Anda di halaman 1dari 11

c c

   

Pada era globalisasi ini perkembangan pasar ritel semakin ketat setiap tahun. Ini dapat
dilihat dari semakin banyaknya industri pasar ritel seperti Giant, Carrefour, Hypermart,
Alfamart. Indomaret, dan lain sebagainya. Pembangunanya pun hampir di setiap tempat
strategis yang padat penduduk.

Masing-masing pasar ritel menawarkan banyak fasilitas. Yang memmbedakannya


adalah kepuasan konsumen, kenyamanan, pelayanan, keamanan dan lain sebagainya.
Pasar ritel tidak hanya membeli produk jadi dari pabrik dan menjualnya langsung
kepada konsumen tetapi juga memproduksi barang sendiri seperti gula, beras, air
mineral, kapas, tissue dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkannya pun ternyata
lebih murah daripada produk sejenis dengan kualitas yang hampir sama.

Bicara perkembangan retail ,khususnya retail modern di Indonesia sangatlah menarik


dan penuh dengan hal ± hal yang membuat kita ingin terus mencari tahu . Retail
modern di Indonesia terus berkembang sejak masuknya pemain ± pemain global
seperti Makro, Carrefour, Giant, dll. Persaingan setiap tahun akan terus meningkat dan
akan semakin sangat menarik. Persiangan dengan lokasi, lokasi , lokasi dan disertai
strategi ± strategi baru terus muncul.Persaingan tahun 2009 akan diwarnai hal baru
yaitu dengan hadirnya Lotte, Hypermarket asal korea yang mengakuisisi Makro dan
hadirnya minimarket 7 Eleven . Sekilas kita lihat persaingan dan strategi yang
diterapkan oleh retail retail modern tahun 2008 .

1. Strategi Low Price ´ Harga Murah ´

Hampir semua kelas retail dari minimarket sampai dengan Hypermarket mengklaim
memberikan harga murah kepada konsumennya dan bahkan beberapa retail
mengklaim produk tertentu mereka paling murah, seperti Minyak goreng,
susu,detergent ,dll. Strategi ³ Low Price ³ ini, retail tidak bekerja sendiri tapi ada juga
yang bekerja sama dengan Supplier. Strategi ini juga memberikan hasil yang sangat
baik bagi retail. Terbukti dari tingkat pengunjung yang meningkat begitupula brand
image dari retail bersangkutan.
.
2. Strategi PWP ( Purchase with Purchase )

Strategi ini hampir sepanjang tahun 2008 dilakukan oleh retail baik minimarket,
supermarket maupun hypermarket. Berbagai produk dipakai sebagai alat untuk
mendatangkan konsumen ke toko dan hal ini cukup efektif membuat konsumen untuk
datang ke toko. Mau tidak mau supplier harus mengucurkan budget tambahan untuk
ikut serta bermain dalam strategi ini.
3. Strategi Extra Barang / Pemberian hadiah

Strategi juga cukup menarik minat konsumen walau tidak lebih baik dari low price dan
PWP. Konsumen cukup senang dengan pembelian 2 extra 1 dan sebagainya.

4. Strategi ³ Kartu Kredit´

Bermula dari strategi yang diterapkan oleh Carrefour dengan kerjasama dengan bank.
Dimana pemegang kartu kredit tertentu akan mendapatkan diskon khusus. Pelopor
strategi ini adalah Carrefour dengan sambutan yang sangatlah mengejutkan.
Konsumen sepertinya tidak berhenti ± henti belanja dan semaksimal mungkin
mengesek kartu kreditnya bahkan kalau perlu pinjam lagi ke teman atau ke
tetangganya. Program ini berdampak baik, baik untuk retail maupun bank yang
menerbitkan kartu kredit. Kini, strategi ini juga diterapkan juga oleh retail selain
Carrefour. Bahkan kondisi berkembang menjadi kerjasama keanggotaan khusus antara
retail dan bank seperti BCA & Carrefour , Hypermart & Mandiri.

5. Strategi ´ Kartu Anggota ´

Strategi ini sebenarnya hampir sama dengan Kartu Kredit, hanya strategi ini lebih
mengarahkan agar konsumen menjadi anggota atau royal terhadap retail bersangkutan.
Contoh penerapan strategi ini adalah MCC matahari.

