Anda di halaman 1dari 39

Kelompok 5

M. Ekaditya Albar (0806331683)

Maryane Anugrah Putri (0806331714)

Mia Diniati (0806331720)

M. Fadli (0806331771)

Nitiyoga Adhika P. (0806331821)

Nizar (0806331834)
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

INDUSTRIAL SCREENING
Industry sizing sangat luas dipakai untuk pemisahan ukuran 300 mm hingga menjadi
ukuran sekitar 40 μm, meskipun efisiensi ikut menurun seiring dengan tingkat kehalusan.
Screening kering biasanya terbatas pada material di atas 5 mm, sedangkan screening basah
umumnya berukuran 250 μm, metode untuk penanganan material di bawah 250 μm ditangani
dengan menggunakan metode klasifikasi. Pemilihan penggunaan antara screening dan
klasifikasi dipengaruhi adanya pertimbangan bahwa pemisahan yang halus membutuhkan area
yang luas untuk permukaan screening dan oleh karena itu proses ini memerlukan biaya yang
mahal dibandingkan dengan proses klasifikasi.

Tujuan utama screening :

 Sizing / classifying : untuk memisahkan partikel berdasarkan ukuran. Biasanya untuk


menyediakan unit proses dengan range ukuran partikel yang diinginkan disesuaikan
dengan unit operasinya masing-masing.
 Scalping : untuk menghilangkan fraksi partikel yang kasar pada material pengumpan,
biasanya hasil scalping pada akhirnya dapat dihancurkan atau dihilangkan dari proses.
 Grading : untuk menyiapkan sejumlah produk dengan range ukuran yang diinginkan.
 Media recovery : sebagai media magnetic untuk membersihkan bijih.
 Dewatering : untuk menghilangkan kotoran dari proses wet sand slurry.
 Desliming atau de-dusting : untuk menghilangkan material yang halus, umumnya di
bawah 0.5 mm dari umpan basah atau kering.
 Trash removal : biasanya digunakan untuk menghilangkan serat kayu dari arus slurry
yang halus.

Dalam bentuk sederhana, permukaan screen memiliki banyak celah atau lubang,
biasanya dengan dimensi yang sama. Tidak ada metode yang secara universal menerima
pendefinisian performa screening dan jumlah metode yang dipakai.

Page | 2
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Peralatan untuk Screening


Peralatan yang dapat dipergunakan untuk industrial screening diantaranya sbb :

Vibrating Grizzly

yaitu suatu alat “screen” yang seringkali dipergunakan dalam penambangan mineral,
berfungsi sebagai penyaring material yang sangat kasar menjadi material yang halus yang
bentuknya tersusun atas rangkaian batang logam keras yang sejajar dan di letakkan pada
bingkainya.seperti pada gambar di samping.

Pada prinsipnya mesin ini bekerja sama dengan mesin-mesin screen yang lainnya yaitu
bergetar dengan mekanis artinya dapat bergoyang tanpa bergeser dan berubah dari keadaan
semula.

Biasanya dipergunakan dalam proses pengolahan mineral dari mineral yang kasar sekali
untuk menjadi material yang dapat dipergunakn pada proses selanjutnya, biasanya material
yang dapat diolah setelah dari mesin crusher telah memiliki ukuran 10cm dan memiliki jarak
antara batang dengan material tersebut sejauh 10cm pula.Dan Vibrating –Grizzly ini memiliki
kemiringan sudut antara 20-50º. Sebab jika tidak demikian akan terjadi fenomena “Clogging”
(penyumbatan) yang mana dalam proses pengolahan ini sangatlah menghambat dalam kerja.

Page | 3
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Gambar Vibrating Grizzly

Trommel Screen

Seperti halnya Vibrating – Grizzly screen yang bekerja dengan cara mengaduk dan
bergetar, Trommel screen pun bekerjanya hampir serupa,yaitu yang bergerak adalah silinder di
dalamnya yang akan memisahkan material tersebut dari yang berukuran kasar hingga
berukuran yang akan dipergunakan.Dan dapat memisahkan partikel yang kering maupun yang
basah dan mengandung lumpur.

Page | 4
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Performance of Screens
 Screen

Screen merupakan suatu permukaan yang memiliki banyak apertures dalam suatu
ukuran tertentu.

 Material yang memiliki berbagai macam ukuran akan melewati atau tertahan di screen
ini tergantung kepada ukuran partikel yang lebih kecil atau lebih besar dari ukuran
aperture screen.

 Efisiensi kerja screen tergantung atas tingkat kesempurnaan pemisahan material ke


dalam fraksi ukuran di atas atau di bawah dimensi/ukuran aperture.

 Screening dibatasi untuk ukuran material di atas 250 m.

 Ukuran partikel material yang lebih halus akan dipisahkan melalui metode
classification.

 Screening dalam ukuran mesh, digunakan untuk ukuran 20 mesh atau lebih kasar dari
itu.

 Dapat dalam keadaan kering (dry) atau basah (wet), stationary atau vibrating.

Performance of Screens

• Efisiensi Screen

• Mass Balance Screen :

F = C + U, jika

f = fraksi material feed

c = fraksi material yang tertahan screen

u = fraksi material yang melewati screen

Page | 5
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Maka Efisiensi keseluruhan dari screen :

Jika dianggap coarse material tertahan semua di screen, maka u dapat dianggap =
0(berarti coarse material terseleksi baik), maka efisiensi dapat ditulis :

Pada prakteknya, banyak hal yang mempengaruhi efisiensi screen :

 Ukuran partikel yang mendekati ukuran aperture.

 Robeknya aperture.

Faktor-faktor yang mempengaruhi performa Screen :

 Feed rate : high feed rate diperlukan untuk mengurangi article dweel time.

 vibration pada screen. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi. Semakin tinggi laju
feed(feed rate) makin besar vibratuion yang dilakukan.

 Sudut datang dan orientasi partikel saat di screen.

Jika partikel tidak berbentuk bola, pada satu sisi memiliki luas area yang kecil untuk
melewari scree dan di sisi lain memiliki luas yang berbeda lebih besar yang justru menghambat
pergerakan ke screen.

Page | 6
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Tabel di atas memperlihatkan chance per 1000 of unristrected passage untuk melewati
area aperture dari partikel yang spheric dan memberikan jumlah yang memungkinkan dari
rangkaian aperture tersebut untuk dapat dilewati pada screen.

