Anda di halaman 1dari 10

Angina (Nyeri Dada)

Introduksi Angina
Nyeri dada adalah gejala umum yang disebabkan oleh banyak kondisi-kondisi yang berbeda.
Beberapa penyebab-penyebab memerlukan perhatian medis yang segera, seperti angina,
serangan jantung, atau perobekan dari aorta. Penyebab-penyebab lain dari nyeri dada yang
mungkin tidak memerlukan intervensi medis yang segera termasuk spasme dari esophagus,
serangan batu empedu, atau peradangan dari dinding dada. Diagnosis yang akurat adalah penting
dalam menyediakan perawatan yang tepat pada pasien-pasien dengan nyeri dada.

Diagnosis dan perawatan dari angina didiskusikan dibawah, serta diagnosis dari penyebab-
penyebab lain dari nyeri dada yang dapat meniru angina.

Definisi Dan Gejala-Gejala Angina


Angina (angina pectoris - Latin untuk dada yang digencet/ditekan) adalah ketidaknyamanan dada
yang terjadi ketika ada suplai oksigen darah yang berkurang pada area dari otot jantung. Pada
kebanyakan kasus-kasus, kekurangan suplai darah disebabkan oleh penyempitan dari arteri-arteri
koroner sebagai akibat dari arteriosclerosis.

Angina biasanya dirasakan sebagai:

• tekanan,
• keberatan,
• pengetatan,
• pemerasan, atau
• nyeri diseluruh dada, terutama dibelakang tulang dada.

Nyeri ini seringkali menyebar ke leher, rahang, lengan-lengan, punggung, atau bahkan gigi-gigi.

Pasien-pasien mungkin juga menderita:

• salah cerna (indigestion),


• heartburn (nyeri di hulu hati),
• kelemahan,
• berkeringat,
• mual,
• kejang, dan
• sesak napas.
Angina biasanya terjadi waktu latihan, stres emosi yang parah, atau setelah makan yang berat.
Selama periode-periode ini, otot jantung menuntut lebih banyak oksigen darah daripada arteri-
arteri yang menyempit dapat berikan. Angina secara khas berlangsung dari 1 sampai 15 menit
dan dibebaskan dengan istirahat atau dengan menempatkan tablet nitroglycerin dibawah lidah.
Nitroglycerin mengendurkan pembuluh-pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.
Keduanya istirahat dan nitroglycerin mengurangi permintaan otot jantung untuk oksigen, jadi
membebaskan angina.

Angina digolongkan dalam satu dari dua tipe-tipe: 1) stable angina (angina yang stabil) atau 2)
unstable angina (angina yang tidak stabil).

Stable angina

Stable angina adalah tipe yang paling umum dari angina, dan adalah apa yang dimaksudkan oleh
kebanyakan orang-orang ketika mereka merujuk pada angina. Orang-orang dengan stable angina
mempunyai gejala-gejala angina pada basis yang reguler dan gejala-gejalanya sedikit banyaknya
dapat diprediksi (contohnya, menaiki tangga-tangga menyebabkan nyeri dada). Untuk
kebanyakan pasien-pasien, gejala-gejalanya terjadi selama pengerahan tenaga dan umumnya
berlangsung kurang dari lima menit. Mereka dibebaskan dengan istirahat atau obat, seperti
nitroglycerin dibawah lidah.

Unstable angina

Unstable angina adalah kurang umum dan lebih serius. Gejala-gejala lebih parah dan kurang
dapat diprediksi daripada pola-pola dari stable angina. Lebih dari itu, nyeri-nyerinya lebih sering,
berlangsung lebih lama, terjadi waktu istirahat, dan tidak dibebaskan dengan nitroglycerin
dibawah lidah (atau pasien perlu untuk menggunakan lebih banyak nitroglycerin daripada
biasanya). Unstable angina tidaklah sama seperti serangan jantung, namun ia memerlukan
kunjungan segera pada dokter anda atau departemen darurat rumah sakit karena pengujian
jantung lebih jauh sangat diperlukan. Unstable angina seringkali adalah pendahuluan pada
serangan jantung.

