Anda di halaman 1dari 15

Laporan Kegiatan

IMPLEMENTASI SISTEM
PENJAMINAN MUTU AKADEMIK INTERNAL:

PENYUSUNAN DOKUMEN JAMINAN MUTU

KANTOR PEMBANTU REKTOR 1

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


2007

1
Laporan Kegiatan

Kata Pengantar

Penyelenggaraan penjaminan mutu akademik internal ini merupakan kegiatan


yang mesti dilakukan setiap perguruan tinggi termasuk Unimed, sesuai dengan peraturan
Dirjen Dikti tentang pengelolaan perguruan tinggi. Setiap perguruan tinggi diharapkan
telah memiliki sistem penjaminan mutu yang dapat mengorganisir semua komponen
untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan secara internal. Sebagai perguruan tinggi
yang telah memiliki memulai penerapan sistem penjaminan mutu, Unimed terlebih
dahulu menyusun dokumen yang dibutuhkan baik di tingkat universitas sampai dengan
program studi. Dokumen inilah nantinya menjadi dasar pengembangan dan praktik
penyelenggaraan proses pendidikan dilakukan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Unimed melalui kantor pembantu Rektor
bidang akademik menyelenggarakan pelatihan penyusunan dokumen yang dibutuhkan
dalam sistem penjaminan mutu. Dengan semangat yang tinggi tim dari 21 prodi, tiga
fakultas dan Universitas dapat menyusun dokumen tersebut dengan arahan dan bantuan
pendampingan yang dilakukan oleh nara sumber dari kantor penjaminan mutu UGM.
Semua dokumen akademik dan dokumen mutu telah dapat melengkapi keperluan dalam
penyelenggaraan pendidikan di Unimed, sehingga koordinasi peningkatan mutu dapat
dilakukan melalui unit penjaminan mutu khususnya dalam ketiga fakultas.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan di sana sini yang
sekaligus memerlukan perbaikan baik dalam isi atau prosedurnya. Dengan demikian
sistem penjaminan mutu di lingkungan Unimed semakin lebih baik untuk menghasilkan
mutu akademik yanag lebih baik pula secara berkelanjutan.

Medan, November, 2007


Ketua,

Dr. Busmin Gurning, M.Pd


NIP. 131571761

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar......................................................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN...............................................................................................................1
A.Latar Belakang.............................................................................................................1
BAB II
RANCANGAN PELAKSANAAN LOKAKARYA...........................................................3
A.Mekanisme dan Rancangan Kegiatan..........................................................................3
B.Hasil Pelaksanaan (Output)..........................................................................................4
C.Dampak........................................................................................................................4
D.Sumber Daya................................................................................................................5
E.Peserta Pelatihan...........................................................................................................5
F.Indikator........................................................................................................................6
G.Jadwal Pelaksanaan.....................................................................................................6
H.Sumber Daya .............................................................................................................8
I.Rincian Anggaran Biaya................................................................................................9
J.Pelaksana Lokakarya...................................................................................................10
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN...............................................................................................12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebijakan dasar pengembangan perguruan tinggi sebagaimana tertuang dalam
HELTS 2003-2010 mempersyaratkan perlunya unit penjaminan mutu dalam
penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi. Unit penjaminan mutu sebuah
perguruan tinggi bertugas untuk merencanakan, mengimplementasikan, dan
mengevaluasi mutu. Tugas ini menunjukkan bahwa tugas penjaminan mutu dapat
menjamin mutu (quality assurance). Berkaitan dengan tugas inilah strategi yang
ditempuh Unimed dalam upaya peningkatan mutu lulusan dan citra dan reputasi Unimed
adalah membentuk unit penjaminan mutu agar dapat menjaminan mutu lulusan yang
relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Tuntutan ini berimplikasi terhadap kebijakan yang
dilakukan Unimed untuk menerapkan sistem penjaminan mutu akademik internal yang
dikelola melalui sebuah unit penjaminan mutu.
Agar sistem penjaminan mutu di Unimed berhasil sesuai dengan fungsinya sesuai
dengan yang dikemukakan di atas, maka dipandang perlu untuk menyusun dokumen baik
di tingkat universitas dan fakultas atau pun program.studi. oleh sebab itu dibutuhkan
pelatihan untuk melatih dosen tentang pengenalan sistem penjaminan mutu perguruan
tinggi (SMPT) dan juga pentingnya kelengkapan dokumen sebagai dasar pengembangan
mutu mulai dari universitas sampai dengan program studi. Kelengkapan dokumen
universitas (dokumen kebijakan akademik, standar peraturan, peraturan akademik, dan
manual mutu) menjadi pedoman dalam penyusunan dokumen di tingkat fakultas.
Seterusnya dokumen fakultas menjadi acuan dalam menyusun dokumen program studi.
Pemberdayaan unit penjaminan mutu Unimed didukung oleh kelengkapan
dokumen yang baik yang dapat dipedomani dalam menyelenggarakan program
pendidikan di setiap unit atau lembaga perguruan tinggi. Untuk mencapai tujuan seperti
yang ditargetkan, Unimed telah melakukan tindakan antisipatif dengan melatih lima
orang dosen dari lima program studi untuk menyusun dokumen, misalnya spesifikasi
program studi, peta kurikulum, dan instruksi kerja, sedangkan di tingkat fakultas gugus

