Anda di halaman 1dari 17

1.

AZAB DAN SENGSARA

I. Identitas buku
1. Judul buku : Azab dan Sengsara
2. Pengarang : Merari Siregar
3. Tahun Terbit : 1920
4. Penerbit : Balai Pustaka

II. Tujuan Pengarang


Pengarang ingin menceritakan dua orang bersaudara yang menjalin
hubungan cinta, namun terhalang oleh adat istiadat setempat dan berakhir sampai
salah satunya telah dijemput maut.

III. Keunggulan dan Kelemahan


• Keunggulan : Dalam cerita ini menceritakan jalinan kasih yang terjadi di
dalam satu lingkungan keluarga yang dikisahkan dengan berbagai
rintangan seperti yang banyak terjadi di kehidupan sehari-hari . Namun
cerita ini berakhir dengan akhir yang sedih.
• Kelemahan : Bahasa yang digunakan masih kurang dapat dipahami
secara langsung, namun haruslah dibaca berulang-ulang agar mengerti
jalan ceritanya. Terkadang jalan ceritanya bersifat fiktif dan diceritakan
terlalu mendramatisir.

IV. Unsur Intrinsik


. Tema : Tidak selamanya kebahagiaan dapat diperoleh dengan mudah
harus
ada pengorbanan.
b. Latar : Sipirok, Deli, dan Medan.
c. Plot / Alur : Alur Maju.
d. Sudut Pandang : Orang ketiga tunggal.
e. Penokohan dan Perwatakan
* Mariamin : Seorang yang penurut, ramah, taat pada orang tuanya .
*Aminuddin : Orang yang baik, perhatian, dan baik budi pekertinya.
*Ibu Mariamin,Nuria : Perhatian baik terhadap anaknya sendiri maupun
terhadap kemenakannya, baik,dan ramah.
* Tohir ( Sultan Baringin ) : Ayah Mariamin, ia suka berjudi, pemarah, mau
. menang sendiri, dan suka berbicara kasar.
* Baginda Diatas : Ayah Aminuddin, ia seorang bangsawan kaya, disegani
oleh bawahan karena sifatnya yang mulia.
f. Bahasa : Bahasa Melayu.
g. Amanat : Untuk memperoleh segala yang kita inginkan terutama kebaha
Giaan kita harus bersabar.

V. Sinopsis
Karena pergaulan mereka sejak kecil dan hubungan saudara sepupu,
antara Mariamin dan Aminuddin terjadilah jalinan cinta. Ibu Mariamin, Nuria
menyetujui hubungan itu karena Aminuddin adalah seorang anak yang baik
budinya lagipula ia ingin putrinya dapat hidup berbahagia tidak selalu menderita
oleh kemiskinan mereka.
Orang tuanya Amiuddin adalah seorang kepala kampung,bangsawan kaya
dan disegani oleh bawahannya karena sifatnya yang mulia dan kerajinan kerjanya.
Ayahnya bernama Baginda Diatas dan sifatnya menurun pada anaknya.
Sedangkan keluarga Mariamin adalah keluarga miskin disebabkan oleh tingkah
laku ayahnya almarhum yang suka berjudi, pemarah, mau menang sendiri,dan
suka berbicara kasar. Akibatnya keluarganya jauh miskin hingga akhir hayatnya,
Tohir ( Sultan Baringin ) mengalami nasib sengsara.
Hubungan mereka ternyata tidak mendapat restu dari Baginda Diatas karena
keluarga Mariamim adalah keluarga miskin bukan dari golongan bangsawan.
Suatu ketika Aminuddin memutuskan untuk pergi meninggalkan Sipirok pergi ke
Deli (Medan) untuk bekerja dan berjanji pada kekasihnya untuk menikah jika
saatnya dia telah mampu menghidupinya.
Sepeninggal Aminuddin, Mariamin sering berkirim surat dengan Aminuddin.
Dan ia selalu menolak lamaran yang datang untuk meminangnya karena
kesetiaannya pada Aminuddin. Setelah mendapat pekerjaan di Medan Aminuddin
mengirim surat untuk meminta Mariamin untuk menyusulnya dan menjadi
istrinya. Kabar itu disetujui oleh ibunya Aminuddin ,akan tetapi Baginda Diatas
supaya tidak menyakiti hati istinya diam-diam pergi ke dukunmenanyakan
siapakah jodoh sebenarnya Aminuddin. Maka dikatakannya bahwa Mariamin
bukanlah jodoh Aminuddin melainkan seorang putri kepala kampung yang kaya
dan cantik.
maaf dan menyesali segala perbuatanya setelah melihat sifat-sifat Mariamin yang
baik.
Beberapa bulan kemudian Mariamin dinikahkan oleh seorang kerani yang
belum dikenalnya,bernama Kasibun. Yang ternyata Tanpa sepengetahuan
Aminuddin, Baginda Diatas membawa calon menantunya hendak dijodohkan
dengan Aminuddin di Medan. Ternyata Aminuddin kecewa mendapat bukan
pilihannya, akan tetapi ia tidak dapat menolak keinginan ayahnya serta adat
istiadat yang kuat. Kemudian diberitahukan Mariamin bahwa pernikahannya tidak
berdasarkan cinta dan ia minta maaf serta bersabar menerima cobaan ini.
Mariamin jatuh sakit karena cintanya yang terhalang. Suatu hari Baginda
Diatas datang hendak minta diketahui ia baru menceraikan istrinya di Medan
untuk mengawini Mariamin. Suatu ketika Aminuddin mengunjungi Mariamin di
rumahnya, namun menimbulkan kecurigaan dan rasa cemburu dalam diri
Kasibun. Kemudian Kasibun menyiksa Mariamin dan merasa tidak tahan hidup
bersama suaminya,ia kemudian melapor pada polisi dan suaminya kalah perkara
dengan membayar denda. Kasibun harus mengaku bersalah dan merelakan
bercerai darinya. Mariamin merasa bersedih dan ia pulang ke Sipirok rumah
ibunya. Badannya kurus dan sakit-sakitan, hingga akhirnya meninggal dunia
dengan amat sengsara.
2. SITI NURBAYA