Hal ± hal diatas adalah beberapa strategi yang diterapkan oleh retail di tahun 2008 di
samping strategi ± strategi lain. Setelah melihat sedikit peta tahun di tahun 2008, kita
mulai bisa membayangkan kondisi yang akan terjadi tahun di 2009 untuk retail
indonesia yang disertai dengan kondisi ekonomi global yang sedang sakit dan adanya
pemilu di tahun 2009.

Kondisi retail tahun 2009.

Sedikit menyinggung mengenai pasar tradisional, di tahun 2009 semakin banyak pasar
tradisional yang akan terdesak oleh pertempuran retail ± retail modern. Pasar
tradisional akan semakin banyak yang tutup dan akan semakin banyak juga pasar
tradisional yang merubah konsepnya menjadi pasar tradisional modern yang bersih dan
dikelola khusus.

Pertumbuhan Retail modern pun akan terus terjadi walau beberapa area di pulau Jawa
sudah mulai membatasi pembukaan minimarket bahkan mulai membatasi area untuk
supermarket dan hypermarket. Perkembangkan luar Jawa dengan otonomi daerah saat
ini, akan membuat retail modern terus melakukan expansi keluar Jawa untuk menjaga
pertumbuhan dan persaingan yang terjadi. Retail dengan kelas minimarket tetap akan
bersaing khusus adalah Indomaret dan Alfamart yang mempunya skala nasional serta
terus memperluas jaringan tokonya ke luar Jawa. Di Jawa barat sendiri persiangan
akan ditambah dengan Yomart yang terus melakukan expansi, saat ini pun yomart
sudah melakukan penetrasi ke area Jakarta. Sementara itu rencana hadirnya 7 Eleven
di indonesia pada bulan Januari 2009, belum akan mengubah persaingan di kelas
minimarket, hal ini juga dikarenakan segmentasi dan strategi yang berbeda dari 7
eleven .Di kategori Supermarket tidak akan banyak perubahan dari tahun 2008, hal ini
karena kelas supermarket akan terus bertahan dan mencoba terus melakukan
pembenahan di tengah-tengah persaingan antara supermarket itu sendiri, minimarket
dan hypermarket.

Persaingan akan semakin hebat adalah terjadi di kategori Hypermarket, hadirnya Lotte
akan menambah persaingan lebih hebat, strategi ± strategi yang diterapkan oleh
hypermarket ± hypermarket tahun 2008 akan tetap terjadi di tahun 2009 dan ditambah
dengan strategi ± strategi baru yang khusus. Perluasan jaringan, seperti yang dilakukan
oleh hypermarket oleh matahari group dengan mengubah matahari menjadi hypermart,
Hero Group dengan mengubah Hero menjadi Giant dan Carrefour mengubah Alfa
menjadi Carrefour express setelah di akuisisi. Perluasan jaringan ini membuat
persaingan dan pertempuran Hypermarket ini semakin sering dan terjadi dimana ±
mana bahkan di setiap area. Persaingan ini bisa saling merugikan atau terakhir yang
menjadi korban adalah supplier jika persaingan ini sudah menjadi tidak sehat dan
mengarah pada pemerasan terhadap supplier untuk mendukung setiap strategi Retail.
Persaingan ± persaingan yang terjadi terus menerus tentukan akan menguntungkan
konsumen pada umumnya, karena konsumen semakin banyak pilihan dan mendapat
harga ± harga khusus. Perdebatan antara supplier dan retail saat ini terus terjadi,
Undang ± undang yang sedang dibahas bersama untuk mengatur kondisi trading term
dan berbagai kerjasama sampai saat ini masih ditunggu dan terus diperdebatkan, salah
satu sisi supplier ditekan oleh retail salah satu sisi retail merasa ini adalah kerjasama
dan persaingan.

Tentukan akan lebih baik dan lebih sehat adalah retail dan supplier sama ± sama saling
sadar dan melengkapi, bekerjsama dengan baik dan menghindari unsur ± unsur atau
istilah ± istilah menekan, memeras dan sebagainya, hal yang secara keseluruhan harus
dilihat adalah konsumen, masyarakat pada umumnya dan pertumbuhan ekonomi yang
baik, sehingga bangsa ini akan lebih baik dan kesempatan kerja akan meningkat serta
ekonomi akan semakin baik.

