Anda di halaman 1dari 5

A.

Tujuan Diit
Menyediakan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang balitaϖ
Menyediakan nutrisi untuk melakukan aktifitas fisik balitaϖ
Mencegah anak pada keadaan kekurangan giziϖ
Meningkatkan daya tahan tubuh balitaϖ

B. Faktor – faktor yang Berpengaruh Pada Keadaan Gizi Balita


Asupan zat gizi : jumlah makan yang harus bertambah, sesuai dengan bertambahnya kebutuhan
bayi hingga balita akan berbagai zat gizi.4
Pendidikan dan pengetahuan orang tua : kunci keberhasilan menanamkan kebiasaan makan
yang baik adalah tergantung pada pengetahuan dan pengertian ibu bagaimana cara menyusun
yang memenuhi syarat gizi.4
Keadaan sosial ekonomi : pada kelompok dengan penghasilan rendah biasanya pola makannya
sangat sederhana. Umumnya makan hanya 2 kali sehari dan jarang sekali diberikan makanan
selingan.4
Kondisi sakit : pada keadaan sakit balita cenderung tidak nafsu makan4
Kebiasaan dan pola makan : anak akan mencontoh apa yang oleh ibunya, kakaknya bahkan
orang –orang disekitarnya.4
Pengaruh lingkungan : lingkungan yang kurang bersih dan menyebabkan makanan mudah
terkontaminasi bahkan menjadi basi.4
Makanan kesukaan : anak mulai berani menolak makanan yang diberikan oleh ibunya, janganlah
memaksa anak makan sesuatu yang tidak disukainya, beri alternatif makanan lain.4
Makanan pantangan : pantangan yang tidak beralasanterhadap bahan makanan tertentu seperti
ikan, telur, dan lain – lain. Hendaknya tidak dituruti oleh ibu karena akan merugikan kesehatan
anaknya sendiri.4
Ketrampilan makan : ketrampilan anak untuk makan sendiri dapat menambah nafsu makan
anak dan bisa menghabiskan porsi makannya.4
Kualitas zat gizi4
Prinsip dalam memenuhi kebutuhan zat gizi :4
1. Kalori harus mutlak terpenuhi
2. Gabungan sumber protein nabati dan hewani setempat yang ada dan mungkin didapat.
3. Manfaatkan sumber protein hewani setempat yang ada dan mungkin didapat.

C. Hal – Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyediakan Menu Untuk Balita
Menarik ( bentuk, variasi, warna, dan rasa ) : Ada kalanya anak –anak baru mau makan jika
makanan itu diberi warna yang menarik. Misalkan nasi goreng dihiasi dengan tomat sebagai
mata, wortel sebagai hidung, dll.Π
Porsi kecil ( cukup nilai gizi ) : Makanan hendaknya diberikan pada anak –anak ketika benar –
benar lapar. Berikanlah dalam jumlah sedikit demi sedikit dan tidak dipaksakan.Π
Waktu makan yang teratur : Waktu makan yang tidak teratur akan banyak sekali mempengaruhi
nafsu makan anak oleh karena itu waktu makan anak sesuaikan dengan waktu makan keluarga
dan ajaklah anak untuk makan bersama.Π
Jadikanlah kegiatan makan sesuatu yang menyenangkan : Berilah suasana menyenangkan selagi
anak menikmati makanannya dan beri pengertian arti makanan sehingga anak dapat
berimajinasi nasi seperti apa yang dikatakan oleh ibunya.Π
Pentingnya sarapan pagi : Sarapan pagi memberi energi untuk aktifitas sampai makan siang
walaupun anak tetap bermain tetapi asupan gizi harus terpenuhi.Π
Pentingnya makanan selingan : Makanan selingan membantu jika anak tidak cukup porsi
makannya karena anak susah makan.Π
Hindari makanan yang terlalu manis dan gurih : Berilah rasa – rasa makanan itu secara bertahap
dari tidak manis lalu keagak manis dan akhirnya manis, jangan tergesa – gesa karena nantinya
balita akan bosan.Π
Hindari makanan terlalu merangsang dan keras : Kebanyakan anak tidak suka makanan yang
merangsang.Π

