Anda di halaman 1dari 13

Macam – macam ikatan batu bata.

Adapun ikatan batu bata tersebut adalah :

1. Ikatan Biasa
Bata dipasang memanjang pada tiap lapisnya dan biasanya tebal dinding 20 cm
( sudah diplester ). Pemasangan batu bata terakhir dipasang ½ batu dan pada
lapisan kedua diatas bata ½ batu, dipasang batu utuh sehingga menjadikan siar
tegak tidak sejajar dan merupakan zig – zag.

2. Ikatan kepala ( Header Bond )


Ikatan ini digunakan untuk dinding yang tebalnya 30 cm atau 1 batu. Bata
dipasang melintang semua dan setiap satu lapis awal pemasangan dimulai dengan
bata ¾ . Jenis ikatan ini digunakan pada dinding sebelah bawah, dinding yang
melengkung dan pondasi.

1
3. Ikatan Inggris ( English Bond )
Ikatan ini dipasang dengan berselang – seling, yaitu satu lapis dipasang
arah melintang batu dan yang lain dipasang arah memanjang batu, tetapi pada
melintang setiap akhir pemasangan dipasang bata ¼ yang berguna memenuhkan
permukaan pasangan dan menjaga agar siar tegak tidak segaris.

4. Ikatan Flemish ( Flemish Bond )


Ikatan Flemish adalah ikatan yang memanjang dan melintang selang –
seling dalam satu lapis. Antara setiap lapis dipasang ¼ bata untuk memenuhkan
bata dan membuat siar tegak tidak segaris. Jenis ikatan digunakan pada dinding
yang tebalnya 30 cm dan biasanya untuk pasangan super bata yang bersih tanpa
plesteran.

Pada lapisan keempat, setelah dipasang memanjang diikuti oleh bata ½


yang dipasang melintang. Untuk lapisan satu sama dengan lapisan tiga yaitu bata
½ batu yang dipasang melintang. Ikatan ini digunakan untuk dinding yang
tebalnya 30 cm dan biasanya merupakan pasangan batu bersih.

2
5. Ikatan Jerman (Ducth).

Ikatan jerman ini adalah tipe yang hampir sama dengan ikatan inggris,
dimana bata dipasang berselang – seling tiap lapis antar bata memanjang bata
melintang tetapi disini tidak ada bata ¼ dipasang. Setiap lapisan bata yang
memanjang diawali dengan pasangan ¾ bata dan diikuti oleh sebuah bata
melintang, dan seterusnya dipasang bata biasa saja, siar tegak disini merupakan
tangga. Biasanya ikatan ini digunakan untuk dinding yang tebalnya 30 cm.

BAB III

TEKNIK KERJA BATU

3
3.1. Pengaturan tempat kerja

Tujuan :

1. Agar dapat menghindari dari kecelakaan dalam bekerja.


2. Agar dapat memudahkan dalam bakerja.
3. Agar dapat meningkatkan produktifitas kerja.
4. Agar dapat menghindar
5. Agar dapat meningkatkan.

6. Agar dapat mengurangi kejenuhan dan kelelahan dalam bakerja.

a. Penempatan Bahan – bahan


Agar leluasa dalam bekerja, maka terlebih dahulu diatur penempatan
bahan – bahan ditempat yang aman dan mudah terjangkau, antara lain :

- Kotak spesi ditempatkan sejauh 70 cm dari bidang pasangan.


- Kalau pasangan panjang, mungkin dibutuhkan 2 atau 3 kotak spesi.
- Batu diletakkan disamping kotak spesi dan disusun berdiri menurut arah
lebarnya sebanyak tiga lapis.
- Air didalam ember diletakkan dibelakang kotak spesi.
b. Penempatan Peralatan
Agar tidak menimbulkan bahaya terhadap si Pekerja, maka diatur
penempatan peralatan sebaik – baiknya, antara lain :

1. Sendok spesi dicantolkan dipinggir kotak spesi.


2. Waterpass dan tongkat ukur ditempatkan diatas permukaan kotak spesi
bagian sisi belakang.
3. Plat siku diletakkan diatas lantai dan rapat ke kotak spesi

BAB IV

JOB – JOB PEKERJAAN

JOB I

4
JUDUL : MEMASANG DINDING ½ BATA MEMBENTUK
SUDUT SIKU

Section I.1 Tujuan :


1. Memasang dinding batu ½ membentuk sudut siku bata dengan teknik
yang benar.
2. Dapat mengukur ketegakan dan kedataran dengan waterpass supaya benar.
3. Memotong batu bata dengan mengunakan palu pemotong bata.