1
mutu fakultas menyusun dokumen yang sesuai dengan tugas Universitas. Semua
dokumen ini akan dijadikan sebagai dasar pengembangan mutu berkelanjutan dalam
sistem penjaminan mutu.
Kegiatan akademik fakultas, jurusan, dan program studi dapat berjalan dengan
baik apabila universitas telah menetapkan kebijakan akademik dalam dokumen kebijakan
akademik. Kebijakan akademik inilah menjadi dasar pengembangan akademik yang
relevan baik di tingkat fakultas atau pun di tingkat jurusan/program studi. Dokumen
kebijakan akademik memiliki peran yang sama dengan dokumen lainnya dalam mengatur
jalannya pelaksanaan perkuliahan. Adapun dokumen yang telah disusun di tingkat
universitas/fakultas adalah kebijakan mutu akademik, peraturan akademik, standar
akademik, manual mutu akademik, dan manual prosedur, dan instruksi kerja. Dokumen
ini dapat mengatur mekanisme perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian mutu.
Sedangkan di tingkat program studi dokumen yang akan dilengkapi adalah spesifikasi
program studi, standar kompetensi lulusan, peta kurikulum, manual prosedur, instruksi
kerja, pengembangan pembelajaran (silabus dan satuan acara perkuliahan) dan dokumen
pendukung lainnya.

B. Tujuan Kegiatan
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka tujuan kegiatan dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1) menjelaskan pentingnya sistem penjaminan mutu di perguruan tinggi,
2) menjelaskan pentingnya kelengkapan dokumen mutu dalam penyelenggaraan
pendidikan,
3) menyusun semua dokumen yang dibutuhkan semua program studi di tiga fakultas
(MIPA,Teknik, dan FBS), dokumen fakultas, dan dokumen universitas.

2
BAB II
RANCANGAN PELAKSANAAN LOKAKARYA

A. Mekanisme dan Rancangan Kegiatan


Kegiatan penyusunan dokumen jaminan mutu diselenggarakan selama tiga hari
yakni tagl 5 s/d 7 November 2007. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan oleh
peserta dalam penyelesaikan penyusunan dokumen. Ada pun tahapan pelaksanaan
penyusunan dokumen ini adalah sebagai berikut.
(1) Penetapan peserta pelatihan dilakukan dengan syarat yang telah ditentukan
oleh pimpinan mulai dari program studi, fakultas, dan universitas.
(2) Pelatihan melibatkan 76 orang staf akademik seperti dijelaskan pada bagian
sebelum ini.
(3) Pelatihan dilakukan selama tiga hari (delapan jam satu haru)
(4) Untuk menyelenggarakan pelatihan panitia mengundang tenaga ahli
(Soeprapto, M.Si) dari Kantor Jaminan Mutu UGM yang bernama Drs.
(5) Di hari pertama, semua peserta mendapat penjelasan tentang peran Sistem
Penjaminan Mutu’ dalam penyelenggaraan pendidikan yaitu merencanakan
dan melaksanakan, menyediakan perangkat, memonitor, dan melaporkan hasil
pelaksanaan pendidikan. Usai penjelasan topik tersebut kemudian dilanjutkan
dengan penjelasan peran dokumen mutu dalam menunjang pelaksanaan
penjaminan mutu.
(6) Usai penjelasan kedua topik pada hari pertama, peserta kemudian dibagi
dalam beberapa tim kerja kecil sesuai dengan jenjang dari program studi
sampai dengan universitas untuk menyusun dokumen sesuai dengan
kebutuhan.
(7) Penyusunan dokumen kemudian dilanjutkan di hari kedua oleh tim kerja
masing-masing di koordinasi dan bimbingan (technical assitant) nara sumber
dari KJM UGM
(8) Penyusunan dokumen lengkap dilanjutkan di program studi dan fakultas
masing-masing dan juga universitas selama sepuluh hari. Pada waktu ini
semua draft dokumen mutu telah rampung.