D. Makanan Balita Sehat


Makanan bayi umur 0 – 4 bulan : Cukup berikan ASI saja yaitu ASI eksklusif. ASI diberikan
setelah bayi lahir paling lambat setengah jam pertama bayi lahir. Jangan membuang ASI pertama
( kolostrum ), karena kolostrum berwarna kekuning – kuningan mengandung zat gizi bermutu
tinggi dan zat kekebalan tubuh yang sangat diperlukan oleh bayi.Ε
Makanan anak umur 4 – 6 bulan : ASI terus diberikan makin sering. Anak muali diberikan
makanan lumat sebagai makanan pendamping ASI. Misalnya bubur tepung, air buah, pisang
lumat, biskuit lumat, bayam rebus dilumatkan dan sebagainya.Ε
Makanan anak umur 7 – 12 bulan : ASI terus diberikan, lebih sering, lebih baik anak diberikan
makan, misalnya bubur campur yang disaring dapat diberikan pada usia 7 – 9 bulan, bubur
beras, nasi tim, dapat diberikan pada usia 10 – 12 bulan. Menginjak umur 10 bulan kenalkan
dengan makanan keluargayang lunak. Gunakan berbagai lauk pauk dan sayuran berganti – ganti
dalam menyajikan makanan lembek, mulailah dengan 1 kali secara bertahapmenjadi 4 – 5 X / 1
piring sedang.Ε
Makanan anak umur 1 tahun keatas : ASI terus diberikan paling tidak sampai usia 2 tahun.
Jangan memberikan botol pada usia 1 tahun. Sebaiknya anak mulai diberi makanan setiap hari
terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur mayur, dan buah –buahan. Anjurkan agar anak
makan 4 – 5 X/ hari selain ASI. ASI diberikan sampai anak umur 2 tahun. Pada anak umur 2
tahun anak perlu makan dengan jumlah separuh dari jumlah makan ayahnya. Pisahkan dahulu
makanan untuk anak, baru untuk kedua orang tuanya. Biasakan anak untuk makan bersama –
sama dengan seluruh anggota keluarga.Ε

Status gizi ibu hamil mempengaruhi tumbuh kembang janin yang dikandung, sehingga makanan ibu
penting untuk diperhatikan agar kebutuhan makanan ibu dan janinnya dapat terpenuhi secara optimal.
Kebutuhan gizi ibu hamil adalah jumlah kebutuhan zat gizi saat tidak hamil dan tidak menyusui ditambah
jumlah zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dan alat kandungan.

I. KEGUNAAN MAKANAN TERSEBUT ADALAH :


• Untuk pertumbuhan janin yang ada dalan kandungan
• Untuk memepertahankan kesehtan dan kekuatan badan ibu wsendiri
• Agar luka-luka persalinan cepat sembuh dalam nifas
• Guna mengadakan cadangn untuk masa laktasi
Caranya adaalah :
1. Ibu harus makan teratur 3 x sehari
2. Hidangan harus tersususn dari bahan makanan bergizi yang terdiri
Makan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan serta usahakan minum susu 1 gelas setiap hari
3. perguankan aneka ragam makanan yang ada
4. pilih, beli berbagai macam bahan makanan yang segar

II. TAHAP –TAHAP PENGATURAN GIZI


Menurut Burke, dkk, ibu hamil yang yang diitnya pada golongan kurang sangat mungkin untuk
mendapatkan bayi yang kurang sehat termasuk prematur, cacat bawaan dan lahir mati.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dala menyusun menu ibu hamil:
a. Pada trimester I, biasanya nafsu makan sangat kurang, lebih – lebih ika timbul rasa mual dan ingin
muntah. Pada masa ini makanan harus diatur supaya mudah untuk dicerna, porsi makan tidak terlalu
besar, namun sering diberikan. Jenis makanan yang cocok antara lain roti biskuit, sup, roti panggang, air
jeruk.
b. Pada trimester II, berat badan juga mulai bertambah nyata. Pada masa ini protein harus ditambahkan,
dan harus dijaga agar jangan sampai kekurangan darah. Karena itu baik sekali diberikan sayur – sayuran
daun, karena disamping memberikan garam besi juga vitamin A dan vitamin yang lain.
c. Pada trimester III, metabolisme basal tetap naik terus. Pada masa ini umumnya nafsu makan baik
sekali, dan wanita hamil selalu terasa lapar. Pemeriksaan kenaikan berat badan perlu dilakukan dengan
teliti, jangan sampai ibu terlalu gemuk, untuk menghindari kesulitan melahirkan kelak. Pada saat ini
pula, kandungan sudah besar sekali sehingga menyebabkan lambung sedikit terdesak. Makanan yang
porsinya terlalu besar menimbulkan rasa tidak enak. Karena itu dalam masa ini porsi makan sebaiknya
kecil saja, namun sering, untuk mencegah kekurangan unsur – unsur gizi.