Shaking Screen & Rotating Probability Screen


Shaking Screens

Adalah sebuah alat yang digunakan untuk menspesifikasikan ukuran dari bijih logam
yang akan kita proses sebelum dimasukkan ke dalam bins (tempat penyimpanan).

Page | 7
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Prinsip Kerja

o menggunakan prinsip gerakan bolak balik (shake) yang bekerja pada kondisi miring

o Beroperasi dalam dengan jumlah stroke 60 – 800 per menit

o Mengecilkan ukuran hingga <12mm

Penggunaan

o Banyak digunakan dalam penyeleksian mineral dalam skala besar

o Persiapan coal dalam kondisi kering

o Sangat jarang digunakan abrasive metalliferous ores

Rotating probability Screen

Merupakan yang digunakan untuk menyeleksi ukuran mineral dengan menggunakan


prinsip gaya putar (sentrifuge)

Page | 8
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Prinsip Kerja

 Terdiri dari sircular screen deck berupa lubang- lubang vertikal yang berputar dengan
kecepatan tertentu

 Dengan memanfaatkan massa dan gaya sentrifugal maka dipisahkan antara mineral
yang berukuran besar dan kecil.

 Distribusi yang seragam didapatkan dengan putaran mesin dengan kecepatan tetap

 Partikel yang terseleksi akan terbawa melewati rotating rods

 Sedangkan coaster yang tersisa akan terlempar ke pinggir akibat gaya senrifugal

Penggunaan

Digunakan pada proses dimana kemampuan untuk menangani material dengan


kelembaban tinggi lebih dibutuhkan daripada kemampuan pemisahan ukuran yang sangat
akurat

Revolving Screen & The Mogensen Sizer


Revolving Screen

Page | 9
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

• Alat

Trommel  ramping, berbentuk silinder dan dapat digunakan saat basah maupun
kering.

• Prinsip Kerja

Material diletakkan di salah satu ujung trommel, dimana material yang


berukuran kecil akan melewati apertures (lubang) screen, sedangkan material yang
terlalu besar akan jatuh ke ujung yang berlawanan

• Gambar Trommel

• Fungsi

 Untuk menghasilkan produk dengan beberapa ukuran.

 Untuk menangani material dengan ukuran 55 mm -6 mm, untuk material yang


lebih kecil lagi dapat ditangani dengan screening di bawah kondisi basah.

• Keuntungan

 Murah

 Bebas dari getaran

 Kuat

Page | 10
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

• Kerugian

 Kapasitas minim

 Mudah “blind”

• Aplikasi

 Trommel sangat luas digunakan dalam berbagai jenis pasir

The Mogensen Sizer

• Prinsip Kerja

 Suatu partikel akan melewati lubang yang lebih besar dari diameter maksimum
partikel itu.

 Material, yang ukuran mesh-nya lebih besar dari partikel, akan jatuh dengan
sistem penggoyangan dan pemiringan screen

• Gambar prinsip dari Mogensen Sizer

Reciprocating Screen

Page | 11
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Reciprocating Screens terdiri dari sebuah gyratory horizontal yang bergerak pada ujung
umpan dari screen yang tegak lurus dengan bantuan dari poros yang berputar secara tidak
teratur. Perputaran poros tersebut sebesar 1000 rev/min. Gerakan memutar pada ujung feed
dengan cepat menebarkan material-material melintang ke seluruh lebar dari permukaan
screen. Gerakan memutar ini juga menyusun material-material tersebut berdasarkan
perbedaan mesh.

Selama material-material tersebut melewati permukaan dari screen, akan terjadi


pereduksiaan jumlah pada ujung pemberhentian (ujung alat).Reduksi ini membantu
memisahkan material-material yang diistilahkan ‘near mesh particles’.

Separasi ini biasa digunakan untuk:

 Material yang halus

 Material yang kering

 Ukuran kecil (light) yaitu sekitar 10 sampai 20 µm, dan terkadang sampai 40 µm.

Delkor Linear Screen

Adalah mesin screening baru yang diperkenalkan pada pertambangan di Afrika Selatan.
Biasanya digunakan untuk memisahkan serpihan-serpihan kayu dan fiber dari sisa oere stream
feeding dengan sistem karbon-pulp.

Mesin tersebut bekerja dengan bantuan sebuah screen coarse berfilamen banyak yang
didukung oleh putaran kain dan digerakkan oleh sepasang kepala katrol dengan sebuah variabel
kecepatan di tiap unit.

The Grizzly

Digunakan untuk material yang sangat kasar. Terdiri dari serangkaian heavy bar paralel
yang terpasang pada sebuah frame, ada yang menggunakan rantai sebagai pengganti bar dan
ada yang digoyang atau digetarkan secara mekanik untuk sizing atau membantu dalam
penghilangan oversize ore.

Page | 12
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Cara kerja: sizing umpan ke primary crusher, jika primary crusher memiliki 10-cm
produk, maka umpan dilewatkan grizzly dg ruang antar bar 10-cm dengan tujuan melewatkan
undersize ore.

Bar pada grizzly cenderung membentuk sudut 20o-50o dengan inklinasi antar bar
terendah adalah efisiensi .

Umpan mengalir searah dengan bar untuk membantu aliaran dan mengurangi clogging
(sumbatan). Bar biasanya diruncingkan di area cross untuk meminimalisasi clogging sekali
ketika partikel masuk ke dalamnya. Besar partikel yang discreen grizzly sebesar 300mm atau
sekecil 20mm, kapasitas dapat mencapai 1000 t/h, pada area yang proporsional.

Gambar The Grizzly

Gyratory Screen

• Tipe : memberi gerakan gyratory (berputar-putar dan bergesek) seluruhnya ke semua


screen cloth

• Banyak digunakan untuk fine-screening baik basah maupuan kering hingga 40μm

Page | 13
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

• Terdiri dari sekumpulan ayakan / saringan di atas meja yang ditopang pegas didasarnya,
yang meregang dari bawah meja adalah sebuah motor dengan batang perpanjangan
ganda yang mengendalikan timbangan eksentrik

CLASSIFICATION
Pendahuluan

Klasifikasi merupakan metode pemisahan campuran mineral menjadi dua atau lebih
produk berdasarkan kecepatan dengan mana butir-butir jatuh melalui medium fluida
(Heiskanen, 1993). Karena kecepatan partikel dalam medium fluida ini tidak hanya bergantung
pada ukuran partikelnya, tetapi juga pada gravitasi spesifik dan bentuk partikel, prinsip
klasifikasi sangatlah penting dalam pemisahan mineral dengan memanfaatkan konsentrator
gravitasi.