3
(9) Di masa dua hari berikut setelah masa penyusunan dokumen, peserta
menyerahkan hasil kerja setiap kelompok kepada nara sumber untuk
dijustifikasi oleh nara sumber. Berdasarkan hasil justifikasi ini nara sumber
kembali memberi penguatan dan bimbingan penyusunan secara langsung.
Pendampingan dilakukan selama tiga hari. Semua naskah dokumen mutu
selama tiga hari telah rampung. Melihat struktur dan sistem penulisan
dokumen serta redaksi belum baik dan rapi panitia masih memberi waktu
empat hari masa perbaikan. Di hari kelima semua naskan dokumen dapat
diserahkan kepada Pembantu Rektor I sebagai laporan kegiatan pelatihan.

B. Hasil Pelaksanaan (Output)


Pelaksanaan penyusunan dokumen ini bertujuan untuk memperkenalkan
pentingnya sistem penjaminan mutu di Unimed dalam peningkatan kualitas perkuliahan.
Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih dosen dari 21 program studi di
tiga fakultas (FT, FMIPA, dan FBS) untuk menyusun dokumen jaminan mutu. Terdapat
lima nama dokumen yang harus disusun di setiap prodi yakni, dokumen standar
kompetensi program studi, peta kurikulum, spesifikasi program studi, program
pembelajaran. Semua dokumen digunakan sebagai dasar pengembangan program studi.
Hal yang sama juga dikumen di tingkat fakultas, terdapat lima dokumen yang
harus disusun, yakni kebijakan mutu akademik, standar mutu akademik, peraturan
akademik, manual mutu, menual prosedur, dan instruksi kerja. Dokumen fakultas
dikembangkan berdasarkan dokumen universitas. Dengan demikian dokumen yang
disusun di tingkat universitas sama dengan yang dikembangkan di fakultas.
Perbedaannya hanya pada muatan setiap dokumen sesuai dengan kebutuhan fakultas
masing-masing, sedangkan di Universitas adalah dokumen yang menjadi rujukan dalam
penyusunan dokumen fakultas. Semua dokumen ini telah terdokumentasikan di baik di
program studi, fakultas atau universitas.

C. Dampak
Pelaksanaan lokakarya ini berdampak langsung dan tidak terhadap pelaksanaan
perkuliahan bermutu. Peningkatan mutu proses perkuliahan sangat dipengaruhi oleh
ketersediaan sejumlah dokumen sesuai dengan program jaminan mutu. Dampak

4
langsung penyusunan dokumen ini adalah tersedianya sejumlah dokumen di tiga jenjang
tersebut. Dengan penetapan standar kompetensi lulusan setiap program studi, maka
jurusan dan program studi dapat menyelenggarakan proses perkuliahan yang fokus sesuai
dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan. Pelaksanaannya diatur dengan
tersedianya peraturan akademik di Universitas atau pun di fakultas. Proses pencapaian
standar kebijakan yang telah ditetapkan didukung oleh ketersediaan dokumen manual
mutu, manual prosedur, dan instruksi kerja di semua program studi.
Ketersediaan semua dokumen di tingkat universitas, fakultas dan program studi
mendorong semua unit untuk melakukan peningkatan mutu berkelanjutan. Perencanaan
mutu PT yang didasarkan pada kebijakan, baik di tingkat universitas atau pun fakultas
dan digunakan sebagai patokan dalam peningkatan mutu sesuai dengan konsep Planning,
Doing, Checking dan Acting (PDCA). Ketersediaan dokumen juga sangat bergunan
untuk memenuhi persyaratan dalam BAN dan juga sistem penjaminan mutu.
Dampak tidak langsung kegiatan lokakarya ini adalah semua peserta lokakarya
menanamkan tanggung jawab dalam peningkatan mutu sesuai dengan sistem penjaminan
mutu Universitas. Hal itu dapat tergambar dalam benak dosen dari prodi atau pun dari
fakultas adanya upaya meningkatkan semua program study. Melalui sistem penjaminan
mutu peningkatan mutu pembelajaran dapat dilakukan.

