Anda di halaman 1dari 330

Chairani Hanum

TEKNIK
BUDIDAYA
TANAMAN
JILID 2

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang

TEKNIK
BUDIDAYA
TANAMAN
JILID 2

Untuk SMK
Penulis : Chairani Hanum

Perancang Kulit : TIM

Ukuran Buku : 18,2 x 25,7 cm

HAN HANUM, Chairani.


a Teknik Budidaya Tanaman Jilid 2 untuk SMK oleh Chairani
Hanum ---- Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
xi. 280 hlm
Daftar Pustaka : A1-A14
Glosarium : B1-B5
Indeks : C1-C6
ISBN : 978-979-060-057-7

Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan
Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk
disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa
SMK.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk
SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam
proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 12 tahun 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada


seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta
karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk
digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di
seluruh Indonesia.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada


Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh
(download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi
oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat
komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang
ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini
akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya
sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun
sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan
sumber belajar ini.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.


Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat
belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya.
Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya.
Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta,
Direktur Pembinaan SMK
KATA PENGANTAR

Buku Teknik Budidaya Tanaman ini disusun berdasarkan kurikulum


berbasis kompetensi. Buku ini berisikan materi pokok teknik budidaya
tanaman dengan metode penyajiannya sesuai dengan indikator hasil
belajar pada sekolah menengah kejuruan.

Isi buku ini dibagi atas 4 (empat ) bagian, yang masing-masing bagian
terdiri dari beberapa bab. Bagian I terdiri dari 3 bab yaitu bab
Pendahuluan, Pertumbuhan dan Perkembangan (Bab II), serta
Fotosintesis dan Respirasi (Bab III). Bagian satu dari buku ini mencoba
membahas awal dari kehidupan dan proses dasar metabolisme tanaman.

Sedangkan bagian dua mencoba mengulas sumber hara dan air bagi
tanaman bagaimana mereka memperoleh kedua sumberdaya alam ini,
mentranslokasikannya serta menggunakan untuk kelangsungan
hidupnya.

Bagian tiga dari buku ini mencoba memaparkan syarat tumbuh masing
masing kelompok tanaman yaitu tanaman hortikultura, tanaman pangan
dan tanaman perkebunan. Bagian ini berisi ulasan bagaimana pedoman
teknis budidaya masing-masing kelompok tanaman. Walaupun tidak
seluruh tanaman di muat teknik budidayanya dalam buku ini setidaknya
ketiga bab ini dapat mewakili untuk menuju sistem pertanian yang
berkelanjutan, dengan menghasilkan produk unggulan secara kualitas
dan kuantitas.

Akhir dari buku ini mencoba teknik budidaya alternatif dengan


menggunakan media tanam bukan tanah, sistem ini akan memberikan
pilihan utama pada peningkatan mutu bahan pangan yang dihasilkan
tanpa harus bergantung pada media tanam tanah semata. Pertanian
organik yang digalakkan akhir-akhir ini merupakan solusi untuk
memecahkan masalah peningkatan produksi pertanian disatu sisi dan
pencemaran lingkungan disisi lainnya.

Buku ini dirancang agar peserta didik yang membacanya dapat belajar
sendiri tidak harus bergantung pada tatap muka di depan kelas. Pada
awal setiap bab dimuat pendahuluan untuk dapat lebih memudahkan
pemahaman terhadap isi dari bab tersebut.

Ilustrasi dan gambar yang digunakan dalam buku ini juga diharapkan
dapat membantu siswa mempelajari dan mempraktekkan secara baik dan
benar.

iv
Pada akhirnya keberhasilan proses relajar mengajar tidak hanya
tergantung pada sarana dan prasarana yang canggih, akan tetapi dituntut
untuk setiap peserta didik menekuni dan mencari tahu setiap
permasalahan-permasalahan yang belum diketahui dari ilmu tersebut.

Kepada editor dan Depdiknas beserta seluruh staffnya yang telah


berupaya untuk menyempurnakan dan menerbitkan buku ini sehingga
terbit dan layak baca, kami mengucapkan tarimakasih. Kami juga sangat
mengharapkan saran dan kritik untuk lebih menyempurnakan isi buku ini
sehingga sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Semoga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan manfaat dari ilmu
tersebut

Penulis

v
DAFTAR ISI

KATA SAMBUTAN .......................................................................... iii


KATA PENGANTAR ........................................................................ iv
DAFTAR ISI ...................................................................................... vi

BUKU JILID 1
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Pengertian ................................................................... 1
1.2 Tindakan Budidaya Tanaman ..................................... 2
1.3 Aspek dan Lingkup Teknik Budidaya Tanaman .......... 3
1.3.1. Aspek Budidaya Tanaman .......................................... 3
1.3.2. Lingkup Budidaya Tanaman ........................................ 4
1.3.3. Produk Budidaya Tanaman ......................................... 5
1.4 Potensi Sumber Daya Alam Indonesia ........................ 7
1.5 Peningkatan Produktivitas ........................................... 9
1.6 Rangkuman ................................................................. 10
1.7 Tugas .......................................................................... 10

BAB 2 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN


2.1 Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan .................. 13
2.2 Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan ............ 13
2.3 Perkecambahan Benih ................................................ 16
2.3.1. Hipogeal ...................................................................... 16
2.3.2. Epigeal ........................................................................ 17
2.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan ....... 17
2.4.1. Genetik ........................................................................ 17
2.4.2. Curah Hujan ................................................................ 17
2.4.3. Keadaan Tanah ........................................................... 18
2.4.4. Suhu ............................................................................ 19

vi
2.4.5. Cahaya Matahari ......................................................... 19
2.4.6. Hara ( Nutrisi Tanaman) dan Air 20
2.4.7. Hormon Tumbuhan ..................................................... 20
2.5 Pengukuran Pertumbuhan .......................................... 22
2.6 Rangkuman ................................................................. 22
2.7 Evaluasi ....................................................................... 23
BAB 3 FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI
3.1 Definisi Fotosintesis dan Respirasi ............................. 24
3.2 Fotosintesis Pada Tumbuhan ...................................... 25
3.3 Daun dan Kloroplast .................................................... 26
3.4 Lintasan Pada Fotosintesis ......................................... 27
3.4.1. Reaksi Terang ............................................................. 27
3.4.2. Reaksi Gelap ............................................................... 29
3.5 Fotosintesis Pada Alga dan Bakteri ............................ 30
3.6 Faktor-Faktor Yang Menentukan Laju Fotosistesis ..... 30
3.7 Penggunaan dan Penyimpanan Hasil Fotosintesis ..... 31
3.8 Respirasi dan Faktor Yang Menentukan Laju
Respirasi ..................................................................... 31
3.9 Penemuan ................................................................... 33
3.10 Rangkuman ................................................................. 34
3.11 Soal ............................................................................. 35

BAB 4 TRANSPOR AIR SERTA FOTOSINTETAT


TANAMAN
4.1 Pengantar .................................................................... 38
4.2 Mekanisme Pergerakan Air ......................................... 39
4.2.1. Difusi ........................................................................... 40
4.2.2. Osmosis ...................................................................... 40
4.2.3. Tekanan Kapiler .......................................................... 41
4.2.4. Tekanan Hidrostatik .................................................... 42
4.2.5. Gravitasi ...................................................................... 43
4.3 Mekanisme Tanaman Mengambil Air .......................... 43

vii
4.4 Mekanisme Membuka dan Menutupnya Stomata ....... 45
4.5 Transpor Fotosintetat Melalui Floem ........................... 47
4.6 Evaluasi ....................................................................... 49

BAB 5 HARA TANAMAN DAN TANAH SEBAGAI


PENYEDIA HARA
5.1 Hara Tanaman ............................................................ 50
5.1.1. Unsur Hara Esensial ................................................... 50
5.1.2. Keseimbangan Hara .................................................... 64
5.1.3. Analisis Kebutuhan Hara ............................................. 64
5.2 Tanah Sebagai Penyedia Hara ................................... 66
5.2.1. Proses Pembentukan Tanah ....................................... 66
5.2.2. Profil Tanah .................................................................. 68
5.2.3. Tekstur dan Struktur Tanah ......................................... 69
5.2.4. Kimia Tanah ................................................................ 69
5.3 Bahan Organik Tanah ................................................. 72
5.4 Evaluasi ....................................................................... 73

BAB 6 PUPUK DAN PENGELOLAAN PUPUK


6.1 Pengenalan Pupuk ...................................................... 75
6.1.1. Unsur-Unsur Pupuk ..................................................... 75
6.1.2. Klasifikasi Pupuk ......................................................... 76
6.2 Pupuk Buatan .............................................................. 78
6.2.1. Sifat Umum Pupuk Buatan .......................................... 78
6.2.2. Pupuk Nitrogen ............................................................ 80
6.2.3. Pupuk Posfat ............................................................... 86
6.2.4. Pupuk Kalium .............................................................. 88
6.2.5. Pupuk Kalsium, Magnesium Belerang dan Unsur
Mikro ............................................................................
6.2.6. Pupuk Majemuk ........................................................... 90
6.3 Faktor Yang Mempengaruhi Macam dan Jumlah
Pupuk Yang Harus Diberikan Dalam Tanah ............... 93

viii
6.3.1. Jenis Macam Tanaman Yang Akan Dipupuk .............. 94
6.3.2. Keadaan Kimia Tanah ................................................. 95
6.3.3. Keseimbangan Hara .................................................... 95
6.4 Metoda Aplikasi Penempatan Pupuk .......................... 95
6.4.1. Penempatan Pupuk Cairan ......................................... 95
6.4.2. Pupuk Padat ................................................................ 96
6.5 Inspeksi dan Pengendalian Pupuk .............................. 97
6.5.1. Nilai Ekonomi Pupuk ................................................... 97
6.5.2. Pergerakan Pupuk Dalam Waktu ................................ 98
6.6 Penyimpanan dan Pengawasan Mutu Pupuk ............. 101
6.6.1. Penyimpanan Pupuk ................................................... 101
6.6.2. Pengawasan Mutu Pupuk ........................................... 102
6.7 Manajemen Pupuk dan Pemupukan ........................... 103
6.7.1. Manajemen Hara N 103
6.7.2. Manajemen Pupuk P 104
6.7.3. Manajemen Kalium 105
6.8 Evaluasi 105

BAB 7 SUMBER AIR BAGI PERTANIAN (IRIGASI)


7.1 Pengertian Irigasi ........................................................ 106
7.2 Air Permukaan Tanah ................................................. 106
7.3 Air Tanah ..................................................................... 108
7.4 Daerah Aliran Sungai (DAS) ....................................... 109
7.5 Sistem Pengambilan dan Pemberian Pengairan Bagi
Lahan Pertanian .......................................................... 111
7.5.1. Klasifikasi Air Pengairan .............................................. 112
7.5.2. Beberapa Cara Dalam Pengambilan Air Pengairan .... 115
7.5.3. Beberapa Cara Pemberian Air Pengairan ................... 117
7.6 Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Pemilihan Sistem
Pertanian ..................................................................... 120
7.6.1. Keadaan Topografi Karakteristik Lahan Serta Tanah .. 121
7.6.2. Derajat Peresapan Air Ke Dalam Tanah ..................... 122

ix
7.6.3. Ketebalan Water Table ................................................ 123
7.6.4. Kemantapan Top Soil .................................................. 123
7.6.5. Perbedaan Sistem Pertanaman .................................. 123
7.7 Sistem dan Bentuk-bentuk Jaringan Pengairan .......... 126
7.7.1. Prinsip-Prinsip Dasar Penataan Jaringan Pengairan .. 127
7.7.2. Bendungan .................................................................. 128
7.8 Sistem Pengaliran Kelebihan Air ................................. 130
7.9 Ketepatgunaan Pengairan Untuk Mencukupi
Kebutuhan Air Pada Lahan Pertanian ......................... 136

BUKU JILID 2
BAB 8 TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
(PADI,JAGUNG, KEDELAI)
8.1 Teknik Budidaya Padi .................................................. 138
8.2 Teknik Budidaya Jagung ............................................. 169
8.3 Teknik Budidaya Kedelai ............................................. 185

BAB 9 TEKNIK BUDIDAYA HORTIKULTURA


9.1 Pendahuluan ............................................................... 193
9.2 Pembagian Hortikultura ............................................... 194
9.3 Fungsi Hortikultura ...................................................... 194
9.4 Pengendalian Lingkungan Untuk Tanaman
Hortikultura .................................................................. 195
9.5 Perbanyakan Tanaman Hortikultura ............................ 197
9.6 Teknik Budidaya Sayuran ........................................... 209
9.6.1. Teknik Budidaya Kentang ........................................... 219
9.6.2. Teknik Budidaya Tomat ............................................... 231
9.6.3. Teknik Budidaya Cabai ............................................... 241
9.6.4. Teknik Budidaya Paprika ............................................. 250
9.6.5. Teknik Budidaya Bawang Merah ................................. 252
9.6.6. Teknik Budidaya Jahe ................................................. 259
9.6.7. Teknik Budidaya Seledri .............................................. 273
9.6.8. Teknik Budidaya Wortel .............................................. 277

x
9.7 Teknik Budidaya Tanaman Buah-Buahan ................... 281
9.7.1. Teknik Budidaya Rambutan ........................................ 285
9.7.2. Teknik Budidaya Jeruk ................................................ 299
9.7.3. Teknik Budidaya Mangga ............................................ 310
9.7.4. Teknik Budidaya Pepaya ............................................. 315
9.7.5. Teknik Budidaya Pisang .............................................. 321
9.8 Teknik Budidaya Tanaman Hias ................................. 333
9.8.1. Teknik Budidaya Anggrek ........................................... 341
9.8.2. Teknik Budidaya Mawar .............................................. 389
9.8.3. Teknik Budidaya Anthurium ........................................ 393
9.8.4. Teknik Budidaya Adenium ........................................... 395
9.8.5. Teknik Budidaya Begonia ............................................ 397
9.8.6. Teknik Budidaya Bonsai .............................................. 399
9.8.7. Teknik Budidaya Rumput ............................................ 413

BUKU JILID 3
BAB 10 TEKNIK BUDIDAYA PERKEBUNAN
10.1 Teknik Budidaya Tembakau ........................................ 424
10.2 Teknik Budidaya Kakao ............................................... 438
10.3 Teknik Budidaya Kelapa Sawit .................................... 470
10.4 Teknik Budidaya Teh ................................................... 481
10.5 Teknik Budidaya Karet ................................................ 488

BAB 11 TEKNIK BUDIDAYA HIDROPONIK 509

BAB 12 PERTANIAN ORGANIK 535

DAFTAR PUSTAKA A
INDEX B
GLOSARIUM C
DAFTAR TABEL DAN GAMBAR D

xi
BAB VIII Steund berasal dari Afrika
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN Barat.
PANGAN
(PADI,JAGUNG,KEDELAI) Padi yang ada sekarang ini
merupakan persilangan antara
8.1. Teknik Budidaya Padi Oryza officinalis dan Oryza
sativa f spontania. Tanaman padi
a. Botani Tanaman yang dapat tumbuh baik di
daerah tropis ialah indica,
Berdasarkan literatur Grist sedangkan japonica banyak
(1960), padi dalam sistematika diusahakan di daerah sub tropis
tumbuhan diklasifikasikan ke (Pustaka Bogor, 2005).
dalam Divisio Spermatophyta,
dengan Sub divisio Berdasarkan literatur Aak (1992)
Angiospermae, termasuk ke akar adalah bagian tanaman
dalam kelas Monocotyledoneae, yang berfungsi menyerap air dan
Ordo adalah Poales, Famili zat makanan dari dalam tanah,
adalah Graminae, Genus adalah kemudian diangkut ke bagian
Oryza Linn, dan Speciesnya atas tanaman. Akar tanaman
adalah Oryza sativa L. padi dapat dibedakan atas :

Menurut D.Joy dan 1. Radikula; akar yang


E.J.Wibberley, tanaman padi tumbuh pada saat benih
yang mempunyai nama botani berkecambah. Pada
Oryza sativa dan dapat benih yang sedang
dibedakan dalam dua tipe, yaitu berkecambah timbul
padi kering yang tumbuh di lahan calon akar dan batang.
kering dan padi sawah yang Calon akar mengalami
memerlukan air menggenang pertumbuhan ke arah
dalam pertumbuhan dan bawah sehingga
perkembangannya terbentuk akar tunggang,
sedangkan calon batang
Genus Oryza L. meliputi lebih akan tumbuh ke atas
kurang 25 spesies, tersebar di sehingga terbentuk
daerah tropik dan sub tropik batang dan daun.
seperti Asia, Afrika, Amerika,
dan Australia. 2. Akar serabut (akar
adventif); setelah 5-6 hari
Menurut Chevalier dan Neguier terbentuk akar tunggang,
padi berasal dari dua benua ; akar serabut akan
Oryza fatua Koenig dan tumbuh.
Oryza sativa L berasal dari
benua Asia, sedangkan jenis 3. Akar rambut ; merupakan
padi lainnya yaitu Oryza stapfii bagian akar yang keluar
Roschev dan Oryza glaberima dari akar tunggang dan
akar serabut. Akar ini

144
merupakan saluran pada coklat, sedangkan akar yang
kulit akar yang berada di baru atau bagian akar yang
luar, dan ini penting masih muda berwarna putih.
dalam pengisapan air
maupun zat-zat Padi termasuk golongan
makanan. Akar serabut tumbuhan Graminae dengan
biasanya berumur batang yang tersusun dari
pendek sedangkan beberapa ruas. Ruas-ruas itu
bentuk dan panjangnya merupakan bubung kosong.
sama dengan akar
serabut. Pada kedua ujung bubung
kosong itu bubungnya ditutup
4. Akar tajuk (crown roots) ; oleh buku. Panjangnya ruas
adalah akar yang tumbuh tidak sama. Ruas yang
dari ruas batang terpendek terdapat pada pangkal
terendah. Akar tajuk ini batang. Ruas yang kedua, ruas
dibedakan lagi yang ketiga, dan seterusnya
berdasarkan letak adalah lebih panjang daripada
kedalaman akar di tanah ruas yang didahuluinya.
yaitu akar yang dangkal
dan akar yang dalam. Pada buku bagian bawah dari
Apabila kandungan udara ruas tumbuh daun pelepah yang
di dalam tanah rendah, membalut ruas sampai buku
maka akar-akar dangkal bagian atas.
mudah berkembang.
Tepat pada buku bagian atas
ujumg dari daun pelepah
memperlihatkan percabangan
dimana cabang yang terpendek
menjadi ligula (lidah) daun, dan
bagian yamg terpanjang dan
terbesar menjadi daun kelopak
yang memiliki bagian auricle
pada sebelah kiri dan kanan.

Daun kelopak yang terpanjang


dan membalut ruas yang paling
atas dari batang disebut daun
bendera.

Gambar 48. Pertumbuhan akar Tepat dimana daun pelepah


padi teratas menjadi ligula dan daun
bendera, di situlah timbul ruas
Bagian akar yang telah dewasa yang menjadi bulir padi.
(lebih tua) dan telah mengalami
perkembangan akan berwarna

145
Pertumbuhan batang tanaman tunas orde kedua. Biasanya dari
padi adalah merumpun, dimana tunas-tunas orde pertama ini
terdapat satu batang yang menghasilkan tunas-tunas
tunggal/batang utama yang orde kedua ialah tunas orde
mempunyai 6 mata atau sukma, pertama yang terbawah sekali
yaitu sukma 1, 3, 5 sebelah pada batang tunggal/ utama.
kanan dan sukma 2, 4, 6 sebelah
kiri. Dari tiap-tiap sukma ini Pembentukan tunas dari orde
timbul tunas yang disebut tunas ketiga pada umunya tidak terjadi,
orde pertama. oleh karena tunas-tunas dari
orde ketiga tidak mempunyai
ruang hidup dalam kesesakan
dengan tunas-tunas dari orde
pertama dan kedua.

Padi termasuk tanaman jenis


rumput-rumputan mempunyai
daun yang berbeda-beda, baik
bentuk, susunan, atau bagian-
bagiannya.

Ciri khas daun padi adalah


adanya sisik dan telinga daun.
Hal inilah yang menyebabkan
daun padi dapat dibedakan dari
jenis rumput yang lain.

Adapun bagian-bagian daun padi


adalah

Gambar 49 Pertumbuhan daun - Helaian daun ; terletak


padi pada batang padi dan
selalu ada. Bentuknya
Tunas orde pertama tumbuhnya memanjang seperti pita.
didahului oleh tunas yang Panjang dan lebar
tumbuh dari sukma pertama, helaian daun tergantung
kemudian diikuti oleh sukma varietas padi yang
kedua, disusul oleh tunas yang bersangkutan.
timbul dari sukma ketiga dan
seterusnya sampai kepada - Pelepah daun (upih) ;
pembentukan tunas terakhir merupakan bagian daun
yang keenam pada batang yang menyelubungi
tunggal. batang, pelepah daun ini
berfungsi memberi
Tunas-tunas yang timbul dari dukungan pada bagian
tunas orde pertama disebut ruas yang jaringannya

146
lunak, dan hal ini selalu
terjadi Daun pertama pada batang
keluar bersamaan dengan
- Lidah daun ; lidah daun timbulnya tunas (calon daun)
terletak pada perbatasan berikutnya. Pertumbuhan daun
antara helai daun dan yang satu dengan daun
upih. Panjang lidah daun berikutnya (daun baru)
berbeda-beda, mempunyai selang waktu 7 hari,
tergantung pada varietas dan 7 hari berikutnya akan
padi. Lidah daun muncul daun baru
duduknya melekat pada lainnya.banyaknya daun padi
batang. Fungsi lidah hingga terbentuknya malai.
daun adalah mencegah
masuknya air hujan di
antara batang dan
pelepah daun (upih).
Disamping itu lidah daun
juga mencegah infeksi
penyakit, sebab media air
memudahkan
penyebaran penyakit.

Daun yang muncul pada saat


terjadi perkecambahan
dinamakan coleoptile. koleoptil
keluar dari benih yang disebar
dan akan memanjang terus
sampai permukaan air. koleoptil
baru membuka, kemudian diikuti Gambar 50 Bagian daun
keluarnya daun pertama, daun tanaman padi
kedua dan seterusnya hingga
mencapai puncak yang disebut Sekumpulan bunga padi
daun bendera, sedangkan daun (spikelet) yang keluar dari buku
terpanjang biasanya pada daun paling atas dinamakan malai.
ketiga.
Bulir-bulir padi terletak pada
Daun bendera merupakan daun cabang pertama dan cabang
yang lebih pendek daripada kedua, sedangkan sumbu utama
daun-daun di bawahnya, namun malai adalah ruas buku yang
lebih lebar daripada daun terakhir pada batang.
sebelumnya. Daun bendera ini
terletak di bawah malai padi. Panjang malai tergantung pada
Daun padi mula-mula berupa varietas padi yang ditanam dan
tunas yang kemudian cara bercocok tanam. Dari
berkembang menjadi daun. sumbu utama pada ruas buku

147
yang terakhir inilah biasanya Bunga padi adalah bunga
panjang malai (rangkaian bunga) telanjang artinya mempunyai
diukur. perhiasan bunga. Berkelamin
dua jenis dengan bakal buah
Panjang malai dapat dibedakan yang diatas. Jumlah benang sari
menjadi 3 ukuran yaitu malai ada 6 buah,tangkai sarinya
pendek (kurang dari 20 cm), pendek dan tipis,kepala sari
malai sedang (antara 20-30 cm), besar serta mempunyai dua
dan malai panjang (lebih dari 30 kandung serbuk. Putik
cm). mempunyai dua tangkai
putik,dengan dua buah kepala
Jumlah cabang pada setiap putik yang berbentuk malai
malai berkisar antara 15-20 dengan warna pada umumnya
buah, yang paling rendah 7 buah putih atau ungu (Departemen
cabang, dan yang terbanyak Pertanian, 1983).
dapat mencapai 30 buah
cabang.

Jumlah cabang ini akan


mempengaruhi besarnya
rendemen tanaman padi varietas
baru, setiap malai bisa mencapai
100-120 bunga (Aak, 1992).

Gambar 52 Bunga padi

Komponen-komponen (bagian)
bunga padi adalah:

- kepala sari

- tangkai sari,
Gambar 51 Malai padi
- palea (belahan yang
besar),

148
Diatas karyiopsis terdapat dua
- lemma (belahan yang kepala putik yang dipikul oleh
kecil), masing-masing tangkainya.

- kepala putik, Lodicula yang berjumlah dua


buah, sebenarnya merupakan
- tangkai bunga. daun mahkota yang telah
berubah bentuk.
Buah padi yang sehari-hari kita Pada waktu padi hendak
sebut biji padi atau butir/gabah, berbunga, lodicula menjadi
sebenarnya bukan biji melainkan mengembang karena menghisap
buah padi yang tertutup oleh cairan dari bakal buah.
lemma dan palea.
Pengembangan ini mendorong
Buah ini terjadi setelah selesai lemma dan palea terpisah dan
penyerbukkan dan pembuahan. terbuka. Hal ini memungkinkan
Lemma dan palea serta bagian benang sari yang memanjang
lain yang membentuk sekam keluar dari bagian atas atau dari
atau kulit gabah (Departemen samping bunga yang terbuka
Pertanian, 1983). tadi. Terbukanya bunga diikuti
dengan pecahnya kandung
Jika bunga padi telah dewasa, serbuk, yang kemudian
kedua belahan kembang menumpahkan tepung sarinya.
mahkota (palea dan lemmanya)
yang semula bersatu akan Sesudah tepung sarinya
membuka dengan sendirinya ditumpahkan dari kandung
sedemikian rupa sehingga serbuk maka lemma dan palea
antara lemma dan palea terjadi menutup kembali. Dengan
siku/sudut sebesar 30-600. berpindahnya tepung sari dari
kepala putik maka selesailah
Membukanya kedua belahan sudah proses penyerbukkan.
kembang mahkota itu terjadi
pada umumnya pada hari-hari Kemudian terjadilah pembulaian
cerah antara jam 10-12, dimana yang menghasilkan lembaga dan
suhu kira-kira 30-320C. endosperm. Endosperm adalah
penting sebagai sumber
Di dalam dua daun mahkota cadangan makanan bagi
palea dan lemma itu terdapat tanaman yang baru tumbuh
bagian dalam dari bunga padi (Departemen Pertanian, 1983)
yang terdiri dari bakal buah
(biasa disebut karyiopsis). Jika Peristiwa jatuhnya tepung sari
buah padi telah masak, kedua yang menempel pada kepala
belahan daun mahkota bunga putik disebut penyerbukan.
itulah yang menjadi pembungkus Penyerbukan ini berlangsung
berasnya (sekam). antara jam 09.00-11.00 pagi.

149
Padi mengadakan penyerbukan tepat untuk dipanen (Andoko,
sendiri, namun dapat terjadi pula 2002).
penyerbukan silang.

Kemungkinan terjadinya
penyerbukan silang secara Secara umum pemasakan bulir
alamiah pada padi jenis cere 0- pada tanaman padi terbagi atas
0,9 % sedangkan untuk jenis empat stadia, yaitu :
bulu 0-2,9 %.
1. Stadia masak susu (8-10
Pembuahan merupakan hari setelah berbunga
kelanjutan dari penyerbukan. merata)
Pada proses pembuahan ini,
pollen (serbuk sari) yang 2. Stadia masak kuning (7
menempel pada kepala putik hari setelah masak susu)
dengan bantuan cairan yang ada
pada kepala putik, akan 3. Stadia masak penuh (7
berkecambah atau memanjang hari setelah masak
hingga bertemu dengan indung kuning
telur, yang akhirnya 4. Stadia masak mati (6 hari
menghasilkan lembaga dan setelah masak
endosperm. penuh)(Aak, 1992).

Endosperm merupakan sumber Secara umum ada tiga stadia


makanan cadangan bagi proses pertumbuhan tanaman
tanaman padi yang baru tumbuh padi dari awal penyemaian
(berkecambah), terdiri dari zat hingga pemanenan :
tepung yang diliputi oleh selaput
protein, disamping itu juga 1. Stadia vegetatif ; dari
mengandung zat-zat anorganik perkecambahan sampai
(Aak, 1992). terbentuknya bulir. Pada
varietas padi yang
Secara umum padi dikatakan berumur pendek (120
sudah siap panen bila butir hari) stadia ini lamanya
gabah yang menguning sudah sekitar 55 hari,
mencapai sekitar 80 % dan sedangkan pada varietas
tangkainya sudah menunduk. padi berumur panjang
(150 hari) lamanya
Tangkai padi merunduk karena sekitar 85 hari.
sarat dengan butir gabah bernas.
2. Stadia reproduktif ; dari
Untuk lebih memastikan padi terbentuknya bulir sampai
sudah siap panen adalah pembungaan. Pada
dengan cara menekan butir varietas berumur pendek
gabah. Bila butirannya sudah lamanya sekitar 35 hari,
keras berisi maka saat itu paling dan pada varietas

150
berumur panjang sekitar yaitu sampai
35 hari juga. terbentuknya bulir, saat
padi berumur 52 hari.

3. Stadia pembentukan 5. Stadia 4 ; stadia saat


gabah atau biji ; dari mulai terbentuknya bulir,
pembungaan sampai lamanya sekitar 10 hari,
pemasakan biji. Lamanya atau sampai padi
stadia sekitar 30 hari, berumur 62 hari.
baik untuk varietas padi
berumur pendek maupun 6. Stadia 5 ; perkembangan
berumur panjang. bulir, lamanya sekitar 2
minggu, saat padi sampai
Apabila ketiga stadia dirinci lagi, berumur 72 hari. Bulir
maka akan diperoleh sembilan tumbuh sempurna
stadia. Masing-masing stadia sampai terbentuknya biji.
mempunyai ciri dan nama
tersendiri. Stadia tersebut
adalah: 7. Stadia 6 ; pembungaan,
lamanya 10 hari, saat
1. Stadia 0 ; dari mulai muncul bunga,
perkecambahan sampai polinasi, dan fertilisasi.
timbulnya daun pertama,
biasanya memakan 8. Stadia 7 ; stadia biji berisi
waktu eskitar 3 hari. cairan menyerupai susu,
bulir kelihatan berwarna
2. Stadia 1 ; stadia bibit, hijau, lamanya sekitar 2
stadia ini lepas dari minggu, yaitu padi
terbentuknya duan berumur 94 hari.
pertama sampai
terbentuk anakan 9. Stadia 8 ; ketika biji yang
pertama, lamanya sekitar lembek mulai mengeras
3 minggu, atau sampai dan berwarna kuning,
pada umur 24 hari. sehingga seluruh
pertanaman kelihatan
3. Stadia 2 ; stadia anakan, kekuning-kuningan. Lama
ketika jumlah anakan stadia ini sekitar 2
semakin bertambah minggu, saat tanaman
sampai batas maksimum, berumur 102 hari.
lamanya sampai 2
minggu, atau saat padi 10. Stadia 9 ; stadia
berumur 40 hari. pemasakan biji, biji
berukuran sempurna,
4. Stadia 3 ; stadia keras dan berwarna
perpanjangan batang, kuning, bulir mulai
lamanya sekitar 10 hari, merunduk, lama stadia ini

151
sekitar 2 minggu, sampai
padi berumur 116 hari
(Sudarmo, 1991).

Dibawah ini (Gambar 53)


diberikan tahapan pertumbuhan
padi yang dimulai dari
perkecambahan sampai padi
dewasa.

Gambar 53 Proses perkecambahan padi

152
Disamping berbatang tinggi
varietas itu cenderung memiliki
tunas samping (side shoots)
(Hohnholz, 1986).

Gambar 54 Padi dewasa

b.Varietas Unggul Padi


Gambar 55.Pertumbuhan
Varietas pada tanaman Varietas IR64 di lahan sawah
padi mempunyai pengaruh besar
terhadap tingkat produktivitas. Di
Varietas padi yang akan
negara-negara subtropis digunakan haruslah memiliki ciri-
umumnya dibudidayakan ciri :
varietas japonica. - Dapat beradaptasi
dengan iklim dan tipe
Ciri yang paling khas dari tanah setempat
varietas itu adalah butirnya bulat,
batang tidak terlalu panjang, - Cita rasanya disenangi
serta berdiri kokoh. Sedangkan dan memiliki harga yang
di daerah tropis yang iklimnya tinggi di pasaran lokal
terpengaruh oleh angin muson
varietas utama yang - Daya hasil tinggi
dibudidayakan adalah varietas
indica yang berbatang tinggi. - Toleran terhadap hama
dan penyakit

- Tahan rebah (IRRI,


2004).

153
Varietas unggul merupakan varietas unggul (Pustaka
salah satu komponen teknologi Deptan, 2006).
budidaya padi yang mudah
diadopsi petani. Pemanfaatan Varietas Hasil
Rekayasa Bioteknologi
Varietas unggul berperanan
penting dalam peningkatan hasil, Pada umumnya tanaman
perbaikan dan diversifikasi mutu, memiliki perbedaan fenotip dan
dan penekanan kehilangan hasil genotip yang sama. Perbedaan
karena gangguan hama, varietas cukup besar
penyakit, maupun cekaman mempengaruhi perbedaan sifat
lingkungan. dalam tanaman. Keragaman
penampilan tanaman terjadi
Kondisi agro-ekosistem lahan akibat sifat dalam tanaman
pertanaman padi di Indonesia (genetik) atau perbedaan
sangat beragam, demikian juga lingkungan kedua-duanya.
selera konsumen terhadap mutu
beras. Perbedaan susunan genetik
merupakan salah satu faktor
Kendala produksi terutama hama penyebab keragaman
dan penyakit bersifat dinamis, penampilan tanaman.
dapat berubah karakter populasi,
ras, atau strainnya. Kondisi Program genetik merupakan
tersebut menuntut penyediaan suatu untaian susunan genetik
varietas unggul yang juga yang akan diekspresikan pada
beragam dan dinamis satu atau keseluruhan fase
pertumbuhan yang berbeda dan
Varietas unggul yang dilepas dapat diekspresikan pada
dalam beberapa tahun terakhir berbagai sifat tanaman yang
memiliki keunggulan yang relatif mencakup bentuk dan fungsi
berbeda. Hal ini tentu tanaman dan akhirnya
memberikan peluang yang lebih menghasilkan keragaman
luas bagi petani dalam memilih pertumbuhan tanaman (Sitompul
varietas yang akan dan Guritno, 1995).
dikembangkan.
Hasil penelitian dan
Ada beberapa aspek yang perlu pengembangan Badan Tenaga
mendapat pertimbangan dalam Nuklir Nasional (BATAN) dalam
menentukan pilihan, misalnya bidang pertanian, khususnya
potensi hasil, umur tanaman, pada jenis tanaman padi hingga
ketahanan terhadap hama dan tahun 1999 ini ialah berjumlah 6
penyakit, mutu beras, selera (enam) varietas yaitu:
konsumen, dan kondisi daerah
pengembangan. Bagi peneliti, - Atomita I
aspek tersebut memang menjadi
pertimbangan dalam merakit - Atomita II,

154
warna aleuron, warna
- Atomita III, endospermia, dan komposisi pati
pada endospermia.
- Atomita IV
x Beras "biasa" yang
- Padi gogo (lahan kering) berwarna putih agak
Situgintung, serta padi transparan karena hanya
Cilosari. memiliki sedikit aleuron,
dan kandungan amilosa
Enam varietas padi unggul hasil umumnya sekitar 20%.
penelitian dan pengembangan Beras ini mendominasi
Pusat Penelitian dan pasar beras.
Pengembangan Teknologi Isotop
dan Radiasi (P3TIR-BATAN) x Beras merah, akibat
tersebut memiliki keunggulan aleuronnya mengandung
dibidang varietas asal gen yang memproduksi
(induknya). antosianin yang
merupakan sumber
Keunggulan padi hasil pemuliaan warna merah atau ungu
dengan radiasi adalah:
- produksinya tinggi x Beras hitam, sangat
langka, disebabkan
- tahan wereng coklat aleuron dan endospermia
memproduksi antosianin
- tahan penyakit hawar dengan intensitas tinggi
daun, dan umurnya sehingga berwarna ungu
genjah. pekat mendekati hitam,

- Disamping keunggulan x Ketan (atau beras ketan),


tersebut juga masih berwarna putih, tidak
memiliki keunggulan transparan, seluruh atau
spesifik yang dimiliki oleh hampir seluruh patinya
padi varietas Atomita II merupakan amilopektin
tahan terhadap lahan
bergaram, varietas x Ketan hitam, merupakan
Cilbsari tahan terhadap versi ketan dari beras
hama penggerek batang hitam.
dan rendemen cukup
tinggi (BATAN, 2000). Beberapa jenis beras
mengeluarkan aroma wangi bila
ditanak (misalnya 'Cianjur
c. Macam dan warna beras Pandanwangi' atau 'Rajalele').

Warna beras yang berbeda-beda Bau ini disebabkan beras


diatur secara genetik, akibat melepaskan senyawa aromatik
perbedaan gen yang mengatur yang memberikan efek wangi.

155
Sifat ini diatur secara genetik dan tekstur nasi (lengket,
dan menjadi objek rekayasa lunak, keras, atau pera).
genetika beras.
d.Anatomi beras
Di antara komponen teknologi
yang dihasilkan melalui Beras sendiri secara biologi
penelitian, varietas unggul adalah bagian biji padi yang
memang lebih nyata terdiri dari
sumbangannya terhadap x aleuron, lapis terluar
peningkatan produksi padi yang sering kali ikut
nasional. terbuang dalam proses
pemisahan kulit,
Akan tetapi, keunggulan suatu
varietas dibatasi oleh berbagai x endospermia, tempat
faktor, termasuk penurunan sebagian besar pati dan
ketahanannya terhadap hama protein beras berada, dan
dan penyakit tertentu. Setelah
dikembangkan dalam periode
tertentu hingga saat ini x embrio, yang merupakan
Departemen Pertanian telah calon tanaman baru
melepas lebih dari 175 varietas (dalam beras tidak dapat
unggul padi yang sebagian besar tumbuh lagi, kecuali
dihasilkan oleh Puslitbang dengan bantuan teknik
Tanaman Pangan. kultur jaringan). Dalam
bahasa sehari-hari,
8.1.4. Kandungan beras embrio disebut sebagai
mata beras.
Sebagaimana bulir serealia lain,
bagian terbesar beras e.Kegunaan Beras
didominasi oleh pati (sekitar 80-
85%). Beras juga mengandung Beras dimanfaatkan terutama
protein, vitamin (terutama pada untuk diolah menjadi nasi,
bagian aleuron), mineral, dan air. makanan pokok terpenting
Pati beras dapat digolongkan warga dunia.
menjadi dua kelompok:
Selain itu, beras merupakan
x amilosa, pati dengan komponen penting beras kencur
struktur tidak bercabang dan param. Minuman yang
populer dari olahan beras adalah
x amilopektin, pati dengan arak dan Air tajin.
struktur bercabang.
Dalam bidang industri pangan,
Komposisi kedua golongan beras diolah menjadi tepung
pati ini sangat menentukan beras. Sosohan beras (lapisan
warna (transparan atau tidak) aleuron), yang memiliki

156
kandungan gizi tinggi, diolah f.Syarat Tumbuh
menjadi tepung rice bran.
f.1Iklim
Bagian embrio juga diolah
menjadi suplemen dengan Padi dapat tumbuh dalam iklim
sebutan tepung mata beras. yang beragam, tumbuh di daerah
Untuk kepentingan diet, beras tropis dan subtropis pada 45 o LU
dijadikan sebagai salah satu dan 45 o LS dengan cuaca panas
sumber pangan bebas gluten dan kelembaban tinggi dengan
dalam bentuk berondong. musim hujan 4 bulan.

Data survey pada MT 2002/03 di Rata–rata curah hujan yang baik


12 propinsi penghasil padi adalah 200 mm/bulan atau
membuktikan sekitar 90% dari 1500-2000 mm/tahun. Padi
9,2 juta ha lahan sawah telah dapat di tanam di musim
ditanami varietas unggul baru. kemarau atau hujan. Pada
musim kemarau produksi
Dari sekitar 80 varietas padi meningkat asalkan irigasi selalu
yang telah berkembang di tersedia. Di musim hujan,
petani, beberapa varietas walaupun air melimpah produksi
banyak digunakan seperti IR64, dapat menurun karena
Way Apoburu, Ciliwung, penyerbukan kurang intensif.
Memberamo, dan Ciherang,
masing-masing dengan luas Di dataran rendah padi
tanam 4,20 juta ha, 0,80 juta ha, memerlukan ketinggian 0 – 650
0,62 juta ha, 0,43 juta ha, dan m dpl dengan temperatur 22 –
0,41 juta ha. Di Jawa Barat, luas 27 oC sedangkan didataran tinggi
areal tanam varietas Ciherang 650-1500 mdpl dengan
pada MT 2002/03 menduduki temperatur 19 – 23 oC.
urutan kedua setelah IR64,
masing-masing 18% dan 33% Tanaman padi memerlukan
dari total areal pertanaman padi penyinaran matahari penuh
di sentra produksi nasional ini. tanpa naungan. Angin juga
berpengaruh terhadap
Di antara varietas unggul yang pertumbuhan tanaman padi yaitu
telah berkembang di petani, IR64 dalam penyerbukan dan
paling lama bertahan karena pembuahan tetapi jika terlalu
hasil dan mutu berasnya tinggi. kencang akan merobohkan
Sebenarnya, Ciherang adalah tanaman
hasil persilangan antara varietas
IR64 dengan varietas/galur lain. Temperatur sangat
Sebagian sifat IR64 juga dimiliki mempengaruhi pengisian biji
oleh Ciherang, termasuk hasil padi. Temperatur yang rendah
dan mutu berasnya yang tinggi. dan kelembaban yang tinggi
pada waktu pembungaan akan
mengganggu proses pembuahan

157
yang mengakibatkan gabah 3. Ketinggian daerah yang
menjadi hampa. cocok untuk tanaman
padi adalah daerah
Hal ini terjadi akibat tidak antara 0-650 meter
membukanya bakal biji. dengan suhu antara 26,5
0
Temperatur yang juga rendah C – 22,5 0C, daerah
pada waktu bunting dapat antara 650-1500 meter
menyebabkan rusaknya pollen dengan suhu antara 22,5-
dan menunda pembukaan 18,7 0C masih cocok
tepung sari (Luh, 1991). untuk tanaman padi.

Tanaman padi dapat hidup 4. Sinar matahari diperlukan


dengan baik di daerah yang untuk berlangsungnya
berhawa panas dan banyak proses fotosintesis,
mengandung uap air. Dengan terutama pada saat
kata lain, padi dapat hidup baik tanaman berbunga
di daerah beriklim panas yang sampai proses
lembab. pemasakan buah. Proses
pembungaan dan
Pengertian iklim ini menyangkut kemasakan buah
curah hujan, temperatur, berkaitan erat dengan
ketinggian tempat, sinar intensitas penyinaran dan
matahari, angin, dan musim. keadaan awan.

1. Tanaman padi 5. Angin mempunyai


membutuhkan curah pengaruh positif dan
hujan yang baik, rata-rata negatif terhadap tanaman
200 mm/bulan atau lebih, padi. Pengaruh
dengan distribusi selama positifnya, terutama pada
4 bulan. Sedangkan proses penyerbukan dan
curah hujan yang pembuahan. Pengaruh
dikehendaki per tahun negatifnya adalah
sekitar 1500-2000 mm. penyakit yang
disebabkan oleh bakteri
2. Tanaman padi dapat atau jamur dapat
tumbuh baik pada suhu ditularkan oleh angin, dan
230C ke atas, sedangkan saat terjadi angina
di Indonesia pengaruh kencang pada saat
suhu tidak terasa, sebab tanaman berbunga, buah
suhunya hamper konstan dapat menjadi hampa
sepanjang tahun. Adapun dan tanaman roboh.
salah satu pengaruh
suhu terhadap tanaman 6. Pada musim kemarau
padi yaitu kehampaan peristiwa penyerbukan
pada biji. dan pembuahan tidak
terganggu oleh hujan,

158
sehingga persentase tanah dapat dijadikan lahan
terjadinya buah lebih tergenang air. Padahal dalam
besar dan produksi sistem tanah sawah, lahan harus
menjadi lebih baik. tetap tergenang air agar
f.2Tanah kebutuhan air tanaman padi
tercukupi sepanjang musim
Padi sawah ditanam di tanah tanam.
berlempung yang berat atau Oleh karena itu, jenis tanah yang
tanah yang memiliki lapisan sulit menahan air (tanah dengan
keras 30 cm dibawah permukaan kandungan pasir tinggi) kurang
tanah. Menghendaki tanah cocok dijadikan lahan
Lumpur yang subur dengan persawahan.
ketebalan 18 – 22 cm.
Keasaman tanah antara pH 4,0 – Sebaliknya, tanah yang sulit
7,0. Pada padi sawah, dilewati air (tanah dengan
penggenangan akan mengubah kandungan lempung tinggi)
pH tanam menjadi netral (7,0). cocok dijadikan lahan
Pada prinsipnya tanah berkapur persawahan. Kondisi yang baik
dengan pH 8,1 – 8,2 tidak untuk pertumbuhan tanaman
merusak tanaman padi tetapi padi sangat ditentukan oleh
akan mengurangi hasil produksi beberapa faktor, yaitu posisi
topografi yang berkaitan dengan
Tanah sawah yang mempunyai kondisi hidrologi, porisitas tanah
persentase fraksi pasir dalam yang rendah dan tingkat
jumlah besar, kurang baik untuk keasaman tanah yang netral,
tanaman padi, sebab tekstur ini sumber air alam, serta
mudah meloloskan air. Pada kanopinas modifikasi sistem
tanah sawah dituntut adanya alam oleh kegiatan manusia.
Lumpur, terutama untuk
tanaman padi yang memerlukan g. Teknik budidaya padi
tanah subur, dengan kandungan sebatang
ketiga fraksi dalam perbandingan
tertentu. Produksi padi nasional pada
bulan Desember 1997 adalah
Sifat tanah sangat berbeda-beda 46.591.874 ton yang meliputi
dan hal ini berhubungan dengan areal panen 9.881.764 ha. Hasil
keadaan susunan tanah atau produksi padi sawah dapat
struktur tanahnya. Air dan udara mencapai 6-7 ton/ha, sedangkan
yang tidak dapat beredar di untuk padi gogo produksi hanya
dalam tanah dapat mencapai 1-3 ton /ha
menyebabkan kondisi tanah (Reghawanti, 2005).
tidak baik, contohnya tanah liat.
Sampai dengan tahun 2005,
Tidak semua jenis tanah cocok Indonesia masih mengalami
untuk areal persawahan. Hal ini defisit pangan utama, untuk padi
dikarenakan tidak semua jenis sebesar 2,5 juta ton, kedelai 1,5

159
juta ton, gula 1,7 juta ton, Cara tersebut menghemat air,
sedangkan pangan lainnya karena padi tidak digenangi
mengalami surplus. Ini layaknya di persawahan. Air
menunjukkan bahwa dalam 5 hanya digunakan untuk menjaga
tahun ke depan Indonesia masih kelembaban tanah agar akar
harus memacu produksi pangan padi dapat tumbuh dengan baik
untuk mengurangi defisit. karena pada dasarnya padi
bukan tanaman air.
Untuk memenuhi kebutuhan
pangan yang terus meningkat, Hal ini dimaksudkan agar suplai
lahan sawah beririgasi tetap oksigen ke akar cukup sehingga
menjadi andalan bagi produksi padi menjadi sehat dan
padi nasional. Program berkembang membentuk
intensifikasi yang dicanangkan karakter-karakter morfologi yang
sejak sekitar tiga dekade lalu mendukung peningkatan
pada awalnya mampu produktivitas tanaman padi.
meningkatkan produksivitas dan
produksi padi secara nyata. Dalam sistem SRI penggunaan
pupuk organik merupakan salah
Tetapi sejak dekade terakhir satu faktor pembeda
produksivitas padi cenderung dibandingkan dengan sistem non
melandai, bahkan ada yang SRI.
menurun di beberapa lokasi.
Disamping itu produk yang
Intensifikasi budidaya padi harus dihasilkan dari budidaya atau
terus diupayakan. Salah satu peternakan yang menggunakan
metode yang diterapkan adalah pupuk organik lebih disukai
SRI (The System Of Rice masyarakat.
Intensification) yang pertama kali
dikembangkan oleh Henri De Alasannya, produk tersebut lebih
Laulanie di Madagaskar pada aman bagi kesehatan. Di
tahun 1980. negara-negara maju,
masyarakatnya mulai beralih
SRI adalah sistem intensifikasi mengkonsumsi produk yang
padi yang menyinergikan tiga dihasilkan secara organik.
faktor pertumbuhan padi untuk
mencapai produktivitas maksimal Pupuk organik cair atau padat
yaitu; yang diaplikasikan pada
budidaya tanaman atau
1) maksimalisasi jumlah anakan peternakan memiliki nilai jual
yang lebih tinggi (Parnata,
2) pertumbuhan akar, 2004).

3) suplai hara, air, oksigen. Hasil metode SRI sangat


memuaskan. Di Madagaskar,
pada beberapa tanah tak subur

160
yang produksi normalnya 2 antar-spesies dan dalam
ton/ha, petani yang berbagai struktur tumbuhan dan
menggunakan SRI memperoleh juga bervariasi antar siang dan
hasil panen lebih dari 8 ton/ha, malam selama periode
beberapa petani memperoleh 10 pertumbuhan.
– 15 ton/ha, bahkan ada yang
mencapai 20 ton/ha. Tumbuhan menggunakan air
Sedangkan, di daerah lain kurang dari 5 % air yang diserap.
selama 5 tahun, ratusan petani Sisanya hilang ke atmosfer
memanen 8-9 ton/ha. melalui transpirasi dari daun
tumbuhan.
Metode SRI minimal
menghasilkan panen dua kali Kebutuhan air untuk pengolahan
lipat dibandingkan metode non tanah sampai siap tanam (30
SRI maupun metode lain yang hari) mengkonsumsi air 20% dari
biasa diterapkan oleh petani. total kebutuhan air untuk padi
sawah dan fase bunting sampai
Petani tidak harus menggunakan pengisian bulir (15 hari)
masukan luar untuk memperoleh mengonsumsi air sebanyak 35
manfaat SRI. Metode ini juga %.
bisa diterapkan untuk berbagai
varietas yang biasa dipakai Berdasar data tersebut
petani. sebetulnya sejak tanam sampai
memasuki fase bunting tidak
Semua unsur potensi dalam membutuhkan air banyak,
tanaman padi dikembangkan demikian pula setelah pengisian
dengan cara memberikan kondisi bulir.
yang sesuai dengan
pertumbuhan mereka (Berkelaar, Oleh karenanya 15 hari sebelum
2005). panen, padi tidak roboh dan
ditinjau dari aspek pemberian air
Perpaduan antara pemakaian memang tidak perlu lagi.
varietas unggul padi sawah dan
pemberian pupuk organik cair Budidaya padi yang diterapkan
pada sistem penanaman SRI dengan konsep penghematan air
diharapkan dapat mengatasi yaitu penggenangan hanya
permasalahan masih rendahnya dilakukan selama 25 hari yaitu
produksi padi, selain itu juga pada saat padi mengalami masa
diharapkan dapat bunting (pengisian malai).
mengembangkan pertanian Konsep hemat air ini menjadi
berkelanjutan yang berwawasan acuan pada SRI (budidaya padi
lingkungan. sebatang), dan konsep ini sangat
mendukung keoptimalan
Air sangat perlu bagi kehidupan pertumbuhan dan
tumbuhan. Kandungan air perkembangan padi karena bibit
tumbuhan bervariasi sesuai umur muda tumbuh lebih baik

161
dalam kondisi aerob / tidak Metode ini mampu menghemat
tergenang (berdasarkan riset penggunaan benih padi sampai
jepang > 30 tahun), 80 %.
mikroorganisme tanah lebih baik
untuk perakaran (pada tanah Jika biasanya untuk satu hektar
macak–macak /tidak tergenang), lahan diperlukan benih sekitar 50
jumlah sel aerenchym akar padi kg, dengan SRI hanya
sawah yang tergenang sangat diperlukan 8-10 kg.
kecil, sedangkan pada tanah
yang tidak tergenang sangat Produktivitas yang selama ini
tinggi, dan hama padi sawah rendah ( 4-5 ton/ha ) dapat
(keong mas) lebih terkendali. didongkrak dengan penerapan
SRI yang telah dilakukan di
Pengefisienan penggunaan air di beberapa provinsi dan telah diuji
petakan dapat dilakukan dengan secara statistik dapat mencapai
mengairi sawah dalam keadaan 10 ton/ha.
macak-macak. Setelah tanaman
padi berumur 14 hari sampai Selain bertujuan untuk
periode bunting tidak meningkatkan produksi,
memerlukan air yang banyak. penerapan metode SRI ternyata
mengandung konsep pertanian
Kebiasaan petani menggenangi yang berkelanjutan dan
sawahnya sampai 5 cm bahkan berwawasan lingkungan.
lebih karena petani tidak
membayar air yang digunakan Metode SRI lebih sedikit
tersebut, sehingga cenderung menggunakan pupuk kimia serta
bermewah-mewah dengan air. sangat dianjurkan menggunakan
pupuk organik seperti pupuk
Berdasar hasil penelitian kandang, kompos, pupuk hijau
menggunakan air pada padi serta biomassa ( jerami ).
sawah menunjukkan bahwa
sawah yang digenangi setinggi 5 Teknik penanaman diawali
cm sejak tanam sampai bunting dengan pengolahan tanah,
tidak memberikan perbedaan pembibitan, penanaman,
hasil gabah dengan sawah yang pemupukkan, pengendalian
diairi macak-macak. hama, penyakit, dan gulma, dan
diakhiri dengan panen. Berikut
Hanya biasanya sawah yang ini adalah tahapan teknik
diairi macak-macak populasi penanamannya sesuai dengan
gulma lebih banyak terutama urutan dari atas kebawah.
rumput-rumput berdaun sempit.

Dengan irigasi macak-macak


sampai periode bunting, maka
air dapat dihemat
penggunaannya.

162
Pengolahan tanah Fase Pengisian biji

Fase Pematangan
Penanaman hanya 1 tanaman
per lubang tanam

Tampilan gambar anakan


maksikum, masa puncak
pertumbuhan vegetatif
Panen

Sawah yang tidak digenangi air,


akan dapat mengurangi emisi
gas CH4 (gas methan = gas
rumah kaca ) di atmosfer. Gas
methan akan teremisi ke
atmosfer dari tanah – tanah yang
tergenang

Awal fase pengisian biji Berkelaar (2005)


mengemukakan bahwa terdapat

163
empat kunci penerapan SRI, menggenang membuat
yaitu : sawah menjadi hypoxic
(kekurangan oksigen) bagi
1. Bibit dipindah lapang akar dan tidak ideal untuk
(transplantasi) lebih awal pertumbuhan. Akar padi
Bibit padi ditransplantasi saat akan mengalami penurunan
dua daun telah muncul pada bila sawah digenangi air,
batang muda, biasanya saat hingga mencapai ¾ total akar
berumur 8-15 hari. Benih saat tanaman mencapai
harus disemai dalam petakan masa berbunga. Saat itu
khusus dengan menjaga akar mengalami die back
tanah tetap lembab dan tidak (akar hidup tapi bagian atas
tergenang air. Lebih banyak mati). Keadaan ini disebut
batang yang muncul dalam juga “senescence”, yang
satu rumpun, dan dengan merupakan proses alami, tapi
metode SRI lebih banyak menunjukkan tanaman sulit
bulir padi yang dihasilkan bernafas, sehingga
oleh malai. menghambat fungsi dan
pertumbuhan tanaman.
2. Bibit ditanam satu-satu Dengan SRI, petani hanya
daripada secara berumpun memakai kurang dari ½
kebutuhan air pada sistem
3. Jarak tanam yang lebar tradisional yang biasa
Pada prinsipnya tanaman menggenangi tanaman padi.
harus mendapat ruang cukup Tanah cukup dijaga tetap
untuk tumbuh. Hasil panen lembab selama tahap
maksimum diperoleh pada vegetatif, untuk
sawah subur dengan jarak memungkinkan lebih banyak
tanam 50 x 50 cm, sehingga oksigen bagi pertumbuhan
hanya 4 tanaman per m 2. akar. Sesekali (mungkin
Dalam metode SRI seminggu sekali) tanah harus
kebutuhan benih jauh lebih dikeringkan sampai retak. Ini
sedikit dibandingkan metode dimaksudkan agar oksigen
tradisional, salah satu dari udara mampu masuk
evaluasi SRI menunjukkan kedalam tanah dan
bahwa kebutuhan benih mendorong akar untuk
hanya 7 kg/ha, dibanding “mencari” air. Sebaliknya,
dengan metode tradisional jika sawah terus digenangi,
yang mencapai 107 kg/ha. akar akan sulit tumbuh dan
menyebar, serta kekurangan
4. Kondisi tanah tetap lembab oksigen untuk dapat tumbuh
tapi tidak tergenang air dengan subur.
Secara tradisional
penanaman padi biasanya Selanjutnya Berkelaar (2005)
selalu digenangi air. Namun, menambahkan selain empat
sebenarnya air yang prinsip utama diatas, ada dua

164
praktek tambahan lain yang 2. Asupan Organik
sangat penting dalam metode
SRI. Petani disarankan untuk
menggunakan kompos, dan
Keduanya tidak berlawanan dan hasilnya lebih bagus.
telah lama dikenal oleh petani
dalam bercocok tanam. Kompos dapat dibuat dari
Sehingga untuk menerapkan macam -macam sisa tanaman
kedua praktek tambahan ini tidak (seperti jerami, serasah
terlalu sulit. tanaman, dan bahan dari
tanaman lainnya), dengan
Kedua praktek tambahan tambahan pupuk kandang bila
tersebut adalah : ada.

1. Pendangiran Daun pisang juga bisa


menambah unsur potasium,
Pendangiran (membersihkan daun-daun tanaman kacang-
gulma dan rumput) dapat kacangan dapat menambah
dilakukan dengan tangan atau unsur N, dan tanaman lain
alat sederhana. Pendangiran seperti Tithonia dan Afromomum
pertama dilakukan 10 atau 12 angustifolium, memberikan
hari setelah tranplantasi, dan tambahan unsur P.
pendangiran kedua setelah 14
hari. Minimal disarankan 2-3 kali Kompos menambah nutrisi tanah
pendangiran, namun jika secara perlahan-lahan dan dapat
ditambah sekali atau dua kali lagi memperbaiki struktur tanah.
akan mampu meningkatkan hasil
hingga satu atau dua ton per ha. Di tanah yang miskin jika tidak di
pupuk kimia, secara otomatis
Yang lebih penting dari praktek perlu diberikan masukan nutrisi
ini bukan sekedar untuk lain.
membersihkan gulma, tetapi
pengadukan tanah ini dapat Pedomannya: dengan hasil
memperbaiki struktur dan panen yang tinggi, sesuatu perlu
meningkatkan aerasi tanah. dikembalikan untuk
menyuburkan tanah.
Pendangiran ini membutuhkan
banyak tenaga, bisa mencapai Keuntungan dari SRI :
25 hari kerja untuk 1 ha. Tapi hal
ini tidak sia-sia karena hasil - Hasil-hasil yang lebih
panen yang diperoleh sangat tinggi, baik itu butiran
tinggi. maupun jerami.

- Mempersingkat umur
panen (± 10 hari).

165
- Awalnya, SRI
- Pemakaian bahan kimia membutuhkan 50-100%
lebih sedikit tenaga kerja (yang
terampil dan teliti) lebih
- Kebutuhan air lebih banyak, tapi lama
sedikit kelamaan jumlah ini
dapat menurun.
- Persen bulir sekam lebih
sedikit Walaupun metode ini masih
perlu pengembangan lebih lanjut
- Meningkatnya berat bulir akan tetapi dari hasil yang
diperoleh memperlihatkan
- Tanpa perubahan ada harapan dapat meningkatkan
ukuran bulir produksi pangan nasional.

- Tahan badai siklon Dalam hal produksi beras


nasional maka beberapa upaya
- Tahan dingin yang dibutuhkan untuk
memelihara kapasitas
- Kesehatan tanah sumberdaya pangan adalah
meningkat melalui untuk memelihara kapasitas
aktivitas biologis melalui:

a. Pembangunan dan
Pada SRI semua tampak ideal rehabilitasi sistem irigasi,
untuk direalisasikan, tetapi serta perbaikan pengelolaan
disamping itu juga memiliki sumber daya air dalam
keterbatasan, diantaranya : rangka menyediakan air yang
cukup untuk pertanian.
- SRI membutuhkan lebih Untuk itu perlu dilakukan : (i)
banyak tenaga kerja per perbaikan dalam pengaturan,
ha daripada metode kelembagaan pengelolaan,
tradisional. dan pemanfaatan
sumberdaya air, seperti
- Dengan SRI, diperlukan penatagunaan ruang/wilayah
lebih banyak waktu juga dan penerapan peraturan
untuk mengatur secara disiplin, oleh Pemda
pengairan sawah dan Depdagri; (ii) fasilitasi
dibandingkan cara lama. pengelolaan sumber daya air
dan pengairan oleh Meneg
- Pendangiran juga Kimpraswil; (iii) fasilitasi
membutuhkan waktu pemanfaatan lahan pertanian
lebih banyak bila sawah secara produktif, efisien dan
tidak digenangi air terus. ramah lingkungan oleh
Deptan; dan (iv)
pemanfaatan dan

166
pengawasan sumberdaya intensitas tanam. Upaya
lahan dan perairan oleh ini dilaksanakan secara
masyarakat. sinergis oleh institusi
penelitian,
b. Menekan berlanjutnya alih pengembangan dan
fungsi lahan beririgasi penyuluhan lingkup
kepada usaha non pertanian. Departemen Pertanian,
Hal ini menyangkut Ristek/BPPT, Perguruan
pengaturan/pembatasan Tinggi, dan
dengan sistem insentif yang Lembaga/Dinas Teknis
dilaksanakan secara lintas setempat yang
institusi antara lain: (i) melaksanakan alih
penetapan peraturan dan pengetahuan dan
penerapannya secara disiplin teknologi kepada
oleh Pemda dan BPN; (ii) masyarakat.
fasilitasi bagi pengembangan (iii) Upaya menyediakan
berbagai usaha masyarakat insentif untuk
berbasis pertanian oleh meningkatkan minat
Departemen Teknis; dan (iii) masyarakat
pengawasan oleh mengembangkan usaha
masyarakat sebagai pelaku pangan dilakukan
usaha. melalui: penyediaan
prasarana transportasi,
c. Membuka lahan pertanian komunikasi, perdagangan
baru pada lokasi-lokasi yang (Pemda, Kimpraswil,
memungkinkan dengan tetap Swasta); pelayanan
memperhatikan rencana tata administrasi perizinan
ruang wilayah dan kaidah- usaha produksi, industri,
kaidah kelestarian distribusi yang sederhana
lingkungan; yang difasilitasi dan cepat (Pemda);
oleh Pemda. pelayanankeuangan/per
modalan yang cepat dan
Upaya untuk memacu murah (Pemda, Swasta).
peningkatan produktivitas usaha
pangan mencakup : (iv) Di sisi permintaan,
upaya menurunkan
(i) penciptaan varietas konsumsi beras per
unggul baru, dan kapita dapat dilakukan
teknologi berproduksi melalui penggalakan
yang lebih efisien; program diversifikasi
pangan dengan
(ii) teknologi pasca panen pemanfaatan pangan
untuk menekan sumber kalori, protein,
kehilangan hasil; dan (iii) vitamin dan mineral yang
teknologi yang dapat diproduksi secara
menunjang peningkatan

167
lokal. Beberapa upaya
diantaranya adalah:

- Sosialisasi, pelatihan,
dan pendidikan sejak
usia sekolah, tentang
pola makan dengan gizi
seimbang dengan
sumber-sumber pangan
bervariasi; oleh lembaga-
lembaga pendidikan dan
pelatihan daerah dengan
dukungan dari pusat.

- Pengembangan teknologi
pengolahan untuk
meningkatkan daya tarik
ekonomis dan fisik dari
berbagai bahan pangan
lokal/tradisional non
berasyang difasilitasi oleh
unit Litbang Departemen
Teknis, Deperindag,
Perguruan Tinggi dan
Swasta.

- Pengembangan industri
pengolahan dengan
bahan-bahan pangan
lokal oleh swasta yang
difasilitasi oleh Pemda
dan Deperindag.

168
8.2. Teknik Budidaya Jagung ditanam sebagai
penghasil bahan farmasi.
a. Botani Jagung
Berdasarkan bukti genetik,
(Zea mays L.) merupakan salah antropologi, dan arkeologi
satu tanaman pangan dunia diketahui bahwa daerah asal
yang terpenting, selain gandum jagung adalah Amerika Tengah
dan padi. Sebagai sumber (Meksiko bagian selatan).
karbohidrat utama di Amerika
Tengah dan Selatan, jagung juga Budidaya jagung telah dilakukan
menjadi alternatif sumber di daerah ini 10.000 tahun yang
pangan di Amerika Serikat. lalu, kemudian teknologi ini
dibawa ke Amerika Selatan
Penduduk beberapa daerah di (Ekuador) sekitar 7000 tahun
Indonesia (misalnya di Madura yang lalu, dan mencapai daerah
dan Nusa Tenggara) juga pegunungan di selatan Peru
menggunakan jagung sebagai pada 4000 tahun yang lalu.
bahan makanan pokok. Kajian filogenetik menunjukkan
bahwa jagung (Zea mays ssp.
Tanaman ini mempunyai fungsi mays) merupakan keturunan
banyak yaitu: langsung dari teosinte (Zea
mays ssp. parviglumis ).
a. Sumber karbohidrat
Dalam proses domestikasinya,
b. Pakan ternak (hijauan yang berlangsung paling tidak
maupun tongkolnya), 7000 tahun oleh penduduk asli
setempat, masuk gen-gen dari
subspesies lain, terutama Zea
c. Diambil minyaknya (dari mays ssp. mexicana. Istilah
biji) teosinte sebenarnya digunakan
untuk menggambarkan semua
d. Tepung (dari biji, dikenal spesies dalam genus Zea,
dengan istilah tepung kecuali Zea mays ssp. mays.
jagung atau maizena), Proses domestikasi menjadikan
jagung merupakan satu-satunya
e. Bahan baku industri (dari spesies tumbuhan yang tidak
tepung biji dan tepung dapat hidup secara liar di alam.
tongkolnya). Tongkol
jagung kaya akan Hingga kini dikenal 50.000
pentosa, yang dipakai varietas jagung, baik ras lokal
sebagai bahan baku maupun kultivar.
pembuatan furfural.
Jagung merupakan komoditas
f. Bahan farmasi, jagung andalan yang dirasakan
yang telah direkayasa mempunyai keunggulan
genetika juga sekarang komparatif karena :

169
tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa
- Saat ini Indonesia masih diukur dari permukaan tanah
mengimpor jagung dalam hingga ruas teratas sebelum
jumlah besar + 700.000 bunga jantan.
ton per tahun untuk
keperluan industri pakan Meskipun beberapa varietas
ternak. dapat menghasilkan anakan
(seperti padi), pada umumnya
- Peluang pakan ternak jagung tidak memiliki
yang cukup besar di kemampuan ini.
Kalimantan Barat dan
saat ini Kalimantan Barat Akar jagung tergolong akar
masih mendatangkan serabut yang dapat mencapai
jagung dari Semarang kedalaman 8 m meskipun
(Jawa Tengah) sebesar + sebagian besar berada pada
10.000 ton/tahun. kisaran 2 m.
- Ketersediaan Lahan
untuk pengembangan Pada tanaman yang sudah
jagung di Kalimantan cukup dewasa muncul akar
Barat cukup besar yang adventif dari buku-buku batang
didukung dengan bagian bawah yang membantu
ketersediaan teknologi menyangga tegaknya tanaman.
dan SDM. Selain itu juga
adanya serta sudah
terbentuknya kemitraan
dengan swasta yaitu di
Sanggau Ledo (Kab.
Bengkawang)

b Deskripsi

Jagung merupakan tanaman


semusim (annual). Satu siklus
hidupnya diselesaikan dalam 80-
150 hari.

Paruh pertama dari siklus


merupakan tahap pertumbuhan
vegetatif dan paruh kedua untuk
tahap pertumbuhan generatif. Gambar 56. Akar jagung

Tinggi tanaman jagung sangat


bervariasi. Meskipun tanaman
jagung umumnya berketinggian
antara 1m sampai 3m, ada
varietas yang dapat mencapai

170
Batang jagung tegak dan mudah stomata dikelilingi sel-sel
terlihat, sebagaimana sorgum epidermis berbentuk kipas.
dan tebu, namun tidak seperti
padi atau gandum. Terdapat Struktur ini berperan penting
mutan yang batangnya tidak dalam respon tanaman
tumbuh pesat sehingga tanaman menanggapi defisit air pada sel-
berbentuk roset. sel daun.

Batang beruas-ruas. Ruas


terbungkus pelepah daun yang
muncul dari buku. Batang jagung
cukup kokoh namun tidak
banyak mengandung lignin.

Gambar 58 daun jagung

Jagung memiliki bunga jantan


dan bunga betina yang terpisah
(diklin) dalam satu tanaman
(monoecious).

Tiap kuntum bunga memiliki


struktur khas bunga dari suku
Gambar 57 Batang jagung Poaceae, yang disebut floret.
Pada jagung, dua floret dibatasi
Daun jagung adalah daun oleh sepasang glumae (tunggal:
sempurna. Bentuknya gluma).
memanjang. Antara pelepah dan
helai daun terdapat ligula. Bunga jantan tumbuh di bagian
Tulang daun sejajar dengan ibu puncak tanaman, berupa
tulang daun. karangan bunga (inflorescence).
Serbuk sari berwarna kuning dan
Permukaan daun ada yang licin beraroma khas.
dan ada yang berambut.
Stomata pada daun jagung
berbentuk halter, yang khas
dimiliki familia Poaceae. Setiap

171
Bunga betina tersusun dalam
tongkol. Tongkol tumbuh dari
buku, di antara batang dan
pelepah daun.

Pada umumnya, satu tanaman


hanya dapat menghasilkan satu
tongkol produktif meskipun
memiliki sejumlah bunga betina.

Gambar 61 Buah Jagung siap


panen

Beberapa varietas unggul dapat


menghasilkan lebih dari satu
tongkol produktif, dan disebut
sebagai varietas prolifik. Bunga
jantan jagung cenderung siap
untuk penyerbukan 2-5 hari lebih
dini daripada bunga betinanya
Gambar 59. Bunga jantan (protandri).

c. Perbaikan teknologi
produksi jagung

Untuk mengimbangi permintaan


akan produksi jagung maka
pemerintah menerapkan
beberapa paket teknologi intuk
meningkatkan peoduksi jagung.

Dibawah ini diberikan


merupakan alternatif pertanaman
jagung pada lahan kering yang
dikeluarkan Departemen
Pertanian.

Gambar 60 Bunga Betina

172
Urutan kerja pada teknologi konsep pengendalian
budidaya ini adalah: hama terpadu (PHT).

1. Pengolahan tanah
sederhana atau tanpa 7. Panen dan pasca
olah tanah (TOT). panen, tanaman dipanen
apabila klobot berwarna
2. Varietas yang digunakan keputihan/coklat dan
adalah bersari bebas mengering dengan biji
(varietas Bisma) maupun mengkilap dan kadar air
hibrida sebanyak 20 25-30 %.
kg/ha, yang telah
diperlakukan ridomil, Untuk lebih jelasnya perhatikan
benih ditugal dengan urutan gambar berikut:
jarak tanam 80 x 40 cm
dengan 2 biji /lubang .

3. Pemupukan sesuai
dengan rekomendasi
setempat, yaitu seluruh
pupuk SP-36, KCI dan
1/2 bagian Urea
diberikan bersamaan
tanam atau 7-10 hari
setelah tanam sebagai
pupuk dasar, dengan
cara ditugal 5 cm dari
lubang tanaman.

4. Pupuk susulan '/2 bagian


Urea diberikan pada
umur tanaman 1 bulan
setelah tanam, pupuk
diberikan dengan cara
tugal sedalam 5-10 cm
ditutup kembali.