Penyebab Angina
Penyebab yang paling umum dari angina adalah penyakit arteri koroner. Penyebab yang kurang
umum dari angina adalah spasme (kekejangan) dari arteri-arteri koroner.

Penyakit Arteri Koroner

Arteri-arteri koroner mensuplai darah yang beroksigen pada otot jantung. Penyakit arteri koroner
berkembang ketika kolesterol mengendap di dinding arteri, menyebabkan pembentukan senyawa
yang keras dan tebal yang disebut plak kolesterol. Akumulasi dari plak kolesterol dari waktu ke
waktu menyebabkan penyempitan dari arteri-arteri koroner, proses yang disebut arteriosclerosis.
Arteriosclerosis dapat dipercepat dengan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol yang naik,
dan diabetes. Ketika arteri-arteri koroner menjadi sempit lebih dari 50% sampai 70%, mereka
tidak lagi memenuhi permintaan oksigen darah yang meningkat oleh otot jantung selama latihan
atau stres. Kekurangan oksigen pada otot jantung menyebabkan nyeri dada (angina).

Coronary artery spasm

Dinding-dinding dari arteri-arteri dikelilingi oleh serat-serat otot. Kontraksi yang cepat dari
serat-serat otot ini menyebabkan penyempitan yang tiba-tiba (spasm) dari arteri-arteri. Spasme
dari arteri-arteri koroner mengurangi darah ke otot jantung dan menyebabkan angina. Angina
sebagai akibat dari spasme (kekejangan) arteri koroner disebut "variant" angina atau
Prinzmetal angina. Prinzmetal angina secara khas terjadi waktu istirahat, biasanya di jam-jam
pagi dini. Spasme dapat terjadi pada arteri-arteri koroner normal serta pada yang disempitkan
oleh arteriosclerosis.

Spasme arteri koroner dapat juga disebabkan oleh penggunaan atau penyalahgunaan cocaine.
Spasme dari dinding arteri yang disebbkan oleh cocaine dapat begitu signifikan sehingga ia
sebenarnya dapat menyebabkan serangan jantung.

Penyebab-Penyebab Lain Dari Nyeri Dada


Dalam merawat pasien-pasien dengan nyeri dada, dokter membedakan apakah nyeri
berhubungan dengan kekurangan oksigen pada otot jantung (seperti pada angina atau serangan
jantung), atau disebabkan oleh proses yang lain. Banyak kondisi-kondisi dipertimbangkan yang
dapat menyebabkan nyeri dada yang serupa pada yang dari serangan jantung atau angina.
Contoh-contoh termasuk yang berikut:

• Pleuritis (pleurisy): Peradangan dari pelapis paru-paru (pleuritis) menyebabkan nyeri


