Anda di halaman 1dari 8

Zink (Zn)

Untuk memenuhi tugas matakuliah


Kimia Anorganik II
yang dibina oleh Ibu Fariati

Oleh
Restu Adinda Putri
309332410358

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
April 2011
Logam Zink (Zn)

1. Sejarah

Berbagai contoh-contoh dari penggunaan


zink yang tidak murni telah lama ditemukan.
(Jerman: zink) Berabad-abad sebelum seng
dikenal sebagai unsur tersendiri yang unik, bijih
seng telah digunakan dalam pembuatan
kuningan. Campuran logam yang mengandung
87% seng telah ditemukan di reruntuhan daerah
Transylvania purba.
Logam seng telah diproduksi dalam abat ke-13
di Indina dengan mereduksi silikat dengan bahan-bahan organik seperti kapas.
Logam ini ditemukan kembali di Eropa oleh Marggraf di tahun 1746, yang
menunjukkan bahwa unsur ini dapat dibuat dengan cara mereduksi silikat dengan
arang.
Isolasi dari logam zink di barat mungkin telah bisa dicapai oleh
beberapa orang. Postlewayt's Universal Dictionary, sebuah sumber
kontemporer memberikan informasi bahwa di
Eropa belum menyebut isolasi Zink sebelum
1751, namun senyawanya sendiri telah
dipelajari sebelumnya. P.M. de Respour
melaporkan bahwa dia mengekstrak logam zink
dari zink oksida di 1668. Di lain abad, Etienne
François Geoffroy mendeskripsikan bagaimana
zink oksida berkondensasi sebagai kristal
kuning pada batang besi yang berada pada bijih seng yang lebur. Kimiawan
Jerman Andreas Marggraf mendapat nobel untuk penemuan logam zink murni
walaupun Kimiawan Swedia Anton von Swab mendestilasi zink dari silikat
empat tahun sebelumnya. Dalam eksperimennya, Marggraf memenaskan
campuran silikat dan arangdalam wadah tertutup tanpa tembaga. Prosedur ini
menjadi komersial pada tahun 1752.
Zink (seng) didapatkan di alam terutama sebagai zink blende (kerpu zink),
ZnS yang terdapat di Australia, Kanada, dan ZnCO3. Kadar komposisi unsur
ini di kerk bumi sekitar 775 ppm (0,007%). Hal ini menjadikan seng sebagai
unsur ke-24 paling melimpah di kerak bumi. Unsur ini biasanya ditemukan
bersama logam-logam lain seperti tembaga dan timbal dalam bijih logam.
Total keseluruhan kandungan seng di seluruh dunia adalah sekitar 1,8 gigaton.
Hamper sekitar 200 megatonnya dapat diperoleh secara ekonomis pada tahun
2008. Berdasarkan laju konsumsi seng sekarang ini, cadangan seng
diperkirakan akan habis pada tahun 2027 sampai dengan 2055.

