Anda di halaman 1dari 17

1

PEMANFAATAN UMPAN BATANG PEPAYA (Carica papaya) SEBAGAI


PENGENDALI ALAMI HAMA KEONGMAS PADA TANAMAN PADI

BIDANG KEGIATAN:
PKM-GT

Diusulkan oleh:

Radia Yustin Jawas

0913041001/2009
Ni Komang Dewi Astriani

0913041017/2009

Luh Gede Kusuma Dariati

0913041024/2009
1

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA


SINGARAJA
2011

HALAMAN PENGESAHAN USUL


PROGRAM KREATIVITAS MAHASISIWA GAGASAN TERTULIS

1. Judul Kegiatan : PEMANFAATAN UMPAN BATANG PEPAYA (Carica


papaya) SEBAGAI PENGENDALI ALAMI HAMA PADA
TANAMAN PADI

2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-AI ( ) PKM-GT


3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Radia Yustin Jawas
b. NIM : 091 304 1001
c. Jurusan : Pendidikan Biologi
d. Universitas : Pendidikan Ganesha
e. Alamat Rumah dan HP : Jl. Jalak Putih No.29A, Singaraja
085738340835
f. Alamat email : malezly@yahoo.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Drs.Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.

b. NIP : 19580407198303 1 001

c. Alamat Rumah dan No. HP : Jl. Perum Banyuning Indah


No.13 A Singaraja
081323242510

Menyetujui Singaraja, 28 Februari 2011


Ketua Jurusan Pendidikan Biologi, Ketua Pelaksana Kegiatan,
1

(Drs. I Ketut Artawan, M.Si) (Radia Yustin Jawas)


NIP.19511124197903 1 001 NIM. 091 304 1001

Pembantu Rektor III, Dosen Pendamping,

(Drs. I Putu Sriartha,MS) Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.


NIP. 19611020198803 1 002
NIP.19580407198303 1 001

KATA PENGANTAR
ii

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat-Nya karya tulis yang berjudul “Pemanfaatan Umpan Batang Pepaya sebagai
Pengendali Alami Hama Keong Mas pada Tanaman Padi” dapat selesai tepat waktu.
Dalam penyusunan karya tulis ini penulis banyak mendapat dukungan,
motivasi, serta bimbingan dari banyak pihak. Untuk itu dengan rasa hormat penulis
ucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. I Ketut Artawan, M.Si selaku Ketua Jurusan pendidikan Biologi
2. Bapak Drs. Sanusi Mulyadiharja ,M.Pd. sebagi dosen pendamping dalam
menyelesaikan PKM-GT ini.
3. Bapak/Ibu dosen di Jurusan Pendidikan Biologi yang telah memberikan informasi
dan masukan yang berguna dalam penyusunan PKM-GT ini.
4. Rekan-rekan mahasiswa di Jurusan pendidikan Biologi yang telah memberikan
bantuan yang berguna dalam penyusunan PKM-GT ini.
5. Pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan
bantuan dalam menyelesaikan PKM-GT ini.
Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih memrlukan pengembangan lebih
lanjut sehingga penulis berharap para pembaca dapat memberikan saran dan kritik
yang bersifat membangun sebagai acuan dalam membuat karya tulis yang lebih baik
di masa yang akan datang. Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak.

Singaraja, Februari 2011


Penulis
1

iii
DAFTAR ISI

Halaman Judul………………………………………………………………................................ i
Halaman Pengesahan………………………………………...........................………………..ii

Kata Pengantar……………………………………………….............................……………….iii

Daftar Isi……………………………………………………....................................................iv

Daftar Gambar …………………………………………..............................…………………….v


Ringkasan…………………………………..................................………………………………...vi

Pendahuluan

Latar Belakang

Tujuan dan Manfaat………………………...……………………..2

Gagasan
Keongmas dan Penyebarannya.......................................................3
Pengendalian Penyebaran Keongmas.............................................4
1

Batang Pepaya sebagai Umpan Perangkap………......………......5


Cara Pemanfaatan Batang Pepaya sebagai Umpan......................6
Prospek ke Depan……………………………………………….....7

Simpulan……………………..……………………………………….........8

Daftar Pustaka............................................................................................9

Profil Penulis

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Keongmas………………………………………………………...……4