RITEL TRADISIONAL MATI BERDIRI

Perkembangan Mini Market Waralaba

Kemudian Hero Supermarket mendirikan Starmart pada tahun 1991. Di susul Alfa
Group mendirikan Alfa Minimart pada tahun 1999 yang kemudian berubah menjadi
Alfamart. Dalam hitungan tahun, mini market telah menyebar ke berbagai daerah
seiring dengan perubahan orientasi konsumen dalam pola berbelanja untuk kebutuhan
sehari-hari. Dulu konsumen hanya mengejar harga murah, sekarang tidak hanya itu
saja tetapi kenyamanan berbelanja pun menjadi daya tarik tersendiri.

Bisnis mini market melalui jejaring waralaba alias franchise berkembang biak sampai
pelosok kota kecamatan kecil. Tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Khususnya
mini market dengan brand Indomaret dan Alfamart. Siapa yang tidak kenal Indomaret?
Dan siapa yang tidak kenal Alfamart? Anak kecil pun kalau beli permen pasti
³nunjuknya´ minta ke Indomaret atau ke Alfamart. Kedua merk ini dimiliki oleh group
perusahaan raksasa yaitu Indomaret milik PT. Indomarco Prismatama (Indofood Group)
dan Alfamart milik perusahaan patungan antara Alfa Group dan PT. HM Sampoerna,
Tbk

Indomaret ternyata berkembang tidak hanya dengan jejaring waralaba yang mencapai
785 gerai, tetapi gerai milik sendiri seabreg jumlahnya mencapai 1072 gerai(lihat grafik
perkembangan toko yang diambil dari www.indomaret.co.id ). Sedangkan Alfamart
berdasarkan penelusuran penulis di www.alfamartku.com memiliki 1400 gerai, tidak
diperoleh data mengenai jumlah yang dimiliki sendiri dan yang dimiliki terwaralaba.

Bila kita hitung rata-rata nilai investasi minimal untuk mendirikan mini market waralaba
sekitar Rp. 300 juta saja (diluar bangunan). Dikalikan dengan 1.072 gerai yang dimiliki
sendiri. Berapa ratus milyar PT. Indomarco Prismatama mengeluarkan dana untuk
investasi di bisnis mini market? Indofood Group juga ternyata tidak saja pemilik merk
Indomaret, tetapi juga mendirikan mini market Omi, Ceriamart, dan Citimart lewat anak
perusahaannya yang lain. Belum lagi didukung dengan distribusi barang, bahkan juga
sebagai produsen beberapa merk kebutuhan pokok sehari-hari. Semua dikuasai dari
hulu sampai hilir.Dari sabang sampai merauke.

BAB II

PERMASALAHAN

Apakah carrefour indonesia dengan mengakuisisi alfamart telah melakukan


pelanggaran UU no 5 tahun 1999?

BAB III

PEMBAHASAN

Persaingan Tidak Seimbang

Pasti kita maklum bersama, betapa sengitnya persaingan di bisnis ritel khususnya
Indomaret dan Alfamart sebagai market leader mini market. Dengan mengutip kalimat
dalam artikel Sektor Ritel Makin Menggiurkan pada Swa Sembada No.01/XX/6-8
Januari 2005 (sumber.www.indomaret.co.id ) bahwa´Yang mungkin sangat sengit
persaingannya adalah dalam hal perebutan lokasi. Pastinya setiap pemain
memperebutkan lokasi-lokasi yang dinilai strategis. Apalagi di bisnis ini lokasi
merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Perebutan lokasi strategis ini, bisa
juga berpengaruh terhadap harga property. Bisa saja harga ruko jadi naik karena
tingginya demand terhadap mini market.´

Jadi betapa agresifnya indomaret dan alfamart dalam memperebutkan lokasi yang
dinilai strategis. Bahkan hampir di setiap komplek perumahan/pemukiman pasti akan
berdiri salah satu mini market waralaba tersebut dan atau keduanya. Sudah tidak
mungkin pedagang eceran tradisional akan mampu mencari lokasi strategis lagi untuk
saat ini dan di masa mendatang. Jika kita bandingkan dari modal saja, pedagang
eceran sudah sulit bergerak.