I. Identitas Buku
1. Judul Buku : Siti Nurbaya
2. Pengarang : Marah Rusli
3. Tahun Terbit : 1922
4. Penerbit : Balai Pustaka

II. Tujuan Pengarang


Pengarang ingin mengangkat sebuah cerita tentang kasih tak sampai yang
yang terhalang oleh berbagai permasalahan dalam keluarga hingga ajal
memisahkan keduanya. Ini terkisahkan di tanah Minang kabau.

III. Keunggulan dan Kelemahan


• Keunggulan : Menceritakan tentang kisah kasih yang tak sampai, selain
itu dalam penggunaan bahasa masih dapat dimengerti walaupun terkadang
terdapat kata-kata yang sulit dimengerti.
• Kelemahan : Banyak menggunakan bahasa Melayu,sehingga kurang
dimengarti.Selain itu,jalan ceritanya pun sulit untuk dimengerti.

IV. Unsur Intrinsik


a.Tema : Kasih tak sampai.
b.Latar : Padang,Jakarta,Bandung.
c.Plot / Alur : Alur maju
d.Sudut pandang : Orang ketiga tunggal.
e.Penokohan dan perwatakan
• Siti Nurbaya : Taat pada orangtua,penurut,sabar,dan rendah hati.
• Samsul Bahri : Seorang yang berbudi pekerti baik,pandai dan memiliki
pendirian yang kuat.
• Kusir Ali : Pembantu Siti Nurbaya,yang penyabar dan setia terhadap
tuannya.
• Baginda Sulaiman : Ayah Siti Nurbaya,seorang saudagar kaya yang selalu
memperhatikan anaknya yang kemudian terjebak oleh hutang.
• Sutan Mahmud Sjah : Ayah Samsul Bahri,seorang bangsawan yang
menduduki sebagai penghulu di daerah Padang.Ia seorang yang
tegas,berwibawa,menginginkan anaknya untuk bersekolah tinggi walaupun
dengan berbagai cara untuk mendapatkan biaya.
• Datuk Maringgih : Seorang saudagar yang amat licik yang memperoleh
kekayaan dengan cara yang tidak benar.
• Putri Rubiah : Kakak perempuan dari Sutan Mahmud,yang selalu
mengingatkan adiknya.
• Rukiah : Kemenakan Sutan Mahmud.
• Ibunya Samsul Bahri : Pengertian dan perhatian terutama kepada Siti
Nurbaya.
• Bachtiar dan Arifin : Teman Samsul Bahri yang baik dan perhatian
terhadap temannya.
f. Bahasa : Menggunakan bahasa Melayu.
g.Amanat : Cinta tidak selamanya memiliki,bahkan cinta dapat terus bersemi
tanpa harus bersatu,hingga maut dapat memisahkan.

V. Sinopsis
Siti Nurbaya dan Samsul Bahri adalah kawan sepermainan bertetangga yang
bersekolah di sekolah yang sama,hubungan kedua orangtua mereka sudah sangat
akrab.Berangkat dan pulang mereka selalu diantar oleh kusir Ali,pembantu Siti
Nurbaya.Samsul Bahri melanjutkan sekolahnya ke Jakarta,namun ayahnya
terpaksa meminjam uang kepada Datuk Maringgih.Tindakan ayahnya tersebut
ditentang oleh kakak perempuanya karena menurut adat,Sutan Mahmud harus
menanggung kehidupan kemenakannya,melainkan bukan anaknya sendiri.
Persahabatan Samsul Bahri dengan Siti Nurbaya kemudian berkembang
menjadi hubungan asmara. Namun,perpisahan diantaranya pun terjadi.Karena
Samsul Bahri melanjutkan Sekolah Dokter STOVIA di Jakarta bersama Arifin
serta Bachtiar akan sekolah di sekolah opseter.
sehingga
pembaca merasa tertantang untuk membacanya dan mengikuti jalan
ceritanya.
* Kelemahan : Terkadang jalan ceritanya membuat kita merasa bingung
karena tidak beraturan dalam menceritakannya.

