Anda di halaman 1dari 3

Note : If you translate it, text will look funny.

Enjoy reading

Sabtu, 27 Februari 2010


Paragraf Persuasif (Persuasi)

Paragraf persuasif adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar
mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai,
penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta. Oleh karena itu,
sebuah tulisan persuasif memerlukan data sebagai penunjang. Data yang digunakan dalam
tulisan atau karangan persuasif lebih baik berupa fakta. Dalam tulisan atau karangan persuasif
biasanya menggunakan kalimat-kalimat yang sifatnya mengajak atau memengaruhi pembaca
agar bersikap atau melakukan sesuatu.

Perhatikan contoh berikut:


“Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak
lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari
lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang
tinggi. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.”

Kalimat terakhir yang dicetak miring merupakan kalimat persuasif. Kalimat ini
dimunculkan setelah penulis mengemukakan penjelasan yang meyakinkan dalam kalimat-
kalimat sebelumnya.

Demikian juga, jika kita ingin membuat paragraf persuasi tentang pentingnya para orang
tua mencintai dan memperhatikan anak-anak, penulis dapat mengemukakan terlebih dahulu
penjelasan atau faktafakta yang meyakinkan. Penulis dapat memulainya dengan
mengemukakan hal-hal seperti berikut ini.

1. Bahaya yang mengancam jiwa anak seperti benda-benda tajam.


2. Pengaruh lingkungan pergaulan, seperti narkoba.
3. Perlakuan amoral seperti pemerkosaan.

Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh bila Anda akan menulis paragraf
persuasif.

A. Menentukan Topik dan Tujuan Dalam Paragraf Persuasif


Dalam paragraf persuasif, tujuan penulis dapat dikemukakan secara langsung. Misalnya,
topik yang dibuat oleh penulis adalah “Menghidari pengaruh buruk nakotika dan obat-obatan
terlarang lainnya”. Tujuan penulisan yang dapat dirumuskan adalah meyakinkan pembaca
bahwa narkotika dan obat-obat terlarang lain merupakan pembunuh berdarah dingin yang
secara perlahan membawa pecandunya ke liang lahat.

B. Membuat kerangka Karangan Paragraf Persuasif


Agar susunan tulisan persuasif itu sistematis dan logis, kerangka tulisan perlu mendapat
perhatian dalam perumusannya.
Susunan pembahasan yang tepat untuk paragraf persuasif adalah susunan logis dengan
urutan sebab akibat. Dengan pembahasan seperti ini, pembaca langsung dihadapkan pada
masalah yang sedang dibahas.
Contoh kerangka tulisan persuasif dengan topik “Menghilangkan pengaruh buruk
narkotika dan obat-obat terlarang lain” ialah sebagai berikut.

Kerangka Tulisan Persuasif


1. Hakikat Narkotika dan Obat-obat Terlarang
1.1 Pengertian narkotika dan obat-obat terlarang
1.2 Jenis narkotika, bentuk, dan harga
1.3 Efek masing-masing jenis narkotika bagi tubuh
2. Latar Belakang Pecandu Narkotika
2.1 Frustasi
2.2 Broken home
2.3 Ingin disebut modern
2.4 Sebab-sebab lain
3. Pengaruh yang Ditimbulkan oleh Narkotika
3.1 Pengaruh narkotika terhadap kondisi fisik dan kejiwaan pecandu
3.2 Pengaruh narkotika terhadap masa depan pecandu
3.3 Pengaruh narkotika terhadap masyarakat
4. Cara Penanggulangan yang Mungkin Dilakukan
4.1 Menghilangkan hal-hal yang menjadi penyebab terjerumusnya seseorang ke dalam dunia
narkotika
4.2 Meningkatkan kerja sama antara orang tua-gurukepolisian dalam memberantas narkotika
C. Mengumpulkan Bahan Untuk Paragraf Persuasif
Bahan dapat diperoleh melalui kegiatan pengamatan, wawancara, dan penyebaran angket
kepada responden.
Pada saat mengumpulkan bahan, kita dapat membuat catatan, baik kutipan langsung maupun
tidak langsung, yang nantinya dapat dijadikan sebagai barang bukti

Contoh.
Peneliti mengungkapkan bahwa sebab-sebab seseorang dapat terjerumus ke dalam dunia
narkotika: 45% broken home, 20% frustasi, 17% ingin disebut modern, dan sisanya karena
sebab lain (Sukartono, 1987:45)

Artinya:
Data tersebut diperoleh dari buku karangan Sukartono yang diterbitkan pada tahun 1987,
halaman 45.
D. Menarik Kesimpulan dari Paragraf Persuasif
Penarikan kesimpulan dalam suatu karangan persuasi harus kitalakukan dengan benar agar
tujuan kita tercapai. Suatu kesimpulan dapat dibuat apabila data yang diperoleh telah
dianalisis. Penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan cara induksi atau deduksi.
Contoh:
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di beberapa kota besar di Jawa Barat dapat
dikemukakan ciri-ciri seorang pecandu narkoba adalah ....
E. Penutup Paragraf Persuasif

Pada bagian ini penulis mengajak pembaca untuk waspada dan hati-hati agar tidak terjerumus
ke dalam dunia narkotika dan menjauhi narkotika yang berbahaya bagi kesehatan fisik dan
jiwa.
Contoh paragraf persuasif:

Kita semua mengetahui bahawa kondisi lingkungan Kota Jakarta sudah sangat
memprihatinkan. Banyak sekali sungai yang kotor akibat pembuangan limbah yang tidak
teratur serta pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor yang semakin banyak. Ini
semua dapat menyebabkan gangguan bagi makhluk hidup di Kota Jakarta, temasuk manusia.
Pernapasan kita dapat terganggu dan keindahan Kota Jakarta tercemar. Oleh karena itu,
alangkah baiknya jika kita sebagai penduduk Kota Jakarta berusaha untuk melestarikan
lingkungan kota ini dengan berbagai macam usaha. Di antaranya adalah dengan
penghijauan, pembuatan taman kota, dan pelarangan membuang sampah di sembarang
tempat. Ini semua dapat mengendalikan keindahan Kota Jakarta.

Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama manusia
sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah
mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya,
mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota
masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai.
Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling
mencintai.

Adapun beberapa ciri-ciri Paragraf Persuasif :


1. Mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat.
2. Bertujuan mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca agar mereka mau berbuat, bertindak
atau melakukan sesuatu secara sukarela, sesuai yang diinginkan pengarang.
3. Membuktikkan kebenaran, pendapat pengarang sehingga tercipta keyakinan dan
kepercayaan pada diri pembaca.
4. Menggunakan beberapa teknik seperti rasionalisme, identifikasi, sugesti, proyeksi dan
penggantian.
Diposkan oleh DSMLMD Jam 4:58:00 PM

Anda mungkin juga menyukai