Selain itu supermarket, toserba, dan bahkan kini ada pasar raksasa bernama
hypermarket bermunculan. Baik hypermarket lokal maupun hypermarket dari luar sana.
Sekedar ilustrasi mari kita berhitung sejenak, berapa banyak jumlah pasar raksasa
tersebut mulai dari jalan Thamrin, Cikokol sampai BSD City di serpong, Tangerang. Di
Kota Modern (Modernland) ada Hypermart , lalu hanya sekitar berjarak 1 km berdiri
megah Carefour. Berikutnya di Serpong Town Square, kebon nanas berdiri Giant
Hypermarket. Kemudian di World Trade Centre (WTC) Matahari, Serpong berdiri
kembali Hypermart. Di samping pintu gerbang perumahan Villa Melati Mas, ada lagi
Giant Hypermarket. Dan di International Trade Centre (ITC) BSD City ada Carefour.
Semua itu jaraknya antara pasar raksasa yang satu dengan pasar raksasa yang lain
hanya sekitar 1 km. Luarrr biasa.!

Apalagi jika kita melihat perang harga promosi mini market atau legih gila lagi
hypermarket raksasa. Dengan spanduk atau baliho besar bertuliskan nama barang dan
harganya yang fantastis rendah. ! Entah banting harga atau memang harga beli mereka
yang teramat rendah bila di bandingkan dengan harga beli pedagang eceran kecil
bergerai warung atau toko tradisional. Memang tidak semua barang berharga murah,
tetapi membanting harga sedemikian rendahnya di bawah harga pasar, membuat miris
para pedagang eceran kecil. Masih untung Cuma perang harga

Dengan tidak bermaksud menggugat cara-cara promosi yang dilakukan oleh para
pengelola pasar raksasa tersebut. Penulis hanya ingin mengajak kepada para
pengelola pasar raksasa untuk membayangkan sejenak. Bagaimana perasaan
pedagang warung dan toko tradisional, ketika ada konsumen bilang ³di hypermarket aja
harganya sekian???´. Kita tidak menyalahkan konsumen yang punya pemikiran
demikian, membandingkan harga di hypermarket dengan di warung atau toko tradisionl.
Juga tidak bisa menyalahkan hypermarket dengan promosi harga yang gila-gilaan.
Mungkin ini salah satu fenomena globalisasi.
Posisi Pasar Pengecer Tradisional
Melihat dari sisi manapun, posisi pedagang tradisional semakin terjepit. Menjerit. Dan
merintih tergilas persaingan bisnis yang tidak seimbang. Bisakah kita membayangkan?
Posisi pedagang tradisional yang modalnya hanya semangat berwirausaha dengan
sedikit uang puluhan juta. Bersaing dengan mini market waralaba yang modalnya
ratusan juta plus jaringan distribusi barang yang sangat baik, didukung system
operasional prosedur dan kecanggihan tekhnologi. Ternyata cukup ampuh untuk
mematahkan tulang punggung keluarga pedagang eceran tradisonal.

Sekedar urun rembug, perubahan orientasi konsumen dalam pola berbelanja tidak
mungkin berubah. Konsumen lebih memilih gerai modern untuk berbelanja. Selain
konsumen mendapatkan kenyamanan berbelanja, pelayanan yang prima, juga harga
barang terkesan murah. Oleh karena itu maka jalan keluar bagi pedagang eceran
tradisional adalah merubah gerai menjadi gerai modern mini market mandiri (sendiri),
yang bisa dibangun dengan modal di bawah Rp.100 juta. Kemudian berkolaborasi antar
mini market mandiri dalam pengadaan barang dagangan. Selanjutnya bla«bla«atur
strategi bersaing untuk menghadapi persaingan bisnis ritel agar berkeseimbangan.

Sekali lagi, tidak bermaksud menggugat pola pengembangan usaha dengan jejaring
waralaba. Analisa penulis, waralaba sangat baik untuk proses pembelajaran,
pemerataan usaha, dan meminimalisir monopoli. Tetapi apa yang terjadi, ternyata gerai
mini market lebih banyak dimiliki perusahaan sendiri. Seharusnya perusahaan yang
sudah dikembangkan dengan system waralaba tidak perlu lagi mengembangkan
sayapnya dengan memiliki gerai sendiri. Tetapi kemudian peraturan perundang-
undangannya tidak ada yang melarang untuk hal itu. Semua perusahaan bebas
menggurita walaupun pedagang eceran tradisional mati berdiri. Hidup enggan mati tak
mau. Mati tak mau tapi sulit bertahan hidup.

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan bahwa PT Carrefour


Indonesia bersalah melakukan praktik monopoli dengan mengakusisi PT. Alfa
Retailindo.

