P. 1
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

|Views: 408|Likes:
Dipublikasikan oleh nunungsus

More info:

Published by: nunungsus on Apr 04, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

FAKTOR YANG MEMENGARUHI KUALITAS DAN HASIL BENIH

Mugnisyah dan Setiawan, 1990. Pengantar

Produksi Benih. Rajawali Press. Jakarta Copeland and McDonald. 2001. Principles of Seed Science and Technology. Kluwer Acad. Press.

vigor. keriput. pecah. dan campuran Kualitas dan hasil benih dipengaruhi oleh:  Faktor Genetik  Faktor Agro-ekologi  Teknik Budidaya .PENDAHULUAN  Kualitas Benih  Genetik: true to type  Fisiologis: viabilitas. daya simpan  Fisik: bernas.

Faktor Genetik Sifat/kualitas benih yang ditentukan oleh susunan gen tertentu dan dapat diturunkan pada keturunannya Dibedakan menjadi tiga kelompok besar Sifat yang mempengaruhi ketahanan benih terhadap deraan cuaca lapang  Kekerasan biji  Warna benih  Ukuran benih .

 Sifat yang mempengaruhi keragaan muncul lapang  Posisi kotiledon  Konduktivitas Listrik dan Bocoran Benih  Komposisi Kimia  Perkecambahan benih pada suhu rendah Sifat yang berpengaruh terhadap Keragaan Mutu selaput benih  Cacat yang terlihat  Kerusakan benih .

y KAPRI : y IMPERMEABILITAS RAFE DAN HILUM PADA KAPRI PUTIH DIKENDALIKAN OLEH GEN p y MAMPU MENEKAN KEMUNDURAN / PENGUSANGAN BENIH y PERKECAMBAHAN PRAPANEN PADA BIJI TOMAT (CV VIVIPAROUS) DISEBABKAN KADAR ABA PADA BIJI KURANG/SEDIKIT. .KEKERASAN BENIH y HARDSEEDEDNESS : y MEKANISME PERTAHANAN BIJI KEDELAI TERHADAP DERAAN CUACA EKSTREM JIKA PANEN DITANGGUHKAN y HARDSEEDEDNESS PADA BUNCIS DIKENDALIKAN OLEH BEBERAPA GEN.

y BUNCIS BERWARNA JUGA TAHAN TERHADAP ULAT BENIH JAGUNG. SEBAB: HAMBATAN KEBOCORAN HARA SELAMA PERKECAMBAHAN . TERUTAMA PADA BUNCIS DAN KAPRI.WARNA BENIH y BENIH BERWARNA DILAPORKAN LEBIH TAHAN TERHADAP SERANGAN PENYAKIT (PHYTIUM SP). y BENIH BERWARNA SERINGKALI LEBIH TAHAN THD DERAAN FISIK KARENA BENIH TIDAK MUDAH RETAK y AKIBATNYA KEBOCORAN HARA DIHAMBAT DAN TAHAN TERHADAP CENDAWAN BAWAAN TANAH. y SIFAT TSB DIKENDALIKAN OLEH GEN P.

. BENIH LEBIH BERAT. BUAH LEBIH BESAR. DAN HASIL LEBIH TINGGI DIBANDING BENIH KECIL y CONTOH : KEDELAI. SNAP BEAN y TERIGU : UKURAN BENIH DAN KANDUNGAN PROTEIN BERKORELASI POSITIF DENGAN VIGOR BENIH y VIGOR BENIH DIKENDALIKAN SECARA GENETIK. BRASSICA.UKURAN BENIH y BESAR y JUMLAH BUAH BANYAK.

KARENA P. VULGARIS BERSIFAT SELF FERTILE . CONTOH: KEDELAI DAN BUNCIS  SIFAT PEMUNCULAN BENIH DIKENDALIKAN OLEH GEN. COCCINEUS  F1 : EPIGEAL  F2 : HIPOGEAL  SELANJUTNYA EPIGEAL. VULGARIS x P.POSISI KOTILEDON  EPIGEAL VS HIPOGEAL  TIDAK MASALAH UNTUK BENIH BERUKURAN KECIL  BENIH BESAR.  PERSILANGAN P. EPIGEAL MEMBUTUHKAN ENERGI LEBIH BANYAK DAN DAPAT MENYEBABKAN HIPOKOTIL PECAH.

