P. 1
Manajemen Jalan Nafas Carolus

Manajemen Jalan Nafas Carolus

|Views: 546|Likes:
Dipublikasikan oleh Kura-Kura

More info:

Published by: Kura-Kura on Apr 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2014

pdf

text

original

Manajemen Jalan Nafas

Dr. Ramzi Bagian Anestesi PKSC Jakarta, Agustus 2013

► Definisi:

adalah suatu upaya untuk mempertahankan patensi jalur udara antara paru-paru dengan dunia luar. ► Prinsip dasar pada CPR, semua kasus gawat darurat, ICU, dan anestesi. ► Pasien:
 Tidak sadar  Sadar: kehilangan refleks proteksi, obstruksi jalan nafas

Tujuan
► Proteksi

jalan nafas  pencegahan aspirasi

 Pasien trauma, penurunan kesadaran (GCS<8)  Antisipasi: trauma inhalasi  Mengurangi work of breathing
► Oksigenasi

 jaringan otak mati jika hipoksia terjadi lebih dari 6 menit PO2 ► Ventilasi:  PCO2

 Spontan: Tekanan negatif  Dibantu: Tekanan positif, manual resusitator atau dengan ventilator.

Jalan Nafas ► Jalan nafas atas:  Hidung atau mulut  Faring: ► Nasofaring ► Orofaring ► Laringofaring ► Jalan nafas bawah:     Laring Trakea Bronkus Alveolus .

► Masalah anatomi ► Primer/sekunder dapat datang dari semua level .

Manajemen Jalan Nafas: TANPA ALAT .

tidak invasif Tidak mencegah terjadinya aspirasi .Ekstensi Kepala-Angkat Dagu Teknik Indikasi Ekstensikan kepala Angkat dagu ke atas Pasien penurunan kesadaran TANPA cedera servikal Kontraindikasi Pasien sadar penuh Pasien dengan kemungkinan cedera servikal Keuntungan Kerugian Tidak perlu alat. mudah. aman.

Ekstensi Kepala-Angkat Dagu Angkat Dagu Ekstensi Kepala Ekstensi kepala tidak boleh dilakukan pada pasien trauma .

Posisi Kepala  Sniffing Position ► Seperti mencari sumber bau ► 15o atau 10 cm. 10 cm 10 cm .

Posisi Kepala .

Sniffing position pada pasien gemuk .

Ganjal mulai dari bahu .

non invasif.Jaw-thrust (Tanpa Ekstensi Kepala) Teknik Indikasi Kepala dipertahankan segaris Rahang ditarik ke atas dengan membuka mulut Pasien dengan penurunan kesadaran yang mungkin mendapat cedera servikal Kontraindikasi Pasien sadar penuh Keuntungan Tidak butuh alat. dapat digunakan pada pasien diduga cedera servikal Sulit dipertahankan. terutama pada pasien yang berontak. Kerugian . aman. sulit dikombinasikan dengan ventilasisungkup. mudah. tidak mencegah aspirasi.

Jaw-thrust (Tanpa Ekstensi Kepala) X .

Sulit “berpijak” pada mandibula .

Jangan Sendirian! .

Anti Trendelenburg! .

Manajemen Jalan Nafas: DENGAN ALAT .

Oro-pharyngeal tube .

Tenik Insersi OPT .

.

atau bronkospasme.► Masukkan bagian cekung ke arah atas. Jangan membuka mulut secara paksa! ► Dapat memancing refleks muntah. setelah mencapai pertengahan. . kemudian seluruhnya dimasukkan. yang kemudian diikuti dengan batuk. muntah. laringospasme. diputar 180o.

basis cranii.Naso-pharyngeal tube • Panjang yang sesuai ± lubang hidung sampai lubang telinga. • KI: fraktur nasal. koagulopati. masukkan secara tegak lurus (bukan mengikuti arah hidung) • Tidak terlalu merangsang jalan nafas. infeksi/tumor hidung . • Diolesi jelly.

ARAH TUBE nasopharyngeal .

Teknik Insersi NPT .

