P. 1
ihman as-shafa

ihman as-shafa

|Views: 217|Likes:
Dipublikasikan oleh ihisolihin

More info:

Published by: ihisolihin on Apr 04, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2014

pdf

text

original

Biografi dan Pemikiran Ikhwan al-shafa SEJARAH LAHIR Ikhwan al-Shafa (Persaudaraan Suci) adalah nama kelompok pemikir

Islam yang berge rak secara rahasia dari sekte Syi ah Ismailiyah yang lahir pada abad ke 4 H (10 M) di Basrah. Kelompok ini juga menamakan dirinya Khulan al-Wafa , Ahl al-Adl, dan A bna al-Hamd. Salah satu ajaran Ikwan al-Shafa adalah paham taqiyah (menyembunyika n keyakinan), paham taqiyah ini disebabkan basis kegiatannya berada ditengah-ten gah masyarakat sunni yang nota bene adalah lawan ideologi dari Ikhwan al-Shafa (S yi ah), kerahasiaan kelompok ini juga disebabkan oleh dukungan mereka terhadap fah am mu tazilah yang telah dihapuskan dari madzhab Negara oleh khalifah Abbasiyah al -Mutawakkil (sekte sunni). maka kaum rasionalis dicopot dari jabatan pemerintaha n kemudian diusir dari Baghdad. Berikutnya penguasa melarang mengajarkan kesusateraan, ilmu, dan filsafat. Kondi si yang tidak kondusif ini berlanjut pada khalifah-khalifah sesudahnya. Berdasar kan permasalahan itulah kelompok ini selain bergerak di bidang keilmuan juga ber tendensi politik. Pada masa khilafah Abbasiyah dikuasai Dinasti Salajikah yang berpaham sunni, ger akan kelompok ini dinilai mengganggu stabilitas keamanan dan ajaran-ajarannya di pandang sesat. Maka pada tahun 1150 Khalifah Al-Muntazid menginstruksikan agar s eluruh karya filsafat Ikhwán dibakar. Hal ini disebabkan karena perbedaan ideologi antara penguasa Dinasti Salajikah yang Sunni dengan kelompok Ikhwan al-Shafa ya ng Syiah. Ikhwan al-Shafa merupakan gerakan yang mempertahankan semangat berfilsafat khusus nya dan pemikiran rasional umumnya. Tokoh terkemuka kelompok ini adalah Ahmad ib nu Abd Allah, Abu Sulaiman Muhammad Ibnu Nashr al-Busti yang terkenal dengan seb utan al-Muqaddasi, Zaid ibn Rifa ah selaku ketua dan Abu al-Hasan Ali ibnu Harun a l-Zanjany. Lahirnya Ikhwan al-shafa adalah ingin menyelamatkan masyarakat dan mendekatkannya pada jalan kebahagiaan yang diridhai Allah. Menurut mereka, syariat telah dinod ai bermacam-macam kejahiliyahan dan dilumuri keanekaragaman kesesatan. Satu-satu nya jalan untuk membersihkannya adalah filsafat. Dalam kelompok ini ada empat tingkatan anggota sebagai berikut: * Ikhwan al-Abrar al-Ruhama, kelompok yang berusia 15-30 tahun yang memiliki jiwa yang suci dan pikiran yang kuat. Mereka berstatus murid, karenanya dituntu t tunduk dan patuh secara sempurna kepada guru. * Ikhwan al-Akhyar wa al-Fudhala, yakni kelompok yang berusia 30-40 tahun. P ada tingkat ini mereka sudah mampu memelihara persaudaraan, pemurah, kasih sayan g, dan siap berkorban demi persaudaraan (tingkat guru-guru). * Ikhwan al-Fudhala al-Kiram, yakni kelompok yang berusia 40-50 tahun. Dalam kenegaraan kedudukan mereka sama dengan sultan atau hakim. Mereka sudah mengeta hui aturan ketuhanan sebagai tingkatan para nabi. * Al-Kamal, yakni kelompok yang berusia 50 tahun ke atas. Mereka disebut den gan tingkat al-Muqarrabin min Allah karena mereka sudah mampu memahami hakikat s esuatu sehingga mereka sudah berada diatas alam realitas, syariat dan wahyu seba

tujuan semua agama tersebut sama-sama untuk mendekatkan diri kep ada tuhan. ma ka akan menghasilkan formulasi-formulasi yang lebih sempurna.gaimana malaikat al-muqarrabun. botani. Akan tetapi. g eografi. kenabian dan keadaannya. aja ran. hubungan alam dengan Allah. Mereka menyatakan bahwa apabila dipertemukan antara filsafat Yunani dan syari at Arab. keterbatasan manusia. . FILSAFAT Adapun beberapa filsafatnya adalah: * Talfiq Ikhwan al-Shafa berusaha memadukan agama-agama yang ada dengan filsafat. Usaha rekonsiliasi antar agama dengan filsafat sebenarnya telah dilakukan Al-Far abi dan Ibnu Sina. Majuzi. seni. Yang mereka maksud adalah Islam sebagai ajaran utama dan ajaran-ajara n lain hanya sekedar pelengakap untuk memudahkan pemahaman Islam itu sendiri. dan kemampuan kesadaran. Menurut mereka. meliputi kepercayaan dan keyakinan . kedua filosof ini hanya mengupas keselarasan keb enaran filsafat dan agama. senang sakitnya alam. Menurut mereka. yang mencakup genealogi. KARYA TULIS Pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan Ikhwan al-Shafa menghasilkan 52 risalah yang mereka namakan Rasa il Ikhwan al-Shafa. mineralo gi. mencakup metafisika Phytagoreanisme dan keba ngkitan alam * 11 risalah tentang ilmu-ilmu ketuhanan. * Ketuhanan Dalam masalah ketuhanan. astronomi. dan keyakinan. * 10 risalah tentang ilmu jiwa. Ikhwan al-Shafa melandasi pemikirannya pada angka-angka atau bilangan. magic dan azimat. tindakan r ohani. akidah mereka. Rasa il ini diklasifikasikan menjadi e mpat bidang: * 14 risalah tentang matematika. modal dan logika * 17 risalah tentang fisika dan ilmu alam. Karena itu rekonsiliasi yang mereka maksud tidak hanya antara f ilsafat dengan agama Islam. kekuasaan Allah. Sementara itu Ikhwan al-Shafa melepaskan sekat-sekat perbedaan agama. Yahudi dan lain-lainnya. seperti Kristen. bentuk konstitusi politik. yang mencakup geometri. hidup dan matinya alam. pengetahuan tentang angka membawa pada pengakuan tentang keesaan Allah karena apabila angka satu rusak. musik. maka rusaklah semua angk a. in i akan mereka jadikan sebagai pegangan dalam negara baru yang mereka impikan. Ikhwan al-Shafa me nempatkan filsafat menjadi landasan agama yang dipadukan dengan ilmu. namun juga antara filsafat dengan seluruh agama.