III. ZAT – ZAT MAKANAN YANG DIBUTUHKAN IBU HAMIL


1. Energi
Energi digunakan untuk menunjang metabolisme dan pertumbuhan ibu, menunjang pertumbuhan alat-
alat kandungan, serta menunjang pertumbuhan janin dan plasenta. Energi dapat diperoleh dari beras,
tepung, gandum, sagu,dll.
2. Protein
Ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya, minimal 60 g/ hari. Protein penting untuk
pertumbuhan anak.
Adapun fungsi protein antara lain adalah sebagai berikut:
Membuat ari – ari ( plasenta) yang berfungsi untuk untuk menunjang, memelihara,dan menyalurkan
makanan bayi.ϖ
Sebagai cadangan makanan untuk persiapan persalinan , masa setelah melahirkan, dan masa
menyusui.ϖ
Protein dapat diperoleh dari susu, telur, dan keju, gandum, kacang – kacangan, dll.

3. Vitamin
Ada beberapa jenis vitamin yang penting untuk ibu hamil. Kebutuhan mencapai dua kali lipat dari
biasanya. Jika ibu hamil kekurangan vitamin, pembentukan sel – sel tubuh bayi kurang. Anak yang
dilahirkan bisa kurang darah, cacat bawaan, kelainan bentuk, bahkan bisa mengalami abortus.
Beberapa vitamin yang dibutuhkan ibu hamil antara lain:
a. Vitamin B6
Vitamin B6 penting untuk pembuatan asam amino, yaitu bahan protein dalam tubuh. Jika kekurangan
vitamin ini pertumbuhan bayi / janin akan buruk, bahkan otaknyapun kurang berkembang.
Selain itu Vitamin B6 juga doberikan untuk mengurangi keluhan mual – mual.
b. Vitamin C
Vitamin C berfungsi untuk kekebalan tubuh ibu dan bayinya. Jika kekurangan vitamin C cenderung
mengalami ketuban pecah dini. Keadaan ini membahayakan anak, karena bisa terjadi infeksi dalam
kandungan dan anak bisa meninggal.
c. Vitamin A
Vitamin a dibutuhkan oleh semua ibu hamil, namun tidak boleh terlalu berlebihan. Bila berlebihan dapat
menimbulkan cacat bawaan
d. Vitamin D
Vitamin D berkaitan erat dengan zat kapur. Vitamin ini dapat menembus plasenta sehingga dapat
memasuki tubuh bayi. Jika ibu hamil kekurangan vitamin D, anak akan kekurangan zat kapur.
Pembentukan gigi- giginya tidak normal, lapisan gigi luar tampak buruk. Namun jika berlebihanpun
berbahaya. Makanan yang mengandung Vitamin D dapat diperoleh dari susu, hati, mentega, kuning telur,
dan margarin, serta minyakikan laut.
e. Vitamin E
Kebutuhan akan vitamin E cukup dipenuhi dari makanan sehari – hari. Jarang sekali terjadi kekurangan
vitamin E. Binatang percobaan yang kekurangan vItamin ini mengalami keguguran.
f. Vitamin K
Vitamin K juga cukup diperoleh dari menu harian normal. Jarang terjadi kekurangan vitamin ini. Jika
kekurangan, dapat terjadi gangguan perdarahan pada anak.
4. Mineral
a. Zat kapur
Zat kapur sangat penting karena sangat dibutuhkan anak. Ibu yang sudah sering hamil, cnderung
kekurangan zat kapur. Akibatnya, anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi.
Metabolisme zat kapur memerlukan vitamin D yang cukup. Oleh karena itu, selain zat kapur, ibu hamil
juga perlu vitamin D yang memadai.
Sumber zat kapur yang tinggi diperoleh dari semua bahan makananan yang berasal dari susu, seperti
keju, es krim, dan kue. Zat kapur juga banyakterdapat dalam kacang – kacangan, sayuran berdaun hijau,
dan makanan laut.
b. Fosfor