Prinsip klasifikasi

Ketika kesetimbangan dicapai antara gaya gravitasi dan gaya hambatan fluida, partikel
mencapai kecepatan ujung dan kemudian jatuh pada angka yang seragam. Semua hambatan
terhadap gerakan bergantung pada gaya geser atau viskositas fluida dan oleh karena itu disebut
hambatan viskos. Pada kecepatan tinggi, hambatan utamanya bergantung pada pemindahan
fluida oleh partikel dan hambatan viskosnya kecil; hal ini disebut sebagai hambatan turbulensi.
Pemisah sangat utama memiliki kolom penyortiran di mana fluida meningkat pada kecepatan
yang sama (Gambar 9.1). Partikel yang masuk ke kolom penyortiran ini akan tenggelam atau
mengapung tergantung dari apakah kecepatan ujung partikel ini lebih atau kurang dari

Page | 14
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

kecepatan fluida yang meningkat itu. Jika kecepatan ujung partikel kurang dari kecepatan
fluida, dinamakan overflow; jika kecepatan ujungnya lebih dari kecepatan fluida, dinamakan
produk underflow atau produk spigot.

Gambar 9.1 Kolom penyortiran


Pengendapan Bebas (Free Settling)
pada alat pemisah

Pengendapan bebas mengacu pada mengendapnya partikel di dalam fluida yang


volumenya hampir sama dengan volume partikel, sehingga kerumunan partikel diabaikan.
Untuk pulp bijih yang terpisah sempurna, pengendapan bebas ini mendominasi ketika
persentase padatan dari beratnya kurang dari kira-kira 15 (Taggart, 1945). Untuk partikel yang
berbentuk bulat, berlaku persamaan-persamaan sebagai berikut:

Hukum Stoke:

Hukum Newton untuk hambatan turbulensi:

dimana:

g = percepatan gravitasi

d = diameter partikel
Page | 15
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Ds = massa jenis partikel

Df = massa jenis fluida

η = viskositas fluida

v = kecepatan ujung

Hukum Stoke berlaku untuk partikel yang diameternya di bawah kira-kira 50 µm. Untuk
batas atasnya, dapat ditentukan dengan angka Reynolds (Bab 4). Untuk hukum Newton sendiri
berlaku untuk partikel yang diameternya lebih dari kira-kira 0,5 cm.

Untuk fluida tertentu, hukum Stoke dapat disederhanakan menjadi:

dan Hukum Newton dapat disederhanakan menjadi:

dimana:

k1 dan k2 = konstanta; (Ds-Df) = massa jenis efektif dari partikel yang bermassa jenis Ds
dalam fluida yang bermassa jenis Df

Kedua hukum di atas menunjukkan bahwa kecepatan ujung dari suatu partikel dalam
fluida tertentu merupakan fungsi hanya dari ukuran dan kepadatan partikel. Dapat dilihat
bahwa:

(1) Jika dua partikel memiliki massa jenis yang sama, maka partikel yang diameternya
lebih besar memiliki kecepatan ujung yang lebih tinggi.
Page | 16
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

(2) Jika dua partikel memiliki diameter yang sama, maka partikel yang lebih berat
memiliki kecepatan ujung yang lebih tinggi.

Rasio pengendapan bebas dapat dibuat sebagai berikut:

dimana:

da dan db = diameter partikel a dan b

Da dan Db = massa jenis partikel a dan b

Mirip dengan hukum Newton, rasio pengendapan bebas untuk partikel ukuran besar adalah:

Rasio pengendapan bebas lebih besar untuk partikel kasar yang mematuhi hukum
Newton daripada untuk partikel halus yang mematuhi hukum Stoke. Ini berarti bahwa
perbedaan kepadatan antar partikel memiliki efek yang lebih besar pada klasifikasi daripada
jarak ukuran yang lebih kasar.

Pernyataan umum untuk rasio free-settling dapat disimpulkan sebagai berikut:

Page | 17
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

dimana:

n = 0,5 untuk partikel kecil yang mematuhi hukum Stoke

n = 1 untuk partikel besar yang mematuhi hukum Newton

Pengendapan Hambatan (Hindered Settling)

Pengendapan hambatan berlaku ketika sistem mulai berkelakuan sebagai cairan kental,
yaitu saat kandungan padatan dalam pulp bijih meningkat, sehingga partikel semakin ramai dan
kecepatan jatuhnya menjadi berkurang.

Untuk menentukan kecepatan jatuh kira-kira dari partikel, dapat digunakan persamaan berikut:

dimana Dp = massa jenis pulp bijih.

Semakin kecil massa jenis atau kepadatan partikel, semakin nyata efek reduksi dari
massa jenis efektif, Ds-Dp, dan semakin kecil pula kecepatan jatuhnya. Untuk partikel besar,
semakin padat pulp bijih, maka kecepatan jatuh akan semakin besar. Efeknya dalam desain alat
pemisah, pengendapan hambatan mengurangi efek ukuran, namun meningkatkan efek
kepadatan pada klasifikasi.

Rasio pengendapan hambatan selalu lebih besar daripada rasio pengendapan bebas,
dan semakin padat pulp, semakin besar pula rasio diameter partikel yang mengendapnya sama.

Alat pemisah pengendapan hambatan digunakan untuk meningkatkan efek kepadatan


pada pemisahan, mengingat alat pemisah pengendapan bebas menggunakan suspensi cair
secara relatif untuk meningkatkan efek ukuran pada pemisahan (Gambar 9.2).

Page | 18
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Gambar 9.2 Klasifikasi dengan (a)


pengendapan bebas, (b) pengendapan
hambatan

Efisiensi pemisahan, bagaimanapun, dapat dikurangi karena viskositas hasil adukan


meningkat seiring dengan kepadatannya. Dengan meningkatknya kepadatan pulp, tercapai
sebuah titik di mana setiap partikel mineral terlapis hanya dengan film tipis air. Kondisi seperti
ini dinamakan quicksand atau pasir apung, dan karena tegangan permukaan, campurannya
merupakan suspensi sempurna dan tidak cenderung untuk memisah. Padatannya berada dalam
kondisi yang bergoyang-goyang, sehingga tiap butir bebas bergerak, namun menjadi selalu
bertabrakan dengan butir lain dan akhirnya tetap di tempatnya.