5. Penyiangan dilakukan 2
kali yaitu umur 2 minggu
dan 4 minggu setelah
tanam sekaligus
membumbun.

6. Pengendalian hama
penyakit dilakukan
dengan menerapkan

173
Gejala kahat hara yang timbul
disebabkan karena
kebutuhannya tidak terpenuhi.
Hendaknya kebun dicek
beberapa kali selama satu
musim. Kahat hara yang dapat
dideteksi dini dapat diatasi
dengan pemupukan dalam alur
di sisi tanaman. Andaikata tidak
dapat diatasi dalam tahun ini,
asal diketahui di mana masalah
tersebut timbul, maka sudah
merupakan informasi yang
Gambar 62 Urutan penanaman sangat berarti untuk
jagung perencanaan pemupukan pada
musim berikutnya.

d.gejala kahat hara Daun tanaman yang sehat harus


berwarna hijau tua. Hal ini
Beberapa gejala gejala kahat menunjukkan bahwa daun
satu atau lebih hara esensia tersebut berkadar klorofil tinggi
pada jagung yang sangat dibutuhkan untuk
menangkap sinar matahari untuk
menghasilkan gula yang
Petani jagung harus belajar
diperlukan untuk pertumbuhan
mengenal gejala gejala kahat
dan perkembangan tanaman.
satu atau lebih hara esensial
yang diperlukan untuk
pertumbuhan tanaman yang Kahat nitrogen
sehat untuk memperoleh hasil
yang menguntungkan. Kahat nitrogen (N) tidak mudah
dideteksi waktu tanaman masih
Kita harus dapat menjadi dokter muda. Namun bila berwarna
untuk tanaman jagungmu hijau kekuningan, maka
sendirl. kemungkinan tanaman kahat N.
Bila kahat N dapat dideteksi dini,
pemberian pupuk N dalam alur di
Melihat kebun secara teratur dan
sisi tanaman dapat mengatasi
mengidentifikasi gejala dari
masalah ini.
suatu masalah merupakan aspek
penting dari budidaya tanaman.
Setelah tanaman kira-kira
setinggi lutut, tingkat
Keuntungan optimum dari
pertumbuhan akan meningkat
investasi untuk produksi
yang diikuti dengan kebutuhan N
tergantung dari suplai hara yang
yang meningkat cepat.
cukup selama pertumbuhan
Kebutuhan 3, 4 kg N/ha/hari
tanaman.
adalah umum dan kebutuhan ini

174
meningkat dua kali lipat saat Kahat kalium
pertumbuhan maksimum. Bila N
tidak tersedia dalam jumlah Kahat kalium (K) dimulai dengan
cukup, maka warna ujung daun warna kuning atau kecoklatan
tua akan berubah menjadi sepanjang pinggir daun pada
kuning dan warna ini akan daun tua. Warna tersebut akan
berkembang sepanjang tulang berkembang ke arah tulang daun
daun utama. Karena N sifatnya utama dan pada daun-daun di
mobil dalam tanaman, gejala atasnya. Gejala umum kahat K
kahat N ini berangsur-angsur lainnya adalah warna coklat tua
akan merambah ke daun-daun di pada buku batang bagian dalam
atasnya. Daun tua kemudian dan dapat diketahui dengan
akan mati. Uji N jaringan mengiris batang secara
tanaman dapat dilakukan memanjang. Ukuran tongkol
dengan menggunakan indikator kadang-kadang tidak terlalu
kimia atau alat elektronik untuk dipengaruhi seperti halnya pada
membantu mengdiagnosis kahat kahat N dan P, tetapi biji-biji
N ini. Tanaman mati muda jagung pada ujung tongkol tidak
dengan tongkol yang kecil dan berkembang dan tongkol jagung
bijinya sedikit. banyak kelobotnya dengan biji
sedikit sebagai akibat kahat K.
Kahat fosfor Kalium juga merupakan faktor
utama dalam efisiensi
Kahat fosfor (P) umumnya sudah penggunaan air dan karena itu
tampak waktu tanaman masih pengaruh kekeringan akan lebih
muda. Gejala awal dimulai nyata bila tanaman kahat K. Saat
dengan daun yang berwarna kebutuhan maksimum
ungu-kemerahan. Tangkai yang menyebabkan serapan K lebih
lemah dan kecil tanpa tongkol banyak daripada N. Hal ini
atau tongkolnya kacil dan melilit - menunjukkan pentingnya
juga merupakan indikasi kahat P. kesuburan tanah yang tinggi
Suhu rendah dan udara kering untuk mencapai produksi yang
atau sangat basah pada awal menguntungkan.
pertumbuhan atau restriksi fisik
untuk pertumbuhan akar dapat Kahat hara lainnya
menyebabkan kahat P,
meskipun P dalam tanah cukup. Kecuali N, P dan K, kahat hara
Kahat P juga menyebabkan lainnya tidak sering dijumpai di
panen terlambat. Serapan P lapang, tetapi dapat merupakan
yang banyak per hari saat pembatas penting produksi.
pertumbuhan yang cepat Kahat belerang (S) tampak pada
menekankan pentingnya daun muda yang berwarna hijau
kesuburan tanah yang tinggi muda dengan pertumbuhan yang
yang mampu menyuplai hara P terhambat. Sering dijumpai pada
yang cukup. tanah berpasir atau tanah
dengan kadar bahan organik

175
rendah. Berbagai pupuk yang K tanah. Uji nitrat pada profil
mengandung S dapat digunakan tanah akan memberikan
untuk mengatasi masalah ini. informasi yang baik untuk arahan
pemupukan N di daerah di mana
Kahat magnesium (Mg) residu nitrat masih tersisa dari
menyebabkan timbulnya warna musim sebelumnya. Di daerah
keputihan sepanjang kanan kiri yang lebih
tulang daun pada daun tua
dengan warna merah keunguan Gejala Daun
sepanjang pinggir daun. Gejala
ini dapat merupakan indikasi
bahwa tanahnya masam, Daun sehat mengkilat dan
terutama timbul pada tanaman berwama hijau tua bila tanaman
muda dengan pengolahan tanah mendapat suplai hara yang
yang kurang intensif. Pemberian cukup.
dolomit dapat mengatasi
masalah kahat Mg ini pada Kahat FOSFOR daunnya
tahun-tahun berikutnya. Bila pH berwarna ungu-kemerahan,
tidak merupakan masalah, maka terutama pada tanaman yang
sumber Mg lainnya seperti masih muda.
Kalium-Magnesium-Sulfat dapat
mengatasi kahat Mg ini. Kahat KALIUM ujung dan tepi
daunnya berwarna kekuningan
Daun pucuk yang mengering atau mengering.
atau melilit merupakan indikasi
kahat tembaga (Cu). Kahat seng Kahat NITROGEN dimulai
(Zn) ditandai oleh garis-garis dengan wama kekuningan pada
klorotik yang paralel dengan ujung daun dan berkembang
tulang daun utama pada daun sepanjang tulang daun utama.
muda, ruas pendek dan tanaman
kerdil. Tanaman tanpa tongkol Kahat MAGNESIUM
atau tongkolnya steril pada menyebabkan timbulnya garis-
pertanaman dengan populasi garis keputihan sepanjang tulang
tinggi yang mendapat pupuk daun dan seringkali timbul warna
cukup dapat disebabkan oleh ungu pada bagian bawah dari
kahat boron (B). daun tua.

Lahan masam mempengaruhi KEKERINGAN menyebabkan


serapan berbagai hara dan tanaman berwarna hijau-
dapat menyebabkan tanaman keabuan; daun-daun
kahat hara, meskipun tanaman menggulung sebesar pensil.
dipupuk cukup. Uji tanah perlu
dilaksanakan secara teratur PENYAKIT Helminthosporium
untuk mengidentifikasi masalah- dimulai dengan bercak kecil dan
masalah yang berkaitan dengan berangsur-angsur berkembang
pH dan memonitor kadar P dan pada seluruh daun.

176
Zat kimia kadang-kadang
menyebabkan

1. Batang sehat mempunyai


ukuran normal. Batang
tersebut bila dipotong
memanjang akan terlihat
bagian dalam batang
berwarna keputihan dan
sehat.
2. Tanaman perlu dipupuk
KALIUM apabila batang
dipotong menunjukkan wama
coklat pada bukunya.
3. Kahat FOSFOR mempunyai
batang yang lemah dan kecil,
kadang-kadang tanaman
tidak membentuk tongkol
atau tongkolaya kecil.
Perhatikan warna ungu pada
daun tua.
4. Tanaman jagung membentuk
ANAKAN bila tanaman
dipupuk terlalu banyak
Nitrogen pada awal
pertumbuhan. Gambar 63. Beberapa gejala
5. Gejala serangan penyakit kerusakan pada batang jagung
pada batang juga
menyebabkan timbulnya Gejala pada akar
ikatan pembuluh yang
berwarna kehitaman pada 1. Akar yang banyak dan
batang bagian atas dengan dalam dari tanaman
warna yang lebih gelap pada menunjukkan tanaman
batang bagian bawah. Busuk sehat
pada batang bagian dalam
menyebabkan tanaman 2. FOSFOR pada awal
cepat mati dan batangnya pertumbuhan
patah. Tongkolnya mengecil menyebabkan
perkembangan akar tidak
sempurna.

3. Cacing akar memakan


akar halus dan membuat
tanaman tidak tumbuh
sempurna

177
4. Tanah masam
menyebabkan akar
bagian bawah berubah
warna dan busuk,
terutama pada akar 4
penunjang yang tumbuh
pada buku ketiga dan
keempat.

5. Kerusakan karena zat


kimia menyebabkan akar
tidak berkembang
5
Ciri-ciri kerusakan akar tanaman
jagung seperti tersebut diatas Gambar 64. Beberapa gejala
dapat dilihat pada gambar kerusakan pada akar jagung
berikut yang dimulai dari atas
dan seterusnya
Gejala kekurangan, kelebihan
ataupun penyakit juga dapat
dlihat pada tongkol buah, seperti
tertera diwah ini

1.TONGKOL NORMAL yang


mendapat cukup pupuk dan
1 berproduksi tinggi, beratnya
sekitar 150-225 gram. Ujung
kelobot fidak penuh berisi biji.

2.TONGKOL BESAR yang


beratnya lebih dari225gram
dengan bijiyang memenuhi ujung
kelobot merupakan
2 indikasibahwa populasi tanaman
terlalu sedikit untuk mencapai
produksiyang menguntungkan.

3.TONGKOL KECIL
menunjukkan bahwa tanahnya
kurang subur, populasi tanaman
3 terlalu banyak atau ada masalah
lainnya.

178
4.KAHAT KALIUM menyebabkan
ujung tongkol tidak berbiji penuh,
bijinya jarang dan tidak
sempurna.

5.KAHAT FOSFOR mengganggu


persarian dan pembentukan biji.
Tongkolnya kecil, sering
bengkok dengan pembentukan
biji yang tidak sempuma.

RAMBUT HIJAU saat tongkol


masak menunjukkan bahwa
tanaman terlalu banyak dipupuk
Nitrogen

UDARA KERING menyebabkan


pembentukan rambut yang
lambat; persarian tidak Gambar 65 Beberapa gejala
sempuma pada saat kerusakan pada tongkol
pembentukan biji.

Biji jagung kaya akan


karbohidrat. Sebagian besar
berada pada endospermium.
Kandungan karbohidrat dapat
mencapai 80% dari seluruh
bahan kering biji.

Karbohidrat dalam bentuk pati


umumnya berupa campuran
amilosa dan amilopektin.

Pada jagung ketan, sebagian


besar atau seluruh patinya
merupakan amilopektin.
Perbedaan ini tidak banyak
berpengaruh pada kandungan
gizi, tetapi lebih berarti dalam
pengolahan sebagai bahan
pangan.

179
Jagung manis tidak mampu 3. Hipertensi
memproduksi pati sehingga
bijinya terasa lebih manis ketika 4. Diabetes
masih muda.
5. Melancarkan ASI
Secara rinci kandungan zat apa
saja yang terdapat pada jagung 6. Rakhitis
adalah: gula, kalium, asam
jagung dan minyak lemak. 7. Batu empedu

Utrennya (buah yang masih 8. Cacar air


muda) banyak mengandung zat
protein, lemak, kalsium, fosfor, 9. Diare
besi, belerang, vitamin A, B1,
B6, C dan K. 10. Keguguran (rambut, daun
dan tongkol mudanya)
Rambutnya mengandung minyak
lemak, damar, gula, asam f. Teknik Budidaya Jagung
maisenat dan garam-garam Sukmaraga
mineral.
Produksi jagung dewasa ini tidak
Biji buah jagung biasanya di buat dapat memenuhi kebutuhan
tepung jagung (maizena). dalam negeri sehingga
diperlukan impor.
e. Manfaat dan kegunaan
Keadaan ini tidak dapat
Salah satu manfaat jagung dibiarkan karena akan
adalah diuretik (memperlancar merugikan para peternak yang
air seni) karena kandungan membutuhkan pakan, dimana
kaliumnya yang tinggi terutama jagung memegang peran 51 %
pada rambut dan tongkol sebagai bahan pokok
mudanya. pembuatan pakan.

Selain itu, kandungan thiamin Untuk mengatasi hal ini maka


bisa mengeringkan luka seperti dicarilah varietas jagung yang
misalnya luka pada cacar air. dapat berproduksi sampai 8,5
Kandungan fosfornya baik untuk ton/ha.
tulang dan gigi.
Oleh karena itu perlu suatu
acuan teknologi budidaya jagung
Kegunaan jagung adalah: sukmaraga, sehingga petani
yang mencoba dan
1. Melancarkan air seni mengembangkan jagung
sukmaraga dapat berhasil sesuai
2. Radang ginjal, batu ginjal potensial hasil dari jagung
tersebut.

180
Lampung 350 kg urea/ha
Diharapkan dengan berhasilnya + 150 kg SP 36/ha + 100
petani menerapkan jagung kg KCL/ha.
sukmaraga, peningkatan
produksi jagung dapat 2. Pupuk diberikan 2 kali,
meningkat. Mengingat jagung pertama 7-10 hst (200
sukmaraga adalah jagung kg urea/ha + 150 kg SP
komposit dapat ditanam ulang 36/ha +100 kg KCL/ha)
sampai 3 (tiga) kali tanam tidak kedua:30-35 hst(250 kg
seperti jagung Hibrida hanya 1 urea/ha).
(satu) kali tanam sehingga harus
beli lagi, jadi cukup menghemat 3. Pupuk diberikan dalam
input sarana produksi. lubang/ larikan + 10 cm

1Penyiapan lahan
4. Disamping tanaman
1. Tanah dibajak 15-20 cm, ditutup dengan tanah .
gemburkan dan ratakan,
atau tanpa olah tanah bagi
tanah gembur/ringan. 5.Penyiangan

2. Bersih dari sisa-sia 1. Penyiangan pertama


tanaman dan tumbuhan pada umur 15 hst.
pengganggu.
2. Penyiangan kedua pada
2. Penanaman umur 28-30 hst,
dilakukan sebelum
1. Buat lubang tanam pemupukan kedua.
dengan tugal sedalam 5
cm. 6. Pengendalian hama penyakit

Pengendalian penyakit bulai


2. Jarak tanam 75 cm x 40 dapat dilakukan dengan: Benih
cm (2 tanaman /rumpun), jagung 1 kg dicampur 2 gr
atau 75 cm x 20 cm Ridomil atau Saromil yang
(1tanaman /rumpun) dilarutkan dalam 7,5 –10 ml air.

3. Masukkan benih dalam Sedangkan untuk pengendalian


lubang tanam dan tutup hama penggerek diberi
dengan tanah atau pupuk insektisida Furadan 3G melalui
kandang. pucuk tanaman (3-4 butir/
tanaman).
3 Pemupukan

1. Takaran pupuk: untuk


yang telah dika\ji di

181
7. Pemberian air (khususnya
musim kemarau)

Pada saat sebelum tanam 15


hari setelah tanam 30 hst , 45
hst, dan 75 hst (6 kali
pemberian).

Sumber air dapat dari irigasi


permukaan atau tanah dangkal
(sumur) pompa

Tabel 12. Analisa Ekonomi Usaha Tani Jagung Hybrida

No. Uraian Keterangan


1. Produksi per Ha 4.800/Kg
2. Harga Rp. 1000/Kg
3. Nilai Produksi Rp. 4.700.000,-
4. Total Biaya Produksi Rp. 2.304.000,-
5. Pendapatan Petani (3-4) Rp. 2.496.000,-
6. Biaya Pokok (4 : 1) Rp. 480,-/kg
7. R/C (3:4) 2,08

Sumber : Potensi Investasi Subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura di


Propinsi Kalimantan Barat, Disperta, 2000

182
bagi usaha pengembangan
jagung hibrida.

8.Panen Sebagian besar petani, masih


bergantung pada kemurahan
Jagung siap dipanen jika klobot alam.
sudah mengering dan berwarna
coklat muda, biji mengkilap, dan Belum akrab dengan teknologi,
bila ditekan dengan kuku tidak seperti penggunaan pupuk dan
membekas. obat-obatan.

Padahal, tanpa perlakuan


g.Beberapa kendala budidaya khusus, benih jagung hibrida
jagung hibrida tidak bakal mencapai tingkat
produktivitas standar, yaitu 7 ton-
Jagung adalah tanaman yang 8 ton per hektar.
sangat akrab dengan petani.
Komoditas ini merupakan salah Analisa biaya produksi jagung
satu bahan pangan andalan. hibrida dicantumkan pada Tabel
Beberapa daerah di Indonesia 10.
masyarakatnya menjadikan
jagung sebagai bahan makanan Jagung juga mempunyai
pokok di samping beras dan beberapa manfaat, dibawah ini
umbi-umbian. adalah pohon industri dari pada
jagung
Tak heran, rencana
mengembangkan jagung hibrida
di Indonesia hingga mencapai
produksi lima juta ton pada tahun
2010 merupakan peluang besar
bagi petani untuk meningkatkan
produksi dan pendapatan.

Harus dicatat bahwa komoditas


jagung yang dihasilkan petani.
selama ini bersumber dari benih
lokal yang ditanam secara
tradisional. Selain tingkat
produktivitas yang rendah,
jagung lokal itu tidak laku di
pasaran dalam negeri sebagai
bahan baku industri pakan.

Kondisi sosial petani jagung juga


merupakan tantangan tersendiri

183
.

Gambar 66 Pohon industri jagung

184
8.3 Teknik Budidaya Kedelai Organ generatif meliputi:
- bunga
a. Botani - buah
- biji
Kedudukan kedelai dalam
sisitematika tumbuhan Struktur akar tanaman kedelai
(taksonomi) diklasifikasikan terdiri atas akar lembaga
sebagai berikut: (radikula), akar tunggang (radix
primaria), dan akar cabang (radix
Kingdom : Plantae lateralis) berupa akar rambut.
Devisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae Akar kedele memiliki
Kelas : Dicotyledonae kemampuan membentuk bitil
Ordo : Polypetales akar (nodul). Bintil-bintil akar
Famili : Leguminosa bentuknya bulat atau tidak
Sub Famili : Papilionoideae beraturan yang merupakan
Genus : Glysin koloni dari bakteri Rhizobium
Species : Glycine max (L) japonicum. Bakteri ini
Merill. bersimbiosis dengan nitrogen
bebas dari udara.
Kedelai dikenal dengan
beberapa nama lokal diantarnya Jumlah nitrogen yang dapat
adalah kedele, kacang jepung, ditambat bakteri ini berkisar 40-
kacang bulu, gedela dan 70% dari seluruh nitrogen yang
demokam. Di jepang dikenal dibutuhkan tanaman.
adanya kedelai rebus
(edamame) atau kedelai manis, Hasil penelitian menunjukkan
dan kedelai hitam (koramame) bahwa tiap hektar lahan yang
sedangkan nama umum di dunia ditanaman kacang kedele dapat
disebut “soyabean”. menghasilkan 198 kg bintil akar
per tahun atau setara dengan
b. Morfologi 440 kg pupuk urea.

Susunan tubuh kedelai terdiri Pada tanah yang belum atau


atas dua macam alat organ telah lama tidak ditanami
utama yaitu vegetatif dan kacang-kacangan biasanya
generatif. populasimikrobia penambat N
sedikit.
Organ vegetatif meliputi:
- akar Oleh karenanya tanah yang
- batang belum pernah ditanamami
- daun kacangan maka perlu

185
dikembangkan teknik inokulasi - pembungaan berangsur-
rhizobium. angsur dimulai dari
bawah
Kedele berbatang semak yang
dapat mencapai ketinggian
antara 30-100cm. - pertumbuhan vegetatif
terus menerus
Batang beruas-ruas dan memiliki berlangsung
percabangan antara 3 -6
cabang.
- Tinggi batang termasuk
Tipe pertumbuhan kedele kategori sedang sampai
dibedakan 3 macam, yaitu: tinggi

- tipe determinate - Ukuran daun paling atas


lebih kecil dibandingkan
- Tipe semi determinate dengan daun bagian
tengah
- Tipe indeterminate
Tipe semi-determinate
Tipe determinate, memiliki ciri mumpangai ciri antara dua tipe
antara lain: diaras.

- ujung batang tanaman Daun kedelai mempunyai ciri


hampir sama besarnya antara lain helai daun (lamina)
oval dan tata letaknya pada
- Pembungaan serentak tangkai daun bersifat majemuk
berdaun tiga (trifoliatus).
- Tinggi tanaman termasuk
kategori pendek sampai
sedang

- Daun paling atas


ukurannya samabesar
dengan daun bagian
tengah

Tipe indeterminate, mempunyai


ciri antara lain:

- ujung tanaman lebih kecil Gambar 67 Daun kedele


dari ujung tengah
Tanaman kedele memiliki bunga
- ruas batangnya panjang sempurna (hermaphrodite), yakni
panjang, dan agak melilit pada tiap kuntum bunga terdapat

186
alat kelamin betina (putik) dan Kriteria varietas unggul kedelai
alat kelamin jantan (benangsari). adalah:

Mekarnya bunga berlangsung - Berproduksi tinggi


pada pukul 08.00-09.00 dan
penyerbukannya bersifat - Berumur pendek
menyerbuk sendiri.
- Tahan (resisten)
Kuntum bunga tersusun dalam terhadap penyakit
rangkaian bunga, namun tidak berbahaya
semua bunga dapat menjadi
polong (buah), sekitar 60% - Mempunyai daya
bunga rontiok sebelum adaptasi luas terhadap
membentuk polong. berbagai keadaan
lingkungan tumbuh.
Umur keluarnya bunga kedelai
bergantung varietasnya. d. Pedoman teknis
Tanaman ini menghendaki
penyinaran pendek lebih kurang d.1Syarat Tumbuh
12 jam per hari.
d.1.1 Tanah
Buah kedelai disebut polong Tanaman kedele dapat
yang tersusun dalam rangkaian tumbuh pada berbagai jenis
buah. Tiap plong berisi antara 1- tanah dengan drainase dan
4 biji per polong. Jumlah polong aerasi tanah yang cukup baik
per tanaman bergantung pada serta air yang cukup selama
varietasnya. Kedelai yang pertumbuhan tanaman.
ditanaman pada tanah subur Tanaman kedele dapat
pada umumnya dapat tumbuh baik pada tanah
menghasilkan 100- alluvial, regosol, grumosol,
200polong/pohon. latosol atau andosol. Pada
tanah yang kurang subur
Biji kedelai umunya berbentuk (miskin unsur hara) dan jenis
bulat, atau pipih sampai bulat tanah podsolik merah-kuning,
lonjong, dengan warna bervariasi perlu diberi pupuk organik
kuning, hijau, cokllat atau hitam. dan pengapuran.

c. Varietas d.1.2 Iklim

Varietas kedelai sudah ditanam Kedele dapat tumbuh subur


di Indonesia pada mulanya pada : curah hujan optimal 100-
berasal dari diantaranya jepang, 200 mm/bulan. Temperatur 25-
Taiwan, Amerika Serikat, dan 27 derajat Celcius dengan
sebagainya. penyinaran penuh minimal 10
jam/hari. Tinggi tempat dari
permukaan laut 0-900 m, dengan

187
ketinggian optimal sekitar 600
m. Air . Curah hujan yang cukup
selama pertumbuhan dan
berkurang saat pembungaan dan
menjelang pemasakan biji akan
meningkatkan hasil kedele.

d.2.Teknik Budidaya
Gambar 68 Setelah penanaman
d.2.1 Persiapan lahan padi dapat dilakukan penanaman
kedele
Pengolahan lahan dimulai
sebelum jatuhnya hujan. Tanah Perlakuan benih Untuk
diolah dengan bajak dan mencegah serangan hama lalat
garu/cangkul hingga gembur. bibit, sebelum ditanam benih
Untuk pengaturan air hujan perlu dicampur Marshall dengan dosis
dibuat saluran drainase pada 100 gram/5 kg benih. Benih
setiap 4 m dan di sekeliling dibasahi secukupnya lalu
petakan sedalam 30 cm dan dibubuhi Marshall dan diaduk
lebar 25 cm. Kedele sangat rata.
terganggu pertumbuhannya bila
air tergenang. d.2.2Penanaman
Dianjurkan menggunakan benih
Tanah bekas pertanaman padi bersertifikat dengan kebutuhan
tidak perlu diolah (tanpa olah benih sekitar 40 kg/ha.
tanah = TOT). Penanaman benih dengan cara
ditugal, jarak tanam 40 x 10 cm
Jika digunakan lahan tegal atau 40 x 15 cm sesuai
lakukan pengolahan tanah kesuburan tanah, setiap lubang
secara intensif yakni dengan 2 tanaman diisi 2 butir benih lalu
kali dibajak dan sekali diratakan. ditutup dengan tanah tipis-tipis.

Buat saluran dengan kedalaman


25–30 cm dan lebar 30 cm
setiap 3–4 m, yang berfungsi
untuk mengurangi kelebihan air
sekaligus sebagai saluran irigasi
pada saat tidak ada hujan.

Gambar 69 Areal pertaanaman


kedele

188
d.2.3 Pengairan menggunakan cangkul.
Penyiangan II bila tanaman
Fase pertumbuhan tanaman sudah berbunga (kurang lebih
yang sangat peka terhadap umur 7 minggu), menggunakan
kekurangan air adalah awal arit atau gulma dicabut dengan
pertumbuhan vegetatif (15–21 tangan.
HST), saat berbunga (25–35
HST) dan saat pengisian polong
(55–70 HST). Dengan demikian
pada fase-fase tersebut tanaman d.2.7 Pengendalian hama
harus diairi apabila hujan sudah
tidak turun lagi. Tidak kurang dari 100 jenis
serangga dapat menyerang
d.2.4 Pemupukan kedele. Pengendalian di tingkat
petani terutama di daerah sentra
Dianjurkan menggunakan pupuk produksi sering menggunakan
Urea 50 kg, TSP 100 kg dan KCl insektisida secara berlebihan
50 kg/ha atau sesuai anjuran tanpa memperdulikan populasi
setempat. Seluruh jenis pupuk hama.
diberikan pada waktu bersamaan
yaitu saat pengolahan tanah Hal ini selain menambah biaya
terakhir. Mula-mula Urea dan juga merusak lingkungan dan
TSP dicampur lalu disebar menimbulkan kematian serangga
merata, disusul penyebaran KCl berguna.
kemudian diratakan dengan
penggaruan. Untuk mengurangi frekuensi
pemberian insektisida adalah
d.2.5 Penyulaman Benih dengan aplikasi insektida
berdasarkan pemantauan hama.
Benih yang tidak tumbuh segera Insektisida hanya akan
disulam, sebaiknya memakai digunakan bila kerusakan yang
bibit dari varietas dan kelas yang disebabkan oleh hama
sama. Penyulaman paling diperkirakan akan menimbulkan
lambat pada saat tanaman kerugian secara ekonomi, yaitu
berumur 1 minggu. setelah tercapainya ambang
kendali.
d.2.6 Penyiangan

Penyiangan dilakukan paling


sedikit dua kali, karena di lahan
kering gulma tumbuh dengan
subur pada musim penghujan.
Penyiangan I pada saat tanaman
berumur 2 minggu,

189
Pengendalian hama dilakukan Beberapa jenis hama kedele
berdasarkan pemantauan. adalah:
Pengendalian hama secara
bercocok tanam (kultur teknis) Lalat Kacang atau lalat bibit
dan pengendalian secara hayati (Ophiomya phaseoli tryon).
(biologis) saat ini dilakukan untuk
menekan pencemaran Hama ini memiliki ciri-ciri:
lingkungan. - berukuran 1.5-2.0mm,
warna hitam mengkilat.
Pengendalian secara kultur Berkembang biak cepat
teknis antara lain: satu ekor betina dapat
menghasilkan telur 100-
- penggunaan mulsa 300 butir selama perode
jerami dua minggu.
- Bentuk telur lalat kacang
- pengolahan tanah adalah lonjong, panjang
0.28-0.36 lebar 0.12-
- pergiliran tanaman dan 0.20mm, berwarna putih
tanam serentak dalam mutiara. Telur menetas
satu hamparan setelah umur 2-4 hari.

- penggunaan tanaman Gejala serangan


perangkap jagung dan - Bercak-bercak tidak
kacang hijau. beraturan pada biji dan
daun
Pengendalian secara biologis - Lubang kecil bekas
antara lain: gigitan

- penggunaan parasitoid Pengendalian


Trichogrammatoidea - Pergiliran tanaman
bactrae-bactrae - Insektisida

- penggunaan Nuclear Ulat Grayak


Polyhidrosis Virus (NPV) (Spodotera litura F)
untuk ulat grayak Spo-
doptera litura (SlNPV) Ciri-ciri
dan untuk ulat buah - ngengat berwarna gelap
Helicoverpa armigera dengan garis putih pada
(HaNPV) sayap depan
- larva yang masih kecil
- Penggunaan feromonoid hidup berkelompok
seks yang mampu - pembentukan pupa
mengendalikan ulat diatas permukaan tanah
grayak. - daur hidup 30-61 hari

190
Gejala serangan Pengendalian

Ulat ini merusak seluruh bagian - Pengendalian non


tanaman kimiawi antara lain
dengan pergiliran (rotasi)
Pengendalian tanaman, mengatur
- rotasi tanaman dengan waktu tanam secara
memutus siklus hidupnya serempak pada areal
sehamparan,
Ulat jengkal (chrysodeixis pengumpulan larva untuk
chalcites Esp) dimusnahkan.

Ciri biologi - Penyemprotan insektisida


selektif apabila populasi
- Imago serangga dewasa hama mencapai 85 ekor
meletakkan telurnya di instar 1 atau 32 instar 2
permukaan bawah daun atau 17 ekor instar 3per
12 tanaman. Jenis
- Larva membentuk insektisida yang mangkus
kepompong dan dalam antara lain Dekasulfan
anyaman daun, 350 EC, folimat 500 SL,
kemudian berubah Gusadrin 150 WSC,
menjadi pupa. Hostathion 40 EC, atau
Matador 25 EC sesuai
- Daur ( siklus hidup) hama konsentrasi yang
ini berlangsung selama dianjurkan.
lebih kurang 30 hari.
Penggulung Daun
Gejala serangan (Lamprosema Indica F.)

- Hama ini bersifat Ciri Biologi


pemangsa segala jenis - Larva berwarna hijau
tanaman (polifag)dan terang dan hidup dalam
stadium yang gulungan daun muda.
membahayakan adalah - Pupa dibentuk dalam
larva. gulungan daun yang
direkatkan satu sama lain
- Larva menyerang seluruh dengan zat perekat dari
bagian tanaman, hama tersebut.
terutama daun-daunnya
sehingga menjadi rusak
tidak beraturan.

191
Gejala serangan
- kimiawi dengan
Hama ini merusak kedele pada insektisida misalnya
umur tanaman 3-6 minggu durnban 20EC atu Dipel
setelah tanam. Bagian daun WP pada konsentrasi
digulung dan dimakan sampai yang dianjurkan.
tulang daunnya, sehingga daun
rusak. Penggerek polong
(Etiella zinckenella treit)
Pengendalian
Ciri biologi hama
- Pergiliran tanaman yang - ngengat warna abu-abu
bukan sefamili ataupun - sayap belakang ditutup
dengan mengumpulkan sisik jarang warna agak
dan memusnahkannya cerah
- Pengendalian kimiawi - serangga betina mampu
dengan insektisida bertelur 73-300 butir
selektif. diletakkan pada kelopak
bunga kedelai
Ulat polong atau buah - telur berwarna lonjong
(Heliothis armigera Hbn) dengan ukuran panjang
0.6mm.
Ciri biologi - daur hidup hama 18-41
- ngengat berwarna wawo hari
matang kekuning-
kuningan Gejala serangan
- telur kecil-kecil - larva menggerek polong
- larva berwarna merah tua dan tinggal di dalamnya
- pupa dibentuk diatas - kerusakan pada bunga
tanah menyebabkan tanaman
- daur hidup 62 hari tidak membentuk polong.

Gejala serangan Penyakit


- larva melubangi polong
kedelai sehingga rusak Penyakit utama pada kedelai
adalah karat daun Phakopsora
Pengendalian pachyrhizi, busuk batang, dan
akar Schlerotium rolfsii dan
- non kimiawi melalui berbagai penyakit yang
pergiliran tanaman bukan disebabkan virus.
sefamili, waktu ranam
yang serentak, dan Pengendalian penyakit karat
mekanis dengan cara daun dengan fungisida
mengumpulkan dan Mancozeb.
memusnahkannya

192
Penyakit busuk batang dan akar
dikendalikan menggunakan
jamur antagonis Thrichoderma
harzianum.

Pengendalian virus dilakukan


dengan mengendalikan
vektornya yaitu serangga hama
kutu dengan insektisida Decis.
Waktu pengendalian adalah
pada saat tanaman berumur 40,
50 dan 60 hari.

d.2.8.Panen

Kedele harus dipanen pada


tingkat kemasakan biji yang
tepat.

Panen terlalu awal


menyebabkan banyak biji
keriput, panen terlalu akhir
menyebabkan kehilangan hasil
karena biji rontok.

Ciri-ciri tanaman kedele siap


panen adalah :
- Daun telah menguning
dan mudah rontok
- Polong biji mengering
dan berwarna kecoklatan

Panen yang benar dilakukan


dengan cara menyabit batang
dengan menggunakan sabit
tajam dan tidak dianjurkan
dengan mencabut batang
bersama akar.

Cara ini selain mengurangi


kesuburan tanah juga tanah
yang terbawa akan dapat
mengotori biji.

193
BAB IX Lebih lanjut dikatakan tanaman
TEKNIK BUDIDAYA holtikultura memiliki berbagai
HORTIKULTURA fungsi dalam kehidupan
manusia. Misalnya tanaman
9.1. Pendahuluan hias berfungsi untuk memberi
keindahan (aestetika), buah-
Hortikultura berasal dari buahan sebagai makanan, dan
Bahasa Latin yang terdiri dari lain-lain.
dua patah kata yaitu hortus
(kebun) dan culture (bercocok Holtikultura berinteraksi dengan
tanam). disiplin ilmu lainnya seperti
kehutanan, agronomi, dan ilmu
Makna hortikultura dalam Buku terapan lainnya. Untuk lebih
Kamus Besar Bahasa jelasnya dapat dilihat pada
Indonesia adalah seluk beluk Gambar berikut ini.
kegiatan atau seni bercocok
tanam sayur-sayuran, buah-
buahan atau tanaman hias.

Ilmu pengetahuan modern


membagi hortikultura atas 3
bagian yaitu:

- Sayur-sayuran

- Buah-buahan

- Hias.

Ilmu hortikultura berhubungan


erat dengan ilmu pengetahuan
lainnya, seperti teknik budidaya
tanaman, mekanisasi, tanah
dan pemupukan, ilmu cuaca,
dan sebagainya.

Budidaya hortikultura pada


umumnya diusahakan lebih
intensif dibandingkan dengan
budidaya tanaman lainnya.

Hasil yang diperoleh dari


budidaya holtikultura ini per
unit areanya juga biasanya Gambar 70 Hubungan antara
lebih tinggi. hortikultura dengan
ilmu lainnya

193
9.2. Pembagian Hortikultura Budidaya tanaman ini
dapat dilakukan pada
Hortikultura dapat ruang terbuka maupun
dikelompokkan atas 4 kategori didalam ruangan.
yaitu:
- Lanskap arsitektur, lans
- Tanaman Buah-buahan, kap menggunakan
kelompok tanaman ini tanaman tertentu yang
memiliki dipadukan dengan
keanekaragaman elemen-elemen lainnya
morfologi, seperti ada untuk menghasilkan
yang berbentuk pohon pemandangan yang
(misalnya rambutan, indah. Aspek utama
mangga, durian, jeruk, dalam lanskap
dan sebagainya), arsitektur ini adalah
bentuk semak penutupan permukaan
(markisa). tanah yang umumnya
diwakili dengan rumput.
- Tanaman sayuran, Lanskap arsitektur
tanaman ini merupakan sedemikian pentingnya
tanaman hortikultura karena dapat
yang utama. Beberapa memuaskan masyarkat
jenis sayuran ada yang yang melihatnya dan
berasal dari buah berpengaruh terhadap
(tomat), daun (bayam), efek fisiologis manusia.
akar (wortel), biji Perkembangan dari
(buncis), bunga cabang hortikultura ini
(kembang kol) dan demikian pesatnya
sebagainya. Berbeda karena sangat
dengan tanaman buah- dibutuhkan dalam
buahan, sayuran pembangunan
memiliki umur yang supermal, taman
relatif singkat. bermain, parkir, dan
Tanaman ini umumnya sebagainya.
dikonsumsi dalam
bentuk segar, oleh 9.3. Fungsi Hortikultura
karenanya proses
penanganannya lebih Hortikurtura mempunyai
spesifik dibandingkan beberapa fungsi yakni:
dengan hortikultura
lainnya. - Sumber bahan
makanan
- Tanaman Hias, manfaat
dari tanaman hias ini - Hiasan/keindahan
adalah meningkatkan
aestetika lingkungan. - Pekerjaan

194
Berikut ini digambarkan Beberapa jenis tanaman
piramida kebutuhan bahan mampu atau mudah
makanan manusia. Kebutuhan beradaptasi dengan lingkungan
terbesar terdapat pada serealia tumbuhnya, akan tetapi
dan kebutuhan terkecil terdapat sebagian ada yang tidak
pada lemak dan gula. mampu sehingga
membutuhkan modifikasi
lingkungan pertanamannya.

Untuk daerah tropis, yang


tersedia cukup matahari,
budidaya hortikutura dapat
dilakukan sepanjang tahun,
berbeda dengan daerah sub
tropis yang membutuhkan
kontrol lingkungan tumbuh
tertentu jika ingin tetap
melakukan budidaya pada
musim dingin.

Untuk tujuan tertentu juga kita


mengharuskan menggunakan
kondisi lingkungan terkontrol,
misalnya untuk mendapatkan
bunga jenis tertentu yang
berkualitas tinggi diluar musim
harus ditanam pada kondisi ini.
Gambar 71. Piramida makanan
Kondisi lingkungan yang
9.4. Pengendalian lingkungan terkontrol tersebut dapat
untuk tanaman hortikultura berupa bangunan :

Tujuan dari memodifikasi - Rumah kaca


lingkungan tumbuh tanaman
hortikultura adalah untuk
memberikan lingkungan
tumbuh yang sesuai dengan
keinginannya.

Tanaman hortikultura seperti


layaknya makhluk hidup
lainnya membutuhkan faktor
lingkungan yang sesuai untuk
pertumbuhannya.
Gambar 72. Bentuk rumah
kaca

195
- Rumah plastik (dapat
berupa plastik film,
polyetilen, polivinil
flourida, fiberglass.
Bangunan ini 30% lebih
murah dibandinngkan
dengan bangunan
rumah kaca. Saat ini
beberapa pengusaha
menggunakan ini untuk
tanaman ortikulturanya
karena lebih murah.
Hanya kelemahannya
bahan bangunannannya
lebih bagus digunakan
pada daerah bersuhu
rendah, pada daerah
panas dengan curah
hujan tinggi plastik ini - Pelindung dingin (Cold
mudah rusak. frames ). Bangunan ini
digunakan untuk
pembibitan untuk
memberikan suhu yang
sesuai dengan jenis
tanamannya. Umumnya
digunakan untuk
melindungi bibit
hortikultura dari suhu
rendah.

Gambar 73. Rumah plastik

196
Gambar 75. Rumah kasa
Gambar 74. Pelindung bibit dari
suhu rendah
9.5.Perbanyakan tanaman
- Paranet, beberapa jenis hortikultura
hortikultura sangat
disukai serangga, oleh Perbanyakan tanaman
karenanya paranet ini hortikultura dibagi atas dua
dibuat, untuk yaitu perbanyakan vegetatif
melindungi tanaman dan generatif.
dari serangannya.
Perbanyakan generatif adalah
- Rumah kasa perbanyakan yang
menggunakan biji sebagai
calon individu baru.

Biji merupakan hasil dari


petemuan dari sel kelamin
betina dan sel kelamin jantan,
terbentuk zygot yang kemudian
berkembang menjadi buah.

Biji tanaman hortikultura


memiliki berbagai bentuk dan
ukuran. Ada yang berbiji besar
seperti pada spesies kacang-
kacangan ada juga yang bijinya

197
kecil seperti pada spesies - Foundation seed,
serealia. setelah dilakukan
pengujian terhadap
Baik tidaknya sumber tanaman kemurnian genetiknya
yang berasal dari biji sangat dan identitasnya benih
tergantung pada sifat genetik ini dimasukkan ke
dari kedua induknya (induk kategori benih dasar
jantan dan betina).
- Registered seed,
Awal terbentuknya biji dimulai proses pendaftaran
dari fertilisasi yang merupakan untuk benih sertifikasi.
gabungan antara gamet betina
dan jantan, yang terjadi setelah - Certified seed, benih
penyerbukan. yang sudah brsertifikasi.

Tahap berikutnya sesudah Pengujian Kualitas Benih


fertilisasi adalah
perkembangan ovul menjadi Pengujian kualitas benih untuk
biji. Untuk meningkatkan mutu mengetahui viabilitasnya, dapat
produk hortikultura pemuliaan dilakukan pengujian benih
tanaman melakukan yaitu:
persilangan, untuk
menghasilkan benih unggul. - Tes perkecambahan
Kriteria keunggulannya juga benih adalah tahapan
berbeda-beda, ada varietas pengujian yang melihat
yang tahan terhadap penyakit, berapa besar
cekaman abiotik, keindahan persentase kecambah
warna bunga, dan sebagainya dari suatu jenis benih.
tergantung pada permintaan Pengujian ini dapat
pasar. Sebelum benih hasil dilakukan pada bak
pemulia ini dilepas ke pasir, kecambah atau
masyarakat, maka harus menggunakan kertas
terlebih dahulu dilakukan merang.
sertifikasi.
- Uji dingin, uji ini
Pengelompokan benih memperlakukan benih
dengan perlakuan
Berdasarkan tahapan temperatur rendah
sertifikasinya, maka benih sekitar 100C, sebelum
dikelompokkan atas: dikecambahkan pada
kondisi suhu normal.
- Breeder seed, adalah Hasil uji ini akan
benih yang dihasilkan menunjukkan benih-
oleh pemulia, yang Benih yang mampu
belum dilakukan beradaptasi pada suhu
pengujian lebih lanjut. rendah.

198
- Tes tetrazolium, benih Beberpa perlakuan yang
diuji dengan dilakukan untuk memecah
menggunakan zat dormansi adalah:
kimiatetrazolium klorida.
Kemampuan benih - Fisik (mekanis, suhu,
berkecambah setelah cahaya). Perlakuan
dilakukan perendaman mekanis dilakuan pada
dengan tetrazolium biji yang kulitnya keras
menunjukkan maka dilakukan
kemampuan benih skarifikasi. Proses
tersebut untuk tetap pengikisan dapat
berrespirasi. Uji ini dilakuan dengan
hanya memperlihatkan memasukkan biji ke
kemampuan benih dalam drum dicampur
berrepirasi tidak pasir kemudia diputar.
memperlihatkan Perlakuan skarifikasi
kemampuan pada biji harus
berkecambah. dilakukan secara hati-
hati karena terlalu keras
- Tes kemurnian benih, akan merusak embrio
melalui uji kemurnian biji. Perlakuan suhu
benih secara mekanis tinggi juga dapat
dapat diketauhi dengan membantu memecah
melihat berapa dormansi, pans yang
persentase kehadiran ditimbulkannya akan
benih lainnya menyebabkan retaknya
dibandingkan dengan kulit sehingga air dapat
benih tanaman utama. masuk dan benih dapat
berkecambah. Benih
Pemecahan dormansi benih selada (Lactuca sativa)
membutuhkan
Dormansi artinya terhambatnya perlakuan cahaya
pertumbuhan (perkembangan) (sekitar 660 nanometer)
untuk sementara meskipun agar dapat
keadaan lingkungannya berkecambah.
sebenarnya bersifat
menunjang. - Bahan kimia (perlakuan
asam, pencucian
Beberapa benih tanaman dengan air,
hortikultura tidak akan perendaman). Kulit biji
berkecambah pada kondisi yang keras dapat diberi
normal. Benih seperti ini perlakuan asam sulfat
memerlukan penanganan selama beberapa menit
khusus. untuk melunakkan kulit
bijinya. Pencucian
dengan air juga dapat

199
dilakukan pada kulit biji hormon. Proses metabolisma
yang mengandung ini didukung oleh energi yang
senyawa kimia, berasal dari embrio. Cadangan
Pencucian ini akan makanan seperti protein,
menyebabkan lemak dan minyak di
terjadinya proses metabolisma pada proses
hidrolisa dan zat kimia respirasi dan menghasilkan
yang dikandung kulit energi.
akan terurai dan biji
dapat berkecambah. Aktivitas persemaian ini
Perendaman dalam membutuhkan penanganan
larutan etil alkohol atau yang kelak akan menentukan
kalium florida juga hasil budidaya tanamannya.
dapat membantu Tempat persemaian dapat
memecah dormansi. menggunakan beberapa
Perendaman dengan alternatif bergantung pada jenis
larutan ini juga akan yang akan dibibitkan.
menghasilkan
perkecambahan yang Metoda persemaian dapat
serentak. dilakukan di lapangan terbuka
atau pada bak kecambah,
ataupun pot.
Beberapa faktor lingkungan
yang harus diperhatikan
selama proses perkecambahan
adalah:

- kelembababan udara

- Suhu udara

- Cahaya matahari

- Komposisi udara

- Bebas hama dan


penyakit

Perbanyakan generatif Gambar 76. Teknik penanaman


benih langsung di
Persemaian lapangan

Perkecambahan adalah proses


yang merupakan gabungan
proses respirasi dan kerja

200
Gambar 79 Pot pembibitan
Gambar 77 Bak kecambah
yang dalam satu Teknik persemaian
tempat banyak
tanaman Persemaian untuk benih- benih
yang berbiji besar dapat
dilakukan dengan menanam
langsung, akan tetapi untuk
benih yang kecil dapat dibantu
dengan mencampur terlebih
dahulu dengan pasir dan
meletakkannya pada kertas lalu
ditaburkan pada jalur yang
sudah ditentukan dalam bak
kecambah.

Gambar 78 Tipe bak


kecambah satu
lubang satu
tanaman
Gambar 80 Bak persemaian
yang telah diisi
dengan tanah

201
Gambar 81 Persemaian pada
bak kecambah untuk
benih yang berukuran
besar Gambar 83.Tanaman yang siap
di lakukan pindah
tanam

Jika tanaman berasal dari


pembibitan maka tanaman
muda dapat dicongkel dengan
menggunakan alat secara hati-
hati, kemudian memisahkannya
satu per satu lalu ditanam,
seperti Gambar 84 dibawah ini

Gambar 82 Persemaian pada


bak kecambah untuk
benih berukuran kecil

Pindah tanam

Pindah tanaman dilakukan


yang disesuaikan dengan umur
masing-masing jenis tanaman,
beberapa jenis tanaman ada
yang cepat akan tetapi ada
juga yang lambat.

Kriteria tanaman dapat


dilakukan pindah tanaman jika
tanaman muda tersebut telah
Gambar 84. Teknik pindah
memiliki dua daun yang telah
tanam dari bibit
membuka sempurna
yang ditanam pada
sempurna.
bak kecambah

202
Alternatif lainnya adalah Jaringan vegetatif yang
dengan mencabut bibit, digunakan dapat berupa
pegang tangkai daun dengan batang, akar, ataupun daun.
batangnya sekaligus dan tarik
hati-hati keatas, seperti Perbanyakan vegetatif
Gambar berikut. dikelompokkan menjadi dua
kelompok, yaitu vegetatif alami
dan buatan. Pada
perkembangbiakan vegetatif
alami makhluk hidup baru
terbentuk tanpa bantuan
manusia, sedangkan vegetatif
buatan tanaman baru
terbentuk dengan bantuan
manusia.

Saat ini dikenal perbanyakan


vegetatif yang menggunakan
teknik kultur jaringan.

Perbanyakan dengan metode


ini menghasilkan calon invidu
Gambar 85 Teknik mencabut baru yang lebih banyak
bibit dari pot dibandingkan dengan
perbanyakan vegetatif dengan
metode lainnya. Karena
Perbanyakan vegetatif metode ini dapat
memperbanyak satu sel
Perbanyakan cara ini adalah menjadi beratus-ratus individu
perbanyakan yang baru.
menggunakan material
tanaman selain biji. Beberapa keuntungan dan
Perbanyakan secara vegetatif kerugian menggunakan
ini adalah cara perbanyakan perbanyakan vegetatif, yaitu:
tanaman yang terjadi tanpa
melalui perkawinan. - Tanaman yang
dihasilkan memiliki sifat
Perbanyakan ini hanya yang sama dengan
melibatkan satu induk saja, induknya
calon individu baru (keturunan)
berasal dari bagian tubuh - Lebih Cepat
induknya. Karena hanya menghasilkan
melibatkan satu induk, maka
makhluk hidup baru memiliki - Sangat membantu bagi
sifat biologis yang sama tanaman yang tidak
dengan induknya. menghasilkan biji

203
- umbi lapis,
- Terhindar dari serangan perbanyakan cara ini
penyakit benih contohnya terjadi pada
bawang merah. Umbi
- Harga jual lebih tinggi bawang merah ini
- Tidak terjadi alterasi berlapis-lapis dan
dari sifat induknya ditengahnya tumbuh
tunas. Umbi lapis baru
Vegetatif alami yang berasal dari tunas
ketiak terluar tumbuh
Beberapa cara perbanyakan membentuk tunas yang
vegetatif alami adalah sebagai disebut siung.
berikut:
- Membelah diri, yaitu
perbanyakan diri
dengan cara membelah
diri. Perbanyakan ini
terjadi pada tumbuhan
tingkat rendah,
misalnya ganggang
hijau.

- Spora, tumbuhan yang


berkembang biak
dengan cara ini antara Gambar 86. Perbanyakan
lain adalah Paku dengan rizoma
(misalnya suplir) , jamur
dan ganggang. - umbi batang,
perbanyakan tanaman
- Akar tinggal atau dengan cara ini
rizoma, merupakan contohnya terjadi pada
batang yang tertanam tanaman kentang dan
dan tumbuh di dalam ubu jalar. Umbi pada
tanah. Batang tersebut kentang ini
tumbuh mendatar dan sesungguhnya adalah
tampak seperti akar. batang yang tumbuh ke
Jika ujung rizoma dalam tanah. Ujung
tumbuh menjadi batang itu
tumbuhan baru maka menggembung
tumbuhan tersebut membentuk umbi untuk
tetap bergabung menyimpan cadangan
dengan tumbuhan induk makanan. Pada satu
dan membentuk lekukan di permukaan
rumpun, contohnya batang yang
jahe. menggembung (umbi)
tersebut terdapat tunas

204
yang disebut mata
tunas.

Gambar 88 Perbanyakan
dengan geragih

- Tunas, contoh tanaman


Gambar 87. Perbanyakan
hortikultura yang
dengan umbi batang
berkembang biak
dengan tunas adalah
- umbi akar, perbanyakan
pisang. Disekitar pohon
cara ini terjadi pada
pisang yang sudah
wortel. Akar berubah
besar tumbuh tunas
fungsi untuk
baru. Tunas tunas ini
menyimpan cadangan
tumbuh berdekatan
makanan sehingga
dengan pohon induk
disebut umbi akar. Jika
dan membentuk
umbi akar ditanam
rumpun.
maka akan tumbuh
tunas-tunas baru dari
bagian yang merupakan
sisa batang.

- geragih, batang yang


tumbuh menjalar diatas
atau dibawah
permukaan tanah
disebut geragih. Tunas
pada buku-buku batang
dapat tumbuh menjadi
tumbuhan baru. Ujung
geragih yang
menyentuh tanah akan
membelok keatas .
Pada bagaian bawah
geragih muncul akar
serabut. Gambar 89 Perbanyakan
dengan tunas

205
Perbanyakan vegetatif buatan - Setek batang, potongan
batang tumbuhan yang
Perbanyakan vegetatif buatan hendak di setek harus
terjadi dengan bantuan mempunyai sebuah
manusia. Beberapa mata sebagai bakal
perbanyakan vegetatif buatan tunas. Potongan batang
adalah: ini umumnya
merupakan batang yang
- Cangkok, jenis sudah cukup tua.
tumbuhan yang biasa Penanaman batang
dicangkok pohon buah- potongan batang ini
buahan misalnya dilakukan pada
mangga, jeruk, dan lain- tanahyang subur dan
lain.Umumnya jenis gembur
tumbuhan berkayu
mudah dicangkok
walaupun tidak
seluruhnya, misalnya
cemara. Mencangkok
tanaman dilakukan
dengan cara mengupas
kulit batang kemudian
dikuliti, bagian yang
dikuliti tersebut dilapisi
dengan tanah yang
subur kemudian
dibungkus dengan Gambar 91. Perbanyakan
sabut kelapa, ijuk atau dengan setek
plastik. batang

- Setek daun,
perkembangbiakan
dengan setek daun
umumnya diterapkan
pada tanaman hias
misalnya begunia. Daun
yang disetek ini harus
cukup tua, dan tanah
yang digunakn sebagai
media tumbuh harus
gembur dan lembab.
Gambar 90 Teknik Perkembangbiakan
mencangkok dengan setek daun ini
tanaman dilakukan dengan
meletakkan daun yang

206
sudah dipilih tadi diatas - Tempel (okulasi), cara
permukaan tanah. perbanyakkan ini
Beberapa hari dilakukan dengan
kemudian tumbuh tunas menempelkan tunas
baru yang kemudian dari satu tumbuhan ke
dapat dipindahkan batang tumbuhan lain.
ketempat lain. Setiap tumbuhan itu
Beberapa contoh setek mempunyai sifat yang
daun terlihat pada berbeda. Batang dan
Gambar 92 berikut. tunas yang diokulasi
berasal dari dua
tumbuhan. Batang yang
ditempel merupakan
tumbuhan yang
mempunyai akar dan
batang yang kuat.

Gambar 93. Perbanyakan


tanaman dengan
teknik menempel

- Sambung pucuk
(enten), sambung pucuk
merupakn penyatuan
pucuk dengan batang
bawah. Pucuk dan
batang bawah yang
disambung itu berasal
dua tumbuhan.
Sambung pucuk dapat
menghasilkan tanaman
yang lebih baik
Gambar 92 Beberapa jenis mutunya. Bila
perbanyakan dibandingkan dengan
dengan setek daun okulasi, ternyata

207
sambung pucuk lebih - Runduk, jenis tumbuhan
cepat menghasilkan. yang dapat
Cara sambung pucuk dikembangbiakan
dapat dilakukan dengan runduk sangat
terhadap tanaman hias, sedikit. Tumbuhan itu
buah-buahan, dan mempunyai batang
perkebunan. Sambung yang panjang dan
pucuk dilakukan secara lentur. Tumbuhan yang
sederhana. Batang dapat dikembangbiakan
bawah diperoleh dari dengan cara merunduk
semaian biji. Pucuk misalnya melati ,
diambil dari cabang alemanda, apel, dan
tumbuhan yang lain-lain.
mempunyai sifat- sifat Perkembangbiakan
baik seperti berbunga dengan cara ini sangat
indah dan berbuah sederhana. Batang
manis, atau lainnya. tanaman dikerat sedikit,
Pucuk kemudian batang itu kemudian
disambung dengan dilengkukkan atau
batang bawah . dirundukkan ketanah.
Penyambungan Kemudian batang yang
dilakukan dengan dikerat itu, ditimbun
menggunakan tali dengan tanah, seperti
plastik. Gambar 95 berikut ini.

Gambar 95 Teknik
perbanyakan tanaman
Gambar 94 Teknik sambung dengan runduk
pucuk

208
9.6. Teknik Budidaya 2. Sayuran memerlukan
Sayuran penanganan khusus

a. Produsen Sayuran 3. Sayuran dengan nilai


ekonomi tinggi
Permintan akan sayuran terus
meningkat, sejalan dengan 4. Persaingan internasional
peningkatan kebutuhan karena
pertambahan jumlah penduduk,
juga disebabkan oleh Produksi sayur dikonsumsi
peningkatan kesadaran akan dalam bentuk segar
manfaat mengkonsumsi
sayuran. Produsen sayuran dapat berupa
pertanian besar, pada rumah
Keberhasilan industri sayuran kaca atau rumah plastik dengan
tergantung pada beberapa faktor kondisi lingkungan terkontrol,
yaitu: pada sepetak lahan, ataupun
hanya pada beberapa
- Keahlian produsen sayur bedengan.
untuk memasarkan
produknya Dibandingkan dengan produk
pertanian lainnya seperti
- Ketersediaan benih leguminosa (kacang-kacangan),
unggul sebaran dan distribusi sayuran
lebih kecil, hal ini disebabkan
- Kualitas produk pengiriman ke daerah yang jauh
dibutuhkan penanganan khusus
- Ketepatan waktu antara dari produk ini.
panen dan sampainya
produk kepada Oleh karena produk sayuran ini
konsumen dikonsumsi dalam bentuk segar,
maka untuk mengatasinya
- Tengkulak, pengecer, biasanya pihak produsen
perantara membangun industrinya dekat
dengan kota.
b. Hal-hal yang perlu
diperhatikan Faktor-faktor seperti fluktuasi
produksi sayuran setiap harinya,
Beberapa hal perlu diperhatikan alat transportasi, dan jarak
dalam melaksanakan budidaya antara konsumen dengan
sayuran. produsen merupakan bagian
penting yang perlu diperhatikan
Hal-hal tersebut adalah : oleh produsen sayur.

1. Sayuran dikonsumsi
dalam bentuk segar

209
Disamping hal tersebut diatas, - Produknya tidak
kondisi lingkungan marupakan tergantung musim
faktor penentu dalam
menentukan keberhasilan - Kualitas sayur lebih
produk sayuran. Ketersedian air tinggi.
yang cukup, suhu, kelembaban
udara dan angin, pada masa - Produsen dapat
pertumbuhan akan mengatur saat panen
mempengaruhi kualitas dari yang disesuaikan
sayuran. dengan nilai jual
tertinggi di pasar.
Bagaimana menangani
sayuran Oleh karena pertanaman
sayuran pada rumah kaca
Pembekuan atau penyimpanan membutuhkan input energi yang
dalam ruangan pendingin, tinggi dibandingkan dengan
pengalengan dan pengeringan bertanam di lahan, maka
menjadi mekanisme yang utama umumnya sayuran yang ditanam
agar produk sayuran dapat pada rumah kaca ini adalah
digunakan konsumen. sayuran yang memiliki nilai
Produsen sayur yang melakukan ekonomi tinggi.
penanganan yang baik dari
mulai tanam sampai panen serta Persaingan pasar
pascapanennya, sehingga internasional
sampai ke konsumen turut
menentukan tinggi rendahnya Kemampuan produk sayuran
harga pproduk sayur tersebut. untuk dapat bersaing pada
kompetisi internasional
Sayuran bernilai ditentukan oleh:
ekonomi tinggi
- Kemampuan produsen
Pertanaman sayuran pada sayur untuk
rumah kaca merupakan trend menyediakan produk
baru untuk menghasilan produk sayuran yang bermutu
sayuran bermutu. baik selama perjalanan
maupun setelah sayuran
Beberapa keuntungan dari sampai ke tangan
bertanam sayuran pada rumah konsumen.
kaca adalah:
- Harga dasar yang
- Kondisi lingkungan yang memadai dimana harga
terkontrol sehingga dasar ini ditentukan oleh
pertumbuhan tanaman biaya proses produksi
jadi lebih baik dan pasca panen, resiko
produksi, resiko

210
kebijakan politik, dan laju Berikut ini merupakan usaha
nilai tukar moneter. bagaimana meningkatkan mutu
dan nilai jual sayur yang perlu
dilakukan, yaitu:
Di beberapa negara luar seperti
Amerika Serikat menerapkan - Mekanisasi
teknologi yang efektif dalam
memproduksi sayuran. Hal ini - Penanganan pasca
dilakukan untuk menurunkan panen dan kualitas
nilai jual serendah mungkin akan bahan
tetapi masih menguntungkan
produsen dan dapat bersaing - Kultur teknis
pada tingkat internasional.
Mekanisasi
Salah satu upaya yang dilakukan
adalah penggunaan teknologi Beberapa alat mekanisasi turut
atmosfir terkontrol pada membantu agar proses produksi
kemasan sayuran, sehingga sayuran lebih efisien dan efektif.
sayuran dapat bertahan lebih
lama. Penggunaan teknologi ini Penggunaan traktor misalnya
dinilai jauh lebih efisien dan dalam pengolahan tanah dinilai
efektif karena biaya yang relatif lebih efisien dan efektif, karena
murah dan tidak merusak mutu disamping biayanya yang relatif
sayuran. murah dibandingkan dengan
penggunaan tenaga manusia
c. Tenaga Kerja Mekanisasi juga luaran yang dihasilkannya
dan Efisiensi Produksi lebih besar.

Beberapa tahun terakhir ini Penggunaan sprayer dengan


produk sayuran menjadi bahan menggunakan mesin dalam
perhatian masyarakat dunia. pengaplikasian pupuk dan
Disamping untuk pemenuhan pestisida juga membantu petani
kebutuhan gizi manusia, produk sayur memudahkan
sayuran ini juga memberikan pekerjaannya.
keuntungan yang menggiurkan.
Pengunaan mulsa pada
Berbagai upaya yang dilakukan pertanaman sayuran juga dapat
untuk meningkatkan produksi menghemat biaya pengendalian
sayuran antara lain: gulma dan penyakit tertentu
- Penelitian di dalam dan yang perantara pembiakannya
luar negeri. pada tanah.
- Peningkatan efisiensi
produksi
- Teknologi panen dan
pasca panen,
- Kebijakan pemerintah

211
Penanganan pasca panen dan Akibatnya terjadi kelambatan
kualitas bahan panen, dan buah terlalu masak
sehingga cepat rusak.
Mudah rusaknya produk sayuran
ini membutuhkan perhatian Pekerjaan ini akan lebih mudah
khusus terhadap alat panen dan jaminan terhadap mutu
yang digunakan. sayur tetap terjaga maka
dilakukan pemanenan dengan
Kerusakan buah tomat pada menggunakan mesin. Begitu
waktu pemanenan merupakan juga yang terjadi pada panen
salah satu contoh penanganan anggur, pemetikan dengan
pasca panen yang tidak baik. menggunakan mesin lebih
Misalnya kita harus menentukan efisien dibandingkan dengan
varietas apa yang kita tanam, menggunakan tangan.
waktu masak dan panen,
metode pemetikan, dan tinggi Akan tetapi penggunaan alat
tumpukan pada kontainer yang mekanisasi pertanian
dapat mempengaruhi kualitas membutuhkan persyaratan
sayur. khusus pada kultur teknisnya
yang disesuaikan dengan
Tidak selamanya penggunaan spesifikasi dari mesin yang
traktor/mesin pada sayuran digunakan.
berakibat baik, akan tetapi
sangat tergantung pada jenis Misalnya dalam pemanenan
sayurannya. Misalnya mesin ini anggur jarak tanam yang
tidak baik digunakan untuk digunakan adalah jarak tanam
pemanenan kentang, akan tetapi yang disesuaikan dengan lebar
untuk pemanenan sayuran daun mesin yang digunakan agar tidak
seperti kangkung dinilai lebih terhalang lalu lintas mesin pada
efisien. waktu panen.

Mekanisasi dan kultur teknis Sistem penanaman langsung


untuk beberapa jenis sayuran
Pengenalan mekanisasi tertentu dengan luasan tanam
menyebabkan perubahan yang yang besar penggunaan mesin
dramatis terhadap kultur teknis tanam jauh lebih efisien
sayuran. Salah stau contohnya dibandingkan dengan
adalah pada kasus mekanisasi penggunaan tenaga manusia.
tomat di Amerika Serikat. Sekitar
tahun 1962 pemanenan tomat
dilakukan dengan tenaga
manusia (memetik dengan
tangan), untuk lahan yang luas
pemanenan dengan sistem ini
akan menggunakan waktu yang
lama (sampai satu minggu).

212
Oleh karenanya penggunaan - Kondisi lingkungan
mekanisasi/alat mesin pada seperti cuaca (panas,
waktu pengolahan tanah, kering, curah hujan, sinar
penanaman, pemeliharaan, matahari yang terik)
panen dan pasca panen pada mempengaruh produksi
budidaya sayuran efisien dan sayur secara kuantitas
efektif tergantung pada: dan kualitas.

- jenis sayur yang ditanam Perencanaan budidaya sayuran


meliputi pertimbangan akan 3
- Luas areal pertanaman hal yaitu:

- Ketersediaan tenaga 1. Pemilihan kultivar dan


kerja varietas

Umumnya mekanisasi secara 2. Faktor pendukung dan


normal menjalankan fungsinya hambatan
untuk meningkatkan dua hal
yaitu: 3. Lokasi kebun

- Merupakan 4. Sistem pertanaman


pengembangan dan
modifikasi untuk
memudahkan pekerjaan Pemilihan Kultivar dan Varietas
tangan. sayur

- Mesin dibutuhkan pada Sayur-mayur adalah tanaman


pekerjaan yang tidak yang unik di dalam dan
dapat dikerjakan oleh produknya amat berbeda
tenaga manusia dengan kategori yang umum
dilakukan pada tanaman lain.
d. Perencanaan Budidaya
Sayur Hampir tiap bagian dari tanaman
dapat dimakan sebagai sayuran.
Pertama sekali yang perlu
mendapat pertimbangan jika e. Pengelompokan Sayuran
hendak memilih bertanam
sayuran adalah: Sayuran dapat diklasifikasikan
atas:
- Serangga dan gulma 1. Klasifikasi botani (Tabel
merupakan hambatan 13)
yang selalu hadir dan
merusak setiap budidaya 2. Klasifikasi berdasarkan
sayur bagian yang dapat
dimakan

213
Klasifikasi sayuran atas bagian Umbi
yang dapat dimakan
Sayuran umbi dapat merupakan
Sayuran juga dapat modifikasi dari beberapa bagian
diklasifikasikan atas bagian apa tanaman, misalnya kentang,
dari sayuran tersebut yang dapat
digunakan. Bagian tanaman Akar
tersebut dapat berasal dari daun,
tangkai daun, umbi, batang, Beberapa akar sayuran dapat
akar, bunga, buah ataupun biji. dimanfaatkan sebagai sayur.

Daun Awalnya akar ini tumbuh seperti


akar pada umumnya, sejalan
Daun dari sayuran dapat dengan pertambahan waktu akar
dikonsumsi dalam bentuk segar membesar.
ataupun di masak. Yang
termasuk golongan ini adalah: Yang termasuk kelompok ini
bayam, kangkung, peleng, daun misalnya adalah wortel, bit, dan
singkong, kol, selada, dan ubi jalar
sebagainya.
Bunga
Tangkai daun
Yang termasuk ke dalam Contoh sayuran yang dimakan
golongan ini misalnya seledri. bunganya adalah: brokoli, dan
kembang kol.
Umbi lapis
Umbi lapis umumnya berada Buah
dibawah tanah dengan sedikit
daun berada di permukaan Tidak ada perbedaan yang pasti
tanah. antara buah dan sayuran buah.

Daun bawang juga dapat Akan tetapi umumnya buah-


digunakan sebagai sayuran buahan digunakan sebagai
disamping umbilapisnya. Yang hidangan penutup (dessert),
termasuk golongan ini adalah sedangkan buah sayuran
bawang merah, bawang putih, dimakan sebagai menu utama.
bawang bombay.
Yang termasuk kelompok
Batang sayuran buah adalah, mentimun,
labu, terong, tomat, lada, buncis
Batang adalah bagian tanaman dan sebagainya.
yang mendukung daun, bunga
dan buah tanaman. Salah satu
contoh yang tergolong sayuran
ini adalah asparagus.

214
Biji kandungan bahan
organik tanah.
Kacang ercis ataupun buncis
merupakan sayuran yang - Kumpulkan data produksi
berasal dari biji. tanaman pada periode
lalu dari areal tersebut.
Ada beberapa jenis sayuran biji
yang digunakan sebagai sayuran - Musim tanam.Kumpulkan
ketika bijinya masih lunak, semua data perubahan
contohnya buncis dan sweet pola curah hujan dari
corn, akan tetapi ada juga yang lokasi. Data ini
digunakan setelah bijinya dibutuhkan untuk
menjadi keras contohnya biji menentukan kapa waktu
bunga matahari, kacang tanah. tanam yang paling tepat.

Hambatan dan dukungan


Lokasi kebun
Kumpulkan seluruh informasi
dari kebun yang akan ditanami. Keberhasilan budidaya sayuran
sangat tergantung apakah
Hal ini dibutuhkan untuk tanaman kita cukup mendapat
melakukan pengananan khusus sinar matahari atau tidak. Artinya
untuk lokasi-lokasi yang spesifik. lokasi pertanaman tidak boleh
terlindung dari sinar matahari.
Data yang dibutuhkan
Pemilihan areal pertanaman
Data yang perlu dikumpulkan yang terlindung dari cahaya
adalah: matahari akan menghasilkan
produk sayuan yang tidak sehat.
- Jenis sayuran apa yang
akan ditanam Lokasi yang dipilih adalah lokasi
yang mempunyai kesuburan
- Kesuburan tanah yang tanah yang relatif tinggi. Tanah
meliputi kesuburan fisik, tersebut cukup kandungan hara
khemis dan biologi dan bahan organiknya.
tanah. Riwayat
pemupukan yang telah Sistem pertanaman
pernah dilakukan pada
lahan tersebut juga perlu Tidak ada satupun tanah yang
diketahui. Disamping itu dapat ditanami semua jenis
karena tanaman sayuran tanaman. Oleh karenanya
menyukai tanah yang informasi kesuburan tanah dari
gembur dan kaya bahan lokasi merupakan hal yang
organik maka dibutuhkan penting diketahui sebelum
juga informasi mengenai melakukan usaha penanaman
sayuran.

215
Ada beberapa pilihan sistem Dehidrasi dengan teknik
pertanaman pada budidaya blansing. Teknik ini dapat
sayur yaitu diaplikasikan untuk kubis dan
wortel. Kadar air setelah
- Intercroping, beberapa perlakuan adalah 12%.
jenis sayuran dapat Rehidrasi terhadap produk
ditanam secara kering akan menghasilkan
bersamaan pada satu bentuk sayuran segar seperti
lokasi. Sistem tanam ini semula.
juga dapat mengurangi
serangan hama,
disamping
mengefisienkan
pemanfatan lahan. Salah
satu contohnya adalah
budidaya kacang
panjang dengan
menggunakan ajir yang
berasal dari batang
jagung manis. Terlebih
dahulu kita menanam
jagung, baru setelah
sebulan dilakukan
penaman kacang
panjang.
Gambar 96. sayuran yang
dikeringkan
- Monokultur, sistem ini
hanya menanam satu
jenis saur pada luasan
areal tertentu

Pengeringan Sayuran

Teknik ini dapat digunakan untuk


pengeringan bawang daun
dengan kadar air ideal sebesar
9,68%.

Dehidrasi dengan vacuum


dryer. Teknik ini dapat
digunakan untuk seledri, bawang
merah dan lobak. Kadar air
terbaik adalah 10,31% dengan
TSS sebesar 57,72%.

216
Tabel 13 Klasifikasi Botani beberapa jenis sayuran

Famili,genus,spesies Nama umum

Monocotyledons

Amaryllidaceae (famili amarylis)


- Allium cepa Bawang merah
- Allium sativum Bawang putih

Araceae(famili arum)
- Colocasia esculenta Keladi/talas

Gramineae (famili grass)


- Zea mays var praecox Jagung popcorn
- Zea may var rugosa Jagung manis

Liliaceae
- Asparagus officinalis Asparagus

Dicotyledons

Chenopodiaceae
- Beta vulgaris Bit
- Beta vulgaris , cicla group
- Spinacia oleracea peleng (Bahasa Karo)

Composite
- Helianthus annus Bunga matahari
- Lactuca sativa

Convulaceae
- Ipomea batatus Ubi jalar

Crucefera
- Brassica oleraceae Kol
- Brassica rapa Sawi pak-choi
- Raphanus satvus Radish

Cucurbitaceae
- Citrulus lanatus Semangka
- Cucumis sativus Timun
- Cucurbita pepo labu

217
Leguminosae
- Arachis hypogaea
- Gliycine max
- Phaseolus vulgaris Kacang tanah
- Pisum sativum Kedele
- Vigna radiata Kacang buncis
Kacang ercis
Malvaceae
- Abelmoschus esculentus

Polygonaceae Okra
- Rheum rhabarbarum

Solanaceae Rhubarb
- Capsicum annum
- Capsicum frutescens
- Lycopersicum esculentum Cabai besar
- Solanum melongena Cabai rawit
- Solanum tuberosum Tomat
Terong
Tetra goniaceae Kentang
- Tetragonia tetra gonioides

Umbelliferae Bayam New Zeland


- Apium graveolens
- Daucus carota
Seledri
Wortel

218
9.6.1. Tenik Budidaya tetapi, warna batang ini juga
Kentang dipengaruhi oleh umur tanaman
dan keadaan lingkungan. Pada
kesuburan tanah yang lebih baik
atau lebih kering, biasanya
warna batang tanaman yang
lebih tua akan lebih menyolok.

Bagian bawah batangnya bisa


berkayu. Sedangkan batang
tanaman muda tidak berkayu
sehingga tidak terlalu kuat dan
BAB XII mudah roboh.

b. Jenis Kentang

Kentang (Solanum tuberosum L)


termasuk jenis tanaman sayuran
semusim, berumur pendek dan
a. Deskripsi berbentuk perdu/semak.
Kentang termasuk tanaman
Kentang adalah tanaman dari semusim karena hanya satu kali
keluarga Solanaceae yang berproduksi, setelah itu mati.
memiliki akar umbi yang dapat Umur tanaman kentang antara
dimakan. Kata kentang juga 90-180 hari.
biasanya digunakan untuk
menyebut akar ini. Dalam dunia tumbuhan, kentang
diklasifikasikan sebagai berikut:
Kentang adalah salah satu
makanan pokok di Eropa Divisi : Spermatophyta
walaupun awalnya berasal dari Subdivisi : Angiospermae
Amerika Selatan. Kelas : Dicotiledónea
Famili : Solanaceae
Tanaman kentang pertama kali Genus : Solanum
dibawa dan dikembangbiakkan Species : Solanun tuberosum
di Eropa pada abad XVI.
Kentang merupakan tanaman Dari tanaman ini dikenal pula
dikotil yang bersifat semusim spesies-spesies lain yang
dan berbentuk semak/herba. merupakan spesies liar, di
antaranya Solanum andigenum
Batangnya yang berada di atas L, Solanum anglgenum L,
permukaan tanah ada yang Solanum demissum L dan lain-
berwarna hijau, kemerah- lain.
merahan, atau ungu tua. Akan

219
Varitas kentang yang banyak beberapa daerah, ada yang
ditanam di Indonesia adalah menjadikannya makanan pokok.
kentang kuning varitas Granola,
Atlantis, Cipanas dan Segunung. Selain itu, kentang juga banyak
mengandung vitamin B, vitamin
Belakangan ini Pusat Penelitian C, dan sejumlah vitamin A.
dan Pengembangan Hortikultura Sebagai sumber karbohidrat
melepas 2 jenis kentang yaitu: yang penting, di Indonesia,
kentang masih dianggap sebagai
Merbabu-17 sayuran yang mewah.

x Potensi hasil 30-40 c.Syarat Tumbuh


ton/ha
x Khusus untuk sayur Iklim
x Tahan terhadap penyakit
busuk daun dan hama a. Daerah dengan curah
lalat pengorok daun hujan rata-rata 1500
mm/tahun sangat sesuai
untuk membudidayakan
kentang. Daerah yang
sering mengalami angin
kencang tidak cocok
untuk budidaya kentang.

b. Lama penyinaran yang


diperlukan tanaman
kentang untuk kegiatan
fotosintesis adalah
Manohara
sekitar 9-10 jam/hari.
Lama penyinaran juga
x Potensi hasil 20-37 berpengaruh terhadap
ton/ha waktu dan masa
x Tahan busuk daun perkembangan umbi.
x Cocok untuk prosesing

c. Suhu optimal untuk


pertumbuhan adalah 18-
210C. Pertumbuhan umbi
akan terhambat apabila
suhu tanah kurang dari
10 derajat C dan lebih
dari 30 derajat C.
Kentang sangat digemari hampir
semua orang. Bahkan di

220
d. Kelembaban yang sesuai Ketinggian Tempat
untuk tanaman kentang
adalah 80-90%. Daerah yang cocok untuk
Kelembaban yang terlalu menanam kentang adalah pada
tinggi akan menyebabkan dataran tinggi/daerah
tanaman mudah pegunungan, dengan ketinggian
terserang hama dan antara 1.000-3.000 m dpl.
penyakit, terutama yang
disebabkan oleh Ketinggian idealnya berkisar
cendawan. antara 1000-1300 m dpl.
Beberapa varitas kentang dapat
Media Tanam ditanam di dataran menengah
(300-700 m dpl).
a. Secara fisik, tanah yang
baik untuk bercocok d. Pembibitan
tanaman kentang adalah
yang berstruktur remah, Bibit Tanaman kentang dapat
gembur, banyak berasal dari:
mengandung bahan
organik, berdrainase baik - Umbi
dan memiliki lapisan olah
yang dalam. Sifat fisik - stek batang
tanah yang baik akan
menjamin ketersediaan - stek tunas daun.
oksigen di dalam tanah.
Umbi
b. Tanah yang memiliki sifat
ini adalah tanah Andosol Umbi bibit berasal dari umbi
yang terbentuk di produksi berbobot 30-50 gram.
pegunungan- Pilih umbi yang cukup tua antara
pegunungan. 150-180 hari, umur tergantung
varietas, tidak cacat, umbi baik,
c. Keadaan pH tanah yang varitas unggul.
sesuai untuk tanaman
kentang bervariasi antara Umbi disimpan di dalam rak/peti
5,0-7,0, ini tergantung di gudang dengan sirkulasi udara
pada varietasnya. Untuk yang baik (kelembaban 80-95%).
produksi yang baik pH
yang rendah tidak cocok Lama penyimpanan 6-7 bulan
ditanami kentang. pada suhu rendah dan 5-6 bulan
Pengapuran mutlak pada suhu 250C.
diberikan pada tanah
yang memiliki nilai pH
dibawah 7.