D. Sumber Daya
Lokakarya ini menghadirkan sejumlah peserta dari program studi, fakultas, dan
universitas. Panitia juga menghadirkan nara sumber dari KJM UGM yang bertuga
memberi penjelasan tentang sistem penjaminan mutu, peningkatan mutu berkelanjutan,
pentingnya dokumen dalam menunjang proses pembelajaran yang bermutu.

E. Peserta Pelatihan
Peserta pelatihan dengan model pendampingan ini adalah semua jurusan dan
program studi dari ketiga fakultas, yaitu Fakultas Teknik , MIPA, dan FBS. Disamping
peserta dari jurusan dan program studi dan gugus fakultas, panitia juga mengikutsertakan
gugus fakultas dan universitas yakni dari tim kantor Jaminan Mutu Unimed. Peserta dari
setiap prodi sebanyak tiga orang, ditambah dengan dua orang utusan dari gugus setiap

5
fakultas dan 8 orang dari tim universitas atau kantor jaminan mutu universitas. Dengan
demikian jumlah keseluruhan peserta sebanyak 76 orang (Daftar hadir terlampir).

F. Indikator
Keberhasilan penyusunan dokumen mutu yang dilakukan oleh semua peserta dari
21 program studi, tiga gugus fakultas, dan tim universitas ditunjukkan dengan
tersedianya dokumen lengkap dan relevan sesuai dengan kebutuhan program studi sampai
dengan universitas. Terdapat empat jenis dokumen yang telah disusun di tingkat program
studi, tujuh dokumen di tingkat universitas dan fakultas. Namun, pada kegiatan
sebelumnya setiap tingkatan hanya satu dokumen yang telah disusun. Baseline dokumen
yang telah ada dan sasaran yang akan dicapai kemudian setelah pelatihan usai seperti
dipapar berikut ini.

Kegiatan Base line Target


Dokumen Mutu Program Studi 2 dokumen 100 %
Dokumen Mutu Fakultas 1 dokumen I00 %
Dokumen Mutu Universitas 1 dokumen 100%

G. Jadwal Pelaksanaan
Kegiatan penyusunan dokumen mutu ini diselenggarakan pada
tanggal 5 s/d 7 November 2007. Sebelum pelaksanaan kegiatan panitia telah bekerja
untuk persiapan selama kurang lebih satu bulan (bulan Oktober). Setelah usai pelatihan
kegiatan rapat persiapan penyusunan laporan kegiatan. Di hari pertama sesi pertama dan
kedua nara sumber telah menjelaskan fungsi sistem penjaminan mutu dan fungsi
dokumen dalam penyelenggaraan sistem penjaminan mutu di perguruan tinggi.
Pelaksanaan kegiatan lokakarya ini ditunjukkan dalam jadwal berikut.

JADWAL LOKAKARYA

6
N0 Waktu/Hari Topik Nara Sumber Moderator
Senin
1 08.00 – 08.15 Daftar Ulang Panitia
2 08.15 – 08.45 Pembukaan Panitia -
3 08.45 – 09.30 SMPT Drs. Soeprato, M.Si Dr.Ridwan A. Sani,
M.Si
4 09.30 – 10.30 SMPT Drs.Soeprapto, M.Si Drs. Eidi
Sihombing, M.Si
5 10.30 – 11.00 Rehat Panitia Panitia
6 11.00 – 11.45 Peranan Dokumen Drs. Soeprapto, M.Si Dr. Indra Maipita,
dalam SMPT M.Pd
7 11.45 – 12.30 -ibid Ibid Ibid
6 12.30 – 14.00 Ishoma Panitia Panitia
8 14.00 – 15.30 Menulis Dokumen Drs. Soeprapto, M.Si -
Kebijakan Akademik
(Fak/Uni.)/standar
kompetensi (Prodi)
9 15.30 – 17.00 Presentasi Ibid

