicatea by arrows. Fal DAIVE GEAR 2. Oils carriad around 1. Vacuum Is created here as housing in chambers, taoth unmest, Oi entre formed between teath, trom reservoit, housing and side plates. Gambar 26. Gear pump CAM RING SURFACE 2. is carried around ring in pumping cham PUMPING ECCENTRICITY A sido load is oxored ‘on bearings because ‘f pressure unbalance SHAFT- 1. Oil enters as space between ring and rotor increases. 8. and is discharged 18 space decreases casTING VANES Gambar 27. Van pump ILS. Brojonagoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984 23 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 4.3. Manometer (pressure gauge) ‘Manometer pada sistem hidrolik digunakan untuk membantu mengukur tekanan kerja. 1. Body ? Spring tube (bourdon tube) Lever fen Rack and pinion segment NN Gear wheel Pointer 7. Seale 8. Connection with throttle i Poe Gambar 28. Manometer Simbol: ILS. Drojoneporo No.1 Sorowake, Sulawesi Selatan 92984 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 5. PRESSURE DAN FLOW CONTROL VALVES 5.1.Pressure Relief Valve Pressure Relief Valve atau katup pembebas tekanan berfungsi untuk ~ Mengembalikan dan mempertahankan tekanan kerja pada tekanan yang sudah ditentukan - Membatasi tekanan maksimum dalam sistem hidrolik - Mengamankan sistem dari beban yang disebabkan oleh tekanan yang terlalu tinggi Terdapat tiga jer operasi relief valve, yaitu ~ Direct operated (direct acting) = Pilot operated - Solenoid operated Spring tension 1. Spring holds determines setting... piston seated. A Let (FROM PUMP) 5. when valve setting is reached, 2. When prossure here pump flow Is directed to tank is less than valve setting, valve remains closed. Gambar 29, Direct acting relief valve JL, Brojonegoro No, 1 Sorowako, Sulawed Selatan 92984 7 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM BALANCED PISTON POPPET Gambar 30. Pilot operated relief valve : Hp Simbol: i L l | JS. Bagjonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Stan 92984 28 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 5.2,Sequence Valve Sequence valve (katup berurutan) digunakan untuk mengontrol urutan kerja cylinder dan alat lain dengan tekanan sirkuit tertentu sesuai kebutuhan sistem Contoh circuit: 5.8, Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulnwesi Sclatan 92984 29 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 5.3.Pressure Reducing Valve Pressure reducing valves (valve pengurang tekanan) digunakan untuk mengurangi tekanan dalam sirkuit (circuit) sehingga lebih rendah daripada set pressure relief valve Contoh circuit: 1.8. Brajonogoro No, | Sorowako, Sulawesi Selatan 92984 30 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 5.4.Counterbalance valves Counterbalance valves (valve pengimbang) digunakan untuk mempertahankan beban dengan fluida hidrolik, terutama untuk memberikan back pressure (tekanan balik) pada silinder untuk mencegah agar tidak jatuh mendadak / turun karena gravitasi. Check valve digunakan untuk melewatkan fluida hidrolik secara bebas ketika silinder up/naik. Untuk speed control digunakan flow control valve untuk yp maupun down. Simbol: Contoh circuit: ALS. Drojonsgor No 1 Soromako, Suawan Selatan 92984 3 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM 5.5.Pressure Switches Pressure switches digunakan untuk membuka dan menutup circuit listrik sesuai tekanan circuit fluida hydraulic. Salah satu fungsi valve ini adalah ON atau OFF motor pada tekanan tertentu Simbol: 5.6.Flow Control Valve Pada dasaya semua jenis valve pengatur aliran (katup hambat) digunakan untuk menghambat aliran fluida primer (in) menjadi aliran sekunder (out) dengan jumlah tertentu. Salah satu contoh adalah flow control with check valve seperti simbol dan gambar. Simbol: Contoh circuit: — z ; wom ! H 8 ri rewrerrune — a =} COMPENSATING TE af 6 noo 4 i iS 8 ce0x vALVE Fon : SEVERSE FLOW cowPENsaron THROTTLE ADLUSTIUENT ILS, Brojonegoro No.1 Sorwako, Sulawesi Stan 92984 2 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM 6. DIRECTIONAL VALVES Directional control valves (katup kontrol arah) dirancang untuk menghidupkan /forward, mematikan/return, kontrol arah, cylinder dan motor hidrolik. 6.1. Two-way Valve 2/2-way valve: number of ports = 2 number of positions = 2 digunakan untuk mengontrol saluran aliran fluida dengan menutup atau membuka. Cara kerja (lihat simbol): Pada kondisi normal/netral saluran P menuju A tertutup. Jika tombol ditekan dari sebelah kiri maka saluran P akan terhubung dengan A Simbol A 7 6.2.Three-way Valve 3/2-way valve: number of ports = 3 number of positions = 2 digunakan untuk mengontrol saluran aliran fluida pada silinder kerja tunggal (single acting oylinder) Cara kerja: am Simbol; ILS. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Sltan 92986 33 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM 6.3.Four-way Valve Valve dengan empat saluran umumnya digunakan untuk mengatur / mengontrol aliran fluida ke silinder aksi ganda (double acting cylinder) dan ke hydraulic motor. Contoh valve: 4B3-way valves: number of ports = 4 number of positions = 3 Simbot: Contob circuit: AB ++ IS. Brojonegoro No. 1 Sorowako, Sulawest Selatan 92984 34 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 6.4.Check Valve Check valve biasa disebut juga sebagai valve satu arah digunakan untuk mendapkan aliran fluida hanya searah saja. Aliran dari arah berlawanan ditutup. Contoh valve: One-way valve Simbot Contoh circuit —O— SEAT BALL (OR POPPET) FREE FLOW ALLOWED ‘AS BALL UNSEATS FLOW BLOCKED AS VALVE SEATS LIS. Brjonogoro No.1 Sora, Sulawed Selatan 92984 35 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 6.5.Sistem pengoperasian valve Untuk mengoperasikan valve tipe spool / slide valve maupun tipe putar, terdapat lima kategori pengoperasian, yaitu: © Manual operated Pengoperasian dengan cara manual biasanya menggunakan tuas untuk menghubungkan spool dengan handle, Terdapat pula valve dengan pengoperasian pedal kaki (foot- operated).tetapi relatif kurang aman untuk penggunaan saat ini, Simbol manual operated lihat gambar simbol valve 4/3-way valve di bawah. “T" (TANK) PASSAGE “BT PASSAGE “Pp” (PRESSURE) PASSAGE “A” PASSAGE “K" GAUGE PORT “B" GAUGE PORT. Gambar 31, Manual operated Simbol: ~ ILS. Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawesi Selatan 92984 36 AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM + Mechanical operated Mechanical operated umumnya menggunakan roller / wheel, Valve akan bekerja jika roller digerakkan oleh silinder atau cam sehingga menggeser spool valve. Umumnya digunakan sebagai pembatas gerakan maksimum atau minimum q ss < “er P/-———»\a ve a3 B op Gambar 33. Mechanical operated * Pilot operated Pneumatic operated: Pengoperasian valve dengan menggunakan udara bertekanan. Hydraulic operated: Pengiperasian valve dengan menggunakan aliran oli (pilot flow) untuk menggerakka spool WW ILS, Brojonegoro No.1 Sorowako, Sulawes Sean 92988 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM Electrical operated Pengoperasian dengan listrik umumnya disebut solenoid, 1. When coil is energized. ARMATURE 2. Armature is pulled against solenoid pin, SOLENOID PIN Simbol: HYDRAULIC FLUID SPOOL 3. Solenoid pin moves spool DYNAMIC SEAL con. Gambar 33. Solenoid ae AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM 7, ACTUATORS Actuators adalah alat untuk mengubah energi hidrolik menjadi energi mekanik. Terdapat dua jenis actuator yaitu cylinder dan motor. 7.1. Cylinder Cylinder hidrolik bekerja dengan lurus (linier) dan merupakan actuator yang paling banyak digunakan dalam industri, Secara umum terdapat dua jenis cylinder hidrolik yaitu Single- Acting Cylinder dan double-acting cylinder. + Single-acting cylinder: PRESSURE TANK Gambar 34. Spring return, Single-acting cylinder Operation: Fluida hidrolik bertekanan mendorong piston untuk maju, dan pegas akan mendorong balik/mundur piston dan oli kembali ke tank, Simbol: ILS. Brajonegoro No.1 Soowako, Sulawesi Selatan 92984 9 EXHAUST TO TANK EXTEND CYLINDER (extending or rectracting), Simbol: Konstruksi cylinder: °) enom puMP AKADEMI TEKNIK SOROAKO (AATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM Double-acting cylinder: RETRACT CYLINDER Gambar 35. Basic double-acting cylinder Operation: Fluida hidrolik bertekanan dibutuhkan untuk mendorong pada saat maju atau mundur CUSHION COLLAR, PISTON SEALS ROO BEARING Tie ROD ROD WIPER ROD END HEAD ROD END PORT OPTIONAL AIR VENTS: (FOR BLEEDING AIA FROM CYLINDER) (CAP END HEAD CAP END PORT CUSHION PLUNGER STATIC SEAL ILS. Brajonegoro No.1 Sorowako, Gambar 36. Typical cylinder contructiva inves Selatan 92984 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) TRADE TRAINING PROGRAM 7.2, Hydraulic Motor Motor hidrolik merupakan actuators yang merubah energi hidrolik menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran akibat torsi (rotary hydraulic actuators). Konstruksinya motor hidrolik sejenis dengan pompa hidrolik seperti gambar di bawah ini. fon tho vane ereatos ‘means a fore, torque on the motor shat SYSTEM PRESSURE| ROTOR ‘A. BASIC OPERATION 1. This vane is subject to high pressure at the inlet side and low ‘pressure opposite our ROTATION, IMLeT 8. Tho inlet connects to two opposing pressure passages to balance side loads| 2. The resulting force on (0 the rotor the vane creates torque fom the rotor shat 8. BALANCED DESIGN ‘Tho resulting force 1. Pressure on this vane Gambar 37. Torque development in a balanced vane motor ICS. Bojonsgore No.1 Sorowako, Slowed Seltan 92984 41 ‘AKADEMI TEKNIK SOROAKO (ATS-INCO) ‘TRADE TRAINING PROGRAM - Konstruksi motor hidrolik: arte COVER ICHECK VALVE SHAFT SEAL ROTOR ‘SHAFT RING BEARINGS Gambar 38. Construction of van hydraulic motor Simbot: 3. The triangle points in. 4, Two triangles denote The motor receives energy. reversibility. MOTOR (UNI-DIRECTIONAL) REVERSIBLE MOTOR 1 l ILS, Brsjmegaro No 1 Sorowako, Sulawon Selatan 92984 2