221
Pilih umbi dengan ukuran Pengambilan stek baru dapat
sedang, memiliki 3-5 mata tunas. dilakukan jika tanaman telah
berumur 1-1,5 bulan dengan
Gunakan umbi yang akan tinggi 25-30 cm.
digunakan sebagai bibit hanya
sampai generasi keempat saja. Stek disemaikan di persemaian.

Setelah bertunas sekitar 2 cm, Apabila bibit menggunakan hasil


umbi siap ditanam. stek batang atau tunas daun,
ambil dari tanaman yang sehat
Bila bibit diusahakan dengan dan baik pertumbuhannya.
membeli, (usahakan bibit yang
kita beli bersertifikat), berat e. Pedoman Teknis Budidaya
antara 30-45 gram dengan 3-5
mata tunas. Pengolahan Media Tanam

Penanaman dapat dilakukan Lahan dibajak sedalam 30-40 cm


tanpa dan dengan pembelahan. sampai gembur benar supaya
Pemotongan umbi dilakukan perkembangan akar dan
menjadi 2-4 potong menurut pembesaran umbi berlangsung
mata tunas yang ada. optimal.

Sebelum tanam umbi yang Kemudian tanah dibiarkan


dibelah harus direndam dulu di selama 2 minggu sebelum dibuat
dalam larutan Dithane M-45 bedengan.
selama 5-10 menit.
Pada lahan datar, sebaiknya
Walaupun pembelahan dibuat bedengan memanjang ke
menghemat bibit, tetapi bibit arah Barat-Timur agar
yang dibelah menghasilkan umbi memperoleh sinar matahari
yang lebih sedikit daripada yang secara optimal, sedang pada
tidak dibelah. Hal tersebut harus lahan berbukit arah bedengan
diperhitungkan secara ekonomis. dibuat tegak lurus kimiringan
tanah untuk mencegah erosi.
Stek Batang
dan stek tunas Lebar bedengan 70 cm (1 jalur
tanaman)/140 cm (2 jalur
Cara ini tidak biasa dilakukan tanaman), tinggi 30 cm dan jarak
karena lebih rumit dan memakan antar bedengan 30 cm.
waktu lebih lama.
Lebar dan jarak antar bedengan
Bahan tanaman yang akan dapat diubah sesuai dengan
diambil stek batang/tunasnya varietas kentang yang ditanam.
harus ditanam di dalam pot. Di sekeliling petak bedengan

222
dibuat saluran pembuangan air Waktu tanam yang tepat adalah
sedalam 50 cm dan lebar 50 cm. diakhir musim hujan pada bulan
April-Juni, jika lahan memiliki
irigasi yang baik/sumber air,
Teknik Penanaman maka kentang dapat ditanam
dimusim kemarau.
Pemupukan Dasar
Sebaiknya tidak menanam
- Pupuk dasar organik kentang pada musim hujan, dan
berupa kotoran ayam 10 penanaman yang baik jika
ton/ha, kotoran kambing dilakukan dipagi/sore hari.
sebanyak 15 ton/ha atau
kotoran sapi 20 ton/ha Pembuatan lubang tanam, dan
diberikan pada mulsa
permukaan bedengan
kurang lebih seminggu Lubang tanam dibuat dengan
sebelum tanam, kedalaman 8-10 cm. Bibit
dicampur pada tanah dimasukkan ke lubang tanam,
bedengan atau diberikan ditimbun dengan tanah dan
pada lubang tanam. tekan tanah di sekitar umbi. Bibit
akan tumbuh sekitar 10-14 hst.
- Pupuk anorganik berupa
SP-36=400kg/ha. Mulsa jerami perlu dihamparkan
di bedengan jika kentang
Cara Penanaman ditanam di dataran medium.

Penyedian bibit Pemeliharaan

Bibit yang diperlukan jika Penyulaman


memakai jarak tanam 70 x 30 cm
adalah 1.300-1.700 kg/ha Untuk mengganti tanaman yang
dengan anggapan umbi bibit kurang baik, maka dilakukan
berbobot sekitar 30-45 gram. penyulaman. Penyulaman dapat
dilakukan setelah tanaman
berumur 15 hari. Bibit sulaman
Pengaturan jarak tanam dan merupakan bibit cadangan yang
waktu tanam telah disiapkan bersamaan
dengan bibit produksi.
Jarak tanam kentang tergantung Penyulaman dilakukan dengan
pada jenis varietasnya. Misalnya cara mencabut tanaman yang
varietas Dimanat dan LCB jarak mati/kurang baik tumbuhnya dan
tanamnya 80 x 40 sedangkan ganti dengan tanaman baru pada
varietas lain 70 x 30 cm. lubang yang sama.

223
Penyiangan 1. Urea/ZA: 21 hari
setelah tanam
Lakukan penyiangan secara 165/350 kg dan
kontinyu dan sebaiknya 45 hari setelah
dilakukan 2-3 hari tanam 165/365
sebelum/bersamaan dengan kg.
pemupukan susulan dan
penggemburan. Jadi penyiangan 2. SP-36: saat
dilakukan minimal dua kali tanam 400 kg.
selama masa penanaman.
Penyiangan harus dilakukan
pada fase kritis yaitu vegetatif 3. KCl: 21 hari
awal dan pembentukan umbi. setelah tanam
100 kg dan 45
Pemangkasan Bunga hari setelah
tanam 100 kg.
Pada varietas kentang yang
berbunga sebaiknya dipangkas c. Pupuk cair: 7-10 hari
untuk mencegah terganggunya sekali dengan dosis
proses pembentukan umbi, sesuai anjuran.
karena terjadi perebutan unsur
hara untuk pembentukan umbi Pupuk anorganik diberikan ke
dan pembungaan. dalam lubang pada jarak 10 cm
dari batang tanaman kentang.
Pemupukan
Pengairan
Selain pupuk organik, maka
pemberian pupuk anorganik juga Tanaman kentang sangat peka
sangat penting untuk terhadap kekurangan air.
pertumbuhan tanaman. Pengairan harus dilakukan
secara rutin tetapi tidak
Pupuk yang biasa diberikan Urea berlebihan.
dengan dosis 330 kg/ha, TSP
dengan dosis 400 kg/ha Pemberian air yang cukup
sedangkan KCl 200 kg/ha. membantu menstabilkan
Secara keseluruhan pemberian kelembaban tanah sebagai
pupuk organik dan anorganik pelarut pupuk. Selang waktu 7
adalah sebagai berikut: hari sekali secara rutin sudah
cukup untuk tanaman kentang.
a. Pupuk kandang: saat Pengairan dilakukan dengan
tanam 15.000-20.000 kg. cara disiram dengan
b. Pupuk anorganik gembor/ember/atau dengan
mengairi selokan sampai areal

224
tanaman lembab (sekitar 15-20 dicampur dengan pupuk
menit). kandang.

Hama dan Penyakit d. Hama penggerek umbi


(Phtorimae poerculella
Hama Zael)
Gejala: pada daun yang
a. Ulat grayak (Spodoptera berwarna merah tua dan
litura) terlihat adanya jalinan
Gejala: ulat menyerang seperti benang yang
daun dengan memakan berwarna kelabu yang
bagian epidermis dan merupakan materi
jaringan hingga habis pembungkus ulat. Umbi
daunnya. Pengendalian: yang terserang bila
(1) mekanis dengan dibelah, akan terlihat
memangkas daun yang adanya lubang-lubang
telah ditempeli telur; (2) karena sebagian umbi
kimia dengan Azordin, telah dimakan.
Diazinon 60 EC, Pengendalian: secara
Sumithion 50 EC. kimia menggunakan
Selecron 500 EC, Ekalux
b. Kutu daun (Aphis Sp) 25 EC, Orthene &5 SP,
Gejala: kutu daun Lammnate L.
menghisap cairan dan
menginfeksi tanaman, e. Hama trip (Thrips tabaci).
juga dapat menularkan Gejala: pada daun
virus bagi tanaman terdapat bercak-bercak
kedelai. Pengendalian: berwarna putih,
dengan cara memotong selanjutnya berubah
dan membakar daun menjadi abu-abu perak
yang terinfeksi, dan kemudian
menyemprotkan Roxion mengering. Serangan
40 EC, Dicarzol 25 SP. dimulai dari ujung-ujung
daun yang masih muda.
c. Orong-orong (Gryllotalpa Pengendalian: (1) secara
Sp) Gejala: menyerang mekanis dengan cara
umbi di kebun, akar, memangkas bagian daun
tunas muda dan tanaman yang terserang; (2)
muda. Akibatnya secara kimia
tanaman menjadi peka menggunakan Basudin
terhadap infeksi bakteri. 60 EC, Mitac 200 EC,
Pengendalian: Diazenon, Bayrusil 25 EC
menggunakan tepung atau Dicarzol 25 SP.
Sevin 85 S yang

225
Penyakit Colleotrichum coccodes.
Gejala: daun menguning
a. Penyakit busuk daun dan menggulung, lalu
Penyebab: jamur layu dan kering. Pada
Phytopthora infestans. bagian tanaman yang
Gejala: timbul bercak- berada dalam tanah
bercak kecil berwarna terdapat bercak-bercak
hijau kelabu dan agak berwarna coklat. Infeksi
basah, lalu bercak-bercak akan menyebabkan akar
ini akan berkembang dan dan umbi muda busuk.
warnanya berubah Pengendalian: dengan
menjadi coklat sampai cara pergiliran tanaman ,
hitam dengan bagian tepi sanitasi kebun dan
berwarna putih yang penggunaan bibit yang
merupakan sporangium. baik.
Selanjutnya daun akan
membusuk dan mati. d. Penyakit fusarium
Pengendalian: Penyebab: jamur
menggunakan Antracol Fusarium sp. Gejala:
70 WP, Dithane M-45, infeksi pada umbi
Brestan 60, Polyram 80 menyebabkan busuk
WP, Velimek 80 WP dan umbi yang menyebabkan
lain-lain. tanaman layu. Penyakit
ini juga menyerang
b. Penyakit layu bakteri kentang di gudang
Penyebab: bakteri penyimpanan. Infeksi
Pseudomonas masuk melalui luka-luka
solanacearum. Gejala: yang disebabkan
beberapa daun muda nematoda/faktor
pada pucuk tanaman layu mekanis. Pengendalian:
dan daun tua, daun dengan menghindari
bagian bawah terjadinya luka pada saat
menguning. penyiangan dan
Pengendalian: dengan pendangiran.
cara menjaga sanitasi Pengendalian kimia
kebun, pergiliran dengan Benlate.
tanaman.
Pemberantasan secara e. Penyakit bercak kering
kimia dapat menggunkan (Early Blight)
bakterisida, Agrimycin atu Penyebab: jamur
Agrept 25 WP. Alternaria solani. Jamur
hidup disisa tanaman
c. Penyakit busuk umbi sakit dan berkembang
Penyebab: jamur biak di daerah kering.

226
Gejala: daun terinfeksi Epilachna dan Coccinella
berbercak kecil yang dan nematoda.
tersebar tidak teratur, Pengendalian: tidak ada
berwarna coklat tua, lalu pestisida untuk
meluas ke daun muda. mengendalikan virus,
Permukaan kulit umbi pencegahan dan
berbercak gelap tidak pengendalian dilakukan
beraturan, kering, dengan menanam bibit
berkerut dan keras. bebas virus,
Pengendalian: dengan membersihkan peralatan,
pergiliran tanaman. memangkas dan
membakar tanaman
f. Penyakit karena virus sakit, memberantas
Virus yang menyerang vektor dan pergiliran
adalah: (1) Potato Leaf tanaman.
Roll Virus (PLRV)
menyebabkan daun f. Panen dan Pascapanen
menggulung; (2) Potato
Virus X (PVX) Panen
menyebabkan mosaik
laten pada daun; (3) Ciri dan Umur Panen
Potato Virus Y (PVY)
menyebabkan mosaik Umur panen pada tanaman
atau nekrosis lokal; (4) kentang berkisar antara 90-180
Potato Virus A (PVA) hari, tergantung varietas
menyebabkan mosaik tanaman.
lunak; (5) Potato Virus M
(PVM) menyebabkan Pada varietas kentang genjah,
mosaik menggulung; (6) umur panennya 90-120 hari;
Potato Virus S (PVS) varietas medium 120-150 hari;
menyebabkan mosaik dan varietas dalam 150-180 hari.
lemas. Gejala: akibat
serangan, tanaman Secara fisik tanaman kentang
tumbuh kerdil, lurus dan sudah dapat dipanen apabila
pucat dengan umbi kecil- daunnya telah berwarna
kecil/tidak menghasilkan kekuning-kuningan yang bukan
sama sekali; daun disebabkan serangan penyakit;
menguning dan jaringan batang tanaman telah berwarna
mati. Penyebaran virus kekuningan dan agak
dilakukan oleh peralatan mengering.
pertanian, kutu daun
Aphis spiraecola, A. Selain itu tanaman yang siap
gossypii dan Myzus panen kulit umbi akan lekat
persicae, kumbang sekali dengan daging umbi, kulit

227
tidak cepat mengelupas bila segar, sesuai dengan SNI-01-
digosok dengan jari. 3175-1992
Cara Panen
Klasifikasi dan Standar Mutu
Waktu memanen sangat
dianjurkan dilakukan pada waktu Menurut ukuran berat, kentang
sore hari/pagi hari dan dilakukan segar digolongkan dalam:
pada saat hari cerah. Cara
memanen yang baik adalah a) Kecil: 50 gram kebawah.
sebagai berikut: cangkul tanah
disekitar umbi kemudian angkat b) Sedang: 51-100 gram.
umbi dengan hati hati dengan
menggunakan garpu tanah. c) Besar: 101-300 gram.

Setelah itu kumpulkan umbi d) Sangat besar: 301 gram ke


ditempat yang teduh. Hindari atas.
kerusakan mekanis waktu
panen. Menurut jenis mutunya kentang
segar digolongkan dalam 2 jenis
Prakiraan Produksi mutu, yaitu mutu I dan mutu II.

a. Granola/Atlantis: produksi a) Keseragaman warna dan


35-40 ton/ha. bentuk: mutu I=seragam;
b. Red Pontiac: produksi 15 mutu II=seragam.
ton/ha.
c. Desiree: produksi 18 b) Keseragaman ukuran: mutu
ton/ha. I=seragam; mutu
d. DTO: produksi 20 ton/ha. II=seragam.
e. Klon no. 17: produksi 30-
40 ton/ha. c) Kerataan permukaan
kentang: mutu I=rata; mutu
II=tidak disyaratkan.
Standar Produksi
d) Kadar kotor (bobot/bobot):
Standar ini meliputi klasifikasi mutu I=maksimum 2,5%;
dan syarat mutu, cara mutu II=maksimum 2,5%.
pengambilan contoh, cara
pengujian contoh, syarat
penandaan dan pengemasan. e) Kentang cacat (bobot/bobot):
mutu I=maksimum 5%; mutu
Kentang yang segar adalah umbi II=maksimum 10%.
batang dari tanaman kentang
dalam keadaan utuh bersih dan f) Ketuaan kentang: mutu
I=tua; mutu II=cukup tua.

228
Untuk mendapatkan hasil sebelumnya dan tuanglah
kentang yang sesuai dengan kedalalam sebuah bak
standar maka dilakukan kayu yang disediakan
pengujian yang meliputi: khusus untuk itu. Pilihlah
kotoran-kotoran dan
a. Penentuan keseragaman timbanglah berat masing-
ukuran kentang masing.
Timbang seluruh
cuplikan, kemudian d. Penentuan cacat pada
timbang tiap butir dalam kentang segar
cuplikan. Pisahkan butir- Timbang seluruh cuplikan
butir yang beratnya dan tentukan butir-butir
diatas/dibawah ukuran kentang yang cacat.
berat yang telah Pisahkan butir-butir yang
ditentukan dan cacat dan timbanglah
timbanglah semuanya. semuanya. Bila
Bila presentase berat presentase berat butir-
butir yang diatas/dibawah butir yang cacat
ukuran berat masing- sama/kurang dari 50%,
masing sama/kurang dari maka cuplikan dianggap
5% maka contoh Mutu I dan bila
dianggap seragam. sama/kurang dari 10%
maka cuplikan dianggap
b. Penentuan kerataan Mutu II.
permukaan kentang
Timbang seluruh cuplikan e. Penentuan ketuaan pada
dan ukur benjolan yang kentang segar
terdapat pada tiap butir Timbanglah seluruh
dalam cuplikan. Pisahkan cuplikan dan tentukan
butir-butir cuplikan yang butir contoh yang
mempunyai benjolan tua/cukup tua. Pisahkan
lebih dari 1 cm butir yang tua/cukup tua
sama/kurang dari 10% dan timbanglah
jumlah cuplikan maka semuanya. Bila
cuplikan dianggap presentase berat butir
mempunyai permukaan contoh yang kulitnya
rata. mengelupas beratnya
lebih dari ¼ bagian
c. Penentuan kadar kotoran permukaannya
Timbanglah sampai sama/kurang dari 5%,
mendekati 0,1 gram maka cuplikan dianggap
sebanyak lebih kurang tua dan bila sama/kurang
500 gram cuplikan dalam dari 10%, maka cuplikan
wadah yang telah ditera dianggap cukup tua.

229
Pengambilan Contoh h) Untuk jumlah kemasan
dalam lot 201 atau
Contoh diambil secara acak dari lebih, contoh yang
jumlah kemasan seperti terlihat diambil 15.
berikut ini. Tiap kemasan diambil
contoh sebanyak 10 kg dari Petugas pengambil contoh harus
bagian atas, tengah dan bawah. memenuhi syarat yaitu orang
yang berpengalaman atau dilatih
Contoh tersebut dicampur lebih dahulu dan mempunyai
merata tanpa menimbulkan ikatan dengan badan hukum.
kerusakan, kemudian dibagi
menjadi empat dan dua bagian Pengemasan
diambil secara diagonal.
Cara ini dilakukan beberapa kali Kentang dikemas dengan
sampai contoh mencapai 10 kg. keranjang atau bahan lain
dengan berat netto maksimum
b) Untuk jumlah kemasan 80 kg dan ditutup dengan
dalam lot 1 sampai 3, anyaman bambu kemudian diikat
contoh yang diambil dengan tali rotan/bahan lain. Isi
semua. kemasan tidak melebihi
permukaan.
c) Untuk jumlah kemasan
dalam lot 4 sampai 25, Di dalam keranjang atau
contoh yang diambil 3. kemasan diberi label yang
bertuliskan :
d) Untuk jumlah kemasan
dalam lot 26 sampai 50, - Nama barang.
contoh yang diambil 6. - Jenis mutu.
- Nama/kode
e) Untuk jumlah kemasan perusahaan/eksportir.
dalam lot 51 sampai - Berat netto.
100, contoh yang - Produksi Indonesia.
diambil 8. - Negara/tempat tujuan.
f) Untuk jumlah kemasan
dalam lot 101 sampai
150, contoh yang
diambil 10.

g) Untuk jumlah kemasan


dalam lot 151 sampai
200, contoh yang
diambil 12.

230
9.6.2. Teknik Budidaya lunak, bentuknya tidak
Tomat teratur.
- Tomat Apel
a. Deskripsi (Lycopersicum pyriforme)
buah bulat, kuat dan
Tanaman tomat merupakan sedikit keras seperti buah
tanaman perdu semusim, apel, tumbuh baik di
berbatang lemah dan basah. dataran tinggi
Daunnya berbentuk segitiga.
- Tomat kentang
Bunganya berwarna kuning. (Lycopersicum
grandifolium) buah bulat,
Buahnya buah buni, hijau waktu padat, lebih besar dari
muda dan kuning atau merah tomat apel, daun lebar
waktu tua. Berbiji banyak, agak rimbun.
berbentuk bulat pipih, putih atau
krem, kulit biji berbulu. Beberapa varietas tomat yang
sekarang sedang dikembangkan
Perbanyakan dengan biji adalah sebagai berikut:
kadang-kadang dengan setek
batang cabang yang telah tua.

Tomat umumnya dibudidayakan


pada lahan kering atau pada
lahan sawah.

Tanaman ini tidak membutuhkan


persyaratan khusus, akan tetapi
menghendaki tanah yang
gembur.

Tanaman ini dapat


dibudidayakan secara
monokultur maupun dengan
sistem multiple cropping.

b.Varietas Tomat

Jenis-jenis Tomat

- Tomat biasa
(lycopersicum commune)
buahnya bulat pipih,

231
Mirah

x Potensi hasil 30-35


ton/ha
x Rasa manis masam
x Buah bulat agak lonjong
x Umur panen 55-59 hari
x Cocok untuk dataran
rendah
x Daya simpan 8 hari
x Toleran terhadap
penyakit layu bakteri

232
Opal c.Manfaat

x Potensi hasil 30-50 Tomat termasuk sayuran buah


ton/ha yang sangat digemari. Banyak
x Rasa manis masam sekali penggunaan buah tomat,
x Buah lonjong antara lain sebagai bumbu
x Umur panen 58-61 hari sayur, lalap, makanan yang
x Cocok untuk dataran diawetkan (saus tomat), buah
rendah segar, atau minuman (juice).
x Daya simpan 9 hari
x Toleran terhadap Selain itu, buah tomat banyak
penyakit layu bakteri mengandung vitamin A, Vitamin
C, dan sedikit vitamin B.

d. Syarat Tumbuh

Tomat secara umum dapat


ditanam di dataran rendah,
medium, dan tinggi, tergantung
varietasnya.

Namun, kebanyakan varietas


Zamrud tomat hasilnya lebih memuaskan
apabila ditanam di dataran tinggi
x Potensi hasil 30-45 yang sejuk dan kering sebab
ton/ha tomat tidak tahan panas terik
x Rasa manis asam dan hujan.
x Buah bulat
x Umur panen 59-61 hari Suhu optimal untuk
x Daya simpan 8 hari pertumbuhannya adalah 23°C
x Cocok untuk dataran pada siang hari dan 17°C pada
rendah malam hari.
x Toleran terhadap
penyakit layu bakteri Tanah yang dikehendaki adalah
tanah bertekstur liat yang banyak
mengandung pasir. Dan, akan
lebih disukai bila tanah itu
banyak mengandung humus,
gembur, sarang, dan
berdrainase baik. Sedangkan
keasaman tanah yang ideal
untuk pertumbuhannya adalah
pada pH netral, yaitu sekitar 6-7.

233
e. Pedoman Budidaya Bila telah diperoleh, sebaiknya
benih disemaikan dahulu
Bibit dan Persemaian sebelum ditanam pada
bedengan yang tetap.
Benih tomat dapat langsung
diperoleh dari suplier atau Bedengan persemaian dibuat
disiapkan sendiri. dengan ukuran lebar antara 0,8-
1,2 m dengan panjang sekitar 2-
Sebetulnya menyiapkan sendiri 3 m, dan tinggi sekitar 20-25 cm.
benih tomat yang baik tidaklah
terlalu sukar. Caranya adalah Jarak antarbarisan adalah 5 cm.
sebagai berikut: Bedengan yang telah dibentuk
diberi pupuk kandang seminggu
1. Buah tomat dipilih yang sebelum tanam sebanyak 5 kg
sehat, tidak cacat, dan per m2 dan pupuk Urea dua hari
matang penuh dari sebelum tanam sebanyak 30 g
varietas yang unggul. per m 2.
Buah yang telah dipilih
selanjutnya diperam Setelah bedengan persemaian
selama tiga hari sampai siap diolah, bibit tomat dapat
warna buah berubah segera disebar.
menjadi merah gelap dan
lunak. Kemudian bijinya Untuk satu ha pertanaman,
dikeluarkan bersama benih yang dibutuhkan adalah
lendirnya. sekitar 300 - 400 gram. Pada
persemaian diberi lindungan
2. Biji beserta lendir yang dapat berupa atap rumbia
difermentasi selama 3 atau pelepah pisang.
hari sampai lendir dan
airnya terpisah dari biji. Persemaian disiram setiap pagi
dan sore. Bila bibit telah
mencapai tinggi antara 7-10 cm,
3. Biji yang telah terpisah yaitu dalam waktu 2 minggu
tadi segera dicuci dan setelah disebar, bibit itu dapat
dijemur selama kurang segera dipindahkan ke tempat
lebih 3 hari atau hingga penyapihan.
kadar airnya kurang lebih
6%. Penyapihan berguna untuk
menyeleksi bibit yang bagus dan
4. Biji yang telah kering sebagai latihan hidup bagi
dapat langsung disemai tanaman muda. Tempat
atau disimpan. penyapihan dapat berupa
polybag atau bumbung dari
pelepah pisang. Bibit dibiarkan di

234
tempat penyapihan sampai lahan dapat ditanami sebanyak
berumur 1 bulan dengan tinggi 20.900-28.600 bibit.
sekitar 15 cm dan telah berhelai
daun 3 atau 4. Setelah itu, f.Teknik Pemeliharaan Tomat
tanaman dapat dipindahkan ke
tempat penanaman yang tetap. Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan dalam
Sebelum penanaman dilakukan, pemeliharaan tanaman tomat,
sebaiknya lahan disiapkan yaitu:
dahulu. Lahan yang telah dipilih
segera diolah. Guna mencegah Penyiraman
nematoda yang merugikan, kita
dapat memberikan Nemagon Penyiraman dilakukan bila
sebagai fumigan tanah 2 atau 3 selama pertumbuhan tanaman
minggu sebelum tanam. jatuh pada musim kemarau yang
Kemudian lahan itu dibuat berkepanjangan (sesuai dengan
bedengan dengan lebar antara kebutuhan). Hal ini dilakukan
1,4-1,6 meter dan jarak antar secara hati-hati agar tanaman
bedengan sekitar 20 cm. Lubang tidak rusak dan diusahakan
penanaman segera dibuat di penyiraman tanaman pada pagi
atas bedengan itu dengan luas dan sore hari.
sekitar 15-20 cm sedalam 70-80
cm. Pemupukan

Agar tanah cukup subur, perlu Pupuk yang diperlukan untuk


ditambahkan pupuk kandang tanaman tomat adalah :
sebanyak 0,5-1 kg untuk setiap
lubang. Banyaknya pupuk a. Pupuk kandang dengan
kandang untuk 1 ha lahan dosis 10-20 ton per
adalah sekitar 20-30 ton. Lahan hektar atau 0,5-1 kg per
yang telah diolah sebaiknya tanaman, yang diberikan
didiamkan dahulu selama 1 seminggu sebelum
bulan agar diperoleh cukup sinar tanam.
matahari, kemudian barulah
digunakan. b. Untuk pupuk TSP
dengan dosis 2,5 - 3
Selanjutnya bibit yang telah kwintal per hektar atau
disapih ditanam pada bedengan 10-15 gram per tanaman,
yang telah disiapkan dengan yang diberikan seminggu
jarak antartanaman sekitar 50-60 sebelum tanam.
cm.

Setiap bedengan berisi dua baris c. Pupuk Urea diberikan


tanaman. Sehingga setiap ha bersamaan saat tanam

235
dengan dosis 1 kwintal Penyiangan dan Pembumbunan
per hektar atau 4-5 gram
per tanaman. Sedangkan Penyiangan dan pembubunan
pemupukan Urea untuk dilakukan secara bersamaan
susulan dilakukan 4 setelah tanaman berumur kira-
minggu setelah kira 1 bulan, yaitu dengan cara
pemupukan pertama membabat atau mencabut
dengan dosis sama rerumputan, kemudian tanah di
seperti pemupukan sekitar tanaman dibumbun pada
pertama. tanaman.

d. Cara pemberian pupuk Pemberian Mulsa


baik pupuk dasar
maupun susulan, yaitu Pemberian mulsa utuk menjaga
diletakkan melingkar di agar tanah tetap gembur,
sekeliling tanaman mengurangi penguapan, dan
dengan jarak 10-15 cm, menekan pertumbuhan
kenudian ditutup dengan rerumputan.
tanah.
Mulsa yang digunakan yaitu
e. Pemupukan dilakukan sisa-sisa tanaman atau rumpur-
pada saat awal atau akhir rumput kering. Caranya yaitu
musim hujan dan juga mulsa diletakkan di
disesuaikan dengan
tingkat kesuburan tanah Pengajiran
setempat.
Pengajiran untuk menghindari
Penyulaman agar tanaman tomat tidak rebah
dan memudahkan pemeliharaan.
Penyulaman dilakukan bila ada
tanaman yang mati atau Ajir dipasang pada saat tanaman
pertumbuhannya kurang baik, berumur 1 bulan atau tanaman
dan diusahakan agar bibit mencapai tinggi kira-kira 40 cm.
tanaman pengganti harus subur Ajir dapat digunakan seperti
pertumbuhannya serta masih banbu atau tali.
seumur dengan tanaman yang
diganti. Pemangkasan

Pemangkasan dimaksudkan
agar dapat diperoleh buah yang
besar dan cepat masak.
Pemangkasan dilakukan sekali
atau dua kali sebulan yaitu
dengan cara memangkas bagian

236
pucuk atau cabang ketiga pada Penyakit dan Jenis Penyakit
batang pokok, atau cabang
kelima pada kedua cabang yang Pengendalian
dibiarkan hidup. Pemangkasan
tanaman tomat dapat dilakukan - Penyakit Lanas: Cabut
dengan dua cara yaitu dan buang tanaman yang
pemangkasan tunas muda dan terserang
pemangkasan batang. Tanaman
tomat yang telah mempunyai - Rhizoetonia dan Phytium
lima dompolan buah harus sp.: Semprot dengan
dipotong pucuk batangnya dan Dithane M -45 0,2%.
tunas-tunasnya agar buah dapat
menjadi besar dan cepat masak.
Tinggalkan dua atau tiga tunas
yang berada di samping atau di
sebelah bawah dompolan buah
yang kelima itu.

Dompolan yang berdaun atau


berbuah lebih perlu dipangkas
dan dipetik agar tomat yang
dikehendaki (lima dompolan)
tidak terhalang pertumbuhannya.

Hama dan Penyakit

Adapun jenis hama dan penyakit


yang sering menyerang tanaman
tomat yaitu :

Hama

- Ulat tanah coklat:


Kumpulkan larva,
kemudian musnahkan
atau disemprot dengan
Kutu kebul (Bemisia tabaci)
Diptrek 95 SL atau
Nim fa dan s erangga dewas a
Dusban 20 EC, dengan
dosis 0,1 %. m engis ap c airan s el pada daun.
Serangga akt if s epanjan g hari
- Ulat buah: Semprot dengan gejal a s erangan : tim bul
berc ak nekroti k pada daun.
dengan Diazinon 60 EC,
Tanam an inang : c abai, tom at,
dengan dosis 0,2 %.
kac ang panjan g, tem bakau, dll.

237
Ulat buah
(Helicoverpa armigera)

Penyakit rebah kecambah


(Rhyzoctona solani dan
Phythium spp.

Bercak daun alternaria


(Alternaria solani)

Penyebab : jam ur A. s olani


Gejala s erangan : pa da awal
s erangan tim bul berc ak-berc ak
kec il berwarna c oklat pada daun
bagian bawah.

Tanam an inang : c abai, tom at,


s em angka, kentang, d ll.

238
Penyebab : jam ur R. s olani dan
Phy thium s pp.

Gejala s eranga n : terdapat luka


pada pang kal bata ng yan g akan
m enyebabkan patahn ya batang.
Tanam an inang : c abai, tom at,
s em angka, dll.

239
Sedangkan untuk pemasaran ke
tempat yang jauh atau untuk di
ekspor, buah sebaiknya dipetik
sewaktu masih berwarna hijau,
tetapi sudah tua benar. Atau 8-
10 hari sebelum menjadi masak
(berwarna merah).

Umur petik tergantung varietas


tomat yang ditanam dan kondisi
tanaman.

Umumnya buah tomat dapat


dipanen pertama pada waktu
berumur 2 atau 3 bulan setelah
tanam.

Panen dilakukan beberapa kali,


g.Panen dan Pasca Panen yaitu antara 10-15 kali pemetikan
buah dengan selang 2-3 hari
sekali.
Panen tomat dilakukan sesuai
dengan tujuan pemasarannya
Pemetikan dapat dilakukan pagi
sehingga perlu diperhitungkan
atau sore hari. Dan, diusahakan
lama perjalanan sampai ke
buah yang dipetik tidak jatuh
tempat tujuan.
atau terluka.
Sebaiknya tomat berada di
Karena hal ini dapat menurunkan
pasaran pada saat masak
kualitas dan dapat menjadi
penuh, tetapi tidak boleh terlalu
sumber masuknya bibit penyakit.
masak karena akan busuk.

Pada saat masak penuh itulah


tomat memperlihatkan
penampilannya yang terbaik.

Jika tujuan pemasaran adalah


pasar lokal yang jaraknya tidak
begitu jauh, dapat ditempuh
dalam beberapa jam, panen
sebaiknya dilakukan sewaktu
buah masih berwarna kekuning-
kuningan.

240
9.6.3. Teknik Budidaya Cabai Buah cabe ini selain dijadikan
sayuran atau bumbu masak juga
a. Pendahuluan mempunyai kapasitas
menaikkan pendapatan petani.
Cabe (Capsicum Annum var
longum) merupakan salah satu Disamping itu tanaman ini juga
komoditas hortikultura yang berfungsi sebagai bahan baku
memiliki nilai ekonomi penting di industri, yang memiliki peluang
Indonesia. eksport, membuka kesempatan
kerja.
Cabe merupakan tanaman perdu
dari famili terong-terongan yang
memiliki nama ilmiah Capsicum
sp. Cabe berasal dari benua
Amerika tepatnya daerah Peru
dan menyebar ke negara-negara
benua Amerika, Eropa dan Asia
termasuk Negara Indonesia.

Tanaman cabe banyak ragam


tipe pertumbuhan dan bentuk
buahnya. Diperkirakan terdapat
20 spesies yang sebagian besar
hidup di Negara asalnya.
Masyarakat pada umumnya
hanya mengenal beberapa jenis
saja, yakni Cabe besar, cabe
keriting, cabe rawit dan paprika.

Secara umum cabe memiliki Gambar 97 Tanaman cabe


banyak kandungan gizi dan
vitamin. Diantaranya Kalori,
Protein, Lemak, Kabohidarat, b. Jenis-jenis cabe
Kalsium, Vitamin A, B1 dan
Vitamin C. Saat ini telah banyak benih cabe
hibrida yang beredar di pasaran
Selain digunakan untuk dengan nama varietas yang
keperluan rumah tangga, cabe beraneka ragam dengan
juga dapat digunakan untuk berbagai keunggulan yang
keperluan industri diantaranya, dimiliki.
Industri bumbu masakan, industri
makanan dan industri obat-
obatan atau jamu.

241
Beberapa jenis cabe yang telah Lembang-1
dirilis adalah: Jet set, Arimbi,
Buana 07, Somrak, Elegance x Potensi hasil 9 ton/ha
081, Horison 2089, Imperial 308 x Cocok untuk dataran
dan Emerald 2078. tinggi

Dan untuk cabe hibrida keriting


diantaranya, Papirus, CTH 01,
Kunthi 01, Sigma, Flash 03,
Princess 06 dan Helix 036, dan
untuk cabe rawit hibrida adalah
Discovery.

Tanjung-1

x Potensi hasil 18 ton/ha c.Syarat Tumbuh


x Warna buah merah
x Panjang buah 10 cm Tanah
x Cocok untuk dataran
rendah - Tanah berstruktur remah/
x Toleran terhadap hama gembur dan kaya akan
pengisap daun bahan organik.

- Derajat keasaman (PH)


tanah antara 5,5 - 7,0

- Tanah tidak becek/ ada


genangan air

- Lahan pertanaman
Tanjung-2 terbuka atau tidak ada
naungan.
x Potensi hasil 12 ton/ha
x Cocok untuk dataran Iklim
rendah
- Curah hujan 1500-2500
mm pertahun dengan
distribusi merata.

- Suhu udara 16° - 32 ° C

- Saat pembungaan
sampai dengan saat
pemasakan buah,

242
keadaan sinar matahari Persemaian
cukup (10 - 12 jam).
Sebelum tanam di tempat
d.Pedoman Teknis Budidaya permanen, sebaiknya benih
disemai dulu dalam wadah
Penyiapan Benih semai yang dapat berupa bak
plastik atau kayu dengan
Benih cabe dapat dibuat sendiri ketebalan sekitar 10 cm yang
dengan cara sebagai berikut: dilubangi bagian dasarnya untuk
pengaturan air(drainase).
- Pilih buah cabe yang
matang (merah) Persiapannya adalah sebagai
berikut:
- Bentuk sempurna, segar
1. Isikan dalam wadah
- Tidak cacat dan tidak semai media berupa
terserang penyakit. tanah pasir, dan pupuk
kandang dengan
- Kemudian keluarkan perbandingan 1 : 1.
bijinya dengan mengiris Untuk menghilangkan
buah secara memanjang gangguan hama berikan
Curater 3 G takaran 10
- Cuci biji lalu dikeringkan. 10 gr/m 2. Media ini
disiapkan 1 minggu
- Kemudian pilih biji yang sebelum penyemaian
bentuk, ukuran dan benih.
warna seragam,
permukaan kulit bersih, 2. Benih yang akan
tidak keriput dan tidak ditanam, sebelumnya
cacat. direndam dalam air
hangat (50 derajat
Bila kesulitan membuat sendiri, Celcius) selama
benih cabe dapat dibeli di toko semalam. Lebih baik lagi
pertanian setempat. bila diberi zat pengatur
tumbuh seperti Atonik.
Benih yang akan ditanam
diseleksi dengan cara merendam 3. Tebarkan benih secara
dalam air, biji yang terapung merata di media
dibuang. persemaian, bila mungkin
beri jarak antar benih 5 x
5 cm sehingga waktu
tanaman
dipindah/dicabut, akarnya
tidak rusak. Usahakan

243
waktu benih ditanam Pembibitan ini bertujuan untuk
diatasnya ditutup selapis meningkatkan daya adaptasi dan
tipis tanah. Kemudian daya tumbuh bibit pada saat
letakkan wadah semai pemindahan ke tempat terbuka
tersebut di tempat teduh di lapangan atau pada polybag
dan lakukan penyiraman
secukupnya agar media Pemindahan bibit baru dapat
semai tetap lembab. dilakukan setelah berumur 30-40
hari.
Pembibitan
Persiapan Media Tanam
1. Benih yang telah dalam Polybag
berkecambah atau bibit
cabe umur 10-14 hari 1. Siapkan polybag tempat
(biasanya telah tumbuh penanaman yang berlubang
sepasang daun) sudah kiri kanannya untuk
dapat dipindahkan ke pengaturan air.
tempat pembibitan.
2. Masukkan media tanam ke
2. Siapkan tempat dalamnya berupa campuran
pembibitan berupa tanah dengan pupuk
polybag ukuran 8 x 9 cm kandang 2 : 1 sebanyak 1/3
atau bumbungan dari volume polybag. Tambahkan
bahan daun pisang Furadan atau Curater 3G 2-
sehingga lebih murah 4 gr/tanaman untuk
harganya. Masukkan ke mematikan hama
dalamnya campuran pengganggu dalam media
tanah, pasir dan pupuk tanah.
kandang serta
tambahkan Curater 3 G. 3. Masukkan campuran tanah
dan pupuk kandang ke
3. Pindahkan bibit cabe ke dalam polybag setinggi 1/3
wadah pembibitan nya.
dengan hati-hati. Pada
saat bibit ditanam di 4. Tambahkan pupuk buatan
bumbungan, tanah di sebagai pupuk dasar yaitu 10
sekitar akar tanaman gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3
ditekan-tekan agar sedikit bagian dari campuran 10 gr
padat dan bibit berdiri Urea + 20 gr ZA per tanaman
tegak. Letakkan bibit di (2/3 bagiannya untuk pupuk
tempat teduh dan sirami susulan). Kemudian siram
secukupnya untuk dengan air agar pupuk larut
menjaga kelembabannya. dalam tanah.

244
Penanaman di Lapangan Penanaman

- Siapkan bedengan yang 1. Pilih bibit cabe yang baik


dicampur dengan pupuk yaitu pertumbuhannya tegar,
kandang warna daun hijau, tidak
cacat/terkena hama penyakit.
- Jika pH tanah rendah (4-
5) maka lakukan terlebih 2. Tanam bibit tersebut di
dahulu pengapuran. polybag penanaman. Wadah
Pengapuran dilakukan media bibit harus dibuka dulu
bersamaan dengan sebelum ditanam.
pembuatan bedengan Hati-hati supaya tanah yang
sebarkan kapur, aduk menggumpal akar tidak
rata, biarkan selama 3 lepas.
minggu. Bila wadah bibit memakai
bumbungan pisang langsung
- Tutup bedengan dengan ditanam karena daun
mulsa plastik tersebut akan hancur sendiri.
Tanam bibit bibit tepat di
- Gunakan kaleng yang bagian tengah, tambahkan
diberi arang untuk media tanahnya hingga
melubanginya. mencapai sekitar 2 cm bibir
polybag.
- Pindahkan hati-hati bibit
ke dalam lubang tanam. 3. Padatkan permukaan media
tanah dan siram dengan air
lalu letakkan di tempat
terbuka yang terkena sinar
matahari langsung.

Pemeliharaan

Penyiraman

Lakukan penyiraman
secukupnya untuk menjaga
kelembaban media tanah.
Gambar 98 Penanaman cabe
pada lahan terbuka
dengan menggunakan
mulsa plastik

245
Pemupukan menjadi tanda tak langsung
serangan kutu daun.
Lakukan pemupukan susulan :
Umur 30 hari setelah tanam : 5 Pengendalian kutu daun (Myzus
gr Kcl per tanaman. persicae Sulz) dengan
Umur 30 dan 60 hari setelah memberikan Furadan 3G
tanam : masing-masing 1/3 sebanyak 60-90 kg/ha atau
bagian dari sisa campuran Urea sekitar 2 sendok makan/10 m 2
dan ZA pada pemupukan dasar. area.

Perompesan Apabila tanaman sudah tumbuh


semprotkan Curacron 500 EC,
Perompesan adalah Nudrin 215 WSC, atau Tokuthion
pembuangan cabang daun di 500 EC. Dosisnya 2 ml/liter air.
bawah cabang utama dan buang
bunga yang pertama kali muncul. Serangan hama trips amat
berbahaya bagi tanaman cabai,
Pengendalian hama,penyakit, karena hama ini juga vektor
dan gulma pembawa virus keriting daun.

Hama Gejala serangannya berupa


bercak-bercak putih di daun
Untuk mengendalikan hama lalat karena hama ini mengisap cairan
buah penyebab busuk buah, daun tersebut. Bercak tersebut
pasang jebakan yang diberi berubah menjadi kecokelatan
Antraxtan. dan mematikan daun.

Sedang untuk mengendalikan Serangan berat ditandai dengan


serangga pengisap daun seperti keritingnya daun dan tunas.
Thrips, Aphid dengan insektisida Daun menggulung dan sering
seperti Curacron. timbul benjolan seperti tumor.

Jenis-jenis hama yang banyak Hama trips (Thrips tabaci) dapat


menyerang tanaman cabai dicegah dengan banyak cara
antara lain kutu daun dan trips. yaitu:

Kutu daun menyerang tunas - Pemakaian mulsa jerami


muda cabai secara bergerombol.
Daun yang terserang akan - pergiliran tanaman
mengerut dan melingkar. Cairan
manis yang dikeluarkan kutu, - penyiangan gulma atau
membuat semut dan embun rumputan pengganggu,
jelaga berdatangan. Embun dan menggenangi lahan
jelaga yang hitam ini sering

246
dengan air selama Gejala serangan keriting daun
beberapa waktu. adalah:

- Pemberian Furadan 3 G - bercak daun ialah


pada waktu tanam seperti bercak-bercak kecil yang
pada pencegahan kutu akan melebar
daun mampu mencegah
serangan hama trip juga. - Pinggir bercak berwama
Akan tetapi, untuk lebih tua dari bagian
tanaman yang sudah tengahnya. Pusat bercak
cukup besar, dapat ini sering robek atau
disemprot dengan Nogos berlubang.
50 EC, Azodrin 15 WSC,
Nuracron 20 WSC, - Daun berubah
dosisnya 2-3 cc/1. kekuningan lalu gugur.

Penyakit - Serangan keriting daun


sesuai namanya ditandai
Untuk penyakit busuk buah oleh keriting dan
kering (Antraknosa) yang mengerutnya daun, tetapi
disebabkan cendawan, gunakan keadaan tanaman tetap
fungisida seperti Antracol. Dosis sehat dan segar.
dan aplikasi masing-masing obat
tersebut dapat dilihat pada Selain penyakit keriting daun,
labelnya. penyakit lainnya dapat dicegah
dengan penyemprotan fungisida
Adapun jenis-jenis penyakit Dithane M 45, Antracol, Cupravit,
yang banyak menyerang cabai Difolatan. Konsentrasi yang
antara lain antraks atau patek digunakan cukup 0,2-0,3%.
yang disebabkan oleh cendawan
Colletotricum capsici dan Bila tanaman diserang penyakit
Colletotricum piperatum, bercak keriting daun maka tanaman
daun (Cercospora capsici), dan dicabut dan dibakar.
yang cukup berbahaya ialah
keriting daun (TMV, CMVm, dan Pengendalian keriting daun
virus lainnya). secara kimia masih sangat sulit.

Gejala serangan antraks atau


patek ialah bercak-bercak pada
buah, buah kehitaman dan
membusuk, kemudian rontok.

247
e. Panen dan Pasca Panen Pemetikan dilakukan dengan
hati-hati agar
Panen percabangan/tangkai tanaman
tidak patah. Kriteria panennya
Panen cabai yang ditanam saat ukuran cabai sudah besar,
didataran rendah lebih cepat tetapi masih berwama hijau
dipanen dibandingkan dengan penuh.
cabai dataran tinggi.
Penentuan umur panen
Panen pertama cabai dataran
rendah sudah dapat dilakukan Umur panen cabe biasanya 70-
pada umur 70-75 hari. 90 hari tergantung varietasnya,
yang ditandai dengan 60% cabe
Sedang di dataran tinggi panen sudah berwarna merah. Untuk
baru dapat dimulai pada umur 4- dijadikan benih maka cabe
5 bulan. dipanen bila buah sudah menjadi
merah semua.
Setelah panen pertama, setiap
3-4 hari sekali dilanjutkan Pemanenan
dengan panen rutin.
Biasanya pada panen pertama Pemanenan cabe dengan cara
jumlahnya hanya sekitar 50 kg. memetik buah beserta tangkai
Panen kedua naik hingga 100 buahnya dan sebaiknya
kg. Selanjutnya 150, 200, 250, dilakukan pada saat cuaca cera.
hingga 600 kg per hektar. Pemanenan pada saat hujan
akan menyebabkan kadar air
Setelah itu hasilnya menurun cabe menjadi lebih tinggi
terus, sedikit demi sedikit hingga sehingga cabe akan lebih cepat
tanaman tidak produktif lagi. busuk.

Tanaman cabai dapat dipanen Pascapanen


terus-menerus hingga berumur
6-7 bulan. Cabe yang telah dipetik
diletakkan dalam keranjang
Cabai yang sudah berwama bambu yang sudah dilapisi
merah sebagian berarti sudah dengan daun pisang. Dapat juga
dapat dipanen. digunakan goni yang terbuat dari
serat atau plastik. Hal ini untuk
Ada juga petani yang sengaja mengurangi tercecernya cabe
memanen cabainya pada saat dan menghindari kerusakan
masih muda (berwarna hijau). mekanis.

Untuk selanjutnya siap diangkut


dan dipasarkan.

248
Bila cabe habis untuk kering bisa langsung dikemas
dikonsumsi, tidak perlu dilakukan dalam kantong plastik atau
pengeringan dan sebaliknya bila digiling untuk dijadikan bubuk.
produksi cabe melimpah dimana
konsumen tidak mampu untuk Kemudian simpan atau dikirim ke
menampung cabe ini, maka daerah yang kurang produksi
perlu dilakukan pengeringan. cabenya sehingga penumpukan
cabe di suatu daerah pada saat
Pembuatan Cabe kering panen dapat teratasi.

Cabe yang masak dipilih yang


sehat dan mulus, kemudian
tangkainya dibuang selanjutnya
dicuci bersih agar bebas kotoran
dan pestisida.

Setelah bersih direndam dalam


larutan Natrium Bisulfit 0,2 %
yaitu dengan melarutkan 2 gram
NaBisulfit dalam 1 liter air panas
selama kurang lebih 6 menit,
sampai betul-betul terendam.

Perendaman ini untuk


mempertahankan warna cabe
kering agar tetap seperti semula.

Selesai perendaman, cabe


diangkat dan dicelupkan dalam
air dingin untuk menghentikan
pemanasan, lalu tiriskan dalam
tampah atau niru atau rak
bambu.

Kemudian dijemur di panas


matahari selama 7-10 hari
sampai kadar air 10% (supaya
lebih tahan lama, kadar air dapat
diturunkan lagi).

Pengeringan juga dapat


dilakukan dengan oven atau alat
pengering buatan.
Setelah pengeringan maka cabe

249
250

9.6.4. Teknik Budidaya


Paprika

Gambar 99 Buah cabe paprika

a. Pendahuluan b. Syarat Tumbuh

Paprika (Capsicum annuum) Di daerah tropis seperti


adalah sejenis cabai yang baru Indonesia, paprika hanya dapat
dikenal dan diusahakan di tumbuh dengan baik pada
Indonesia. dataran tinggi dengan ketinggian
sekitar 1.500 m dpl.

Buahnya besar dan gendut Suhu yang diperlukan berkisar


seperti buah kesemek, rasanya antara 18-23,5°C.
tidak pedas tetapi sedikit manis.
Benihnya banyak didatangkan Tanah yang baik untuk
dari luar negeri, antara lain pertumbuhannya adalah tanah
Jepang dan Taiwan. subur dengan kelembapan
cukup dan pH 5,5-7.

250
251

perlu diperhatikan adalah


c. Pedoman Budidaya kelembaban tanahnya harus
dijaga.
Persemaian
Untuk mengurangi penguapan
Seperti halnya cabai lain, paprika dari dalam tanah, tanah perlu
juga dikembangbiakkan dengan ditutupi mulsa. Cara lain yang
biji. biasa dilakukan petani di
Lembang adalah tanah ditutupi
Biji-biji itu harus disemaikan plastik.
terlebih dahulu pada kotak atau
bedengan persemaian sebelum Panen dan Pasca Panen
ditanam di lapang.
Pada umur sekitar 18 minggu
Umur benih di persemaian sejak penyemaian hingga
antara 14-21 hari. penanaman, paprika sudah
dapat dipanen.
Pengolahan tanah dan
penanaman Namun, tidak menutup
kemungkinan umur panen lebih
Tanah yang akan digunakan singkat jika yang diusahakan
dicangkul atau dibajak, adalah jenis yang berumur
kemudian digemburkan. genjah.

Tanah itu dibuat bedengan


selebar 90 cm, tinggi 20-30 cm,
dan jarak antar bedengan 35 cm.

Berikanlah pupuk dasar pada


setiap lubang tanam.
Penanaman dapat dilakukan
setelah bedengan siap ditanami.

Jarak tanam yang digunakan


ada bermacam-macam,
tergantung jenisnya. Umumnya
orang menggunakan jarak tanam
50 x 50 cm.

Pemeliharaan

Pemeliharaan dilakukan sama


seperti pemeliharaan pada cabai
besar lainnya. Hanya saja yang

251
9.6.5. Teknik Budidaya b.Syarat Tumbuh
Bawang Merah
Bawang merah dapat tumbuh
a. Pendahuluan pada tanah sawah atau tegalan,
tekstur sedang sampai liat. Jenis
Bawang merah (Allium cepa) tanah Alluvial, Glei Humus atau
merupakan salah satu komoditas Latosol, pH 5.6 - 6.5, ketinggian
hortikultura yang sangat 0-400 mdpl, kelembaban 50-70
dibutuhkan oleh manusia. %, suhu 25-320C.

Tanaman ini digunakan sebagai Pengolahan Tanah


rempah dan obat. Kandungan
minyak atsirinya diduga dapat Pupuk kandang disebarkan di
menyebuhkan beberapa lahan dengan dosis 0,5-1 ton/
gangguan kesehatan. 1000 m2, diluku kemudian digaru
(biarkan + 1 minggu)

Dibuat bedengan dengan lebar


120 -180 cm. Diantara bedengan
pertanaman dibuat saluran air
(canal) dengan lebar 40-50 cm
dan kedalaman 50 cm.

Apabila pH tanah kurang dari 5,6


diberi Dolomit dosis + 1,5 ton/ha
disebarkan di atas bedengan
dan diaduk rata dengan tanah
lalu biarkan 2 minggu.

Untuk mencegah serangan


penyakit layu taburkan GLIO 100
gr (1 bungkus GLIO) dicampur
25-50 kg pupuk kandang
Gambar 100. Bawang marah matang, diamkan 1 minggu lalu
yang sudah taburkan merata di atas
dikeringkan siap bedengan. '
untuk dijual.
Pupuk Dasar

Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-


15 kg ZA + 15-25 kg SP-36
secara merata diatas bedengan
dan diaduk rata dengan tanah.
Atau jika dipergunakan Pupuk

252
Majemuk NPK (15-15-15) dosis Pemilihan bibit
± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata
dengan tanah di bedengan. Bibit bawang merah dipilih yang
sehat : warna mengkilat,
c.Pedoman Teknis kompak/tidak keropos, kulit tidak
luka dan telah disimpan 2-3
Pemilihan Lahan dan bulan setelah panen).
Pengolahan Tanah
Kultivar atau varietas yang
1. Lahan Kering : dianjurkan adalah :

Tanah dibajak dan dicangkul - Dataran rendah :


sedalam 20 cm kemudian Kuning, Bima Brebes,
diratakan. Dibuat bedengan Bangkok, Kuning
dengan lebar 1 - 2 m tinggi Gombong, Klon No. 33,
bedengan 25 cm dan jarak antar Klon No. 86.
bedengan 20-30 cm.
- Dataran mediun atau
2. Lahan Sawah : tinggi :
Sumenep, Menteng, Klon
- Tanah dicangkul dan No. 88, Klon No. 33,
dibalik dua kali dengan Bangkok2.
jarak waktu antara 5-7
hari Pembuatan bedengan

- Sisa-sisa tanaman Pembuatan bedengan untuk


sebelumnya (tanaman pertanaman bawang merah
padi) dimusnahkan dilakukan sebagai berikut :

- Dibuat bedengan - Pada Lahan bekas


dengan lebar 1,5-1,75 m, sawah dibuat bedengan
dibuat saluran air dengan lebar 1.50-1.75m.
sedalam 50-60 cm Diantara bedengan
dengan lebar parit 40-50 dibuat parit dengan lebar
cm. 0.5 m dan kedalaman 0.5
m. Tanah di atas
- Untuk pH tanah < 5,5 bedengan dicangkul
diberikan Kaptan/Dolomit sedalam 20cm sampai
2 minggu sebelum tanam gembur.
sebanyak 1,5 ton/ha
dengan cara disebar dan - Pada Lahan kering
diaduk rata diatas Tanah dicangkul atau
bedengan. dibajak sedalam 20 cm
sampai gembur. Dibuat

253
bedengan dengan lebar Pemupukan
1.20m dan tinggi 25 cm.
Pupuk dasar diberikan 1 minggu
- Jarak tanam bawang sebelum tanam yaitu 15-20
merah pada musim ton.ha pupuk kandang atau 5-10
kemarau 15x15 cm atau ton/ha kompos matang ditambah
15x20 cm, sedang pada 200 kg/ha TSP.
musim hujan 15x20 cm
atau 20x20 cm. Jika pH Pupuk disebar dan diaduk rata
tanah kurang dari 5.6, sedalam lapisan olah.
dilakukan pengapuran Jika umur simpan bibit yang
dengan menggunakan akan ditanam kurang dari 2
Kaptan atau Dolomit bulan, dilakukan 'pemogesan'
minimal 2 minggu (pemotongan ujung umbi) kurang
sebelum tanam dengan lebih 0.5 cm untuk memecahkan
dosis 1-1.5 ton/ha. masa dormansi dan
mempercepat pertumbuhan
Penanaman tunas tanaman.

Kemudian umbi bibit ditanam Pemupukan susulan dilakukan


dengan cara membenamkan pada umur 10-15 hari dan umur
seluruh bagian umbi. 30-35 hari setelah tanam. Jenis
Penyiraman dilakukan sesuai dan dosis pupuk yang diberikan
dengan umur tanaman : adalah : Urea 75-100 kg/ha, ZA
150-250 kg/ha, Kcl 75-100 kg/ha.
- umur 0-10 hari, 2 x/hari Pupuk diaduk rata dan diberikan
(pagi dan sore hari) di sepanjang garitan tanaman.
- umur 11-35 hari, 1 x/hari Penyiangan minimal dilakukan
(pagi hari) dua kali/musim, yaitu menjelang
- umur 36-50 hari, 1 x/hari dilakukannya pemupukan
(pagi atau sore hari) susulan.

Jarak tanam : 20 cm x 15 cm Penyiraman


Umbi bibit yang siap tanam
dipotong ujungnya 1/3 bagian x Umur 0-10 hst : 2 kali
umbi. Kemudian ditanam dengan sehari pagi dan sore
cara membenamkan 2/3 bagian x Umur 11-35 hst : 1 kali
umbi kedalam tanah. Sebelum sehari pada pagi hari
dan sesudah tanam dilakukan x Umur 36-50 hst : 1 kali
penyiraman. sehari pada sore hari
x Umur 50 hst : 1 kali
sehari pagi atau sore hari

254
Pendangiran dan penyiangan b. Hama trip (Thrips sp.)

Gejala serangan hama thrip


Dilakukan 2 kali pada umur 10- ditandai dengan adanya bercak
15 hst dan 25-35 hst, bersamaan putih beralur pada daun.
dengan pemberian pupuk
susulan Penanganannya dengan
penyemprotan insektisida efektif,
Pengendalian OPT (Organisme misalnya Mesurol 50 WP atau
Pengganggu Tumbuhan) Pegasus 500 EC.

Hama Penyakit

a.Hama ulat bawang Penyakit layu Fusarium


(Spodoptera spp).
Ditandai dengan daun
Serangan hama ini ditandai menguning, daun terpelintir dan
dengan bercak putih transparan pangkal batang membusuk. Jika
pada daun. ditemukan gejala demikian,
tanaman dicabut dan
Pengendaliannya adalah : dimusnahkan.

- Telur dan ulat


dikumpulkan lalu Penyakit otomatis atau
dimusnahkan antraknose

- Pasang perangkap Gejalanya : bercak putih pada


ngengat (feromonoid daun, selanjutnya terbentuk
seks) ulat bawang 40 lekukan pada bercak tersebut
buah/ha yang menyebabkan daun patah
atau terkulai. Untuk
- Jika intensitas kerusakan mengatasinya, semprot dengan
daun lebih besar atau fungisida Daconil 70 WP atau
sama dengan 5 % per Antracol 70 WP.
rumpun atau telah
ditemukan 1 paket
telur/10 tanaman, Penyakit trotol
dilakukan penyemprotan
dengan insektisida Ditandai dengan bercak putih
efektif, misalnya pada daun dengan titik pusat
Hostathion 40 EC, berwarna ungu. Gunakan
Cascade 50 EC, Atabron fungisida efektif, antara lain
50 EC atau Florbac. Antracol 70 WP, Daconil 70 WP,
untuk membasminya.

255
Panen dan pascapanen atas, tujuannya untuk
mengeringkan bagian umbi dan
Panen sekaligus dilakukan pembersihan
umbi dari sisa kotoran atau kulit
Kriteria panen adalah jika > 60- terkelupas dan tanah yang
90 % daun telah rebah, pada terbawa dari lapangan.
daerah dataran rendah
pemanenan pada umur 55-70 Kadar air 89 85 % baru disimpan
hari, sedangkan pada dataran di gudang. Penyimpanan, ikatan
tinggi umur panen sekitar 70 - bawang merah digantungkan
90 hari. pada rak-rak bambu. Aerasi
diatur dengan baik, suhu gudang
Waktu panen : udara cerah, 26-290C kelembaban 70-80%,
tanah tidak basah sanitasi gudang.
Untuk konsumsi : ditandai
dengan kerebahan dan atau Untuk bawang konsumsi, waktu
perubahan warna daun menjadi panen ditandai dengan 60-70%
kekuningan mencapai 60-70% daun telah rebah, sedangkan
dataran rendah umur 50-60 hari untuk bibit kerebahan daun lebih
setelah tanam, dataran medium dari 90%.
umur 70-75 hst
Untuk bibit : ditandai dengan Panen dilakukan waktu udara
kerebahan daun lebih dari cerah. Pada waktu panen,
90%,dataran rendah umur 65-70 bawang merah diikat dalam
hst, dataran medium 80-90 hst ikatan-ikatan kecil (1-1.5 kg/ikat),
Hasil rata-rata : 10-12 t/ha kemudian dijemur selama 5-7
hari).
Pemanenan dilakukan dengan
pencabutan batang dan daun- Setelah kering 'askip'
daunnya. Selanjutnya 5-10 (penjemuran 5-7 hari), 3-4 ikatan
rumpun diikat menjadi satu bawang merah diikat menjadi
ikatan (Jawa:dipocong). satu, kemudian bawang dijemur
dengan posisi penjemuran
Pasca Panen bagian umbi di atas selama 3-4
hari.
Penjemuran dengan alas
anyaman bambu (Jawa : gedeg). Pada penjemuran tahap kedua
Penjemuran pertama selama 5-7 dilakukan pembersihan umbi
hari dengan bagian daun bawang dari tanah dan kotoran.
menghadap ke atas, tujuannya
mengeringkan daun. Bila sudah cukup kering (kadar
air kurang lebih 85 %), umbi
Penjemuran kedua selama 2-3 bawang merah siap dipasarkan
hari dengan umbi menghadap ke atau disimpan di gudang.

256
Kriteria kualitas

Kriteria kualitas yang


dikehendaki oleh konsumen
rumah tangga adalah :

- Umbi berukuran besar

- Bentuk umbi bulat

- Warna kulit merah


keunguan

- Umbi kering askip

Sedangkan konsumen luar


(untuk ekspor) yang dikehendaki
adalah :

- Umbi berukuran besar

- Bentuk umbi bulat

- Wana kulit merah muda

- Umbi kering lokal

257
Tabel 14. Jenis hama penyakit pada bawang

Konsentrasi
No. Jenis hama/penyakit Golongan Nama Dagang Anjuran

1. Layu Fusarium di gudang Mankozeb Dithane M45 10 g/10 kg umbi


di lapang
Antracol 70 WP 10 g/10 kg umbi
Propineb

Benlate 50 WP 10 g/10 kg umbi


Benomil

Antracol 70 WP

2. Bercak ungu Propineb Daconil 70 WP 2 g/l

Klorotalonil Polyram M 3 g/l

Maneb Dithane M45 2 g/l

Mankozeb Antracol 70 WP 2 g/l

Daconil 70 WP

3. Otomatis atau Antraknosa Polyram M 2 g/l

Dithane M45 2 g/l


Klorotalonil

Atabron 50 EC 2 g/l
Propineb

Nomolt 50 EC 2 g/l
Maneb

Cascade 50 Ec
Mankozeb

Bactospeine WP

4. Ulat Bawang (Spodoptera Klorfluazuron Dipel WP 2 g/l


spp.)
Teflubenzuron Decis 25 EC 2 g/l

Flufenokzurona Pegasus 500 SC 2 g/l

B.thuringiensis Mesurol 50 WP 2 g/l

idem 2 g/l

Piretroid 0,5-1 ml/l

5. Hama Thrips Benzoil Urea 2 ml/l


(Thrips sp.)
Merkaptodinetur 2 g/l

258
9.6.6. Teknik Budidaya Jahe Nama daerah jahe antara lain
halia (Aceh), beeuing (Gayo),
bahing (Batak Karo), sipodeh
(Minangkabau), jahi (Lampung),
jahe (Sunda), jae (Jawa dan
Bali), jhai (Madura), melito
(Gorontalo), geraka (Ternate).

b.Deskripsi

Tanaman ini merupakan


tanaman terna berbatang semu,
dengan tinggi 30 cm sampai 1
m, rimpang bila dipotong
berwarna kuning atau putih.

Daunnya sempit, panjang daun


15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm ;
a.Pendahuluan tangkai daun berbulu, panjang 2
– 4mm.
Jahe merupakan tanaman obat
berupa tumbuhan rumpun Bentuk lidah daun memanjang,
berbatang semu. Jahe berasal panjang 7,5 – 10 mm, dan tidak
dari Asia Pasifik yang tersebar berbulu; sedangkan seludang
dari India sampai Cina. Oleh agak berbulu.
karena itu kedua bangsa ini
disebut-sebut sebagai bangsa Perbungaan berupa malai
yang pertama kali tersembul dipermukaan tanah,
memanfaatkan jahe terutama berbentuk tongkat atau bundar
sebagai bahan minuman, bumbu telur yang sempit, 2,75 – 3 kali
masak dan obat-obatan lebarnya, sangat tajam.
tradisional.
Panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar
Jahe termasuk dalam suku 1,5 – 1,75 cm.
temu-temuan (Zingiberaceae),
sefamili dengan temu-temuan Tangkai bunga hampir tidak
lainnya seperti temu lawak berbulu, panjang 25 cm, rahis
berbulu jarang
(Cucuma xanthorrizha), temu
hitam (Curcuma aeruginosa), Sisik pada gagang terdapat 5 – 7
kunyit (Curcuma domestica), buah, berbentuk lanset, letaknya
kencur (Kaempferia galanga), berdekatan atau rapat, hampir
lengkuas (Languas galanga) dan tidak berbulu, panjang sisik
lain-lain. sekitar 3 – 5 cm.

259
Daun pelindung berbentuk sunti atau jahe emprit
bundar telur terbalik, Ruasnya kecil, agak
bundar pada ujungnya, tidak rata sampai agak
berbulu, berwarna hijau cerah, sedikit menggembung.
panjang 2,5 cm, lebarnya Jahe ini selalu dipanen
sekitar 1 – 1,75 cm. setelah berumur tua.
Kandungan minyak
Mahkota bunga berbentuk atsirinya lebih besar
tabung 2 – 2,5 cm, helainya dari pada jahe gajah,
agak sempit, berbentuk tajam, sehingga rasanya lebih
berwarna kuning kehijauan, pedas, disamping
panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – seratnya tinggi. Jahe ini
3,5 mm, bibir berwarna ungu, cocok untuk ramuan
gelap, berbintik-bintik berwarna obat-obatan, atau untuk
putih kekuningan, panjang 12 – diekstrak oleoresin dan
15 mm. minyak atsirinya.

Kepala sari berwarna ungu, 3. Jahe merah


dengan panjang 9 mm. Rimpangnya berwarna
merah dan lebih kecil
c. Jenis-jenis Jahe dari pada jahe putih
kecil sama seperti jahe
Jahe dibedakan menjadi 3 jenis putih, jahe merah selalu
berdasarkan ukuran, bentuk dan dipanen setelah tua,
warna rimpangnya. dan juga memiliki
kandungan minyak
Umumnya dikenal 3 varietas atsiri yang sama
jahe, yaitu : dengan jahe kecil,
sehingga cocok untuk
1. Jahe putih/kuning besar ramuan obat-obatan.
atau disebut juga jahe
gajah atau jahe badak d. Manfaat Tanaman
Rimpangnya lebih
besar dan gemuk, ruas Rimpang jahe dapat digunakan
rimpangnya lebih sebagai bumbu masak, pemberi
menggembung dari aroma dan rasa pada makanan
kedua varietas lainnya. seperti roti, kue, biskuit,
Jenis jahe ini bias kembang gula dan berbagai
dikonsumsi baik saat minuman. Jahe juga dapat
berumur muda maupun digunakan pada industri obat,
berumur tua, baik minyak wangi, industri jamu
sebagai jahe segar tradisional, diolah menjadi
maupun jahe olahan. asinan jahe, dibuat acar, lalap,
bandrek, sekoteng dan sirup.
2. Jahe putih/kuning kecil
atau disebut juga jahe

260
Dewasa ini para petani cabe Suhu udara
menggunakan jahe sebagai
pestisida alami. Suhu optimum untuk budidaya
tanaman jahe antara 20-35 oC.
Dalam perdagangan jahe dijual
dalam bentuk segar, kering, jahe Media Tanam
bubuk dan awetan jahe.
Disamping itu terdapat hasil Tanaman jahe paling cocok
olahan jahe seperti: minyak astiri ditanam pada tanah yang subur,
dan koresin yang diperoleh gembur dan banyak
dengan cara penyulingan yang mengandung humus.
berguna sebagai bahan Tekstur tanah yang baik adalah
pencampur dalam minuman lempung berpasir, liat berpasir
beralkohol, es krim, campuran dan tanah laterik
sosis dan lain-lain.
Tanaman jahe dapat tumbuh
Adapun manfaat secara pada keasaman tanah (pH)
pharmakologi antara lain adalah sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman
sebagai karminatif, anti muntah, tanah (pH) optimum untuk jahe
pereda kejang, anti pengerasan gajah adalah 6,8-7,0.
pembuluh darah, peluruh 5.3.
keringat, anti inflamasi, anti
mikroba dan parasit, anti piretik, Ketinggian Tempat
anti rematik, serta merangsang
pengeluaran getah lambung dan Jahe tumbuh baik di daerah
getah empedu. tropis dan subtropis dengan
ketinggian 0 - 2.000 m dpl.
e. Syarat Tumbuh Di Indonesia pada umumnya
ditanam pada ketinggian 200 -
Iklim 600 m dpl.

Tanaman jahe membutuhkan f. Pedoman Budidaya


curah hujan relatif tinggi, yaitu
antara 2.500-4.000 mm/tahun. Pembibitan

Pada umur 2,5 sampai 7 bulan Persyaratan Bibit


atau lebih tanaman jahe
memerlukan sinar matahari. Bibit berkualitas adalah bibit
Dengan kata lain penanaman yang memenuhi syarat mutu
jahe dilakukan di tempat yang genetik, mutu fisiologik
terbuka sehingga mendapat (persentase tumbuh yang tinggi),
sinar matahari sepanjang hari. dan mutu fisik. Yang dimaksud
dengan mutu fisik adalah bibit
yang bebas hama dan penyakit.

261
Oleh karena itu kriteria yang tumbuh sekitar 1 menit
harus dipenuhi antara lain: kemudian keringkan.

- Bahan bibit diambil Setelah itu dimasukkan kedalam


langsung dari kebun peti kayu. Lakukan cara
(bukan dari pasar) penyemaian dengan peti kayu
sebagai berikut: pada bagian
dasar peti kayu diletakkan bakal
- Dipilih bahan bibit dari bibit selapis, kemudian di
tanaman yang sudah tua atasnya diberi abu gosok atau
(berumur 9-10 bulan). sekam padi, demikian
seterusnya sehingga yang paling
- Dipilih pula dari tanaman atas adalah abu gosok atau
yang sehat dan kulit sekam padi tersebut. Setelah 2-4
rimpang tidak terluka minggu lagi, bibit jahe tersebut
atau lecet. sudah disemai.