Gambar 2. Telur Keongmas……………………………………………….........…5

Gambar 3. Habitat Keongmas..................................................................................5

Gambar 4. Daun Pepaya...........................................................................................7

v
PEMANFAATAN UMPAN BATANG PEPAYA (Carica papaya) SEBAGAI
PENGENDALI ALAMI HAMA KEONGMAS PADA TANAMAN PADI

Oleh
Radia Yustin Jawas, dkk
Fakultas MIPA, UNDIKSHA

RINGKASAN
Indonesia merupakan salah satu negara agrarais dimana pekerjaan sebagian
besar masyarakatnya yaitu bercocok tanam. Namun, hal ini tidak sejalan dengan
kenyataan Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan beras dalam negerinya sendiri,
dimana makanan pokok hampir seluruh penduduk di Indonesia ialah beras. Banyak
hal yang perlu pemerintah perhatikan jika ingin meningkatkan produksi beras dalam
negeri, yang paling penting ialah mengenai organisme penggaggu tanaman (OPT)
yang menyerang tanaman padi, dimana organisme ini tumbuh dan berkembang
sejalan dengan perkembangan teknologi dan budaya tanaman.
Salah satu organisme tanaman yang paling ganas dan berbahaya ialah hama
keong mas, hal ini dikarenakan perkembangbiakan hama ini sangat cepat dan habitat
sawah (tanah berair/lumpur) merupakan tempat yang sangat cocok bagi kehidupan
hama ini. Sudah banyak cara yang digunakan oleh petani untuk memberantas hama
ini, seperti dengan menggunakan pestisida, cara mekanis dengan pemungutan
bersama-sama, atau cara biologis dengan menempatkan dedaunan beracun atau
menggunakan semut merah sebagai pemakan telur keong mas, namun semua cara ini
belum membuahkan hasil yang memadai.
Berawal dari fenomena ini penulis kemudian berupaya untuk mencari
alternatif lain untuk mengendalikan hama keong mas ini, salah satunya dengan
menggunakan batang pepaya. Pepaya ini sendiri hampir tumbuh di seluruh Indonesia,
sehingga petani-petani di seluruh Indonesia dapat menerapkan cara ini. Batang epaya
yang digunakan pun ialah batang yang sudah tidak produktif lagi sehingga petani
pepaya yang masih produktif masih tetap bisa dimanfaatkan petani.
Tujuan dari penulisan ini yaitu alternatif mengatasi hama keong mas yang
penyeberannya sangat cepat sehingga di butuhkan cara yang paling cepat, tepat,
efektif dan efisien selain menggunakan bahan kimia/pestisida. Dari tujuan penulisan
tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi petani sendiri yaitu mendapatkan bibit
yang produktif/berkualitas, dapat mengurangi residu pemakaian pestisida baik bagi
petani maupun lingkungan. Bagi masyarakat keong mas hasil dari umpan batang padi
ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan , pakan itik, itan, ataupun pupuk.
Batang pepaya berpotensi digunakan sebagai umpan karena keong mas ini
sangat suka memakan jaringan dari tumbuhan, akan lebih baik jika diatas batang
pepaya ini ditempatkan daun pepaya sebagai penarik perhatian keong mas. Cara
pemanfaatannya yaitu, batang pepaya dibelah-belah, lalu diletakkan di sawah yang
terserang hama keong mas, jumlah umpan tergantung dari persebaran hama keong
mas itu sendiri. Sementara untuk pembasmian telurnya sendiri, dapat menggunakan
bambu/ranting kayu untuk menjatuhkan telurnya ke dalam lumpur.
vi
1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara agraris terbesar di Asia Tenggara