V. Sinopsis
Moh. Yatim yang bergelar Mr. Datuk Sutan Bahar Syah akan dijodohkan
dengan Puti Bidasari oleh Sutan Alam Syah tapi ditolak oleh kedua orang tua
Bidasari, Sutan Baheramsyah dan Renosari.
Moh. Yatim yang baru kembali dari studi di Eropa dan mendapat gelar
namun ia tidak dikehendaki sebagai menantu oleh kedua orang tua Bidasari
dengan alasan karena Moh. Yatim bukan anak kandung Alam Syah. Sedangkan
kedua orang tua Bidasari menginginkan menantu seorang bangsawan. Dan
Baginda Mais menghasut untuk kepentingannya sendiri menghendaki Moh.Yatim
sebagai menantunya.
Segala upaya dilakukan Baginda Mais demi kelangsungan yang
dikehendakinya dengan kekuasaan uangnya , guna-guna, siasat,dan hasutan
asalkan yang diinginkannya tercapai. Bidasari dijodohkan dengan Sutan Malik
kemenakan Sutan Pamenan . Sutan Pamenan senang menikah dan sebenarnya
Moh. Yatim anak kandungnya.
Sutan Malik senang membuat kekacauan dan hanya diketahui oleh Gempa
Alam dan Marah Udin, anak Sutan Pamenan.Suatu hari Marah Udin mendapat
perlakuan keji dari Sutan Malik hingga terjatuh. Dan ketika itu Moh. Yatim
melewati tempat kejadian itu dan dibawa ke rumah Dokter Aziz . Lalu dirawat di
rumah sakit . Karena takut diketahui rahasianya atas saran Gempa Alam
mengguna-gunai dengan Tinggam, sejenis bisul besar yang dikirim dari jauh
lewat mantra dukun. Akhirnya Marah Udin meninggal dunia,namun sebelumnya
sempat membocorkan rahasia kekejian Sutan Malik pada Dokter Aziz dan
dituliskan yang kelak digunakan untuk menghalangi perjodohan Moh.Yatim
dengan Si Suatu ketika ayahnya Siti Nurbaya mengalami kebangkrutan karena
tindakan Datuk Maringgih yang telah membakar gudang-gudang,toko-toko,serta
menenggelamkan perahu dagang milik ayah Siti Nurbaya.Dengan demikian ia
membutuhkan pinjaman uang dari Datuk Maringgih untuk meneruskan usahanya
yang harus dikembalikan dalam jangka waktu tiga bulan.Sayangnya ia tidak dapat
mengembalikannya,sehingga ia ditangkap untuk dipenjara.Datuk Maringgih
bersedia untuk melepaskannya dengan syarat Datuk Maringgih boleh memperistri
anaknya, Siti Nurbaya.Dan dengan terpaksa Siti Nurbaya menyetujuinya dengan
alasan ia merasa kasihan kepada ayahnya.
Berita tersebut disampaikan Siti Nurbaya kepada Samsul Bahri hingga
membuat perasaan Samsul Bahri terpukul dan terhina.Suatu katika Samsul Bahri
pulang ke Padang hendak menjenguk orangtuanya.Secara kebetulan ia bertemu
dengan Siti Nurbaya.Ketika mereka berbincang,datang Datuk Maringgih dan
mengira mereka telah berbuat tidak senonoh.
Mendengar keributan itu,ayah Siti Nurbaya terjatuh dari tangga dan menemui
ajalnya.Sedangkan ayah Samsul Bahri mengira anaknya telah membuat aib
orangtuanya dan mengganggu istri orang lain,maka ia mengusir anaknya tersebut
dan tdak mau lagi menganggan anak.Sejak kejadian itu,Siti Nurbaya tidak lagi
tinggal dengan Datuk Maringgih.
Samsul Bahri akhirnya pergi ke Jakarta,kemudian secara sembunyi-
sembunyi Siti Nurbaya menyusul dengan diantar oleh kusir Ali.Karena tipu
muslihat Datuk Maringgih,Siti Nurbaya terpaksa kembali karena dituduh
melarikan barang-barang Datuk Maringgih.Setelah diadili,ternyata Siti Nurbaya
tidak terbukti bersalah dan dibebaskan.Namun Datuk Marnggih tidak puas lalu
menyuruh orang untuk meracuni Siti Nurbaya dengan kue lemang.Kematian Siti
Nurbaya mengakibatkan ibu Samsul Bahri sakit dan akhirnya meninggal.
Di Jakarta Samsul Bahri mencoba bunuh diri dengan sepucuk pistol,namun
dapat diselamatkan oleh Arifin.Sepuluh tahun kemudian ia talah menjadi Letnan
Mas dan tinggal di Cimahi,Bandung.Ia mendapat tugas memadamkan
pemberontakan di Padang tentang perpajakan.Lalu dimulailah perlawanan yang
diantaranya dipimpin Datuk Maringgih yang membangkan tidak membayar pajak
kepada Belanda.Dalam pertempuran yang seru,Samsul Bahri dapat membinasakan
Datuk Maringgih.Akan tetapi ia terluka parah dan akhirnya meninggal.Mendengar
kabar anaknya meninggal,ayah Samsul Bahri pun meninggal.
3. ANAK DAN KEMENAKAN

I . Identitas Buku
1. Judul Buku : Anak dan Kemenakan
2. Pengarang : Marah Rusli
3. Tahun Terbit : 1926
4. Penerbit : Balai Pustaka

II. Tujuan Pengarang


Menceritakan sebuah kisah perjodohan namun hanya disetujui oleh sebelah
pihak saja dan terhalang oleh kelicikan dari seorang tokoh serta menceritakan
pencarian ayah kandung dari tokoh utama.

