Anda di halaman 1dari 9

PENGUKURAN

I. PENDAHULUAN

Telur merupakan salah satu hasil produksi peternakan yang


mengandung zat yang diperlukan oleh tubuh. Telur juga merupakan salah
satu makanan yang hampir sempurna karena telur merupakan suatu bahan
yang lengkap mengandung kebutuhan untuk kelangsungan hidup embrio
unggas. Hakekatnya setiap kandungan dari telur memiliki kadar yang
sama, namun keabnormalan yang ditimbulkan oleh telur tersebut dapat
mempengaruhi juga dalam hal pengepakan. Pengukuran adalah penentuan
besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau
satuan pengukuran. Percobaan kali ini kami mengukur panjang dan lebar
atau ketebalan dari telur ayam ras dengan menggunakan jangka sorong
digital. Jangka sorong digital ini menggunakan satuan millimeter (mm).
Kriteria telur ayam yang baik jika dilihat dari luar yakni dengan melihat
kebersihan dari kerabang telur itu sendiri, kemudian dengan melihat
bentuk telur, dan juga keutuhan dari si kerabang telur. Bentuk telur yang
baik yakni telur tersebut berbentuk oval, jadi ada bagian tumpul dan juga
ada bagian runcing, kemudian kerabang tersebut licin.

II. TUJUAN

Tujuan dari praktikum pengukuran ini adalah mahasiswa dapat


menghitung hasil pengukuran telur dengan menggunakan jangka sorong
digital.
III. MATERI DAN ALAT

Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah jangka


sorong digital. Sedangkan bahan yang digunakan adalah telur ayam
ras, puyuh dan itik masing- masing 10 butir.

IV. PROSEDUR KERJA

1. Disediakan telur ayam ras, itik dan puyuh. Masing-masing 10 butir


2. Diberi nomor pada masing-masing telur menggunakan pensil
(bukan bolpoin atau spidol)
3. Jangka sorong dibuat pada posisi nol atau angka 0,00 mm
4. Diukur masing-masing telur :
a. Panjang telur, dengan cara membuka jangka sorong kemudian
diusahakan jangka sorong sampai dapat menjepit kedua ujung
yaitu ujung tumpul sampai ujung yang runcing.
b. Lebar telur, dengan cara membuka jangka sorong kemudian
diusahakan jangka sorong sampai menjepit lebar atau tebal
telur dengan posisi yang paling lebar
5. Dimasukkan data hasil pengukuran ke dalam sebuah tabel
6. Berdasarkan hasil pengukuran, dihitung :
a. Rataan panjang dan lebar telur yang saudara ukur
b. Standar deviasi untuk panjang dan lebar telur tersebut
c. Indeks telur untuk masing-masing telur
d. Rataan indek telur dan standar deviasi indek telur hasil
pengukuran tersebut
Indeks Telur = Lebar Telur x 100%
Panjang Telur

V. WAKTU dan TEMPAT

Percobaan kali ini berjudul PENGUKURAN, dilakukan pada hari


Selasa, 23 Maret 2011 di Laboratorium
VI. HASIL PENGAMATAN

6.1 Data hasil pengukuran telur ayam ras adalah sebagai berikut :
Nomor Panjang Telur Lebar Telur Indeks Telur Keterangan
Telur (mm) (mm) (%)
1 56,20 47,12 83,84 Bulat
2 59,35 45,15 76,07 Normal
3 55,79 45,72 81,95 Bulat
4 57,46 43,21 75,20 Normal
5 62,45 46,45 74,37 Normal
6 56,55 47,94 84,77 Bulat
7 59,78 43,49 72,75 Normal
8 58,05 44,79 77,15 Normal
9 57.05 45,42 79,61 Normal
10 56,66 44,27 78,13 Normal
Jumlah 579,34 453,56 783,84 Normal
Rataan 57,934 45,356 78,384 Normal

Hasil pengukuran standar deviasi :


a. Standar deviasi panjang telur = 2,05
b. Standar deviasi lebar telur = 1,51
c. Standar deviasi indeks telur = 4,07

6.2 Data hasil pengukuran telur itik adalah sebagai berikut :


Nomor Panjang Telur Lebar Telur Indeks Telur Keterangan
Telur (mm) (mm) (%)
1 55,12 43,20 78,3 Normal
2 52,49 43,20 82,3 Bulat
3 55,04 42,51 77,2 Normal
4 53,06 42,59 79,7 Normal
5 52,58 41,20 78,3 Normal
6 53,70 44,74 83,3 Bulat
7 51,25 42,86 83,6 Bulat
8 52,21 42,95 82,2 Bulat
9 54,05 41,88 77,4 Normal
10 55,09 42,60 77,3 Normal
Jumlah 434,9 427,43 799,6 Normal
Rataan 43,459 42,743 79,96 Normal
Hasil pengukuran standar deviasi :
a. Standar deviasi panjang telur = 1,359
b. Standar deviasi lebar telur = 0,934
c. Standar deviasi indeks telur = 2,61

