P. 1
Reaksi Eliminasi

Reaksi Eliminasi

|Views: 1,071|Likes:
Dipublikasikan oleh Albar

More info:

Published by: Albar on Apr 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

Kelompok 10 M.

Ekaditya Albar Maryane Anugerah Mia Diniati 0806331683 0806331714 0806331720

Reaksi Eliminasi
Reaksi Eliminasi adalah reaksi pengambilan gugus atau pengeluaran unsur / atom dari satu senyawa diberikan kepada senyawa yang lain yang bersifat menarik gugus..

–C–C– H
4-Apr-11

- HCl

–C=C–

Cl
Tugas Kimia Organik 5 2

E1
CH3 CH3C – X CH3

Mekanisme Reaksi
CH3OH CH3OH X- + CH3

H

C+ – C – H CH3 H

CH3 C = C–H + + CH3 O – H

CH3 H
4-Apr-11 Tugas Kimia Organik 5

H
3

E2
B:

Mekanisme Reaksi
H
–C – C – α β X – C=C–
B-X
X: -

Terjadi hanya satu tahap. Semua ikatan akan terputus dan terbentuk tanpa pembentukan suatu intermediet
4-Apr-11 Tugas Kimia Organik 5 4

Reaksi dua Tahap

E1

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

5

Reaksi Satu Tahap

E2

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

6

Eliminasi vs Substitusi
C=C + H
H –C–C– + X H Y-

Y

+

X-

–C–C–
Y
4-Apr-11 Tugas Kimia Organik 5

+

X-

7

Eliminasi vs Substitusi
Persaingan Antara Reaksi E1 dan SN1
+

CH3 + CH3 Br -

(CH3)3CBr 2-Bromo-2-methylpropane

H3C - C

E1 SN1 CH3 H2C = C CH3 2-metilpropena 20 %
4-Apr-11 Tugas Kimia Organik 5

CH3OH

+ H+ + Br -

(CH3)3COCH3 + H+ + Br 2-metoksi-2-metilpropana 80 %
8

Eliminasi vs Substitusi
Persaingan Antara Reaksi E2 dan SN2 SN2
H CH3CH2CH2Br
CH3O-Na+, CH3OH

E2 H C=C H3C H

CH3CH2CH2OCH3 +

92% 1-metoksipropana

8% Propena

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

9

Faktor-Faktor yang memengaruhi Rx. Substitusi atau Eliminasi
Struktur Alkil Halida

Kenukleofilan & Kebasaan

Sifat Pelarut

Konsentrasi Nukleofil & Basa

Temperatur

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

10

Struktur Alkil Halida
Metil Halida dan Alkil Halida Primer : RCH2X
Nu: SN2 + E2 Nu: SN2

RCH2Nu

R2CHNu + alkena

Sekunder : R2CHX
B: - kuat E2 Nu: - lemah SN1 + E1

alkena R3CNu + alkena

Tersier : R2CHX
B: - kuat E2 4-Apr-11

alkena
Tugas Kimia Organik 5 11

Alkil Halida Primer
• terjadi substitusi SN2 jika menggunakan nukleofil yang baik, seperti RS-, I-, CN-, NH3, atau Br• bisa juga terjadi eliminasi E2 namun dibutuhkan juga basa yang kuat dan besar (bulky) seperti misalnya tert-butoxide
Na+ CNTHF - HMPA

CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – Br
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – Br

CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CN
CH3 – CH2 – CH = CH2 CH3

(CH3)3CO- K+ H – OH

atau

CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – O – CH3

CH3
4-Apr-11 Tugas Kimia Organik 5 12

Alkil Halida Sekunder
 bisa terjadi baik substitusi SN2 atau eliminasi E2.  Jika nukleofil dari basa lemah digunakan pada pelarut aprotic yang polar, yang terjadi adalah substitusi SN2  Jika basa kuat seperti CH3CH2O-, OH-, atau NH2- yang digunakan, yang terjadi adalah eliminasi E2
O
CH3COO-