dada yang tajam, yang diperburuk dengan bernapas yang dalam dan batuk. Pasien-pasien
sering mencatat sesak napas, sebagaian disebabkan oleh pernapasan dangkal mereka
untuk meminimalkan nyeri dada. Infeksi-infeksi virus adalah penyebab-penyebab yang
paling umum dari pleurisy. Kondisi-kondisi peradangan sistemik lain, seperti systemic
lupus, dapat juga menyebabkan pleurisy.
• Pericarditis: Pericarditis adalah peradangan dari pelapis yang mengelilingi jantung.
Gejala-gejala dari pericarditis adalah serupa pada yang dari pleuritis.
• Pneumonia: Pneumonia (infeksi bakteri dari paru) menyebabkan demam dan nyeri dada.
Nyeri dada pada pneumonia bakteri disebabkan oleh iritasi atau infeksi dari lapisan paru
(pleura).
• Pulmonary embolism: Bekuan-bekuan darah yang berpergian dari vena-vena pelvis atau
kaki-kaki ke paru, kondisi yang disebut pulmonary embolism. Pulmonary embolism
dapat menyebabkan kematian jaringan paru (pulmonary infarction). Pulmonary
infarction dapat menjurus pada iritasi dari pleura, menyebabkan nyeri dada yang serupa
pada pleurisy. Beberapa penyebab-penyebab umum dari bekuan-bekuan darah pada vena-
vena ini adalah deep vein thrombosis (keadaan tidak bergerak yang berkepanjangan,
operasi baru-baru ini, trauma pada kaki-kaki, atau infeksi pelvis).
• Pneumothorax: Kantong-kantong kecil pada jaringan paru (alveoli) dapat pecah secara
spontan, menyebabkan pneumothorax. Gejala-gejala dari pneumothorax termasuk nyeri
dada yang tiba-tiba, parah, tajam dan sesak napas. Satu penyebab umum dari
pneumothorax adalah emphysema yang parah.
• Mitral valve prolapse: Mitral valve prolapse adalah kelainan klep jantung yang umum,
mempengaruhi 5% sampai 10% dari populasi. MVP adalah terutama umum diantara
wanita-wanita yang berumur antara 20 sampai 40 tahun. Nyeri dada dengan MVP
biasanya adalah tajam namun tidak parah. Tidak seperti angina, nyeri dada dengan MVP
jarang terjadi selama atau setelah latihan, dan biasanya tidak akan merespon pada
nitroglycerin.
• Aortic dissection: Aorta adalah pembuluh utama yang mengantar darah dari bilik kiri (left
ventricle) ke seluruh tubuh. Aortic dissection (robeknya dinding aorta) adalah keadaan
darurat yang mengancam nyawa. Aortic dissection menyebabkan nyeri dada dan
punggung yang parah dan tak kenal henti. Kaum dewasa muda dengan aortic dissection
biasanya mempunyai sindrom Marfan, penyakit yang diturunkan dimana bentuk yang
abnormal dari protein struktural yang disebut collagen menyebabkan kelemahan dinding
aorta. Pasien-pasien yang lebih tua secara khas mengembangkan aortic dissection sebagai
akibat dari tekanan darah tinggi yang kronis, sebagai tambahan pada pengerasan dari
arteri-arteri (arteriosclerosis).
• Costochondritis, patah-patah tulang rusuk, penegangan otot atau spasme: Nyeri
yang berasal dari dinding dada mungkin disebabkan oleh penegangan otot atau spasme,
costochondritis, atau patah-patah tulang rusuk. Nyeri dinding dada biasanya tajam dan
konstan. Ia biasanya diperburuk oleh gerakan, batuk, napas yang dalam, dan tekanan
langsung diatas areanya. Spasme dan penegangan otot dapat berakibat dari memutar dan
menekuk yang tidak biasa dan bertenaga. Sendi-sendi antara tulang-tulang rusuk dan
tulang rawan yang bersebelahan dengan tulang dada dapat menjadi meradang, kondisi
yang disebut costochondritis. Tulang-tulang rusuk yang patah dari trauma atau
keterlibatan kanker dapat menyebabkan nyeri dada yang signifikan.
• Syaraf Kejepit (Kompresi Syaraf): Kompresi (penekanan) dari akar-akar syaraf oleh
taji-taji tulang (bone spurs) ketika mereka keluar dari sumsum tulang belakang dapat
menyebabkan nyeri. Kompresi syaraf (syraf kejepit) dapat juga menyebabkan kelemahan
dan kekebasan pada lengan bagian atas dan dada.
• Shingles (infeksi herpes zoster dari syaraf-syaraf): Shingles adalah iritasi syaraf dari
infeksi, yang dapat menyebabkan nyeri dada berhari-hari sebelum ruam kulit yang khas
apa saja timbul.
• Spasme esophagus dan reflux: Esophagus adalah tabung panjang yang berotot yang
menghubungkan mulut ke lambung. Reflux, atau memuntahkan isi-isi lambung dan asam
kedalam esophagus dapat menyebabkan heartburn dan nyeri dada. Spasme dari otot
esophagus dapat juga menyebabkan nyeri dada yang tidak dapat dibedakan dari nyeri
dada yang disebabkan oleh angina atau serangan jantung. Penyebab dari spasme otot
esophagus tidak diketahui. Nyeri dari spasme esophagus dapat merespon pada
nitroglycerin dalam cara yang sama seperti angina.
• Serangan Kantong Empedu (Batu-Batu Empedu): Batu-batu empedu dapat menghalangi
kantong empedu atau saluran-saluran empedu dan menyebabkan nyeri yang parah dari
perut bagian atas, punggung dan dada. Serangan-serangan kantong empedu dapat meniru
nyeri dari angina dan serangan jantung.
• Ketakutan dan Serangan-Serangan Panik: Ketakutan, depresi, dan serangan-serangan
panik seringkali dihubungkan dengan nyeri dada yang berlangsung dari beberapa menit
sampai berhari-hari. Nyerinya dapat menjadi tajam atau tumpul. Ia biasanya ditemani
oleh sesak napas, atau ketidakmampuan untuk mengambil napas yang dalam. Stres
emosional dapat memperburuk nyeri dada, namun nyerinya umumnya tidak berhubungan
dengan pengerahan tenaga, dan tidak dibebaskan oleh nitroglycerin. Pasien-pasien ini
seringkali bernapas terlalu cepat (hyperventilate), menyebabkan kepeningan, kekebasan,
dan kesemutan pada bibir-bibir dan jari-jari tangan. Faktor-faktor risiko penyakit arteri
koroner secara khas tidak hadir pada pasien-pasien ini. Karena tidak ada tes untuk
serangan-serangan panik, pasien-pasien dengan nyeri dada biasanya menjalani tes-tes
untuk menyampingkan penyakit arteri koroner dan penyebab-penyebab nyeri dada
lainnya