Instuksi Umum :
1. Teknik perletakan mortar dan batu bata harus benar.
2. Setiap tebal siarnya 1 – 1,5 cm dan harus sama tebal.
3. Penekanan untuk m,enurunkan bata dengan menggeser bata, jangan
diketok karena akan mengurangi kekuatan nantinya.
4. Posisi waktu kerja sebelah kiri dari bidang pasangan dan kotak spesi dari
sebelah kanan. Setiap lapis bata harus dicek kedataran

Peralatan dan Bahan-bahan :


- Sendok spesi - Meteran - Palu Pemotong batu

- Ember - Sekop - Ayakan Pasir


- Line bobbyn - Cangkul aduk - Waterpass
- Gerobak dorong - Siku- siku - Tongkat ukur
- Kotak spesi - Semen - Pasir
- Batu bata - Air

Langkah Kerja :
1. Bersihkan lokasi yang akan digunakan siapkanlah alat dan bahan yang
akan digunakan taruhlah di tempat tersebut.

5
2. Mengambil satu sendok spesi dan sebuah bata, pasang melintang dengan
jarak 5 – 20 cm dari ujung pasangan bata yang akan di bangun lalu ukur
kedataran dengan waterpass. Begitu juga pada ujung satunya, lalu buat
juga bata dengan membentuk sudut siku dengan menggunakan siku-siku.
3. Mengambil tongkat ukur letakkan diatas waterpass, lihat posisi nivo sudah
ditengah atau belum, jika belum pas ditengah naikkan atau turunkan bata
tsb
sampai pas nivo benar- benar ditengah.lakukanlah juga pada bata yang
membentuk sudut siku.
4. Pasanglah line bobbyn pada ujung-ujung bata tersebut.Kemudian letakkan
mortar dilantai kerja dengan sisi bata yang panjang sejajar dengan benang.
5. Pertemuan antar bata pertama dengan bata kedua harus dibatasi oleh spesi
setebal 1 cm sebagai siar sebagai pasangan hingga selesai.
6. Untuk memasang pada lapisan berikut, siapkan siar pada lapisan kedua
yang tepat ditengah lapisan bata, pada bagaian 6 di buat membentuk
tangga dan pada ukuran 5 ujung bata harus tegak lurus, di ukur
menggunakan waterpass. Dan siar tersebut harus berisi padat.
7. Sisi lapisan pertama harus tegak lurus dengan lapisan kedua dengan
mengunakan waterpass.Pada ujung bata, kita akan mengukur kedataranya
dengan waterpass dengan bantuan tongkat ukur.
8. Selanjutnya pasang line bobbyn pada kedua ujung pasangan yang sudah
sama Kedataranya.
9. Untuk memasang lapisan ketiga pada bagian 6 bata dikurang 1 batu dan
pada bagian 5 bata harus tegak lurus dengan lapisan yang lain.
10. Memasang seterusnya pada 6 bata di kurang satu bata terus sehingga
membentuk tangga. Dan pada bagian 5 bata, ½ bata untuk tiap lapisan.
Dan menggunakan waterpass untuk memeriksa kulurusan bata.
11. Untuk seterusnya lakukan lakukan sesuai dengan lapisan yang lainnya.
Memasang selapis demi selapis sampai lapisan kedelapan

6
GAMBAR BANGUNAN

Gambar. Tampak atas

Gambar. Tampak samping

7
JOB : II

JUDUL : MEMASANG DINDING 1 BATA DALAM IKATAN


JERMAN

TUJUAN
1. Dapat membuat pasangan satu bata dalam ikatan Jerman
2. Dapat membentuk akhir pasangan dengan ketegakan serta kedataran yang
baik dan benar.
3. Dapat menghitung kebutuhan bahan yang diperlukan dalam per meter
panjang dan komposisi adukan tertentu.
Instruksi Umum :
1. Pasangan bata harus datar dan tegak lurus dan salah satu sisi yang lebar
diabaiakan ketegakan ukuran bata yang relative tidak sama.
2. Pemasangan bata memanjang harus berurutan dan juga harus sejajar.
3. Setiap selesai memasang bata satu lapis dikontrol ketegakan dan
kelurusannya menggunakan waterpass.
4. Perletakan bata pada bagian depan harus lurus dan siarnya sama
ketebalanya.
5. pada kedua ujungnya di buat tegak lurus saja.

