TRIGONOMETRI

By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
1
at-Tusi
Gb. 1.1. matematikawan
BAB I
SUDUT DAN FUNGSI TRIGONOMETRI
Studi tentang trigonometri sebagai cabang matematika, lepas dari astronomi
pertama kali diberikan oleh Nashiruddin al -Tusi (1201-1274), lewat bukunya Treatise
on the quadrilateral. Bahkan dalam buku ini ia untuk pertama kali memperlihatkan
keenam perbandingan trigonometri lewat sebuah segitiga siku -siku (hanya masih
dalam trigonometri sferis). Menurut O`Conners dan
Robertson, mungkin ia pula yang pertama memperkenalkan
Aturan Sinus (di bidang datar).
Di Arab dan kebanyakan daerah muslim, trigonometri
berkembang dengan pesat tidak saja karena alasan
astronomi tetapi juga untuk kebutuhan ibadah. Seperti
diketahui, orang muslim jika melakukan ibadah sholat,
harus menghadap ke arah Qiblat, suatu bangunan di kota
Mekkah. Para matematikawan muslim lalu membuat tabel
trigonometri untuk kebutuhan tersebut.
Trigonometri adalah bagian dari matematika yang mempelajari relasi antara
sudut dan sisi sisi pada suatu segitiga dan juga fungsi –fungsi dasar dari relasi -relasi
tersebut. Trigonometri sebagai suatu metode dalam perhitungan untuk menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan perbandingan-perbandingan pada bangun geometri,
khususnya dalam bangun yang berbentuk segitiga. Pada prinsipnya trigonometri
merupakan salah satu ilmu yang berhubungan dengan besar sudut, dimana bermanfaat
untuk menghitung ketinggian suatu tempat tanpa mengukur secara langsung sehingga
bersifat lebih praktis dan efisien.
Trigonometri berasal dari bahasa Yunani, dimana terdiri dari dua buah kata
yaitu trigonom berarti bangun yang mempunyai tiga sudut dan sisi (segitiga) dan
metrom berarti suatu ukuran. Dari arti dua kata di atas, trigonometri dapat diartikan
sebagai cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang perbandingan ukuran sisi
suatu segitiga apabila ditinjau dari salah satu sudut yang terdapat pada segitiga
tersebut. Dalam mempelajari perbandingan sisi -sisi segitiga pada trigonometri, maka
segitiga itu harus mempunyai tepat satu sudutnya ( 90°.) artinya segitiga itu tidak lain
adalah segitiga siku-siku. Satuan sudut selain derajat adalah radian, di mana satu
radian adalah besarnya sudut yang menghadap busur lingkaran yang panjangnya sama
dengan jari-jari.
A. SUDUT DAN PENGERTIANNYA
Sudut adalah suatu bangun yang dibentuk oleh suatu titik tertentu dan du a
sinar yang berimpit titik pangkalnya pada titik tersebut. Selanjutnya titik tertentu
disebut titik sudut, dan kedua sinar disebut kaki -kaki sudut.
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2
Perhatikan gambar berikut
B
A
B
Pada gambar tersebut jika ruas garis OA kita rotasikan dengan pusat O, maka OA
akan pindah menjadi OB sehingga terbentuk lah suatu sudut yang dituliskan < AOB
atau <O . OA dan OB disebut dengan kaki sudut sedangkan dengan O disebut titik
sudut .
Z BOA positif apabila arah memutar OA berlawanan dengan arah putaran
jarum jam. ZBOA negatif apabila arah memutar OA searah dengan arah jarum jam.
Pada gambar diatas, sebelah kiri ZBOA =  + sedangkan sebelah kanan ZBOA =
 ÷ . Untuk selanjutnya pada buku ini kita menggunakan kesepakatan bahwa :
Ukuran sudut dan sudut digunakan lambang yang sama. Jadi  dapat
melambangkan suatu sudut, tetapi  juga dapat dilambangkan ukuran sudut.
B. PENGUKURAN SUDUT
Secara umum ada dua satuan pengukura n sudut, yaitu satuan derajat dan
satuan radian. Kita ketahui bahwa satu putaran penuh dengan arah yang berlawanan
arah perputaran jarum jam adalah 360°. Dengan demikian jika busur lingkaran kita
bagi menjadi tiga bagian yang sama, maka besarnya tiap sudut pusat yang terjadi
adalah 120°.
1. Membandingkan Dua Sudut.
Apabila  dan  dua sudut yang diketahui, dengan suatu transforma si,
salah satu kaki masing-masing sudut dihimpitkan pada OP. OA dan OB berturut-
turut kaki-kaki sudut  dan sudut  yang lain, ditinjau letak keduanya akan
menentukan hubungan besar sudut  dan  , yaitu:
a.   = bila OA dan OB berimpit.
b.   > bila OB diantara OP dan OA.
c.   < bila OA diantara OP dan OB.
2. Ukuran Derajat.
Bila OA diputar dengan poros O berlawanan arah dengan arah putaran jarum
jam, sehingga kedudukan OA tetap kembali ke letak semula dan putaran sekali
maka besar sudut putar 360°.
Dari uraian dia tas dapat ditentukan bahwa sudut satu derajat diperoleh
dengan membagi sudut satu putaran penuh ata s 360 bagian yang sama yaitu
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
3
360
1

=

3. Ukuran Radian
Perhatikan gambar disamping, titik O adalah
titik pusat dua lingkaran sepusat. Jari-jari
lingkaran besar OA
1
dan jari-jari lingkaran kecil
OB
1
memotong lingkaran kecil di A dan B.
Dapat dikatakan disini bahwa juring A
1
OB
1
dapat diperoleh dari juring AOB
dengan perbanyakan (dilatasi), dengan pusat O sehingga :
1
1 1
A busur
OA
busur
OA
B AB
=
Nilai perbandinngan
OA
AB busur
tidak tergantung pada panjang jari -jari lingkaran,
tetapi bergantung pada besar Z AOB. Bilangan yang didapat dari
OA
AB busur
merupakan ukuran dari Z AOB, bilangan ini dinamakan ukuran radian dari
ZAOB.
Jika panjang busur AB = panjang ja ri-jari
lingkarannya, maka ukuran dari ZAOB dalam
ukuran radian adalah 1
AB busur
= =
r
r
r
radian
Jadi ukuran ZAOB = 1 radian.
Dengan demikian ukuran ZAOC = 