Kepentingan Untuk Menegakan Diagnosis Dari Angina


Angina biasanya adalah tanda peringatan dari kehadiran penyakit arteri koroner yang signifikan.
Pasien-pasien dengan angina berisiko mengembangkan serangan jantung (myocardial
infarction). Serangan jantung adalah kematian dari otot jantung yang dipercepat oleh
halangan/rintangan yang sepenuhnya dari arteri koroner yang berpenyakit oleh bekuan darah.

Selama angina, kekurangan oksigen (ischemia) pada otot jantung adalah sementara dan dapat
dibalikan. Kekurangan oksigen pada otot jantung menghilang dan nyeri dada menghilang ketika
pasien istirahat. Berlawanan dengannya, kerusakan otot pada serangan jantung adalah permanen.
Otot yang mati berubah kedalam jaringan parut ketika sembuh. Jantung yang berluka parut tidak
dapat memompa darah se-efisien jantung normal, dan dapat menjurus pada gagal jantung.

Sampai dengan 25% dari pasien-pasien dengan penyakit arteri koroner yang signifikan sama
sekali tidak mempunyai gejala-gejala, meskipun mereka secara jelas kekurangan suplai darah
dan oksigen yang cukup pada otot jantung. Pasien-pasien ini mempunyai angina yang "tidur
(silent)". Mereka mempunyai risiko serangan jantung yang sama seperti mereka yang dengan
gejala-gejala angina.

Mendiagnosa Angina
Electrocardiogram (EKG) adalah perekaman aktivitas elektrik dari otot jantung, dan dapat
mendeteksi otot jantung yang memerlukan oksigen. EKG bermanfaat dalam menunjukan
perubahan-perubahan yang disebabkan oleh peng-oksigenan yang tidak cukup dari otot jantung
atau serangan jantung.