³PT Carrefour terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 17 ayat (1) dan
Pasal 25 ayat (1) UU No 5 Tahun 1999. Dan menyatakan PT Carrefour Indonesia tidak
terbukti melanggar pasal 20 dan pasal 28 ayat (2) UU No 5 Tahun 1999,´ ujar Ketua
Majelis Dedi Martadisastra, dalam pembacaan putusan tentang praktik monopoli dan
persaingan tidak sehat PT Carrefour di Jakarta (3/11).

Perkara ini bermula saat Carrefour diduga melakukan monopoli paska mengakuisisi 75
persen saham PT. Alfa Retailindo (Alfa) dan Sigmantara Prime Horizon sebesar Rp 674
miliar. Dengan demikian KPPU memerintahkan untuk melepas seluruh saham
kepemilikannya sebanyak 75 persen pada PT Alfa Retailindo, Tbk kepada pihak yang
tidak terafiliasi dengan PT. Carrefour Indonesia selambat-lambatnya satu tahun setelah
putusan berkekuatan tetap.
Selain itu, KPPU juga menghukum PT Carrefour Indonesia untuk membayar denda Rp
25 miliar yang harus disetor ke kas Negara sebagai setoran pendapatan pelanggaran di
bidang Persaingan Usaha Perdagangan Sekretaris Jendral Satuan Kerja Komisi
Pengawas Persaingan Usaha.

Ia mengatakan, sebenarnya PT. Carrefour dapat juga dikenai pasal 28 ayat (2) No. 25
tahun 1999 mengenai akuisisi, namun karena ketiadaannya Peraturan Pemerintah
mengenai pasal tersebut, maka demi hukum Majelis Komisi tidak dapat menyatakan
Carrefour melanggar Pasal 28 ayat (2) UU No 5 tahun 1999.

Berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh selama proses pemeriksaan pangsa pasar


paska akuisisi Alfa yang sebelumnya sebesar 46, 30 persen meningkat sebesar 57, 99
persen di tahun 2008 pada pasar upstream. Selanjutnya, kata dia, hasil pemeriksaan
menunjukan pengusaan pasar dan posisi dominan Carrefour disalah gunakan kepada
pemasok melalui skema yang disebut trading terms.

Selain itu, ditemukan juga bukti bahwa pemasok Alfa dipaksa untuk memasok Carrefour
paska akusisi. Dedie mengatakan, jika pihak PT Carrefour merasa keberatan dengan
putusan tersebut, maka pihak yang bersangkutan dapat mengajukan banding kepada
pengadilan selambat-lambatnya 14 hari setelah pembacaan putusan.

ë c  

    

    : Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia masih optimis


bahwa penegak hukum di Indonesia mengambil keputusan yang adil, menyusul
keputusan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KKPU) yang memerintahkan
perusahaan ritel dari Prancis melepaskan Alfa dalam waktu setahun.

³Kami mengajukan banding terhadap putusan KPPU tersebut, karena pertimbangan


hukum yang diberikan disebutkan Carrefour menguasai pangsa pasar ritel di atas 50%,´
ujar Shafie Shamsuddin, Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia di sela-sela
peresmian Carrefour Citra Garden Medan, Jumat (6/11).

Shafie Shamsuddin merujuk kepada hasil penelitian Nielsen Research yang


mengatakan pangsa pasar Carrefour di Indonesia hanya 18% dari total pasar ritel
nasional.

³Bagaimana mungkin KPPU menyebutkan pangsa pasar yang dikuasai Carrefour lebih
dari 50%. Darimana angka tersebut,´ tanya dia.

Warga negara Singapura yang baru 100 hari berada di Indonesia merasa terkejut
terhadap putusan KPPU yang menghukum Carrefour harus melepaskan Alfa dalam
setahun.
Masalahnya, kata dia, Alfa dibeli oleh Carrefour untuk menyelamatkan perusahaan ritel
itu dari kembangkrutan, sehingga sekitar 2.500 tenaga kerjanya dapat terus bekerja.
³Kami tidak pernah meminta Alfa untuk dibeli, namun pemilik Alfa yang datang agar
diselamatkan dari kebangkrutan.´

Dia menegaskan Alfa diubah Carrefour menjadi supermarket (14 outlet), bukan mini
market, sedangkan Hypermat Carrefour di Indonesia baru 62 outlet. Jadi total outlet
Carrefour baru 76 unit.