= =
r
r
r
AC busur
radian.
4. Hubungan Derajat dan Radian
Ukuran derajat Z AOC = 180
o
, sedangkan ukuran radian =  radian, maka
didapat hubungan :
180
o
=  radian 29
o
=
180
29
 radian
90
o
=
2
1
 radian x
o
=
180
x
 radian
A
O
C
1 rad
r
r
A
1
B
1
B
A
O
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
4
Pada penulisan selanjutnya apabila digunakan ukuran radian maka perkataan
“radian” tidak ditulis sehingga penulisannya menjadi :
180
o
=  rad, 90
o
=
2
1
 rad, 60
o
=
3
1
 rad, dan seterusnya.
Pada buku ini digunakan dua macam uk uran sudut, yaitu ukuran derajat dan
ukuran radian, misalnya :
o o
360 0 s s  , maka ukuran sudut  dinyatakan dalam derajat.
  2 0 s > , maka ukuran sudut  dinyatakan dalam radian.
Untuk kepentingan ketelitian pengukuran suatu sudut , maka satuan derajat
dibagi menjadi 60 bagian yang sama dan disebut dengan menit. Setiap menit dapat
dibagi menjadi 60 bagian yang sama yang disebut dengan detik dengan simbol yaitu
(‘) dan (“) berturut turut digunakan untuk menyatakan ukuran sudut dalam satuan
menit dan detik.
5. Sudut-Sudut Lebih dari Satu Putaran
Pengukuran sudut positif maupun sudut negatif ditinjau dari arah rotasinya.
Perhatikan Gambar berikut.
Selanjutnya bila siketakui OA
dan OA’ seperti pada gambar, maka
ada banyak kemungkinan untuk
memperoleh bayangan OA’ dari OA,
seperti pada tabel berikut:
Tabel 1: Nilai Sudut dalam Radian dan Derajat.
Besar Sudut
Kemungkinan
Dalam Derajat Dalam Radian
1

a
p
2
 
a + ± 360 . 1
p + ±  2 . 1
3
 
a + ± 360 . 2
p + ±  2 . 2
  
n
 
a n + ÷ ± 360 ). 1 (
p n + ÷ ±  2 ). 1 (
1 radian =
O
O O
3 , 57
14 , 3
180 180
~ |
.
|

\
|
~ |
.
|

\
|

x
O
A’
-
A
y

a = 
=a
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
5
C. FUNGSI TRIGONOMETRI
1. Definisi Fungsi Trigonometri
Titik P(x,y) pada sisi batas Z XOP, dengan OP = r. Z XOP dalam kedudukan baku.
Antara sudut  selalu didapat satu hubungan (relasi) dengan bilangan nyata yang
dinyatakan dengan nilai perbandingan :
y
r
x
r
y
x
x
y
r
x
r
y
dan , , , , , . Keenam nilai
perbandingan ini didefinisikan dengan enam fungsi trigonometri dari sudut  atau
sudut (- ).
(x, y) adalah koordinat dimana x adalah absis dan y adalah ordinat dari titik P, yaitu
sebarang titik pada sisi batas sudut  , dengan OP = r. Sudut  dalam keadaan baku.
Jadi untuk setiap sudut  hanya didapat tepat satu nilai perbandingan
y
r
x
r
y
x
x
y
r
x
r
y
dan , , , , , . Dengan diagram panah fungsi trigonometri dapat
ditunjukkan sebagai berikut :
ZXOP=  ÷
x +
y r
P(x , y)
 ÷
sinus = | )
)
`
¹
¹
´
¦
=
r
y
Z Z
1 1
, sudut ukuran ,   cotangen=
| )
)
`
¹
¹
´
¦
=
y
x
Z Z
4 4
, sudut ukuran ,  
cosinus = | )
)
`
¹
¹
´
¦
=
r
x
Z Z
2 2
, sudut ukuran ,   secan =
| )
)
`
¹
¹
´
¦
=
x
r
Z Z
5 5
, sudut ukuran ,  
tangen = | )
)
`
¹
¹
´
¦
=
x
y
Z Z
3 3
, sudut ukuran ,   cosecan =
| )
)
`
¹
¹
´
¦
=
y
r
Z Z
6 6
, sudut ukuran ,  
y
ZXOP=
P( x , y )
y
r
 +
x
O
y
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
6
÷ ÷ ÷ ÷
sinus
÷ ÷ ÷ ÷ ÷
cosinus
÷ ÷ ÷ ÷ ÷
tangen
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷
cosecan
÷ ÷ ÷ ÷ ÷
secans
÷ ÷ ÷ ÷ ÷ ÷
cotangen
R = Himpunan bilangan real, sebagai kodomain dari relasi
A = ¦ ¦ sudut ukuran   , sabagai domain dari relasi
Karena setiap sudut  dari anggota domain berkawan dengan tepat satu nilai
perbandingan
y
r
x
r
y
x
x
y
r
x
r
y
dan , , , , , atau sinus, cosinus, tangen, cot angen, secan, dan
cosecan maka relasi -relasi tersebut memenuhi syarat fungsi dan disebut fungsi
triginometri.
Enam fungsi trigonometri tersebut didefinisikan dengan :
Dengan x dan y masing-masing absis
x dan ordinat y dari titik P pada sisi
vatas sudut  , r = OP dengan
2 2
y x r + =
2. Menghitung Nilai Fungsi Trigonometri
Contoh :
1) Sudut positif  pada kedudukan baku sisi batasnya melalui titik P ( 3 , - 4 ).
Carilah keenam nilai fungsi trigonometri sudut .
Penyelesaian :
sin =
r
y
cot  =
y
x
cos =
r
x
sec =
x
r
tan =
x
y
csc =
y
r
A B

sin =
r
y
A B

sin =
r
y
A B

cos =
r
x
A B

tan =
x
y
A
B

y
r
ec =  cos
A B

x
r
=  sec
A
B

y
x
=  cot
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
7
 positif dalam kedudukan baku jika OP = r maka | )
2 2
4 3 ÷ + = r = 5
Sehingga :
3
4
tan
5
3
cos
5
4
sin
÷ = =
= =
÷ = =
x
y
r
x
r
y