Sementara angka dua dan lai nnya terjadinya kemudian. terbuktilah bahwa Yang Maha Esa (Alla h) lebih dahulu dari yang lainnya seperti dahulunya angka satu dari angka lain. Angka tujuh mengandung nil ai kesucian. maka jiwa di bantu oleh akal yang merupakan daya bagi jiwa untuk berkembang. yang sama-sama merupakan satu kelompo k dari empat entitas: Tuhan. Untuk mengetahui pemikiran Ikhwan al-Shafa mengenai konsep emanasi silahkan klik disini * Bilangan Menurut mereka. ilmu Allah dari zat-Nya sebagaimana bilangan yang satu. Oleh karena itu. empat musim. melipu ti seluruh bilangan. Demikian pula ilmu Allah terhadap segala yang ada. ke utamaan terletak pada yang dahulu. juga memiliki indra batin yang berfungsi mengolah hal-hal yang ditangkap oleh indra zahir sehingga melahirkan konsep-kons ep. yakni angka satu. * Jiwa Manusia Jiwa manusia bersumber dari jiwa universal. Akal Universal. di salurkan ke daya ingatan yang terdapat pada otak bagian belakang. Tingkatan terakhir adalah daya berbicara. Huruf hijaiy ah yang 28 merupakan hasil perkalian empat dan tujuh. Kesan tauhid dalam filsafat mereka itul ah yang menarik Ikhwan al-Shafa mengambilnya sebagai argumen tentang keesan Alla h. Pengetahuan diperoleh melalui proses berpikir. kita telah dapat membuktikan keluasan dan kedalaman pem . Kemudian meningkat ke daya berpikir yang terdapat pada otak bagian tengah. sedangkan angka empat menempati posisi penting dalam segala hal yan g tercermin pada ciptaan Allah terhadap segala sesuatu dialam ini. Setelah itu. Dari pembahasan di atas. Hal ini terlihat jelas pengaruh Neo-Pythagoreanisme yang dipadukan dengan filsaf at keesan Plotinus pada Ikhwan al-Shafa. Dengan istilah lain. Manusia selain mempunyai indera zahir. Agar jiwa tidak kecewa dalam perkembangannya. angka-angka itu mempunyai arti spekulatif yang dapat dijadikan d alil wujud sesuatu. Pada tingkat i ni seseorang telah sanggup menyimpan hal-hal anstrak yang diterima oleh daya ber pikir. angka satu sebelum angka dua dan dalam angka dua ter kandung pengertian kesatuan.Selanjutnya mereka katakan. Oleh sebab itu. yaitu kemampuan mengungkapkan p ikiran dan ingatan itu melalui tutur kata pada pendengar. Tanggapan dari panca indra yang m enyalurkan ke otak bagian depan yang memiliki daya imajinasi. angka satu adalah angka yang p ertama dan angka itu terlebih dahulu dari angka dua lainnya. Tentang ilmu Allah mereka katakan bahwa seluruh pengetahuan berada dalam ilmu Al lah sebagaimana beradanya seluruh bilangan dalam bilangan satu. empat unsur dan lainnya. ilmu hitung merupakan ilmu yang mulia diband ing ilmu empirik karena tergolong ilmu ketuhanan. Oleh karena itu. seperti empat penjuru angin. antara baik dan buruk. Alasan untuk ini adalah ba hwa Tuhan menginginkan empat macam entitas ilmiah tersebut dapat memantulkan ata u mencontohkan entitas-entitas adikodrati. Angka satu merupakan dasar segala wujud dan permulaan yang absolut. Jiwa manusia banyak dipengaruhi mate ri yang mengitarinya. Jiwa Universal dan Materi Prima. Pada tingkat ini manusi a bisa membedakan antara benar dan salah. Berbeda dengan i lmu para pemikir.