Alfa, kata dia, lebih kecil ukurannya dari outlet Carrefour selama ini, sehingga tidak bisa
disebutkan sebagai minim market.

Carrefour, paparnya, menempuh upaya hukum banding terhadap putusan tersebut,


sehingga ada kepastian berusaha di Indonesia.

Kalau hakim memutuskan tidak sesuai dengan aturan yang ada, paparnya,
dikawatirkan investor asing dibidang ritel akan enggan masuk ke Indonesia. Minimal,
kata dia, pemain baru dan lama akan berpikir mengembangkan usahanya. Padahal,
jelasnya, dari sisi penyerapan tenaga kerja, perusahaan ritel mampu menampung
ribuan karyawan dan pemasok lokal.

PT Carrefour Indonesia, paparnya, saat ini mampu menampung 20.000 tenaga kerja
langsung dan tidak langsung, sedangkan pemasok usaha kecil sebanyak 4.000-an.

Kantor pusat Carrefour di Prancis dan Carrefour di negara lain sudah menanyakan
proses hukum terhadap Carrefour di Indonesia. ³Tentu kami menjawab apa adanya,
sembari menunggu keputusan dari Mahkamah Agung, apakah adil atau tidak,´
tandasnya. (rel)

'  
            

Bicaranya memang logat Melayu Malaysia. Memang dia adalah warga negara
Singapura yang baru beberapa bulan menjadi orang nomor satu di perusahaan ritel
raksasa PT Carrefour Indonesia.

Dia adalah Shafie Shamsuddin, Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia. Sebagai


warga negara asing yang baru bertugas di Indonesia, dia memang menghormati hukum
yang berlaku di Indonesia.

³Semua diserahkan kepada hukum Indonesia. Saya masih yakin bahwa penegak
hukum di Indonesia mengambil keputusan fair, menyusul keputusan Komisi
Pengawasan Persaingan Usaha (KKPU) yang memerintahkan Carrefour melepaskan
Alfa dalam waktu setahun,´ ujarnya belum lama ini.

Dia mengatakui perusahaan ritel asal Prancis itu sudah mengajukan banding terhadap
putusan KPPU tersebut, karena pertimbangan hukum yang diberikan disebutkan
Carrefour menguasai pangsa pasar ritel di atas 50%.
Padahal, kalau merujuk pada hasil penelitian Nielsen Research yang mengatakan
pangsa pasar Carrefour di Indonesia hanya 18% dari total pasar ritel nasional.

³Bagaimana mungkin KPPU menyebutkan pangsa pasar yang dikuasai Carrefour lebih
dari 50%. Darimana angka tersebut,´ tuturnya.

Awalnya, dia memang terkejud terhadap putusan KPPU yang menghukum Carrefour
harus melepaskan Alfa dalam setahun. Masalahnya, Alfa dibeli oleh Carrefour untuk
menyelamatkan perusahaan ritel itu dari kembangkrutan, sehingga sekitar 2.500 tenaga
kerjanya dapat terus bekerja.

³Kami tidak pernah meminta Alfa untuk diakuisisi, namun mereka yang datang agar
diselamatkan dari kebangkrutan.´

Alfa diubah Carrefour menjadi supermarket (14 outlet), bukan mini market, sedangkan
Hypermat Carrefour di Indonesia baru 62 outlet.

Alfa, lebih kecil ukurannya dari outlet Carrefour, sehingga tidak bisa disebutkan sebagai
minim market.

Carrefour, menempuh upaya hukum banding terhadap putusan tersebut, sehingga ada
kepastian berusaha di Indonesia.

PT Carrefour Indonesia mengaku telah berkonsultasi dengan Menteri Perdagangan


Mari Elka Pangestu mengenai perkara tuduhan monopoli yang membelitnya.

Pendekatan ini dilakukan Carrefour setelah Komisi Pengawas Persaingan Usaha


memutus bersalah hipermarket ini atas dasar penguasaan pasar yang mengarah pada
praktik monopoli.

KPPU melalui Perkara No. 09/KPPU-L/2009 memutus PT Carrefour Indonesia bersalah


melanggar dua pasal Undang-undang No. 5 tahun 1999. Dari keseluruhan empat pasal
yang dituduhkan KPPU, yakni pasal 17 ayat 1 dan pasal 25 ayat 1 huruf a, dua pasal
yakni pasal 28 ayat 1 dan pasal 20, dianulir KPPU.