O – C – CH3 CH3 – CH – CH3

Br CH3 – CH – CH3

(basa lemah)

100%

CH3–CH2–O(basa kuat)

O – CH2 – CH3
CH3 – CH – CH3 20%

+ CH3 – CH = CH2 80%
13

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

Alkil Halida Tersier
 terjadi eliminasi E2 jika menggunakan basa seperti OH- atau RO sebagai pembanding, jika reaksi dilakukan di bawah kondisi yang tidak standar (dipanaskan dalam etanol murni), terjadi campuran produk dari hasil substitusi SN1 dan eliminasi E1
CH3
CH3CH2O- Na+

CH3

CH3 CH3 – C – Br CH3
CH3CH2OH
heat

CH3 – C – O – CH2 – CH3 + CH3 – C = CH2 CH3 CH3

3%

97% CH3

CH3 – C – O – CH2 – CH3 + CH3 – C = CH2 CH3 80% 20%
14

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

Kenukleofilan vs Kebasaan
Basa Kuat = Nukleofil yang Baik
Faktor yang memengaruhi Nukleofilitas : 1. Pelarut 2. Polarizabilitas

Nukleofil Kuat : SN2 Nukleofil Lemah : SN1 Basa Kuat : E2

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

15

Kenukleofilan
Kecendrungan pereaksi untuk terjadinya reaksi substitusi.

Kenukleofilan Meningkat

H2O

ROH

Cl-

Br-

OH-

OR-

I-

CN-

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

16

Kebasaan
Kecendrungan pereaksi untuk terjadinya reaksi eliminasi (kemampuan pereaksi untuk menerima sebuah proton, yaitu H+).

Kebasaan Meningkat
IBrClROH H 2O CNOHOR-

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

17

Basa Kuat
Basa kuat yang digunakan pada reaksi eliminasi

Basa
NaOH KOH NaOR NaNH2

Pelarut
Air Air, MeOH, EtOH ROH (grup R yang sama) NH3 (liquid) -33o C

Halida (RX) tidak larut dalam air namun larut dalam alkohol, oleh sebab itu basa KOH dan NaOR dalam alkohol menjadi sering digunakan
4-Apr-11 Tugas Kimia Organik 5 18

Sifat Pelarut
Pengaruh Pelarut : Mensolvasi ion-ion (Karbokation, nukleofil atau basa, dan gugus-gugus pergi). Kemampuan mensolvasi ion ditentukan oleh polaritas molekul pelarut, yang dilaporkan sebagai tetapan dielektrik (dielectric constant). Pelarut Sangat Polar Reaksi SN1 Pelarut yang sangat polar memiliki tetapan dielektrik yang tinggi.

Keterangan Membantu menstabilkan karbokation (solvasi) Tidak membantu ionisasi
19

Kurang Polar

SN2 dan E2

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

Sifat Pelarut
Laju reaksi SN1 yang khas dalam berbagai pelarut Pelarut Asam Formiat Air 80% Alkohol dalam Air Etanol Aseton Tetrahidrofuran Tetapan Dielektrik 58 78,5 67 24 21 7 Laju Reaktif Kasar 15.000 5.000 185 37 0,5 0,5

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

20

Konsentrasi Nukleofil atau Basa
Mengontrol Konsentrasi Nukleofil atau Basa

Mengontrol Laju Reaksi SN2 dan E2

Konsentrasi tinggi Nu:- atau Basa Konsentrasi rendah Nu:-

: SN2 atau E2 : SN1 atau E1

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

21

Temperatur
↑ Temperatur = ↑ Laju Reaksi Substitusi dan Eliminasi
Kenaikan laju reaksi-reaksi eliminasi lebih besar

Reaksi eliminasi biasanya memiliki Eakt yang lebih tinggi dan temperatur tinggi memungkinkan lebih banyak molekul untuk sanggup mencapai keadaan transisi eliminasi.

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

22

4-Apr-11

Tugas Kimia Organik 5

23

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->