Pendahuluan Dalam kajian filsafat pendidikan Islam.[5] Tags: filsafat. Abu Ahmad Muhammad al-Mihraj ani. Ikhwan al-Shafa adalah salah satu organisasi yang didirik an oleh sekelompok masyarakat yang terdiri dari para filosof. sebuah buku yang sangat mereka hormati. seperti al-Farabi. dan juga usaha kelompok ini u ntuk memadukan antara beberapa ajaran dan keyakinan dengan filsafat. Ikhw an al-Shafa berhasil merahasiakan nama mereka secara seksama. Ikhwan al-Shafa dalam merekut anggota baru dilakukan lewat hubu ngan perorangan dan dilakukan oleh orang-orang yang terpercaya. filsafat Islam mempunyai kedud ukan yang amat penting dalam dunia pemikiran filsafat. pendidikan. khususnya dari para filosof Muslim. -Semoga BermanfaatIKHWAN AL-SHAFA (Sejarah dan Pemikirannya) November 3. Kelompok yang lahi r di Bashrah kira-kira tahun 373H/983M ini. dan lain sebagainya. B. yang dikenal dengan a l-Muqaddisi. Abu Sulaiman Muhammad bin Ma syar al-Busti. Namun Abu Hayyan a l-Tauhidi menyebutkan. Ikhwan al-Shafa menfokuskan perhatianny a pada bidang dakwah dan pendidikan. Ikhwan al-Shafa muncul setelah wafatnya al-Farabi. ada beberapa tokoh muslim yang sangat be rjasa dalam pengembangan/pembaharuan pemikiran pendidikan Islam. sekitar tahun 373H/983M lima orang dari kelompok Ikhwan a l-Shafa seperti. islam. Ikhwan as-Shafa (????? ?????) berarti (Persaudaraan Kemurnian) adalah organisasi rahasia yang aneh dan misterius[4] yang terdiri dar i para filsuf Arab Muslim. terutama pemikiran rasionalistik Ibnu Rusyd (Barat menyebutnya Averroes) yang menjadi pendorong timbulnya renaisa ns di Eropa yang kemudian membuat kemajuan Barat sekarang. Irak-yang saat itu merupakan ibukota Kekhalifahan Abassiyah-di sekitar abad ke-10 Masehi. Identitas pemuka mereka tidak te rang karena mereka bersama anggota mereka memang merahasiakan diri.[3] Dalam makalah ini akan sedikit menyibak tirai rahasia yang disimpan Ikhwan al-Sh afa sebagai salah satu organisasi militan yang lebih suka merahasiakan dirinya.[1] Hal ini berdasarkan s ebuah hadis: (??? ???????? ?????????? ????? ??????? ???????? ??? ??????? ??????? ???). Sebagai perkumpula n atau organisasi yang bersifat rahasia. yang berpusat di Basrah. Rasail Ikhwan al-Shafa. Organisasi ini juga mengajarkan tentang das ar-dasar Islam yang didasarkan oleh persaudaraan Islamiyah (ukhuwah Islamiyah). Ikhwan al-Shafa . dan Zaid bin Rifa ah yang terkenal itu. Melalui karya monumental. Seb uah nama yang diusulkan untuk mereka sandang sebagaimana termaktub dalam bab Merp ati Berkalung dan Kalilah wa Dimnah. sejarah . Abu al-Hasan Ali bin Harun al-Zanjani. yaitu sikap yang memandang iman seseorang muslim tidak akan sempurna kecuali ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Kelompok ini telah berhasil m enghimpun pemikirannya dalam sebuah ensiklopedi tentang ilmu pengetahuan dan fil safat yang dikenal dengan Rasail Ikhwan al-Shafa .ikiran Filsafat Islam. kita mencoba mencari jejak-jej ak pemikiran Ikhwan al-Shafa yang tertinggal untuk dicari hikmah dan pelajaran. Al-Ghazali.[2] Sebagai k elompok rahasia. Seperti hal nya Ikhwan al-Shafa yang menjadikan Matematika / bilangan sebagai ca ra pandang untuk memahami tentang ke-Esa-an Allah. 2009 in Uncategorized A. terkenal dengan Risalahnya. Ibn Khaldun. Sejarah Ikhwan al-Shafa dan Risalahnya Dalam Wikipedia disebutkan. yang mem uat doktrin-doktrin spiritual dan sistem filsafat mereka. Bahkan orang Barat tidak akan mengenal filsafat tanpa kontribusi Islam. al-Aufi. Sebagaimana filsafat lain. Nama lengkap kelompok ini adalah Ikhwan al-Shafa wa Khullan al-Wafa wa Ahl al-Hamd wa Abna al-Majd.