III. Unsur Intrinsik


a. Tema : Cinta yang terhalang dan banyak menemui rintangan.
b. Latar : Padang.
c. Plot / alur : Alur maju.
d. Sudut Pandang : Orang ketiga tunggal.
e. Penokohan dan Perwatakan
* Mr. Moh. Yatim / Mr. Datuk Sutan Bahar Syah : Orang yang terpelajar,
berwibawa, dan berbudi pekerti luhur.
• Puti Bidasari : Orang yang ramah,dan baik hati.
• Sutan Alam Syah : Ayah angkat Moh. Yatim atau mamak yang selalu
menginginkan yang terbaik dengan memenuhi kebutuhan Moh. Yatim
seperti menyekolahkan ke Eropa dan mencarikan jodoh.
• Sutan Baheramsyah : Ayah Puti Bidasari seorang bangsawan yang
menginginkan anaknya dapat menikah dengan putra bangsawan pula.
• Renosari : Ibu Puti Bidasari.
• Baginda Mais : Seorang saudagar kaya raya yang yang menginginkan
Moh. Yatim menjadi menantunya dengan calon Siti Nurmala.
• Sutan Malik : Kemenakan Sutan Pamenan dan telah dianggap seperti anak
kandungnya. Ia memiliki sifat yang keji,kejam,panas hati,cepat merasa
gengsi,dan tidak peduli akan orang lain.
• Sutan Pamenan : Sebenarnya ia ayah kandung Moh. Yatim yang memiliki
sifat sebagai orang yang senang kawin sehingga tidak mengetahui siapa
anaknya dan siapa istrinya. Selain itu, ia menyayangi kemenakannya
hingga perbuatan buruk kemenakannya ditutupinya dan ia tidak
mengetahui kalau kemenakannya itu melunjak akibat terlalu disayangi.
• Gempa Alam : Sahabat dan guru Sultan Malik yang selalu menutupi
kesalahan-kesalahan Sultan Malik.
• Marah Udin : Anak Sultan Pamenan yang tidak dianggap anak oleh
ayahnya. Tetapi sering mendapat perlakuan keji dari Sultan Malik dan ia
hanya bisa menerimanya.
• Dokter Aziz : Dokter yang merawat Marah Udin dan sekaligus kekasih
Siti Nurmala. Ia turut membantu menghalangi niat perjodohan itu.
• Siti Nurmala : Kekasih Dokter Aziz namun telah dijodohkan oleh
Moh.Yatim dan diketahui bahwa ia adalah anak kandung Sutan Pamenan
adik kandung Moh. Yatim.
• Puti Umi : Saudara perempuan Sutan Pamenan yang turut menghasut
secara diam-diam kakaknya.
f. Bahasa : Bahasa Melayu
g. Amanat : Uang bukanlah semata-mata untuk membeli kebahagiaan,dengan
melakukan segala cara yang tercela tidak akan selesai walau dibantu
dengan uang tetapi tetap saja perbuatan itu harus kita jauhi. Dan seharusnya
kebahagiaan akan kita peroleh dengan usaha dan bersabar.

IV. Keunggulan dan Kelemahan


* Keunggulan : Cerita yang dikisahkan menarik untuk dibaca ti Nurmala. Siti
Nurmala merupakan kekasih Dokter Aziz dan akhirnya kembali kepelukannya.
Sedangkan Moh. Yatim masih belum jelas asal-usul keturunannya.
Suatu hari datanglah seorang bangsawan Indrapura Sutan Ali Akbar,ke
Padang untuk mencari saudaranya dan ia menumpang di rumah Sutan Alam Syah.
Kemudian rahasia asal-usul Moh. Yatim pun terselidiki dan ternyata bahwa Moh.
Yatim anak kandung Sutan Pamenan yang terlantarkan dan kemudian dipungut
seorang keturunan rendah. Lalu diketahui bahwa Siti Nurmala pun adalah putri
kandung Sutan Pamenan.
Akibatnya Sutan Pamenan berjanji tidak akan mengulanginya dan lambat
laun ia dijauhi oleh Sutan Malik,kemenakannya. Sutan Malik mendendam dan
membunuh mamaknya dengan racun. Dan akhirnya Moh. Yatm menikah dengan
Bidasari setelah mendapat restu dari orang tua Bidasari karena rintangan
kebangsawanannya telah tiada. Perhelatan pun dilangsungkan dan seminggu
kemudian mereka berlayar ke Jakarta.
4. PERTEMUAN

I. Identitas Buku
1. Judul Buku : Pertemuan
2. Pengarang : Abas Sutan Pamuncak Nan Sati
3. Tahun Terbit : 1927
4. Penerbit : Balai Pustaka

II. Tujuan Pengarang


tetapi ia mendapat surat dari ayahnya,Datuk Perpatih yang memintanya pulang
untuk membicarakan suatu permasalahan. Ayahnya menolak untuk meneruskan
sekolah karena keadaan keuangan yang telah menipis dan usia ayahnya yang telah
lanjut. Masri tidak membantah walaupun kecewa dan berat hati ia menyetujuinya
untuk memutus cita-citanya. Datuk Perpatih meminta agar bersiap-siap menerima
jemputan dari Datuk Temanggung.
Akhirnya ia menyetujuinya untuk menikahi Khamisah walaupun
sebenarnya ia belum siap menikah dan tidak ada rasa cinta pada Khamisah serta ia
takut menentang orang tua. Perhelatan pun dilangsungkan kemudian mereka
pindah ke Pematang Siantar. Keadaan rumah tangga keduanya tidak berlangsung
harmonis bahkan sering terjadi pertentangan.
Ruhana, istri Ruzaham tidak pernah bosan menasehati keadaan rumah
tangga mereka terutama tingkah laku Khamisah. Khamisah akrab dengan
Syamsiar,yang akhirnya terpelosok dalam cengkraman Amang ni
Marlapik,seorang dukun guna-guna dan Kha Pengarang ingin menceritakan
bahwa setiap perjodohan tanpa didasari perasaan cinta tidak akan bahagia. Selain
itu, dalam cerita ini diceritakan pula berbagai konflik yang terjadi dan rintangan-
rintangan yang menjadi suatu halauan.