4
5
csc
3
5
sec
4
3
cot
÷ = =
= =
÷ = =
y
r
x
r
y
x



2) Carilah keenam nilai fungsi trigonometri sudut ( - 135 )
o
jika sudut tersebut dalam
keadaan baku.
Penyelesaian :
Ambil titik P pada sisi batas sudut ( - 135)
o
dengan OP = r maka pasangan
koordinat P adalah ( 2 , 2
2
1
2
1
r r ÷ ÷ ) jadi ,
| )
| )
| ) 1
2
2
135 tan
2
2
135 cos
2
2
135 sin
2
1
2
1
2
1 2
1
2
1 2
1
=
÷
÷
= = ° ÷
÷ =
÷
= = ° ÷
÷ =
÷
= = ° ÷
r
r
x
y
r
r
r
x
r
r
r
y
O
- 135
o
P (- x , - y )
x
y
r
r

P(x , y)
x
y
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
8
| )
| )
| ) 2
2
1
2
135 csc
2
2
1
2
135 sec
1
2
2
135 cot
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
÷ = ÷ =
÷
= = ° ÷
÷ = ÷ =
÷
= = ° ÷
=
÷
÷
= = ° ÷
r
r
y
r
r
r
x
r
r
r
y
x
3) Carilah keenam fungsi trigonometri dari sudut 750
o
.
Penyelesaian :
Gambar disamping menunjukkan sudut
750
o
750
o
= 30 + 2 . 360
o
ambil titik P pada sisi batas sudut 750
o
dengan OP = r maka pasangan koordinat
titi P adalah | ) r r
2
1
2
1
, 3 jadi :
3
3
750 tan
3
3
750 cos
750 sin
3
1
2
1
2
1
2
1 2
1
2
1 2
1
= = = °
= = = °
= = = °
r
r
x
y
r
r
r
x
r
r
r
y
2
1
750 csc
3
3
1
3
750 sec
3
3
750 cot
2
1
2
1
3
2
2
1
2
1
2
1
2
1
= = = = °
= = = = °
= = = °
r
r
y
r
r
r
x
r
r
r
y
x
3. Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut pada Segitiga Siku -siku
Gambar di samping adalah segitiga siku -siku
dengan titik sudut sikunya di C. Panjang sisi di
hadapan sudut A adalah a, panjang sisi di
hadapan sudut B adalah b, dan panjang sisi di
hadapan sudut C adalah c.
Terhadap sudut o:
Sisi a disebut sisi siku-siku di depan sudut o
Sisi b disebut sisi siku-siku di dekat (berimpit) sudut o
Sisi c (sisi miring) disebut hipotenusa
Berdasarkan keterangan di ata s, didefinisikan 6 (enam) perbandingan
trigonometri terhadap sudut o sebagai berikut:
A
B
C
o
c
a
b
Gb. 1.2. perbandingan trigonometri
x
y
P(x,y)
r
750
o
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
9
A
B
C
o
c
a
b
Gb. 2.3. perbandingan trigonometri
1.
c
a
= = o
hipotenusa panjang
A sudut depan di siku - siku sisi panjang
sin
2.
c
b
= = o
hipotenusa panjang
A sudut (berimpit) dekat di siku - siku sisi panjang
os c
3.
b
a
= = o
A sudut dekat di siku - siku sisi panjang
A sudut depan di siku - siku sisi panjang
tan
4.
a
c
= = o
A sudut depan di siku - siku sisi panjang
hipotenusa panjang
csc
5.
b
c
= = o
A sudut dekat di siku - siku sisi panjang
hipotenusa panjang
sec
6.
a
c
= = o
A sudut depan di siku - siku sisi panjang
A sudut dekat di siku - siku sisi panjang
cot
Dari perbandingan tersebut dapat pula ditulis rumus:
o
o
= o
cos
sin
tan dan
o
o
= o
sin
cos
cot
o
= o
cos
1
sec dan
o
= o
sin
1
csc
Contoh:
Pada gambar di samping segitiga siku÷siku ABC dengan
panjang a = 24 dan c = 25.
Tentukan keenam perbandingan
trigonometri untuk o.
Penyelesaian:
Nilai b dihitung dengan teorema Pythagoras
2 2
24 25 b ÷ =
576 625 ÷ =
7 49 = =
25
24
sin = = o
c
a
24
25
csc = = o
a
c
25
7
os c = = o
c
b
7
25
sec = = o
b
c
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
10
7
24
tan = = o
b
a
24
7
cot = = o
a
c
4. Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut di Berbagai Kuadran
P adalah sembarang titik di kuadran I dengan koordinat
(x,y). OP adalah garis yang dapat berputar terhadap titik
asal O dalam koordinat kartesius, sehingga ZXOP dapat
bernilai 0° sampai dengan 90°. Perlu diketahui bahwa
r y = + =
2 2
x OP dan r > 0
Berdasarkan gambar di atas keenam perbandingan
trigonometri baku dapat didefinisikan dalam absis ( x),
ordinat (y), dan panjang OP (r) sebagai berikut:
1.
r
y
= =
OP panjang
P ordinat
α sin 4.
y
r
= =
P ordinat
OP panjang
α csc
2.
r
x
= =
OP panjang
P absis
α cos 5.
x
r
= =
P absis
OP panjang
α sec
3.
x
y
= =
P absis
P ordinat
α tan 6.
y
x
= =
P ordinat
P absis
α cot
Dengan memutar garis OP maka Z XOP = o dapat terletak di kuadran I, kuadran
II, kuadran III atau kuadran IV, seperti pada gambar di bawah ini.
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
1
Gb. 1.3
O
Gb. 1.3. titik di berbagai kuadran
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
1
O
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
2
O
y
x
X
Y
r
P(x,y)
o
3
O
y
x
X
Y
r
P(x,y)
o
4
O
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
11
Tabel tanda nilai keenam perbandingan trigonometri di tiap kuadran:
Kuadran Perbandingan
Trigonometri I II III IV
sin + + - -
cos + - - +
tan + - + -
csc + + - -
sec + - - +
cot + - + -
5. Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut -Sudut Istimewa
Sudut istimewa adalah sudut yang perbandingan trigonometrinya dapat dicari
tanpa memakai tabel matematika atau kalkulator, yaitu: 0 °, 30°, 45°,60°, dan 90°.
Sudut-sudut istimewa yang akan dipelajari adalah 30 °, 45°,dan 60°.
Untuk mencari nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa digunakan segitiga
siku-siku seperti gambar berikut ini.
Dari gambar 2.4.a dapat ditentukan
2
2
1
2
1
45 sin = = ° 2
1
2
45 csc = = °
2
2
1
2
1
45 cos = = ° 2
1
2
45 sec = = °
1
1
1
45 tan = = ° 1
1
1
45 cot = = °
Dari gambar 2.4.b dapat ditentukan
Gb. 1.4.b. sudut istimewa
3
60°
30°
1
2
Gb. 1.4.a. sudut istimewa
2
45°
1
1
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
12
2
1
0 3 sin = ° 3
2
1
2
3
0 6 sin = = °
3
2
1
2
3
0 3 cos = = °
2
1
0 6 cos = °
3
3
1
3
1
30 tan = = ° 3
1
3
60 tan = = °
2
1
2
30 csc = = ° 3
3
2
3
2
60 csc = = °
3
3
2
3
2
30 sec = = ° 2
1
2
60 sec = = °
3
1
3
30 cot = = ° 3
3
1
3
1
60 cot = = °
Tabel nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut istimewa.
o 0° 30° 45° 60° 90°
sin o 0
2
1
2
2
1
3
2
1
1
cos o 1 3
2
1
2
2
1
2
1
0
tan o 0 3
3
1
1 3
tak
terdefinisi
cosec o
tak
terdefinisi
2
2
3
3
2
1
sec o 1 3
3
2
2
2
tak
terdefinisi
cot o
tak
terdefinisi
3 1 3
3
1
0
contoh:
1.
2
2 1
2
2
1
2
1
45 cos 30 sin
+
= + = ° + °
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
13
2. 3
3
1
2
2
1
3 2
2
1
60 cot 45 cos 60 tan 45 sin + = ° ° + ° °
6
3
2
6
6
4
6
6
1
6
2
1
= = + =
6. Nilai Fungsi Trigonometri Sudut Sembarang
Untuk menentukan nilai fungsi trigonometri sudut -sudut sembarang telah
tersedia pada daftar sinus, yang termuat pada daftar logaritma atau menggunakan
kalkulator.
Contoh:
3115 , 0 ' 18 17 tan
2965 , 0 ' 15 17 sin
=
=


7. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi
Sudut-sudut yang berelasi dengan sudut o adalah sudut (90° ± o), (180° ± o),
(360° ± o), dan -o°. Dua buah sudut yang berelasi ada yang diberi nama khusus,
misalnya penyiku (komplemen) yaitu untuk sudut o° dengan (90° - o) dan
pelurus (suplemen) untuk sudut o° dengan (180° - o). Contoh: penyiku sudut
50° adalah 40°, pelurus sudut 110° adalah 70°.
1. Perbandingan trigonometri untuk sudut o dengan (90° - o)
Dari gambar 2.7 diketahui
Titik P
1
(x
1
,y
1
) bayangan dari P(x,y)
akibat pencerminan garis y = x, sehingga
diperoleh:
a. ZXOP = o dan ZXOP
1
= 90° - o
b. x
1
= x, y
1
= y dan r
1
= r
Dengan menggunakan hubungan di atas dapat diperoleh:
a. | ) o = = = o ÷ ° cos 90 sin
1
1
r
x
r
y
b. | ) o = = = o ÷ ° sin 90 cos
1
1
r
y
r
x
c. | ) o = = = o ÷ ° cot 90 tan
1
1
y
x
x
y
Dari perhitungan tersebut maka rumus perbandingan trigonometri sudut o
dengan (90° - o) dapat dituliskan sebagai berikut:
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o (90-o)
P
1
(x
1
,y
1
)
r1
x1
y1
y = x
Gb. 1.5. sudut yang berelasi
O
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
14
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
(180°-o)
P
1
(x
1
,y
1
)
r1
x1
y1
O
Gb. 1.6. sudut yang berelasi
2. Perbandingan trigonometri untuk sudut o° dengan (180° - o)
Titik P
1
(x
1
,y
1
) adalah bayangan dari
titik P(x,y) akibat pencerminan
terhadap sumbu y, sehingga
a. ZXOP = o dan ZXOP
1
= 180° - o
b. x
1
= ÷x, y
1
= y dan r
1
= r
maka diperoleh hubungan:
a. | ) o = = = o ÷ ° sin 180 sin
1
1
r
y
r
y
b. | ) o ÷ =
÷
= = o ÷ ° cos 180 cos
1
1
r
x
r
x
c. | ) o ÷ =
÷
= = o ÷ ° tan 180 tan
1
1
x
y
x
y
Dari hubungan di atas diperoleh rumus:
3. Perbandingan trigonometri untuk sudut o° dengan (180° + o)
Dari gambar 2.9 titik P
1
(x
1
,y
1
) adalah
bayangan dari titik P( x,y) akibat
pencerminan terhadap garis y = ÷x, sehingga
a. ZXOP = o dan ZXOP
1
= 180° + o
b. x
1
= ÷x, y
1
= ÷y dan r
1
= r
maka diperoleh hubungan:
a. | ) o ÷ =
÷
= = o + ° sin 180 sin
1
1
r
y
r
y
b. | ) o ÷ =
÷
= = o + ° cos 180 cos
1
1
r
x
r
x
a. | ) o = o ÷ ° cos 90 sin d. | ) o = o ÷ ° sec 90 csc
b. | ) o = o ÷ ° sin 90 cos e. | ) o = o ÷ ° ec cos 90 sec
c. | ) o = o ÷ ° cot 90 tan f. | ) o = o ÷ ° tan 90 cot
a. | ) o = o ÷ ° sin 180 sin d. | ) o = o ÷ ° csc 180 csc
b. | ) o ÷ = o ÷ ° cos 180 cos e. | ) o ÷ = o ÷ ° sec 180 sec
c. | ) o ÷ = o ÷ ° tan 180 tan f. | ) o ÷ = o ÷ ° cot 180 cot
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
(180°+o)
P
1
(x
1
,y
1
)
r1
x1
y1
O
Gb. 1.7. sudut yang berelasi
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
15
c. | ) o = =
÷
÷
= = o + ° tan 180 tan
1
1
x
y
x
y
x
y
Dari hubungan di atas diperoleh rumus:
4. Perbandingan trigonometri untuk sudut o dengan (- o)
Dari gambar 2.10 diketahui titik
P
1
(x
1
,y
1
) bayangan dari P(x,y)
akibat pencerminan terhadap sumbu x,
sehingga
a. ZXOP = o dan ZXOP
1
= - o
b. x
1
= x, y
1
= ÷y dan r
1
= r
maka diperoleh hubungan
a. | ) o ÷ =
÷
= = o ÷ sin sin
1
1
r
y
r
y
b. | ) o = = = o ÷ cos cos
1
1
r
x
r
x
c. | ) o ÷ =
÷
= = o ÷ tan tan
1
1
x
y
x
y
Dari hubungan di atas diperoleh rumus:
Untuk relasi o dengan (- o) tersebut identik dengan relasi o dengan 360° ÷ o,
misalnya sin (360° ÷ o) = ÷ sin o.
5. Perbandingan Nilai Trigonometri dengan su dut