Teknik Penyemaian Bibit Penyemaian pada bedengan

Untuk pertumbuhan tanaman Buat rumah penyemaian


yang serentak atau seragam, sederhana ukuran 10 x 8 m
bibit jangan langsung ditanam untuk menanam bibit 1 ton
sebaiknya terlebih dahulu (kebutuhan jahe gajah seluas 1
dikecambahkan. ha). Di dalam rumah
penyemaian tersebut dibuat
Penyemaian bibit dapat bedengan dari tumpukan jerami
dilakukan dengan peti kayu atau setebal 10 cm.
dengan bedengan.
Rimpang bakal bibit disusun
Penyemaian pada peti kayu pada bedengan jerami lalu
ditutup jerami, dan di atasnya
Rimpang jahe yang baru diberi rimpang lalu diberi jerami
dipanen dijemur sementara pula, demikian seterusnya,
(tidak sampai kering), kemudian sehingga didapatkan 4 susunan
disimpan sekitar 1-1,5 bulan. lapis rimpang dengan bagian
Patahkan rimpang tersebut atas berupa jerami.
dengan tangan dimana setiap
potongan memiliki 3-5 mata Perawatan bibit
tunas dan dijemur ulang 1/2-1
hari. Perawatan bibitpada bedengan
dapat dilakukan dengan
Selanjutnya potongan bakal bibit penyiraman setiap hari dan
tersebut dikemas ke dalam sesekali disemprot dengan
karung beranyaman jarang, lalu fungisida.
dicelupkan dalam larutan
fungisida dan zat pengatur

262
Setelah 2 minggu, biasanya Setelah itu tanah dibiarkan 2-4
rimpang sudah bertunas. Bila minggu agar gas-gas beracun
bibit bertunas dipilih agar tidak menguap serta bibit penyakit
terbawa bibit berkualitas rendah. dan hama akan mati terkena
Bibit hasil seleksi itu dipatah- sinar matahari.
patahkan dengan tangan dan
setiap potongan memiliki 3-5 Apabila pada pengolahan tanah
mata tunas dan beratnya 40-60 pertama dirasakan belum juga
gram. gembur, maka dapat dilakukan
pengolahan tanah yang kedua
Penyiapan Bibit sekitar 2-3 minggu sebelum
tanam dan sekaligus diberikan
Sebelum ditanam, bibit harus pupuk kandang dengan dosis
dibebaskan dari ancaman 1.500-2.500 kg.
penyakit dengan cara bibit
tersebut dimasukkan ke dalam Pembentukan Bedengan
karung dan dicelupkan ke dalam
larutan fungisida sekitar 8 jam. Pada daerah-daerah yang
Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, kondisi air tanahnya jelek dan
barulah ditanam. sekaligus untuk encegah
terjadinya genangan air,
Pengolahan Media Tanam sebaiknya tanah diolah menjadi
Persiapan Lahan bedengan-bedengan engan
ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-
Untuk mendapatkan hasil panen 100 cm, sedangkan anjangnya
yang optimal harus diperhatikan disesuaikan dengan kondisi
syaratsyarat tumbuh yang lahan.
dibutuhkan tanaman jahe. Bila
keasaman tanah yang ada tidak Pengapuran
sesuai dengan keasaman tanah
yang dibutuhkan tanaman jahe, Pada tanah dengan pH rendah,
maka harus ditambah atau sebagian besar unsur-unsur
dikurangi keasaman dengan hara didalamnya, Terutama
kapur. fosfor (p) dan calcium (Ca)
dalam keadaan tidak tersedia
atau sulit diserap.
Pembukaan Lahan
Kondisi tanah yang masam ini
Pengolahan tanah diawali dapat menjadi media
dengan dibajak sedalam kurang perkembangan beberapa
lebih dari 30 cm dengan tujuan cendawan penyebab penyakit
untuk mendapatkan kondisi fusarium sp dan pythium sp.
tanah yang gembur atau remah
dan membersihkan tanaman Pengapuran juga berfungsi
pengganggu. menambah unsur kalium yang
sangat diperlukan tanaman

263
untuk mengeraskan bagian Penanaman jahe secara
tanaman yang berkayu, tumpangsari dengan tanaman
merangsang pembentukan bulu- lain mempunyai keuntungan-
bulu akar, mempertebal dinding keuntungan sebagai berikut :
sel buah dan merangsang
pembentukan biji. - Mengurangi kerugian
yang disebabkan naik
Adapun dosis kapur yang turunnya harga.
dibutuhkan berdasarkan tingkat
kemasaman tanahnya adalah - Menekan biaya kerja,
sebagai berikut: seperti: tenaga kerja
pemeliharaan tanaman.
- Derajat keasaman < 4 - Meningkatkan
(paling asam): kebutuhan produktivitas lahan.
dolomit > 10 ton/ha.
- Memperbaiki sifat fisik
- Derajat keasaman 5 dan mengawetkan tanah
(asam): kebutuhan akibat rendahnya
dolomit 5.5 ton/ha. pertumbuhan gulma
(tanaman pengganggu).
- Derajat keasaman 6
(agak asam): kebutuhan Praktek di lapangan, ada jahe
dolomit 0.8 ton/ha. yang ditumpangsarikan dengan
6.3. sayursayuran, seperti ketimun,
bawang merah, cabe rawit,
Teknik Penanaman dan buncis dan lain-lain. Ada juga
Pemeliharaan Tanaman yang ditumpangsarikan dengan
palawija, seperti jagung, kacang
Penentuan Pola Tanaman tanah dan beberapa kacang-
kacangan lainnya.
Pembudidayaan jahe secara
monokultur pada suatu daerah Pembuatan Lubang Tanam
tertentu memang dinilai cukup
rasional, karena mampu Untuk menghindari pertumbuhan
memberikan produksi dan jahe yang jelek, karena kondisi
produksi tinggi. air tanah yang buruk, maka
sebaiknya tanah diolah menjadi
Namun di daerah, bedengan-bedengan.
pembudidayaan tanaman jahe Selanjutnya buat lubang-lubang
secara monokultur kurang dapat kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm
diterima karena selalu untuk menanam bibit.
menimbulkan kerugian.
Cara Penanaman

Cara penanaman dilakukan


dengan cara melekatkan bibit

264
rimpang secara rebah ke dalam Pembubunan
lubang tanam atau alur yang
sudah disiapkan. Tanaman jahe memerlukan
tanah yang peredaran udara dan
Periode Tanam air dapat berjalan dengan baik,
maka tanah harus digemburkan.
Penanaman jahe sebaiknya
dilakukan pada awal musim Disamping itu tujuan
hujan sekitar bulan September pembubunan untuk menimbun
dan Oktober. Hal ini rimpang jahe yang kadang-
dimungkinkan karena tanaman kadang muncul ke atas
muda akan membutuhkan air permukaan tanah.
cukup banyak untuk
pertumbuhannya. Apabila tanaman jahe masih
muda, cukup tanah dicangkul
Pemeliharaan Tanaman tipis di sekeliling rumpun dengan
jarak kurang lebih 30 cm. Pada
Penyulaman bulan berikutnya dapat
diperdalam dan diperlebar setiap
Sekitar 2-3 minggu setelah kali pembubunan akan
tanam, hendaknya diadakan berbentuk gubidan dan sekaligus
untuk melihat rimpang yang terbentuk sistem pengairan yang
mati. Bila demikian harus segera berfungsi untuk menyalurkan
dilaksanakan penyulaman gar kelebihan air.
pertumbuhan bibit sulaman itu
tidak jauh tertinggal dengan Pertama kali dilakukan
tanaman lain, maka sebaiknya pembumbunan pada waktu
dipilih bibit rimpang yang baik tanaman jahe berbentuk rumpun
serta pemeliharaan yang benar. yang terdiri atas 3-4 batang
semu, umumnya pembubunan
Penyiangan dilakukan 2-3 kali selama umur
tanaman jahe.
Penyiangan pertama dilakukan
ketika tanaman jahe berumur 2-4 Namun tergantung kepada
minggu kemudian dilanjutkan 3-6 kondisi tanah dan banyaknya
minggu sekali. Tergantung pada hujan.
kondisi tanaman pengganggu
yang tumbuh. Namun setelah
jahe berumur 6-7 bulan, Pemupukan
sebaiknya tidak perlu dilakukan
penyiangan lagi, sebab pada Pemupukan Organik
umur tersebut rimpangnya mulai
besar. Pada pertanian organik yang
tidak menggunakan bahan kimia
termasuk pupuk buatan dan
obat-obatan, maka pemupukan

265
secara organik yaitu dengan ton/ha. Pemupukan tahap kedua
menggunakan pupuk kompos digunakan pupuk kandang dan
organik atau pupuk kandang pupuk buatan (urea 20
dilakukan lebih sering gram/pohon; TSP 10
dibandingkan dengan kalau kita gram/pohon; dan ZK 10
menggunakan pupuk buatan. gram/pohon), serta K2O (112
kg/ha) pada tanaman yang
Adapun pemberian pupuk berumur 4 bulan.
kompos organik ini dilakukan
pada awal pertanaman pada Pemupukan juga dilakukan
saat pembuatan guludan dengan pupuk nitrogen (60
sebagai pupuk dasar sebanyak kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan
60 – 80 ton per hektar yang K2O (75 kg/ha). Pupuk P
ditebar dan dicampur tanah diberikan pada awal tanam,
olahan. pupuk N dan K diberikan pada
Untuk menghemat pemakaian awal tanam (1/3 dosis) dan
pupuk kompos dapat juga sisanya (2/3 dosis) diberikan
dilakukan dengan jalan mengisi pada saat tanaman berumur 2
tiap-tiap lobang tanam di awal bulan dan 4 bulan.
pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg
per tanaman. Pupuk diberikan dengan
ditebarkan secara merata di
Pupuk sisipan selanjutnya sekitar tanaman atau dalam
dilakukan pada umur 2 – 3 bentuk alur dan ditanam di sela-
bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 sela tanaman.
bulan.
Pengairan dan Penyiraman
Adapun dosis pupuk sisipan
sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Tanaman Jahe tidak
memerlukan air yang terlalu
Pemberian pupuk kompos ini banyak untuk pertumbuhannya,
biasanya dilakukan setelah akan tetapi pada awal masa
kegiatan penyiangan dan tanam diusahakan penanaman
bersamaan dengan kegiatan pada awal musim hujan sekitar
pembubunan. bulan September.

Pemupukan Konvensional Waktu Penyemprotan Pestisida

Selain pupuk dasar (pada awal Penyemprotan pestisida


penanaman), tanaman jahe sebaiknya dilakukan mulai dari
perlu diberi pupuk susulan kedua saat penyimpanan bibit yang
(pada saat tanaman berumur 2-4 untuk disemai dan pada saat
bulan). pemeliharaan. Penyemprotan
pestisida pada fase
Pupuk dasar yang digunakan pemeliharaan biasanya
adalah pupuk organik 15-20 dicampur dengan pupuk organik

266
cair atau vitamin-vitamin yang yang terlalu lembab.
mendorong pertumbuhan jahe.
Pengendalian:
Hama dan penyakit
Jaminan kesehatan bibit jahe;
Hama - karantina tanaman jahe
yang terkena penyakit;
Hama yang dijumpai pada - pengendalian dengan
tanaman jahe adalah: pengolahan tanah yang
1. Kepik, menyerang daun baik;
tanaman hingga - pengendalian fungisida
berlubang-lubang. dithane M-45 (0,25%),
2. Ulat penggesek akar, Bavistin (0,25%)
menyerang akar
tanaman jahe hingga Penyakit busuk rimpang
menyebabkan tanaman
jahe menjadi kering dan Penyakit ini dapat masuk ke bibit
mati. rimpang jahe melalui lukanya. Ia
3. Kumbang. akan tumbuh dengan baik pada
suhu udara 20-25 derajat C dan
Penyakit terus berkembang akhirnya
menyebabkan rimpang menjadi
Penyakit layu bakeri busuk.

Gejala: Gejala :

Mula-mula helaian daun bagian Daun bagian bawah yang


bawah melipat dan menggulung berubah menjadi kuning lalu layu
kemudian terjadi perubahan dan akhirnya tanaman mati.
warna dari hijau menjadi kuning
dan mengering. Kemudian tunas Pengendalian:
batang menjadi busuk dan - penggunaan bibit yang
akhirnya tanaman mati rebah. sehat;
Bila diperhatikan, rimpang yang - penerapan pola tanam
sakit itu berwarna gelap dan yang baik;
sedikit membusuk, kalau - penggunaan fungisida.
rimpang dipotong akan keluar
lendir berwarna putih susu
sampai kecoklatan. Penyakit bercak daun

Penyakit ini menyerang tanaman Penyakit ini dapat menular


jahe pada umur 3-4 bulan dan dengan bantuan angin, akan
yang paling berpengaruh adalah masuk melalui luka maupun
faktor suhu udara yang dingin, tanpa luka.
genangan air dan kondisi tanah

267
yang sehat yaitu memilih
Gejala: bibit unggul yang sehat
bebas dari hama dan
Pada daun yang bercak-bercak penyakit serta tahan
berukuran 3-5 mm, selanjutnya terhadap serangan hama
bercakbercak itu berwarna abu- dari sejak awal
abu dan ditengahnya terdapat pertanaman.
bintik-bintik berwarna hitam,
sedangkan pinggirnya busuk - Memanfaatkan
basah. Tanaman yang terserang semaksimal mungkin
bisa mati. musuh-musuh alami.

Pengendalian : - Menggunakan varietas-


varietas unggul yang
Tindakan pencegahan maupun tahan terhadap serangan
penyemprotan penyakit bercak hama dan penyakit.
daun sama halnya dengan cara-
cara yang dijelaskan di atas. - Menggunakan
pengendalian
Gulma fisik/mekanik yaitu
dengan tenaga manusia.
Gulma potensial pada
pertanaman temu lawak adalah - Menggunakan teknik-
gulma kebun antara lain adalah teknik budidaya yang
rumput teki, alang-alang, baik misalnya budidaya
ageratum, dan gulma berdaun tumpang sari dengan
lebar lainnya. pemilihan tanaman yang
saling menunjang, serta
Pengendalian hama/penyakit rotasi tanaman pada
secara organik setiap masa tanamnya
Dalam pertanian organik yang untuk memutuskan siklus
tidak menggunakan bahan- penyebaran hama dan
bahan kimia berbahaya penyakit potensial.
melainkan dengan bahan-bahan
yang ramah lingkungan biasanya
dilakukan secara terpadu sejak - Penggunaan pestisida,
awal pertanaman untuk insektisida, herbisida
menghindari serangan hama dan alami yang ramah
penyakit tersebut yang dikenal lingkungan dan tidak
dengan PHT (Pengendalian menimbulkan residu
Hama toksik baik pada bahan
Terpadu) yang komponennya tanaman yang dipanen
adalah sbb: ma maupun pada tanah.

- Mengusahakan Disamping itu penggunaan


pertumbuhan tanaman bahan ini hanya dalam keadaan

268
darurat berdasarkan aras bekerjanya cukup
kerusakan ekonomi yang selektif. Aplikasi racun ini
diperoleh dari hasil pengamatan. terutama pada serangga
penghisap seperti wereng
Beberapa tanaman yang dapat dan serangga pengunyah
dimanfaatkan sebagai pestisida seperti hama penggulung
nabati dan digunakan dalam daun (Cnaphalocrocis
pengendalian hama antara lain medinalis). Bahan ini juga
adalah: efektif untuk
menanggulangi serangan
- Tembakau (Nicotiana virus RSV, GSV dan
tabacum) yang Tungro.
mengandung nikotin
untuk insektisida kontak - Bengkuang (Pachyrrhizus
sebagai fumigan atau erosus) yang bijinya
racun perut. Aplikasi mengandung rotenoid
untuk serangga kecil yaitu pakhirizida yang
misalnya Aphids dapat digunakan sebagai
insektisida dan larvasida.
- Piretrum
(Chrysanthemum - Jeringau (Acorus
cinerariaefolium) yang calamus) yang
mengandung piretrin rimpangnya mengandung
yang dapat digunakan komponen utama asaron
sebagai insektisida dan biasanya digunakan
sistemik yang menyerang untuk racun serangga
urat syaraf pusat yang dan pembasmi
aplikasinya dengan cendawan, serta hama
semprotan. Aplikasi pada gudang Callosobrocus.
serangga seperti lalat
rumah, nyamuk, kutu,
hama gudang, dan lalat Panen dan Pascapanen
buah.
Panen
- Tuba (Derris elliptica dan
Derris malaccensis) yang Ciri dan Umur Panen
mengandung rotenone
untuk insektisida kontak Pemanenan dilakukan
yang diformulasikan tergantung dari penggunaan
dalam bentuk hembusan jahe itu sendiri.
dan semprotan.
Bila kebutuhan untuk bumbu
- Neem tree atau mimba penyedap masakan, maka
(Azadirachta indica) yang tanaman jahe sudah bisa
mengandung ditanam pada umur kurang lebih
azadirachtin yang 4 bulan dengan cara

269
mematahkan sebagian rimpang apabila tidak sempat dipanen
dan sisanya dibiarkan sampai pada musim kemarau tahun
tua. pertama ini sebaiknya dilakukan
pada musim kemarau tahun
Apabila jahe untuk dipasarkan berikutnya.
maka jahe dipanen setelah
cukup tua. Umur tanaman jahe Pemanenan pada musim hujan
yang sudah bisa dipanen antara menyebabkan rusaknya rimpang
10-12 bulan, dengan ciri-ciri dan menurunkan kualitas
warna daun berubah dari hijau rimpang sehubungan dengan
menjadi kuning dan batang rendahnya bahan aktif karena
semua mengering. Misal lebih banyak kadar airnya.
tanaman jahe gajah akan
mengering pada umur 8 bulan
dan akan berlangsung selama Perkiraan Hasil Panen
15 hari atau lebih.
Produksi rimpang segar untuk
klon jahe gajah berkisar antara
Cara Panen 15-25 ton/hektar, sedangkan
untuk klon jahe emprit atau jahe
Cara panen yang baik, tanah sunti berkisar antara 10-15
dibongkar dengan hati-hati ton/hektar.
menggunakan alat garpu atau
cangkul, diusahakan jangan Pascapanen
sampai rimpang jahe terluka.
Selanjutnya tanah dan kotoran Penyortiran Basah dan
lainnya yang menempel pada Pencucian
rimpang dibersihkan dan bila
perlu dicuci. Sesudah itu jahe Sortasi pada bahan segar
dijemur di atas papan atau daun dilakukan untuk memisahkan
pisang kira-kira selama 1 rimpang dari kotoran berupa
minggu. Tempat penyimpanan tanah, sisa tanaman, dan gulma.
harus terbuka, tidak lembab dan
penumpukannya jangan terlalu Setelah selesai, timbang jumlah
tinggi melainkan agak disebar. bahan hasil penyortiran dan
tempatkan dalam wadah plastik
Periode Panen untuk pencucian.

Waktu panen sebaiknya Pencucian dilakukan dengan air


dilakukan sebelum musim hujan, bersih, jika perlu disemprot
yaitu diantara bulan Juni – dengan air bertekanan tinggi.
Agustus. Amati air bilasannya dan jika
masih terlihat kotor lakukan
Saat panen biasanya ditandai pembilasan sekali atau dua kali
dengan mengeringnya bagian lagi.
atas tanah. Namun demikian

270
Hindari pencucian yang terlalu pengering, pastikan rimpang
lama agar kualitas dan senyawa tidak saling
aktif yang terkandung didalam menumpuk.
tidak larut dalam air.
Selama pengeringan harus
Pemakaian air sungai harus dibolak-balik kira-kira setiap 4
dihindari karena dikhawatirkan jam sekali agar pengeringan
telah tercemar kotoran dan merata. Lindungi rimpang
banyak mengandung tersebut dari air, udara yang
bakteri/penyakit. lembab dan dari bahan-bahan
disekitarnya yang bisa
mengkontaminasi. Pengeringan
Setelah pencucian selesai, di dalam oven dilakukan pada
tiriskan dalam tray/wadah yang suhu 50oC - 60oC.
belubang-lubang agar sisa air
cucian yang tertinggal dapat Rimpang yang
dipisahkan, setelah itu akan dikeringkan ditaruh di atas
tempatkan dalam wadah tray oven dan pastikan bahwa
plastik/ember. rimpang tidak saling menumpuk.
Setelah pengeringan, timbang
Perajangan jumlah rimpang yang dihasilkan

Jika perlu proses perajangan, Penyortiran Kering


lakukan dengan pisau stainless
steel dan alasi bahan yang akan Selanjutnya lakukan sortasi
dirajang dengan talenan. kering pada bahan yang telah
Perajangan rimpang dilakukan dikeringkan dengan cara
melintang dengan ketebalan memisahkan bahan-bahan dari
kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah benda-benda asing seperti
perajangan, timbang hasilnya kerikil, tanah atau kotoran-
dan taruh dalam wadah kotoran lain. Timbang jumlah
plastik/ember. Perajangan dapat rimpang hasil penyortiran ini
dilakukan secara manual atau (untuk menghitung
dengan mesin pemotong. rendemennya).

Pengeringan Pengemasan

Pengeringan dapat dilakukan Setelah bersih, rimpang yang


dengan 2 cara, yaitu dengan kering dikumpulkan dalam
sinar matahari atau alat wadah kantong plastik atau
pemanas/oven. pengeringan karung yang bersih dan kedap
rimpang dilakukan selama 3 - 5 udara (belum pernah dipakai
hari, atau setelah kadar airnya sebelumnya).
dibawah 8%. pengeringan
dengan sinar matahari dilakukan Berikan label yang jelas pada
diatas tikar atau rangka wadah tersebut, yang

271
menjelaskan nama bahan,
bagian dari tanaman bahan itu,
nomor/kode produksi,
nama/alamat penghasil, berat
bersih dan metode
penyimpanannya.

Penyimpanan

Kondisi gudang harus dijaga


agar tidak lembab dan suhu
tidak melebihi 30oC dan gudang
harus memiliki ventilasi baik dan
lancar, tidak bocor, terhindar dari
kontaminasi bahan lain yang
menurunkan kualitas bahan
yang bersangkutan, memiliki
penerangan yang cukup (hindari
dari sinar matahari langsung),
serta bersih dan terbebas dari
hama gudan

272
9.6.7. TEKNIK BUDIDAYA Daun seledri juga banyak
SELEDRI mengandung apiin, di samping
substansi diuretik yang
a.Klasifikasi bermanfaat untuk menambah
jumlah air kencing.
Kingdom: Plantae
c. Deskripsi
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida Terna tegak, tahunan, tinggi 25-
Ordo: Apiales 100 cm. Batang bersegi dan
beralur membujur. Bunga
Famili: Apiaceae banyak, kecil-kecil, berwarna
Genus: Apium putih atau putih kehijauan.
Spesies: A. graveolens
Dapat dibudidayakan di mana-
mana dari dataran rendah
sampai dataran tinggi, menyukai
tempat yang lembab dan subur.
b.Komposisi :
Sering ditanam dalam pot.
Seledri mempunyai banyak
kandungan gizi antara lain, (per
100 gr):

a. kalori sebanyak 20 kalori,

b. protein 1 gram

c. lemak 0,1 gram

d. hidrat arang 4,6 gram

e. kalsium 50 mg

f. fosfor 40 mg

g. besi 1 mg

h. Vitamin A 130 SI Gambar 101. Seledri daun yang


ditanam dalam pot
i. Vitamin B1 0,03 mg

j. Vitamin C 11 mg Dan 63%


bagian dapat dimakan.

273
Ada tiga kelompok seledri yang d. Manfaat
dibudidayakan:
Daun-daunnya digunakan
x Seledri daun atau seledri sebagai penambah aroma/rasa
iris (A. graveolens pada masakan, juga sebagai
Kelompok secalinum) sayuran atau sebagai salad.
yang biasa diambil Selain itu, tanaman ini banyak
daunnya dan banyak mengandung vitamin A, C, dan
dipakai di masakan zat besi., dan berkhasiat sebagai
Indonesia. obat rematik.

x Seledri tangkai (A. e.Syarat Tumbuh


graveolens Kelompok
dulce) yang tangkai Seledri merupakan tanaman
daunnya membesar dan dataran tinggi yang dapat
beraroma segar, tumbuh baik pada kisaran suhu
biasanya dipakai sebagai 7-16° C. Tanah yang baik untuk
komponen salad. areal penanamannya adalah
yang subur dan gembur dengan
Seledri umbi (A. graveolens pH 5,5-6,8.
Kelompok rapaceum), yang
membentuk umbi di permukaan f.Pedoman Budidaya
tanah; biasanya digunakan
dalam sup, dibuat semur, atau Persemaian
schnitzel. Umbi ini kaya
provitamin A dan K Seledri dikembangbiakkan
dengan biji. Oleh karena itu,
untuk mendapat pertumbuhan
dan produksi yang baik, maka
harus ditunjang dengan benih
yang baik pula.

Beberapa jenis seledri seperti


parsley dan celery, bibitnya
umumnya didatangkan dari luar
negeri. Sebelum disemaikan,
sebaiknya biji seledri direndam
dalam air dengan suhu 50° C
selama 15 menit untuk
merangsang perkecambahan.

Benih-benih ini kemudian


ditaburkan pada alur-alur dalam
Gambar 102. Penampang
kotak atau bedeng persemaian.
tangkai daun dari
Jarak antaralur 2 cm dan
seledri tangkai dalamnya 1 cm. Alur lalu ditutup

274
setipis mungkin dengan tanah Hama dan Penyakit
agar mudah berkecambah. Hama

Pengolahan Tanah Hama yang sering menyerang


pertanaman seledri adalah
Pengolahan tanah dilakukan sebagai berikut.
sebelum tanaman di persemaian
dipindahkan ke lahan. Nematoda

Tanah dibajak atau dicangkul, Bagian tanaman yang diserang


diberi pupuk kandang sebanyak adalah akar sehingga tampak
15 ton/ha, digemburkan, serta berbintil-bintil besar atau kecil.
dibuat bedengan-bedengan. Keadaan ini akan mengganggu
Lebar bedengan lm dan aktivitas akar dalam penyerapan
panjangnya disesuaikan dengan air dan unsur-unsur hara yang
keadaan lahan. diperlukan tanaman. Serangan
yang berat pada saat tanaman
Bedengan-bedengan itu muda dapat menyebabkan
kemudian disiram dengan air tanaman tumbuh kerdil. Hama ini
secukupnya, lalu didiamkan dapat dikendalikan dengan
selama seminggu sehingga insektisida Curacron dengan
reaksi-reaksi di dalam tanah dosis 1,3 cc/liter air.
menjadi stabil.
Kutu Daun (Aphid)
Penanaman
Hama ini menimbulkan
Setelah berumur 2 minggu, bibit kerusakan pada daun. Daun
seledri sudah dapat dipindahkan muda yang terserang menjadi
ke bedengan yang telah kuning dan akhirnya mengering.
disiapkan. Jarak tanam yang Akibatnya, pertumbuhan
digunakan tergantung jenisnya, tanaman terhambat. Hama ini
tetapi umumnya digunakan jarak dapat diberantas dengan
tanam (40 x 40) cm. insektisida Basudin 60 EC
dengan dosis 2 cc/1 air.
Pemeliharaan
Penyakit
Pemupukan
Penyakit pada seledri berupa
Selain penggunaan pupuk bercak-bercak klorosis dan
kandang sebagai pupuk dasar, nekrosis yang bisa meluas pada
tanah juga perlu diberi pupuk daun dan tangkai daun. Pada
susulan berupa pupuk buatan, bagian yang mengalami nekrosis
yaitu urea 435 kg/ha, TSP 400 tampak bintik-bintik hitam.
kg/ha, dan KCl 300 kg/ha. Sedangkan pada tangkai daun
bercak cokelat tampak
memanjang. Penyakit ini

275
dinamakan late night yang
disebabkan oleh cendawan
Septoria sp.

Penyakit lain yang juga sering


menyerang adalah bakterial soft
rot yang disebabkan oleh
Erwinia carotovora. Penyakit ini
dapat dikendalikan dengan
penyemprotan Dhitane dengan
dosis 1,5 g/1 air.

Namun, jika tanaman telah


terserang, sebaiknya dicabut
dan dimusnahkan.

g.Panen dan Pasca Panen

Seledri mulai dapat dipanen


pada umur 6-8 minggu setelah
tanam.

Yang dipanen adalah daun yang


tidak terlalu tua dan tidak terlalu
muda.

Parsley dapat dipanen beberapa


kali hingga mencapai umur
maksimum 5 bulan, biasanya
satu tanaman dapat dipanen 6-
8.helai daun.

Sedangkan celery dipanen


dengan cara dipotong.

276
9.6.8. Teknik Budidaya Wortel dimakan mentah terasa renyah
dan agak manis.

b.Syarat Tumbuh

Wortel merupakan tanaman


subtropis yang memerlukan
suhu dingin (22-24° C), lembap,
dan cukup sinar matahari.

Di Indonesia kondisi seperti itu


biasanya terdapat di daerah
berketinggian antara 1.200-
1.500 m dpl.

Sekarang wortel sudah dapat


ditanam di daerah berketinggian
600 m dpl. Dianjurkan untuk
Family Apiaceae menanam wortel pada tanah
yang subur, gembur dan kaya
a.Deskripsi humus dengan pH antara 5,5-
6,5.
Sayuran ini sudah sangat
dikenal masyarakat Indonesia Tanah yang kurang subur masih
dan populer sebagai sumber vit. dapat ditanami wortel asalkan
A karena memiliki kadar dilakukan pemupukan intensif.
karotena (provitamin A). Kebanyakan tanah dataran tinggi
di Indonesia mempunyai pH
Selain itu, wortel juga rendah. Bila demikian, tanah
mengandung vit. B, vit. C, sedikit perlu dikapur, karena tanah yang
vit. G, serta zat-zat lain yang asam menghambat
bermanfaat bagi kesehatan perkembangan umbi.
manusia.
Pedoman Budidaya
Sosok tanamannya berupa
rumput dan menyimpan Pengolahan Tanah
cadangan makanannya di dalam
umbi. Tanah yang akan ditanami
wortel diolah sedalam 30-40 cm.
Mempunyai batang pendek, Tambahkan pupuk kandang
berakar tunggang yang bentuk sebanyak 1,5 kg/m2 agar tanah
dan fungsinya berubah menjadi cukup subur. Bila tanah
umbi bulat dan memanjang. termasuk miskin unsur hara
Umbi berwarna kuning kemerah- dapat ditambahkan pupuk urea
merahan, berkulit tipis, dan jika 100 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan
KCl 30 kg/ha.

277
Selanjutnya dibuatkan bedengan Jika tanaman telah tumbuh
selebar 1,5-2 m dan panjangnya (antara 10-14 hari), jerami atau
disesuaikan dengan lahan. daun pisang segera diangkat.
Tinggi bedengan di tanah kering
adalah 15 cm, sedangkan untuk Pemeliharaan
tanah yang terendam, tinggi
bedengan dapat lebih tinggi lagi. Penyiraman
Di antara bedengan perlu Setelah tanaman tumbuh segera
dibuatkan parit selebar sekitar dilakukan pemeliharaan.
25 cm untuk memudahkan Pemeliharaan pertama adalah
penanaman dan pemeliharaan penyiraman yang dapat
tanaman. dilakukan sekali sehari atau dua
kali sehari jika udara sangat
Penanaman kering.

Kebutuhan benih wortel adalah Cara pemberian air yang lain


15-20 g/10 m2 atau 15-20 kg/ha. ialah dengan jalan menggenangi
Benih wortel yang baik dapat parit di antara bedengan. Cara
dibeli di toko-toko tanaman atau seperti ini dapat dilakukan bila
membenihkan sendiri dari terdapat saluran drainase.
tanaman yang tua. J
Penjarangan
ika membeli, pilihlah benih yang
telah bersertifikat. Benih wortel Tanaman yang telah tumbuh
dapat langsung disebarkan harus segera diseleksi. Caranya
tanpa disemai dahulu. cabutlah tanaman yang lemah
atau kering, tinggalkan tanaman
Sebelumnya, benih direndam yang sehat dan kokoh. Tindakan
dalam air sekitar 12-24 jam ini sekaligus diikuti dengan
untuk membantu proses penjarangan yang berguna untuk
pertumbuhan. Kemudian, benih memberikan jarak dalam alur
dicampur dengan sedikit pasir, dan menjaga tercukupinya sinar
lalu digosok-gosokkan agar matahari sehingga tanaman
benih mudah disebar dan tidak tumbuh subur.
melekat satu sama lain. Benih
ditabur di sepanjang alur dalam Penjarangan menghasilkan alur
bedengan dengan bantuan alat yang rapi berjarak antara 5- 10
penugal, lalu benih ditutupi tanah cm.
tipis-tipis.
Pemupukan
Berikutnya, bedengan segera
ditutup dengan jerami atau daun Pemeliharaan selanjutnya
pisang untuk menjaga agar adalah pemupukan yang sudah
benih tidak hanyut oleh air. dapat dilakukan sejak tanaman
berumur dua minggu berupa 50
kg Urea/ha, disusul pemberian

278
kedua (1 atau 1,5 bulan kepompong. Umbi yang telah
kemudian) berupa urea terserang tidak dapat di perbaiki,
sebanyak SO kg/ha dan KCl 20 sebaiknya dicabut dan dibuang.
kg/ha.
Dosis dapat berubah sesuai Pencegahannya, saat tanaman
kondisi tanah dan rekomendasi wortel masih muda disiram
pemupukan yang ada. dengan larutan Polydo120 g
dicampur air sebanyak 100 liter.
Cara pemupukan adalah dengan Untuk lebih meyakinkan
menaburkan pupuk pada alur hasilnya, pemberian Polydol
sedalam 2 cm yang dibuat diulangi lagi 10 hari kemudian.
memanjang berjarak sekitar 5
cm dari alur tanaman. Ketika Semiaphis dauci
tanaman berumur satu bulan
perlu dilakukan penyiangan dan Serangan hama ini ditandai
pendangiran. Tujuannya agar dengan terhentinya
tanaman tidak terganggu oleh pertumbuhan, tanaman menjadi
gulma dan menjaga agar akar kerdil, daun-daun menjadi
tanaman tidak terkena sinar keriting, dan dapat
matahari secara langsung. menyebabkan kematian. Hama
ini umumnya menyerang
tanaman muda sehingga
Hama dan Penyakit menyebabkan kerugian besar.
Hama perusak ini adalah
Hama serangga berwarna abu-abu
Ada beberapa hama yang bernama Semiaphis dauci.
penting diketahui karena sering
menyerang tanaman wortel di Pemberantasan dan
Indonesia, di antaranya sebagai pengendaliannya dilakukan
berikut. dengan menyemprotkan Polydol
20 g dicampur air 100 liter. Atau
Manggot-manggot (Psila rosae) dapat pula menggunakan
Metasyttox 50 g dicampur air
Umbi wortel yang terserang 100 liter.
memperlihatkan gejala
kerusakan (berlubang dan Penyakit
membusuk) akibat gigitan pada
umbi. Penyakit tanaman wortel yang
dianggap penting antara lain
Penyebab kerusakan ini adalah sebagai berikut.
sejenis lalat wortel yang disebut
manggot-manggot (Psila rosae). Bercak daun cercospora
Periode aktif perusakan adalah
saat larva lalat ini memakan Penyakit ini ditandai dengan
umbi selama 5-7 minggu bercak-bercak bulat atau
sebelum berubah menjadi memanjang yang banyak

279
terdapat di pinggir daun dengan kedalaman sekitar 3
sehingga daun mengeriting mm. Jaringan yang busuk
karena bagian yang terserang berwarna hitam kehijauan
tidak sama pertumbuhannya sampai hitam kelam. Terkadang
dibanding bagian yang sehat. timbul pula kapang kehitaman
pada permukaan bagian yang
Penyebab penyakit ini adalah busuk. Penyebab penyakit ini
jamur Cercospora carotae adalah jamur Alternaria dauci
(Pass). yang semula disebut
Macrosporium carotae.
Penyebarannya dibantu oleh
angin. Bagian tanaman yang Pengendaliannya dengan
lebih dahulu terserang adalah pergiliran tanaman, sanitasi,
daun muda. Pengendaliannya penanaman benih yang sehat,
dengan menanam biji yang dan membersihkan tanaman
sehat, menjaga sanitasi, yang telah terserang (dicabut
tanaman yang telah terserang dan dipendam atau dibakar).
dicabut dan dipendam, serta Dapat juga digunakan fungisida,
pergiliran tanaman. misalnya Velimex 80 WP
sebanyak 2-2,5 g/1 dengan
volume semprot 400-800 1/ha.
Cara pengendalian yang lain
adalah dengan menyemprotkan Panen dan Pasca Panen
fungisida yang mengandung
zineb dan maneb, yaitu Velimex Wortel dapat dipanen setelah
80 WP sebanyak 2-2,5 g/1 100 hari tergantung dari
dengan volume semprot 400-800 jenisnya. Pemanenan tidak
1/ha. boleh terlambat karena umbi
akan semakin mengeras
Busuk hitam (hawar daun) (berkayu) sehingga tidak disukai
konsumen.
Gejala penyakit ini ditandai
dengan bercak-bercak kecil Cara pemanenan dilakukan
berwarna cokelat tua sampai dengan jalan mencabut umbi
hitam bertepi kuning pada daun. beserta akarnya. Untuk
Bercak dapat membesar dan memudahkan pencabutan
bersatu sehingga mematikan sebaiknya tanah digemburkan
daun-daun (menghitam). dahulu. Pemanenan sebaiknya
Tangkai daun yang terinfeksi dilakukan pagi hari agar dapat
menyebabkan terjadinya bercak segera dipasarkan.
memanjang berwarna seperti
karat. Gejala pada akar baru
tampak setelah umbi akar
disimpan. Pada akar timbul
bercak berbentuk bulat dan tidak
teratur, agak mengendap

280
9.7 BUDIDAYA TANAMAN Meskipun adanya susunan
BUAH-BUAHAN anatomi buah-buahan beraneka
ragam, generalisasi mengenai
a. PENDAHULUAN sifat-sifat fisik, tekstur dan
anatominya masih mungkin
Susunan morfologi buah-buahan dilakukan. Beberapa dari sifat-
tropika sangat beraneka ragam. sifat itu sangat khas untuk
Didalamnya termasuk 16 suku daerah tropis seperti Indonesia,
untuk buah-buahan. Meskipn seperti pada Tabel 12 berikut
pada hakekatnya hanya ada dua
tipe dasar buah-buahan
berdaging, yaitu buah buni dan
buah batu, namun dalam
susunan anatominya menjadi
lebih sulit, bila yang dihadapi
adalah buah majemuk.

b. Klasifikasi Buah-buahan

Perkembangan buah-buahan
berasal dari segregasi daun
daun buah yang terpisah-pisah
menjadi satu unit.

Tanaman buah-buahan dapat


diklasifikasikan atas beberapa
cara.

Berdasarkan botaninya tanaman


buah-buahan diklasifikasikan
atas dua kelompok yaitu
kelompok herba dan kelompok
tanaman berkayu.

Klasifikasi lainnya tanaman buah


adalah pembagian berdasarkan
tekstur buahnya yang terdiri dari
buah sukulen dan tidak sukulen.

Ada juga yang membagi


tanaman buah-buahan atas dua
kelompok yaitu buah berair dan
buah kering.

281
Tabel 15 Klasifikasi buah-buahan menurut kedudukan sistematik, tipe
dan pemanfaatan

Suku Buah Nama Tipe deskripsi


Ilmiah
Anacardi Jambe mete Anacardi Buah Buah kurung berkayu
aceae um occi keras terdapat pada tangkai yang
dentale membengkak
L.
Mangga Mangifer Buah Kulit luar seperti belulang,
a indica. batu kulit tengah tebal
L berda berdaging, kulit dalam
ging keras seperti batu dengan
membran tipis seperti
kertas di sebelah
dalamnya.
Annonac Srikaya Annona Buah Tiap penyusun berupa
eae squamo Ganda buah buni
sa L
Sirsat Annon Buah Besar, berdaging dengan
a Ganda kulit luar lunak berduri,
muric Buah ganda, tersusun atas
ata L sejumlah buah buni yang
tergabung menjadi satu
disertai daun-daun
pelindung dan sumbu
bunganya

Bromelia Nenas Ananas Buah Kumpulan buah buni


ceae comosus maje menjadi satu, buah
muk termasuk daun-daun
semu pelindung dan daun-daun
tenda bunganya.

Bombaca Durian Durio Buah Besar, kulit tebal, berduri


ceae zibethinu kotak keras, tajam. Pecah
sL sejati dengan membelah ruang

Carica Papaya Carica Buah Kulit luar tipis,


ceae papa buni d a g i n g b u a h t e bal
ya L dengan rongga besar
di tengah, berasal dari
bakal buah yang
menumpang.

282
Cucurbita Semangka Citrullus Buah Modifikasi buah buni
ceae vulgaris menti yang bera s a l dari
Schra mun bakal buah yang
d (pepo) t e n g ge l a m dengan
dinding daun buah yang
tebal berdaging, termasuk
sebagian jaringan dasar
buahnya.

Guttife Blewah, Cucumis Buah Kulit buah tebal namun


rae garbis melo L buni mudah dipecah, biji
Manggistan Garcinia dengan salut berdaging
mango yang rasanya manis
stana L.
Luura Alpukat Persea Buah Kulit luar agak tebal, kulit
ceae ameri buni
tengah tebal berdaging
cans
lunak dengan lapisan kulit
dalam tipis berbatasan
dengan kulit biji.

Melta Langsat Lansium Buah Kulit luar seperti belulang,


ceue domestic buni biji lunak berair
um Corr.
Sentul, Sandoric Buah Kulit luar bersatu dengan
kecapi um buni kulit tengah, biji dengan
koetja salut berdaging dan
berserabut

Mora Fig Ficus Buah Kulit luar dan tengah


ceae carica L semu menjadi satu dengan
Maje salut biji berserabut.
muk Buah berasal dari ibu
tangkai bungs yang mem-
bengkok dan berbentuk
periuk dengan biji-biji di
dalamnya.
Nangka Art ocar Buah Sangat besar, kulit luar
pus maje berduri, kulit tengah
Integra muk clan kulit dalam
L menjadi satu lapisan
tebal, berbau tajam, kaya
akan getah.

Musa Pisang Musa Buah Buah tersusun dalam


ceae paradisia buni tandan
ca L.var
sapien
tum

283
Myrta Duwet Syzigium Buah Buah berwarna ungu tua,
ceae jamblang buni berkelompok, dengan
cuminum kadar zat p e n y a m a k d a n
Skeels. a n t o s i a n y a n g tinggi.

Jambu biji Psidium Buah Kulit luar buah tidak


guajava buni n y a t a batasnya
L
Jambu kaget Eugenia Buah Buah berbentuk kcrucut
javanica. buni dengan kulit luar berpori
Lam
Passijlor Buah Kulit luar tebal,
Passiflor
aceue Buah negri, buni dengan tepi seperti
a edulis
markisah cangkang yang rapuh
Sims.

Ros Artie Fragraria Buah Kumpulan buah ,


aceae vesca L. semu terutama ter diri alas
ganda clasar bungs yang men-
jadi tebal berdaging,
dengan di b a g i a n l u a r
b a n y a k b u a h kurung
kecil-kecil

Rufaceae Jeruk manis Citrus Buah Modifikasi buah buni


sinensis jeruk dengan kulit dalam yang
Osb. tebal.

Sapindac Rambutan Nephe Buah Kulit buah seperti


eae buni belulang den g a n d u r i -
lium d u r i l u n a k , s a l u t buah
lappa- berair.
ceum L.
Sapola Kenitu, sawo Chrysop Buah Kulit dalam
ceae beludru buni b e r d a g i n g , b e r air, kaya
hyllum
akan getah.
cainito.L
Sawo Achras Buah Kulit tengah clan kulit
manila zapota buni dalam bersatu
L.

284
9.7.1. Teknik Budidaya Tumbuhan tropis ini memerlukan
Rambutan iklim lembab dengan curah hujan
tahunan paling sedikit 2000 mm.
a. Nama Lain Rambutan rambutan merupakan tanaman
dataran rendah hingga
- English: rambutan ketinggian 300-600 mdpl.
- Thai: ngoh, phruan
- Malaysian Aborigine: Biasanya tumbuhan ini tingginya
nert, gente antara 15-25 m, bercabang-
- Indonesia dan Malaysia: cabang, dan daunnya berwarna
rambutan hijau.
- Cambodia: saaw maaw
- Vietnam: chom chom, vai Buah bentuknya bulat lonjong,
tieu panjang 3-5 cm dengan duri
- Chinese (Cantonese): temple (rambut) lemas sampai
hooun mo daon; kaku.
(putonghua): shau tsz
- Kulit buah berwarna hijau, dan
Nama Ilmiah menjadi kuning atau merah
kalau sudah masak. Dinding
Species: Nephelium lappaceum buah tebal.
L. var. lappaceum
Biji berbentuk elips, terbungkus
Famili: Sapindaceae (Soapberry) daging buah berwarna putih
transparan yang dapat dimakan
dan banyak mengandung air.

Rasanya bervariasi dari masam


sampai manis. Kulit biji tipis
berkayu.

Umumnya rambutan berbunga


pada akhir musim kemarau dan
membentuk buah pada musim
hujan, sekitar November sampai
Februari.

Rambutan juga mempunyai


banyak jenis di antaranya
b. Mengenal Rambutan Ropiah, Si Macan, Si Nyonya,
Lebak Bulus dan Binjei.
Rambutan (Nephelii lappacei) Perbanyakan melalui biji,
banyak ditanam sebagai pohon tempelan tunas, dan
buah, terkadang ditemukan mencangkok.
sebagai tumbuhan liar,terutama
di luar Jawa.

285
c. Jenis-jenis Rambutan kenyal, ngelotok dan
daging buahnya tebal,
Dari survey yang telah dilakukan dengan daya tahan dapat
terdapat 22 jenis rambutan baik mencapai 6 hari setelah
yang berasal dari galur murni dipetik.
maupun hasil okulasi atau
penggabungan dari dua jenis - Rambutan Aceh Lebak
dengan galur yang berbeda. bulus pohonnya tinggi
dan lebat buahnya
Ciri-ciri yang membedakan dengan hasil rata-rata
setiap jenis rambutan dilihat dari 160-170 ikat per pohon,
sifat buah (dari daging buah, kulit buah berwarna
kandungan air, bentuk, warna merah kuning, halus,
kulit, panjang rambut). rasanya segar manis-
asam banyak air dan
ngelotok daya simpan 4
hari setelah dipetik, buah
ini tahan dalam
pengangkutan.

- Rambutan Cimacan,
kurang lebat buahnya
dengan rata-rata hasil 90-
170 ikat perpohon, kulit
berwarna merah
kekuningan sampai
merah tua, rambut kasar
Gambar 103 Aneka jenis buah dan agak jarang, rasa
rambutan berdasarkan manis, sedikit berair
besar kecilnya biji tetapi kurang tahan
dalam pengangkutan.
Dari sejumlah jenis rambutan
diatas hanya beberapa varietas - Rambutan Binjai yang
rambutan yang digemari orang merupakan salah satu
dan dibudidayakan dengan rambutan yang terbaik di
memilih nilai ekonomis relatif Indonesia dengan buah
tinggi diantaranya: cukup besar, dengan kulit
berwarna merah darah
- Rambutan Rapiah buah sampai merah tua rambut
tidak terlalu lebat tetapi buah agak kasar dan
mutu buahnya tinggi, kulit jarang, rasanya manis
berwarna hijau-kuning- dengan asam sedikit,
merah tidak merata hasil buah tidak selebat
dengan beramut agak aceh lebak bulus tetapi
jarang, daging buah daging buahnya ngelotok.
manis dan agak kering,

286
- Rambutan Sinyonya, Rambutan ini ditanam untuk
jenis rambutan ini lebat diambil buahnya yang dapat
buahnya dan banyak dikonsumsi dalam bentuk segar
disukai terutama orang atau dibuat sirop.
Tionghoa, dengan batang
yang kuat cocok untuk Daging buahnya mengandung
diokulasi, warnakulit buah saponin yang dapat digunakan
merah tua sampai merah sebagai obat demam, tunas
anggur, dengan rambut muda digunakan untuk
halus dan rapat, rasa menghasilkan suatu warna hijau
buah manis asam, pada sutera
banyak berair, lembek
dan tidak ngelotok. e. Asal usul rambutan

d. Kandungan dan Manfaat Tanaman ini diduga berasal dari


Buah ini mengandung daerah tropis mungkin Malaysia
karbohidrat, protein, lemak, atau Indonesia, yang kemudian
fosfor, besi, kalsium dan vitamin menyebar sampai ke China
C. (Yunnan dan Hainan).

Kulit buah mengandung tanin Asal kata rambutan


dan saponin. Biji mengandung Istilah rambutan diperoleh dari
lemak dan polifenol. bahasa Melayu kata " rambut",
yang artinya mengurai. Buahnya
Daun mengandung tannin dan beranekabentuk ada yang bulat,
saponin. oval dengan warna yang
menarik seperti, merah, oranye,
Kulit batang mengandung merah muda, atau kuning.
tannin, saponin, flavonida, pectic
substance, dan zat besi. f. Status Produksi

Bagian tumbuhan ini juga dapat Pada tahun 1987/88 luar areal
digunakan sebagai obat. Yang pertanaman rambutan mencapai
dapat digunakan sebagai obat 71,150 hektar di Thailand
adalah kulit buah digunakan (dengan produksi 448,500 ton);
untuk mengatasi disentri dan 43,000 hektar lebih di Indonesia
demam, kulit kayu digunakan (dengan produksi 199,200 ton);
untuk mengatasi sariawan, daun 20,000 hektar di Malaysia (
digunakan untuk mengatasi dengan produksi 57,000 ton) dan
diare dan menghitamkan rambut, 500 hektar di Filipina.
akar digunakan untuk mengatasi
demam, dan biji digunakan untuk Umumnya rambutan masa
mengatasi kencing manis panennya pada bulan Februari
(diabetes mellitus). sampai September,dengan
panen rayanya (periode puncak)
antara bulan Mei dan Agustus.

287
Thailand telah mengekspor Iklim
rambutan segar dan rambutan
kalengan ke Asia dan Negara- Dalam budidaya rambutan angin
Negara Eropah. Pada tahun berperan dalam penyerbukan
1983 nilai ekspor buah ini sekitar bunga.
US$179,000 dibandingkan Intensitas curah hujan yang
dengan US$2,430,000 untuk dikehendaki oleh pohon
rambutan kalengan. rambutan berkisar antara 1.500-
2.500 mm/tahun dan merata
g. Komposisi buah rambutan sepanjang tahun

Kandungan 100 g daging Sinar matahari harus dapat


rambutan terdiri atas 82.1% air, mengenai seluruh areal
0.9% protein, 0.3% lemak, penanaman sejak dia
0.3%serat kasar, 2.8 g glukosa, terbitsampai tenggelam,
3.0 g fructose, 9.9 g sucrose, intensitas pancaran sinar
2.8 g serat, 0.05% asam malat, matahari erat kaitannya dengan
0.31% vitamin C, 0.5 mg niacin, suhu lingkungan. Tanaman
15 mg zat kapur, 0.1 per 2.5 mg rambutan akan dapat tumbuh
besi, 70 mg vitamin C, 0.01 mg berkembang serta berbuah
thiamine, 0.07 mg riboflavin, 140 dengan optimal pada suhu
mg kalium, 2 mg natrium dan 10 sekitar 250C yang diukur pada
mg magnesium. siang hari.

h. Syarat Tumbuh Kekurangan sinar matahari


dapat menyebabkan penurunan
Ekologi hasil atau kurang sempurna
(kempes).
Rambutan adalah suatu pohon
buah-buahan tropis yang Kelembaban udara yang
tumbuh baik pada kisaran suhu dikehendaki cenderung rendah
antara 22C ke 35C, dengan karena kebanyakan tumbuh di
curah hujan 2000 sampai 3000 dataran rendah dan sedang.
mm. Apabila udara mempunyai
kelembaban yang rendah, berarti
Tanaman ini tidak teradaptasi udara kering karena miskin uap
dengan suhu rendah, pada suhu air. Kondisi demikian cocok
4C tanaman ini menggugurkan untuk pertumbuhan tanaman
daun . Jenis tanah yang disukai rambutan.
adalah tanah liat dengan pH 5
sampai 6.5.

288
Media Tanam Teknik perbanyakan ini
dilakukan dengan menyemai
Rambutan dapat tumbuh baik terlebih dahulu benihnya yang
pada lahan yang subur dan merupakan sumber batang
gembur serta sedikit bawah, kemudian setelah 2
mengandung pasir, juga dapat bulan ditempelkan mata tunas.
tumbuh baik pada tanah yang
banyak mengandung bahan i. Pedoman Teknis Budidaya
organik ataui pada tanah yang
keadaan liat dan sedikit pasir. 1. Pembibitan

Pada dasarnya tingkat/derajat Persyaratan Benih


keasaman tanah (pH) tidak
terlalu jauh berbeda dengan Benih yang diambil biasanya
tanaman perkebunan lainnya di dipilih dari benih-benih yang
Indonesia yaitu antara 6-6,7 dan disukai oleh masyarakat
kalau kurang dari 5,5 perlu konsumen antara lain:
dilakukan pengapuran terlebih Rambutan Rapiah, Rambutan
dahulu. Aceh, Lebak bulus, Rambutan
Cimacan, Rambutan, Rambutan
Kandungan air dalam tanah Sinyonya.
idealnya yang diperlukan untuk
penanaman pohon rambutan Penyiapan Benih
antara 100-150 cm dari
permukaan tanah. Persiapan benih biji yang
dipergunakan sebagai pohon
Pada dasarnya tanaman pangkal setelah buah dikupas
rambutan tidak tergantung pada dan diambil bijinya dengan jalan
letak dan kondisi tanah, karena fermentasi biasa (ditahan
keadaan tanah dapat dibentuk selama 1-2hari) sesudah itu di
sesuai dengan tata cara angin-anginkan selama 24 jam
penanaman yang benar (sehari semalam) dan biji siap
(dibuatkan bedengan) sesuai disemaikan.
dengan petunjuk yang ada.
Disamping itu dapat pula
Ketinggian Tempat direndam dengan larutan asam
dengan perbandingan 1:2 dari
Rambutan dapat tumbuh subur air dan larutan asam yang terdiri
pada dataran rendah dengan dari asam chlorida (HCl)25%
ketinggian antara 30-500 m dpl. atau Asam Sulfat (H2S04) BJ =
1.84, caranya direndam selama
Pada ketinggian dibawah 30 m 15 menit kemudian dicuci
dpl rambutan dapat tumbuh dengan air tawar yang bersih
namun tidak begitu baik sebanyak 3 kali berulang dengan
hasilnya. air yang mengalir selama 10

289
menit dan dianginkan selama 24 - Untuk menambah
jam. kesuburan dapat diberi
pupuk hijau,
Untuk menghidari jamur biji kompos/pupuk kandang
dapat dibalur dengan larutan yang sudah matang.
Dithane 45, Attracol 70 WP atau
fungisida lainnya. Pemeliharaan

Teknik Penyemaian Benih Pembibitan/Penyemaian

Tempat penyemaian benih Setelah bibit berkecambah dan


dipilih lahan yang gembur dan telah berumur 1-1,5 bulan
mudah mendapat pengairan kecambah dipindah ke bedeng
serta mudah dikeringkan pembibitan.
disamping itu mudah diawasi.
Pada saat ini penyiraman cukup
Sebelum dilakukan penyemaian 1 kali tiap pagi hari dengan
terlebih dahulu dilakukan menggunakan "gembor" supaya
persiapan tempat persemaian merata dan tidak merusak
seperti: bedengan dan diusahakan air
dapat menembus sedalam 3-4
- Mencangkul tanah cm dari permukaan.
sedalam 20-30 cm sambil
dibersihkan dari rumput- Kemudian dilakukan
rumput, batu-batu dan pendangiran bedengan supaya
sisa pepohonan dan tetap gembur dan dilakukan
benda keras lainnya. setiap 2-3 minggu sekali, rumput
yang tumbuh disekitarnya
- Kemudian tanah supaya disiangi, hindarkan dari
dihaluskan sehingga serangan hama dan penyakit.
menjadi gembur dan
buatkan bedeng-bedeng Jika umur bibit telah berumur
yang berukuran 1-1,5 m kurang lebih 1 tahun setelah itu
lebar dan tinggi sekitar 30 dapat dilakukan pengokulasian
cm, panjang disesuaikan dengan sistem Fokkert yang
dengan luas sudah disempurnakan.
pekarangan/persawahan.
Letak bedengan Caranya adalah:
membujur dari Utara ke
Selatan, supaya - Daun-daun pada pohon
mendapatkan banyak induk dirontokkan.
sinar matahari.
- Kemudian siapkan
- Bagian atas bedeng tempat untuk
diberi atap pelindung penempelan mata kulit,

290
dengan menyayat kulit dipotong separuh serta
batang pohon induk keping yang menempel
dibiarkan sebab berfungsi
- Tempelkan mata pada sebagai cadangan
pohon induk, ikat dengan makanan sebelum dapat
tali rafia, biarkan sampai menerima makanan dari
mata kulit itu tumbuh tanah yang baru.
tunas
- Kemudian bibit ditanam
- Setelah tunas asli pada bedeng pembibitan
tumbuh dan sehat maka dengan jarak 30-40 cm
pohon induk yang telah dan ditutupi dengan atap
ditempel dipangkas, yang dipasang miring
kemudian rawat dengan lebih tinggi di Timur
penyiraman 2 kali sehari dengan harapan dapat
dan mendangir serta lebih banyak kena sinar
membersihkan rumput- mata hari pagi.
rumput yang ada disiangi,
kemudian dapat juga 3. Pengolahan Media Tanam
diberi pupuk urea 10
gram untuk tiap 1 m² - Persiapan
untuk 25 tanaman
rambutan. Pilihlah tanah yang subur,
hindari tanah yang terlampau
2. Pemindahan Bibit liat dan tidak memiliki sirkulasi
yang baik, hendaknya
Cara pemindahan bibit yang topografinya rata. Akan tetapi
telah berkecambah atau di pada daerah perbukitan (miring)
cangkok maupun diokulasi dapat jika tanahnya subur dapat
dengan cara sebagai berikut: digunakan dengan cara
membuat sengkedan (teras)
- mencungkil/membuka pada bagian yang curam.
plastik yang melekat
pada media penanaman Kemudian untuk
dengan cara hati-hati menggemburkan tanah perlu
jangan sampai akar dibajak atau cukup dicangkul
menjadi rusak. dengan kedalaman sekitar 30
cm secara merata.
- agar pertumbuhan akar
lebih banyak maka dalam - Pembukaan Lahan
penanaman kembali akar
tunggangnya dipotong Tanah yang akan dipergunakan
sedikit untuk kebun rambutan
dibebaskan dari tanaman
- Untuk menjaga pengganggu seperti semak-
penguapan maka daun semak dan rerumputan dibuang

291
dan benda-benda keras kemudian diberikan pupuk
disingkirkan kemudian tanah kandang sebanyak 25 kg
dibajak/dicangkul. (kurang lebih 1 blek) dan setelah
1 minggu lahan baru siap untuk
Bila bibit berasal dari cangkokan ditanami bibit rambutan yang
pengolahan tanah tidak perlu telah jadi.
terlalu dalam tetapi kalau dari
hasil okulasi perlu pengolahan 4.Teknik Penanaman
yang cukup dalam.
- Penentuan Pola Tanaman
Kemudian dibuatkan saluran air
selebar 1 meter dan kedalamnya Penyiapan pohon pangkal
disesuaikan dengan kedalaman sebaiknya melalui proses
air tanah. Hal ini berguna untuk perkecambahan kemudian
mengatasi sistem pembuangan ditanam dengan jarak 10 x 10
air yang kurang lancar. cm setelah berkecambah dan
berumur 1-1,5 bulan atau telah
Tanah yang kurus dan kurang tumbuh daun sebanyak 3 helai
humus atau tanah cukup liat maka bibit/zaeling dapat
diberikan pupuk organik. dipindahkan pada bedeng ke
dua dengan jarak 1-14 meter.
-Pengapuran Untuk menghindari sengatan
sinar matahari secara langsung
Pada dataran yang berasal dari dibuat atap yang berbentuk
tambak dan juga dataran yang miring lebih tinggi ke Timur
baru terbentuk tidak bisa dengan maksud supaya
ditanami, selain tanah masih mendapatkan sinar matahari
bersifat asam juga belum terlalu pagi hari secara penuh.
subur, setelah lobang-lobang itu
digali dengan ukuran Persiapan lahan
penanaman di pekarangan dan
dasarnya ditaburkan kapur Rambutan biasa ditanam di
sebanyak 0,5 liter untuk setiap pekarangan atau secara kebun.
lobang guna menetralkan pH Jarak tanam 10 - 14 m. Ukuran
tanah hingga mencapai 6-6,7 lobang 60 x 60 x 60 cm. Waktu
sebagai syarat tumbuhnya membuat lobang tanah galian
tanaman rambutan, setelah 1 bagian atas diangkat ke sebelah
minggu dari penaburan kapur kanan lobang, tanah galian
diberi pupuk kandang supaya bagian bawah ke sebelah kiri
tanah menjadi subur. lobang.

Pemupukan Pembuatan Lubang Tanaman

Setelah jangka waktu 1 minggu Pembuatan lubang pada


dari pemberian kapur pada bedeng-bedeng yang telah siap
lubang-lubang yang ditentukan untuk tempat penanaman bibit

292
rambutan yang sudah jadi dibuat dari daun nipah,
dilakukan setelah tanah diolah kelapa/tebu.
secara matang kemudian dibuat
lobang-lobang dengan ukuran 1 Sebaiknya penanaman
x 1 x 0,5 m yang sebaiknya telah dilakukan pada awal musim
dipersiapkan 3-4 pekan penghujan, agar kebutuhan air
sebelumnya dan pada waktu dapat dipenuhi secara alamiah.
penggalian tanah yang diatas
dan yang dibawah dipisahkan 5. Pemeliharaan Tanaman
yang nantinya dipergunakan
untuk penutup kembali lubang Penjarangan dan Penyulaman
yang telah diberi tanaman,
sedangkan jarak antar lubang Karena kondisi tanah telah
sekitar 12-14 m. gembur dan mudah tanaman lain
akan tumbuh kembali terutama
Cara Penanaman Gulma (tanaman pengganggu),
seperti rumput-rumputan dan
Setelah berlangsung selama 2 harus disiangi sampai radius 1-2
pekan lubang ditutup dengan m sekeliling tanaman rambutan.
susunan tanah seperti sedia kala
dan tanah yang bagian atas Apabila bibit tidak tumbuh
dikembalikan setelah dicampur dengan baik segera dilakukan
dengan 3 blek (1 blek kurang penggantian dengan bibit
lebih 20 liter) pupuk kandang cadangan.
yang sudah matang, dan kira-
kira 4 pekan dan tanah yang Perempalan Agar supaya
berada di lubang bekas galian tanaman rambutan
tersebut sudah mulai menurun mendapatkan tajuk yang rimbun,
baru rambutan ditanam dan tidak setelah tanaman berumur 2
perlu terlalu dalam secukupnya, tahun segera dilakukan
maksudnya batas antara akar perempelan/ pemangkasan pada
dan batang rambutan ujung cabang-cabangnya.
diusahakan setinggi permukaan
tanah yang ada disekelilingnya. Disamping untuk memperoleh
tajuk yang seimbang juga
Perawatan berguna memberi bentuk
tanaman, memperbanyak dan
Pada awal penanaman di kebun mengatur produksi agar
perlu diberi perlindungan yang tanaman tetap terpelihara.
rangkanya dibuat dari
bambu/bahan lain dengan Pemangkasan juga perlu
dipasang posisi agak tinggi dilakukan setelah masa panen
disebelah Timur, agar tanaman buah berakhir dengan harapan
mendapatkan lebih banyak sinar muncul tajuk-tajuk baru sebagai
matahari pagi dari pada sore tempat munculnya bunga baru
hari, dan untuk atapnya dapat

293
pada musim berikutnya dan hasil Pengairan dan Penyiraman
berikutnya dapat meningkat.
Selama dua minggu pertama
Pemupukan setelah bibit yang berasal dari
cangkokan/okulasi ditanam,
- Untuk menjaga agar penyiraman dilakukan sebanyak
kesuburan lahan tanaman dua kali sehari, pagi dan sore.
rambutan tetap stabil perlu
diberikan pupuk secara Dan minggu-minggu berikutnya
berkala dengan aturan: a) penyiraman dapat dikurangi
Pada tahun ke 2 setelah menjadi satu kali sehari.
penanaman bibit diberikan
pada setiap pohon dengan Apabila tanaman rambutan telah
campuran 30 kg pupuk tumbuh dan benar-benar kuat
kandang, 50 kg TSP, 100 frekuensi penyiraman bisa
gram Urea dan 20 germ ZK dikurangi lagi yang dapat
dengan cara ditaburkan dilakukan saat-saat diperlukan
disekeliling pohon/dengan saja.
jalan menggali disekeliling
pohon sedalam 30 cm Dan bila hujan turun terlalu lebat
selebar antara 40-50 cm, diusahakan agar sekeliling
kemudian masukkan tanaman tidak tegenang air
campuran tersebut dan dengan cara membuat lubang
tutup kembali dengan saluran untuk mengalirkan air.
tanah galian sebelumnya.
- Tahun berikutnya perlu Pembentukan bentuk pohon:
dosis pemupukan perlu
ditambah dengan Setelah tanaman berumur 2
komposisi 50 kg pupuk tahun ujung-ujung tanaman
kandang, 60 kg TSP, 150 dipotong.
gr Urea dan 250 gr ZK
dengan cara pemupukan Pemotongan dimaksudkan untuk
yang sama, apabila menguatkan cabang yang akan
menggunakan pupuk NPK dijadikan batang pokok.
maka perbandingannya
15:15:15 dengan ukuran Selanjutnya tunas tunas yang
diantara 75-125 kg untuk tumbuh tidak beraturan, tumbuh
setiap ha, dan bila ditabur ke dalam, harus dibuang.
dalam musim hujan dan
dengan komposisi 250-350 Pemangkasan juga dilakukan
kg apabila dilakukan saat sesudah pemanenan buah.
awal musim penghujan.

294
6) Pengendalian Hama menjadi kering, keriting
penyakit dan Gulma berwarna cokelat kuning.

Guna mencegah kemungkinan Penyakit


tumbuhnya penyakit/hama
karena kondisi cuaca/hewan- Penyakit tanaman rambutan
hewan perusak maka perlu disebabkan organisme semacam
dilakukan penyemprotan ganggang (Cjhephaleusos sp)
pestisida umumnya dilakukan yang diserang umumnya daun
antara 15-20 hari sebelum tua dan muncul pada musim
panen dan juga apabila hujan dengan ciri-ciri adanya
kelembaban udara terlalu tinggi bercak-bercak kecil dibagian
akan tumbuh cendawan, apabila atas daun disertai seratserat
musim penghujan mulai tiba halus berwarna jingga yang
perlu disemprot fungisida merupakan kumpulan sporanya.
beberapa kali selama musim
hujan pestisida dan insektisida Ganggang Chaphaleuros
Ganggang ini hidup bersimbiose
Hama pada Daun dengan lumut kerak (lichen) dan
dapat dijumpai pada daun dan
Hama tanaman rambutan batang rambutan, yang nampak
berupa serangga seperti semut, seperti panu sehingga ranting
kutu, kepik, kalong dan bajing yang diserang dapat mati.
serta hama lainya seperti,
keberadaan serangga ini Penyakit akar putih yang
dipengaruhi faktor lingkungan disebabkan oleh cendawan
baik lingkungan biotik maupun (jamur) Rigidoporus Lignosus
abiotik. Misal: ulat penggerek dengan tanda rizom berwarna
buah (Dichocricic punetiferalis) putih yang menempel pada akar
warna kecoklat-coklatan dengan dan apabila akar yang kena
ciri-ciri buah menjadi dikupas akan nampak warna
kering dan berwarna hitam. kecoklatan.

Ulat penggerek batang 7.3. Gulma


(Indrabela sp) membuat kulit
kayu dan mampu membuat Segala macam tumbuhan
lobang sepanjang 30 cm. pengganggu tanaman rambutan
yang berbentuk rerumputan
Ulat pemakan daun (Ploneta yang berada disekitar tanaman
diducta/ulat keket) memakan rambutan akan mengganggu
daun-daun terutama pada pertumbuhan dan
musim kemarau. perkembangan bibit rambutan
oleh sebab itu perlu dilakukan
Ulat Jengkal (Berta penyiangan secara rutin.
chrysolineate) pemakan daun
muda sehingga penggiran daun

295
6) Pemeliharaan Lain mendapatkan hasil yang
maksimal.
Untuk memacu munculnya
bunga rambutan diperlukan Setiap pohonnya dapat
larutan KNO 3 (Kalsium Nitrat) mencapai hasil minimal 0,10
yang akan mempercepat 10 hari kuintal, dan maksimal dapat
lebih awal dari pada tidak diberi mencapai 1,75 kuintal setiap
KNO 3 dan juga mempunyai pohonnya
keunggulan memperbanyak
"dompolan" bunga (tandan)
rambutan pada setiap stadium
(tahap perkembangan) serta
mempercepat pertumbuhan
buah rambutan.

7. Panen

Ciri dan Umur Panen

Buah rambutan yang telah


matang dapat diamati dengan
melihat ciri-ciri warna buah yang
disesuikan dengan jenis
rambutan yang ada juga dengan Gambar 104. Rambutan
mencium baunya serta yang mengkal (belum
terakhir dengan merasakan masak sempurna)
rambutan yang sudah masak
dibandingkan dengan rambutan
yang belum masak.

Dapat dipastikan bahwa


pemanenan dilakukan sekitar
bulan Nopember sampai
Februari, juga dapat dipengaruhi
musim kemarau atau musim
penghujan.

Prakiraan Produksi

Apabila penanganan dan


pemeliharaan semenjak
pembibitan hingga panen
dilakukan secara baik dan benar
serta memenuhi aturan yang ada Gambar 105. Rambutan masak
maka dapat diperkirakan

296
Cara Panen Dan dilakukan sesuai dengan
jenis rambutan, jangan dicampur
Cara pemanenan yang terbaik adukkan dengan jenis yang lain.
adalah dipetik beserta
tungkalnya yang sudah matang Penyimpanan
(hanya yang sudah masak)
sekaligus melakukan Penyimpanan yang terbaik untuk
pemangkasan pohon agar tidak mengawetkan buah rambutan
menjadi rusak. biasanya dilakukan
dengan jalan dibuat
Pemangkasan dilakukan asinan/manisan dan dimasukkan
sekaligus panen agar dapat dalam kaleng/botol atau dapat
bertunas kembali cepat berbuah juga dengan menggunakan
apabila pemetikan tidak kantong plastik.
terjangkau dapat dilakukan
dengan menggunakan galah Hal ini dapat menjaga kesterilan
untuk mengkait tangkai buah dan ketahanan serta lama
rambutan secara benar. penyimpanannya.

8. Pascapanen Pengemasan dan Pengangkutan

Pengumpulan Hasil jual dapat tinggi tidak


tergantung dari rasanya saja,
Setelah dilakukan pemanenan tetapi pada kenampakan dan
yang benar buah rambutan cara pengikatannya, apabila
harus diikat secara baik, akan dijual tidak jauh dari lokasi
biasanya dikumpulkan tidak jauh maka cukup diikat dan kemudian
dari lokasi pohon sehingga di angkut dengan
selesai pemanenan kendaraan/dimasukkan dalam
secara keseluruhan. karung.

Penyortiran dan Penggolongan Untuk pengiriman dengan jarak


yang agak jauh (antar pulau)
Tujuan penyortiran buah yang membutuhkan waktu
rambutan yang bagus agar hingga 2-3 hari lamanya
harga jualnya tinggi, biasanya perjalanan rambutan.
dipilih berdasarkan ukuran dan Caranya di pak dengan
mutunya, buah yang kecil tetapi menggunakan peti sebelum
baik mutunya dapat dicampur dipilih dan di pak sebaiknya
dengan buah yang besar dengan dicuci terlebih dahulu dengan air
sama mutunya, yang biasanya sabun dan dibilas kemudian
dijual dalam bentuk ikatan dan dikeringkan, setelah dipisah dari
perlu diingat bahwa dalam 1 tangkainya, apabila ada yang
ikatan diusahakan sama besar terkena jamur sebaiknya
dan sama baik mutunya. direndam dulu dengan larutan
soda 1,5% selama 3-5 menit

297
kemudian disikat dengan sikat
yang lunak.

Setelah itu disusun berderet


berbentuk sudut terhadap sisi
peti, yang sebelumnya dialasi
dengan lumut/ sabut kelapa,
setelah itu dilapisi dengan kertas
minyak.

Setelah penuh lapisan atas


dilapisi lagi dengan kertas
minyak dan dengan sabut kelapa
yang terakhir ditutup dengan
papan, sebaiknya kedua sisi
panjang dibentuk agak
gembung, biasanya penempatan
peti bagian yang pendek
ditempatkan dibawah didalam
perjalanan.

298
9.7.2. TEKNIK BUDIDAYA b. Syarat Tumbuh
JERUK
Iklim
a. Pendahuluan
Tanaman jeruk manis, juga jeruk
Jeruk merupakan komoditas lainnya, dapat ditanam di daerah
buah-buahan yang mempunyai anaara 400LS.
nilai ekonomi penting dan nilai
kesehatan yang berarti karena Namun, tanaman jeruk paling
mengandung nilai gizi yang banyak ditanam pada daerah 200
tinggi ( Vitamin C dan A ) . –400LU dan 200–400LS. Disekitar
Buah jeruk dapat dikonsumsi laut tengah, daerah 44 derajat
langsung sebagai buah segar LU, masih merupakan daerah
atau juice dan dapat pula diolah yang cocok untuk tanaman jeruk.
menjadi sirup.
Pada daerah subtropis, tanaman
jeruk ditanam di dataran rendah
sampai ketinggian 650 m dpl.

Sedangkan di daerah
khatulistiwa sampai ketinggian
2.000 m dpl.

Didaerah subtropis, produksi


jeruk lebih tinggi dari daerah
tropis. Hal ini kemungkinan
disebabkan oleh iklim yang
berbeda atau karena faktor-
faktor lain yang dilakukan lebih
insentif, seperti pemupukan,
Gambar 106 Kebun jeruk pengairan, pengendalian hama
Berastagi penyakit dan lain-lain.

Produktivitas jeruk rata-rata di Produksi jeruk di daerah


Indonesia masih rendah, sekitar subtropis bisa mencapai 36-40
16 t/ha/thn, sementara potensi ton per hektar, sedangkan di
hasil bisa lebih dari 25 t/tha/thn. daerah tropis hanya mencapai
13 – 22 ton per hektar.
Lagi pula ada indikasi bahwa
setelah berumur 7 tahun Temperatur
produktivitas jeruk cenderung
menurun. Kemunduran Aktivitas pertumbuhan jeruk
produktivitas diduga karena akan sangat kurang bila
kekurangan air, gangguan, temperatur kurang dari 13
perakaran karena kondisi tanah, derajat celcius tetapi masih bisa
hama, dan penyakit, dan lain-lain

299
bertahan pada temperatur lebih Sinar matahari sangat
dari 380C. dibutuhkan tanaman jeruk dalam
Temperatur optimal untuk proses pembentukan zat-zat
0
pertumbuhan jeruk 25 C dan organik dalam daun yang
300C. biasanya kita sebut fotosintesa
atau asimilasi karbon. Tanaman
Diatas dan dibawah temperatur memerlukan tenaga matahari
optimal, pertumbuhannya akan untuk pertumbuhan normal,
berkurang. Apabila temperatur perkembangan buah dan
diatas 380C atau dibawah 13 0C lainnya.
kemungkinan pertumbuhannya
akan terhenti. Namun, ada juga Intensitas sinar matahari
tanaman jeruk yang masih bisa ditentukan oleh sinar langsung
bertahan sampai temperatur dan sinar pantulan dari
500C atau sedikit dibawah 00C. sekitarnya.

Jumlah panas tidak merupakan


ukuran yang penting, kecuali Derajat intensitas sinar matahari
ditempat yang tinggi. Waktu tergantung pada:
yang diperlukan untuk pertum- - Letak geografis
buhan dan masaknya buah di - Ketinggian dari
daerah tropis lebih pendek bila permukaan laut
dibandingkan dengan di daerah - Ada atau tidak adanya
subtropis. awan,
- Lamanya penyinaran.
Kultivar yang berumur genjah
yang di daerah subtropis Sinar yang tersebar mempunyai
buahnya masak dalam waktu 8 peranan penting dalam
bulan, di daerah tropis menjadi 6 fotosintesa karena bekerjanya
bulan, sedangkan kultivar bisa lebih lama daripada sinar
berumur panjang di daerah langsung. Sinar yang tersebar
subtropis buahnya masak dalam dapat masuk ke dalam tajuk
waktu 11 bulan, di daerah tropis tanaman dari segala penjuru
menjadi 7 bulan. sehingga tersedia bagi semua
daun untuk fotosintesa.
Sinar Matahari
Bagian luar tajuk tanaman
Tanaman jeruk memerlukan mendapat sinar 5 – 14 kali lebih
sinar matahari yang penuh, bila banyak dibandingkan dengan
terlindung akan berkurang bagian dalam tajuk. Oleh karena
produktivitasnya. Penurunan itu, cabang dalam seringkali ada
produksi akibat kekurangan sinar yang mati atau mudah terserang
matahari ini bisa mencapai penyakit karena kekurangan
setengahnya dibandingkan sinar matahari.
dengan jeruk yang tidak
ternaungi.

