Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Didalam suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang atau pengusaha baik yang baru
memulai, merintis, mengembangkan, memajukan maupun mempertahankan bisnis yang
dijalankan diperlukan suatu perencanaan. Salah satu perencanaan yang cukup memegang
peranan penting dalam usaha yaitu pemasaran.

Tanpa pemasaran usaha yang dijalakan akan bersifat statis bahkan para pakar
marketingpun yakin bahwa perencanaan pemasaran yang baik akan membimbing kegiatan
dalam setiap tahapan yang seharusnya dilakukan oleh pemasar dalam memenuhi kebutuhan
dan keinginan pasar sasaran. Perencanaan pemasaran sebaiknya dikonsepkan secara jelas dan
tepat karena marketer akan mampu memperpanjang nilai bagi seumur hidup pelanggan,
maksudnya agar mereka setia.

Sebagai salah satu bahan pembelajaran nyata kami mahasiswi S1 Reguler Tata Boga
2009 diemban tugaskan untuk mengobservasi usaha jasa boga yang telah terbilang sukses,
kelompok kami mengobservasi usaha jasa boga yang telah terkenal yaitu, Pecel Lele Lela
cabang Margonda Depok. Kami mengobservasi tersebut karena usaha tersebut memiliki
banyak cabang diberbagai daerah, terlebih lagi pecel lele merupakan makanan yang khas
dikenal di Indonesia.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah tersebut diatas rumusan masalahnya adalah:

1. Bagaimana sejarah berdirinya Pecel Lele Lela?


2. Apakah visi dan misi Pecel Lele Lela?
3. Peluang pasar apakah yang analisis oleh Pecel Lele Lela?
4. Bagaimanakah perencanaan pemasaran strategi yang dilakukan Pecel Lele Lela?
5. Bagaiamana desain strategi pemasaran Pecel Lele Lela?
6. Bagaimana target penjualan yang ingin dicapai oleh Pecel Lele Lela ?

C. Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah tersebut diketahui tujuan penulisan yaitu:

1. Mengetahui sejarah berdirinya Pecel Lele Lela


2. Mengetahui visi dan misi Pecel Lele Lela
3. Mengetahui analisi peluang pasar Pecel Lele Lela
4. Mengetahui perencanaan pemasaran strategi yang dilakukan Pecel Lele Lela
5. Mengetahui desain strategi pemasaran Pecel Lele Lela
6. Mengetahui target penjualan yang ingin dicapai oleh Pecel Lele Lela
BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah berdirinya Pecel Lele Lela

Merek Pecel Lele Lela merupakan singkatan dari Pecel Lele Lebih Laku. Pecel Lele
Lela didirikan sejak tahun 2006, berawal dari sebuah ide untuk mengembangkan usaha
makanan. Kami memilih Pecel Lele karena pasarnya yang sudah sangat luas dan sudah
dikenal diseluruh Indonesia. Yang terpenting, usaha pecel lele selalu eksis dimana-mana dan
tidak pernah mengenal krisis,hal ini disebabkan oleh bahan baku lele yang mudah di dapat
dan margin penjualanya yang sangat tinggi.

Pecel Lele Lela yang pertama dan satu-satunya memberikan nilai tambah pada usaha
pecel lele,sehingga kami sangat Optimis dan Yakin Pecel Lele Lela akan menjadi Pionir serta
Pemimpin pasar usaha pecel lele modern di Indonesia. Dan bersama kami,PECEL LELE
AKAN MENDUNIA.

