Anda di halaman 1dari 7

Grafik Diagram Ladder dan Bahasa

Rakitan (Design and Implementation


of PLC’s Software using Graphical
Ladder Diagram and
Assembly Language)
By kelompok1

Oleh :

Jusuf Bintoro

Dosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika

Catatan tulisan disusun ulang oleh :

Dedi Sugiarto 5215087442 Pendidikan Teknik Elektronika

Fakultas Teknik, Teknik Elektro, Universitas Negeri Jakarta

This paper present how to design and to implement PLC’s programming software
using Graphical Ladder Diagram and can convert directly to Assembly Language
in single software package program. Untill now, the PLC’s operation code or
machine code can not be found on PLC’s User Manual or others literatures. That
is why there is a difficulty to develope and to do research about the PLC for our
own needs. This paper show that the PLC can be programmed and run using our
own software program, especially using Graphical Grafic Ladder and Assembly
Language. The user can program PLC with Assembly Language without PLC’s
Programming Consule.

PLC merupakan perangkat pengendali elektronis, berbasis mikroprosesor atau


mikrokontroler, dapat diprogram, dan digunakan sebagai pengganti fungsi relai
pengendali peralatan industri. Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakan,
umumnya Bahasa Rakitan (Assembly Language). Kekhususan bahasa
pemrograman PLC dan tidak adanya data kode operasi mesin (machine operation
code), menyebabkan kesulitan para pengguna untuk mengembangkan PLC sesuai
dengan keinginan. Sejak berkembangnya Komputer Pribadi (Personal
Computer/PC), produsen PLC mulai menggunakannya sebagai salah satu
alternatif untuk memrogram PLC, melalui pemindahan data dari komputer ke
PLC. Pemrograman dengan komputer, pada umumnya, menggunakan Grafik
Diagram Ladder (Graphical Ladder Diagram). Pengguna sangat bergantung pada
perangkat lunak PLC atau perangkat konsul pemrogram, sehingga pembuatan
program PLC sendiri akan sangat mengurangi ketergantungan tersebut.

Tinjauan Pustaka

Jacob (1989), Pemrograman PLC telah mengikuti perkembangan literatur


komputer, dibandingkan dengan penggunaan kabel. Hampir semua pengguna
adalah orang elektro (electricians). Jadi pemrograman logika ladder relai adalah
pilihan utama alamiah sebagai bahasa pemrograman PLC. Logika ladder relai
adalah bahasa pemrograman standar untuk pengendali terprogram, yang berisi
berbagai simbol.

Halang dan Kramer (1994) mengungkapkan bahwa PLC telah dikenal luas
penggunaannya di bidang aplikasi kendali proses (control process), tetapi
perangkat lunaknya dapat menjadi sangat komplek. Dengan menggunakan
spesifikasi formal (formal spesification) untuk membangun blok fungsi (function
blocks), membantu keamanan perangkat lunak PLC lebih mudah untuk
diverifikasi.

Cleaveland, (1995), mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, telah


muncul beberapa tantangan yang besar menuju pada standarisasi pengendali
terprogram (programmable controller). Hal ini mencakup komputer pribadi (PC),
paket perangkat lunak dan masukan/keluaran cerdas (smart I/O). Sistem perangkat
lunak PLC, dengan kekhususan penggunaannya, menggunakan bahasa
pemrograman yang berorientasi pada masalah (problem oriented programming
language), yaitu dengan mengembangkan sistem perangkat lunak sendiri.