300
Semakin tinggi suatu tempat, Tawangmangu yang tingginya
maka makin bertambah pula lebih dari 1.000 m.
intensitas sinar. Oleh karena itu
tanaman jeruk yang ditanam di Curah Hujan, Air, dan
daerah pegunungan akan Kelembaban
mempunyai aroma yang baik,
warna lebih cerah, dan lebih Air merupakan salah satu faktor
banyak mengandung gula bila yang sangat penting untuk
dibandingkan dengan tanaman pertumbuhan tanaman jeruk
yang ditanam pada ketinggian manis, pembentukan buah,
lebih rendah, untuk varietas fotosintesa, dan lain-lain.
yang sama.
Air juga sebagai komponen
Jeruk yang ditanam terlalu rapat semua jaringan tanaman.
maka cabangnya tumbuh Kandungan air pada daun dan
cenderung menuju ke atas. tunas sekitar 50-75%, pada buah
lebih kurang 85% dan pada akar
Bila jeruk terlalu rimbun, perlu kira-kira 60-85%.
dilakukan pemangkasan cabang
tanaman yang tak berguna. Air berfungsi untuk melarutkan
unsur hara dan membawanya ke
Di daerah tropis, lamanya seluruh tubuh tanaman dan
penyinaran setiap bulan boleh aktivitas kehidupan sel-sel dalam
dikatakan hampir sama, yaitu 12 semua jaringan tanaman.
jam, atau antara 11 dan 13 jam.
Kemungkinan, dengan adanya Bila tidak ada irigasi (pengairan)
perbedaan lamanya penyinaran, maka sumber air berasal dari
menyebabkan perbedaan curah hujan. Masa kering
kualitas kecepatan pertumbuhan menstimulasi terbentuknya
dan lain-lain. Lamanya panjang kuncup bunga, kemudian pada
hari dari fajar sampai senja, musim hujan akan berbunga dan
mungkin banyak pengaruhnya berbuah.
terhadap pembungaan.
Tanaman jeruk memerlukan
Didaerah subtropis, tanaman cukup air, kerperluan air yang
jeruk manis pada umumnya terbanyak yaitu pada waktu
ditanam didaerah yang lebih mulai berbunga, pembentukan
rendah. Sebagai contoh di dan pembesaran buah.
daerah California, jeruk ditanam
didaerah dengan ketinggian Pada kondisi kering kemudian
kurang dari 700 m, di Spanyol turun hujan, mengakibatkan
kurang dari 250 m, sedangkan di terjadinya fluktuasi suhu dan
Indonesia banyak ditanam di kelembaban udara, hal ini
daerah yang tinggi, misalnya di berakibat pada retaknya buah
Kabanjahe, Ngablak, jeruk.

301
Curah hujan yang baik untuk Tanah yang baik untuk tanaman
pertumbuhan jeruk adalah jeruk yaitu tanah yang berasal
sekitar 700 mm setiap tahun. dari endapan yang subur, cukup
Walaupun curah hujan 1.250 – dalam dan tidak mengandung
1.850 mm tetapi kalau turunya salinitas yang tinggi.
tidak merata, maka perlu ada
tambahan pengairan. Walaupun tanaman jeruk bisa
ditanam ditanah berat, tetapi
Curah hujan yang terlalu tinggi lebih baik bila ditanam di tanah
juga berakibat buruk pada jeruk ringan sampai sedang, yang
karena akan timbul penyakit aerasi (peredaran udara) cukup
(misalnya jamur upas), atau baik, gembur, cukup dalam, air
dapat merusak akar jeruk. bisa merembes, dan cukup
bahan organik.
Air yang cukup turut
mempengaruhi warna buah. Tanaman jeruk tidak mempunyai
banyak akar rambut atau boleh
Sedangkan di daerah yang dikatakan tidak mempunyai akar
kelembabannya tinggi, akan rambut. Oleh karena itu, tanah
menyebabkan buah tetap tempat tumbuhnya harus cukup
berwarna hijau walaupun sudah humus atau bahan organik.
masak.
Struktur fisik tanah sangat
Curah hujan yang ideal untuk penting untuk tanaman ini, tanah
tanaman jeruk berkisar antara harus bisa mengikat dan
1.000 - 2.000 mm, dan jeruk merembeskan air, jangan
menghendaki curah hujan yang sampai tanah tergenang..
merata sepanjang tahun.
Tanaman jeruk manis yang
Tanah ditanam pada tanah yang cukup
Tanaman jeruk manis dapat bahan organik sampai lapisan
ditanam diberbagai jenis tanah, dalam lebih dari 50 cm, akan
dari tanah pasir kasar sampai lebih cepat baik
tanah liat berat dan tidak pertumbuhannya.
menghendaki kondisi becek.
Tanaman jeruk sangat sensitif
Pada tanah yang tergenang air, bila tanah banyak mengandung
harus dilakukan pengeringan garam. Di Indonesia tanaman
melalui pembuatan saluran jeruk bisa hidup baik pada pH 5-
drainase atau menanamnya 6. Bila pH terlalu rendah, tanah
pada tanah yang ditinggikan. dapat ditambah kapur atau
dolomit (dolomit yaitu campuran
Drainase yang baik sangat karbonat dan magnesium
diperlukan untuk memperoleh karbonat).
hasil yang maksimal.

302
c.Pedoman Teknis
4. Pada tanah yang letak air
Pengolahan Tanah tanahnya tinggi serta
sedang sebaiknya
Bila tempat tanam telah ditanam bibit okulasi,
ditetapkan dan syarat-syarat sedang pada areal yang
yang diperlukan telah terpenuhi air tanahnya tidak dalam
bisa dimulai mengadakan penggunaan bibit
persiapan sebagai berikut : cangkokan adalah sangat
tepat.
1. Tanah dibersihkan dari
tanaman-tanaman 5. Bila tanah tempat areal
penggangu. tanam tidak banyak
mengandung humus,
2. Selanjutnya buatlah kondisi tanah terlalu
batasan-batasan dengan kurus dan liar, sebaiknya
sebilah bambu (patok) ditanami dulu dengan
untuk menentukan tanaman pupuk hijau
tempat tanam. Dalam selama 1 – 2 tahun.
pembagian ini Setelah itu batang dan
diperhitungkan juga daun dibenamkan, agar
pembagian jalan untuk tanah menjadi lebih
mengontrol tanaman subur.
(bila luas areal tanah 1
ha dibagi menjadi 4). Bila 6. Setelah tanah selesai
pembuangan air tidak dikerjakan, mulailah
lancar, buatlah selokan- diajir. Pada tempat yang
selokan pembuangan air. akan ditanami pohon
Ini penting, terutama ditancapkan sebuah ajir.
untuk tempat-tempat Yang terpenting pada
yang cekung dan tahapan ini adalah jarak
keadaaan tanahnya liat. ajir yang satu dengan
yang lain harus sama dan
3. Bila bibit yang digunakan lurus. Aturannya ada dua
berakar panjang, macam, yaitu bujur
usahakan agar tanah sangkar atau segitiga.
digembur-gemburkan
lebih dalam. Tapi bila 7. Setelah jalan induk, jalan
bibit yang digunakan kontrol, dan tempat air
berakar dangkal rampung diatur,
(misalnya cangkokan, dimulailah pembuatan
atau stek), usahakan lubang-lubang tempat
agar tanah digemburkan penanaman. Lubang
secara meluas. dibuat 3 – 4 minggu
sebelum bibit ditanam.

303
Pembuatan lubang tanam semula. Sedangkan tanah
bagian atas, sebelum
Saat tanam yang baik untuk dimasukkan dalam lubang
menanam bibit jeruk adalah dicampur dulu dengan 2 – 3
pada permulaan musim hujan. kaleng pupuk kandang/kompos
Bisa juga penanaman dilakukan ditambah 1,5 kg pupuk fosfat.
menjelang akhir musim hujan,
tetapi resikonya kita harus rajin Dalam keadaan serupa ini bibit
menyirami bibit muda setiap hari jeruk belum boleh ditanam.
agar tidak mati kekurangan air Setelah tanah turun kembali,
pada musim kemarau. hingga muka tanah diatas
lubang sedikit lebih tinggi dari
Waktu terbaik untuk mulai pada tanah disekelilingnya,
mengerjakan tanah adalah pada barulah bibit pohon ditanam.
bulan Juni – Agustus. Besarnya
lubang minimal 60 x 60 x 60 cm. Penanaman
Lebih besar lebih baik,
umpamanya 80 x 80 x 70 cm Saat tanam yang baik untuk
atau 1 x 1 x 0,5 m. Penggalian menanam bibit jeruk adalah
lubang jangan terlalu dalam, pada permulaan musim hujan.
pengaruhnya kurang baik ( me- Sebelum bibit ditanam, tanah
rugikan), karena akan tanaman dalam lubang harus betul-betul
akan mengumpul di lapisan yang basah dari atas sampai
dalam dan lapisan atas kurang. kebawah.

Selain itu lubang penanaman Bila bibit terletak dalam


yang terlalu dalam sering keranjang persemaian,
menarik air dari tanah keranjangnya harus dilepas
sekelilingnya, hal itu akan terlebih dahulu, dan selain itu
merusak akar tanaman dan perakarannya juga harus
menghambat pertumbuhannya. diperiksa. Bibit yang akarnya
berbelit-belit dan melingkar-
Lubang tanaman dibuat dengan lingkar jangan dipakai, sebab
cara menggali lubang. Tanah akan menggangu pertumbuhan
bagian atas yang subur ( tanaman nantinya.
berwarna kehitam-hitaman)
dipisahkan dari tanah bawah. Atau kalau hendak dipakai juga,
Tanah atas dibuang disebelah letak akar dibenarkan dan
kiri, tanah bawah ke sebelah diluruskan terlebih dahulu arah
kanan. Selanjutnya lubang pertumbuhannya. Bila ada akar
dibiarkan menganga terjemur yang panjangnya melebihi batas
matahari 2 – 4 minggu lamanya. lubang akar, sebaiknya dipotong
saja kelebihannya.
Tanah bagian bawah
dimasukkan dalam lubang, Janganlah menanam terlalu
letaknya tetap dibawah seperti dalam, tapi jangan pula terlalu

304
dangkal. Lebih-lebih untuk bibit terumbuk akan berfungsi
okulasi. Jangan sampai tanah sebagai penambahan
melampaui atau menutupi bahan organik.
batang okulasinya.
- Pembuatan parit drainase
Untuk menghindari adanya tambahan, kegiatan ini
rongga-rongga antar akar dan dilaksanakan pada
tanah, siramlah tanah dengan air tanaman berumur 2
sebanyak mungkin. adanya tahun.
rongga dalam tanah akan
mengakibatkan akar mengering. - Pengairan, karena
Setelah itu tanah dipadatkan tanaman jeruk banyak
dengan tangan. membutuhkan air maka
pada kondisi kering
Setelah selesai menanam, penyiraman perlu
sekitar bibit tanaman diberi dilakukan terutama
jerami kering guna melindungi menjelang tanaman
tanah agar tidak kering oleh berbunga sampai
panas sinar matahari atau berbuah.
mengeras padat karena terkena
siraman air hujan. - Pemupukan pada
tanaman jeruk yang
Lebih bagus lagi kalau jauh belum berbuah dilakukan
sebelumnya telah disiapkan dua kali setahun yakni
bahan perlindungan yang terbuat pada wal dan akhir
dari bumbu dengan atap alang- musim hujan masing-
alang, daun nipah atau kelapa. masing setengah dosis
yang ditentukan.
Pemeliharaan Sedangkan pemberian
pupuk kandang diberikan
Tanaman belum menghasilkan pada awal musim
penghujan. Untuk
Langkah pemeliharaan yang tanaman yang telah
perlu dilakukan adalah: berbuah dilakukan 3 kali
setahun, yakni sebelum
- pelebaran terumbuk, bunga muncul (2/5
kegiatan ini dilakukan 2-3 bagian) pada saat
kali setahun setelah pemasakan buah (1/5
penyiangan dan bagian), dan sisanya (2/5
pemupukan. Kegiatan ini bagian) setelah panen.
bertujuan untuk Tanaman jeruk juga
mencegah serangan memerlukan zat pengatur
jamur pada akar tumbuh yang diberikan
tanaman. Untuk jeruk sebelum tanaman
yang ditanam pada areal berbunga hingga pentil
pasang surut, pelebaran buah mulai terbentuk. Zat

305
pengatur tumbuh yang dapat menjadi sumber
dapat digunakan antara hama dan penyakit.
lain Atonik, Dekamon,
dan Dharmasri. Hama dan penyakit

- Penyiangan gulma dapat Hama


dilakukan sebulan sekali
bersamaan dengan Hama yang biasa menyerang
waktu pemangkasan, tanaman jeruk adalah ulat
penjarangan, atau penggerek adaun, ulat bisul
pemetikan buah yang buah jeruk, berbagai jenis kutu
tidak sehat yang menyerang daun, ranting,
batang dan buah jeruk, serta
lalat jeruk.
Tanaman menghasilkan
Akibat yang ditimbulkannya:
Tanaman jeruk mulai berbuah
pada umur 3 tahun. Dalam masa - rontoknya daun
ini pemeliharaan yang perlu
dilakukan adalah sebagai - keringnya bagian yang
berikut: terserang dan kemudian
- pemangkasan tunas air, mati
cabang balik, cabang dan
ranting yang kering atau Untuk mengatasinya:
lapuk Insektisida Azodrin, Novacron,
untuk lalat jeruk, Folidot-E 605
- penjarangan buah, untuk berbagai serangan hama
sebaiknya buah disisakan kutu, dan Anthlo 33 EC, Azodrin
dipohon hanya sebanyak 60 WSC, Sevin 85 untuk
40%. Tujuan penjarangan penyakit ulat bisul buah.
adalah agar kita
mendapatkan buah yang Penyakit
besar dan bermutu baik.
Pelaksanaan dilakukan Penyakit yang umum menyerang
ketika buah masih pentil jeruk adalam CVPD (citrus vein
atau sekitar dua bulan phloem degeneration), penyakit
setelah berbunga. akar, embun tepung, antraks
Jumlah yang paling baik buah, dan busuk buah.
bagi pertumbuhan buah
jeruk adalah 10 buah Gejala yang timbul adalah:
setiap dompol.
- klorosis, atau daun
- Pembersihan pentil atau menjadi tebal dan kaku
buah masak yang jatu di
bawah pohon, karena - tanaman kerdil

306
- Rusaknya floem tulang Cara pemanenan adalah dengan
daun tangan atau gunting.

Pengendalian penyakit yang Bila menggunakan tangan buah


dilakukan adalah dengan dipegang kemudian diputar
penyemprotan insektisida dan sedikit dan ditarik ke bawah
akarisida seperti Dimecron 50 sehingga lepas dari tangkainya.
WC, Bayrusil, Diazinon, Sandoz
6538 atau Tamaron. Untuk buah yang terletak pada
tangkai yang tinggi sebaiknya
Tanaman yang sudah terserang menggunakan tangga, dan tidak
penyakit harus di eradikasi, melakukan pemanjatan pohon
namun bila serangan masih karena dapat merusak pohon.
ringan atau baru menyerang
pengendalian dapat dilakukan Waktu pemetikan yang baik
dengan penginfusan tanaman adalah pada pukul 9 pagi atau
menggunakan terramycin 21.6 pada sore hari.
SP dan Dithan M45-80WP.
Gambar 107 sampai 109
Panen dan Pasca Panen dibawah ini merupakan
gambaran proses perubahan
Panen bentuk dan warna dari buah
jeruk Berastagi dari kecil sampai
Cara panen dan waktu panen jeruk siap untuk dipanen.
buah jeruk sangat menentukan
kualitas buah yang dihasilkan.

Buah jeruk termasuk buah


nonklimatrik yaitu buah yang
tidak mengalami proses
pematangan setelah dipanen.

Adapaun tanda-tanda buah jeruk


yang mempunyai derajat
kematangan cukup antara lain:

- kulit buah kekuning-


kuningan (orange)

- Buah tidak terlampau


keras jika dipegang

- Bagian bawah buah agak Gambar 107 Buah jeruk yang


masih pentil
empuk.

307
Sortasi dan Klasifikasi

Buah jeruk yang sudah dipetik


dibersihkan terlebih dahulu
sbelum dilakukan sortasi dan
klasifikasi.

Setelah dicuci buah dikeringkan


dengan menggunakan lap,
kemudian buah yang baik dan
sehat dipisahkan dari buah yang
rusak atau berpenyakit.

Gambar 108 Buah jeruk yang Klasifikasi buah jeruk yang


masih hijau umum dilakukan adalah sebagai
berikut:

- Kelas A: 6 buah per Kg,


diameter buah rata-rata
7.6cm.

- Kelas AB : 8 buah per kg,


diameter buah rata-rata
6.7cm

- Kelas C: 10 kg buah per


kg, diameter buah rata-
rata 5.9 cm
Gambar 109 buah jeruk siap
panen - Kelas D: 12-14 buah per
kg, diameter buah rata-
Pascapanen rata 5.8cm.

Buah jeruk yang sudah dipetik Sedangkan buah yang akan


dikumpulkan dalam keranjang diekspor, kelas dan mutu
yang berkapasitas tidak lebih 10 klasifikasinya adalah sebagai
Kg, agar mudah dibawa pada berikut:
waktu pemetikan.
- kelas A: beratnya lebih
Kemudian buah dapat besar atau sama dengan
dimasukkan ke dalam keranjang 151g/buah diameternya
bambu berkapasitas 50-60Kg 7.1cm.
yang diberi alas daun pisang
kering. - kelas B: beratnya 101-
150g/buah, diameter 6.1-
7.0cm.

308
- kelas C: beratnya 51-
100g/buah, diameter 5.1 -
6.0cm

- KelasD: beratnya lebih


kecil atau sama dengan
ro g/buah, diameter 4.0 –
5.0cm.

Pengemasan

Sebelum buah jeruk dikemas


terlebih dahulu dilakukan proses
penguningan untuk memperoleh
warna kuning yang seragam.

Proses penguningan dilakukan


dengan menggunakan gas etilen
atau asetilen.

Kemudian buah diberi lapisan


lilin untuk memperpanjang umur
kesegaran buah jeruk.

Dari hasil beberapa penelitian


diketahui bahwa buah jeruk yang
dilapisi lilin dapat
memperpanjang kesegaran buah
sekitar 18 hari, dengan susut
berat maksimum 10%,
sedangkan yang tidak dilapisi
lilin hanya bertahan 5 hari.
Selain itu daya simpan jeruk
dapat diperpanjang jika ditaruh
pada suhu ruang 18-320C.

309
9.7.3.Teknik Budidaya mangga Kelebihan mangga ini terletak
pada daging buahnya yang
a. Jenis mangga tebal, kenyal, dan rasanya yang
manis segar karena
Mangga Duren mengandung cukup banyak air.

Deskripsi Daging buahnya berwarna


kuning jingga dan berserat.
Nama duren pada mangga ini
disebabkan oleh aroma buahnya Ukuran buahnya termasuk
yang mirip durian. Mangga ini sedang, panjang antara 8 - 9 cm
dapat ditemukan di kebun dan berat rata-rata 300 g/buah.
koleksi mangga Cukurgondang, Produksinya tergolong tinggi.
Pasuruan, Jawa Timur.

Buahnya berbentuk bulat. Kulit


buahnya tipis dan berwarna hijau
pada waktu masih muda, lalu
berubah menjadi kuning
kemerahan setelah buah
matang.

Gambar 110 Mangga Duren

310
Mangga arumanis Daging buahnya tebal, berwarna
kuning, lunak, tak berserat, dan
Deskripsi tidak begitu banyak
mengandung air.
Mangga ini merupakan salah
satu varietas unggul yang telah Rasanya manis segar, tetapi
dilepas oleh Menteri Pertanian pada bagian ujungnya
yang berasal dari daerah kadan:gkadang terasa asam.
Probolinggo, Jawa Timur. Bijinya kecil, lonjong pipih, dan
panjangnya antara 13-14 cm.
Buahnya berbentuk jorong, Panjang buahnya dapat
berparuh sedikit, dan ujungnya mencapai 15 cm dengan berat
meruncing. rata-rata per buah 450 g.
Produktivitasnya cukup tinggi,
Pangkal buah berwarna merah dapat mencapai 54 kg/pohon.
keunguan, sedangkan bagian
lainnya berwarna hijau kebiruan.

Kulitnya tidak begitu tebal,


berbintik-bintik kelenjar berwarna
keputihan, dan ditutupi lapisan
lilin.

Gambar 111 Mangga Arumanis

311
b. Manfaat Mangga Penggunaan bibit dari biji tidak
dibenarkan, kecuali untuk batang
Sebagai buah meja atau sebagai bawah.
minuman.
Batang bawah yang tidak serasi
C. Syarat Tumbuh (inkompatibel) berpengaruh
kurang baik terhadap
Tanaman mangga termasuk pertumbuhan dan pembuahan
tanaman dataran rendah. (produksi buah, bentuk buah,
dan rasa daging buah) batang
Tanaman ini dapat tumbuh dan atas.
berkembang baik di daerah
dengan ketinggian antara 0-300 Pembuatan bibit (semaian dan
m di atas permukaan laut. okulasi) biasanya langsung
dilakukan di kebun. Kemudian,
Meskipun demikian, tanaman ini dipindahkan ke polibag setelah
juga masih dapat tumbuh tinggi tunas sekitar 20 cm.
sampai ketinggian 1.300 m di
atas permukaan laut. Budi daya tanaman
- Bibit ditanam dalam
Daerah dengan curah hujan lubang tanam berukuran
antara 750-2.250 mm per tahun 60 cm x 60 cm x 50 cm
dan temperatur 24-27° C dengan jarak tanam 8-12
merupakan tempat tumbuh yang m.
baik untuk tanaman buah ini.
- Setiap lubang diberi
Jenis tanah yang disukainya pupuk kandang yang
adalah tanah yang gembur, telah jadi sebanyak 1-2
berdrainase baik, ber-pH antara blek bekas minyak tanah
5,5-6, dan dengan kedalaman air atau 20 kg.
tanah antara 50-150 cm.
- Bibit okulasi ditanam di
d. Pedoman Teknis Budidaya lahan setelah mencapai
ketinggian lebih dari 75
Perbanyakan tanaman cm.

Umumnya, tanaman mangga Pemupukan


diperbanyak dengan okulasi,
walaupun dapat pula dengan Pupuk buatan yang diberikan
sambung pucuk dan cangkok. berupa campuran 200 kg urea,
Sebagai batang bawah 500 kg TSP (667 kg SP-36), dan
digunakan semai mangga madu, 150 kg KCl per hektar atau 200 g
cengkir (indramayu), dan urea, 500 g TSP, dan 150 g KCl
bapang. per tanaman.

312
Pemupukan dilakukan empat kali terhadap kumbang
dengan selang tiga bulan. penyerbuknya.
Dosisnya meningkat sesuai
dengan umur tanaman. Penyakit

Pemangkasan Penyakit yang sering


menyerang, terutama di daerah
Setelah mencapai tinggi 1 m, beriklim basah adalah penyakit
bibit dipangkas pada perbatasan blendok (lh'plodia sp.), mati
bidang pertumbuhan agar dapat pucuk (Gloeosporium sp.), dan
bercabang banyak. penyakit pascapanen
(Botryodiplodia sp) yang
Cabang ini dipelihara 2-3 tunas menyebabkan buah mangga
per cabang. Pemangkasan cepat membusuk pada bagian
diulang setelah cabang baru pangkalnya.
mencapai panjang 1 m, demikian
seterusnya hingga diperoleh Namun, penyakit ini juga dapat
susunan 1-3-9 cabang. menyerang batang sambungan
bibit mangga bila kondisi
Pemeliharaan lingkungan tanaman lembap dan
dingin.
Pengendalian Hama dan
Penyakit Serangan Diplodia yang sangat
merusak batang dapat diatasi
Hama dengan mengoleskan larutan
Hama yang merisaukan adalah Benlate 0,3% atau lisol 20-50%
penggerek batang pada luka yang telah dibersihkan
(Cryptorrhynchus sp) dan lebih dulu.
kumbang cicade (Idiocerus
niueosparsus). Panen dan Pasca Panen

Serangga hama pengisap Buah mangga dipanen setelah


Idiocerus sangat merusak bunga tua benar.
mangga hingga berguguran.
Jumlah bunga betina rendah Cirinya adalah sebagai berikut:
dengan pembuahan oleh tepung
sari yang lemah. - bagian pangkal buah
telah membengkak rata
Serangan serangga (wereng)
menyebabkan produksi mangga - warnanya mulai
rendah. Hama ini dapat diatasi menguning.
dengan semprotan insektisida
sistemik Tamaron 0,2%. Pemungutan buah yang belum
Pemberian insektisida melalui tua benar menyebabkan rasanya
infus lebih dianjurkan untuk agak asam dan kelat (mutu
menghindari pengaruh jelek rendah).

313
Umur buah dipanen kira-kira 4-5
bulan (110-150 hari) sejak bunga
mekar (anthesis).

Pemetikan harus hati-hati, tidak


boleh jatuh, dan getahnya tidak
boleh mengenai buah mangga
tersebut.

Umumnya, tanaman mangga


berbunga pada bulan Juli-
Agustus. Buah matang dapat
dipanen pada bulan September-
Desember.

Buah harus dibersihkan dari


kutu, jelaga, dan getah yang
menempel.

314
9.7.4. Teknik Budidaya Pepaya Deskripsi

a. Manfaat Warna kulit buah bagian ujung


biasanya kuning, sedangkan
Selain untuk konsumsi buah bagian lainnya tetap hijau.
segar, buah pepaya matang
dapat diolah menjadi saus Pepaya cibinong memiliki ciri
pepaya. tersendiri, yaitu buah yang
matang tampak pada warna kulit
Buah yang setengah matang buahnya. Bentuk buahnya
biasanya dibuat manisan, panjang dengan ukuran besar.
sedangkan buah muda disayur. Bobot setiap buah rata-rata 2,5
kg.
Daunnya yang masih muda serta
bunganya dibuat urap (lalap Pangkal buah kecil kemudian
masak) dan buntil. membesar di bagian tengah dan
melancip di bagian ujungnya.
Tanaman yang masih berdaun Permukaan kulit buah agak
3-5 helai dan buah muda dapat halus tetapi tidak rata. Daging
diambil getahnya untuk papain. buah berwarna merah
kekuningan.
Papain digunakan untuk
penyamak kulit serta Keistimewaan lainnya pepaya ini
melunakkan daging dan bahan ialah rasanya manis segar,
kosmetik. teksturnya keras, dan tahan
selama pengangkutan
b. Jenis-jenis Pepaya

Pepaya Cibinong

Gambar 112 Pepaya Cibinong

315
Pepaya Bangkok Selain ukuran, keunggulan
lainnya ialah rasa dan ketahanan
Deskripsi buah.

Pepaya bangkok bukan tanaman Daging buahnya berwarna jingga


asli Indonesia. Jenis pepaya ini kemerahan, rasanya manis
didatangkan dari Thailand segar dan teksturnya keras
sekitar tahun 70-an. sehingga tahan dalam
pengangkutan.
Pepaya bangkok diunggulkan
karena ukurannya paling besar Rongga buahnya kecil sehingga
dibanding jenis pepaya lainnya. dagingnya tebal. Permukaan
Beratnya dapat mencapai 3,5 kg kulit buah kasar dan tidak rata.
per buahnya.

Gambar 113 Pepaya Bangkok

316
Pepaya Hawai Daging buahnya agak tebal,
berwarna kuning, dan rasanya
Deskripsi manis segar.

Pepaya yang berasal dari Pepaya jingga


Kepulauan Hawaii ini merupakan
suatu jenis pepaya "solo". Deskripsi

Pepaya "solo" artinya pepaya Daging buah pepaya ini


yang habis dimakan hanya untuk berwarna merah jingga
satu orang.

Oleh karena itu, dapat dipastikan


keistimewaan pepaya ini ialah
ukurannya yang kecil.

Gambar 115 Pepaya Jingga


Gambar 114 Pepaya hawai

Bobot buahnya hanya sekitar 0,5


kg. Bentuknya agak bulat atau
bulat panjang.

Kulit buah yang telah matang


berwarna kuning cerah.

317
Pepaya Mas Di daerah yang beriklim kering,
musim hujannya 2-5 bulan, dan
Deskripsi musim kemaraunya 6-8 bulan,
tanaman pepaya masih mampu
Pepaya ini berwarna kuning berbuah, asalkan kedalaman air
keemasan tanahnya 50-150 cm.

Tanah yang subur dengan


porositas baik, mengandung
kapur, dan ber-pH 6-7 paling
disenangi oleh tanaman pepaya.

Tanaman pepaya lebih


menyukai daerah terbuka (tidak
ternaungi) dan tidak tergenang
air. Tanah yang berdrainase
tidak baik menyebabkan
tanaman mudah terserang
penyakit akar.

d. Pedoman Budidaya

1. Perbanyakan tanaman
Gambar 116 Pepaya Mas
Pepaya hanya diperbanyak
dengan bijinya yang berwarna
c. Syarat Tumbuh hitam. Biji yang berwarna putih
dibuang karena bersifat abortus,
Tanaman pepaya dapat tumbuh yakni tidak mempunyai embrio
di dataran rendah hingga dan mati sejak buah pentil. Biji
ketinggian 1.000 m dpl. diambil dari buah pepaya
sempurna yang telah matang
Tanaman ini lebih senang pohon.
tumbuh di lokasi yang banyak
hujan (cukup tersedia air), curah Untuk menghasilkan tanaman
hujan 1000-2000 mm per tahun sempurna sebanyak banyaknya
dan merata sepanjang tahun. maka biji yang akan dibiakkan
diambil dari bagian ujung buah
Tanaman ini lebih senang pepaya yang telah matang
tumbuh di lokasi yang banyak pohon.
hujan (cukup tersedia air), curah
hujan 1000-2000 mm per tahun Biji-biji dari bagian ujung buah
dan merata sepanjang tahun. akan menghasilkan tanaman
sempurna antara 70-80%,
sedangkan bagian pangkal

318
menghasilkan tanaman Setelah itu, dilakukan seleksi,
sempurna antara 50-65%. yaitu membuang tanaman
berbunga jantan. Tiap lubang
2. Persemaian disisakan satu bibit yang tumbuh
kekar, sehat, dan berbunga
Biji disemaikan dulu atau sempurna. Bunga sempurna
ditanam langsung. Budi daya (dalam satu bunga ada putik dan
tanaman benang sari fertill) -biasanya
baru muncul setelah bunga ke-4.
Pepaya ditanam dari biji terpilih.
Biji disemai di polibag kecil dan Bibit yang tidak terpilih dibuang
ditanam di kebun setelah atau dipindahkan untuk sulaman
berumur tiga bulan. pada lubang lain yang bijinya
tidak tumbuh.
Seleksi dilakukan saat tanaman
mulai berbunga. Dalam seleksi Pemindahan bibit harus hati hati,
ini dipilih tanaman yang hanya disertai tanah yang
berbunga sempurna. Seleksi ini membungkus akar bibit.
dapat dilakukan di kebun atau Kerusakan akar bibit
saat di pot. mengakibatkan tanaman
layu/mati.
3. Penanaman
4. Pemeliharaan
Lubang tanam dibuat berukuran
60 cm x 60 cm x 40 cm, Pemupukan
kemudian diisi pupuk kandang
yang telah matang sebanyak 20 Pupuk buatan yang diberikan
kg/lubang. Jarak tanam dibuat 3 berupa NPK sebanyak 25----200
m x 3 m atau 13,5 m x 2 m. g per tanaman, tergantung
umurnya: Dosis pemupukan
Umumnya, tanaman mulai mulai dari 25 g, kemudian
berbunga setelah berumur tiga meningkat dengan interval 25 g
bulan. Bunga sempurna muncul per tanaman.
setelah bunga ke-4.
Pupuk diberikan 3-4 bulan
Cara penanaman lain yang biasa sekali. Tanaman mulai berbunga
dilakukan petani adalah terus-menerus (tidak musiman),
menanam biji pepaya langsung tetapi perlu pemberian air
ke dalam lubang tanam, tiap sekurang-kurangnya seminggu
lubang ditanam 3-5 biji. sekali bila kekeringan (musim
kemarau).
Setelah bibit berumur sekitar tiga
bulan, biasanya bunga jantan
mulai tumbuh.

319
Pengendalian gulma dengan menguningnya daun.
Buah yang masih muda tampak
Perawatan selanjutnya, pucat dan getahnya encer sekaii.
membersihkan gulma/alang- Biasanya, buah yang masih
alang. muda berguguran. Penyakit
busuk akar dan layu dapat
Pembersihan kebun dengan dicegah dengan drainase kebun
cangkul atau traktor harus hati- yang baik. Hama tungau merah
hati, jangan sampai merusak dan kutu daun dapat diatasi
akar. dengan menyemprotkan
Kelthane 0,2%.
Hama dan Penyakit

Hama

Hama yang sering menyerang


tanaman pepaya pada musim
kemarau adalah tungau merah
Tetranychus kansawai dan kutu
daun yang berwarna kuning
Myzus persicae.

Kutu daun inilah yang menjadi


vektor dan penyebar virus
keriting (mosaik) yang ditakuti
petani pepaya karena sukar
diberantas.

Penyakit

Penyakit yang biasa menyerang


tanaman pada kondisi lembap
dan suhu malam dingin adalah
bercak buah Colletotrichum
gloeosporioides dan penyakit
busuk akar Phytophthora
palmivora.

Selain itu, penyakit lain yang


sering menyerang tanaman
pepaya adalah layu bakteri
Bacterium papayae.

Tanaman yang terserang bakteri


layu akan menunjukkan gejala
layu mendadak, tanpa ditandai

320
9.7.5. Teknik Budidaya Pisang Produksi buahnya tergolong
tinggi. Setiap pohon dapat
a.Pendahuluan menghasilkan 7-10 sisir dengan
jumlah buah 140-200.
Salah satu buah yang digemari
oleh sebagian besar penduduk Panjang buah 20-23 cm dengan
dunia adalah pisang (Musa diameter 4-5 cm. Bentuk buah
Paradisiaca L). memanjang dengan pangkal
buah membengkok.
Buah ini digemari karena
memiliki rasa yang enak, Kulit buahnya tipis. Daging buah
kandungan gizinya tinggi, mudah berwarna putih kekuningan
didapat, dan harganya relatif dengan rasa manis dan pulen.
murah.
Pisang ini termasuk genjah
Indonesia mempunyai prospek karena biarpun umurnya baru
yang baik untuk pengembangan setahun, sudah mampu
komoditas pisang kaena iklimnya menghasilkan buah.
cocok untuk tanaman pisang,
ketersediaan lahan, dan tenaga Pisang kapok Kuning
kerja yang melimpah.
Deskripsi
b. Jenis-jenis Pisang
Pisang yang berasal dari
Pisang Ambon Lumut Temanggung, Jawa Tengah ini
warna kulit buahnya tetap hijau
Deskripsi walaupun sudah matang.

Pisang yang berasal dari


Temanggung, Jawa Tengah ini
warna kulit buahnya tetap hijau
walaupun sudah matang.

Gambar 118 Pisang Kapok


Gambar 117 Pisang ambon kuning
lumut

321
Produksi buahnya tergolong
tinggi. Setiap pohon dapat
menghasilkan 7-10 sisir dengan
jumlah buah 140-200.

Panjang buah 20-23 cm dengan


diameter 4-5 cm. Bentuk buah
memanjang dengan pangkal
buah membengkok. Kulit
buahnya tipis.

Daging buah berwarna putih


kekuningan dengan rasa manis
dan pulen.

Pisang ini termasuk genjah


karena biarpun umurnya baru Gambar 119 Pisang Ambon
setahun, sudah mampu Kuning
menghasilkan buah.

Pisang Ambon Kuning Pisang Barangan Merah

Deskripsi Deskripsi

Pisang ini berkulit kuning Pisang ini juga berasal dari


keputihan. Keunggulannya Medan. Sifatnya lebih baik
terletak pada rasa buah yang dibanding barangan kuning.
manis dan beraroma harum. Buahnya diunggulkan karena
Tanaman ini pertama kali memiliki rasa sangat manis,
dikembangkan di daerah beraroma harum, dan tidak
Malang, Jawa Timur. berbiji.

Panjang buahnya antara 15-20 Disebut barangan merah karena


cm. Satu pohon dapat daging buahnya berwarna
menghasilkan 7-10 sisir dengan kuning kemerahan.
jumlah buah 100-150.
Produksi dan ukuran buahnya
Bentuk buah melengkung tidak berbeda dengan pisang
dengan pangkal meruncing. barangan kuning.
Daging buah berwarna putih
kekuningan. Bentuk buah melengkung
dengan ujung meruncing. Kulit
Umumnya buah pisang ini tidak buah tebal berwarna kuning
mengandung biji. kemerahan berbintik cokelat.

322
Pisang Nangka buahnya melengkung dengan
pangkal buah agak bulat.
Deskripsi Kulitnya tebal berwarna kuning
berbintik cokelat.
Pisang ini kulit buahnya tetap
berwarna hijau walaupun sudah
matang.

Kulit buah ini agak tebal.


Buahnya berukuran besar,
panjangnya dapat mencapai 28
cm. Bentuk buah melengkung.

Gambar 121 Pisang Raja Bulu

Daging buahnya sangat manis,


berwarna kuning kemerahan,
bertekstur lunak, dan tidak
berbiji. Panjang buah antara 12-
18 cm dengan bobot ratarata
110-120 g. Setiap pohon
biasanya dapat menghasilkan
rata-rata sekitar 90 buah.

Gambar 120 Pisang Nangka c. Manfaat

Walaupun berukuran agak Buahnya merupakan produk


besar, pisang yang berasal dari utama pisang. Pisang
Malang, Jawa Timur, ini hanya dimanfaatkan baik dalam
berbobot 150-180 g per buah. keadaan mentah, maupun
dimasak, atau diolah menurut
Daging buah berwarna kuning cara-cara tertentu. Pisang dapat
kemerahan dengan rasa manis diproses menjadi tepung, kripik,
sedikit asam dan aroma harum. 'puree', bir (Afrika), cuka, atau
didehidrasi.
Pisang Raja Bulu
Daun pisang digunakan untuk
Deskripsi menggosok lantai, sebagai alas
'kastrol' tempat membuat nasi
Pisang ini merupakan salah satu 'liwet', dan sebagai pembungkus
jenis pisang raja yang ukurannya berbagai makanan.
sedang dan gemuk. Bentuk

323
Serat untuk membuat kain dapat Buah yang belum matang
diperoleh dari batang semunya. merupakan sebagian dari diet
bagi orang yang menderita
Bagian-bagian vegetatif beserta penyakit batuk darah
buah-buah yang tidak (haemoptysis) dan kencing
termanfaatkan digunakan manis.
sebagai pakan ternak; bagian-
bagian vegetatif itu khusus Dalam keadaan kering, pisang
dimanfaatkan jika pakan ternak bersifat antisariawan usus. Buah
dan air sulit diperoleh (batang yang matang sempurna
semu itu banyak mengandung merupakan makanan mewah jika
air). dimakan pagi-pagi sekali.

Tanaman pisang (atau daun dan Tepung yang dibuat dari pisang
buahnya) juga memegang digunakan untuk gangguan
peranan dalam upacara-upacara pencernaan yang disertai perut
adat, misalnya di Indonesia, kembung dan kelebihan asam
untuk upacara pernikahan,
ketika mendirikan rumah, dan d. Syarat Tumbuh
upacara keagamaan setempat.
Dengan pertumbuhannya yang
Dalam pengobatan, daun pisang sangat cepat dan terus-menerus,
yang masih tergulung digunakan yang akan mengakibatkan hasil
sebagai obat sakit dada dan yang tinggi, pisang memerlukan
sebagai tapal dingin untuk kulit tempat tumbuh di iklim tropik
yang bengkak atau lecet. yang hangat dan lembap.

Air yang keluar dari pangkal Walaupun begitu, pisang ini


batang yang ditusuk digunakan sangat menarik sehingga orang
untuk disuntikkan ke dalam menanamnya juga persis di
saluran kencing untuk mengobati batas daerah ekologinya, yang di
penyakit raja singa, disentri, dan tempat itu kecepatan tumbuh
diare; air ini juga digunakan rata-ratanya hanya dapat
untuk menyetop rontoknya mendukung hasil yang minim
rambut dan merangsang saja.
pertumbuhan rambut. Cairan Suhu merupakan faktor utama
yang keluar dari akar bersifat untuk pertumbuhan.
anti-demam dan memiliki daya
pemulihan kembali. Di sentra-sentra produksi
utamanya suhu udara tidak
Dalam bentuk tepung, pisang pernah turun sampai di bawah
digunakan dalam kasus anemia 15°C dengan jangka - waktu
dan casa letih pada umumnya, yang cukup lama; suhu optimum
serta untuk yang kekurangan untuk pertumbuhannya adalah
gizi. sekitar 27°C, dan suhu
maksimumnya 38°C.

324
Kebanyakan pisang tumbuh baik e.Pedoman Budidaya
di lahan terbuka, tetapi kelebihan
penyinaran akan menyebabkan Bibit
terbakar-matahati (sunburn). 1. Bibit dari bonggol (bit)

Dalam keadaan cuaca berawan 2. Bibit dari anakan :


atau di bawah naungan ringan,
daur pertumbuhannya sedikit x Tunas rebung : belum
panjang dan tandannya lebih berdaun, tinggi 20-40 cm
kecil. x Anakan muda : tunas
daun telah keluar tetapi
Pisang sangat sensitif terhadap masih menggulung, tinggi
angin kencang, yang akan 41-100 cm
merobek-robek daunnya, x Anakan sedang : tinggi
menyebabkan distorsi tajuk dan 101-150 cm
dapat merobohkan pohonnya. x Anakan dewasa : daun
mekar lebih dari dua
Diperlukan pasokan air yang helai, tinggi 151-175 cm
ajek; untuk pertumbuhan
optimalnya curah hujan 3. Bibit dari kultur jaringan
hendaknya 200-220 mm, dan
kelembapan tanahnya jangan Untuk mendapatkan hasil yang
kurang dari 60-70% dari optimal, sebaiknya pisang
kapasitas lapangan, jadi
ditanam di dataran rendah,
sebagian besar lahan
dengan ketinggian kurang dari
memerlukan pengairan 1.000 m dpl. Iklim yang cocok
tambahan. adalah iklim basah dengan curah
hujan merata sepanjang tahun,
Tanah yang paling baik untuk maka pisang memberikan hasil
pertumbuhan pisang adalah yang baik pada musim hujan dan
tanah liat yang dalam dan
kurang baik pada musim
gembur, yang memiliki
kemarau.
pengeringan dan aerasi yang
baik. Tanah yang cocok adalah tanah
yang subur, tanah liat yang
Kesuburan yang tinggi akan mengandung kapur atau tanah
sangat menguntungkan dan alluvial dengan pH antara 4,5-
kandungan bahan organiknya. 7,5.
hendaknya 3% atau lebih.
Tanaman pisang toleran Selain itu jenis pisang juga
terhadap pH 4,5-7,5. mempengaruhi keberhasilan
penanaman pisang.

325
1. Pembibitan - Umur berbuah lebih
cepat 3-4 bulan
Pisang umumnya diperbanyak dibandingkan dengan
dengan anakan. Anakan yang cara lain
berdaun pedang-lah yang lebih
disenangi petani, sebab pohon - Tanaman lebih seragam
pisang yang berasal dari anakan dan sesuai dengan sifat
demikian akan menghasilkan induknya
tandan yang lebih besar pada
panen pertamanya (tanaman - Waktu panen serentak
induk). sehingga memudahkan
pemasaran
Bonggol atau potongan bonggol
juga digunakan sebagai bahan -
perbanyakan. Bonggol ini 2. Penyiapan lahan
biasanya dibelah dua dan
direndam dalam air panas (52° Lahan untuk tanaman pisang
C) atau dalam larutan pestisida harus disiapkan dengan baik
untuk membunuh nematoda dan agar dapat menjadi media
penggerek sebelum ditanamkan. pertumbuhan yang subur.

Kini telah dikembangkan kultur Pekerjaan pengolahan lahan


jaringan untuk perbanyakan untuk tanaman pisang tersebut
secara cepat, melalui ujung antara lain:
pucuk yang bebas-penyakit.
- Pembajakan tanah, untuk
Cara ini telah dilaksanakan membongkar tanah
dalam skala komersial, tetapi dengan kedalaman
adanya mutasi yang tidak kurang lebih 7rcm agar
dikehendaki menimbulkan menjadi media yang baik
kekhawatiran. untuk perakaran tanaman

Rekayasa bioteknologi pisang - Penggaruan, yakni


dengan kultur jaringan penghancuran
mempunyai keunggulan sebagai bongkahan-bongkahan
berikut: tanah dan meratakan
tanah. Penggaruan
- Bibit pisang bebas dari dilakukan setelah
infeksi penyakit seperti pemotongan dan
virus dan nematoda pembalikan tanah.
sehingga secara ekonomi
lebih menguntungkan Penggalian lubang tanam,
umumnya lubang tanam pisang
- Persentase hidup berukuran 60cm X 60cm X
tanaman relatif tinggi 60cm.
(95%).

326
3. Penanaman pisang dapat menaungi dan
menekan gulma.
Penanaman pada umumnya
dilakukan pada awal musim Gulma diberantas dengan cara-
hujan. cara mekanik (dibabat, dibajak, -
dan sebagainya) atau dengan
Kebutuhan bibit pisang untuk tangan: Herbisida pratumbuh
luas penanaman satu hektar cukup efektif, dan jika tanaman
tergantung pada jarak tanamnya. telah mencapai tinggi 1,5 m atau
Untuk jarak tanam 6mX6m lebih, dapat digunakan herbisida
dibutuhkan 1.700 bibit, jika jarak kontak.
tanam 5m x 5m dibutuhkan
2.000 bibit, sedangkan jarak Pemupukan
tanam 4m x 4m dibutuhkan
2.500 bibit. Pisang memerlukan sejumlah
besar hara. Di pekarangan
Bahan perbanyakan biasanya pemakaian pupuk kandang dan
ditanamkan sedalam 30 cm. kompos dianjurkan, yang
dikombinasikan dengan 0,25 kg
Pisang dapat dijadikan tanaman urea dan kalium nitrat (muriate of
utama atau tanaman pencampur potash) setiap tiga bulan untuk
pada sistem tumpang sari. masing-masing rumpun.
Pisang biasanya ditanam
sebagai tanaman perawat (nurse Pengairan
drop) untuk tanaman muda
coklat, kopi, lada, dan Pengairan diperlukan di areal
sebagainya. Juga dapat yang memiliki musim kemarau
digunakan sebagai tanaman sela panjang, tetapi juga jika curah
pada perkebunan karet atau hujannya kurang dari 200-220
kelapa sawit yang baru mm bulan. Air dapat dialirkan
dibangun, atau ditanam di melalui parit atau disemprotkan;
bawah pohon-pohon kelapa kini pengairan-tetesan (drip
yang telah dewasa. irrigation) telah banyak diterima.
Selama putaran pemangkasan
Jika ditanam sebagai tanaman ringan, daun-daun yang layu
utama, pisang biasanya dipotong agar diperoleh mulsa
ditumpangsarikan dengan dan untuk menghindari sumber
tanaman semusim. infeksi melalui penyakit-penyakit
daun.
3. Pemeliharaan
Pengurangan anakan
Penyiangan
DI perkebunan skala komersial
Penyiangan berulang-uiang beberapa tindakan lain dilakukan
diperlukan sampai pahon-pohon untuk mempertahankan
produktivitas yang tinggi dan

327
untuk menjamin buah berkualitas Jantung pisang hendaknya
baik untuk pasatan (ekspor). segera dibuang setelah 2 sisir
terakhir dari tandan itu muncul.
Tindakan-tindakan itu mencakup
pembuangan anakan, Pada waktu yang bersamaan,
pembuangan tunggui-tunggul, satu atau dua sisir terakhir
pemotongan jantung pisang, dan mungkin perlu dibuang untuk
pengurangan tandan buah. meningkatkan panjangnya
masing-masing buah pisang
Setiap 6-12 minggu tanaman yang tersisa, dan tandan itu
pisang dibuangi anakannya, mungkin perlu dikarungi.
hanya ditinggalkan satu tanaman
induk (yang sedang berbuah), Karung itu dapat berupa kantung
satu batang anakan (yang plastik yang telah diberi
tertua), dan dalam hal tanaman- insektisida, maksudnya untuk
sirung (ratoons), satu tanaman menghindari kerusakan oleh
cucu. serangga, burung, debu, dan
sebagainya, dan untuk
Pada kepadatan yang rendah, menaikkan suhu tandan,
setiap rumpun dapat berisi 2 memajukan pertumbuhan buah,
batang induk berikut 2 terutama untuk daerah beriklim
anakannya. dingin.

Jadi, untuk menghindari


berjejalnya batang, dan untuk Pengendalian Hama dan
mengatur panen yang berurutan Penyakit
dalam setiap rumpun, satu
anakan disisakan pada satu Penyakit
pohon induk setiap 6-10 bulan
(atau lebih untuk daerah beriklun 1.Sigatoka kuning atau bercak
sejuk) untuk menghasilkan daun merupakan salah satu
tandan berikutnya. Hanya penyakit yang paling berbahaya.
anakan yang sehat dan Penyakit ini disebabkan oleh
tertancap dalam yang boleh Mycosphaerella musicola (tahap
disisakan. konidiumnya disebut Cercospora
musae) yang endemik untuk
Penyangga atau tali dapat Asia Tenggara, dan hanya
memberikan dukungan dijumpai pada pisang.
tambahan bagi tanaman yang
berisi tandan buah; topangan ini Bercak daun ini menyebabkan
akan menghindarkan tanarnan kematian dini sejumlah besar
dari patahnya batang karena daun pisang, menyebabkan
keberatan oleh tandan. tandan buah mengecil dengan
sedikit sisiran, dan individu buah
pisang yang kurang penuh.

328
2. Penyakit layu Fusarium atau Fumigasi dan pengkarantinaan
penyakit Panama disebabkan , lahan yang terserang sangat
oleh Fusarium oxysporum f. dianjurkan. Penyakit ini umum,di
cubense. belahan bumi barat; di Asia
Tenggara hanya ada di Filipina
Penyakit ini berupa jamur tanah (Mindanao).
yang meriyerang akar kultivar-
kultivar pisang yang rentan, dan Penyakit-penyakit virus
menyumbat sistem pembuluh, mencakup penyakit pucuk
sehingga tanaman akan layu. menjurai (bunchy top), mosaik,
dan mosaik braktea. Penyakit
Satu-satunya cara pucuk menjurai dan penyakit
pemberantasan ialah mosaik ditularkan oleh afid [afid
penghancuran fisik atau kimiawi pisang, (Pentalonia
(herbisida) pada tanaman yang nigronervosa), menyebabkan
terserang dan tetangga- pucuk pisang menjurai; afid
tetangganya; lahan hendaknya jagung (Rhopalosiphum maidis),
dikosongkan dan dipagari, serta dan afid kapas (Aphis gossypii),
dikucilkan dari penanaman dan kesemuanya itu adalah vektor-
aliran pengairan. vektor untuk penyakit mosaik].
Pernberantasan penyakit-
Penyakit layu bakteri atau penyakit ini mencakup tindakan
penyakit Moko karantina, pemeriksaan secara
teratur dan penghancuran
Penyakit ini disebabkan oleh tanaman yang terserang,
Pseudomonas solanacearum, penggunaan bahan perbanyakan
dan dapat membunuh pohon yang. bebas virus, pembuangan
pisang yang terserang hanya inang alternatifnya, dan
dalam jangka waktu satu-dua pemberantasan vektor-
minggu. vektornya.

Bakteri ini dapat ditularkan Hama


secara mekanik, tetapi biovar 1-
SFS adalah galur yang Serangga hama yang paling
ditularkan oleh serangga, dan berbahaya adalah kumbang
dianggap sebagai galur yang penggerek pisang (Cosmopolitis
paling berbahaya. sordidus).

Pengendaliannnya mencakup Hama ini berasal dari Asia


desinfeksi semua peralatan yang Tenggara, tetapi telah tersebar
digunakan dalam berbagai ke semua areal penanaman
pengolahan pertanian dan pisang. Yang paling merusak
penghancuran tanaman yang adalah Iarvanya: larva-larva itu
terserang, beserta tetangga- menggerek bonggol dan menjadi
tetangganya. pupa di lorong-lorong yang
dibuatnya. Sebagian besar

329
jaringan bonggol akan rusak, membantu koloni semut berada
akibatnya akan menurunkan di sekitar tempat itu juga dapat
kemampuan pengambilan air bermanfaat.
dan hara, juga kemampuan Nematoda pelubang
tertancapnya tanaman. (Radopholus similis) adalah jenis
Serangga dewasanya nematoda yang paling merusak.
meletakkan telur pada jaringan- Bercak-bercak atau bintik bintik
jaringan bonggol atau di hitam pada akar menunjukkan
sekitarnya. adanya serangan yang
kemudian diikuti oleh infeksi
Langkah pemberantasannya jamur.
mencakup pencacahan bonggol
dan batang semu agar Tanaman yang terserang hebat
pembusukan berlangsung lebih hanya tinggal berupa batang
cepat, menjerat dan menangkap berakar busuk, yang mudah
serangga-serangga dewasa, roboh jika telah terbentuk tandan
menggunakan bahan buah. Langkah-langkah
perbanyakan yang tidak pemberantasannya mencakup
terserang, merusak tempat pembuangan tanaman yang
berlindung dan tempat makan terserang,
serangga dewasa dengan cara
menjaga kebersihan lahan di 4. Panen dan Pasca Panen
sekitar tanaman, dan
menggunakan insektisida. Dua Panen
macam 'thrips' menyerang
tanaman pisang. 'Thrips' bunga, Buah pisang dipanen ketika
"thrips florum, berukuran kecil, masih mentah. Pemetikan yang
dapat memasuki buah yang dilakukan pada tingkat
sedang berkembang ketika kematangan yang tepat akan
brakteanya masih ada. menghasilkan buah pisang yang
prima.
Serangga ini bertelur di situ dan
memakan buah-buah yang Tanda-tanda buah pisang yang
muda, menyebabkan buah mempunyai tingkat kematangan
berkulit kasar dan kadang- cukup antara lain:
kadang menjadi pecah-pecah.
'Thrips' merah karat - Buah tampak berisi dan
(Chaetanaphothrips signipennis) bagian tepi buah sudah
memakan bagian-bagian tempat tidak ada lagi
perlekatan buah pisang pada
tandannya, menimbulkan warna - Pada sisir buah bagian
kemerah-merahan. atas sudah ada yang
matang sekitar 2-3buah
Pemberantasan hama ini
dilakukan dengan insektisida - Tangkai pada putik telah
atau pembungkusan tandan; gugur

330
Tingkat kematangan Penanganan pasca panen
diperkirakan dari adanya siku-
siku pada individu buah; buah - Pengumpulan
yang penampang melintangnya
lebih bulat berarti lebih matang. Pisang yang telah dipanen
dikumpulkan ditempat yang
Sewaktu berat buah meningkat terlindung sinar matahari. Daun
dengan cepat sejalan dengan pisang dapat digunakan sebagai
menghilangnya siku-siku pada alas agar buah tidak luka.
buah, buah pisang juga menjadi Sebelum dilakukan sortasi,
lebih rentan terhadap kerusakan tandan pisang disisir dahulu
selama pengangkutan, dan buah dengan menggunakan pisau
itu tidak dapat bertahan lama, yang tajam agar tidak terjadi
karenanya harus dipetik lebih luka. Kemudian buah pisang
awal. dibersihkan dan disemprot
dengan fungisida untuk
Untuk memanen pisang mencegah timbulnya bahaya
diperlukan 2 orang, si pemanen penyakit selama saat
dan si pengumpul. Si pengumpul penyimpanan.
menyandang bantalan bahu
untuk menahan jatuhnya tandan - Sortasi dan Klasifikasi
setelah si pemanen menusuk
batang pisang dengan parang, Sortasi dan Klasifikasi dilakukan
sehingga bagian atas pohon menurut ukuran besar dan
beserta tandannya merunduk. kecilnya buah, kerusakan atau
cacat buah, derajat kematangan,
Diperlukan satu galah bambu bobot buah dan keseragaman
untuk menopang tandan sampai warna.
menyentuh bantalan di bahu:
Setelah tandan itu merendah - Pengemasan
dengan cara begitu, si pemanen
memotong gagang tandan Pengemasan bertujuan agar
dengan menyisakan sebagian memudahkan pengangkutan dan
gagang yang masih berada pada melindungi buah dari kerusakan
tandan, yang digunakan sebagai mekanis yang terjadi selama
pegangan. pengangkutan.

Tandan-tandan itu kemudian Hal yang perlu diperhatika dalam


diangkut dengan hati-hati ke pengemasan adalah kapasitas
ruangan pengepakan melalui alat kemasan dan cara
sistem kabel atau dengan menyusun buah pisang dalam
gerobak yang ditarik oleh traktor. kemasan.

Untuk pengangkutan jarak dekat


dapat menggunakan keranjang
bambu dengan kapasitas 3-4

331
sisir . Ada pula pedagang yang buah pisang itu mencapai warna
menggunakan kotak kayu yang yang disenangi konsumen.
berisi 150 pisang per kotak.

Pengemasan untuk ekspor


memerlukan penamnganan yang
lebih banyak dan cermat.
Setelah dipetik buah harus dicuci
bersih dan dicelupkan ke dalam
larutan fungisida. Kemudian
buah pisang disortasi dan
ditimbang serta diberi perlakuan
untuk mempertahankan
kesegarannya. Pengemasan
disesuaikan dengan alat
transportasi yang digunakan.
Kotak kemasan yang digunakan
untuk perdagangan internasional
mempunyai kapasitas 18.14
lb(40 lb) dan 12 Kg.
Daya simpan pisang mentah
berkisar antara 21-30 hari pada
suhu 13-15° C. Kalsium karbida
(CaC2) atau larutan etefon dapat
digunakan untuk mematangkan
buah tua-mentah.

Pada perlakuan kalsium karbida,


buah pisang dikenai bahan ini
selama 24-36 jam dalam sebuah
wadah tertutup, sedangkan pada
perlakuan etefon, pencelupan
selama 5 menit sudah cukup
efektif.

Pada pengusahaan secara


komersial besar-besaran
digunakan gas etilena.

Pisang diperlakukan selama 24


jam dalam kamar tertutup yang
berisi etilena dan suhunya
dipertahankan 14-18°C. Setiap
24 jam sekali kamar dibuka
untuk ventilasi sampai buah-

332
9.8. TEKNIK BUDIDAYA reproduktifnya
TANAMAN HIAS (berkembang biak) pada
tahun berikutnya.
a. Pendahuluan
c. Perenial (tahunan), yang
Kelompok tanaman hias termasuk kedalam
merupakan salah satu bagian kelompok ini adalah
dari ilmu hortikultura. Tanaman tanaman hias yang siklus
hias dapat dibudidayakan hidupnya sangat panjang.
didalam ruangan maupun di Salah satu contoh
ruang terbuka. tanaman hias kelompok
ini adalah adalah lidah
mertua (Sansevieria spp).
b. Klasifikasi
B Berdasarkan fungsi
Tanaman hias dapat
diklasifikasikan berdasarkan Kelompok tanaman hias herba
morfologi, siklus hidup, bentuk dapat dibagi berdasarkan
daun, ataupun karakteristik fungsinya yaitu:
lainnya.
a. Bedding Plant, yaitu
1.Golongan Herba tanaman yang digunakan
sebagai selimut
Tanaman hias herba adalah (pelindung) tanaman
tanaman yang batangnya tidak lainnya. Tanaman ini
berkayu, pada umumnya jenis ini berfungsi untuk
banyak digunakan untuk melindungi tanaman
tanaman indoor. lainnya terhadap fluktuasi
suhu ekstrim, hal ini
Kelompok herba ini dapat banya dilakukan pada
dikelompokkan lagi, yaitu: daerah sub-tropis.
Contoh nya adalah:
a.Siklus hidup Petunia spp, dan
marigold (Tagetes spp).
a. Annual, tanaman hias
annual (semusim) adalah b. Hanging plant (tanaman
tanaman hias yang siklus gantung), tanaman yang
hidupnya kurang dari penanamannya dalam
setahun. pot gantung misalnya
geranium, pakis.
b. Biannual, yang termasuk
kedalam kelompok ini
adalah tanaman hias
yang pertumbuhan
vegetatifnya terjadi pada
tahun pertama dan masa

333
Gambar 123. Tanaman hias
yang diletakkan dalam ruangan

Gambar 122. Tanaman yang


diletakkan pada pot 2. Golongan Tanaman Hias
Berkayu
gantung

c. Houseplant (tanaman Tanaman hias kelompok ini


indoor atau tanaman berbeda dalam ukuran dan pola
rumah) , adalah tanaman pertumbuhannya.
hias yang adaptif pada
kondisi didalam ruangan. Beberapa jenis dapat
Mereka ditanam pada menggugurkan daunnya jika
wadah tertentu, dan pada terjadi perubahan cuaca, yang
umumnya kelompok ini disebut decidous, dan kelompok
pertumbuhannya relatif kedua adalah tanaman yang
lebih lambat. Kelompok tidak menggugurkan daunnya
ini dapat berupa tanaman disebut evergreen.
berbunga atau tanaman
hias daun. Misalnya Kelompok ini ada yang
adalah lidah mertua berbentuk semak, menjalar,
(Sansevieria spp) , ataupun pohon.
rambung merah (Ficus
elastica) Tanaman berkayu dapat
digabungkan penanamannya
dengan kelompok herba akan
tetapi jika menggabung
keduanya perlu diperhatikan
kebiasaan hidup masing masing
jenis, warna, tekstur, luas
kanopi, dan kemampuan
adaptasinya.

334
tergantung pada siapa penghuni
ruangan tersebut.

Kondisi tempat tumbuh

Ruangan dapat juga digunakan


untuk menanam tanaman hias.
Akan tetapi keberhasilan
pertanaman di dalam ruangan
ini tergantung pada kondisi
ruangan dan jenis tanaman
Gambar 124 Penggabungan hiasnya. Ruangan yang tidak
golongan tanaman cukup cahaya mataharinya
berkayu dan herba tidak mencukupi syarat untuk
dalam satu lanskap tempat penanaman tanaman,
kecuali diberi cahaya lampu
c. Tanaman Indoor dan selama 24 jam.
outdoor
Akan tetapi ada beberapa jenis
Penanaman bunga dalam tanaman yang adaptif di dalam
ruangan (indoor) ruangan yang terbatas sinar
mataharinya misalnya: lidah
Beberapa jenis bunga dapat mertua (Sansevieria trifascita),
ditanam di dalam ruangan, rambung merah (Ficus elastica),
asalkan seluruh kebutuhan dan sebagainya
pertumbuhannya terpenuhi.
Dekorasi
Faktor yang Mempengaruhi
Kemampuan Tanaman di dalam Tanaman juga dapat digunakan
Ruangan untuk menghias ruangan, yang
pemilihan tanamannya
Kemampuan tanaman untuk tergantung pada besar kecilnya
hidup dalam ruangan tertutup, ruang, warna, dan tekstur bunga.
tergantung pada jenisnya.
Pemilihan akan jenis tanaman Karakteristik tanaman
yang akan dibudidayakan di
dalam ruangan ini tergantung Beberapa alasan pemilihan jenis
pada: tanaman tertentu yang
Efek individual digunakan sebagai tanaman
indoor disebabkan oleh:
Ada beberapa orang lebih
tertarik pada kaktus Daya pikatnya
dibandingkan dengan mawar.
Oleh karenanya penanaman Tanaman yang terpilih sebagai
dalam ruangan sangat tanaman indoor adalah tanaman
yang mempunyai nilai aestetika.

335
Nilainya dapat terletak pada cepat dibandingkan dengan
keindahan daun ataupun kelompok palma.
bunganya.
Penanaman di Luar Ruangan
- Penampilannya (outdoor)

Pada umumnya orang jarang Untuk tanaman outdoor jenis


menggunakan satu jenis dan keindahannya sangat
tanaman indoor sepanjang masa banyak, tergantung pada pilihan
hidup tanaman tersebut, lanskapnya. Lanskap memiliki
tanaman akan segera digantikan makna penggunaan tanaman
jika tanaman itu tua (tidak outdoor yang berfungsi untuk
menarik). Beberapa jenis menambah keindahan atau
tanaman dapat berubah lainnya. Penanaman di luar
penampilannya pada waktu ruangan dapat menggabungkan
muda dan tua, tanaman yang beberapa jenis tanaman,
indah hanya pada waktu muda, ataupun hanya satu jenis.
akan segera digantikan, jika
tanaman tua. Tujuan dari pengaturan lanskap
adalah;
Itu sebabnya tanaman indoor
selalu diganti, berdasarkan - Peningkatan keindahan
bagaimana penampilannya suatu areal
dalam mendukung keindahan
dekorasi ruangan. - Peningkatan nilai tanah
dan bangunan
- Siklus hidup
- Menggabungkan konsep
Beberapa jenis tanaman hanya alami pada bangunan
menarik pada saat dia berbunga,
dan menjadi tidak menarik pada - Memberi kepuasan pada
saat pertumbuhan vegetatif. khalayak ramai
Sebaliknya ada beberapa jenis
tanaman hias daunnya lebih - Kontrol bagi pengendara
menarik dibandingkan dengan dan pejalan kaki
bunganya.
- Memodifikasi lingkungan
-Laju pertumbuhan
- Tempat rekreasi
Beberapa jenis tanaman laju
pertumbuhanya relatif lebih - Meningkatkan
cepat sedangkan jenis lainnya perlindungan terhadap
lebih lambat. Misalnya kelompok semberdaya alam
tanaman hias annual (tanaman
semusim) pertumbuhan lebih - Mengurangi polusi suara

336
d. Teknik Budidaya tanaman 3. humus, pupuk kandang
hias secara umum steril dan pasir malang
yang telah diayak halus
a. Media tanam dengan perbandingan
5:5:2
Hampir semua tanaman hias
memerlukan media yang Untuk menjaga kelembaban
gembur, pouros, subur, cukup media dan mengatur drainase
mengadung, bahan organik, yang baik maka pertama-tama
bebas dari hama, aerasi dan pot diisi terlebih dahulu dengan
drainese yang baik. pecahan bata merah, pecahan
genting, Styrofoam, dice coco (
Untuk menciptakan kondisi sabut kelapa yang dipotong
tersebut maka media tanam dadu ), sampai ¼ pot setelah itu
yang ideal adalah campuran baru media tanamnya diisi
bahan organik dan bahan hingga penuh.
anorganik.
Untuk menjaga tanaman
Bahan organik dapat berupa terhindar dari jamur, cendawan
cacahan pakis, kompos, humus, dan bakteri sebaiknya media
serutan kayu, arang sekam, harus dikukus setidaknya 1 jam
cocopeat, dan sebagainya
Sedangkan bahan anorganik b. Teknik Budidaya Bunga
berupa tanah atau pasir. Potong

Komposisi media yang


digunakan untuk setiap nursery Bunga potong adalah bunga
pasti berbeda-beda tergantung yang dianfaatkan sebagai bahan
dari kondisi iklim setempat, rangkaian bunga untuk berbagai
campuran media tanam yang keperluan manusia.
dapat digunakan diantaranya :
Penggunaan bunga potong ini
1. sekam bakar dan dimulai dari kelahiran,
cacahan pakis dengan perkawinan sampai kematian,
perbandingan 4 : 1 untuk oleh karenanya bunga potong ini
pupuk bisa menggunakan memiliki prospek yang cerah.
dekastar atau osmokot
atau bisa juga pupuk Banyak jenis bunga potong yang
kandang yang telah di dibudidayakan untuk memenuhi
fermentasi. kebutuhan seperti: krisan,
mawar, anthurium, gladiol, dan
2. sekam bakar, andam ( lain-lain.
kaliandra) dan pupuk
kadang yang telah steril
dengan perbandingan
1:1:1.

337
Prinsip budi daya bunga potong pengapuran ataupun
pada dasarnya meliputi: penambahan bahan organik.

- Penyiapan bibit c. Aspek teknik hortikultura

- Penyiapan lahan Aspek teknik hortikultura penting


dalam hal perbaikan mutu bunga
- Penanaman potong melalui perbanyakan
vegetatif dan generatif. Cara
- Pemeliharaan perbanyakan vegetatif maupun
generatif sangat perlu
- Panen dan diperhatikan untuk pengadaan
Pascapanen bibit unggul. Teknik perbanyakan
dengan penyambungan dapat
Faktor-faktor yang membantu memperbaiki
mempengaruhi pertumbuhan pertummbuhan bunga terhadap
kondisi lingkungan yang buruk
Beberapa aspek yang perlu dan dapat memperbaiki
diperhatikan dalam budidaya kemampuan berbunga.
bunga potong ini adalah: aspek
ekologi produksi, aspek teknik Aspek penanaman
hortikultura, dan teknik budidaya.
Aspek ini perlu diperhatikan
menyangkut ketersediaan
Unsur ekologi sumber daya lahan dan
lingkungan yang dapat
Unsur yang terpenting dari mendukung pertumbuhan bunga
aspek ini adalah iklim (ketinggian potong.
tempat cahaya matahari, dan
curah hujan), tanah (struktur dan Kondisi suhu dan kesuburan
pH tanah), air tanah (kedalaman tanah akan mempengaruhi
air tanah). Aspek ini demikian jumlah populasi yang terdapat
penting terutama jika hendak pada satu areal tertentu. Pada
menanam bibit jenis bunga suhu tinggi misalnya maka dapat
impor. digunakan jarak tanam yang
lebih rapat, begitu juga untuk
Kendala yang dihadapi jika tanah-tanah yang subur.
menanam bunga impor adalah
kendala lingkungan. Akan tetapi Pemangkasan batang maupun
kendala ini dapat diatasi dengan akar, pengerdilan tanaman, dan
berbagai teknik hortikultura yang pemaksaan berbunga dapat
dilaksanakan secara intensif. membantu mengatasi kendala
Sebagai contoh keadaan tanah ekologi yang kurang cocok.
yang buruk dapat dimbangi
dengan pemupukan,

338
Aspek teknik budidaya Untuk memertahankan mutu
bunga dari panen sampai ke
Dalam memelihara tanaman dan tangan konsumen perlu
teknik budidaya kadang-kadang memperhatikan:
ditemui permasalahan karena
adanya perubahan kebiasaan - Penyimpanan
masyarakat setempat dari
bertanam secara tradisional ke - pengemasan
modern. Umumnya cara bertani
tradisional menghasilkan mutu - pengangkutan
bunga yang kurang baik
dibandingkan dengan cara Penyimpanan
modern.
Cara penyimpanan bunga
Pemberian paranet pada potong ditentukan berdasarkan
budidaya Aglonema memberikan jenis bunganya. Cara
hasil warna daun yang lebih penyimpananya antara lain
menarik dibandingkan dengan dengan merendam tangkai
tanpa paranet. bunga di dalam air, perlakuan
kimia, dan dengan cara
Peningkatan mutu bunga juga pendinginan.
dapat dilakukan dengan Teknologi penyimpanan
pengaturan pembungaan sederhana yan sering dilakukan
(memperbesar ukuran bunga, petani adalah merendam tangkai
memperlebat jumlah bunga, bunga dalam air bersih, bunga
memperpanjang masa krisan sering diberi perlakuan
berbunga). perendaman dengan chrysal
sebanyak 5 g/air.
Memperbesar ukuran bunga
dapat dilakukan dengan metode Bunga Gladiol sering diberi
pemangkasan, yang hanya perlakuan 4 ppm GA 60 ppm,
menyisakan beberapa kuntum magnesium sulfat 40 ppm atau
bunga yang potensial bermutu air suling agar bunga ini tetap
tinggi. awet.

Pascapanen Pengemasan

Mutu bunga potong bergantung Pengemasan yang paling


pada penampilan dan daya sederhana adalah dengan
tahan kesegarannya. Bunga membungkus bunga dengan
dengan mutu prima mempunyai kertas koran. Salah satu bagian
nilai jual lebih tinggi dibiarkan terbuka, kemudian
dibandingkan dengan bunga dibungkus dengan kantong
potong berkualitas rendah. polietilen (PE) yang diberi lubang
dan dikemas lagi dalam kantong
tanpa lubang pada kelambaban

339
80%, metode ini sering
digunakan petani Thailand
dalam pengemasan bunga
mawar.

Pengangkutan

Pengangkutan bunga potong


menjadi perhatian khusus
karena erat kaitannya dengan
ketahanan bunga untuk tetap
segar sampai ke tangan
konsumen.

340
9.8.1. Teknik Budidaya Hal ini sangat mendorong
Anggrek terciptanya varietas-varietas
baru yang dapat dikembangkan
a.Pendahuluan dan dibudidayakan secara baik
di Indonesia, karena kondisi iklim
Indonesia mempunyai lebih dari yang sesuai.
4,000 jenis anggrek, tanaman ini
hampir terdapat diseluruh Pertumbuhan tanaman anggrek
kepulauan di Indonesia. baik vegetatif maupun generatif
tidak hanya ditentukan oleh
Anggrek dapat ditemukan mulai faktor genetik. Namun lebih
dataran rendah sampai banyak ditentukan oleh faktor
ketinggian 3000 mdpl. lingkungan seperti:

Kisaran suhu untuk hidup - Cahaya


anggrek ini juga bervariasi mulai
dari 8.7ºC sampai 32ºC. - suhu

Tanaman ini juga dapat - kelembaban


ditemukan diberbagai tempat
misalnya pada cabang pohon - pemeliharaan tanaman
Tamarindus (asam jawa) pada seperti: penyiraman,
pinggir jalan di kota besar besar pemupukan, media tumbuh,
seperti Jakarta, Bandung atau dan pengendalian hama dan
Bogor, atau dibawah tegakan penyakit.
hutan hujan tropis (misalnya
Aerides odorata dan Berdasarkan tipe pertumbuhan
Rhynchostylis retusa). batangnya, maka anggrek dapat
dikelompokkan menjadi 2
Tanaman anggrek Dendrobium, kelompok yaitu:
Phalaenopsis, Oncidium, dan
Vanda beserta kerabatnya serta 1. anggrek simpodial yaitu
tanaman anggrek jenis lain telah anggrek yang
banyak diusahakan. mempunyai pertumbuhan
batang terbatas seperti:
Tanaman anggrek merupakan Dendrobium, Cattleya,
salah satu kelompok tanaman dan Oncidium
hias yang mempunyai nilai
ekonomi tinggi. 2. anggrek tipe monopodial
yaitu anggrek yang
Banyaknya variasi bentuk dan mempunyai pertumbuhan
warna bunga anggrek batang yang tidak
merupakan salah satu terbatas seperti: Vanda
keunggulan dari bunga anggrek. dan kerabatnya.