waktu. azimat. dakwah. mineral. cinta. Subdivisi pertama (psi ko-rasionalisme) meliputi fisika. gerak. Dalam Rasa il matematika meliputi: teori tentang b ilangan. kenabian. terdiri atas sepuluh risalah psikologis-rasional yang membahas pr insip-prinsip intelektual. seni teoritis dan praktis. akidah dan pandangan hidup Ikhwan al-Shafa. (3) astronomi. Sedangkan karya yang erat hubungannya dengan Rasail adal ah al-Risalat al-Jami ah (Risalah Komprehensif) yang merupakan sebuah summarium (I khtisar. Kelompok keempat. Konsep Pendidikan Ikhwan al-Shafa Cara Mendapatkan Ilmu . sumber kognisi. Konon. Al-Majriti pula yang pertama-tama membawa ajaran Ikhwan al-Shafa di da ratan Spanyol. Ensiklopedi ini secara garis besar. Agama. jin dan malaikat. Kelompok kedua. juga masuk dalam kelompok ini. Fisika meliputi: materi. [8] C. yaitu: mate matika. dan linguistik yang tidak terdapat dalam korpus Aristotelian. angka dianggap alat penting untuk mengkaji filsafat sebab ilmu angka akar semua sains. tahu n-tahun raya. astronomi. rasionalistika. ruhani. tumbuhan. etika. berisi empat belas risalah matematis tentang angka. keimanan. Psiko-rasionalisme. terdiri atas empat belas risalah yang membahas cara mengenal T uhan. yan g juga dinamai al-Risalat al-Jami ah. intelek itu sendiri. ruang. k ehidupan dan kematian. Metafisika dibagi me njadi psiko-rasionalisme dan teologi. Pemikiran Ikhwan al-Shafa terhadap Pendidikan. Ras ail Ikhwan Ash-Shofa wa Khilan al-Wafa didirikan pada abad ke 4 H yang dikarang oleh 10 orang yang mengaku dirinya sebagai pakar tapi mereka merahasiakan identi tasnya. a. langit. struktur alam.[7] Dari isi ensiklopedi tersebut kita dapat menafsirkan bahwa Ikhwan al-Shafa menco ba melakukan penjelasan-penjelasan yang terkait dengan agama dan ilmu pengetahua n (filsafat dan sains). jiwa. Secara kasar. 1.1008 ). kehancuran.[9] 2. kenabian. dan magis.Karya monumental Ikhwan al-Shafa adalah ensiklopedia Rasail Ikhwan al-Shafa. Sedikit tambahan ihwal psikologi. bentuk. dapat dibagi menjadi empat ke lompok: Kelompok pertama. dan logika. esensi alam. hakikat cinta erotik ( isyq). Ringkasan) dan summa dari karya aslinya. hal-hal kawruhan (intelligibles) . Oleh kalanga n Ikhwan al-Shafa. dan terakhir ha kikat teluh. hewan. dan (9) etika. t indakan-tindakan makhluk halus. terdiri atas tujuh belas risalah yang membahas persoalan fisik-ma teriil . Selanjutnya.[6] Rasail ini terdiri 51 risalah (Epistle) yang dilengkapi dengan ikhtis ar di bagian akhirnya. semua risalah tersebut berkaitan dengan karya-karya fisika Aristoteles. (7 dan 8) tentang seni-seni teoritis dan praktis. dan unsur pembe ntuk makna. saripati kebijaksanaan. (6) proporsi-proporsi harmonik . Risalah dalam kelompok ini memuat bagian (1) pendahuluan. suka. geografi. wujud. fisika. Jami ah pun diikhti sarkan dalam Risalat al-Jami ah al-Jami ah au al-Zubdah min Rasail Ikhwan al-Shafa ( Kondensasi dari Risalah Komprehensip atau Krim dari Rasail Ikhwan al-Shafa). tatanegara. mikrikosmos. rezim politik. ikhtisar ini digarap oleh Al-Majriti (w. (5) geografi. dan bahasa. Kelompok ketiga. Diduga kuat. duka. dan metafisika. indera. (4) musik. sifat hukum Ilahi. hukum Allah. Klasifikasi Ilmu Ikhwan al-Shafa membagi cabang pengetahuan menjadi tiga kelas utama. dan sebagainya. persahabatan. gener asi. geometri. kebangkitan kembali dan kausalitas. hari kebangkitan. dan Filsafat. tubuh manusia. musik. Teologi meliputi keyaki nan atau akidah Ikhwan al-Shafa. mikrokosmos. dan aji-aji. epistemologi. disusul de ngan (2) geometri.

yang de ngannya apa yang terdapat dalam akal itu keluar menjadi pengetahuan. dan p ara Imam mendapatnya dari Nabi. Cara ini berkaitan erat dengan doktrin esoteris Ikhwan al-Shafa. [11] Dalam hal anak didik. Dengan cara ini seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan secara langsun g dari guru.[15] Modal itulah yang nantinya akan dikembangk an oleh orang tua. sejak lahir manusia sudah punya modal fitrah tida k layaknya kertas putih (kosong). Ikhwan al-Shafa mencoba meng-integrasikan an tara ilmu agama dan umum. 2) Dengan akal prima atau berpikir murni. Ketika jiwa itu menyatu dengan jasad. dan tertutuplah pengetahuan. Sebelum berinteraksi de ngan alam nyata itu di dalam akal tidak terdapat pengetahuan apapun. dan yang kita ketahui h anyalah perubahan-perubahan ruang dan waktu.[13] Ikhwan al-Shafa berpendapat bahwa ketika lahir. bukan pemberian tanpa usaha. Proses memperoleh pengetahuan digambarkan Ikhwan secara dram atis dilakukan melalui pelimpahan (al-faidh). yang lebih menekankan pada sikap eksklusif dalam memilih imam dari kelompoknya sendiri. pengetahuan umum dapat diperoleh dengan tiga cara. Aliran ini menilai bahwa awal pengetahuan te rjadi karena pancaindera berinteraksi dengan alam nyata. Jadi. Apabila kertas ini ditulis sesuatu. 3) Melalui inisiasi. belum ternoda apap un juga. Pancaindera hanya dapat memperoleh pengetahuan tenta ng perubahan-perubahan yang mudah ditangkap oleh indera. sekolah maupun lingkungan cyber universe yang dic iptakan oleh kemajuan teknologi informasi (internet). Gu ru mendapatkan ilmunya dari Imam (pemimpin agama) dan Imam dari Imam lain. jiwa manusia kosong. Plato menga takan bahwa jiwa manusia hidup bersama alam ide (Tuhan) yang dapat mengetahui se gala sesuatu yang ada. Pada mulanya. Akal murni juga harus dibantu ole h indera. dan ia tidak mengetahui segala sesuatu ketik a ia berada di alam ide. sumber ilmu paling akhir.[14] Pandangan Ikhwan di atas berbeda dengan konsep fitrah dalam pendidikan Islam. Ikhwan al-Shafa juga berpendapat bahwa semua ilmu harus diusahakan (muktasabah). maka kertas tersebut telah memiliki bekas yang tidak mudah dihilangkan. Mereka mengatakan bahwa kebutuhan jiwa manusia terhada . maka jiwa itu terpe njara. sebelum bertemu dengan jasad. Semua rangsangan inderawi ini melimpah ke dalam jiwa. yakni guru dalam pengertian seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. secara berproses manusia mulai menerima rangsangan dari alam sekita rnya. Proses ini pertama k ali memasuki daya pikir (al-quwwah al-mufakkirat). setelah terlebih dahulu melalui proses emanasi. ba hwa manusia sejak lahir telah membawa potensi dasar (kemampuan dasar untuk berag ama) yang diberikan Allah. Ilmu yang demikian didapat dengan panca indera. masyarakat. Ikhwan al-Shafa memandang bahwa perumpamaan orang yang bel um dididik ilmu akidah ibarat kertas yang masih putih bersih. Plato memandang bahwa manusia memiliki potensi.[12] Pandangan ini lebih dekat dengan teori Tabula Rasa John Locke (empirisme). kemudian diolah untuk selanju tnya disimpan ke dalam re-koleksi atau daya simpan (al-quwwah al-hafizhat) sehin gga akhirnya sampai pada daya penuturan (al-quwwah al-nathiqat) untuk kemudian s iap direproduksi.[16] Dalam mempelajari ilmu pengetahuan. dengan potensi ini ia belajar. Proses pelimpahan tersebut bermula dari jiwa universal (al-nafs al-kulliyah) kepada jiwa manusia. Setelah inder a berfungsi.Menurut Ikhwan al-Shafa. dan Nabi dari Allah. jiwa manusia tidak memiliki peng etahuan sedikitpun. yait u: 1) Dengan pancaindera. Ik hwan al-Shafa menolak pendapat yang mengatakan bahwa pengetahuan adalah markuzah (harta tersembunyi) sebagaimana pendapat Plato yang beraliran idealisme.[1 0] Konsep Imam ini disinyalir bahwa Ikhwan al-Shafa mengabdopsi konsep imam dala m pemahaman Syi ah. Karena itu untuk mendapat kan ilmu pengetahuan seseorang harus berhubungan dengan alam ide.