B. Visi dan Misi Pecel Lele Lela

Visi

• Menjadi Brand Nasional dan Pemimpin pasar usaha pecel lele modern di Indoneia
• Menjadi Brand Nasional kebanggaan Indonesia,dan memberikaan manfaat yang seluas-
luanya bagi seluruh masyarakat,mitra usaha dan karyawan
• Membawa makanan tradisional khas Indonesia pada dunia internasional

Misi

• Menyediakan berbagai variasi produk hidangan lele yang enak dan unik
• Memberikan kualitas pelayanan yang sangat baik,dengan mengutamakan QSV = Quality,
Service & Value
• Senantiasa berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk memaksimalkan
kepuasan pelanggan dan mitra usaha

C. Analisis Peluang Pasar

Mengapa usaha jasa boga ini lebih memilih lele sebagai komoditas utama atau bahan
utama dari setiap resep yang mereka tawarkan, mengapa bukan ayam, daging, maupun
ikan – ikan jenis lainnya. Ya, sang pengusaha tentu saja telah mempertimbangkan begitu
banyak alasan mengapa menggunakan lele. Berikut alasan yang dipaparkan oleh manager
dari Pecel Lele Lela cabang Margonda Depok :

“ Masyarakat Indonesia pasti sudah familiar dengan yang namanya pecel lele, karena
makanan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di pinggir kanan kiri ruas jalan, pada
sore sampai malam hari. Selain rasanya yang enak, harganya pun terjangkau oleh semua
kalangan. Dan kami pun ingin membuat suatu anggapan bahwa pecel lele itu bukan
makanan pinggiran yang kebersihannya kurang, maka terobosan kami adalah membawa
pecel lele ke tempat yang lebih hygiene dengan harga yang sama seperti dikaki lima. “

Selain alasan tersebut diatas, terdapat alasan lain mengapa pemilik usaha ini
memlilih lele sebagai komoditas bahan utamanya, tidak ayam maupun daging.

 Asal usul ikan lele

Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit
licin.Ikan jenis ini sudah dikenal hampir di seluruh belahan Dunia

Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikan kalang
(Padang), ikan maut Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan),ikan keling
(Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah).

Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan keli
(Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tretrang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut
pula catfish,siluroid, mudfish dan walking catfish.
Di Indonesia sendiri Lele masih dianggap sebagai makanan kelas “Pinggiran”Mungkin
dikarenakan karena pengolahanya masih secara konvensional, serta pandangan
masyarakat mengenai asal usul lele yang diternak secara sembarangan

 Manfaat Ikan Lele

o Kandungan protein Lele sangat tinggi, sekitar 20 persen. Ditambah lagi kandungan
minyak tak jenuhnya juga tinggi.Sehingga sangat mendukung metabolisme dalam
tubuh
o Daging Lele bisa merangsang perkembangan otak anak.Karena Kandungan gizi
daging Lele sangat tinggi serta banyak mengandung vitamin A
o Lemak dalam daging ikan mengandung Poli asam Lemak Tidak Jenuh (PUFA) yang
terdiri dari Omega- 3 dan Omega-6.
o Lemak Tidak Jenuh (PUFA) tidak disintesa tubuh, sehingga harus diperoleh dari
makanan.
o Lemak Ikan Lele dapat menurunkan LDL (Low Density Lipid) Kolesterol dalam
Plasma Darah
o Selain itu, kandungan lemaknya jauh lebih rendah dibandingkan daging sapi atau
daging ayam.
o Ikan Lele hanya mengandung lemak 2 gram saja.(per 100 gr) Ini jauh lebih rendah di
bandingkan sapi 14 dan ayam 25.
Di Negara lain Lele banyak sekali digemari dan diolah menjadi makanan
berkelas,termasuk digemari oleh kalangan Selebritis Holywood seperti, Dolly Parton,
Mel Gibson,dll.

D. Perencanaan Pemasaran Strategik


Perencanaan pemasaran harus dimulai dari penetapan tujuan perusahaan,
misalnya tujuan yang ingin dicapai :
1. Menciptakan kepuasan pelanggan melalui tawaran produk
2. Meningkatkan kulaitas produk dan pelayanan.
3. Memperluas pasar
Adapun perencanaan pemasaran strategic yang dilakukan oleh Pecel Lele Lela
adalah sebagai berikut :
a. Bagi yang berulang tahun, bisa makan di Pecel Lele Lela dengan gratis.
b. Bagi yang bernama sama ( Lela ) dapat makan disana seumur hidup gratis.