360 >  .
| )     sin 2 . sin sin = + = k atau | )    sin 360 . sin sin = + =

k
a. | ) o ÷ = o + ° sin 180 sin d. | ) o ÷ = o + ° csc 180 csc
b. | ) o ÷ = o + ° cos 180 cos e. | ) o ÷ = o + ° sec 180 sec
c. | ) o = o + ° tan 180 tan f. | ) o = o + ° cot 180 cot
a. | ) o ÷ = o ÷ sin sin d. | ) o ÷ = o ÷ csc csc
b. | ) o = o ÷ cos cos e. | ) o = o ÷ sec sec
c. | ) o ÷ = o ÷ tan tan f. | ) o ÷ = o ÷ cot cot
y
x
X
Y
P(x,y)
r
o
(360°-o1)
P
1
(x
1
,y
1
)
r1
x1
y1
O
-o
Gb. 1.8. sudut yang berelasi
TRIGONOMETRI
By: SITI LAILIYAH, M,Si.
PENDIDIKAN MATEMATIKA
IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA
16
| )     cos 2 . cos cos = + = k atau | )    cos 360 . cos cos = + =

k
| )     tan 2 . tan tan = + = k atau | )    tan 360 . tan tan = + =

k
| )     ec k ec ec cos 2 . cos cos = + = atau | )    ec k ec ec cos 360 . cos cos = + =

| )     sec 2 . sec sec = + = k atau | )    sec 360 . sec sec = + =

k
| )     cot 2 . cot cot = + = k atau | )    cot 360 . cot cot = + =

k
Contoh:
1.    
3
2
1 cos
3
1
1 2 . 21 cos
3
2
43 cos = |
.
|

\
|
+ =

3
2
1 di Kuadran IV, maka 0
3
2
1 cos >  atau nilainya positif.
2
1
3
1
cos
3
1
2 cos
3
2
1 cos = + = |
.
|

\
|
÷ =    
2. | )
  
232 tan 232 360 . 15 tan 5632 tan
0
= + =

232 merupakan sudut di Kuadran III, maka 0 232 tan >

atau nilainya
positif.
| ) 2799 , 1 52 tan 52 180 tan 232 tan
0
= + = + =
  
3. | )
  
148 cos 148 360 . 16 cos 5612 cos
0
= + ÷ = ÷

148 merupakan sudut di Kuadran II, maka 0 148 cos <

atau nilainya negatif.
| ) 8480 , 0 32 cos 32 180 cos 148 cos
0
÷ = ÷ = ÷ =
  

c. bila OA diantara OP dan OB.Si. Apabila dan dua sudut yang diketahui. bila OB diantara OP dan OA. 1. Dengan demikian jika busur lingkaran kita bagi menjadi tiga bagian yang sama. OA dan OB disebut dengan kaki sudut sedangkan dengan O disebut titik sudut . BOA = sedangkan sebelah kanan BOA = Pada gambar diatas. dengan suatu transforma si. Dari uraian dia tas dapat ditentukan bahwa sudut satu derajat diperoleh dengan membagi sudut satu putaran penuh ata s 360 bagian yang sama yaitu By: SITI LAILIYAH. salah satu kaki masing-masing sudut dihimpitkan pada OP. Membandingkan Dua Sudut. yaitu satuan derajat dan satuan radian. PENGUKURAN SUDUT Secara umum ada dua satuan pengukura n sudut. M. ditinjau letak keduanya akan menentukan hubungan besar sudut dan . PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 2 . BOA positif apabila arah memutar OA berlawanan dengan arah putaran jarum jam. BOA negatif apabila arah memutar OA searah dengan arah jarum jam. 2. tetapi B.TRIGONOMETRI Perhatikan gambar berikut B A B Pada gambar tersebut jika ruas garis O A kita rotasikan dengan pusat O. yaitu: a. dapat melambangkan suatu sudut. Ukuran Derajat. b. Untuk selanjutnya pada buku ini kita menggunakan kesepakatan bahwa : Ukuran sudut dan sudut digunakan lambang yang sama. Bila OA diputar dengan poros O berlaw anan arah dengan arah putaran jarum jam. maka besarnya tiap sudut pusat yang terjadi adalah 120°. Jadi juga dapat dilambangkan ukuran sudut. maka OA akan pindah menjadi OB sehingga terbentuk lah suatu sudut yang dituliskan < AOB atau <O . bila OA dan OB berimpit. sehingga kedudukan OA tetap kembali ke letak semula dan putaran sekali maka besar sudut putar 360°. sebelah kiri . OA dan OB berturutturut kaki-kaki sudut dan sudut yang lain. Kita ketahui bahwa satu putaran penuh dengan arah yang berlawanan arah perputaran jarum jam adalah 360° .