7
Jadwal Lokakarya hari kedua
N0 Waktu/Hari Topik Nara Sumber Moderator
Selasa
1 08.00 – 08.45 Penyusunan Standar Panitia
akademik/Peraturan
Akademik
(Fak./Univ./Peta
kurikulum (Prodi)
2 08.45 – 09.30 Ibid Panitia -
3 09.30 – 10.45 Presentasi Drs. Soeprato, M.Si -
4 10.45 – 11.00 Rehat Panitia Panitia
5 11.00 – 11.45 Penyusunan Peraturan Drs.Soeprapto, M.Si -
Akademik (Fak/Univ/
Spesifikasi Mata
kuliah (Prodi)
6 11.30 – 12.00 Lanjutan Ibid -
7 12.00 – 13.30 Ishoma Panitia -
8 13.30 – 13.30 Peraturan Akademik Drs. Soeprapto, M.Si Dr. Zainuddin, M.Si
PT
9 13.30 – 15.00 Presentasi Drs. Soeprapto, M.Si Panitia
10 15.00 – 15.30 Rehat Panitia Panitia
11 15.15 – 17.00 Penyusunan Manual Drs. Soeprapto, M.Si -
Mutu

Jadwal Lokakarya ketiga


N0 Waktu/Hari Topik Nara Sumber Moderator
Rabu
1 08.00 – 08.45 Penyusunan Manual Drs. Soeprato, M.Si Panitia
Mutu
(Fak./Univ./Instruksi
Kerja (Prodi)
2 08.45 – 09.30 Ibid Panitia -
3 09.30 – 10.45 Lanjutan Drs. Soeprato, M.Si -
4 10.45 – 11.00 Rehat Panitia Panitia
5 11.00 – 12.00 Presentasi Drs.Soeprapto, M.Si -
6 12.00 – 13.30 Ishoma Panitia -
8 13.30 – 15.00 Presentasi Drs. Soeprapto, M.Si Panitia
9 15.00 – 15.30 Rehat Panitia Panitia
10 15.15 – 16.45 Peyusunan Manual Drs. Soeprapto, M.Si -
Mutu (Instruksi Kerja)
11 16.45 – 17.00 Penutupan Panitia Panitia

H. Sumber Daya
Sumber daya yang dimanfaatkan dalam kegiatan ini adalah satu orang anggota
tim dari kantor Jaminan Mutu UGM. Sumber daya lainnya adalah dosen dan juga ketua

8
jurusan dan ketua program studi, gugus fakultas, serta tim dari kantor Jaminan Mutu
Unimed.

I. Rincian Anggaran Biaya


Dana yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan ini adalah dana PNBP
Unimed. Rincian biaya untuk melaksanakan kegiatan seperti ditunjukkan berikut ini.

Volume Satuan Jumlah


N0 AKTIVITAS Kegiatan Biaya
A Persiapan
1. Konsumsi Rapat Persiapan (8 org x 3 24 ok 15.000 360.000
kali)
2. Penggandaan 1 keg. 100.000 100.000
3. ATK dan bahan habis 1 keg. 100.000 100.000
B. Pelaksanaan
4. Institution fee tenaga ahli (dari KJM 1 paket 18.000.00 16.500.000
UGM) 0

5. Transport tenaga ahli dari Yogyakarta 8 opp 1.500.00 12.000.000


pp (2 org) pada sesi I dan II 0
6. Penginapan dan akomodasi (2 x 4 hr) 8 oh 750.00 6.000.000
0
7. Transport tenaga ahli dalam kota (2 16 ohp 50.00 800.000
org x 4 hr x 2 pp) 0
8. Transport peserta (76 org x 4 hr) 304 oh 50.000 15.200.000
9. Transport panitia (20 org x 4 hr) 80 org 50.000 4.000.000
10. Honorarium moderator (8 kali) 8 kl 250.000 2.000.000
11. Konsumsi Peserta, moderator, panitia
{(76 org + 8 org + 20 org) x 4 hr)} 416 oh 15.000 6.190.000
12. Insentif penyusunan dokumen mutu
(3 fakultas + Universitas) 4 kel 4.500.000 18.000.000
12. Snack Peserta {(76 + 8 org + 20 org )
x 2 kl x 4 hr)} 832 okh 7.500 6.240.000
13. Seminar Kits 100 ok 15.000 1.500.000
14. Sertifikat peserta 100 ok 4.000 400.000
C. Pelaporan
15. Konsumsi penyusunan laporan (8 org 24 kl 15.000 360.000
x 3 kl)