dimana mata pencaharian sebagian besar masyarakatnya ialah bercocok tanam.
Predikat sebagai negara agraris belum sejalan dengan fakta bahwa Indonesia masih
mengimpor beras dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional. Hal ini terjadi
karena kurangnya perhatian pemerintah kepada para petani, selain itu dalam
peningkatan produksi padi, dihadapkan kepada tantangan yang cukup berat antara
lain, alih fungsi lahan sawah, pertambahan jumlah penduduk, adanya serangan
organisme pengganggu tanaman (OPT), serta bencana alam banjir dan kekeringan.
Tantangan yang paling berat ialah serangan organisme pengganggu tanaman
(OPT) karena kemajuan teknologi dalam budidaya tanaman selalu diikuti oleh
perkembangan OPT yang semakin kompleks, dan masalah tersebut belum dapat
ditangani maksimal oleh petani. Kegagalan dalam penanganan OPT dapat
menimbulkan kerugian, oleh karena serangan dapat terjadi dari ringan – puso
sehingga dapat mengurangi produksi, bahkan gagal panen.
Salah satu organisme pengganggu tanaman yang paling berpengaruh dan
sangat merugikan ialah keong mas karena keong mas memakan tanaman padi muda
serta dapat menghancurkan tanaman pada saat pertumbuhan awal sehingga
mengurangi jumlah bibit padi yang berkualitas. Luas serangan tahun 2004 dan 2005
ialah 112.5 ha. Keong mas ini berkembang biak dengan cepat dari telur hingga
menetas hanya butuh waktu 7–14 hari (Pitojo, 1996). Satu ekor keong dalam 1 bln
menghasilkan telur 1000 butir dengan masa hidup dewasa 3 tahun (Gustia, 2004).
Sekitar 800 hektare tanaman padi berumur 10 sampai 30 hari di Kecamatan
Delima dan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, Aceh, diserang hama keong mas dan
petani mengaku belum menemukan cara efektif mengatasi serangan itu. Mereka
hanya melakukan secara manual, misalnya menabur batang keladi lalu mengutip
keong emas yang bersandar (metrotvnews.com, 2011). Hal yang sama juga terjadi di
Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Jogjakarta (Harian Jogja, 2011) yang
akhirnya menyebabkan tanaman padi gagal panen.
Pengendalian keong mas sebenarnya dapat dilakukan dengan banyak cara,
tetapi petani lebih memilih untuk menggunakan bahan kimia untuk
mengendalikannya dengan alasan kepraktisannya. Bahan kimia yang digunakan
biasana bahan sintetis (buatan) dan non sintetis (alami), bahan kimia non sintetis ini
misalnya pestisida nabati. Pemakaian bahan kimia/pestisida ini tentunya memiliki
efek samping yang sangat membahayakan baik untuk lingkungan maupun manusia.
Maka dari itu terdapat alternatif lain untuk mengendalikan hama keong mas ini yaitu
dengan cara mekanis dan biologi. Secara biologi yaitu dengan menggunakan
predator/musuh alami, parasitoid, patogen dan antagonis (cendawan, bakteri dan
virus) yang keempat cara ini merupakan agensi hayati sehingga sangat aman bagi
lingkungan.
2

Pengendalian keong mas secara biologi, salah satunya dengan penggunaan


batang, daun, atau tangkai pepaya. Selain ramah lingkungan, persebaran pepaya di
Indonesia cukup tinggi sehingga banyak ditemukan di setiap daerah. Batang, daun
dan tangkai pepaya memiliki getah putih yang mengandung 50 asam amino antara
lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine,
isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein.
Mereka bersatu padu menjadi bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan
kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak
selain itu juga terdapat enzim-enzim protease (pengurai protein) yaitu papain dan
kimopapain. Kedua enzim ini mempunyai kemampuan menguraikan ikatan-ikatan
dalam melekul protein sehingga protein terurai menjadi polipeptida dan dipeptida.
Penggunaan bagian-bagian pepaya (getah papain) dalam kehidupan masih
sangat terbatas, hal ini pula yang memicu penulis untuk mencari manfaat lain dari
pepaya selain sebagai bahan pangan, kesehatan ataupun sebagai bahan industri.
Selain karena ketersediaannya yang banyak, pembuatan umpan dari batang pepaya ini
tidak memerlukan biaya dan cara pembuatan umpan ini sangat praktis sehingga para
petani mampu mempraktekan langsung di lapangan.
Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan antara lain:
1. Mengapa batang pepaya dapat digunakan sebagai pengendali alami hama
keong mas?
2. Bagaimana cara pemanfaatan batang pepaya sehingga mampu digunakan
sebagai pengendali hama keong mas?
3. Bagaimana cara pengendalian hama keong mas yang praktis, efektif dan
efisien?
Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang ngin dicapai pada kajian ini antara lain :
1. Mengetahui batang papaya sebagai pengendali alami hama keong mas.
2. Mendeskripsikan cara pemanfaatan batang papaya sehingga mampu
mengendalikan hama keong mas.
3. Mengetahui cara yang praktis, efektif dan efisien dalam mengendalikan hama
keong emas pada tanaman padi.
Adapun manfaat yang diperoleh dari penulisan gagasan ini adalah sebagai berikut.
1. Bagi peneliti : dapat meningkatkan kretivitas mahasiswa sekaligus dapat
mengetahui cara pengendalian hama keong mas pada tanaman padi, agar
dapat memberikan informasi kepada para petani sehingga dapat meningkatkan
produksi panen petani.
2. Bagi Petani : diharapkan cara ini dapat mengatasi masalah yang dialami oleh
petani mengenai kerusakan tanaman padi di persemaian dan melindungi bibit
padi yang produktif dari gangguan hama keong mas.
3. Bagi Lingkungan : Dapat mengurangi penggunaan pestisida yang berlebihan,
sehingga aman bagi lingkungan.
4. Bagi Masyrakat : Keong emas yang menempel pada batang papaya juga dapat
di manfaatkan karena pada batang papaya tidak mengandung racun maka
keong-keong yang menepel pada batang papaya dapat digunakan dalam
3