OA tetapi bergantung pada besar merupakan ukuran dari AOB.Si. Bilangan yang didapat dari busur AB OA AOB. titik O adalah titik pusat dua lingkaran sepusat. Hubungan Derajat dan Radian Ukuran derajat didapat hubungan : 180o = 90o = radian 29o = xo 29 180 x = 180 AOC = 180 o. PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 3 .TRIGONOMETRI 360 3. sedangkan ukuran radian = radian. bilangan ini dinamakan ukuran radian dari Jika panjang busur AB = panjang ja ri-jari lingkarannya. C O r Dengan demikian ukuran AOC = busur AC r r r radian. maka radian radian 1 2 radian By: SITI LAILIYAH. Ukuran Radian B1 B A1 1 Perhatikan gambar disamping. O A Dapat dikatakan disini bahwa juring A 1OB1 dapat diperoleh dari juring AOB dengan perbanyakan (dilatasi). M. dengan pusat O sehingga : busur AB OA busur A 1 B 1 OA1 Nilai perbandinngan busur AB tidak tergantung pada panjang jari -jari lingkaran. maka ukuran dari r 1 rad AOB dalam r r 1 radian ukuran radian adalah A busur AB r Jadi ukuran AOB = 1 radian. 4. AOB. Jari-jari lingkaran besar OA 1 dan jari-jari lingkaran kecil OB1 memotong lingkaran kecil di A dan B.

. maka ukuran sudut Untuk kepentingan ketelitian pengukuran suatu sudut . yaitu ukuran derajat dan ukuran radian. maka satuan derajat dibagi menjadi 60 bagian yang sama dan disebut dengan menit. seperti pada tabel berikut: O a x A =a Tabel 1: Nilai Sudut dalam Radian dan Derajat. misalnya : 0o 0 360 o .2 p By: SITI LAILIYAH.14 O 57. M. dinyatakan dalam radian. 60o = rad.2 p 2. PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 4 . maka ukuran sudut 2 dinyatakan dalam derajat.360 a ( n 1).Si. Setiap menit dapat dibagi menjadi 60 bagian yang sama yang disebut dengan detik dengan simbol yaitu (‘) dan (“) berturut turut digunakan untuk menyatakan ukuran sudut dalam satuan menit dan detik.2 p 1.TRIGONOMETRI 1 radian = 180 O 180 3. Sudut-Sudut Lebih dari Satu Putaran Pengukuran sudut positif maupun sudut negatif ditinjau dari arah rotasinya. 2 3 Pada buku ini digunakan dua macam uk uran sudut. maka ada banyak kemungkinan untu k memperoleh bayangan OA’ dari OA. y A’ Selanjutnya bila siketakui OA dan OA’ seperti pada gambar. 90o = rad. Perhatikan Gambar berikut.3O Pada penulisan selanjutnya apabila digunakan ukuran radian maka perkataan “radian” tidak ditulis sehingga penulisannya menjad i : 1 1 180o = rad.360 a n (n 1).360 a 3 2 . Besar Sudut Kemungkinan Dalam Derajat Dalam Radian 1 p a 2 1 . 5. dan seterusnya.

Definisi Fungsi Trigonometri y P( x . . . Z6 ukuran sudut . Sudut dalam keadaan baku. dan . Dengan diagram panah fungsi trigonometri dapat r r x y x y ditunjukkan sebagai berikut : By: SITI LAILIYAH. Z1 ukuran sudut. . . . PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 5 . . Z3 ukuran sudut . yaitu sebarang titik pada sisi batas sudut Jadi untuk setiap sudut . y) adalah koordinat dimana x adalah absis dan y adalah ordinat dari titik P. Z 6 r y (x. Z 2 ukuran sudut . dan r r x y x y atau dinyatakan dengan nilai perbandingan : perbandingan ini didefinisikan dengan enam fungsi trigonometri dari sudut sudut (). sinus = . nilai perbandingan hanya didapat tepat satu y x y x r r . M. Z 3 cosecan = . Z2 . Z 5 x y r x cosinus = tangen = . Z 4 ukuran sudut .Si. Z4 . Z5 ukuran sudut . Keenam nilai .y) pada sisi batas Antara sudut selalu didapat satu hubungan (relasi) dengan bilangan nyata yang y x y x r r . y ) r y O x y r y x+ P(x . XOP dalam kedudukan baku. Z 1 y r cotangen= x r y x secan = . FUNGSI TRIGONOMETRI 1. . dengan OP = r. Titik P(x. . y) XOP= XOP= XOP. dengan OP = r.TRIGONOMETRI C.

. . M.TRIGONOMETRI A sinus B sin = y r A cosinus cos B = x r A tangen B tan = y x A cosecan B A secans B sec r x A cotangen B x y cos ec r y cot R = Himpunan bilangan real. . Enam fungsi trigonometri tersebut didefinisikan dengan : y r x cos = r y tan = x sin = cot sec csc = x y r = x r = y Dengan x dan y masing-masing absis x dan ordinat y dari titik P pada sisi vatas sudut r x2 y2 . . Carilah keenam nilai fungsi trigonometri sudut . r = OP dengan 2. sebagai kodomain dari relasi A= ukuran sudut . PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 6 . cot angen. sabagai domain dari relasi Karena setiap sudut perbandingan dari anggota domain berkawan dengan tepat satu nilai y x y x r r atau sinus. Penyelesaian : By: SITI LAILIYAH. dan . Menghitung Nilai Fungsi Trigonometri Contoh : 1) Sudut positif pada kedudukan baku sisi batasnya melalui titik P ( 3 . cosinus.Si. secan. tangen.4 ). dan r r x y x y cosecan maka relasi-relasi tersebut memenuhi syarat fungsi dan disebut fungsi triginometri. .