9
16. Honor Penyusunan laporan (8 org) 8 org 250.000 2.000.000
17. Penggandaan laporan (5 exp) 5 exp 25.000 125.000
D. Manajemen Pengelolaan
18. Honor kepanitian 1 kg 8.168.500
Jumlah 90.000.000

J. Pelaksana Lokakarya
Kepanitiaan yang disusun untuk menyelenggarakan kegiatan ini adalah sebagai
berikut:

Pembina : Drs. Syawal Gultom, M.Pd

Penggung Jawab : Prof. Dr. Slamet Triono, M.Sc.Ed.

Ketua Pelaksana : Dr. Busmin Gurning, M.Pd


Wkl Ketua : Dr. Ridwan A. Sani, M.Si

Sekretaris : Drs. Zilkifli Simatupang, M.Pd


Wkl Sekretaris : Dr. Zainuddin, M. M.Si

Bendahara : Sri Rezeki, SE

Sekretariat : Drs. Kadar Chan


Drs. Abdul Gani Harahap
Drs. Hulman Hutabarat
Andra O Norman

Seksi Persidangan : Drs. Indra Maipita, M.Si


Drs. Eidi Sihombing, M.S
Drs. Haikal Rahman, M.Si

Seksi Perlengkapan : Mangasi Siregar, S.H.


Monang Siburian, S.Pd

Seksi Konsumsi : Elfi Syafrida, SE


Sudarmadi
Anwar Sujahri
Natiman
Sri Munarsih
Nasib

Teknis Jumadi
J. Sianturi (Sopir)

10
11
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
Pekembangan sains dan teknologi memacu percepatan peningkatan mutu
pendidikan di semua program studi. Peningkatan mutu di semua program studi tersebut
sangat ditentukan oleh penerapan sistem penjaminan mutu di universitas. Universsitas
negeri Medan dalam perjalanan akademiknya telah banyak berbuat dalam peningkatan
mutu lulusan yang disertai dengan berbagai dokumen kebijakan atau dokumen pertauran
dan instruksi kerja. Namun, semua dokumen yang dijadikan sebagai dasar pengembangan
tersebut belum terdokumentasikan seperti yang diatur dalam sistem penjaminan mutu.
Dokumen tersebut masih berbentuk Surat Keputusan atau lain sebagainya. Secara praktis,
dokumen demikian tidak dapat diterapkna dalam meningkatkan mutu akademik.
Dokumen yang bermanfaat tersebut adalah dokumen yang telah dikembangkan dan dapat
diterapkan sesuai dengan kebutuhan setiap unit. Oleh sebab itu dibutuhkan
pendokumentasian dokumen yang baik dan relevan. Upaya dokumentasi ini dilakukan
dengan menyelenggarakan lokakarya penyusunan dokumen. Dokumen yang
dimaksudkan adalah dokumen kebijakan akademik, standar akdemik, peraturan
akademik, manual mutu, manual prosedur, instruksi kerja sesuai dengan kebutuhan
masing-masing program studi termasuk unit kerja lainnya.
Dokumentasi semua jenis dokumen ini menunjukkan Unimeda telah selangkah
maju dalam sistem penjaminan mutu akademik. Di samping itu Unimed juga telah
memiliki dokumen sebagai dasar pengembengan mutu akademik sesuai dengan kebijakan
yang telah ditetapkan senat universitas. Semua dokumen ini sebaiknya telah
disosialisasikan ke seluruh stakeholders sebagai dasar pertanggung jawaban kepada
semua stakeholders. Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui ’Website Unimed’. Dengan
tersosialisasnya dokumentersebut melalui Website Unimed, unimed telah menunjukkan
tanggung jawabnya yang dalam merencanakan mutu, melaksanakan mutu, mengevaluasi
atau memonitor mutu, mengaudit mutu, serta melakukan perbaikan mutu berkelanjutan.

12

Anda mungkin juga menyukai