► Antara facemask dan ETT  jika benar  lebih aman daripada facemask. ► TAPI: Tidak sadar  Sulit ventilasi/intubasi  pilihan utama  intubasi via LMA. . ► KI: pasien dengan risiko aspirasi. tapi tetap bukan proteksi jalan nafas yang terpercaya.Laryngeal Mask Airway (LMA) ► Menutup daerah supraglotik. ► Harus pasien yang tidak sadar  tidak cocok untuk kasus emergensi.

Posisi LMA yang benar .

LMA .

.

Ukuran LMA .

Teknik Insersi LMA .

Teknik Insersi LMA .

Intubasi via LMA (FastTrach) .

Intubasi via LMA (FastTrach) .

ETT (minimal 3 ukuran). Wanita: #7 Anak: umur(tahun) Ukuran ETT  4  4 ► Peralatan: sungkup muka.  Mempertahankan oksigenasi-ventilasi yang adekuat. sumber oksigen. ► ► Umum: Pria: #8 . . Laringoskop.Intubasi ► Indikasi:  Proteksi dan mempertahankan patensi jalan nafas. (ambu) bag. jelly. sytlet. suction dan kateternya yang sesuai. plester. spuit cuff.

Direct Laryngoscopy 2. Retrograde intubation Nasal intubation – 1. Fiberoptic guided 5. Flexible Fiberoptic Laryngoscopy 3. Digital Technique 4. Blind Oral Intubation 3. Direct Laryngoscopy 2. Blind Nasal Intubation .Jenis Intubasi Oral intubation – 1.

mental operator. mental pasien.Persiapan! Persiapan! Persiapan! ► Indikasi  matang benar  penjelasan keluarga ► Post intubation care? Then what? ► Sulit/mudah? Anamnesis-pemeriksaan fisik? Rujuk/konsultasi ► Buat rencana  matangkan: kesiapan alat. mental suster/asisten . mental keluarga.

Semua kesulitan intubasi pada dasarnya bisa diatasi dengan PERSIAPAN YANG MATANG .

Kalau tidak  bencana! .

gigi Evaluate 3-3-2 rule Mallampati Obstruction: tumor jalan nafas Neck mobility: kekakuan sendi atlantooccipital .Evaluasi sebelum intubasi! ► Skala LEMON atau MELON Look externally: Fisik pasien. struktur wajah.

Struktur gigi ► Tonggos ► Ompong ► Goyang .

Leher Pendek .

Obesitas .

Look Externally .

.

Peralatan yang baik: Face-Mask

.

Rule 3-3-2 .

Rule 3-3-2 .

Rule 3-3-2 .

Mallampati .

Mallampati .

Face mask. OPT/NPT Tape: plester Introducer: Stylet. Stethoscope Tube: siapkan 3 nomor ukuran Airway: Bagging.Peralatan ► STATICS:        Scope: Laryngoscope. Magill forceps Connector: konektor Oksigen Suction: peralatan suction yang berfungsi baik. .

Peralatan Intubasi .

.

. ► Ventilasi segala-galanya.Kapan intubasi? ► Intubasi bukan segala-galanya. ► Ventilasi  harus bisa  tidak bisa  pasien hipoksia dalam 3 menit  mati! ► Intubasi  tidak bisa  rujuk/konsultasi ► Dulu: hanya pasien arrest perlu cepat diintubasi (2010 CAB).

Ventilasi yang baik ► Pre Oksigenasi sebelum intubasi:  Menggeser Nitrogen dengan Oksigen  100% Oksigen minimal 5 menit  Target SpO2 >90% .

► Normal: Tekanan intratorakal lebih negatif  inspirasi  Tekanan sama  Tekanan lebih positif  ekspirasi.Ventilasi Tekanan Positif ► Prinsip! Udara mengalir dari tekanan yang lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah. ► Bantuan: Aktif: memberikan tekanan positif  mendorong udara mengalir ke dalam paru-paru  Pasif: Ekspirasi .