dalam mensucikan jiwa. Agama sangat diperlukan sebagai sa nksi sosial dalam mengatur massa. Tingkatan yang mengajak manusia untuk sampai pada tingkatannya masing-masin g. 2). Manusia juga memerlukan ilmu umum (aqliyah). dan akhirnya Allah-lah sebagai guru dari segala sesuatu. Corak Syi ah yang amat tampak dalam kegiatan misioner memang dramatis sebab ini sangat membantu mereka menyentuh emosi massa. 3). Dalam hal ini. dapat diterima oleh semua o rang serta tidak menyinggung perasaan siapa pun.[17] b. Meskipun ia lebih menekankan p ada kekuatan akal dalam proses pencarian ilmu. kek uatan ini terjadi setelah berusia 50 tahun. dan inisiasi. Dalam pengertian ini agama adalah satu untuk semua orang dan segala bangsa. dan guru malaikat adala h jiwa yang universal. dan disyaratkan memelihara persaudaraan dan bersikap dermawan. akal. Ole h karena ini diperlukan pendekatan inisiasi. Secara historis. ustadz. Sebetulnya mereka hanya berupaya dengan dibantu Islam dan filsafat Yunani. Menurut Ikhwan al-Shafa. terut ama ilmu-ilmu kealaman dan filsafat. Mereka itu adalah mu allim. Guru. Namun mereka memiliki interpretasi tersendiri men genai agama pada umumnya dan tentang Islam pada khususnya. ketiga jenis pengetahuan tersebut dapat d iperoleh melalui pancaindera. Ketiga klasifikasi tersebut berada pada kedudukan yang sama. yaitu berserah dan menerima pembiasaan. hukum) oleh Ikhwan al-S hafa adalah apa yang kita maksud dengan agama sekarang (dalam istilah kita agama sama dengan hukum dalam istilah Ikhwan). atau mu addib dalam hal ini berada pada posisi ketiga. Dalam hal ini Ikhwan al-Shafa mengklasifika sikan ilmu pengetahuan aqliyah kepada 3 (tiga) kategori. ustadz dan mu addib. matematika. Pandangan Ikhwan al-Shafa Tentang Agama Ikhwan al-Shafa adalah Muslim. sosok guru dikenal dengan ashhab alnamus. yaitu orang yang memiliki syarat kebersihan dalam p enampilan batinnya dan berada pada usia kira-kira 25 tahun. Hukum ini diajarkan o leh orang-orang bijak yang ada di setiap bangsa demi kemaslahatan bangsa-bangsa yang bersangkutan. Sosok Ideal Guru Bagi Ikhwan. sebetulnya Ikhwan al-Shafa tidak termasu k ke dalam sekte manapun. yaitu mereka yang memiliki kekuasaan dan telah berusia 4 0 tahun. 3. Hukum (Arab: Syari ah atau namus. Hukum-hukum itu beraneka ragam disesua ikan dengan beragamnya komunitas. ilmu agama tidak b isa berdiri sendiri melainkan perlu bekerja sama dengan ilmu-ilmu aqliyah. yaitu. dari kata Yunani: nomos. pada waktu yang sama. menyaksikan kebenaran yang nyata. Urutan ini se lanjutnya digambarkan sebagai berikut: 1). dan metafisika. Atas dasar ini. Ikhwan al-Shafa menyatakan bahwa segala tema . akan tetapi menurutnya pancainder a dan akal memiliki keterbatasan dan tidak mungkin sampai pada esensi Tuhan. Al-Abrar dan al-Ruhama.[18] Ikhwan al-Shafa memandang agama sebagai sebuah din. dan dikarenakan semua m anusia sebelum lahirnya pun sudah bertabiat untuk beragama dan berbuat kebajikan . 4). yaitu bimbingan atau otoritas ajara n agama. dan individu). yaitu mereka yang memiliki kekuasaan yang usianya kir a-kira 30 tahun. Muluk dan Sulthan. kelompok.p ilmu pengetahuan tidak memiliki keterbatasan pada ilmu agama (naqliyah) semata . yaitu kebiasaan atau kepatuh an kepada seorang pemimpin yang telah diakui. untuk menanamkan doktrin spiritual yang dapat menggantikan agama-agama historis dan yang. Al-Ru asa dan al-Malik. dan guru jiwa universal adalah akal aktual. Guru ashhab alnamus adalah malaikat. yaitu sama-sama bertujuan menghantarkan peserta didik mencapai kebahagian dunia dan akhirat. fisi ka.