Metodologi Penelitian

Penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat lunak komputer untuk


pemrograman PLC (Programmable Logic Controller) menggunakan Grafik
Diagram Ladder dan Bahasa Rakitan dalam satu perangkat lunak dilaksanakan di
Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan
adalah ekperimen laboratorium dimana perangkat lunak yang dibuat harus dapat
juga langsung mengkonversikan dan menjalankan PLC melalui program PLC
yang dibuat menggunakan Grafik Diagram Ladder atau program bahasa rakitan
atau Command List yang dilengkapi kode operasi (machine code) saat disimpan
(save). Sample penelitian ini adalah PLC Sysmac CPM1 Omron, dengan
konfigurasi sistem seperti terlihat pada Gambar 1.
Perancangan Perangkat Lunak

Deskripsi perangkat lunak yang ditentukan untuk penelitian ini adalah perangkat
lunak yang bekerja pada sistem operasi DOS, memiliki tampilan sebagai
penyunting program Grafik Diagram Ladder langsung dapat dikonversikan ke
dalam bahasa Rakitan atau command list berikut kode operasinya. Dari program
dapat memindahkan data (data downloading) ke PLC Sysmac CPM1 melalui
kabel komunikasi data serial RS232C, dan dapat menjalankan program PLC
tersebut melalui komputer. Hasil program yang dibuat harus sesuai dengan hasil
keluaran PLC yang diwakili dengan tampilan lampu atau LED (Light Emitting
Diode).

Algoritma program untuk mendapatkan hasil sesuai dengan deskripsi tersebut di


atas adalah sebagai berikut:

a). Inisialisasi UART,

b). Pembentukan tampilan penyunting,

c). Menentukan aturan Grafik Diagram Ladder,

d). Menentukan aturan konversi dari Grafik Diagram Ladder ke Bahasa Rakitan,

e). Konversi program ke kode operasi mesin dan format komunikasi data,
penelitian Bintoro (1998).

f). Pemindahan data (data downloading) dan mejalankan program (run).

Pengujian
Keberhasilan penelitian ini diukur dari hasil menjalankan PLC dengan benar tanpa
ada satupun kesalahan, melalui program yang dibuat dengan menggunakan Grafik
Diagram Ladder dan atau Bahasa Rakitan. Penelitian ini berhasil jika dan hanya
jika program dapat menjalankan PLC dengan benar tanpa ada kesalahan. Delapan
8 buah sample program yang mewakili perintah-perintah dasar pemrograman
PLC, digunakan untuk dapat menjalankan PLC dengan keluaran yang diwakili
oleh 8 buah lampu atau LED sebagai indikator tampilan untuk membuktikan
keberhasilan penelitian ini.

Keabsahan data hasil ditentukan oleh program yang dibuat dan hasil yang
dikeluarkan oleh PLC yaitu berupa tampilan LED atau Lampu. Data hasil benar
jika dan hanya jika keluaran yang diperoleh sesuai dengan program tanpa ada
kesalahan.

Hasil dan Pembahasan

Hasil perancangan perangkat lunak penyunting program PLC adalah seperti


terlihat pada Lampiran 1. Dengan melakukan pemrograman PLC sebanyak 8 buah
program yang mewakili perintah-perintah dasarnya, PLC dapat menjalankan
program PLC dengan hasil seperti yang diharapkan. Penyunting Grafik Diagram
Ladder yang dibuat dapat mengkonversikan program PLC menggunakan Grafik
Diagram Ladder langsung menjadi berkas (file) dengan ekstensi asm yang
berisikan pemrogram dengan bahasa rakitan yang langsung dapat menjalankan
PLC. Kelebihan dari perangkat lunak ini dibandingkan dengan perangkat lunak
yang dihasilkan produsen Omron adalah perangkat lunak ini menyediakan kode
operasi mesin. Dari pengujian terhadap 8 buah program masing-masing
menggunakan Grafik diagram Ladder dan Bahasa Rakitan yang dibuat, telah
dapat dijalankan oleh PLC dengan benar tanpa kesalahan.