Tes Latihan Stres

Pada pasien-pasien dengan EKG istirahat yang normal, latuhan treadmill atau pengujian naik
sepeda dapat menjadi alat-alat screening yang bermanfaat untuk penyakit arteri koroner. Selama
tes latihan stres (juga dirujuk sebagai stress test, exercise electrocardiogram, graded exercise
treadmill test, atau stress ECG), perekaman-perekaman EKG dari jantung dilakukan secara
terus menerus ketika pasien berjalan diatas treadmill atau mengayun pada sepeda yang tak
bergerak pada tingkat-tingakt kesulitan yang meninggi. Kejadian dari nyeri dada selama latihan
dapat dikorelasikan dengan perubahan-perubahan pada EKG, yang menunjukan kekurangan
oksigen pada otot jantung. Ketika pasien istirahat, angina dan perubahan-perubahan pada EKG
yang mengindikasikan kekurangan oksigen pada jantung kedua-duanya dapat menghilang.
Ketepatan dari tes-tes latihan stres dalam mendiagnosa penyakit arteri koroner yang signifikan
adalah 60% sampai 70%. Jika tes latihan stres tidak menunjukan tanda-tanda dari penyakit arteri
koroner, agen nuklir (thallium) dapat diberikan secara intravena selama tes latihan stres.
Tambahan dari thallium mengizinkan pencitraan nuklir dari aliran darah ke wilayah-wilayah
jantung yang berbeda, menggunakan kamera eksternal. Aliran darah yang berkurang pada area
dari jantung selama latihan, dengan aliran darah yang normal ke area waktu istirahat,
menandakan penyempitan arteri yang signifikan pada wilayah jantung itu.

Stress echocardiography

Stress echocardiography menggabungkan echocardiography (pencitraan ultrasound dari otot


jantung) dengan pengujian latihan stres. Seperti tes latihan thallium, stress echocardiography
adalah lebih akurat daripada tes latihan stres dalam mendeteksi penyakit arteri koroner. Ketika
arteri koroner menyempit secara signifikan, otot jantung yang disuplai oleh arteri ini tidak
berkontraksi sebaik bagian otot jantung lainnya selama latihan. Kelainan-kelainan pada kontraksi
otot dapat dideteksi dengan echocardiography. Stress echocardiography dan tes-tes latihan
thallium kedua-duanya adalah kira-kira 80% sampai 85% akurat dalam mendeteksi penyakit-
penyakit arteri koroner yang signifikan.

Ketika pasien tidak dapat menjalani tes latihan stres karena kesulitan-kesulitan neurological atau
orthopedic, obat-obat dapat disuntikan secara intravena untuk menstimulasi stres pada jantung
yang normalnya dibawakan oleh latihan. Pencitraan (imaging) jantung dapat dilakukan dengan
kamera atau echocardiography nuklir.

Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung dengan angiography (coronary arteriography) adalah teknik yang


mengizinkan gambar-gambar X-rays untuk diambil dari arteri-arteri koroner. Ia adalah tes yang
paling akurat untuk mendeteksi penyempitan arteri koroner. Tabung-tabung plastik kecil yang
berrongga (kateter-kateter) dimasukan dibawah bimbingan x-ray ke muara-muara dari arteri-
arteri koroner. Zat kontras iodine disuntikan kedalam arteri-arteri ketika video x-ray direkam.
Coronary arteriography memberikan pada dokter gambar dari lokasi dan keparahan penyakit
arteri koroner. Informasi ini dapat menjadi penting dalam membantu dokter-dokter memilih opsi-
opsi (pilihan-pilihan) perawatan.

CT coronary angiogram

CT coronary angiography adalah prosedur yang menggunakan zat intravena yang mengandung
iodine, dan CT scanning untuk mencitrakan arteri-arteri koroner. Sementara penggunaan dari
kateter-kateter tidak diperlukan (jadi istilah tes "noninvasive" diterapkan pada prosedur ini),
masih tetap ada beberapa risiko-risiko yang terlibat, termasuk yang berikut:
• Pasien-pasien alergi pada iodine
• Pasien-pasien dengan fungsi ginjal yang abnormal
• Paparan radiasi yang adalah serupa pada, jika tidak lebih besar daripada, yang diterima
dengan coronary angiogram konvensional.

