Anda di halaman 1dari 22

Tendangan Pisang

Oleh
Whisnu Trie Seno Ajie
132146
Pendahuluan
I.1 Latar Belakang

I.2 Permasalahan

I.3 Hipotesis

I.4 Tujuan

I.5 Metodologi Penulisan


Latar Belakang

Sebenarnya banyak konsep fisika yang bisa kita pelajari dari


fenomena sehari-hari. Contohnya adalah ketika kita
berolahraga. Kita sering melakukan olahraga tetapi hanya
sedikit orang yang memahami bahwa terdapat konsep fisika
dalam olahraga.

Dalam olahraga sepak bola sering menyajikan hal-hal yang


menarik perhatian penontonnya karena tersaji teknik-teknik
sepak bola yang dapat memukau yang menyaksikan
pertandingan.
TENDANGAN BEBAS
Permasalahan

Apa sebenarnya yang menyebabkan arah


lintasan gerak bola berubah secara tiba-tiba
pada tendangan pisang?
Hipotesis

Ketika bola di tendang, bola akan bergerak


dengan lintasan parabola. Ketika tendangan
pisang berarti ada gaya lain yang
mempengaruhi arah lintasan gerak bola yang
membelok secara tiba-tiba selain gaya gravitasi
(memberikan gaya ke arah bawah)
Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini dimaksudkan


untuk mengetahui apa sebenarnya yang
mempengaruhi arah lintasan gerak bola yang
sulit di tebak oleh penjaga gawang karena
membelok secara tiba-tiba.
Metodologi Penulisan

Metodologi penulisan ini melakukan analisis


deskriptif yang dilakukan dengan meninjau
pustaka sebagai referensi.
Landasan Teori

Gerakan Parabola
Gerakan Parabola
Gerakan Parabola
Gerakan Parabola

Gerakan ini disebabkan karena adanya gravitasi


Gerakan ini disebabkan karena adanya gravitasi
bumi. Tanpa gravitasi bumi gerakan bola akan
bumi. Tanpa gravitasi bumi gerakan bola akan
lurus ke atas
lurus ke atas
Secara matematis,gerak parabola bisa di uraikan
pada sumbu -x dan sumbu -y.
 
Pada sumbu –x benda di anggap mengalami gerak lurus
beraturan.

 
Sedangkan pada sumbu –y, benda di anggap mengalami
gerak lurus berubah beraturan. Persamaannya sebagai
berikut.

-
Garis Arus (Stream Line)
Garis Arus (Stream Line)

Pada aliran tunak, kecepatan setiap partikel fluida di suatu


titik, katakanlah titik A (lihat gambar) selalu sama

Ketika melewati titik B, kecepatan partikel fluida mungkin


berubah
ketika tiba di titik B, partikel fluida yang menyusul dari
belakang mengalir dengan kecepatan yang sama seperti
partikel fluida yang mendahuluinya

Demikian juga ketika tiba di titik C dan seterusnya.


Garis Arus itu merupakan kurva yang menghubungkan titik A,B
dan C.
Hukum Bernoulli
Hukum Bernoulli

 
𝟏𝟏
  𝟐𝟐
𝒑+ 𝝆 𝒈𝝑 + 𝝆 𝒈𝒉=𝒌𝒐𝒏𝒔𝒕𝒂𝒏
𝒑+𝟐 𝝆 𝒈𝝑 + 𝝆 𝒈𝒉=𝒌𝒐𝒏𝒔𝒕𝒂𝒏
𝟐
Sebagian besar tendangan bebas mengikuti hukum
Bernoulli. Bola akan membelok seperti pisang karena salah
satu sisi bola mendapatkan tekanan lebih rendah dibanding
sisi lainnya. Tendangan pisang tersebut menyebabkan
lintasan gerak bola tidak sepenuhnya parabola.
Efek Magnus
Efek Magnus

Besar gaya dari efek Magnus yaitu :