Pemrograman PLC

Seperti halnya pada sistem mikroprosesor atau mikrokontroler pada umumnya,


dalam pemrograman PLC dikenal dengan pemrograman dengan Bahasa Rakitan
(Assembly Langguge). Bahasa pemrograman inilah yang lebih dekat dengan
bahasa mesin, karena menggunakan mnemonik sebagai perintah disamping
kecepatan dalam kompilasinya. Setiap perintah dan operan sistem PLC memiliki
kode operasi tertentu dalam kode heksadesimal atau kode biner. Perintah maupun
banyaknya perintah yang digunakan dalam bahasa rakitan PLC berbeda satu
dengan lainnya, hal ini sangat tergantung pada tipe atau jenis mikroprosesor atau
mikrokontroler yang digunakan. Secara umum perintah tersebut dapat
diklasifikasikan antara lain: perintah logika, perintah pengolahan data (data
handling), perintah aritmatika (Arithmetic), Perintah percabangan (Branch) dan
lain sebagainya. Hampir semua perintah-perintah tersebut mempunyai satu atau
lebih operan. Pemrograman dengan mempergunakan Grafik Diagram Ladder
digunakan untuk memudahkan pengguna yang belum menguasai bahasa rakitan
akan tetapi telah mengenal skema instalasi relai konvensional.
Konversi Grafik Diagram Ladder ke Bahasa Rakitan

Program Editor PLC yang dibuat dapat melakukan penyuntingan melalui Grafik
diagram Ladder, dan Bahasa Rakitan yang dilengkapi dengan kode operasi PLC
untuk setiap baris perintah, hal ini dilakukan untuk memudahkan pemahaman
terhadap bahasa mesin PLC yang digunakan. Konversi dari Grafik Diagram
Ladder ke Bahasa Rakitan dilakukan sekaligus saat kompilasi, sehingga pada
ekstensi berkas (File Extention) akan terdiri dari dua buah berkas sekaligus yaitu
*.GRP dan *.ASM. Berkas dengan Ekstensi GRP merupakan berkas yang dibuat
menggunakan penyunting Grafik Diagram Ladder sedangkan berkas dengan
ekstensi ASM merupakan berkas yang secara langsung dibuat oleh Grafik
Diagram Ladder atau berkas yang dibuat menggunakan penyunting Bahasa
Rakitan. Pada perangkat lunak ini tidak dibuat konversi dari Bahasa Rakitan ke
Grafik Diagram Ladder.

Secara garis besar aliran data dapat dilihat pada Gambar 2. dimana penyuntingan
dapat dilakukan baik melalui Grafik Diagaram Ladder maupun Bahasa Rakitan.

Pada penelitian ini disiapkan berkas dengan ekstensi OPC (Operation Code) yang
merupakan berkas data yang akan dikirim melalui RS232C komunikasi data
serial, dimana data berkas sudah berada dalam format pengiriman data yaitu
@00WP ….. Data ……. FCS *.CR.

Dengan melakukan contoh pemrograman dapat dibuktikan bahwa penyunting


Grafik diagram Ladder dapat dikonversikan secara langsung saat kompilasi ke
dalam Bahasa Rakitan. Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa konversi dapat
dilakukan dalam satu perangkat lunak sehingga tentunya tidak lagi memerlukan
konsul pemrogram PLC.

Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk pemrograman PLC dapat
dilakukan mengunakan perangkat lunak yang telah dibuat sendiri baik
menggunakan Diagram Ladder maupun Bahasa Rakitan atau Command List. Pada
pemrograman PLC menggunakan Bahasa Rakitan, maka perangkat lunak yang
dibuat memiliki kelebihan dibandingkan dengan perangkat lunak PLC Sysmac
CPM1 Omron yaitu LSS atau Syswin yang hanya dapat melakukan pemrograman
menggunakan Diagram Ladder. Untuk dapat memprogram PLC menggunakan
Bahasa Rakitan maka Omron menyediakan Konsul Pemrogram (Programming
Consule) khusus. Hasil perancangan perangkat lunak konversi Grafik Diagram
Ladder ke Bahasa Rakitan yang dibuat juga dilengkapi dengan kode operasi
(Operation code) mesin PLC yang tidak pernah ditampilkan oleh perangkat lunak
keluaran Omron. Dari hasil uji coba terhadap 8 buah program yang telah
mencakup seluruh perintah-perintah dasar PLC, program tersebut dapat
menjalankan PLC yang diberikan indikator keluaran lampu atau LED dengan
benar tanpa kesalahan. Hasil ini sekaligus menjawab tujuan penelitian ini dalam
perancangan perangkat lunak untuk mengkonversikan Grafik Diagram Ladder ke
Bahasa Rakitan.