Mineral ini cukup diperoleh dari makanan sehari – hari. Fosfor berhubungan erat dengan zat kapur. Jika
jumlahnya tidak seimbang dalam tubuh,dapat terjadi kram pada tungkai.
c. Zat besi
Kebutuhan zat besi ibu hamil lebih meningkat pada kehamilan trimester II dan III. Pada masa tersebut
kebutuhan zat besi tidak dapat diandalkan dari menu harian saja. Walaupun menu hariannya
mengandung zat besi yang cukup, ibu hamil tetap perlu tambahan tablet besi atau vitamin yang
mengandung zat besi.
Zat besi bukan hanya pentinguntuk memelihara kehamilan. Ibu hamil yang kekurangan zat besi dapat
menimbulkan perdarahan setelah melahirkan, bahkan infeksi, kematian janin in utero, cacat bawaan dan
abortus.
Zat besi juga penting saat menyusui. Zat besi pada masa ini banyak dikeluarkan melalui keringat,
urine,dan kulit selain ASI.
Kekurangan zat besi pada ibu hamil meningkatkan resiko kematian ibu hamil.
d. Seng
Mineral ini dibutuhkan dalam jumlah yamg sangat kecil, biasanya cukup dari makanan sehari- hari. Yang
pasti seng berkaitan dengan pembentukan tulag – tulang dan selubung saraf tulang belakang.
e. Fluor
Mineral fluor juga tidak terlalu banyak diperlukan. Dalam air minum yang normal cukup mengandung
banyak flour. Flour penting untuk pembuatan gigi – geligi. Jika kekuragan, gigi tidak terbentuk sempurna
dan jika kelebihan, warna dan bangunan gigi juga tidaknormal
f. Iodium
Iodium cukup diperoleh dari air minum dan sumber bahan makanan laut. Ibu hamil yang kekurangan
iodium akan melahirkan anak cebol, jika kekurangannya baru terjadi kemudian maka pertumbuhan anak
akan terhambat. Kekurangan iodium dapat menyebabkan anak kurang cerdas.
IV. MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI IBU HAMIL
1. Alkohol
Alkohol dapat melahirkan anakyang cacat, kepala kecil, mata , wajah dan tulangnya tidak normal.
2. Merokok
Rokok yang mengandung nikotin akan menjadikan ukuran bayi yang lahir lebih kecil dari normal, dan
bisa juga terjad mutasi gen sehingga gen menjadi cacat.
3. Kafein
Kafein / racun kopidapat menambah detak jantung anak, pernafasan anak memburuk, sehingga
mengganggu perkembangan anak.
4. Zat warna, pengawet, dan penyedap makanan
Didalam zat warna, pengawat, dan penyedapmakanan banyak sekali mengandung bahan kimia yang
dapat berpengaruh buruk terhadap janin.

V. HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH IBU HAMIL :


1. Saaat hamil, ibu harus makan dan minum lebih banyak dari pada ibu yang tidak hamil
2. perlunya mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau tua, tempe,
tahu, kacang hijau, kacang merah dan kacang kacangan lain, telur, ikan, daging, untuk mencegah anemia
3. Perlunya mengkonsumsi tablet tambah darah 1 tablet / hari
4. Perlunya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat kapur
5. Untuk mengatasi nafsu makan ibu kurang, makanlah yang segar segar seperti buah buahan, sari buah,
sayur bening, dll
6. Hindari merokok dan minim alcohol karena membahayakan ibu dan janin
7. Kenali gejala kurang darah selama kehamilan : pucat, pusing, lemah dan penglihatan berkunang
kunang
8. Kontrol kesehatan kepada bidan atau puskesmas secara teratur.
Hal ini bertujuan untuk menjaga agar kondisi ibu dan kandungan tetap sehat

Beri Nilai