6.3 Data hasil pengukuran telur puyuh adalah sebagai berikut :


Nomor Panjang Telur Lebar Telur Indeks Telur Keterangan
Telur (mm) (mm) (%)
1 31,41 24,82 79,01 Normal
2 32,70 26,14 79,93 Normal
3 31,09 24,96 80,08 Bulat
4 30,57 25,31 82,79 Bulat
5 31,75 25,22 79,53 Normal
6 30,72 24,51 79,78 Normal
7 32,81 25,70 78,32 Normal
8 32,59 24,74 75,29 Normal
9 35,42 26,90 75,94 Normal
10 31.66 25,03 79,05 Normal
Jumlah 320,7 253,13 789,92 Normal
Rataan 32,07 25,313 78,992 Normal

Hasil pengukuran standar deviasi :


a. Standar deviasi panjang telur = 1,421
b. Standar deviasi lebar telur = 0,749
c. Standar deviasi indeks telur = 2,143

VII.PEMBAHASAN

Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas,


biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran (Anonim,2009).
Percobaan kali ini adalah melakukan pengukuran panjang dan tebal dari 10
telur dengan menggunakan jangka sorong digital. Jangka sorong adalah
alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus millimeter,
terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil
pengukuran sangat tergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna
maupun alat (Anonim, 2009). Alat ini berbentuk capit bertangkai
(Anonim, 2009). Membaca jangka sorong diperlukan sedikit keahlian,
karena membaca jangka sorong terdapat dua skala yakni skala utama dan
skala nonius. Satuan skala utama dalam centimeter (cm) sedangkan skala
noniius dalam millimeter (mm) (Anonim, 2009). Percobaan kali ini karena
alat yang digunakan tersebut menggunakan jangka sorong digital maka
cara membacanya hanya melihat angka yang tampak saja. Telur
merupakan salah satu makanan yang hamper sempurna karena telur
merupakan suatu bahan yang lengkap mengandung kebutuhan untuk
kelangsungan hidup (Rahardjo, 2002). Telur yang digunakan dalam
percobaan kali ini adalah telur ayam ras.
Pengukuran yang dilakukan yakni dengan memberikan nomor pada
tiap-tiap telur hingga mencapai nomor ke sepuluh, setelah itu ukur panjang
dan tebal telur dengan menggunakan jangka sorong digital. Mengukur
panjang telur, ukur telur mulai dari ujung telur yang runcing hingga ujung
telur yang tumpul. Mengukur lebar atau ketebalan telur yakni dengan
mngukur lebar telur mulai dari samping kanan telur hingga samping kiri
telur. Hasil yang didapatkan untuk rataan panjang telur yakni sebesar
57,934 mm. Rataan lebar atau ketebalan telurnya yakni sebesar 45,356
mm, kemudian hitung indeks telur dengan cara membagi antara lebar telur
dan panjang telur kemudian hasil yang di dapatkan dikalikan 100%.
Apabila sudah mendapatkan indeks telur dari masing-masing telur,
hitunglah rataan indeks telur. Hasil rataan indeks telur yakni sebesar
78,384%., setelah etelah itu hitunglah standar deviasi dari panajang telur,
lebar atu ketebalan telur, dan juga indeks telur. Hasil dari pengukuran
standar deviasi panjang yakni 2,05. Untuk standar deviasi dari lebar telur
tersebut adalah 1,51, sedangkan standar deviasi untuk indeks telurnya
adalah 4,07.
Telur dapat diakatakan bulat, normal, dan lonjong dengan
menghitung indeks telurnya. Sebuah telur dikatakan bulat apabila indeks
telurnya > 80%, dikatakan normal apabila indeks telurnya berkisar antara
70-80 %, dan dikatakan lonjong apabila indeks telurnya < 70%.
VIII. KESIMPULAN

1. Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur panjang dan lebar


telur dengan menjepit telur tersebut. Jika panjang bagian yang
dijepit ujung tumpul dan runcing, sedangkan lebar dengan menjepit
sisi kanan dan sisi kiri telur dengan ukuran lebar.
2. Bentuk telur dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu telur normal,
bulat dan lonjong
• Jika indeks telurnya > 80 % dikatakan bulat
• Jika indeks telurnya antara 70 % - 80 % dikatakan normal
• Jika indeks telurnya < 70 % dikatan lonjong
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Jangka Sorong. Funnyfree.net/result03/jangka_sorong.


Diakses pada tanggal 29 April 2009

Anonim.2009.JangkaSorong.http://archipeddy.com/property/jangka_soron
g.html. Diakses pada tanggal 29 April 2009

Anonim. 2009. Jangka Sorong.


http://id.wikipedia.org/wiki/jangka_sorong. Diakses pada
tanggal 29 April 2009

Anonim.2009.Pengukuran.http://id.wikipedia.org/wiki/pengukuran.
Diakses pada tanggal 29 April 2009

Rahardjo, Agustinus.H.D, Samsu Wasito. 2002. Buku Ajar Teknologi


Hasil Ternak. Unsoed. Purwokerto.
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA

PENGUKURAN

Disusun oleh :
KELOMPOK 5 A

BIOKTA WAHYUDI

D1E010048
DIMASTYA PRIAMBADA

D1E010049
SRI SETYO PANGESTUTI C

D1E010050
SUNDARI NISA U

D1E010051
WIRA ADI PRAKOSO

D1E010052
AMIYANTO

D1E010053
META OKTAVIANA

D1E010054
TAUFIK NUGROHO

D1E010055
YUDI MAULANA

D1E010056
ARIEF NURCAHYO

D1E010057
BAGUS KETAWANG SETO

D1E010058
SULISTYA CAHYA NEGARA

D1E010059

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PETERNAKAN
PURWOKERTO
2011