Kondisi bergoyang ini dapat dilakukan dalam kolom penyortiran pada alat pemisah
dengan menyempitkan kolom tersebut, baik dengan meruncingkan kolom maupun dengan
memasukkan kisi ke dasarnya (Gambar 9.3). Kolom penyortiran yang seperti itu dinamakan bilik
bergoyang.

Gambar 9.3 Bilik bergoyang

Tipe-tipe Alat Pemisah


Page | 19
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Alat pemisah yang alirannya horizontal seperti alat pemisah mekanik, yang utama,
adalah tipe pengendapan bebas dan menekankan fungsi pengukuran.

Alat pemisah yang alirannya vertical atau alat pemisah hidrolik biasanya adalah tipe
pengendapan hambatan dan meningkatkan efek kepadatan pada pemisahan.

Alat Pemisah Hidrolik

Alat pemisah ini dikarakterisasi dengan menggunakan tambahan air ke pulp umpan,
dimasukkan sehingga arah alirannya berlawanan dengan partikel yang mengendap. Biasanya
alat pemisah ini terdiri dari rangkaian kolom penyortiran yang mana di masing-masing kolom ini
aliran air akan naik secara vertikal dan partikel-partielnya akan mengendap keluar (Gambar
9.4).

Gambar 9.4

Prinsip alat pemisah


hidrolik

Alat pemisah hidrolik mungkin saja berupa tipe pengendapan bebas atau hambatan.
Yang tipe pengendapan bebas jarang dipakai; walaupun sederhana dan dapat memuat
kapasitas besar, tipe ini tidak efisien dalam pengukuran dan penyortiran. Tipe ini dikarakterisasi
dengan masing-masing kolom penyortiran yang luas penampangnya sama di seluruh
panjangnya. Penggunaan paling besar dari alat pemisah hidrolik dalam industri mineral adalah
unutk menyortir umpan pada proses konsentrasi gravitasi tetentu sehingga efek ukuran dapat
ditekan dan efek kepadatan ditingkatkan (Bab 10). Alat pemisah yang seperti ini adalah yang
tipe pengendap hambatan. Perbedaan tipe ini dengan tipe pengendap bebas adalah dari kolom

Page | 20
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

penyortirannya. Kolom penyortiran pengendap hambatan menyempit di bagian bawah agar


menghasilkan bilik bergoyang (Gambar 9.3).

Alat pemisah pengendap hambatan menggunakan air yang lebih sedikit daripada
pengendap bebas dan lebih selektif dalam prosesnya, mengacu pada gesekan yang terjadi di
bilik bergoyang, dan efek apung dari pulp, secara keseluruhan, terhadap partikel yang tidak
lolos. Karena rasio ukuran partikel yang jatuh bersamaan tinggi, alat pemisah ini mampu
mengasilkan efek konsentrasi, dan produk spigot pertamanya biasanya memiliki tingkatan yang
lebih tinggi daripada produk lain (Gambar 9.5). Hal ini disebut sebagai penambahan tambahan
dari alat pemisah dan produk spigot yang pertama mungkin dalam beberapa kasus cukup
berharga untuk dapat diklasifikasikan sebagai konsentrat.

Gambar 9.5

Penambahan tambahan
pada alat pemisah
pengendapan hambatan

Page | 21
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Hydrosizer Stoke (Gambar 9.6) biasa digunakan untuk menyortir umpan pada
konsentrator gravitasi (Mackie et al., 1987).

Gambar 9.6 Hydrosizer multi-


spigot Stoke

Masing-masing bilik bergoyang ditetapkan pada bagian bawahnya dengan suplai air di
bawah kepala konstan yang digunakan untuk mempertahankan kondisi bergoyang tersebut
pada padatan yang turun ke bawah, berlawanan dengan aliran air pori yang naik. Masing-
masing bilik bergoyang tersusun dengan kran lucutan yang, pada gilirannya, terhubung dengan
katup yang sensitive terhadap tekanan sehingga kondisi pemisahan yang di atur oleh operator
dapat dikontrol secara akurat (Gambar 9.7).

Gambar 9.7 Bagian yang


melalui kolom penyortiran
dari hydrosizer

Page | 22
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Horizontal Current Classifiers

Settling cones

Settling cones ini merupakan klasifier/penggolong yg paling sederhana karena hanya


membutuhkan sedikit usaha untuk memisahkan padatan dari larutannya. Biasanya digunakan di
industri agregat untuk menghilangkan kotoran dari produk pasir kasar. Cara kerja dari setting
clone dapat dilihat pada gambar 9.8. pulp dimasukkan ke dalam tangki sebagai aliran yang
terdistribusi di F, dimana katup pembuangan pada tangki S tertutup. Ketika tangki sudah
penuh,limpahan air dan kotoran dimulai dan akan terbentuk tumpukan pasir sampai pada
tingkat tertentu. Jika katup pembuangan dibuka dan pembuangan pasir disamakan lajunya
dengan pemasukan pasir, maka klasifikasi ini terjadi radial di zona D dari B yang bibir tangkinya
meluap.

Kesulitan utama dari pengoperasian alat ini adalah untuk menjaga keseimbangan pasir
dan endapan, sangat sulit untuk menjaga banyaknya pasir yg terbuang melalui pipa tersebut
apalagi terdapat pengaruh dari gaya gravitasi. Namun sekarang telah banyak diciptakan bentuk
corong atau kerucut untuk mengatasi masalah ini.