Perlatan dan Bahan-Bahan :


- Sendok spesi - Semen - Batu bata
- Waterpass - Pasir - Semen
- Palu Pemotong bata - Batu-bata - Pasir
- Line bobbyn - Air
- Kotak spesi - Sekop
- Tongkat ukur - Ember

8
Langkah kerja :
1. Siapkan adukan dan bahan-bahan yang diperlukan.
2. Tempatkan peralatan dan bahan sesuai aturan dan lokasi kerja.
3. Gambar dan buatlah rencana kerja pada lokasi kerja menggunakan alat
yang tersedia.
4. Ukurlah besar dan lebar bata dan ambil rata-rata.
5. Rendamlah batu bata yang akan digunakan terlebih dahulu agar batu bata
tersebut jenuh air.
6. Letakan batu pada ujung yang terlebih dahulu di letakkan siar di tiap
pemasangan batu bata, di lakukan peletakan dengan melintang.
7. Letakkan tongkat ukur dan waterpass pada pasangan serta atur kedataran
dan ketinggianya.
8. Memasang line bobbyn lengkap dengan benang ditiap pasangan batu bata.
9. Mulailah pemasangan dengan mengambil benang tadi sebagai patokan
untuk ketinggian batu bata yang akan di pasang.
10. Pemasangan dilakukan dengan tangan kiri memegang, batu bata dan
tangan kanan memegang sendok spesi.
11. Jarak antara batu / siar lebih kurang 1 cm, yang harus diisi dengan spesi
yang penuh dan padat.
12. Letakakn batu bata dengan menekan dan mengeser-geserkanya, tetapi
jangan diketok dan diletakan begitu saja.
13. Cara pemasangan pada lapisan ke dua adalah batu bata dipotong ¾
kemudian bata dipasang memanjang dengan syarat tidak ada siar segaris
harus zig-zag.
14. Pemasangan bata pada lapisan ketiga sama dengan lapis pertama.
15. Lapisan ke empat bata dipotong ¾ dipasang memanjang, kemudian
dipasang bata dengan arah melintang, dan bata selanjutnya dibuat
memanjang.
16. Lapisan ke lima sama dengan lapisan ke pertama, begitu selanjutnya
sampai lapisan ke delapan.

9
17. Siar datar berukuran kurang lebih 0,8 – 1,2 cm.
18. Cek kedataran dan ketegakkan dengan menggunakan waterpass.
19.Koreksi dan Periksa pekerjaan bata pada insruktur.

TEORI DASAR
Di rumah-rumah di Indonesia Dinding 1 bata dibuat untuk memikul beban
yang amat tinggi misalnya untuk dinding suatu benteng pertahanan, dibuat 1 bata
agar tidak mudah dirobohkan atau ditembus oleh penjajah atau orang jahat
lainnya. Dinding 1 bata ini memiliki 4 jenis ikatan yang sangat populer yaitu ;
- Ikatan Kepala
- Ikatan Inggris
- Ikatan Flemish
- Ikatan Jerman

- Ikatan Kepala

10
Pada bidang Pasangan akan kelihatan semua kepala batanya saja karena itu
disebut sebagai ikatan kepala. Semua bata dipasang melintang, kecuali pada awal
lapisan genap dimulai dengan ¾ bata dan lapisan atau urutan bata lainnya
menyesuaikan.

- Ikatan Inggris

Pemasangannya berselang-seling yaitu satu lapis dipasang arah melintang


dan satu lapis diatasnya dipasang arah memanjang batu. Tapi pada lapis bata
melintang atau bata pada lapisan ganjil batu bata urutan kedua dipasang bata ¼
BT.

- Ikatan Flemish

11
Ikatan flemish adalah ikatan yang berselang-seling dalam satu lapis,
susunannya adalah setelah dipasang bata melintang kemudian dipasang bata
memanjang kemudian seterusnya dilakukan begitu juga. Pada lapisan Ganjil
dimulai dari ½ bata kemudian ¼ BT lalu 1 bata ,kemudian ¼ bata dan seterusnya.
Sedangkan lapisan genap dimulai dari 1 bata kemudian ¼ bata dan seterusnya.

- Ikatan Jerman

Ikatan ini dipasang berselang setiap lapisnya. Lapisan ganjil susunan


batanya melintang dan lapisan genapnya memanjang dan dimulai dari ¾ bata.
Tapi khusus pada lapisan kelipatan 4 setelah ¾ bata kemudian disusul dengan bata
melintang kemudian baru membujur lagi.

12
• Bahan
- Batu bata besar berlubang
- Bata ¼ bata
- Bata 3/4 bata
- Semen
- Pasir
- Paku Ø 1 1/211
- Paku Ø 211
- Benang tukang

• Alat ;
- Roll meter - Pensil
- Siku-siku - Gergaji kayu
- Palu cakar - sekop
- Ayakan pasir - Ember
- cangkul aduk - kotak aduk
- kotak spesi - Sendok spesi
- waterpass - Selang plastik Ø 5 mm
- palu pemotong bata - Jointer
- Gerobak dorong

• Keselamatan kerja:
- Kerjakanlah pekerjaan sesuai dengan petunjuk dari instruktur
- Pakailah perlengkapan keselamatan yang telah ditentukan
- Gunakanlah alat sesuai dengan kegunaannya
- Konsentrasilah pada pekerjaan

13