berbagai hal seperti digunakan sebagai pupuk, sebagai bahan pakan untuk
ternak, sebagai bahan makanan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat
karena kandungan protein dalam keong emas tersebut sangat tinggi,
sewhingga memiliki nilai ekonomis dan nilai jual, maka dapat meningkatkan
taraf hidup masyarakat.

GAGASAN

Keongmas dan Penyebarannya


Keong mas Pomacea canaliculata (Lamarck) merupakan hama penting pada
tanaman padi, hama ini dapat merusak tanaman padi dengan cara memarut jaringan
tanaman dan memakannya. Bekas potongan daun dan batang yang diserangnya
terlihat mengambang. Tanaman yang diserang ialah mulai dari persemaian hingga
berumur dibawah 4 minggu setelah tanam, oleh karena keong mas ini hanya
menyerang pada anakan maka pada pertanaman ada jumlah bibit yang hilang.
Berbeda dengan keong mas dewasa, keong mas muda lebih aktif dalam memarut
jaringan tanaman, hal ini terjadi karena keong ini masih dalam masa pertumbuhan
sehingga keong mas muda inilah yang perlu mendapat perhatian lebih intensif.

Gambar 1. Keong mas


Keongmas harus di basmi dengan cepat, pengendalian secara oleh satu atau
dua petani tidak akan mampu mengendalikan hama ini, oleh karena itu keikutsertaan
petani secara kelompok dalam pengendalian hama ini menjadi penting, karena
keongmas bermigrasi sesuai aliran air dan masuk ke sawah bersama dengan
pemasukan air ke lahan.. Meskipun begitu petani dapat juga melakukannya sendiri
dengan menggunakan perangkap/umpan yang di kombinasikan dengan perangkap
telur yang pengerjaannya dilakukan secara berkelanjutan.
Keberadaan keong mas di sawah ditandai dengan adanya telur berwarna
merah muda dan keong mas dengan berbagai ukuran dan warna. Peningkatan
populasi keong mas di sawah sangat cepat . Proses perkembangan telur hingga
menetas menjadi siput-siput kecil membutuhkan waktu 7–14 hari (Pitojo, 1996) dan
kemungkinan telur yang menetas menjadi keong-keong kecil mencapai 80%, dimana
satu keong mas dapat menghasilkan 15 kelompok telur selama satu siklus hidup,
masing-masing kelompok telur ini berisi 300-500 butir (Anonymous, 1993), sehingga
dalam satu bulan seekor keong mas dewasa dapat menghasilkan minimal 1000 telur
per bulan, berarti dalam waktu satu minggu, hama ini telah banyak kembali walaupun
4

pada tahap tersebut hama ini masihdinaggap berukuran kecil tetapi beberapa minggu
kemudian serangannya sangat ganas.

Gambar 2. Telur Keongmas


Habitat keong mas ini ialah di lahan berlumpur atau yang tergenang air,
karena sawah terandam air maka pengendalian hama ini sangat sulit karena keong ini
berkembang biak cukup cepat di tempat yang berair. Ketika lahan kering, keong mas
ini masih dapat bertahan hidup hampir selama 6 bulan karena dilindungi oleh
cangkang yang cukup kuat, dan ketika petani mengairi lahan, hama ini akan kembali
berkembang biak.