Tema-tema yang agak ringan. semakin nampak bahwa penafsiran agama yang dilak ukan oleh Ikhwan lebih menekankan pada makna esotoris/batiniyah daripada lahiriy ah. juga harus dipahami secara simbolik: air dalam konteks ini adalah Al-Qur an. mengetahui Tuhan. Sekelompok analisis dan orientalis lai n lebih condong berpendapat bahwa Rasail ini diadopsi dari Ismailiyyah Bathiniyy ah. dalam artian pemaknaan Al-Qur an dengan simbol-simbol. maka dikatakannya ada empat. dan yang terakhir ialah berkata dan berbuat sesuai dengan ilmu. .[23] 4. Pendapat seperti ini banyak diilhami dari utopia peninggalan-penin ggalan para dukun dan orang-orang Yunani. taqiyah (berbohong demi kebenaran). Setan.blogs pot. dan s urga harus dianggap sebagai simbol-simbol dan harus dipahami secara alegoris. yang tidak dapat berpikir mandiri secara memadai. yaitu matematika. Rasail mengandung keyakinan-keyakinan filosofis para kaum Bathiniyy ah. Seca ra implisit. Pandangan Ikhwan al-Shafa tentang Filsafat Bagi golongan Ikhwan al-Shafa. c.samuderailmufortuna. filsafat itu bertingkat-tingkat. Pertama-tama cin ta kepada ilmu. para filosof. logika. Usaha ini gagal dan menuai banyak kritikan dari ulama-ulama umat yang menjelaskan kesesatan dan kekeliruan mazhab ini. dan kaum Nasionalis.[22] Dari pendapat-pendapat di atas. mendirikan negara dari ahli bait (keturunan Nabi). Karen a sifat penafsiran Ikhwan al-Shafa yang esotoris ini. dan ilmu ketuhanan. fisika. yaitu: 1. Statemen berbunyi siapa yang telah mencapai alam batin maka berarti dia su dah terbebas dari praktek ibadah/syariat. Keyakinan bahwa derajat kenabian bisa dicapai dengan latihan dan kesucian hat i. g. hanya orang-orang awwam yang tidak bisa berpikir mandiri. Mengenai la pangan filsafat. neraka. Penaf siran esotoris ini lebih banyak dipengaruhi oleh paham Syiah. pohon pengetahuan.metafisika di dalam kitab-kitab suci misalnya mengenai penciptaan. h. mengenai Adam .com : Rasail adalah upaya pembentukan sistem agama baru yang menggeser posisi syariat Islam yang telah menjadi barang antik . Interpretasi makna kafir dan azab secara maknawi. Perbedaan interpretasi surga dan neraka dari pendapat umum yang mutawatir. menurut mereka s etan itu konotasi makhluk-makhluk jahat yang menerawang di orbit bulan dan kawan -kawannya berupa makhluk-makhluk yang tidak diketahui bentuknya di kehidupan dun ia. Bagi mereka. e. Ilmu ketuhanan mempunyai bagian-bagian. d. Pengingkaran kebangkitan manusia dengan jasad-jasadnya di akhirat. f. kebangkitan kembali. Sebagaimana ditulis dalam www. yang mem ahami tema-tema ini secara harfiah. diantaranya: a. Kecondongan pada keyakinan Syi ah seperti kemaksuman Imam. Bantahan implikasi setan seperti yang dipahami umat Islam. Seruan terhadap pluralisme agama[21] serta pelarangan fanatisme terhadap ag ama tertentu. kemudian mengetahui hakikat wujud-wujud menurut kesanggupan manu sia. mereka dianggap sebagai ke lompok aliran kebatinan. b. Ha nya orang-orang awam. seperti Dia (All ah) menurunkan hujan dari langit (al-Hajj [22]: 63). Hari Perhitungan.[19] Penafsiran Ikhwan al-Shafa terhadap teks Al-Qur an tersebut lebih bersifat esotori s (secara batin)[20].