Mechanical classifiers

Page | 23
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Terdapat beberapa penggolong yang dimana pada saat material mempunyai kecepatan
pengendapan yang rendah maka material tersebut akan terbawa oleh luapan arus larutan,
tetapi apabila material tersebut mempunyai nilai kecepatan pengendapan yang tinggi maka
material tersebut akan diendapkan di bagian dasar alat dan dengan sifat mekanis material
tersebut akan terseret ke atas yang berlawanan arah dengan aliran larutan.Mechanical
classifiers ini telah digunakan secara luas di operasi penggilingan sirkuit tertutup dan di
pengklasifikasian produk dari pabrik pencucian bijih besi.
Prinsip kerja dari mechanical classifiers dapat dilihat dari gambar ini

Umpan pulp dimasukkan ke dalam feed entry secara miring yang kemudian dialirkan
dan akan membentuk suatu kolam, dimana partikel dengan kecepatan jatuh yang tinggi akan
dengan cepat jatuh atau sampai ke dasar kolam. Diatas pasir kasar adalah daerah pasir apung
dimana pada daerah tersebut proses pengendapan terhalang. Kedalaman dan bentuk dari
daerah tersebut tergantung dari penggolongan yang terjadi, dan masa jenis dari umpan pulp
yang dimasukkan. Diatas dari pasir apung terdapat daerah yang bebas dari pengendapan
material, yang terdiri dari pulp yang mengalir secara horizontal melewati bagian atas dari
daerah pasir apung dari umpannya hingga ke kolam atau bendugan, dimana partikel – partikel
halus yang ada dapat menghilang.
Pasir -Pasir tersebut kemudian dialirkan kembali keatas dengan garpu mekanik atau
baut spiral seperti pada gambar diatas. Mekanisme tersebut juga berfungsi agar partikel –
partikel halus yang ada di kolam dapat teragitasi dengan lembut dan juga dengan mekanisme
pasir tersebut dapat melepaskan kotoran dan air yang ada karena terdapat gerakan
penggerusan yang berbalik arah. Mencuci pasir dengan cara menyemprotnya bertujuan untuk
meghilangkan kotoran – kotoran yang masih ada yang kemudian kotoran tersebut akan kembali
ke kolam.

Page | 24
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

The rake classifier


Alat ini memanfaatkan garpu yang digerakkan secara eksentrik yang menyebabkan
garpu tersebut tercelup atau masuk ke dalam material dan untuk memindahkan material
tersebut ke bidang miringnya untuk jarak yang dekat. Kemudian garpu – garpu tersebut kembali
ke titik awal dimana siklus kembali terulang. Kemudian material yang ada perlahan – perlahan
kan bergerak ke atas bidang miring untuk dibuang.

Spiral classifier
Alat ini menggunakan spiral yang terus menerus berputar memindahkan pasir untuk
menaiki bidang miring/lerengnya. Alat ini dapat digunakan untuk bidang miring yang lebih
curam jika dibandingkan dengan rake classifier. bidang miring yang lebih curam membantu
untuk pengeringan pasir, membuatnya lebih bersih dan menegeringkan produk. Agitasi di
kolam pun lebih sedikit terjadi, hal ini sangat berpengaruh pada pemisahan partikel – partikel
yang sangat halus. Ukuran dan kualitas pemisahan bergantung pada beberapa factor. Jika
kecepatan memasukkan umpan dinaikkan makan akan meningkatakan kecepatan membawa
secara horizontal dimana juga meningkatkan partikel yang tertinggal di luapan air.
Umpan tidak boleh langsung diletakkan ke dalam kolam, karena dapat menyebabkan
agitasi dan menyebabkan material yang kasar tidak terhalang lagi. Arus umpan harus
dilambatkan, sebagian tenggelam di kolam, dan sebagian dimiringkan menuju pembuangan
akhir. Kecepatan dari spiral atau garpu menentukan tingkat agitasi dari pulp dan tingkat
pemindahan pasir.
Untuk pemisahan material yang kasar, tingkat agitasi yang tinggi mungkin diperlukan
untuk menjaga agar partikel kasar yang ada di kolam, sedangkan untuk pemisahan material
Page | 25
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

yang halus, tingkat agitasi yang rendah dan tingkat kecepatan penggerusan/penyapuan pun
lebih rendah. Hal ini sangat penting karena kecepatan tersebut cukup untuk mengangkut pasir
menaiki bidang miring.
Selain itu, ketinggian dari dam pun berpengaruh. Apabila semakin tinggi maka volume
kolam semakin besar,waktu untuk menahan suatu material lebih lama dan menurunkan agitasi
pada permukaan dan juga dapat mengurangi massan jenis dari pulp. Dam yang tinggi digunakan
untuk pemisahan partikel yang sangat halus.
Pengenceran pada pulp merupakan variable paling penting dalam hal ini. Pada operasi
penggilingan tertutup biasa nya berat bola pabrikan paling sedikit 65% padatan sedangkan
klasifier ini tidak pernah beroperasi di atas 50% padatan. Air yang digunakan untuk mengontrol
pengenceran ditambahkan pada saat mencuci umpan atau ke pasir yang ada di dekat kolam.
Penambahan air menentukan tingkat pengendapan partikel, mengurangi massa jenis pada dam,
menyebabkan partikel halus dapat keluar dari pengaruh horizontal yang ada. Pemisahan
partikel yang lebih halus pun dihasilkan dan menyebabkan massa jenis pulp berada di atas nilai
“pengenceran kritis”, biasanya 10% padatan. Biasanya pada aplikasi pengolahan mineral sangat
jarang massa jenis aliran air dibawah nilai pengenceran kritis.
Kelemahan dari klasifier ini adalah tidak mampunya untuk memproduksi produk yang
sangat halus pada massa jenis pulp yang diinginkan. Oleh karena itu, pulp tersebut dapat
diencerkan untuk meningkatkan tingkat penyelesaian suatu partikel.

The hydrocyclone
Pada proses ini pengklasifikasian dilakukan terus menerus dengan memanfaatkan gaya
sentrifugal untuk mempercepat penyelesaian pemisahan partikel. Alat ini merupakan salah satu
alat yang paling penting dalam industry mineral. Hydrocyclone terdiri dari wadah yang
berbentuk kerucut, yang terbuka dibagian puncaknya atau yang dimana alirannya bergabung
Page | 26
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

dengan sebuah silinder bagian yang memiliki tempat masuknya umpan yang berbentuk
tangensial. Bagian atas silinder ditutup sebuah piring yang dapat dilalui dimana dapat dilewati
aliran pada pipa yang dipasang secara axial. Umpan dimasukkan dibawah tekanan melalui jalur
tangensial dimana akan bergerak berputar untuk menjadi pulp.
Teori klasik dari hydrocyclone adalah dimana pada saat partikel terkena 2 gaya yang
berbeda,gaya sentrifugal ke luar dan gaya yang ke dalam. Gaya sentrifugal mengembangkan
kecepatan dari laju penyelesaian pengklasifikasian suatu partikel, dimana pemisahan tersebut
juga terpengaruh pada ukuran dan gravitasi tertentu.
Hydrocyclone dewasa ini ditunjukkan tidak lagi menggunakan seluruh bagian dari
cyclone seperti hydrocyclone yang terdahulu. Hydrocyclone hampir secara universal digunakan
dalam sirkuit grinding karena mempunyai kapasitas yang tinggi dan efisiensi relative.
Hydrocyclone pun dapat mengklasifikasikan material dengan ukuran yang lebih beragam
biasanya 5 - 500μm, diameter yang lebih kecil biasanya digunakan untuk pengklasifikasian
material yang lebih halus.