Meskipun demikian, ini umumnya adalah tes yang sangat aman untuk kebanyakan orang-orang.
Ia adalah alat utama dalam mendiagnosa penyakit arteri koroner pada pasien-pasien:

• berisiko tinggi mengembangkan penyakit arteri koroner (perokok-perokok sigaret,


mereka yang dengan risiko genetik, tingkat-tingkat kolesterol yang tinggi, hipertensi, atau
diabetes),
• siapa saja yang mempunyai hasil-hasil yang tidak jelas dengan tes-tes latihan stres atau
pengujian-pengujian lain, atau
• siapa saja yang mempunyai gejala-gejala yang dicurigai sebagai penyakit koroner

Opsi-Opsi Perawatan Untuk Pasien-Pasien Angina


Opsi-opsi (pilihan-pilihan) perawatan termasuk:

• intirahat,
• obat-obat (nitroglycerin, beta blockers, calcium channel blockers),
• percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA), atau
• coronary artery bypass graft surgery (CABG).

Obat-Obat

Nitroglycerin

Istirahat, tablet-tablet nitroglycerin (ditempatkan dibawah lidah), dan spray-spray nitroglycerin


semuanya menghilangkan angina dengan mengurangi permintaan otot jantung untuk oksigen.
Nitroglycerin juga menghilangkan spasme dari arteri-arteri koroner dan dapat mendistribusikan
lagi aliran darah arteri koroner ke area-area yang paling memerlukan itu. Nitroglycerin yang
bekerja singkat dapat diulangi pada interval-interval lima menit. Jika 3 dosis-dosis dari
nitroglycerin gagal untuk menghilangkan angina, perhatian medis lebih jauh direkomendasikan.
Nitroglycerin yang bekerja singkat juga dapat digunakan sebelum pengerahan tenaga untuk
mencegah angina.

Preparasi-preparasi nitroglycerin yang bekerja lama, seperti tablet-tablet Isordil, Nitro-Dur


transdermal systems (berbentuk tempelan), dan obat salep Nitrol adalah bermanfaat dalam
mencegah dan mengurangi frekwensi dan intensitas dari episode-episode pada pasien-pasien
dengan angina kronis. Penggunaan preparasi-preparasi nitroglycerin mungkin menyebabkan
sakit-sakit kepala dan kepeningan yang disebabkan oleh penurunan tekanan darah yang
berlebihan.

Beta Blockers
Beta blockers menghilangkan angina dengan menghalangi efek dari adrenaline pada jantung.
Menghalangi adrenaline mengurangi denyut jantung, menurunkan tekanan darah, dan
mengurangi kekuatan memompa dari otot jantung, semua darinya mengurangi permintaan otot
jantung untuk oksigen. Beta blockers termasuk:

• acebutolol (Sectral)
• atenolol (Tenormin)
• bisoprolol (Zebeta)
• metoprolol (Lopressor, Lopressor LA, Toprol XL)
• nadolol (Corgard)
• propranolol (Inderal)
• timolol (Blocadren)

Efek-efek sampingan termasuk:

• perburukan asma,
• penurunan denyut jantung dan tekanan darah yang berlebihan,
• depresi,
• kelelahan,
• impoten,
• tingkat-tingkat kolesterol yang naik, dan
• sesak napas yang disebabkan oleh fungsi otot jantung yang berkurang (gagal jantung
kongestif).

Calcium Channel Blockers

Calcium channel blockers membebaskan angina dengan menurunkan tekanan darah, dan
mengurangi kekuatan memompa dari otot jantung, dengan demikian mengurangi permintaan
oksigen otot. Calcium channel blockers juga menghilangkan spasme (kejang) arteri koroner.
Calcium channel blockers termasuk:

• amlodipine (Norvasc)
• bepridil (Vascor)
• diltiazem (Cardizem)
• felodipine (Plendil)
• isradipine (Dynacirc)
• nicardipine, (Cardene)
• nifedipine (Adalat, Procardia)
• nimodipine (Nimotop)
• nisoldipine (Sular)
• verapamil (Calan)

Efek-efek sampingan termasuk:

• pembengkakan dari kaki-kaki,


• penurunan denyut jantung dan tekanan darah yang berlebihan, dan
• fungsi otot jantung yang terdepresi.