III. Unsur Intrinsik


a. Tema : Pernikahan tanpa didasari oleh cinta karena perjodohan.
b. Latar : Bukit Tinggi, Sibolga,dan Kotaraja
c. Plot / Alur : Alur campuran.
d. Sudut Pandang : Orang ketiga tunggal.
e. Penokohan dan Perwatakan
* Masri : Ia menginkan cita-cita yang tinggi, penurut, baik, perhatian,
pengertian ,dan taat pada orang tua
* Datuk Perpatih : Ayahnya Masri, ia perhatian pada anaknya hingga
masalah jodoh pun dicarikannya.
* Datuk Temanggung : Mamaknya Masri yang perhatian terhadap
kemenakannya dan menginkan perjodohan Masri.
* Khamisah : Calon istri Masri yang kemudian menjadi istrinya. Ia
seorang pesolek , orang lain harus mau menuruti kemauannya, gengsi dan
tidak peduli pada orang lain terutama suaminya.
* Ruhana,istri Ruzaham : Tetangga Khamisah dan Masri yang perhatian
dan selalu berusaha menasehati akan keadaan rumah tangga tetangganya
terutama tingkah laku Khamisah yang berlebihan.
• Syamsiar : Teman Khamisah yang senang menghasut Khamisah.
• Amang Ni Marpalik : Seorang dukun teman dari Syamsiar yang
Merupakan dukun guna-guna.
• Aisyah : Seorang ibu dari Rasdiana yang baik, selalu mengingat akan
Kebaikan orang lain dan ingin membalas budi baik dari Masri.
• Rasdiana : Seorang perempuan yang mengharapkan ketulusan cinta dari
Seseorang ,perhatian dan kemudian kelak menjadi istri Masri.
f. Bahasa : Bahasa Melayu.
g. Amanat : - Kebahagiaan harus dilandasi oleh cinta dan diperlukan usaha
dan pengorbanan.
- Bermain judi merupakan perbuatan yang dilarang oleh
agama dan harus dihindari.
IV. Keunggulan dan Kelemahan
* Keunggulan : Cerita ini baik untuk dibaca karena didalamnya banyak
terjadi konflik yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari dan menarik
untuk dibaca.
* Kelemahan : Susunan ceritanya yang terkadang membingungkan karena
terkadang menceritakan masa lalu dan kembali lagi ke cerita masa kini.

V. Sinopsis
Masri ingin segera menyelesaikan sekolahnya misah mengguna-gunai
suaminya sendiri.Masri akhirnya dirawat di rumah sakit,keracunan makanan,dan
ia merasakan kalau sakitnya itu dikarenakan oleh istrinya sendiri.Ayah dan
mertuanya yang mengetahui kabar itu,segera menjenguknya dan membawa
pulang ke rumah bapa mertuanya.Ayahnya Masri mendengar bahwa kehidupan
rumah tangga anaknya tidak bahagia,kemudian ditambah keterangan dari Ruhana
dan suaminya semakin yakinlah dia mendukung anaknya untuk bercerai.
Di Sibolga,Masri harus menunaikan tugas barunya,sayangnya ia
terpelosok ke tempat main judi karena pergaulannya di sana dan hutangnya
menumpuk.Namun akhirnya ia sadar ,lalu ia pergi ke Kota Raja yang ketika itu
sedang ramai melangsungkan usaha amal untuk korban letusan gunung merapi di
Jawa.Ketika itu Masri bergabung bersama rekan-rekanya yang mengusahakan
usaha amal dan mendapatkan peran utama.Sedangkan peran pendamping
dimainkan oleh Rasdiana,guru bantu sekolah gubernemen kelas dua.sejak
itu,terjadilah hubungan erat diantara keduanya,namun Rasdiana belum
memberikan jawaban.Sementara itu,karena ingin mengetahui kesungguhan cinta
Masri,Rasdiana tidak membalas semua suratnya.Suatu hari Masri ingin menemui
Rasdiana di pemandian Lho’Nga untuk menyampaikan sesuatu dan jika Rasdiana
tidak datang ia akan memilih mati dengan menceburkan diri ke laut.
Waktu yang dijanjikan tiba,Rasdiana belum juga datang.Masri putus asa
dan mencoba menceburkan diri,tiba-tiba Rasdiana memeluknya dari
belakang.Sejak itu,mereka mengikat janji dan Rasdiana mengijinkan Masri
meminangnya.Tapi Masri ragu,ia takut ditolak oleh keluarga Rasdiana,karena
rumahnya telah tiris di sana-sini.Suatu hari,sekembalinya mencari rumah sewa
baru,mampirlah ia kesebuah kedai dan betapa herannya ia mendapatkan perlakuan
baik dari pemilik warung,bahkan ia diberi segala kebutuhannya.Ternyata setelah
diceritakan Aisyah pemilik kedai, Masri pernah menolongnya ketika ia sedang
menangis di sebuah stasiun karena kehilangan uang padahal ia mesti pulang ke
Payakumbuh.Sedangkan Masri harus pulang atas panggilan ayahnya waktu itu.
Kemudian Masri memberi Aisyah uang,untuk pulang ke Payakumbuh yang ketika
itu Aisyah mendapat telegram untuk menjenguk suaminya yang sakit keras.
Selang beberapa hari sejak pertemuan itu, Aisyah mengunjungi Masri
dan dikatakan keinginannya mempersatukan Masri dengan anak gadisnya.Betapa
bingungnya Masri mendapatkan permohonan seperti itu,karna ia masih memiliki
keterikatan dengan Rasdiana. Keesokan harinya, Masri mendapatkan surat dari
Rasdiana bahwa kekasihnya akan dipertemukan dengan seseorang yang belum
dikenalnya.Belum reda keresahan Masri,tiba-tiba datang sebuah bendi yang akan
menjemput Masri ke rumah Aisyah.Dan betapa terkejutnya Masri,ketika yang
membukakan pintu adalah Rasdiana.Kemudian diketahui bahwa Rasdiana adalah
anak gadis Aisyah.Sebulan kemudian diadakan pesta pernikahan mereka – Pucuk
dicinta ulam tiba dan sumur digali air terbit.
5. SALAH ASUHAN