Gambar the hydrocyclone

Efisiensi Cyclone

Metode yang umum untuk merepresentasikan efisiensi cyclone adalah dengan kurva
performa atau kurva partisi (gb 9.18) yang menghubungkan fraksi berat, atau persentase dari
ukuran partikel pada umpan yang dilaporkan pada puncak atau underflow dari ukuran partikel.
Titik potong atau ukuran separasi dari cyclone sering didefinisikan sebagai titik pada kurva
partisi dimana 50% dari partikel pada umpan di ukuran tersebut disampaikan ke underflow.
Partikel pada ukuran ini memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi underflow atau
overflow. Titik ini biasa disebut dengan ukuran d50.

Page | 27
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Ketajaman dari potongan tergantung dari kemiringan kurva partisi, semakin kemiringan
dekat dengan sumbu vertical akan semakin besar pula efisiensinya. Kemiringan dari kurva dapat
digambarkan dengan mengambil titik pada 75% dan 25% dari partikel umpan yang dilaporkan
pada underflow. Titik ini adalah ukuran d75 dan d25. Efisiensi separasi atau disebut dengan
imperfection (I) dituliskan dengan

I= d50

Banyak model matematika dari hidrocyclone yang memasukan istilah ‘d50 yang
terkoreksi’ diambis dari kurva klasifikasi ‘yang terkoreksi’. Hal ini diasumsikan bahwa pada
semua klasifikasi, padatan dari semua ukuran diikut sertakan pada produk kasar cair dengan
‘proses pendek’ pada proporsi langsung menuju fraksi dari air umpan yang dilaporkan menuju
underflow. Sebagai contoh, jika umpah mengandung 16 t h -1 dari material dengan ukuran
tertentu dan 12 t h -1 dilaporkan underflow, lalu persentase dari ukurannya dilaporkan

Page | 28
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

underflow, dan penempatan dari kurva partisi normal adalah 75%. Bagaimanapun jika 25% dari
air umpan dilaporkan underfow makan 25% dari material umpan akan ikut proses pendek
menuju underfow, kemudian 4 t h -1 dari ukuran fraksi akan menuju proses pendek menuju
underflow dan hanya 8 t h -1 yang tertinggal pada underflow menurut klasifikasi. Ukuran fraksi
terkoreksi yang direkonversi menjadi

{(12-4)÷(16-4)}x100 = 67%

Kurva partisi yang tidak terkoreksi bias dikonversikan dengan menggunakan persamaan

Y’= *(y-R) ÷(1-R)]

Dimana y’ adalah,f raksi massa yang terkoreksi dari ukuran particular menurut
underflow. Y adalah fraksi massa actual dari ukuran particular menurut underflow. R adalah
fraksi dari umpan dari yang direkoveri pada aliran produk kasar. Gambar 9.19 menunjukan
kurva klasifikasi yang dikoreksi dan tidak dikoreksi

Metode konstruksi dari kurva partisi dapat diilustrasikan dari contoh. Misalkan cyclone
diberi umpan dengan quartz (densitas 2700 kg m-3 ) dalam bentuk ‘slurry’, densitas serbuk 1670
kg m-3. Densitas underflow cyclone 1890 kg m-3 dan overflow 1460 kg m-3. Menggunakan
persamaan 3.6 persentase padatan dalam berat di dalam umpan cyclone adalah 63.7%. jadi
rasio pengenceran dari umpan adalah

36.6÷63.7=0.57

Page | 29
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Dengan penjelasan serupa rasio pengenceran underflow dan overflow dapat dihitung
menjadi 0.34 dan 1. Jika cyclone diberi umpan pada kecepatan F t h-1 dari padatan kering, dan
mass flow rate dari underflow dan overflow adalah U dan V t h-1 jadi kandungan total dari air
yang masuk dan cyclone harus sama dengan jumlah yang keluar dalam satuan waktu:

0.57F = 0.34U +V

Atau 0.57F = 0.34U + (F-U)

Sehingga = 0.652

Jadi underflownya 65.2% dari total berat umpan dan overflownya 34.8% dari umpan.

Kurva performa dari cyclone dapat disiapkan dengan mentabulasikan data seperti pada
table 9.1. kolom 1,2,3 merepresentasikan analisa screening dari overflow dan underflow, ko;p,
4 dan 5 menghubungkan hasilnya dengan material umpan. Kolom 4 dihasilkan dengan
mengalikan kolom 2 dengan 0.652. penjumlahan kolom 4 dan 5 menghasilkan kolom 6 yaitu
penyusun analisa ukuran dari material umpan. Kolom 8 ditentukan dengan membagi tiap perat
pada kolom 4 dengan berat koresponding pada kolom 6. Memploting kolom 8 dengan kolom 7,
yaitu rata-rata range ukuran dari saringan, menghasilkan kurva partisi dimana d50 (177.5 m)
dapat ditentukan. Kurva partisi dapat dikoreksi dengan persamaan 9.15. Nilai R dari contoh ini
adalah

(65.2x0.34)÷(100x0.57) = 0.39

Page | 30
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Lynch mendeskripsikan aplikasi dari ‘kurva efisiensi reduksi’ yang diperoleh dengan
memplot persenbtase berat terkoreksi dari partikel menurut underflow dengan ukuran actual
dibagi dengan d50 terkoreksi (gbr 9.20).

Meskipun kurva partisi sangat berguna dalam menentukan performa klasifikasi. banyak
ahli mineral lebih menyukai mengetahui kehalusan grind daripadacyclone d50. Hubungan
fundamental yang sederhana dari kehalusan grind dengan kurva efisiensi hidrocyclone telah
dikembangkan oleh Kawatra dan Seitz

Semua proses recovery ukuran d untuk gabungan produk kasar, Rd (T), diberikan oleh

R d(T) 3 = 1 - (1 - Rd) N……. (9,23)

di mana Rd = recovery ukuran d dalam satu siklon. Cara yang tepat yang menetapkan siklon
instalasi adalah dengan proses simulasi menggunakan simulasi paket seperti yang disebutkan di
atas. Paket ini memasukkan model empiris seperti siklon yang dilakukan oleh Plitt dan
Nageswararao, dan dapat digunakan untuk mengoptimalkan pengolahan menggabungkan
rangkaian hydrocyclones (e.g. Morrison dan Morrell, 1998).

