Anda di halaman 1dari 24

Tugas Kimia Instrumen

ANALISIS SUATU ZAT DENGAN METODE KONVENSIONAL DAN


INSTRUMENTAL
1. Analisis Pendeteksiankat i on (Na+, NH4+, K+, Mg2+, dan Ca2+) dan/atauani on (Cl-, NO3-,
dan SO42-) anorganik yang umum yang terdapat dalam sampel air alam (natural water
samples) seperti air hujan, air danau, air permukaan tanah, air kolam, air sungai serta
jenis air alam lainnya.
Metode konvensional :
a. Metode spektrometri atom (atomic spectroscopy method), baik yang bersifat serapan

maupun emisi. Teknik analisis ini bekerja efektif dalam penentuan konsentrasi ion-ion logam dalam level pengukuran
yang kecil dalam sebuah sampel. Sistem ini mengandalkan nyala api (flame) yang berfungsi sebagai alat penyemprot
(atomizer).

Keunggulan: Teknik analisis ini bekerja efektif dalam penentuan konsentrasi ion-ion logam dalam level pengukuran yang
kecil dalam sebuah sampel. Sistem ini mengandalkan nyala api (flame) yang berfungsi sebagai alat penyemprot
(atomizer).
Kelemahan: tidak efektif untuk untuk penentuan konsentrasi ion logam dalam skala
besar.
b. Teknik analisis logam/ion yang klasik (furui) yang biasa dikenal seperti gravimetri,
titrasi, turbidimetri, kolorimetri, dan lain-lain.
Keunggulan : menggunakan peralatan yang lebih sederhana dan murah.

Kelemahan : mempunyai pendeteksian yang terbatas (limited detection) serta membutuhkan waktu yang lama untuk
menentukan konsentrasi suatu ion tertentu dalam sampel. Dikatakan lama karena pendeteksiannya dengan sistem per
ion/logam. Lebih daripada itu, penggunaan metode ini memberikan keakuratan hasil analisis yang rendah.
Metode Instrumental:
a. Kromatografi ion modern, teknik ini banyak diaplikasikan dalam menganalisis di
sejumlah jenis sampel air alam sebagai bentuk monitoring terhadap kondisi lingkungan
sekitar.
Gambar diatas memperlihatkan rangkaian alat atau komponen dasar yang biasa dipakai
dalam teknik kromatografi ion, yang terdiri atas:
1)Eluent, yang berfungsi sebagai fase gerak yang akan membawa sampel tersebut
masuk ke dalam kolom pemisah;

2)Pompa, yang berfungsi untuk mendorongel uent dan sampel tersebut masuk ke dalam kolom. Kecepatan alir ini dapat dikontrol
dan perbedaan kecepatan bisa mengakibatkan perbedaan hasil;
3)Injektor, tempat memasukkan sampel dan kemudian sampel dapat didistribusikan
masuk ke dalam kolom;
4) Kolom pemisah ion, berfungsi untuk memisahkan ion-ion yang ada dalam sampel.

Keterpaduan antara kolom dan eluent bisa memberikan hasil/puncak yang maksimal, begitu pun sebaliknya, jika tidak ada
³kecocokan´, maka tidak akan memunculkan puncak;
5) Detektor, yang berfungsi membaca ion yang lewat ke dalam detektor;
6) Rekorder data, berfungsi untuk merekam dan mengolah data yang masuk.
Beberapa jenis kromatografi ion :
- ion-exclusion/cation-exchange column. Dalam metode ini,kolom pemisah yang
dipakai hanya satu buah untuk menentukan anion dan kation sekaligus.