Gambar 3. Habitat Keongmas


Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan (tahun 1999 dan 2000)
menunjukkan bahwa pengendalian dengan bahan kimia, biologi, dan mekanik secara
statistik tidak berbeda nyata. Hasil kajian terhadap lingkungan, kepraktisan kerja,
mudah dilaksanakan, dan murah, maka pengendalian keongmas dianjurkan dengan
cara pemungutan berkala (seminggu 3 kali), pemberian umpan perangkap,
pemasangan perangkap telur, dan pelepasan itik ke lahan sawah. Beberapa cara
pengendalian di atas, mampu mengendalikan perkembangan hama ini sehingga tidak
menimbulkan kerusakan terhadap tanaman padi, dan populasinya berada di bawah
ekonomi.

Pengendalian Penyebaran Keong Mas


Pengendalian penyebaran keong mas ini sangat sulit diatasi dan dibasmi dengan
tuntas. Pengendaliannya lebih baik pada saat 10 hari setelah tanam pindah, atau 21
5

hari setelah sebar benih (benih basah). Mengingat keong mas sangat produktif di
lahan berair maka ketika keong mas menyerang, sawah harus segera dikeringkan.
Petani yang menanam padi dengan sistem tanam pindah maka sawahnya harus
dikeringkan pada 15 hari setelah tanam pindah, kemudian digenangi lagi secara
bergantian (flash flood). Apabila padi ditanam dengan sebar langsung maka selama
21 hari setelah sebar, sawah perlu dikeringkan kemudian digenangi lagi secara
bergantian. Pengendalian keong mas ini dapat dilakukan dengan cara mekanis,
penggunaan bahan kimia dan pengendalian secara alami (biologi).
Pengendalian dengan cara mekanis dengan memunguti keong satu per satu
sangat tidak efisien karena upaya ini membutuhkan biaya besar. Sebab, untuk setiap
hektarenya memerlukan 10 orang. Begitu pula pengendalian dengan bahan
kimia/pestisida yang hanya dapat membunuh keongmasnya saja, tetapi tidak dengan
cangkangnya, cangkang ini akan jatuh ke dalam tanah sawah dan dapat melukai kaki
petani bila terinjak, petani harus mengambil keong mati agar cangkang keong
tersebut tidak melukai kaki sehingga kedua cara ini tidak terlalu berbeda. Selain itu
keong mas yang telah mati karena pestisida ini sangat berbahaya apabila akan
dijadikan pakan ternak. Penggunaan yang berlebihan juga dapat membahayakan
manusia dan lingkungan.
Petani juga dapat menempatkan penyaring dari kawat atau anyaman bambu
pada saluran keluar dan masuk irigasi utama untuk mencegah masuknya keong dari
lahan lain namun manfaatnya terbatas karena kebanyakan keong ini menguburkan
dirinya di dalam sawah ketika tanah mengering. Penggunaan tanaman beracun
(misalnya daun eceng (Monochoria vaginalis), daun tembakau, dan daun Kalamansi)
pada bidang-bidang sawah atau di saluran-saluran kecil juga telah di laksanakan
namun tumbuhan beracun ini tidak tumbuh di semua daerah di Indonesia. Begitu pula
dengan cara pelepasan itik ke lahan sawah, dimana itik ini ditempatkan di sawah
selama persiapan lahan tahap akhir atau setelah tanaman tumbuh cukup besar (4
MST), tetapi meskipun cara ini praktis, cepat, dan aman bagi lingkungan tetapi harus
disadari bahwa tidak semua petani memiliki itik untuk mengendalikan perkembangan
hama ini. Untuk mengatasi perkembangan hama ini secara luas perlu dicari teknologi
pengendalian yang tepat serta efektif, sehingga perkembangan keongmas dapat
ditekan berada dibawah ambang ekonomi.