. SEMAKIN RENDAH TINGKAT KEBOCORAN HARA PADA BENIH KARENA HIPOKOTIL TIDAK MUDAH PECAH. y NAVY BEAN DENGAN KONDUKTIVITAS RENDAH MEMBERIKAN PERKECAMBAHAN LEBIH BAIK. SEMAKIN RENDAH KONDUKTIVITASNYA.KONDUKTIVITAS LISTRIK DAN KEBOCORAN BENIH y KONDUKTIVITAS LISTRIK TERKAIT DENGAN TINGKAT KEBOCORAN HARA PADA BENIH.

200C dan 250C. y SIFAT KERIPUT ENDOSPERMA PADA BIJI BARLEY y Inggrid Seg 6: 38% dari berat normal y Glacier amo 1 : 95% dari berat normal y Seleksi terhadap biji bernas berukuran besar dan kandungan lysin tinggi sangat diharapkan y Perkecambahan benih jagung dengan gen f1 lebih unggul dibanding dengan benih normal jika dikecambahkan pada suhu 150C. .KOMPOSISI KIMIA y UPAYA PEMULIAAN JAGUNG BER-LYSIN TINGGI MENYEBABKAN VIGOR BENIH RENDAH. JAGUNG INI BERBIJI KERIPUT DENGAN UKURAN KECIL.

y KEMAMPUAN INI BERSIFAT INDEPENDENT y TOMAT BERVARIASI.PERKECAMBAHAN BENIH PADA SUHU RENDAH y KEMAMPUAN BERKECAMBAH PADA SUHU RENDAH DIKENDALIKAN OLEH GEN. y KEMAMPUAN BERKECAMBAH PRAPANEN PADA SUHU RENDAH DIKENDALIKAN OLEH BANYAK GEN (POLYGENIC). SIFAT KETIDAKMAMPUANNYA DIPENGARUHI OLEH GEN DOMINAN . RED CURRENT DAN TINNY TIM MAMPU BERKECAMBAH LEBIH BAIK DIBANDINGKAN GALUR LAIN.

. BENIH TIDAK RENTAN MEMILIKI SELAPUT BENIH YANG HANYA MEMUNGKINKAN IMBIBISI SECARA PERLAHAN.CACAT YANG TERLIHAT y KERETAKAN SELAPUT BENIH DAN KOTILEDON SECARA MELINTANG BERSIFAT GENETIS. y JUMLAH BENIH RETAK DARI KETURUNAN BENIH RETAK TIDAK LEBIH TINGGI DIBANDINGKAN BENIH NORMAL. y SIFAT KERETAKAN SELAPUT BENIH PADA GALUR BUNCIS DIPENGARUHI OLEH GEN TUNGGAL YANG TIDAK TERLALU DOMINAN. y KERETAKAN PADA BUNCIS BERKISAR 0 ² 48.3%.

DAN KERAGAAN BTK BENIH. KETEBALAN SELAPUT BENIH.KERUSAKAN BENIH y KERENTANAN TERHADAP KERUSAKAN BENIH SECARA MEKANIS BERSIFAT GENETIS. BOBOT JENIS. y SIFAT TSB TERKAIT DENGAN : WARNA BIJI. FLEKSIBILITAS SELAPUT BENIH. y SIFAT KERENTANAN JUGA BERKAITAN DGN KETAHANAN TERHADAP KERETAKAN KOTILEDON DAN SELAPUT BENIH .

Agro-ekologi memengaruhi mutu benih y Kualitas genetik y Situasi lahan produksi y Tingkat pengamanan terhadap kontaminasi y Kualitas fisik dan fisiologis y Mutu benih sumber y Kesuburan dan kelembaban tanah y Deraan cuaca lingkungan y Metode panen y Saat panen y Penyakit .

dan tinggi akibat pengusangan berbeda menghasilkan benih dengan viabilitas yang tidak berbeda y Pengaruh kesuburan dan kelembapan tanah y Lihat: Pengaruh lingkungan terhadap komposisi benih. sedang. y Baca : Mugnisyah. hal.Mutu benih sumber y Belum banyak dikaji y Kedelai: viabilitas rendah.: 228 ² 251. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->