Keunggulan: dilakukan pendeteksian secara serempak (simultaneous) antara anion dan kation dalamsekali injek
(injection) untuk sebuah sampel, sehingga dapat menekan biaya operasional (operational cost), memperkecil jumlah
limbah (waste) saat analisis berlangsung, memperpendek waktu analisis (short time analysis) serta dapat memaksimalkan
hasil yang diinginkan.
Kelemahan : metode ini sangat terbatas di sejumlah kecil dari anion dan/atau kation
saja. Keterbatasan itu, manakala jumlah anion dan kation yang umum (common
inorganic anions and cations) yang biasa muncul dalam sampel air alam bertambah
banyak, maka sistem ini tidak cocok lagi.
- Kromatografi menggunakan gabungan dua buah kolom pemisah (kolom pemisah

kation dan kolom pemisah anion) dengan menyusunnya secara seri atau paralel. Namun pendekatan ini punya titik kritis
karena ada kemungkinan waktu yang dibutukan sebuah puncak yang biasa dikenal retention time (tR), baik puncak kation
(cation peaks) maupun puncak anion (anion peaks) akan tumpang-tindih (overlap) satu sama lain.
2. Teknik analisis untuk menetapkan konsentrasi suatu unsur ion logam Cu dan Zn
dalam suatu sampel.
Metode Konvensional:
a. Elektrogravimetri, adalah metode yang menggunakan pemisahan dan pengukuran ion

dari sampel, biasanya dari logam. Dalam proses ini sampel larutan dilakukan melalui elektrolisis. Reduksi elektrokimia
menyebabkan analit mengendap pada katoda. Hasil pada katoda ditimbang sebelum dan setelah percobaan, dan perbedan
dapat digunakan dengan menghitung persentase dari sampel dalam larutan.
Keunggulan :Peralatan lebih sederhana dan murah
Kelemahan: Ketelitian dalam pengukuran sangat rendah, hanya untuk logam tertentu
yang dapat dielektrolisis.
Metode Instrumental :

a.AtomicAbsorption Spectroscopy (AAS) adalah suatu teknik analisis untuk menetapkan konsentrasi suatu unsur (logam) dalam
suatu sampel (Khopkar, 1990). MetodeAtomicAbsorption Spectroscopy (AAS) berprinsip pada absorbsi cahaya oleh
atom.Atom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsurnya. Dengan
absorbsi energi, berarti memperoleh lebih banyak energi, suatu atom pada keadaan dasar dinaikkan tingkat energinya
ketingkat eksitasi.
Keunggulan :

- Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) dapat digunakan sampai 61 logam

- Alatnya sangat spesifik

- Dapat menganalisis banyak sampel dalam waktu singkat untuk sekali penyaringan
analit logam.
- Sebelum pengukuran tidak selalu memerlukan pemisahan unsur yang ditentukan
karena kemungkinan penentuan satu unsur dengan kehadiran unsur lain dapat
dilakukan asalkan katoda berongga yang diperlukan tersedia
- Ketelitiannya samapi tingkat runut, tidak memerlukan pemisahan pendahuluan.
Kelemahan :
- Memerlukan lebih banyak waktu untuk memulai diantara unsur
- Menggunakan satu unsur dalam 1 waktu

3.Pemisahan campuran asam amino atau protein.Pemisahan ini dapat dilakukan dengan metode elektroforesis.Asam amino bisa
bermuatan positif, negative, atau netral tergantung pada kondisi pH larutan. Ketiga jenis muatan asam amino bisa berada
bersama-sama bila larutan asam amino dikondisikan pada harga pH tertentu dan kita bisa mengontrolnya melalui
pengetahuan harga titik isolelektrik suatu asam amino.
Metode Konvensional :
a. Elektroforesis konvensional. Dalam metode ini diperlukan media tempat pemisahan,

misalnya kertas atau gel, yang masing-masing ujungnya tercelup dalam larutan buffer. Cuplikan berupa campuran
(misalnya campuran protein) diteteskan pada bagian tengah media tersebut. Salah satu larutan buffer dihubungkan melalui
elektroda platina atau batang karbon dengan kutub positif searah. Oleh karena komponen-komponen campuran bermuatan
listrik, maka komponen tersebut akan bermigrasi ketika arus listrik searah dialirkan. Komponen-komponen yang
bermuatan positif bergerak menuju katoda (kutub negative) dan komponen bermuatan negative menuju anoda (kutub
positif). Sedangkan komponen netral tidak bergerak. Hasil pemisahan elektroforesis konvensional ditunjukan oleh adanya
noda-noda berwarna sepanjang media pemisah.
Keunggulan :
- elektroforesis konvensional mudah dilakukan menggunakan peralatan sederhana
Kelemahan:
- hasil pemisahan seringkali tidak memuaskan, noda yang satu dengan yang lainnya
sukar dibedakan karena tumpang tindih
- tidak dapat mendeteksi konsentrasi cuplikan yang rendah
- waktu yang diperlukan terlalu lama
Metode Instrumental :
a. Elektroforesis Kapiler. Elektroforesis kapiler merupakan metode pemisahan modern