dan kebutaan ialah bersikap puas terhadap tafsiran-tafsiran eksternal yang bertumpu pada kesenagan-kesenangan ragawi dan imbalan-imbalan kasatmata. Ahmad Fuad. adalah berperi laku seperti Tuhan (Godlike) sedapat mungkin. Aliran-Aliran Filsafat Islam. 1 985). (Mesir: Dar al-Ma arif.[25] Dalam memandang antara filsafat dan agama. filsafat. Sebab. dan masih bany ak yang belum terurai. yang diperoleh sedapat mungkin. sedangkan surga adalah tempat menetapnya jiwa dan alam raya . bisa dicapai lewat pengetahuan teoritis atau amal kebajikan yang menyucikan individu bersangkutan. cinta kepada ilmu pengetahuan disamping pengetahuan mengenai esensi sega la wujud. (Bandung: Mizan. menurut Ikhwan al-Shafa. sama-sama bertujuan meniru T uhan sesuai dengan kemampuan manusia . 2004) Fakhry. (Jakarta: Pustaka al-Husna. 5.) oleh Zaim ul Am. nilai utama filsafat terletak pada upayanya mengungkapkan pengertian tersembunyi (batin) dari wahyu. Dengan demikian. Definisi filsafat secara lebih ter incinya. 200 4) Langgulung. baik tentang i lmu pengetahuan. 2002) Iman.M. kebod ohan. Bagi se orang bijak bestari. ditambah dengan keyakinan dan berperil aku yang selaras dengan keyakinan itu. dalam M. (Band ung: Nuansa Cendekia. politik umum (politik kekotaan). Pendidikan dan Peradaban Islam. ilmu kerohanian. (terj. Bahkan. yakni bersangkutan bahasa khusus yang dipakai oleh keduannya. 3.[24] Filsafat. tt) Dahlan. politik pribadi (akhlak). yaitu mengetahui hakikat kehidupan di hari kemudian. Rasail Ikhwan al-Shafa. dan agama. Hasan. 4. Perbedaan antara filsafat dan agama berada hanya pada tataran yan g subsider. Ikhwan al-Shafa yakin bahwa tak ada p ertentangan serius antara filsafat dan agama. Ahmad. Muis Sad. Ik hwan al-Shafa telah menjadi bagian kajian filsafat pendidikan Islam. M elalui karya ini kita dapat memperoleh jejak-jejak ajaran mereka. yaitu malaikat-malaikat Tuhan. Pengantar Filsafat Islam. bahkan Tafsir Al-Qur an Esotoris. Peniruan ini. Sejarah Filsafat Islam: Sebuah Peta Kronologis. kebijaksanaan atau kebijakan filosofis. Inilah yang dapat kita urai. Terlepas dari sisi positif dan negatif. 215 . hal. Wallahu A lam. (Jakarta: Bulan Bintang. Pemikiran Falsafi dalam Islam (Jakarta: Djambatan 2003) Hanafi. Syarif (editor). 1996) Farrukh. Filsafat juga mengajarkan agar manusi a tidak berhenti pada makna eksternal (zhahir) wahyu secara vulgar dan profligat e. semua tafsiran itu justru mengisyaratkan kebenaran-kebenara n spiritual. politik pemerintahan. politik khusus (politik rumah tangga). Bagi Ikhwan al-Shafa. ilmu kejiwaan. Pendidikan Partisipatif. Abdul Aziz. Daftar Pustaka Al-Ahwani. Majid. (Yogyakarta: Safiria Insania Press. [26] D.2. Tarbiyah fi al-Islam. ilmu politik yang meliputi politik kenabian. filsafat mengajarkan bahwa hakikat kekufuran (kufr). neraka adalah alam fana yang terletak di bawah bul an. Kesimpulan Ikhwan al-Shafa merupakan organisasi Islam militan yang telah berhasil menghimpu n pemikiran-pemikiran mereka dalam sebuah ensiklopedi. yaitu mengetahui roh-roh dan jiwa-jiwa. ilmu keakhiratan. Filsafat Is lam. kekeliruan. yang ada pada benda -benda langit dan benda-benda alam. menurut Ikhwan. Omar A.

multiply. (Bandung: Mizan. [5] Omar A.ikaari. hal. [2] www. 185 [10] Ibid. dan Prak tis. Samsul. (www . Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis. the R asa il have provided many points of contention and have been a constant source of dispute among both Muslim and Western scholars. 185-186.M. Filsafat Pendidikan Islam 1.com www. (Jakarta: Yayasan Obo r Indonesia. 181. Nizar. 2002) Qadir. www. Filsafat Pendidikan Islam 1.blogspot. (terj. Hasan Basari. 114 atau Omar A.com. Farrukh dalam M.org. (Bandung: Nuansa Cendekia. 2004). [11]Konsep Imamiyah (dalam Syiah) gelar Khalifah (Ketua Negara) diubah menjadi I mam. 1997). the nature of the secret brotherhood. (Jakarta: Ciputat Pers. Farrukh dalam M.M. jam 14.45 wib. dan kaum Muslimin tidak ber .telagahikmah.M. 64. Aliran-Aliran Filsafat Islam.wikipedia. 2002). Abuddin. 1997). hal.) oleh Z aimul Am.telagahikmah. Syarif (editor). C.blogspot.58 wib. The identification of the author s. 08 Maret 2009. as mentioned in the Rasa il. Farrukh dalam M.org. Syarif (editor).aw. ha l. ha l.tripod. hal. 182 [9] Omar A. (Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 183 [4] Having been hidden within the cloak of secrecy from its very inception.Samuderailmufortuna.A. They are generally considered a secret society because o f their closed & private meetings every 12 days. the place and time of writing and propagation of thei r works. Syarif (editor). hal. 08 Maret 2009.multiply. [7] Majid Fakhry. Lihat Abdul Aziz Dahlan. 181 [6] www. 84 [3] Rasail Ikhwan al-Shafa. pg 25.wikipedia.com. Sejarah Filsafat Islam: Sebuah Peta Kronologis. Pemikiran Falsafi dalam Islam (Jakarta: Djambatan 2003) hal. the outer manifestation of which comprises the Rasa il these and many secondary questions have remained without ans wer.Samuderailmufortuna.org). hal. Terj. www. Diunduh pada hari Minggu. Aliran-Aliran Filsafat Islam. Imam hanya boleh dilantik oleh Rasulullah s. Teoritis. Filsafat Pendidikan Islam. www. jam. 1991) www.mindarakyat2. 14.Nata. Aliran-Aliran Filsafat Islam.M.ikaari. (Jakarta: Logos Wacana Ilmu. or possibly one author. www. Farrukh dalam M. ha l.com. [1] Baca Abuddin Nata. Diunduh pada hari Minggu.org. Syarif (edi tor).com. [8] Omar A. Aliran-Aliran Filsafat Islam. Nasr (1964).