I. Identitas Buku
1. Judul Buku : Salah Asuhan
2. Pengarang : Abdoel Moeis
3. Tahun Terbit : 1928
4. Penerbit : Balai Pustaka

II. Tujuan Pengarang


Pengarang ingin menceritakan seorang tokoh yang melupakan adat istiadat
Minangkabau sebagai adat Timur dan ia hidup dengan gaya kebarat-baratan.
Namun berdampak akhir ia akan dikucilkan dari bangsa Barat terutama bangsanya
sendiri.

III. Unsur Intrinsik


a. Tema : Orang tua yang salah mendidik anaknya dan terlalu mengajarkan
gaya hidup kebarat-baratannya.
b. Latar : Solok, Jakarta, Padang, Surabaya, dan Semarang.
c. Plot / Alur : Alur maju.
d. Sudut Pandang : Orang ketiga tunggal.
e. Penokohan dan Perwatakan
• Hanafi : Ia seorang yang terpelajar tetapi ia menjadi sombong,egois,mudah
terpengaruh dan merasa bahwa dirinya lebih tinggi dari bangsanya sendiri.
• Corrie Du Bussee : Istri kedua Hanafi yang penurut dan menerima atas
segala perbuatan suaminya.
• Tuan Du Bussee : Ayah Corrie,yang sangat menyayangi anaknya.
• Sutan Batuah : Mamaknya Hanafi dan ayah dari Rapiah.Ia seorang yang
keras dalam mendidik.
• Rapiah : Istri pertama Hanafi,yang penyabar,pemaaf,dan sering
diperlakukan kasar oleh suaminya.
• Ibunya Hanafi : Seorang ibu yang penyabar,selalu menasehati anaknya
dan selalu memaafkan perbuatan anaknya.
• Piet : Sahabat Hanafi yang selalu menasehati dan menyadarkan
pandangan sahabatnya yang keliru.
f. Bahasa :Bahasa Melayu.
g. Amanat : Walaupun ilmu kita tinggi,hendaklah tidak melupakan
kebudayaan sendiri dan orangtua harus dapat mendidik anak dengan
sebaik-baiknya agar tidak salah jalan.

IV. Keunggulan dan Kelemahan


• Keunggulan : Cerita ini menarik untuk dibaca karena sebagai pengetahuan
Juga didalamnya terdapat dua perbedaan corak kebudayaan yang berbeda
dan diceritakan bahwa tokoh telah melupakan kebudayaan bangsa sendiri.
* Kelemahan : Penggunaan bahasa Melayu dan terkadang terdapat bahasa
Belanda yang belum diterjemahkan sehingga sulit untuk dimengerti.
V. Sinopsis
Maksud orang tua dan mamak Hanafi menyekolahkannya ke sekolah yang
tinggi ialah agar Hanafi menjadi orang yang berguna dan terpandang bagi
kaumnya. Namun, harapan mereka meleset karena Hanafi menunjukan sifat
kebarat-baratan dan anti pandangan-pandangan adat Minangkabau.
Hanafi berteman dengan Corrie Du Bussee, putri tuan Du Bussee yang
beristri orang pribumi. Ayah Corrie menginkan supaya anaknya tidak seperti
ayahnya yang menikah dengan orang pribumi. Karena perbedaan pandangan
kebudayaan dan adat istiadat antara Barat dan Timur terulang kembali dalam
keluarga putrinya, walaupun kehidupan Du Bessee sendiri bahagia.
Hanafi semakin membenci adat Minang kabau pada saat Hanafi akan
dijadikan menantu mamaknya, Sutan Batuah, untuk memperistri Rapiah. Dan tak
sering terjadi pertentangan antara Hanafi dengan ibunya. Sedangkan Corrie,
berusaha meyakinkan bahwa perkawinan antar dua bangsa tidak bahagia. Namun,
ia tidak dapat memungkiri suara hatinya mencintai Hanafi. Dengan kesadaran
yang dipaksakan, Corrie menulis surat perpisahan dan mengatakan bahwa mereka
tidak sederajat maka jika mereka menikah tidak akan bahagia.
Hanafi sakit setelah menerima surat itu. Dalam keadaan sakit, ibunya
membujuknya untuk menikah dengan Rapiah. Pernikahan itu terjadi karena
Hanafi merasa memiliki banyak hutang pada mamaknya. Dari pernikahan yang
tanpa didasari oleh cinta maka lahirlah Syafei.
Kehidupan Hanafi masih kebarat-baratan dan suatu ketika Hanafi
mencaci maki istrinya. Ibu Hanafi membela Rapiah karena sikap Hanafi yang
kasar dan tidak sopan. Baru saja pertengkaran selesai Hanafi digigit anjing gila
yang berlari di kebun tempat perjamuaan yabg diadakan saat itu.
Di Solok, tidak ada tempat untuk menyembuhkan penyakit Hanafi dan
kemudian berobat ke Jakarta. Di Jakarta, Haafi bertemu Corrieyang baru
kehilangan orang tuanya. Hanafi dan Corrie menjalin hubungan lagi , dan
memutuskan untuk menceraikan Rapiah kemudian selekasnya menikahi Corrie.
Rapiah yang menunggu suaminya kecewa karena tiba-tiba menerima
surat cerai dan bersama mertuanya bertekad m,endidik anaknya supaya tidak
tersesat seperti ayahnya. Setelah Hanafi mendapat surat persamaan kebangsaan, ia
merencanakan menikah dengan Corrie dan mereka tinggal di Surabaya. Hubungan
mereka belum ada persesuaian pandangan. Dan kian hari Hanafi merasa
terkucilkan baik dari bangsa sendiri maupun bangsa Barat. Dengan berat hati
mereka berpisah.
Corrie bekerja di panti asuhan di Semarang dan berkali-kali Hanafi
mengirim surat namun tidak pernah dibalas. Piet, sahabatnya Hanafi memberi
nasehat dan pandangan pada Hanafi. Ia baru menyadari bahwa pandangan ibunya
adalah benar dan ia telah kehilangan kedua wanita yang pernah ada dalam
hidupnya. Kemudian Hanafi menyusul Corrie ke Semarang dan sayangnya
sesampainya di sana didapati istrinya menjelang ajalnya karena terserang Cholera.
Sepeninggal Corrie , Hanafi sakit dan pikirannya tidak lagi stabil. Ia
memutuskan kembali ke Padang namun sanak saudaranya tidak mau menerima
yang dianggap sebagai orang asing. Pikiran Hanafi semakin kalut tetapi ibunya
masih mau merawatnya. Karena merasa malu, bersalah dan tidak lagi punya harga
diri , Hanafi pun bunuh diri dengan pil sublimat dan ibunya sangat menyesalinya.
6. TAK PUTUS DIRUNDUNG MALANG
6
I. Identitas Buku
1. Judul Buku : Tak Putus Dirundung Malang
2. Pengarang : Sutan Takdir Alisyahbana
3. Tahun Terbit : 1929
4. Penerbit : Balai Pustaka