341
Berdasarkan habitatnya tanaman di dataran rendah membutuhkan
anggrek dibagi dalam 2 suhu siang berkisar 24–33oC
golongan yaitu dan suhu malam 21–27oC.
Sedangkan untuk anggrek yang
1. Epifit, anggrek epifit tumbuh di dataran tinggi
adalah anggrek yang membutuhkan suhu siang
hidup menumpang pada berkisar antara 18– 27oC dan
batang pohon atau suhu malam berkisar antara 13–
sejenisnya, namun tidak 18oC.
merugikan tanaman yang
ditumpanginya dan Kelembaban
membutuhkan naungan.
Pada umumnya anggrek
2. Terestrial, anggrek membutuhkan kelembaban tinggi
terestrial adalah anggrek yaitu berkisar antara 60-80%.
yang hidup dan tumbuh Pada malam hari kelembaban
di atas permukaan tanah tidak terlalu tinggi karena dapat
dan membutuhkan mengakibatkan busuk akar dan
cahaya matahari busuk tunas.
langsung.
Kelembaban yang terlalu rendah
b.Syarat Tumbuh pada siang hari dapat diatasi
dengan cara pemberian
Intensitas cahaya semprotan kabut (mist) di sekitar
tempat pertanaman.
Intensitas cahaya yang
dibutuhkan anggrek di dalam c. Hal-hal yang perlu
pertumbuhan dan diperhatikan dalam budidaya
perkembangannya sangat anggrek
berbeda, tergantung pada jenis,
ukuran dan umurnya. Aspek lingkungan

Misalnya anggrek epifit Secara alami anggrek (Famili


membutuhkan intensitas cahaya Orchidaceae) hidup epifit pada
matahari berkisar antara 1500– pohon dan ranting-ranting
3000 fc. tanaman lain, namun dalam
pertumbuhannya anggrek dapat
Sedangkan anggrek terestrial ditumbuhkan dalam pot yang
membutuhkan intensitas cahaya diisi media tertentu. Ada
matahari 4000 – 5000 fc. beberapa faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan
Suhu tanaman, seperti faktor
lingkungan, antara lain sinar
Kebutuhan suhu pada tanaman matahari, kelembaban dan
anggrek sangat tergantung pada temperatur serta pemeliharaan
jenisnya. Anggrek yang tumbuh seperti : pemupukan,

342
penyiraman serta pengendalian pada anggrek jenis Dendrobium
OPT. sp. yang dapat mengeluarkan
tangkai bunga baru di sisi-sisi
Pada umumnya anggrek- batangnya. Contoh dari anggrek
anggrek yang dibudidayakan tipe simpodial antara lain :
memerlukan temperatur 28 + 2° Dendrobium sp., Cattleya sp.,
C dengan temperatur minimum Oncidium sp.,dan Cymbidium sp.
15° C. Anggrek tanah pada Anggrek tipe simpodial pada
umumnya lebih tahan panas dari umumnya bersifat epifit.
pada anggrek pot. Tetapi
temperatur yang tinggi dapat Anggrek tipe monopodial adalah
menyebabkan dehidrasi yang anggrek yang dicirikan oleh titik
dapat menghambat tumbuh yang terdapat di ujung
pertumbuhan tanaman. batang, pertumbuhannnya lurus
ke atas pada satu batang.
Kelembaban nisbi (RH) yang Bunga ke luar dari sisi batang di
diperlukan untuk anggrek antara dua ketiak daun. Contoh
berkisar antara 60–85%. Fungsi anggrek tipe monopodial antara
kelembaban yang tinggi bagi lain : Vanda sp., Arachnis sp.,
tanaman antara lain untuk Renanthera sp., Phalaenopsis
menghindari penguapan yang sp., dan Aranthera sp.
terlalu tinggi. Pada malam hari
kelembaban dijaga agar tidak Habitat tanaman anggrek
terlalu tinggi, karena dapat dibedakan menjadi 4 kelompok
mengakibatkan busuk akar pada sebagai berikut :
tunas-tunas muda. Oleh karena
itu diusahakan agar media dalam > Anggrek epifit, yaitu
pot jangan terlampau basah. anggrek yang tumbuh
Sedangkan kelembaban yang menumpang pada pohon
sangat rendah pada siang hari lain tanpa merugikan
dapat diatasi dengan cara tanaman inangnya dan
pemberian semprotan kabut membutuhkan naungan
(mist) di sekitar tempat dari cahaya matahari,
pertanaman dengan bantuan misalnya Cattleya sp.
sprayer. memerlukan cahaya
+40%, Dendrobium sp.
Berdasarakan pola 50–60%, Phalaenopsis
pertumbuhannya, tanaman sp. + 30 %, dan
anggrek dibedakan menjadi dua Oncidium sp. 60 – 75 %.
tipe yaitu, simpodial dan
monopodial. Anggrek tipe > Anggrek terestrial, yaitu
simpodial adalah anggrek yang anggrek yang tumbuh di
tidak memiliki batang utama, tanah dan membutuhkan
bunga ke luar dari ujung batang cahaya matahari
dan berbunga kembali dari anak langsung, misalnya
tanaman yang tumbuh. Kecuali Aranthera sp.,

343
Renanthera sp., Vanda Oleh karena itu untuk
sp., dan Arachnis sp. mendapatkan hasil yang
Tanaman anggrek diharapkan, sebaiknya dan
terestrial membutuhkan seharusnya pedoman
cahaya matahari 70 – persilangan perlu dikuasai,
100 %, dengan suhu antara lain :
siang berkisar antara 19
– 380C, dan malam hari > Persilangan sebaiknya
18–210C. Sedangkan dilakukan pada pagi hari
untuk anggrek jenis setelah penyiraman.
Vanda sp. yang berdaun Kuntum bunga dipilih
lebar memerlukan sedikit yang masih segar atau
naungan. setelah membuka penuh.

> Anggrek litofit, yaitu > Sebagai induk betina


anggrek yang tumbuh dipilih yang mempunyai
pada batu-batuan, dan bunga yang kuat, tidak
tahan terhadap cahaya cepat layu atau gugur.
matahari penuh, misalnya
Dendrobium > Mengetahui sifat-sifat
phalaenopsis. kedua induk tanaman
yang akan disilangkan,
> Anggrek saprofit, yaitu agar memberikan hasil
anggrek yang tumbuh yang diharapkan,
pada media yang misalnya sifat dominasi
mengandung humus yang akan terlihat atau
atau daun-daun kering, muncul pada turunannya
serta membutuhkan seperti : warna, bentuk,
sedikit cahaya matahari, dan lain-lain.
misalnya Goodyera sp.
> Bunga tidak terserang
Persilangan Anggrek OPT terutama pada
polen dan stigma.
Persilangan ditujukan untuk
mendapatkan varietas baru > Setiap mendapatkan
dengan warna dan bentuk yang varietas baru yang baik,
menarik, mahkota bunga sebaiknya didaftarkan
kompak dan bertekstur tebal pada “Royal Horticultural
sehingga dapat tahan lama Society” di London,
sebagai bunga potong, jumlah dengan mengisi formulir
kuntum banyak dan tidak ada pendaftaran anggrek
kuntum bunga yang gugur dini hibrida dengan beberapa
akibat kelainan genetis serta persyaratan lainnya.
produksi bunga tinggi.

344
dan bila tidak ada OPT, maka
bakal buah tersebut akan terus
berkembang menjadi buah.
Langkah-langkah yang dilakukan Buah anggrek ada yang masak
dalam melakukan penyerbukan setelah tiga bulan sampai enam
(polinasi) adalah sebagai berikut: bulan atau lebih. Buah yang
masak akan merekah dengan
> Sediakan sehelai kertas dicirikan adanya perubahan
putih dan sebatang lidi warna buah dari hijau menjadi
kecil atau tusuk gigi atau hijau kekuning-kuningan.
sejenisnya yang bersih.
Dalam memilih biji anggrek yang
> Cap polinia yang terdapat akan disemaikan dalam botol
pada ujung column perlu diperhatikan sebagai
dibuka, dimana akan berikut :
terlihat di dalamnya > Biji yang berwarna
polinia yang berwarna keputih-putihan dan
kuning. kosong adalah biji yang
kurang baik.
> Ujung lidi/tusuk gigi
dibasahi dengan cairan > Biji yang baik yaitu
yang ada di dalam lubang yang bulat penuh berisi,
putih atau dengan sedikit berwarna kuning atau
air. kecoklat-coklatan
> Polinia diambil dengan
hati-hati. Pegang kertas 3. Perbanyakan Anggrek
putih sebagai wadah di
bawah bunga untuk Perbanyakan tanaman anggrek
menghindari bila polinia pada umumnya dilakukan
jatuh pada waktu diambil. melalui dua cara yaitu,
konvensional dan dengan
> Polinia kemudian metoda kultur in vitro.
dimasukkan ke dalam
stigma (kepala putik). Perbanyakan tanaman yang
dilakukan secara konvensional
> Beri label yang diikatkan adalah sebagai berikut :
pada tangkai kuntum
(pedicel) bunga yang
berisi catatan tentang Perbanyakan vegetatif melalui
tanggal penyerbukan dan beberapa cara seperti:
nama bunga yang diambil
polinianya. - Pemecahan/pemisahan
rumpun seperti
Beberapa hari kemudian bunga Dendrobium sp.,
yang telah diserbuki akan layu. Oncidium sp., Cattleya
Apabila penyerbukan berhasil, sp., dan Cymbidium sp.

345
persilangan yang secara genetis
biji-biji tersebut bersifat
heterozigot. Sehingga benih-
- Pemotongan anak benih yang dihasilkan
tanaman yang ke luar mempunyai sifat tidak mantap
dari batang seperti dan beragam.
Dendrobium sp.
Untuk menghasilkan bunga
- Pemotongan anak dalam jumlah banyak dan
tanaman yang ke luar seragam diperlukan tanaman
dari akar dan tangkai dalam jumlah banyak pula. Oleh
bunga seperti karena itu peningkatan produksi
Phalaenopsis sp., yang bunga pada tanaman anggrek
selanjutnya ditanam ke hanya dapat dicapai dengan
media yang sama seperti usaha perbanyakan tanaman
pakis, mos serabut yang efisien.
kelapa, arang, serutan
kayu, disertai campuran Pada saat ini metode kultur in
pecahan genting atau vitro merupakan salah satu cara
batu bata. yang mulai banyak digunakan
dalam perbanyakan klon atau
Perbanyakan secara vegetatif ini vegetatif tanaman anggrek.
akan menghasilkan anak
tanaman yang mempunyai sifat Kultur in vitro pertama kali
genetik sama dengan induknya. dicoba oleh Haberlandt pada
tahun 1902, karena adanya sifat
Namun perbanyakan tanaman yang disebut totipotensi
konvensional secara vegetatif ini yang dicetuskan oleh kedua
tidak praktis dan tidak orang sarjana Jerman Schwann
menguntungkan untuk tanaman dan Schleiden pada tahun 1830.
bunga potong, karena jumlah
anakan yang diperoleh dengan Metode kultur in vitro yaitu
cara-cara ini sangat terbatas. menumbuhkan jaringan-jaringan
vegetatif (seperti :
Perbanyakan generatif yaitu - akar
dengan biji. Biji anggrek sangat - daun
kecil dan tidak mempunyai - batang
endosperm (cadangan - mata tunas
makanan), sehingga - jaringan-jaringan
perkecambahan di alam sangat generatif (seperti : ovule,
sulit tanpa bantuan jamur yang embrio dan biji).
bersimbiosis dengan biji
tersebut. Jaringan ini kemudian
ditumbuhkan pada media buatan
Secara generatif, benih tanaman berupa cairan atau padat secara
diperoleh melalui biji hasil aseptik (bebas mikroorganisme).

346
Dengan metode ini dapat
diharapkan perbanyakan
tanaman dapat dilakukan secara Untuk pertumbuhan tanaman
cepat dan berjumlah banyak, anggrek, kemasaman media
serta sama dengan induknya. (pH) yang baik berkisar antara
5–6. Media tumbuh sangat
Penanaman dan pemeliharaan penting untuk pertumbuhan dan
produksi bunga optimal,
Persiapan Lahan sehingga perlu adanya suatu
usaha mencari media tumbuh
Tanaman anggrek dapat ditanam yang sesuai.
di sekitar rumah atau
pekarangan atau di kebun yaitu Media tumbuh yang sering
di bawah pohon atau dengan digunakan di Indonesia antara
naungan yang diberi paranet lain : moss, pakis, serutan kayu,
atau sejenisnya dengan potongan kayu, serabut kelapa,
pengaturan intensitas cahaya arang dan kulit pinus.
tertentu atau di lahan terbuka.
Pecahan batu bata banyak
Oleh karena tanaman anggrek dipakai sebagai media dasar pot
mempunyai potensi ekonomis anggrek, karena dapat menyerap
yang tinggi, maka untuk jenis- air lebih banyak bila
jenis tertentu dapat ditanam di dibandingkan dengan pecahan
dalam rumah kaca (green genting.
house). Selain untuk melindungi
tanaman dari gangguan alam, Media pecahan batu bata
juga akan mengurangi intensitas digunakan sebagai dasar pot,
serangan OPT. karena mempunyai kemampuan
drainase dan aerasi yang baik.
Persiapan Media Tumbuh
Moss yang mengandung 2–3%
Media tumbuh yang baik harus unsur N sudah lama digunakan
memenuhi beberapa untuk medium tumbuh anggrek.
persyaratan, yaitu tidak lekas Media moss mempunyai daya
melapuk, tidak menjadi sumber mengikat air yang baik, serta
penyakit, mempunyai aerasi mempunyai aerasi dan drainase
baik, mampu mengikat air dan yang baik pula.
zat-zat hara secara baik, mudah
didapat dalam jumlah yang Pakis sesuai untuk media
diinginkan dan relatif murah anggrek karena memiliki daya
harganya. mengikat air, aerasi dan
drainase yang baik, melapuk
Sampai saat ini belum ada secara perlahan-lahan, serta
media yang memenuhi semua mengandung unsur-unsur hara
persyaratan untuk pertumbuhan yang dibutuhkan anggrek untuk
tanaman anggrek. pertumbuhannya.

347
Pecahan arang kayu tidak lekas
lapuk, tidak mudah ditumbuhi
cendawan dan bakteri, tetapi
Serabut kelapa mudah melapuk sukar mengikat air dan miskin
dan mudah busuk, sehingga zat hara. Namun arang cukup
dapat menjadi sumber penyakit, baik untuk media anggrek.
tetapi daya menyimpan airnya
sangat baik dan mengandung Penggunaan media baru
unsur-unsur hara yang (repotting) dilakukan antara lain
diperlukan serta mudah didapat sebagai berikut :
dan murah harganya. > Bila ditanam dalam
pot (wadah) sudah
Dalam menggunakan serabut terlalu padat atau
kelapa sebagai media tumbuh, banyak tunas.
sebaiknya dipilih serabut kelapa > Medium lama sudah
yang sudah tua. hancur, sehingga
menyebabkan
Media tumbuh sabut kelapa, medium bersifat
pakis, dan moss merupakan asam, bisa menjadi
media tumbuh yang baik untuk sumber penyakit.
pertumbuhan tanaman anggrek
Phalaenopsis sp. Namun bila Penyiraman
pakis dan moss yang tumbuh di
hutan ini diambil secara terus- Tanaman anggrek yang sedang
menerus untuk digunakan aktif tumbuh, membutuhkan lebih
sebagai media tumbuh, banyak air dibandingkan dengan
dikhawatirkan keseimbangan yang sudah berbunga.
ekosistem akan terganggu.
Frekuensi dan banyaknya air
Serutan kayu atau potongan siraman yang diberikan pada
kayu kurang sesuai untuk media tanaman anggrek bergantung
anggrek karena memiliki aerasi pada jenis dan besar kecil
dan drainase yang baik, tetapi ukuran tanaman, serta keadaan
daya menyimpan airnya kurang lingkungan pertanaman. Sebagai
baik, serta miskin unsur N. contoh adalah tanaman anggrek
Proses pelapukan berlangsung Vanda sp., Arachnis sp., dan
lambat, karena kayu banyak Renanthera sp., yaitu anggrek
mengandung senyawa-senyawa tipe monopodial yang tumbuh di
yang sulit terdekomposisi seperti bawah cahaya matahari
selulosa, lignin, dan langsung, sehingga
hemiselulosa. membutuhkan penyiraman lebih
dari dua kali sehari, terutama
Media serutan kayu jati pada musim kemarau.
merupakan media tumbuh yang
baik untuk pertumbuhan anggrek
Aranthera James Storie.

348
Sedangkan pada fase
Pemupukan pertumbuhan generatif yaitu
untuk merangsang pembungaan,
Seperti tumbuhan lainnya, perbandingan pemberian pupuk
anggrek selalu membutuhkan NPK adalah 10:30:30.
makanan untuk
mempertahankan hidupnya. Jika dilakukan pemupukan ke
dalam pot maka hanya pupuk
Kebutuhan tanaman anggrek yang larut dalam air dan kontak
akan nutrisi sama dengan langsung dengan ujung akar
tumbuhan lainnya, hanya yang akan diambil oleh tanaman
anggrek membutuhkan waktu anggrek dan sisanya akan tetap
yang cukup lama untuk berada dalam pot.
memperlihatkan gejala-gejala
defisiensi, mengikat Pemupukan pada sore hari
pertumbuhan anggrek sangat menunjukkan respon
lambat. pertumbuhan yang baik pada
anggrek Dendrobium sp.
Dalam usaha budidaya tanaman
anggrek, habitatnya tidak cukup d.Pedoman teknis
mampu menyediakan unsur-
unsur yang dibutuhkan oleh Penanaman anggrek
tanaman untuk pertumbuhan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Anggrek tumbuh menumpang di
biasanya tanaman diberi pupuk batang, cabang pohon atau
baik organik maupun anorganik. bahan lain tanpa merugikan
tanaman inangnya.
Pupuk yang digunakan
umumnya pupuk majemuk yaitu Karena terbiasa dibawah
yang mengandung unsur makro naungan, anggrek ini tidak tahan
dan mikro. terkena sinar matahari terik dan
membutuhkan naungan dengan
Kualitas dan kuantitas pupuk persentase tertentu, tergantung
dapat mengatur keseimbangan jenisnya.
pertumbuhan vegetatif dan
generatif tanaman. Pada fase Kisaran naungan antara 25 –
pertumbuhan vegetatif bagi 75%. Sebagai contoh misalnya
tanaman yang masih kecil anggrek epifit, Cattleya sp,
perbandingan pemberian pupuk Cymbidium sp, Dendrobium sp,
NPK adalah 30:10:10, pada fase Oncidium sp dan Phalaenopsis
pertumbuhan vegetatif bagi sp, serta Vanda daun lebar alias
tanaman yang berukuran sedang vanda daun .
perbandingan pemberian pupuk
NPK adalah 10:10:10. Untuk menanam anggrek epifit
digunakan media berupa pakis,

349
moss, sabut kelapa, arang, dan dilakukan agar anakan
kulit kayu atau sejenisnya. Bisa berikutnya dapat mengisi pot
juga menggunakan lebih dari bagian tengahnya.
satu jenis, tergantung kondisi
linggan setempat. Untuk menghindari agar anggrek
tetap tegak, anggrek dapat diikat
Sebagai wadah dapat dipilih pot dengan kawat.
bahan plastik, tanah atau yang
terbuat dari kayu.

Ada 3 cara penanaman anggrek


epifit yaitu : pot, pohon, dan di
tanah

- Penanaman di pot

Pedoman teknis:
Sebelum ditanami, dasar pot diisi
dengan pecahan batu
bata/genting 1/3 dari tinggi pot

Setelah itu, isi seluruh pot


dengan media.

Kemudian pada bagian atasnya


diisi dengan arang.

Untuk tanaman di pot sebaiknya


Tanam anggrek dengan bagian diletakkan di atas rak-rak atau
bulbnya yang muda berada digantung.
disebelah dalam, hal ini

350
- Penanaman di pohon

Letakkan bibit anggrek pada


akar pakis, ikat dengan kawat
atau tali rafia.

Sebelum meletakkan anggrek


muda ada baiknya terlebih
dahulu menyemprot pakis
dengan pesitida, agar terbebas
dari semut atau serangga
lainnya.

Kemudia rendam dengan sedikit


dengan larutan pupuk hyponex,
selama 24 jam. Hal ini dilakukan
agar media tempat tumbuh Tanaman yang sudah siap
anggrek muda mengandung ditanam diletakkan ditempat
hara. yang telah disiapkan, tergantung
pada jenisnya.

Berikut ini adalah salah atu


contoh anggrek epifit yang sudah
berkembang sempurna.
Jika akar sudah kuat, tali dapat
dilepas.

351
Contoh yg butuh sinar matahari
penuh (100%):

- Arachnis

- Renanthera

- Aranthera

- Vanda teret ( berdaun


pensil) seperti: vanda
teres dan Vanda
hookeriana.
Tanaman ditempatkan di tempat
yg diberi naungan sesuai dengan
kebutuhan jenis anggreknya. Anggrek ini membutuhkan media
lain seperti: serutan kayu, sabut
Misalnya: kelapa dan dicampur dengan
kompos dan pupuk kandang yg
1. Cattleya butuh naungan sudah matang.
dengan penerimaan Anggrek terestrial umumnya
cahaya matahari sekitar ditanam dengan sistem
25-45% bedengan, tetapi dapat juga
ditanam dalam pot tanah.
2. Dendrobium 55-65%
Bedengan

3. Oncidium 55-75% Jika ingin menanam anggrek di


tanah pertama yang harus kita
4. Phalaenopsis 25-35% lakukan adalah membuat
bedengan. Bedengan dibuat
tidak dengan meninggikan tanah
5. Vanda 65-75% seperti kalau kita membuat
bedengan untuk tanaman
lainnya, akan tetapi kita
- Penanaman di Tanah membuat bedengan yang
tepinya dibatasi dengan
Anggrek Terestrial batubata, seperti gambar
dibawah ini.
Anggrek terestrial yaitu anggrek
yang tumbuh diatas permukaan
tanah. Ada yang membutuhkan
sinar matahari penuh dan ada
yg perlu sedikit naungan.

352
Penyiraman

Penyiraman pada umumnya


dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi
hari, sekitar pukul 6.00– 7.00
dan sore hari sekitar pukul 17.00
– 18.00. Pada musim kemarau
dapat dilakukan lebih dari 2 kali
sehari yaitu dengan cara
penyemprotan pada seluruh
bagian tanaman terutama bagian
bawah permukaan daun.

Tak ada salahnya berhati-hati


saat melakukan penyiraman di
rumpun anggrek.
Pada bagian dasar bedengan
ditaruh pecahan genting atau Penyiraman yang kurang hati-
batubata kira-kira sepertiga dari hati dapat menyebabkan
tinggi batu bata. Diatasnya diberi pembusukan pada tunas
serutan kayu atau sabut kelapa, anakan.
baru diatasnya lagi diberi
kompos dan pupuk, seperti Tunas anakan anggrek,
gambar berikut. khususnya pada golongan
dendrobium saat tumbuh akan
membentuk kuncup daun yang
menyerupai mahkota pada
bagian atasnya. Tunas ini amat
peka terhadap perubahan
lingkungan, terutama
kelembaban.

Gambar Daun anggrek yang


busuk
Pemeliharaan

353
Kuncup yang menyerupai Air kelapa
mahkota ini tak lain adalah
ujung-ujung daun muda yang Air kelapa ternyata memiliki
belum membuka sempurna dan manfaat untuk meningkatkan
posisi ujung daun tegak keatas pertumbuhan tanaman.
dengan membentuk suatu
cekungan/rongga sempit di Air kelapa yang sering dibuang
bagian tengahnya, persis oleh para pedagang di pasar
menyerupai mahkota. tidak ada salahnya untuk kita
manfaatkan sebagai penyubur
Kuntum bunga juga akan rontok tanaman.
jika kita salah dalam penyiraman
Selama ini air kelapa banyak
digunakan di Laboratorium
Pemupukan sebagai nutrisi tambahan di
dalam media kultur jaringan.
Pupuk Organik Pemberian pupuk majemuk
dilakukan 2 kali seminggu
Pupuk Kompos dengan dosis 0,2% atau sesuai
dosis anjuran. Pemberian pupuk
Seringkali apabila kita dilakukan melalui daun dengan
memelihara anggrek jenis cara penyemprotan di seluruh
terestrial, litofit, saprofit atau bagian tanaman, terutama di
semi terestrial untuk bagian bawah permukaan daun.
menambahkan pupuk organik
kedalam media tanamnya Pupuk majemuk yang diberikan
sebagai sumber unsur hara sebaiknya lebih dari 2 jenis
makro dan mikro dan juga dapat pupuk yang diaplikasikan secara
untuk memperbaiki sifat kimia, bergantian. Komposisi unsur N,
biologi dan fisik tanah disekitar P dan K yang diberikan
perakaran anggrek tergantung pada besar kecilnya
tanaman.
Perlu dibedakan pemberian
pupuk untuk bibit, tanaman
remaja, dan untuk merangsang
pembungaan.

3. Pengendalian hama dan


Penyakit

Penyemprotan pestisida seperti:


insektisida, fungisida dan
bakterisida dapat dilakukan 1 kali
seminggu secara bergantian
atau sesuai dosis anjuran dan

354
tergantung juga pada berat patogen serangga Beauveria
ringannya tingkat serangan. bassiana.

Bioinsektisida (organik) Jamur Beauveria bassiana


adalah jamur mikroskopik
Serangan hama merupakan dengan tubuh berbentuk
salah satu faktor pembatas untuk benang-benang halus (hifa).
peningkatkan produksi pertanian Kemudian hifa-hifa tadi
yang dalam kasus ini adalah membentuk koloni yang disebut
pemeliharaan anggrek. miselia.

Untuk megendalikan hama


seringkali digunakan pestisida
kimia dengan dosis yang
berlebih. Padahal akumulasi
senyawa-senyawa kimia
berbahaya dapat menimbulkan
dampak negatif terhadap
kelestarian lingkungan dan
kesehatan manusia.

Gambar Insektisida hayati

Jamur ini tidak dapat


memproduksi makanannya
sendiri, oleh karena itu jamur ini
bersifat parasit terhadap
serangga inangnya.

Laboratorium BPTPH Propinsi


Daerah Istimewa Yogyakarta
telah mengembangkan dan
Ditengah maraknya budidaya memproduksi secara massal
pertanian organik, maka upaya jamur patogen serangga B.
pengendalian hama yang aman bassiana sebagai insektisida
bagi produsen/petani dan alami.
konsumen serta menguntungkan
petani, menjadi prioritas utama. Berdasarkan kajian jamur B.
bassiana efektif mengendalikan
Salah satu alternatif hama walang sangit, wereng
pengendalian adalah batang coklat, dan kutu (Aphids
pemanfaatan jamur penyebab sp).
penyakit pada serangga
(bioinsectisida), yaitu jamur

355
Akan tetapi, bukan tidak mungkin oratorius) dan wereng batang
akan efektif bila diuji coba pada coklat (Nilaparvata lugens) pada
serangga-serangga hama tanaman padi serta hama kutu
anggrek seperti kutu gajah. (Aphids sp.) pada tanaman
sayuran.
Sistem kerjanya yaitu spora
jamur B. bassiana masuk Beberapa keunggulan jamur
ketubuh serangga inang melalui patogen serangga B. bassiana
kulit, saluran pencernaan, sebagai pestisida hayati yaitu :
spirakel dan lubang lainnya.
x Selektif terhadap
Selain itu inokulum jamur yang serangga sasaran
menempel pada tubuh serangga sehingga tidak
inang dapat berkecambah dan membahayakan
berkembang membentuk tabung serangga lain bukan
kecambah, kemudian masuk sasaran, seperti predator,
menembus kutikula tubuh parasitoid, serangga
serangga. penyerbuk, dan serangga
berguna lebah madu.
Penembusan dilakukan secara
mekanis dan atau kimiawi x Tidak meninggalkan
dengan mengeluarkan enzim residu beracun pada hasil
atau toksin. pertanian, dalam tanah
Jamur ini selanjutnya akan maupun pada aliran air
mengeluarkan racun beauverin alami.
yang membuat kerusakan
jaringan tubuh serangga. Dalam
hitungan hari, serangga akan x Tidak menyebabkan
mati. Setelah itu, miselia jamur fitotoksin (keracunan)
akan tumbuh ke seluruh bagian pada tanaman
tubuh serangga.
x Mudah diproduksi
Serangga yang terserang jamur dengan teknik
B. bassiana akan mati dengan sederhana.
tubuh mengeras seperti mumi
dan tertutup oleh benang-
benang hifa berwarna putih. Teknik aplikasinya cukup mudah,
yaitu dengan mengambil 2-3
Dilaporkan telah diketahui lebih gram formulasi dan
dari 175 jenis serangga hama disuspensikan dalam 1 ltr air,
yang menjadi inang jamur B. tambahkan 3 sendok gula pasir
bassiana. per tangki, waktu semprot sore
hari.
Berdasarkan hasil kajian jamur
ini efektif mengendalikan hama Dalam satu kemasan formulasi
walang sangit (Leptocorisa B. bassiana, berisi 100 gram

356
formulasi padat. Itupun dapat
dikembangbiakan secara Insektisida secara umum adalah
konvensional, sehingga lebih senyawa kimia yang digunakan
menghemat pengeluaran. untuk membunuh serangga
pengganggu (hama serangga).
Akhirnya, walaupun keberhasilan Insektisida dapat membunuh
dari insektisida biologis dari serangga dengan dua
jamur ini memberikan dampak mekanisme, yaitu dengan
positif terhadap pengendalian meracuni makanannya
serangga hama tanaman dan (tanaman) dan dengan langsung
keselamatan lingkungan. Namun meracuni si serangga tersebut.
dalam penerapannya di
masyarakat masih minim,
sehingga memerlukan upaya Pengamatan Hama dan Penyakit
sosialisasi yang lebih intensif.
Hama
Insektisida
a. Tungau Merah Tennuipalvus
Budidaya anggrek tentunya akan orchidarum Parf
mengalami interaksi baik dari
lingkungan abiotik (tak hidup) Ordo : Acarina
dan lingkungan biotik (hidup).
Salah satu bentuk interaksi biotik Famili : Tetranychidae
yaitu parasitisme, dimana
anggrek berada sebagai 1. Tanaman Inang : Jenis-
organisme yang dirugikan, jenis yang dapat diserang
sedangkan hama sebagai hama ini adalah
organisme yang diuntungkan. Phalaenopsis sp.,
Dendrobium sp., Orchidium
Fungisida adalah zat kimia yang sp., Vanda sp. dan
digunakan untuk mengendalikan Granatophyllium sp.,
cendawan (fungi). kapas, kacang-kacangan,
jeruk, dan gulma terutama
Fungisida umumnya dibagi golongan dikotil.
menurut cara kerjanya di dalam
tubuh tanaman sasaran yang 2. Gejala Serangan : Tungau
diaplikasi, yakni fungisida ini sangat cepat
nonsistemik, sistemik, dan berkembang biak dan
sistemik local. dalam waktu singkat dapat
menyebabkan kerusakan
Pada fungisida, terutama secara mendadak. Bagian
fungisida sistemik dan non tanaman yang diserang
sistemik, pembagian ini erat antara lain tangkai daun
hubungannya dengan sifat dan dan bunga. Tangkai yang
aktifitas fungisida terhadap jasad diserang akan berwarna
sasarannya. seperti perunggu. Pada

357
permukaan atas daun b. Kumbang Gajah
terdapat titik/bercak Orchidophilus aterrimus
berwarna kuning atau (Acythopeus)
coklat, kemudian meluas
dan seluruh daun menjadi Ordo : Coleoptera
kuning. Pada permukaan
bawah berwarna putih
perak dan bagian atas Famili : Curculionidae
berwarna kuning semu.
Pada tingkat serangan 1) Tanaman Inang: Jenis
lanjut daun akan berbercak anggrek yang diserang
coklat dan berubah menjadi adalah anggrek epifit antara
hitam kemudian gugur. lain Arachnis sp., Cattleya
Pada daun Phalaenopsis sp., Coelogyne sp.,
sp. mula-mula berwarna Cypripedium sp.,
putih keperakan kemudian Dendrobium sp., Cymbidium
menjadi kuning. Hama ini sp., Paphiopedilum sp.,
dapat berjangkit baik pada Phalaenopsis sp.,
musim hujan maupun Renanthera sp., dan Vanda
musim kemarau, namun sp.
umumnya serangan
meningkat pada musim 2) Gejala Serangan : Kumbang
kemarau, sedangkan pada bertelur pada daun atau
musim hujan serangan lubang batang tanaman.
berkurang karena terbawa Kerusakan terjadi karena
air. Kerusakan dapat larvanya menggerek daun
terjadi mulai dari dan memakan jaringan di
pembibitan. bagian dalam batang
sehingga mengakibatkan
3. Biologi :Tungau berwarna aliran air dan hara dari akar
merah, berukuran sangat terputus serta daun-daun
kecil yaitu 0,2 mm menjadi kuning dan layu.
sehingga sukar untuk Kerusakan pada daun
dilihat dengan mata menyebabkan daun
telanjang. Tungau dapat berlubang-lubang. Larva
dijumpai pada daun, juga menggerek batang
pelepah daun dan bagian- umbi, pucuk dan batang
bagian tersembunyi untuk membentuk
lainnya. Telur tungau kepompong, sedangkan
berwarna merah, bulat dan kumbang dewasa memakan
diletakkan membujur pada epdermis/permukaan daun
permukaan atas daun. muda, jaringan/tangkai
bunga dan pucuk/kuntum
sehingga dapat
mengakibatkan kematian
bagian tanaman yang

358
dirusak. Serangan pada titik tanah terutama jenis
tumbuh dapat mematikan Calanthe sp. dan Phajus sp.
tanaman. Pada pembibitan
Phalaenopsis sp. dapat 2) Gejala Serangan : Berbeda
terserang berat hama ini. dengan kumbang gajah,
Seangan kumbang gajah larva kumbang ini
dapat terjadi sepanjang menggerek masuk ke
tahun, tetapi paling banyak jaringan akar/umbi, pucuk
terjadi pada musim hujan, dan tangkai bunga sehingga
terutama pada awal musim dinding gerekan menjadi
hujan tiba. hitam. Sedangkan kumbang
dapat dijumpai di bagian
3) Biologi : Kumbang berwarna tengah tanaman di antara
hitam kotor/tidak mengkilap daun bawah. Serangga
dengan ukuran bervariasi membuat sejumlah lubang,
3,5-7 mm termasuk seringkali berbaris di daun
moncong. Kumbang bertelur dan juga tunas utama yang
pada daun atau lubang pada masih terlipat yang kemudian
batang tanaman. Larva dapat patah dan mati. Pada
menggerek ke jaringan tahap awal seringkali
batang atau masuk ke merusak akar tanaman dan
pucuk/kuncup dan tangkai pada saat bunga masih
sampai menjadi pupa. Fase kuncup. Serangan berat
larva (ulat), pupa menyebabkan tanaman
(kepompong) sampai terlihat merana dan dapat
dewasa (kumbang) mematikan tanaman anggrek
berlangsung dalam secara keseluruhan.
pseudobulb. Larva yang baru
menetas menggerek
pseudobulb, makan dan 3) Biologi :Pertumbuhan larva
tinggal di dalam pseudobulb dapat mencapai panjang 5
tersebut. Pupa terbungkus mm.
oleh sisa makanan dan
terletak di rongga bekas d. Kumbang Penggerek Akar
gerekan di dalam Diaxenes phalaenopsidis
pseudobulb. Fish.

c. Kumbang Penggerek Ordo : Coleoptera


Omobaris calanthes Mshl. Famili : Cerambycidae
Ordo : Colepotera
Famili : Curculionidae 1) Tanaman Inang :Larva
maupun kumbang ini dapat
1) Tanaman Inang :Jenis menyerang tanaman anggrek
anggrek yang diserang Renanthera sp., Vanda sp.,
terutama adalah anggrek Dendrobium sdp., Oncidium

359
sp. dan lebih khusus anggrek menyerang Dendrobium
Phalaenopsis sp. sp.

2) Gejala Serangan :Larva 2) Gejala Serangan :Larva


menggerek akar sehingga membuat lubang pada
akar mengering dan dapat daun, akar, kuntum
mengakibatkan kematian. bunga dan bunga.
Larva juga menyerang Serangga dewasa juga
bunga. Kerusakan yang dapat memakan daun.
diakibatkan oleh hama ini
akan sangat berat jika tidak 3) Biologi :Kumbang
segera dikendalikan. berwarna hijau
kekuningan. Tubuhnya
diselubungi busa yang
3) Biologi :Telur berwarna hijau berwarna hijau tua.
terang dengan panjang 2,4 Larvanya membuat
mm dan diletakkan di bawah lubang pada daun, akar,
kutikula akar. Larva kuntum bunga dan
berwarna kuning dan bunganya. Kumbang
membentuk pupa dalam mempunyai tipe criocerin
suatu kokon yang sepanjang punggung dan
berserabut/berserat padat. pronotum yang sempit.
Kumbang dapat hidup Serangga dari famili ini
sampai 3 bulan dan daur berasosiasi dengan
hidup mencapai 50-60 hari. rumput-rumputan dan
Pada siang hari kumbang ini monokotiledon lain. Larva
bersembunyi dan pada yang semula berwarna
malam hari memakan daun abu-abu, dengan
bagian atas dan meningkatnya umur,
meninggalkan akan berubah menjadi
potongan/bekas gerekan kuning. Tubuh larva
yang tidak beraturan di senantiasa tertutup oleh
permukaan. kotorannya sendiri. Telur
diletakkan terpisah-pisah
e. Kumbang Penggerek Oulema pada bunga dan petiola.
(= Lema) pectoralis Baly. Telur berwarna kuning
kehijauan dengan
Ordo : Coleoptera panjang 1,25 mm. Larva
Famili : Chrysomelidae yang baru menetas
membawa kulit telur di
1) Tanaman Inang :Arachnis punggungnya. Daur
sp., Grammatophyllum hidup mencapai 30 hari.
sp., Vanda sp.,
Phalaenopsis sp.,
Calanthes sp. dan
kadang-kadang

360
f. Kutu Perisai Parlatoria proteus g. Pengerekk Daun Gonophora
Curt. xanthomela ( = Agonita
spathoglottis)
Ordo : Hemiptera
Famili : Diaspididae Ordo : Coleoptera
Famili : Chrysomelidae
1) Tanaman Inang : Kutu
ini tersebar luas dan 1) Tanaman Inang :Hama
terutama dijumpai pada ini menyerang jenis-jenis
tanaman anggrek anggrek Phalaenopsis
Dendrobium sp., amabilis, Vanda tricolor,
Renanthera sp., Vanda V. coerulea, Arundina sp.
sp. dan jenis-jenis dan Aspathoglottis sp.
anggrek tanah, dan
palem. 2) Gejala Serangan Larva
mengorok bagian dalam
2) Gejala Serangan daun dan meninggalkan
:Tanaman yang bagian epidermis
terserang berwarna sehingga daun tampak
kuning merana, kadang- transparan. Serangan
kadang daun berat terjadi pada musim
berguguran. hujan.

3) Biologi : Kutu 3) Biologi :Kumbang


mempunyai perisai berukuran 6 mm,
berwarna coklat merah terdapat tanda hitam dan
berukuran + 1,5 mm, oranye. Telur diletakkan
kutu dewasa berwarna pada permukaan bawah
gelap berbentuk bulat, daun dan ditutupi
pipih, melekat pada kotoran.
bagian tanaman
terserang. Telurnya h. Ulat Bunga Chliaria othona
diletakkan di bawah
perisai/tempurung, Ordo : Lepidoptera
sehingga tidak terlihat Famili : Lycaenidae
dari atas. Larva tidak
bertungkai, berbentuk 1) Tanaman Inang : Ulat ini
bulat. Kutu dewasa menyerang jenis-jenis
betina tidak bersayap anggrek Dendrobium sp.,
sedangkan yang jantan Phalaenopsis sp.,
bersayap. Arundina sp., Phajus sp.

2) Gejala Serangan :Ulat


memakan bunga atau
pucuk anggrek. Setelah
menetas dari telur segera

361
masuk dan merusak ke membentuk tempat
dalam pucuk sampai ke pupa.
bunga.
3) Biologi :Ulat merupakan
3) Biologi :Ulat berbentuk semi penggulung daun
pipih. Larva yang baru anggrek. Ulat instar
menetas dari telur masuk lanjut berwarna hijau
ke dalam pucuk sampai pudar dengan garis
bunga. Stadia pupa gelap membujur dan
terjadi di daun dan umbi- empat tanda di
umbian dalam lapisan punggung. Seta (bulu)
anyaman dan pupa panjang tumbuh dari
berbalut lapisan sutera. kecil dan hitam. Panang
larva + 35 mm. Ngengat
i. Pemakan Daun Negeta muda tidak terbang
chlorocrota Hps. sangat jauh. Telur
berduri dan dijumpai di
Ordo : Lepidoptera daun, pucuk dan bunga.
Famili : Noctuidae Di Bogor siklus hidup
mencapai 38 hari.
1) Tanaman Inang
:Kerusakan paling j. Kutu Putih Pseudococcus sp.
banyak pada Ordo : Hemiptera
Dendrobium sp., dan Famili : Pseudococcidae
Arachnis sp.. dan
serangga juga dijumpai 1) Tanaman Inang : Hama
pada Phalaenopsis sp. ini tersebar luas dan
dan aneka anggrek liar. merupakan hama penting
pada tanaman buah-
2) Gejala Serangan :Larva buahan dan tanaman
memakan daun muda hias.
dan meninggalkan
potongan-potongan daun 2) Gejala Serangan :Pada
yang putih dan Dendrobium sp., kutu
transparan. Kerusakan menyerang ujung akar,
disebabkan oleh instar bagian daun sebelah
selanjutnya pada daun bawah dan batang.
yang lebih tua. Pucuk- Bagian tanaman
pucuk muda juga terserang akan berwarna
diserang. Pada populasi kuning dan akhirnya mati
tinggi larva karena hama ini
menggerogoti daun, mengisap cairan sel.
potongan oval dari daun Pada Phalaenopsis sp.,
yang tertinggal di atas kutu menyerang ketiak
dan digunakan untuk daun di sekitar titik
tumbuhnya, sehingga

362
menyebabkan tanaman tumbuh. Siput juga
mati. makan bahan organik
yang telah membusuk
3) Biologi :Seluruh tubuh atauun tanaman yang
tertutup oleh lilin masih hidup.
termasuk tonjolan pendek
yang terdapat pada 3) Biologi :Siput tidak
tubuhnya. Kutu berwarna memiliki cangkok,
coklat kemerahan, berukuran panjang 5 cm,
panjang 2 mm, dan berwarna coklat
memproduksi embun kekuningan atau coklat
madu sehingga menarik keabuan. Rumah pada
bagi semut untuk punggungnya kerdil dan
berkumpul. Kutu sedikit menonjol. Siput
memperbanyak diri tidak beruas, badannya
melalui atau tanpa lunak, bisa mengeluarkan
perkawinan lendir, berkembang biak
(partenogenesis). secara hermaprodit
Perkembangan satu namun sering juga terliha
generasi memerlukan mereka mengadakan
waktu selama 36 hari. perkawinan dengan
sesama. Siput menyukai
k. Siput Setengah Telanjang kelembaban. Telur
(Slug) Parmarion pupillaris diletakkan pada tempat-
Phyllum : Mollusca tempat yang lembab.
Siput biasanya pada
1) Tanaman Inang : waktu siang hari
Bersifat polifag, selain bersembunyi di tempat
menyerang anggrek juga yang teduh dan aktif
pada kol, sawi, tomat, mencari makan pada
kentang, tembakau, karet malam hari. Alat untuk
dan ubi jalar. makan berbentuk seperti
lidah yang kasar seperti
parut yang disebut
2) Gejala Serangan :Siput radula.
memakan daun dan
membuat lubang-lubang l. Siput Telanjang Vaginula
tidak beraturan. bleekeri atau Filicaulis bleekeri
Seringkali ditandai Phyllum : Mollusca
dengan adanya bekas
lendir sedikit mengkilat 1) Tanaman Inang : Selain
dan kotoran. Akar dan menyerang anggrek, juga
tunas anakan juga merusak pesemaian
diserang. Seringkali sayuran seperti kol,
merusak pesemaian atau sawi, tomat dan
tanaman yang baru saja tembakau.

363
dinding rumah. Pada
2) Gejala Serangan :Gejala waktu malam hari
serangan mirip mencari makanan. Siang
Parmarion. Siput hari mencari tempat
menyerang tanaman perlindungan di lubang
pada waktu malam hari. tanah, kaleng atau
Bagian tanaman yang bambu. Bila diganggu
diserang adalah daun mereka akan menarik
dan pucuk-pucuknya kepalanya ke dalam
rumahnya. Kadang-
3) Biologi :Bentuk siput kadang dapat
seperti lintah, berwarna mengeluarkan suara.
coklat keabuan, pada Pada waktu musim
punggungnya terdapat kemarau yang panjang
bercak-bercak coklat tua dan udara panas, kepala
yang tidak teratur dan dan seluruh badan
ada sepasang garis dimasukkan dalam rumah
memanang, panjang dan lubangnya ditutup
tubuh + 5 cm. dengan suatu lapisan
membran yang tebal
m. Bekicot Achatina fulica atau hingga ia dapat bertahan
A. variegata hidup selama musim
Phyllum : Mollusca kemarau + 6 bulan.

1) Tanaman Inang :Bekicot Bila musim hujan tiba


selain merusak tanaman dalam beberapa jam
anggrek, juga tanaman mereka dapat segera
bunga bakung, bunga mengakhiri masa
dahlia, pepaya, tomat istirahatnya dan mulai
mencari makanan.
2) Gejala Serangan : Bekicot yang baru saja
Bekicot banyak merusak menetas bisa tahan tidak
seluruh bagian tanaman makan selama 1 bulan.
dengan memakan daun Bekicot yang besar bisa
dan bagian tanaman tahan terendam air tawar
lain. Selain itu juga selama 12 jam, tetapi
makan tanaman yang kalau air mengandung
telah mati. garam bekicot akan mati
3) Biologi : Bekicot dengan pelan-pelan.
mempunyai cangkok Telurnya berwarna kuning
(rumah), dengan ukuran dengan diameter + 5 mm,
panjang + 10-13 biasanya terdapat dalam
cm. Pada waktu siang kelompok telur yang
hari bekicot ini sering jumlahnya 100-500 butir
istirahat pada batang gumpalan telur yang
pepaya, pisang dan diameternya bisa sampai

364
+ 5 cm. Biasanya terletak
di bawah batu, tanaman 2) Gejala Serangan :
atau dalam tanah Serangan hama ini
gembur. Telur ini akan mengakibatkan
menetas dalam 10-14 pertumbuhan tanaman
hari. terhambat, bunga
berguguran, daun
n. Tungau Jingga Anggrek berubah bentuk dan
Pseudoleptus vandergooti (Oud) berwarna keperakan.
Ordo : Acarina Pada musim kemarau
Famili : Tertranychidae serangan thrips dapat
mengakibatkan
1) Tanaman Inang :Anggrek penurunan produksi
Dendrobium sp. sangat bunga.
peka terhadap serangan
tungau jingga.
3) Biologi :Hama ini sangat
2) Gejala Serangan kecil, dan berwarna abu-
:Serangan hama ini abu, ada juga yang
mengakibatkan daun dan berwarna kecoklatan.
jaringan batang berubah Panjangnya kira-kira 1-
warna. 1½ mm. Trips
mempunyai tiga pasang
3) Biologi :Tungau kaki, dan berbadan
berukuran 0,3 mm, hidup ramping.
berkoloni pada daun-
daun yang mati.
p. Kepik Anggrek Mertila
malayensis Dist.
o. Thrips Anggrek Ordo : Hemiptera
Dichromothrips (= Eugniothrips) Famili : Miridae
smithi (Zimm)
Ordo : Thysanopter 1) Tanaman Inang :Kepik
Sub Ordo : Terebrantia ini memiliki daerah
penyebaran meliputi
1) Tanaman Inang :Thrips wilayah Asia Selatan dan
anggrek dari P. Jawa Timur. Kepik dapat
ditemukan pula di ditemukan pada anggrek
Taiwan. Thrips Phalaenopsis sp.,
mengakibatkan Bulbophyllum sp.,
kerusakan serius pada Renanthera sp., Vanda
pembibitan anggrek sp.
Arachnis sp., Cattleya
sp., Dendrobium sp., 2) Gejala Serangan :
Renanthera sp., dan Serangan kepik
Vanda sp. menimbulkan gejala

365
bintik-bintik putih kuning daun yang terserang
pada permukaan atas berubah menjadi kuning,
dan bawah daun kemudian coklat,
anggrek. Kadang- akhirnya mati.
kadang titik-titik tersebut
sangat rapat sehingga 3) Biologi :Spesies kutu
merupakan bercak daun ini berwarna coklat
putih. Tanaman yang gelap sampai hitam.
terserang lama-lama Pada waktu masih muda,
menjadi gundul. serangga berwarna
hijau. Penyebaran
3) Biologi :Kepik berwarna meliputi di daerah tropis.
merah kehitaman. Telur
diletakkan di daun, dan r. Kutu Tempurung Aspidiotus
nimfa yang baru sp.
menetas berwarna Ordo : Homoptera
merah mirip dengan Famili : Diaspididae
tungau. Serangga
biasanya hidup 1) Tanaman Inang : Di
berkelompok, jika daerah Bogor kutu
diganggu maka akan tempurung ditemukan
melarikan diri dengan pada anggrek
cepat. Di Salatiga siklus Renanthera sp. dan
hidup sekitar 4 minggu, Vanda sp., kelapa,
dan serangga dewasa kelapa sawit, pisang,
dapat hidup selama 2 mangga, alpukat, jambu
bulan. biji, kakao, karet, keluwih,
dan jahe.
q. Kutu Daun Anggrek
Cerataphis oxhidiarum (West) 2) Gejala Serangan :
Serangga ini mengisap
Ordo : Homoptera cairan daun di bagian
Famili : Aphidoidea permukaan bawah
sehingga meninggalkan
1) Tanaman Inang :Kutu ini bercak-bercak dan
tersebar luas dan menyebabkan daun
terutama dijumpai pada berwarna kuning
tanaman anggrek kecoklatan. Kutu
Dendrobium sp., mengisap cairan daun,
Renanthera sp., Vanda sehingga makin lama
sp. dan jenis-jenis cairan daun habis dan
anggrek tanah. jaringan di sekelilingnya
terjadi nekrosis. Pada
2) Gejala Serangan :Kutu serangan berat seluruh
daun menempel pada daun menjadi kering dan
daun, dan menyebabkan kemudian rontok.

366
3) Biologi : Serangga berwarna kuning terang.
dewasa berwarna merah Kedua spesies hama ini
coklat gelap berukuran di alam sering
panjang 1,5 mm. Kutu bercampur.
betina dapat
menghasilkan telur 20-30 2. Penyakit
butir. Telur diletakkan di
dalam perisai di bawah a. Busuk Hitam
badannya. Nimfa yang Phytopthora spp.
baru menetas akan ke
luar dari perisai, 1) Tanaman Inang :Penyakit
berkelompok di ini terutama dijumpai
permukaan bawah daun. pada anggrek Cattleya
Periode telur sampai sp., Phalaenopsis sp.,
dewasa mencapai 1,5-2 Dendrobium sp.,
bulan. Aktivitas puncak Epidendrum sp. dan
terjadi pada musim Oncidium sp.
kering.
2) Gejala Serangan :
s. Siput Kecil Lamellaxis (= Infeksinya tampak
Opeas) gracilis (Hutt.) dan dengan adanya noda-
Subulina octona Brug. noda hitam yang
Phyllum : Mollusca menjalar dari bagian
tengah tanaman hingga
1) Tanaman Inang :Di ke daun. Dalam waktu
daerah Deli (Sumatera) relatif singkat seluruh
sering ditemukan pada daun sudah berjatuhan.
bedengan pembibitan Cendawan ini menyerang
tembakau, dan di daerah pucuk tanaman dan titik
lain di Indonesia tumbuh. Bagian pangkal
ditemukan menyerang pucuk daun terlihat basah
sayuran di rumah kaca. dan bila ditarik mudah
terlepas. Bila menyerang
2) Gejala Serangan :Siput titik tumbuh,
ini tinggal pada tanaman pertumbuhan akan
anggrek di antara media terhenti. Penyebaran
tumbuh dalam pot dan penyakit ini sangat cepat
menyerang bagian akar. bila keadaan lingkungan
Malam hari siput naik ke lembab. Pada Cattleya
permukaan pot dan penyakit dapat timbul
menyerang bagian daun. pada daun, umbi semu,
Serangan berat terjadi akar rimpang dan kuncup
pada musim hujan. bunga. Penyakit ini juga
dapat timbul pada
3) Biologi :Tempurung hama pesemaian sebagai
panjangnya 11 mm dan penyakit busuk rebah.

367
Pada daun terjadi bercak 3) Morfologi/Epidemiologi :
besar, berwarna ungu Cendawan membentuk
tua, coklat keunguan, sporangium, mudah
atau hitam. Bercak terlepas, bulat telur atau
dikelilingi halo jorong, pangkalnya
kekuningan. Dari daun membulat, mempunyai
penyakit berkembang ke tangkai pendek dan
umbi semu, akar hialin. Spora
rimpang, bahkan Phytophthora dapat
mungkin ke seluruh dipencarkan oleh angin,
tanaman. Jika penyakit dan percikan air. Akar
mula-mula timbul pada rimpang dapat dapat
umbi semu, maka umbi terinfeksi karena patogen
ini akan menjadi hitam yang terbawa oleh pisau
ungu, dan semua yang yang dipakai untuk
terletak di atasnya akan memotong (memisahkan
layu. Seringkali daun tanaman). Penyakit juga
menjadi rapuh dengan berkembang oleh
goyangan sedikit saja kelembaban yang tinggi,
daun akan terlepas karena air membantu
sedikit di atas umbi pembentukan,
semu. Infeksi yang pemencaran, dan
terjadi pada permukaan perkecambahan spora.
tanah dapat
menyebabkan busuk b. Antraknosa. Colletotrichum
kaki. Pada Vanda, mula- gloeosporioides (Penz.) Sacc.
mula pada pangkal daun (Stadium Sempurna :
terjadi bercak hitam Glomerella cingulata)
kecoklatan tidak teratur,
dengan cepat meluas ke 1) Tanaman Inang :Penyakit
seluruh permukaan daun ini dijumpai pada anggrek
dan pada daun-daun jenis Dendrobium sp.,
sekitarnya. Pada Arachnis sp., Ascocendo
umumnya penyakit timbul sp., Phalaenopsis sp.,
di daerah pucuk Vanda sp. dan Oncidium
tanaman. Pada bagian sp.
ini daun-daun berwarna
hitam coklat kebasah- 2) Gejala Serangan : Pada
basahan dan mudah daun atau umbi semu
sekali gugur. Kadang- mula-mula timbul bercak
kadang penyakit juga bulat, mengendap,
timbul pada batang dan berwarna kuning atau
daerah perakaran. hijau muda. Akhirnya
bercak menjadi coklat
dan mempunyai bintik-
bintik hitam yang terdiri

368
dari tubuh buah nitrogen yang terlalu
(aservulus) cendawan. banyak.
Pada umumnya bintik-
bintik ini teratur pada 3) Morfologi/Epidemiologi :
lingkaran-lingkaran yang C.gloeosporioides
terpusat. Dalam berbentuk aservulus
keadaan yang lembab pada bagian yang mati
tubuh buah (nekrosis) yang berbatas
mengeluarkan massa tegas, biasanya berseta,
spora (konidium) yang kadang-kadang berseta
berwarna merah jambu sangat jarang atau tidak
atau jingga. Daun yang sama sekali. Aservulus
terserang akan gugur berbentuk bulat,
akhirnya umbi akan memanjang atau tidak
gundul. Pada bunga, teratur, garis tengahnya
penyakit menyebabkan dapat mencapai 500 —m.
terjadinya bercak-bercak Seta mempunyai panjang
coklat kecil yang dapat yang bervariasi, jarang
membesar dan bersatu lebih dari 200 —m,
sehingga dapat meliputi dengan lebar 4-8 —m,
seluruh bunga. bersekat 1-4, berwarna
Cendawan dapat coklat, pangkalnya agak
mempertahankan diri membengkak, mengecil
dengan hidup secara ke ujung, pada ujungnya
saprofitik pada sisa kadang-kadang
tanaman sakit. Pada berbentuk konidium.
cuaca menguntungkan Konidium berbentuk
(lembab), cendawan tabung, ujungnya tumpul,
membentuk konidium pangkalnya sempit
yang apabila terbentuk terpancung, hialin, tidak
dalam massa yang lekat, bersekat, berinti 1,9-24 x
konidium dipencarkan 3,6 —m. Konidiofor
oleh percikan air hujan/air berbentuk tabung, tidak
siraman, mungkin juga bersekat, hialin atau
oleh serangga. coklat pucat. C.
Cendawan adalah parasit gloeosporioides tersebar
lemah, yang hanya dapat luas, sebagai parasit
mengadakan infeksi pada lemah pada bermacam -
tanaman yang macam tumbuhan inang,
keadaannya lemah, bahkan ada yang hanya
terutama melalui luka- hidup sebagai saprofit.
luka, termasuk luka Cendawan dapat
karena terbakar mempertahankan diri
matahari. Terjadinya dengan hidup secara
penyakit juga dibantu saprofitis pada
oleh pemberian pupuk bermacam -macam sisa

369
tanaman sakit. Pada berkembang menjadi
cuaca menguntungkan butir-butir berwarna
jamur membentuk coklat yang mirip
konidium. Karena dengan biji sawi. Pada
terbentuk dalam massa Phalaenopsis penyakit
yang lekat, konidium menyebabkan busuk
dipencarkan oleh akar dan pangkal daun.
percikan air, dan mungkin Jaringan menjadi
oleh serangga. berwarna kuning krem,
Pembentukan konidium berair, yang segera
dibentuk oleh cuaca yang berubah menjadi coklat
lembab, sedang lunak karena adanya
pemencaran konidium bakteri dan cendawan
dibantu oleh percikan air tanah. Sklerotium
hujan maupun siraman. bentuknya hampir bulat
dengan pangkal yang
c. Layu Sklerotium rolfsii Sacc. agak datar, mempunyai
(Stadium Sempurna : Corticium kulit luar, kulit dalam
rolfsii Curzi) dan teras. Di daerah
tropis S. rolfsii tidak
1) Tanaman Inang :Selain membentuk spora.
menyerang anggrek, Cendawan dapat
penyakit ini diketahui bertahan lama dengan
menyerang pada hidup secara saprofitik,
tanaman pertanian dan dalam bentuk
lainnya. Pada anggrek sklerotium yang tahan
terutama menyerang terhadap keadaan yang
jenis-jenis terestrial, kurang baik. S. rolfsii
seperti Vanda sp., umumnya terdapat
Arachnis sp. dan dalam tanah.
sebagainya. Cendawan terutama
2) Gejala Serangan : terpencar bersama-
Tanaman yang sama dengan tanah
terserang menguning atau bahan organik
dan layu. Infeksi terjadi pembawanya.
pada bagian-bagian Sklerotium dapat
yang dekat dengan terpencar karena
tanah. Bagian ini terbawa oleh air yang
membusuk, dan pada mengalir. S. rolfsii
permukaannya terdapat terutama berkembang
miselium cendawan dalam cuaca yang
berwarna putih, teratur lembab. Cendawan
seperti bulu. Miselium dapat menginfeksi
ini membentuk tanaman anggrek
sklerotium, yang semula melalui luka ataupun
berwarna putih, kelak tidak, bila melalui luka

370
infeksi akan yang kering sklerotium
berlangsung lebih akan mengeriput, tetapi
cepat. Di Indonesia justru akan
Oncidium sp. dan berkecambah dengan
Phalaenopsis sp. cepat jika kembali
sangat rentan terhadap berada dalam
S. rolfsii, Cattleya sp. lingkungan yang
agak tahan, sedangkan lembab.
Dendrobium sp. sangat
tahan. d. Layu Fusarium oxysporum

3) Morfologi/Epidemiologi : 1) Tanaman Inang :Penyakit


S. rolfsii adalah layu Fusarium dapat
cendawan yang dijumpai pada anggrek
kosmopolit, dapat jenis Cattleya sp.,
menyerang bermacam - Dendrobium sp. dan
macam tumbuhan, Oncidium sp. Selain itu
terutama yang masih juga menyerang kubis,
muda. Cendawan itu caisin, petsai, cabai,
mempunyai miselium pepaya, krisan, kelapa
yang terdiri dari sawit, lada, kentang,
benang-benang pisang dan jahe.
berwarna putih,
tersusun seperti bulu 2) Gejala serangan :
atau kipas. Cendawan Patogen menginfeksi
tidak membentuk tanaman melalui akar
spora. Untuk atau masuk melalui luka
pemencaran dan pada akar rimpang yang
mempertahankan diri baru saja dipotong,
cendawan membentuk menyebabkan batang
sejumlah sklerotium dan daun berkerut.
yang semula berwarna Bagian atas tanah
putih kelak menjadi tampak merana seperti
coklat dengan garis kekurangan air,
tengah kurang lebih 1 menguning, dengan
mm. Butir-butir ini daun-daun yang keriput,
mudah sekali terlepas umbi semu menjadi
dan terangkut oleh air. kurus, kadang-kadang
Sklerotium mempunyai agak terpilin. Perakaran
kulit yang kuat sehingga busuk, pembusukan pada
tahan terhadap suhu akar dapat meluas ke
tinggi dan kekeringan. atas, sampai ke pangkal
Di dalam tanah batang.
sklerotium dapat
bertahan selama 6-7
tahun. Dalam cuaca

371
3) Jika akar rimpang berkembang melebar dan
dipotong akan tampak memanjang, dan dapat
bahwa epidermis dan bersatu membentuk
hipodermis berwarna bercak yang besar. Pada
ungu, sedang phloem pusat bercak yang
dan xylem berwarna berwarna coklat
ungu merah jambu muda. keputihan, cendawan
Akhirnya seluruh akar membentuk kumpulan-
rimpang menjadi kumpulan konidiofor
berwarna ungu. dengan konidium, yang
bila dilihat dengan kaca
4) Epidemiologi :Patogen pembesar (loupe) tampak
dapat bertahan secara seperti bintik-bintik hitam
alami di dalam media kelabu. Pusat bercak
tumbuh dan pada akar- akhirnya mengering dan
akar tanaman sakit. dapat menjadi berlubang.
Apabila terdapat tanaman Gejala ini lebih banyak
peka, melalui akar yang terdapat pada daun-daun
luka dapat segera tua.
menimbukan infeksi.
Penyakit ini mudah 3) Morfologi/Epidemiologi :
menular melalui benih, Konidium cendawan ini
dan alat pertanian yang berbentuk gada panjang
dipakai. bersekat 3-12. Konidiofor
pendek, bersekat 1-3,
e. Bercak Daun Cercospora cendawan dapat terbawa
spp. oleh benih dan bertahan
pada sisa-sisa tanaman
1) Tanaman inang :Semua sakit selama satu
jenis anggrek terserang musim. Cuaca yang
oleh penyakit ini, panas dan basah
terutama yang ditanam di membantu
tempat terbuka, seperti perkembangan penyakit.
Vanda sp., Arachnis sp., Penyakit dapat timbul
Aranda sp., Aeridachnis pada tanaman muda,
sp. dan sebagainya. meskipun cenderung
lebih banyak pada
2) Gejala serangan : tanaman tua.
Penyakit timbul hanya
apabila keadaan f. Bercak Coklat Ralstonia
lingkungan lembab. Mula- (Pseudomonas) cattleyae (Pav.)
mula pada sisi bawah Savul
daun yang masih muda
timbul bercak kecil 1) Tanaman Inang :Penyakit
berwarna coklat. Bercak- terutama menyerang
bercak dapat

372
Phalaenopsis sp. dan g. Busuk Lunak
Catleya sp. Erwinia spp.

2) Gejala serangan : 1) Tanaman Inang :Penyakit


Penyakit ini terutama ini dapat menyerang
merugikan Phalaenopsis semua jenis anggrek
sp. Bagian tanaman yang bahkan tanaman lain
terserang yaitu daun dan yang lunak jaringannya.
titik tumbuh. Penyakit
sangat cepat menjalar, 2) Gejala Serangan :
dan pada daun yang Penyakit ini menyerang
terserang terjadi bercak tanaman anakan dalam
lunak, kebasah-basahan kompot. Daun-daun
dan berwarna kecoklatan anakan terlihat berair dan
atau hitam. Penyakit warna daun berubah
meluas dengan cepat. kecoklatan. Pada
Jika penyakit mencapai pseudobulb atau bagian
titik tumbuh, tanaman lunak lainnya terjadi
akan mati. Bagian yang pembusukan disertai bau
sakit mengeluarkan lendir yang tidak enak. Bakteri
(eksudat), yang dapat ini menimbulkan
menularkan penyakit ke pembusukan pada
tanaman lain, melalui jaringan yang lunak dan
penyiraman. Pada daun pada jaringan yang bekas
Cattleya sp. penyakit digigit serangga.
tampak sebagai bercak-
bercak mengendap, 3) Morfologi/Epidemiologi :
hitam dan kebasah- Sel bakteri berbentuk
basahan. Pada batang, tidak mempunyai
umumnya penyakit hanya kapsul, dan tidak
terbatas pada satu atau berspora. Bakteri
dua daun, dan tidak bergerak dengan
mematikan tanaman. menggunakan flagela
yang terdapat di
3) Epidemiologi : Massa sekeliling sel bakteri.
bakteri sering muncul di Bakteri patogen mudah
permukaan jaringan terbawa oleh serangga,
tanaman sakit. Penyakit air, media tumbuh dan
ini berkembang pada sisa tanaman yang
kondisi lingkungan yang terinfeksi, serta alat-alat
basah dan suhu yang pertanian. Suhu optimal
tinggi. Penyakit dapat untuk perkembangan
menular melalui alat-alat bakteri adalah 27° C.
pertanian, air, media Pada kondisi suhu
tumbuh dan benih yang rendah dan kelembaban
terinfeksi.

373
rendah bakteri terhambat bercak dengan titik-titik
pertumbuhannya. hitam di bagian
tengahnya. Mula-mula
h. Rebah Bibit Pythium ultinum, bercak berwarna kuning
Phytohpthora cactorum dan agak coklat.
Rhizoctonia solani.
3) Epidemiologi Patogen
1) Tanaman Inang : memencar dengan spora
Penyakit ini dijumpai yang terjadi apabila ada
pada tanaman muda perubahan yang
dalam kompot pada mendadak dari keadaan
anggrek jenis Cymbidium basah kemudian kering
sp., Dendrobium sp., dan disertai angin.
Oncidium sp. dan
sebagainya. i. Bercak
Botryodiplodia sp.
2) Gejala Serangan :Pada
tanaman muda ditandai 1) Tanaman Inang :Penyakit
dengan gejala damping ini dijumpai pada anggrek
off, yaitu tanaman mati jenis Vanda sp. dan
dan roboh. Bagian Arachnis sp.
pangkal tanaman
membusuk, sehingga 2) Gejala Serangan :Pada
tidak kuat berdiri tegak. anggrek Vanda sp.
Penyakit berkembang ke penyakit ditandai dengan
atas ke bagian-bagian bercak memanjang
lunak lainnya. berwarna coklat sampai
hitam. Gejala terjadi baik
3) Epidemiologi : Patogen di daun maupun
tersebut terpencar batangnya. Bercak tidak
malalui air. R. solani terbatas pada bagian-
bertahan lama di dalam bagian yang tua saja
tanah (media tumbuh). tetapi yang mudapun
terserang.
h. Bercak Daun
Pestalotia sp. 3) Epidemiologi :Penyakit
memencar dengan
1) Tanaman Inang : sporanya yang berada di
Penyakit ini dijumpai dalam badan buahnya.
pada anggrek jenis Spora memencar bila
Vanda sp., Arachnis sp., terjadi perubahan cuaca
Dendrobium sp. dan yang mendadak dari
Oncidium sp. basah ke kering.

2) Gejala Serangan Pada


daun-daun tua dijumpai

374
k. Bercak Bunga Botrytis 3) Epidemiologi :Spora
cenerea patogen mudah melekat
pada kaki serangga dan
1) Tanaman Inang :Penyakit oleh tiupan angin.
ini terutama menyerang Kondisi lingkungan yang
bunga pada anggrek lembab sangat
jenis Phalaenopsis sp. membantu
dan Cattleya sp. perkembangan penyakit.

2) Gejala Serangan Pada m. Virus Mosaik Cymbidium


mahkota bunga mula- (Cymbidium mosaic virus=
mula terdapat bintik-bintik CyMV).
hitam. Bila penyakit telah
berkembang lebih lanjut Virus mosaik cymbidium dikenal
dengan bintik yang juga dengan nama “Cymbidium
sangat banyak, bunga black streak virus” atau “Orchid
akan busuk dan mosaic virus”.
menghitam.
1) Tanaman Inang : Virus ini
3) Epidemiologi; Penyakit ini dijumpai pada 8 genera,
berkembang bila yaitu Aranthera sp.,
kelembaban sangat Calanthe sp., Cattleya
tinggi. Pemencaran sp.,Cymbidium sp.,
penyakit dilakukan Gromatophyllum sp.,
dengan sporanya yang Phalaenopsis sp.,
sangat mudah Oncidium sp., dan Vanda
diterbangkan angin. sp.

l. Karat Uredo sp. 2) Gejala Serangan : Pada


Cymbidium sp. gejala
1) Tanaman Inang :Penyakit mosaik akan tampak
karat dijumpai pada lebih jelas pada daun-
Oncidium sp. dan jenis- daun muda berupa garis-
jenis lainnya. garis klorotik memanjang
searah serat daun.
2) Gejala Serangan : Pada Bunga pada tanaman
permukaan daun terdapat Cattleya sp. yang
pustul berwarna kuning. terinfeksi biasanya
Setiap pustul dikelilingi memperlihatkan gejala
oleh jaringan daun bercak-bercak coklat
klorotik. Serangan yang nekrosis pada petal dan
hebat menyebabkan sepalnya. Bunga
daun mengering. biasanya berukuran lebih
kecil dan mudah rontok
dibandingkan dengan
bunga tanaman sehat.

375
3) Morfologi/Epidemiologi : virus ini dapat mencapai
Partikel CyMV berbentuk 100 %. Gejala pada
filamen memanjang bunga, misalnya pada
berukuran 13 x 475 nm. anggrek Cattleya sp.,
Virus ini menular secara berupa mosaik pada
mekanik melalui cairan sepal dan petal. Bagian
atau ekstrak bagian tepi bagian bunga ini
tanaman sakit, tetapi biasanya bergelombang.
tidak menular melalui biji
ataupun serangga vektor. 3) Morfologi/Epidemiologi :
Partikel virus berbentuk
n. Virus Mosaik Tembakau batang berukuran 18 x
Strain Orchid (Tobacco Mosaic 300 nm. TMV-O mudah
ditularkan secara
Virus-Orchid = TMV-O)Virus ini mekanik melalui ekstrak
dikenal juga dengan nama virus bagian tanaman sakit,
bercak bercincin odontoglossum tetapi tidak menular
(odontoglossum ringspot virus = melalui serangga vektor
ORSV). ataupun biji.

1) Tanaman Inang : Jenis- Pengendalian OPT Anggrek


jenis anggrek lain yang
dapat terserang virus ini a Fisik
mencakup Dendrobium
sp., Epidendrum sp., Media tumbuh disucihamakan
Vanda sp., Cattleya sp., dengan uap air panas agar
Oncidium sp. Cymbidium tanaman bebas dari OPT yang
sp. dan Phalaenopsis sp. dapat ditularkan melalui media
tumbuh.
2) Gejala Serangan :Pada
beberapa jenis anggrek Untuk menghindari penularan
seperti Cattleya sp., virus, usaha sanitasi harus
gejala infeksi virus ini dilakukan meliputi sterilisasi alat-
bervariasi, yaitu berupa alat potong.
garis-garis klorotik,
bercak-bercak klorotik Setelah dicuci bersih alat-alat
sampai nekrotik atau potong dipanaskan dalam oven
bercak-bercak berbentuk pada suhu 149 ° C selama 1
cincin. Pada Oncidium jam.
sp. bercak-bercak
nekrotik berwarna hitam b. Mekanis
tampak nyata pada
permukaan bawah daun. Pengendalian secara mekanis
Di lapang persentase dilakukan bilamana serangga
tanaman anggrek hama dijumpai dalam jumlah
Oncidium sp. terinfeksi terbatas. Misalnya pada pagi dan

376
sore hari kumbang gajah dapat hari sehingga siang harinya
dijepit dengan jari tangan dan sudah cukup kering.
dimatikan.
Demikian pula kutu tempurung Pelihara tanaman dari serangan
pada daun anggrek dapat atau kehadiran serangga yang
didorong dengan kuku, tetapi dapat menjadi pembawa atau
harus dilakukan secara hati-hati pemindah penyakit. Udara dalam
lalu dimatikan. Keong besar atau pertanaman sebaiknya dijaga
yang kecil dengan mudah dapat agar tidak terlalu lembab,
ditangkap pada malam hari dan sehingga penyakit tidak mudah
dimusnahkan. berkembang.

Dengan membersihkan sampah Tanaman yang baru atau


dan gulma, maka keong tidak diketahui menderita penyakit
mempunyai kesempatan untuk diisolasi selama 2-3 bulan,
bersarang dan bersembunyi. sampai diketahui bahwa
tanaman tersebut betul-betul
Pengendalian secara mekanis sehat.
juga dilakukan pada bagian
tanaman yang menunjukkan Tanaman yang akan
gejala serangan penyakit, yaitu dibudidayakan sebaiknya juga
dengan memotong dan berasal dari induk yang telah
memusnahkan bagian tanaman diketahui bebas penyakit.
yang terserang.
d. Kimiawi
c.Kultur Teknis
Untuk pengendalian OPT
Pemeliharaan tanaman yang anggrek dapat dipilih jenis
baik dapat meningkatkan pestisida yang tepat sesuai
kesehatan tanaman, sehingga dengan organisme pengganggu
tanaman dapat tumbuh lebih tumbuhan yang akan
subur. dikendalikan.

Penyiraman, pemupukan dan Formulasi pestisida dapat


penambahan atau penggantian berupa cairan (emulsi), tepung
media tumbuh dapat (dust) pasta ataupun granula.
meningkatkan pertumbuhan
tanaman. Secara tidak langsung Konsentrasi dan dosis
pemeliharaan yang penggunaan biasanya
berkelanjutan dapat memantau dicantumkan pada tiap
keadaan tanaman dari serangan kemasan.
OPT secara dini.
Jenis-jenis pestisida yang dapat
Penyiraman dilakukan apabila digunakan untuk mengendalikan
diperlukan dan dilakukan pagi OPT pada tanaman anggrek
tercantum dalam Lampiran 1.

377
Panen dan Pascapanen
Sebagai pencegahan, pot atau
wadah lainnya, alat-alat seperti Keistimewaan tanaman anggrek
pisau dan gunting stek, terletak pada penampilannya
sebaiknya setiap kali memakai saat konsumsi, sehingga usaha
alat-alat tersebut, disucihamakan untuk mempertahankan mutu
dengan formalin 2 % atau penampilan selama mungkin
desinfektan lainnya. menjadi tujuan utama
penanganan pasca panen dan
e. Hayati pasca produksi.