. Penyelesaian : Ambil titik P pada sisi batas sudut ( .135 )o jika sudut tersebut dalam keadaan baku.135)o dengan OP = r maka pasangan koordinat P adalah ( 1 2 r 2.y ) o cos 135 tan 135 r 2 r 1 2r 2 r 1 2r 2 1 2 1 2 2 2 1 2 r 2 1 By: SITI LAILIYAH.x .Si. sin x y 135 y r x r y x 1 2 O .135 r P (. M. PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 7 . 1 2 r 2 ) jadi .TRIGONOMETRI y x r P(x . y) positif dalam kedudukan baku jika OP = r maka r Sehingga : sin cos tan y r x r y x 4 5 3 5 4 3 32 4 2 =5 cot sec csc x y r x r y 3 4 5 3 5 4 2) Carilah keenam nilai fungsi trigonometri sudut ( .

TRIGONOMETRI cot 135 x y r x r y 1 2 1 2 r 2 r 2 r r 2 r r 2 1 1 1 2 sec 135 csc 135 1 2 2 1 2 2 2 1 2 1 2 3) Carilah keenam fungsi trigonometri dari sudut 750 o. Terhadap sudut : Sisi a disebut sisi siku-siku di depan sudut Sisi b disebut sisi siku-siku di dekat (berimpit) sudut Sisi c (sisi miring) disebut hipotenusa Berdasarkan keterangan di ata s. y Penyelesaian : Gambar disamping menunjukkan sudut P(x. M. perbandingan trig onometri Gambar di samping adalah segitiga siku -siku dengan titik sudut sikunya di C.2. didefinisikan 6 (enam) perbandingan trigonometri terhadap sudut sebagai berikut: By: SITI LAILIYAH.y) r 750o 750o = 30 + 2 . PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 8 . dan panjang sisi di hadapan sudut C adalah c. panjang sisi di hadapan sudut B adalah b. 360o ambil titik P pada sisi batas sudut 750 o 750o x dengan OP = r maka pasangan koordinat titi P adalah 1 2 r 3 . Panjang sisi di hadapan sudut A adalah a. 1 r jadi : 2 sin 750 cos 750 tan 750 y r x r y x 1 2 r 1 2 r 1 2r 3 r 1 2r 1 2 cot 750 1 2 x y r x r y 1 2 r 3 1 2r r r 3 1 2 3 1 3 2 1 1 2 2 3 3 3 sec 750 csc 750 1 2 3 r 3 1 3 1 2 r r 3. Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut pada Segitiga Siku -siku B a C c A b Gb. 1.Si.

siku di dekat sudut A a b 3. csc panjang hipotenusa panjang sisi siku . PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA .siku di dekat (berimpit) sudut A panjang hipotenusa panjang sisi siku . sec 6.3.siku di depan sudut A c a c b c a 5.Si.siku di depan sudut A panjang sisi siku . a Penyelesaian: Nilai b dihitung dengan teorema Pythagoras C b 25 2 c 24 2 A b Gb. perbandingan trigonometri 625 576 49 7 sin a c b c 24 25 7 25 csc c a c b 25 24 25 7 9 cos sec By: SITI LAILIYAH.siku di dekat sudut A panjang sisi siku .TRIGONOMETRI 1.siku di depan sudut A panjang hipotenusa a c b c 2. cot Dari perbandingan tersebut dapat pula ditulis rumus: tan sin cos dan cot cos sin sec 1 cos dan csc 1 sin Contoh: Pada gambar di samping segitiga siku siku ABC dengan panjang a 24 dan c 25.siku di depan sudut A panjang hipotenusa panjang sisi siku . 2. M. tan 4. cos panjang sisi siku .siku di dekat sudut A panjang sisi siku . B Tentukan keenam perbandingan trigonometri untuk . sin panjang sisi siku .

titik di berbagai kuadran By: SITI LAILIYAH. Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut di Berbagai Kuadran P adalah sembarang titik di kuadran I dengan koordinat (x. csc α panjang OP r ordinat P y absis P panjang OP ordinat P absis P y x x r 5.3.y) Gb. PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 10 . seperti pada gambar di bawah ini. 1.y) r x X r y X O P(x. P(x. OP adalah garis yang dapat berputar terhadap titik asal O dalam koordinat kartesius. ordinat (y). M. kuadran II. sin α 2.Si.y). cot α panjang OP absis P r x absis P ordinat P x y Dengan memutar garis OP maka XOP = dapat terletak di kuadran I.y) r 1 Y Y r 2 y y X Y Y 3 4 O x x O X x O y P(x. cos α 3. 1.TRIGONOMETRI tan a b 24 7 cot c a 7 24 4. Perlu diketahui bahwa OP X x2 y2 r dan r 0 Y r 1 P(x. sehingga XOP dapat bernilai 0 sampai dengan 90 . kuadran III atau kuadran IV. dan panjang OP (r) sebagai berikut: ordinat P y panjang OP r 4. tan α Berdasarkan gambar di atas keenam perbandingan trigonometri baku dapat didefinisikan dalam absis ( x).y) P(x.y) y O x Gb. sec α 6.3 1.

4. PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 11 .TRIGONOMETRI Tabel tanda nilai keenam perbandingan trigonometri di tiap kuadran: Perbandingan Kuadran Trigonometri sin cos tan csc sec cot I + + + + + + II + + III + + IV + + - 5. yaitu: 0 . Untuk mencari nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa digunakan segitiga siku-siku seperti gambar berikut ini. M.60 . 1.b. 45 .dan 60 . 1.b dapat ditentukan By: SITI LAILIYAH. 30 . 3 30 2 45 1 1 60 2 1 Gb.a dapat ditentukan sin 45 1 2 1 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 csc 45 2 1 2 1 1 1 1 2 cos 45 sec 45 2 tan 45 cot 45 Dari gambar 2. sudut istimewa Dari gambar 2.4.a. Sudut-sudut istimewa yang akan dipelajari adalah 30 . 45 .4. Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut -Sudut Istimewa Sudut istimewa adalah sudut yang perbandingan trigonometrinya dapat dicari tanpa memakai tabel matematika atau kalkulator. dan 90 .4. sudut istimewa Gb.Si.