II. Tujuan Pengarang


Pengarang ingin menceritakan bahwa segala halangan dan rintangan yang
datang dari Tuhan di dalam kehidupan kita,semata-mata untuk menguji seberapa
jauh tingkat keimanan kita.Oleh karena itu,kita harus bersabar dan bertawakal
dalam menghadapinya.

III.Unsur Intrinsik
a. Tema : Cobaan selalu datang membayangi jalan hidup manusia.
b. Latar : Bangkahulu
c. Plot / Alur : Alur maju
d. Sudut Pandang : Orang ketiga tunggal.
e. Penokohan dan Perwatakan
• Syabudin : Ayah dari Mansur dan Laminah,yang merupakan seorang
pekerja keras dan mempunyai semangat yang tinggi untuk menghidupi
anak-anaknya.
• Mansur : Kakak Laminah yang perhatian pada adiknya dan sangat
menyayanginya.
• Laminah : Adik Mansur yang mendapat perlakuan keji dari Darwis.
• Darwis : Ia tidak mempunyai belas kasihan,keji,dan tidak menghormati
wanita.
f. Bahasa : Bahasa Melayu.
g. Amanat : Dalam menghadapi cobaan kita dituntut untuk bersabar dan
terus bertawakal.

IV. Keunggulan dan Kelemahan


* Keunggulan : Dalam cerita ini banyak mengandung pesan-pesan yang dapat
dijadikan pelajaran bagi kita untuk menjalani kehidupan ini.
* Kelemahan : Jalan cerita ini mengisahkan perjalanan hidup yang
menyedihkan sehingga pembaca turut terhanyut.

V. Sinopsis
Kehidupan syahbudin dengan dua anaknya selalu tidak berkecukupan,
terlebihsejak rumahnya terbakar dan istrinya meninggal. Mereka bertiga lalu
membanting tulang untuk mencari sesuap nasi.
Beberapa bulan kemudian kemalanganpun menimpa kedua kakak beradik
itu lagi. Dengan tidak disangka-sangka, ayahnya jatuh hingga meninggal dunia.
Sesudah ayahnya meninggal kedua anak itu diasuh oleh bibinya.Mula-mula suami
bibinya amat sayang pada mereka berdua.Namun tak lama pamannya berubah
sifat sehingga kedua anak itu selalu menerima caci maki dan sumpah serapah.
Untuk melepaskan diri dari kekangan pamannya Mansur dan adiknya pergi
ke Bangkahulu dan disana mereka mencari pekerjaan. Akhirnya dikota itu mereka
mendapat pekerjaan di sebuah toko roti. Tak lama mereka menjalankan pekerjaan
nya, kemalangan datang menimpa mereka. Laminah mendapat gangguan dan hina
an dari teman kerjanya mereka terpaksa keluar dari toko itu.
Setelah berusaha dengan susah payah, Mansur mendapat pekerjaan di
sebuah toko Jepang. Disana ternyata ia tidak lama bekerja,karena ia dituduh
mencuri uang majikannya. Atas putusan hakim Mansur yang tidak bersalah
dijatuhi hukuman dan harus menjadi lembaga pemasyarakatan. Berita yang
menyedihkan itu sampai juga ketelinga Darwis yang mempunyai niat jahat
terhadap Laminah di toko roti dahulu. Akibat malu dan takut bila hal itu terdengar
kakanya, malam itu juga Laminah menceburkn diri ke laut.
Mansur akhirnya bebas dari hukumannya dan tuduhan yang ditujukan
kepadanya tidak terbukti. Kabar tentang adiknya telah sampai kepadanya namun
belum jelas baginya. Agaknya ia merasa putus asa dan bosan hidup karena tak
henti-hentinya dirundung malang. Pada sustu hari kapal yang ditumpanginya akan
berangkat,sedangkan muatan-muatan sudah terangkat semua, tidak disangka-sang
ka kakinya tergelincir dan jatuhlah ia ke laut. Ia tak dapat tertolong lagi karena
Mansur telah hilang ditelan ombak.
7. SENGSARA MEMBAWA NIKMAT

