Anda di halaman 1dari 4

BAB II

ISI

2.1 Definisi

2.2 Etiologi

Psikoterapi bertitik tolak dari suatu paham bahwa manusia pada

hakikatnya bisa dan mungkin untuk dipengaruhi dan diubah melalui intervensi

psikologik yang dilakukan atau direncanakan oleh orang lain 15.

2.4

1. Psikoedukasi

Terapi ini memberikan edukasi kepada pasien dan perhatian mereka

terhadap penyakitnya. Hal ini meningkatkan pengetahuan mereka tentang gejala

dan terapi, pelayanan yang tersedia dan rencana pemulihan. Sehingga mereka

dapat memonitor tanda peringatan relaps secara dini, dan membuat rencana

bagaimana merespon tanda ini serta belajar untuk mencegah relaps.3 Informasi

dan edukasi dapat diberikan melalui video, pamflet, websites, atau diskusi dengan

dokter.2

2. Terapi keluarga

Berbagai terapi berorientasi keluarga berguna dalam pengobatan

skizofrenia. Karena pasien skizofrenia selalu dipulangkan dalam keadaan remisi

parsial. Keluarga seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang

singkat dan intensif. Pemusatan perhatian terapi adalah situasi yang segera serta

4
5

mengidentifikasi dan menghindari situasi yang kemungkinan menimbulkan

kesulitan. Jika masalah memang berasal dari dalam keluarga maka pusat terapi

harus pada pemecahan masalah secara tepat.1

Setelah pemulangan pasien dari rumah sakit, topik penting yang dibahas di

dalam terapi keluarga adalah proses pemulihan, khususnya lama dan

kecepatannnya. Sering kali anggota keluarga, mendorong keluarganya yang

menderita skizofrenia untuk melakukan aktivitas teratur terlalu cepat. Rencana

yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tentang sifat

skizofrenia ataupun dari penyangkalan tentang keparahan penyakit. Ahli terapi

harus membantu keluarga dan pasien mengerti dengan penyakit skizofrenia tanpa

harus merasa kecil hati. Ahli terapi dapat menerangkan episode psikotik itu

sendiri dan peristiwa-peristiwa yang memicu terjadinya episode tersebut. Tetapi

dalam prakteknya ahli terapi sering tidak memperdulikan episode psikotik,

sehingga seringkali menambah rasa malu penderita terhadap peristiwa tersebut

dan tidak dapat mengambil manfaat dari peristiwa tersebut sebagai bahan diskusi,

pendidikan dan pengertian. Bagi anggota keluarga seringkali ditakuti oleh gejala

psikotik. Terapi keluarga selanjutnya diarahkan kepada berbagai macam strategi

penurunan stres dan penyelesaian masalah serta melibatkan kembali pasien dalam

aktivitas.1

Di dalam sesi terapi keluarga dengan pasien skizofrenia, ahli terapi harus

mengendalikan intensitas emosi dari setiap sesi. Ekspresi emosi yang berlebihan

dapat merusak pemulihan pasien skizofrenia dan mengurangi keberhasilan sesi

terapi selanjutnya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terapi keluarga


6

efektif dalam menurunkan relaps. Angka relaps tahunan tanpa terapi keluarga 25-

50% sedangkan dengan terapi keluarga 5-10%.1,4

3. Terapi perilaku-kognitif (Cognitive behavioural therapy)

Rencana pengobatan untuk skizofrenia harus ditujukan pada kemampuan

dan kekurangan pasien.1 Terapi perilaku kognitif digunakan pada pasien dengan

gejala yang menetap. Terapi ini mengajarkan pasien skizofrenia untuk menilai

pikiran dan persepsi mereka sebenarnya, tidak mendengar suara-suara (halusinasi)

dan tidak bersikap apatis.3 Terapi ini efektif mengurangi gejala yang berat dan

resiko relaps.2,3 Selain itu, terapi perilaku kognitif juga membantu dalam

menghadapi situasi penuh stres, memperbaiki kemampuan berpikir dan memori

serta belajar untuk bersosialisasi.2

Terapi perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan keterampilan

sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial, kemampuan memenuhi diri

sendiri, latihan praktis dan komunikasi interpersonal. Perilaku adaptif didorong

dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus seperti hak istimewa atau pas jalan

di rumah sakit. Dengan demikian perilaku maladaptif seperti berbicara lantang,

berbicara sendiri dan postur tubuh yang aneh dapat diturunkan.1 Penelitian

menunjukkan bahwa terapi perilaku kognitif merupakan terapi pilihan untuk

gejala depresi dan anxietas. Terapi ini juga efektif mengurangi penyalahgunaan

obat.2

4. Rehabilitasi sosial dan vokasional


7

Rehabilitasi yang fokus pada kemampuan sosial dan bekerja bisa

menghilangkan atau mengurangi gejala penyakit jiwa. Hal ini membantu mereka

agar lebih bermanfaat dalam komunitasnya.3 Rehabilitasi ini bisa dilakukan secara

individual ataupun berkelompok, tergantung pada kebutuhan.2 Program

rehabilitasi mencakup konseling vokasional, latihan kerja, permainan simulasi,

pekerjaan rumah, konseling pengaturan keuangan, kemampuan komunikasi,

belajar menggunakan transfortasi umum dan praktek sosial.1,3

Terapi keterampilan sosial (social skills therapy) dapat secara langsung

membantu dan berguna bagi pasien serta secara alami meningkatkan keberhasilan

terapi farmakologis. Beberapa gejala skizofrenia yang paling terlihat adalah

menyangkut hubungan pasien dengan orang lain, termasuk kontak mata yang

buruk, respon lambat yang tidak lazim, ekspresi wajah yang aneh, tidak adanya

spontanitas dalam situasi sosial, persepsi yang tidak akurat atau tidak adanya

persepsi emosi terhadap orang lain.