𝟑
  𝑭
  𝑭𝑳 =𝑪𝑳 𝝆 𝑫 𝟑𝒇𝒇 𝝑
=𝑪 𝝆 𝑫 𝝑
𝑳 𝑳
 
dengan
CL = koefisien lift  
= kerapatan udara (kg/
D = diameter bola (m)
f = frekuensi spin bola (putaran/s)
= kecepatan bola (m/s)
Efek Gaya Gesekan
Efek Gaya Gesekan

Gaya gesekan selalu bekerja melawan arah gerak bola, yang


akan memperlambat dan menurunkan bola
Rumus untuk menghitung gaya gesek pada bola selama melayang di
udara adalah sebagai berikut

  𝟏𝟏
FFdd = 
    Cd 𝝆   A 𝝑  2
 = 𝟐   Cd 𝝆   A 𝝑  2
𝟐
 dengan
Cd adalah koefisien gesek, 
 adalah kerapatan udara,
A adalah luas penampang permukaan bola (jika diameter
D = 0,22 m maka A = ¼  D2),
dan adalah kecepatan bola.
Analisis

Lintasan dari suatu bidang (bola) ketika berputar adalah


Lintasan dari suatu bidang (bola) ketika berputar adalah
sebuah spiral
sebuah spiral
Karena jarak yang cukup jauh antara bola dan gawang maka
Karena jarak yang cukup jauh antara bola dan gawang maka
lintasan spiral ini semakin terlihat jelas
lintasan spiral ini semakin terlihat jelas

Jika kita menendang bola sekeras mungkin, seperti yang


Jika kita menendang bola sekeras mungkin, seperti yang
dilakukan David Beckham atau Carlos (pemain sepak bola
dilakukan David Beckham atau Carlos (pemain sepak bola
profesional) maka kita dapat mengurangi efek gravitasi
profesional) maka kita dapat mengurangi efek gravitasi
Analisis

Tendangan pisang dapat dijelaskan secara ilmiah


Tendangan pisang dapat dijelaskan secara ilmiah
dengan ilmu dinamika fluida
dengan ilmu dinamika fluida

Permukaan bulat bukan bentuk aerodinamis yang efisien. Ketika


aliran udara di permukaan bola yang bergerak terpisah, udara di
belakangnya bergolak karena terjadi turbulensi. Turbulensi selalu
menghasilkan gaya hambat sehingga bola menjadi objek yang sulit
diarahkan.
Analisis

Namun, pada kecepatan sekitar 20 kilometer per jam,


Namun, pada kecepatan sekitar 20 kilometer per jam,
keajaiban bisa terjadi
keajaiban bisa terjadi

Efek turbulensi berkurang dan gaya hambatnya hilang


Efek turbulensi berkurang dan gaya hambatnya hilang

Teknik tendangan bebas yang menghasilkan bola berbelok


Teknik tendangan bebas yang menghasilkan bola berbelok
di udara dan menyimpang dari lintasan yang sebenarnya
di udara dan menyimpang dari lintasan yang sebenarnya
adalah fenomena cerminan dari efek magnus
adalah fenomena cerminan dari efek magnus
Analisis

Efek magnus maksimum jika sumbu putar bola tegak lurus


Efek magnus maksimum jika sumbu putar bola tegak lurus
dengan arah aliran udara. Efek ini mengecil ketika arah sumbu
dengan arah aliran udara. Efek ini mengecil ketika arah sumbu
putar ini makin mendekati arah aliran udara dan menjadi nol
putar ini makin mendekati arah aliran udara dan menjadi nol
ketika arah sumbu putar ini sejajar dengan arah aliran udara
ketika arah sumbu putar ini sejajar dengan arah aliran udara

Pada tendangan bebas, bola yang bergerak dengan kecepatan


Pada tendangan bebas, bola yang bergerak dengan kecepatan
110 km/jam dan berotasi dengan 10 putaran tiap detiknya, dapat
110 km/jam dan berotasi dengan 10 putaran tiap detiknya, dapat
menyimpang lebih dari 4 meter, cukup membuat penjaga gawang
menyimpang lebih dari 4 meter, cukup membuat penjaga gawang
kebingungan
kebingungan
Analisis