I. Identitas buku
1. Judul Buku : Sengsara Membawa Nikmat
2. Pengarang : Tulis Sutan Sati
3. Tahun Terbit: 1929
4. Penerbit : Balai Pustaka

II. Tujuan pengarang


Pengarang ingin menceritakan bahwa kesabaran dan kejujuran akan
membawa keberuntungan.

III. Unsur intrinsik


a. Tema : Kesabaran seseorang dalam menghadapi cobaan.
b. Latar : Bukittinggi, Bogor,Jakarta, dan Medan.
c. Plot / Alur : Alur maju
d. Sudut Pandang : Orang ketiga tunggal.
e. Penokohan dan Perwatakan
* Midun : seorang pemuda yang disukai masyarakat karena kejujurannya
* Kacak : Anak kepala desa yang bersifat sombong,dan iri hati.
* Halimah : gadis cantik kekasih Midun
* Haji Abas : Guru ngaji dan silat.
* Pak karto : Petugas penjara yang baik hati.
* Gempa Alam :seorang sipir yang baik hati dan selalu memberi nasihat
pada Midun
* Maun :sahabat Midun yang tak dapat terpisahkan.
* Si ganjil : jagoan penjara yang sangat kejam dan jahat.
* Penghulu Laras : mamak sikacak yang menghukum Midun.
* Syekh Abdullah Al-Hadramut : seorang saudagar licik.
* Sinyo : Seorang Hoofdcommissaris yang ditolong Midun dari pengeja
ran serdadu.
f. Bahasa : Bahasa Melayu
g. Amanat : - Kesabaran akan membawa keberhasilan
- Kerja keras adalah cara untuk berhasil

IV. Keunggulan dan Kelemahan


Keunggulan : Cerita ini mencerminkan budaya Orang Padang, sehingga
pembaca dapat mengetahui tata cara kehidupan orang Padang dan budayanya .
Kelemahan : Bahasa yang digunakan pengarang masih banyak yang belum
dimengerti oleh orang luar Padang.

V. Sinopsis
Midun adalah anak seorang petani miskin.Namun ia adalah seorang pemuda
yang rajin dan sangat ramah, sehingga ia disukai oleh banyak orang. Hal ini
menyebabkan Kacak,anak dari kepala desa merasa iri.Kacak adalah seorang
pemuda yang sombong karena Ayahnya adalah seorang kepala desa yang
disegani. Ia mulai merencanakan untuk mencelakakan Midun, namun Midun tak
pernah menanggapinya Ia selalu saja menghindar bila Kacak mengajaknya
berkelahi,karena Midun berpikir beladiri bukan untuk berkelahi tapi untuk
membela diri dan mencari kawan.
Hingga pada suatu hari istri Kacak terhanyut di sungai,dan Midun menolong
nya. Namun Kacak malah menuduh Midun memperkosa isrinya, dan Midunpun
mendapat hukuman.Kacak sangat senang karena dapat menyiksa Midun yang
selalu sabar menghadapinya.Tidak hanya sampai disitu Kacak kemudian berenca
na untuk membunuh Midun saat ada acara pacuan kuda.Namun Midun yang
ditemani Maun, mengetahui rencana tersebut. Terjadilah perkelahian antara
Midun bersama maun melawan Kacak dan teman-temannya.Polisi datang dan
menagkap semua yang berkelahi. Dikantor, Maun dilepaskan sedangkan Midun
ha
rus ditahan.
Dipenjara Midun dihormati karena telah mengalahkan jagoan sel yang
bernama Si Ganjil.Dipenjarapun Midun mendapatkan nasihat yangberguna dari
sipir penjara yang bernama Gempa Alam.
Pada saat Midun sedang menyapu di jalan ia bertemu gadis yang cantik
bernama Halimah.Midun kmudian menjadi akrab dengan halimah,sejak Midun
mengembalikankalung Halimah yang terjatuh. Lalu mereka jatuh cinta satu sama
lain. Halimah sering bercerita bahwa ia tidak betah tinggal di rumah ayah tirinya.
Setelah bebas, Midun meminjam uang pada seorang lintah darat,yang
kemudian terjadi penipuan oleh lintah darat tersebut. Akhirnya Midun kembali
masuk penjara.
Sekeluarnya Midun dari penjara ialalu membawa kabur Halimah ke rumah
pamannya diBogor,dan menikahinya.karena dia tela menolang seorang sinyo
akhirnya ia bekerja dengan pertolongan sinyo tadi. Karena kejujuran akhirnya
Midun diangkat menjadi Assisten Demang didaerahnya,yang kemudian
menangkap Kacak karena diketahui menggelapkan uang pajak negara. Setelah
hidup Midun bahagia bersama Halimah istrinya.