2. Sifat-Sifat Zink
a. Sifat Fisika
Seng merupakan logam berwarna putih kebiruan, berkilau, dan
bersifat diamagnetic. Walau demikian, kebanyakan seng mutu komersial
tidak berkilau. Seng sedikit kurang padat daripada besi dan berstruktur
kristal heksagonal. Logam ini keras dan rapuh pada kebanyakan suhu,
namun dapat ditempa antara 100ᵒC – 150ᵒC. diatas suhu 210ᵒ logam ini
menjadi rapuh kembali. Dibandingkan dengan logam-logam lain, seng
memiliki titik lebur (420ᵒC) dan titik didih (900ᵒC) yang relative rendah.
b. Sifat Kimia
Seng memiliki konfigurasi elektron [Ar]3d104s2 dan merupakan unsur
golongan 12 tabel periodik. Seng cukup reaktif dan merupakan reduktor
kuat. Permukaan logam seng murni akan dengan cepat mengusam,
membentuk lapisan seng karbonat, Zn5(OH)6CO3, seketika berkontak
dengan karbon dioksida. Lapisan ini membantu mencegah reaksi lebih
lanjut dengan udara dan air.
Seng yang dibakar akan menghasilkan lidah api berwarna hijau
kebiruan dan mengeluarkan asap seng oksida. Seng bereaksi dengan asam,
basa, dan non-logam lainnya. Seng yang sangat murni hanya akan bereaksi
secara lambat dengan asam pada suhu kamar. Asam kuat seperti asam
klorida maupun asam sulfat dapat menghilangkan lapisan pelindung seng
karbonat dan reaksi seng dengan air yang ada akan melepaskan gas
hidrogen.
Seng secara umum memiliki keadaan oksidasi +2. Ketika senyawa
dengan keadaan oksidasi +2 terbentuk, elektron pada kelopak elektron
terluar s akan terlepas, dan ion seng yang terbentuk akan memiliki
konfigurasi [Ar]3d10. Hal ini mengijinkan pembentukan empat ikatan
kovalen dengan menerima empat pasangan elektron dan mematuhi kaidah
oktet. Stereokimia senyawa yang dibentuk ini adalah tetrahedral dan ikatan
yang terbentuk dapat dikatakan sebagai sp3. Pada larutan akuatik, kompleks
oktaherdal, [Zn(H2O)6]2+, merupakan spesi yang dominan. Penguapan seng
yang dikombinasikan dengan seng klorida pada temperatur di atas 285 °C
mengindikasikan adanya Zn2Cl2 yang terbentuk, yakni senyawa seng yang
berkeadaan oksidasi +1. Tiada senyawa seng berkeadaan oksidasi selain +1
dan +2 yang diketahui. Perhitungan teoritis mengindikasikan bahwa
senyawa seng dengan keadaan oksidasi +4 sangatlah tidak memungkinkan
terbentuk.
Sifat kimiawi seng mirip dengan logam-logam transisi periode
pertama seperti nikel dan tembaga. Ia bersifat diamagnetik dan hampir tak
berwarna. Jari-jari ion seng dan magnesium juga hampir identik. Oleh
karenanya, garam kedua senyawa ini akan memiliki struktur kristal yang
sama. Pada kasus di mana jari-jari ion merupakan faktor penentu, sifat-sifat
kimiawi keduanya akan sangat mirip. Seng cenderung membentuk ikatan
kovalen berderajat tinggi. Ia juga akan membentuk senyawa kompleks
dengan pendonor N- dan S-. Senyawa kompleks seng kebanyakan
berkoordinasi 4 ataupun 6 walaupun koordinasi 5 juga diketahui ada.
3. Perbandingan dengan Logam Golongan 12 Lainnya
Karakteristika 30Zn 48Cd 80Hg
Konfigurasi electron [18Ar]3d104s2 [36Kr]4d105s2 [54Se]4f145d106s2
Rapatan/ g cm-3 7,14 8,65 13,534 (l)
Titk leleh/ ᵒC 419,5 320,8 -38,9
Titik didih/ ᵒC 907 765 357
Jari-jari atom/ pm 134 151 151
(bilangan koordinasi:
12
Jari-jari ionic M2+/ pm 74 95 102
119 (M)
Energy ionisasi/ kJ 906,1 876,5 1007
mol-1 (I) 1733 1631 1809
(II)
Elekltronegativitas 1,6 1,7 1,9
Potensial reduksi -0,7619 -0,4030 +0,8545
standar/ V
(M2+ + 2e → M)
Logam zink dan cadmium sangat mirip sifat kimiawinya, mempunyai
tingkat oksidasi +2 dalam semua senyawa sederhananya. Raksa mempunyai
tingkat oksidasi +1 dan +2. Titik leleh zink dan cadmium secara berurutan
yaitu 419ᵒC dan 320ᵒC, jauh lebih rendah dari beberapa titik leleh logam
logam transisi yang mendekati 1000ᵒC.