yang dilakukan pada pipa kapiler berisi buffer menggunakan listrik bertegangan tinggi.Akibat penggunaan pipa kapiler
dan arus listrik bertegangan tinggi, maka semua komponen baik ion atau molekul netral bergerak menuju katoda yang
dapat dideteksi menggunakan teknik pendeteksian spektrometri atau elektrokimia.efisisensi teknik pemisahan ini
dipengaruhi oleh factor tegangan listrik, panjang dan diameter pipa kapiler, koefisien difusi, dan konsentrasi cuplikan.
Keunggulan :
- Memberikan hasil yang lebih baik dalam efesiensi, selektifitas dan resolusi analisis
suatu sampel
Kelemahan:
- Boros dalam penggunaan listrik, karena menggunakan tegangan tinggi.
- Peralatan yang digunakan cukup kompleks dan harganya mahal
4. Analisis Lipid
Metode Konvensional :
y

Kromatografi Lapis Tipis

Setetes campuran ditempatkan pada garis dasar lempengan lapis tipis dan bercak-bercak kecil yang serupa dari lipida yang
telah diketahui juga ditempatkan disamping tetesan yang akan diidentifikasi. Lempengan lalu ditempatkan pada posisi
berdiri dalam pelarut yang sesuai dan dibiarkan seperti sebelumnya.
Kelebihan:

Alat yang digunakan lebih sederhana
Kelemahan:

Membutuhkan waktu yang lama

Menggunakan pelarut yang banyak
Metode Instrumental :
y

SFC (Supercritical Fluid Chromatography)


P emisahan campuran komplek mono-,di-, dan trigliserida dengan SFC kapiler dilakukan
pada kolom 19 x 100 µm yang dilapisi DB-5 (tebal 0,25 µm) dengan suhu 900C. Karbon dioksida digunakan sebagai fasa
gerak dengan tekanan 150 atm hingga 300 atm. Detektor yang digunakan adalah detektor FID. Trigliserida yang
mempunyai berat molekul di atas 1000 dengan mudah terelusi dari kolom 20 m.
Kelebihan:

Mampu memisahkan campuran senyawa yang mempunyai massa molekul tinggi

Dapat langsung menganalisis campuran-campuran komplek tanpa harus dibuat
derivatnya terlebih dahulu

Mampu memisahkan campuran yang labil pada suhu tinggi

Bekerja lebih cepat dan efisien
Kelemahan:

Alat yang digunakan lebih rumit
5. Analisis Gugus Fungsi
Metode Konvensional :
y

Uji Positif Gugus Fungsi


Zat yang digunakan propanon.
Uji Tollens adalah sebuah uji kimia yang membedakan gugus aldehid dan gugus keton..
Jika senyawa tersebut mempunyai gugus keton, maka tidak akan terbentuk cincin perak.
Sebaliknya jika ia mengandung gugus aldehida, maka akan terbentuk cincin perak.
Kelebihan:

Dapat membedakan antara gugus aldehid dengan keton
Gambar diagram alirHPLC
7. A nalisis KadarEtanol dalam MinumanAnggur
M

t

!