Implikasi

Sejak PLC dikenalkan dan menjadi perangkat kendali otomatis yang banyak
digunakan di industri, para produsen PLC umumnya berbeda satu dengan lainnya
dalam cara pemrograman PLC dan untuk yang menggunakan Bahasa Rakitan atau
Command List para pengguna harus membeli perangkat pemrograman terpisah.
Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa pengguna PLC baik di Lembaga
Pendidikan maupun Industri, dapat membuat sendiri perangkat lunak yang
dibutuhkan untuk memrogram PLC, sehingga tidak tergantung pada produsen
PLC.

Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disarankan adanya penelitian
sejenis terhadap PLC dari tipe atau merek dari produsen yang berbeda seperti:
Siemens, Allan Bradley, dan lain sebagainya, sehingga untuk semua PLC dari
berbagai jenis pemrogramannya dapat dibuatkan dalam satu perangkat lunak.

DAFTAR PUSTAKA

Bintoro, Jusuf. (1998). Metode Pelacakan Kode Operasi PLC. Penelitian Mandiri

Bintoro, Jusuf. (1998). Format Komunikasi Data Antara Komputer dan PLC.
Penelitian Mandiri

Campbell, J. (1994). C Programmer’s Guide to Serial Communications, second


edition. Sams Publishing, USA.

Cleaveland, P. (1995). “ Pcs and smart I/O invande PLC territory”; Chilton’s
I&CS (Instrumentation & Control System) v 68 n 5. p 53-56.
Golten, J., and Verwer, A. (1992). Control System Design and Simulation,
McGraw-Hill.

Halang, W. A., and Kramer, B. J., Januari 1994,“Safety Assurance in Process


Control “, IEEE-Software, pp. 61 – 67.

Halsal, F. (1993). Data communication, computers networks, and open system.


Addison-Wesly Publishers Limited, USA.

Lukas, M. P. (1986). Distributed Control System. Van Nostrand Reinhold


Company Inc., 115 Fifth Avenue, New York.

Niebe, B.W., Draper, A.B., and Wysk, R.A. (1989), Modern Manufacturing
Prosess Engineering, McGraw-Hill Book Company, Singapore, pp. 805 – 849.

———. (1991). Sysmac Mini H-type Pcs, C20H/C28H/C40H. Operation


Manual, Omron.

Pollard, J. R., 5 Apr 1994, “Ladder Logic remains the PLC Language of choice”,
Control Engineering v 41 n, p 77 – 79.

Pollard, J, R., 2 Feb 1995, “ Future of PLC Programming”; Control Engineering


v42 n. 4pp.

Santosa, P.I. (1994). Grafika Komputer dan Antarmuka Grafis. Penerbit Andi
Offset, Yogyakarta.

Stallings,W. (1991). Data and computer communications. Macmillan Publishing


Company, New York.

Warnock, I.G. (1989), Programmable Controllers, Operation and Aplication.,


Prentice Hall, New York,

This entry was posted on Selasa, Desember 21st, 2010 at 12:43 am and posted in
Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0
feed.
« HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KEMAMPUAN
MANAJEMEN KELAS GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
DALAM MATA DIKLAT DASAR-DASAR TEKNIK LISTRIK
DAN ELEKTRONIKA
Tuntutan Perkembangan Pendidikan Teknologi Kejuruan di Bidang
Teknologi Informasi »