Anda di halaman 1dari 6

Penerapan Strategi Pembelajaran Quantum Teaching pada Mata

Pelajaran IPS Pokok Bahasan Konflik Sosial untuk Meningkatkan Hasil


Belajar Siswa Kelas XI APk 1 di SMK PGRI 05 Jember Tahun Ajaran
2010/2011

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan usaha untuk mengembangkan dan membina potensi
sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan belajar mengajar yang
diselenggarakan pada semua jenjang pendidikan ditingkat dasar, menengah, dan
perguruan tinggi. Pendidikan disekolah mempunyai tujuan untuk mengubah agar
dapat memiliki pengetahuan keterampilan dan sikap belajar sebagai bentuk perubahan
perilaku hasil belajar. Perubahan dari hal ini biasanya dilakukan oleh guru dengan
menggunakan beberapa metode dan kegiatan praktek untuk menunjang kegiatan
proses belajar mengajar sehingga siswa aktif di dalammya.
Salah satu upaya untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan adalah dengan
menggunakan pembelajaran aktif dimana siswa melakukan sebagian besar pekerjaan
yang harus dilakukan. Siswa menggunakan otak untuk mempelajari berbagai masalah
dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif merupakan langkah cepat,
menyenangkan, mendukung, dan menarik hati dalam belajar. Didalam mempelajari
sesuatu dengan baik, belajar aktif membantu untuk mendengarkan, melihat,
mengajukan pertanyaan tentang pelajaran tertentu, dan mendiskusikannya dengan
yang lain. Di dalam belajar aktif yang paling penting siswa perlu memecahkan
masalah sendiri, menemukan contoh-contoh, mencoba keterampilan-keterampilan,
dan melaksanakan tugas-tugas yang tergantung pada pengetahuan yang telah dimiliki.
Pemilihan suatu metode perlu memperhatikan beberapa hal seperti materi yang
disampaikan, tujuan pembelajaran, waktu yang tersedia, jumlah siswa, materi
pembelajaran, dan kondisi siswa dalam pembelajaran serta hal-hal yang berkaitan
dengan keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Untuk memberikan keseimbangan
antara otak kiri dan otak kanan peserta didik dibutuhkan proses pembelajaran yang
menggairahkan dan menyenangkan hingga kelas bagaikan sebuah orkestra yang
menyuguhkan perpaduan dan harmoni.
Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, ditemukan sebuah
pendekatan pengajaran yang disebut dengan Quantum Teaching, dikembangkan oleh
seorang guru dalam pembelajaran. Quantum Teaching sendiri berawal dari sebuah
upaya Dr Georgi Lozanov, pendidik asal Bulgaria, yang bereksperimen dengan
suggestology. Prinsipnya, sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil belajar.
Pada perkembangan selanjutnya, Bobbi de Porter (penulis buku best seller
Quantum Learning dan Quantum Teaching), murid Lozanov, dan Mike Hernacki,
mantan guru dan penulis, mengembangkan konsep Lozanov menjadi Quantum
Learning. Metode belajar ini diadopsi dari beberapa teori. Antara lain sugesti, teori
otak kanan dan kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (visual, auditorial, dan
kinestetik) dan pendidikan holistik.
Konsep itu sukses diterapkan di Super Camp, lembaga kursus yang dibangun
de Porter. Dilakukan sebuah penelitian untuk disertasi doktroral pada 1991, yang
melibatkan sekitar 6.042 responden. Dari penelitian itu, Super Camp berhasil
mendongkrak potensi psikis siswa. Antara lain peningkatan motivasi 80 persen, nilai
belajar 73 persen, dan memperbesar keyakinan diri 81 persen.
Pemanfaatan simulasi untuk pembelajaran dikelas, menurut Tornyay dan
Thompson (1982:23), juga bukan hal yang baru. Game atau permainan sebagai salah
satu jenis simulasi, digunakan dalam pembelajaran menulis pada awal tahun 1775
(Knight, 1949). James (1908) telah mendorong guru untuk membuat belajar lebih
berorientasi pada aktivitas. Akhir-akhir ini, para pendidik berargumentasi bahwa
variasi pengalaman dan aktivitas dalam belajar bagian yang penting dari keseluruhan
situasi belajar (Carlson,1969).
Penelitian ini akan mencoba menghasilkan suatu bentuk strategi pembelajaran
dengan model role playing game yang memadukan materi pelajaran dan unsur fun
dalam pembelajaran. Adapun tujuan utama dari penggunaan model pembelajaran ini
adalah mengembangkan kualitas otak kanan dan kiri siswa, sehingga diharapkan akan
meningkatkan motivasi anak dalam belajar dan berperilaku dalam kehidupan sehari-
hari, terutama mengenai ilmu pengetahuan sosial. Pada model pembelajaran yang
dikembangkan dengan mengemas materi ataupun kurikulum ke dalam suatu game
atau lakon yang dimainkan oleh siswa.
Penyajian dalam pembelajaran Quantum Teaching merupakan model
pembelajaran yang ideal, karena menekankan kerja sama antara siswa dan guru untuk
mencapai tujuan bersama. Model pembelajaran ini juga efektif karena memungkinkan
siswa dapat belajar secara optimal, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa secara signifikan. Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia
memerlukan penanganan yang segera.
Peneliti memilih SMK PGRI 05 Jember sebagai tempat penelitian dengan
pertimbangan bahwa di sekolah tersebut belum pernah dilakukan penelitian yang
serupa yaitu tentang metode simulasi dengan model Role Playing yang belum pernah
dilakukan guru di sekolah tersebut, hal ini diketahui dari wawancara pada tanggal 20
Oktober 2010. Oleh karena itu penulis bermaksud mengadakan penelitian yang
berjudul “Penerapan Strategi Pembelajaran Quantum pada Mata Pelajaran IPS
Pokok Bahasan Konflik Sosial untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas
XI APk 1 di SMK PGRI 05 Jember Tahun Ajaran 2010/2011”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat dikemukakan masalah
seperti di bawah ini : Bagaimanakah Penerapan Strategi Pembelajaran Quantum
Teaching Melalui Metode Simulasi dengan Model Role Playing pada Mata Pelajaran
IPS Pokok Bahasan Konflik Sosial untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XI
APk 1 di SMK PGRI 05 Jember Tahun Ajaran 2010/2011?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
Untuk mengetahui hasil belajar pada Mata Pelajaran IPS Pokok Bahasan Konflik
Sosial Siswa Kelas XI APk 1 di SMK PGRI 05 Jember Tahun Ajaran 2010/2011
setelah diterapkan Strategi Pembelajaran Quantum Teaching Melalui Metode
Simulasi dengan Model Role Playing.