K

"
#

"
$

i

"
%

l
&

a. Metode Berat Jenis


Untuk penggunaan prakti slebih sering didefinisikan sebagai perbandingan massadari
suatu zat t erhadap massa sejumlah volume air yang sama pada suhu° atautemperaturlain yangtertentu.ngka yang
pertama menunjukkantemperatur udara saat zat ditimbang, angka yang berikutnya menunjukkantemperatur air yang
digunakan (Martin dkk.,1983).
Berat jenis larutan e tano lda patdiukur dengan piknometer. Berat jenis laru tan e tano l
semakin kecil, maka kadar etanol di dalamlarutantersebut semakin besar.Hal i ni
dikarenakan etanol mempunyai berat j enislebih kecil daripada air sehingga semaki
n kecil

berat j enislarutan berarti jumlah/ kadar etanol semakin banyak. Kelebihan dari metodeini adalah peralatan yang
sederhana sedangkan kekurangannya adalah waktu yang relatiflama dan kurang akurat dalam menganalisis senyawanya.
Yang pertama dilakukan adalah
piknometer dibersihkan secara hati -hati dengan
menggunakan aseton, kemudian dikeringkan dan ditimbang.kuades didinginkan sampai
di bawah suhu percobaan (± 15°C).Piknometer diisi dengan akuades secara hati
-hati

hingga penuh dantermometer dimasukkan.Suhu akuades dalam piknometer ditunggu hingga mencapai suhu percobaan
(20°C), kelebihan akuades pada puncak pipa kapiler dibersihkan.Piknometer yang berisi akuades segera ditimbang dan
beratnya dicatat.Cara yang sama dilakukan untuklarutan baku etanol l alu berat j enisnyua dihitung. Kemudian
pengukuran kadar etanol dalam metode berat j enis, cara kerjanya sama dengan pada pengukuranlarutan baku etanol
dengan piknometer dan yang digunakan adalahlarutan sampel.
M
'

t
(
)
'
0
1
2

t
3
4
5
'
1

t
6

l
7

a. Metode Kromatografi Gas


Kromatografi gas adalah teknik kromatografi yang bisa digunakan untuk memisahkan senyawa organik yang mudah
menguap. Senyawa-senyawa yang dapat ditetapkan dengan kromatografi gas sangat banyak, namun ada batasan-
batasannya. Senyawa-senyawa tersebut harus mudah menguap dan stabil pada temperatur pengujian, utamanya dari 50 ±
300°C. Jika senyawa tidak mudah menguap atau tidak stabil pada temperatur pengujian, maka senyawa tersebut bisa
diderivatisasi agar dapat dianalisis dengan kromatografi gas.
Ada beberapa kelebihan kromatografi gas, diantaranya kita dapat menggunakan kolom

lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang tinggi. Gs dan uap mempunyai viskositas yang rendah,
demikian juga kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat, sehingga analisis relative cepat dan
sensitifitasnya tinggi. Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat- zat
terlarut. Kelemahannya adalah tehnik ini terbatas unruk zat yang mudah menguap.
P engukuran kadar etanol dalam metode kromatografi gas yaitu dengan cara larutan sampel
minuman anggur yang telah didestilasi masing-masing diambil 1,0 ml menggunakan mikropipet dan dimasukkan ke dalam
labu ukur 50 ml, kemudian ditambahkan 0,1 ml n- butanol dan diencerkan dengan akuades. Larutan ini masing-masing
diambil 1l dan disuntikkan ke dalam kolom melalui tempat injeksi. Luas puncak etanol dan n-butanol dari kromatogram
dihitung kemudian dicari rasio luas puncak etanol/n-butanol. Kadar etanol dalam minuman anggur ditentukan
menggunakan persamaan kurva baku.
8. Analisis Penetapan Kalor Reaksi
Metode Konvensional :
a. Kalorimeter Klasik / Sederhana

Kalorimeter ini biasanya dipakai untuk mengukur kalor reaksi yang reaksinya berlangsung dalam fase larutan
( misalnya reaksi netralisasi asam ± basa / netralisasi, pelarutan dan pengendapan ).Pada kalorimeter ini, kalor reaksi

jumlah kalor yang


diserap / dilepaskan larutan sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan diabaikan. Beker aluminium dan
gelas plastik jenis polistirin (busa) dapat digunakan sebagai kalorimeter sederhana dengan termometer dan
pengaduk.Pengukuran kalor dilakukan dengan menentukan perubahan suhu yang terjadi selama proses perubahan kimia
atau fisika berlangsung. Keuntungan menggunakan gelas plastik sebagai kalorimeter adalah murah harganya dan setelah
dipakai dapat dibuang. Sedangkan kelemahannya adalah memerlukan waktu yang lama karena dilakukan secara manual.
Metode Instrumental :
b. KalorimeterBom

Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada
pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar. Kalorimeter ini terdiri dari
sebuah bom ( tempat berlangsungnya reaksi pembakaran, terbuat dari bahan stainless steel dan diisi dengan gas oksigen
pada tekanan tinggi ) dan sejumlah air yang dibatasi dengan wadah yang kedap panas. Reaksi pembakaran yang terjadi di
dalam bom, akan menghasilkan kalor dan
diserap oleh air dan bom. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap
kalor (kalorimeter) dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari kawat logam terpasang dalam tabung.Untuk menentukan
perubahan entalpi dilakukan dengan cara yang sama dengan penentuan perubahan kalor yang dilakukan pada tekanan
konstan. pAda metode ini memilliki kelebihan yaitu waktu yang dibutuhkan singkat, tidak repot karena dikerjakan secara
modern. Sedangkan kelemahannya adalah harga yang terlalu mahal.
9. Analisis Penentuan kadar Fe dalam sampel
Metode konvensional :
a. GRAVIMETRI
Analisis gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif dengan

penimbangan. Tahap awal analisis gravimetri adalah pemisahan komponen yang ingin diketahui dari komponen-
komponen lain yang terdapat dalam suatu sampel kemudian dilakukan
pengendapan.
P engukuran dalam metode gravimetri adalah dengan penimbangan, banyaknya
komponen yang dianalisis ditentukan dari hubungan antara berat sampel yang hendak
dianalisis, massa atom relatif, massa molekul relatif dan berat endapan hasil reaksi.

Suatu analisis gravimetri dilakukan apabila kadar analit yang terdapat dalam sampel relatif besar sehingga dapat
diendapkan dan ditimbang.Apabila kadar analit dalam sampel hanya berupa unsure pelarut, maka metode gravimetri tidak
mendapat hasil yang teliti. Sampel yang dapat dianalisis dengan metode gravimetri dapat berupa sampel padat maupun
sampel cair.
Kelebihannya : penyusun yang dicari dapat diketahui pengotornya, sehingga bila
diperlukan dapat dilakukan pembetulan.
Kekurangannya
: membutuhkan waktu yang lama.
Metode Instrumental :
b. Atomic Absorption Spectroscopy (AAS)

Dalam kimia analitis,AtomicAbsorption Spectroscopy (AAS) adalah teknik untuk menentukan konsentrasi logam tertentu
elemen dalam sampel. Teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis konsentrasi lebih dari 70 jenis logam yang
berbeda dalam suatu larutan.
Teknik analisis ini memanfaatkan spektrometri penyerapan untuk menilai konsentrasi
suatu analyte dalam sampel. Karena itu sangat bergantung pada hukum Beer-Lambert.

Singkatnya, elektron dari atom di dalam alat penyemprot dapat dipromosikan ke orbital yang lebih tinggi untuk waktu
singkat dengan menyerap jumlah seperangkat energi (cahaya yaitu panjang gelombang tertentu). Jumlah energi (atau
panjang gelombang)

Spektroskopi massa adalah suatu instrument yang dapat menyeleksi molekul-molekul gas bermuatan berdasarkan massa
atau beratnya. Teknik ini tidak dapat dilakukan dengan spekstroskopi, akan tetapi nama spektroskopi dipilih disebabkan
persamaan nya dengan pencatat fotografi dan spectrum garis optic.Umumnya spectrum massa diperoleh dengan mengubah
senyawa suatu sample menjadi ion-ion yang bergerak cepat yang dipisahkan berdasarkan perbandingan massa terhadap
muatan.
Proses ionisasi menghasilkan partikel-partikel bermuatan positif, dimana massa
terdistribusi adalah spesifik terhadap senyawa induk. Selain untuk penentuan stuktur
molekul, spektum massa dipakai untuk penentuan analisis kuantitatif.
Jika didapat dataIR dan NMR yang cukup lengkap, maka MS ini dapat digunakan untuk
konfirmasi dengan memperhatika bobot molekul dan kemungkinan rumus strukturnya.
Prinsip Spektroskopi Massa