Batang Pepaya sebagai Umpan Perangkap


Pengendalian hama keong mas ini harus dilakukan secara berkelanjutan.
Umpan alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyebaran hama keong
mas ini ialah daun, tangkai, dan batang pepaya (Carica papaya) tetapi yang terutama
digunakan ialah batang papaya karena batang papaya sangat efisien dimana ukuran
batang pepaya yang besar menyebabkan keong mas yang terperangkap jadi lebih
banyak.
Batang pepaya yang digunakan ialah batang yang berdiameter besar dengan
umur minimal 5 bulan, batang pepaya yang digunakan ialah batang pepaya yang
sudah tidak produktif lagi sehingga tidak mengurangi manfaat dari pepaya itu sendiri.
Sebenarnya jika tidak ada batang pepaya yang tidak produktif, petani dapat
menggantinya dengan menggunakan daun pepaya yang dudah dihancurkan kemudian
6

di letakkan di atas kayu, namun paling baik menggunakan batang pepaya. Batang
pepaya yang ada langsung dibelah dan selanjutnya setiap bagian ini diletakkan
berjejer di dalam petakan sawah baik sebelum tanam maupun setelah ditanami padi
sampai berumur 4 minggu setelah tanam, tetapi lebih lama akan lebih baik. Agar
batang papaya ini berfungsi lebih efektif, maka sebaiknya di atas batang papaya ini
ditambahkan daun papaya yang telah dihancurkan.

Gambar 4. Daun Pepaya


Jumlah batang pepaya yang di gunakan juga harus memperhatikan populasi
dari keong mas tersebut dan tingkat ketersediaan batang pepaya yang ada. Semakin
banyak umpan yang di gunakan maka keong mas yang terperangkap juga semakin
banyak. Penempatan umpan batang papaya ini, antara satu dengan yang lain harus
diberikan jarak yaitu minimal setiap 1 meter, tergantung dari persebaran dari keong
mas tersebut. Penempatan batang pepaya ini lebih baik ditempatkan di dekat
pematang sawah agar memudahkan untuk pemungutan.
Umpan batang pepaya ini lebih baik di letakkan pada sore hari, sehingga
keesokan harinya dapat segera di pungut. Keong mas yang sudah terperangkap harus
segera di pungut, oleh karena itu pemungutan ini harus dilakukan secara
berkelanjutan, pemungutan dilakukn maksimal 2 hari setelah pemasangan. Untuk
meningkatkan efektivitas pengendalian perlu pula dikombinasikan dengan
pemasangan perangkap telur, sehingga keongmas dan kelompok telur yang menempel
baik pada tiang atau di tempat lain segera dibuang, dengan demikian kombinasi
perlakuan tersebut akan menjadi lebih efektif.
Perangkap telur ini sendiri yang paling praktis ialah menggunakan bahan
kayu, bambu atau ranting-ranting kayu. Panjang tiang perangkap tersebut berkisar
antara 1-1,5 meter dangan diameternya sekitar 1-3 cm atau lebih. Tiang perangkap
telur ditancapkan dalam petakan sawah pada kawasan jarak dari pematang antara 1-3
meter dan jarak antar tiang perangkap telur 2-3 meter. Serupa dengan batang pepaya,
perangkap ini jika semakin banyak yang di pasang akan lebih baik. Telur yang ada
pada tiang perangkap dibuang secara berkala (seminggu satu sampai dua kali) dengan
cara melepaskannya dari tiang perangkap dan selanjutnya dibenamkan ke dalam air
atau lumpur. Satu kelompok telur yang dimusnahkan sama artinya dengan
pemusnahan 300-500 keongmas apabila kelompok telur tersebut berhasil menetas.
Keong mas yang ditangkap menggunakan umpan ini lebih banyak
keunggulannya, selain dalam hal kepraktisan dan efisien dalam harga untuk
menambah efektifitasnya, keong mas yang sudah ditangkap ini dapat digunakan
7

untuk pakan itik karena keong yang mati tidak berbahaya/beracun seperti jika
memakai pestisida, selain itu keong mas juga bisa digunakan sebagai pakan ikan, dan
makanan untuk manusia, seperti keripik, kerupuk, sate, tepung hingga pupuk.