D. Kegunaan Penelitian
Beberapa kegunaan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk peneliti
Dapat menambah informasi dan alternatif dalam mengembangkan model
pembelajaran yang efektif dan efisien sebagai bekal kegiatan pembelajaran dimasa
yang akan datang.
2. Untuk siswa
Dapat memperkaya pengalaman belajar sehingga siswa merasa bahwa belajar
merupakan kegiatan menyenangkan dan bukanlah hal yang membosankan.
3. Untuk guru
Digunakan sebagai bahan balikan untuk mengadakan bahan koreksi diri
sekaligus usaha memperbaiki kualitas diri sebagai guru yang profesional untuk
meningkatkan mutu proses dan ketuntasan belajar siswa.
4. Untuk sekolah
Diharapkan dari penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dalam pengambilan
keputusan yang berhubungan dengan peningkatan mutu dan kualitas
pembelajaran di sekolah.

E. Asumsi Penelitian
Berikut adalah asumsi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Siswa mendapat perlakuan yang sama selama proses belajar mengajar.
2. Jawaban yang diberikan siswa pada saat mengerjakan tes menunjukkan hasil
belajar siswa terhadap penguasaan materi.
3. Siswa dalam mengerjakan pre-test dan post-test tidak dalam keadaan terpaksa,
berlaku jujur dan sungguh-sungguh dalam mengerjakan.
4. Data pada lembar penilaian keaktifan belajar mengukur aspek afektif. Aspek
afektif yang dinilai meliputi keseriusan pada saat diskusi, frekuensi bertanya,
menjawab pertanyaan, dan menanggapi jawaban teman.
5. Keadaan siswa pada saat proses belajar mengajar dan pada saat mengerjakan
tes dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

F. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian


Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini dibatasi pada hal-hal di bawah ini:
1. Fokus permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana melihat secara lebih
mendetail peranan guru dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran untuk
meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran
dengan strategi pembelajaran Quantum Teaching melalui Metode Simulasi
dengan model Role Playing.
2. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI APk 1 SMK PGRI 05 Jember
semester 2 tahun ajaran 2010/2011.
3. Penelitian hanya untuk mata pelajaran IPS pokok bahasan konflik social.
4. Penelitian dilaksanakan dua siklus, yaitu enam kali pertemuan.

G. Definisi Operasional
Agar tidak timbul salah paham dalam penafsiran antara pembaca dengan peneliti,
maka perlu ditegaskan beberapa istilah sehubungan dengan judul penelitian ini :

1. Quantum merupakan interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.


Dengan demikian Quantum Teaching adalah pengubahan bermacam-macam
interaksi yang ada di dalam dan disekitar momen belajar. Interaksi-interaksi
ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi
kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat
alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermamfaat bagi mereka sendiri dan
bagi orang lain. Quantum teaching adalah mengubah belajar yang meriah
dengan segala nuansanya dan Quantum teaching juga menyertakan segala
kaitan interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar.
Quantum teaching berfokus pada hubungan dinamis dengan lingkungan kelas,
interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar, Deporter
(2003:3).
2. Simulasi berasal dari kata simulate yang artinya pura- pura atau
berbuat seolah- olah. Kata simulation artinya tiruan atau perbuatan yang pura-
pura. Dengan demikian, simulasi dalam metode pembelajaran dimaksudkan
sebagai cara untuk menjelaskan sesuatu (bahan pelajaran) melalui perbuatan
yang bersifat pura- pura atau melalui proses tingkah laku lak imitasi. Atau
bermain peran mengenai tingkah laku yang dilakukan seolah- olah dalam
keadaan yang sebenarnya. (Ismail SM, 2008:24)
3. Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan
pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa.
Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan
memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada
umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang
diperankan.