Dilakukan dengan menggunakan Untuk melaksanakan upaya


: Predator tungau : Phytoseiulus tersebut perlu dipahami berbagai
persimilis Athias Heniot dan faktor yang dapat mempengaruhi
Typhodiromus sp. mutu pasca panen atau pasca
(Phytoseiidae) produksi tanaman anggrek.

Predator kutu daun : kumbang Faktor yang mempengaruhi mutu


koksi (Coccinelidae), lalat pasca panen anggrek bunga
Syrpidae, dan laba-laba Lycosa potong adalah:
sp.
- tingkat ketuaan bunga
Predator kutu putih : Scymnus - suhu
apiciflavus. - pasokan air dan makanan
- etilen
Predator bekicot Achatina fulica - kerusakan mekanis dan
: Gonaxis sp., Euglandina sp., penyakit.
Lamprophorus sp., dan bakteri
Aeromonas liquefacicus. Sedangkan yang mempengaruhi
Parasitoid Thrips : Famili untuk anggrek pot yang
Eulophidae mempengaruhi mutunya antara
lain:
Parasitoid kutu daun : Aphidius - kultivar
sp. dan Encarsia sp. - stadia pertumbuhan
- cahaya,
Parasitoid pengorok daun - medium, pemupukan
Gonophora xanthomela : - ,temperatur
Achrysocharis promecothecae - lama pengangkutan.
(Eulophidae).

Pemanfaatan agens antagonis e. Bunga Anggrek Potong


Trichoderma sp., Gliocladium sp.
dan Pseudomonas fluorescens Ketuaan Bunga
untuk penyakit layu Fusarium sp.
dan Ralstonia (Pseudomonas ) Selama ini bunga anggrek
solanacearum. dipanen setelah 75%-80% bunga

378
telah mekar terutama pada mengandung air dan senyawa
anggrek Dendrobium sp. lain yang diperlukan.

Adakalanya pada jenis anggrek Penggunaan berbagai senyawa


tertentu, seperti Cattleya sp., kimia pengawet yang dilarutkan
bunga dipanen 3 sampai 4 hari dalam air dianjurkan untuk
setelah mekar, karena bunga memperpanjang kesegaran
yang dipotong prematur akan bunga potong.
gagal untuk mekar.
Etilen dan Kerusakan Mekanis
Saat pemanenan perlu
diperhatikan penularan penyakit Usahakan untuk menjauhkan
virus dari satu pohon ke pohon bunga anggrek potong dari
lain. sumber/tempat kebocoran gas,
asap, pemeraman buah dan
Sebaiknya alat pemotong kumpulan bunga yang sudah
hendaknya disterilkan lebih dulu rusak dan layu.
sebelum digunakan lagi pada
pohon berikutnya. Ruangan untuk penanganan
pasca panen (sortasi/grading
Temperatur dan pengemasan) hendaknya
berventilasi baik.
Bunga potong Cymbidium sp.
dan Paphiopedilum sp. dapat Kepekaan terhadap gas etilen
bertahan selama 3 minggu pada dapat dikurangi dengan
temperatur 330–350 F (10 C) dan pemberian suhu dingin, baik
6 sampai 7 minggu bila tetap di setelah panen maupun setelah
pohon. pengiriman.

Jenis Cymbidium sp., Cattleya Bunga potong harus segera


sp., Vanda sp., Paphiopedilum dikeluarkan dari wadah
sp. dan Phalaenopsis sp. pengemasnya dan diletakkan
umumnya bisa bertahan sampai pada ruangan dingin yang
2 minggu kalau disimpan pada bersuhu cocok untuk bunga
suhu 5–70 C, sedangkan anggrek.
Dendrobium sp. potong cukup
disimpan pada temperatur 10– Penyakit
130 C.
Bunga anggrek potong peka
Pasokan Air dan Hara terhadap penyakit, tidak saja
karena berpetal agak rapuh,
Bunga anggrek potong peka tetapi juga terdapatnya cairan
terhadap kekeringan. Air yang madu yang bergizi yang sangat
hilang setelah bunga dipanen baik untuk pertumbuhan
harus segera diimbangi dengan patogen.
larutan perendam yang

379
Kerusakan akibat penyakit ini mikroorganisme penyumbat
dapat dihindari dengan pembuluh tangkai.
melakukan:
Selama ini dipergunakan larutan
- Kebersihan baik di pulsing berupa sukrosa 50 g/l,
rumah kaca perak nitrat 25 ppm, asam sitrat
maupun di kebun 200 ppm.

- Pengendalian
temperatur, dan Jenis-jenis anggrek
minimalisasi
terjadinya
kondensasi pada Paphiopedilum
bunga potong. chamberlainianum

- Pengamatan
populasi hama dan
penyakit

Bunga anggrek makin diminati.


Pada saat ini makin banyak
dihasilkan varietas baru anggrek
didalam negeri.

Tantangannya adalah menjaga


agar bunga anggrek potong
dapat tetap segar dalam waktu
cukup lama.

Pengiriman bunga anggrek


potong tanpa pengawet
kesegaran bunga, dikhawatirkan
menurunkan umur peragaan
bunga dan diameter bunga.

Biasanya dilakukan pulsing, yaitu


mencelupkan tangkai bunga
potong sedalam 4 cm kedalam
larutan nutrisi selama 16 jam
dalam ruang sejuk (21 derajat
celcius).

Perlakuan ini bertujuan untuk


memberi bekal nutrisi cadangan
sekaligus dapat melindungi
tangkai bunga dari serangan

380
Phragmipedium pearcei Si Raja Tanduk dari Papua

Dendrobium affine

Begitulah sebutan bagi anggrek


yang memiliki nama latin
Dendrobium sutiknoi P.O’bryne.

Anggrek ini dideskripsikan dan


dipublikasikan untuk pertama kali
pada Mei 2005 di Jurnal fur den
Orchideenfreund.

Nama sutikno ini sendiri diambil


dari nama seorang hobiis dan
pedagang anggrek di Tretes,

381
Prigen, Pasuruan, Jawa Timur keturunannya. Tidak seperti
yang kemudian dideskripsikan pada D.tobaense yang bentuk
untuk pertama kali oleh Mr. Peter labellumnya bersifat resesif
O’bryne di Singapura. sehingga akan mudah
terdegradasi oleh hybridisasi.
Sejarahnya, ternyata anggrek ini
ditemukan secara tidak sengaja Saat ini, hybrid-hybrid maupun
oleh beliau di antara batang- hasil selfing dari D.sutiknoi telah
batang D. lasianthera, namun banyak beredar di pasaran
tiba saat berbunga tampaklah anggrek di Asia tenggara.
perbedaan tersebut. Namun menurut informasi dari
seorang rekan hobiis senior dari
Oleh karena karakter bunganya Malaysia, setelah sekian lama
yang unik maka beliau yakin D.sutiknoi dimanfaatkan sebagai
bahwa anggrek ini berpotensi parent/induk silangan, ternyata
menjadi species baru. anggrek ini kurang begitu
diminati oleh para penyilang
Species ini berasal dari Papua sebagai parent karena sifatnya
dan Kepulauan Morotai genetiknya yang sangat
(Indonesia). Sejauh ini telah dominan, sehingga selalu
ditemukan dua varian warna, mengalahkan karakter dari
yaitu oranye tembaga dan hijau induknya yang lain, akibatnya
kekuningan. hybrid yang terbentuk juga
terlalu condong ke arah
Sosok tanamannya mirip dengan karakteristik D.sutiknoi.
anggrek-anggrek section
Spatulata lainnya. Batangnya Namun hal ini tidak begitu
cukup tinggi mencapai 1-1,5 dipersoalkan oleh para
meter. penggemar dan konsumen
anggrek hybrid, sehingga tidak
Bentuk daunnya elips agak bulat mengurangi minat para
telur, semakin kearah ujung atas penggemar anggrek pada
ukuran daunnya semakin umumnya untuk tetap
mengecil. Karakter unik dari mengkoleksi hybrid-hybrid
anggrek ini adalah petal nya turunan D.sutiknoi, karena tetap
yang sangat panjang (mirip petal saja hybridnya cantik dan unik
D.stratiotes) serta bentuk ujung dipandang.
labellumnya yang sempit dan
melengkung dan hampir Di Indonesia sendiri, anggrek ini
menyerupai labellum maupun hybridnya belum begitu
Dendrobium tobaense. tersosialisasi secara luas,
sehingga tak heran bila
Kelebihan anggrek section harganya melambung sangat
Spatulata ini adalah sifat tinggi.
dominan nya yang sangat kuat
pada hybrid-hybrid

382
Meskipun demikian, anggrek ini malai bunganya mampu
merupakan harta genetis yang menyangga puluhan kuntum
tak ternilai. Sehingga langkah- bunga berdiameter 7-10 cm.
langkah serius untuk menjaga
kelestarian genetisnya perlu Dari corak bunganya penduduk
segera dilakukan. lokal sering menjulukinya
dengan sebutan anggrek macan,
Pohon Anggrek Terbesar dan akan tetapi sebutan ini sering
Terberat di Dunia rancu dengan kerabatnya,
Grammatophyllum scriptum yang
memiliki corak serupa.

Oleh sebab itu, anggrek ini


populer juga dengan sebutan
sebagai anggrek tebu, karena
sosok batang tanamannya yang
menyerupai batang pohon tebu.
Meskipun persebarannya cukup
luas anggrek ini justru
menghadapi ancaman serius
dari perburuan tak terkendali
serta kerusakan habitat.

Ini adalah si jawara kelas berat Sosok pohonnya yang sangat


dari dunia anggrek. Jawara ini besar mudah terlihat oleh para
bernama Grammatophyllum pemburu, terlebih lagi saat
speciosum atau seringpula memunc ulkan bunganya yang
disebut-sebut dengan nama G. mencolok.
papuanum yang diyakini sebagai
salah satu variannya. Belum lagi perkembangbiakan
alami di habitat dengan biji
Tanaman ini tersebar luas dari sangatlah sulit diandalkan
Sumatera, Kalimantan, Jawa, karena lambatnya laju
hingga Papua. Oleh karena itu, pertumbuhan dari fase biji
tidak heran bila banyak hingga mencapai tanaman
ditemukan varian-varian nya dewasa yang siap berbunga.
dengan bentuk tanaman dan
corak bunga yang sedikit Mungkin hal inilah yang
berbeda. mendasari kenapa anggrek ini
menjadi salah satu species
Dalam satu rumpun dewasa, anggrek yang dilindungi.
tanaman ini dapat mencapai
berat lebih dari 1 ton dan Sebagai pecinta anggrek, pasti
panjang malai bunga hingga 3 anggrek ini akan menjadi salah
meter dengan diameter malai satu “most wanted” dalam daftar
sekitar 1,5-2 cm. Itulah sebabnya koleksi.

383
Agar perburuan liar terhadap Bahkan tipe bunga nya pun
anggrek ini di habitatnya dapat tampak tak ada beda. Namun
dikendalikan, maka langkah- bagi yang jeli, perbedaan yang
langkah budidaya secara cukup mencolok dapat dikenali
vegetatif maupun generatif harus lewat bentuk labellum serta
segera diberdayakan. Apalagi tonjolan-tonjolan yang berada
anggrek ini terkenal sangat diatas labellum tersebut.
mudah menumbuhkan tunas dari Bunga ini mampu merekah
stek bulbnya. sempurna selama 5-7 hari,
setelah itu bunga akan layu dan
Setidaknya, dengan segera digantikan dengan tunas
membudidayakannya secara bunga selanjutnya.
vegetatif atau membeli bibit
anggrek tebu hasil Tandan bunganya berukuran
perkembangbiakan vegetatif kecil dan panjang, sehingga
(tunas dari stek bulb) dapat tidak proporsional jika
menjadi salah satu upaya dibandingkan dengan ukuran
memelihara kelestarian anggrek bunganya yang cukup besar.
alam Indonesia.
Itulah sebabnya, saat bunga nya
Coelogyne celebensis si Jelita mekar, maka tandannya akan
dari Celebes terkulai kebawah, sehingga
bunganya tampak menunduk.

Anggrek ini memiliki daun yang


lebar, berbentuk bulat telur, dan
permukaannya bergelombang.

Seperti kebanyakan anggrek


lainnya, tanaman ini juga
memiliki bulb/umbi semu yg
menggembung untuk
menyimpan air dan cadangan
makanan.

Anggrek ini memiliki nama ilmiah Anggrek ini termasuk anggrek


Coelogyne celebensis. Kata dataran rendah yang rajin
celebensis diambil dari nama berbunga dan cepat beradaptasi.
Celebes atau Sulawesi. Dari
namanya, kita tahu jika tanaman
ini memiliki habitat asal di
Sulawesi.

Morfologi tanamannya sekilas


nampak serupa dengan kerabat
dekatnya Coleogyne speciosa.

384
Dendrobium insigne Paphiopedilum liemianum,
mungil nan tangguh

Dendrobium fimbriatum

Phalaenopsis kunstleri

Dendrobium litoreum Anggrek ini akrab disebut


sebagai anggrek kantong,
karena labellumnya yang
menyerupai kantung kecil.

Sosok tanaman anggrek ini


cukup pendek (tinggi tanaman
sekitar 5-7 cm) dengan posisi
daun yang berselang seling.
Daunnya melebar dengan ujung
membulat.

Lebar daun sekitar 3-6 cm


dengan panjang daun bervariasi
antara 15-20 cm. Tanaman ini

385
termasuk anggrek terestrial, lempungnya rendah) dan pupuk
artinya anggrek ini memiliki organik. Atau media kombinasi
habitat tumbuh di tanah, dengan seperti cacahan
mengandalkan organ akarnya pakis/arang/kerikil + potongan
sebagai alat untuk menyerap air sabut, pupuk organik + sedikit
dan unsur hara. moss.

Anggrek ini senang dengan


kondisi media yang cukup 2. Tanaman Anggrek Pot
lembab, akan tetapi jika terlalu Berbunga Indah
lembab bisa menyebabkan
pembusukan pada pangkal a. Kultivar
batangnya. Anggrek yang dahulu
diisukan sebagai anggrek yang Berbagai karakter morfologi,
sulit dipelihara ini, ternyata justru seperti warna bunga, jumlah
memiliki kelebihan lain, yaitu kuntum bunga dan waktu
toleran terhadap kekeringan dan berbunga telah digunakan untuk
toleran dengan rentang suhu mengevaluasi kultivar baru
yang lebar. industri bunga. Kriteria tersebut
merupakan faktor-faktor penting
Selain itu, dalam satu tandan dalam menciptakan kultivar
bunga bisa memunculkan lebih baru. Pada masa yang akan
dari 3 kali bunga. Bunganya datang kriteria toleransi terhadap
yang unik muncul bergantian kondisi pengangkutan, tingkat
satu per satu dengan masa cahaya interior yang rendah,
mekar tiap kuntum bunga lebih etilen dan pendinginan perlu pula
dari 1 minggu. dimasukkan ke dalam penilaian.

Pemeliharaan anggrek ini cukup b. Stadia Pertumbuhan


mudah, hanya dengan menjaga
kelembaban media dan Stadia pertumbuhan (umur)
melakukan pemberian pupuk tanaman pot anggrek berbunga
organik pada media tanamnya. indah pada saat dipasarkan
Satu hal yang cukup penting merupakan faktor utama yang
yaitu tempatkan anggrek ini pada mempengaruhi penampilan
tempat yang ternaungi, misal tanaman tersebut di dalam
dibawah paranet 50 % atau di ruangan. Perlu diperhatikan
bawah tajuk pepohonan. bahwa stadia yang tepat untuk
pemasaran tergantung dari
Meskipun bunganya unik dan waktu yang diperlukan untuk
indah, sayangnya pertumbuhan memperoleh tanaman.
anggrek ini termasuk sangat Umumnya tanaman dengan
lambat. banyak bunga mekar lebih sulit
Media tumbuh anggrek ini dapat dalam pengangkutan, lebih peka
berupa campuran tanah terhadap etilen dan lebih mudah
(usahakan yang kadar rusak dari pada tanaman yang

386
diangkut dalam stadia yang e. Pemupukan
bunganya masih kuncup atau
persentase bunga yang mekar Nisbah N : K yang dianjurkan 1 :
masih rendah. 1 sampai 3 minggu sebelum
pembungaan, diubah menjadi
c. Temperatur 0,5 : 1. Nisbah ini mencegah
masalah keracunan amonia dan
Temperatur perlu diturunkan meningkatkan masa simpan.
selama siklus 2–3 minggu
terakhir untuk memperkuat f. Kepekaan Terhadap Etilen
warna bunga dan meningkatkan
kandungan karbohidrat tanaman, Tanaman pot anggrek berbunga
sehingga dapat mengakibatkan indah peka terhadap etilen.
ketahanan simpan. Semua Gejala yang ditimbulkan adalah
tanaman pot berbunga indah kerontokan daun, kuncup dan
akan lebih tahan pada bunga, dan kelayuan bunga,
temperatur yang lebih rendah epinasti, peningkatan kerentaan
dan kisarannya sangat terhadap mikroba dan aborsi
tergantung pada jenis tanaman. bunga / kuncup.
Selanjutnya tanaman berbunga
yang ditempatkan pada Salah satu cara efektif untuk
temperatur 270 C atau lebih mengurangi kepekaan terhadap
tinggi, umumnya mempunyai etilen, yaitu dengan menurunkan
warna bunga lebih pudar, temperatur selama
batang/tangkai lebih tinggi, daun pengangkutan.
cepat menguning dan rontok.
Cara lain yang digunakan secara
d. Media komersial adalah dengan
penyemprotan daun
Media berstruktur remah yang menggunakan senyawa
mudah dibasahi kembali oleh antagonis terhadap etilen,
konsumen atau penata ruang sehingga dapat menekan
sangat penting untuk produksi etilen dalam bunga,
menghasilkan penampilan serta mengurangi pengaruh
optimum dari tanaman berbunga buruk etilen.
indah di dalam ruangan.
Sejumlah gel polimer dapat g. Pengairan
digunakan untuk
mempertahankan kelembaban Kurangnya penyiraman tanaman
media dan mencegah tanaman yang berbunga indah serta
dalam ruangan menjadi kering. membiarkannya layu akan
Irigasi dengan menggunakan menurunkan umur peragaan.
wetting agent pada saat Sebaliknya kelebihan air akan
pemasaran berguna untuk menyebabkan rusaknya akar,
memudahkan pembasahan sehingga tanaman cepat rusak.
kembali media. Sebaiknya tanaman diairi tiap

387
hari atau tiap dua hari sekali,
tergantung pada tingkat cahaya,
temperatur dan kelembaban,
juga ukuran dan media tumbuh.
Pengairan dilakukan terhadap
media tanpa membasahi bunga
dan daun.

h. Cahaya

Cahaya optimum yang


diperlukan oleh tiap tanaman
harus dipertahankan untuk
menghasilkan tanaman yang
mempunyai masa penampilan
yang lebih baik, jumlah bunga
maksimum, pembentukan daun
yang sempurna, warna bunga
indah, dan tinggi tanaman yang
memadai. Umumnya tanaman
pot berbunga indah akan
membentuk bunga dalam jumlah
maksimum dengan warna yang
indah pada kondisi ruang
bercahaya tinggi, meskipun
cahaya matahari langsung
dihindari

388
9.8.2. Teknik Budidaya Mawar sehingga tampak megah
dan cantik
a. Pendahuluan
- Floribunda; jenis bunga
Mawar merupakan tanaman potong dan tanaman
bunga hias berupa herba taman yang bunganya
dengan batang berduri. cukup besar dengan
warna bervariasi dan
Mawar yang dikenal nama tangkai tegak panjang
bunga ros atau "Ratu Bunga"
merupakan simbol atau - Grandiflora; bunganya
lambang kehidupan religi dalam berukuran raksasa
peradaban manusia. dengan diameter dapat
mencapai 7.5-12.5cm
Mawar berasal dari dataran
Cina, Timur Tengah dan Eropa - Climbing rose; diameter
Timur. Dalam bunga berkisar antara 5-
perkembangannya, menyebar 15cm dan tumbuh
luas di daerah-daerah beriklim merunduk karena
dingin (sub-tropis) dan panas beratnya cabang serta
(tropis). tersusun dalam tandan
yang jarang. Kelompok
mawar ini
pertumbuhannya sangat
lambat dibandingkan
dengan kelompok lainnya
dan rata-rata baru dapat
berbunga setelah
umurnya lebih dari dua
tahun

- Polyantha; jenis mawar


ini warna bunganya
sangat beraneka ragam,
bunganya kecil dengan
Gambar 125. Mawar kampung garis tengah sekitar 5 cm
dan didekat pucuk
b. Jenis-jenis mawar cabangnya terdapat
banyak ranting yang
Beberapa varietas mawar yang masing-masing memiliki
digemari adalah: sekuntum bunga.

- Hybrid tea; jenis bunga - Hybrid perpetual; jenis


potong bertangkai mawar yang dimater
panjang bunga bunganya sangat lebar
tunggalnya diujung (15cm) dan juga

389
merupakan kelopak dan drainase yang baik, gembur,
mawar yang sudah sulit cukup bahan organik dan tidak
ditemukan terlalu masam (pH6-7).

- Mawar tea; merupakan d.Pedoman teknis budidaya


nenek moyang mawar,
disebut juga mawar kuno, Pembibitan
aromanya sangat wangi
Bibit bunga mawar dapat berasal
- Special purpose; mawar dari perbanyakan vegetatif dan
yang dibedakan atas 3 generatif (biji).
golongan yaitu mawar
pohon, mawar perdu dan Umumnya di Indonesia
mawar mini. perbanyakan mawar dengan
menggunakan okulasi, cangkok,
c. Syarat Tumbuh sambung, maupun stek.

Iklim Perbanyakan generatif jarang


dilakukan karena disamping
Bunga mawar dapat tumbuh tanaman baru yang diperoleh
sampai ketinggian 900mdpl. sering tidak sama dengan
Dbawah ketinggian ini kuncup induknya, juga karena
bunga menjadi lebih kecil. pengerjaannya cukup sukar.
Kisaran tumbuh bunga mawar
adalah 700-1200 mdpl.
Perbanyakan Cepat Bibit Mawar
Suhu dan kelembaban udara Dengan Cara Okulasi Mata
Berkayu
Bunga mawar membutuhkan
suhu berkisar 15-300C, dengan Bahan dan Peralatan
kelembaban udara rata-rata 50-
60%. 1.Bahan

Sinar matahari Batang bawah, batang atas,


sekam, pupuk organik dan non
Tanaman mawar membutuhkan organik, pestisida, polybag
cahaya/penyinaran matahari diameter 10-15 cm, parafilm,
penuh sepanjang hari, karena varietas mawar, galur yang ada,
bila tempatnya terlindung akan paranet sungkup dari kawat,
mudah terserang cendawan dan kaso-kaso
pertumbuhannya kurang baik.
2.Peralatan
Tanah Pisau okulasi, gunting stek,
sprayer
Lingkungan tumbuh mawar yang
cocok adalah tanah bertekstur

390
3.Cara kerja d. Pelaksanaan okulasi mata
berkayu
a. Persiapan Media
- batang mawar yang akan
- Tanah dicampur dengan diokulasi dibuang durinya
pupuk kandang dan lalu dibersihkan
pasir, dengan
perbandingan 1:1:1 dan - buat keratan untuk batas
disterilkan. okulasi bawah

- Paranet sungkup dari - buat irisan kearah bawah


kawat, ukuran 1,2x2 m dengan mengikuti sedikit
(jumlahnya tergantung jaringan kayu, lalu dibuat
kebutuhan) dan naungan irisan yang berukuran
paranet atau rumah kira-kira lebarnya 4-5
kaca/plastik mm, panjang 1,5-2 cm
dan tebal 1-2 mm
b. Persiapan batang bawah
- ambil mata tunas dari
- Ambil batang mawar entres dan buat irisan
pagar yang cukup tua, berupa kepingan dengan
dan buang daun-daunnya mata tunas terletak di
tengah-tengah ukuran
- Potong bagian pucuk (ñ irisan sama dengan irisan
1/3 panjang batang) lalu batang bawah
batang stek dipotong
dengan panjang 15 cm - tempelkan kepingan mata
tunas ke celah yang telah
- Tanam dipersemaian dibuat pada batang
(media) yang sudah bawah
disiapkan kemudian
diberikan sungkup kasa - Ikat dengan
dengan tinggi 60 cm dan menggunakan parafilm
intensitas cahaya 60% atau tali rafia

c. Persiapan batang atas


- simpan bibit di bawah
Siapkan tangkai bunga yang naungan
sedang makar dari varietas yang
diinginkan, dan buang semua
daunnya Penanaman

Bibit dapat ditanam di lapang


sekitar 2 bulan setelah dilakukan
okulasi mata berkayu.
Penanaman bunga mawar dapat

391
dilakukan pada pot atau di Pemangkasan merupakan faktor
lapangan. Kedua metode ini penting dalam pemeliharaan
prinsipnya sama, menyediakan karena dapat mendorong
tempat tumbuh yang paling pertumbuhan dan pembentukan
sesuai untuk pertumbuhan bunga yang lebih banyak
mawar. dengan kualitas yang lebih baik.
Pemangkasan dilakukan secara
Persiapan Media periodik setiap musim bunga
berakhir.
Penanaman di pot
Pemupukan dilakukan dengan
Campurkan pupuk kandang, menggunakan pupuk kandang
sekam padi dan tanah dengan maupun pupuk buatan. Pupuk
perbandingan 1:1:1. majemuk anorganik NPK
Media dimasukkan kedalam pot, diberikan dengan dosis 15-20
pada tahap awal tanaman dapat gram/tanaman. Interval
diletakkan dibawah naungan pemupukan dapat dilakukan 2-3
(intensitas cahaya matahari bulan sekali disesuaikan dengan
60%), setelah tanaman kuat tingkat kesuburan tanahnya
baru diberi sinar matahari penuh.

Penanam di tanah

Untuk penanaman di tanah,


maka terlebih dahulu dibuat
bedengan, tujuannya adalah
agar tanah menjadi gembur.
Penggunaan kompos sangat
dianjurkan untuk memperbaiki
struktur tanah. Jika pH tanah
sangat rendah maka dilakukan
pengapuran.

Pemeliharaan

Pemeliharaan mawar meliputi


penyiraman, penyiangan,
pemangkasan dan pemupukan,
serta pengendalian hama dan
penyakit.

Penyiraman dilakukan dua kali


sehari, yang disesuaikan dengan
jumlah curah hujan.

392
9.8.3. Teknik Budidaya - Anthurium pedatoradiatum
Anthurium (wali songo)
- Anthurium andreanum
- Anthurium rafidooa,
- Anthurium hibridum (lidah
gajah),
- Anthurium makrolobum
- Anthurium scherzerianum.

c.Teknik Budidaya

Perbanyakan

Anthurium dapat diperbanyak


Gambar 127 Salah satu jenis dengan 2 cara, yaitu generatif (biji)
anthurium dan vegetatif (stek).

a.Pendahuluan Perbanyakan dengan cara


generatif (biji)
Anthurium disebut juga bunga lilin.
Tanaman ini merupakan tanaman Tanaman anthurium memiliki 2
tahunan, umumnya tumbuh di macam bunga yaitu bunga jantan
tempat-tempat yang terlindung dan bunga betina.
dari cahaya matahari. Bentuk
bunganya sangat dekoratif, Bunga jantan ditandai oleh
menarik, dan menawan dengan adanya benang sari, sedangkan
bunganya yang tahan lama. bunga betina ditandai oleh adanya
lendir.
Anthurium adalah tanaman hias
tropis, memiliki daya tarik tinggi Biji diperoleh dengan
sebagai penghias ruangan, menyilangkan bunga jantan dan
karena bentuk daun dan bunga betina. Dengan
bunganya yang indah. menggunakan jentik, bunga sari
diambil dan dioleskan sampai rata
Anthurium yang berdaun indah di bagian lendir pada bunga
adalah asli Indonesia, sedangkan betina.
yang untuk bunga potong berasal
dari Eropa. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga
yang dihasilkan sudah masak, di
b.Jenis Anthurium dalamnya terdapat banyak biji
anthurium.
Di Indonesia tidak kurang terdapat
7 jenis anthurium, yaitu Biji-biji tersebut di kupas, dicuci
- Anthurium cyrstalinum sampai bersih dan diangin-
(kuping gajah) anginkan, kemudian ditabur pada

393
medium tanah halus. Persemaian sedangkan pasir kali di ayak
ditempatkan pada kondisi lembab dengan ukuran ayakan 3 mm.
dan selalu disiram.
Humus, pupuk kandang dan pasir
Perbanyakan dengan cara kali yang telah di ayak, dicampur
vegetatif (stek) dengan perbandingan 5 : 5 : 2.

Ada 2 cara perbanyakan secara Untuk persemaian, medium


vegetatif, yaitu stek batang dan tumbuh perlu disterilkan dengan
stek mata tunas. cara mengukus selama satu jam.

Cara perbanyakan dengan stek Penyiapan pot


batang adalah
Untuk menanam bunga anthurium,
- memotong bagian atas dapat digunakan pot tanah, pot
tanaman (batang) dengan plastic atau pot straso. Pot yang
menyertakan 1 - 3 akar paling baik adalah pot tanah
- bagian atas tanaman 'yang karena memiliki banyak pori-pori
telah dipotong kemudian yang dapat meresap udara dari
ditanam, pada medium luar pot.
tumbuh yang telah
disiapkan Apabila digunakan pot yang masih
baru, pot perlu direndam dalam air
Sebaliknya perbanyakan dengan selama 10 menit. Bagian bawah
mata tunas adalah mengambil pot diberi pecahan genting/pot
satu mata pada cabang, kemudian yang melengkung, kemudian di
menanam mata tunas pada atasnya diberi pecahan batu
medium tumbuh yang telah merah setebal 1/4 tinggi pot.
disiapkan.
Medium tumbuh berupa campuran
Persiapan media tumbuh humus, pupuk kandang dan pasir
kali dimasukkan dalam pot.
Berdasarkan kegunaannya,
medium tumbuh dibagi menjadi 2 Pemeliharaan
macam, yaitu medium tumbuh
untuk persemaian dan untuk Setelah tanam, tanaman
tanaman dewasa. dipelihara dengan menyiram 1 - 2
kali sehari. Daun yang sudah tua
Medium tumbuh terdiri dari atau rusak karena hama dan
campuran humus, pupuk kandang penyakit, dipotong agar tanaman
dan pasir kali. tampak bersih dan menarik.
Sebaiknya tanaman ini dipelihara
Humus atau tanah hutan dan di tempat teduh karena tanaman
pupuk kandang yang sudah jadi di tidak tahan sinar matahari
ayak dengan ukuran ayakan 1 cm, langsung.

394
9.8.4. Teknik Budidaya pulau ini berada di Jazirah Arab,
Adenium Socotranum maka daerahnyapun mirip gurun.
Adenium ini banyak tumbuh baik
diperbukitan maupun di lembah.
Kadang juga ada yang tumbuh di
bukit karang yang menghadap
ke laut.

Lingkungan daerah ini cukup


ekstrim walau kelihatannya tidak
seektrim gurun pasir di arab dan
afrika

c.Ciri-ciri umum

Batang kokoh dan Bunga Indah

Menurut referensi online batang


adenium ini kokoh dan berbunga
indah.

Gambar 128 Adenium Diameter batangnya bisa lebih


dari 2 meter sedangkan
a.Pendahuluan tingginya bisa mencapai 3
meteran (Gambar 128).
Setiap spesies punya beberapa
keunikan tersendiri yang Untuk bisa mencapai bentuk itu
membedakan satu dengan yang mungkin diperlukan waktu lebih
lainnya baik itu bentuk bunga, dari 20 tahun. Usia 4 tahun
warna bunga, bentuk daun, adenium ini baru bisa mencapai
bentuk akar dan lainnya. diameter bonggol 5cm.

Karena tanaman adenium ini Sedangkan waktu berbunga


unik dan menarik dari akar pertama kalinya ada yang harus
sampai bunga maka menunggu 7 tahunan. Perlu
kepopulerannya sulit pudar. kesabaran tinggi menunggu
berbunganya adenium ini.
b.Asal-usul Bentuk bunganya sebenarnya
mirip adenium multiflorum,
Asal Adenium sp. socotranum hanya warna merahnya tidak
adalah pulau Socotra di negara terpusat dipinggir kelopak
Yaman. Pulau ini juga terkenal bunga.
dengan beberapa tanaman unik
seperti Dorstenia Gigas dan
Dracaena cinnabari. Karena

395
Daun yang Indah adalah batangnya yang kelihatan
kokoh dan segar, serta
Warnanya didominasi pink muda tumbuhnya tunas baru.
keputihan. Biasanya adenium ini
dapat dikenali dari daunnya yang Perawatan
punya urat berwarna putih
menonjol. Sebenarnya perawatan adenium
ini sama seperti Adenium
Saat baru tumbuh daun, warna spesies lainnya.
daunnya coklat keemasan.
Bandingkan dengan adenium Akan tetapi jenis adenium ini
biasa yang dari pucuk sudah memerlukan kesabaran khusus
berwarna hijau segar. dalam merawatnya. Perawatan
merupakan syarat utama agar
Warna daun cenderung lebih tanaman ini berbunga.
gelap dan kecoklatan dari
adenium jenis lain. Sedangkan Perawatan sehari-hari sama saja
batangnya dapat dikenali dari dengan adenium lainnya. Hanya
gurat-gurat garis yang kuat karena tanaman ini berharga,
bekas daun yang gugur seperti bisa juga dibuatkan mini
batang pohon tua. greenhouse agar
perkembangannya dapat
Warna batang yang kontras dikendalikan sekaligus aman
dari jangkauan tangan jahil.
Warna batangnyapun cenderung
berwarna coklat keputihan. Sebaiknya tanaman ini jangan
terkena air hujan secara
d. Pedoman teknis langsung, karena takut air hujan
(khususnya di kota besar) dapat
Pembibitan mengurangi imunitas dari
adenium ini sehingga bisa timbul
Bila sumber bibit berasal dari penyakit baik dari jamur, bakteri
impornya dari luar negeri, maupun yang lain. Kondisi yang
sesampainya dari pengiriman kering dan panas cukup
sebaiknya beri tambahan vitamin disenangi adenium jenis ini.
B1 dan hormon pertumbuhan
akar takaran secukupnya. Pemberian pupuk berimbang
juga diperlukan. Ketika berusia
Pada awal proses adaptasi lebih dari 5 tahun (kalau belum
letakkan Adenium sp ini berbunga) dapat diberikan pupuk
ditempat terlindung selama 2 yang memacu pertumbuhan
minggu sampai sebulan bunga. Pupuk pemacu bunga
bergantung kondisi kemampuan dapat juga diberikan dibawah
adaptasi tanamannya. usia 5 tahun.
Pengenalan terhadap tanaman
yang sudah mampu beradaptasi

396
9.8.5. Teknik Budidaya Selain berambut, beberapa jenis
Begonia Begonia yang lain juga terbentuk
dengan permukaan daun yang
berlilin dan lembut, ada juga
yang kasar dan penuh kerutan.

Hampir semua Begonia daunnya


menghasilkan rizoma yang
menjalar ataupun berada di
dalam tanah.

Pertumbuhan tanaman ini


biasanya menyemak maupun
menjalar, ada juga yang tumbuh
vertikal.
Gambar 129 Salah satu jenis b. Syarat Tumbuh
begonia
Begonia daun tidak menyukai air
yang berlebihan dan sinar
a.Ciri-ciri umum
matahari langsung. Mereka
membutuhkan kondisi yang
Sekilas, beberapa jenis tanaman
hangat. Begonia kelompok ini
ini daun berbentuk agak oval
hanya mampu bertahan selama
dengan serat yang tegas. Jika
1-2 tahun. Namun tanaman ini
melihatnya, kita jadi teringat oleh
sangat mudah dan cepat
sosok lidah. Namun bulu
diperbanyak.
daunnya menyerupai permadani
yang halus dan tebal laiknya
Begonia merupakan tumbuhan
sutera. Maka tak jarang,
liar yang tumbuh di hutan-hutan
beberapa penggemar tanaman
basah atau kadang ditanam
hias menyebutnya tanaman lidah
sebagai tanaman hias.
yang halusnya-sehalus
permadani berbahan sutera.
Begonia bisa tumbuh dengan
baik di tempat-tempat lembab,
Bentuknya imut, namun tetap
tanah berhumus, dan di tempat
berkarakter, baik di warna
yang sedikit ternaungi, mulai dari
maupun di struktur daunnya
ketinggian 900 - 2.300 m di atas
yang banyak ditumbuhi rambut
permukaan laut.
halus.
Biasanya Begonia akan
Daunnya agak oval, dengan ruas
berbunga pada bulan Juni
jari-jari yang tegas, dan corak
sampai bulan September. Waktu
warna yang khas, warna
panen yang tepat adalah bulan
dasarnya di atas dan sebagian
September hingga bulan
lagi merah (di bawah).
November.

397
c. Perawatan menggunakan beberapa bahan
yang bisa mengkilapkan daun,
Dalam hal perawatan, tanaman misalnya dengan menggunakan
ini hanya memerlukan panas susu segar, air, atau leaf
dan air yang cukup. shinner untuk performa daun
yang lebih berkualitas.
Namun jika ingin tanaman
Begonia tumbuh maksimal, tak Kita dapat juga melap daun,
ada salahnya diberi perawatan setiap kali daun terlihat kusam,
khusus. namun jangan terlalu
keseringan, karena pengelapan
Pada dasarnya, tanaman yang terlalu sering akan merusak
bibitannya berasal dari kota struktur daun.
Malang ini berhabitat asli di alam
liar dan hutan belantara. Untuk d. Teknik Budidaya
itu, dalam hal perawatan,
tanaman ini sudah biasa bila Tanaman ini relatif mudah
tidak mendapatkan perhatikan. dibudidayakan. Cara
budidayanya umumnya dengan
Namun jika ingin tumbuh menggunakan setek batang.
maksimal, sebaiknya
pencahayaan dan pengairan Media yang dibutuhkan adalah
diperhatikan, karena hal ini akan gembur, dan cukup air.
berpengaruh pada warna daun
dan kelangsungan kehidupan
tanaman itu sendiri.

Tanaman ini tidak menyukai


panas, maka sebaiknya jangan
menaruh tanaman ini langsung
pada terpaan sinar matahari.
Jika hal itu terjadi, sebaiknya
beri paranet untuk mengurangi
efek dari sinar UV (Ultra Violet)
yang masuk ke area tanaman
Begonia.

Selain itu, tanaman yang satu ini


juga tergolong tanaman yang
suka air, sehingga proses
penyiraman yang dianjurkan
pada tanaman Begonia biasanya
bisa dilakukan dua kali sehari,
yaitu pada pagi dan sore hari.
Untuk meningkatkan keindahan
permukaan daun, maka dapat

398
9.8.6. TEKNIK berupa pohon bunga. Bonsai
BUDIDAYA BONSAI yang baik dapat diletakkan diluar
pekarangan sepanjang tahun.

a.Pendahuluan Effek artistik dari bonsai dapat


dilihat dari keseimbangan dalam
ukuran batang daun, ranting
bunga atau buah dan pot yang
digunakan. Pot yang dipakai
haruslah yang mendukung
suasana pohon yang ditanam.

Keunikan dari bonsai adalah


tanaman tumbuh dan menjadi
tua namun tidak berkembang
menjadi tinggi. Sebuah
kekerdilan alam yang menjadi
suatu keindahan bentuk
tanaman menarik, menantang
untuk selalu
Gambar 130 Tanaman yang
mempertahankannya.
dibonsai
Untuk menghasilkan bonsai ada
Bonsai merupakan salah satu
yang membutuhkan waktu yang
seni pemangkasan tumbuhan
panjang sampai berpuluh tahun,
atau pohon yang berasal dari
dan sebagian lainnya hanya
Jepang.
membutuhkan waktu yang
singkat.
Perlakuan pemangkasan atau
penghambatan pertumbuhan ini
Akan tetapi pembuatan dan
bertujuan untuk membiasakan
perawatan bonsai yang
tumbuhan atau pohon tersebut
membutuhkan waktu yang lama
tumbuh dalam keadaan yang
juga memberikan imbalan yang
kerdil/cebol.
cukup sepadan.
Dalam bahasa Jepang,bonsai
Imbalan itu berupa sebuah
berarti "tanaman di pot".
keindahan dari alam liar
Biasanya akan berasosiasi
tanaman yang terminiatur dan
dengan sebuah miniatur pohon
nilai ekonomi yang cukup
yang ditanam di dalam pot atau
lumayan.
kontainer.

Pohon yang di bonsai umumnya


berupa pohon berkayu (misalnya
pohon beringin, dll) atau pohon
buah-buahan dan kadang

399
b. Ukuran Bonsai pot. Pot yang terbuat dari
keramik akan semakin membuat
Ada 4 ukuran bonsai yang umum tampilan bonsai anda lebih
digunakan, yaitu eksklusif.
- miniatur
- kecil Gambar 131 berikut ini
- sedang memperlihatkan berbagai bentuk
- rata-rata. pot

Umumnya bonsai miniatur


disiapkan dalam waktu sekitar 5
tahun.

Bonsai kecil biasanya


mempunyai tinggi antara 5
sampai 15 cm dan memerlukan
persiapan sekitar 5-10 tahun.

Bonsai ukuran sedang


mempunyai tinggi antara 15
sampai 30 cm, dan bonsai rata-
rata mempunyai tinggi 60 cm
dengan waktu persiapan sekitar
3 tahun.

c. Asesoris bonsai

Untuk industri bonsai sisi Gambar 131 Aneka bentuk pot


asesoris adalah penghasilan bonsai
yang terbesar dibandingkan
dengan menjual bibit bonsai Untuk kondisi bonsai yang
maupun bonsai itu sendiri. penempatannya ditaman
Asesoris bonsai ini meliputi: memerlukan pot yang terbuat
dari bahan semen yang
- pot mempunyai nilai artistik
- bebatuan penghias tersendiri.
- alas bonsai
- dan lain sebagainya. Ada juga bentuk pot yang
menyerupai hewan dan
Pot sebagainya seperti pada dua
gambar berikut ini.
Bonsai pada dasarnya adalah
tanaman hias dan untuk lebih
menonjolkan keindahannya
dibutuhkan pendukungnya yaitu

400
A

Gambar 133 Batu penghias


Gambar 132 Beberapa pot bonsai
bonsai bentuk gajah (A)
dan naga (B) Alas pot

Pot bonsai akan lebih tahan


lama pemakaiannya bila dilapisi
Batuan penghias oleh alas.

Dalam memperindah bonsai ada Alas yang terbuat dari kayu dan
banyaknya sarana yang dapat berbentuk meja sangat digemari
dilakukan, diantaranya dengan para perawat bonsai dalam
memberikan bebatuan yang ruangan.
indah akan bentuknya.
Meja yang diperuntukan bagi
Jenis bebatuan granit dapat alas bonsai umumnya
memberikan kesan bonsai yang mempunyai kekuatan yang
kuat saat menghiasi kaki cukup. Selain meja alas yang
batangnya. terbuat dari bahan yang sama
dengan pot juga banyak

401
digunakan. Artinya pot dan dalam merawat bonsai, karena
alasnya tersedia secara tidak terlalu dibutuhkan
berpasangan. banyaknya eksperimen namun
membutuhkan ketelitian, menjadi
d. Bentuk Bonsai alasan yang tepat bagi para
pemula perawat untuk memakai
Bentuk bonsai yang telah bentuk bonsai ini.
manjadi main stream dikalangan
para penggemar bonsai terdapat Jenis tegak lurus terbagi lagi
lima macam bentuk yaitu: menjadi dua kategori yaitu yang
teratur dan tidak teratur.
- bentuk batang yang
tegak lurus teratur Bonsai tegak lurus teratur
- tegak lurus tidak teratur
- tersapu angin Tegak lurus teratur merupakan
- anak air terjun, tanaman bonsai yang terlihat
- bentuk semi air terjun. simple namun mempunyai
tingkat kesulitan pembentukan
Bentuk bonsai yang terdiri dari 2 yang cukup signifikan.
hingga 3 tanaman didalam satu
pot juga cukup digemari oleh
para perawat bonsai selain dari
lima mainstream diatas.

Disamping kelima bentuk diatas


juga diciptakan beberapa bentuk
variasi bonsai lainnya.

Bonsai tegak lurus

Dasar bentuk bonsai ini adalah


tegak lurus dan terdapat bentuk
lancip dibagian paling atasnya
dimana membentuk suatu
bangunan kerucut.

Bentuk macam ini biasanya lebih


cocok untuk tanaman yang
berusia muda karena bentuk ini
akan membutuhkan kekuatan
batang, cabang, dan ranting.

Para pemula perawat bonsai


biasanya menggunakan jenis ini Gambar 134 Bonsa bentuk tegak
untuk memulai keterlibatannya lurus teratur

402
Keadaan lingkungan seperti terjadi sebuah pemandangan
suhu ruangan, jumlah cahaya tanaman yang menjulang tinggi
matahari, serta pemilihan namun agak tidak beraturan
pemakaian tanah sebagai dasar yang memberikan kesan alamiah
perkembangannya turut dan natural.
menentukan keberhasilan
pembentukan bonsai ini.

Pastikan perkembangan
cabangnya berkembang kearah
vertikal bukan horizontal.

Cabang pertama hendaknya


terdapat pada setengah dari
tinggi batang utama.

Jarak antara permukaan tanah


dengan adanya permulaan
cabang, diharapkan memberikan
keindahan utama dalam bentuk
tegak lurus.

Untuk kelurusan batang


setidaknya harus dapat dilihat
jelas sehingga memberikan
kesempurnaan bentuk suatu
bonsai tegak lurus teratur.

Umumnya jenis tanaman


cemara, apel liar, delima dan
berbagai macam tanaman hias Gambar 135 Bonsai tegak lurus
tanpa buah lainnya cocok untuk tidak teratur
dijadikan bonsai tegak lurus ini.
Kelompok bonsai jenis ini
Bonsai tegak lurus menghendaki perkembangan
tidak teratur daun maupun cabang yang
seimbang, kondisi yang tidak
Untuk bonsai tegak lurus tidak seimbang akan memberi kesan
teratur, bentuknya tidak jauh miring, dan tentunya akan
berbeda dengan tegak lurus mengurangi keindahan bonsai.
beraturan hanya pada umumnya Kemiringan ini membuat bentuk
batang utama dari tegak lurus bonsai terlihat kurang baik.
tidak beratur terdapat lekukan,
dimana cabang dan daunnya Jenis pohon yang cocok untuk
menjadi penyeimbang agar bonsai bentuk tegak lurus teratur

403
cocok juga untuk bonsai pada tengah pot membuat
kelompok ini. bentuk condongnya lebih terlihat
sehingga lebih terlihat
Bonsai tersapu angin (condong) keindahannya. Tanaman yang
digunakan untuk jenis bonsai ini
Bentuk bonsai ini mempunyai adalah dari kelompok tanaman
kemiringan yang terlihat seperti hias.
tanaman akan roboh. Bonsai
golongan ini sedikit mempunyai Bonsai anak air terjun
kesamaan dengan bentuk tegak
lurus hanya mempunyai Bentuk anak air terjun ini batang
perbedaan di sisi kelurusannya utamanya agak tegak lalu
yang mengarah horizontal. berbengkok jatuh kebawah
dengan berbagai lekukan
Bentuk bonsai condong ini selanjutnya hingga sejajar
merupakan jenis bentuk dengan alas pot untuk
peralihan dari bentuk tegak lurus menimbulkan bentuk jatuhnya air
dan anak air terjun. pada anak air terjun.

Gambar 137 Bonsai anak air


terjun

Gambar 136 Bentuk bonsai Bentuk pot berbentuk bulat atau


tersapu angin segi enam lebih cocok untuk
jenis bentuk ini, diawal
Kecondongannya dapat dibentuk pertumbuhan tanaman lebih baik
kearah kanan atau kiri sesuai diletakan pada bagian pinggir
sesuai selera perawat tanaman. pot.

Peletakan batang utama awal Penempatan awal batang utama


tumbuhnya tanaman, akan lebih dibagian pinggir pot bertujuan
baik bila ditempatkan pada untuk mempermudah
bagian tengah pot. Peletakan pembengkokan awal.

404
Penggunaan kawat akan Menarik tidaknyanya bonsai
banyak digunakan dalam proses bentuk semi air terjun ini sangat
pembentukannya sehingga tergantung pada ketepatan dan
diperlukan keahlian yang cukup teknik pemangkasan yang
untuk mengembangkannya. khusus.

Bentuk anak air terjun Beberapa jenis cemara dengan


membutuhkan suatu kecermatan berbagai spesiesna cocok untuk
dalam melakukan pemangkasan dibentuk bonsai golongan ini.
maupun perawatan.
Bonsai berkelompok
Keseimbangan antara dahan
dan ranting menjadi suatu tujuan Tanaman bonsai berkelompok
bentuk bonsai anak air terjun merupakan penempatan dua
dimana agar terlihat lebih hingga tiga bahkan lima
alamiah. tanaman bonsai didalam satu
pot.
Jenis pohon cemara dari
berbagai macam speciesnya Pot yang digunakan untuk
cocok untuk dijadikan bonsai bentuk bonsai ini akan lebih baik
dalam bentuk anak air terjun. bila digunakan bentuk pot
bundar.
Bonsai semi anak air terjun

Bentuk semi anak air terjun ini


lekukan batang utamanya tidak
merupakan bagian yang
penting, melainkan kekuatan
batang dibagian yang
mendatarlah yang harus
diperhatikan karena beban
gravitasi akan tertumpu disana
dan tentunya mempengaruhi
perkembangan tanaman.

Dibutuhkan pengikatan kawat


yang sangat banyak untuk
pembentukannya.
Pengikatannya juga harus
dilakukan dengan hati–hati, dan
hindari pengkawatan yang terlalu
lama, agar tanaman tidak
terluka. Gambar 138 Bonsai
berkelompok

405
Karena terdiri dari lebih dari satu hati-hati agar akarnya tidak
tanaman dalam satu pot maka mengalami kerusakan.
perawat bonsai harus
memperhatikan kebutuhan Beberapa alat yang dibutuhkan
pertumbuhan dari masing dalam bertanam bonsai ini
masing jenis. adalah sebagai berikut

Ukuran untuk bonsai kelompok


ini umumnya tidak lebih dari
60cm. Jenis pohon cemara dan
apel liar cocok untuk bentuk
bonsai jenis ini

e. Pedoman teknis budidaya

Bertanam bonsai ini memerlukan


kesabaran yang tinggi.

Berikut akan dijabarkan langkah-


langkah utama dalam memulai
teknik pengkerdilan tanaman
melalui seni pemangkasan. Gambar 139 beberapa alat
bantu yang
Pemilihan tanaman digunakan dalam
bertanam bonsai
Pemilihan tanaman yang akan
anda jadikan bonsai merupakan
suatu awal kesuksesan dalam
pembentukan bonsai. Pemindahan tanaman

Bakal bonsai dapat kita temukan Langkah pertama yang harus


di toko tanaman hias disekitar dilakukan adalah menentukan
daerah tempat tinggal atau tanaman yang akan dibonsai,
mancarinya dari tanaman liar. kemudian pemindahan tanaman
yang akan dijadikan bonsai dari
Pilihlah tanaman yang alamnya kedalam sebuah pot
mempunyai batang utama yang dengan menggunakan
cukup kuat karena ini dibutuhkan pengungkit akar.
sebagai awal dari pemangkasan.
Tanamlah pohon calon bonsai
Untuk bahan tanaman liar, ke dalam pot dengan hati-hati.
proses pemindahan bibit Bersamaan dengan proses
tanaman ke dalam pot pemindahan tersebut, perhatikan
hendaknya dikerjakan dengan perakarannya jika ditemukan
akar-akar yang sudah mati atau

406
tidak berkembang lagi maka temanya. Untuk melakukan
akar tersebut dipotong. pembentukan batang maupun
cabang yang dikehendaki, bisa
dengan menggunakan kawat
yang dibantu oleh alat
pembengkok yang tersedia
ditoko tanaman hias.
Pengkawatan yang baik untuk
membentuk alur bonsai bisa
anda lakukan dengan
menggunakan plastik sebagai
pelapisnya sebelum diikat oleh
kawat.

Gambar 140 Tahapan


pembuangan akar

Pangkas serabut akar maupun


batang akar yang telah tidak
berkembang karena akar yang
telah mati hanya akan
memperlambat perkembangan
akar yang lainnya. Pemeriksaan
pada batang, cabang maupun
akar ini juga harus dilakukan
secara berkala.
Gambar 141 Pengkawatan pada
Perkembangan akar diharuskan proses pembentukan
tetap terjadi dengan tidak bonsai
melebihi pot sebagai pijakannya.
Periksalah lekuk batang maupun
Calon bonsai dapat diambil dari cabang secara berkelanjutan
alam langsung atau melalui agar perkembangannya tidak
cangkok, okulasi maupun setek. menjadi liar.
Pembentukan bonsai Lepaskanlah kawat dari batang
diwaktu yang tepat dan
Langkah berikutnya yang diharapkan jangan sampai
dilakukan setelah penanaman, meninggalkan suatu luka bekas
dan tanaman sudah kuat, adalah kawat dibatang maupun cabang.
pembentukan bonsai.
Lakukanlah pemangkasan
Pertama sekali buatlah kerangka dengan seperlunya periksa
dasar bentuk bonsai sesuai secara berkala bentuk ranting

407
sesuai tema bentuk yang akan Pemilihan bentuk Bonsai
kita tuju.
Bentuk yang umum digunakan
oleh sebahagian pemula adalah
bentuk tegak lurus. Karena dari
bentuk bonsai ini akan dipelajari
dasar apa saja yang akan
diperlukan dalam merawat
bonsai.

Kawat dapat digunakan dalam


pembentukan alur
perkembangan tanaman.

Gambar 143 Pengikatan pada


pangkal batang
sehingga batang
membengkak

Periksa pertumbuhan cabang


dan ranting secara seksama dan
berkala karena akan
menentukan keberhasilan kita
Gambar 142. Beberapa teknik dalam membentuk bonsai.
pemangkasan pada
pembentukan bonsai Setelah berhasil pada bentuk
tegak lurus maka dapat
Untuk langkah selanjutnya diteruskan dengan bentuk
lakukanlah pemeliharan yang bonsai lainnya.
berkelanjutan agar bonsai yang
akan anda pelihara mempunyai Pada dasarnya perbedaan
bentuk yang indah dan sehat. antara bentuk tegak lurus dan
tegak lurus tidak beraturan,
hanya pada bentuk lengkungan
yang terjadi dibatang utamanya.
Adanya lengkungan dibentuk

408
tegak lurus tidak beraturan dahan, batang, dan ranting
hanya sebagai variasi bukan ditentukan.
penghilang bentuk utamanya
yaitu ujung yang lancip dan Pilihlah tanah yang kadar humus
memberikan kesan bangunan tidak terlalu tinggi dikarenakan
kerucut. kadar humus yang terlalu tinggi
akan memberikan kegemburan
tanah yang berlebihan.

Kemudian aturlah agar


kelembaban tanah selalu terjaga
dimana kelembapan tanah
mempunyai pengaruh pada suhu
tubuh bonsai.

Perhatikan kondisi kadar air


tanah saat melakukan
penyiraman, hindari
penumpukan air hanya pada
satu bagian saja. Kelebihan air
tentunya dapat membahayakan
kesehatan tanaman.

Perawatan Bonsai

Dalam perawatan bonsai


Gambar 144 Pembentukan
cabang bonsai diperlukan kesabaran. Langkah
utama yang paling diperlukan
untuk merawat bonsai adalah
Selanjutnya kita bisa memulai
pemberian air, pupuk,
membuat bonsai dengan jenis pemangkasan perkembangan
yang agak memerlukan keahlian cabang maupun ranting,
yaitu anak air terjun dan bentuk banyaknya cahaya, dan
tersapu angin. Pembentukan
pencegahan hama bagi tanaman
bonsai jenis ini merupakan
bonsai.
bentuk kreativitas yang dapat
dijabarkan secara bebas dan
Yang utama dalam merawat
tidak ada aturan baku pada
bonsai ini adalah mengerti
perkembangannya.
kebutuhan tanaman.
Pemilihan tanah
Kontinuitas pemberian
kebutuhan tanaman yang tepat,
Tanah merupakan bagian yang merupakan suatu awal
penting dalam memulai keberhasilan pembentukan
pembentukan bonsai karena
bonsai.
ditanahlah perkembangan

409
Perlu diingat bahwa setiap jenis akan mengucurkan air dan
tanaman kebutuhan akan faktor- kemana air akan jatuh agar
faktor tumbuhnya berbeda. penyiramannya menyeluruh dan
merata.
Pengairan
Suhu udara dan keadaan cuaca
Ketelitian merupakan kata yang juga cukup mempengaruhi
paling tepat untuk melakukan kapan waktu yang sangat tepat
pengairan terhadap tanaman untuk melakukan penyiraman.
bonsai.
Penyiraman yang berlebihan
Tidak hanya rutinitas pengairan akan menyebabkan kerusakan
yang dituntut disini tapi pada bonsai, dan dapat
pengetahuan tentang keperluan menyebabkan berbagai hama
tanaman akan air merupakan dan penyakit. Begitu juga
suatu keharusan yang tentunya sebaliknya kekurangan air akan
membutuhkan sebuah menyebabkan tanaman
pengalaman dan keahlian menderita dan dapat berakibat
tersendiri dalam melakukan pada kematian.
pengairan.
Peralatan yang digunakan untuk
Ada beberapa hal penting yang menyirami tanaman dapat
harus diperhatikan dalam menggunakan gembor kecil dan
pengairan. Jenis tanah adalah alat ini umumnya tersedia ditoko
bagian yang harus penjualan tanaman hias.
diperhitungkan dalam pengairan,
artinya kita akan mengukur Pemupukan
tingkat kadar pH dalam air demi
memperoleh kecocokan yang Pemberian pupuk pada bonsai
berkesinambungan dengan bukan diperuntukkan untuk
tanah untuk memudahkan memacu pertumbuhannya akan
perkembangan akar. tetapi yang terpenting untuk
menjaga kesehatan tanaman.
Penentuan kapan waktu yang
tepat tanaman memerlukan air Pada dasarnya berbagai jenis
memerlukan pengetahuan pupuk dapat digunakan, namun
tersendiri dari masing-masing yang perlu diperhitungkan
jenis tanaman. adalah kandungan zat didalam
pupuk tersebut. Bonsai seperti
Bentuk pot tanaman lainnya membutuhkan
hara N, P dan K.
Bentuk pot juga harus
diperhatikan karena bentuk pot Jumlah dan jenis hara yang akan
akan menjadi bahan ditambahkan sebagai pupuk
pertimbangan dari mana kita pada perawatan bonsai

410
tergantung pada jenis menghentikan perkembangan
tanamannya. tanaman itu sendiri.
Pemangkasan yang baik
Nitrogen diperlukan oleh bonsai memerlukan alat pemangkasan
karena zat ini mampu yang tepat.
memberikan kesejukan bagi
akar. Perubahan kadar oksigen Untuk pemakaian alat yang
dalam tanah dapat berkurang dibutuhkan tergantung dengan
dikarenakan adanya perubahan apa yang hendak dipangkas
panas suhu ruangan atau karena pemangkasan untuk
terjadinya kelembapan tanah ranting, daun, pucuk, maupun
yang berlebihan, maka serabut akar diperlukan alat
dibutuhkan nitrogen sebagai tersendiri.
keseimbangan kadar oksigen
didalam tanah. Pemangkasan pada ranting
biasakanlah untuk memangkas
Untuk fosfor zat ini mempunyai bagian bawah ranting yang tidak
kegunaan utama yaitu sebagai diinginkan, karena pemotongan
zat senyawa yang dibutuhkan pada bagian itu akan
bagi kesehatan perkembangan menghentikan pertumbuhan
tanaman, dan kegunaan kalium ranting yang kita tidak inginkan.
bagi bonsai adalah sebagai
pelengkap sinergi antara Memangkas bagian daun juga
nitrogen dan fospor. harus dilakukan tepat pada
bagian awal tumbuhnya daun.
Vitamin Pemangkasan serabut akar
harus dilakukan untuk mencegah
Selain pupuk bonsai dapat juga pertumbuhan serabut akar yang
diberi vitamin. Kegunaan dari liar. Cara memangkas yang baik
vitamin ini untuk menambah adalah dengan tidak
daya tarik dari bonsai itu sendiri menimbulkan bentuk luka yang
seperti mengkilapnya daun, permanen pada bagian yang
kuatnya ranting dan sebagainya. dipangkas. Untuk alat
pemangkasnya dapat anda
Pemangkasan perkembangan peroleh dari toko tanaman hias
ranting dan dahan di sekitar anda.

Seorang penanam bonsai dapat Cahaya


menemukan keasyikannya
dalam merawat bonsai disaat Seberapa banyaknya cahaya
perawatan ranting dan daun. yang diberikan, tergantung pada
Saat perawatan ranting dan jenis tanamannya.
daun inilah yang merupakan
perwujudan sisi kreatif manusia, Untuk bonsai yang dberada di
yang tentunya tanpa dalam ruangan maka setidaknya

411
setidaknya setiap pagi sinar jenis dan fase pertumbuhan
matahari dari arah jendela dapat tanaman.
digunakan untuk keperluan
cahayanya.

Jika keberadaan jendela juga


tidak memungkinkan maka
sebagai pengganti cahaya
matahari dapat digunakan
cahaya lampu yang telah
dirancang khusus untuk
keperluan tanaman bonsai.

Keperluan untuk cahaya buatan


dapat disesuaikan dengan
keadaan iklim udara dimana
perawatan tanaman ini
dilakukan.

Pengendalian hama dan


penyakit

Pada dasarnya pencegahan


hama akan sangat terbantu
apabila pemberian air, pupuk,
dan pemotongan ranting
dilakukan dengan teratur dan
terukur. Bukan berarti juga
keteraturan tersebut
menghilangkan serangan hama,
akan tetapi setidaknya dapat
menghindar dari seranganya

Tanaman yang dirawat secara


baik, akan berkurang serangan
hama dan penyakitnya karena
tanam nya sehat, sehingga
ketahanannya juga meningkat.

Beberapa senyawa organik


maupun anorganik, dapat
digunakan untuk mengendalikan
hama dan penyakit, yang
dosisinya disesuaikan dengan

412
9.8.7. TEKNIK
BUDIDAYA RUMPUT

a. Pendahuluan

Rerumputan mempunyai struktur


tersendiri yang memungkinkan
untuk bersaing di alam bebas
dengan tumbuhan lain dan
menang.

Rumput banyak digunakan


sebagai penutup tanah pada
lapangan bola, golf, tempat
tinggal, super mall dan
sebagainya. Gambar 145 Lapangan rumput
pada halaman rumah
Lapangan rumput merupakan
bagaian yang amat penting dari
suatu lanskap untuk mendukung
keindahannya. b. Perkembangbiakan Rumput

Disamping itu lapangan rumput Rumput umumnya membiak


ini juga dapat digunakan untuk dengan dua cara yaitu generatif
mencegah terjadinya erosi. (biji) dan vegetatif.

Lapangan hijau ini bertindak Generatif (Biji)


sebagai “karpet alami yang
melindungi tanah dari kondisi Perbanyakan tanaman melalui
lingkungan yang jelek (suhu, biji, akan menghasilkan individu
curah hujan, dan angina). baru yang bergantung pada sifat
kedua induknya.
Kesehatan dan keindahan suatu Perkembangbiakan dengan cara
padang rumput sangat ini kadang-kadang menghasilkan
tergantung pada bagaiman anak yang tidak menyerupai
teknik budidaya yang induknya.
dilakukannya.
Untuk penanaman rumput yang
berasal dari biji maka terlebih
dahulu harus disemai pada
petak semaian atau bak
kecambah.

413
Ukuran petak semaian beraneka Stolon ialah sejenis akar yang
ragam bergantung dari berapa menjalar di atas permukaan
luasan yang akan ditanami dan tanah, sedangkan rhizom ialah
jenis rumputnya. akar yang menjalar di bawah
permukaan tanah.
Ada baiknya meletakkan tanah
top soil dan bahan organik Tiap jenis rumput akan
dengan ketebalan 2 inchi, bahan mempunyai sifat “stoloniferous”
organik ini akan membantu atau “rhizomatous” yang akan
pertumbuhan dan meningkatkan menunjukkan bagaimana ia
porositas tanah sehingga paling mudah dibiakkan. Pucuk
memudahkan pindah tanam. daun atau akar akan keluar dari
buku
Tanaman rumput baru dapat
dipindah tanam, setelah berumur
lebih kurang 2 (dua) bulan.

Vegetatif

Perkembangbiakan secara
vegetatif dapat dilakukan melalui
bahagian-bahagian tertentu
rumput tersebut. Biasanya stolon
atau rhizome. Cara ini biasa
dilakukan untuk rumput-rumput
hybrid yang biasanya
menghasilkan bunga dan tidak
dapat menghasilkan biji (steril Gambar 147 Stolon rumput
atau mandul). Cara ini akan
menghasilkan tumbuhan anak
yang mempunyai sifat sama
dengan induknya.

Gambar 148 Bagian-bagian


Gambar 146 Bibit rumput gajah rumput

414
Jika stolon atau rhizom yang Rumput gajah mini
mempunyai buku ini jatuh pada
habitat yang sesuai, maka akan Sejak tahun 2000-an, rumput
tumbuh akar untuk memulai gajah mini mulai dikenal publik.
kehidupan sebagai suatu Awalnya, rumput gajah mini
tumbuhan yang baru. dikembangkan di Bandung,
Jawa Barat.
Penanaman juga dapat
dilakukan dengan cara Karakteristiknya yang lebih
memisahkan anakan. 'bandel' ketimbang
pendahulunya rumput gajah
c. Jenis-jenis Rumput biasa membuat gajah mini cepat
merebut hati masyarakat.
Rumput gajah
Berbeda dengan rumput gajah
Rumput gajah merupakan jenis biasa, rumput gajah mini akan
rumput yang paling banyak tumbuh baik di tempat teduh. Di
digunakan. Jenis ini juga area sekitar bawah pohon
terbilang cepat tumbuh begitu sekalipun.
menyentuh tanah.
Hingga kini, rumput gajah mini
Harganya yang lebih terjangkau masih terus digemari. Untuk
membuatnya banyak dibeli memperoleh satu meter persegi
orang. Dijual sekitar Rp 5.000 rumput gajah mini, peminat
per meter persegi, rumput gajah harus merogoh uang senilai Rp
bukan berarti remeh 25 ribu. Itu sudah termasuk jasa
pemeliharaannya. Mereka yang pemasangan.
memilih rumput gajah sebagai
penutup tanah harus siap-siap Jasa tersebut ditawarkan
repot. Karena rumput ini cepat lantaran rumput gajah mini
bertambah tingginya, dan harus memerlukan perlakuan khusus
dipangkas agar kelihatan indah. dalam penanamannya.

Hal tersulit dalam pemasangan


rumput gajah mini ialah
menentukan kerapatan
tanamnya. Jika terlampau dekat,
ia akan tumbuh menebal di
bagian tertentu. Alhasil,
permukaan tanah yang ditutupi
tak tampak mulus seperti
permadani hijau.

Gambar 149 Rumput gajah

415
Rumput jepang Rumput golf ditawarkan seharga
Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.
Rumput jepang dijual dengan
kisaran harga Rp 10 ribu per
meter persegi. Daunnya yang
kurus tumbuh rapat. Kalau tidak
dipangkas sebulan sekali,
bagian bawahnya akan
berwarna kekuningan. Daun
yang kuning ini disebabkan
karena sinar matahari tidak
dapat menembus sampai ke
bagian bawah.

Rumput jepang perlu pupuk urea


Gambar 150 Padang golf
yang lebih banyak dibandingkan
dengan rumput gajah mini.
Dalam satu bulan, ia harus
d. Pedoman Teknis
dipupuk dua kali.
Persiapan lahan
Rumput peking
Lahan yang dibutuhkan untuk
Sebelum tahun 2000, rumput
bertanam rumput dapat
peking sempat menjadi idola.
merupalan lahan yang rata
Meski pesonanya mulai redup,
ataupun bergelombang
harga per meter perseginya
tergantung tanah yang tersedia.
masih bertahan di angka Rp 10
ribu.
Kemudian kita dapat membuat
saluran air, agar lahan rumput
Penampilannya mirip rumput
jepang namun lebih jarang tidak tergenang air.
daunnya.
Persipan media Tanam
Rumput golf
Analisa tanah (Soil test)
Yang satu ini jarang
diaplikasikan untuk rumah
Tujuan utama dari analisa tanah
tinggal. Karena rumput ini
ialah untuk mengetahui unsur
tergolong rumput ”manja”.
apa yang kurang untuk tanah
yang digunakan dan untuk
Rumput golf ini cepat busuk jika
menentukan rumput jenis apa
tergenang air, dan memerlukan
yang paling sesuai untuk tanah
resapan yang baik berupa
tersebut.
tumpukan ijuk, pasir, batu, serta
pipa untuk mengalirkan air di
bawah permukaan tanam.

416
Analisa tanah dapat dilakukan di Pembajakan
laboratorium-laboratorium yang
melaksanakan analisa hara Untuk kawasan yang luas
tanah. pengolahan tanah dapat
menggunakan mesin, akan
Pengairan tetapi untuk kawasan kecil
misalnya halaman rumah atau
Untuk halaman yang luas, park, mal kita dapat menggunakan
padang bola atau golf, yang cangkul.
harus diperhatikan adalah tata
air tanah. Pengolahan tanah ini berfungsi
untuk:
Beberapa saluran dibuat untuk - membongkar dan
mengatur kelebihan air pada membalikkan tanah
musim penghujan, dan - meratakan pemberian
pemberian air pada musim kapur pertanian
kemarau. - meratakan permukaan
tanah
Pertanaman rumput yang
tergenang air akan Penggaruan
menyebabkan rumput
menguning dan akhirnya mati. Penggaruan bermaksud untuk
meratakan permukaan tanah
Untuk lapangan rumput yang dan membuang kotoran-kotoran
luas disamping saluran irigasi seperti ranting pohon, batu,
juga dibantu dengan sprinkles, gulma dari permukaan tanah.
agar seluruh sudut padang
rumput terairi pada musim Pembentukan lanskap
kemarau.
Sebelum dilakukan penanaman
maka terlebih dahulu dilakukan
Pengolahan tanah pembentukan lanskap sesuai
dengan keinginnan. Pengaturan
Lakukan pengolahan tanah lanskap ini memberikan peta
untuk menyediakan media pada bagian mana yang akan
tanam yang gembur. dilakukan penanaman rumput.

Untuk penanaman rumput yang Penanaman


luas, misalnya untuk lapangan
golf atau bola, dapat di semprot Penanaman rumput dapat
dengan herbisida untuk menggunakan 4 cara yaitu: bici,
mematikan gulma. sod, sprig, dan stolon.

417
Biji/benih
Benih rumput dapat dibeli di A
kebanyakkan supermarket dan
di beberapa nursery.

Jenis rumput yang selalu


ditanam melalui biji adalah
spesis Bermudagrass.

Sod/lempengan rumput

Yaitu lempengan rumput


bersama selapis tanah.
Biasanya lempengan rumput ini
dijual dalam ukuran 30 x 30 cm,
1 x 1 m, atau dalam bentuk
gulungan seperti permadani.

Cara ini lebih sering digunakan


karena pertumbuhan rumput B
relatif lebih cepat dibandingkan
dengan metoda lainnya.

Rumpun
Cara ini sama seperti bertanam
padi di sawah.

Bibit rumput dipisahkan atas


beberapa rumpun dan kemudian
mencucukkannya ke tanah pada
jarak tertentu.

Kita dapat membeli bibit rumput


dalam bentuk sod kemudian
memisah-misahkannya menjadi
beberapa rumpun.
Gambar 151 Bibit rumput dalam
bentuk rumpun(A)
penanaman rumpun
rumput di lapangan (B)

418
Pasca penanaman, rumput perlu
disiram tiga kali sehari. Guyuran
air di pagi, siang, dan sore hari
selama satu minggu pertama
membantunya mendapatkan
kesegaran dan mempercepat
proses pertumbuhan.

Stolon
Stolon merupakan bahagian-
bahagian rumput yang dapat
tumbuh, termasuk juga rhizome
dan batang rumput yang
mempunyai nod/buku untuk
tumbuh pucuk yang akan
menjadi suatu tumbuhan baru.
Gambar 152 Bibit rumput dalam
bentuk sod/lempengan Cara paling mudah untuk
menanam rumput ialah dengan
menggunakan stolon.

Tetapi harus diingat bahawa


stolon atau sprig harus segera
ditanam setelah diambil dari
sumber pembibitan.

Laju pertumbuhan bahan


vegetatif ini turun drastis kalau
tidak segera ditanam.

Pemeliharaan

Pengendalian Gulma
Gambar 153 Cara penanaman Semua jenis rumput tak ada
bibit di lapangan yang bebas gulma. Tanaman
pengganggu ini bisa tumbuh di
diantara rumput.
Rumput yang baru ditanam
dalam bentuk lempengan. perlu Sebelum merusak rumput, maka
disiram dan dipukul-pukul agar pengendalian dapat dilakukan
akarnya menyatu dengan tanah. secara mekanis dengan
mencabut tumbuhan
Pada tahap awal pindah tanam pengganggu tersebut ataupun
tanaman ini, jangan diinjak dulu dengan menyemprot dengan
supaya cepat tumbuhnya. herbisida.

419
Pemangkasan Pemupukan

Pekerjaan memotong rumput turf Keperluan unsur hara dari


adalah membuat rumput ini dari masing-masing tanaman
panjang menjadi pendek. berbeda satu sama lain.

Pemotongan rumput ini dapat Umumnya tanah-tanah daerah


menggunakan salah satu alat tropis memiliki pH yang rendah
pemotong rumput seperti (dibawah 6) dan bersifat masam,
Gambar 154 dibawah ini. kondisi ini membutuhkan
pengapuran yang jumlahnya
bergantung tinggi rendahnya pH
tersebut.

Umumnya kita dapat


menggunakan kapur pertanian
sebanyak 5-10kg/100m persegi.

Pemberian hara pada tanaman


rumput mutlak diperlukan agar
pertumbuhannya indah.

Terdapat sekitar 16-17 unsur


hara yang dibutuhkan rumput.

Hilangnya hara pada rumputan


dapat disebabkan oleh terbawa
panen, diambil tanaman,
pencucian, penguapan dan
sebagainya yang menyebabkan
berkurangnya hara dari dalam
tanah.

Peningkatan produktivitas tanah


ini dapat dilakukan dengan
penambahan berbagai hara.