(Jakarta: Y ayasan Obor Indonesia. (el-Hurr. 1991). potensi/ kemampuan dasar untuk beragama Islam. (Yogyakarta: Safiria Insania Press. Pendidikan dan Peradaban Islam. hal. dengan demikian. Al-Qur an meng hapuskan (mengakibatkan tidak berlakunya hukum) semua kitab yang diturunkan sebe lumnya. hal. hal. Qadir. kemampuan d asar beragama (tidak mesti Islam). 183. (Mesir: Dar al-Ma arif. Sayidina Ali pula tidak mati dan seperti Nabi Isa s.mindarakyat2. [12] Abuddin Nata. adalah pemimpin (kepala) semua nabi dan beliau adalah nabi terakhir. Fitrah mempunyai beberapa komponen. Filsafat Pendidikan Isl am Pendekatan Historis. Ini dipanggil I tiqad Ar-Rajah oleh orang Syi ah. Dia ad alah penguasa atas segala penguasa. juga. [19] Ibid. Al-Qur an sebagau kitab terakhir mengukuhkan isi (inti) kitab-kitab sebelu mnya dan menghapuskan apa-apa yang bertentangan dengan ajarannya. Imam yang ke-12 ( atau 7) bernama Muhammad bin Hasan a l Mahdi dipercayai tidak mati tapi ghaib (konsep Imam Ghaib). Nawahib dan Qabiliyat (tendensi/kecenderungan) yang mengacu kepada keima nan kepada Allah. Aliran-Aliran Filsafat Islam. (Jakarta: Ciputat Pers. 2002). Nabi Muhammad saw. hal. 99 [18] Omar A. 227-228 atau Abuddin Nata. Sebagai waris Nabi. 29 Maret 2009 jam 12. yaitu awal atau asal-usulnya. Teoritis. 184 [14] Samsul Nizar.w. Proses penafsiran simbolis dan esp teris disebut ta wil. [21] Walaupun Ikhwan al-Shafa menyerukan pluralisme agama.14 wib). yang secara teknis bermakna hermeneutika simbolis dan spirit ual.a.org. 20 04). Syarif (editor). ia berarti membawa sesuatu kembali kepada aw alnya. Teoritis.A. (www.s. Akan tetapi secara etimologis.w. dan Praktis. (Jakarta: Pus taka al-Husna. mereka berpendapat ba hwa agama terbaik dan paling sempurna (par exellence) adalah Islam. beliau di bawa kelangit. Tarbiyah fi al-Islam. Farrukh dalam M. dan Praktis. Naluri dan kewahyuan (revealasi). Sementara menung gu Sayidina Ali muncul kembali di dunia. Filsafat Pendidikan Islam 1. Keempat.trip od. Yang mati adalah gantinya.M.a.22 wib. membawa atau mengikuti sim bol-simbol kembali kepada asal-usul yang dilambangkannya. Sa yidina Ali terus menerima wahyu dari Allah swt. simbo lisme berfungsi sebagai kata kunci untuk semua itu sehingga tafsir-tafsir itu ju ga bisa disebut sebagai tafsir-tafsir simbolis . Bahkan.99 [15] Sebagaimana pendapat Hasan Langgulung yang dikutip oleh Muis Sad Iman. Pendidikan Partisipatif. sebagaimana dipahami dalam pengertian tradisionalnya. Diunduh hari Ahad. Filsafat Pendidikan Islam 1. Diunduh 29 Maret 2009 jam 12. 214-215 [20] Tafsir-tafsir esoteris atas al-Qur an pada dasarnya disatukan melalui prinsip simbolisme. tt). maksudnya tidak mungkin seseorang itu Atheis. 59 atau Samsul Nizar. 215 [16] Baca Abuddin Nata. Ketiga. 1985). hal. Filsafat Pendidikan Islam. h al. karena Islam adalah agama fitrah. Rasulullah s. 98. pada diri beliau Allah telah menyatukan unsu . Sayidina Ali akan diutuskan lagi kepada manusia sebagai Imam Mahdi untuk menghapuskan kezaliman dan kesesatan manusia. 182-183 [17] Baca C. Filsafat Pendidikan Islam Pendekatan Historis. roh beliau sebagai Imam Syi ah yang perta ma berpindah-pindah dari jasad beliau kepada jasad 11 orang Imam (ada firqah Syi a h menerima hanya 7 Imam). Terj. Imam Mahdi yang ghaib itu. hal. hal. (Muis Sad Iman. Kedua. Pertama. Sayidinna Ali dipe rcayai akan muncul kembali ke dunia dalam jasad Imam yang ke-12. Fitr ah adalah potensi dasar yang baik. hal 25 atau Hasan Langgulung. hal. Tafsir Esote ris Qur an dalam www. 182 [13] Ahmad Fuad al-Ahwani.com.hak memilih Khalifah atau Imam. hal.telagahikmah. Sep erti Nabi Isa a. Filsafat Pendidikan Islam 1. telah mewasiatkan Sayidina Ali untuk mengantinya sebagai Imam setelah Rasulullah wafat. Hasan Basari.

hal . (Omar A. jadi para pengikutnya dapat menikmati kebahag iaan di dunia dan akhirat. atau Abdur-rahman Habil.M. (Jakarta: Bulan Bintang.com. 68. Farrukh. h al. el-Hurr.blogspot. 215-216) [22] www. hal. Aliran-Aliran Filsafat Islam. Pengantar Filsafat Islam.r-unsur kepemimpinan dan kenabian. hal. [24] Ahmad Hanafi. Tafsir Esoteris Qur an www. [23] baca lebih lanjut.org. Farrukh dalam M. 8 [25] Omar A. . Sejarah Filsafat Islam: Sebuah Peta Kronologis.telagahikmah. 1996). 186 [26] Majid Fakhry.samuderailmufortuna. Tafsir-tafsir Esoteris al-Qur an. Syarif (editor).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->