E. Desain Strategi Pemasaran


Umumnya desain strategi pemasaran adalah :
1. Memilih pelanggan sasaran yang dituju atau dilayani
2. Mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan
3. Menentukan bauran pemasaran

Pecel Lele Lela memiliki desain strategi pemasaran yang baik, selain dari
perencanaan pemasaran strategic seperti menunjukakan kartu identitas untuk
mendapatkan promo yang diadakan. Selain itu, tata ruangan pun sangat nyaman,
kombinasi warna yang dipadukan sangat menarik, serta system palayanan yang sangat
unik, yaitu dengan meneriakkan : “ Selamat pagi di Lela ! : meskipun hari telah sore
maupun malam hari.
Mengapa ? Karena karyawan pecel lele lela selalu bersemangat dan produk kami
selalu fresh seperti dipagi hari .
Karena kebutuhan dan keinginan pelanggan adalah menginginkan makanan yang
bersih, fresh, enak dan sehat. Dan dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat.

F. Target Penjualan
Target penjualan disusun berdasarkan daerah penjualan masing – masing dengan
memperhatikan penjualan masa lampau, serta perkiraan potensi penjualan yang
dinyatakan dalam satuan produk atau unit dalam periode tertentu, seperti mingguan,
bulanan, semesteran dan tahunan.
Umumnya target penjualan kami ( Pecel Lele Lela ) harus meningkat dari bulan –
bulan sebelumnya.
G. Implementasi Program Pemasaran

Setiap cabang dari Pecel Lele Lela memiliki struktur kepengurusan dalam
kepemimpinannya serta proses pemasaran yang akan dilakukan. Seperti misalnya
periklanan, promosi, produk, penjualan, system informasi pemasaran dan pengembangan
produk baru. Masing – masing bagian dipimpin oleh seorang manager yang bertanggung
jawab terhadap kegiatan sehari – hari sesuai bidangnya.

H. Evaluasi dan Pengendalian Program Pemasaran


Setiap program pemasaran yang telah dilaksanakan oleh Pecel Lele Lela selalu
terevaluasi setiap bulannya. Sehingga ada pengawasan dan pengendalian program
pemasaran yang mampu menjadikan Pecel Lele Lela menjadi lebih baik serta mencapai
visi dan misi yang ditetapkan awal.
BAB III

PENUTUP

Seringkali pemasaran dikatakan sebagai ujung tombak keberhasilan sebuah usaha.


Karena sangat menentukan kelangsungan hidup sebuah usaha, sudah selayaknya
pemasaran harus melewati proses perencanaan terlebih dahulu oleh pelakunya. Sementara
itu merencanakan bisa dikatakan sebagai suatu proses antisipasi tentang kejadian dan
kondisi di masa mendatang, dan menentukan upaya terbaik untuk pencapaian tujuan
organisasi/usaha. Tentu saja untuk menyusun dengan baik sebuah perencanaan
pemasaran, pemasar harus mengetahui komponen-komponen apa saja yang harus
diperhatikan dalam penyusunan perencanaan. Pemilihan dalam pencarian letak lokasi yang akan
digunakan dalam menjalankan suatu usaha adalah hal yang paling pentingdan dominan dalam
berjalannya suatu usaha. Pada resto lele lela mereka menggunakan cara yang sangat unik intuk
menarik konsumen. Hal unik tersebut yang menjadikan lele lela beda dengan pecel lele ditempay
lainnya. Kerja keras dan inovasi produk harus dilakukan secara rutin agar konsumen yang
berkunjung pun mendapatkan hal bar setiap mereka kembali berkunjung.
BAB IV

LAMPIRAN