Carrefour dinilai menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar di segmen pasar modern
dan penguasaan dominan tersebut disinyalir menyebabkan persaingan usaha tidak
sehat.

Selain itu, KPPU menghukum PT Carrefour Indonesia membayar denda sebesar Rp25
miliar yang harus disetor ke kas negara dan memerintahkan untuk melepas semua
saham di PT Alfa Retailindo Tbk kepada perusahaan yang tidak terafiliasi dengan
Carrefour selambatnya setahun setelah putusan KPPU berkekuatan tetap.

Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia Shafie Shamsuddin mengaku sudah meminta


kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu melalui Direktur Jenderal
Perdagangan Dalam Negeri Depdag Subagyo untuk memfasilitasi penyelesaian kasus
ini secara kekeluargaan.

"Saya sudah usulkan agar (masing-masing pihak) bertemu untuk menyelesaikan


dengan baik. Saya sudah minta melalui Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Depdag,"
kata Shafie.

Kalau hakim memutuskan tidak sesuai dengan aturan yang ada, dikawatirkan investor
asing dibidang ritel akan enggan masuk ke Indonesia. Minimal, pemain baru dan lama
akan berpikir mengembangkan usahanya. Padahal, dari sisi penyerapan tenaga kerja,
perusahaan ritel mampu menampung ribuan karyawan dan pemasok lokal.

PT Carrefour Indonesia, saat ini mampu menampung 20.000 tenaga kerja, sedangkan
pemasok usaha kecil sebanyak 4.000-an.

Kantor pusat Carrefour di Prancis dan Carrefour di negara lain sudah menanyakan
proses hukum terhadap perusahaan ritel itu di Indonesia. ³Tentu kami menjawab apa
adanya, sembari menunggu keputusan dari Mahkamah Agung, apakah fair atau tidak,´
tandasnya.

Dia menilai walaupun KPPU menghukum Carrefour, perusahaan raksasa ritel itu tidak
akan hengkang dari Indonesia, namun akan mengembangkan outlet di sejumlah daerah
di Sumatra dan lokasi lain di Indonesia. Dia mencontohkan di Padang, Sumatra Barat
dan menambah satu atau dua lagi gerai di Kota Medan.

Shafie Shamsuddin megakui perusahaan ritel yang berpusat di Prancis itu, sedang
mencari lokasi di Padang dan Medan untuk menambah outlet di Sumatra.

³Kami sedang mencari lokasi di Padang. Demikian juga di Kota Medan akan ditambah
outlet baru. Kalau lokasi sudah didapat, kami akan ajukan permohonan izin kepada
Wali Kota Padang dan Medan,´ ujarnya.

Membangun sebuah outlet seperti Carrefour di Citra Garden Medan membutuhkan


dana investasi mendekati Rp50 miliar.

³Jadi kami harus selektif memilih lokasi. Jangan sampai mendapatkan reaksi penolakan
dari masyarakat,´ paparnya.

Dia optimis lokasi yang akan diincar perusahaan ritel asal Prancis itu di Kota Padang
dan Medan akan dapat, sehingga tidak terlalu lama akan membangun outlet tambahan
di kota ini melengkapi dua outlet yang sudah beroperasi yakni di Medan Fair Plaza dan
Citra Garden.

Carrefour Indonesia sudah mengoperasikan outlet di Sumatra Selatan, Lampung, dan


dua unit di Medan.
Sedangkan di seluruh Indonesia, outlet Hypermart Carrefour sebanyak 62 unit dan
Supermarket 14 unit.

Carrefour berusaha membantu meningkatkan nilai dan lokasi pasar tradisionil dengan
memberikan bantuan teknis dan pembinaan, sehingga lokasi dan tempat pasar
tradisionil tidak kumuh lagi.

PT Carrefour Indonesia mengaku telah berkonsultasi dengan Menteri Perdagangan


Mari Elka Pangestu mengenai perkara tuduhan monopoli yang membelitnya.

Pendekatan ini dilakukan Carrefour setelah Komisi Pengawas Persaingan Usaha


memutus bersalah hipermarket ini atas dasar penguasaan pasar yang mengarah pada
praktik monopoli.

Putusan KPPU No. 02/KPPU-L/2005 tentang Carrefour, dikuatkan oleh Putusan MA No.
01K/KPPU/2004 tanggal 5 September 2005.

BAB IV

KESIMPULAN