Cara Pemanfaatan Batang Pepaya sebagai Umpan Keong mas


Cara pemanfaatan batang pepaya agar dapat digunakan sebagai umpan keong
mas adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan umpan
batang pepaya, seperti:
a. Batang pepaya sebagai bahan dasar, pilihlah batang pepaya yang sudah
tidak produktif.
b. Daun Pepaya
c. Kapak/pisau untuk membelah batang pepaya
2. Proses pembuatan
a. Batang pepaya yang berukuran sedang-besar.
b. Belah batang pepaya tersebut menjadi beberapa bagian, ukurannya tidak
terlalu kecil agar bisa digunakan sebagai wadah daun pepaya.
Apabila tidak ada batang pepaya, petani bisa menggunakan daun pepaya
sebagai alternatif pengganti.
c. Hancurkan daun pepaya menggunakan tangan, lalu letakkan di atas yang
batang pepaya/kayu.
d. Letakkan umpan di sawah yang terserang hama keong mas, dengan jarak
1 meter atau tergantung dari persebaran keong mas itu sendiri.
Umpan batang pepaya ini diletakkan pada sore hari sehingga pada pagi
harinya, keong mas dapat segera di pungut. Setelah itu apabila keong telah berkurang,
usahakan untuk tetap memasang umpan dengan intensitas kontrol minimal 2 hari
sekali.

Prospek ke Depan
Bertolak dari kajian tersebut, adapun pihak-pihak yang dapat membantu untuk
mengimplementasikan gagasan ini yaitu sebagai berikut:
1. Penulis
a. Memperkenalkan bahan alami, dalam hal ini batang pepaya yang dapat
digunakan sebagai umpan keong mas.
b. Berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan setempat
guna merealisasikan program ini agar para petani tidak menggunakan
bahan kimia/pestisida yang sangat membahayakan bagi kesehatan dan
lingkungan.
2. Pemerintah khususnya Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, kontribusinya
seperti:
a. Mensosialisasikan inovasi ini ke masyarakat khususnya para petani agar
mereka menggunakan bahan alami dari pada bahan kimia dalam
memberantas hama keong mas.
b. Menjelaskan manfaat dari penggunaan batang pepaya sebagai salah satu
bahan alami yang digunakan sebagai umpan keong mas.
8

c. Mensosialisasikan bagaimana cara dan teknis pembuatan, peletakan dan


pengkontrolan umpan dari batang pepaya ini.
3. Tokoh Masyarakat
a. Berperan dalam mensosialisasikan dan meyakinkan para petani agar
menggunakan cara ini untuk memberantas hama keong mas.
b. Menggalang para petani untuk bekerja bersama memberantas hama keong
mas.
c. Menjelaskan manfaat penggunaan batang pepaya sebagai bahan untuk
memberantas hama keong mas.
d. Memberikan pelatihan atau penyuluhan mengenai cara pembuatan dan
pengkontrolan umpan dari batang bambu ini.
4. Media
Memperkenalkan pada khalayak bahwa telah ada cara atau metode yang
alami dan ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai umpan pengendali
hama keong mas pada tanaman padi. Sehingga masyarakat terutama konsumen
tidak perlu khawatir mengenai bahaya pemakaian bahan kimia/pestisida.
Untuk merealisasikan gagasan ini langkah-langkah yang perlu dilaksanakan
yaitu sebagai berikut:
a. Bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan untuk
mengadakan sharing atau sosialisasi mengenai cara pengendalian hama
keong mas pada padi menggunakan umpan batang pepaya.
b. Membentuk suatu kelompok percobaan atau percontohan untuk
melaksanakan program ini, yang nantinya akan menginspirasi petani lain
untuk ikut memanfaatkan batang pepaya yang sudah tidak produktif.
c. Membentuk suatu kelompok kerja petani yang secara rutin dan bergantian
bertugas membuat umpan dari batang pepaya yang berasal dari pepaya
yang tidk produktif lagi, membuat perangkap telur dari bambu dan
mengontrol perkembangan dari hama keong mas ini.
d. Rutin mengadakan observasi bersama Dinas Pertanian dan Tanaman
Pangan untuk mengawasi bagaimana tindak lanjut program dari
kelompok percobaan atau percontohan agar diketahuai bagaimana hasil
yang dicapai dan langkah apa yang selanjutnya akan ditempuh.