Angioplasty dan Coronary Artery Bypass Surgery

Ketika pasien-pasien terus menerus mempunyai angina meskipun dengan kombinasi-kombinasi


obat-obat nitroglycerin yang ditolerir secara maksimum, beta blockers dan calcium channel
blockers, kateterisasi jantung dengan coronary arteriography diindikasikan. Tergantung pada
lokasi dan keparahan dari penyakit pada arteri-arteri koroner, pasien-pasien dapat dirujuk untuk
balloon angioplasty (percutaneous transluminal coronary angioplasty atau PTCA) atau
coronary artery bypass graft surgery (CABG) untuk meningkatkan aliran darah arteri
koroner.

Yang Baru Pada Evaluasi Angina


Computerized x-ray scan (ultrafast CT scan) yang baru-baru ini dikembangkan adalah sangat
tinggi akurasinya dalam mendeteksi jumlah-jumlah yang kecil dari kalsium pada plak dari arteri-
arteri koroner. Jika ultrafast CT scan tidak menunjukan kalsium pada arteri-arteri, penyakit
atherosclerotic arteri koroner adalah tidak mungkin. Ultrafast CT scanning bermanfaat dalam
mengevaluasi nyeri dada pada pasien-pasien yang lebih muda (laki-laki dibawah umur 40 dan
wanita-wanita dibawah umur 50 tahun). Karena orang-orang muda normalnya tidak mempunyai
plak arteri koroner yang signifikan, ultrafast CT scan yang negatif membuat diagnosis dari
penyakit arteri korner tidak mungkin. Bagaimanapun, menemukan kalsium dengan metode ini
adalah kurang berarti pada pasien-pasien yang lebih tua yang kemungkinan mempunyai plak
yang ringan hanya dari proses penuaan.

Meskipun ultrafast CT scan bermanfaat dalam mendeteksi kalsium pada plak, ia tidak dapat
menentukan apakah plak yang terisi dengan kalsium sebenarnya menyebabkan penyempitan
arteri dan mengurangi aliran darah. Contohnya, pasien dengan plak yang dikalsifikasi dengan
rapat yang menyebabkan penyempitan arteri yang minimal atau tidak ada penyempitan akan
mempunyai ultrafast CT scan yang sangat positif namun tes latihan treadmill yang normal. Pada
kebanyakan pasien-pasien yang dicurigai mempunyai angina yang disebabkan oleh penyakit artei
koroner, studi latihan treadmill biasanya adalah langkah pertama dalam menentukan apakah plak
apa saja adalah signifikan secara klinis. CT scanners yang berkecepatan sangat tinggi yang lebih
baru dapat sebenarnya mendeteksi plak-plak arteri koroner yang benar dan luka-luka serupa pada
coronary angiography.

Magnetic resonance imaging (MRI), yang menggunakan kemagnetan dan gelombang-gelombang


radio, dapat digunakan untuk mencitrakan (image) pembuluh-pembuluh darah. Sekarang ini,
pembuluh-pembuluh yang lebih besar, seperti arteri-arteri karotid di leher, dapat dicitrakan
menggunakan teknik ini. Perbaikan-perbaikan software dan hardware masa depan mungkin
mingizinkan screening dari arteri-arteri jantung dengan pengujian magnetic resonance.

Yang Baru Pada Perawatan Angina Dan Serangan Jantung


Arteri-arteri koroner dapat menutup setelah angioplasty, menyebabkan kekambuhan angina atau
bahkan serangan-serangan jantung. Satu cara untuk mengurangi risiko penutupan arteri koroner
adalah dengan memasang stent-stent untuk mempertahankan arteri-arteri tetap terbuka. Stent-
stent yang lebih baru yang dilapisi obat sedang diperbaiki untuk secara signifikan mengurangi
kecepatan penutupan arteri.