M. 0 sin cos tan cosec sec cot 0 1 0 tak terdefinisi 1 tak terdefinisi 30 1 2 1 3 2 1 3 3 45 1 2 2 1 2 2 60 1 3 2 1 2 90 1 0 tak terdefinisi 1 tak terdefinisi 1 3 2 2 2 2 3 3 2 1 3 3 2 3 3 3 1 0 contoh: 1.TRIGONOMETRI sin 30 1 2 sin 60 3 2 1 3 2 3 2 1 2 1 3 2 cos 30 cos 60 tan 30 1 3 2 1 2 1 3 3 tan 60 3 1 2 3 2 1 2 3 2 3 3 csc 30 csc 60 sec 30 2 3 3 1 2 3 3 3 sec 60 cot 30 cot 60 1 3 1 3 3 Tabel nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut istimewa. sin 30 cos 45 1 2 1 2 2 1 2 2 By: SITI LAILIYAH.Si. PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 12 .

sudut yang berelasi Dengan menggunakan hubungan di atas dapat diperoleh: y1 x cos a. sehingga diperoleh: a. pelurus sudut 110 adalah 70 . Dua buah sudut yang berelasi ada yang diberi nama khusus. Perbandingan trigonometri untuk sudut Y y=x P1(x1.) dapat dituliskan sebagai be rikut: By: SITI LAILIYAH. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi Sudut-sudut yang berelasi dengan sudut adalah sudut (90 ). sin 45 tan 60 cos 45 cot 60 1 2 2 3 1 1 2 3 2 3 1 6 2 1 6 6 4 6 6 2 6 3 6.).Si. M. 1.3115 7.. misalnya penyiku (komplemen) yaitu untuk sudut dengan (90 . PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 13 . Contoh: sin 17 15' 0.y) Dari gambar 2.y1) r1 y1 r y (90.) dengan (90 . y1 = y dan r1 = r O x1 x X Gb.5. (180 ).7 diketahui Titik P1(x1. XOP = dan XOP1 = 90 b. cos 90 r1 r y1 x c. x1 = x. 1.2965 tan 17 18' 0. yang termuat pada daftar logaritma atau menggunakan kalkulator.y) akibat pencerminan garis y x.y1) bayangan dari P(x. (360 ).) P(x. tan 90 cot x1 y Dari perhitungan tersebut maka rumus perbandingan trigonometri sudut dengan (90 .TRIGONOMETRI 2. dan .) dan pelurus (suplemen) untuk sudut dengan (180 . sin 90 r1 r x1 y sin b. Nilai Fungsi Trigonometri Sudut Sembarang Untuk menentukan nilai fungsi trigonometri sudut -sudut sembarang telah tersedia pada daftar sinus. Contoh: penyiku sudut 50 adalah 40 .

cot 180 csc sec cot 3.y1) r1 y1 x1 (180 . sin 180 r1 r x1 x b.y1) adalah bayangan dari titik P(x. tan 90 cos sin d. sehingga Y a. sehingga a. cos 180 cos r1 r y1 y tan c. XOP = dan XOP1 = 180 + b. sin 180 b. cot 90 sec cos ec cot tan 2.y1) adalah bayangan dari titik P(x. x1 = x. y1 = y dan r1 = r maka diperoleh hubungan: y1 y sin a. cos 180 x1 r1 x r r1 cos P1(x1. cos 180 c.y1) Gb. 1. tan 180 dengan (180 .y) akibat pencerminan terhadap garis y x.y) O X Gb. XOP = dan XOP1 = 180 b. csc 180 e.TRIGONOMETRI a.y) r ) x y X b. sec 90 f.Si. tan 180 x1 x Dari hubungan di atas diperoleh rumus: a. 1. M. cos 90 c. sudut yang berelasi By: SITI LAILIYAH. x1 = x. sec 180 f. y1 = y dan r1 = r maka diperoleh hubungan: (180 + y1 y sin a. PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 14 . sudut yang berelasi sin cos tan d.y) akibat pencerminan terhadap sumbu y. sin 90 b.6.7.) Y P1(x1. csc 90 e.) r y x P(x. Perbandingan trigonometri untuk sudut Titik P1(x1.9 titik P 1(x1. sin 180 r1 r x1 O y1 P(x. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (180 + ) Dari gambar 2.

M. cos 180 c. sehingga (360 a. cot csc sec cot Untuk relasi dengan (. sec f. sec 180 f. y1 y y tan x1 x x Dari hubungan di atas diperoleh rumus: tan 180 a.) tersebut identik dengan relasi misalnya sin (360 ) sin .Si. csc 180 e. 1.TRIGONOMETRI c.10 diketahui titik Y P1(x1.2 sin atau sin sin k . x1 = x.) Dari gambar 2. csc e.y1) bayangan dari P(x. tan 180 sin cos d. PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA . Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (. cos c.y1) a. 5. sin sin k . sin y1 r1 y r sin Gb. sin 180 b. XOP = dan XOP1 = b.8. y1 = y dan r1 = r O maka diperoleh hubungan P(x. sudut yang berelasi b. tan tan Dari hubungan di atas diperoleh rumus: a. tan sin cos tan d. dengan 360 . Perbandingan Nilai Trigonometri dengan su dut 360 . cot 180 csc sec tan cot 4.360 sin 15 By: SITI LAILIYAH. sin b.y) akibat pencerminan terhadap sumbu x. cos x1 r1 y1 x1 x r y x cos c.y) r 1) y x x1 r1 y1 X P1(x1.

360 cos tan k .2 cot k . cos 148 0 cos 180 32 cos 32 0. cos 43 1 2 3 2 3 cos 21. tan 232 0 tan 180 52 tan 52 1.2 1 1 3 cos 1 2 3 di Kuadran IV.2 atau cos atau tan cos ec atau sec atau sec cot atau cot cos tan cos k . maka cos 1 2 1 cos 2 3 3 0 2.360 232 merupakan sudut di Kuadran III.2 tan k .2 sec k .360 sec k .360 cot k .8480 cos 1 2 0 atau nilainya positif. tan 5632 tan 15. 3 1 1 cos 3 2 232 tan 232 By: SITI LAILIYAH. maka tan 232 0 atau nilainya positif.360 148 cos 148 148 merupakan sudut di Kuadran II.360 sec cot cos ec Contoh: 1.2 cos ec k . PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA 16 .360 tan cos ec cos ec k .TRIGONOMETRI cos tan cos ec sec cot cos k . cos 5612 cos 16.2799 0 3.Si. maka cos 148 0 atau nilainya negatif. M.