Kemungkinan sulit ventilasi:     Gemuk (BMI>26) Riwayat mengorok Gigi ompong Tumor jalan nafas ► Komplikasi: MUNTAH  Aspirasi .Ventilasi Tekanan Positif ► ► ► Indikasi: Gagal nafas sd henti nafas Tujuan: Saturasi O2 > 90%.

.

Bag Saat Resusitasi: Oksigen 15 L/menit .

Ventilasi dengan facemask Satu Penolong • Selalu • Hati-hati! Jangan menekan jaringan leher bertumpu pada tulang! • Terutama anak-anak pada Dua Penolong .

.

.Dengan atau Tanpa Obat? ► Pertimbangkan hemodinamik. ► Kalau memang perlu: Suksinilkolin. ► Kalau ragu: intip dulu. ► Pelumpuh otot: Hati-hati  sulit ventilasi atau sulit intubasi  awake intubation. ► Analgetik: Narkotik? Lokal? ► Sedasi: pertimbangkan penguasaan jalan nafas  ventilasi.

Jangan Pernah Sendirian!!! .

Teknik Intubasi .

.

.

Sellick’s Manuever
► ► ► ►

Mencegah masuknya cairan lambung ke daerah glotik Tekanan pada kartilago krikoid Menutup esofagus. Risiko aspirasi:
     Lambung penuh (< 8 jam) Obstruksi usus Gastroparesis: DM, Uremia Obesitas, Hamil Asupan makanan tidak jelas

Sellick’s Manuever

Murphy’s Eye Murphy’s Eye .

.

.

Cari apa yang salah/kurang tepat! ► Jika tidak dapat diventilasi  emergency  pikirkan kemungkinan pembedahan jalan nafas.Gagal? ► Tidak ada ahli anestesi yang 100% selalu berhasil intubasi  cari bantuan ahli lain. . ► Jangan panik!  apakah pasien dapat diventilasi? Jika dapat  tidak emergency  Assesment ulang  sering  melakukan percobaan kedua tanpa merubah setting.

.Pembedahan Jalan Nafas ► Krikotirotomi: krikotiroid. penanganan jalan nafas jangka panjang. mempermudah proses weaning ventilator. mencegah aspirasi. ► Trakeostomi: insisi melalui cincin trakea insisi melalui membran  Indikasi: membypass obstruksi jalan nafas atas.

Peralatan Krikoidotomi ► Abocath #14G ► Spuit yang berisi cairan ► Konektor dengan sumber oksigen .

Arah Krikoidotomi .

Teknik Krikoidotomi .

Teknik Krikoidotomi .

.

trauma wajah. infeksi. . radioterapi daerah glotik. edema jalan nafas.Intubasi Serat Optik ► Jika tidak dapat visualisasi daerah glotik dengan laringoskop ► Awake atau dengan sedasi ringan/anestesi topikal/Spray ► Perlu keahlian khusus ► Keadaan klinis: tumor jalan nafas. trauma servikal.

.

 Segera beri Oksigen. ► Monitor: tekanan darah. Disritmia.Pembersihan Jalan Nafas ► Persiapan alat  pastikan semua alat lengkap. ► Hentikan! Nadi turun > 20x/menit. atau Nadi naik > 40 x/menit. alat resusitasi berfungsi baik. tersedia sumber Oksigen. nadi. saturasi Oksigen. . Sianosis.

► Jangan! Pasien baru diberi makanan/minuman  kecuali kalau terpaksa. sambil diputar. ► Trakea:  Say “Aaah…”  Julurkan lidah  Saat inspirasi ► Masukkan kateter sejauh mungkin mentok? suction  tarik. . Cegah aspirasi  setengah duduk. kurang dari 10”  beri kesempatan 4 kali nafas  ulangi.

► Beri Oksigen ► Evaluasi jalan nafas tiap 2 jam atau jika ada kecurigaan sumbatan. .

Terima Kasih… .

Sulit Intubasi? .

Sulit Intubasi? Algoritme lengkap .

Sulit Intubasi? Gagal ventilasi dan Gagal intubasi Emergency! .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->