SIMPULAN

Bertolak dari kajian mengenai pemanfaatan Pemanfaatan Batang dan Daun


Pepaya sebagai Pengendali Alami Hama Keong Mas pada Tanaman Padi:
1) Batang papaya dapat digunakan sebagai pengendali alami hama keong emas
pada tanaman padi karena batang papaya sangat ramah lingkungan, efektif,
dan efisien serta hama keong mas yang menempel pada batang papaya dapat
dimanfaatkan menjadi barang yang bernilai ekonomis yang tinggi sehingga
dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat
9

2) Cara pemanfaatan batang papaya sehingga mampu mengendalikan hama


keong emas pada tanaman padi adalah batang pepaya dibelah menjadi
beberapa bagian, selanjutnya setiap bagian ini diletakkan berjejer di dalam
petakan sawah baik sebelum tanam maupun setelah ditanami padi sampai
berumur 4 minggu setelah tanam, tetapi lebih lama akan lebih baik. Agar
batang papaya ini berfungsi lebih efektif, maka sebaiknya di atas batang
papaya ini ditambahkan daun papaya yang telah dihancurkan. Maka hama
keong mas akan menempel pada batang papaya.
3) Cara yang praktis, efektif dan efisien dalam mengendalikan hama keong emas
pada tanaman padi adalah dengan menggunakan batang papaya yang
diletakkan di dalam petakan sawah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 1993. Pengendalian Siput Emas. Liptan. Balai Informasi Pertanian D.I
Jokyakarta
Suyamto, dkk. 2007. Masalah Lapangan Hama, Penyakit, Hara pada Padi.Puslitbang
Tanaman Pangan. Jakarta.
Setijo, P. 1996. Petunjuk Pengendalian dan Pemanfaatan Keongmas. Trubus
Agriwidia. Ungaran. 106 hal

http://www.ANEKAPLANTASIA.cybermediaclips/KeongMas-SumberPakandanObat-
obatan.html
http://www.harianjogja.com/petani-sleman-keluhkan-hama-keong-masview.html
www.knowledgebank.irri.org.
www.litbang.deptan.go.id
http://www.metrotvnews.com/Tanaman-Padi-di-Pidie-Diserang-Keong.html
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Ketua Pelaksana

1. Nama Lengkap : Radia Yustin Jawas

2. NIM : 0913041001

3. Tempat, Tanggal lahir : Lospalos, 14 Agustus 1991

4. Jenis kelamin : Perempuan

5. Jurusan : Pendidikan Biologi

6. Fakultas : MIPA

7. Universitas : Pendididkan Ganesha

8. Riwayat Pendidikan :

TK : TK An-Nur Same, Timor Leste ( 1996-1997)

SD : SD 27 Pemecutan Denpasar (1997-2003)

SMP : SMP Negeri 4 Denpasar (2003-2006)

SMA : SMA Negeri 4 Denpasar (2006-2009)

PT : Universitas Pendidikan Ganesha (2009-sekarang)

Anggota Pelaksana I

1. Nama lengkap : Ni Komang Dewi Astriani

2. NIM : 0913041017

3. Tempat tanggal lahir : Karangasem, 11 Oktober 1991

4. Jenis kelamin : Perempuan

5. Jurusan : Pendidikan Biologi

6. Fakultas : MIPA
7. Universitas : Pendididkan Ganesha

8. Riwayat Pendidikan :

TK : TK Tunas Kartini 2 , Abang-Karangasem ( 1996-1997)

SD : SD Negeri 1 Purwekerti, Abang-Karangasem (1997-2003)

SMP : SMP Negeri 2 Abang-Karangasem (2003-2006)

SMA : SMA Negeri 2 Amlapura-Karangasem (2006-2009)

PT : Universitas Pendidikan Ganesha (2009-sekarang)

Anggota Pelaksana II

1. Nama Lengkap : Luh Gede Kusuma Dariati

2. NIM : 0913041024

3. Tempat, Tanggal lahir : Denpasar, 24 April 1991

4. Jenis kelamin : Perempuan

5. Jurusan : Pendidikan Biologi

6. Fakultas : MIPA

7. Universitas : Pendididkan Ganesha

8. Riwayat Pendidikan :

TK : TK Widya Kumara Sari ( 1996-1997)

SD : SD N 2 Penatih (1997-2003)

SMP : SMP N 8 Denpasar (2003-2006)

SMA : SMA Dharma Praja Denpasar (2006-2009)

PT : Universitas Pendidikan Ganesha (2009-sekarang)