Merupakan suatu instrument yang menghasilkan berkas ion dari suatu zat uji, memilah ion tersebut menjadi spektum yang
sesuai denganperbandingan massa terhadap muatan dan merekam kelimpahan rewlatif tiap jenis ion yang ada.Umumnya
hanya ion positif yang dipelajari karena ion negative yang dihasilkan dari sumber tumbukan umumnya sedikit.
Kelebihan
: waktunya relative cepat, modern
Kelemahan
:biaya mahal, membutuhkan keterampilan khusus

Elektroforesis Protein
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document
Report this document?
Please tell us reason(s) for reporting this document
Top of Form
72113a5786996147b9585c029d42f4ada2bfb94d

doc

Spam or junk

Porn adult content

Hateful or offensive
If you are the copyright owner of this document and want to report it, please follow these
directions to submit a copyright infringement notice.
Report Cancel
Bottom of Form

This is a private document.


Info and Rating
Reads:
3,418
Uploaded:
03/25/2010
Category:
Uncategorized.
Rated:
0 5 false false 0

Copyright:
Attribution Non-commercial
kekurangan elektroforesis
fungsi
piknometer
dan kekurangan
etanol
elektroforesis untuk
instrumental
(more tags)
kekurangan elektroforesis
fungsi
piknometer
dan kekurangan
etanol
elektroforesis untuk
instrumental
analisis gravimetri
elektroforesa
berdasarkan
dalam
kekurangan analisis
kelebihan dan
(fewer)
Follow
ndaay
Share & Embed
Related Documents
PreviousNext
1.

p.

p.
p.

2.

p.

p.

p.

3.

p.
p.

p.

4.

p.

p.

p.

5.
p.

p.

p.

6.

p.

More from this user


PreviousNext
1.

4 p.
4 p.

11 p.

2.

2 p.

Recent Readcasters

Add a Comment
Top of Form
72113a5786996147b9585c029d42f4ada2bfb94d
Submit
Characters: 400
document_comment_errors

4gen

Bottom of Form

Uchy Rahmaningsihleft a comment


ankes
about 19 hours ago
Reply
Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Download and Print
Sign up
Use your Facebook login and see what your friends are reading and sharing.
Other login options

Login with Facebook


Top of Form
http://w w w .scribd.com/doc/
http://w w28888416
w .scribd.com/doc/ 28888416?no_cache=1301704848

Bottom of Form

Signup
I don't have a Facebook account
Top of Form
72113a5786996147b9585c029d42f4ada2bfb94d

default

email address (required)

create username (required)

password (required)
Send me the Scribd Newsletter, and occasional account related communications.

Sign Up Privacy policy


You will receive email notifications regarding your account activity. You can manage these
notifications in your account settings. We promise to respect your privacy.
Bottom of Form

Why Sign up?

Discover and connect with people of similar interests.

Publish your documents quickly and easily.

Share your reading interests on Scribd and social sites.

Already have a Scribd account?


Top of Form
72113a5786996147b9585c029d42f4ada2bfb94d

email address or username

password
Log In Trouble logging in?
Bottom of Form

Login Successful
Now bringing you back...

« Back to Login
Reset your password
Please enter your email address below to reset your password. We will send you an email with
instructions on how to continue.
Top of Form
72113a5786996147b9585c029d42f4ada2bfb94d

Email address:

You need to provide a login


for this account as well.

Login:

Submit
Bottom of Form
Upload a Document
Top of Form

Search Documents
Bottom of Form

• Follow Us!
• scribd.com/scribd
• twitter.com/scribd
• facebook.com/scribd
• About
• Press
• Blog
• Partners
• Scribd 101
• Web Stuff
• Scribd Store
• Support
• FAQ
• Developers / API
• Jobs
• Terms
• Copyright
• Privacy
Copyright © 2011 Scribd Inc.
Language:
English