Sebuah alternatif lain adalah dengan menggunakan metode empiris sederhana dari
pengukuran siklon untuk tugas tertentu dikembangkan oleh manufaktur. Arterburn (1982)
menerbitkan sebuah metode yang didasarkan pada kinerja sebuah "tipikal" Krebs siklon dengan
koreksi grafis untuk kondisi lain; dari titik potong yang diperlukan dapat dihitung, dan dengan
demikian siklon ukuran, kapasitas, dan jumlah unit yang ditentukan. Versi makalah ini tersedia
di Krebs Engineers website, dan pendekatan yang lebih baru adalah diberikan oleh Olson dan
Turner (2002).

Mular dan Jull (1978) mengembangka rumus empiris dari informasi grafis untuk "tipikal"
siklon, berkaitan dengan operasi D50 untuk operasi variable siklon dengan berbagai diameter.
Page | 31
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Sebuah "tipikal" siklon memiliki daerah teluk kecil sekitar 7% dari luas penampang dari
feed chamber, pusaran pencari berdiameter 35-40% dari siklon diameter, dan diameter puncak
biasanya tidak kurang dari 25% dari diameter pusaran-finder.

Persamaan untuk siklon cut-point adalah:

Persamaan seperti ini telah digunakan dalam computercontrolled sirkuit grinding untuk
menyimpulkan titik potong dari data yang diukur, tetapi penggunaannya dalam hal ini adalah
menurun dengan meningkatnya aplikasi on-line monitor ukuran partikel (Bab 4). Namun, nilai
besar mereka, dalam desain dan optimalisasi sirkuit mempekerjakan siklon dengan
menggunakan simulasi komputer. Misalnya, Krebs Engineers model aplikasi matematika untuk
klasifikasi grinding sikuit dan memperkirakan bahwa dua-tahap cycloning, sebagai lawan untuk
tahap tunggal yang lebih umum, akan memungkinkan 6% peningkatan sirkuit grinding. Tanpa
bantuan pemodelan siklon, pekerjaan seperti itu akan menjadi mahal dan memakan waktu.

Persamaan juga bisa sangat berharga dalam seleksi siklon untuk tugas tertentu, akhir
mengendalikan titik potong dan kapasitas yang dibuat dengan menyesuaikan ukuran inlet,
pencari pusaran, dan puncaknya.

Sebagai contoh, pertimbangan sebuah pabrik grinding utama, mengumpan bijih (sp. gr.
3,7 g cm -3) pada tingkat 201,5 t h - 1. Penggilingan adalah untuk berada dalam rangkaian
tertutup dengan siklon, untuk menghasilkan sebuah beban sirkulasi 300% dan titik potong dari
74 µm. Total pengumpan siklon sebesar 806 th- 1. Dengan asumsi 50% padatan dalam siklon
pengumpan, maka kerapatan tanah(Persamaan 3.6) adalah 1.574kg l -I, dan laju aliran
volumetrik ke siklon (Persamaan 3.7) adalah 1024 m3 jam -1.

Page | 32
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Volumetrik % padatan dalampengumpan 1,574 x 50/3,7 = 21,3%. Menggabungkan


Persamaan 9,19 dan 9,24:

Untuk memotong sikon di 74 µm (D50 (c)) operasi pada tekanan, katakanlah, 12 psi
(82,74 kPa), D c = 66cm. Oleh karena itu, siklon 660 mm, atau ekuivalen manufaktur terdekat,
mungkin akan dipilih; akhir penyesuaian untuk pemotong ukuran dilakukan dengan mengubah
pencari pusaran, keran bukaan, tekanan, dll.

Volume maksimum ditangani oleh 660mm siklon pada 12 psi adalah 372,5 m3
(Persamaan 9,20), sehingga tiga siklon akan diperlukan untuk menangani total laju aliran.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Siklon

Model empiris dan penaikan skala korelasi, marah oleh pengalaman, membantu dalam
menyederhanakan efek dari operasi dan variabel desain kinerja siklon. Proses berikut umumnya
berlaku:

 Pemotong-ukuran (berbanding terbalik dengan pemulihan padat)

 Meningkat seiring dengan diameter siklon

 Meningkat dengan konsentrasi pengumpan padat dan atau viscosity

 Berkurang dengan laju aliran

 Meningkat dengan puncak kecil atau besar pencari pusaran

 Meningkat dengan kecenderungan untuk vertikal

 Klasifikasi efisiensi bertambah dengan pemilihan ukuran siklon yang benar

 Berkurang dengan konsentrasi pengumpan padat dan atau viscosity

 Ditingkatkan dengan membatasi air untuk aliran bawah

 Ditingkatkan geometri tertentu

Page | 33
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

 Pembagian aliran air untuk aliran di bawah

 Meningkat dengan puncak lebih besar atau lebih kecil pencari pusaran

 Berkurang dengan laju aliran

 Berkurang dengan kecenderungan siklon (terutama pada tekanan rendah)

 Meningkat dengan konsentrasi pengumpan padat dan atau viscosity

 Laju aliran Meningkat dengan tekanan

 Meningkat seiring dengan diameter siklon

 Berkurang (pada tekanan tertentu) dengan konsentrasi pengumpan padat dan atau
viscosity

Karena variabel-variabel operasi memiliki efek yang penting pada kinerja siklon, ini perlu
untuk menghindari fluktuasi dalam tingkat aliran, dll, selama operasi. Pompa bergelombang
harus dihilangkan baik oleh tingkat kontrol otomatis di tempat air berkumpul, atau oleh bah
yang mengatur diri sendiri, dan kapasitas yang gelombang memadai harus dipasang untuk
menghilangkan fluktuasi laju aliran.