4. Manfaat Logam Zink


Logam ini digunakan untuk membentuk berbagai campuran logam dengan
metal lain. Kuningan, perak nikel, perunggu, perak Jerman, solder lunak dan
solder aluminium adalah beberapa contoh campuran logam tersebut. Seng
dalam jumlah besar digunakan untuk membuat cetakan dalam industri
otomotif, listrik, dan peralatan lain semacamnya. Campuran logam Prestal,
yang mengandung 78% seng dan 22% aluminium dilaporkan sekuat baja tapi
sangat mudah dibentuk seperti plastik. Prestal sangat mudah dibentuk dengan
cetakan murah dari keramik atau semen. Seng juga digunakan secara luas
untuk menyepuh logam-logam lain dengan listrik seperti besi untuk
menghindari karatan. Seng oksida banyak digunakan dalam pabrik cat, karet,
kosmetik, farmasi, alas lantai, plastik, tinta, sabun, baterai, tekstil, alat-alat
listrik dan produk-produk lainnya. Lithopone, campuran seng sulfida dan
barium sulfat merupakan pigmen yang penting. Seng sulfida digunakan dalam
membuat tombol bercahaya, sinar X, kaca-kaca TV, dan bola-bola lampu
fluorescent. Klorida dan kromat unsur ini juga merupakan senyawa yang
banyak gunanya. Seng juga merupakan unsur penting dalam pertumbuhan
manusia dan binatang. Banyak tes menunjukkan bahwa binatang memerlukan
50% makanan tambahan untuk mencapai berat yang sama dibanding binatang
yang disuplemen dengan zat seng yang cukup.
Manfaat-manfaat lainnya dari senyawa-senyawa Zink antara lain:
a. Zn-klorida untuk deodorant dan pengawet kayu.
b. Zn-sulfida untuk industry pigmen dan lampu pendar, luminous dial, X-ray
dan layar TV serta lampu fluorescence.
c. Zn-metil (Zn(CH₃)₂) untuk pembuatan berbagai senyawa organic; Zn-
Stearat digunakan sebagai aditif penghalus plastik.
d. Zn-hidroksi-karbonat dan silikat untuk pembuatan lotion pencegah kulit
luka/alergi/kemerahan.
e. Zn-glukonat glisin dan Zn-asetat yang digunakan sebagai pelega
tenggorokan (throat lozenges) saat musim dingin.

5. Isotop
Isotop paling stabil
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
64 64
Zn 48.6% Zn stabil dengan 34 neutron
65
ε 1.3519 Cu
65
Zn syn 243.8 d
γ 1.1155 -
66 66
Zn 27.9% Zn stabil dengan 36 neutron
67 67
Zn 4.1% Zn stabil dengan 37 neutron
68 68
Zn 18.8% Zn stabil dengan 38 neutron
70 70
Zn 0.6% Zn stabil dengan 40 neutron
72 β− 72
Zn syn 46.5 h 0.458 Ga

6. Kasus: ZnCl2 sebagai Katalis pada Sintesis Organik


Zink klorida dapat digunakan sebagai katalis dalam sintesis organik
karena zink klorida bersifat sebagai asam Lewis. Definisi asam Lewis lebih
luas daripada definisi dari Brønsted–Lowry karena ini tidak terbatas pada
menyumbang proton saja. Sesuai dengan definisi asam Lewis, senyawa seperti
zink klorida adalah asam karena mereka mempunyai orbital valensi yang tidak
terisi dan itu dapat menerima bagian dalam pasangan electron. Senyawa ini
bereaksi dengan senyawa yang mempunyai pasangan electron menyendiri
seperti proton bereaksi dengan ammonia, tetapi mereka bukan asam
penyumbang proton. Jadi, definisi Lewis mencakup semua asam-asam
penyumbang proton dan beberapa asam tambahan yang tidak mempunyai
proton.

Sebagai contoh pada asilasi reaksi Friedel-Crafts yang melibatkan


aktifasi cincin aromatic dengan katalis zink klorida (ZnCl2). Reaksinya adalah:
HO
OH CH3COOH

CH3
ZnCl2 C

OH O
OH
Dari reaksi dapat dilihat bahwa zink klorida bertindak sebagai katalis.
Dari reaksi tersebut dapat dijelaskan fungsi zink klorida sebagai asam Lewis
dengan beberapa tahap sebagai berikut:
TAHAP 1:
untuk memperlemah ikatan C-O
diperlukan bantuan asam Lewis

Cl
O O Cl
O
Cl
Zn + H3C C H3C C
H3C C + HO Zn
OH O Zn
Cl H
Cl
Cl
TAHAP 2:
HO O
HO
O
lambat C
H3C C
CH3
H
OH
OH

bentuk resonansinya
HO O HO O
HO O
C C
C
CH3 CH3
CH3
H H
H
OH OH
OH

TAHAP 3:
HO O Cl HO

C O + HOH + ZnCl2
+ HO Zn
CH3 C
H Cl CH3
OH OH

Pada tahap ketiga inilah tahap pembentukan kembali zink klorida sebagai
katalis Lewis.