Misalkan suatu tendangan bebas yang berjarak 25 m dari


Misalkan suatu tendangan bebas yang berjarak 25 m dari
gawang, dan bola ditendang dengan kecepatan 25 m/s, dalam
gawang, dan bola ditendang dengan kecepatan 25 m/s, dalam
hal ini menyebabkan spin bola pada frekuensi 10 putaran/s.
hal ini menyebabkan spin bola pada frekuensi 10 putaran/s.
Dengan mengandaikan kerapatan udara 1,2 kg/m3 dan diameter
Dengan mengandaikan kerapatan udara 1,2 kg/m3 dan diameter
bola menurut ketentuan FIFA 0,22 m, dengan mengasumsi
bola menurut ketentuan FIFA 0,22 m, dengan mengasumsi
koefisien lift sebesar 1,23 maka gaya angkat (lift) atau gaya
koefisien lift sebesar 1,23 maka gaya angkat (lift) atau gaya
magnus dapat dihitung sebagai berikut.
magnus dapat dihitung sebagai berikut.

 
FL   = CL D3f 3
FL  = CL D f
= 1,23 x 1,2 x 0,223 x3 10 x 25
= 1,23 x 1,2 x 0,22  x 10 x 25
= 3,93 N
= 3,93 N
Kesimpulan

Ketika
Ketika lintasannya
lintasannya parabola,
parabola, yang
yang
mempengaruhi pola lintasan tersebut
mempengaruhi pola lintasan tersebut adalah adalah
gaya
gaya gravitasi
gravitasi yang
yang menyebabkan
menyebabkan bolabola tidak
tidak
terus
terus menerus
menerus bergerak
bergerak ke keatas
atas tetapi
tetapi akan
akan
kembali
kembali keke bawah
bawah setelah
setelah mencapai
mencapai titik
titik
tertinggi.
tertinggi. Aliran
Aliran udara
udara tentunya
tentunya bisabisa
mempengaruhi
mempengaruhigerak gerakbola
bola
Kesimpulan

Pengaruh lain pada tendangan pisang yang lintasannya


Pengaruh lain pada tendangan pisang yang lintasannya
bukan parabola dikarenakan adanya efek magnus yang
bukan parabola dikarenakan adanya efek magnus yang
menyebabkan bola bergeser akibat ketidakseimbangan
menyebabkan bola bergeser akibat ketidakseimbangan
tekanan udara. Bola yang di tendang akan berputar
tekanan udara. Bola yang di tendang akan berputar
berlawanan arah jarum jam di udara akan mengalami
berlawanan arah jarum jam di udara akan mengalami
gaya magnus ke arah berlawanan. Hal itu terjadi karena
gaya magnus ke arah berlawanan. Hal itu terjadi karena
tekanan udara di salah satu sisi bola lebih rendah
tekanan udara di salah satu sisi bola lebih rendah
dibanding sisi yang lain, atau aliran udara di salah satu
dibanding sisi yang lain, atau aliran udara di salah satu
sisi bola lebih cepat dengan sisi yang dilawan oleh
sisi bola lebih cepat dengan sisi yang dilawan oleh
perputaran bola.
perputaran bola.
Referensi
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta :
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta :
Penerbit Erlangga
Penerbit Erlangga
Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I
Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I
(terjemahan), Jakarta : Penebit Erlangga
(terjemahan), Jakarta : Penebit Erlangga

http://adhistroon.wordpress.com
http://adhistroon.wordpress.com
http://gurumuda.com
http://gurumuda.com
http://id.istanto.net/2006/06/14/dinamika-fluida/
http://id.istanto.net/2006/06/14/dinamika-fluida/
http://ilmuwanmuda.wordpress.com/
http://ilmuwanmuda.wordpress.com/
http://physicsandsport.blogspot.com/
http://physicsandsport.blogspot.com/
http://www.fisikanet.lipi.go.id/
http://www.fisikanet.lipi.go.id/
http://yantsa.blogspot.com/
http://yantsa.blogspot.com/
TERIMA
KASIH
SEMOGA
BERMANFAA
T