Laju aliran umpan dan penurunan tekanan di diklon berkaitan erat dengan (Persamaan
9,19). Nilai penurunan tekanan itu diperlukan untuk memenuhi desain sistem pompa untuk
kapasitas tertentu atau untuk menentukan kapasitas untuk instalasi tertentu. Biasanya
penurunan tekanan ditentukan dari tekanan alat pengukur umpan yang terletak di jalur masuk
jauh hulu dari siklon m. Di dalam batas, peningkatan laju aliran umpan akan meningkatkan
efisiensipartikel halus dengan meningkatkan gaya sentrifugal pada partikel. Semua variabel lain
yang konstan, ini hanya dapat dicapai dengan peningkatan tekanan dan sesuai kenaikan daya,
karena ini terkait langsung dengan tekanan produk drop dan kapasitas. Karena kenaikan laju
umpan, atau penurunan tekanan, meningkatkan efek gaya sentrifugal, partikel lebih halus
dibawa ke aliran bawah, dan D50 berkurang, tetapi perubahan harus besar untuk memiliki efek
yang signifikan. Gambar 9,21 menunjukkan efek tekanan pada kapasitas dan titik potong siklon.

Page | 34
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Efek kenaikan massa jenis umpan pulp kompleks, viskositas efektif pulp dan tingkat
penghalang meningkat dalam siklon. Ketelitian pemisahan berkurang dengan meningkatnya
kerapatan pulp dan titik potong naik karena resistensi yang lebih besar dengan gerakan
berputar-putar dalam siklon, yang mengurangi efektif penurunan tekanan. Pemisahan pada
ukuran yang lebih baik hanya dapat dicapai dengan umpan yang berisi padatan rendah dan
besar penurunan tekanan. Biasanya, konsentrasi umpan tidak lebih besar dari sekitar 30%
padatan berdasarkan berat, tetapi untuk operasi penggilingan sirkuit tertutup, tinggi
konsentrasi umpan hingga 60% padatan berdasarkan berat yang sering digunakan,
dikombinasikan dengan penurunan tekanan rendah, sering kurang dari 10 psi (68,9 kPa).
Gambar 9,22 menunjukkan bahwa konsentrasi umpan memiliki dampak penting
pada ukuran pemotongan pada kerapatan pulp yang tinggi. Bentuk partikel dalam pakan juga
merupakan faktor penting dalam pemisahan, partikel yang sangat datar seperti mika sering
meluap, bahkan meskipun mereka relatif kasar.

Dalam prakteknya, titik potong dikendalikan oleh variabel desain siklon, seperti inlet,
pencari pusaran, dan pembuka puncak, dan sebagian besar siklon dirancang sedemikian rupa
sehingga ini mudah berubah.

Daerah inlet menentukan pintu masuk kecepatan dan peningkatan di daerah


meningkatkan luas aliran. Penting juga geometri feed inlet. Dalam kebanyakan siklon bentuk
pintu masuk dikembangkan dari penampang bundar ke penampang persegi di pintu masuk ke
silinder bagian dari siklon. Hal ini membantu untuk "penyebaran" aliran di sepanjang dinding

Page | 35
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

ruangan. Inlet biasanya tangensial, tetapi entri umpan involute juga umum (Gambar 9,23).
Involuted entri untuk meminimalisir turbulens dan mengurangi aus.

Diameter vortex variabel merupakan variabel yang sangat penting. Pada penurunan
tekanan tertentu di siklon, peningkatan diameter di vortex finder akan menghasilkan titik
potong kasar dan peningkatan kapasitas.

Ukuran puncak, atau pembuka keran, menentukan kepadatan underflow, dan harus
cukup besar untuk melaksanakan padatan kasar yang akan dipisahkan oleh siklon. Lubang juga
harus mengizinkan masuknya udara sepanjang sumbu topan dalam rangka membentuk pusaran
udara. Siklon harus dioperasikan pada kepadatan underflow tertinggi, karena bahan yang tidak
diklasifikasikan yang meninggalkan underflow sebanding dengan fraksi dari air yang
meniggalkan umpan melalui underflow. Pada kondisi operasi yang benar, discharge harus
membentuk semprotan kerucut berongga dengan 20-30° termasuk sudut (Gambar 9.24).

Terlalu kecil pembuka sebuah puncak dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai
"toping", di mana aliran pulp yang sangat tebal pada diameter yang sama dengan puncak
dibentuk, dan udara pusaran mungkin akan hilang, efisiensi pemisahan akan jatuh, dan bahan
yang besaran akan discharge melalui vortex finder. (Kondisi ini kadang-kadang didorong dimana
konsentrasi padatan underflow yang sangat tinggi dibutuhkan diperlukan, tetapi jika tidak
merugikan). Terlalu besar puncak hasil sebuah lubang yang lebih besar kerucut hampa pola
dilihat pada Gambar 9,24. Underflow akan menjadi terlalu encer dan air tambahan akan
membawa makanan padatan yang tidak diklasifikasikan dan sebaliknya akan laporan ke
overflow.

Page | 36
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Dalam prakteknya, titik potong ditentukan untuk sebagian besar oleh ukuran siklon.
Ukuran yang dibutuhkan untuk aplikasi tertentu dapat diperkirakan secara empiris dari model
yang dikembangkan, tetapi cenderung menjadi tidak dapat diandalkan dengan siklon sangat
besarkarena meningkatnya turbulensi dalam angin siklon, dan oleh karena itu lebih umum
untuk memilih model yang diperlukan dengan mengacu pada bagan manufaktur, yang
menunjukkan kapasitas dan pemisahan range ukuran dalam hal ukuran siklon. Kinerja bagan
ditunjukkan pada Gambar 9,25. Ini untuk Krebs siklon, beroperasi kurang dari 30% umpan
padatan dengan berat, dan dengan kepadatan padatan dalam kisaran 2,5-3,2 kg-1.

Page | 37
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Sejak permisahan partikel halus, yang hanya memiliki kapasitas kecil, beberapa harus
terhubung secara paralel jika kapasitas tinggi diperlukan (Gambar 9,26). Siklon yang digunakan
untuk desliming tugas biasanya berdiameter sangat kecil, dan mungkin diperlukan jumlah besar
jika laju aliran besar harus ditangani. Masalah-masalah praktis penyaluran umpan secara
merata dan mengurangi penyumbatan telah banyak diatasi oleh penggunaan siklon Mozley
(Anon., 1983). Perakitan A 16 x 44 mm ditunjukkan pada Gambar 9,27. Umpan dimasukkan ke
dalam host melalui pusat inlet pada tekanan hingga 50psi (344.8kPa). Host berisi perakitan 16 x
44 mm siklon, umpan dipaksa melalui layar dan tanpa setiap siklon perlu mendistribusikan port
secara terpisah (Gambar 9,28).

Page | 38
INDUSTRIAL SCREENING & CLASSIFICATION Kelompok 5

Page | 39