Kapan kita harus melakukan


pemupukan tergantung pada:
- Kebutuhan tanaman
- Kondisi hara pada tanah

Gambar 154 Beberapa jenis alat


pemotong rumput

420
Jumlah pupuk yang diberikan Teknik pengairan yang betul
pada tanah tergantung pada: berdasarkan pada:
- Analisa tanah
- Analisa tanaman - Jumlah air yang di siram
tidak menyebabkan air
Penambahan pupuk urea akan tergenang, dan
melancarkan proses adaptasi sebaiknya dilakukan per
rumput gajah ke lingkungan periodik yang
barunya cukup satu kali dalam disesuaikan dengan fase
sebulan pertama. Selanjutnya, pertumbuhan dan jenis
berikan pupuk urea tiga bulan rumput yang ditanam.
sekali.
- Waktu penyiraman paling
Belakangan ini dikenal soil baik dilakukan sewaktu
conditioner (kondisioner tanah) suhu masihg rendah,
sebagai campuran media tanah. sebaik-baiknya waktu
awal pagi, atau sore hari
Untuk luasan 2m 2 tanah
dicampur 1 kg kondisioner tanah
berbahan copolymer asam Penyiraman jangan diberikan
acrylamide dan acrylic. secara langsung, akan tetapi
Pertumbuhan rumput menjadi hendaknya menggunakan alat
prima selama 2 tahun. (gembor) sehingga tanah tidak
Pemberian kondisioner tanah padat.
membantu rumput beradaptasi
pada kondisi kekeringan. Lakukan penyiraman jarang-
jarang akan tetapi jumlahnya
Kondisioner tanah ialah bahan banyak. Hal ini akan
yang mampu membuat kondisi merangsang akar rumput untuk
tanah atau media menjadi lebih tumbuh panjang karena
baik. Umumnya sifat tanah yang berusaha untuk mencari air.
diperbaiki meliputi: struktur
tanah, aerasi dan drainase Topdressing
tanah, serta kemampuan
memegang air dan hara tanah Topdressing adalah menabur
pasir, tanah, atau campuran
Dewasa ini tujuan utama bahan-bahan lain (contohnya
konsumen memakai kondisioner zeolite atau bahan organik) ke
untuk menstabilkan struktur atas permukaan rumput dan di
tanah masukkan ke dalam celah-celah
rumput dengan
Pengairan/Penyiraman; menyiramkannya. Perlakuan ini
dapat dilakukan sebulan sekali
Pada awal penanaman rumput atau dua minggu sekali
disiram 3 kali sehari, setelah itu, bergantung keadaan tanaman
cukup disiram dua kali sehari. rumput.

421
e. Rumput dan Untuk menentukan apakah
Permasalahannya tanaman kita cukup kebutuhan
hara atau sedang mengalami
Rumput merupakan tanaman cekaman maka berikut ini
yang manja, sifat kemanjaan beberapa contoh dan cara untuk
rumput ini salah satu mengatasinya. yang pendek dan
penyebabnya adalah akarnya sebarannya tidak luas.

lalu lakukan
penanaman
Terkena tumpahan zat kimia kembali jika
rumput tidak
Pupuk, Jika tertumpah pulih setelah
racun atau pupuk minyak, diberi perlakuan.
minyak. atau racun
lakukan Potonga Akan
pencucian agar terlalu menyebabkan
racunnya rendah daun rumput
terlarut, jika terpotong hingga
masih dapat nampak batang
dikutip kutiplah atau akar.
tumpahan tadi. Kurangi
pemotongn.

Kotoran Kawasan ini


akan mati dan
kelilingnya
berwarna hijau. Stres
Siram dengan air
bagian yang Kelebihan Kurangi
terkena kotoran atau penyiraman jika
atau kencing ini. kekurangan curah hujan
air tinggi.
Pemadatan Lahan rumput
tanah yang tanahnya Kelebihan Terlalu banyak
karena sudah pada atau pupuk,
sering akibat pijakan kekurangan pertumbuhan
dipijak dan sebagainya pupuk terlalu cepat.
memerlukan Jika terlalu
pengudaraan. sedikit akan
Gunakan menyebabkan
cangkul dan rumput kurus.
tambahkan
bahan organik ,

422
Terlalu Racun kimia
banyak yang banyak
racun dapat
'membakar'
rumput.

Kekurangan hara (defisiensi)

Nitrogen Daun tua akan


berwarna hijau muda.
Pertumbuhan lambat . Gambar 155 Dua jenis rumput
Penambahan pupuk N yaitu rumput golf (kiri)
sedikit akan kelihatan dan rumput gajah
perbedaannya (kanan)
dibandingkan dengan
tidak dipupuk. Untuk
rumput taman, stadium
atau padang golf;
pemupukan dilakukan
sesuai dengan anjuran.

Zat besi Kekurangan hara ini


akan menyebabkan
daun muda berwarna
kuning. Pertumbuhan
lamban.

Air Rumput mengering.


Bila di pijak atau di
tekan, rumput lambat
untuk kembali ke bentuk
semula kondisi ini
disebut 'footprinting' ,
segera lakukan
penyiraman

423
DAFTAR PUSTAKA Asahi Chemical MFG.Co
ltd.1980. Atonik a
New Plant Stimulant.
Abidin. 1990. Dasar-Dasar Japan.
Pengetahuan tentang
Zat Pengatur Tumbuh, Al-Kariki, G.N., 2000. Growth of
Angkasa, Jakarta. mycorrhizal tomato
and mineral
Access South Bonsai acquisition under salt
information. Perawatan stress. Mycorrhiza J.
sederhana Bonsai. 10/2 : 51-54.
Diakses 25 Februari
2008 Ali, G.M., E.F. Husin, N. Hakim
Access South Bonsai dan Kusli, 1997.
information. Memualai Pemberian mikoriza
Bertanam Bonsai. vesikular asbuskular
Diakses 25 Februari untuk meningkatkan
2008 efisiensi pemupukan
fosfat tanaman padi
Aggangan, N.S. B.Dell and N. gogo pada tanah
Malajczuk, 1998. Ultisols dengan
Effects of chromium perunut 32P. p. 597-
and nickel on growth 605 dalam Subagyo
of the ectomycorrizal et al (Eds). Prosiding
fungus Pisolithus and Kongres Nasional VI
formation of HITI, Jakarta, 12-15
ectomycorrizas on Desmber 1995.
Eucalyptus urophylla
S.T. Blake. Suprapto SS. 2007. Budidaya
Geoderma 84 : 15-27. Tembakau.
http://72.14.235.104/se
Anggrek@yahoogroups.com. arch?q=cache:k-
Vanda Metusalae UhXqs_TKkJ:www.ekol
Anggrek Baru dari ogi.litbang.depkes.go.id
Indonesia. Diakses /data/vol%25202/SSupr
23 januari 2008 apto2_3.pdf+Budidaya+
tembakau&hl=id&ct=cln
Agustina, L., 2004.Dasar Nutrisi k&cd=6&gl=id. Diakses
Tanaman, PT tanggal 19 September
Rineka Cipta, 2007. 1 page.
Jakarta.
http://id.Wikipedia.org/wiki.
Agroklimat, Badan Litbang bawang Merah. Diakses
Pertanian. 24 januari 2008

A1
http://72.14.235.104/search?q=c Ba, A.M., K.B. Sanon , R.
ache:k- Doponnois, and J.
UhXqs_TKkJ:www.ekolo Dexheimer, 2000. Growth
gi.litbang.depkes.go.id/da response of Afselia
ta/vol%25202/SSuprapto africana Sm. seedlings to
2_3.pdf+Budidaya+temba ectomycorrhizal
kau&hl=id&ct=clnk&cd=6 inoculation in a nutrient-
&gl=id2007. Budidaya deficient soil. Mycorrhiza
Tembakau.. Diakses J. 9/2 : 91-95.
tanggal 19 September
2007. 1 page. Badan Agribisnis Departemen
Pertanian bekerjasama
http://warintek.bantul.go.id/web.p Penerbit Kanisius. 1999.
hp?mod=basisdata&kat= Kelayakan Investasi
1&sub=2&file=32b., Agribisnis I (Pisang,
2007. Budidaya Durian, jeruk, alpukat).
Tembakau Virginia. Kanisius. Yogyakarta
.
Diakses tanggal 19 Badan Penelitian dan
September 2007. 1 page. Pengembangan
Pertanian. 1992.
http://www.boyolali.go.id 2007.
Kebun. Diakses tanggal Baharsyah, J.S. 2007. Mengonveri Air
19 September 2007. 1 dengan Limbah Pabrik Gula.
page. Fakultas Pertanian IPB. www.
google.com

Acquaah G. 199. Horticulture Baharsyah, J.S. 2007.


Principles and Practices. Mengonveri Air dengan
Prentice-Hall, Inc. United Limbah Pabrik Gula.
States of America. Fakultas Pertanian IPB.
www. google.com

Azcon, R. and F. El-Atrash,


1997. Influence of Balai Pengkajian Teknologi
arbuscular mycorrhizae Pertanian ( BPTP )
and phosphorus Sulawesi Selatan :
fertilization on growth, http://sulsel.litbang.depta
nodulation an N2 fixation n.go.id/
(15N) in Medicago sativa Online version:
at four salinity level. Biol. http://sulsel.litbang.depta
Fertil. Soils 24 : 81-86. n.go.id/mod.php?mod=bu
letin&op=viewarticle&cid=
1&artid=17

A2
Baon, J.B. 1996. Blotong Cahyono, B., 1998. Tembakau :
Sebagai Bahan Organik Budidaya dan Analisis
dan Hara Bagi Usaha Tani. Kanisius,
Pertanaman Kakao, Yogyakarta.
Balai Penelitian
Perkebunan Jember. Chan, E. (2000). Tropical fruits of
Malaysia & Singapore.
Bertanaman Rambutan. Panebar Hong Kong: Periplus
Swadaya. Editions. (Call no.:
RSING 581.95957 CHA)
Bonus Trubus no. 342. 1998. Purdue University, Centre
Analisis Komoditas Kebal for new crops & plant
Resesi. products. (1995). New
crop factsheet:
BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Rambutan. Retrieved on
Thamrin 8, Jakarta 10340 February 11, 2003.
Telpon : (021) 3168701 -
02, Fax. (021)3149058 Chang, S-t, J.A. Bushwell & S-w.
Chiu. 1993. Mushroom
BPPT, Gd.1 - Lt.16 , Jl. M.H. Biology and Mushroom
Thamrin 8, Jakarta 10340 Products. Nam Fung
Technical Support Printing Co., Ltd.
(021)71112109;
Customer Care Contributor Francis T. Zee, 1995.
081389010009; Fax. Nephellium Sp. USDA-
(021)3149058 ARS, National Clonal
Germplasm Repository,
bptp-jatim@litbang.deptan.go.id; Hilo, HI. Pardue Uiversity
bptp_jatim@yahoo.com. (center for New crops &
Plant product.
Buckman, H.O dan N.C Brady. 1982.
Ilmu Tanah. Terjemahan Cruz, 1995. Mechanism of
Soegiman.Bratara Karya drought resistance in
Aksara Jakarta. Pterocarpus indicus
enhanced by inoculation
Budi Samadi, Ir. 1997. Usaha with VA mycorriza and
Tani Kentang. Penerbit Rhizobium. Biotrop Spec.
Kanisius. Yogyakarta Publ.No56 : 131-137.
Biology and
Budidaya Tanaman Anthurium. Biotechnology of
Balai Pengkajia Mycorrhizae.
Teknologi Pertanian
KarangplosoInstalasi
Penelitian Dan
PengkajianTeknologi
Pertanian Wonocolo

A3
Cruz, A.F., T. Ishii, and K. Graham H. N.; Green tea
Kadoya., 2000. Effect of composition,
arbuscular mycorrhizal consumption, and
fungi on tree growth, leaf polyphenol chemistry;
water potential, and Preventive Medicine
levels of 1- 21(3):334-50 (1992).
aminocyclopropane-1-
carboxylic acid and Gandjar, I. 1993. Microbial
ethylene in the roots of utilization of agricultural
papaya under water waste for food. UNESCO
stress conditions. Regional Training
Mycorrhiza J. 10/3 : 121- Workshop on Advances
123. in Microbial Processings
for th Utilization of
C.T. Wheeler, I.M. Miller, R. Tropical Raw Materials in
Narayanan, the Production of Food
D.Purushothaman Products. Los Banos,
The Philippines. October
Daswir dan L, Panjaitan. 1981. 11-20, 1993.
Perkembangan Kelapa
Sawit diIndonesia. Februari 2000 Editor : Kemal
Prosiding Konp.Budidaya Prihatman
Karet dan Kelapa Sawit.
BPPM.p189-198. Fleibach, A.R. Martens and H.H.
Reber, 1994. Soil
Departemen Pertanian. 2005. microbial biomass and
Organisme microbial activity in soil
Pengganggu Utama treated with heavy metal
Tomat contaminated sewage
sludge. Soil Biol.
Dinas Pertanian dan Kehutanan Biochem. 26 (9) : 1201 -
Kabupaten Bantul Jalan 1205.
KH. Wahid Hasyim 210
Palbapang Bantul 55713 Fitter AH dan Hay RKM. Fisiologi
Telp. 0274-367541 Lingkungan
Tanaman.Gadjah mada
Duriat AS. Budidaya cabai Universiy Press.
Sehat. Balai penelitian Yogyakarta
tanaman Sayuran
lembang. Bandung. Fragrant Orchids.mht. Orchid of
Indonesia
Endang, S. R. 2001.
FORKOMIKRO.e-mail
:endangyk@yogya.wasan
tara.net.id

A4
Hakim,N;M.Y.Nyakpa;A.M.Lubis; http://www.my normas.com//
S.G.Nugraha;M.R. Rumput apa?. Diakses
Saul;M.A. Diha;Go Ban 15 januari 2008
Hong dan H.H. Beiley.
1986. Dasar-Dasar Ilmu http://www.my normas.com//
Tanah. Universitas cara-cara Rumput
Lampung, Lampung. membiak Diakses 15
januari 2008
Heddy, S. 1996. Hormon
Pertumbuhan, Program http://www.my normas.com//
Penulisan Proyek Pelita Jenis-jenis Rumput Turf.
DEPDIKBUD dan Diakses 15 januari 2008
Pelaksanaan Pendidikan
Diploma (DIII) Universitas http://www.my normas.com//
Brawijaya. Rajawali Masalah-masalah
Press. Jakarta. Rumput Turf. Diakses 15
januari 2008
Heddy Suwasono. 1987. Biologi http://www.my normas.com//
Pertanian (Tinjauan Nama Scientifik. Diakses
singkat tentang anatomi, 15 januari 2008
fisiologi, sistematika, dan http://www.my normas.com//
genetika dasar tumbuh- Penanaman . Diakses 15
tumbuhan. Rajawali pers. januari 2008
Jakarta.
http://www.my normas.com//
Hong Kong.Desmeth, P. 1999. Penyediaan Tapak
Microorganisms Diakses 15 januari 2008.
Sustainable Use and
Access Regulation http://warintek.bantul.go.id/web.p
International Code of hp?mod=basisdata&kat=
Conduct. MOSAICC. 1&sub=2&file=32., 2007.
Directorate General XII Budiaya Tembakau
Science, Research and Virginia. Diakses tanggal
Development of the 19 September 2007. 1
Commission of page.
theEuropean Union.
Belgian Coordinated http://www.boyolali.go.id/isi/isi_pt
Collections of s.asp?isi=kebun. 2007.
Microorganisms, Kebun. Diakses tanggal
Brussels, Belgium. 19 September 2007. 1
page.
http://www.anisorchid.com.
Anggrek Lain. Diakses 15 http://en.wikipedia.org/wiki/Hydro
Januari 2008 ponics Diakses 15 januari
2008

A5
http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosi http://www.agromedia.net/compo
ntesis" Diakses 15 nent/option.com_banner//
januari 2008 Itemid,o/task,click.bid,3.
Membentuk Bonsai
http://tabloidgallery.wordpress.co Adenium. Diakses 23
m/2007/09/29/begonia/ januari 2008.
Diakses 15 januari 2008
"http://id.wikipedia.org/wiki/Bons
http://warintek.bantul.go.id/web.p ai" diakses 18 Februari
hp?mod=basisdata&kat= 2008
1&sub=2&file=32
September 2000 http://www.mynormas.com/ cara-
cara Rumput membiak.
http:// warintek.progressio.or.id/- Diakses 25 Februarai
by rans, 2006. Diakses 2008
15 januari 2008
http://www.mynormas.com/
http://whatcom.wsu.edu/ Diakses Amalan Kultura Diakses
15 januari 2008 25 Februarai 2008

http://www.deptan. .go-id/ http://www.mynormas.com/ jenis-


Diakses 15 januari 2008 jenis Rumpurt Turf.
Diakses 25 Februarai
http://www.orchid.or.jp/ Diakses 2008
15 januari 2008
www.mynormas.com masalah-
masalah Rumputr Turf.
http://www.ristek.go.id Diakses
Diakses 25 Februarai
15 januari 2008
2008
http://www.votawphotography.co
www.mynormas.com.
m.com.teknik
Penanaman. Diakses 25
Februarai 2008
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga
_matahari" Diakses 23
http://www.mynormas.com.
Januari 2008
Penyediaan tapak.
Diakses 25 Februarai
http://agrolink.moa.my/doa/bdc/b
2008
ungaros.html. diakses 23
Januari 2008
http://www.mynormas.com/
Diakses 25 Februarai
2008

A6
http://www.mynormas.com/ Top Pusat Penelitian &
dressing. Diakses 25 Pengembangan
Februarai 2008 Hortikultura. Jenis Tomat.
Diakses 23 januari 2008.
http://ms.wikipedia.org/wiki/Hidro
ponik. Diakses 25 Pusat penelitian &
Februarai 2008 Pengembangan
Hortikultura. Budidaya
http://groups.yahoo.com/group/a Tanaman Buncis rambat.
gromania/BUDIDAYA Diakses 23 januari 2008
TANAMAN KAKAO, Pusat penelitian &
Persiapan Naungan dan Pengembangan
Pangkasan Bentuk. Hortikultura.tanaman
Sayur Cabai.. Diakses 23
http://www.pustaka- januari 2008
deptan.go.id/agritek/ppua
0148.pdf. Budidaya Indonext.com. Budidaya Cabe
Tanaman karet Diakses dalam Polybag. Diakses
25 Februarai 2008 23 Januari 2008.

"http://id.wikipedia.org/wiki/Ercis" IPTEKnet. All rights reserved


Diakses 25 Februarai Office : BPPT, Gd.1 -
2008 Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin
8, Jakarta 10340
Pusat penelitian & Technical Support
Pengembangan (021)71112109;
Hortikultura. Customer Care
Pengeringan Sayuran. 081389010009; Fax.
Diakses 25 Februarai (021)3149058 Seledri.
2008 Diakses 23 januari 2008

Pusat Penelitian &


Pengembangan IPTEKnet. Bawang merah rights
Hortikultura. Jenis reserved
kentang. Diakses 23 Office : BPPT, Gd.1 -
januari 2008. Lt.16 , Jl. M.H. Thamrin
8, Jakarta 10340
Pusat Penelitian & Technical Support
Pengembangan (021)71112109;
Hortikultura. Budidaya Customer Care
Bawang Merah. Diakses 081389010009; Fax.
23 januari 2008. (021)3149058

A7
Imas, T., R.S. Hadioetomo, A.W. Joner, E.J. and C. Leyval, 2001.
Gunawan dan Y. Setiadi, Influence of arbuscular
1989. Mikrobiologi Tanah mycorrhiza on clover and
II. Depdikbud Ditjen Dikti, ryegrass grown together
Pusat Antar Universitas in a soil spiked with
Bioteknologi, IPB. polycyclic aromatic
hydrocarbons.
Interstate publisher. 1998. Mycorrhiza J. 10/4 : 155-
Western Fertilizer 159.
Handbook. United Stated
Amerika. Joiner, J.N. 1981. Foliage Plant
Production, Prent
Indonext.com. Teknik Budidaya Production. Prentice- Hall
Bawang Merah. Diakses Englewood Cliffs, New
12 Januari 2008 Jersey.

Isroi, S.Si, M.SiPeneliti Mikroba Jumin HB, 1994, dasar-dasar


Balai Penelitian Agronomi. PT Rja
Bioteknologi Perkebunan Gafindo persada.
Indonesia Lembaga Riset Jakarta.
Perkebunan Indonesia
Jalan Taman Kencana Jana Arcimoviþová, Pavel
No. 1 Bogor 16151 Telp. Valíþek (1998): VĤnČ
0251 324048/327449 þaje, Start Benešov.
Fax. 0251 328516 ISBN 80-902005-9-1 (in
Email:mailto:ipardboo@in Czech)
do.net.id;
mailto:isroi@ipard.com Kabirun, S. and J. Widada, 1995.
Response of soybean
info@duniaflora.com. 2007. grown on acid soil to
Hijau Rumput berkat inoculation of vesicular-
kondisioner. Diakses 27 arbuscular mycorrhizal
Januari 2008 fungi. Biotrop Spec.
Publ.No56 : 131-137.
Biology and
Jana Arcimoviþová, Pavel Biotechnology of
Valíþek (1998): VĤnČ Mycorrhizae.
þaje, Start Benešov.
ISBN 80-902005-9-1 (in Kanisius an badan Agribisnis
Czech) Jahe (Zingiber Departemen pertanian.
Officinale) Sumber: Kelayakan investasi
Sistim Informasi Agribisnis 1 (Pisang,
Manajemen Durian, Jeruk Alpukat).
Pembangunan di Jakarta
Perdesaan, BAPPENAS,
Jakarta,

A8
Kantor Wilayah Departemen Killham, K, 1994. Soil ecology.
Pertanian Propinsi Cambridge University
Maluku. 1996.Pertanian Press
Maluku dalam Prospek
Agribisnis. Kantor
Kim, K.Y., D. Jordan, and
Wilayah. Departemen
Pertanian Propinsi McDonald, 1998. Effect
Maluku, Ambon. hlm 4. of phosphate-solubilizing
bacteria and vesicular-
Kantor Statistik Propinsi Maluku. arbuscular mycorrhizae
2000. Maluku dalam on tomato growth and soil
Angka. microbial activity. Biol.
Fertil. Soils 26 : 79-87.
Kantor Statistik Propinsi Maluku,
Ambon. hlm 246. Kirsop B.E. & J.J. Snell (eds.).
1982. Maintenance of
Kartasapoetra AG. Dan Mulyani Microorganisms. A
Sutedjo. Teknologi Manual of Laboratory
Pengairan Pertanian Methods. Academic
Irigasi.1994. Bumi Press, Inc. London.
Aksara. Jakarta.
Komagata, K. 1994. Background
Khan, A.G., 1993. Effect of of Microbial Industry in
Japan. In: Komagata, K.,
various soil environment
T. Yoshida, T. Nakase, H.
stresses on the Osada. (eds.).
occurance, distribution Proceedings of the
and effectiveness of VA International Workshop
mycorrhizae. Biotropia 8 : on Application and
39-44. Control of
Microorganisms in Asia,
Khan, M.H., 1995. Role of pp. 1-11. March 14-18,
1994, Science and
mycorrhizae in nutrient
Technology Agency,
uptake and in the Tokyo, Japan.
amelioration of metal
toxicity. Biotrop Spec. Kusumo, S. 1990. Zat Pengatur
Publ.No56 : 131-137. TumbuhTanaman. Jasa
Biology and Guna, Jakarta.
Biotechnology of
Mycorrhizae.
Lamina. 1989. Kedelai dan
Pengembangannya. CV
Simplex, Jakarta.

A9
Lembar Informasi Pertanian Malaysian Agricultural Research
(LIPTAN) LPTP Koya and Development
Barat, Irian Jaya No. 02/99 Institute, MARDI, G.P.O.
Box 12301, Kuala
Lembar Informasi Pertanian Lumpur, 50774 Malaysia
(LIPTAN) BIP Irian Jaya Chanthaburi Horticultural
No. 109/92 Diterbitkan Research Center,
oleh: Balai Informasi Amphur Kloong,
Pertanian Irian Jaya Jl. Chanthaburi, Thailand
Yahim – Sentani – USDA/ARS, National
Jayapura Budidaya Clonal Germplasm
Tanaman Karet. Repository, P.O. Box
4487, Hilo, Hawaii 96720,
Lima TahunPenelitian dan U.S.A.
Pengembangan
Pertanian 1987-1991. Masiworo, Sutanto K dan Anung
BadanPenelitian dan A. 1990. Lembar
Pengembangan Informasi Pertanian
Pertanian, Jakarta. hlm. (LIPTAN) BIP Irian Jaya
14. No. 136/93 Diterbitkan
oleh: Balai Informasi
Lingga, P. 1994. Petunjuk Pertanian Irian Jaya Jl.
Penggunaan Pupuk. Yahim – Sentani –
Penebar Swadaya, Jayapura.
Jakarta.
Matnawi, H., 1997. Budidaya
Loka Pengkajian Teknologi Tembakau Bawah
Pertanian Koya Barat Naungan Karet

Lozano, JMR., and R. Azcon,


2000. Symbiotic Matsuo T dan Hoshikawa. 1993.
efficiency and effectivity Science of The Rice
of an autochthonous Plant. Morphology.
arbuscular mycorrhizal Nosan Gyoson Bunka
Glomus sp. from saline Kyokai. Tokyo
soils and Glomus
deserticola under salinity. McGonigle, T.P.M. and M.H.
Mycorrhiza 10/3 : 137- Miller, 1993. Mycorrhizal
143. development and
phosphorus absorption in
Mahisworo, Kusno Susanto dan maize under conventional
Agustinus Anung, and reduced tillage. Soil
Bertanam Rambutan; Sci. Soc. Am. J. 57 (4) :
Jakarta: 1002-1006.

A10
Morte, A., C.Lovisolo and A. Oliveira, R.S., JC. Dodd and
Schubert, 2000. Effect of PML. Castro, 2001. The
drought stress on growth mycorrhizal status of
and water relations of the Pragmites australis in
mycorrhizal association several polluted soils and
Helianthemum sediments of an
almeriense - Tervesia industrialised region of
claveryi. Mycorrhiza J. Northern Portugal.
10/3 : 115-119. Mycorrhiza J. 10/5 : 241-
247.
Munyanziza, E., H.K. Kehri, and
D.J. Bagyaraj, 1997. Pracaya. 1989. Bertanam
Agricultural mangga. Penebar
intensification, soil Swadaya. Jakarta
biodeversity and agro- Prada@com. Rumput
ecosystem function in the penutup tanah yang
tropics : the role of paling ideal
mycorrhiza in crops and
trees. Applied Soil Penebar Swadaya, 1991, cet ke-
Ecology 6 : 77-85. 3. 80p; 21 cm.

Nakase, T. 1998. Asian Network Pierce LC. 1987. Vegetables


on Microbial Researckes characteristics,
(ANMR): Promotion of production, and
Microbiology and Marketing. John Wiley
Biotechnology in Asian and Sons. United States
Region. International of America.
Conference on Asian
Network on Microbial pn8.co.id. Budidaya Teh
Researches. Gadjah
Mada University, Poedjiwidodo Y. 1996. Sambung
Yogyakarta, February 23- Samping Kakao.Trubus
25. Agriwidya Ungaran

Nuhamara, S.T., 1994. Peranan Pusposutarjo S. 2001.


mikoriza untuk reklamasi Pengembangan irigasi
lahan kritis. Program (Usaha tani berkelanjutan
Pelatihan Biologi dan
dan gerakan hemat air.
Bioteknologi Mikoriza.
Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi
Departemen Pendidikan
nasional.

A11
Rahardi F.; Rina Nirwan S. dan Ratledge, C. 1992.
Iman Satyawibawa, Biotechnology: the socio-
Agribisnis tanaman economic revolution? A
perkebunan. Jakarta: synoptic view of the world
Penebar Swadaya, 1994. status of biotechnology.
Vi + 67p; ilus.; 21 p. In : DaSilva, E.J., C.
Ratledge, A. Sasson
(eds.). Biotechnoloy,
Rambutans set to become economic and social
mainstream fruit aspects. Issues for
Copyright © 2001-6, The developing countries.
Australian Nutrition Cambridge University
Foundation Inc (Nutrition Press.
Australia is the
registered business name Saono, S. 1994. Non-medical
for the Australian application and control of
Nutrition Foundation Inc) microorganisms in
- All rights reserved Indonesia. In: Komagata,
Disclaimer - Privacy K. , T. Yoshida, T.
Policy Nakase & H. Osada.
(eds.). Proceedings of the
Rani, D.B.R., S. Ragupathy and International Workshop
A. Mahadevan, 1991. on Application and
Incidence of vesicular - Control of
arbuscular mycorrhizae Microorganisms in Asia,
(VAM) in coal waste. pp 39-60. March 14-18,
Biotrop Special Publ. 42 : 1994. Science and
77-81 in Soerianegara Technology Agency,
and Supriyanto (Eds) Tokyo, Japan.
Proceedings of Second
Asean Conference on Sasson, A. 1998.
Mycorrhiza. Biotechnologies in
developing countries:
Rao, N.S Subha, 1994. present and future
Mikroorganisme tanah Volume 2: International
dan pertumbuhan co-operation. UNESCO
tanaman. Edisi Kedua. Publishing Imprimerie
Penerbit Universitas PUF, France. Steinkraus,
Indonesia. K. H. (ed.) 1996.
Handbook of indigenous
fermented foods. 2nd
revised and expanded
edition. Marcel Dekker.
New York.

A12
Singh, S., and K.K. Kapoor, Syam, S.O. Manurung, dan
1999. Inoculation with Yuswadi (Ed.). Kedelai.
phosphate-solubilizing Pusat Penelitian dan
microorganisms and a Pengembangan Tanaman
vesicular-arbuscular Pangan, Bogor. hlm. 243-
mycorrhizal fungus 261.
improves dry matter yield
and nutrient uptake by Surono, I.S. & A. Hosono. 1994.
wheat grown in a sandy Microflora and their
soil. Biol. Fertil. Soils 28 : enzyme profile in terasi
139-144. starter. Biosc. Biotech.
Biochem. 58 (6): 1167-
Soepardi.1979. Sifat dan Ciri 1169.
Tanah I. IPB.Bogor
Thomas, R.S., R.L. Franson, and
T. Yamamoto, M Kim, L R Juneja G.J. Bethlenfalvay, 1993
(editors): Chemistry and Separation of arbuscular
Applications of Green mycorrhizal fungus and
Tea, CRC Press, ISBN 0- root effect on soil
8493-4006-3 aggregation. Soil Sci. Soc.
Am. J. 57 : 77-81.
Solaiman, M.Z., and H. Hirata,
1995. Effect of Van Wambake A. 1991. Soil of
indigenous arbuscular the Tropic (properties and
mycorrhizal fungi in apprasial) McGraw-Hill,
paddy fields on rice Inc.Toronto.
growth and NPK nutrition
under different water Widada, J, dan S. Kabirun, 1997.
regimes. Soil Sci. Plant Peranan mikoriza vesikular
Nutr., 41 (3) : 505-514. arbuscular dalam
pengelolaan tanah mineral
Splittstoesser WE. 1984. masam. p. 589-595 dalam
Vegetables Growing Subagyo et al (Eds).
Handbook. Van Nostrand Prosiding Kongres
Reinhold Company.New Nasional VI HITI, Jakarta,
York. 12-15 Desmber 1995.

Sudarmo, S., 1991. Tembakau : Widyawan R dan Prahastuti S.


Pengendalian Hama dan 1994. Bunga Potong. Pusat
Penyakit. Kanisius, dokumentasi dan Informasi
Yogyakarta. Ilmiah. LIPI. Jakarta

Sumarno. 1993. Teknik


pemuliaan kedelai. Dalam
S. Somaatmadja, M.
Ismusnadji, Sumarno, M.

A13
Wright, S.F. and A. Upadhyaya, www.warintek.com. 2007.
1998. A survey of soils for Tembakau (Nicotiana
aggregate stability and tabacum L.). Dikutip dari:
glomalin, a glycoprotein Diakses tanggal 15
produced by hyphae of November 2007. 4
arbuscular mycorrhizal pages.
fungi. Plant and Soil 198 :
97 - 107. www.balittas.info/index.php?opti
on=isi&task=view&id=16
www.hort.purdue.edu/newcrop/cr &Itemid=50 - 75k -
opfactsheets/Rambutan.ht Cached. 2007. Balittas.
ml Diakses tanggal 20
September 2007. 1 page
www.irwantoshut.com
Zaini, Z., T. Sudarto, J. Triastoro,
www.irwantoshut.com E. Sujitno dan Hermanto,
1996. Usahatani lahan
www.naturalnusantara.,co.id. kering : Penelitian dan
2008 Budidaya karet. Pengembangan. Proyek
Diakses 23 Januari 2008 Penelitian Usahatani lahan
Kering. Pusat Penelitian
www.perkebunan.litbang.deptan. Tanah dan Agroklimat.
go.id.2007. Tembakau. Bogor
Diakses tanggal 15
November 2007. 1 page.
Zarate, J.T. and R.E. Dela Cruz,
www.wikipedia.org. 2007. 1995. Pilot testing the
Tembakau. Diakses effectiveness of arbuscular
tanggal 15 November mycorrhizal fungi in the
2007. 1 page. reforestation of marginal
grassland. Biotrop Spec.
www.warintek.com. 2007. Publ.No56 : 131-137.
Tembakau (Nicotiana Biology and Biotechnology
tabacum L.). Diakses of Mycorrhizae.
tanggal 15 November
2007. 4 pages. Zedan, H. 1992. The economic
value of microbial diversity.
www.perkebunan.litbang.deptan. Key note paper presented
go.id., 2007. Tembakau. at the VIIth International
Diakses tanggal 15 Conference for Culture
November 2007. 1 page. Collections. Beijing, China.
October 1992.
www.wikipedia.org. 2007.
Tembakau. Diakses
tanggal 15 November
2007. 1 page.

A14
GLOSARIUM

Analisa hara pupuk : menyatakan berapa jumlah relatif dari N,


P2O5,dan K2O dalam pupuk tersebut
ATP (Adenosine : satuan pertukaran energi dalam sel.
Triposfat)
Aerasi : Tata udara tanah
Allelopati :
Auksin : zat tumbuh yang pertama ditemukan yang
bekerja pada proses perpanjangan atau
pembesaran sel.
Bekerjanya pupuk : adalah waktu yang diperlukan sejak saat
pemberian pupuk hingga pupuk tersebut dapat
diserap tanaman
:
Curah hujan :
Daur air : adalah perubahan yang terjadi pada air secara
berulang dalam suatu pola tertentu.
Diferensiasi : proses pertumbuhan tanaman disebut
Derajat peresapan air Angka yang menyatakan derajat meresapnya
air pengairan ke dalam tanah dan kese-
ragaman peresapannya ke dalam lapisan-
lapisan bawah tanah
Derajat merupakan pernyataan yang menyatakan
ketebakan berapa besar pembasahan tanah, yang
kebasahan seharusnya segera dilakukan setelah kurun
waktu pemberian air pengairan.
Difusi : adalah pergerakan molekul atau ion dari
dengan daerah konsentrasi tinggi ke daerah
dengan konsentrasi rendah
Embrio : Calon individu baru
Epidermis : Kulit luar organ berupa lapisan lilin yang
mencegah kehilangan air secara berlebihan
Epigeal : Proses perkecambahan yang hipokotilnya
tumbuh memanjang akibatnya kotiledon dan
plumula terdorong ke permukaan tanah,
sehingga kotiledon berada diatas tanah
Fotosintesis : Pengubahan bentuk tanaga matahari menjadi
bentuk lain
Fotosisitem I : Molekul klorofil yang menyerap cahaya pada
panjang gelombang 700 nM.

Fotosistem II : Terdiri dari molekul klorofil yang menyerap

B1
cahaya pada panjang gelombang 680nM
Fototropisme : merupakan peristiwa pembengkokan ke arah
cahaya
Flooding (Cara adalah cara pemberian air ke lahan pertanian
penggenangan) sehingga menggenangi permukaan tanahnya.

Gen : faktor pembawa sifat menurun yang terdapat


di dalam makhluk hidup
Giberelin : Hormon yang bekerja hanya merangsang
pembelahan sel. Terutama untuk merangsang
pertumbuhan primer
Gravity irrigation
atau irigasi gaya Sistem ini menggunakan cara di mana
berat pemberian/ penyaluran air pengairan ini
sepenuhnya dengan memperhatikan gaya
berat
ground water, yaitu air tanah atau jelasnya air permukaan
yang meresap ke dalam tanah dan berkumpul
di bagian lapisan bawah tanah yang kemudian
sedikit demi sedikit akan ke luar melalui mata
air
Habitat : Tempat tinggal makluk hidup
Higroskopisitas : adala sifat mudah tidaknya pupuk bereaksi
pupuk dengan uap air.
Hipogeal : Pada perkecambahan ini terjadi pertumbuhan
memanjang dari epikotil yang menyebabkan
plumula keluar menembus kulit biji dan muncul
diatas tanah kotiledon tetap berada di dalam
tanah
Hormon (zat tumbuh) : suatu senyawa organik yang dibuat pada
suatu bagian tanaman dan kemudian diangkut
ke bagian lain, yang konsentrasinya rendah
dan menyebabkan suatu dampak fisiologis
Hiposonik : Suatu larutan yang mempunyai tekanan
osmosis lebih rendah daripada larutan lain
Indeks garam : merupakan gambaran perbandingan kenaikan
tekanan osmotik karena penambahan 100 g
pupuk dengan kenaikan tekanan osmotik
karena penambahan 100 g NaNO3
Irigasi Isecara umum didefinisikan sebagai
pemberian air kepada tanah dengan maksud
untuk memasok kelembaban tanah esensial
bagi pertumbuhan tanaman
interflow, yaitu aliran air yang meresap ke lapisan tanah
permukaan dan kemudian mengalir kembali ke
luar dari lapisan tanah permukaan tersebut ke

B2
permukaan tanahnya

Isotonik atau isomosi : Suatu larutan yang mempunyai tekanan


osmosis yang sama dengan larutan lain
Kelarutan pupuk : menyatakan mudah tidaknya suatu pupuk larut
dalam air, dan diserap akar tanaman.

Kekeringan dapat dinyatakan sebagai suatu keadaan


dimana berkurangnya jumlah air disebabkan
oleh menurunnya daya dukung tanah terhadap
ketersediaan air
Kekeringan hidrologi, adalah kekeringan yang berasosiasi dengan
efek periode singkat dari curah hujan
Kekeringan , adalah cekaman kekeringan yang
meteorology disebabkan keterbatasan curah hujan yang
berkepanjangan
Kekeringan sosial adalah keadaan perubahan sosial ekonomi
ekonomi, masyarakat yang disebabkan oleh
keterbatasan air
Kadar unsur pupuk Banyaknya unsur hara yang dikandung oleh
sutatu pupuk
Kemasaman pupuk : Reaksi fisiologis masam dari pupuk yang
diberikan ke tanah
Karbohidrat : Zat gula
Klorofil : Atau biasa disebut zat hijau daun. zat ini
sangat berguna untuk mengubah zat yang
diserapnya menjadi zat-zat makanan
Kloroplas :
Kinin atau sitokinin : Zat hormone yang bekerja mempercepat
pembelahan sel, membantu pertumbuhan
tunas dan akar, dan dapat menghambat
proses penuaan (senescence).

Kutikula : Lapisan dari lilin yang melindungi permukaan


daun dari teriknya cahaya matahari atau
lingkungan yang kurang menguntungkan
Kualitas air Adalah jumlah kandungan ion yang
pengairan berbahaya, ataupun hara yang berguna
bagi tanaman
Kohesi : Gaya tarik menarik Molekul air dengan
molekul air lainnya
Layu permanen : Tanaman yang kekurangan air dan apabila
disiram tidak dapat pulih kembali.
Mesofil : Sel-sel pada bagian daun yang banyak
mengandung kloroplas (lebih kurang
setengah juta kloroplas setiap milimeter

B3
perseginya)
Meiosis : pembelahan sel kelamin
Meristem : Jaringan muda yang senantiasa membelah
(meristematis)
Mitosis : pembelahan dari sel tubuh
Multiselluler : makhluk hidup bersel banyak
:
nilai ekivalen : yang artinya berapa jumlah Kg kapur (CaCO3)
kemasaman, yang diperlukan untuk meniadakan
kemasaman yang disebabkan oleh
penggunaan 100 Kg suatu jenis pupuk
Nutrisi : Mineral yang dibutuhkan tanaman
Osmosis : peristiwa bergeraknya pelarut antara dua
larutan yang dibatasi membran semi
permiable dan (selaput permiable diffrensial)
berlangsung dari larutan yang konsentrasinya
tinggi ke konsentrasi rendah
Pertumbuhan : didefinisikan sebagai peristiwa perubahan
biologis yang terjadi pada makhluk hidup
berupa perubahan ukuran yang bersifat
irreversible (tidak berubah kembali ke asal
atau tidak dapat balik)

Pertumbuhan primer : adalah pertumbuhan ukuran panjang pada


bagian batang tumbuhan karena adanya
aktivitas jaringan meristem primer.
Pertumbuhan : adalah pertambahan besar dari organ
sekunder tumbuhan karena adanya aktivitas jaringan
meristem sekunder yaitu kambium pada kulit
batang, kambium batang, dan dan akar.
Perkembangan : proses menuju pencapaian kedewasaan atau
tingkat yang lebih sempurna pada makhluk
hidup
Perkecambahan : merupakan proses pertumbuhan dan
perkembangan embrio
:
Phloem : pembuluh tempat transport makanan
Plasmolisis : Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel
:
Potensi air : energi potensial air yang terkandung dalam
tubuh tanaman
Pupuk buatan Pupuk buatan merupakan pupuk yang dibuat
oleh pabrik dengan kandungan unsur hara
tertentu
Pupuk asam Pupuk dapat menurunkan pH disebut
Pupuk basa Pupuk yang dapat menaikkan pH

B4
Pupuk tunggal : Pupuk yang hanya mengandung satu unsur
Pupuk majemuk : Pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur

Reaksi terang : reaksi fotosintesis yang memerlukan cahaya


Reaksi gelap : reaksi fotosintesis yang tidak memerlukan
cahaya

Respirasi : merupakan proses perombakan senyawa


organik menjadi senyawa anorganik dan
menghasilkan energi
Respirasi aerob : suatu proses metabolisme tanaman dengan
menggunakan oksigen yang
Respirasi anaerob : reaksi pemecahan karbohidrat untuk
mendapatkan energi tanpa menggunakan
oksigen
Run off aliran air permukaan
Stomata : Mulut daun
Suhu minimum : Suhu paling rendah dimana organisme masih
dapat melaksanakan metabolismenya
Suhu maksimum : Suhu paling tinggi dimana organisme masing
dapat melaksanakan metabolisme
Suhu optimum : Suhu paling baik untuk kelangsungan
metabolisme pada makhluk hidup
Sugar sink : Tempat penerima gula, tempat gula disimpan
atau dikonsumsi
Supertonik : Suatu larutan yang mempunyai tekanan
osmosis lebih tinggi daripada larutan lain
Sprinkle Irigation air pengairan secara pancaran
Stomata : merupakan celah yang dibatasi oleh dua sel
penjaga
Tumbuhan hijau : Tumbuhan yang mengandung zat hijau daun
(klorifil)
Tekanan turgor. : Tekanan hidrostatik dalam sel disebut

Top dressing Pembeian pupuk melalui disebar di atas


permukaan tanah.
Transpirasi : adalah proses penguapan air melalui stomata
Uniselluler : Organisme ber sel tunggal
Xylem : Merupakan jaringan pengangkutan air

Zigot : Sel hasil penyatuan sel betina (ovum)


dengan sel kelamin jantan

B5
INDEKS Analisa 522,523 238
tanah,66 Batang 226 Busuk umbi
Analisa Bawang 238
tanaman,67,1 merah 264 Busuk
A
14 Barangan rimpang 279
Anhidrous merah 334 Busuk hitam,
Absorbsi,106
ammonia, 89 Bendungan,1 39, 379
Agregat 550
Anual 345 43 Batang
agroindustri,
Angin,171 Bedding bawah, 403
1
Anatomi system,148 Batang atas,
Aglonema
beras,169 Bedding plant 403
351
Anggrek 353 345 Bunga
agroekosiste
Ambon lumut, Bedengan matahari, 405
m, 167
117 234, 364 Begonia, 411
Aerasi 537
Amonium Batuan
Anggrek 353
sulfat Bercak daun penghias,
Arumanis 323
nitrat,94 384, 386 415
Air, 30,31
Akar primer, Bercak coklat Bentuk
Air tanah, 120
11 384 bonsai, 416
Air
Akar Bercak bunga
permukaan
sekunder, 11 387 Bonsai, 413
tanah,117
aplikasi,107 Bassiana, Bonsai tegak
Air sungai,
Aphids sp, 367 lurus, 416
119
367 Benih 210, Bonsai tegak
Air hujan,119
512 lurus
Amonifikasi,
Al, 45 Budidaya, beraturan,
49
Aerasi, 13 tanaman, 1 416
Ambon
Autotrop, 19 Biannual 345 Bonsai tegak
kuning 334
Asam Bulir padi, lurus tidak
an organik,87
superfospat, 160 teratur, 416
Antraknose
97 Biotik, 4 Bonsai
267,380
Asimilasi 18 Bioinsektisida tersapu
Aspek
Asupan 178, 367 angin, 418
pisiologi, 4
ATP, 23 Bibit,177,246 Bonsai anak
Aspek
Anthurium, Bunga, 5,226 air terjun, 418
ekologi, 4
407 Bunga potong Bonsai semi
Apatit, 55
Adenium, 409 349 anak air
Aspek
Alas pot, 415 Buah 226 terjun, 418
pemuliaan
Analisa Benih, 5,512 Bonsai
tanaman, 4
tanah, 430 Berta berkelompok,
Abiotik, 4
Aeroponik, chrysolineate, 419
Ajir 248
510 307
Akar
B Besi, 59 C
rambut.157
Bekicot 376 Cabe 253
Akar
Bahan Bibit, 5 Cabe kering
serabut,157
pangan, 1. Biji 227 261
Akar
Bahan Bibit 234 Cacahan
tajuk,158
organik Biji-bijian,108 pakis 349
Akar tinggal
tanah,78 Biologis,7 Cahaya, 19,
216
Bakteri 539 Bobot kering, 28,400,
Alternaria 250
Bakteri 8 425,529
Aktinomicetes
fotosintetik, Boron,62 Cangkok 218
539
24 Buah-buahan Cattleya 364
Amonia,88,90
Badan 205 Cercospora
Amonium.88
bendung,143 Bundel Carote, 292
Amonium
Bajak tanah vascular, 21 Curah hujan,
nitrat,91
194 Buah 13, 313
Amonium
Bak padi,162 Cu,45
sulfat,92
kecambah Bunga Clostridium
Amofos,95
213 padi,161 sp 547
Analisis, 6
Batu Busuk lunak
Analisa
fospat,96 385 Cross slope
kebutuhan
Batu bata Busuk daun ditch,148
hara,66

C1
CVPD 318 Hidrolisa, irigasi
Catlea 234 30,212
Climbing Higroskopisit J
rose, 401 as,85 Jagung,182
Cangkok, 511 hortikultura,1, jaminan
D 205,206 pupuk,103
Houseplant Jahe 271
Daerah aliran 346 Jahe putih
sungai Hipokotil, 11 272
(DAS),122 Hipogeal, 12 Jahe emprit
Daya pikat Hara, 13 272
347 Hara mikro, Jahe merah
Daun 226 59 272
Difusi,32 Hara makro, Jalur caspary,
Diferensiasi, 44 36
10 Hara mikro, Jelita 244
Dekorasi 347 44 Jeruk 311
Dendrodium Hayati,390 Joseph
264, 353 Hybrind tea, Priestly, 29
Deskripsi 327 401 Jaringan
Determinate, Hybrind irigasi,140.
198 prepertual, Jar.ir.tersier,1
Distribusi, 13 G 401 40
Dichocricic Hypa 548 Jar-ir-
punetiferalis Ganggang Hidroponik, utama,140
307 307 509
Gulma,5,307 Hidroponok K
Dolomit 55 Genotip,7 rakit apung, Kahat hara
Dormansi 211 Genetik, 12 510,517,519 187
Generatif Kalium,
Defisiensi 358, 407, 427 I 52,77,
kalsium, Geragih 217 Kalim
55,57 Gaminae, Ilmu tanah sulfat.98
Def.magnesiu 158 ionisasi. 23 Kalium
m, 59 Gravitasi, 35 Intensitas magnesium
Def-besi, 59 Glukosa, 40 cahaya, sulfat, 98
Def- Gejala 26,170, 354 Karbon, 44
mangan,62 kekurangan Indeks Kadar
Drainase.123, boron, 63 garam,85 pupuk.84
146,147 Gravity Indrabela 5p, Kandungan
E irrigation, 133 307 beras,169
Ground Inditerminate, Kapasitas
Ekologi 300 water,119 198 tukar
tanaman, 4 Gulma, 280, insektisida kation,74
Endosperm, 433 369 Kapok
163 insektisida kuning333
Endo H hayati 367 Kalsit, 55
mikoriza 547 Hama 5. Ingenhausz, Kalsium,
Ekto mikoriza 249, 332, 341 29 55,99
547 Ha.peng. Inokulum 368 Karbondioksi
Eksternal, 7 umbi 237 Internal, 44 da, 20,26
Epidermis, Hama trip Inter cropping Karat Uredo
10,20 237 228 sp 387
Embrio, 10,11 Hanging plant Inter flow.119
EM4 554 345 Interception,1 Kebiasaan
Epikotil, 11 Hara 525 49 tanaman,137
Epifit 355 Herba, 239, Interception Kedelai 197
Epoh 244 345 system,151 Kekeringan
Elektron, 23 Herring bone Indoor 347 189
system,151 Iklim,,69,105, kehutanan,2
F helai daun, 402 Kelembaban
159 117, 300. nisbi 355, 528
Hidrogen, 44 170,199 Kemurnian

C2
benih 211 Klor,64 media 5, 23,24
Keseimbahan Klorofil, 19 Media tanam Nagka 335
hara,65,107 Klorosis, 47 359 Neolitikum, 2
Ketebalan Kloroplas, Makhluk Nephentens
rumah tangga 19,20 hidup, 7,70 sp, 48
air.136 Kutikula,21 Manajemen Nephelium
Kelautan Kultur pupuk.113 lappaceum
pupuk, 84 jaringan 215 Man-hara 297
Kemasaman Kuprum, 62 N.114
pupuk,84 Kumbang Man- hara Nematoda
Kentang 131 koksi, 390 P.115 287
Kemiringan Ketuaan Makro 538 Nitrogen, 46
tanah.134 bunga, 390 Mangan,60 Nitrifikasi, 49
Ketepatan Kuping gajah, Mineralisasi, Nikel,64
pengairan,15 407 48 Nilai
3 Kerikil, 523 Mikro,99 pupuk,109
Ketinggian Mikroorganis NPV 202
tempat 301 L me 553 NFT, 510
Kepik Mikoriza 547
anggrek 377 Larva 370, Multiseluler, 7 O
371 Media tanam
Kuantitas, 6 Layu bakteri 133, 301 Optimum,
Kualitas, 6. 238, 279 Membelah 6,13
Kualitas Lalat kacang diri 216 Oncidium,
air.127.139 202 Meristem,9,1 364 469
Lahan sawah 0 Merbabu Organel, 19
Kultur teknis 265 232 Organisme
224 Layu Mesophyl, 21 tanah 538
Kultivar 225 Sklerotium Mitosis, 10 Oksigen,
Kumbang 382 Meiosis,10 19,44
penggerek Lembang 1, Mekanisasi Oriza
371, 372 254 223 sativa,157
Kebutuhan Leguminosa Minimum, 13 Opal 245
air,144 540 Molibdenum, Orong-orong
Kompos 542 lingkungan, 63 237
Kompos 12, 354 Morfologi 197 Organik
Bioaktif 553 lidah Mulut daun 535,537
Kutu daun daun,159 21 Osmosis, 33
237, 287,378 lingkungan Mulsa Okulasi, 403
Kutu kebul 354 235,248,537
249 litofit 356 Monokultur
Kutu perisai laju respirasi 228 P
372 27 Monopodial
Kutu putih lokasi 227 353 Padi,157
374 Lubang tanah Mosaik 251 Pupuk 366
Kutu Lidah agjah, Mawar, 401 Paket
tempurung 407316 Mawar tea, teknologi,185
378 Lempengan 402 Padang
Kompos rumput, 432 Metode kultur rumput,108
366,536 Larutan hara, air, 510 Pangan, 1
Komposisi, 524 Metoda arus Paprika 262
300 M kontinyu, 521 Paralel ditch
Kondensasi, Mengukur Ph, sytem,148
31 Mangga, 322 527 Pangkas 248
Konidium Malai Mycelia 551 Paranet 209
381 padi,161 N Parmarion
Korteks, 10 Magnesium, Pupilaris
Kedelai, 11 57,99,100 375
Kotiledon, 12 Manfaat 245, Natural Perenial 345
Klasifikasi 327 system,151 Penanaman
pupuk,81 Manohora NADPH, 348
Klasifikasi 232 23,24 Persilangan
irigasi,125 medium, NADPH2, 356

C3
Penggerek 304 ,7, ------cair,
daun 373 11 83,545
Pemakan Pengemasan Perkembanga ----
daun 374 242 n,7,11 buatan,82,84
Pertanian Penyaluran Pelindung ----- kalium 98
organik air,129,131 dingin 208 -
Pestisida 530 Penyakit 238, Penyimpanan kalsium,99,10
332, 340 pupuk,111, 0
Panen, Penyiangan 306 ---- kandang
186,194,204, 236, 318 Persiapan 349, 543
239, 252, Penyiraman lahan,200 ---
260.263, 268, 247, 360 Persemaian majemuk,102
281, 288. Pendangiran, 214, 255 -----mikro,100
308, 319’ 342 178 Pengairan ----
Pascapanen, 200 nitrogen,86
186,252,282, Perkembanga Penanaman ------posfat,95
309,320, 351 n generatif, 5 331 Plyanta, 401
Pedoman penempatan Pemupukan Pedoman
teknis, 301, pupuk,104 dasar 235, teknis, 402
315, 330, Penyakit, 5, 331 Pemilihan
337, 361 259,318 Penyulaman tanaman, 420
Penyiangan 235 Pembentukka
Pepaya 201 Penanaman n bonsai, 420
cibinong 327 Penyiapan 200 Pemilihan
P.Bangkok 255 Perawatan bentuk
328 Penataan 305 bonsai, 422
P-Hawai 329 jaringan.141 Perompesan Pemilihan
P.Jingga 329 Peredaran N, 258 tanah, 423
P-Mas 330 47 Pola bulu Perawatan
pH 527 Perbanyakan burung,122 bonsai, 423,
Pigmen, 23 tanaman 209 Pola 514
Pipa Penggenanga radial,122 Pengairan,
berlubang,13 n,142 Pola 424,435
2 Persiapan paralel.122 Pemupukan ,
Pipa 212 Polinia 357 424,434, 514
bernozzle.13 Prokambium, Pengairan
0 Pintu 10 ,431,435
Piretrum 281 penguras,143 Profil tanah, Pemangkasa
Pisang 333 Pintu 71 n, 434
Pecahan pengambilan. Phloem, 21 Pindah
genting 365 143 Ploneta tanam,
Perkebunan,1 diducta, 307 512513
Permata, 244 Pengemasan Potensial air, Pasir, 522
Persilangan 343 37 Perlit, 524
356 Pindah tanam Posfat, 5 Perawatan
Pergerakan 214 Pohon- media tanam,
Pelepah Penggulung pohonan 128. 526
daun, daun 203 Pompa Ph meter,
159,160 Penggerek air.108 527
Penggenanga polong 204
n,130 Pen.pisang Pupuk alam, Q
Proses 341 82
produksi, 2 Pola tanam ------- an R
Produksi 240 304 organik’
Perkembanga Perkecambah 82,83 Raja bulu 335
n vegetatif, 5 an 211 ----- basa,83 Rambut akar,
Pemupukan, Prinsip ---- 36
110 201, 247, genetis, 5 belerang,100 Rambutan
339 Prinsip ----- asam,83 297,298
Peruraian, 48 agronomis, 5 ------hijau Ram.binjai
Pengairan,12 Produktifitas, 540,541 298
4,236 6,180 ------padat Ram.cimacan
Pengapuran Pertumbuhan 83,540 298

C4
Ram-aceh irrigation,132 kapiler,
lebak 298 Spora 216 34
Spodoptera Tekanan
Random ditch spp 267 turgor, 35
system,148 Tekanan
Rebah bibit Syarat akar, 38
386 tumbuh Tempel 219
Rekayasa 199,232,245, Temperatur
bioteknologi,1 254,264, 273, ,311, 391,399
67 286. 311,
Radikula, 157 330.336. 354 Tinggi dari
Reaksi permukaan
terang, 21 Stolon, 428, laut, 13
Reaksi gelap, 433 Tilakoid, 21
21 Substrat, 510 Tip burn, 57
Reaksi tanah, Sirkuasi air, Transpirasi,
73 514 30
Rimpang 283 Serbuk kayu, Turgor, 30
Rhizobia 546 524
Run off,119 Sumber hara, Tungau 370
Runduk 220 525 Tungau
merah 370
Rumah T Tungau
kaca,207 Tanaman jingga 377
Rm..kasa 209 berkayu 346
Rm.plastik,20 Tanjung I Tomat 243
8 254 Topografi,
Tanjung II 70,134
Rumput, 427 254 Top soil.136
Rumput Tataletak,152 Trichogramm
gajah, Teknik, 1 a toideea 202
428,429 Terestrial 355 Tunas 218
Rumput gajah Tanah,68,172 Temperatur,
mini, 429 ,199, 254,314 391
Rumput Tanah Teknik
jepang, 430 berlereng.135 pemangkasa
Rumput Tanaman n bonsai, 420
peking, 430 menghasilkan Topdressing
Rumput golf, 318 435
430 Tanaman
inang, 369 U
Rumpun, 423 370, Uji dingin 210
Tali rafia Ulat grayak
S 363 202
Tembakau Ul-engkal 202
Sabut kelapa 281 Ul- polong
365 Tindak 203
Sprofit 356 budidaya, 2
setek bang; Thrips Umbi 269
seteng daun anggrek 377 Um-batang
234 Tingkat 216
sayur- pemakain.14 Um- lapis 216
sayuran, 3 5
,108,221,222 Ting.efisiensi, Uniseluler,7
145
Saluran,144 Teknik Unsur N, 44
Sal- budidaya, 3, Unsur mobil,
drainase,151 200 47
Tekanan Unsur pupuk,
Sekam bakar hidrostatik, 34 81
349 Tekstur Urea,92,93
Seledri 285 tanah, 72
Tekanan Ulat grayak

C5
237
Ulat buah 250
Ulat bunga
373, 374
Ulat jengkal
307

V
Vanda teret
364

Varitas
unggul, 4,
Var.padi 166,
Vegetatif 215,
357,407, 428
Veg.alami
216
Vena, 21
Venus flytrap
, 46
Verticillium,
54
Vegetatif 358
Virus 239
Vitamin, 425
Vertikultur,
519
Vermikulit
524
W
Warna beras,
168
Waktu,71
Wali songo,
407
X
Xilem akar,
36
Y

Z
Zamrud 245
Zinkum, 59
Zigot, 11

C6
DAFTAR TABEL

1 Tingkatan mudah tidaknya .


jaringan organisme
didekomposisi .. ... ... ... ... ... ... ... ... 79

2 Pembawa Nitrogen organik ………………………… 87

3 Pembawa nitrogen
anorganik ………………………… 90

4 Pembawa fosfor ………………………… 97

5 Pupuk Kalium ………………………… 98

6 Garam-garam unsur mikro


yang biasa dipakai pada
pupuk ………………………… 101

7 Klasifikasi air pengairan


berdasarkan nilai SAR
(Bandingan adsorbsi natrium) ………………………… 125

8 Klasifikasi air irigasi menurut


US Salinity Laboratory ………………………… 126

9 Klasifikas i air
pengairan (i rigasi)
menurut Sc ofield ………………………… 127

10 Kebutuhan air beberapa


jenis tanaman pada setiap
fase fenologi ………………………… 138

11 Perkiraan potensi air


dengan pengembangan
irigasi menurut wilayah,
tahun 1990-2020 ………………………… 154

12 Analisa ekonomi usaha


tani jaugung hybrida ………………………… 195

13 Klasifikasi botani
beberapa jebis sayuran ………………………… 229

D1
14 Jenis hama penyakit pada
bawang ………………………… 270

15 Klasifikasi buah-buahan
menurut kedudukan
sistematik, tipe, dan
pemanfaatan ………………………… 294

16 Jarak tanam dan jumlah


pohon perhektar ………………………… 462

17 Kriteria kematangan buah


berdasarkan jumlah
berondolan ………………………… 479

18 Jenis polifonel pada teh


yang telah teridentifikasi
dan tingkat kandungan
rata-rata ………………………… 482

19 Produksi pucuk basah


pada berbagai tingkat
jarak tanam ………………………… 486

20 Kriteria umur batang untuk


okulasi ………………………… 491

21 Unsur hara dan sumbernya ………………………… 532

22 Gejala-gejala kekurangan
hara ………………………… 534

23 Kadar rataan unsur hara


yang terdapat pada pupuk
kandang ………………………… 544

24 Berbagai sumber bahan


organik (tanaman) dan C/N
nya ………………………… 544

D2
DAFTAR GAMBAR

1 Titik Tumbuh pada Ujung Batang kedelai ........................ 8


2 Susunan sel titik tumbuh pada ujung akar ....................... 9
3 Susunan sel titik tumbuh batang ...................................... 10
4 Perkecambahan Hipogaeal ........................................... 11
5 Perkecambahan Epigaeal ..................... ........................ 12
6 Skematik proses fotosintesa ........................................... 20
7 Penampang melintang daun .......................................... 21
8 Skematik reaksi terang dan gelap dari
proses fotosintesa................................................................ 22
9 Lintasan fotosintem I ........................................................ 24
10 Lintasan fotosistem II......................................................... 25
11 Peredaran air dimuka bumi................................................. 31
12 Peristiwa kapilaritas. ....................................................... 34
13 Peristiwa gutasi pada daun .............................................. 37
14 Daur unsur nitrogen lingkungan ....................................... 47
15 Perubahan bentuk senyawa nitrogen ................................ 48
16 Peredaran hara posfat di alam .......................................... 50
17 Defisiensi fosfor pada daun anggur ................................ 51
18 Defisiensi posfor pada tomat ........................................... 52
19 Ketersediaan K dalam tanah ............................................ 53
20 Gejala kekurangan kalium pada paprika .......................... 56
21 Gejala kekurangan kalium pada daun labu........................ 56
22 Buah apel yang mengalami kekurangan kalsium............... 57
23 Mengeringnya buah tomat akibat kekurangan kalsium...... 58
24 Daun jeruk yang mengalami defisiensi magnesium........... 58
25 Defisiensi besi pada daun bunga rose ............................... 60
26 Defisiensi besi pada rumputan ........................................... 60
27 Defisiensi besi pada daun jeruk ......................................... 61
28 Gejala defisiensi mangan .............................................. 61
29 Gejala defisiensi boron pada daun anggur ....................... 62
30 Gejala toksisitas boron pada daun tomat ......................... 63
31 Gejala defisiensi molibdenum ......................................... 64
32 Daun yang mengalami keracunan klor .............................. 65
33 Tahapan proses analisis tanah ......................................... . 67
34 Tahapan proses analisis jaringan tanaman ......................... 68
35 Perbandingan volumetrik dari komposisi tanah ................ 71
36 Penampang melintang tanah ............................................ 72
37 Tipe agregat tanah ......................................... ............... 73

D3
38 Ilustrasi skematik dari pertukaran
kation antara permukaan negatif
dari partikel liat dan larutan tanah .................................... 77
39 Konversi ammoniak ke beberapa 91
bentuk pupuk nitrogen .....................................................
40 Tahapan pembentukan amonium dari asam nitrit ............ 94
41 Manajemen pengairan merubah 123
distribusi garam tanah.........................................................
41 Penggunaan drainase untuk mengelola 146
ketersediaan air .................................................................
43 Pengaturan pengairan sesuai dengan 147
kebutuhan tanaman .......................................................
44 Sketsa lahan pertanaman dengan saluran irigasi
dan saluran drainase searah .............................................. 150
45 Sketsa lahan pertanaman dengan penurunan
pangkal dan topografi dengan
saluran drainase sejajar ..................................................... 151
46 Tata letak pipa saluran ...................................................... 152
47 Sketsa pembuangan drainase ............................................ 153
48 Pertumbuhan akar padi .................................................... 158
49 Pertumbuhan daun padi ................................................... 159
50 Bagian daun tanaman padi ............................................... 160
51 Malai padi ....................................................... 161
52 Bunga padi ....................................................... 161
53 Proses perkecambahan padi ............................................. 165
54 Padi dewasa ....................................................... 166
55 Pertumbuhan varietas IR 64 di lahan sawah ……………. 166
56 Akar jagung ....................................................... 183
57 Batang jagung ....................................................... 184
58 Daun jagung ....................................................... 184
59 Bunga jantan jagung ....................................................... 185
60 Bunga betina jagung ....................................................... 185
61 Buah jagung siap panen ................................................... 185
62 Urutan penanaman jagung ................................................ 186
63 Beberapa gejala kerusakan 190
dari batang jagung ..........................................................
64 Beberapa gejala kerusakan 191
pada akar jagung ....................................................... .....
65 Beberapa kerusakan pada tongkol jagung 192
66 Pohon industri jagung ....................................................... 196
67 Daun kedelai ..................................................................... 198
68 Setelah penanaman padi dapat dilakukan 200

D4
penanaman kedele .......................................................
69 Areal pertanaman kedele .................................................. 200
70 Hubungan antara hortikultura dengan ilmu lainnya 205
71 Piramida makanan ....................................................... 207
72 Bentuk rumah kaca ....................................................... 207
73 Rumah plastik ..................................................... 208
74 Pelindung bibit dari suhu rendah 209
75 Rumah kasa ....................................................... 209
76 Teknik penanaman benih langsung di lapangan 212
77 Bak kecambah yang dalam satu tempat banyak tanaman 213
78 Tipe bak kecambah satu lubang satu tanaman 213
79 Pot pembibitan ............................................................. 213
80 Bak persemaian yang telah diisi dengan tanah 213
81 Persemaian pada bak kecambah untuk benih yang
berukuran besar ............................................................. 214
82 Persemaian pada bak kecambah untuk benih berukuran
kecil ............................................................................... 214
83 Tanaman yang siap dilakukan pindah tanam .................. 214
84 Teknik pindah tanam dari bibit yang
ditanam pada bak kecambah ............................................. 214
85 Teknik mencabut bibit dari pot ......................................... 215
86 Perbanyakan dengan rhizome ........................................... 216
87 Perbanyakan dengan umbi batang ................................... 217
88 Perbanyakan dengan geragih ........................................... 217
89 Perbanyakan dengan tunas ............................................... 217
90 Teknik mencangkon tanaman ........................................... 218
91 Perbanyakan dengan setek batang 218
.................................................................................

92 Beberapa jenis perbanyakan 219


dengan setek daun .......................................................
93 Perbanyakan tanaman 219
dengan teknik menempel .................................................
94 Teknik sambung pucuk ..................................................... 220
95 Teknik perbanyakan tanaman 220
dengan runduk ..................................................................
96 Sayuran yang dikeringkan ............................................... 228
97 Tanaman cabe .............................................................. 253
98 Penanaman cabe pada lahan terbuka
dengan mulsa plastik ....................................................... 257
99 Buah cabe paprika .......................................................... 262
100 Bawang merah yang sudah dikering 264

D5
siap untuk dijual ............................................................
101 Seledri daunyang ditanam dalam pot ............................ 285
102 Penampang tangkai daun dari seledri tangkai ................. 286
103 Aneka jenis buah rambutan berdasarkan 298
besar kecilnya biji ...........................................................
104 Rambutan mengkal (belum masak sempurna) 308
105 Rambutan masak ............................................................ 308
106 Kebun jeruk berastagi ....................................................... 311
107 Buah jeruk yang masih pentil ........................................... 319
108 Buah jeruk yang masih hijau ............................................ 320
109 Buah jeruk yang siap panen ............................................ 320
110 Mangga duren ............................................................. 322
111 Mangga arumanis ............................................................ 323
112 Pepaya cibinong ............................................................. 327
113 Pepaya bangkok ............................................................ 328
114 Pepaya hawai ................................................................. 329
115 Pepaya jingga ....................................................... ........ 329
116 Pepaya emas .................................................................... 330
117 Pisang ambon lumut ....................................................... 333
118 Pisang kapok kuning ....................................................... 333
119 Pisang ambon kuning ....................................................... 334
120 Pisang nangka ................................................................. 325
121 Pisang raja bulu ............................................................. 335
122 Tanaman yang diletakkan pada pot gantung..................... 346
123 Tanaman hias yang diletakkan dalam ruangan 346
124 Penggabungan golongan tanaman
berkayu dalam satu lanskap ............................................ 347
125 Mawar kampung ....................................... ....................... 401
126 Bunga matahari ................................................................. 405
127 Salah satu jenis anthurium ................................................ 407
128 Adenium ......................................................................... 409
129 Salah satu jenis begonia ................................................... 411
130 Tanaman yang dibonsai ................................................. 413
131 Aneka bentuk pot bonsai ................................................ 414
132 Beberapa bentu pot 99) gajah (b) naga ........................... 415
133 Batu penghias bonsai .................................................... 415
134 Bonsai bentuk tegak lurus beraturan ................................ 416
135 Bonsai tegak lurus tidak beraturan .................................. 417
136 Bentuk bonsai tersapu angin ....................................... 418
137 Bonsai anak air terjun ................................................ 418
138 Bonsai berkelompok ....................................... 419
139 Beberapa alat bantu yang digunakan 420

D6
dalam bertanam bonsai ...................................................
140 Tahapan pembuangan akar ....................................... ..... 421
141 Pengkawatan pada proses pembentukan bonsai .............. 421
142 Beberapa teknik pemangkasanan .................................. 422
pada pembentukan bonsai .......................................
143 Pengikatan pada pangkal batang 422
sehingga batang membengkak .......................................
144 Pembentukan cabang bonsai ....................................... 423
145 Lapangan rumput pada halaman rumah 427
146 Bibit rumput gajah ....................................... 428
147 Stolon rumput ....................................... 428
148 Bagian-bagian rumput ....................................... 428
149 Rumput gajah ....................................... 429
150 Padang Golf ....................................... 430
151 Bibit rumput dalam bentuk rumpun
(a) penanaman rumpun rumput di lapangan (b) ............... 432
152 Bibit rumput dalam bentuk sod/lempengan .................... 433
153 Cara penanaman bibit di lapangan ................................... 433
154 Beberapa jenis alat pemutung rumput 434
155 Dua jenis rumput yaitu .......................................
rumput golf (kiri) gajah (kanan) 437
156 Pertanaman tembakau ....................................... 438
157 Batang tembakau 439
.............................................................
158 Biji tembakau ............................................................. 440
159 Bunga tembakau .............................................................. 441
160 Penyemaian benih tembakau ............................................ 443
161 Cara mencanut bibit tembakau .......................................... 443
162 Proses pengeringan daun tembakau 447
163 Buah kakao ........................................................ 452
164 Buah kelapa sawit ............................................................. 470
165 Perkebunan kelapa sawit .................................................. 470
166 Kelapa sawit di pembibitan awal (atas)
dan di pembibitan utama ................................................. 475
167 Pohon teh .................................................................... 481
168 Kebun entres .................................................................... 491
169 Cara mengokulasi karet .................................................... 492
170 Bakal batang bawah .......................................................... 492
171 Pemotongan batang bawah ............................................... 493
172 Batang bawah siap dilakukan okulasi .............................. 493
173 Pekerjaan mengokulasi .................................................... 493
174 Batang bawah dengan tunas hasil okulasi ....................... 493

D7
175 Bibit karet siap di tanam .................................................. 494
176 Pengangkutan bibit karet dengan truk atau jender .......... 494
177 Mesin traktor pengolahan lahan ........................................ 495
178 Pembuatan ajir pada lahan datar ..................................... 495
179 Pembuatan ajir pada lahan bergelombang 496
180 Mesin pembuat lubang tanam ........................................... 496
181 Bentuk lubang tanam ........................................... 496
182 Mal untuk mengukur kedalaman lubang tanam ............... 496
183 Penimbunan lubang tanam setelah
pindah tanam dengan mempergunakan
tenaga manusia ................................................................. 497

184 Perkecambahan benih karet sebagai


sumber batang bawah ...................................................... 498
185 Kacangan yang sudah tumbuh 498
186 Kacangan yang siap di tanam ke lapangan ...................... 498
187 Penanaman kacangan diantara barisan karet .................... 499
188 Proses pencampuran pupuk ......................................... 500
189 Pemberian pupuk pada tanam
belum menghasilkan ........................................................ 501
190 Penyiangan gulma pada kawasan
tanaman penutup tanah ................................................. 501
191 Bidang sadap karet ........................................................ 503
192 Tanaman karet belum menghasilkan .............................. 504
193 Penimbangan lateks ....................................................... 507
194 Komponen penyususn dalam kultur air ............................ 510
195 Salah satu stoples sebagai wadah hidroponik .................... 510
196 Menanam tumbuhan dalam air dengan
menggunakan gabus dan kapas
sebagai penyangga ........................................................... 511
197 Beberapa hidroponik substrat ........................................... 515
198 Hara pada bak dialirkan dengan bantuan
pompa masuk ke paralon berbentuk O.
Dari paralon tersebut nutrient dialirkan
ke talang penanaman dan melalui selang
inlet akan mengalir dalam talang yang
dibuat miring akan masuk kembali
ke dalam paralon melalui
selang outlet menuju
tangki penampungan ........................................................ 516
199 Sayuran ditanam dengan aeroponik .................................. 516
200 Pot piva PVC yang disususn vertikal

D8
menyerupai rak ................................................................ 520
201 Beberapa peralatan dan cara
pembuatan lubang tanam
pada kolom vertikal bambu ............................................. 520
202 Teknik pembuatan lubang
tanam pada wadah tanam ............................................... 520
203 Wadah yang telah siap diisi media
tanam dan ditanami ......................................................... 520
204 Beberapa model susunan kolum horizontal ..................... 520
205 Kolom horizontal bambu yang telah
siap disusun dan siap untu ditanami ................................. 521
206 Sawi yang dibudidayakan
dalam kolom vertikal paralon .......................................... 521
207 Slada yang dibudidayakan dalam
kolom vertikal paralon .................................................. 521
208 Sawi sendok yang dibudidayakan
secara vertikal ............................................................... 521
209 Salah satu contoh hidroponik
dengan menggunakan
metode arus kontinyu ................................................... 522
210 Hidroponik dengan menggunakan pasir ......................... 523
211 Tanaman tomat yang ditanam pada jerami kering .......... 524
212 Penampang melintang akar
yang tidak bermikroriza .................................................... 548
213 Penampang melintang akar bermikoriza .......................... 548
214 Perbedaan pertumbuhan akar
kedelai bermikroriza dengan tidak .................................. 549

D9